Ariya siap pertahankan gelar, meski 2019 lebih kompetitif

Magelang (ANTARA) – Juara bertahan kategori umum dan tanjakan Tour de Indonesia Ariya Phounsavath mengaku siap mempertahankan gelar dalam lomba balap sepeda grade 2.1 yang pada 2019 akan dimulai Senin dengan start di Candi Borobudur.

“Tahun ini tentu lebih kompetitif, tapi saya yakin bisa. Bukan semata mata untuk saya, tapi untuk kemenangan tim. Saya mengutamakan tim,” kata pebalap asal Laos yang memperkuat Thailand Continental Cycling Team itu di Magelang, Minggu.

Dengan tim yang sama tahun lalu, Ariya merasa optimistis menjuarai BRI TdL 2019 yang akan menempuh lima etape.

“Pastinya lebih yakin karena di tim saya terdiri dari climber-climber hebat. Apalagi rute tahun ini lebih banyak tanjakan dibanding tahun lalu,” kata dia.

TdL 2019 yang terdiri dari lima etape akan menempuh jarak 825,2 km. Tiga dari lima etape itu memang banyak ditandai rute tanjakan, bahkan pada etape kedua dan kelima terdapat tanjakan berkategori super sulit (first climb).

Baca juga: Projo Waseso akan optimalkan dua rute mendatar

Dengan kondisi seperti itu, Ariya yang jago tanjakan merasa yakin bisa mempertahankan predikat juara umum sekaligus dinobatkan sebagai jago tanjakan.

Ariya Phounsavath menjuarai balap sepeda Tour de Indonesia (TdI) 2018. Selain menjadi juara untuk klasemen umum, pebalap asal Laos ini juga menyandang predikat Raja Tanjakan.

Bank BRI Tour d’Indonesia 2019 akan diikuti oleh 18 tim, termasuk posisi pertama pada peringkat sementara UCI Asia Tour dan UCI Africa Tour, dengan pembalap dari 23 negara.

Foolad Mobarakeh Sepahan menjadi tim terakhir yang memastikan ambil bagian untuk menggantikan Tim Nasional Iran. Sementara itu, dua tim, yakni Vino-Astana Motors dan Brunei Continental Cycling Team mengundurkan diri. Sebagian peserta seperti tim Taiyuan Miogee dan X-Speed United Continental bahkan sudah tiba di Magelang sejak Kamis, 15 Agustus 2019.

Selain peringkat pertama UCI Asia Tour, Team Sapura Cycling dan peringkat pertama UCI Africa Tour, ProTouch Continental Pro Cycling, tiga tim penghuni 10 besar UCI Asia Tour juga ambil bagian.

Baca juga: Woro Fitrianto lengkapi skuat timnas untuk Tour d’Indonesia 2019

Biksu berdoa untuk kedamaian Indonesia pasca-pemilu

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Projo Waseso akan optimalkan dua rute mendatar

Magelang (ANTARA) – Pebalap nasional Projo Waseso akan sekuat tenaga mengoptimalkan peluang di dua rute mendatar agar bisa naik podium juara sekaligus membantu timnas meraih poin pada Tour d’Indonesia 2019.

“Sebagai sprinter, saya akan fokus di stage satu dan tiga karena rutenya datar. Untuk tiga stage lain yang nenanjak mungkin peluang ada di Hari Fitrianto,” kata Projo kepada wartawan di Magelang, Minggu.

Kejuaraan tahun kedua dengan level 2.1 itu akan terbagi menjadi lima etape dengan jarak tempuh bervariasi. Etape 1 dari Candi Borobudur ke Ngawi 178km, etape 2 dari Madiun ke Batu 157,7km, etape 3 dari Batu ke Jember 195,9km, etape 4 dari Jember ke Banyuwangi 150km, dan etape 5 dari Gilimanuk je Batur UNESCO Global Geopark 143,6km.

Menurut Projo, ia sudah sangat hapal dengan karakter rute-rute itu sehingga ia pun berani memasang target pada etape satu dan tiga sesuai dengan karakternya sebagai sprinter.

“Rute 2,4, dan 5 lebih berat karena tanjakannya first climb (tanjakan tersulit dalam balap sepeda). Saya fokus di stage (etape) 1 dan 3. Stage lain bagian teman-teman climber,” katanya.

Pada etape pertana, Senin, yang mengambil start di Candi Borobudur, Projo optimistis bisa berbuat banyak.

Baca juga: Projo Waseso penasaran dengan Yellow Jersey Tour d’Indonesia 2019

“Etape pertama TdI 2019 akan finis di Ngawi seperti tahun lalu. Untuk saat ini saya sudah mengetahui karakter lintasan jelang finis. Finishing lebih ke technical sprint karena para pembalap pasti bergerombol,” kata Projo Waseso.

Optimisme Projo juga berdasarkan pengalaman tahun lalu ketika dia menjadi juara kedua.

Pada etape pertama TdI 2018 yang finis di Ngawi, Projo Waseso yang saat itu juga memperkuat timnas harus puas pada posisi kedua meski peluang menjadi juara terbuka. Hal ini terjadi karena pebalap asal Kalimantan Timur itu salah memprediksi lokasi finis.

“Tahun lalu saya terlalu cepat break, padahal finis masih jauh. Untuk tahun ini sudah lebih siap dan saya sudah hafal dengan karakteristiknya. Setelah belok, 300 meter lagi finis,. Tinggal memaksimalkan teknik sprint saja” kata pebalap asal Sidoarjo itu.

Timnas Indonesia pada TdI 2019 diperkuat lima pebalap. Selain Projo Waseso ada nama Hari Fitrianto, Bernard Benyamin Van Aert, dan Delton Nur Arif Prayogo. Untuk satu posisi inti akan diperebutkan antara Warseno dan Woro Fitriyanto.

Baca juga: Projo menangi etape 2 Tour de Siak

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berkaca hasil paruh musim, Ferrari ingin bangkit di Spa dan Monza

Jakarta (ANTARA) – Dua belas seri berlalu, namun Ferrari belum pernah mengangkat trofi juara hingga balapan Formula 1 mengambil jeda musim panas setelah GP Hungaria pada awal bulan.

Ingin mengulangi kesuksesan mereka 11 tahun silam dengan gelar juara dunia, Ferrari justru belum mengantongi kemenangan di musim 2019 dan terancam disusul oleh tim Red Bull jelang paruh kedua musim ini.

Sebastian Vettel akan genap satu tahun tanpa gelar juara balapan ketika F1 menyelesaikan libur musim panas dan bergulir kembali di Belgia akhir bulan nanti.

Pebalap Jerman, juara dunia empat kali itu, terakhir kali menang di Sirkuit Spa-Francorchamps pada 26 Agustus tahun lalu. Seri GP Belgia musim ini akan digelar 1 September.

Ada benarnya juga jika Direktur pelaksana motorsport F1 Ross Brawn menilai jika libur musim panas kompetisi ini mungkin momentum yang tepat bagi Ferrari untuk rehat sejenak sebelum mempersiapkan sembilan balapan yang tersisa.

Vettel pun melakukan introspeksi.

“Saya harus kritis terhadap diri sendiri karena saya belum melakukan tugas dengan baik. Jadi itu adalah hal yang perlu saya fokuskan lagi dan perbaiki di paruh kedua musim ini, yang memerlukan penanganan,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Pebalap bernomor mobil 5 itu nyaris menang di Kanada jika saja manuver, yang memaksa Lewis Hamilton menghindari tembok pembatas, di Tikungan 4 tidak berbuah penalti kepada sang pebalap Ferrari.

“Di luar itu… beberapa balapan lebih baik, sedangkan yang lain lebih buruk. Tapi pastinya sejumlah balapan terakhir mungkin lebih baik untuk saya, sedangkan sejumlah lainnya di awal, saya sedikit kewalahan ketika kami mencoba banyak hal.”

“Saya rasa jelas kami belum berada di tempat yang semestinya.”

Baca juga: Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Baca juga: Penalti kontroversial rampas kemenangan Vettel di Kanada

Pendekatan yang salah?

Tampil sebagai yang tercepat di tes pra-musim, Ferrari muncul sebagai tim yang harus dikalahkan. Namun, hasil awal musim berkata lain ketika rival, Mercedes, mengemas lima finis 1-2 secara beruntun sejak seri pembuka di Australia.

Mantan juara dunia Nico Rosberg pun memandang Ferrari melakukan pendekatan yang kurang tepat karena memilih desain aerodinamika yang membuat mereka cepat di lintasan lurus namun kalah cepat dari Mercedes ketika duel di tikungan.

Statistik menunjukkan Ferrari lebih lambat sekitar 0,8 detik dari Mercedes dalam hal kecepatan di balapan. Kemudian di Hungaria, Vettel finis lebih dari 60 detik di belakang Hamilton yang menunjukkan kelemahan Ferrari di trek yang berkarakter downforce tinggi dan tikungan lambat.

Defisit 150 poin terhadap Mercedes di klasemen konstruktor menunjukkan kelemahan tim asal Italia itu dan mereka pun mulai berbenah untuk balapan selanjutnya.

“Kalian lihat ke tabel poin, lihat ke balapan (di Hungaria), dan di trek yang kami kalah dari yang lain, jadi kami melihat hal-hal itu dan kami sedang bekerja sangat keras,” kata Vettel.

“Semua sangat bersemangat dan saya rasa kuncinya sekarang adalah untuk tetap tenang, lakukan pekerjaan rumah kami dan pastinya mencoba mengejar sebisa mungkin. Itu lah prioritas kuncinya.”

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto pun tak meragukan kecepatan Vettel di trek. Binotto melihat setelah insiden tubrukan dengan Max Verstappen di Inggris, Vettel membayar kesalahannya dengan naik podium di Jerman dan Hungaria.

“Dia paham jika penting baginya untuk menggunakan kecepatannya jadi pastinya jika kalian melakukan kesalahan seperti di Silverstone, itu bukan lah yang terbaik tapi terlepas dari itu aku sangat senang.”

“Karena dia memiliki pengalaman yang banyak, dia tahu bagaimana menjaga ban dan saya kira itu lah kekuatannya dan saya kira dia melakukan hal itu dengan baik,” kata Binotto.

Memahami pemakaian ban menjadi salah satu masalah utama Ferrari dan kemampuan Vettel menjaga umur ban pun diakui oleh Charles Leclerc, yang harus belajar banyak dari rekan satu timnya itu.

Baca juga: Verstappen menunjukkan kelasnya, puji bos Red Bull

Baca juga: Honda buka lembaran baru lewat kemenangan di Austria

Ferrari sangat berharap bisa membalikkan keadaan di Spa dan Monza, dengan sejumlah lintasan lurus yang akan menguntungkan mobil mereka yang memiliki karakter downforce rendah, agar terhindar dari musim nirkemenangan untuk kali ketiga di era turbo hybrid V6 sejak 2014.

“Saya kira (Spa dan Monza) lebih sensitif dengan tenaga jadi kami seharusnya bisa lebih (sukses) di sana, tapi tak ada hasil tanpa perjuangan. Saya rasa saingan kami juga sangat kuat semuanya dan kami mencoba menantang diri kami sendiri,” kata Binotto.

Memang tak ada jaminan Ferrari bisa menang di Spa dan kandang mereka, Monza. Sejumlah kesialan juga menimpa mereka ketika Leclerc harus kehilangan kesempatan podium pertama di Bahrain karena masalah mesin.

Pebalap asal Monako itu juga harus puas finis runner-up setelah disalip Max Verstappen jelang finis di Austria ditambah ketidakberuntungan Vettel di Kanada.

Kini Ferrari harus berjuang mempertahankan posisinya di peringkat dua agar tak tersalip Red Bull, yang grafiknya sedang naik setelah meraih dua kemenangan dan terpaut hanya 44 poin di peringkat tiga.

Ferrari pun telah membawa update terkini mereka di Hungaria, namun itu pun dirasa belum cukup untuk membuat mobil SF90 cepat seperti yang Vettel ungkapkan.

“Kami tahu jika kami kewalahan di tikungan dan setiap trek, mereka mempunyai tikungan. Jadi kami ingin membuat mobil yang lebih cepat di tikungan. Kami mencoba semua yang kami bisa namun saat ini itu tidak cukup,” kata Vettel.

Bakti Sosial Sambil Konvoi Mobil Mewah

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITDC pastikan MotoGP Mandalika digelar mulai 2021

Mataram (ANTARA) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan proses pembangunan sirkuit jalan raya (Street Circuit) dan penyelenggaraan MotoGP tahun 2021 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat akan berjalan sesuai rencana dan jadwal yang ditetapkan.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, Sabtu, mengatakan pembangunan Mandalika Street Circuit, untuk penyelenggaraan MotoGP mulai 2021, telah menyelesaikan proses pengukuran topografi dan penyelidikan tanah. Dan, saat ini telah memasuki tahap “land clearing” dan pemagaran sekeliling area sirkuit.

Dari pagar keliling sepanjang 6,25 km, telah terbangun 2,5 km atau sekitar 42 persen. Sementara land clearing mencapai 98.000 m2 dari rencana 432.000 m2.

“Kami pastikan pembangunan Mandalika Street Circuit saat ini berjalan sesuai rencana, yaitu memulai konstruksi pada Oktober 2019. Selain kegiatan di lapangan yang fokus pada area sirkuit, berupa pemagaran yang hampir mencapai 50 persen dan land clearing,” ucap Abdulbar dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram.

Proses homologasi desain Mandalika Street Circuit juga telah menyepakati Center Line desain sirkuit, artinya telah menyepakati titik-titik koordinat, panjang, dan lengkung lintasan satu dengan yang lainnya.

Ia menjelaskan berdasarkan kesepakatan Center Line tersebut, ITDC bersama mitra kerja pembangunan Mandalika Street Circuit, yaitu Mrk1 Consulting dan Vinci Construction Grands Projects, investor Mandalika Street Circuit, tengah menyiapkan dokumen homologasi yang akan diserahkan kepada Federation Internationale de Motocyclisme/International Motorcycling Federation (FIM) dalam waktu dekat.

Selanjutnya dokumen homologasi yang telah disetujui FIM akan menjadi dasar penyusunan Detailed Engineering Design (DED) atau gambar kerja yang mencakup rencana teknis, arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan sebelum memulai tahapan konstruksi pada Oktober 2019.

“Sejak Mandalika Street Circuit disepakati menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, kami mengikuti setiap proses perencanaan, khususnya homologasi sirkuit dengan hati-hati dan sesuai ketentuan, untuk memastikan sirkuit dapat digunakan mulai 2021 dengan tingkat safety sesuai standarisasi FIM dan Dorna,” paparnya.

Menurut Abdulbar, inspeksi FIM atas sirkuit dilakukan selama proses homologasi desain, saat sirkuit selesai dibangun dan
sebelum tanggal balapan. Sedangkan uji coba sirkuit oleh riders akan ditentukan oleh Dorna, sesuai dengan availability riders sebelum tanggal race/balapan.

“Promoter’s Agreement yang kami tandatangani bersama Dorna, tidak mensyaratkan uji coba sirkuit harus dilakukan satu tahun sebelum tanggal balapan,” tegas Abdulbar.

Ia mengatakan tanggal balapan MotoGP Mandalika untuk musim 2021 akan diumumkan pada Agustus 2020. ITDC  menargetkan dapat melakukan uji kelayakan sirkuit pada akhir 2020.

Kepastian penyelenggaraan even MotoGP di KEK Mandalika diperoleh setelah ITDC menandatangani Promoter’s Agreement dengan Dorna pada 28 Januari di Madrid, dimana Mandalika ditunjuk untuk menjadi tuan rumah balap MotoGP selama 5 tahun mulai tahun 2021.

Selain menjadi tuan rumah balap MotoGP, Mandalika juga mendapatkan kontrak untuk menggelar FIM MOTUL Superbike World Championship (WSBK).

“Penyelenggaraan even MotoGP dan WSBK ini diyakini akan memberikan positioning yang kuat bagi The Mandalika sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia,” ucapnya.

Abdulbar menjelaskan komitmen manajemen untuk mewujudkan MotoGP Mandalika 2021 juga didasari oleh besarnya multiplier effect yang akan dihasilkan oleh even tersebut, seperti penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS.

Selain itu, juga menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang/tahun, serta diperkirakan akan mendorong peningkatan belanja wisatawan hingga mencapai 40 juta dollar AS per tahun.

Guna mewujudkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 2021, manajemen ITDC mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, bahkan Pemerintah Pusat telah berkomitmen meningkatkan aksesibilitas ke kawasan melalui pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur tersebut berupa penyiapan akses jalan langsung/bypass sepanjang 17 km dari Lombok International Airport (LIA) ke The Mandalika, perpanjangan lintasan pesawat (runway) di Lombok International Airport (LIA), pengembangan pelabuhan Gili Mas menjadi cruise terminal.

Sedangkan dukungan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah diberikan guna menjamin terwujudnya penyelenggaraan MotoGP di The Mandalika mulai 2021, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Gabungan Percepatan Pembangunan The Mandalika oleh Pemkab dan Forkopimda Lombok Tengah.

“Dengan perhatian dan dukungan yang begitu besar dari pemerintah pusat dan daerah terhadap keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021, kami yakin persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021 dapat berjalan sesuai jadwal. Kami mohon dukungan semua pihak agar kami dapat mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan gelaran MotoGP 2021 di Mandalika,” katanya.

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara nasional tak ingin ketinggalan momen di Tour d’Indonesia 2019

Jakarta (ANTARA) – Juara nasional balap sepeda nomor individual road race 2019 Jamalidin Novardianto tidak ingin ketinggalan momen dan bertekad meraih hasil terbaik pada kejuaraan Tour d’Indonesia 2019 dari Candi Borobudur dan finis di Geopark, Bali, 19-23 Agustus.

“Saya akan berusaha. Yang jelas lawan terberat dalam kejuaraan ini adalah melawan diri sendiri,” kata Jamalidin Novardianto saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Pada kejuaraan balap sepeda internasional dengan level 2.1 UCI ini, pebalap yang akrab dipanggil Ferdi ini tergabung dalam tim PGN Road Cycling Team (PRCT). Tim ini merupakan satu dari tiga tim asal Indonesia yang tercatat sebagai tim continental.

Ferdi pada balapan level 2.1 seri kedua ini bakal turun dengan pebalap yang sudah kenyang pengalaman, yaitu Aiman Cahyadi, Jamal Hibatulloh, Odie Setiawan dan Sandy Nur Hasan. Tim ini bisa dikatakan dihuni pebalap Indonesia terbaik saat ini.

Bagi Ferdi, Tour d’Indonesia 2019 adalah balapan paling ketat di pertengahan tahun ini. Apalagi ada 20 tim continental, pro continental dan timnas yang bakal bersaing pada balapan yang diprakarsai oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

Baca juga: Projo Waseso penasaran dengan Yellow Jersey Tour d’Indonesia 2019

Baca juga: Aiman Cahyadi sebut rute Tour d’Indonesia 2019 lebih mantap

Sebagai pebalap dengan spesialisasi sprinter, Ferdi memang mempunyai peluang untuk mengambil podium karena ada dua etape yang finisnya datar, yaitu etape pertama dari Candi Borobudur yang finis di Ngawi dan etape tiga dari Batu dan finis di Jember.

Khusus untuk pebalap Indonesia, Ferdi bakal berhadapan langsung dengan pebalap timnas Projo Waseso. Pebalap asal Kalimantan Timur itu juga seorang sprinter dan mengincar naik podium di dua etape yang sama.

“Pokoknya saya akan berusaha. Pada tour seperti ini kerja sama tim sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa jalan sendiri,” kata pebalap asal Malang itu.

Tidak hanya bersaing dengan pebalap dari tim dalam dan luar negeri, Ferdi juga bakal bersaing dengan rekan satu timnya, Aiman Cahyadi. Pebalap asal Bandung ini merupakan pebalap Indonesia terbaik pada Tour d’Indonesia 2018.

Tour d’Indonesia 2019 menempuh jarak 825, 2 km yang terbagi dalam lima etape. Etape pertama Candi Borobudur-Ngawi, Madiun-Batu, Batu-Jember, Jember-Banyuwangi, dan Gilimanuk-Geopark Batur, Bali.

Sementara untuk tim di antaranya adalah PGN Road Cycling Team (INA), KFC Cycling Team (INA), Customs Cycling Indonesia (INA), Team Sapura Cycling (MAS), Terengganu Inc. TSG Cycling Team, Brunei Darussalam Continental Team (BRU), Vino-Astana Motors (KAZ), Indonesian National Team, UAE National Team, dan Thailand Continental Cycling Team (THA).

Baca juga: Timnas siap tempur di Tour d’Indonesia 2019

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miller perpanjang kontrak dengan Pramac Racing hingga 2020

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Australia Jack Miller, Rabu, menyepakati perpanjangan kontrak dengan Pramac Racing dan akan tetap membalap di atas mesin Ducati hingga musim balapan MotoGP tahun depan.

“Aku sangat senang mencapai kesepakatan ini. Pramac Racing adalah tim yang membuatku nyaman saat ini dari start dan hubungan dengan Ducati sangat dekat,” kata Miller seperti dikutip laman Resmi MotoGP.

“Aku akan mendapatkan lagi motor ofisial dan akan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai hasil yang memuaskan. Aku ingin berterima kasih kepada Ducati dan timku atas kerja keras yang telah mereka lakukan selama ini.”

Dengan tercapainya kesepakatan itu, Miller menepis spekulasi yang beredar ketika di GP Austria tentang masa depannya di tim independen tersebut sehingga tahun depan akan menjadi musim ketiga Miller bekerja dengan Pramac Racing.

Pebalap berusia 24 tahun itu cukup konsisten membalap dengan mesin GP19 untuk bersaing di peringkat enam besar.

Dan setelah meraih podium pertamanya di seri ketiga di Austin, Texas, Miller kembali membalap dengan apik untuk mengamankan podium keduanya musim ini di GP Republik Ceko.

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Baca juga:Alex Marquez tunda kepindahan ke MotoGP

Miller saat ini bercokol di peringkat delapan klasemen pebalap dengan mengemas 86 poin.

Sedangkan tahun depan, Miller bersama rekan satu timnya, Francesco Bagnaia, akan diberi jatah motor GP20, seperti yang akan digunakan duo pebalap tim pabrikan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.

Tim manajer Pramac Racing Francesco Guidotti mengungkapkan jika tujuan utama tim adalah mencari dan memberi kesempatan kepada talenta muda untuk membalap dengan motor Ducati pabrikan.

“Jack membuktikan dirinya memiliki talenta hebat dan posisinya sekarang di klasemen pebalap mengonfirmasi hal itu,” kata Guidotti.

“Kami bangga memiliki dia dengan kami juga untuk musim depan dan kami sekarang akan tetap fokus kepada pekerjaan kami untuk mencapai hasil yang lebih baik pada 2019.”

Direktur sport Ducati Corse Paolo Ciabatti mengungkapkan jika tahun depan akan menjadi kali pertama Ducati menurunkan empat motor yang identik di kelas MotoGP, dua untuk tim pabrikan dan dua untuk tim Pramac Racing.

“Usaha luar biasa ini akan membantu kami mengumpulkan dan berbagi informasi serta meningkatkan proses pengembangan, dengan tujuan mencapai hasil yang lebih baik dan mendorong kompetisi positif dan adil di antara pebalap kami,” kata Ciabatti.

Baca juga:Zarco dan KTM pisah di akhir musim

Baca juga:Honda berharap Lorenzo bisa kembali membalap di Silverstone
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Villeneuve minta Mercedes tidak keluarkan Bottas

Jakarta (ANTARA) – Bos Mercedes Toto Wolff kabarnya akan memasukkan Esteban Ocon sebagai pengganti Valtteri Bottas pada 2020, tetapi mantan juara dunia Formula Satu Jacques Villeneuve malah meminta Mercedes tidak memecat Bottas.

Bottas (29) saat ini menguji lomba reli M-Sport di Jerman. “Kamu selalu belajar sesuatu saat membalap,” kata Bottas seperti ditulis surat kabar Bild.

Villeneuve meminta Mercedes mempertahankan Bottas sebagai mitra Lewis Hamilton.

Baca juga: Rumor Verstappen-Hamilton dalam satu tim, bos Red Bull berkomentar

“Tentu saja mereka harus melanjutkan Bottas. Seberapa sering sih mereka bisa finis pertama dan kedua seperti musim ini,” sambung Villeneuve dalam laman wheels24.

“Jika dia satu setengah detik lebih lambat pada setiap lomba, seperti tahun lalu, maka oke saja, kamu bisa ganti dia,” kata Villeneuve. “Tetapi itu tak terjadi.”

Sebaliknya mengenai Ocon, Villeneuve berkomentar, “Mengapa ingin bawa dia? Dia belum membuktikan diri. Saya tak tahu sebagus apa dia dan tak mau mengambil risiko.”

Baca juga: Hamilton menangi duel ketat dengan Verstappen di Hungaria
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda berharap Lorenzo bisa kembali membalap di Silverstone

Jakarta (ANTARA) – Tim Repsol Honda berharap Jorge Lorenzo bisa kembali membalap di GP Inggris kurang dari dua pekan ke depan menyusul cedera yang ia alami di sesi latihan GP Belanda akhir bulan Juni.

“Kami menantikan untuk melihat Jorge Lorenzo di Silverstone, kami harap dan doakan dia OK secara fisik setelah cedera yang ia alami,” ungkap manajer tim Repsol Honda Alberto Puig seperti dikutip laman Resmi MotoGP.

Mengalami cedera tulang belakang, Lorenzo harus istirahat dari balapan dan melewatkan tiga balapan di Jerman, Republik Ceko dan terakhir di Austria. Pebalap uji HRC Stefan Bradl turun untuk menggantikan sang pebalap asal Spanyol itu di seri-seri yang ia lewatkan tersebut.
 

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

“Kami paham jika dia tak akan bisa dalam kondisinya 100 persen, setelah cedera berkepanjangan seperti ini dan tidak membalap selama dua bulan, sulit untuk menemukan kembali kecepatannya.”

“Kami ingin dia kembali dengan motivasi untuk membalap lagi, menjadi bagian dari tim dan memberi kami umpan balik dan terus maju.”

Di Sirkuit Silverstone, Lorenzo pernah juara tiga kali termasuk terakhir kali pebalap itu naik podium di sana ketika finis runner-up pada 2014.

Baca juga:Yamaha kompetitif di Austria, kata Rossi

Jorge Lorenzo Sambangi Indonesia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alex Marquez tunda kepindahan ke MotoGP

Paris (ANTARA) – Pemuncak klasemen Moto2 Alex Marquez menunda debutnya di MotoGP setelah menandatangani kontrak baru dengan tim Marc VDS hingga 2020, umum tim asal Belgia itu Selasa waktu setempat.

Kontrak bermasa satu tahun itu mengharuskan pebalap berusia 23 tahun tersebut menunggu untuk bisa membalap bersama sang kakak, juara dunia MotoGP lima kali Marc Marquez (Repsol Honda).

“Aku sangat senang mengumumkan jika musim depan aku akan lanjut dengan Marc VDS di kategori Moto2,” kata Alex Marquez seperti dikutip di laman resmi tim seperti dilansir AFP.

“Aku sangat berterima kasih atas keyakinan tim ini.”

“Dengan struktur teknis yang baru ini, yang menjadi bagian dari kesuksesan sekarang, aku akan menjalani satu tahun lagi untuk meningkatkan diriku sebagai pebalap, meningkatkan tingkat membalapku dan mempersiapkan diriku untuk meraih mimpi dan membuat langkah ke MotoGP.”

Baca juga:KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Baca juga:Zarco dan KTM pisah di akhir musim

Marquez telah menang lima balapan musim ini dan memimpin klasemen Moto2 dengan selisih 43 poin dari rival terdekatnya, Thomas Luthi, dengan delapan balapan tersisa.

Dia juga menjadi juara Moto3 pada 2014. Sedangkan sang kakak, Marc, memimpin klasemen MotoGP dengan unggul 58 poin dari sang rival, Andrea Dovizioso dari Ducati.

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tertabrak mobil, pebalap Italia Pozzovivo cedera parah

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda asal Italia Domenico Pozzovivo mengalami cedera parah usai tertabrak mobil ketika latihan di dekat Cosenza, Italia bagian selatan, umum tim Bahrain-Merida, Senin waktu setempat.

Pebalap berusia 36 tahun itu telah dibawa ke rumah sakit setempat dan menjalani perawatan intensif.

“Walaupun stabil dan sadar (Pozzovivo) mengalami sejumlah patah tulang yang membutuhkan operasi,” demikian pernyataan tim seperti dikutip AFP.

“@pozzoviod mengalami patah lengan dan kaki setelah ditabrak oleh mobil,” kata tim dalam akun Twitter resmi mereka.

Baca juga: Tour of Poland renggut nyawa Bjorg Lambrecht

Pebalap spesialis tanjakan itu turut membantu rekan satu timnya, Vincenzo Nibali, meraih finis peringkat dua di Giro Italia tahun ini.

Dia telah berlatih untuk mengikuti Vuelta a Espana yang akan dimulai 24 Agustus, namun sekarang sepertinya akan melewatkan ajang balap sepeda itu karena dilaporkan menderita patah tulang lainnya termasuk enam tulang rusuk juga cedera di bagian dada.

Baca juga: Egan Bernal juarai Tour de France 2019

Baca juga: Egan Bernal disambut bak pahlawan di Kolombia

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zarco dan KTM pisah di akhir musim

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Prancis Johann Zarco akan berpisah dengan tim KTM di akhir musim MotoGP tahun ini menyusul sejumlah hasil kurang memuaskan, umum tim berbasis di Austria itu, Senin.

Pebalap berusia 29 tahun itu sebelumnya mempunyai kontrak dengan KTM hingga akhir musim 2020 tapi sejak bergabung dengan tim Red Bull KTM Factory Racing dia gagal beradaptasi dengan motor dan tak jarang terjatuh dan menunjukkan performa buruk.

“Zarco mencoba mengadaptasi gaya membalapnya ke KTM RC16 dan tim ini telah mencoba tanpa lelah untuk membuat mesin motor bernomor 5 itu sesuai keinginan dan kebutuhan sang pebalap Prancis sementara Pol Espargaro rutin masuk kualifikasi Q2 dan bersaing di peringkat 10 besar,” kata KTM dalam pernyataan resmi seperti dikutip oleh AFP, Senin.

“Pada akhirnya Johaan dan tim memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek mereka untuk 2020 dan sekarang akan fokus memberikan yang maksimal di delapan balapan terakhir dan bulan-bulan terakhir di MotoGP 2019.”
 

Baca juga:KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Kepergian Zarco cukup mengejutkan walau pun performanya musim ini hanya mampu membawanya di peringkat ke-17 di klasemen dengan mengemas hanya 22 poin.

Zarco naik kasta ke MotoGP sebagai juara dunia Moto2 dua kali dan dipandang sebagai rival potensial untuk Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Di tahun pertamanya di kelas premier bersama tim Tech 3 Yamaha pada 2017, dia finis peringkat keenam di klasemen dan mendapat gelar rookie terbaik tahun itu.

Baca juga:Kondisi membaik, Mir dipulangkan dari rumah sakit Barcelona

KTM Telang, Contoh Sukses Daerah Transmigrasi

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kondisi membaik, Mir dipulangkan dari rumah sakit Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir telah dipulangkan dari rumah sakit di Barcelona ke rumah, Senin, usai menjalani perawatan memar paru-paru yang ia dapat ketika kecelakaan pada sesi tes di Sirkuit Brno, pekan lalu.

Setelah mengalami kecelakaan kecepatan tinggi di sesi tes resmi, Senin (5/8) pebalap asal Spanyol itu mendapatkan perawatan awal di pusat medis Sirkuit Brno, Republik Ceko, sebelum diterbangkan ke rumah sakit Universitas FH Bohunice, di mana ia mendapatkan perawatan selama tiga hari.

Dari Republik Ceko, Mir kemudian diterbangkan ke Barcelona pada Jumat (9/8) untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit Dexeus.

Dr. Angel Charte, yang juga dokter ofisial MotoGP, mengawasi kondisi Mir di rumah sakit di mana dia juga bertanggung jawab sebagai kepala unit medis internal.

Setelah menjalani sejumlah tes intensif termasuk pemindaian CT, tim dokter masih mendeteksi adanya pembengkakan di paru-paru Mir karena kondisi memar yang lebar sehingga harus melewatkan balapan GP Austria akhir pekan lalu.

“Empat hari kemudian, tim medis yang sama memutuskan, setelah sesi terakhir tes menunjukkan perbaikan, untuk mengizinkan Joan pulang ke rumah,” umum tim Suzuki Ecstar di laman resminya, Senin.

Mir akan beristirahat di rumahnya di Spanyol hingga menjalani tes medis lanjutan pekan depan di rumah sakit yang sama.
 

Baca juga:Yamaha kompetitif di Austria, kata Rossi

Baca juga:Dovizioso beberkan kunci kemenangan atas Marquez di Austria

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Albon gantikan Gasly di Red Bull mulai GP Belgia

Jakarta (ANTARA) – Red Bull Racing mengumumkan, Senin, jika mereka mempromosikan pebalap tim Toro Rosso Alexander Albon untuk menjadi rekan Max Verstappen di tim yang bermarkas di Milton Keynes itu.

Pebalap asal Thailand itu akan mengendarai mobil Red Bull mulai GP Belgia, 1 September mendatang.

“Red Bull dalam posisi yang unik karena memiliki empat pebalap Formula 1 bertalenta di bawah kontrak yang bisa dirotasi antara tim dan Toro Rosso,” umum Red Bull Racing dalam laman resmi tim, Senin.

“Tim akan menggunakan sembilan balapan selanjutnya untuk mengevaluasi performa Alex untuk membuat keputusan resmi siapa yang akan membalap bersama Max pada 2020.”

Sementara rekan satu tim Verstappen saat ini, Pierre Gasly akan kembali ke tim saudara mereka, Toro Rosso.

Baca juga:Jauh dari ekspektasi, Bos Red Bull komentari performa Gasly

Baca juga:Rumor Verstappen-Hamilton dalam satu tim, bos Red Bull berkomentar

Albon melakoni debut di F1 tahun ini setelah menjadi runner-up Formula 2 tahun lalu dan telah mengesankan tim dengan kecepatan dan kedewasaannya di trek.

Pebalap kelahiran Inggris itu telah mengemas 16 poin dari 12 balapan yang telah digelar musim ini dengan hasil terbaik finis keenam di GP Jerman.

Sementara Gasly, yang dipromosikan dari Toro Rosso, mendapat sorotan di paruh pertama musim karena performa yang di bawah ekspektasi.

Pebalap asal Prancis itu hanya mencetak 63 poin sementara rekan satu timnya, Verstappen, telah mengemas 181 poin.

Gasly belum pernah naik podium musim ini dengan mobil yang telah membawa Verstappen juara dua kali dan tiga finis podium.

Baca juga:Meksiko tetap di kalender F1 hingga 2022

Baca juga:Ferrari perlu rehat sejenak, kata Ross Brawn

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yamaha kompetitif di Austria, kata Rossi

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha MotoGP) menjalani pekan yang kompetitif bersama Yamaha akhir pekan ini di GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Minggu.

Juara dunia sembilan kali itu finis P4 setelah start dari P10. Bersama rekan satu timnya, Maverick Vinales yang finis P5 dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang finis podium ketiga, Rossi melengkapi tiga pebalap Yamaha yang finis di peringkat lima besar hari itu.

Pebalap asal Italia itu sebelumnya sempat kecewa setelah mendapati hasil kurang memuaskan di babak kualifikasi dan harus start dari baris keempat.

Namun selama 28 putaran di balapan seri ke-11, Rossi mampu menahan laju Vinales dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) yang mengincar peringkat keempat.

“Aku senang akhir pekan ini dan khususnya tentang balapan karena di atas kertas trek ini sangat sulit. Tapi kami memperbaiki diri Jumat pagi dan kami mengerti jika kami lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu, jadi ini sangat penting,” kata Rossi seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Rossi finis sekitar 1,5 detik dari Quartararo dan tujuh detik dari dua pebalap terdepan, Andrea Dovizioso (Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda). Terakhir kali pebalap Yamaha naik podium di Austria adalah dua tahun lalu ketika Jorge Lorenzo finis peringkat tiga.

Baca juga:Dovizioso salip Marquez di tikungan terakhir untuk juarai GP Austria

Baca juga:Rossi ungkap rahasia kecepatan Quartararo di Austria

Dua kali finis di dalam peringkat enam besar di Ceko dan Austria menjadi awal positif di paruh kedua musim bagi Rossi, yang sebelumnya mengeluhkan hasil buruk di paruh pertama sebelum libur musim panas.

“Start dari paruh kedua musim ini tidak lah fantastis tapi cukup positif, mengingat bencana di paruh pertama. Kelihatannya Yamaha telah mulai bekerja keras dan di jalur yang lebih baik. Kami masih harus berbenah, tapi seperti ini lebih baik, dan kelihatannya kami lebih baik.”

Balapan seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 25 Agustus, dan Rossi, yang saat ini berada di peringkat lima klasemen (103 poin), bisa berharap pekan yang bersahabat bagi Yamaha.

“Semoga cuacanya bagus dan akhir pekan yang bagus karena trek ini fantastis dan aspal baru bisa bagus untuk Yamaha.”

Baca juga:Dovizioso beberkan kunci kemenangan atas Marquez di Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rossi ungkap rahasia kecepatan Quartararo di Austria

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) mengungkapkan jika perbedaan dalam pemilihan ban sangat mempengaruhi hasil balapan di GP Austria, Minggu, di mana dia finis P4 di belakang pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Quartararo, yang start dari P2, naik podium untuk ketiga kalinya musim ini setelah finis sekitar 6 detik di belakang dua pebalap teratas Andrea Dovizioso (Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda).

Sedangkan Rossi finis P4, 7,7 detik di belakang sang juara. Rekan satu timnya, Maverick Vinales tak jauh di belakang pebalap bernomor 46 itu.

Pebalap asal Italia itu sebelumnya tak puas di kualifikasi setelah hanya mampu mengunci posisi start kesepuluh namun tampil impresif di balapan seri ke-11 musim ini yang sempat di guyur hujan pagi harinya.

“Kami kesulitan menggunakan ban belakang soft jadi kami tak bisa menggunakan soft. Dan hari ini adalah kondisi yang bagus untuk ban soft karena lebih dingin dari kemarin.,” kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Tapi bagiku, aku sangat kewalahan dengan ban belakang soft ketika sesi latihan dan juga time attack jadi aku kira pilihan terbaik untukku adalah medium untuk menempuh balapan.”

“Tapi ketika kalian membalap dengan ban medium kalian memiliki grip yang kurang dan juga akhir pekan ini Quartararo melakukan tugasnya dengan baik dan juga lebih cepat.”

Vinales juga menggunakan kombinasi ban depan dan belakang medium hari itu dan finis P5.

Baca juga:Dovizioso salip Marquez di tikungan terakhir untuk juarai GP Austria

Baca juga:Dovizioso beberkan kunci kemenangan atas Marquez di Austria
 

Sementara Quartararo tak menyangka dirinya bisa naik podium hari itu.

“Kami tak pernah memiliki pengalaman dalam hal pemilihan ban di sini. Bahkan ketika aku memimpin di tikungan 4 dan 5 aku berusaha keras untuk mencegah spin dan ketika Dovi dan Marc menyalipku aku mencoba yang terbaik untuk tetap bersama mereka tapi aku sudah berada di batasku,” kata rookie asal Prancis itu.

“Aku bisa bertahan tapi mungkin di lap terakhir banku sudah habis jadi aku memutuskan untuk membiarkan mereka karena kami tahu hari ini mereka memiliki laju yang lebih baik dari kami tapi kami juga tak pernah menyangka bisa naik podium jadi kami sangat senang.”

Balapan seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 25 Agustus.

Baca juga:Rossi dan Vinales ungkap kemajuan Yamaha di GP Austria

Baca juga:Alami memar paru-paru, Joan Mir lanjutkan perawatan di Barcelona

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso beberkan kunci kemenangan atas Marquez di Austria

Jakarta (ANTARA) – Andrea Dovizioso (Ducati Team) mengungkapkan kunci kemenangannya dalam duel klasik dengan sang rival asal Spanyol, Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Minggu.

Pebalap asal Italia itu bertarung ketat dengan Marquez dari start dan sepanjang balapan sebanyak 28 putaran itu hingga mencuri kemenangan di tikungan terakhir jelang finis untuk mempersembahkan trofi juara bagi Ducati yang belum pernah terkalahkan di Red Bull Ring sejak sirkuit itu kembali ke kalender MotoGP pada 2016.

“Aku mempunyai kesempatan untuk bertarung hingga tikungan terakhir karena dia tak memiliki grip yang sama dengan ku di bagian kanan. Di pengereman dia lebih baik tapi dengan daya cengkeram itu aku bisa menempel dia dan membuat hal gila di tikungan terakhir itu,” kata Dovi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Baca juga:Hasil GP Austria, Dovizioso lanjutkan dominasi Ducati di Spielberg

Balapan berlangsung ketat dari start ketika Dovi, yang start dari P3, langsung melesat setelah tikungan pertama untuk memimpin lomba namun melebar bersama Marquez di tikungan selanjutnya hingga Fabio Quartararo dan Alex Rins melesat di depan.

Di lap ke-6, Quartararo harus mengakui keunggulan tenaga mesin Desmosedici dan kehilangan posisinya di lintasan lurus. Tak lama kemudian, Marquez juga menyalip pebalap asal Prancis itu untuk menguntit Dovi di P2.

Marquez menyalip Dovi di lap ke-9 dan menjaga jarak sekitar 0,2 detik di depan pebalap asal Italia itu hingga lap ke-20 sebelum Dovi memanfaatkan surplus tenaga kuda motornya di lintasan lurus utama untuk kembali memimpin lomba.

Di tiga lap terakhir, Marquez melancarkan serangannya dan terlibat salip-menyalip dengan rivalnya.

Dovi yang lebih cepat di sektor ketiga dan keempat mengambil kesempatan di lintasan lurus utama, namun Marquez lebih gesit di tikungan pertama dan memimpin lap terakhir.

Lap ke-28 menjadi kesempatan terakhir Dovi dan tak lama setelah itu di tikungan terakhir Dovi memiliki celah untuk menyalip Marquez hingga melintas garis finis pertama kali.

“Aku sama sekali tak mempersiapkan itu karena aku tak terlalu sempurna di Tikungan 9, tikungan sebelumnya dan aku tiba di dalam.”

“Lalu aku putuskan jika aku melebar aku akan finis kedua, tak masalah. Tapi aku mengerem motor dengan benar dan sangat senang untuk Ducati karena kami memerlukan kemenangan ini saat ini yang akan memberikan kami semangat ke depan,” kata Dovi yang kini terpaut 58 poin dari Marquez yang masih kokoh di puncak klasemen pebalap.

Sementara Marquez mengaku menikmati balapan tersebut walau pun sempat bersenggolan di tikungan terakhir.

“Tapi ini lah balapan. Aku menyukainya,” kata Marquez.

Marquez mengakui dirinya dan tim melakukan kesalahan dalam pemilihan ban sehingga kehilangan daya cengkeram di akhir lomba.

“Dovi melakukan tugasnya dengan bagus. Aku melihat di enam-tujuh putaran terakhir dia mempermainkanku, dia terkadang mengurangi gas di lintasan lurus. Dia memiliki grip yang lebih baik ketika keluar tikungan.”

“Aku unggul di pengereman tapi titik pengereman adalah di mana kalian harus mengambil banyak resiko tapi kami akan mencoba hingga batas kami dan tak mencoba melakukan hal yang bodoh,” kata Marquez.

Baca juga:Rossi dan Vinales ungkap kemajuan Yamaha di GP Austria

Pebalap rookie tim independen Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) cukup puas setelah finis ketiga hari itu dan naik podium ketiga kalinya musim ini.

Quartararo mengungguli dua pebalap tim pabrikan Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales yang harus puas finis di P4 dan P5.

“Ketika Dovi dan Marc menyalipku aku mencoba yang terbaik untuk tetap bersama mereka tapi aku sudah berada di batasku. Aku bisa bertahan tapi mungkin di lap terakhir banku sudah habis jadi aku memutuskan untuk membiarkan mereka karena kami tahu hari ini mereka memiliki laju yang lebih baik dari kami tapi kami juga tak pernah menyangka bisa naik podium jadi kami sangat senang,” kata Quartararo yang kini di peringkat teratas klasemen pebalap tim independen itu.

Balapan seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 25 Agustus.

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Austria, Dovizioso lanjutkan dominasi Ducati di Spielberg

Jakarta (ANTARA) – Andrea Dovizioso meneruskan dominasi Ducati di Red Bull Ring, Spielberg, usai meredam Marc Marquez (Repsol Honda) untuk menjuarai balapan GP Austria, Minggu.

Pebalap asal Italia itu meraih kemenangan keduanya di Spielberg setelah mengulangi duel klasik dengan Marquez seperti di dua tahun lalu.

Dovi menyalip Marquez di tikungan terakhir untuk mempersembahkan kemenangan bagi Ducati yang belum pernah terkalahkan di Red Bull Ring sejak sirkuit itu kembali ke kalender MotoGP pada 2016.

“Ketika aku sampai di sana aku tak mengira aku bisa memasuki tikungan itu karena aku tak bisa mengerem di tempat yang sama dengan Marc. Tapi itu tikungan terakhir, aku harus mencoba,” kata Dovi usai lomba seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Jika aku tiba terlalu lama aku bisa finis mudah di peringkat dua, aku punya perasaan kuat di saat itu. Di masa lalu aku selalu banyak berpikir tapi aku melakukan sesuatu yang gila dan itu berhasil. Jadi aku senang untuk semua tim yang telah bekerja dengan sangat keras untuk Ducati.”

Baca juga:Dovizioso salip Marquez di tikungan terakhir untuk juarai GP Austria

Baca juga:Raih pole position GP Austria, Marquez pecahkan rekor Doohan

Sementara Marquez mengakui cukup kewalahan dengan ban belakangnya di lomba.

“Hari ini kami melakukan kesalahan besar dengan ban belakang ketika aku turun ban soft yang memiliki grip yang lebih bagus dan bahkan dengan konsistensinya di akhir lomba,” kata Marquez.

“Aku senang di tempat kedua walau pun kami kecolongan di tikungan terakhir karena aku terlalu banyak slide dengan ban belakang. Dovi melakukan tugasnya dengan bagus.”

Pebalap rookie asal Prancis Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) finis ketiga 6,117 detik kemudian untuk naik podium ketiga kalinya musim ini.

Quartararo mengalahkan dua pebalap tim pabrikan Valentino Rossi dan rekannya, Maverick Vinales yang harus puas finis di P4 dan P5.

Dengan hasil itu, Dovi mendekatkan jaraknya menjadi 58 poin dari Marquez yang masih kokoh di puncak klasemen dengan 230 poin.

Jack Miller (Pramac Ducati) terjatuh ketika di peringkat 4 sementara Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) gagal finis setelah bersenggolan dengan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol).

Joan Mir (Suzuki Escstar) melewatkan balapan seri ke-11 itu karena masih menjalani perawatan menyusul memar paru-paru yang ia dapatkan karena terjatuh di sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Senin.

Jorge Lorenzo (Repsol Honda) juga belum bisa turun karena masih dalam pemulihan cedera tulang belakang usai GP Belanda di Assen sehingga harus digantikan oleh pebalap uji dan wild card Stefan Bradl.

Baca juga:Rossi dan Vinales ungkap kemajuan Yamaha di GP Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Hasil GP Austria
1 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 39 menit 34,771 detik
2 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0,213 detik
3 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +6,117 detik
4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +7,719 detik
5 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +8,674 detik
6 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +8,695 detik
7 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +16,021 detik
8 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +16,206 detik
9 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +17,350 detik
10 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +20,510 detik
11 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +22,273 detik
12 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +25,503 detik
13 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V) +31,962 detik
14 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +34,741 detik
15 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +48,109 detik
16 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +11,827 detik
Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) GAGAL FINIS
Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) GAGAL FINIS
Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) GAGAL FINIS
Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) GAGAL FINIS
Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) GAGAL FINIS
* Rookie.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trofi juara GP Austria jadi kado ulang tahun Binder

Jakarta (ANTARA) – Brad Binder (Red Bull KTM Ajo) meraih kemenangan pertamanya musim ini di kelas Moto2 ketika menyentuh garis finis pertama di GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Minggu.

Baca juga: KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, pebalap Afrika Selatan itu juga mempersembahkan gelar juara pertama bagi KTM musim ini usai finis 0,330 detik di depan pemimpin klasemen sementara Alex Marquez (EG 0,0 Marc VDS), demikian laman resmi MotoGP.

Kesuksesan Binder datang setelah pabrikan motor asal Austria, KTM, mengumumkan jika mereka menarik diri dari Moto2 pada akhir musim nanti untuk mengerahkan sumber daya mereka ke kelas MotoGP hingga lima tahun ke depan.

Binder pun sebelumnya telah menandatangani kontrak untuk menjadi rookie di MotoGP bersama KTM musim depan.

Sementara itu Marquez, yang start dari P11, mampu menghindari rentetan kecelakaan yang menjatuhkan pemegang pole position balapan Tesuta Nagashima dari Jepang, pebalap Spanyol Xavi Vierge, Remy Gardner asal Australia dan duo pebalap Italia Enea Bastianini dan Luca Marini.

“Kondisinya sangat sulit dan membahayakan dengan sirkuit yang sangat licin,” kata Marquez seperti dikutip AFP.

Adik dari Marc Marquez itu masih kokoh di pucuk klasemen pebalap Moto2 dengan selisih 43 poin dari rival terdekatnya, Thomas Luthi.

Jorge Navarro (Beta Tools Speed Up) melengkapi podium di peringkat ketiga setelah finis 1,893 di belakang Binder.

Sementara pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama absen di Austria dan juga selanjutnya di Inggris setelah mengalami gegar otak saat menjalani latihan bebas di MotoGP Assen.

Dimas juga absen pada GP Ceko pekan lalu.

Sedangkan di kelas Moto3, pebalap Italia Romano Fenati mempersembahkan gelar juara bagi tim VNE Snipers.

Baca juga: Marquez juarai GP Jerman, Dimas Ekky absen

Baca juga: Binder pastikan gelar juara dunia Moto3 di Aragon
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Salip Marquez di tikungan terakhir, Dovizioso juara MotoGP Austria 2019

Pembalap Mission Winnow Ducati Corse Andrea Dovizioso melaju di depan pembalap Repsol Honda Marc Marquez dan pembalap Yamaha Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo saat balapan MotoGP Austria 2019 di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu (11/8/2019). Dovizioso berhasil menjadi kampiun setelah menyalip Marquez di tikungan terakhir, sementara podium ketiga diraih Quartararo. ANTARA FOTO/REUTERS/Lisi Niesner/aww.

Dovizioso salip Marquez di tikungan terakhir untuk juarai GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Andrea Dovizioso melanjutkan dominasi Ducati di Red Bull Ring, Spielberg, dengan menjuarai GP Austria, Minggu, setelah mengulangi duel klasik dengan Marc Marquez (Repsol Honda).

Pebalap asal Italia itu merengkuh kemenangannya di tikungan terakhir jelang finis untuk melintasi garis finis 0,213 detik di depan Marquez, demikian laman resmi MotoGP.

Kemenangan ini merupakan kali kedua Dovi juara di Austria setelah 2017 dan memperpanjang dominasi Ducati yang selalu menang di Red Bull Ring sejak sirkuit itu kembali ke kalender MotoGP pada 2016.

Dengan hasil itu, Dovi mendekatkan jaraknya menjadi 58 poin dari Marquez yang masih kokoh di puncak klasemen dengan 230 poin

Pebalap rookie asal Prancis Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) finis ketiga 6,117 detik kemudian untuk naik podium ketiga kalinya musim ini.

Balapan berlangsung ketat dari start ketika Dovi, yang start dari P3, langsung melesat setelah tikungan pertama untuk memimpin lomba namun melebar bersama Marquez di tikungan selanjutnya hingga Fabio Quartararo dan Alex Rins melesat di depan.

Dovi kembali ke depan untuk membuntuti pebalap tim satelit Yamaha itu di lap kedua sementara Marquez tertahan di P4 di belakang Jack Miller (Pramac Ducati).

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) melakoni start yang baik dan naik lima peringkat ke P5 untuk mengancam posisi Marquez.

Marquez kemudian mendapatkan celah untuk menyalip Miller di lap ke-empat.

Di lap ke-6, Quartararo harus mengakui keunggulan tenaga mesin Desmosedici dan kehilangan posisinya di lintasan lurus. Tak lama kemudian, Marquez juga menyalip pebalap asal Prancis itu untuk menguntit Dovi di P2.

Miller terjatuh di Tikungan 9 di akhir lap ke-8 ketika berada di P4.

Kemudian Marquez menyalip Dovi di lap ke-9 dan menjaga jarak sekitar 0,2 detik di depan pebalap asal Italia itu hingga lap ke-20 sebelum Dovi memanfaatkan surplus tenaga kuda motornya di lintasan lurus utama untuk kembali memimpin lomba.

Posisi Quartararo di P3 tak terancam ketika Rossi, Vinales dan Alex Rins (Suzuki Ecstar), yang berjarak dua detik di belakangnya, bersaing ketat untuk memperebutkan peringkat empat.

Di tiga lap terakhir, Marquez melancarkan serangannya dan terlibat salip-menyalip dengan rivalnya.

Dovi yang lebih cepat di sektor ketiga dan keempat mengambil kesempatan di lintasan lurus utama, namun Marquez lebih gesit di tikungan pertama dan memimpin lap terakhir.

Lap ke-28 menjadi kesempatan terakhir Dovi dan tak lama setelah itu di tikungan terakhir Dovi memiliki celah untuk menyalip Marquez hingga melintas garis finis pertama kali.

Rossi dan Vinales berturut-turut finis P4 dan P5 di depan Rins.

Sementara Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) finis P7 di depan Miguel Oliviera (Red Bull KTM Tech 3).

Danilo Petruci (Ducati) harus puas finis P9 diikuti oleh Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di posisi 10 besar.

Baca juga: Dovizioso tercepat di FP1 GP Austria

Baca juga: Siapa mampu patahkan dominasi Ducati di GP Austria?

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rossi dan Vinales ungkap kemajuan Yamaha di GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi dan Maverick Viñales merasakan motor Yamaha yang mereka tunggangi mengalami peningkatan kecepatan ketika digunakan di sesi latihan dan kualifikasi GP Austria, Red Bull Ring, Sabtu.

Yamaha selalu kewalahan menghadapi rival-rivalnya seperti Honda dan Ducati jika beradu soal kecepatan puncak, namun tampaknya di Spielberg mereka menemukan solusi untuk masalah mereka.

“Soal kecepatan tidak terlalu fantastis tapi dibandingkan tahun lalu kami mengalami peningkatan yang besar soal akselerasi di tikungan. Dengan sistem elektronik motor ini bekerja lebih baik. juga untuk ban, jadi ini hasil yang positif untuk balapan,” ungkap Rossi usai kualifikasi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Walau pun tak cukup puas dengan posisi start ke-10, pebalap Italia itu yakin dirinya memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk kompetitif di balapan Minggu nanti.

“Jadi start dari baris keempat akan sulit, tapi lajuku cukup bagus, tak terlalu buruk. Tapi juga di balapan banyak pebalap yang cepat jadi kami harus memahami kondisi besok.”

Baca juga:Dovi waspadai Marquez yang akan tampil habis-habisan di Austria

Baca juga:Raih pole position GP Austria, Marquez pecahkan rekor Doohan

Kemudian Viñales memuncaki sesi latihan FP4 sebelum kualifikasi dan selalu berada di peringkat tiga besar di sesi latihan sebelumnya.

Pebalap asal Spanyol itu mampu mencatatkan waktu lebih cepat dari rekan satu timnya itu untuk start dari P4.

“Cara motor melibas tikungan sangat bagus juga sasisnya sangat bagus, kami harus mencoba meningkatkan kemampuan mesin untuk tahun depan, itu sangat penting,” kata Viñales.

Kemudian Fabio Quartararo, pebalap rookie dari tim satelit Petronas Yamaha SRT, justru menjadi pebalap Yamaha tercepat untuk start dari P2, mengalahkan kedua pebalap tim pabrikan Yamaha itu.

Ini merupakan posisi start dari baris terdepan untuk kali keenam bagi pebalap asal Prancis itu musim ini.

“Aku tak pernah menyangka bisa start dari baris terdepan karena ini balapan yang sangat sulit bagi kami,” kata pebalap berjuluk El Diablo itu.

“Kami memiliki laju yang bagus tapi Marc, Dovi dan pebalap Ducati lainnya juga Maverick mempunyai ritme yang sangat bagus jadi kita akan mencoba yang terbaik. Tujuannya adalah untuk menikmati balapan dan berharap hasil yang baik.”

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Sejak kembali masuk kalender MotoGP di 2016, Red Bull Ring menjadi daerah kekuasaan Ducati yang selalu menang di sana.

Yamaha hanya sekali finis podium di Spielberg yaitu pada 2016 lewat Jorge Lorenzo yang finis peringkat tiga waktu itu.

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovi waspadai Marquez yang akan tampil habis-habisan di Austria

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ducati Andrea Dovizioso (Dovi) akan mewaspadai rivalnya, Marc Marquez (Repsol Honda), yang akan tampil habis-habisan di balapan GP Austria, Minggu.

Marquez, yang meraih pole position di kualifikasi, Sabtu, belum pernah menang di Red Bull Ring sejak sirkuit sepanjang 4,3 km itu kembali ke kalender MotoGP pada 2016 dan hanya motor Ducati yang selalu juara di sana.

Sementara Dovi akan start dari P3 setelah kalah cepat dari pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

“Sangat penting untuk start dari baris pertama dan kami melakukannya,” kata sang pebalap asal Italia itu seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Sedikit jauh dari Marc tapi laju motor cukup bagus jadi kita lihat di balapan besok karena Marc sangat kuat dan dia sangat ingin menang di sini.”

Dovi menjadi juara di Austria pada 2017 setelah mengalahkan Marquez dalam duel klasik hingga tikungan terakhir jelang finis.

Baca juga:Raih pole position GP Austria, Marquez pecahkan rekor Doohan

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Sementara itu, Marquez meraih pole position ke-59 selama karirnya sekaligus memecahkan rekor sepanjang masa yang dibuat oleh Mike Doohan (58).

Dengan waktu satu menit 23,027 detik, Marquez juga membuat rekor waktu putaran baru di Spielberg.

“Tentu lap yang sangat bagus, jujur aku ingin menembus 22 (detik), tapi aku membuat kesalahan di sektor terakhir, aku melebar di Tikungan 10. Walau demikian kami melakukan tugas dengan baik dan kami memiliki ritme yang bagus,” ungkap Marquez yang baru dua kali naik podium di Austria itu.

“Pilihan ban belakang soft bekerja dengan baik, jadi ayo kita lihat, kita akan coba bertarung habis-habisan dan kita lihat di mana kami bisa finis,” kata pebalap yang juga memuncaki sesi latihan bebas Jumat itu.

Marquez saat ini memimpin klasemen pebalap sementara dengan keunggulan 63 poin dari Dovizioso yang membayanginya di peringkat dua.

Rookie asal Prancis, Quartararo, kembali menjadi penantang di baris terdepan dan akan start dari P2.

Usai pulih dari cedera lengan dan bahu, Quartararo mengakui pekan ini akan berat bagi dirinya dan timnya mengingat karakter sirkuit yang kurang cocok dengan motornya. Namun Quartararo terkejut bisa meraih posisi start kedua dari depan.

“Kali ini aku tak tahu bagaimana melakukannya karena jujur aku berada di batasku. Lap terakhir luar biasa bagiku. Dua putaran terakhir sangat cepat dan aku rasa kami melakukan tugas dengan baik dengan posisi kedua ini,” kata pebalap yang telah meraih tiga pole position musim ini.

“Ini seperti pole position. Aku ingin berterima kasih kepada tim, mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kita lihat apa yang bisa kami lakukan besok.”

Start seri ke-11 balapan MotoGP akan dimulai Minggu pukul 14:00 waktu setempat atau 19:00 WIB.

Baca juga:Alami memar paru-paru, Joan Mir lanjutkan perawatan di Barcelona

Baca juga:Siapa mampu patahkan dominasi Ducati di GP Austria?

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raih pole position GP Austria, Marquez pecahkan rekor Doohan

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez dari tim Repsol Honda mengunci pole position GP Austria setelah menjadi yang tercepat di babak kualifikasi, Sabtu.

Pebalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu satu menit 23,027 detik di sesi Q2 untuk membawanya unggul 0,434 detik dari Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang akan start dari P2, demikian laman resmi MotoGP.

Ini merupakan pole position Marquez yang ke-59 sekaligus memecahkan rekor pole position sepanjang masa yang dipegang oleh Mick Doohan (58) yang ia samai ketika di Brno, Republik Ceko.

Catatan waktu Marquez itu juga menjadi rekor waktu putaran baru di Sirkuit Red Bull Ring, yang selalu dimenangi oleh pebalap Ducati sejak kembali ke kalender MotoGP pada 2016 lalu.

Quartararo melesat di lap terakhir untuk mengamankan P2 sehingga Andrea Dovizioso (Ducati Team) tersingkir ke P3 terpaut 0,488 detik dari pemuncak Q2.

Rekan satu tim Dovi, Danilo Petrucci tak bisa memperbaiki catatan waktunya setelah terjatuh di Tikungan 4 dan akan start dari P12.

Baca juga:Marquez redam Viñales dan Dovizioso di FP3 GP Austria

Baca juga:Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang tampil tercepat di FP4, harus puas dengan posisi start P4, sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi akan start dari P10.

Francesco Bagnaia (Pramac Racing) yang lolos dari Q1 menjadi pebalap Ducati kedua yang tercepat hari itu dan akan start di belakang Viñales diikuti oleh Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) di P6.

Alex Rins, yang menjadi satu-satunya pebalap Suzuki Ecstar menyusul cederanya Joan Mir, mengunci posisi start ke-7 diikuti oleh Jack Miller (Pramac Racing) di P8 dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol), yang sebelumnya memuncaki Q1.

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) akan start P11 di depan Petrucci. Miguel Oliviera (Red Bull KTM Tech 3) di P13 setelah gagal lolos ke Q2 karena Crutchlow dan Bagnaia tampil lebih cepat.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) juga sempat menjadi penantang utama di Q1 namun harus puas di posisi start P14.

Joan Mir dan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) tidak akan turut serta di balapan GP Austria karena masih dalam penyembuhan dari cedera.

Baca juga:Alami memar paru-paru, Joan Mir lanjutkan perawatan di Barcelona

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Hasil babak kualifikasi GP Austria
Q2
1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 1 menit 23,027 detik
2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,434 detik
3 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +0,488 detik
4 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,496 detik
5 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +0,625 detik
6 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +0,642 detik
7 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +0,654 detik
8 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +0,661 detik
9 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +0,727 detik
10 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,790 detik
11 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +0,839 detik
12 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +0,937 detik
Q1:
13 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 24,13 detik
14 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) 1 menit 24,27 detik
15 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 24,389 detik
16 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 24,392 detik
17 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 24,423 detik
18 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 24,526 detik
19 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 24,749 detik
20 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 24,759 detik
21 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V) 1 menit 25,02 detik
* Rookie.

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alami memar paru-paru, Joan Mir lanjutkan perawatan di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir tiba di Barcelona, Jumat (9/8) waktu setempat, untuk menjalani perawatan di rumah sakit hingga Senin (12/8) menyusul kecelakaan ketika sesi tes MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko awal pekan ini.

Pebalap asal Spanyol itu didiagnosa mengalami memar paru-paru setelah terjatuh dari motornya ketika melaju kencang di Brno, Senin (5/8) dan sempat dirawat di rumah sakit Universitas FH Bohunice, Ceko sebelum diterbangkan pulang ke Spanyol.

Mir saat ini dirawat di rumah sakit Universitas Dexeus, di mana dokter Angel Charte, yang juga doktor resmi MotoGP, bertugas.

Tim medis Dr. Charte langsung melakukan cek medis kepada Mir setibanya di rumah sakti. Di sana, Mir menjalani pemindaian CT tengkorak, dada, dan perut.

“Kedua CT tengkorak dan CT perut normal. Kami tak menemukan adanya kerusakan organ vital atau darah di rongga perut,” kata Charte seperti dikutip laman resmi tim.

“Namun CT dada menunjukkan memar paru-paru, terutama di bagian kanan. Walau pun paru-paru berfungsi normal dan bertahan ketika dianalisa, masih ada memar hebat yang membutuhkan rawat inap dan pengawasan,” kata Charte.

Mir diharuskan menjalani perawatan di rumah sakti hingga Senin (12/8) sebelum pengecekan ulang dilakukan untuk mengetahui kondisi paru-parunya lebih lanjut.

Baca juga:Marquez redam Viales dan Dovizioso di FP3 GP Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez redam Viales dan Dovizioso di FP3 GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) kembali memuncaki sesi latihan GP Austria usai menjadi yang tercepat di FP3, Sabtu.

Pemuncak klasemen pebalap itu memperbaiki catatan waktunya dari dua sesi latihan sebelumnya menjadi satu menit 23,251 detik, Sabtu, sekaligus memuncaki waktu kombinasi latihan, demikian laman resmi MotoGP.

Hampir semua pebalap mampu memperbaiki catatan waktunya di FP3 kecuali Stefan Bradl (Repsol Honda), yang menggantikan Jorge Lorenzo yang cedera.

Maverick Viñales membayangi Marquez dengan selisih 0,340 detik sebagai pebalap Yamaha tercepat di peringkat dua dan membawanya unggul sangat tipis, 0,002 detik dari Andrea Dovizioso yang berambisi memperpanjang rekor kemenangan Ducati keempat kali di Red Bull Ring akhir pekan ini.

Danilo Petrucci menyamai catatan waktu Dovi, satu menit 23,593 untuk berada di peringkat empat.

Baca juga:Dovizioso terjatuh, Marquez puncaki sesi latihan Jumat GP Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Sementara itu, pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di P5, mampu mengungguli juara dunia sembilan kali Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang terpaut 0,044 detik darinya.

Jack Miller (Pramac Ducati) juga memperbaiki catatan waktunya untuk finis P7 di depan Takaaki Nakagami (LRC Honda Idemitsu) dan Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Pol Espargaro melengkapi peringkat 10 besar catatan waktu kombinasi latihan untuk mengamankan tiket ke Q2.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) kurang beruntung dan sempat keluar dari peringkat 10 besar dengan Rossi. Crutchlow sempat naik ke P8 untuk mendorong Petrucci keluar peringkat 10 besar, namun pebalap Italia itu melesat ke P3 dan Rossi membuat waktu terbaiknya untuk meraih P5 ditambah Espargaro yang juga memperbaiki catatan waktunya.

Pebalap asal Inggris itu akhirnya tersingkir ke P11 dan harus berjuang di Q1 jika ingin lolos ke Q2 memperebutkan peringkat 12 besar di kualifikasi nanti.

Baca juga:Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Sepuluh besar waktu kombinasi latihan
1. Marc Marquez (Repsol Honda Team) – 1:23,251
2. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,340
3. Andrea Dovizioso (Ducati Team) + 0,342
4. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,342
5. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) + 0,386
6. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,451
7. Jack Miller (Pramac Racing) + 0,498
8. Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) + 0,513
9. Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) + 0,723
10. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,765

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Projo Waseso penasaran dengan Yellow Jersey Tour d’Indonesia 2019

Jakarta (ANTARA) –
Pebalap nasional Projo Waseso mengaku penasaran dengan Yellow Jersey atau pemuncak klasemen balapan internasional Tour d’Indonesia (TdI) 2019, karena pada balapan yang sama musim lalu harapan yang sudah di depan mata pupus jelang finis etape pertama.

“Etape pertama TdI 2019 akan finis di Ngawi seperti tahun lalu. Untuk saat ini saya sudah mengetahui karakter lintasan jelang finis. Jadi tidak kayak tahun lalu yang salah memprediksi,” kata Projo Waseso di sela launching timnas untuk TdI 2019 di kawasan SCBD Jakarta, Sabtu.

Pada etape pertama TdI 2018 yang finis di Ngawi, Projo Waseso yang saat itu juga memperkuat timnas harus puas di posisi kedua meski peluang untuk menjadi juara terbuka. Hal tersebut terjadi karena pebalap asal Kalimantan Timur itu salah memprediksi lokasi finis.

“Saya terlalu cepat break, padahal finis masih jauh. Untuk tahun ini sudah lebih siap dan saya sudah hafal dengan karakteristiknya. Setelah belok, 300 meter lagi finis,” kata pebalap dengan spesialis sprinter itu.

Dengan menjadi juara di etape pertama yang start dari Candi Borobudur Jawa Tengah dan finis di Ngawi dengan jarak tempuh 178 km, jelas sang pemenang bakal menggunakan Yellow Jersey pada etape berikutnya.

Bagi Projo, etape pertama TdI 2019 sesuai dengan karaternya, yaitu seorang sprinter. Etape ini didominasi dengan lintasan datar. Bisa dipastikan pebalap akan berada dalam rombongan besar hingga menjelang finis. Persaingan masuk finis bakal ketat karena dengan kecepatan tinggi.

“Peluang untuk podium memang di etape pertama dan ketiga. Untuk etape ketiga akan finis di Jember. Saya tau di sana ada turunan yang panjang dan lima kilometer jelang finis jalanan datar. Kerja tim sangat dibutuhkan agar target bisa tercapai.

Timnas Indonesia pada TdI 2019 diperkuat lima pebalap. Selain Projo Waseso ada nama Hari Fitrianto, Bernard Benyamin Van Aert, dan Delton Nur Arif Prayogo. Untuk satu posisi inti akan diperebutkan antara Warseno dan Woro Fitriyanto.

Meski punya peluang di etape pertama dan kedua, Projo mengaku akan tetap berusaha di etape dua, etape empat dan etape lima. Khusus etape dua dari Madiun menuju Batu dengan jarak tempuh 157,7km, Projo mengaku cukup mengetahui karakter lintasan meski terdapat tanjakan.

“Sejak junior saya sudah berlatih di sana (Batu). Sedikit banyak saya masih hafal jalan di sana. Untuk etape empat (Jember-Banyuwangi) dan etape lima (Gilimanuk-Bangli) saya juga akan berusaha,” kata pebalap yang sudah kenyang pengalaman ini.

Harapan Projo Waseso untuk memegang Yellow Jersey bukan perkara mudah karena pada balapan dengan level 2.1 UCI bakal diikuti pebalap terbaik dari kawasan Asia dan Afrika, termasuk sang juara bertahan Ariya Phounsavath dari Thailand Continental Cycling Team (THA).

Selain itu, ada pebalap dari PGN Road Cycling Team (INA), KFC Cycling Team (INA), Customs Cycling Indonesia (INA), Team Sapura Cycling (MAS), Terengganu Inc. TSG Cycling Team, Brunei Darussalam Continental Team (BRU), Vino-Astana Motors (KAZ), Indonesian National Team, UAE National Team dan Iran National Team.

Bagi pebalap Indonesia, Yellow Jersey TdI 2019 memang sebuah target yang dikejar. Apalagi sejak nama Tour d’Indonesia digelar, baru satu nama yang sukses merebut juara atau pemegang Yellow Jersey, yaitu Erwin Jaya pada 2010. Saat itu Erwin memperkuat tin Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya.

12 pemuda Bandung siap berjuang di kejuaraan HWC 2019

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso terjatuh, Marquez puncaki sesi latihan Jumat GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) memuncaki sesi latihan bebas FP2 GP Austria, Jumat, sementara rivalnya, Andrea Dovizioso (Ducati) terjatuh di Tikungan 3 sirkuit Red Bull Ring.

Marquez mencatatkan waktu satu menit 23,916 detik, lebih cepat 0,302 detik dari waktu yang ia raih di FP1, demikian laman resmi MotoGP.

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) juga mampu memperbaiki catatan waktunya untuk finis runner-up terpaut 0,066 detik dari Marquez.

Dovizioso, yang tampil tercepat di FP1, harus puas finis peringkat sembilan di sesi latihan siang dengan selisih waktu 0,495 detik.

Marquez langsung memimpin catatan waktu di FP2 ketika dia turun dengan ban belakang soft untuk menggeser Dovi ke P2 di catatan waktu kombinasi latihan.

Baca juga: Dovizioso tercepat di FP1 GP Austria

Baca juga: Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Rekan satu tim Dovi, Danilo Petrucci tampil di bawah radar ketika finis P14 di FP1. Namun pebalap asal Italia itu mampu memperbaiki catatan waktunya untuk menduduki peringkat 8 di catatan waktu kombinasi.

Ingin mengulangi kesuksesan di FP1, Dovi tampil menekan setelah menjadi yang tercepat di sektor pertama trek, namun terjatuh di Tikungan 3 di lima menit terakhir sesi FP2 dan gagal memperbaiki catatan waktunya.

Hampir semua pebalap memperbaiki catatan waktunya, salah satu yang tampil lebih baik adalah Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu).

Pebalap Jepang itu finis P9 di FP1 namun melesat di sesi latihan siang untuk finis di peringkat tiga diikuti oleh pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Marquez memuncaki waktu kombinasi latihan diikuti oleh Viñales dan Dovizioso. Sementara Nakagami berada di P4 diikuti oleh Quartararo di P5.

Pebalap Pramac Racing Jack Miller memiliki waktu 0,392 detik lebih lambat dari Marquez untuk mengamankan peringkat keenam dan Miguel Oliveira menjadi (Red Bull KTM tech 3) menjadi pebalap KTM tercepat hari itu di P7 mengalahkan Petrucci di P8.

Cal Crutchlow (LCR HOnda Castrol) dan Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) melengkapi dua peringkat terakhir di 10 besar waktu kombinasi untuk mengamankan tiket sementara lolos ke Q2.

Baca juga: Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Baca juga: Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Hasil lengkap sesi latihan bebas FP2 GP Austria
1 Marc Marquez Repsol Honda (RC213V) 1 menit 23,916 detik
2 Maverick Viñales Monster Yamaha (YZR-M1) +0,066 detik
3 Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) +0,155 detik
4 Fabio Quartararo Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,237 detik
5 Jack Miller Pramac Ducati (GP19) +0,392 detik
6 Miguel Oliveira Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +0,410 detik
7 Danilo Petrucci Mission Winnow Ducati (GP19) +0,414 detik
8 Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) +0,420 detik
9 Andrea Dovizioso Mission Winnow Ducati (GP19) +0,495 detik
10 Pol Espargaro Red Bull KTM Factory (RC16) +0,502 detik
11 Valentino Rossi Monster Yamaha (YZR-M1) +0,616 detik
12 Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) +0,624 detik
13 Francesco Bagnaia Pramac Ducati (GP18)* +0,682 detik
14 Franco Morbidelli Petronas Yamaha (YZR-M1) +0,714 detik
15 Stefan Bradl Repsol Honda (RC213V) +0,839 detik
16 Aleix Espargaro Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +0,949 detik
17 Johann Zarco Red Bull KTM Factory (RC16) +1,032 detik
18 Andrea Iannone Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +1,087 detik
19 Karel Abraham Reale Avintia Ducati (GP18) +1,223 detik
20 Tito Rabat Reale Avintia Ducati (GP18) +1,317 detik
21 Hafizh Syahrin Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1,353 detik

Peringkat 10 besar waktu kombinasi latihan
1. Marc Marquez (Repsol Honda Team) – 1:23,916
2. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,066
3. Andrea Dovizioso (Ducati Team) + 0,117
4. Takaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) + 0,155
5. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) + 0,237
6. Jack Miller (Pramac Racing) + 0,392
7. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) + 0,410
8. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,414
9. Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) + 0,420
10. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,502

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso tercepat di FP1 GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Andrea Dovizioso (Ducati Team) mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan bebas FP1 GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Jumat.

Pebalap asal Italia itu mencatatkan waktu satu menit 24,033 detik di lap terakhirnya atau cukup cepat 0,185 detik untuk menggeser Marc Marquez (Repsol Honda) ke peringkat dua, demikian laman resmi MotoGP.

Marquez sebelumnya memimpin catatan waktu di sesi latihan pagi itu dan tak ada pebalap yang mampu mendekatinya lebih dari 0,5 detik hingga Miller mencatatkan waktu 0,432 detik lebih lambat dari sang pebalap Spanyol dengan 15 menit waktu tersisa.

Viñales menjadi saingan terdekat Marquez di 10 menit terakhir, namun di dua menit tersisa ban dari para pebalap sudah menyerah untuk dipaksa lebih cepat hingga Dovi menempel dengan jarak 0,036 detik menggunakan kombinasi ban soft-soft.

Dovi menyerang di lap terakhir untuk waktu tercepat sementara Marquez tetap di peringkat dua tanpa berganti ban baru.

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Baca juga:Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) menjadi pebalap Yamaha tercepat di peringkat tiga dengan selisih 0,327 dari Dovi. Sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi finis P5 di belakang Jack Miller (Pramac Racing).

Pebalap rookie sensasional musim ini Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) menjadi pebalap Yamaha ketiga di peringkat enam besar sedangkan Alex Rins (Suzuki Ecstar) turun sebagai satu-satunya pebalap Suzuki, menyusul belum pulihnya Joan Mir, untuk finis P7 mengungguli Johann Zarco (REd Bull KTM Factory Racing) di P8.

Juara dunia Moto2 dua kali itu mengungguli Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) dan Miguel Oliviera (Red Bull KTM Tech 3) di peringkat 10 besar.

Pebalap KTM lainnya, Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech 3) terjatuh di tikungan kedua terakhir jelang finis dan harus dilarikan ke pusat medis untuk pemeriksaan.

Sekitar 0,9 detik memisahkan 13 pebalap teratas di sesi latihan pagi tersebut. Sesi FP2 akan digelar pukul 14:10 waktu setempat atau 19:10 WIB

10 waktu terbaik FP1
1. Andrea Dovizioso (Ducati Team) – 1:24,033
2. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,185
3. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,247
4. Jack Miller (Pramac Racing) + 0,327
5. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,436
6. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) + 0,438
7. Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) + 0,543
8. Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,637
9. Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) + 0,828
10. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) + 0,891

Baca juga:Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Baca juga:Joan Mir absen di GP Austria

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Meksiko tetap di kalender F1 hingga 2022

Mexico City (ANTARA) – Meksiko akan tetap berada di kalender balapan Formula 1 untuk tiga tahun ke depan setelah perpanjangan kontrak ditandatangani Kamis waktu setempat.

Formula 1 mengumumkan jika balapan di sana akan berganti nama menjadi GP Mexico City mulai 2020 untuk mencerminkan dukungan dari pemerintah kota setempat.

“Sebuah kehormatan untuk mengumumkan jika kami akan meneruskan ajang ini di Meksiko City hingga 2022,” kata presiden direktur dan CEO F1 Chase Carey seperti dikutip Reuters.

Walikota Kota Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan jika kesepakatan itu diraih berdasarkan model pendanaan baru tanpa menggunakan anggaran setempat.

“Pemerintah Kota Meksiko akan menjadi perantara, menciptakan kepercayaan yang akan meningkatkan investasi swasta yang dibutuhkan untuk menyukseskan ajang internasional ini,” kata dia. Sementara itu mereka menjamin harga tiket tidak akan berubah.

Konfirmasi gelaran balapan di Meksiko itu berarti kalender musim 2020 siap untuk diperbanyak dari 21 balapan dengan sejumlah balapan baru di Vietnam dan Belanda sedangkan Jerman tidak akan lagi ambil bagian.

Baca juga:Tim-tim F1 sepakati 22 seri balapan di 2020

Baca juga:F1 bahas kemungkinan gelar balapan di Arab Saudi

Sebelumnya, tim-tim F1 telah menyepakati untuk memperbanyak balapan menjadi 22 seri ketika bertemu di Hungaria pekan lalu.

Masa depan Meksiko sebagai tuan rumah sempat tidak jelas awal tahun ini ketika presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan pada Februari jika anggaran negara mereka akan digunakan untuk membangun proyek kereta wisata yang menurut rencana dibangun di bagian selatan negera di Amerika Tengah itu.

Sebelumnya, Meksiko kembali masuk ke kalender F1 pada 2015 setelah absen selama 23 tahun.

GP Meksiko akan digelar 27 Oktober tahun ini di Sirkuit Hermanos Rodriguez dan dilanjutkan dengan GP Amerika Serikat di Austin.

Meksiko menjadi tempat di mana Lewis Hamilton (Mercedes), yang sekarang menjadi juara dunia lima kali, mengunci gelar juara dunia pada 2017 dan 2018.

Baca juga:Hasil GP Hungaria, Hamilton pupuskan harapan Verstappen

Baca juga:Ferrari perlu rehat sejenak, kata Ross Brawn

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Jakarta (ANTARA) – Sesi jumpa pers pra-lomba GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Kamis waktu setempat, diwarnai pembahasan rumor tentang kemungkinan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) akan kembali ke Ducati bersama Pramac Racing.

Pebalap Pramac Ducati Jack Miller, yang belum menyelesaikan kontraknya dengan Pramac untuk musim depan, menanggapi rumor itu dan menjelaskan situasi yang dihadapinya sekarang.

“Aku kira kami sedang menunggu berkas-berkas tapi jelas itu bukan persoalannya, mungkin ada sesuatu yang lain di balik itu aku belum tahu,” kata pebalap Australia itu seperti dikutip di laman resmi MotoGP.

“Kami akan lihat ketika Jorge kembali dari Maldives atau di mana pun dia sekarang berada, dan kita akan ketahui apa yang aku lakukan. Di saat ini, aku mencoba memberikan yang terbaik, aku tidak stress. Aku pikir jika aku tetap membalap seperti sekarang aku akan berada di sini tahun depan dan kita akan lihat bagaimana.”

Miller, yang telah mengemas dua finis podium musim ini, mengatakan bahwa Ducati sedang mempersiapkan motor tahun 2020 untuk dirinya dan rekan satu tim, Francesco Bagnaia,

“Aku tidak sama sekali (bicara tentang rumor pindahnya Lorenzo ke Pramac) hingga akhir pekan ini tapi setelah mendapat umpan balik ada benarnya juga rumor tersebut.”

“Seperti yang aku katakan, Pramac ingin mempertahankan aku, aku telah bicara lewat facetime dengan Paolo pagi ini dan dia 100 persen yakin untuk mempertahankanku jadi kami harus maklum apa yang kami perlukan adalah finalisasi kontrak.”

Baca juga:Lorenzo bakal absen di Ceko dan Austria

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Sementara itu rekan satu tim Lorenzo, Marc Marquez (Repsol Honda) mengatakan jika kompatriot senegaranya itu adalah pebalap yang memiliki ambisi juara.

“Apa yang aku tahu adalah Jorge masih punya satu tahun lagi bersama Honda.”

“Jorge adalah Jorge dan apa yang ia katakan adalah ‘ia bukan lah pebalap hebat, tapi seorang juara’, dan jika ia seorang juara, dia bersama motor pemenang jadi dia harus kembali dan menunjukkan potensinya di atas motor Honda dan menjadi yang terbaik bersama Honda,” kata Marquez.

“Dengan ego dan ambisinya, dia akan mencoba melakukannya, karena jika tidak maka ambisi dan mimpinya tak akan tercapai. Ketika kalian tiba di HRC, itu karena kalian ingin menang lomba dan bertarung untuk kejuaraan.”

Mantan rekan satu tim Lorenzo di Yamaha, Valentino Rossi, mengakui jika Lorenzo saat ini berada di masa-masa yang sulit.

“Jika kita bicara tentang situasi di trek, hasilnya bisa masuk akal karena Jorge memiliki banyak masalah dengan Honda. Tahun lalu dia kuat bersama Ducati, setelah sejumlah kecelakaan dan kesialan atau cedera tapi dia muncul dengan kecepatan yang bagus, tapi dalam sudut pandang ini hal itu ada benarnya. Aku tak tahu secara pasti, tapi Lorenzo sekarang bersama Honda,” kata Rossi.

Tahun pertamanya di Honda, Lorenzo dirudung sejumlah cedera dan telah absen di beberapa balapan.

“Saat ini adalah situasi yang sulit tapi dia bersama pabrikan Honda jadi dengan sedikit waktu dia bisa kompetitif,” pungkas juara dunia sembilan kali itu.

Baca juga:Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Baca juga:Joan Mir absen di GP Austria

Jorge Lorenzo Sambangi Indonesia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo bersiap hadapi pekan berat di Austria

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengakui balapan GP Austria di Red Bull Ring, Spielberg, akhir pekan nanti akan menjadi tantangan yang berat bagi dirinya dan tim.

Pebalap rookie asal Prancis itu telah membuktikan dirinya memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk meraih tiga pole position dan dua posisi start dari baris terdepan musim ini juga dua finis podium untuk tim independen itu.

“Akan menjadi balapan yang tak mudah bagi kami. Kami tahu jika ini adalah trek yang tangguh, tapi kami akan menimba pengalaman dari balapan ini dan kami akan mencoba belajar dari pebalap lainnya dan juga pebalap Yamaha lain,” kata Quartararo seperti dilansir di akun resmi Twitter Petronas SRT, Kamis.

Quartararo juga belum pernah naik podium di Austria sejak Red Bull Ring masuk kembali ke kalender MotoGP pada 2016. Posisi finis terbaiknya di Spielberg yaitu P4 ketika masih membalap di Moto3 pada 2016.

Baca juga:Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Baca juga:Quartararo: aku hampir 100 persen

Di sesi tes resmi di Sirkuit Brno, awal pekan ini, Quartararo menjadi pebalap tercepat bersama Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan rekan satu tim, Franco Morbidelli.

“Kami mencoba sejumlah seting untuk GP Austria dan ada hal yang positif untuk balapan ini jadi kami akan mencoba untuk tampil baik di balapan, di latihan dan berusaha lolos ke Q2 dan start yang bagus.”

Sementara itu Morbidelli pernah juara di Austria ketika tampil di kelas Moto2 pada 2017 dan finis runner-up pada 2016 di kelas yang sama.

Pebalap asal Italia itu cukup paham dengan karakter sirkuit dan menyadari sejauh mana potensi motornya.

“A1 Ring akan sangat rumit. Kami tahu jika kelemahan kami adalah kecepatan puncak, itu bukan lah kualitas utama kami, tapi kami memiliki keunggulan yang lain jadi kami harus turun ke sana dan melihat bagaimana level kami dan mencoba yang terbaik,” kata Morbidelli.

Baca juga:Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Baca juga:Joan Mir absen di GP Austria

Dengan empat lintasan lurus panjang, Red Bull Ring akan menuntut tenaga murni motor dan juga tingkat pengereman yang tinggi.

Di tiga tahun terakhir, hanya Ducati yang mampu juara di sana.

“Trek yang sangat singular. Tak banyak tikungan, banyak lintasan lurus tapi ini trek yang menyenangkan untuk balapan,” kata Morbidelli.

Duo pebalap tim satelit Yamaha itu akan mendapat gambaran bagaimana performa mereka dan rival-rivalnya ketika sesi latihan bebas FP1 GP Austria digelar, Jumat, pukul 09:55-10:40 waktu setempat atau 14:55-15:40 WIB.
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ducati incar kemenangan keempat di Austria

Jakarta (ANTARA) – Ducati mengincar kemenangan keempatnya di balapan GP Austria yang akan digelar di Red Bull Ring, Spielberg akhir pekan nanti.

Sejak kembali ke kalender MotoGP pada 2016, Red Bull Ring selalu memunculkan Ducati sebagai pemenangnya.

Tiga pebalap Ducati yang berbeda telah menjadi juara di Austria; Andrea Iannone (2016), Andrea Dovizioso (2017) dan Jorge Lorenzo (2018).

Dovizioso tentunya ingin kembali naik podium pertama sejak GP Qatar di awal musim. Pebalap asal Italia itu melakoni duel klasik dengan Marc Marquez (Repsol Honda) di Austria pada 2017.

Kemudian tahun lalu Marquez mengalahkan Dovi di sirkuit yang merupakan teritori Ducati itu, beruntung Jorge Lorenzo mampu melanjutkan dominasi Desmosedici di Spielberg.

“Kami tak pungkiri jika Red Bull Ring adalah trek yang sangat bagus untuk kami, terlihat dari hasil yang kami raih beberapa tahun belakangan, tapi seperti yang selalu aku bilang setiap balapan memiliki cerita tersendiri,” kata Dovizioso seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Baca juga:Siapa mampu patahkan dominasi Ducati di GP Austria?

Baca juga:Joan Mir absen di GP Austria

Kembali naik podium di Brno pekan lalu setelah mengalami sejumlah pekan balapan yang berat, Dovi berharap bisa memotong jaraknya di klasemen yang kini terpaut 63 poin dari Marquez.

“Tahun lalu Marquez finis di depanku jadi aku yakin tahun ini dia akan kompetitif lagi. Hal terpenting adalah fokus kepada diri sendiri, sebisa mungkin menjaga perasaan yang didapat di Brno baik ketika akhir pekan maupun tes, yang sangat bagus. Kami akan mencoba lagi, tak ada yang menyerah di sini.”

Rekan satu timnya, Danilo Petrucci, ingin mengobati kekecewaannya setelah finis di luar peringkat enam besar untuk pertama kalinya musim ini ketika di Brno.

Finis kelima di Austria musim lalu, Petrucci akan mencoba peruntungannya akhir pekan nanti.

“Aku sangat ingin membalap di Austria setelah kekecewaan di Brno,” katanya.

“Ini akan menjadi balapan di mana kami harus bertarung untuk podium, tapi aku kira kekuatan sekarang merata dan kami tidak terlalu favorit seperti tahun-tahun sebelumnya.”

“Kami akan lihat di mana posisi kami dari Jumat. Aku merasa sangat bagus di tes Senin dan aku ingin menjaganya, aku membawa perasaan ini di balapan nanti di Austria.”

Setelah finis podium di Brno, Jack Miller (Pramac Racing) akan melengkapi pasukan Ducati untuk menjaga dominasinya di Spielberg tahun ini.

Baca juga:Uji purwarupa Yamaha 2020, Rossi ungkap kesan pertamanya

Baca juga:Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joan Mir absen di GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir bakal absen di balapan GP Austria, Sirkuit Red Bull Ring, akhir pekan ini menyusul kecelakaan yang ia alami di sesi tes resmi di Brno, Senin.

Tim Suzuki Ecstar mengumumkan lewat laman resminya, Kamis, jika tim dan Mir sepakat untuk tidak mengambil risiko dan lebih memilih memanfaatkan waktu untuk istirahat dan penyembuhan ketimbang turun di GP Austria.

Mir mengalami kecelakaan ketika melaju dengan kecepatan tinggi ketika menjalani tes di Sirkuit Brno, Republik Ceko sehingga harus diterbangkan ke rumah sakit setempat.

Pebalap asal Spanyol itu didiagnosa mengalami memar paru-paru walau pun tidak mengalami cedera lainnya yang parah.

Paru-parunya masih dalam keadaan memar dan membutuhkan istirahat yang cukup untuk pulih.

Baca juga:Siapa mampu patahkan dominasi Ducati di GP Austria?

Baca juga:Uji purwarupa Yamaha 2020, Rossi ungkap kesan pertamanya

Setelah kembali ke Spanyol, dia akan dirawat di Clinica Dexeus di Barcelona untuk menjalani tes lebih lanjut sebelum pulang ke rumahnya di Andorra dan beristirahat agar bisa kembali fit dan turun di GP Inggris di Sirkuit Silverstone.

“Sangat disayangkan Joan tidak bisa ikut seri selanjutnya di Austria, namun yang paling penting adalah dia segera pulih dalam cara yang benar,” kata tim Manajer Davide Brivio.

“Kondisinya semakin baik dan untungnya tidak ada yang serius, dia hanya butuh waktu untuk pulih dari kecelakaan itu. Dengan GP Austria yang dekat, seminggu beruntun, cukup sulit baginya untuk pulih tepat waktu.”

“Dia harus berhati-hati dan kami ingin dia kembali jika sudah benar-benar pulih. Kami doakan yang terbaik untuknya dan kami akan menunggu dia.”

Sementara itu Mir mengungkapkan apa yang ia rasakan setelah mengalami kecelakaan.

“Pada awalnya aku kesulitan bernafas karena memar paru-paru ini, tapi sedikit demi sedikit membaik dan aku merasa lebih baik,” kata Mir.

“Sangat disayangkan karena aku merasa sangat bagus dengan motorku dan kami menyelesaikan tes yang fantastis. Sekarang aku harus bepikir tiap hari untuk mencoba sembuh dan kembali 100 persen untuk Silverstone.”

Selain Mir, pebalap Repsol Honda Jorge Lorenzo juga harus absen di Spielberg karena sedang dalam masa penyembuhan dari cedera retak tulang belakang yang ia dapat setelah kecelakaan di Assen di akhir Juni.

Baca juga:Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyelesaian sirkuit Sampit diperkirakan molor

Sampit (ANTARA) – Penyelesaian pembangunan sirkuit balap motor di Sport Center Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diperkirakan molor dari target yang ditetapkan lantaran ada kendala teknis.

“Berdasarkan target, Desember 2020 nanti selesai, tapi mungkin akan mundur sebulan atau dua bulan dari target itu,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotawaringin Timur Najmi Fuadi di Sampit, Kamis.

Sirkuit road race dibangun di kawasan Sport Center di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 6 Sampit. Pembangunannya akan menghabiskan anggaran sekitar Rp25 miliar yang dibiayai dengan sistem multi years atau tahun jamak selama tiga tahun.

Menurut Najmi, kendala yang terjadi saat ini adalah pemasangan tiang pancang untuk membangun tribun terganggu oleh kondisi alam, sementara tiang pancang tersebut hanya tersedia di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Pembelian tiang pancang harus dibayar kontan. Selain itu, pemasangannya tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus ada teknisi khusus.

Selain masalah pembangunan fisik, pembangunan sirkuit tersebut juga harus mendapat rekomendasi dari Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia. Rencananya November nanti mereka akan diundang ke Sampit untuk berdialog memberi masukan dan menjelaskan layak atau tidaknya sirkuit tersebut untuk digunakan ajang balapan resmi, minimal untuk regional Kalimantan Tengah.

“Kemajuannya memang agak terlambat akibat kondisi alam dan bahan-bahannya harus dibeli kontan. Mudah-mudahan pelaksana dan konsultan bisa berkoordinasi lebih baik lagi. Jujur saja, dari SOPD yang melaksanakan program multi years ini, road race ini nomor dua terakhir yang terlambat,” kata Najmi.

Meski terjadi kendala teknis, Najmi tetap optimistis pembangunan sirkuit road race tersebut akan selesai sesuai harapan. Saat ini pihak pelaksana juga terus mencari solusi agar penyelesaiannya tidak sampai terlambat jauh dari target.

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi menggagas pembangunan sirkuit itu karena melihat besarnya potensi generasi muda di daerah ini pada cabang olahraga balap motor. Beberapa tahun silam, Kotawaringin Timur memang dikenal merajai cabang olahraga balap motor di Kalimantan Tengah.

Pembangunan sirkuit tersebut juga untuk menyalurkan minat dan bakat anak muda agar menjadi hal positif dan berbuah prestasi. Dengan begitu, mereka tidak lagi melakukan balap liar di jalan umum karena membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Sirkuit balap Kabupaten Gorontalo mulai dibangun

Baca juga: Pemkab Kotim lanjutkan pembangunan sirkuit balap motor

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siapa mampu patahkan dominasi Ducati di GP Austria?

Jakarta (ANTARA) – Setelah Republik Ceko, MotoGP langsung menuju Red Bull Ring, Austria, pekan ini dan hanya ada satu motor juara di trek tersebut sejak kembali ke kalender balapan pada 2016 – Ducati.

Marc Marquez (Repsol Honda) menjaga jaraknya 63 poin dari pebalap Ducati Andrea Dovizioso di klasemen. Namun jika duel klasik kembali terulang di Austria, bukan tak mungkin Dovi atau siapa pun pebalap Ducati yang turun bisa meredam laju the Baby Alien di trek sepanjang 4,3km itu.

Tiga pebalap Ducati yang berbeda telah menjadi juara di Austria; Andrea Iannone (2016), Andrea Dovizioso (2017) dan Jorge Lorenzo (2018).

Kemenangan Dovi atas Marquez tahun itu menjadi salah satu duel klasik dalam sejarah dan pebalap asal Italia itu telah kembali naik podium pekan lalu di Brno setelah mendapati sejumlah pekan yang berat di balapan-balapan sebelumnya.

Kemudian ada Danilo Petrucci. Juara GP Italia di Mugello itu memiliki peluang untuk menjadi pebalap keempat yang mempersembahkan kemenangan bagi pabrikan Borgo Panigale di Austria.

Jangan lupakan juga Jack Miller, pebalap teratas dari tim independen. Bersama Pramac Racing pebalap Australia itu menunjukkan kecepatannya ketika naik podium di Brno, yang menjadi finis podium kedua kali musim ini.

Baca juga: Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Baca juga: Hasil GP Ceko, Marquez masih kokoh di puncak

Sementara Marquez telah naik podium di hampir 10 seri yang telah digelar musim ini, kecuali GP Amerika Serikat.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pebalap asal Spanyol itu dua kali start terdepan di Austria dan baru dua kali finis runner-up di sana.

Ducati yang menjadi salah satu motor terkencang di lintasan lurus dipandang cocok dengan karakter trek di Red Bull Ring.

Dengan empat lintasan lurus panjang, dan tujuh tikungan ke kanan, Red Bull Ring juga menjadi salah satu sirkuit paling abrasif terhadap ban selain memiliki catatan waktu rata-rata tertinggi di kalender.

“Ini adalah salah satu dari dua trek yang mengharuskan kami membawa ban belakang yang didesain khusus, satunya lagi di Buriram, Thailand, karena memiliki lintasan lurus yang bisa membangun suhu yang tinggi, jadi konstruksi ini didesain untuk mengendalikan panas itu,” kata manajer roda dua motorsport Michelin Piero Taramasso seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Michelin menyediakan ban belakang slick asimetris dengan kompon soft, medium dan hard yang lebih keras di sisi kanan. Sementara ban depan slick soft, medium dan hard akan dibuat simetris.

Kemudian juga ada ban hujan dalam kompon soft dan medium. Ban belakang soft didesain asimetris sedangkan ban belakang medium serta dua kompon ban depan memiliki desain simetris.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) bisa mendapati akhir pekan yang sulit jika Suzuki tak memiliki strategi yang khusus untuk meredam Honda dan Ducati yang menguasai pertarungan di barisan depan di Austria.

Baca juga: Uji purwarupa Yamaha 2020, Rossi ungkap kesan pertamanya

Baca juga: Joan Mir alami memar paru-paru usai kecelakaan di Brno

Demikian pula duo pabrikan Yamaha, Maverick Viñales dan Valentino Rossi yang belum pernah merasakan podium di AUstria.

Walau pun Yamaha dan pebalap rookie Fabio Quartararo mendominasi sesi tes di Brno awal pekan ini tapi Red Bull Ring adalah venue yang berbeda.

Di kubu tim tuan rumah, pebalap Red Bull KTM Factory Racing Pol Espargaro menjadi satu dari dua pebalap yang selalu meraih poin musim ini, selain Petrucci.

Pebalap asal Spanyol itu pastinya ingin memberikan penampilan terbaiknya bagi tim yang bermarkas di Austria itu apa lagi setelah kehilangan kesempatannya tahun lalu karena cedera.

Sementara rekan satu timnya, Johann Zarco, yang mengemas posisi start baris terdepan untuk KTM pekan lalu, akan kembali berupaya membuktikan dirinya memiliki kecepatan juga pekan ini.

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Egan Bernal disambut bak pahlawan di Kolombia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda Egan Bernal yang merupakan orang Amerika Latin pertama yang menjuarai Tour de France, mendapatkan sambutan bagai pahlawan dari ribuan orang kota kelahirannya Zipaquira di Kolombia, Rabu waktu setempat.

Pebalap sepeda berusia 22 tahun yang menjadi juara termuda Tour de Fance dalam 110 tahun terakhir itu berjanji kepada ribuan orang yang memadati alun-alun kota kecil di Pegunungan Andes itu bahwa dia akan terus mengejar sukses lebih tinggi lagi.

“Saya ingin menapakkan kaki saya di atas tanah untuk terus bekerja seperti sudah saya lakukan sampai sekarang, guna menikmati balap sepeda, dan jika suatu hari nanti memenangkan lagi Tour de France, kita akan mencoba sampai yang ketiga. Jika kita memenangkan yang ketiga, maka berikutnya yang keempat, dan kelima,” kata Bernal seperti dikutip Reuters.

“Ini seperti candu, Anda menang sekali dan Anda ingin lebih dan lebih lagi,” sambung pebalap yang membuat Team Ineos yang dulu bernama Team Sky, mencatat gelar juara ketujuh dalam delapan edisi terakhir Tour de France.

Bernal menjuarai Tour de France bulan lalu setelah mengenakan jersey kuning pada etape ke-21 dan etape terakhir untuk mengalahkan rekan satu timnya yang juga juara bertahan, Geraint Thomas dari Inggris, dengan selisih waktu satu menit 11 detik.

Baca juga: Egan Bernal juarai Tour de France 2019

Bernal mulai berlatih sebagai pebalap sepeda pada usia 8 tahun. Mantan pelatihnya yang masih melatih pebalap-pebalap muda mengaku mengidolakan Bernal.

“Dia adalah superhero untuk banyak orang,” kata insinyur mesin Jairo Sierra (43) yang datang dari Bogota ke kampung Bernal untuk ikut merayakan keberhasilan sang juara.

“Dia inspirasi untuk semua orang Kolombia,” sambung perempuan berusia 35 tahun bernama Andrea Malaver.

Para pebalap Kolombia yang terbiasa mengayuh sepeda pada udara terbatas di ketinggian, memang terkenal tangguh di Tour de France.

Rigoberto Uran dan Nairo Quintana juga turut membalap tahun ini. Quintana, juara Giro d’Italia dan Vuelta a Espana, adalah runner-up Tour de France 2013 dan 2015.

Tour de France adalah Grand Tour kedua Bernal setelah tahun lalu finis urutan ke-15.

Baca juga: Reaksi Bernal setelah juara Tour de France 2019

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lotto lanjutkan Tour of Poland setelah Lambrecht gugur

Warsawa, Polandia (ANTARA) – Para pebalap sepeda tim Lotto Soudal kembali ambil bagian dalam etape kelima Tour of Poland, Rabu waktu setempat, kendati masih dibalut duka atas kematian pebalap sepeda Belgia Bjorg Lambrecht.

Lambrecht (22) meninggal dunia secara tragis menyusul sebuah kecelakaan pada etape ketiga Senin pekan ini setelah kehilangan kendali atas sepedanya hingga menabrak dinding beton pemisah jalan.

“Sudah diputuskan bahwa semua pebalap Lotto Soudal kami akan memulai etape lima @Tour_de_Pologne hari ini dan akan membalap demi Bjorg,” cuit tim ini menjelang awal lomba dari Wieliczka Salt Mine.
 

Para anggota dan staf tim telah berdiskusi sampai Selasa tengah malam mengenai apakah pebalap-pebalapnya mesti terus berlomba, lapor kantor berita Polandia PAP seperti dikutip AFP.

Etape kelima sendiri dimenangkan oleh pebalap sepeda Slovenia Luka Mezgec setelah adu sprint untuk mencapai finis di Bielsko-Biala, sedangkan pebalap Jerman Pascal Ackermann tetap memimpin klasemen balapan dengan mengenakan kaus kuning.

Baca juga: Tour of Poland renggut nyawa Bjorg Lambrecht

Balapan ini dilanjutkan setelah penyelenggara menetralisasi dan memperpendek etape keempat Selasa setelah rekan-rekan mendiang Lambrecht pada tim Lotto Soudal mengenakan pita hitam dan mengheningkan cipta selama satu menit.

Mereka kemudian mengulangi memberikan penghormatan dengan berhenti membalap pada jarak yang sama dengan ketika Lambrecht mengalami kecelakaan sehari sebelumnya.

Senin itu orang tua Lambrecht menungguinya di garis finis untuk menyaksikan sang buah hati menyelesaikan lomba, kata penyelenggara lomba seperti dikutip AFP.

Dia diungsikan dari situs kecelakaan untuk dibawa ke rumah sakit di Rybnik dalam kondisi kritis dan kemudian meninggal dunia di meja operasi.

Kejaksaan di kota ini menggelar penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden maut tersebut.

Baca juga: Ackermann menangi etape pertama Tour of Poland
 

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifat Sungkar dipastikan turun bersama Xpander di reli Selandia Baru

Jakarta (ANTARA) – Pereli nasional Rifat Sungkar dipastikan turun gunung untuk tampil pada NZRC Goldrush Rally of Coromandel di Moewai Park Whitianga Selandia Baru, 16-17 Agustus mendatang dan yang cukup istimewa adalah menggunakan kendaraan keluarga Mitubishi Xpander.

“Memang benar, saya yang menggunakan Mitsubishi Xpander AP4 Concept, yang kemarin kami kenalkan di GIIAS 2019,” kata Rifat Sungkar dalam perbincangan dengan media di Jakarta, Rabu,

Dipilihnya Xpander untuk kendaraan pacunya, Rifat mengaku banyak pertimbangan. Pereli yang terakhir kali turun pada kejuaraan internasional di Amerika Sekitar 2013 itu mengaku jika kendaraan yang digunakan sepenuhnya asli buatan Indonesia dan ingin menggairahkan kembali reli nasional.

Meski demikian, pebalap yang membawa nama Xpander Rally Team itu mengaku membutuhkan perubahan yang mencolok agar kendaraan yang digunakan layak untuk turun dalam sebuah kejuaraan. Selain dikerjakan oleh timnya, kendaraan yang digunakan juga mendapatkan sentuhan dari Rally Art Selandia Baru.

“Semuanya harus disesuaikan. Kendaraan yang biasanya untuk keluarga, harus diubah untuk balap dan lintasannya berupa gravel. Hingga saat ini kendaraan masih dipersiapkan di Selandia Baru,” kata Rifat menambahkan.

Datang dengan kendaraan baru, Rifat menjelaskan jika pihaknya tidak membidik hasil tinggi karena sasaran utamanya adalah membangun kendaraan reli yang berbasis kendaraan keluarga dalam hal ini Mitubishi Xpander.

“Di sana kita juga melakukan pengembangan. Bagaimana aerodinamisnya, suspensinya atau yang lain. Yang safety nomor satu,” kata pria yang juga suami dari artis Sissy Priscillia itu.

Anak pasangan Helmy dan Ria Sungkar ini menjelaskan jika keberangkatannya ke Selandia Baru tidak bakal sia-sia. Jika nantinya tidak bisa memaksimalkan kendaraan Xpander AP4, pihaknya sudah menyiapkan plan-plan yang lain.

“Yang jelas kami juga ada misi lain. Misi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, apalagi balapannya pas tanggal 17 Agustus,” kata bapak dua anak itu.

Pada NZRC Goldrush Rally of Coromandel, Rifat Sungkar turun bersama M Redwan. Terkait dengan lintasan yang dilalui, juara nasional reli beberapa kali menjelaskan cukup berat karena Selandia Baru merupakan salah satu lokasi reli paling bergengsi.

“Untuk itu kami harus bersiap diri. Rencananya kami akan berangkat tanggal 11 Agustus. Selanjutnya tanggal 14 dan 15 tes kendaraan. Satu hari berikutnya survei dan tanggal 17 kita balapan,” kata Rifat menerangkan.

Pandangan Dubes Selandia Baru tentang Indonesia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari perlu rehat sejenak, kata Ross Brawn

Jakarta (ANTARA) – Direktur pelaksana motorsport F1 Ross Brawn menilai jika libur musim panas kompetisi hingga akhir bulan ini mungkin momentum yang tepat bagi Ferrari untuk rehat sejenak.

Ingin mengulangi kesuksesan mereka 11 tahun silam dengan gelar juara dunia, Ferrari justru belum mengantongi kemenangan di musim 2019 dan terancam disusul oleh tim Red Bull jelang paruh kedua musim ini.

Sebastian Vettel akan genap satu tahun tanpa gelar juara balapan ketika F1 menyelesaikan libur musim panas dan bergulir kembali di Belgia akhir bulan nanti.

Pebalap Jerman, juara dunia empat kali itu, terakhir kali menang di Sirkuit Spa-Francorchamps pada 26 Agustus tahun lalu. Seri GP Belgia musim ini akan digelar 1 September.

Vettel, yang menjadi pebalap Ferrari dengan poin terbanyak musim ini, berada di peringkat empat dan terpaut 94 poin dari pemuncak klasemen Lewis Hamilton dari tim Mercedes.

“Libur musim panas datang mungkin di saat yang tepat karena saya tahu bagaimana tekanan bisa semakin tinggi di Ferrari ketika hal tidka berjalan dengan baik,” ungkap Brawn, yang juga mantan direktur teknis Ferrari seperti dikutip Reuters.

“Tidak akan rugi mengambil udara segar dan mengisi ulang baterai,” kata Brawn, yang pernah bekerja bersama juara dunia tujuh kali Michael Schmacher di Ferrari itu.

Baca juga:Hasil GP Hungaria, Hamilton pupuskan harapan Verstappen

Baca juga:F1 bahas kemungkinan gelar balapan di Arab Saudi

Kemenangan bagi Ferrari akan sangat penting sebagai penguat semangat bagi Ferrari saat ini daripada memaksa untuk gelar juara saat ini, kata Brawn.

Dua balapan selanjutnya di Spa dan Monza, rumah Ferrari, bisa merubah peruntungan tim asal Italia itu yang memiliki mobil yang cepat di lintasan lurus panjang itu.

“Spa dan Monza mungkin lebih baik bagi kami, tapi pada akhirnya ambisi kami adalah untuk memaksa hal untuk terjadi, mengendalikan balapan,” kata Vettel usai finis ketiga di Hungaria.

“Di mana kami sekarang kami cukup jauh dari hal itu.”

Sementara itu pebalap Red Bull Max Verstappen meraup poin lebih banyak di dua balapan terakhir daripada Vettel.

Pebalap asal Belanda itu kini di peringkat tiga, unggul 25 poin dari Vettel.

Baca juga:Vettel: Ferrari harus berbenah usai loyo di Hungaria

Baca juga:Hasil GP Jerman, rival-rival Verstappen tumbang

Di Sirkuit Hungaroring pertarungan terjadi antara Mercedes dan Red Bull ketika Vettel hanya mampu finis lebih dari 60 detik di belakang Hamilton, yang merayakan kemenangan kedelapan dari 12 balapan musim ini.

Ferrari sadar jika mereka harus meningkatkan kegesitan di tikungan untuk mengimbangi keunggulan mereka di lintasan lurus. Namun Vettel, yang beberapa kali membuat kesalahan fatal, mengaku dia juga kewalahan mengendalikan mobilnya.

“Akan jadi rehat yang sibuk bagi kami. Aku kira pikiran orang-orang tak akan libur dalam dua pekan ini, jadi mungkin kami bisa keluar dengan sejumlah ide bagus untuk paruh kedua musim,” kata Vettel.

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joan Mir alami memar paru-paru usai kecelakaan di Brno

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir didiagnosis mengalami memar paru-paru usai kecelakaan hebat ketika menjalani sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Senin waktu setempat.

Hingga beberapa hari ke depan, kondisi kesehatan pebalap asal Spanyol akan terus dipantau jelang GP Austria di Red Bull Ring, Minggu,

Mir terjatuh dengan kecepatan tinggi di Tikungan 1 Sirkuit Brno 45 menit sebelum tes usai. Dia diterbangkan ke rumah sakit setempat untuk diperiksa.

Walau pun mengalami memar paru-paru, Mir tidak mengalami cedera lainnya.

“Joan kecelakaan di akhir tes yang sangat disayangkan hari yang tidak semuanya positif. Sebelum itu kami berjalan baik dan menguji berbagai hal yang berbeda,” kata manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Joan menguji paket aerodinamika bru dan kami menerima umpan balik positif darinya, jadi kami akan menggunakan itu lagi di balapan-balapan yang akan datang.”

Mir berharap bisa turun di GP Austria akhir pekan ini.

Baca juga:Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Baca juga:Uji purwarupa Yamaha 2020, Rossi ungkap kesan pertamanya

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

F1 bahas kemungkinan gelar balapan di Arab Saudi

Jakarta (ANTARA) –
Arab Saudi dan Formula 1 sedang membicarakan kemungkinan menggelar balapan di negara tersebut sementara para petinggi tim telah dimintai pendapatnya.

Koran The Times melaporkan jika F1 dan sepuluh tim akan mencari jaminan terhadap sejumlah isu seperti Hak Asasi Manusia, kesetaraan jender dan kebebasan pers sebelum setiap balapan disetujui.

Sejumlah sumber mengonfirmasi laporan tersebut kepada Reuters.

Mereka menyebutkan jika F1 telah berdiskusi dengan sejumlah calon tuan rumah di seluruh dunia namun tak menemui kesepakatan.

The TImes mengabarkan jika balapan di Arab Saudi itu bisa terlaksana paling cepat 2021, dengan kalender balapan musim depan diperbanyak menjadi 22 balapan.

Sudah ada dua balapan di Timur Tengah, di Sirkuit Sakhir, Bahrain; dan Yas Marina di Abu Dhabi, yang mengantongi kontrak jangka panjang yang menguntungkan.

Arab Saudi telah menjadi sorotan dunia internasional terkait rekam jejak mereka dalam HAM setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi oleh agen Saudi di dalam konsulatnya di Istambul Oktober tahun lalu.

Kerajaan Saudi juga baru mengizinkan wanita menyetir tahun lalu.

Sementara itu F1 menyatakan komitmennya pada 2015 untuk menghormati “Hak Asasi Manusia yang diakui dunia internasional dalam operasinya secara global.”

Tahun ini Bahrain menjadi tuan rumah seri kedua setelah Australia sedangkan Abu Dhabi akan menutup musim balapan pada awal Desember.

Balapan di Saudi harus dipisahkan dari kedua rival di wilayahnya itu untuk melindungi investasi dan keunikan balapan yang digelar di negara mereka.

F1 telah disiarkan langsung dan free-to-air di Timur Tengah dan wilayah Afrika Utara di bawah kontrak lima tahun yang ditandatangani Maret lalu antara MBC Group, yang didirikan pengusaha Saudi Waleed al-Ibrahim.

Hak siar sebelumnya dipegang oleh BeIN media group milik Qatar.

Arab Saudi sendiri telah menjadi bagian di kalender balapan Formula E dan menggelar seri pertamanya tahun lalu di Sirkuit Ad Diriyah, tak jauh dari Riyadh.

Sejumlah perusahaan asal Saudi juga pernah terlibat di F1 seperti Albilad dan maskapai nasional Saudia yang mensponsori Williams yang meraih gelar juara dunia pertamanya pada 1980.

Pemegang hak komersial F1, Liberty Media, menyatakan jika mereka ignin menambah balapan di Amerika Serikat, dengan Miami yang kemungkinan bersanding dengan GP AS di Austin, dan China.

Mereka juga telah berbicara dengan Argentina, Afrika Selatan dan Maroko, karena Afrika masih menjadi satu-satunya benua yang tidak menggelar balapan F1.

Sementara Eropa memiliki 11 balapan ketika Rusia dan Azerbaijan bergabung di kalender F1.

Baca juga: Tim-tim F1 sepakati 22 seri balapan di 2020

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tour of Poland renggut nyawa Bjorg Lambrecht

Warsawa, Polandia (ANTARA) – Pebalap sepeda Belgia Bjorg Lambrecht meninggal dunia di rumah sakit, Senin waktu setempat, dalam usia 22 tahun setelah kecelakaan pada Tour of Poland, umum tim sang pebalap seperti dikutip AFP.

“Tragedi terbesar yang mungkin bisa menimpa keluarga, sahabat dan rekan-rekan satu tim Bjorg telah terjadi. Istirahat dalam damai Bjorg,” cuit tim balap sepeda Lotto-Soudal.

Portal berita Polandia Onet melaporkan bahwa Lambrecht menabrak struktur beton sekitar 30 km pertama balapan setelah hujan mengguyur situs balapan.

Dia diungsikan dari tempat kejadian perkara (TKP) untuk kemudian diangkut dalam kondisi kritis ke sebuah rumah sakit di kota Rybnik dan dia meninggal dunia di meja operasi, tulis Onet.

“Ini bukan karena kecepatan tinggi. Ini karena jalan yang lurus dan lebar. Dia sempat ragu, dia meninggalkan jalan beraspal dan terjadilah tragedi itu,” kata direktur lomba Czeslaw Lang.

“Cederanya begitu serius sehingga kami harus memanggil helikopter dan ambulans. Dia telah dibawa ke rumah sakit. Jantungnya kembali berdetak, tetapi dengan memilukan dia meninggal dunia selama operasi, ” sambung Lang

Baca juga: Ackermann menangi etape pertama Tour of Poland

Pebalap sepeda Pascal Ackermann yang sudah memenangkan tiga etape balapan ini, menyampaikan penghormatan terakhir kepada Lambrecht.

“Hari ini, hasil balapan tidak penting,” kata Ackermann. “Saya terpukul karena mendengar kabar tragis hari ini dan secara personal saya ingin menyampaikan duka cita paling dalam saya kepada keluarga dan sahabat Bjorg Lambrecht serta semua orang di Lotto-Soudal.”

Alejandro Valverde, sang juara Tour of Poland edisi 2018, mengamini Ackermann dengan berkata dalam Twitter, “Duka mendalam atas kehilangan Bjorg Lambrecht, pebalap sepeda yang telah menunjukkan banyak hal dalam tahun-tahun belakangan ini.”

“Duka cita paling dalam saya untuk keluarga, sahabat dan tim,” sambung pebalap sepeda asal Spanyol ini.

Ackermann memenangi etape ini dengan selisih waktu 12 detik lebih cepat dari penempat finis urutan kedua Fernando Gaviria setelah mengayuh sepeda sepanjang 150,5km dari Chorzow ke Zabrze.
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uji purwarupa Yamaha 2020, Rossi ungkap kesan pertamanya

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi dan rekan satu timnya di Monsters Energy Yamaha MotoGP, Maverick Viñales, menjajal purwarupa versi pertama Yamaha YZR-M1 untuk musim 2020 dalam sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Senin waktu setempat.

Rossi turun pertama kali mengendarai motor yang didominasi warna hitam serat karbon itu lebih dulu sebelum Viñales akhirnya merasakan purwarupa motor musim depan itu.

“Hari yang bagus, tes yang bagus. Kami bekerja cukup banyak. Kami menemui sejumlah hal lebih bagus dan hal buruk,” kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Kami juga mencoba purwarupa dari motor baru tapi tak terlalu banyak yang baru, ini mesin yang berbeda dan pengaturan yang berbeda, tapi ini hanya sentuhan pertama. Sudah cukup bagus apa yang kami miliki tapi kami masih harus bekerja lebih dengan motor standard,” kata juara dunia sembilan kali itu.

Baca juga:Tampil sempurna di Brno, ini komentar Marquez

Baca juga:Quartararo: aku hampir 100 persen

Karena baru versi pertama, purwarupa motor Yamaha itu belum memberikan gambaran sepenuhnya performa motor pabrikan Iwata, Jepang itu di tahun depan.

“Kami mencoba mendapatkan lebih banyak grip terutama di bagian belakang. Kami mencoba seting yang berbeda karena bagian lainnya dari motor ini sama. Kami mencoba mengatasi wheelie, kami masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”

Selain menjajal purwarupa motor tahun depan, Rossi dan Viñales menguji kursi baru berlapis karbon.

“Kami juga mencoba fairing yang berbeda untuk purwarupa tahun depan seperti biasa untuk mengurangi wheelie.”

Di sesi tes tersebut The Doctor melahap 63 lap dan memiliki waktu tercepat keenam, sementara Viñales menempuh 74 putaran dan mencatatkan waktu tercepat kedua, terpaut 0,012 detik dari pebalap rookie dari tim satelit Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang tampil tercepat hari itu.

“Aku ingin meningkatkan motorku untuk Austria dan aku hanya menjalani beberapa lap dan memiliki waktu yang bagus, kita akan lihat di tes-tes selanjutnya,” Viñales.

Baca juga:Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan sesi tes resmi di Brno, Quartararo pimpin dominasi Yamaha

Jakarta (ANTARA) – Pebalap rookie sensasional Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) memimpin dominasi Yamaha di sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Senin waktu setempat.

Quartararo mencatatkan waktu tercepat satu menit 55,616 detik unggul 0,012 detik dari Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) di tempat kedua.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) melengkapi peringkat tiga untuk pabrikan asal Iwata itu.

Viñales dan rekan satu timnya Valentino Rossi diberi mandat untuk menguji versi pertama purwarupa motor YZR-M1 yang akan digunakan di musim 2020.

Rossi turun pertama kali mengendarai motor yang didominasi warna hitam serat karbon itu lebih dulu sebelum Viñales akhirnya merasakan purwarupa motor musim depan itu.

Keduanya juga memiliki unit bangku yang diuji untuk motor 2019 mereka.

The Doctor melahap 63 lap dan memiliki waktu tercepat keenam sementara Viñales menempuh 74 putaran.

Di kubu tim satelit Yamaha, Quartararo menguji garpu karbon seperti yang digunakan oleh tim pabrikan. Sedangkan Morbidelli mampu memperbaiki catatan waktunya di akhir sesi untuk mencetak waktu tercepat ketiga dengan mengantongi total 78 putaran seperti yang dilakukan Quartararo.

Pebalap asal Italia itu menguji rem jempol yang telah ia gunakan dalam sejumlah kesempatan. Fokusnya kali ini adalah menemukan seting yang tepat. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) menguji purwarupa motor YZR-M1 2020 di sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Senin. (MotoGP.com)

Baca juga:Tampil sempurna di Brno, ini komentar Marquez

Baca juga:Quartararo: aku hampir 100 persen

Di kubu Repsol Honda, Marc Marquez menguji tiga motor yang berbeda. Yang pertama adalah motor yang ia gunakan untuk membalap tanpa diperkuat serat karbon, kemudian versi kedua memiliki insert serat karbon kecil di dekat kepala kemudi dan yang ketiga memiliki insert serat karbon yang lebih kecil.

Juara dunia tujuh kali itu juga menjajal paket aerodinamika baru namun sebagian besar menguji motor standard. Marquez melahap 70 putaran dan finis ke delapan tercepat.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) juga diberi tiga motor untuk diuji; satu motor standar 2019, satu motor dengan sasis yang diperkuat karbon, dan satu motor dengan “komponen uji”.

Namun pebalap asal Inggris itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan paket standar 2019 dan finis P5.

Rekan satu timnya Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) fokus ke perbaikan setup, dan menguji ban Michelin di akhir sesi untuk menjajal grip samping.

Baca juga:Hasil GP Ceko, Marquez masih kokoh di puncak

Baca juga:Rossi akui paruh musim yang berat

Alex Rins (Suzuki Ecstar) melanjutkan menguji paket aerodinamika baru dan juga memiliki evolusi kecil dari sasis dan lengan ayun yang ia uji di Barcelona. Pebalap Spanyol itu melahap 69 lap dan finis keempat 0,221 detik lebih lambat dari pemuncak sesi.

Rekan satu tim, Joan Mir menyelesaikan 69 lap dan finis P7 ketika menggunakan paket aerodinamika untuk pertama kalinya sebelum terjatuh dan menabrak pembatas di Tikungan Satu, 45 menit jelang usai.

Di garasi Ducati, Andrea Dovizioso menguji lengan ayun baru dan menyelesaikan 48 putaran untuk finis ke-12. Kompatriot senegaranya Danilo Petrucci mengerjakan setup untuk memahami kenapa dia tak bisa tampil cepat di Brno.

Sementara Jack Miller (Pramac Racing) sebelumnya telah menguji sasis baru Ducati pekan lalu, namun pebalap Australia itu kini kembali menguji sasis yang ia gunakan di paruh pertama musim sepanjang tes hari itu.

Miller menguji suspensi belakang dan cukup puas dengan ban baru yang ia uji untuk Michelin.

Rekan satu tim, Francesco Bagnaia menambah jam terbang dengan motornya setelah menemukan setup baru di FP4 GP Ceko.

Juara dunia Moto2 itu menjadi pebalap Ducati tercepat hari itu di peringkat sembilan terpaut 0,632 detik dari waktu Quartararo.

Baca juga:GP Jerman singkap batasan Ducati

Baca juga:KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Pebalap Red Bull KTM Factory Racing Pol Espargaro menyelesaikan 49 putaran saat KTM menguji hampir semua bagian, seting, elektronik, sasis, paket aerodinamika dan suspensi. Sedangkan Johann Zarco melahap putaran paling sedikit di antara pebalap lainnya yaitu 31.

Miguel Oliviera (Red Bull KTM Tech 3) mendapat kesempatan mencoba mesin spesifikasi pabrikan di Brno dan finis P15, 0,1 detik di belakang Espargaro.

Sementara pebalap Aprilia Racing Team Gresini Aleix Espargaro memiliki sasis yang diperkuat karbon untuk diuji di sesi pagi. Di sesi siang, pebalap asal Spanyol itu menguji lengan ayun baru.

Berikut ini 10 besar waktu terbaik tes Brno:
1. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 1:55,616
2. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,012
3. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) + 0,139
4. Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) + 0,221
5. Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) + 0,324
6. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,399
7. Joan Mir (Team Suzuki Ecstar) + 0,548
8. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,621
9. Francesco Bagnaia (Pramac Racing) + 0,632
10. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,729
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 negara bakal berpartisipasi di Tour de Siak

Siak (ANTARA) – Sebanyak 13 tim dari 10 negara mengkonfirmasi siap ikut serta dalam ajang balap sepeda Tour de Siak 2019 yang direncanakan digelar pada tanggal 18 – 22 September 2019 dengan empat etape sejauh 542 kilometer.

“Dari sekian tim balap sepeda yang sudah konfirmasi saat ini, di antaranya sembilan tim kuat dunia dan empat tim sisanya dari dalam negeri,” ujar Pengurus Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia Indah Permaisari, di Siak, Senin.

Hal tersebut dikatakannya dalam rapat persiapan pelaksanaan iven di Ruang Rapat Zamrud Siak Sri Indrapura.  

Indah mengatakan antusias pebalap untuk ambil bagian dalam pelaksanaan Tour de Siak tahun ini meningkat. Poin yang diraih setiap pebalap akan dihitung karena sejak tahun lalu iven Tour de Siak sudah masuk agenda resmi kalender United Cycling International.

“Tour de Siak 2019 ini akan diikuti 10 negara di antaranya Australia, Belanda, Filipina, Jepang, Spanyol, Prancis, Malaysia, Indonesia, Iran, dan Singapura,” jelasnya.

Sementara itu Pengurus PB ISSI lainnya, Sondi Sampurno menjelaskan empat etape yang akan dilalui pebalap sudah berdasarkan hasil survei dan akan terjadi sedikit perubahan rute lintasan.

Perubahan tersebut kata dia didasari pertimbangan penambahan jarak tempuh etape, variasi rute, serta dalam rangka promosi beberapa objek wisata di antaranya Rumah Datuk Pesisir dan Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura.

Untuk Etape I para pebalap akan menempuh rute Siak-Mempura-Dayun-Siak sebanyak dua lap dengan jarak 128 kilometer. Perubahannya para pebalap akan melewati beberapa objek wisata yang ada di Mempura dan Jembatan Kupu Kupu.

Sementara untuk etape II dengan rute Siak-Bungaraya-Sungai Apit-Siak akan dilaksanakan dalam satu lap dengan jarak tempuh 114 kilometer. Lalu etape III dengan rute Siak–Dayun–Buatan–Siak dilaksanakan dua lap dengan jarak tempuh 160 kilometer.

“Untuk Etape IV Siak City Race akan dilaksanakan sebanyak delapan lap dengan jarak tempuh 140 kilometer. Total panjang lintasan balap keseluruhan dari 4 etape adalah sejauh 542 kilometer,” kata dia.

Sementara itu Bupati Siak Alfedri bersyukur dan bangga karena Tour de Siak telah resmi menjadi agenda UCI. Juga masuk nominasi Top 100 Iven Kalender Nasional Kementerian Pariwisata RI, serta baru-baru ini meraih penghargaan dari PB ISSI.

“Alhamdulillah, pencapaian ini kita jadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan. Tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” sebut Alfedri saat memimpin rapat persiapan.Baca juga: PB ISSI berhentikan kepengurusan Pengda Jabar

Pembalap Vietnam Tampil Mendominasi

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel: Ferrari harus berbenah usai loyo di Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel mengaku tak puas dengan performa Ferrari di GP Hungaria walau pun naik podium dua kali secara beruntun.

Pebalap asal Jerman itu tak senang dia finis dengan jarak lebih dari 60 detik dari sang juara, Lewis Hamilton dari Mercedes, dan juga kalah cepat dari Max Verstappen dari tim Red Bull yang meraih runner-up.

Dia juga harus bertarung dengan rekan satu timnya, Charles Leclerc, yang ia salip di dua lap terakhir untuk meraih podium.

Juara dunia empat kali itu dua pekan lalu tampil impresif di Jerman dengan finis kedua setelah start dari posisi paling buncit.

“Jelas aku tak bisa senang karena kami tidak cepat hari ini,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Kehilangan 60 detik di 70 putaran mungkin sepadan, itu lah yang kami lewatkan. Mungkin kami tak menerapkan strategi tercepat tapi secara keseluruhan kami hanya tidak cukup cepat hari ini jadi masih banyak pekerjaan rumah bagi kami.”

“Bukan sesuatu yang membuka mata, kami sudah mengetahuinya jauh hari jadi tergantung kami bagaimana menyikapinya di beberapa bulan ke depan untuk berharap bernar-benar membuat perubahan hingga akhir tahun.”

Vettel mengatakan Ferrari bisa memanfaatkan kecepatannya di lintasan lurus untuk berlaga di Belgia dan Italia, namun mereka juga perlu memperbaiki kecepatan di tikungan jika ingin selalu menjadi penantang utama.

“Kita semua tahu kami kewalahan di tikungan dan setiap trek memiliki tikungan jadi kami ingin membuat mobil yang lebih cepat di tikungan.”

“Kami melakukan segala yang kami bisa saat ini tapi tidak cukup. Itu lah kami saat ini. Semuanya tahu, semuanya melihat, semuanya paham tapi tidak lah mudah keluar dengan solusi yang ajaib.”

Vettel saat ini berada di peringkat empat klasemen terpaut 94 poin dari Hamilton di puncak dengan sembilan balapan tersisa.

Baca juga: Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Baca juga: Hasil GP Hungaria, Hamilton pupuskan harapan Verstappen

Bakti Sosial Sambil Konvoi Mobil Mewah

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen akui finis runner-up hasil maksimal di Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Max Verstappen mengaku finis runner-up adalah hasil maksimal yang ia bisa raih bersama Red Bull di GP Hungaria walau pun jika menerapkan strategi yang sama dengan pebalap Mercedes Lewis Hamilton.

Verstappen, yang meraih pole position perdana sepanjang karirnya itu, memimpin hampir sebagian besar balapan di Sirkuit Hungaroring, Minggu, sebelum akhirnya harus mengakui kecepatan Mercedes di empat lap terakhir.

“Dia jelas lebih cepat dari kami dan aku cukup kewalahan dengan daya cengkeram setelah beberapa lap,” jelas sang pebalap asal Belanda seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Hanya saja ini bukan hari kami ketika kecepatan dibandingkan dengan milik Lewis, tapi dibandingkan dengan yang lain kami masih lebih cepat secara keseluruhan.”

Baca juga: “Ini hanya lah soal waktu,” kata Verstappen soal pole position perdana

Setelah gagal menyalip Verstappen, Hamilton masuk ke pit untuk mengganti ban medium di lap ke-48 dan terbukti strateginya berjalan baik. Di empat lap terakhir dia mampu mengejar ketertinggalan sekitar 20 detik untuk merebut gelar juara dari sang pebalap Red Bull.

Verstappen mengatakan bahwa Hamilton berada di posisi yang tak terancam jika melakukan pitstop, sementara Red Bull memutuskan untuk menarik pebalapnya ke pit setelah disalip Mercedes untuk berganti ban soft demi merebut poin tambahan dari waktu putaran tercepat di balapan.

“Ketika kalian start dari pole kalian ini finis pertama tapi kalian juga harus realistis. Hari ini kami tak memiliki laju yang dimiliki Mercedes dan posisi kedua dengan waktu putaran tercepat adalah hasil maksimal yang bisa kami raih,” kata Verstappen.

Baca juga: Hamilton menangi duel ketat dengan Verstappen di Hungaria

Ketika ditanya apa kah dia bisa menang menggunakan ban medium seperti strategi Mercedes, Hamilton menjawab tidak.

“Tidak karena jika aku melakukan dua stop, (Hamilton) tetap berada di depanku karena mereka memiliki laju yang lebih tinggi, jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mencoba dan menahannya di belakang dengan ban yang sama.”

Verstappen cukup membuat kejutan di akhir pekan setelah meraih pole position pertama sepanjang karirnya, dan menjadi pebalap ke-100 di F1 yang pernah meraih pole, juga pebalap termuda keempat yang melakukannya.

Verstappen kini di peringkat tiga klasemen menempel Valtteri Bottas (Mercedes) dengan selisih tujuh poin dan 69 poin dari pemuncak klasemen, Hamilton dengan sembilan balapan tersisa musim ini.

Baca juga: Hasil GP Hungaria, Hamilton pupuskan harapan Verstappen

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim dan pebalap jalani sesi tes resmi di Brno

Jakarta (ANTARA) – Para pebalap dan tim MotoGP akan menguji sejumlah inovasi mereka di sesi tes tengah musim resmi di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Senin.

Tim Monsters Energy Yamaha MotoGP akan membawa motor YZR-M1 versi 2020 untuk diuji oleh kedua pebalapnya, Maverick Viñales and Valentino Rossi agar mendapat sedikit gambaran tentang motor yang akan mereka pakai musim depan, demikian laman resmi MotoGP.

Sementara itu, kubu tim Repsol Honda telah menguji sejumlah komponen untuk 2020 ketika tes di Barcelona.

Fokus Marc Marquez dan tim di Brno adalah memilih sasis yang cocok.

Marquez akan sendirian menguji motor Repsol Honda, sementara Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) juga akan menguji motor Honda di sirkuit itu.

Baca juga: Juara di Brno, Marquez raih kemenangan ke-50 di kelas premier

Baca juga: Hasil GP Ceko, Marquez masih kokoh di puncak

Di kubu Ducati, seperti juga tim Suzuki Ecstar, sejumlah paket aerodinamika baru telah diuji akhir pekan ini.

Kemungkinan mereka akan melanjutkan tes terkait komponen tersebut untuk mendapatkan data tambahan pada Senin.

Pabrikan asal Bologna, Italia itu juga akan mencoba memperbaiki kelemahan utama mereka yaitu kemampuan berbelok.

Tim Red Bull KTM Factory tidak akan menurunkan pebalap uji mereka, Dani Pedrosa dan Mika Kalio, yang telah menjalani tes di Brno ketika libur musim panas.

Sedangkan manajer teknis tim Aprilia Racing Team Gresini Romano Albesiano mengatakan mereka akan menguji “sesuatu yang berbeda”.

Sesi tes resmi di Brno akan dimulai pukul 10:00-18:00 waktu setempat.

Baca juga: Tampil sempurna di Brno, ini komentar Marquez
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tampil sempurna di Brno, ini komentar Marquez

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez tampil sempurna untuk menjuarai GP Ceko di Sirkuit Brno, Minggu, dan menahan laju rival terdekatnya, Andrea Dovizioso dari tim Ducati.

Pebalap asal Spanyol itu mengunci pole position ke-58 untuk menyamai rekor Mick Doohan dan memanfaatkannya untuk meraih kemenangannya ke-50 di kelas premier setelah finis 2,452 detik di depan Dovizioso.

Tiga pebalap lain yang memiliki jumlah kemenangan sedikitnya 50 adalah Valentino Rossi (89), Giacomo Agostini (68) dan Mick Doohan (54).

“Ini penting tapi saya tak ingin dibandingkan, mereka adalah legenda dari olah raga ini,” kata Marquez usai lomba seperti dikutip Reuters.

“Saya harus terus melaju… menjaga mentalitas yang sama, ambisi yang sama dari awal hingga akhir.”

Pebalap berjuluk Baby Alien itu kini memimpin klasemen dengan perolehan 210 poin, unggul 63 poin dari Dovizioso di peringkat dua (147). Sementara pebalap Ducati lainnya, Danilo Petrucci, yang finis di P8 membayangi rekan satu timnya di peringkat tiga dengan 129 poin.

Baca juga: Hasil GP Ceko, Marquez masih kokoh di puncak

Baca juga: Juara di Brno, Marquez raih kemenangan ke-50 di kelas premier

Kondisi trek yang basah menunda start GP Republik Ceko hari itu sebelum semua pebalap memutuskan untuk menggunakan ban slick.

Joan Mir (Suzuki Ecstar) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) bersenggolan dan terjatuh di lap pertama setelah start.

Marquez dan Dovizioso melaju di depan diikuti oleh Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Jack Miller (Pramac Racing). Sedangkan pebalap Italia Valentino Rossi, yang finis keenam, terlibat pertarungan dengan Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol).

“Saya sangat berkonsentrasi sejak awal, ada sejumlah titik basah di Tikungan 1, tapi saya memutuskan untuk start dan menjaga ritme,” kata Marquez.

“Saya melihat Dovi di belakang saya, saya terus saja menekan dan ketika tersisa 10-11 putaran itu lah ketika saya mendapat peringatan karena itu lah saatnya saya harus mulai lebih menekan.”

Keempat pebalap terdepan dipisahkan hanya dalam waktu satu detik, namun ketika cuaca mulai cerah, Marquez perlahan meninggalkan rival-rivalnya dan memperlebar jarak di depan menjadi 2,5 detik dari Dovi dengan empat lap tersisa.

“Ini balapan yang aneh, sangat cepat di awal… tapi di tengah lomba (Marquez) memaksa lebih pengereman dan saya tak bisa mengerem lebih keras,” kata Dovizioso.

“Saya ingin menempel Marquez hingga akhir tapi cara membalapnya sedikit berbeda.”

Di belakang keduanya, Rins dan Miller terlibat duel sengit untuk posisi terakhir di podium. Pebalap Australia itu menyerang pebalap Suzuki dua lap jelang finis namun Rins mampu melawan untuk mempertahankan posisinya.

Dengan kesabaran, Miller, yang start dari P2, mampu menyalip Rins ketika melewati Horsepower Hill untuk mengamankan podium keduanya di musim ini.

Balapan seri selanjutnya akan digelar di Red Bull Ring, Austria pada 11 Agustus.

Baca juga: Quartararo: aku hampir 100 persen

Baca juga: Rossi, Vinales akan uji purwarupa motor Yamaha 2020 di Brno

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Hungaria, Hamilton pupuskan harapan Verstappen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton memenangi balapan Formula 1 2019 seri GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Minggu, setelah tanpa menyerah mengejar Max Verstappen dari tim Red Bull.

Raihan ketujuh Hamilton di Hungaroring sepanjang kariernya itu memupuskan harapan Verstappen yang memulai lomba dari posisi terdepan.

Verstappen, yang start dari pole position untuk pertama kalinya, harus puas finis runner-up, 17,796 detik di belakang Hamilton, sementara Sebastian Vettel melengkapi podium untuk Ferrari di peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1.

Pebalap asal Inggris itu memupuskan harapan Verstappen merebut gelar juara setelah menyalip sang pebalap Belanda di empat lap terakhir.

Dengan kemenangan itu Hamilton memperlebar jarak di puncak klasemen pebalap dengan raihan 250 poin, terpaut 62 poin dari rival terdekatnya, Bottas di peringkat dua.

Verstappen mengamankan 19 poin untuk tetap di peringkat tiga dengan raihan 181 poin diikuti oleh Vettel di peringkat empat yang terpaut 25 poin.

Baca juga: Hamilton menangi duel ketat dengan Verstappen di Hungaria

Berikut hasil lengkap GP Hungaria:

1 Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 70 lap
2 Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 17.796 detik
3 Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 61.433 detik
4 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 65.250 detik
5 Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1 lap
6 Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1 lap
7 Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
8 Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 1 lap
9 Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1 lap
10 Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
11 Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
12 Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1 lap
13 Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14 Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1 lap
15 Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 2 lap
16 George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2 lap
17 Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 2 lap
18 Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2 lap
19 Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3 lap
Tidak finis Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team 39 lap

Baca juga: Mick Schumacher raih kemenangan pertama

Baca juga: Tim-tim F1 sepakati 22 seri balapan di 2020

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton menangi duel ketat dengan Verstappen di Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton memenangi balapan GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Minggu, untuk ketujuh kalinya setelah tanpa menyerah mengejar Max Verstappen dari tim Red Bull.

Verstappen, yang start dari pole position untuk pertama kalinya, harus puas finis runner-up, 17,796 detik di belakang Hamilton, sementara Sebastian Vettel melengkapi podium untuk Ferrari di peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1.

Verstappen melaju dengan mulus setelah start dari pole untuk memimpin lomba, dibayangi oleh Hamilton.

Keduanya mampu menjaga jarak aman dari duo Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel di P3 dan P4.

Verstappen, setelah mengeluhkan masalah daya cengkeram ban, masuk pit di lap ke-25 dan memasang ban hard. Pebalap Red Bull itu mampu keluar pit di depan kedua Ferrari.

Hamilton juga mengganti ban hard di lap ke-31, namun pitstop yang lambat membuatnya keluar di belakang Verstappen, yang kembali memimpin lomba.

Hamilton mampu bertarung ketat dengan Verstappen di lap ke-39 namun terlalu berambisi sehingga melebar, membiarkan Verstappen memimpin lomba lagi.

Di lap ke-48 Hamilton mengganti ban medium dan memaksa Verstappen membuat keputusan tidak mengganti ban jika tidak ingin disalip.

Hamilton memiliki sisa 20 putaran untuk mengejar 20 detik ketertinggalannya.

Verstappen bertahan hingga awal lap ke-67 sebelum Hamilton menyerang dengan DRS  (Drag Reduction System) di tikungan pertama. Verstappen yang kehabisan daya cengkeram bannya tak berdaya dan kehilangan peluang juara.

Dengan mengganti ban soft di tiga lap terakhir, pebalap bernomor 33 itu mampu merebut satu tambahan poin setelah mencetak waktu putaran tercepat.

“Aku sangat bersyukur hari ini dan untuk tim karena terus mempercayaiku dan terus menembus batas dan mengambil resiko, peluang untukku, kami telah bersama selama tujuh tahun dan ini selalu terasa seperti kemenangan baru,” kata Hamilton usai lomba seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Ini merupakan kemenangan kedelapan bagi Hamilton dari 12 balapan yang telah digelar musim ini dan merupakan kemenangan ke-81 di sepanjang karirnya.

Rekan satu timnya, Valtteri Bottas finis kedelapan setelah kedua pebalap Mercedes bersenggolan di lap pembuka sehingga sayap depan mobil yang dikendarai pebalap asal Finlandia itu mengalami kerusakan.

Dengan kemenangan itu Hamilton memperlebar jarak di puncak klasemen pebalap dengan raihan 250 poin, terpaut 62 poin dari rival terdekatnya, Bottas di peringkat dua.

Verstappen mengamankan 19 poin untuk tetap di peringkat tiga dengan raihan 181 poin diikuti oleh Vettel di peringkat empat yang terpaut 25 poin.

“Kami tidak cukup cepat. Aku mencoba sekeras yang aku bisa dengan ban hard, tapi itu tidak cukup. Hari ini kami tidak menang, tapi ini adalah hari dan akhir pekan yang baik bagi kami. Aku rasa, kami hanya kekurangan daya cengkeram,” kata Verstappen.

Sementara Vettel meraih podium setelah menyalip rekan satu timnya di dua lap terakhir.

Carlos Sainz mempersembahkan finis P5 untuk McLaren diikuti oleh Pierre Gasly di P6 untuk Red Bull dan Kimi Raikkonen dari Alfa Romeo finis ketujuh.

Lando Norris mengamankan poin tambahan bagi McLaren di P9 sedangkan Alexander Albon meraih poin terakhir yang tersedia hari itu di P10 untuk Toro Rosso.

Baca juga: Tim-tim F1 sepakati 22 seri balapan di 2020

Baca juga: Verstappen raih pole position pertama dalam karir di Hungaria

Baca juga: Rumor Verstappen-Hamilton dalam satu tim, bos Red Bull berkomentar

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Ceko, Marquez masih kokoh di puncak

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez meraih kemenangan keenamnya musim ini usai finis pertama di GP Republik Ceko, Sirkuit Brno, Minggu.

Di balapan yang sempat tertunda sekitar 40 menit karena sebagian trek dalam kondisi basah, Marquez yang start dari pole position itu memimpin sepanjang lomba dan finis 2,452 detik di depan pebalap Ducati Andrea Dovizioso, demikian laman resmi MotoGP.

Jack Miller (Pramac Racing) memanfaatkan lap-lap terakhir untuk menggeser Alex Rins (Suzuki Ecstar) ke peringkat empat untuk naik ke peringkat tiga, yang merupakan podium kedua bagi pebalap asal Australia itu musim ini.

Baca juga: Juara di Brno, Marquez raih kemenangan ke-50 di kelas premier

Baca juga: Brno diguyur hujan, Marquez tercepat di FP3 GP Ceko

Dengan kemenangan itu, Marquez semakin kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 210 poin dan melebarkan jarak menjadi 63 poin dari rival terdekatnya, Dovizioso.

Hasil di GP Ceko itu menjadi kemenangan Marquez untuk kali ke-50 selama karirnya di balapan.

Hasil balapan GP Ceko:
1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 39 menit 24,43 detik
2 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +2,452 detik
3 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +3,497 detik
4 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +4,858 detik
5 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +6,007 detik
6 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +9,083 detik
7 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +12,092 detik
8 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +13,976 detik
9 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +15,724 detik
10 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +16,558 detik
11 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +18,234 detik
12 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +19,738 detik
13 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +22,539 detik
14 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +30,459 detik
15 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V) +30,500 detik
16 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +30,755 detik
17 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +37,170 detik
18 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +37,343 detik
19 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +44,296 detik
20 Sylvain Guintoli FRA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +48,938 detik
Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) DNF
Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) DNF
Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* DNF

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim-tim F1 sepakati 22 seri balapan di 2020

Budapest (ANTARA) – Tim-tim yang berlaga di Formula 1 sepakat untuk mengikuti 22 balapan tahun depan namun tanpa dibarengi dengan jumlah mesin yang diperbolehkan dipakai dalam satu musim, demikian bos tim Mercedes Toto Wolff.

Pemegang hak komersil Liberty Media telah meminta 10 tim, yang harus menyetujui setiap penambahan dari 21 seri balapan saat ini, untuk mempertimbangkan proposal mereka.

“Pada dasarnya kami menyetujui untuk menggelar balapan ke-22,” kata Wolff seperti dikutip Reuters jelang Grand Prix Hungaria, Minggu.

Para pimpinan tim telah bertemu di Hungaroring pada Sabtu untuk membahas hal tersebut.

“Kami harus membiarkan Liberty melakukan pekerjaannya dan bisnis harus mengembangkan Formula 1 dan jika mereka mampu menarik promotor, kami harus mendukung mereka,” kata Wolff.

“Kami siap untuk itu. Kami seharusnya tidak merubah regulasi teknis untuk balapan tambahan, itu yang kami bahas… seharusnya dilihat sebagai peluang; horee, ayo kita tambah jumlah komponen.”

“Kami juga harus melindungi orang-orang kami, semuanya, karena akan ada saatnya di mana akan sulit mengatur satu tim bepergian ke semua balapan. Jadi itu menjadi sebuah faktor yang membutuhkan solusi.”

Tahun depan kalender F1 bisa memiliki 22 seri balapan dengan Vietnam dan Belanda sebagai tambahan dan kemungkinan Jerman tidak akan ambil bagian.

Meksiko masih belum jelas karena masalah pendanaan, namun F1 ingin balapan di sana tetap digelar, sedangkan Spanyol dan Italia belum menandatangani perpanjangan kontrak walau pun panitia lokal dan pemerintah setempat telah memberi lampu hijau.

Baca juga: Verstappen raih pole position pertama dalam karir di Hungaria

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mick Schumacher raih kemenangan pertama

Budapest (ANTARA) – Mick Schumacher, putra juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, meraih kemenangan pertamanya di balapan Formula 2 di Hungaria, Minggu.

Pebalap Jerman berusia 20 tahun itu memulai balapan dari pole position dalam format reverse grid setelah finis kedelapan di balapan Sabtu dan memimpin sepanjang lomba hingga melintasi garis finis pertama di Sirkuit Hungaroring, tempat ayahnya menang empat kali.

Pebalap Akademi Ferrari itu disambut sorak sorai penonton pendukung tim asal Italia itu jelang balapan Formula 1.

“Ini sangat spesial,” kata Schumacher usai lomba seperti dikutip Reuters.

“Ibuku, seluruh keluargaku sebenarnya di sini; Ibu, saudari, dan teman laki-lakinya juga nenekku,” kata Schumacher.

“Aku sangat senang mereka di sini dan mendukungku.”

Pebalap Jepang Nobuharu Matsushita finis 1,4 detik di belakang pebalap tim Prema itu setelah menjalani balapan di sirkuit di mana sulit melakukan overtaking. Pebalap Brasil Sergio Sette finis ketiga.

Schumacher, juara F3 tahun lalu itu, sebelumnya belum pernah finis lebih baik dari peringkat empat di F2.

“Sekali kalian meraih kemenangan, itu memberimu kepercayaan diri yang lebih untuk melaju ke seri berikutnya,” kata Schumacher.

“Kami mendapat banyak tekanan… kami memiliki performa yang kuat tapi tak cukup meraih poin.”

Kemenangan itu terjadi setelah Schumacher di Grand Prix Jerman pekan lalu menjajal mobil yang digunakan ayahnya untuk meraih gelar juara dunia 2004.

Sementara itu rekan satu tim Schumacher, Sean Gelael asal Indonesia harus puas finis di peringkat ke-17.

Baca juga: Tim Pertamina Prema Racing raih empat poin di Hungaroring

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara di Brno, Marquez raih kemenangan ke-50 di kelas premier

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez meraih kemenangan keenamnya musim ini usai finis pertama di GP Republik Ceko, Sirkuit Brno, Minggu.

Di balapan yang sempat tertunda sekitar 40 menit karena sebagian trek dalam kondisi basah, Marquez yang start dari pole position itu memimpin sepanjang lomba dan finis 2,452 detik di depan pebalap Ducati Andrea Dovizioso, demikian laman resmi MotoGP.

Baca juga: Marquez raih pole position GP Ceko

Baca juga: Brno diguyur hujan, Marquez tercepat di FP3 GP Ceko

Jack Miller (Pramac Racing) memanfaatkan lap-lap terakhir untuk menggeser Alex Rins (Suzuki Ecstar) ke peringkat empat untuk naik ke peringkat tiga, yang merupakan podium kedua bagi pebalap asal Australia itu musim ini.

Dengan kemenangan itu, Marquez semakin kokoh di puncak klasemen pebalap dan melebarkan jarak sebanyak 63 poin dari rival terdekatnya, Dovizioso.

Hasil di GP Ceko itu menjadi kemenangan Marquez untuk kali ke-50 selama karirnya di kelas premier.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) finis kelima diikuti oleh Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di P6 di balapan yang terpotong satu lap karena kondisi cuaca itu.

Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) finis di peringkat ketujuh, mengungguli Danilo Petrucci (Ducati) di P8.

Petrucci mengamankan delapan poin untuk tetap berada di peringkat tiga klasemen dengan raihan 129 poin.

Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) dan Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) mampu melewati Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) untuk finis P9 dan P10.

Rekan satu tim Espargaro, Johann Zarco, yang mengawali balapan dari posisi ketiga harus puas melorot ke P14.

Baca juga: 300 pemuda NTB dilatih Race Official MotoGP di Sirkuit Sepang

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ackermann menangi etape pertama Tour of Poland

Krakow, Polandia (ANTARA) – Pebalap sepeda Jerman Pascal Ackermann memenangkan adu sprint untuk menyabet etape pertama Tour of Poland ke-76, Sabtu waktu setempat, sehingga dia merebut dua jersi pada waktu bersamaan.

Ackermann yang membalap untuk tim Bora-Hansgrohe, mengulangi kemenangan etape pertama edisi 2018 ketika dia mendominasi rute 132 km yang start dan finis di Krakow.

Kemenangan ini memberi dia jersi kuning sebagai pemimpin klasemen dan sekaligus jersi putih karena menjadi sprinter tercepat dan juga kemenangan etape ketujuh sepanjang musim ini yang dua di antaranya dari Giro d’Italia.

“Saya super bahagia bersama kemenangan ketiga saya di Polandia, penontonnya menakjubkan dan itu membuat senang sekali membalap di sini. Tentu saja saya ingin mencoba menang kembali besok, khususnya untuk jersi pemimpin klasemen,” kata Ackermann seperti dikutip AFP.

Baca juga: Egan Bernal juarai Tour de France 2019

Hasil etape pertama Tour of Poland:
1. Pascal Ackermann (Jerman) 2 jam 57 menit 58 detik
2. Fernand Gaviria (Kolombia) waktu sama
3. Fabio Jakobsen (BelandaT)
4. Max Walscheid (Jerman)
5. Danny van Poppel (Belanda)

Baca juga: Tour d’Indonesia bakal setara dengan Tour de Langkawi Malaysia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Pertamina Prema Racing raih empat poin di Hungaroring

Jakarta (ANTARA) – Tim Pertamina Prema Racing meraih empat poin pada balapan Feature Formula 2 di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Hongaria, Sabtu setelah sang pebalap Mick Schumacher finis di posisi delapan meski mengawali balapan dari posisi empat.

​Berdasarkan data yang dilansir laman resmi Formula 2, dengan tambahan empat poin, anak legenda Formula 1 Michael Schumacher itu mengumpulkan total poin 30 dan bertengger di posisi 13 klasemen umum.

“Ini balapan yang tidak mudah. Kami akui bahwa kami sedikit kurang teliti dalam perhitungan pemakaian ban. Saya sempat kehilangan momen pada saat re-start. Kami akan mempelajari data untuk balapan besok,” kata Mick Schumacher dalam keterangan resminya.

Dengan finis di posisi delapan, maka Mick akan memulai balapan Sprint ditempat yang sama, Minggu di posisi pertama. Ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi Tim Pertamina Prema Racing untuk meraih podium dan poin.

“Tentu saya akan berupaya keras untuk mempertahankan posisi terdepan. Saya sudah tidak sabar. Beberapa pebalap pasti akan berupaya merebut posisi terdepan, tapi saya akan mengerahkan semua kemampuan untuk tetap di depan,” kata pebalap berusia 20 tahun itu.

Hanya saja hasil positif yang diraih Mick tidak diikuti oleh rekan satu timnya, Sean Gelael. Pebalap asal Indonesia yang didukung penuh oleh Jagonya Ayam KFC Indonesia itu harus puas di posisi 15 setelah mengawali balapan dari posisi 17.

Anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael ini mengaku manajemen ban menjadi isu utama. Posisi Sean yang memulai dari barisan belakang juga tidak mudah karena harus sabar untuk bisa menyusul pebalap di depannya. Sean juga harus menerima penalti karena dinilai melebih batas kecepatan di pitline. Setelah balapan diketahui cruise control atau kontrol batas kecepatan di mobil Sean tidak berfungsi.

“Dengan segala kondisi di lintasan balap, hasil ini meski tidak memuaskan bisa kami terima. Yang pasti kami akan berjuang lagi pada balapan Sprint. Semoga hasilnya lebih baik,” kata Sean.

Posisi pertama pada balapan Featue ditempati pebalap tim DAMS, Nicholas Latifi. Sementara posisi kedua diambil pebalap ART Grand Prix, Nyck De Vries. Adapun posisi ketiga milik pebalap Campos Racing, Aitken.

Sean sendiri pada klasemen sementara balapan satu level di bawah Formula 1 ini berada di posisi 16 dengan raihan 11 poin. Hasil ini terpaut jauh dengan pemuncak klasemen yaitu Nyck de Vries dengan raihan 192 poin.

Baca juga: Hamilton tercepat di FP1 Hungaria, Bottas alami kendala power unit

Baca juga: Sean Gelael percaya diri hadapi dua balapan tersisa di Formula 2

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ini hanya lah soal waktu,” kata Verstappen soal pole position perdana

Jakarta (ANTARA) – Max Verstappen meraih pole position perdana dalam karirnya di Formula 1 usai menjadi yang tercepat kualifikasi GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Sabtu dan pebalap asal Belanda itu mengaku telah menantikan saat bersejarah itu usai mendapati grafik performa yang meningkat di musim ini.

Verstappen yang merupakan pebalap tim Red Bull itu telah memenangi dua dari tiga balapan terakhir dan di Hungaroring rival-rivalnya tak mampu menandingi kecepatan mobil RB15 yang dia kendarai.

Putra dari mantan pebalap Jos Verstappen itu juga mencetak rekor waktu putaran tercepat di Hungaroring dengan waktu satu menit 14,572 detik di babak kualifikasi dan catatan waktunya cukup untuk menyingkirkan Valtteri Bottas dari Mercedes di peringkat dua dengan margin tipis 0,018 detik.

“Bagiku ini hanya soal waktu, terkadang kalian membutuhkan keberuntungan juga. Tentu aku pernah membuat kesalahan dan kehilangan kesempatan untuk pole position tapi hari ini aku meraihnya dan aku sangat senang dengan itu,” kata Verstappen seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Masih ada balapan yang harus dijalani dan yang paling penting ini menutup hari ini, tapi bagiku hari ini adalah hari yang penting, yang sangat menyenangkan dan juga luar biasa untuk tim.”

Baca juga:Verstappen raih pole position pertama dalam karir di Hungaria

Baca juga:Rumor Verstappen-Hamilton dalam satu tim, bos Red Bull berkomentar

Kepala tim Red Bull Christian Horner pun memuji performa pebalapnya itu.

“Max sangat bersemangat siang ini dan tercepat di hampir setiap sesi kualifikasi,” kata Horner.

Verstappen harus menaklukkan tikungan terakhir sebelum finis karena Bottas sedikit lebih cepat di Tikungan 13.

“Tapi dia mengatasinya, fantastis dia bisa meraih pole position.”

Horner juga memuji performa power unit Honda yang menunjukkan progres signifikan, selain itu juga pengembangan sasis mobil yang kuat musim ini, terutama sejak mereka membawa update ke Austria.

“Terima kasih untuk Honda, kami tak akan bisa melakukan ini tanpa mereka.”

“Meraih pole position di sini luar biasa…. Kita tahu semua ahli mesin di Sakura dan Milton Keynes melakukan pekerjaan yang hebat dan kita tahu itu memungkinkan kita untuk meraih baris terdepan dan pole position.”

Verstappen pun mengaku jika setelah update dibawa ke Austria, mobil RB15 terasa jauh lebih baik. Kemudian tim terus membawa update suku cadang baru yang mungkin tidak terlalu besar.

“Tapi ini membuatku merasa sedikit baik dengan keseimbangan dan itu lah yang kami inginkan. Aku rasa itu diperlihatkan hari ini di trek di mana kalian membutuhkan downforce sangat banyak.”

Hasil terbaik di kualifikasi itu ia raih di balapan ke-93 yang ia ikuti. Verstappen juga menjadi pebalap ke-100 yang memiliki raihan pole position di sejarah Formula 1.

Ini merupakan pole position ketiga bagi tim Red Bull di era mesin hybrid setelah Monako 2016, Monako 2018 dan Meksiko 2018, yang semuanya diciptakan oleh Daniel Ricciardo.

Baca juga:Statistik GP Hungaria

Baca juga:Ancaman Verstappen dan Red Bull di GP Hungaria

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen raih pole position pertama dalam karir di Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen meraih pole position pertama dalam karirnya di Formula 1 setelah memuncaki babak kualifikasi GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Sabtu.

Didukung mobil dengan dapur pacu Honda, pebalap asal Belanda itu mencatatkan waktu di kualifikasi satu menit 14,572 detik. Waktu yang dibukukan cukup untuk menyingkirkan pebalap Mercedes Valtteri Bottas ke peringkat dua dengan margin sangat tipis 0,018 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Verstappen membuat waktu tercepat sementara ketika turun pertama kali di Q3 dan mampu memperbaiki catatan waktunya hingga 0,3 detik di lap terakhir. Catatan waktu Verstappen menjadi rekor baru di Hungaroring.

“Ini luar biasa. Mobil terasa bagus sepanjang pekan, kami tahu jika ini akan sulit tapi mobil ini melesat,” kata Verstappen.

Hasil terbaik di kualifikasi itu ia raih di balapan ke-93 yang ia ikuti. Verstappen juga menjadi pebalap ke-100 yang memiliki raihan pole position di sejarah Formula 1.

Ini merupakan pole position ketiga bagi tim Red Bull di era mesin hybrid setelah Monako 2016, Monako 2018 dan Meksiko 2018, yang semuanya diciptakan oleh Daniel Ricciardo.

Hasil kualifikasi hari ini juga menjadi pole position pertama bagi Honda sejak terakhir kali mereka start terdepan di Australia pada 2006.

Baca juga:Duo Red Bull kuasai FP2 GP Hungaria, tapi Hamilton masih yang tercepat

Baca juga:Ancaman Verstappen dan Red Bull di GP Hungaria

“Kami mengejar (tim Red Bull) sepanjang pekan ini dan kami sangat dekat, ini hasil yang bagus tapi tentunya aku ingin pole,” kata Bottas.

Sementara itu, pemuncak klasemen sementara Lewis Hamilton dari tim Mercedes harus puas dengan posisi start ketiga di depan pebalap Ferrari Charles Leclerc.

“Perasaan yang luar biasa ketika mendapat pole position pertamamu, jadi aku ikut senang untuknya,” kata Hamilton, yang juara di Hungaria tahun lalu dari pole position itu.

“Aku selalu siap bertempur. Lintasan panjang menuju Tikungan 1 jadi akan menarik nanti.”

Pebalap Monako itu menghancurkan sayap belakang mobilnya ketika menabrak tembok pembatas di sesi Q1 yang mengharuskan Ferrari menggantinya dengan sayap baru. Rekan satu timnya, Sebastian Vettel harus puas di P5.

Baca juga:Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Sementara Pierre Gasly akan start dari P6 setelah terpaut 0,878 detik dari rekan satu timnya yang start terdepan Minggu nanti.

Dua pebalap Mclaren, Lando Norris dan Carlos Sainz akan start dari P7 dan P8 di depan Romain Grosjean (Haas) dan Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di P9 dan P10.

George Russel mempersembahkan hasil kualifikasi terbaik bagi Williams di P16 dan hampir lolos ke Q2 untuk pertama kalinya.

Hasil kualifikasi GP Hungaria
1 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda 1 menit 14,572 detik
2 Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,018 detik
3 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,197 detik
4 Charles Leclerc Scuderia Ferrari + 0,471 detik
5 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari + 0,499 detik
6 Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,878 detik
7 Lando Norris McLaren F1 Team + 1,228 detik
8 Carlos Sainz McLaren F1 Team + 1,280 detik
9 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team + 1,441 detik
10 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing + 1,469 detik
11 Nico Hulkenberg Renault F1 Team
12 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda
13 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda
14 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing
15 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team
16 George Russell ROKiT Williams Racing
17 Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team
18 Daniel Ricciardo Renault F1 Team
19 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team
20 Robert Kubica ROKiT Williams Racing

Baca juga:Statistik GP Hungaria

Baca juga:Rumor Verstappen-Hamilton dalam satu tim, bos Red Bull berkomentar
 

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez raih pole position GP Ceko

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez meraih posisi start terdepan di GP Republik Ceko usai menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi, Sabtu.

Marquez mencatatkan waktu dua menit 2,753 detik untuk pole position, unggul 2,524 detik dari Jack Miller (Pramac Racing) di posisi start kedua, demikian laman resmi MotoGP.

Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) mengamankan P3 yang merupakan posisi start dari baris terdepan pertama kali baginya musim ini.

Trek di Sirkuit Brno sempat diguyur hujan, namun Marquez mengundi nasib dengan mengganti ban slick ketika lintasan mulai mengering untuk membuat jarak 2,5 detik dari rival terdekatnya.

“Hari ini aku sadar jika aku mengambil terlalu banyak resiko,” kata Marquez.

Miller sempat terjatuh di Tikungan 14 namun mampu mengamankan posisi start kedua.

“Senang bisa kembali di paruh kedua musim dengan start dari baris terdepan, namun Marc, seperti yang ia perlihatkan setiap tahun, selalu di depan kami, jadi aku harus memanfaatkan ini dengan baik besok dan mencoba belajar dari dia,” kata Miller.

Zarco memuncaki Q1 untuk lolos ke Q2 kali pertamanya musim ini dan mendapati kejutan setelah mampu mengamankan posisi start dari baris terdepan bersama Marquez dan Miller.

“Aku merasa cukup baik karena sebelumnya telah melewati waktu-waktu yang sulit,” kata sang pebalap asal Prancis.

“Pagi ini aku mempunyai sejumlah masalah tapi cukup bisa menemukan jalan untuk membawa motorku dengan baik dengan kepercayaan diri yang tinggi, dan setiap lap aku merasakan motorku dan juga bannya.”

“Waktu kualifikasi, strategi menggunakan ban slick cukup rumit dan aku tak mau melakukannya lagi jadi aku turun kembali dengan ban basah, yang mungkin harus bekerja ekstra untuk pole position, tapi dari putaran pertama aku mendapati lap yang bagus dan (start) dari baris pertama.”

Baca juga:Quartararo: aku hampir 100 persen

Baca juga:Menuju GP Republik Ceko, jalan terjal bagi Dovizioso

Andrea Dovizioso mengamankan posisi start keempat untuk Ducati, diikuti oleh Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) dan Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Sedangkan Valentino Rossi menjadi pebalap Yamaha tercepat yang akan start dari P7. Rekan satu timnya, Maverick Viñales di P9 di belakang Danilo Petrucci (Ducati).

Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) akan start dari P10 diikuti oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Hasil babak kualifikasi GP Ceko
Q2

1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 2 menit 2,753 detik
2 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +2,524 detik
3 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +2,598 detik
4 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +2,837 detik
5 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +2,957 detik
6 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +3,419 detik
7 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +3,480 detik
8 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +3,704 detik
9 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +3,873 detik
10 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +3,895 detik
11 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +4,370 detik
12 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +6,651 detik
Q1
13 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 2 menit 5,265 detik
14 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 2 menit 5,286 detik
15 Sylvain Guintoli FRA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2 menit 5,551 detik
16 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 2 menit 5,763 detik
17 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V) 2 menit 5,974 detik
18 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2 menit 6,284 detik
19 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 2 menit 6,554 detik
20 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 2 menit 6,898 detik
21 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 2 menit 7,155 detik
22 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 2 menit 7,315 detik
23 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2 menit 7,923 detik

Baca juga:Rossi, Vinales akan uji purwarupa motor Yamaha 2020 di Brno

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019