KTM tunjuk Mika Kallio gantikan Johann Zarco di sisa musim

Kami harus membuat keputusan untuk memastikan kami menggunakan sumber daya kami sebaik mungkin.

Jakarta (ANTARA) – Johann Zarco dan KTM berpisah lebih awal walaupun keduanya masih memiliki kontrak hingga akhir musim MotoGP tahun ini.

Pebalap asal Prancis itu akan digantikan oleh Mika Kalio di sisa balapan musim ini,
namun tetap terikat dengan KTM hingga kontrak berakhir.

“Kami harus membuat keputusan untuk memastikan kami menggunakan sumber daya kami sebaik mungkin dan kami saat ini berada di arah positif dengan struktur MotoGP kami,” ungkap direktur KTM Motorsport Pit Beirer dalam keterangan tertulis di laman resmi tim, Rabu.

Baca juga: Zarco dan KTM pisah di akhir musim

Baca juga: Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Kallio (36) menjadi pebalap KTM dalam debut pabrikan asal Austria itu di MotoGP pada 2016 dan telah memberi kontribusi ke dalam pengembangan motor RC16.

Pebalap asal Finlandia itu juga telah tampil sebagai pebalap wildcard sebanyak tujuh kali dari 2016 hingga 2018.

Kalio menjalani debut di kelas premier membela tim Pramac Racing dari 2009-2010. Setelah itu dia kembali ke Moto2 hingga 2015 sebelum kembali lagi ke kelas MotoGP bersama KTM di tahun berikutnya dan menjadi pebalap wildcard untuk pertama kali di Valencia tahun itu.

“Kami sangat percaya jika Mika bisa membantu kami di tahap ini berkat pengetahuan dan latar belakang yang ia miliki,” kata Beirer.

“Mika telah membuktikan kemampuannya di atas RC16 dan kami senang dia bergabung lagi di jajaran kami sebagai pebalap.”

Kallio akan membalap untuk Red Bull KTM Factory Racing di samping rekannya, Pol Espargaro, yang telah mengemas tujuh finis sepuluh besar musim ini dan meraih posisi start P2 di GP San Marino pekan lalu.

Setelah 13 seri balapan, Zarco, yang mengaku kesulitan beradaptasi dengan motor KTM, telah mengemas 27 poin dan berada di peringkat ke-17. Sedangkan Espargaro mengumpulkan 77 poin untuk berada di peringkat ke-11.

“Pada waktu yang bersamaan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Johann atas upayanya sejak bergabung dengan proyek ambisius kami pada November tahun lalu,” kata Beirer.

Baca juga: Quartararo nantikan duel ulang dengan Marquez di Aragon

Baca juga: MotoGP bisa gelar hingga 22 seri balapan setelah musim 2021
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari tak mau pasangkan Verstappen dengan Leclerc

Dua pebalap bergabung bersama seperti Max dan Charles menciptakan kesulitan bagi manajemen tim

Jakarta (ANTARA) – Sekalipun ayah Max Verstappen menyatakan pebalap Red Bull ini mungkin masuk pasar pada 2021, Ferrari tak akan mengontraknya untuk dipasangkan dengan Charles Leclerc setelah bos Ferrari Mattia Binotto menyebut kemitraan itu bakal menciptakan “kesulitan” bagi manajemen Ferrari.

Verstappen dan Leclerc saat ini adalah dua properti paling hot Formula 1. Mereka adalah dua pebalap di luar duo Mercedes yang sudah memenangkan sirkuit musim ini, masing-masing dua balapan.

Jika Leclerc sudah terikat kontrak panjang dengan Ferrari, lain halnya dengan Verstappen yang cuma menyisakan satu tahun lagi kontraknya dengan Red Bull sampai 2020.

Jos Verstappen, sang ayah, menyatakan bahwa segalanya terbuka untuk 2021.

“Yang paling penting adalah kami mendapatkan kendaraan yang membuat Max bisa bersaing untuk juara,” kata Jos kepada Ziggo Sports dalam laman PlanetF1.com.

Baca juga: Mercedes pasok mesin ke Williams hingga 2025

Namun, yang disebut-sebut kandidat terkuat yang bisa mendapatkan tanda tangan Max adalah Mercedes karena Jos sang ayah dekat dengan bos Mercedes, Toto Wolff.

Ferrari sendiri tak mau terlalu banyak pebalap nomor satu dalam timnya, seraya menunjuk masa ketika tim ini diperkuat Michael Schumacher, Rubens Barrichello dan Felipe Massa pada saat bersamaan.

“Saya kira kami harus punya pebalap pertama yang hebat dan pebalap lainnya yang bisa memenangkan lomba dan mencetak poin. Seperti (Lewis) Hamilton dan (Valtteri) Bottas (di Mercedes),” kata Binotto dalam laman planetf1.com.

“Dua pebalap bergabung bersama seperti Max dan Charles menciptakan kesulitan bagi manajemen tim,” tutup dia.

Baca juga: F1 Singapura terancam batal akibat kabut asap Indonesia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PRCT mundur dari Tour de Siak gara-gara kabut asap

Jakarta (ANTARA) – Tim balap sepeda PGN Road Cycling Team (PRCT) dipastikan mundur dari kejuaraan internasional Tour de Siak 2019 di Siak, Riau, 18-21 September, dengan alasan utama kondisi udara di lokasi kejuaraan sangat tidak sehat akibat kabut asap.

Mundurnya salah satu tim continental asal Indonesia itu diumumkan  resmi dalam akun Instagram-nya, @pgn_cycling, Selasa.

“Berdasarkan pada data BMKG kondisi udara di wilayah Siak (Pekanbaru) sampai saat ini masih pada status sangat tidak sehat, sehingga dengan mempertimbangkan faktor kesehatan seluruh anggota tim, maka PGN Road Cycling Team batal mengikuti Tour de Siak 2019,” tulis PRCT dalam Instagramnya.

PRCT adalah salah satu tim terbaik Indonesia saat ini. Banyak pebalap nasional yang memperkuat tim yang didukung penuh oleh sebuah BUMN itu. Berbagai prestasi juga sudah diraih baik secara individu pebalap maupun tim.

Sebut saja Aiman Cahyadi, Jamalidin Novardianto, Jamal Hibatulloh, Sandy Nur Hasan Hasan hingga pebalap senior yang sudah kenyang pengalaman, Robin Manullang. Selain itu Aris Iswana hingga Rachmad Noka Wibisono.

Baca juga: Tour de Siak tetap dilaksanakan di tengah kabut asap

Selain diumumkan melalui media sosial, mundurnya PRCT dari Tour de Siak juga disampaikan lewat surat resmi yang ditandatangani Sport Director PRCT Agung Purwanto per 17 September. Surat ini sendiri ditujukan kepada Event Organizer Tour de Siak 2019.

“Benar (mundur). Ini sudah ada surat resminya,” kata salah seorang pebalap andalan PRCT Aiman Cahyadi kepada ANTARA.

Tour de Siak 2019 rencananya diikuti 13 tim baik nasional maupun internasional. Pebalapnya sendiri berasal dari beberapa negara, mulai Malaysia, Slovenia, Singapura, Kamboja, Filipina, Australia, Selandia Baru, Belanda, Jepang, Prancis, Spanyol, Filipina, Mongolia, Iran, sampai Rusia.

Balapan ini menempuh jarak 542 km terbagi empat etape, yaitu Siak-Mempura-Dayun-Siak sejauh 128 kilometer. Etape kedua Siak-Bungaraya-Sungai Apit-Siak sejauh 114 km.

Etape ketiga Siak-Dayun-Buatan-Siak dua Lap sejauh 160 km. Dan etape keempat Siak City Race dengan delapan kali putaran dengan total jarak tempuh 140 km.

Baca juga: Pekanbaru berasap pekat saat Presiden Jokowi shalat minta hujan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Doni Tata patok target tinggi dalam Trial Game Asphalt Seri Yogyakarta

Saya fokus melibas semua race tersisa, baik itu Yogyakarta, Malang maupun Semarang, semua harus nomor satu

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Doni Tata Pradita mematok target tinggi dalam kejuaraan supermoto Trial Game Asphalt 2019 Seri III Yogyakarta yang bakal berlangsung di Sirkuit Stadion Mandala Krida, pada 20-21 September.

Tampil di kandang sendiri dan berstatus Juara Umum Trial Game Asphalt dua tahun beruntun, Doni tentu berambisi untuk mendongkrak posisinya dari peringkat ketiga klasemen sementara kelas utama FFA 250 di bawah Farudilla Adam dan Tommy Salim.

“Saya berusaha untuk tampil all-out di Yogya,” kata Doni dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Mantan pebalap Moto2 itu bahkan mengaku ingin memperbaiki performanya yang kurang optimal dalam dua seri pertama di Boyolali dan Purwokerto.

“Target saya bisa sapu bersih podium FFA 450 dan FFA 250. Karena tahun ini saya sama sekali belum menduduki peringkat pertama di semua kelas,” katanya.

“Saya fokus melibas semua race tersisa, baik itu Yogyakarta, Malang maupun Semarang, semua harus nomor satu,” ujar Doni menambahkan.

Doni saat ini berada di urutan ketiga klasemen FFA 250 dengan koleksi 84 poin, terpaut 13 poin dari Farudila (97) dan tiga poin di bawah Tommy (87).

Ia mengakui persaingan di Trial Game Asphalt 2019 lebih ketat dibanding musim-musim sebelumnya.

“Selain banyak rider top, tim-tim juga lebih fokus meriset motornya,” kata Doni.

Salah satu pebalap yang secara khusus dihadirkan oleh 76 Rider selaku pihak penyelenggaraan Trial Game Asphalt 2019 adalah Lewis Cornish asal Inggris.

“Sejauh ini Lewis cukup mendominasi di kelas FFA 450. Tentunya ini membawa dampak positif agar pebalap Indonesia lebih termotivasi meningkatkan kemampuan agar bersaing dengan Lewis,” kata Mario CSP dari 76 Rider.

Trial Game Asphalt Seri III Yogyakarta akan dimulai dengan sesi kualifikasi pada Jumat (20/9) sebelum kemudian lomba digelar pada Sabtu (21/9).

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MotoGP 2019: Sukses Marquez di Misano

MotoGP 2019: Sukses Marquez di Misano

Pebalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, sukses menjadi yang ter- depan setelah di putaran terakhir menyalip pebalap tim satelit Yamaha Petro- nas, Fabio Quartararo, dalam lanjutan balapan seri ke-13 MotoGP 2019 yang digelar di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (15/9).

Quartararo nantikan duel ulang dengan Marquez di Aragon

Jakarta (ANTARA) – Rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) siap kembali menjadi penantang utama juara dunia tujuh kali Marc Marquez (Repsol Honda) ketika balapan MotoGP menyambangi Aragon, akhir pekan ini.

Pebalap berusia 20 tahun asal Spanyol itu semakin percaya diri setelah mampu menahan sang rival asal Spanyol di hampir sepanjang balapan GP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu waktu setempat.

Quartararo, yang start dari P3, memimpin hampir sepanjang lomba dan menahan Marquez sekitar 0,2 detik di belakang sebelum sang pebalap Honda itu melakukan serangan di lap terakhir untuk merebut podium juara dari pebalap tim satelit Yamaha itu.

Harapan Quartararo untuk meraih gelar juara balapan di debutnya di kelas premier saat itu pun pupus.
 

Baca juga: Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

Baca juga: Defisit kecepatan, Rossi gagal rengkuh podium di Misano

“Ini bukan hanya momen terbaik di karirku, tapi di hidupku,” kata Quartararo usai lomba seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Dia bangga bukan karena kehilangan peluang juara di lap terakhir, tapi mendapati dirinya bisa memberikan perlawanan kepada sang juara dunia.

Quartararo musim ini juga langganan sebagai pebalap yang tercepat di sejumlah sesi latihan dan kualifikasi. Tercatat tujuh kali dia start dari baris terdepan, tiga di antaranya dari pole position.

Pebalap berjuluk El Diablo itu pun telah empat kali naik podium musim ini.

“Ketika kalian mendapati juara dunia tujuh kali di belakang di setiap lap dan dia menyalipmu di tikungan pertama, dan kau menyalipnya lagi di tikungan empat… aku sangat senang bertarung dengannya,” kata Quartararo.

“Kali ini kami sangat ketat dengan dia. Aku kira kami menjaga ban dengan sangat baik, sisi kiri ban lebih kritis dari milikinya, tapi sisi kanan kami cukup baik jadi selangkah demi selangkah kami belajar dan ini sangat bagus untuk kami.”
 

Baca juga: Kendala “grip” hambat Vinales di GP San Marino

Baca juga: Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Quartararo kehilangan pimpinan lomba di tikungan pertama, namun mampu menyalip lawannya kembali untuk sementara waktu sebelum kehilangan posisinya lagi dan finis runner-up.

“Hal yang bisa dipetik adalah aku bisa menyalipnya lagi, dan itu memberiku kepercayaan diri ketika pulang ke rumah dan mengatakan ‘dia juara dunia tujuh kali, tapi kita bisa menyalipnya’.

“Dia manusia layaknya kita dan benar di tikungan tiga aku melindas curb…. Itu semata-mata untuk melakukan overtake karena aku tahu jika aku tak menyalipnya di sana, maka tidak akan mungkin bisa menyalipnya lagi, jadi aku sangat senang apa yang kami raih hari ini.”

Penampilan Quartararo musim ini juga mengingatkan debut Marquez ketika menjadi pebalap rookie yang impresif pada 2013.

“Kami melakukan pertarungan yang bagus dan hari ini adalah hari terbaik sepanjang hidupku dan aku hanya bisa berbangga dengan itu. Aku pulang dengan kepercayaan diri yang tinggi dan siap untuk bertarung di Aragon.”

Marquez, yang selalu menang di Aragon di tiga tahun terakhir, pun mengatakan jika Quartararo adalah pemenang sejati balapan di GP San Marino tahun ini.

“Tentunya aku senang dengan kemenangan ini tapi mungkin pebalap terbaik di balapan hari ini adalah Fabio Quartararo,” kata Marquez.

Baca juga: Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Defisit kecepatan, Rossi gagal rengkuh podium di Misano

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) mengakui tak memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk bisa kompetitif di balapan GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu.

Di kampung halamannya itu, The Doctor harus puas melewatkan podium setelah hanya mampu finis keempat, untuk ketiga kalinya secara beruntun musim ini.

Rekor tiga kali kemenangan di Misano milik Rossi pun disamai oleh Marc Marquez (Repsol Honda) yang menjadi juara hari itu.

Baca juga: Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

Baca juga: Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Sementara pebalap tim independen Yamaha Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Maverick Viñales, rekan satu tim Rossi, melengkapi podium balapan seri ke-13 musim ini.

“Aku ingin berjuang untuk podium tapi aku tak memiliki kecepatan karena kalian tahu naik podium di depan semua pendukung di Misano itu selalu luar biasa,” kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Rossi finis 12,660 detik di belakang Marquez dan sekitar 11 detik dari Viñales.

“Tapi balapan ini kurang lebih seperti yang kami harapkan karena selama sesi latihan, tiga pebalap teratas selalu lebih cepat dari kami,” kata Rossi yang start dari P7 untuk kedua kali secara beruntun di Misano itu.

“Kami mencoba melakukan perbaikan di sejumlah area tapi kami tak mampu membuat kemajuan akhirnya kami finis keempat.”

Baca juga: Kendala “grip” hambat Vinales di GP San Marino

Baca juga: Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Sementara itu, Viñales gagal mengonversi pole position yang ia raih untuk merebut trofi juara di Misano setelah berkutat dengan masalah daya cengkeram ban di awal lomba.

Setelah Misano, seri ke-14 akan digelar di Aragon, Spanyol, yang mana Rossi mengatakan itu adalah trek yang sulit. Yamaha gagal naik podium di dua tahun terakhir di sana.

“Kami selalu kewalahan. Tapi kami tiba dengan sejumlah hasil balapan yang bagus jadi kami masih perlu berbenah dan berharap bisa lebih kompetitif dari yang telah lalu,” kata Rossi.

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Baca juga:Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Jakarta (ANTARA) – Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) pada akhirnya harus puas dengan hasil finis P7 di GP San Marino walau pun mengawali balapan dari baris terdepan, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu menjadi yang tercepat kedua di babak kualifikasi dan start di belakang peraih pole position, Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Itu merupakan posisi start terbaik pebalap KTM di sesi kualifikasi dengan trek kering. Sebelumnya Johann Zarco finis ketiga tercepat di kualifikasi GP Republik Ceko ketika trek diguyur hujan.

Namun start yang buruk membuat posisi pebalap bernomor 44 itu langsung melorot sementara rival-rivalnya seperti Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Andrea Dovizioso (Ducati) melesat ke depan.

Espargaro finis 20 detik setelah Marc Marquez (Repsol Honda) yang meraih kemenangan ketiganya di Misano hari itu.

Baca juga: Espargaro pun heran KTM nyaris pole position di GP San Marino

Baca juga: Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

“Sebenarnya kami ingin lebih baik lagi,” kata Espargaro seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Perasaan itu masih membekas tapi jujur kami harus puas dengan hasil ini, tujuh adalah posisi yang sangat hebat setelah akhir pekan ini.”

Espargaro hanya terpaut sekitar enam detik dari juara GP San Marino tahun lalu, Andrea Dovizioso (Ducati) yang kali ini finis P6.

“Satu-satunya masalah adalah kami start dari posisi kedua jadi terlepas dari itu rasanya tak enak. Tapi finis ketujuh hari ini merupakan balapan yang sangat-sangat hebat, satu posisi di belakang finis terbaik di Le Mans, yang mana merupakan hari yang sangat menarik dan positif.”

Sementara itu, rekan satu timnya, Johann Zarco, mengemas lima poin dengan finis P11, sekitar satu detik di belakang pebalap Ducati Danilo Petrucci.

Setelah San Marino, Espargaro akan berharap tuah balapan di kampung halamannya ketika MotoGP menggelar seri ke-14 di Aragon pekan depan.

“Aku sangat suka Aragon dan di masa lampau kami belum pernah tampil jelek di sana, jadi motor ini sekarang jauh lebih baik.

Sebagai pebalap tuan rumah, Espargaro mengakui akan mendapat tekanan tinggi di Aragon.

“Tapi pada akhirnya, yang menentukan adalah bagaimana mengendalikan tekanan itu.”

Baca juga: Kendala “grip” hambat Vinales di GP San Marino

Baca juga:Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kendala “grip” hambat Vinales di GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) gagal menerjemahkan posisi start terdepan di GP San Marino untuk merebut trofi juara seri ke-13 itu pada Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu harus puas finis peringkat tiga setelah mengalami kendala daya cengkeram ban pada awal balapan.

Viñales yang memimpin lomba dari start harus kehilangan posisinya ketika disalip Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) pada lap ketiga dan kemudian Marc Marquez (Repsol Honda) satu lap berselang.

“Aku sedikit kehilangan (grip) depan khususnya di lap kedua, tiga dan empat,” kata Viñales di sesi jumpa pers seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Aku mencoba untuk tenang dan memahami apa batasannya hari ini lalu aku mendapati diriku sedikit lebih baik dan aku menekan tapi masih harus berbenah lagi.”
 

Baca juga: Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

Baca juga: Statistik dan fakta jelang GP San Marino

Viñales tak bisa mengejar pebalap tim independen Yamaha, Fabio Quartararo, yang finis runner-up setelah Marquez merebut gelar juara lewat manuver pada lap terakhir.

Namun demikian, konsistensi adalah hal terpenting bagi pebalap bernomor motor 12 itu.

Dari enam balapan terakhir, Viñales empat finis podium, termasuk satu kemenangan di Assen, Belanda.

“Kami semakin dekat. Konsistensi adalah hal paling penting. Tujuan kami adalah untk bisa berada di podium,” kata Viñales yang finis 1,636 detik dari juara lomba itu.

Sementara itu rekan satu timnya, Valentino Rossi, finis keempat di kampung halamannya.

Rossi terpaut sekitar 11 detik di belakang Viñales diikuti oleh Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di P5 yang menjadikan empat pebalap Yamaha di peringkat lima teratas di Misano hari itu.

Baca juga: Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) memuji penampilan pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) ketika keduanya berduel di GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu.

Marquez menjuarai balapan seri ke-13 itu setelah melancarkan serangan di lap terakhir terhadap sang rival asal Prancis yang mempimpin hampir sepanjang lomba.

“Tentunya aku senang dengan kemenangan ini tapi mungkin pebalap terbaik di balapan hari ini adalah Fabio Quartararo,” kata Marquez di sesi jumpa pers usai lomba, seperti dilansir akun resmi Twitter MotoGP.

“Dia memimpin sepanjang lomba. Dia membalap dengan baik. Aku hanya menunggu di belakang dan melakukan serangan di lap terakhir.”

Marquez pun memupuskan harapan Quartararo yang sedang mengincar kemenangan pertamanya dalam debutnya di kelas premier bersama tim independen Yamaha itu.
 

Baca juga: Marquez kalahkan Quartararo di lap terakhir untuk juarai GP San Marino

Baca juga: Statistik dan fakta jelang GP San Marino

Pebalap berusia 20 tahun itu kini telah naik podium empat kali musim ini dan memuncaki klasemen pebalap tim independen dengan 112 poin.

“Balapan yang sangat sulit. Aku tahun dia (Marquez) pasti akan melakukan sesuati di lap terakhir dan kalian tahu jika mendapati Marquez tepat di belakang selama 20 lap itu tidak lah mudah,” kata Quartararo.

Quartararo mengaku tak membuat kesalahan besar hari itu, hanya melewati apex di sejumlah tikungan.

“Tapi hal yang bagus adalah dia menyalipku di tikungan pertama, dan kami terlibat salip menyalip dan kami bertarung memperebutkan gelar juara hingga saat-saat terakhir.”

“Hari ini adalah momen terbaik di hidupku bisa membalap dengannya dan aku berharap bisa mengulangi momen lain seperti ini di sisa musim ini,” pungkas pebalap berjuluk El Diablo itu.

Marquez, yang meraih kemenangan ketiga kalinya di Misano itu, makin kukuh di puncak klasemen dengan 275 poin, unggul 93 poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati) dengan enam balapan tersisa.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang start dari pole position, harus puas finis ketiga setelah kehilangan posisi pimpinan lomba di tiga lap pertama.

Baca juga: Espargaro pun heran KTM nyaris pole position di GP San Marino

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez juara MotoGP San Marino

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez berfoto dengan anggota timnya usai memenangi MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, Minggu (15/9/2019). Marquez berhasil menjadi juara pertama diikuti pembalap SIC Petronas Yamaha Fabio Quartararo dan pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. ANTARA FOTO/REUTERS/Rafael Marrodan/aww.

“Tour de Linggarjati” diharapkan jadi acara kelas dunia di Jabar

Kuningan (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil berharap kegiatan balap sepeda Tour de Linggarjati yang sukses digelar untuk kelima kalinya di Kabupaten Kuningan, bisa menjadi acara kelas dunia di provinsi itu.

Diikuti peserta dari berbagai negara, rangkaian Tour de Linggarjati berlangsung pada Kamis (12/9) hingga Minggu (15/9).

Gubernur Ridwan Kamil hadir di hari terakhir (Minggu, 15/9) Tour de Linggarjati untuk melepas 6000 peserta funbike se-pulau Jawa dan 530 pebalap sepeda se-Asia Tenggara.

Menurut Emil, Tour de Linggarjati sebagai even tahunan berskala internasional merupakan hal yang membanggakan bagi Jabar.

Emil pun berharap penyelenggaraan Tour de Linggarjati keenam di 2020 nantinya tak hanya menjadi even internasional level Asia Tenggara, tapi juga menjadi even kelas dunia.

“Ini adalah tur sepeda membanggakan di Jabar, kami mendukung tiap tahun. Ini (2019) tahun kelimanya, mudah-mudahan tahun depan kelasnya naik jadi internasional secara global. Kita akan selalu memastikan acara semakin besar,” ujar Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Emil tersebut di sela melepas peserta di Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan.

Tak hanya sebagai even olahraga, Emil berharap Tour de Linggarjati bisa memberikan dampak untuk peningkatan citra pariwisata khususnya bagi Kabupaten Kuningan.

“Saya kira masyarakat Kuningan pun sangat antusias mendukung. Jadi inilah contoh pariwisata unggulan kami (Jabar),” kata Emil.

Terkait penyelenggaraan Tour de Linggarjati tahun depan, Emil berharap jalur yang dilintasi tidak hanya di wilayah Kuningan, tetapi lintas wilayah kabupaten/ kota.

Dengan begitu, lanjut Emil, pemandangan indah di daerah lain juga akan terlihat oleh peserta.

“Kita sudah bicara dengan Pak Bupati (Kuningan) untuk melakukan perlintasan lintas wilayah, tapi tetap start finisnya di sini (Kuningan), hanya jalurnya melewati beberapa kabupaten-kota, sehingga pemandangan indah Jabar lainnya juga bisa dilalui,” ujar Emil.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama mengaku bangga even Tour de Linggarjati tidak pernah absen selama lima tahun. “Ini sudah jadi kalender tahunan tidak boleh satu kali pun terlewatkan,” ucapnya.

Selain peserta, ribuan warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan dan mendukung para peserta.

Menurut Acep, masyarakat kali ini lebih termotivasi untuk menonton karena Tour de Linggarjati menghadirkan kategori baru, yakni Boy Challenge 8-12 tahun dan 12-15 tahun.

Acep berharap even ini bisa mendorong semangat masyarakat untuk bersepeda sehingga bisa lahir bibit-bibit baru pebalap sepeda.

“Ini berarti ada sebuah peluang untuk mencari bibit atlet dan memotivasi semua masyarakat, khususnya Kuningan dan umumnya Indonesia, untuk bergairah kembali dalam bersepeda,” tutur Acep.

Tour de Linggarjati mempertandingkan beberapa kategori, di antaranya Individual Time Trial (ITT), Individual Road Race (IRR) dan Criterium.

Usai melepas peserta Tour de Linggarjati 2019, Emil didampingi Bupati Kuningan juga menyempatkan kunjungan ke Alun-alun Kuningan.

Setelah berdiskusi dengan Bupati, Emil berujar Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar akan merevitalisasi Alun-alun Kuningan mulai 2020.

“Kita tahun depan akan mulai merevitalisasi Alun-alun Kuningan. Sekarang sampai tiga bulan ke depan akan mendesain dulu, tahun depan Insya Allah dimulai pembangunan wajah baru Alun-alun,” ujar Emil.

Selain untuk mempercantik wajah alun-alun kebanggaan warga Kuningan ini, revitalisasi juga bertujuan untuk menata para Pedagang Kaki Lima (PKL). “PKL diatur, ini kerja sama kami dengan Pemkab untuk warga Kuningan,” tutup Emil.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) mengalahkan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di lap terakhir untuk menjuarai balapan seri ke-13, GP San Marino di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu memupuskan harapan sang rival asal Prancis yang sedang mengincar kemenangan pertamanya di kelar premier.

Quartararo, yang start dari P3, memimpin hampir sepanjang lomba dan mampu menjaga jarak sekitar 0,2 detik dari Marquez.

Namun di lap terakhir, Marquez melancarkan serangannya ketika menyalip Quartararo di tikungan pertama.

Tak lama meraih kembali posisinya namun Marquez tak menyerah dan menyerang lagi ke depan.

Quartararo hampir menubruk Marquez dari belakang jelang dua tikungan terakhir sebelum akhirnya sang pebalap Spanyol itu melintas garis finis 0,903 detik di depan, demikian laman resmi MotoGP.

Baca juga: Marquez kalahkan Quartararo di lap terakhir untuk juarai GP San Marino

“Pada akhirnya aku putuskan untuk melakukannya” kata Marquez seperti dikutip AFP.

Juara dunia lima kali itu kini mengemas 77 kemenangan Grand Prix selama karirnya di semua kelas untuk menyalip rekor kemenangan legenda dari Britania Mike Hailwood.

Pebalap berusia 26 tahun itu kini telah memenangi 51 balapan di kelar premier, 16 di kelas Moto2, dan sepuluh di kelas Moto3.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi podium dengan finis ketiga walau pun mengawali lomba dari pole position.

Empat pebalap Yamaha berada di peringkat lima besar hari itu. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) finis keempat di kampung halamannya itu, diikuti oleh Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di peringkat lima.
 

Baca juga: Statistik dan fakta jelang GP San Marino

Baca juga:Pebalap Yamaha mengepung Marquez di FP2 GP San Marino

“Balapan yang berat,” kata Quartararo. “Itu pertama kalinya aku bertarung dengan Marquez seperti itu.”

Quartarararo, yang langganan tampil sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas itu, kini telah naik podium empat kali di debutnya musim ini sebagai pebalap rookie tim satelit Yamaha untuk menduduki peringkat tujuh klasemen pebalap umum dengan mengemas 112 poin, terpaut 17 poin dari Valentino Rossi.

Dengan hasil itu, Marquez meraih kemenangan ketiga kalinya di Misano di kelas premier dan menyamai capaian Rossi dan Jorge Lorenzo.

Marquez pun semakin kokoh di puncak klasemen dengan 275 poin, unggul 93 poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati) dengan enam balapan tersisa.

Hasil GP San Marino 2019
1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 42 menit 25,163 detik
2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,903 detik
3 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1,636 detik
4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +12,660 detik
5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +12,774 detik
6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +13,744 detik
7 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +20,050 detik
8 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +22,512 detik
9 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +26,554 detik
10 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) +31,456 detik
11 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +32,388 detik
12 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +34,477 detik
13 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +35,325 detik
14 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +47,247 detik
15 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) +62,280 detik
16 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +67,831 detik
17 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +84,666 detik
18 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +1 lap
Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) DNF
Michele Pirro ITA Ducati Team (GP19) DNF
Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) DNF
Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* DNF
* Rookie.

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fernandez menang dramatis di Misano, Dimas Ekky absen

Jakarta (ANTARA) – Augusto Fernandez (Flexbox HP 40) memenangi duel dengan Fabio Di Giannantonio di lap terakhir untuk melintasi garis finis pertama di GP San Marino, Minggu.

Giannantonio, yang start dari pole position, memimpin hampir sepanjang lomba, namun Fernandez melancarkan serangan di Tikungan 14 untuk menyalip pebalap tim +Ego Speed Up itu.

Sebelum melakukan manuver, Fernandez sempat melebar ke area hijau di pinggir Tikungan 11 sehingga menyebabkan steward melakukan investigasi karena sang pebalap Spanyol itu dianggap melebihi batas trek.

Manuver terakhir itu membawa Fernandez mengulangi kesuksesannya di Silverstone di mana ia juga terlibat duel dengan Giannantonio sekaligus mengunci kemenangan ketiganya musim ini.

Alex Marquez (EG 0,0 Marc VDS) harus puas finis ketiga setelah disalip Fernandez di lap ke-13 namun masih kokoh di puncak klasemen dengan 197 poin.

Fernandez membayangi rival senegaranya itu dengan selisih 26 poin di peringkat dua.

Sementara itu pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama kembali absen karena masih dalam masa pemulihan cedera yang ia alami di Assen, Belanda.

Baca juga: Dimas Ekky alami kecelakaan di FP1 GP Belanda

Baca juga: Baldassarri juara Jerez, Dimas Ekky dinyatakan fit usai kecelakaan

Idemitsu Honda Team menunjuk pebalap Indonesia lainnya, Andi Farid Izdihar untuk menggantikan kompatriot senegaranya itu di Misano.

Dimas juga masih akan absen di seri balapan selanjutnya di Aragon, di mana pebalap Indonesia Gerry Salim akan menggantikannya di balapan seri ke-14 itu pekan depan.

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez kalahkan Quartararo di lap terakhir untuk juarai GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Marq Marquez (Repsol Honda) meredam Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dalam duel klasik di lap terakhir untuk menjuarai balapan GP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu.

Marquez, yang memulai balapan dari posisi start kelima, finis pertama, 0,903 detik di depan Quartararo, demikian laman resmi MotoGP.

Vinales, yang start dari pole position, kehilangan posisinya di tiga lap pertama ketika Quartararo menyalip sang pebalap pabrikan Yamaha itu di lap kedua, disusul manuver Marquez satu lap berselang.

Marquez menjaga jaraknya sekitar 0,2 detik di belakang sang pebalap rookie menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan.

Harapan Quartararo untuk meraih kemenangan perdana di kelas premier pupus setelah kalah dalam duel sengit dengan Marquez di lap terakhir.
 

Baca juga: Statistik dan fakta jelang GP San Marino

Marquez, yang meraih kemenangan ketiga kalinya di Misano itu, semakin kokoh di puncak klasemen dengan 275 poin, unggul 93 poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati) dengan enam balapan tersisa.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang start dari pole position, harus puas finis ketiga setelah kehilangan posisi pimpinan lomba di tiga lap pertama.

Quartararo dan Marquez pun meninggalkan rival-rivalnya di belakang. Vinales berjuang sendiri dua detik di belakang mereka sedangkan Rossi terpaut jauh sekitar 14 detik memperebutkan P4 dengan Franco Morbidelli hingga lima putaran terakhir.

Jelang tikungan pertama di lap terakhir Marquez melakukan manuvernya untuk menyalip Quartararo.

Sang pebalap Prancis tak lama meraih kembali posisinya, namun Marquez tak menyerah dan menyerang lagi ke depan.

Quartararo hampir menubruk Marquez dari belakang jelang dua tikungan terakhir sebelum akhirnya sang pebalap Spanyol itu melintas garis finis terlebih dahulu.

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Pahlawan setempat, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), finis keempat di depan ribuan pendukungnya hari itu diikuti Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di P5.

Empat pebalap Yamaha finis di peringkat lima besar hari itu.

Celaka bagi Alex Rins (Suzuki Ecstar) ketika ia mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di Tikungan 4 saat balapan masih menyisakan 12 putaran.

Di empat putaran terakhir, Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) juga terjatuh di Tikungan 8.

Sementara itu, juara GP San Marino tahun lalu, Dovizioso harus puas finis di peringkat 6 sebagai pebalap Ducati tercepat hari itu.

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing), yang start dari P2, kehilangan kecepatannya di awal lomba dan hanya mampu finis P7 di depan Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Dua pebalap Ducati lainnya, Jack Miller (Pramac Racing) dan Danilo Petrucci (Ducati Team) melengkapi finis peringkat 10 besar hari itu.

Baca juga: Espargaro pun heran KTM nyaris pole position di GP San Marino

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Statistik dan fakta jelang GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Sesi kualifikasi GP San Marino, Sabtu, menyaksikan bagaimana Pol Espargaro hampir mempersembahkan pole position pertama kalinya untuk KTM sebelum Maverick Vinales merenggutnya dengan membuat catatan waktu yang lebih cepat di akhir sesi.

Dengan itu, Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) meraih pole position kedelapan kalinya di kelas premier dan menyamai rekor Luca Cadalora, demikian laman resmi MotoGP.

Pole position itu merupakan yang ke-19 kali di sepanjang karir membalap Viñales dan pole position kedua bagi sang pebalap asal Spanyol itu di musim ini sejak seri pembuka di Qatar.

Hasil kualifikasi di Misano menjadi pole position keenam bagi Yamaha sejak sirkuit itu kembali ke kalender MotoGP pada 2007. Posisi start terdepan terakhir pabrikan asal Iwata, Jepang itu juga diraih oleh Viñales pada 2017 ketika ia finis P4.

Baca juga: Vinales kalahkan Espargaro untuk pole position GP San Marino

Sementara itu, Pol Espargaro (KTM Factory Racing) akan start dari P2, menyamai hasil terbaiknya ketika dia turun pertama kali di kelas MotoGP pada 2014, yaitu di Le Mans, kala itu ia membalap untuk Yamaha.

P2 itu merupakan hasil terbaik kualifikasi bagi KTM di kelas MotoGP, mengalahkan posisi start ketiga yang diraih Johann Zarco ketika di Brno. Ini menjadi posisi start baris terdepan kali kedua bagi pabrikan asal Austria itu.
 

Baca juga: Espargaro pun heran KTM nyaris pole position di GP San Marino

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) akan start dari P3. Jika pebalap asal Prancis itu menang di Misano dalam usia 20 tahun dan 148 hari, ia bisa menjadi pebalap termuda kedua yang menjuarai balapan kelas premier setelah Marc Marquez (Repsol Honda), yang kala itu berusia 20 tahun 63 hari ketika menjuarai GP Amerika Serikat pada 2013.

Di baris kedua, Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) meraih posisi start terbaiknya setelah dia juga start dari P4 di Italia dan Catalunya di awal musim.

Dengan Vinales, Quartararo dan Morbidelli, ini merupakan kali kedua tiga pebalap Yamaha berada di posisi start empat besar sejak Catalunya.

Di kubu Honda, Marquez akan start dari P5 untuk kedua kali secara beruntun di Misano. Hasil terburuk Marquez di kualifikasi sejak dia juga start dari P5 di Valencia musim lalu.

Terakhir kali Marquez juara balapan dari posisi start di luar empat besar adalah ketika di Jepang tahun lalu.

Baca juga: Marquez: Yamaha sangat cepat di Misano

Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha MotoGP) masih menjadi pebalap tersukses di Misano, bersama Jorge Lorenzo (Repsol Honda) yang sama-sama meraih tiga kemenangan di sana.

Rossi akan start dari P7 dua tahun berturut-turut di Misano. Dia juga tak mampu mencatatkan waktu di kualifikasi untuk meraih posisi start di baris kedua terdepan atau lebih baik pada 2011 dan 2018.
 

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Bagi Johann Zarco, P8 adalah posisi start terbaiknya yang diraih dalam kondisi trek kering sejak terakhir kali dia start dari P3 di Phillip Island musim lalu.

Namun, Zarco dikenai penalti mundur tiga posisi start di Misano buntut insiden senggolan dengan Miguel Oliveira di Silverstone.

Yamaha meraih trofi juara terbanyak di Misano dengan enam kemenangan dari total 14 finis podium. Sementara Honda menguntit di peringkat dua dengan empat kemenangan dengan finis podium 14 kali.

Sementara itu, Jorge Lorenzo memiliki finis podium terbanyak di antara pebalap lainnya yaitu dengan delapan podium dari 11 kali berlomba di Misano di kelas premier.

Diikuti oleh Dani Pedroda dan Rossi dengan sama-sama enam finis podium dan Marquez dengan empat kali naik podium.

Lorenzo juga peraih pole position terbanyak di Misano, yaitu empat kali, termasuk tahun lalu dimana ia gagal menyelesaikan lomba setelah tergelincir ketika bersaing dengan Marquez.

Baca juga: Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan pembalap sepeda meriahkan Tour de Linggarjati ke-5

ANTARA – Ratusan atlet sepeda dari dalam maupun luar negeri  memeriahkan Tour de Linggarjati ke-5 di Kuningan Jawa Barat. Pada  hari pertama Tour de Linggarjati ini, para atlet sepeda dari  berbagai umur mengikuti Individual Time Trial ( ITT ) dengan jarak  tempuh 12 kilometer. Pada kelas ITT ini sempat diwarnai  dengan jatuhnya seorang atlet sepeda pada saat start akibat rantai sepedanya lepas.(Enjang Solihin/Fahrul Marwansyah/Risbeyhi)

MotoGP bisa gelar hingga 22 seri balapan setelah musim 2021

Jakarta (ANTARA) – MotoGP bisa menggelar hingga 22 seri setelah musim 2021 dengan menerapkan sistem giliran kepada lima seri yang ada di Spanyol dan Portugal, demikian bos MotoGP Carmelo Ezpelata.

Spanyol telah menggelar empat seri di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Jerez, Valencia dan Aragon, dari 19 seri balapan di kalender musim ini, namun Sirkuit Portimao di Portugal mengemukakan keinginannya untuk bergabung.

Sementara itu, Finlandia akan masuk di kalender musim 2020 dan Indonesia di tahun berikutnya.

Baca juga: Pebalap ungkap kesan pertama jajal calon trek GP Finlandia

Baca juga: September “ground breaking” pembangunan Sirkuit Mandalika

Ezpeleta, presiden dan pemegang hak komersial Dorna, mengatakan di laman resmi MotoGP.com jika satu wilayah tak boleh menggelar seperempat dari seri balapan yang ada di musim itu.

“Kami kira hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membuat rotasi di antara lima Grand Prix yang digelar di Semenanjung Iberia itu. Setiap sirkuit akan menggelar tiga seri balapan dalam lima tahun tapi ini adalah skenario jika semua yang direncanakan berjalan,” kata Ezpeleta seperti dikutip Reuters.

Ezpeleta juga mengungkapkan adanya ketertarikan yang besar untuk menggelar balapan khususnya di Asia Selatan yang menjadi pasar penting para pabrikan motor.

Kemudian Italia akan mendapat jatah dua balapan karena negara itu merupakan rumah dari dua pabrikan motor.

“Tentunya kalender balapan tak boleh tanpa batas. Pada 1992 ada 13 grand prix dan sekarang kita punya 19 dan tahun depan akan ada 20 seri. Dua puluh adalah angka maksimal grand prix yang kami sepakati untuk musim depan,” kata Ezpeleta.

“Kami membahas situasi itu dan sepakat jika jumlah maksimal balapan di periode antara 2022 dan 2026 adalah 22 balapan.”

Baca juga: MotoGP keluarkan kalender provisional musim balapan 2020

Baca juga: Rossi janjikan sesuatu yang baru tahun depan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

F1 Singapura terancam batal akibat kabut asap Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Balapan Formula 1 (F1) Singapura di Sirkuit Marina Bay, pekan depan (20-21/9) terancam batal mengingat semakin parahnya kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.

“Kondisi udara semakin buruk akibat kabut asap yang menyelimuti langit Singapura sore ini,” demikian disampaikan Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) seperti dikutip AFP.

“Kondisi ini disebabkan karena adanya kiriman kabut asap akibat kebakaran hutan yang terbawa angin dari Pulau Sumatra ke Singapura.”

NEA menyatakan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Singapura semakin memburuk, dan sudah mencapai angka 112 di beberapa daerah pada Sabtu malam.

Indeks 101-200 termasuk dalam kategori tidak sehat. Maka NEA pun menyarankan warganya untuk tidak beraktivitas di luar ruangan terlalu lama.

Akibat kabut asap itu, beberapa warga Singapura terlihat menggunakan masker. Namun, kondisi itu belum mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.

Baca juga: KLHK selidiki perusahaan Malaysia dan Singapura yang sebabkan karhutla

Baca juga: Singapura apresiasi usaha Indonesia atasi karhutla

Panitia penyelenggara Formula 1 Singapura mengatakan ada kemungkinan kabut asap adalah penyebab utama yang menghalangi keberlangsungan balapan jet darat tahun ini.

“Rencana sudah dirumuskan dan didiskusikan dengan stakeholder, pemerintah setempat dan komunitas Formula 1,” kata penyelenggara Formula 1 Singapura.

“Kabut asap berdampak pada jarak pandang, kesehatan masyarakat dan masalah operasional, maka F1 Singapura akan bekerja sama dengan instansi terkait sebelum membuat keputusan mengenai keberlanjutan acara tersebut.”

Negara tetangga Malaysia juga terkena imbas atas kabut asap itu. Kualitas udara di sebagian kota termasuk Kuala Lumpur sudah masuk ke dalam kategori tidak sehat akhir-akhir ini.

Sebelumnya, pada 2015 silam, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sempat mencapai kategori sangat berbahaya dengan level di atas 300 dan menyebabkan beberapa sekolah terpaksa diliburkan.

Baca juga: GP Singapura bukan sekedar balapan biasa

Baca juga: Mercedes pasok mesin ke Williams hingga 2025
 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gelar juara Vuelta a Espana di depan mata Roglic

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda asal Slovenia Primoz Roglic tinggal selangkah lagi meraih gelar juara Vuelta a Espana setelah mempertahankan kaus merah tanda pemimpin klasemen umum pebalap hingga etape 20, Sabtu.

Jika tidak tabrakan di etape final pada Minggu yang start dari Fuenlabrada ke pusat kota Madrid, pebalap 29 tahun dari tim Jumbo Visma itu akan meraih gelar juara Grand Tour pertamanya dan menjadi pebalap Slovenia pertama yang memenangi salah satu dari tiga balap sepeda terakbar di dunia itu.

Roglic finis kelima di etape yang menempuh jarak 190km dengan lima titik tanjakan dari Arenas de San Pedro menuju Plataforma de Gredos sembilan detik dari juara dunia dunia Alejandro Valverde dati tim Movistar, yang berpeluang besar finis runner-up secara umum, demikian Reuters.

Roglic mempertahankan keunggulannya dengan selisih waktu dua menit 33 detik di depan Valverde. Sedangkan rekan satu tim Valverde, Nairo Quintana melorot ke peringkat empat klasemen umum.

Baca juga: Higuita juara etape 18, Roglic perkuat posisi di puncak klasemen

Sementara itu Tadej Pogacar (20) dari tim UAE Emirates melakukan pendakian solo yang impresif sebelum menyentuh garis finis pertama di etape 20.

Kompatriot senegara Roglic itu berada di peringkat tiga klasemen pebalap umum setelah melakukan serangan di tanjakan kedua terakhir untuk menyerang kelompok yang melakukan break away termasuk di dalamnya Tao Geoghegan Hart dan Rubern Guerreiro.

Pebalap muda itu tidak perlu berlama-lama meladeni dua rivalnya itu dan melancarkan serangan untuk menambah keunggulannya ketika melibas tanjakan Puerto de Pena Negra sendirian.

Pogacar melintasi garis finis yang berada di puncak Plataforma de Gredos satu menit 32 detik dari rival terdekatnya, Valverde, untuk gelar juara etape ketiga kalinya di Vuelta tahun ini.

Roglic, Valverde dan Pogacar hanya perlu finis di etape terakhir untuk bisa naik ke podium di Madrid.

“Jujur setelah Pogacar melesat, aku tak bisa mendengar apa pun di earphone ku di atas sini dan aku kira aku kehilangan tempat kedua. Jadi sebenarnya aku cukup senang,” kata Valverde seperti dikutip AFP.

Baca juga: “Superman” juarai etape pertama La Vuelta a Espana

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Espargaro pun heran KTM nyaris pole position di GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) tak bisa berkata-kata setelah mempersembahkan posisi start dari baris terdepan untuk KTM di GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli.

Pebalap asal Spanyol itu finis kedua tercepat dengan selisih 0,295 detik dari Maverick Vinales yang meraih pole position di babak kualifikasi, Sabtu.

Espargaro sempat membuat kejutan dengan tampil yang tercepat di penghujung Q2, namun tidak berapa lama rival senegaranya itu memperbaiki catatan waktunya di lap terakhir untuk merebut pole position dari kubu KTM.

“Aku tak punya kata-kata untuk menjelaskannya. Aku tak tahu bagaimana bisa meraih ini,” kata Espargaro usai kualifikasi seperti dilansir laman resmi MotoGP.
 

Baca juga: Vinales kalahkan Espargaro untuk pole position GP San Marino

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Espargaro menjaga kecepatannya di peringkat tujuh besar atau lebih baik selama sesi latihan bebas, bahkan sempat finis ketiga tercepat di FP3.

“Motor ini tampil sangat baik sepanjang akhir pekan ini dan pagi ini tanpa suhu yang tinggi di trek aku bisa cepat, tapi satu lap tertinggal dari Maverick dan aku tak bisa melakukannya lagi.”

P2 kali ini merupakan posisi start terbaik untuk KTM setelah P3 yang diraih Johann Zarco di Brno.

Zarco terpaut sekitar 0,5 detik dari rekan satu timnya itu untuk start dari P8 di Misano.

Sebelumnya di sesi latihan bebas Espargaro mengungkapkan jika KTM telah bekerja keras dengan pebalap uji Dani Pedrosa untuk meningkatkan kemampuan bagian depan motor KTM sehingga para pebalap bisa lebih tampil menekan tanpa terlalu banyak tergelincir seperti yang terjadi di balapan-balapan awal musim ini.

Pebalap tim independen Yamaha Fabio Quartararo melengkapi posisi start dari baris terdepan di P3.

“Aku masih tak percaya melihat motor kesayangan kami ini berada di antara dua motor terbaik itu. Ini luar biasa,” kata Espargaro.

Baca juga: Pebalap Yamaha mengepung Marquez di FP2 GP San Marino

Baca juga:Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vinales kalahkan Espargaro untuk pole position GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) meraih pole position GP San Marino setelah tampil tercepat di babak kualifikasi, Sabtu.

Pebalap asal Spanyol itu mencetak waktu satu menit 32,265 detik di penghujung Q2 untuk menggeser Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) ke peringkat dua dengan selisih 0,295 detik, demikian laman resmi MotoGP.

Espargaro sempat memberi kejutan dengan tampil sebagai yang tercepat jelang akhir sesi di Sirkuit Misano Marco Simoncelli itu, namun Vinales mampu memperbaiki catatan waktunya di lap terakhir untuk meraih pole position keduanya musim ini setelah Qatar.

P2 kali ini merupakan hasil kualifikasi terbaik KTM musim ini setelah Johann Zarco meraih P3 di Brno.

Baca juga: Marquez: Yamaha sangat cepat di Misano

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) terpaut 0,306 detik dari pebalap pabrikan Yamaha itu untuk melengkapi posisi start baris terdepan di P3, sedangkan rekan satu timnya, Franco Morbidelli di P4.

Pemuncak klasemen pebalap, Marc Marquez (Repsol Honda), yang tampil tercepat di sesi FP4 walaupun sempat terjatuh di sesi latihan terakhir itu, tidak mampu menerjemahkan kecepatannya itu di babak kualifikasi dan akan start dari P5 di depan juara GP San Marino tahun lalu, Andrea Dovizioso dari tim Ducati.

Pahlawan lokal, Valentino Rossi, dengan helm berdesain livery khusus untuk balapan di kampung halamannya itu akan start dari P7 di depan Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) yang harus berjuang melewati Q1 untuk akhirnya start dari P8.

Marquez dan Rossi menunjukkan rivalitas mereka ketika keduanya saling salip menyalip di lap terakhir babak kualifikasi bahkan hampir bersenggolan. Al hasil, kedua juara dunia itu gagal memperbaiki catatan waktu mereka.

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Alex Rins (Suzuki Ecstar) akan mencoba menyerang rival-rivalnya dari P9, diikuti oleh rekan satu timnya, Joan Mir di P10.

Sedangkan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) harus puas di P11 diikuti oleh pebalap wildcard Ducati Michele Pirro di P12.

Cal Cruthclow (LCR Honda Castrol) gagal melaju dari Q1 dan akan start dari P14 di belakang Francesco Bagnaia (Pramac Racing).

Dua pebalap Ducati lainnya, Jack Miller (Pramac Racing) dan Danilo Petrucci (Ducati) tak bisa lebih cepat Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) dan akan start dari P16 dan P17 diikuti oleh Jorge Lorenzo (Repsol Honda) di P18.

Andrea Iannone (Aprilia Racing Team Gresini) tak mencatatkan waktu di kualifikasi setelah dilarikan ke pusat medis karena terjatuh di sesi FP4.

Baca juga: Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Hasil babak kualifikasi GP San Marino:
Q2
1 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 32,265 detik
2 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +0,295 detik
3 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,306 detik
4 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +0,445 detik
5 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0,477 detik
6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +0,773 detik
7 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,814 detik
8 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) +0,858 detik
9 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +1,000 detik
10 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +1,166 detik
11 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +1,184 detik
12 Michele Pirro ITA Ducati Team (GP19) +1,196 detik
Q1:
13 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 33,488 detik
14 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 33,516 detik
15 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 33,522 detik
16 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 33,571 detik
17 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) 1 menit 33,63 detik
18 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) 1 menit 33,777 detik
19 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 34,162 detik
20 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 34,322 detik
21 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 34,401 detik
22 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 34,904 detik
23 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) Tak ada catatan waktu
* Rookie.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) meneruskan tradisi menggunakan helm dengan desain livery spesial untuk turun di GP San Marino, Italia, Minggu (15/9) yang merupakan balapan di kampung halamannya.

Sebelum sesi latihan bebas ketiga, Sabtu, Rossi menunjukkan desain helmnya yang baru itu di garasi tim, demikian laman resmi MotoGP, Sabtu.

Di sisi kiri, gambar potongan pizza disusun membentuk matahari, desain klasik yang selalu digunakan Rossi.

Sedangkan di sisi lain helm itu tampak gambar semangka yang melambangkan warna bendera Italia dengan warna merah, putih dan hijau.
 

Di bagian belakang helm, terpasang gambar kartun hewan peliharaan Rossi, dua anjing labrador yang bernama Ulysses dan Penelope, yang mengapit seekor kucing yang bernama Rossano.

Ketiga hewan itu menggunakan atribut VR46 sementara Rossano memegang bendera bertulisan “Forza Vale”.

Baca juga: Quartararo ungguli Vinales di FP3 GP San Marino

Baca juga: Marquez: Yamaha sangat cepat di Misano
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo ungguli Vinales di FP3 GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) kembali tampil tercepat di sesi latihan GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu.

Di penghujung sesi FP3, pebalap rookie asal Prancis itu memperbaiki catatan waktunya menjadi satu menit 32,081 detik untuk menggeser pebalap pabrikan Yamaha Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) ke peringkat dua dengan selisih 0,356 detik, demikian laman resmi MotoGP.

Semua pebalap yang finis peringkat 10 besar di FP3 memperbaiki catatan waktu sesi latihan sebelumnya sehingga mereka mengantongi tiket langsung lolos ke Q2.

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) yang finis enam besar di sesi latihan jumat, menikmati hasil positif di FP3 dengan finis ketiga tercepat terpaut 0,565 detik dari catatan waktu Quartararo.

Baca juga: Pebalap Yamaha mengepung Marquez di FP2 GP San Marino

Espargaro mengakui jika KTM telah bekerja keras dengan pebalap uji Dani Pedrosa dalam mengembangkan motor mereka, terlebih untuk meningkatkan daya cengkeram di bagian depan sehingga mereka mampu lebih memaksa motor mendekati batasnya.

Al hasil, Espargaro mampu unggul tipis 0,040 detik dari juara bertahan Marc Marquez (Repsol Honda) yang finis keempat tercepat hari itu.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) finis kelima di depan Takaaki Nakagami (LCR Honda IDemitsu) dan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Kemudian Alex Rins (Suzuki Ecstar) mampu menembus tempat otomatis di Q2 setelah finis P8 di depan dua pebalap Ducati Michele Pirro, yang mendapat wild card, dan Andrea Dovizioso, juara GP San Marino tahun lalu, yang harus berjuang keras untuk mendapatkan slot terakhir untuk ke Q2.

Baca juga: Marquez: Yamaha sangat cepat di Misano

Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) dan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) terlempar ke P11 dan P12 diikuti oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) di P13.

Hari yang buruk bagi tim Pramac Racing ketika dua pebalapnya Francesco Bagnaia dan Jack Miller terseok sesok di P14 dan P16. Joan Mir (Suzuki Ecstar) berada di antara pebalap tim independen Ducati itu.

Pebalap pabrikan Ducati Danilo Petrucci finis P17 menambah kekecewaan bagi tim yang bermarkas di Borgo Panigale itu.

Sementara itu, Jorge Lorenzo (Repsol Honda) yang masih memulihkan diri dari cedera finis di P19.

Baca juga: Dovizioso jabarkan kondisinya ketika kehilangan ingatan di Silverstone

Sesi FP4 digelar pukul 18:30 sebelum babak kualifikasi MotoGP dimulai dengan sesi Q1 pada Sabtu pukul 19:10 WIB.

Sepuluh besar waktu terbaik dari kombinasi latihan
1. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 1:32,081
2. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,356
3. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,565
4. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,605
5. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) + 0,975
6. Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) + 1,017
7. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 1,022
8. Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) + 1,059
9. Michele Pirro (Ducati Team) + 1,213
10. Andrea Dovizioso (Ducati Team) + 1,259

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez: Yamaha sangat cepat di Misano

Semua pebalap Yamaha sangat kuat khususnya Quartararo dan Vinales

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) mendapati para pebalap Yamaha tampil kuat ketika menjalani sesi latihan bebas di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Jumat.

Empat pebalap Yamaha berada di peringkat lima besar pebalap tercepat hari itu, sementara Marquez diapit di peringkat tiga oleh rival-rivalnya.

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di peringkat dua teratas, sementara Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di P4 dan P5.

“Semua pebalap Yamaha sangat kuat khususnya Quartararo dan Vinales. Mereka membalap dengan sangat baik dan kalian bisa melihat hasilnya, empat Yamaha di posisi atas dan kami di tengah, seperti biasa,” kata Marquez seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Baca juga: Pebalap Yamaha mengepung Marquez di FP2 GP San Marino

Baca juga: Rossi janjikan sesuatu yang baru tahun depan

  Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) menjalani balapan GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (11/8/2019). ANTARA/REUTERS/Lisi Niesner/aa.
Pebalap asal Spanyol itu juga telah merasakan kecepatan tim rival dari Iwata itu ketika sesi tes resmi di Misano berlangsung akhir bulan lalu di mana Quartararo menguasai tes yang berlangsung dua hari itu sebagai yang tercepat.

“Setelah dua hari tes setiap pebalap membalap sangat cepat …kami mencoba untuk menemukan jalan yang terbaik untuk mempertahankan poin kejuaraan ini pada Minggu nanti,” kata Marquez yang terpaut 0,396 detik dari Vinales itu.

Di sesi latihan, Jumat, Marquez kembali menggunakan frame alumunium alih-alih dari serat karbon yang pernah ia pakai.

“Kami memutuskan untuk menggunakan frame standar karena kami ada sedikit keraguan, dan ketika kalian ragu lebih baik menggunakan satu yang kalian pahami.”

Baca juga: Quartararo pungkasi tes Misano sebagai yang tercepat

Baca juga: Dovizioso jabarkan kondisinya ketika kehilangan ingatan di Silverstone

Sementara itu, rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo, yang masih berupaya pulih dari cedera, hanya mampu mencatatkan waktu terbaik ke-17 di sesi latihan hari itu.

Statistik menunjukkan jika Yamaha menjadi tim tersukses di Misano dengan 14 kali podium dan enam kemenangan. Sedangkan Honda, dengan jumlah finis podium yang sama, meraih hanya empat kemenangan di sana.

Para pebalap akan bertarung di FP3 pada Sabtu untuk memperebutkan slot otomatis ke Q2 di babak kualifikasi.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap Yamaha mengepung Marquez di FP2 GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) mencatatkan waktu tercepat serta memimpin serbuan Yamaha pada sesi latihan bebas kedua GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Jumat waktu setempat.

Empat pebalap Yamaha berada di lima besar pebalap tercepat di sesi latihan siang, mengepung Marc Marquez (Repsol Honda) yang finis ketiga tercepat setelah Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Viñales mencatatkan waktu satu menit 32,775 detik untuk unggul tipis 0,057 detik dari Quartararo dan 0,396 detik lebih cepat dari Marquez, demikian laman resmi MotoGP.

Pahlawan setempat, Valentino Rossi, yang sempat tercecer di P9 pada FP1, memperbaiki catatan waktunya untuk naik lima peringkat ke P4 diikuti oleh Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di P5.

Baca juga: Quartararo ungguli Marquez di FP1 GP San Marino

Baca juga:Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

“Di siang hari kami mencoba sejumlah hal baru dari motor tapi belum jelas apakah lebih baik jadi kami kembali dan membalap seperti biasanya,” kata Viñales.

“Dengan ban baru aku mendapati daya cengkeram yang sangat baik dan aku merasa enak dengan motorku jadi hal ini sangat positif.”

Sementara itu, Marquez mendapati para pebalap Yamaha tampil sangat cepat di sesi latihan hari itu.

“Semua pebalap Yamaha sangat kuat khususnya Quartararo dan Vinales. Mereka membalap dengan sangat baik dan kalian bisa melihat hasilnya, empat Yamaha di posisi atas dan kami di tengah, seperti biasa,” kata Marquez yang menjadi pemuncak klasemen sementara itu.

Pada sesi tes resmi MotoGP di Misano akhir bulan lalu, Yamaha juga menunjukkan tajinya lewat Quartararo sebagai pebalap tercepat sesi itu.

“Setelah dua hari tes setiap pebalap membalap sangat cepat …kami mencoba untuk menemukan jalan yang terbaik untuk mempertahankan poin kejuaraan ini pada Minggu nanti,” kata Marquez.

Baca juga:Quartararo pungkasi tes Misano sebagai yang tercepat

Baca juga:Rossi janjikan sesuatu yang baru tahun depan

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) tampil impresif untuk finis keenam tercepat mengungguli Danilo Petrucci (Ducati). Namun catatan waktu Petrucci di FP2 masih kalah 0,024 detik dari catatan waktu pebalap uji Ducati Michelle Pirro di FP1.

Pebalap pabrikan Ducati lainnya Andrea Dovizioso memperbaiki catatan waktunya untuk finis kedelapan tercepat namun hanya mampu membawanya di peringkat 10 di gabungan waktu latihan bebas.

Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gressini) tak mampu tampil lebih cepat dari FP1 namun cukup nyaman di P9 kombinasi waktu latihan setelah Pirro dan Petrucci.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) finis P9 di sesi siang namun harus bekerja ekstra untuk mengamankan tempat sementara lolos ke Q2 setelah hanya finis peringkat 11 terbaik dari dua waktu latihan.

Demikian pula Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) yang terpaut dua peringkat di bawah Dovizioso.

Sementara itu Johan Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) dikenai penalti mundur posisi start di Misano buntut insiden senggolan dengan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) di Silverstone.

Baca juga:Dovizioso jabarkan kondisinya ketika kehilangan ingatan di Silverstone

Para pebalap akan bertarung di FP3 pada Sabtu untuk memperebutkan slot otomatis ke Q2.

Waktu terbaik kombinasi latihan
1. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) 1:32,775
2. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) + 0,057
3. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,396
4. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,695
5. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) + 0,749
6. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,849
7. Michele Pirro (Ducati Team) + 0,929
8. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,953
9. Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) + 0,987
10. Andrea Dovizioso (Ducati Team) + 1,051

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes pasok mesin ke Williams hingga 2025

Jakarta (ANTARA) – Tim Williams resmi memperpanjang kemitraannya dengan Mercedes sebagai pemasok mesin tim Formula 1 itu hingga akhir 2025, umum tim pada Jumat.

Tim juara dunia itu belum pernah memenangi balapan lagi sejak 2012 dan saat ini berada di peringkat buncit klasemen konstruktor dan pebalap. Mereka telah menggunakan power unit Mercedes sejak 2014, tahun mesin hybrid V6 turbo digunakan pertama kali.

Williams pun finis peringkat tiga secara umum di musim 2014 dan 2015.

Kontrak kemitraan Williams dan Mercedes yang sebelumnya berlaku hingga 2020.

“Kami yakin jika mereka (Mercedes) akan terus memiliki paket mesin yang sangat kompetitif,” ungkap wakil kepala tim Claire Williams seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Bos Toro Rosso inginkan Albon tetap di Red Bull musim depan

Williams akan terus menggunakan transmisi di luar dari Mercedes, tidak seperti Racing Point yang dipasok mesin dan girboks oleh pabrikan asal Jerman itu.

Tim pabrikan Mercedes telah memenangi setiap kejuaraan dunia yang digelar sejak mesin 1,6 liter turbo hybrid diperkenalkan pada 2014. Mereka saat ini sedang menuju gelar keenam mereka.

Bos tim Mercedes Toto Wollf menyadari jika Williams sedang berada di posisi yang sulit karena kewalahan dengan mobil yang tak kompetitif setelah mencetak hanya satu poin dari 14 balapan musim ini.

“Aku yakin jika masa depan dari tim-tim independen itu terang di bawah regulasi finansial yang akan diterapkan pada 2021 dan kami senang bisa melanjutkan kemitraan kami dengan Williams menuju era baru olah raga ini,” kata Wolff.

Williams saat ini memiliki George Russell, juara dunia Formula 2 tahun lalu, yang membalap bersama pebalap Polandia Robert Kubica.

Russel (21), yang didukung Mercedes, dipandang sebagai masa depan tim Silver Arrow itu namun akan tetap membalap bersama Williams hingga 2020.

Baca juga:Leclerc juara di Monza, duet Mercedes lengkapi podium

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo ungguli Marquez di FP1 GP San Marino

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) mencetak waktu tercepat di sesi latihan pembuka GP San Marino di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Jumat.

Catatan terbaik pebalap rookie asal Prancis di FP1 adalah satu menit 33,153 detik yang membawanya unggul 0,376 detik dari pemuncak klasemen sementara Marc Marquez (Repsol Honda), demikian laman resmi MotoGP.

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi peringkat tiga besar hari itu untuk Yamaha di pagi yang cerah di Misano.

Sedangkan rekan satu timnya, yang juga pahlawan setempat, Valentino Rossi berada di P9 satu posisi di belakang pebalap asal Italia lainnya, Danilo Petrucci dari Ducati.

Baca juga: Quartararo pungkasi tes Misano sebagai yang tercepat

Baca juga:Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Pebalap uji Ducati Michele Piro menjadi pebalap Ducati tercepat di P4 diikuti oleh Aleix Espargaro yang melesat dengan motor Aprilianya di P5.

Sang adik, Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) tak jauh di belakang dan melengkapi lima pabrikan yang berbeda yang berada di peringkat enam teratas.

Waktu terbaik 10 besar FP1
1. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) 1:33,153
2. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,376
3. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,446
4. Michele Pirro (Ducati Team) + 0,551
5. Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) + 0,609
6. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) + 0,849
7. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) + 0,886
8. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,996
9. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 1,029
10. Tito Rabat (Reale Avinita Racing) + 1,108

Baca juga: Dovizioso jabarkan kondisinya ketika kehilangan ingatan di Silverstone
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kepri akhirnya punya sirkuit motokros permanen

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) – Provinsi Kepulauan Riau, akhirnya memiliki sirkuit motokros permanen dan berstandar nasional, di area pusat perkantoran Pemprov Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Letaknya persis di sebelah lapangan sepak bola internasional yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Panjang lintasan sirkuit Dompak ini sepanjang 1.200 meter. Sementara luas total lokasi sirkuit mencapai empat hektar,” kata Ketua Korwil IMI Kota Tanjungpinang, Yova Apriazir, Jumat.

Dengan memiliki lintasan sirkuit sepanjang itu, lanjut dia, maka Kepri sudah sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia, yang lebih dulu telah memiliki lintasan sirkuit motokros.

Yofa mengatakan, pada bulan November mendatang pihaknya akan melakukan uji coba sirkuit motocross tersebut, sekaligus menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) motokros yang memperebutkan Piala Gubernur Kepri 2019.

Kejurnas ini akan melibatkan pembalap dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk pembalap atau atlet motokros tingkat nasional mulai rangking satu sampai sepuluh.

“Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp100 juta,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sampai sejauh ini atlet motokros Kepri secara prestasi sudah masuk sepuluh besar nasional.

Menurut Yofa, setiap agenda dan event kejuaran motokros khususnya kelas 125 cc. Kepri memiliki atlet andalan dan sangat disegani para pembalap lainnya.

“Kita akan pacu terus atlet-atlet lainnya yang memiliki bakat dan talenta motokros, tinggal bagimana membinanya dan tentunya perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Di lokasi sirkuit motokros ini pula akan dilakukan penghijauan serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya pada tahun 2020 mendatang.

“Pemprov Kepri akan menganggarkan sekitar Rp2 miliar untuk membangun fasilitas seperti paddock dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” tuturnya.

Baca juga: Bupati Kuansing janji bangun sirkuit motokros

Pewarta: Ogen
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso jabarkan kondisinya ketika kehilangan ingatan di Silverstone

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ducati Andrea Dovizioso mengungkapkan hal yang ia ingat pertama kali setelah sempat kehilangan ingatan gara-gara kecelakaan dengan Fabio Quartararo di GP Britania, Sirkuit Silverstone (2/8).

Quartararo terpeleset di tikungan pertama setelah start, Dovizioso yang mendapati motor sang pebalap Petronas Yamaha SRT di jalurnya tak bisa menghindar sehingga terpelanting ke aspal dan berakhir di perangkap pasir di pinggir trek.

Motor GP19 Ducatinya pun terbakar di pinggir trek.

Baca juga: Quartararo beberkan insiden kecelakaan di Silverstone

Hantaman keras di kepala membuat pebalap asal Italia itu sempat kehilangan ingatan untuk sementara.

“Semua (ingatan) kembali setelah 40 menit,” kata Dovi di acara jumpa pers jelang GP San Marino, Sirkuit Misano, Kamis waktu setempat.

“Aku lupa bagaimana aku tabrakan dan ketika Tardozzi menjelaskan lagi kepadaku bahwa itu bukan karena kesalahanku, aku jadi sangat geram,” kata Dovi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Di tikungan pertama Silverstone, Alex Rins (Suzuki Ecstar) sempat kehilangan grip belakang. Quartararo yang berada di belakang pebalap asal Spanyol itu kaget dan tak bisa mengendalikan motornya hingga terjatuh.

Dovi pun memaklumi hal itu karena siapa saja yang memakai ban belakang hard pastinya belum siap di awal lomba, terlebih lagi belum genap satu putaran.

“Aku pun merasa banku belum siap 100 persen. Di tikungan pertama jika kalian terlalu agresif kalian akan kehilangan bagian belakang. Quartararo aku kira mengurangi throttle dan terpeleset, aku terlalu dekat dan tak bisa menghindarinya,” kata Dovi yang berada di peringkat dua klasemen terpaut 78 poin dari Marc Marquez yang berada di puncak.

Baca juga: Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Baca juga: Rins senang bisa kalahkan dua legenda MotoGP; Rossi dan Marquez

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Higuita juara etape 18, Roglic perkuat posisi di puncak klasemen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda asal Kolombia Sergio Higuita meraih kemenangan pertama di karir profesionalnya usai menjuarai etape 18 Vuelta a Espana, Kamis sementara Primoz Roglic asal Slovenia mengokohkan posisinya di puncak klasemen umum dengan unggul dua menit 50 detik.

Higuita (22), berada dalam kelompok yang melakukan breakaway bersama lima pebalap lain di awal namun berkat kecakapannya sebagai spesialis time trial, dia melesat sendiri di turunan dengan 46km tersisa dari etape berjarak total 177,5km di daerah pegunungan dari Colmenar Viejo ke Becerril de la Sierra, demikian Reuters.

Roglic memperpendek jaraknya dengan Higuita namun pesaing dari Kolombia itu menguasai turunan final dan melintasi garis finis 15 detik di depan Roglic.

Roglic mengalahkan Alejandro Valverde di kategori sprint untuk finis runner-up di etape. Sementara sang rival asal Spanyol naik ke peringkat dua klasemen mengungguli Nairo Quintana, yang kewalahan di etape pegunungan hari itu setelah sebelumnya tampil mengesankan di etape yang menempuh rute datar.

Quintana memanfaatkan etape yang berangin pada Rabu untuk memotong jarak dengan Roglic menjadi dua menit 25 detik dan memberinya peluang untuk mengulangi kejayaannya pada Vuelta 2016.

Namun, pebalap Kolombia itu tak mampu menahan laju rival-rival utamanya dan finis kedelapan, satu menit satu detik di belakang Roglic dan Valverde.

Quintana sekarang terpaut tiga menit 31 detik dari Roglic di klasemen umum dan 41 detik di belakang Valverde.

Roglic akan memiliki peluang besar menjaga jaraknya dari Valverde pada etape 19 besok yang akan menempuh jalur datar sepanjang 165,2km dari Avila ke Toledo.

Sementara satu etape pegunungan tersisa pada Sabtu sebelum seri balapan tahun ini ditutup etape terakhir dengan finis di Madrid, Minggu.

Baca juga: Gilbert juarai etape 17, Quintana perbaiki posisinya di klasemen umum

Baca juga: Philippe Gilbert juarai etape ke-12 Vuelta a Espana

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos Toro Rosso inginkan Albon tetap di Red Bull musim depan

Kalian tak akan bisa menduga apa yang bisa terjadi di Formula 1

Jakarta (ANTARA) – Bos tim Toro Rosso Franz Tost berharap pebalap rookie asal Thailand Alexander Albon tetap membalap bersama Red Bull setelah musim ini berakhir, dan ia akan senang jika demikian.

Pebalap berusia 23 tahun kelahiran Inggris itu bertukar bangku dengan Pierre Gasly, yang memulai karirnya dengan Toro Rosso sebelum dipromosikan ke tim senior Red Bull, pada Agustus sebagai rekan Max Verstappen.

Red Bull mengatakan jika mereka akan mengevaluasi performa Albon hingga akhir musim untuk membuat keputusan siapa yang akan membalap bersama Verstappen pada 2020.

Baca juga: Albon debut impresif di Red Bull, Kvyat mengaku tak terkesan

Albon telah memulai debutnya dengan Red Bull dengan finis kelima di GP Belgia dan keenam di GP Italia.
  Alexander Albon, pembalap Thailand kelahiran Inggris, membela tim Toro Rosso di Formula Satu musim 2019 (foxsportasia.com) (foxsportasia.com/)

“Sayangnya dia telah pergi, tapi kalian tak akan bisa menduga apa yang bisa terjadi di Formula 1,” kata Tost ketika ditanya Reuters apakah Albon akan kembali ke Toro Rosso.

Toro Rosso telah menjadi tim feeder sejak Red Bull membeli Minardi pada akhir 2005 dan menamai ulang tim itu dengan tujuan mencari talenta baru untuk tim senior.

Beberapa pebalap yang sukses mengawali karirnya bersama Toro Rosso antara lain juara dunia empat kali Sebastian Vettel, sekarang bersama Ferrari setelah musim yang dominan bersama Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.

Baca juga: Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

“Aku akan mengeluh jika Red Bull mengambil pebalap lain dari luar,” kata Tost.

“Kemudian kami akan dalam masalah besar. Selama para pebalap kami cukup bagus, itu tak masalah. Aku sangat senang soal ini. Aku merasa baik jika seorang pebalap pergi ke Red Bull Racing dan memenangi balapan. Itu lah yang terbaik. Dengan itu kami tahu kami melakukan tugas kami.”

Di awal musim Tost membuat dua prediksi jika Albon akan menjadi kejutan dan Honda, pemasok mesin untuk kedua tim berlambang banteng merah itu akan memenangi balapan.

Dia dicela karena pabrikan mesin asal Jepang itu mengalami tiga musim yang suram ketika menjadi pemasok power unit tim McLaren, tapi prediksi Tost terbukti. Verstappen menang di Austria dan Jerman.

“Orang-orang menertawakanku. Tapi aku hampir selalu benar.”

Baca juga: Leclerc juara di Monza, duet Mercedes lengkapi podium
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi mewujudkan impiannya ketika legenda MotoGP asal Italia itu mengendarai motor Yamaha YZR-M1 di kampung halamannya di Tavullia, Italia, Selasa waktu setempat.

Walaupun menjadi juara dunia sembilan kali dan mengukir rekor di kelas premier selama dua puluh tahun, Rossi akhirnya mewujudkan salah satu mimpinya hari itu disambut warga dan fan yang memadati jalanan kota kecil di Provinsi Pesaro dan Urbino itu.

Rossi memulai paradenya hari itu di Ranch, tempat ia berlatih dan juga rumah dari Akademi Pebalap VR46, demikian laman resmi MotoGP.

Mengenakan sepatu dan baju balap kebesaran timnya, sang juara dunia itu berangkat melewati jalanan pegunungan yang di kanan kirinya berjajar kebun anggur menuju kampung halamannya.

Baca juga: Rossi janjikan sesuatu yang baru tahun depan
 

Jalanan Tavullia menyimpan kenangan masa lalu ketika Rossi dan teman-temannya menyusuri kota itu dengan skuter, bukan dengan salah satu motor purwarupa tercepat di dunia seperti hari itu.

“Ketika muda dulu kami mengendarai skuter 50 cc, kami pernah punya mimpi berkendara melewati Tavullia di atas motor MotoGP dan itu terwujud hari ini,” kata Rossi seperti dikutip Crash.net.

Para tifosi, mengenakan atribut berwarna kuning dan mengibarkan bendera bernomorkan 46, menyambut sang pahlawan lokal.

“Selamat datang ke Tavello,” demikian bendera besar terpasang di salah satu tembok benteng di kota itu.
 

Baca juga: Rossi beberkan alasannya gagal amankan podium di Silverstone

Rossi membelah jalanan kota dengan mengendarai M1, mewujudkan tak hanya mimpinya namun juga orang-orang yang memadati jalanan dan alun-alun kota untuk disapa sang idola.

Dari Tavullia, Rossi menuju ke markas VR46 yang terletak di luar pusat kota.

Dari sana, pebalap berusia 40 tahun itu meneruskan perjalannya menuju Sirkuit Misano Marco Simonceli di San Marino, yang hanya berjarak selemparan batu dari kampung halamannya itu.

Rossi telah menang tiga kali di Misano pada 2008, 2009 dan 2014. Dan di GP San Marino akhir pekan ini, dia akan berharap hasil positif di depan para penggemarnya setelah puasa podium di sembilan balapan terakhir musim ini.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan penalti Vettel lebih berat ketimbang Stroll

Jakarta (ANTARA) – Penalti kepada pebalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, pada GP Italia beberapa waktu lalu lebih berat ketimbang penalti yang dijatuhkan kepada Lance Stroll karena cara tidak aman yang dilakukan Vettel saat kembali ke lintasan telah menyebabkan tabrakan, kata direktur balap F1 Michael Masi dalam laman Sport 24.

Pebalap Jerman itu memutar SF90-nya di udara jernih Ascari pada lap enam sebelum masuk kembali ke lintasan untuk langsung memotong jalur Stroll yang membalap untuk tim SportPesa Racing Point.

Stroll berusaha disalip Vettel yang akibatnya kedua mobil pebalap mengalami kerusakan sayap depan, sebelum Stroll melakukan hal sama seperti Vettel dengan kembali ke lintasan secara tidak aman, di depan Pierre Gasly sehingga pebalap ini terpaksa masuk gravel trap (jalur aman berpasir).

Sementara Vettel terkena penalti sepuluh detik stop/go dan pengurangan tiga poin, Stroll hanya menerima penalti drive-through yang bahkan dianggap pebalap Kanada ini tidak adil.

Baca juga: Leclerc juara di Monza, duet Mercedes lengkapi podium

Namun, Masi menjelaskan bahwa Vettel melakukan dua pelanggaran – masuk kembali lintasan dengan cara tidak aman dan menyebabkan tabrakan, sedangkan Stroll hanya masuk lagi lintasan secara tidak aman tapi tidak melakukan kontak dengan Gasly.

Vettel sendiri mengaku tidak melihat Stroll muncul, tapi Masi bersikeras bahwa dalam peristiwa seperti itu pebalap dan tim harus lebih waspada.

“Kalau ragu, berhati-hatilah,” kata Masi. “Mereka semua dilengkapi GPS, semua pemosisian, jelas disiarkan langsung. Mereka diberi semua gambar yang sama yang kita semua dapatkan.”

“Tanggung jawab ada pada pengemudi pertama dan yang kedua ada pada tim yang membantu mereka.”

Baca juga: Vettel catatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas ketiga di Monza

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Balap sepeda bidik dua emas pada SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Sapta Oktohari menyatakan lembaga yang dipimpinnya membidik dua medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina.

“Walaupun tadi sangat antusias kita berpotensi dapat tiga (medali) emas, kami dari PB ISSI sudah menetapkan target minimal adalah dua (medali) emas,” kata pria yang akrab disapa Okto itu setelah memimpin rapat pleno pengurus baru ISSI di Jakarta, Senin.

Baca juga: Tekad balap sepeda tingkatkan eksistensi dikancah internasional

Menurut Okto, bercermin dari hasil Kejuaraan Asia dan Asian Games 2019, balap sepeda berpotensi mendulang emas dari nomor BMX dan Mountain Bike (MTB) terutama nomor downhill.

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, balap sepeda menyumbang dua medali emas, dua medali perak, dan tujuh medali perunggu.

Dua tahun silam, kedua medali emas tersebut dipersembahkan atlet BMX putra dan putri I Gusti Bagus Saputra dan Elga Kharisma Novanda.

Sayangnya, untuk SEA Games tahun ini, nomor BMX putri tidak dipertandingkan.

Saat itu, Indonesia hanya menempati peringkat kedua dalam daftar perolehan medali cabang medali emas. Tertinggal jauh dari tuan rumah Malaysia yang memborong 13 medali emas.

Namun Indonesia tidak tertinggal terlalu jauh dari tim peringkat kedua Thailand, yang juga membawa pulang dua medali emas.

Sesuai ketentuan yang disyaratkan panitia penyelenggara SEA Games 2019, Indonesia akan mengirim sembilan atlet putra dan empat atlet putri.

Menurut jadwal yang didapat dari laman resmi SEA Games 2019, cabang olahraga balap sepeda akan bertanding sejak 1 sampai 10 Desember. Balap sepeda akan mempertandingkan 13 nomor di Filipina.

Baca juga: ISSI tepis rumor bahwa balap sepeda dicoret untuk PON 2020

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc juara di Monza, duet Mercedes lengkapi podium

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc keluar sebagai juara Grand Prix Italia yang dihelat di Monza, pada Minggu malam WIB.

Dua tempat lagi di podium juara dihuni dua pebalap Mercedes, Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton. Bottas terpaut 0,835 detik dari Leclerc, sedangkan Hamilton tertinggal 35,199 detik dari sang pemenang, demikian dilansir laman resmi Formula 1.

Ini merupakan kemenangan beruntun bagi Leclerc, setelah sebelumnya menjadi yang tercepat di Grand Prix Belgia.

Bagi Ferrari, kemenangan ini juga menjadi pelepas dahaga terhadap kemenangan di kandang sendiri. Sebelum balapan ini, terakhir kali Ferrari berjaya di Monza adalah pada 2010 melalui Fernando Alonso.

Pebalap 21 tahun Leclerc mampu menahan Hamilton pada pertengahan balapan serta Bottas pada lap-lap akhir, setelah sang juara dunia melakukan kesalahan.

Kemenangan ini didapat Leclerc dengan susah payah. Leclerc ditempel ketat oleh kedua tim Mercedes, dan ia harus menggunakan taktik untuk menahan Hamilton.

Mercedes gagal saat berusaha menyalip Leclerc, saat tim mereka meminta para pebalap mengganti ban lebih awal dari para rivalnya agar dapat mengambil keuntungan dari digunakannya ban-ban yang masih segar.

Baca juga: Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Hamilton memiliki peluang pertama pada lap ke-23 ketika pergerakan Leclerc “terkunci” pada tikungan pertama.

Sang juara dunia berada di sampingnya untuk menuju tikungan berikutnya, tikungan Roggia, dan Leclerc bergerak untuk menggeser Hamilton sedikit keluar trek.

Hamilton mengeluhkan bahwa sang lawan telah melanggar peraturan, namun panitia balapan memilih untuk memberikan bendera peringatan hitam-putih kepada Leclerc.

Hamilton terus memburu Leclerc, yang pada lap 35 “terkunci” di Turn One dan harus bergerak memotng tikungan.

Pebalap Britania itu kembali unggul saat bagian ekor mobilnya berakselerasi keluar tikungan, dan kali ini Leclerc melakukan gerakan yang terlambat saat melewati Curva Grande untuk memotong pergerakan Hamilton.

Ban Hamilton kemudian mulai habis, di mana Mercedes memilih menggunakan ban-ban medium sedangkan Ferrari menggunakan ban hard.

Dampak buruknya menimpa Hamilton pada lap 42, ketika ia “terkunci” dan melaju lurus pada tikungan pertama.

Tujuh lap berselang, ia masuk pit untuk mengganti ban. Kali ini ia bertujuan untuk mencatatkan lap tercepat.

Saat Hamilton menepi, ini saatnya bagi Bottas untuk menyerang Leclerc.

Pebalap Finlandia itu menggunakan ban-ban medium yang delapan lap lebih segar dibanding Hamilton, dan semestinya lebih mampu bersaing dengan Leclerc.

Tetapi ia tidak mampu melakukannya. Leclerc justru mampu terus menjaga jarak dengannya.

Ketika Bottas terkunci pada tikungan pertama di lap saat melewati pebalap McLaren Lando Norris, Leclerc telah mengamankan kemenangan di sirkuit ini.

Catatan indah Leclerc berbanding terbalik dengan apa yang dialami rekan setimnya Sebastian Vettel. Pebalap Jerman itu menduduki urutan keempat pada lima lap pertama, tetapi ia kemudian kehilangan kendali mobilnya di tikungan Ascari.

Saat ia kemudian kembali masuk trek, ia menubruk mobil pebalap Toro Rosso Pierre Gasly.

Vettel kemudian dihukum penalti stop-gol sepuluh detik untuk insiden tersebut. Hukuman terberat yang dapat diberikan steward selama jalannya balapan.

Baca juga: Diam-diam Vettel berjasa atas kemenangan Leclerc di Spa

Baca juga: Charles Leclerc bawa pengaruh buruk kepada Ferrari

Hasil Grand Prix Italia:

1. Sebastien Leclerc (Ferrari)
2. Valtteri Bottas (Mercedes)
3. Lewis Hamilton (Mercedes)
4. Daniel Ricciardo (Renault)
5. Niko Hulkenberg (Renault)
6. Alexander Albon (Red Bull)
7. Sergio Perez (Racing Point)
8. Max Verstappen (Red Bull)
9. Antonio Giovinazzi (Alfa Romeo)
10. Lando Norris (McLaren)

Penerjemah: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean raih dua poin di Monza setelah gagal finis dibalapan kedua

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Galeal hanya meraih poin dari balapan Formula 2 di Sirkuit Monza Italia setelah pada balapan kedua (sprint), Minggu gagal finis karena kendaraan yang digunakan mengalami masalah teknis.

Dua poin yang dikemas oleh pebalap dari tim Prema Racing ini didapat pada balapan pertama (feature) di tempat yang sama, Sabtu (7/9) setelah finis ke sembilan. Dengan tambahan dua poin, total poin yang dikumpulkan pebalap yang didukung Jagonya Ayam itu adalah 13 poin.

Pada balapan sprint di Monza, Sean awalnya memperlihatkan tanda bagus. Free practice dan kualifikasi dilalui dengan baik yang bahkan berbuah sepasang poin pada balapan feature. Hasil ini sudah diprediksi kerana pebalap 21 tahun itu sempat menyodok ke 10 besar pada latihan bebas.

Baca juga: Sean Gelael berpeluang curi poin di Monza

Namun, beragam masalah teknis membuatnya tidak bisa maksimal dalam menggeber mobil Prema Racing. Memang, diakui Sean, mobilnya tidak secepat mobil tim-tim lain di lintasan lurus menjelang Tikungan 1.

“Start oke, namun saya tergiring ke daerah basah. Jadinya beberapa lap awal itu pun sulit bagi saya. Dan ketika menempel (Nicholas) Latifi ada kerusakan teknis di mobil saya,” kata Sean dalam keterangan resminya.

Anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael yang start dari P9 memang tidak beranjak dari posisi itu dan bahkan sempat melorot, sebelum akhirnya dia berhenti dari pertarungan karena masalah teknis tadi.

Sementara itu, rekan setim Sean, Mick Schumacher finis di posisi keenam sedangkan gelar juara balapan sprint diambil pebalap tim Campos Racing, Jack Aitken, diikuti Jodan King (MP Motosport) dan Nyck De Vries (ART Grandprix).

Pekerjaan rumah masih ada di tim PREMA Racing, mengingat Mick Schumacher juga mengalami kerusakan teknis pada Race 1. Selain tentu saja masalah manajemen penghematan ban yang belum bisa optimal.

Seri berikut Formula 2 digelar di Rusia pada akhir September. Sean, Mick, dan tim Prema Racing bakal terus berusaha memperbaiki performa mereka di Sirkuit Sochi dan diharapkan bisa meraih hasil terbaik.

Baca juga: Prema Racing lanjutkan balapan meski tak mudah lupakan tragedi Belgia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc amankan pole position untuk GP Italia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mengamankan pole position untuk Grand Prix Italia, setelah menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu malam WIB.

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton menghuni posisi start kedua untuk Mercedes, sedangkan rekan setimnya Valtteri Bottas berada di urutan ketiga, dan pebalap Ferrari di urutan keempat, demikian dilansir laman resmi Formula One.

Pada sesi terakhir kualifikasi, semua pebalap kecuali Leclerc dan Carlos Sainz, gagal mencatatkan waktu setelah mereka saling menunggu untuk dapat memanfaatkan slipstream di Monza.

Situasi anti klimaks tersebut membawa Leclerc memastikan posisi start terdepan pada lap pertamanya, unggul 0,039 detik atas pebalap Mercedes Lewis Hamilton.

Ini merupakan pole position kedua bagi Leclerc dalam rentang waktu tujuh hari.

Pebalap 21 tahun itu bahkan tidak menyelesaikan lap terakhir setelah ia menjadi satu-satunya pebalap posisi depan (front runner) yang melewati garis pada akhir sesi.

“Saya senang dengan pole (position) ini, namun pada akhirnya terjadi kekacauan. Saya berharap pada lap terakhir namun pada akhirnya, ini sudah cukup untuk pole (position),” kata Leclerc seperti dikutip BBC.

Situasi konyol pada akhir kualifikasi dipicu oleh fakta slipstream di Monza dapat bernilai 0,3 detik untuk satu lap. Suatu kelebihan yang sangat penting ketika catatan waktu begitu dekat di sirkuit yang hanya memiliki enam tikungan efektif.

Hamilton mengatakan bahwa Mercedes terkejar, karena mereka menunggu Ferrari untuk melaju terlebih dahulu.

“Kami harus bertarung dengan Ferrari besok. Kami senang dapat memisahkan mereka, dan ini merupakan posisi yang bagus,” kata Hamilton.

Seluruh tim telah diperingatkan bahwa para pebalap mereka dapat dijatuhi hukuman karena sengaja mengemudi dengan lambat, dan pada akhir kualifikasi FIA telah melakukan investigasi.

Hasil kualifikasi GP Italia

1. Charles Leclerc (Ferrari) 1:19,307
2. Lewis Hamilton (Mercedes) 1:19,346
3. Valtteri Bottas (Mercedes) 1:19,354
4. Sebastian Vettel (Ferrari) 1:19,457
5. Daniel Ricciardo (Renault) 1:19,839
6. Niko Hulkenberg (Renault) 1:20,049
7. Carlos Sainz (McLaren) 1:20,909
8. Alexander Albon (Red Bull Racing)
9. Kimi Raikkonen (Alfa Romeo)
10. Lance Stroll (Racing Point)

Baca juga: Leclerc dominasi dua sesi latihan bebas di Monza

Baca juga: Monza diguyur hujan, Leclerc tercepat di FP1 GP Italia

Baca juga: Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel catatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas ketiga di Monza

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas ketiga Formula 1 di Sirkuit Monza Italia, Sabtu.

Pria Jerman itu mengukir waktu satu menit 20,294 detik. Ia mengungguli pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, dengan keunggulan 0,032 detik.

Hasil yang diraih Vettel ini sekaligus membuat Ferrari menyapu bersih catatan waktu tercepat pada sesi-sesi latihan di sirkuit yang menjadi kandang mereka, setelah pada dua sesi sebelumnya Charles Leclerc menjadi yang tercepat.

Hanya selisih waktu 0,103 detik yang memisahkan empat pebalap tercepat. Posisi ketiga diduduki Vallteri Bottas yang membela Mercedes, dan pebalap Ferrari Leclerc berada di urutan keempat.

Sementara itu urutan kelima dan keenam ditempati Daniel Ricciardo dan Lewis Hamilton, dengan selisih waktu 0,0301 yang memisahkan pemuncak klasemen itu dengan posisi teratas.

Sesi latihan bebas ketiga ini sempat ditunda akibat kecelakaan yang terjadi pada balapan Formula 3.

Pebalap Campos Racing Alex Peroni terpental akibat melindas kerb yang ada di sisi lintasan, di tikungan Parabolica. Meski terlempar cukup tinggi ke udara, namun Peroni tidak mengalami luka-luka serius.

Penundaan latihan bebas ketiga bagi para pebalap Formula 1 disebabkan karena para petugas balapan harus membersihkan sisa-sisa kerb tersebut.

Catatan waktu sejumlah pebalap Formula 3 harus dihapus setelah melaju melebar menuju area Parabolica, setelah kerb tersebut dihilangkan.

Insiden itu akan dianalisis oleh para petugas FIFA, untuk kemudian diambil kesimpulan apakah sausage kerbs – semacam “polisi tidur” – merupakan cara yang cocok untuk membatasi kecepatan di tikungan-tikungan cepat.

Baca juga: Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Baca juga: Diam-diam Vettel berjasa atas kemenangan Leclerc di Spa

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael berpeluang curi poin di Monza

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael berpeluang mencuri poin pada balapan feature Formula 2 di Sirkuit Monza, Italia, Sabtu setelah menjalani latihan bebas maupun kualifikasi dengan cukup konsisten.

Pada latihan bebas, pebalap Prema Racing ini sukses berada di posisi sembilan atau terpaut 0,7 detik dengan pebalap tercepat Ghiotto dari tim UNI-Virtuosi. Namun, kondisi kurang bagus saat babak kualifikasi karena juga harus berhadapan dengan lintasan licin, demikian laman fiaformula2.

Pebalap yang didukung penuh Jagonya Ayam ini harus puas di posisi 11 dengan waktu satu menit 35,148 detik. Adapun pebalap yang bakal berada di pole position adalah Callum Ilott dari tim Sauber Junior Team by Charouz setelah membukukan catatan waktu satu menit 33,887 detik.

Bagi Callum Ilott posisi pole position adalah pencapaian maksimal karena diraih untuk pertama kalinya dalam ajang balapan jet darat satu level di bawah Formula 1 itu.

“Rasanya kami telah kembali seperti semula, ada di Top 10, dimana pada tiga seri sebelumnya kami benar-benar kewalahan. Kami sebenarnya bisa lebih baik lagi dari posisi yang kami raih, namun start dari posisi 11 tidaklah buruk. Ini Monza, menyusul bukan hal sulit karena akan banyak kesempatan tercipta di sana,” kata Sean dalam keterangan resminya.

Dengan hasil tersebut, Sean dan Mick memang berpeluang menambah pundi-pundi poinnya. Apalagi, Monza merupakan kandang dari Prema Racing dan kedua pebalapnya cukup familiar dengan lintasannya.

Meski kualifikasi berjalan lancar, suasana duka masih menyelimuti paddock Formula 2 di Monza. Kehilangan Anthoine Hubert yang wafat pada feature race di Belgia dan cedera parah yang dialami Juan Manuel Correa, masih membekas.

Tim BWT Arden yang dibela Hubert dan Charouz Racing untuk Correa tidak menurunkan pengganti keduanya. Dengan tambahan pebalap Trident, Ralph Boschung yang absen, balapan Formula 2 Monza hanya diikuti 17 pebalap.

Hingga balapan di Belgia, Sean Gelael masih tertahan di posisi 15 klasemen sementara dengan 11 poin, sedangkan rekan satu timnya Mick Mick Schumacher berada di posisi 11 dengan 45 poin. Adapun untuk tim, Prema Racing berada di posisi sembilan dengan 56 poin.

Berikut jadwal balapan, Formula 2 Italia
(dalam WIB)

Jumat, 6 September
18.00: Free Practice
21.55: Qualifying

Sabtu, 7 September
21.55: Race 1 (30 lap)

Minggu, 8 September
15.50: Race 2 (21 lap)

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc dominasi dua sesi latihan bebas di Monza

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas FP2 GP Italia, Jumat, mengungguli Lewis Hamilton dari tim Mercedes yang membayangi di peringkat dua.

Leclerc, yang juga tampil tercepat di FP1, mencatatkan waktu satu menit 20,987 detik di sesi latihan siang untuk membawanya unggul 0,068 detik dari Hamilton, demikian laman resmi Formula 1.

Pebalap asal Monako itu memulai sesi FP2 dengan ban hard dan kemudian berganti ban soft setelah 20 menit. Sebastian Vettel lebih lambat 0,201 detik dari rekan satu timnya itu untuk finis peringkat tiga.

Pebalap terpaksa masuk ke garasi setelah 30 menit pertama karena hujan kembali mengguyur trek. Tak lama kemudian mereka turun ke trek setelah cuaca mulai membaik walaupun gerimis masih membasahi sirkuit.

Ferrari dan Monza sedang merayakan hari jadi mereka yang ke-90 pekan ini, ribuan tifosi Ferrari pun telah memadati sirkuit yang terletak di luar kota Milan itu walaupun hujan mengguyur.

Ferrari belum pernah menang lagi di Monza sejak 2010 kala pebalap Spanyol Fernando Alonso naik podium teratas untuk tim Kuda Jingkrak waktu itu.

Tim tuan rumah berharap tuah balapan kandang di sirkuit yang dipandang cocok dengan karakter mobil SF90 Ferrari untuk merebut kemenangan keduanya musim ini.

Lewis Hamilton saat ini memuncaki klasemen pebalap sementara, terpaut 65 poin dari rival terdekat, Valtteri Bottas, yang juga rekan satu timnya di Mercedes, dengan delapan balapan tersisa.

Baca juga: Monza diguyur hujan, Leclerc tercepat di FP1 GP Italia

Sebelumnya, sesi latihan pagi menyaksikan tiga bendera merah dikibarkan ketika sejumlah pebalap mengalami kecelakaan di trek.

Mobil Alfa Romeo yang dikendarai Kimi Raikkonen melintir dan terjebak di gravel tikungan Parabolica dengan seketika mengakhiri sesi latihan tanpa mencatatkan waktu di FP1.

Sergio Perez juga kehilangan kendali mobil Racing Point-nya ketika keluar tikungan Ascari yang berujung kerusakan kedua sayap mobilnya dan kemungkinan kerusakan girboks.

Pierre Gasly juga membuat sesi latihan FP1 dihentikan sementara untuk kali ketiga ketika mobil Toro Rosonya melintir di tikungan yang sama.

Baca juga: Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Baca juga: Tifosi Ferrari berpesta, Monza tetap di kalender F1 hingga 2024

Setelah jam makan siang, Valtteri Bottas finis P4 di FP2 mengungguli dua pebalap Red Bull Max Verstappen, yang menggunakan power unit Spec 4 Honda, dan Alexander Albon di P5 dan P6.

Pierre Gasly, yang bertukar tempat dengan Albon, finis P7 dengan mobil Toro Rosso.

Hanya terpaut 0,029 detik di belakang Gasly, Romain Grosjean finis P8 untuk Haas, diikuti oleh Daniel Ricciardo di P9 dengan Renault.

Kemudian pebalap Red Bull Daniil Kvyat melengkapi 10 besar pebalap tercepat di FP2.

Verstappen akan start dari grid belakang karena melakukan pergantian mesin, demikian pula Gasly dan Lando Norris (McLaren) mendapat penalti yang sama di balapan nanti.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Monza diguyur hujan, Leclerc tercepat di FP1 GP Italia

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc membawa Ferrari sebagai yang tercepat di sesi latihan FP1 di Sirkuit Monza, Italia, yang diwarnai hujan dan sejumlah insiden kecelakaan, Jumat.

Pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu mencatatkan waktu tercepat satu menit 27,905 detik di sirkuit yang terletak di dekat kota Milan itu, demikian Reuters.

Di saat Ferrari dan Monza akhir pekan ini merayakan hari ulang tahun mereka yang ke-90, para tifosi tim Kuda Jingkrak itu pun memadati sesi latihan bebas walau pun cuaca buruk.

Duo McLaren, Carlos Sainz dan Lando Norris berada di peringkat dua dan tiga hari itu mengungguli juara dunia lima kali Lewis Hamilton dari tim Mercedes yang berada di peringkat empat dengan waktu 1:28,730.

Mobil Alfa Romeo yang dikendarai Kimi Raikkonen melintir dan terjebak di gravel tikungan Parabolica dengan seketika mengakhiri sesi latihan tanpa mencatatkan waktu hari itu. Sedangkan rekan satu tim Raikkonen, Antonio Giovinazzi mencatatkan waktu di peringkat 11.

Sergio Perez juga kehilangan kendali mobil Racing Point-nya ketika keluar tikungan Ascari yang berujung kerusakan kedua sayap mobilnya dan kemungkinan kerusakan girboks.

Pierre Gasly juga membuat sesi latihan hari itu dihentikan sementara untuk kali ketiga ketika mobil Toro Rosonya melintir di tikungan yang sama. Namun, Gasly mampu mencatatkan waktu di peringkat 10 besar.

Alexander Albon, yang bertukar bangku dengan Gasly di Red Bull, finis peringkat lima hari itu, sementara rekan satu timnya, Max Verstappen di peringkat tujuh.

Verstappen akan start dari grid belakang karena melakukan pergantian mesin, demikian pula Gasly dan Norris mendapat penalti yang sama di balapan nanti.

Pebalap Ferrari lainnya, Sebastian Vettel hanya mampu finis ke-delapan tercepat, di depan pebalap Mercedes Valtteri Bottas di peringkat sembilan.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prema Racing lanjutkan balapan meski tak mudah lupakan tragedi Belgia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap dari Pertamina Prema Racing dipastikan kembali ke lintasan balap Formula 2 di Monza di Italia akhir pekan ini meski tidak mudah melupakan tragedi di Sirkuit Spa-Francorchamps Belgia yang menewaskan pebalap Anthoine Hubert.

“Memang tak mudah melupakan tragedi di Belgia itu. Akan tetapi begitu kami ada di trek lagi, persiapan terbaik tetap mesti kami lakukan. Itulah passion dan naluri kami,” kata Team Principal Prema Racing Rene Rosin dalam keterangan resminya, Jumat.

Menurut dia, kembali balapan sangat penting. Apalagi setelah balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps Belgia, Prema Racing akan berlaga di kandang sendiri.

Berlaga di Italia, kata dia, selain harus menjalani balapan di kandang juga harus berhadapan dengan lintasan yang memiliki karakteristik berbeda dengan sirkuit sebelumnya.

Untuk itu, Rene Rosin mengaku pihaknya benar-benar menyiapkan dua pebalapnya yaitu Sean Gelael dan Mick Schumacher. Keduanya bakal mendapatkan perhatian ekstra demi meraih hasil yang maksimal.

“Mungkin ada usaha tambahan bagi mereka agar tampil lebih cepat di sini,” kata Rene menambahkan.

Pada klasemen tim, Prema Racing berada di posisi sembilan dengan 56 poin. Untuk pebalap, Mick Schumacher berada di posisi 11 dengan 45 poin dan Sean Gelael di posisi 15 dengan 11 poin.

Sementara itu, bagi Sean Gelael yang merupakan pebalap Jagonya Ayam, Monza adalah sirkuit yang secara teknis mampu membuatnya tampil bagus. Trek legendaris ini cepat, dengan tantangan ada di dua chicane-nya. Kesalahan di dua chicane itu justru bisa menghancurkan ritme balapan seorang pebalap.

Berikut jadwal balapan, Formula 2 Italia
(dalam WIB)

Jumat, 6 September
18.00: Free Practice
21.55: Qualifying

Sabtu, 7 September
21.55: Race 1 (30 lap)

Minggu, 8 September
15.50: Race 2 (21 lap)

Baca juga: Leclerc dedikasikan kemenangan di GP Belgia untuk mendiang Hubert
Baca juga: Tabrakan dengan Hubert, Correa stabil setelah dioperasi

Oleh Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Albon debut impresif di Red Bull, Kvyat mengaku tak terkesan

Aku tak tahu kenapa kalian menganggapnya awal yang bagus

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat mengaku tak terkesan dengan penampilan Alexander Albon, yang melakoni debut bersama tim Red Bull di GP Belgia pekan lalu.

Albon (23) dipromosikan ke Red Bull menggantikan Pierre Gasly, yang kini menempati bangku di Toro Rosso, yang dianggap tampil di bawah ekspektasi.

Albon start dari P17 di Spa setelah terkena penalti karena mengganti komponen mesin namun mampu finis P5 di balapan sepanjang 44 putaran di Spa, Belgia.

Baca juga: Albon tampil impresif lakoni debut dengan Red Bull di Spa

“Aku tak tahu kenapa kalian menganggapnya awal yang bagus,” kata Kvyat seperti dikutip Reuters.

“Dia menghabiskan 36 lap di belakangku dengan mobil Red Bull. Dan dia juga start dari posisi yang lebih depan dariku, jadi aku tak tahu. Mungkin ke depan dia bisa lebih baik.

“Jika dia tetap di Toro Rosso maka itu akan menjadi balapan yang luar biasa baginya, tapi dia sudah di Red Bull,” kata pebalap asal Russia itu yang start dari P19 dan finis P7 di Spa.

Kvyat pernah membalap dengan Red Bull pada 2015 dan 2016 sebelum kembali ke tim junior milik perusahaan minuman berenergi itu.

Baik Albon maupun Kvyat mendapat penalti mundur posisi start karena menggunakan power unit Spec 4 dari Honda, namun Albon kembali menggunakan mesin lama untuk balapan Minggu.

Baca juga: Gunakan power unit baru Honda, Albon hadapi penalti di GP Austria

Baca juga: Toro Rosso luncurkan STR14 untuk musim balapan 2019

“Menyenangkan bisa melakukan balapan yang bagus,” kata Albon. “Ini adalah cara yang baik untuk mengawali balapan pertamaku dan mengakhiri akhir pekan ini tanpa banyak pertanyaan.”

Albon saat ini menjadi pebalap rookie dengan poin terbanyak di peringkat 10 klasemen sementara.

Di Spa, Albon mengaku tak menemukan grip yang bagus dengan ban medium, “namun ketika kami menggunakan ban soft semuanya tampak jelas.

“Aku menyalip beberapa pebalap dan itu cukup menyenangkan.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tifosi Ferrari berpesta, Monza tetap di kalender F1 hingga 2024

Jakarta (ANTARA) – Grand Prix Italia di Monza, yang menjadi balapan kandang bagi Ferrari, akan tetap berada di kalender Formula 1 hingga lima tahun ke depan menyusul perpanjangan kontrak yang ditandatangani Rabu waktu setempat.

Penandatanganan itu dilakukan di depan para penggemar Ferrari yang memadati alun-alun katedral Milan dalam acara perayaan balapan GP Italia ke-90 dan juga ulang tahun Ferrari ke-90, demikian Reuters.

“Monza adalah salah balapan yang sangat menentukan, dari balapan-balapan ikonik kita,” kata presiden Formula 1 Chase Carey ketika tampil di panggung bersama presiden klub otomotif Italia (ACI) Angelo Sticchi Damian dan juga perwakilan dari Monza.
 

Baca juga: Formula 1 umumkan kalender provisional 2020

Baca juga: Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Monza telah menyetujui proposal kontrak perpanjangan pada April lalu namun baru menandatanganinya sekarang.

Dengan itu berarti semua sirkuit yang akan menggelar 22 seri balapan musim depan telah memiliki kejelasan kontrak.

Italia dan Inggris menjadi dua negara yang selalu menyelenggarakan grand prix setiap tahunnya sejak Formula 1 dimulai pada 1950.

Tahun depan, publik akan menyaksikan debut Vietnam dan kembalinya GP Belanda yang akan digelar di Zandvoort, sedangkan Jerman tidak akan lagi ada di kalender.

Baca juga: Verstappen dan Gasly gunakan power unit baru Honda di Monza

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tinton ajak tokoh otomotif nasional bahas masa depan Sirkuit Sentul

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Sentul, Bogor pernah berjaya pada era 90-an, namun saat ini seperti tertinggal dan untuk itu Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto mengajak tokoh otomotif Indonesia untuk mencari jalan keluar agar kembali berjaya.

Sedikitnya 30 tokoh olahraga nasional mulai era 60-an dikumpulkan di Balai Sarwono, Jakarta, Rabu. Tokoh olahraga otomotif Indonesia itu di antaranya Chandra Alim, Farid Sungkar, Benny Hidayat, Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 Prasetyo Edi Marsudi hingga mantan Ketua IMI Nanan Sukarna.

“Malaysia sudah, Thailand sudah, Filipina bentar lagi. Gimana dengan Indonesia. Masak hanya ISSOM (Indonesia Sentul Series of Motorsport) saja,” Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto dengan mimik serius.

Sirkuit Sentul pada jaman keemasannya pernah menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor paling bergengsi dunia mulai super bike hingga MotoGP medio 1996-1998. Bahkan salah satu legenda MotoGP Valentino Rossi juga pernah merasakan aspal sirkuit kebanggaan Indonesia itu.

Tidak hanya itu. Sirkuit Sentul juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan A1 GP, GP2 Asia, Formula BMW Asia hingga Fomula V6 Asia. Namun, seiring perkembangan waktu sirkuit tersebut seperti ditinggalkan oleh kejuaraan bergengsi tersebut.

Sebenarnya MotoGP juga hampir mampir ke Sirkuit Sentul karena pada 2015 ada rencana renovasi dengan harapan bisa menggelar kejuaraan balap roda dua paling bergengsi di dunia itu pada 2020. Namun, semuanya masih dalam wacana. Bahkan ada rencana MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika Lombok.

“Saya mendukung pembangunan sirkuit di mana saja. Spanyol saja banyak memiliki sirkuit. Tapi untuk program tetap harus berjalan,” kata Tinton menegaskan.

Salah satu tokoh otomotif Indonesia Chandra Alim mengatakan bahwa Sirkuit Sentul harus kembali dimaksimalkan meski banyak tantangan yang harus dihadapi. Bahkan rencana untuk memaksimalkan sirkuit tersebut juga sudah disiapkan.

“Kerangka sudah ada, tapi kenapa tidak berjalan? Itu yang harus kita cari jalan keluarnya. Mungkin masalah payung hukum. Makanya kami berharap yang potensi bisa terlibat,” kata pebalap senior yang hingga saat aktif di dunia otomotif itu.

Selain Sirkuit Sentul, pada sarasehan tokoh otomotif Indonesia itu juga membicarakan rencana pembangunan sirkuit berstandart internasional di Bali. Bahkan, Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto menegaskan sudah ada pihak yang menyiapkan lahan lebih dari 300 hektar.

Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 yang juga penggiat otomotif Prasetyo Edi Marsudi mengatakan jika Sirkuit Sentul bisa besar jika semuanya menyadari posisinya saat ini.

“Saya sudah pernah membahas Sirkuit Sentul dengan Presiden. Pak mohon dibantu. Tapi mau gimana lagi, Sentul milik swasta. Coba kalau Pak Tinton bisa ngobrol dengan pemerintah, gak bakal ada Mandalika,” katanya.

Baca juga: Tinton: Sirkuit Sentul itu milik nasional, harus dikawal

Baca juga: Pemerintah dukung penuh penyelenggaraan MotoGP 2020 di Sentul

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen dan Gasly gunakan power unit baru Honda di Monza

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen dan pebalap Toro Rosso Pierre Gasly akan start GP Italia dari posisi belakang karena melakukan pergantian power unit.

Kedua pebalap itu akan menggunakan power unit baru Honda Spec 4 dan telah melebihi alokasi mesin yang diperbolehkan selama musim ini.

“Untuk balapan pertama dengan Spec 4, Gasly dan Verstappen akan menerima penalti grid dan start dari grid belakang, tapi kami yakin mereka akan tampil kuat di balapan Minggu nanti,” kata direktur teknis F1 Honda Toyoharu Tanabe dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Reuters, Rabu.

Menerima penalti di Monza, yang merupakan trek tercepat di kalender, Red Bull ingin memberi Verstappen kesempatan yang lebih baik di balapan Singapore pada akhir bulan ketika posisi start lebih menentukan daripada overtaking, yang terbukti sulit di sirkuit jalanan itu.

Baca juga:Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Baca juga:Albon tampil impresif lakoni debut dengan Red Bull di Spa

Verstappen, yang akan genap berusia 22 tahun pada akhir September, telah memenangi dua balapan musim ini dan berada di peringkat tiga klasemen.

Pebalap muda asal Belanda itu gagal menyelesaikan balapan di Belgia setelah terlibat tabrakan dengan pebalap Alfa Romeo Kimi Raikkonen.

Rekan satu timnya, Alexander Albon dan pebalap Toro Rosso lainnya, Daniil Kvyat, telah menggunakan power unit baru di Spa-Francorchamps dan mendapatkan penalti serupa.

Verstappen pun tak keberatan menerima penalti itu dan yakin bisa melakukan overtaking di Monza. “Bahkan jika kalian start dari belakang aku kira itu bukan perkara besar.”

“Jika kalian start dari belakang kalian mungkin tidak bisa mengejar empat besar. Di luar posisi tu aku kira memungkingkan untuk dikejar.”

Baca juga:Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

Jakarta (ANTARA) – Tahun lalu Ferrari mengunci posisi start baris terdepan di Monza, Italia, dengan Kimi Raikkonen muncul sebagai yang tercepat di kualifikasi.

Namun ketika Lewis Hamilton menang di kandang Ferrari itu, menyamai rekor kemenangan Michael Schumacher sebanyak lima kali dan memperpanjang rekor kemenangan beruntun Mercedes di GP Italia di lima tahun terakhir, para tifosi, istilah setempat untuk penggemar, meluapkan kekesalannya di depan podium juara.

Tahun ini publik tuan rumah menantikan pesta di sirkuit yang dijuluki Pista Magica itu setelah momentum kemenangan Charles Leclerc untuk Ferrari di Belgia pekan lalu.

Monza, yang terletak di pinggir kota Milan, menjadi tempat yang sakral bagi para penggemar dunia balap Italia dan tahun ini memperingati ulang tahun Ferrari yang ke-90, sekaligus edisi ke-90 GP Italia.

Mobil SF90 Ferrari pun dipandang cocok dengan karakter Monza yang menuntut kekuatan mesin ketimbang downforce.

“Semuanya lurus, sehingga akan jadi akhir pekan yang menyenangkan bagi Ferrari, kemungkinan begitu,” kata Lewis Hamilton seperti dikutip Reuters.

“Kami harus membuat perbaikan yang drastis soal kecepatan di lintasan lurus. Aku tak tahu apakah itu memungkinkan. Tapi jika ada yang bisa melakukan itu, aku harap itu tim kami,” kata pebalap asal Inggris setelah finis runner-up di Spa pekan lalu.

Baca juga: Berkaca hasil paruh musim, Ferrari ingin bangkit di Spa dan Monza

Baca juga: Diam-diam Vettel berjasa atas kemenangan Leclerc di Spa
 

Bottas, yang baru saja mengamankan bangkunya di Mercedes untuk musim depan, sepakat dengan rekan satu timnya jika Ferrari menjadi sasaran utama untuk dikalahkan dan kembali yakin Mercedes bisa mengecewakan tim tuan rumah.

“Tahun lalu mereka juga cepat, tapi kami mampu membuat hidup mereka cukup sulit,” kata pebalap Finlandia yang finis ketiga tahun lalu di Monza.

“Aku rasa itu lah kenapa kami disoraki di podium… Kami ingin mengulangi hal itu.”

Bos tim Mercedes Toto Wolff pun akan mewaspadai akhir pekan yang berat di Italia ketika Ferrari menjadi favorit juara di depan ribuan pendukungnya.

“Di saat kami memiliki paket yang paling cepat secara keseluruhan di grid musim ini, mobil kami tidak ideal di trek di mana kecepatan di lintasan lurus menjadi performa kunci yang menentukan,” kata Wolff.

“Tapi, kita juga telah melihat jika Ferrari tampak perkasa di trek kecepatan tinggi pada Sabtu, namun tak telalu kuat di hari Minggunya.”

Baca juga: Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari

Baca juga: Ocon gantikan Hulkenberg di Renault mulai 2020

Ferrari, yang terakhir menang di Monza pada 2010 lewat Fernando Alonso, berharap upgrade power unit yang mereka bawa akhir pekan ini bekerja dengan baik.

“Tidak ada ruang untuk membuat kesalahan. Balapan di kandang ini selalu penting, tapi khususnya tahun ini, ketika kami merayakan 90 tahun Scuderia Ferrari,” kata bos tim Ferrari Mattia Binotto.

“Membalap di depan pendukung tuan rumah selalu memberi dukungan tambahan dan motivasi lebih.

“Selain dari itu, tidak ada podium seperti di Monza dan kami kira tidak ada penonton yang lebih baik dari publik Italia.”

Leclerc berharap bisa meraih kemenangan yang lebih membahagiakan dari pada yang ia raih di Spa, menyusul kematian pebalap Formula 2 dari Prancis Anthoine Hubert. Sedangkan rekan satu timnya, Sebastian Vettel telah genap satu tahun tak meraih kemenangan.

Pebalap asal Jerman itu, dengan kemenangan perdananya di Monza pada 2008 bersama Toro Rosso, dan dua kali dengan Red Bull pada 2011 dan 2013, memiliki peluang menjadi pebalap yang meraih trofi juara di Monza dengan tiga tim yang berbeda jika dia bisa menang di akhir pekan ini untuk Ferrari.

Baca juga: Albon tampil impresif lakoni debut dengan Red Bull di Spa

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Correa jalani perawatan di Inggris usai kecelakaan maut di Spa

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Juan Manuel Correa dipindahkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan intensif usai mengalami cedera di kecelakaan yang turut menewaskan pebalap Prancis Anthoine Hubert di balapan Formula 2 GP Belgia pekan lalu.

Pebalap berusia 20 tahun berdarah Amerika-Ekuador itu menderita cedera tulang punggung dan patah kaki setelah kecelakaan dalam kecepatan tinggi di Sirkuit Spa-Francorchamps, Sabtu.

“Juan Manuel Correa akan dipindahkan hari ini ke ICU khusus di Inggris Raya”demikian tim media pebalap pada Selasa waktu setempat seperti dikutip Reuters.

“Dia akan melanjutkan proses penyembuhan di tangan tim dokter spesialis.”

Correa, pebalap pengembangan di tim Alfa Romeo F1 dan juga cucu dari mantan presiden Ekuador Rodrigo Borja, telah menjalani operasi selama empat jam di Liege setelah kecelakaan itu. Dia saat ini dalam kondisi stabil.

Baca juga:Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Baca juga:GP Belgia didahului hening sejenak demi Anthoine Hubert
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diam-diam Vettel berjasa atas kemenangan Leclerc di Spa

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel mengaku tak secepat rekan satu timnya, Charles Leclerc, di GP Belgia, Minggu, dan harus mengalah untuk membiarkan pebalap asal Monako itu melewatinya hingga meraih gelar juara.

Leclerc menggunakan strategi satu pitstop, berganti ban medium di lap ke-22 dan keluar di P3 sekitar lima detik di belakang Vettel, yang terlebih dulu masuk pit enam putaran lebih awal dari rekannya.

Namun Leclerc memiliki kecepatan yang lebih baik dari Vettel, hingga sang juara dunia dari Jerman itu membiarkan rekannya lewat di lap ke-27 untuk memimpin lomba.

Baca juga: Juara GP Belgia, Leclerc raih kemenangan perdana di F1

Baca juga: Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari

Menyadari performanya tak cukup untuk bertarung di podium, Vettel mengorbankan dirinya untuk menjaga asa Ferrari meraih kemenangan pertamanya musim ini dengan memainkan peran baru untuk tim hari itu.

Pebalap asal Jerman itu mengendalikan kecepatannya untuk sebisa mungkin menahan pebalap rival, Lewis Hamilton dari Mercedes agar kehilangan waktu untuk mengejar Leclerc.

Hamilton yang memiliki umur ban medium lebih muda tujuh putaran dari Vettel melakukan manuver untuk menyalip pebalap Ferrari dengan nomor 5 itu di lap ke-32 untuk mengejar pimpinan lomba yang berjarak 6,5 detik di depannya.

Dalam 12 putaran terakhir, Hamilton berusaha mengejar Leclerc hingga terpaut 1,5 detik di lap terakhir. Namun sang pebalap asal Inggris itu tak mampu menyalip Leclerc, yang juga telah menunjukkan kecepatannya di sesi latihan bebas GP Belgia.

Leclerc meraih kemenangan pertamanya di Formula 1 dan mengakhiri puasa kemenangan Ferrari dengan finis 0,981 detik di depan Hamilton.
 

Baca juga: Leclerc dedikasikan kemenangan di GP Belgia untuk mendiang Hubert

“Untuk tim aku sangat senang. Untuk diriku sendiri aku tak puas,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Aku tidak memiliki kecepatan di balapan dan aku kesulitan bertahan dengan ban, yang bukan masalah asing buatku.”

Vettel, yang start dari P2, harus puas finis P4 di belakang Valtteri Bottas dari tim Mercedes.

“Balapan yang berat. Dari stop pertama hingga setelah itu, jelas jika kami tak bisa bertarung. Jadi yang bisa aku lakukan selanjutnya adalah berjuang untuk tim.”

“Aku mengalami kesulitan di tikungan, jadi itu membuat Hamilton mendekat. Aku tak bisa menahannya cukup lama. Aku membuat dia kehilangan banyak waktu agar dapat memberi Charles keunggulan. Pada akhirnya itu cukup. Aku melakukan tugasku,” kata Vettel yang terakhir kali meraih kemenangan di GP Belgia tahun lalu itu.

Rekan satu timnya pun sangat berterima kasih atas peran Vettel.

“Seb sangat baik,” kata dia. “Tanpa dia, memenangi balapan ini akan lebih sulit, jadi terima kasih untuk dia.”
 

Baca juga: Albon tampil impresif lakoni debut dengan Red Bull di Spa

Baca juga: Berkaca hasil paruh musim, Ferrari ingin bangkit di Spa dan Monza

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Albon tampil impresif lakoni debut dengan Red Bull di Spa

Jakarta (ANTARA) – Alexander Albon, rekan baru Max Verstappen di Red Bull, tampil impresif melakoni debut bersama tim berlogo banteng merah itu di GP Belgia, Minggu, dengan mendapati hasil finis terbaiknya musim ini.

Pebalap berusia 23 tahun asal Inggris itu dipromosikan ke Red Bull menggantikan Pierre Gasly, yang kini menempati bangku di Toro Rosso, yang dianggap tampil di bawah ekspektasi.

Albon start dari P17 di Spa setelah terkena penalti karena mengganti komponen mesin namun mampu finis P5 di balapan sepanjang 44 putaran itu.

“Aku senang di luar sana dan sangat menikmati balapan ini,” kata Albon seperti dikutip Reuters.

“Aku mengawali akhir pekan ini dengan sangat gugup dan jika kalian bilang waktu itu aku bisa finis kelima di balapan aku akan senang, tapi aku sedikit bisa santai sekarang.”
 

Baca juga:Albon gantikan Gasly di Red Bull mulai GP Belgia

Baca juga:Jauh dari ekspektasi, Bos Red Bull komentari performa Gasly

Tak sedikit yang memandang perpindahan Albon dari tim saudari kecil Red Bull itu terlalu dini, terlebih lagi Gasly mengalami kesulitan tampil di bawah tekanan Verstappen dan tuntutan untuk mendulang poin tinggi agar bisa bersaing dengan Ferrari.

Harapan Red Bull hari itu digantungkan kepada pebalap Inggris berdarah Thailand itu kala Verstappen gagal melanjutkan lomba setelah tabrakan di lap pembuka.

Albon membuktikan dirinya mampu ketika menyalip pebalap Racing Point Sergio Perez hingga melibas rumput di pinggir trek sehingga menarik perhatian steward. Untungnya tak ada tindakan penalti yang diberikan atas manuver yang ia lakukan di lap terakhir itu.

“Aku tak terlalu merasakan tekanan yang sangat tinggi jelang akhir pekan ini,” kata Albon.

“Aku kira media mengira aku akan, tapi aku menikmati pekanku bersama tim ini. Ini pengalaman yang baik dan cara bekerja yang berbeda.”

Baca juga:Juara GP Belgia, Leclerc raih kemenangan perdana di F1

Baca juga:Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc dedikasikan kemenangan di GP Belgia untuk mendiang Hubert

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mendedikasikan kemenangan pertamanya di Formula 1 yang ia raih di GP Belgia untuk mendiang Anthoine Hubert.

Leclerc start dari pole position, mendominasi balapan sepanjang 44 putaran di Belgia, hingga finis 0,981 detik di depan Lewis Hamilton untuk meraih kemenangan pertamanya di balapan Formula 1, Minggu.

Dia juga mempersembahkan kemenangan pertama untuk Ferrari musim ini.

Balapan GP Belgia hari itu diawali dengan sesi hening untuk mengingat Hubert, tewas dalam kecelakaan di balapan Formula 2 pada Sabtu di Sirkuit Spa-Francorchamps.

“Di satu sisi… impianku sejak kecil telah terwujud. Di sisi lain, akhir pekan yang sangat sulit sejak kemarin. Kami telah kehilangan seorang teman. Ini adalah situasi yang berat jadi aku ingin mendedikasikan kemenangan pertamaku untuk dia,” kata Leclerc usai lomba, seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Baca juga:Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Baca juga:Juara GP Belgia, Leclerc raih kemenangan perdana di F1

Leclrec tumbuh bersama mendiang pebalap asal Prancis itudan menjalani balapan pertamanya bersama Hubert dan juga Esteban Ocon dan Pierre Gasly.

“Sangat disesalkan apa yang terjadi kemarin, jadi aku tidak bisa menikmati benar-benar kemenangan pertamaku, tapi ini pastinya akan menjadi memori yang tak akan aku lupakan,” kata pebalap asal Monako itu.

Memimpin sepanjang lomba, Leclerc mengaku kewalahan dengan ban di lap-lap akhir ketika Hamilton mampu memotong jarak sekitar lima detik dengan 12 lap tersisa.

“Ini balapan yang sangat sulit… akhir lomba tidak lah mudah. Lewis mengejar dengan sangat cepat jadi aku mendapat sedikit tekanan tapi senang bisa menjaganya tetap di belakang.”

Kemenangan pertama Leclerc membawanya mendekati Sebastian Vettel yang berada di peringkat empat klasemen dengan jarak hanya 12 poin.

Vettel finis P4 setelah melakukan strategi dua kali pitstop, menggunakan ban soft di akhir lomba untuk mengejar satu poin tambahan sebagai pebalap dengan waktu putaran tercepat.

Baca juga:Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari

Baca juga:Formula 1 umumkan kalender provisional 2020

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Belgia, Leclerc akhiri puasa kemenangan Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc mengakhiri puasa kemenangan Ferrari musim ini setelah menjuarai GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu.

Pebalap asal Monako itu start dari pole position, mendominasi balapan sepanjang 44 putaran itu, hingga finis 0,981 detik di depan Lewis Hamilton untuk meraih kemenangan pertamanya di balapan Formula 1, demikian laman resmi F1.

Valtteri Bottas melengkapi finis podium untuk Mercedes di peringkat tiga.

Trofi juara balapan terakhir Ferrari diraih di sirkuit yang sama tahun lalu, kala itu Sebastian Vettel yang naik podium teratas. Vettel, yang start dari P2, harus puas finis di P4 di GP Belgia tahun ini.
 

Baca juga:Juara GP Belgia, Leclerc raih kemenangan perdana di F1

Baca juga:Berkaca hasil paruh musim, Ferrari ingin bangkit di Spa dan Monza

Leclerc nyaris meraih gelar juara pertamanya musim ini di Bahrain sebelum power unit Ferrarinya mengalami masalah di lap-lap terakhir ketika ia memimpin lomba.

Ferrari juga hampir mengunci kemenangan di GP Kanada tahun ini jika saja Vettel tak terkena penalti tambahan lima detik. Pebalap asal Jerman itu finis pertama namun mendapati trofi juaranya direbut Hamilton.

Drama terjadi setelah start ketika Max Verstappen (Red Bull) mengalami senggolan dengan mobil Alfa Romeo Kimi Raikkonen di tikungan pertama.

Di depan pendukung fanatiknya, pebalap asal Belanda itu mampu melaju namun kehilangan fungsi setirnya dan harus berujung di tembok pembatas trek.

Carlos Sainz juga tak bisa menyelesaikan lomba setelah mengalami kendala teknis di mobil McLarennya di lap ketiga.

Baca juga:GP Belgia didahului hening sejenak demi Anthoine Hubert

Baca juga:Bos Mercedes tak puas dengan hasil kualifikasi GP Belgia

Dengan satu kemenangan dan tambahan lima finis podium musim ini, Leclerc menduduki peringkat lima dengan 157 poin, terpaut 12 poin dari Vettel di peringkat 4.

Sementara Hamilton masih kokoh di puncak klasemen dengan total 268 poin, menjaga jarak 65 poin dari Bottas yang menjadi rival terdekatnya.

Hasil GP Belgia 2019
1 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 44 lap
2 Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.981 detik
3 Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 12.585 detik
4 Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 26.422 detik
5 Alexander Albon THA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 81.325 detik
6 Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 84.448 detik
7 Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 89.657 detik
8 Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 106.639 detik
9 Pierre Gasly FRA Red Bull Toro Rosso Honda + 109.168 detik
10 Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 109.838 detik
11 Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1 lap
12 Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
13 Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14 Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1 lap
15 George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 1 lap
16 Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
17 Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 1 lap
18 Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
gagal finis Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team 3 lap
gagal finis Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda 0 lap

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara GP Belgia, Leclerc raih kemenangan perdana di F1

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc meraih kemenangan perdana di balapan Formula 1 setelah tampil dominan di GP Belgia, Sirkuit Spa-Francorchamps, MInggu.

Pebalap Monako itu juga mempersembahkan kemenangan pertama untuk Ferrari sejak tim berlogo Kuda Jingkrak itu terakhir kali meraih trofi juara di sirkuit yang sama tahun lalu. Kala itu Sebastian Vettel yang juara.

Leclerc yang start dari pole position menunjukkan keunggulan power unit Ferrari, terutama di lintasan lurus, untuk meninggalkan rival-rivalnya di sirkuit sepanjang 7km itu.

Lewis Hamilton finis runner-up, 0,981 detik di belakang Leclerc. Valtteri Bottas melengkapi podium untuk Mercedes di peringkat ketiga, demikian laman resmi Formula 1. Sedangkan Sebastian Vettel, yang start dari P2, harus puas finis P4.

“Di satu sisi mimpi yang aku punyai sejak kecil telah menjadi kenyataan, tapi di sisi lain ini adalah akhir pekan yang sulit. Aku tumbuh dengan Anthoine dan aku ingin mempersembahkan kemenanganku untuk dia,” kata Leclerc usai lomba.

Anthoine Hubert adalah pebalap asal Prancis yang tewas pada balapan Formula 2 di Spa, Sabtu.

Balapan F1 hari ini pun diawali dengan sesi mengheningkan cipta kepada Hubert.

Leclerc menggunakan strategi dua pitstop, berganti ban medium di lap ke-22 dan keluar di P3 sekitar lima detik di belakang Vettel, yang terlebih dulu masuk pit enam putaran lebih awal dari rekannya.

Namun Leclerc memiliki kecepatan yang lebih baik dari Vettel, hingga sang juara dunia dari Jerman itu membiarkan rekannya lewat di lap ke-27 untuk memimpin lomba.

Baca juga:Bos Mercedes tak puas dengan hasil kualifikasi GP Belgia

Baca juga:GP Belgia didahului hening sejenak demi Anthoine Hubert

Hamilton yang memiliki umur ban medium lebih muda tujuh putaran dari Vettel melakukan manuver untuk menyalip pebalap Ferrari dengan nomor 5 itu di lap ke-32 untuk mengejar pimpinan lomba yang berjarak 6,5 detik di depannya.

Vettel kembali masuk pit di lap ke-34 dan mengganti ban soft untuk merebut tambahan satu poin bagi pebalap dengan waktu putaran tercepat.

Dalam 12 putaran terakhir, Hamilton berusaha mengejar Leclerc hingga terpaut 1,5 detik di lap terakhir. Namun sang pebalap asal Inggris itu tak mampu menyalip Leclerc, yang juga telah menunjukkan kecepatannya di sesi latihan bebas GP Belgia.

Dengan satu kemenangan dan tambahan lima finis podium musim ini, Leclerc menduduki peringkat lima dengan 157 poin, terpaut 12 poin dari Vettel di peringkat 4.

Sementara Hamilton masih kokoh di puncak klasemen dengan total 268 poin, menjaga jarak 65 poin dari Bottas yang menjadi rival terdekatnya.

Hamilton pun mengucapkan selamat bagi Leclerc.

“Aku telah mengeluarkan semua kemampuanku… balapan yang sangat sulit hari ini. Ferrari terlalu cepat di lintasan lurus,” kata Hamilton.

“Selamat untuk Charles untuk kemenangan pertamanya… aku sangat senang untuknya.”

Baca juga:Tabrakan dengan Hubert, Correa stabil setelah dioperasi

Baca juga:Berkaca hasil paruh musim, Ferrari ingin bangkit di Spa dan Monza

Alexander Albon, yang menjalani debut bersama Red Bull, finis P5 di kala rekan satu timnya, Max Verstappen gagal menyelesaikan lomba.

Verstappen menabrak tembok pembatas di lap pembuka setelah kehilangan fungsi setir mobilnya buntut kontak dengan mobil Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di tikungan pertama.

Sergio Perez, yang baru saja memperpanjang kontrak dengan Racing Point, finis P6 di depan Daniil Kvyat dari tim Toro Rosso.

Nico Hulkenberg finis P8 untuk Renault diikuti oleh Pierre Gasly, yang bertukar tempat dengan Albon di Toro Rosso, di P9.

Lance Stroll meraup poin terakhir yang tersedia dengan finis di P10 untuk Racing Point.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tabrakan dengan Hubert, Correa stabil setelah dioperasi

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Formula 2 Juan Manuel Correa, yang cedera setelah kecelakaan parah yang menewaskan Anthoine Hubert pada balapan pertama GP Belgia, Sabtu, selesai dioperasi dan kini dalam keadaan stabil.

Pebalap Amerika kelahiran Ekuador berusia 20 itu mengalami patah tulang kedua kakinya dan cedera ringan pada tulang punggung dan sekarang dalam perawatan intensif.

“Saat ini, kondisi Juan Manuel Correa stabil,” demikian Reuters mengutip laman resmi tim, Minggu.

Baca juga:Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Baca juga:GP Belgia didahului hening sejenak demi Anthoine Hubert

Setelah diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit, Correa masih sadar hingga memasuki ruang operasi.

Tabrakan dalam kecepatan tinggi itu terjadi di lap kedua ketika para pebalap keluar dari tikungan cepat Raidillon di Sirkuit Spa-Francorchamps.

Hubert meninggal di trek sementara Correa diboyong ke Rumah Sakit CHU Liege. FIA telah memulai investigasi insiden tersebut.

Balapan pun ditunda dan akhirnya dibatalkan. Demikian pula balapan kedua yang sedianya digelar Minggu dibatalkan.

Baca juga:Ucapan duka cita Sean Gelael untuk Anthoine Hubert
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Belgia didahului hening sejenak demi Anthoine Hubert

Jakarta (ANTARA) – Formula 1 dan Formula 2 akan hening satu menit sebelum mengawali Grand Prix Belgia, Minggu malam waktu setempat, tulis laman www.gpblog.com.

Hening satu menit ditujukan untuk menghormati dan mengenang pebalap Formula 2 Anthoine Hubert yang meninggal dunia secara tragis di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, kemarin. Sirkuit ini juga menjadi tempat GP Belgia.

Ucapan duka kepada pebalap Prancis berusia 22 tahun itu mengalir deras Minggu pagi waktu setempat dan Formula 1 akan melanjutkan mengirimkan penghormatannya pada Grand Prix Belgia hari ini.

Baca juga: Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Kemarin malam, pebalap Formula 1 Lewis Hamilton menyampaikan pesan duka citanya dalam instastory pada Instagram-nya.

Sedangkan bos Red Bull Racing, Christian Horner, menyebut kecelakaan di arena balap itu “mengingatkan kita semua mengenai betapa bisa berbahaya dan kerasnya olah raga bermotor ini.”

Hening sejenak Formula 2 akan dimulai pukul 10:50 pagi waktu setempat atau sekitar 16.50 WIB nanti, sedangkan hening satu menit di Formula 1 akan dilakukan pada pukul 14:53 waktu setempat atau sekitar 20.53 WIB.

Baca juga: Ucapan duka cita Sean Gelael untuk Anthoine Hubert

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ucapan duka cita Sean Gelael untuk Anthoine Hubert

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia yang turun di Formula 2, Sean Gelael menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya pebalap asal Prancis, Anthoine Hubert karena insiden tragis pada balapan Feature Formula 2 di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, Sabtu (31/8).

“Tak ada kata-kata yang bisa diucapkan…Hanya cinta dan doa untuk keluarga kamu sahabat. Istirahatlah dengan tenang,” kata pebalap Formula 2 dari Tim Pertamina Prema Racing itu dalam keterangan resminya, Minggu.

“Ini kesedihan yang luar biasa dan dengan berat hati kami sampaikan perpisahan untuk sahabat sekaligus competitor terbaik di F2. Kami sampaikan rasa duka yang mendalam untuk keluarga dan sahabatnya.” kata Sean menambahkan.

Tidak hanya Sean Gelael secara pribadi yang saat kejadian berada satu perlombaan. Tim Pertamina Prema Racing juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pebalap debutan pada kejuaraan satu level di bawah Formula 1 itu.

Sejumlah pebalap Formula 1, juga tidak ketinggalan menyampaikan simpati. “Sungguh mengejutkan atas kecelakaan yang dialami Anthoine Hubert. Menyedihkan. Doa terbaik dan cinta untuk dia dan keluarga dari kami para sahabat dan tim,” kata pebalap Red Bull Max Verstappen. Pebalap Prancis Anthoine Hubert (Twitter.com/FIA_F2)

Kepergian Anthoine Hubert memang mengejutkan. Dalam kondisi cuaca yang cerah, persiapan balapan Formula 2 berlangsung seperti biasanya. Balapan pun berlangsung normal selepas start yang selalu menjadi momen menegangkan bagi pebalap.

Akan tetapi, petaka datang seketika di putaran kedua. Mobil Hubert tidak terkendali selepas tikungan Raidilon Eau Rounge yang menikung ke kanan menuju ke Kemmel Straight. Dalam kecepatan tinggi, mobil Hubert menghantam dinding pembatas kanan. Mobilnya lalu terdorong ke dalam lintasan, yang dalam beberapa detik terhantam mobil pebalap tim Sauber Junior, Juan Manuel Correa yang melaju sangat kencang.

Dua pebalap lain juga terlibat dalam insiden ini. Namun, kondisi terparah dialami Hubert dan Correa. Sesaat setelah insiden, penyelenggara balap memutuskan untuk menghentikan balapan. Penanganan dengan cepat dilakukan. Namun sayang, nyawa Hubert tak tertolong.

Correa sendiri dilaporkan dalam kondisi stabil dan masih dalam perawatan di CHU de Liege Hospital.

“Semua orang mengenal Hubert sebagai sosok yang baik dan menyenangkan. Dia murah senyum dan selalu membagi energi positif. Dia pebalap yang berbakat dan akan selalu dikenang,” demikian pernyataan resmi penyelenggara Formula 2.

Atas kejadian tersebut pihak penyelenggara F2 pun memutuskan untuk membatalkan balapan Sprint yang sedianya dilaksanakan pada Minggu.

Baca juga: Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Baca juga: Sean Gelael tetap incar poin meski start ke-16 di Belgia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas di kecelakaan GP Belgia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Prancis Anthoine Hubert tewas setelah mengalami kecelakaan di balapan Formula 2 GP Belgia di Sirkuit Spa Francorchamps, Sabtu waktu setempat.

Pebalap berusia 22 tahun ditabrak oleh pebalap berdarah Ekuador-Amerika Juan Manuel Correa ketika melaju dalam kecepatan tinggi setelah dia kehilangan kendali dan menabrak tembok pembatas di tikungan cepat Raidillon di Spa.

FIA mengumumkan jika Hubert meninggal pukul 18:35 waktu setempat dan investigasi atas insiden itu sedang dilakukan.

Kecelakaan, yang melibatkan beberapa mobil itu, terjadi di lap kedua balapan. Anggota tim medis berhamburan ke tempat kejadian untuk memboyong para pebalap menuju pusat medis yang ada di sirkuit.

Balapan ditunda dan akhirnya dihentikan.

Balapan kedua, yang sedianya digelar sebelum GP Belgia kelas Formula 1 di akhir pekan ini, juga dibatalkan.

Hubert naik ke F2 musim ini setelah lulus dari GP3 tahun lalu.

Membalap untuk tim Arden, Hubert telah menang dua balapan musim ini yaitu di Monako dan Prancis untuk membawanya ke peringkat delapan klasemen umum.

Kematian Hubert menjadi kematian pebalap pertama yang terjadi di akhir pekan balapan Formula 1 sejak Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger tewas di Imola pada 1994.

Jules Bianchi, yang mengalami cedera parah di kepala ketika GP Jepang pada Oktober 2014, meninggal dunia karena cedera tersebut pada July di tahun berikutnya.

Hubert adalah salah satu anggota akademi pebalap muda Renault dan ucapan duka cita pun mengalir kepadanya.

“Anthoine adalah orang yang cerdas,” kata kepala tim Renault Cyril Abiteboul seperti dikutip Reuters.

“Performa dan tingkah lakunya di dan di luar trek menunjukkan dia adalah pria sejati dan sangat lah senang dan terhormat bisa mendapati dirinya di dalam akademi kami.

“Dia akan sangat dirindukan olah tim-tim kami di Enstone dan Viry. Semangatnya akan tetap bersama tim ini dan kami akan mengenang memori dia.:

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton pun mengungkapkan perasaannya lewat media sosial.

“Anthoine adalah seorang pahlawan sejauh yang aku tahu, karena mengambil resiko untuk mengejar mimpinya,” kata sang pebalap asal Inggris itu lewat fitur Instagram Story di akun resminya.

“Aku sangat sedih ini terjadi. Mari kita menjunjung dan mengenang dia.

“Istirahat lah dengan tenang, saudaraku.”

Baca juga: Sean Gelael tetap incar poin meski start ke-16 di Belgia

Baca juga: Racing Point perpanjang kontrak Perez hingga 2022
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019