Taiwan Investigasi Kecelakaan KA yang Tewaskan 18 Orang

Petugas berada di lokasi tergulingnya kereta api di Taiwan, 21 Oktober 2018. (Foto: AFP/DANIEL M SHIH)

Taipei: Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memerintahkan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan kereta ekspres di rute wisata pinggir pantai yang menewaskan 18 orang. Kecelakaan itu merupakan yang terburuk dalam bidang perkeretaapian Taiwan dalam 27 tahun terakhir.

Kecelakaan di perlintasan pesisir timur Taiwan itu terjadi pada Minggu 21 Oktober. Sejumlah gerbong Puyuma Express terguling, yang juga membuat 187 penumpang terluka.

“Semua orang khawatir mengenai penyebab kecelakaan, dan saya sudah meminta tim jaksa untuk mengklarifikasi situasi secepat mungkin,” ujar Tsai, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin 22 Oktober 2018.

“Di masa sulit seperti ini, mari kita semua berdoa untuk korban luka dan semoga korban tewas dapat beristirahat dengan tenang,” lanjut dia.

Tsai juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa yang menyampaikan ucapan duka.

Rekaman video di saluran televisi Taiwan memperlihatkan para penumpang memecahkan kaca jendela kereta dari dalam dan keluar menyelamatkan diri usai kecelakaan. Para korban selamat mengaku merasakan guncangan hebat beberapa saat sebelum kereta terguling.

“Kereta sempat berhenti dua kali dan kami mendapat informasi telah terjadi masalah yang perlu diperbaiki. Tapi kereta kemudian dihidupkan kembali tak lama setelahnya,” ucap seorang penumpang bernama Chiu.

“Kami merasa kereta melaju terlalu cepat, dan kemudian terdengar suara kencang dan kami pun terlempar (dari kursi),” tambah dia, yang mengatakan banyak penumpang tertidur saat kejadian.

Pada 1991, tabrakan dua kereta api di wilayah Miaoli, Taiwan menewaskan 30 orang dan melukai 112 lainnya.

(WIL)