Indonesia tambah medali perak paracylcing di ATC 2019

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet para-sepeda Ni’mal Magfiroh dan Sri Sugiyanti meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri Paracycling pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat.

Ni’mal, sebagai pilot, dan Sri harus mengungguli pasangan atlet Malaysia Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais/Nurul Suhada Zainal (pilot) di babak final perebutan medali emas. Pasangan Indonesia itu mencatatkan waktu 4 menit 7,889 detik, selisih sekitar lima detik dari pasangan Malaysia.

Sementara itu medali perunggu nomor tersebut diraih oleh pasangan pebalap Malaysia Nur Syahida Tajudin dan Noraidilina Adilla J. Sam.

Sri mengaku kurang puas dengan hasil tersebut karena setelah Asian Para Games 2018 lalu mereka sempat jeda latihan dan hanya latihan dalam waktu sekitar tiga minggu sebelum ATC.

“Bagusan di APG kemarin, memang tidak bisa dibohongin usaha itu, tiga minggu latihan dibandingkan 10 bulan,” kata Sri usai perlombaan.

Catatan waktu terbaik Ni’mal dan Sri di APG lalu berada angka 4 menit 3 detik.

Tantangan terbesar bagi Sri dan Ni’mal sekarang adalah bagaimana meneruskan latihan agar memiliki tenaga seperti pebalap Malaysia yang menjadi rival mereka.
  Pasangan atlet paracycling Ni’mal Magfiroh (kiri) dan Sri Sugiyanti (kanan) meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri di ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat (11/1). (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Baca juga: Indonesia cetak sejarah emas junior track Asia 2019

Pelatih NPC Paracycling Indonesia Fadilah Umar melihat anak asuhannya tampak lebih percaya diri ketika di APG dibandingkan di kejuaraan tingkat Asia tahun ini.

“Karena setelah kemarin jeda itu jadi kita hanya pulihkan kondisi di awal saja, walaupun bisa mereka merasa sedikit dipaksakan,” kata Umar.

Sebelumnya pada Kamis, Sri dan Ni’mal meraih medali perunggu nomor tandem sprint putri B Paracycling di ATC 2019.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar lengkap pebalap F1 musim 2019

Jakarta (ANTARA News) – Setelah Lance Stroll resmi menjadi pebalap Force India, yang kemudian berganti nama menjadi Racing Point, maka lengkap sudah daftar pebalap yang akan turun di balapan Formula 1 musim 2019.

Berikut ini daftar 20 pebalap yang sudah tidak sabar lagi untuk beraksi di musim balapan 2019:

Mercedes
nama lengkap tim: Mercedes-AMG Petronas Motorsport
#44 Lewis Hamilton
#77 Valtteri Bottas

Mercedes menjadi salah satu tim yang mempertahankan susunan pebalapnya dari musim lalu untuk 2019. Setelah tim berjuluk Silver Arrows itu merebut juara konstruktor untuk kelima kalinya berturut-turut, Hamilton menjadi juara dunia untuk kelima kalinya.

Baca juga: Hamilton tutup seri pamungkas F1 dengan kemenangan

Ferrari
nama lengkap tim: Scuderia Ferrari Mission Winnow
#5 Sebastian Vettel
#16 Charles Leclerc

Vettel bertahan untuk menjalani tahun kelima bersama Scuderia. Kemudian salah satu rookie yang menuai banyak pujian, Charles Leclerc direkrut dari Sauber untuk menjadi rekan juara dunia empat kali itu menggantikan Kimi Raikkonen.

Baca juga: Debut bersama Ferrari, Leclerc tercepat hari kedua tes Abu Dhabi

Red Bull
nama lengkap tim: Aston Martin Red Bull Racing
#10 Pierre Gasly
#33 Max Verstappen

Gasly pindah dari Toro Rosso untuk menjadi rekan Max Verstappen, teman bermain kartingnya dulu, menggantikan Daniel Ricciardo. Kedua pebalap itu akan ditugasi oleh Red Bull untuk membuat mesin Honda berkerja dengan baik bersama paket mobil 2019 mereka.

Baca juga: Renault-Red Bull berpisah usai GP Abu Dhabi

Renault
nama lengkap tim : Renault F1 Team
#3 Daniel Ricciardo
#27 Nico Hulkenberg

Perpindahan Ricciardo dari Red Bull ke Renault merupakan salah satu kabar besar tahun ini. Di musim depan, dia akan membalap bersama Nico Hulkenberg, yang akan memasuki tahun ketiga bersama Renault, sejak tim itu kembali ke F1 pada 2016 lalu.

Baca juga: Analisa tim di balapan penutup F1 2018

Haas
nama lengkap tim : Rich Energy Haas F1 Team
#8 Romain Grosjean
#20 Kevin Magnussen

Haas juga menjadi tim yang mempertahankan kedua pebalapnya untuk musim depan. Grosjean dan Magnussen akan tetap membalap untuk tim yang bermarkas di Amerika Serikat itu setelah mereka mendapati hasil terbaiknya tahun ini.  Haas juga membawa nama yang tak asing di paddock, yaitu Pietro Fittipaldi, cucu dari juara dunia dua kali Emerson Fittipaldi, sebagai pebalap uji tahun depan.

McLaren
nama lengkap tim: McLaren F1 team
#4 Lando Norris
#55 Carlos Sainz

McLaren mengganti semua pebalapnya untuk formasi musim depan. Carlos Sainz dibawa dari Renault, semnetara Lando Norris naik kasta dari Formula 2 untuk mengendarai mobil F1 bercat oranye pepaya itu. Norris telah menjalani sejumlah latihan bersama McLaren pada 2018.

Baca juga: F1 perkenalkan perubahan regulasi aerodinamika musim balapan 2019

Racing Point
nama lengkap tim: Racing Point F1 Team
#11 Sergio Perez
#18 Lance Stroll

Force India resmi berganti nama menjadi Racing Point pada 2019. Berita perekrutan Stroll sudah diramalkan sejak lama ketika ayahnya mengakuisisi Force India pada Agustus.  Pebalap asal Kanada itu pindah dari Williams untuk menjadi Rekan Sergio Perez, menggantikan Esteban Ocon, yang menjadi pebalap cadangan Mercedes pada 2019.

Baca juga: Lance Stroll resmi pebalap Force India di 2019

Sauber
nama lengkap tim: Alfa Romeo Sauber F1 Team
#7 Kimi Raikkonen
#99 Antonio Giovinazzi

Sauber juga memiliki formasi pebalap baru untuk 2019, dengan Raikkonen, yang menjadi juara dunia pertama sejak Jacques Villeneuve yang mengendarai mobil tim asal Swiss itu, dan Antonio Giovinazzi, pebalap yang lulus dari Ferrari Driver Academy.

Baca juga: Raikkonen jalani tes pertama bersama Sauber

Toro Rosso
nama lengkap tim: Red Bull Toro Rosso Honda
#26 Danill Kvyat
#TBC Alexander Albon

Toro Rosso itu menarik kembali Daniil Kvyat dari posisinya sebagai pebalap pengembangan Ferrari untuk membalap bersama tim bermarkas di Italia itu untuk tahun ketiganya bersama rekan baru Alexander Albon, peringkat tiga F2 sebagai rekannya. Albon, pebalap asal Thailand itu belum mengumumkan nomor yang akan dia gunakan di musim 2019.

Baca juga: Robert Kubica kembali ke F1 bersama Williams

Williams
nama lengkap tim: Williams Racing
#88 Robert Kubica
#63 George Russell

Kembalinya Robert Kubica ke F1 sudah sangat dinanti-nantikan sejak pebalap Polandia itu istirahat sejak 2010 karena kecelakaan. Kubica akan bekerja dengan juara F2 George Russell untuk membangkitkan Williams, yang finis di posisi buncit musim 2018, dari hasil terburuk mereka selama sejarah F1.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

TGA 2018 sesi pamungkas digelar di Malang

Jakarta (ANTARA News) – Gelaran pamungkas Trial Game Asphalt (TGA) 2018 di Kanjuruhan, Malang, pada 15 Desember mendatang dipastikan berlangsung sengit karena sejumlah rider internasional akan turun di kelas Supermoto FFA 450 International.

Nama-nama yang sudah dipastikan turun adalah Lewish Cornish (Inggris), Jan Deitenbach (Jerman), dan Germain Vincenot (Perancis). Ketiga pebalap internasional tersebut didatangkan oleh 76 RIDER bertujuan supaya pembalap Indonesia bisa merasakan kompetisi tingkat dunia.

Di lintasan aspal Kanjuruhan, mereka akan beradu kecepatan dengan pebalap papan atas Indonesia antara lain Doni Tata, Farudilla Adam, Tommy Salim, Ivan Harry, hingga Pedro Wunner. Persaingan juga semakin keras dengan kehadiran sang juara Asia Gerry Salim dan juga pebalap Moto2 Dimmas Ekky.

Lewish Cornish bahkan sudah melakukan persiapan untuk tampil di Trial Game Asphalt.

“Saya sangat bersemangat dan tidak sabar untuk tampil di Trial Game Asphalt Malang. Saya sudah bilang ke Jan dan Germain, kalau kita akan sangat menikmati jalannya race nanti. Ini pasti akan luar biasa,” kata Lewish yang merupakan Juara FIM Asia Supermoto 2017 dalam keterangannya, Sabtu (1/12) malam.

Ia juga memprediksi tidak mudah merebut tahta juara di Kanjuruhan dari pebalap Indonesia.

“Doni adalah teman saya, dan di awal tahun ini kami sempat berlatih motorcross bersama, jadi saya tahu dia adalah pria yang cepat. Sedangkan Farudilla benar-benar membuat saya terkesan di Subang dalam FIM Asia tahun ini. Saya tahu Ivan Harry juga sangat cepat. Jadi saya pikir saya harus bertarung keras menghadapi para pebalap ini,” ujarnya.

Baca juga: Putaran final balap TGA 2017 digelar di Malang pekan depan

Berbeda dengan Lewish, Jan Deitenbach masih mempelajari calon lawan-lawannya. TGA di Malang akan menjadi momen pertama bagi pebalap asal Jerman ini menjajal supermoto di Indonesia.

“Tapi jelas saya sangat antusias dan menantikan untuk bersenang-senang di lintasan dengan mereka. Saya juga gembira karena menjadi pebalap Jerman pertama yang berlaga dalam Trial Game Asphalt di Indonesia,” tutur juara FIM Asia Supermoto di Singapura beberapa waktu lalu.

Jan juga mengaku benar-benar beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia yang menguras tenaga, terutama cuaca hujan. Dalam kondisi ini, pebalap lokal lebih punya keuntungan.

“Tapi balapan tetaplah balapan, semua peluang terbuka saat kita membalap di lintasan. Jadi saya akan bertarung sekuat mungkin untuk meraih podium juara,” kata Jan yang memacu motor KTM dalam race di Malang.

Kesediaan Lewis, Jan dan Germain terbang jauh ke Indonesia dan bertanding di seri Trial Game Asphalt 2018 ini tak lepas dari animo tinggi penggemar balap motor di Indonesia. Bahkan, Lewish menyebut komunitas supermoto di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di Asia.

Trial Game Asphalt 2018 telah bergulir dalam empat seri yakni Semarang, Jogjakarta, Solo, dan Boyolali. Seri terakhir di Sirkuit Kanjuruhan Malang, para rider akan menjalani sesi kualifikasi pada hari Jumat (14/12) untuk menentukan pole position, kemudian pada Sabtu (15/12) sebagai race day yang menggelar balapan dua kali yakni sore dan malam.

Baca juga: Balap trail 76 Trial Game Asphalt dimulai hari ini

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

TGA 2018, pertarungan Doni Tata-Dimas Ekky melawan pebalap internasional

Jakarta (ANTARA News) – Gelaran Trial Game Asphalt (TGA) 2018 akan memasuki babak akhir pada 14-15 Desember di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menyajikan pertarungan sengit antara pembalap nasional melawan pembalap Eropa.

Babak pamungkas dari lima seri balap sepanjang tahun ini diramaikan para pembalap supermoto di kelas FFA 450 Internasional antara lain Lewish Cornish (Inggris), Jan Deitenbach (Jerman) dan Germain Vincenot (Prancis).

Mereka akan berlaga di kelas FFA 450 Internasional, bersaing dengan para rider lokal seperti Doni Tata Pradita, Dimas Ekky, Farudillla Adam, Ivan Harry, Gerry Salim, hingga Pedro Wunner.

Menjawab tantangan para pembalap Eropa tersebut, sejumlah rider papan atas Indonesia menyatakan siap bersaing di babak final TGA 2018.

“Saya berharap bisa mengatasi mereka (para rider internasional) dan bersaing secara sportif kepada semua pembalap di Trial Game Asphalt, Malang. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri buat saya dengan kehadiran pembalap top, baik dari dalam dan luar negeri, dan tampil lebih bagus,” tutur Doni Tata dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Baca juga: TGA 2018 sesi pamungkas digelar di Malang

Doni menyiapkan strategi khusus karena akan menjalani race di dua kelas, yakni FFA 450 Internasional dan FFA 250. Kelas yang terakhir disebutkan merupakan kelas utama tempat Doni Tata berpeluang merebut titel Juara Umum TGA 2018.

“Saya terus berlatih dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik. Terlebih saya ingin memastikan diri menjadi juara di Malang dan meraih Juara Umum di kelas FFA 250,” papar pembalap kelahiran Sleman, Yogyakarta itu.

Kedatangan pembalap Eropa juga ditanggapi serius oleh Dimas Ekky Pratama. Menurutnya, dengan dipertandingkannya kelas FFA 450 Internasional akan menambah panas atmosfir Trial Game Asphalt.

“Tentu akan makin seru dan kompetitif. Saya optimistis bisa bersaing dan tampil dengan baik,” ujar Dimas Ekky.

Baca juga: Doni Tata boyong gelar juara umum “TGA” 2017

Selain Doni Tata dan Dimas Ekky, rider top Indonesia lainnya juga berpeluang yang sama untuk meraih waktu tercepat di TGA. Sejumlah nama yang dipastikan turun di antaranya Farudilla Adam, Tommy Salim, serta dua rider yang akan berlaga di FIM Supermoto Asia Ivan Harry Nugraha dan Pedro Wunner.

Sementara Dimas Ekky dan Gerry Salim merupakan dua pembalap yang saat ini berlaga di ajang Moto 3 dan Moto 2 CEV.
 
Kehadiran pembalap internasional di TGA tidak terlepas dari upaya 76RIDER untuk memajukan supermoto di Indonesia.

“Tujuan kami membawa mereka di final TGA antara lain adalah agar para pembalap supermoto Indonesia bisa merasakan kompetisi supermoto setara tingkat dunia. Selain itu, juga untuk meningkatkan animo penonton supermoto di Indonesia,” terang Mario CSP dari 76RIDER.

Baca juga: Pebalap nasional berebut jawara TGA di Malang

Untuk kelas-kelas yg dipertandingkan, sampai dengan putaran ke-4 yang dirampungkan di Sirkuit Boyolali, belum ada satupun gelar juara terkunci. Gelar juara masih diperebutkan masing-masing kelas antara lain FFA 250, Trail 175 open serta kelas trail 250.

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kalender balapan Formula 1 musim 2019

Jakarta (ANTARA News) – Balapan Formula 1 musim 2019 akan diawali dengan dua tes pramusim di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, sebelum balapan pertama di Melbourne, Australia.

Berikut ini jadwal tes pramusim dan kalender balapan Formula 1 2019 yang dirilis oleh Formula1.com:

TES PRA-MUSIM
Tes 1    18-21 Februari    Circuit de Barcelona-Catalunya, Spain
Tes 2    26 Februari – 1 Maret    Circuit de Barcelona-Catalunya, Spain

THE 2019 RACE CALENDAR
Tanggal Grand Prix    Venue
17 Mar    Australia    Melbourne
31 Mar    Bahrain        Sakhir
14 Apr     China        Shanghai
28 Apr     Azerbaijan    Baku
12 May     Spanyol        Barcelona
26 May     Monaco        Monaco
9 Jun     Kanada        Montreal
23 Jun     Prancis        Le Castellet
30 Jun     Austria        Spielberg
14 Jul     Inggris        Silverstone
28 Jul     Jerman        Hockenheim
4 Aug     Hungaria    Budapest
1 Sep     Belgia        Spa
8 Sep     Italia        Monza
22 Sep     Singapura    Singapore
29 Sep     Rusia        Sochi
13 Oct     Jepang        Suzuka
27 Oct     Meksiko        Mexico City
3 Nov     Amerika Serikat    Austin
17 Nov    Brazil        Sao Paulo
1 Dec     Abu Dhabi    Yas Island

Baca juga: F1 perkenalkan perubahan regulasi aerodinamika musim balapan 2019

Baca juga: Analisa tim di balapan penutup F1 2018

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ferrari umumkan tanggal peluncuran mobil F1 2019

Jakarta (ANTARA News) – Scuderia Ferrari mengumumkan mereka akan merilis mobil balap mereka untuk berlaga di Formula 1 musim 2019 pada 15 Februari mendatang.

Tim asal Italia itu selama beberapa bulan terakhir sedang mengerjakan mobil penantang mereka untuk musim 2019 yang dijuluki Project 670. Tinggal sekitar delapan pekan lagi hingga mereka membuka tabir mobil balap 2019 mereka ke publik, demikian Formula1.com pada Jumat.

Tanggal peluncuran mobil Ferrari itu berdekatan dengan tes pramusim di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, yang akan digelar mulai 18 Februari 2019.

Baca juga: Kalender balapan Formula 1 musim 2019

Ferrari menjadi tim pertama yang mengumumkan tanggal peluncuran mobil balap 2019 mereka.

Sebastian Vettel dan Charles Leclrec dipersiapkan oleh Ferrari untuk mengincar gelar juara musim 2019 nanti.

Tim berjulukan kuda jingkrak itu finis kedua setelah Mercedes di klasemen konstruktor.

Baca juga: Analisa tim di balapan penutup F1 2018

Baca juga: Hamilton tutup seri pamungkas F1 dengan kemenangan

Sementara Sebastian Vettel harus merelakan gelar juara dunia 2018 ke tangan rivalnya, pebalap Mercedes Lewis Hamilton.

Kimi Raikkonen, yang finis di peringkat tiga, di akhir musim meninggalkan Ferrari untuk bertukar bangku dengan Charles Leclrec, yang menjadi pebalap rookie terbaik 2018, ke Sauber.

Baca juga: Raikkonen jalani tes pertama bersama Sauber

Baca juga: Debut bersama Ferrari, Leclerc tercepat hari kedua tes Abu Dhabi

Baca juga: F1 perkenalkan perubahan regulasi aerodinamika musim balapan 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pebalap internasional ramaikan “Trial Game Asphlat 2018” di Malang

Malang (ANTARA News) – Sebanyak tiga pebalap internasional asal Inggris, Jerman, dan Prancis ikut memeriahkan pergelaran final balap Supermoto bertajuk “Trial Game Asphalt 2018” yang digulirkan pada 14 dan 15 Desember 2018 di Malang, Jatim.

Ketiga pebalap internasional tersebut adalah Lewis Cornish (Inggris), Germain Vincenot (Prancis), dan Jan Deitenbach (Jerman). Mereka turun di kelas FFA450 internasional championship.

Sementara pebalap nasional seperti Dimas Ekky Pratama dan Gerry Salim juga ikut berlaga di ajang tersebut. Keduanya merupakan pebalap yang saat ini tengah berlaga di ajang Moto3 CEV dan Moto2 CEV.

Ketua Penyelenggara Trial Game Asphalt 2018, Cahyadi Gunawan, Jumat, mengatakan selain dimeriahkan tiga pebalap asing tersebut, dalam grand final supermoto ini juga diikuti 121 starter.

“Progres supermotor ini sangat luar biasa, karena pada tahun lalu hanya ada 30 starter yang bergabung di ajang ini,” kata Cahyadi di sela penyelenggaraan balap supermoto di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat.

Ia menerangkan peraturan terkait balap supermoto tersebut baru ada tiga lalu, namun perkembangan dan antusiasme masyarakat luar biasa, khususnya para pebalap. Sebab, baru beberapa tahun digelar sudah banyak pebalap yang berpartisipasi.

Hanya saja, semakin banyak starter yang terlibat, kualitas balapan akan menurun karena sulit mengatur racenya dan race juga akan digunakan terus menerus tanpa jeda. Oleh karenanya, tahun depan perlu ada pengaturan atau penambahan kelas yang dipertandingkan, bahkan jumlah starter pun dibatasi. 

Saat ini, kata Cahyadi, kelas yang dipertandingkan adalah klas 150 cc, 175 cc, 250 cc, dan 450 cc. Dan, tahun depan kategori yang dipertandingkan juga harus ada beberapa, seperti kategori komunitas, open, profesional dan nonprofesional alias amatir.

Sebelum babak final di sirkuit Kanjuruhan, Kabupaten Malang, trial game asphalt telah berlangsung di empat seri, yakni Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Boyolali. Sejauh ini, Doni Tata masih memimpin dalam pengumpulan poin dari empat seri tersebut.

Menyinggung sirkuit Kanjuruhan menjadi pilihan lokasi dilangsungkannya grand final sekaligus menentukan rider terbaik, Cahyadi mengaku di Malang cukup ramai karena komunitas trial cukup banyak. “Kami harap semua bisa tertampung karena yang dikhawatirkan adalah kapasitas penontonnya. Kami target 20 ribuan penonton,” ucapnya.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Formula 1 musim 2018 dalam restrospeksi

Jakarta (ANTARA News) – Tahun ini adalah pertama kalinya musim balapan Formula 1 menjadi ajang pertempuran dua juara dunia empat kali, Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton, yang sama-sama mengincar gelar kelima mereka.

Lewis Hamilton mendominasi musim 2018 bersama Mercedes, walaupun mungkin menjadi musim tersulitnya untuk meraih gelar juara dunia kelima kali.

Mercedes mendapat tantangan utama dari Ferrari, yang tampak kuat di paruh awal musim. Namun demikian, Hamilton mampu memenangi sejumlah balapan di trek yang bersahabat dengan Mercedes juga di sirkuit di mana mobil tim lawan lebih kuat.

Vettel sempat mengambil alih pimpinan klasemen pebalap setelah finis ketiga pada balapan ke sembilan di GP Austria, di mana Hamilton gagal menyelesaikan balapan karena mengalami kendala tekanan bahan bakar di mobil, masalah ban dan kesalahan strategi tim yang fatal.

Namun setelah terpuruk di Austria, Hamilton menorehkan catatan impresif dengan delapan kemenangan, dua kali runner-up dan satu kali podium ketiga.

Justru di GP Meksiko lah pebalap asal Inggris raya itu mengunci gelar juara dunia kelimanya walaupun gagal finis podium. Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel di GP Singapura (formula1.com)

Di balik kemenangan Hamilton ada satu tim yang luar biasa, Mercedes, yang juga merebut gelar juara konstruktor untuk kelima kalinya berturut-turut pada musim ini. Suatu pencapaian hebat di tengah olahraga yang sangat kompetitif seperti Formula 1.

Hanya Ferrari di era Michael Schumacher yang mampu menjadi juara konstruktor lebih dari lima kali.

Juara dunia lima kali Hamilton merebut kemenangannya ke-11 di musim ini dan ke-73 kalinya selama karir membalapnya di GP Abu Dhabi. Pebalap asal Inggris itu juga menjadi pebalap pertama yang meraih poin melebihi 400 di satu musim.

Baca juga: Hamilton tutup seri pamungkas F1 dengan kemenangan
Baca juga: Analisa tim di balapan penutup F1 2018

Ross Brawn yang pernah menukangi Ferrari dan Mercedes menyebut performa Hamilton sebagai “tanda juara sejati.”

Namun demikian Dewi Fortuna kurang berpihak kepada Valtteri Bottas musim ini. Pebalap asal Finlandia itu sebenarnya memiliki kesempatan bagus untuk memenangi balapan seperti ketika di Baku dan Abu Dhabi, tapi justru dirundung nasib buruk entah karena situasi balapan atau keputusan tim untuk memaksimalkan hasil kejuaraan.

Bottas menjadi pebalap Mercedes yang tidak pernah meraih podium pertama musim 2018.

Sangat disayangkan, Ferrari yang menjadi penantang terkuat Mercedes tahun ini hanya mampu finis di peringkat dua di musim yang tampaknya menjanjikan gelar juara bagi tim asal Italia itu.

Sebastian Vettel masih menjadi rival utama Lewis Hamilton. Namun berbeda dengan si pebalap Inggris, sang juara dunia empat kali dari Jerman itu justru gagal memenangi balapan di mana seharusnya dia bisa menang mudah dengan mobil Ferrarinya.
  Pebalap F1 Ferrari Sebastian Vettel terlihat saat latihan dalam Azerbaijan Grand Prix di Baku City Circuit, Azerbaijan, Jumat (27/4/2018). (REUTERS/David Mdzinarishvili)
Vettel, yang hanya mengantongi lima kemenangan, harus puas menjadi runner-up dengan selisih 88 poin dari Hamilton.

Kimi Raikkonen menikmati musim yang bagus tahun ini dengan sejumlah performa bagus, melebihi ekspektasi apa yang bisa diraih pebalap berusia 39 tahun itu.

Finis ketiga terbaik, pebalap Finlandia itu bertukar tempat dengan Charles Leclerc untuk kembali membalap bersama Sauber, tim di mana dia melakukan debut di Formula 1.

Baca juga: Debut bersama Ferrari, Leclerc tercepat hari kedua tes Abu Dhabi
Baca juga: Raikkonen jalani tes pertama bersama Sauber

Setelah melakoni debutnya tahun ini, Leclrec dinobatkan sebagai pebalap rookie terbaik oleh FIA. Pebalap asal Monaco itu sebelumnnya juga menjadi pebalap rookie terbaik Formula 2 pada 2017 sebelum hijrah ke Formula 1.

Leclerc menjanjikan talenta muda bagi Ferrari tahun depan. “Saya yakin kedatangannya ke Ferrari akan menjadi penyemangat baru untuk tim dan dorongan tambahan bagi Vettel musim depan,” kata Ross Brawn.

Baca juga: Ferrari umumkan tanggal peluncuran mobil F1 2019

Sementara itu, musim 2018 menjadi kali pertama bagi Red Bull memenangi empat balapan, rekor terbaiknya sejak era mesin hybrid diperkenalkan pada 2014.

Namun demikian, hasil itu tidak terlalu meyakinkan bagi tim untuk meneruskan kerjasama mereka dengan Renault, sebagai pemasok mesin, dan mempertahankan Daniel Ricciardo bersama mereka. Pebalap Red Bull F1 Daniel Ricciardo terlihat dalam sebuah sesi latihan German Grand Prix di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Sabtu (21/7/2018). (REUTERS/Ralph Orlowski)

Sang pebalap Australia itu ketika libur musim panas mengumumkan akan meninggalkan Red Bull pada akhir musim untuk membalap bersam Renault musim depan.

Setelah dihantui isu reliabilitas, Red Bull akan menggunakan mesin Honda musim depan, dengan demikian mengakhiri 12 tahun kemitraan mereka dengan Renault.

Baca juga: Renault-Red Bull berpisah usai GP Abu Dhabi

Max Verstappen masih bertahan bersama Red Bull untuk musim depan. Pebalap Belanda itu memiliki talenta seorang bintang dan masih menyisakan banyak ruang untuk berkembang di tim, terutama kemampuan untuk menahan diri dari melakukan kesalahan dan mengendalikan emosinya di trek.

Kepala Tim Red Bull, Christian Horner, akan mengundi keberuntungannya dengan mengandalkan satu lagi pebalap muda, Pierre Gasly untuk membalap bersama Verstappen.

Tiga tim besar itu hampir tidak menyisakan ruang persaingan bagi tim papan tengah. Jaraknya terlalu jauh.

Dari tujuh tim lainnya, hanya Force India, lewat Sergio Perez, yang mampu meraih podium, kala itu finis P3 di Baku, Azerbaijan.

Pebalap dari tim lainnya tidak ada yang finis podium tahun ini. Ini menjadi satu masalah bagi masa depan Formula 1 karena secara tidak langsung balapan jet darat itu bergantung kepada balapan yang kompetitif.

Kemajuan signifikan ditunjukkan oleh Renault yang finis peringkat empat klasemen konstruktor dan terutama Haas yang finis peringkat lima dalam jangka waktu tiga tahun setelah debutnya di Formula 1.

Force India juga mampu fokus di tengah masalah finansial yang mereka hadapi.

Baca juga: Lance Stroll resmi pebalap Force India di 2019

Oleh karena itu tahun depan, Formula 1 melakukan sedikit perubahan regulasi, terutama soal aerodinamika, yang bertujuan untuk memungkinkan lebih banyak salip menyalip dan membuat balapan lebih kompetitif.

Formula 1 dan Pirelli juga memperpanjang kemitraan mereka pada 2020 hingga 2023.

Tahun ini Formula 1 memperkenalkan penggunaan Halo, perangkat berbentuk seperti karet sandal jepit yang berfungsi melindungan kepala pebalap dari benturan benda-benda melayang. Lance Stroll (Force India) (Formula1.com)

Setelah menuai kritikan dari para fans di awal musim, Halo mampu merubah mereka yang berseberangan untuk mengakui adalah hal tepat untuk memasang instrumen itu di mobil, apalagi setelah insiden kecelakaan yang menimpa Leclrec di Spa dan Marcus Ericsson di Monza.

Dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, publik juga akan disajikan bentuk mobil yang sangat berbeda.

Ketika di Singapura, sejumlah konsep mobil balap F1 diperlihatkan, selain desain mobil yang futuristik, hal yang paling ketara adalah ukuran pelek ban yang akan berubah dari 13 inci ke 18 inci.

Pirelli pun, setelah perpanjangan kontrak dengan F1, sudah berkomitmen untuk mengembangkan ban untuk pelek 18 inci tersebut.

Baca juga: F1 perkenalkan perubahan regulasi aerodinamika musim balapan 2019
Baca juga: Otomotif – Formula 1-Pirelli sepakati kemitraan baru

Musim balapan 2018 ditutup di dengan balapan perpisahan Fernando Alonso, yang mengakhiri karirnya sebagai pebalap F1 musim ini.

Alonso, yang memiliki segudang bakat itu, mengalami masa-masa sulit dengan McLaren yang tampaknya tidak bisa menterjemahkan dengan baik apa yang dia mau. Tapi Alonso tetap bertahan dan menuntaskan tanggungjawabnya. Fernando Alonso (McLaren) menyapa para penggemar F1 usai menuntaskan GP terakhirnya di Abu Dhabi, Minggu (25/11) (twitter.com/F1)

Lewis Hamilton, Sebastian Vettel bergabung bersama Alonso melakukan atraksi “donut” dengan mobil mereka usai perlombaan sebagai salam perpisahan kepada juara dunia dua kali asal Spanyol itu.  Alonso akan sangat dirindukan oleh para pebalap di trek.

Asap dari ban yang memutar kencang dari ketiga mobil juara dunia itu pun memberikan pertunjukan spektakuler dan menutup musim 2018 yang intens, salah satu musim terbaik di era mobil hybrid Formula 1.

Baca juga: Alonso rencanakan pensiun akhir musim 2018
Baca juga: McLaren siapkan livery khusus untuk Alonso sebagai tanda perpisahan

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018