Kualifikasi GP Catalan, Quartararo pimpin serbuan Yamaha di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) meraih pole position keduanya musim ini setelah menjadi yang tercepat di kualifikasi GP Catalunya, Sabtu.

Pebalap asal Prancis itu menorehkan waktu tercepat 1 menit 39,484 detik, unggul dengan margin sangat tipis 0,015 dari pebalap tuan rumah Marc Marquez (Repsol Honda) yang berada di peringkat dua.

Musim ini Quartararo dinobatkan menjadi pebalap MotoGP termuda yang meraih pole position usai mengunci posisi start pertama di Jerez.

Pole position keduanya musim ini diraihnya 11 hari setelah sang pebalap berusia 20 tahun itu menjalani operasi lengan kanan.

Baca juga:Usai operasi lengan, Quartararo dinyatakan fit untuk GP Catalunya
Baca juga:MotoGP rayakan hari jadi ke-70 balapan Grand Prix

Pebalap tuan rumah lainnya, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan melengkapi baris terdepan grid dengan posisi start ketiga.

Sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi akan start dari P5 di belakang pebalap tim satelit Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli, yang lolos ke Q2 usai menjadi yang tercepat di Q1.

Yamaha menguasai sesi kualifikasi di Sirkuit Barcelona-Catalunya dengan mengirim empat pebalapnya di peringkat lima besar, bersama satu wakil dari Honda, Marc Marquez.

Andrea Dovizioso menjadi pebalap Ducati tercepat di P6 mengungguli rekan satu timnya, Danilo Petrucci di P7.

Petrucci, juara GP Italia itu, sempat terjatuh di Tikungan 5 yang membuatnya kehilangan waktu berharga di Q2.

Sementara itu setelah tampil tercepat di FP3, Alex Rins harus puas dengan posisi start delapan diikuti oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) di P9 dan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) di P10.

Joan Mir, yang lolos ke Q2 hanya mampu di posisi ke-11 diikuti oleh Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) untuk P12.

Marquez, yang baru satu kali juara di Catalunya pada 2014, masih memuncaki klasemen pebalap dengan 115 poin ditempel oleh Dovizioso di peringkat dua dengan selisih 12 poin.

Walaupun tak pernah start dari baris terdepan, Rins, yang berada di peringkat tiga klasemen dengan 88 poin, akan berharap kembali memiliki laju yang bagus di balapan untuk melaju ke depan seperti di balapan-balapan berikutnya dan mengacaukan peta persaingan para pebalap terdepan.

Balapan MotoGP di Catalunya akan berlangsung mulai pukul 19:00 WIB, Minggu.

Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Hasil babak kualifikasi Q2
1 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* 1 menit 39,484 detik
2 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0,015 detik
3 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,226 detik
4 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +0,227 detik
5 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,269 detik
6 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +0,293 detik
7 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) +0,360 detik
8 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +0,386 detik
9 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +0,667 detik
10 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +0,715 detik
11 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +0,756 detik
12 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +0,941 detik
Q1:
13 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 40,167 detik
14 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 40,271 detik
15 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 40,349 detik
16 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 40,362 detik
17 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 40,400 detik
18 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 40,427 detik
19 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 40,682 detik
20 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 40,752 detik
21 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 40,839 detik
22 Bradley Smith GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 41,232 detik
23 Sylvain Guintoli FRA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 41,270 detik
24 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 41,748 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo libas Marquez untuk start terdepan di Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) kembali tampil impresif dengan merebut pole position kali keduanya musim ini di balapan GP Catalunya, Spanyol.

Pebalap berusia 20 tahun asal Prancis itu menjadi yang tercepat di babak kualifikasi, Sabtu, dengan catatan waktu 1 menit 39,484 detik atau 0,015 detik unggul atas pebalap tuan rumah Marc Marquez (Repsol Honda) yang akan start dari P2 besok, demikian laman resmi MotoGP.

Sebelumnya Quartararo tampil kuat setelah di sesi latihan FP3 menjadi yang tercepat kedua setelah Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan memuncaki FP4. Dia juga memuncaki sesi latihan FP2 pada Jumat.

Musim ini Quartararo dinobatkan menjadi pebalap MotoGP termuda yang meraih pole position usai mengunci posisi start pertama di Jerez.

Pebalap tuan rumah lainnya, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan melengkapi baris terdepan grid dengan posisi start ketiga.

Sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi akan start dari P5 di belakang pebalap tim satelit Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli, yang lolos ke Q2 usai menjadi yang tercepat di Q1.

Andrea Dovizioso menjadi pebalap Ducati tercepat di P6 mengungguli rekan satu timnya, Danilo Petrucci di P7.

Petrucci, juara GP Italia itu, sempat terjatuh di Tikungan 5 yang membuatnya kehilangan waktu berharga di Q2.

Sementara itu setelah tampil tercepat di FP3, Alex Rins harus puas dengan posisi start delapan diikuti oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) di P9 dan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) di P10.

Joan Mir, yang lolos ke Q2 hanya mampu di posisi ke-11 diikuti oleh Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) untuk P12.

Baca juga:Usai operasi lengan, Quartararo dinyatakan fit untuk GP Catalunya
Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo ungguli Dovizioso untuk puncaki FP2 GP Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pebalap yang mampu memperbaiki catatan waktu per lap setelah menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas FP2 di GP Catalunya, Jumat.

Pebalap rookie asal Prancis itu memuncaki FP2 dengan waktu 1 menit 40,079 detik, atau unggul 0,281 detik dari Andrea Dovizioso dari tim Ducati, demikian laman resmi MotoGP.

Quartararo sebelumnya telah dinyatakan fit untuk turun di GP Catalunya usai menjalani operasi lengan kanan.

Baca juga:Quartararo sukses jalani operasi lengan kanan

Di belakang Dovizioso ada Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) yang mampu memperbaiki catatan waktunya untuk menjadi pebalap ketiga tercepat, disusul pebalap tuan rumah Pol Espargaro yang menjadi pebalap KTM tercepat di P4, mengungguli Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Valentino Rossi (Monster Energy Yamah MotoGP) finis 0,441 di belakang Quartararo untuk P7, ditempel oleh Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) di P8, dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) di P9.

Alex Rins melengkapi posisi 10 besar untuk Suzuki di FP2.

Sementara itu, Marc Marquez (Repsol Honda), yang memuncaki sesi latihan pagi, menjadi satu-satunya pebalap yang tak mampu memperbaiki catatan waktunya di FP2 dengan bercokol di P17. Kombinasi catatan waktu FP1 dan FP2nya menempatkan Marquez di peringkat sembilan.

Baca juga:Ungguli Quartararo, Marquez puncaki FP1 di Catalunya

Hasil sesi latihan bebas FP2 GP Catalunya
1 Fabio Quartararo Yamaha 1 menit 40,079 detik
2 Andrea Dovizioso Ducati 1 menit 40,360 detik
3 Takaaki Nakagami Honda 1 menit 40,381 detik
4 Pol Espargaro KTM 1 menit 40,393 detik
5 Francesco Bagnaia Ducati 1 menit 40,471 detik
6 Franco Morbidelli Yamaha 1 menit 40,517 detik
7 Valentino Rossi Yamaha 1 menit 40,520 detik
8 Danilo Petrucci Ducati 1 menit 40,599 detik
9 Cal Crutchlow Honda 1 menit 40,702 detik
10 Alex Rins Suzuki 1 menit 40,727 detik
11 Karel Abraham Ducati 1 menit 40,727 detik
12 Johann Zarco KTM 1 menit 40,771 detik
13 Jorge Lorenzo Honda 1 menit 40,816 detik
14 Maverick Viñales Yamaha 1 menit 40,847 detik
15 Aleix Espargaro Aprilia 1 menit 40,878 detik
16 Jack Miller Ducati 1 menit 40,948 detik
17 Marc Marquez Honda 1 menit 40,963 detik
18 Tito Rabat Ducati 1 menit 41,007 detik
19 Joan Mir Suzuki 1 menit 41,070 detik
20 Miguel Oliveira KTM 1 menit 41,331 detik
21 Andrea Iannone Aprilia 1 menit 41,524 detik
22 Hafizh Syahrin KTM 1 menit 41,527 detik
23 Sylvain Guintoli Suzuki 1 menit 41,987 detik
24 Bradley Smith Aprilia 1 menit 42,156 detik

Baca juga:Hari jadi ke-70, ini awal mula kejuaraan dunia balap motor terbentuk
Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ungguli Quartararo, Marquez puncaki FP1 di Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) menjadi pebalap tercepat di sesi latihan bebas FP1 GP Catalunya, pada Jumat.

Di depan publik tuan rumah, pebalap Spanyol itu mencatatkan waktu 1 menit 40,692 detik untuk mengungguli Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dengan margin 0,111 detik, demikian laman resmi MotoGP.

Pebalap tuan rumah lainnya, Maverick Viñales menjadi yang tercepat ketiga dengan selisih 0,180 detik dari Marquez, diikuti oleh Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati).

Baca juga:Usai operasi lengan, Quartararo dinyatakan fit untuk GP Catalunya

Takaaki Nakagami, yang finis P5 di GP Italia di Mugello dua pekan lalu, cukup konsisten dengan menjadi yang tercepat kelima di FP1 di Catalunya, mengungguli pebalap Pramac Racing Jack Miller yang berada di P6.

Sementara itu, Alex Rins menjadi pebalap Suzuki tercepat di P7, terpaut 0,450 detik dari pemuncak sesi latihan pagi itu.

Sementara Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) harus puas di P9, satu posisi di bawah pebalap tim satelit Yamaha Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Aleix Espargaro melengkapi peringkat 10 besar FP1 untuk Aprilia Racing Team Gresini.

Sesi latihan berjalan ketat melihat sepuluh pebalap terdepan itu hanya terpaut sekitar 0,5 detik.

Hasil sesi latihan bebas FP1 GP Catalunya:
1 Marc Marquez Honda 1 menit 40,692 detik
2 Fabio Quartararo Yamaha 1 menit 40,803 detik
3 Maverick Viñales Yamaha 1 menit 40,872 detik
4 Andrea Dovizioso Ducati 1 menit 41,030 detik
5 Takaaki Nakagami Honda 1 menit 41,040 detik
6 Jack Miller Ducati 1 menit 41,049 detik
7 Alex Rins Suzuki 1 menit 41,142 detik
8 Franco Morbidelli Yamaha 1 menit 41,160 detik
9 Valentino Rossi Yamaha 1 menit 41,190 detik
10 Aleix Espargaro Aprilia 1 menit 41,213 detik
11 Cal Crutchlow Honda 1 menit 41,243 detik
12 Joan Mir Suzuki 1 menit 41,355 detik
13 Johann Zarco KTM 1 menit 41,390 detik
14 Pol Espargaro KTM 1 menit 41,410 detik
15 Francesco Bagnaia Ducati 1 menit 41,530 detik
16 Tito Rabat Ducati 1 menit 41,603 detik
17 Jorge Lorenzo Honda 1 menit 41,621 detik
18 Danilo Petrucci Ducati 1 menit 41,624 detik
19 Andrea Iannone Aprilia 1 menit 41,825 detik
20 Miguel Oliveira KTM 1 menit 41,920 detik
21 Karel Abraham Ducati 1 menit 41,972 detik
22 Bradley Smith Aprilia 1 menit 42,168 detik
23 Sylvain Guintoli Suzuki 1 menit 42,363 detik
24 Hafizh Syahrin KTM 1 menit 42,448 detik

Baca juga:Hari jadi ke-70, ini awal mula kejuaraan dunia balap motor terbentuk
Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari jadi ke-70, ini awal mula kejuaraan dunia balap motor terbentuk

Jakarta (ANTARA) – Grand Prix Catalunya akhir pekan ini menjadi momen untuk memperingati 70 tahun kejuaraan dunia balap motor yang pertama kali digelar di Isle of Man pada 1949.

Menurut catatan sejarah, sebelum 1949 istilah Grand Prix untuk pertama kali digunakan pada ajang balap motor oleh Paris Coupe Internationale des Motocyclettes pada 1904 di mana pesertanya terdiri atas pebalap Prancis, Denmark, Jerman, Inggris dan Austria.

Fédération Internationale des Clubs Motocyclistes (FICM) terbentuk setelah itu dan selama lebih dari 40 tahun telah mengatur regulasi kompetisi balap motor di Eropa, demikian laman resmi MotoGP.

Baca juga:MotoGP rayakan hari jadi ke-70 balapan Grand Prix

Pada periode perang di Eropa (1919-1939) FICM meluncurkan kejuaraan resmi pertamanya yaitu Grand Prix Eropa, yang setiap tahunnya digelar di tempat berbeda.

Kemudian pada 1938, GP Eropa diubah menjadi Kejuaraan Eropa yang melombakan sejumlah balapan dan tiga kategori berbeda yaitu 250cc, 350cc dan 500cc.

Kejuaraan Eropa dilanjutkan setelah Perang Dunia Kedua pada 1947 namun hanya terdiri atas satu balapan.

Pada November 1948 di Kongres London, FICM mengambil keputusan untuk mengganti Kejuaraan Eropa menjadi Kejuaraan Dunia.

Dan sejak itu, pada Januari 1949, peraturan resmi dari Kejuaraan Dunia Grand Prix sepeda motor pun lahir dengan enam balapan digelar pada bulan-bulan berikutnya kala itu.

Keenam balapan itu adalah balapan Tourist Trophy Isle of Man (13,15,17 Juni); Grand Prix Swiss, Berne (2-3 Juli); Dutch TT, Assen (9 Juli), GP Belgia, Spa-Francorchamps (17 Juli); GP Ulster, Belfast/Clady (21 Agustus); dan GP of Nations, Monza (4 September).

“FICM akan menganugerahkan titel Juara Dunia a) kepada pebalap terbaik dan b) kepada konstruktor terbaik, di ajang balap jalanan klasik tahun itu, di setiap kelas yang dilombakan di mana paling tidak tiga balapan digelar:125cc, 250cc, 350cc, 500cc solo dan 600cc side-car.” demikian laporan tertulis Sekretaris ISC, Mayor T.W. Loughborough.

Titel juara diraih pebalap yang mengumpulkan poin terbanyak dari setiap ajang. Sistem pemberian poin pun berbeda dari apa yang telah diterapkan pada 2019. Kala itu juara balapan meraih 10 poin, P2= delapan poin, P3=tujuh, P4= enam poin, P5=lima poin.

Pebalap dengan waktu putaran tercepat, selama dia mampu finis balapan, akan mendapatkan tambahan satu poin.

Bagi konstruktor, hanya finis terbaik dari salah satu pebalapnya yang dihitung. Aturan itu berlaku hingga sekarang.

Misalnya jika pebalap Repsol Honda Marc Marquez menang, mengungguli rekan satu tim, Jorge Lorenzo dan pebalap tim satelit LCR Honda Castrol Cal Crutchlow di GP Catalunya, maka Honda akan meraih 25 poin, bukan akumulasi poin dari Marquez, Lorenzo dan Crutchlow.

Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Pebalap Inggris Harold Daniel dari Norton Factory memenangi balapan pertama 500cc di Senior TT Isle of Man pada 1949. Namun kejuaraan dunia pertama itu menjadi saksi pertarungan perebutan gelar antara pebalap AJS Factory, Leslie Graham dan pebalap Gilera Factory, Nello Pagani.

Graham menjuarai GP Swiss di Jenewa dan GP Ulster di Belfast-Clady, sementara Pagani memenangi Dutch TT di Assen dan Nations GP di Monza.

Pada akhirnya, walaupun tak mencetak satu poin pun di Spa dan Monza, Graham menjadi Juara Dunia GP FIM pertama dengan 30 poin, unggul satu poin dari Pagani.

Dan sejak itu, kejuaraan dunia Grand Prix sepeda motor berjalan dan menjadi balapan yang ada seperti sekarang ini.

Baca juga:Usai operasi lengan, Quartararo dinyatakan fit untuk GP Catalunya

Baca juga:Marquez akan kenakan helm edisi spesial di Catalunya

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MotoGP rayakan hari jadi ke-70 balapan Grand Prix

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah pebalap MotoGP pada Kamis berpakaian rapi, mengenakan jas dan dasi kupu-kupu dan berbaris di atas trek Sirkuit Barcelona-Catalunya untuk memperingati 70 tahun kejuaraan dunia balap motor.

Pebalap gaek Valentino Rossi dan pentolan MotoGP lainnya seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Maverick Vinales juga Alex Rins berbaris di atas lintasan utama Catalunya di sekeliling poster perayaan 70 tahun balapan Grand Prix.

Sejak pertama kali digelar di Isle of Man, sebuah pulau di lepas pantai Irlandia dan Inggris pada 1949, tercatat sebanyak 929 Grand Prix telah digelar dengan melombakan 3.114 balapan di semua kategori, demikian laman resmi MotoGP, Jumat.

Sejak itu pula telah ada 117 juara dunia dengan rekor gelar terbanyak dipegang Giacomo Agostini dengan 13 gelar, diikuti oleh Mike Hailwood (9), Valentino Rossi (9) dan Carlo Ubbiali (9).

Sebanyak 372 pebalap yang berbeda telah menikmati podium teratas dengan Giacomo Agostini peraih podium terbanyak dengan 122 kemenangan diikuti oleh Valentino Rossi dengan 115 kemenangan, Angel Nieto 90 kemenangan, Mike Hailwood sebanyak 76 dan Marc Marquez dengan 73.

Dari 372 pemenang GP itu, 111 di antaranya hanya memenangi balapan sekali, yang terakhir adalah Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), yang meraih kemenangan pertamanya ketika di Mugello dua pekan lalu.

MotoGP mencatat ada sebanyak 718 pebalap yang mampu finis tiga besar di semua kategori. Valentino Rossi pernah naik podium sebanyak 234 kali, 75 podium lebih banyak dari Giacomo Agostini yang hanya naik 159 kali. Kemudian Dani Pedrosa sebanyak 153, Jorge Lorenzo 152 dan Angel Nieto 139.

Selama itu pula 29 negara telah berjaya di balapan dengan Italia memimpin perolehan juara 811 balapan, disusul oleh Spanyol (609), Inggris (383), Jerman (191) dan Australia (180).

Kejuaraan dunia balap motor juga telah digelar di 30 negara sejak itu. Spanyol sendiri telah menjadi tuan rumah sebanyak 400 balapan, lebih banyak dari Italia yang menggelar 347 balapan.

Kemudian, Honda masih menjadi pabrikan tersukses setelah mengoleksi 776 kemenangan di semua kategori, mengungguli Yamaha (502), Aprilia (294), MV Agusta (275) dan Suzuki (157).

Baca juga:Marquez akan kenakan helm edisi spesial di Catalunya

Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usai operasi lengan, Quartararo dinyatakan fit untuk GP Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dinyatakan fit untuk menjalani balapan GP Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini usai menjalani operasi lengan kanan.

“Aku butuh waktu untuk meyakinkan secara 100 persen, tapi aku sangat senang bisa fit untuk balapan . Di FP1 aku tak punya rencana khusus tapi kita lihat apa aku bisa mengendarai motor dengan baik,” ungkap Quartararo kepada MotoGP.com

Sebelumnya, pebalap asal Prancis itu berhasil menjalani operasi sindrom kompartemen lengan atas kanannya pekan lalu untuk mempersiapkan diri menuju balapan GP Spanyol di Catalunya.

Segera setelah menyelesaikan balapan GP Italia di posisi finis P10, pebalap asal Prancis itu memutuskan untuk menjalani operasi di jaringan lengan kanannya.
 

Baca juga:Quartararo sukses jalani operasi lengan kanan

Lengan sang pebalap berfungsi normal pada balapan akhir pekan lalu namun tim medis memperingati jika ada kemungkinan masalah dengan kemampuan lengan untuk memompa
.
“Kami akan coba yang terbaik. Tentunya kami akan mencoba lebih tenang di FP1 untuk melihat kondisi tangan.”

Pebalap berusia 20 tahun itu memiliki kenangan manis di Catalunya ketika meraih kemenangan pertamanya di kelas Moto2 tahun lalu.

“Kenangan bagus dari GP ini akan memberikan motivasi bagiku tahun ini. Kami akan mencoba yang terbaik,” kata Quartararo yang dinobatkan menjadi pebalap MotoGP termuda yang meraih pole position itu.

Baca juga:Ini rekam jejak Fabio Quartararo

Baca juga: Marquez akan kenakan helm edisi spesial di Catalunya

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez akan kenakan helm edisi spesial di Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez pada Kamis mengenalkan helm dengan desain livery spesial yang akan dia kenakan di balapan GP Catalunya, akhir pekan nanti.

Dalam enam musim terakhir pebalap asal Spanyol itu pernah lima kali naik podium di Sirkuit Barcelona-Catalunya, yang terletak 100 km dari kampung halamannya, Cervera.

Helm ini merupakan edisi spesial keempat yang akan dia gunakan di Catalonia.

Marquez pertama kali menggunakan helm edisi khusus di Catalunya ketika masih membalap di Moto2 tahun 2012 dengan helm yang dijuluki Thunder.

Kemudian helm bernama Gaudi Mosaic pada 2015 dan Power Up selama tiga tahun terakhir di Barcelona.

Musim ini, juara dunia lima kali MotoGP itu akan menggunakan Signature Helmet yang didesain dan dicat oleh Dave Designs, demikian laman resmi MotoGP.

“Dari sapuan kuas, ini seperti tanda tangan, kami mendesain helm khusus ini, menggambar elemen-elemen yang paling menggambarkan saya: nomor 93 dan semut,” kata Marquez.

“Ditambah dengan elemen yang menggambarkan Sirkuit Barcelona-Catalunya; panggung terakbar, menara menjulang dan karakteristik piano dari sirkuit itu.”

Marquez akan mengenakan helm tersebut mulai sesi latihan bebas FP1 pada Jumat pagi waktu setempat.

Baca juga:Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kuda-kuda premium untuk equestrian siap dikembangbiakkan di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan peternakan kuda dan perdagangan perlengkapan equestrian PT Equina Global Prima (Equinara) berencana mengembangbiakkan kuda-kuda jenis Warmblood khusus olahraga equestrian di Jakarta International Equestrian Pulomas Park (JIEPP).

Rencana tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama Equinara Adinda Yuanita saat menghadiri Peresmian Kerja Sama Pengelolaan Fasilitas Olahraga JIEPP antara PT Pulo Mas Jaya (PMJ) dengan Equinara di JIEPP, Pulomas, Jakarta Timur.

“Sebagai salah satu bentuk kerja sama pengelolaan JIEPP itu, kami berencana mengembangbiakkan kuda Warmblood khusus untuk olahraga equestrian. Pengembangbiakannya akan kami lakukan di JIEPP,” kata Adinda di JIEPP, Pulomas, Jakarta Timur, Kamis.

Sebelumnya, menurut dia, pengembangbiakan kuda-kuda Warmblood itu telah dilakukan lebih dulu di Jerman melalui salah satu konsorsium Equinara, yaitu DeLaqour, perusahaan multinasional dengan core business dalam bidang pengembangbiakan kuda ras Warmblood.

Selain itu, sambung dia, Equinara juga berafiliasi dengan sejumlah organisasi Jerman yang menaungi ras-ras kuda Warmblood dan juga memiliki kewenangan untuk menerbitkan paspor keturunan asli kuda ras Warmblood, diantaranya Oldenburger, Hannoveraner, Holsteiner dan Westfalen.

“Semua organisasi itu terdaftar pada World Breeding for Sport Horse (WBFSH). Mudah-mudahan, kedepannya DKI Jakarta akan mempunyai anakan kuda premium khusus untuk olahraga equestrian dengan lisensi resmi yang diakui dunia,” tutur Adinda.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan di pusat pengembangbiakan yang nantinya akan diberi nama Equina Warmblood Breeding and Training Center itu, pihaknya tidak hanya sekedar mengembangbiakkan kuda, tetapi juga sekaligus melatih kuda-kuda tersebut dan memasarkannya kepada para pecinta kuda.

Seperti diketahui, usai Asian Games 2018 lalu, PT Pulo Mas Jaya sebagai anak perusahaan BUMD DKI, Jakarta Propertindo, menggelar lelang guna mencari mitra strategis yang dapat mengelola JIEPP secara profesional dan akuntabel.

Konsorsium Equinara yang terdiri dari PT Equina Global Prima (Equinara), DeLaqour Premium GmbH (DeLaqour) dan Perkumpulan Equestrian Indonesia Raya (Klub Equinara), ditetapkan sebagai mitra bisnis pengelolaan equine PT Pulo Mas Jaya untuk mengelola fasilitas olahraga equestrian pada Maret 2019.

Aksi hari buruh difokuskan di Patung Kuda

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Gilles-Villeneuve, Kanada, memberi kekhawatiran tersendiri kepada kepala tim Mercedes Toto Wollf di balapan seri ketujuh yang akan digelar akhir pekan nanti.

Mobil W10 Mercedes telah menang di setiap trek musim ini termasuk China dan Monako karena keunggulan dalam kecepatan di tikungan dan downforce yang tinggi.

Namun sirkuit di Montreal itu memiliki lintasan lurus panjang yang menuntut kecepatan digabungkan dengan tikungan lambat atau chicane. Itu yang membuat khawatir Wolff.

“Kami mulai melihat dengan jelas kekuatan dan kelemahan mobil kami,” kata Wolff seperti dikutip Formula 1, Rabu.

“Di enam balapan sebelumnya, kami sangat kuat di tikungan tapi kehilangan banyak waktu di lintasan lurus. Ini akan membuat Kanada tantangan yang sangat besar bagi kami karena karakteristik trek yang bisa menguntungkan lawan kami.”

Sirkuit di Kanada itu dipandang lebih menguntungkan Ferrari yang lebih unggul di lintasan lurus berkat tenaga kuda yang melimpah.

Statistik di Bahrain, Ferrari bahkan unggul setengah detik di setiap lintasan lurus dari rivalnya.

Baca juga:Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Lewis Hamilton usai menjuarai GP Monako berharap Mercedes memiliki langkah antisipasi untuk menangkal ancaman Ferrari di Kanada.

“Aku kira kami akan memiliki mesin baru di balapan selanjutnya,” kata Hamilton.

Namun Mercedes belum mengonfirmasi hal tersebut.

Biasanya, pabrikan mesin membawa update pertama power unit mereka di Kanada karena balapan yang sangat menuntut kekuatan mesin.

Kanada juga menjadi balapan ketujuh dari total 21 GP dalam setahun, titik yang pas untuk membawa mesin baru karena tahun ini setiap pebalap diizinkan memakai hanya tiga mesin tanpa mendapat penalti.

Tiga pabrikan telah terlebih dahulu memperkenalkan power unit baru mereka. Honda di Baku, sementara Ferrari dan Renault membawa spec 2 mesin mereka di Spanyol.

Akhir pekan nanti akan tergantung bagi Mercedes, juga tim-tim lain apakah mereka harus membawa upgrade mereka ke Kanada untuk menangkal ancaman dari Ferrari.

Baca juga:Hamilton puncaki podium GP Monaco 2019
 

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo sukses jalani operasi lengan kanan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo berhasil menjalani operasi sindrom kompartemen lengan atas kanannya pada Selasa untuk mempersiapkan diri menuju balapan GP Spanyol di Catalunya.

Segera setelah menyelesaikan balapan GP Italia di posisi finis P10, pebalap asal Prancis itu memutuskan untuk menjalani operasi di jaringan lengan kanannya.

“Ini adalah operasi yang kami sebelumnya tak rencanakan, namun kami memutuskan untuk menjalaninya setelah berkonsultasi dengan Dr. Xavier Mir usai GP Italia,” kata Quartararo kepada laman resmi MotoGP.
 

Baca juga:Tercepat di Jerez, Quartararo peraih pole position termuda di MotoGP

Lengan sang pebalap berfungsi normal pada balapan akhir pekan lalu namun tim medis memperingati jika ada kemungkinan masalah dengan kemampuan lengan untuk memompa.

“Aku lebih memilih untuk menanganinya sekarang untuk menghindari segala kejutan ke depannya dan untuk melupakannya di sisa musim ini.”

“Ini adalah operasi singkat dan sering dijalani oleh para pebalap.”

Dr. Mir mengungkapkan jika Quartararo menderita sindrom kompartemen di fleksor lengan kanan atas.

“Operasi hari ini berjalan baik. Sekarang Fabio akan menjalani program perawatan untuk menghindari peradangan dan akan berada di rumah sakit selama 24 jam,” kata Mir.

Dalam beberapa hari ke depan, Quartararo akan menjalani fisioterapi dan mudah-mudahan bisa dinyatakan fit untuk bertarung di GP Spanyol.

Baca juga:Ini rekam jejak Fabio Quartararo

Baca juga:Profil – Petrucci, kemenangan MotoGP pertama si mantan polisi

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ke GP Kanada, Mercedes bawa mesin baru

Ada banyak orang yang bekerja keras untuk peningkatan ini

Jakarta (ANTARA) – Mercedes akan membawa mesin spesifikasi 2 mereka ke balapan GP Kanada pada akhir pekan nanti.

Mesin baru itu menjadi salah satu langkah antisipasi Mercedes di Sirkuit Gilles-Villeneuve yang menuntut kecepatan mobil di lintasan lurus, yang dipandang lebih cocok terhadap karakteristik mobil rival, Ferrari

“Ada banyak orang yang bekerja keras untuk peningkatan ini. Seperti yang saya katakan, bukan jalan yang paling mulus tapi kami memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan mesin pertama. Menyenangkan ketika kami mempunyai mesin baru, menjadi lebih segar,” ungkap Lewis Hamilton di Montreal, seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Kanada juga menjadi balapan ketujuh dari total 21 GP dalam setahun, titik yang pas untuk membawa mesin baru karena tahun ini setiap pebalap diizinkan memakai hanya tiga mesin tanpa mendapat penalti.

Baca juga: GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Tiga pabrikan telah terlebih dahulu memperkenalkan power unit baru mereka. Honda di Baku, sementara Ferrari dan Renault membawa spec 2 mesin mereka di Spanyol.

Ketika Ferrari membawa upgrade mesin baru di Catalunya, mereka baru menyediakan hal yang serupa kepada Haas dan Alfa Romeo di balapan selanjutnya, Monako.

Mercedes juga akan membawa paket mesin baru itu untuk Williams dan Racing Point yang menggunakan mesin mereka.

Musim ini Mercedes perkasa dengan menyapu bersih gelar juara enam balapan pertama.

Hamilton mengungkapkan fase kedua mesin mereka akan memiliki mods yang serba baru dengan sedikit peningkatan di segala bidang.

“Tidak seperti di awal era hybrid di mana kita membuat perubahan yang masif ke depan atau pun ketika tahun lalu. Ini adalha langkah-langkah yang kecil. Perbedaan terbesarnya adalah ini adalah (mesin) baru. Segar. Mesin lama telah menjalani enam balapan, akan memiliki degradasi dan sebagainya,” kata Hamilton.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Selalu ada trik yang bisa kalian lakukan, pertanyaannya adalah apakah itu akan membuat perbedaan

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel mengungkapkan jika Ferrari memiliki sejumlah trik di balapan GP Kanada akhir pekan nanti dan harus menyulapnya menjadi sesuatu yang spesial jika ingin mengakhiri rentetan kemenangan Mercedes musim ini.

Vettel belum mau menyerah dalam perebutan gelar juara dengan Mercedes, yang sudah memenangi enam balapan musim ini, lima di antaranya dengan finis 1-2, demikian Reuters, Jumat.

“Balapan selanjutnya akan sangat krusial bagi kami untuk mencoba kembali ke depan dan memberikan perlawanan yang lebih keras kepada Mercedes,” ungkap Vettel dalam jumpa pers di Montreal.

“Jelas kami tertinggal, jelas ada margin yang besar antara Mercedes dan yang lainnya dan kami harus memotong jarak itu dan maju ke depan, jika tidak akan sulit untuk berbalik,” kata Vettel, yang menjadi runner-up di Monako, hasil terbaik Ferrari sejauh ini.

Vettel menjuarai GP Kanada tahun lalu dari pole position dan Mercedes memandang sirkuit Gilles-Villeneuve ini adalah sirkuit cepat yang karakteristiknya dipandang cocok dengan mobil Ferrari yang kencang di lintasan lurus.

Baca juga: GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Baca juga: Ke GP Kanada, Mercedes bawa mesin baru

Montreal akan menjadi ladang perburuan bagi Lewis Hamilton ketika juara dunia lima kali itu mengincar kemenangan untuk menyamai rekor Michael Schumacher yang menjuarai GP Kanada selama tujuh kali.

Mercedes juga akan membawa mesin spesifikasi 2 mereka ke GP Kanada sementara Ferrari sudah terlebih dahulu memperkenalkan mesin baru mereka dua balapan lebih awal yaitu di Catalunya.

“Selalu ada trik yang bisa kalian lakukan, pertanyaannya adalah apakah itu akan membuat perbedaan,” kata Vettel.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ungguli Mercedes, Ferrari tercepat di sesi latihan GP Kanada

Ini hari yang positif

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc menorehkan waktu tercepat di sesi latihan GP Kanada pada Jumat sementara pebalap Mercedes Lewis Hamilton hanya bisa melihat dari garasi usai menabrakkan mobilnya ke tembok pembatas sirkuit.

Leclerc mencatatkan waktu terbaik di sesi siang latihan dengan 1 menit 12,177 detik untuk mengungguli 0,074 detik dari rekan satu tim Sebastian Vettel, demikian Reuters.

Hasil itu cukup memberikan kepercayaan diri bagi Ferrari yang ingin menghidupkan kembali peluang mereka melawan Mercedes di Kanada.

Sebelumnya, Mercedes yang menurunkan power unit spesifikasi baru di Kanada memuncaki sesi latihan pagi lewat dua pebalapnya Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, namun Ferrari bangkit untuk menjadi yang tercepat di sesi siang.

Baca juga: Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Mercedes telah mendominasi awal musim ini dengan memenangi enam balapan pertama, lima di antaranya dengan finis 1-2.

Hamilton memuncaki klasemen pebalap dengan unggul 17 poin dari Bottas, sementara Vettel terpaut 55 poin dari pebalap asal Inggris itu.

“Aku yakin Mercedes sangat kuat dan aku kira mereka akan sulit dikalahkan ketika kualifikasi besok,” ungkap Leclerc.

“Kami memiliki performa bagus dari latihan bebas pertama ke latihan bebas kedua, mobil terasa lebih baik tapi kami harus melakukan langkah lain untuk menantang Mercedes besok.”

“Ini hari yang positif,” tambah pebalap asal Monako itu.

Baca juga: GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Sementara Hamilton menunggu di pinggir trek, Bottas mencatatkan waktu tercepat ketiga di FP2 diikuti oleh pebalap Spanyol Carlos Sainz (McLaren) dan pebalap asal Denmark Kevin Magnussen dari tim Haas.

FP2 bagi Hamilton berakhir lebih dini ketika sang juara dunia lima kali itu melakukan kesalahan hingga menabrak tembok pembatas sirkuit dan harus masuk ke pit.

Dengan waktu satu jam tersisa, Hamilton terlalu keras memaksa mobilnya melewati chicane, menyenggol pembatas sehingga mengalami bocor ban belakang kanan.

Dia juga mendapati kerusakan parah pada bagian dasar mobil W10nya dan tak bisa kembali ke trek.

“Aku tak ingat kapan terakhir kali aku melewatkan keseluruhan sesi,” kata Hamilton.

“Jelas tidak bagus melihat sesi ini dari garasi, terasa seperti duduk di kantor kepala sekolah, berharap bisa kembali ke kelas.”

Hamilton mengaku kesulitan menemukan batas yang tepat ketika memakai ban medium di sesi itu.

“Pastinya aku sedikit berlebihan.”

Di balapan akhir pekan nanti Hamilton akan mengincar kemenangan ketujuh di GP Kanada untuk menyamai rekor Michael Schumacher di sana.

Sedangkan pebalap Red Bull Max Verstappen, yang komplain kepada timnya saat sesi latihan pagi karena kondisi trek yang sangat kotor, juga menabrak tembok “Wall of Champions” dengan ban kiri belakang mobilnya.

Pebalap asal Belanda itu kembali ke pit dan menyelesaikan sesi latihan bebas di tempat ke-13 setelah menjadi pebalap keempat tercepat di sesi pagi.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Racing Point rasakan dampak mesin baru Mercedes

Jakarta (ANTARA) – Tim Racing Point merasakan dampak yang signifikan dari power unit spesifikasi 2 Mercedes yang diturunkan di GP Kanada.

Dengan power unit baru, Sergio Perez mencatatkan waktu tercepat ketujuh di sesi latihan bebas FP2, terpaut 0,82 detik dari pemuncak sesi Charles Leclerc dari Ferrari, demikian laman resmi Formula 1, Sabtu pagi. Sementara rekan satu tim Lance Stroll melengkapi peringkat 10 besar hari itu.

Racing Point belum mendapatkan waktu terbaiknya di beberapa balapan musim ini. Mobil berwarna merah muda itu gagal mencetak poin sejak GP Azerbaijan.

Di Kanada, mereka mendapatkan tenaga tambahan dari power unit baru Mercedes di sirkuit yang menuntut kecepatan di trek lurus itu.

“Hari ini lebih baik dari beberapa hari Jumat yang lalu, jadi ini menjanjikan,” ungkap Stroll.

“Kami tinggal membangun itu. Mobil terasa hidup saat ini, yang mana itu bagus.”

“Aku yakin masih banyak hal yang bisa ditingkatkan ketika kualifikasi dan juga balapan.”

Baca juga:Ke GP Kanada, Mercedes bawa mesin baru
Baca juga:GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Perez pun merasakan hal serupa.

“Hari yang menjanjikan,” kata sang pebalap asal Meksiko itu.

“Kami menjalani banyak tes dengan paket yang berbeda dan semoga malam ini kami bisa menghasilkan solusi yang terbaik dan mungkin lebih kuat untuk kualifikasi besok.”

Sementara itu steward balapan sedang melakukan investigasi insiden senggolan antara Stroll dan pebalap Haas Romain Grosjean di sesi latihan bebas Jumat.

Stroll kala itu inigin menyalip Grosjean di ujung lintasan lurus namun kedua ban mobil mereka bersenggolan.

Dua pebalap Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel memuncaki sesi latihan bebas FP2 GP Kanada hari itu, dengan Valtteri Bottas dari Mercedes di peringkat tiga.

Baca juga:Ungguli Mercedes, Ferrari tercepat di sesi latihan GP Kanada

Baca juga:Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari harus berbenah untuk tantang Mercedes di kualifikasi GP Kanada

Jakarta (ANTARA) – Ferrari, usai menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas, menyatakan masih banyak hal yang harus dikerjakan untuk bisa mengalahkan Mercedes di babak kualifikasi GP Kanada, Sabtu.

Charles Leclerc menegaskan dirinya sebagai yang tercepat di FP2 setelah mencetak waktu 1 menit 12,177 detik, atau 0,134 detik lebih cepat dari pebalap Mercedes Valtteri Bottas di peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1, Sabtu pagi.

Sebastian Vettel menjadi yang tercepat kedua di sesi latihan siang itu terpaut 0,074 dari rekan satu timnya.

“Bukan karena kami finis 1-2 hari ini itu berarti akan sama besok,” kata Leclerc usai sesi latihan. “Kami perlu bekerja dan melakukan perbaikan.”

“Hari yang positif, langkah yang kami lakukan dari FP1 ke FP2 sangat bagus, sekarang kami perlu melakukan hal yang sama dari FP2 ke FP3 dan dari FP3 ke kualifikasi, kemudian kami harap kami bisa menantang (Mercedes). Tapi aku kira Mercedes akan menjadi mobil paling kuat di sini,” kata Leclerc.
 

Baca juga:Ungguli Mercedes, Ferrari tercepat di sesi latihan GP Kanada
Baca juga:Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Vettel mendapati rivalnya, Lewis Hamilton, gagal menyelesaikan FP2 karena menabrak tembok pembatas trek dan harus masuk ke pit.

Namun demikian, sang pebalap Jerman menyatakan Ferrari masih harus melakukan peningkatan jika ingin mendapatkan hasil bagus di balapan.

“Kami bukan lah yang tercepat,” kata Vettel. “JIka kita lihat performa satu putaran, mungkin seperti hari ini, siang ini, tapi aku rasa masih ada gap yang besar dari Mercedes.”

“Kita lihat apa yang terjadi besok di kualifikasi dan strategi apa yang diambil oleh setiap tim untuk balapan. Tapi ban tidak bertahan lama, ban yang sangat lunak. Secara umum aku rasa tidak buruk, tapi kami jelas harus melakukan peningkatan jika kami ingin menempatkan mobil di posisi yang bagus pada balapan Minggu.”

Baca juga:Ke GP Kanada, Mercedes bawa mesin baru
Baca juga:tRacing Point rasakan dampak mesin baru Mercedes

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tercepat di Kanada, Vettel amankan “pole position” untuk Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel mengunci pole position pertamanya untuk Ferrari musim ini setelah menjadi yang tercepat di kualifikasi GP Kanada, Sabtu waktu setempat.

Vettel, yang juga start dari pole position di Kanada tahun lalu, menghidupkan harapan bagi Ferrari dalam perebutan gelar musim ini dengan Lewis Hamilton, sang pemimpin klasemen, mengincar gelar juara ketujuh di GP Kanada akhir pekan ini, demikian Reuters.

Ini merupakan pole position pertama bagi sang pebalap Jerman dalam 17 Grand Prix terakhir dan merupakan rekor ke-56 dalam karirnya.

Lewis Hamilton yang terpaut sekitar 0,2 detik akan start dari P2.

Pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc akan start dari posisi tiga sedangkan Daniel Ricciardo membuat kejutan sebagai pebalap tercepat keempat di babak kualifikasi.

Pierre Gasly mengunci P5 untuk Red Bull dan akan start di samping Valtteri Bottas yang tidak bisa lebih baik dari peringkat enam untuk Mercedes setelah mobilnya sempat spin di bagian akhir sesi.

Vettel meluapkan emosinya setelah mendapati dirinya mendapatkan pole position dengan berteriak kegirangan seperti terdengar di radio komunikasi.

Baca juga:Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada
Baca juga:Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Babak kualifikasi berlangsung dramatis karena Hamilton hampir mengunci posisi start pertama di babak kualifikasi jika saja Vettel tak memperbaiki catatan waktunya kemudian.

“Aku penuh dengan adrenalin, kalian tahu perasaan itu ketika membalap, kalian merasakan grip dan kalian terus melaju, itu salah satunya di antara berbagai lap tadi,” kata Vettel.

“Aku sangat menikmatinya, aku harap aku bisa melakukannya lagi hanya untuk kesenangan darinya.”

“Aku harus sedikit memacu dirku di dua tikungan pertama karena untuk membuat ban mencengkeram tidak bisa langsung tapi setelah itu yang ada adalah kesenangan, mobil seakan berteriak, terus, terus melaju”

Setelah merebut pole position dan menjadi yang tercepat di dua dari tiga sesi latihan bebas, Ferrari akan berharap bisa menerjemahkan kecepatan mereka di balapan seri ketujuh Minggu nanti untuk mengakhiri dominasi Mercedes yang selalu menang di enam balapan terakhir.

Sementara itu pebalap Red Bull Max Verstappen menghabiskan waktu kualifikasi dengan mengeluhkan traffic dan kurangnya grip.

Pebalap asal Belanda itu mendapati hari yang buruk ketika Kevin Magnussen dari Haas mengalami kecelakaan di depan mobilnya sehingga dia tidak mampu melanjutkan flying lap yang terlihat bagus untuk membawanya lolos ke Q3. Oleh karenanya, Verstappen akan start dari P11.

Magnussen menabrak pagar pembatas “Wall of Champions” sebelum chinace terakhir di Q2 yang mengirim mobil Haas spin di atas trek hingga menabrak pagar di seberangnya dan hancur. Serpihan bagian mobil tercecer di lintasan dan Magnussen lolos tanpa cedera.

Hasil mengecewakan juga didapati Racing Point ketika Sergio Perez dan Lance Stroll gagal lolos dari Q1.

Pebalap McLaren Carlos Sainz mendapat penalti mundur tiga posisi start dari P9 ke P12 karena kedapatan menghalangi pebalap Toro Rosso ketika di kualifikasi

Hasil babak kualifikasi GP Kanada:
1 Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 1 menit 10,240 detik
2 Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,206 detik
3 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,680 detik
4 Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 0,831 detik
5 Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,839 detik
6 Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,861 detik
7 Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,084 detik
8 Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,623 detik
9 Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 3,741 detik
10 Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team tak ada catatan waktu
11 Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,790 detik
12 Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 0,911 detik
13 Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,126 detik
14 Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,183 detik
15 Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 9,187 detik
16 Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team
17 Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,030 detik
18 Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,066 detik
19 George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2,417 detik
20 Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3,193 detik

Baca juga:GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penalti kontroversial rampas kemenangan Vettel di Kanada

Jakarta (ANTARA) – Penalti merenggut kemenangan Sebastian Vettel untuk Ferrari di GP Kanada, Minggu waktu setempat sehingga gelar juara balapan seri ketujuh itu jatuh ke tangan pebalap Mercedes Lewis Hamilton.

Vettel yang start dari pole position menyentuh garis finis pertama di depan Hamilton namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari hari itu karena sang pebalap Jerman harus turun ke peringkat dua setelah mendapatkan hukuman karena re-entry yang membahayakan di trek, demikian Reuters.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton, Vettel membuat kesalahan di putaran ke-48 ketika dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek. Dia berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pebalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

Balapan dilanjutkan sementara insiden tersebut diinvestigasi oleh steward. Beberapa lap kemudian ketika Vettel diberitahu keputusan penalti tersebut, amarah sang juara dunia empat kali itu meledak seperti terdengar di radio komunikasi pebalap.

“Aku tak punya jalan lain. Serius, aku tak bisa kemana-mana,” kata Vettel. “Mereka merampas balapan ini dari kami.”

Baca juga: GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Di tempat lain Mercedes memberi tahu Hamilton untuk tetap berada “di belakang girbok Vettel” dan menyambut kemenangan itu.

“Bukan kemenangan seperti yang aku inginkan,” ungkap Hamilton, yang mengoleksi lima kemenangan musim ini serta menyamai rekor kemenangan Michael Schumacher di Kanada selama tujuh kali itu.

Keputusan untuk menjatuhkan hukuman ke Vettel membuat Mercedes memperpanjang dominasi mereka dengan menyapu bersih tujuh gelar juara Grand Prix musim ini.

Ferrari yang tak senang harus puas membawa pulang trofi runner-up di podium oleh Vettel dan peringkat tiga oleh rekan satu timnya, Charles Leclerc.

Setelah balapan, Vettel melompat keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke kantor steward.

Ketika dia keluar dari sana, dia berjalan melintasi mobil balap yang diparkir dan mengambil tanda nomor satu di depan mobil Hamilton kemudian menggantinya dengan penanda nomor dua.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Kanada, Hamilton raih kemenangan kontroversial

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton memenangi balapan GP kanada untuk Mercedes pada Minggu waktu setempat berkat keputusan kontroversial penalti lima detik yang dijatuhkan kepada Sebastian Vettel dari Ferrari yang menyentuh garis finis pertama hari itu.

Vettel yang start dari pole position menyentuh garis finis pertama di depan Hamilton namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari hari itu karena sang pebalap Jerman harus turun ke peringkat dua setelah mendapatkan hukuman karena re-entry yang membahayakan di trek, demikian Reuters.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton, Vettel membuat kesalahan di putaran ke-48 ketika dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek. Dia berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pebalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

Balapan dilanjutkan sementara insiden tersebut diinvestigasi oleh steward. Beberapa lap kemudian ketika Vettel diberitahu keputusan penalti tersebut, amarah sang juara dunia empat kali itu meledak seperti terdengar di radio komunikasi pebalap.

“Aku tak punya jalan lain. Serius, aku tak bisa kemana-mana,” kata Vettel. “Mereka merampas balapan ini dari kami.”

“Yang benar saja, kalian buta jika mengizinkan dia lewat dan tidak mengendalikan mobilmu, ke mana seharusnya aku melintas?”

“Ini adalah dunia yang salah, ini tidak adil.”

Baca juga:Penalti kontroversial rampas kemenangan Vettel di Kanada
Baca juga:Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Di tempat lain Mercedes memberi tahu Hamilton untuk tetap berada “di belakang girbok Vettel” dan menyambut kemenangan itu.

“Bukan kemenangan seperti yang aku inginkan,” ungkap Hamilton, yang mengoleksi lima kemenangan musim ini serta menyamai rekor kemenangan Michael Schumacher di Kanada selama tujuh kali itu.

Sejumlah fans yang tidak senang meneriaki Hamilton ketika berada di podium untuk posisi pertama.

“Pertama, bukan aku yang membuat keputusan ini jadi aku tak tahu apa yang mereka teriakkan, mungkin keputusannya,” kata Hamilton.

Keputusan untuk menjatuhkan hukuman ke Vettel membuat Mercedes memperpanjang dominasi mereka dengan menyapu bersih tujuh gelar juara Grand Prix musim ini.

Rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas finis keempat.

Sementara Max Verstappen mengamankan poin berharga untuk Red Bull di peringkat lima. Rekan satu timnya, Pierre Gasly finis di P8 di belakang dua pebalap Renault Daniel Ricciardo dan Nico Hulkenberg finis berurutan di P6 dan P7.

Pebalap tuan rumah Lance Stroll mengamankan dua poin untuk Racing Point di P9, dan Daniil Kvyat mengemas poin terakhir di balapan itu di P10.

Ferrari yang tak senang harus puas membawa pulang trofi runner-up di podium oleh Vettel dan peringkat tiga oleh rekan satu timnya, Charles Leclerc.

Setelah balapan, Vettel melompat keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke kantor steward.

Ketika dia keluar dari sana, dia berjalan melintasi mobil balap yang diparkir dan mengambil tanda nomor satu di depan mobil Hamilton kemudian menggantinnya dengan penanda nomor dua.

“Penonton seharusnya tidak meneriaki Lewis karena kalian melihat apa yang terjadi,” kata Vettel. “Aku mengalami kesulitan untuk berada di trek tapi orang-orang tidak seharusnya meneriaki Lewis, jika ada yang harus mereka teriaki itu adalah keputusan yang lucu ini.”

Pebalap asal Jerman itu bisa terkena hukuman tambahan atau denda karena melewatkan timbang badan dan parc ferme usai balapan.

Dengan hasil itu Hamilton masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 162 poin diikuti oleh Bottas dengan 133 poin. Sementara Vettel berada di peringkat tiga dengan defisit 62 poin dari pemuncak klasemen

Hasil GP Kanada
1 Lewis Hamilton Mercedes 1:29:07,084
2 Sebastian Vettel Ferrari +3,658 detik
3 Charles Leclerc Ferrari +4,696 detik
4 Valtteri Bottas Mercedes +51,043 detik
5 Max Verstappen Red Bull Racing Honda +57,655 detik
6 Daniel Ricciardo Renault +1 lap
7 Nico Hulkenberg Renault +1 lap
8 Pierre Gasly Red Bull Racing Honda +1 lap
9 Lance Stroll Racing Point BWT Mercedes +1 lap
10 Daniil Kvyat Scuderia Toro Rosso Honda +1 lap
11 Carlos Sainz McLaren Renault +1 lap
12 Sergio Perez Racing Point BWT Mercedes +1 lap
13 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing Ferrari +1 lap
14 Romain Grosjean Haas Ferrari +1 lap
15 Kimi Räikkönen Alfa Romeo Racing Ferrari +1 lap
16 George Russell Williams Mercedes +2 laps
17 Kevin Magnussen Haas Ferrari +2 laps
18 Robert Kubica Williams Mercedes +3 laps

Tidak finis
NC Alexander Albon Scuderia Toro Rosso Honda DNF
NC Lando Norris McLaren Renault DNF

Baca juga:Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada
Baca juga:GP Kanada bikin khawatir Mercedes

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel gagal juara karena penalti, ini komentar Hamilton

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton buka suara soal kemenangannya di GP Kanada, Minggu waktu setempat, setelah pebalap Ferrari Sebastian Vettel terkena penalti tambahan waktu lima detik yang kontroversial.

Vettel yang start dari pole position menyentuh garis finis pertama di depan Hamilton namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari hari itu karena sang pebalap Jerman harus turun ke peringkat dua setelah mendapatkan hukuman karena re-entry yang membahayakan di trek, demikian Reuters.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton, Vettel membuat kesalahan di putaran ke-48 ketika dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek. Dia berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pebalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

Hamilton terpaut lima detik di belakang Vettel setelah pitstop pertama, namun dia memiliki kecepatan yang cukup untuk memperkecil jarak dengan Ferrari dengan menggunakan ban kompon yang lebih keras.

“Tentu ini bukan cara yang aku inginkan untuk menang. Aku terus menekan hingga akhir dan mencoba untuk menyalip. Aku memaksanya melakukan kesalahan, dia melebar, dan aku punya kesempatan di tikungan itu namun kami nyaris bertabrakan. Sangat disayangkan tapi ini lah balapan,” kata Hamilton seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Baca juga:Hasil GP Kanada, Hamilton raih kemenangan kontroversial

Sebastian Vettel mengaku tak punya jalan lain setelah melebar dan masuk ke trek dengan cara yang dianggap membahayakan oleh steward balapan.

“Aku mengambil tikungan secara normal. Ketika kalian kembali ke trek seharusnya kalian tidak langsung masuk ke garis balapan, kalian harus kembali dengan aman,” ungkap Hamilton.

Ketika ditanya apakah sang pebalap asal Inggris itu memiliki kecepatan untuk menyalip Vettel hingga akhir balapan dia menjawab,” Aku kira tidak hingga akhir balapan.”

“Aku rasa kami semua direpotkan dengan suhu rem menjelang akhir. Ban bagus di titik di mana dia membuat kesalahan, jadi aku sedekat mungkin yang aku bisa. Aku terhalang dan kemudian jaraknya terbuka lagi. Sangat sulit untuk mengikutinya dari situ,” kata Hamilton.

Hamilton kemudian mendapati sejumlah penggemar meneriakinya ketika di podium.

“Yang bisa aku katakan adalah bukan aku yang membuat keputusan,” kata pebalap yang kini menyamai rekor tujuh kali kemenangan Michael Schumacher di Kanada itu.

“Aku tak tahu apa yang mereka teriaki, mungkin keputusan itu….”

Vettel pun membela sang rival dengan mengatakan,””Penonton seharusnya tidak meneriaki Lewis karena kalian melihat apa yang terjadi,” kata Vettel. “Aku mengalami kesulitan untuk berada di trek tapi orang-orang tidak seharusnya meneriaki Lewis, jika ada yang harus mereka teriaki itu adalah keputusan yang menggelikan ini.”

Kemenangan Hamilton itu berarti Mercedes tak terkalahkan dalam tujuh balapan pertama musim ini.

Hamilton masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 162 poin diikuti oleh Bottas dengan 133 poin. Sementara Vettel berada di peringkat tiga dengan defisit 62 poin dari pemuncak klasemen.

Ferrari yang tak senang harus puas membawa pulang trofi runner-up di podium oleh Vettel dan peringkat tiga oleh rekan satu timnya, Charles Leclerc.

Setelah balapan, Vettel melompat keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke kantor steward.

Ketika dia keluar dari sana, dia berjalan melintasi mobil balap yang diparkir dan mengambil tanda nomor satu di depan mobil Hamilton kemudian menggantinnya dengan penanda nomor dua.

Baca juga:Penalti kontroversial rampas kemenangan Vettel di Kanada

Sementara itu bos tim Mercedes Toto Wolff mengatakan jika keputusan steward, apa pun itu, harus dihormati.

“Jika ini terjadi kepadaku aku pun akan menendang papan itu dan melemparnya dari mobil,” kata Wolff.

“Emosi itu logis dan bagus untuk olahraga ini dan aku kira ini adalha jenis keputusan yang kontroversial,” kata Wolff seraya menambahkan jika steward terdiri dari orang-orang yang memiliki kapasitas di bidangnya itu.

“Aku kira mereka memeriksa insiden itu dan itu harus dihormati.”

Wolff juga menyinggung soal Valterri Bottas yang dipepet oleh pebalap Red Bull Max Verstappen di seri balapan keenam di Monako. Verstappen dihadiahi penalti lima detik karena unsafe release.

“Aku kira lima detik sedikit lunak. Kami tak mempermasalahkannya, kita terima. Kadang keputusan itu berlawanan dengan kalian dan kadang mereka menguntungkan kalian,” kata Wolff.

Baca juga:Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Finis kedua karena penalti, Ferrari tetap junjung Vettel sebagai juara

Jakarta (ANTARA) – Ferrari tetap menjunjung Sebastian Vettel sebagai juara secara moral di balapan GP Kanada, Minggu waktu setempat walaupun penalti lima detik merampas kemenangannya hari itu.

“Mereka mencuri balapan ini dari kami,” kata sang pebalap Jerman dengan amarah lewat radio komunikasi ketika mendapati dirinya berada di bawah penyelidikan steward karena dianggap membahayakan ketika re-entry, demikian Reuters.

Vettel yang start dari pole position menyentuh garis finis pertama di depan Hamilton namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari hari itu.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton, Vettel membuat kesalahan di putaran ke-48 ketika dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek. Dia berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pebalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

Balapan dilanjutkan sementara insiden tersebut diinvestigasi oleh steward. Beberapa lap kemudian ketika Vettel diberitahu keputusan penalti tersebut, amarah sang juara dunia empat kali itu meledak seperti terdengar di radio komunikasi pebalap.

Di tempat lain Mercedes memberi tahu Hamilton untuk tetap berada “di belakang girbok Vettel” dan menyambut kemenangan di akhir balapan.

Baca juga:Hasil GP Kanada, Hamilton raih kemenangan kontroversial

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengindikasikan jika mereka tidak akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut tapi menegaskan siapa juara sebenarnya balapan hari itu.

“Bukan kami yang memutuskan dan itu baru namanya olahraga. Namun jelas jika kita lihat ke para penonton, aku rasa semua beranggapan jika tak ada yang bisa diperbuat oleh Sebastian,” kata Binotto.

“Aku kira dia tak ada niatan buruk dengan apa yang dia lakukan. Dia di depan memimpin sepanjang balpan, dia melewati garis finis pertama, bagi kami dia adalah pemenang secara moral.”

“Kami menang hari ini, dan jujur aku kira kami menjadi yang tercepat di trek dan itu yang penting,” kata dia.

Jenson Button, juara dunia tahun 2009 ikut berkomentar kepada Sky Sports.

“Selalu mengecewakan ketika ada pertarungan yang sengit di trek antara dua pebalap hebat, dua juara dunia, dan kemudian steward datang dan merampasnya dari kita,” kata Button.

“Sangat disayangkan, bagiku ini adalah insiden balapan… itu tak memerlukan penalti.”

Juara dunia tahun 1987 Mario Andretti ikut mencuit dan berkomentar.

“Aku kira fungsi dari steward adalah memberikan penalti kepada pergerakan tak aman yang mencolok, bukan kesalahan alami dari hasil balapan ketat. Apa yang terjadi di GP Kanada tak bisa diterima di tingkat olahraga setinggi ini.”

Baca juga:Penalti kontroversial rampas kemenangan Vettel di Kanada
Baca juga:Redam Mercedes di GP Kanada, Vettel pastikan Ferrari punya triknya

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luis Leeds, sinar pebalap Australia berdarah Indonesia di Formula 4

Jakarta (ANTARA) – Luis Leeds, anak muda Australia berdarah Indonesia kini mulai mendapat sorotan dunia internasional setelah menorehkan karir gemilang di dunia balap Formula 4 CAMS PAYCE 2019.

Pebalap berusia 19 tahun itu membuka keran prestasinya ketika menjuarai balapan putaran pertama Formula 4 pada Grand Prix Australia di Albert Park, Melbourne pada Maret lalu.

Pebalap tim AGI Sport itu semakin memperluas kemenangannya di putaran kedua, ketiga dan keempat balapan terbuka kejuaraan balap roda terbuka kursi tunggal itu.

Kejuaraan tersebut telah dikembangkan dan mendapatkan sertifikat federasi otomotif internasional FIA sebagai kategori pengembangan balapan roda terbuka unggulan di seluruh dunia yang salah satu tujuan utamanya adalah untuk menggali generasi pebalap.

Hingga putaran keempat yang digelar di Phillip Island pada Jumat (7/6), Luis telah mengemas tambahan 68 poin dan menempatkannya pada puncak klasemen kejuaraan dengan raihan 239 poin.

Pesaing terdekatnya, Antonio Astuti berada di peringkat dua dengan 158 poin.

Luis juga merupakan pebalap pertama yang berhasil mencapai 100 poin pada putaran kedua di Sydney.

Hasil tersebut membuka peluang yang lebar bagi pebalap berdarah campuran Australia dan Jawa Timur itu untuk berlaga di kelas yang lebih tinggi seperti Formula 3 bahkan Formula 1.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya salah satu pembalap terbaik di Australia dan saya layak untuk kembali ke luar negeri. Saya benar-benar berharap tidak hanya tim Supercar tetapi tim TCR, tim GT, tim F1 … Saya ingin mereka tahu itu,” tutur Luis kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia dalam pernyataan tertulis.
  Pebalap Formula 4 CAMS PAYCE 2019 Luis Leeds (Antaranews/KJRI Melbourne)

Luis adalah adalah anak dari pasangan Dean Leeds (ayah) dan Maria (Ibu), perempuan Indonesia asal jawa timur. Ibunya adalah pendiri Sanggar Sang Penari Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan multikuktural di Melbourne, Victoria – Australia.

Luis, yang memulai karirnya di dunia balap sejak berusia 11 tahun itu juga tak pernah lupa untuk menyematkan bendera Indonesia di mobilnya karena baginya Indonesia adalah bagian dari dirinya yang tidak dapat dipisahkan.

Kejuaraan Formula 4 Australia CAMS PAYCE 2019 masih menyisakan dua putaran lagi yang masing-masing terdiri dari tiga balapan.

Kedua putaran tersebut akan berlangsung di ‘The Bend Motorsport Park’ di Australia Selatan pada 13 Juli dan 14 Juli dan dapat disaksikan langsung melalui layanan live streaming di http://www.thenationals.com.au/calendar/

Luis memiliki peluang besar untuk menjadi juara umum kejuaraan tersebut. Bila keluar sebagai juara, Luis bercita-cita untuk menimba pengalaman di Eropa dengan mengikuti kejuaraan Formula 3 hingga tujuan utamanya ke Formula 1.

“Kami benar-benar ingin masyarakat Indonesia menjadi bagian dari keberhasilan Luis, karena kami meilhat Indonesia dan Australia benar-benar hidup pada diri Luis. Luis adalah bukti orang Indonesia dan Australia bersatu” pungkas Stuart, manajer Luis Leeds.

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pratinjau – Siapa berjaya di Catalunya?

Jakarta (ANTARA) – Dua pekan lalu, Sirkuit Mugello menjadi saksi dominasi Ducati selama tiga tahun terakhir di sirkuit kandang mereka.

Menuju Catalunya akhir pekan ini, tim asal Italia itu akan berharap mampu meneruskan tren positif mereka di seri ketujuh balapan MotoGP musim ini.

Tahun lalu Ducati juara di Barcelona lewat pebalap tuan rumah Jorge Lorenzo yang mampu meredam rival senegaranya Marc Marquez sekaligus menciptakan rekor baru di trek yang memiliki aspal baru itu.

Kabar baik untuk Ducati adalah, Sirkuit Catalunya bukan lah ladang perburuan terbaik Marc Marquez (Repsol Honda), pemuncak klasemen sementara.

Pebalap asal Spanyol itu tercatat baru satu kali menang di Catalunya yaitu pada 2014.

Persaingan di kelompok terdepan pun akan diramaikan oleh pebalap yang cerdas di trek seperti Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Jack Miller (Pramac Racing), yang tak akan melepaskan Marquez di depan.

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) masih memiliki rekor kemenangan terbanyak di Catalunya dengan enam gelar di kelas motoGP.

Pebalap asal Italia itu mengalami akhir pekan yang sulit di Mugello, namun The Doctor tak jarang membuat comeback dari masa-masa sulit di akhir pekan yang bisa meramaikan balapan di teritori rivalnya.

Rekan satu timnya, Maverick Viñales, akan mendapat dukungan tambahan dari fans tuan rumah dan tentunya menarik melihat pertarungan antara kedua pebalap Yamaha itu.

Pabrikan dari Iwata itu juga memiliki talenta muda seperti Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan rekannya, Franco Morbidelli, yang performa keduanya menjadi sorotan sejak balapan di Jerez beberapa pekan lalu.

Baca juga:Quartararo sukses jalani operasi lengan kanan

Sementara itu, Jorge Lorenzo yang telah empat kali menang di depan pendukungnya di Catalunya, masih belum menemukan ritme dengan motor Honda setelah didera cedera di awal musim.

Tahun lalu Lorenzo mampu membungkam kritik ketika menemukan titik balik karirnya bersama Ducati dengan menang dua seri beruntun di Mugello dan kemudian Catalunya. Pebalap bernomor 99 akan membutuhkan momen seperti itu.

Baca juga:Profil – Petrucci, kemenangan MotoGP pertama si mantan polisi

Di trek yang memiliki tikungan akhir cepat, lintasan lurus panjang dan titik pengereman keras, Michelin akan membawa ban kompon lunak, medium dan keras ke Catalunya.

Ban depan lunak dan belakang yang dibawa pabrik ban asal Prancis itu akan memiliki desain simetris, sementara ban depan kompon keras dan semua ban belakang memiliki desain asimetris yang lebih keras di sisi kanan untuk mengimbangi delapan tikungan ke kanan di banding enam tikungan ke kiri yang ada di trek.

Untuk mengantisipasi cuaca buruk di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Michelin membawa ban basah depan berkompon lunak dan medium. Ban belakang juga akan dalam kompon lunak dan medium tapi memiliki desain asimetris keras di sisi kanan.

“Ini adalah salah satu trek yang memberi ujian menyeluruh kepada ban dan motor dan karena sirkuit ini telah menjadi salah satu arena tes penting di kalender, juga salah satu balapan terbaik,” ungkap manajer roda dua Michelin Motorsports Piero Taramasso kepada MotoGP.com.

Seperti yang dikatakan oleh Silvano Gaibusera, kepala mekanik Yamaha Factory Racing untuk Valentino Rossi, masalah utama di Catalunya adalah kondisi yang sangat panas sehingga ban bekerja sedikit buruk dengan banyak spin dan berkurangnya traksi.

“Ban depan tak terlalu masalah tapi di balapan sebelumnya… tekanan sangat tinggi di ban belakang sehingga di 4-5 lap terakhir kami sedikit kesulitan,” kata Gaibusera.

Sejumlah tikungan panjang pun bisa membuat ban tergelincir sehingga konsumsi ban tinggi, itu yang diantisipasi oleh tim Suzuki Ecstars.

“Tantangan lain adalah menemukan setup suspensi belakang yang pas untuk mendapatkan ekstra grip yang bisa memberikan keuntungan baik di performa maupun konsumsi ban,” kata kepala kru Suzuki Ecstar Jose Manuel Cazeaux.

Dua tikungan terakhir di Catalunya juga merupakan tikungan cepat di mana daya cengkeram ban serta kemampuan membelok motor sangat berperan.

Kepala teknisi Repsol Honda Santi Hernadez mengungkapkan jika tikungan terakhir akan sangat menentukan.

“Sangat penting bagaimana kalian memanfaatkan tikungan terakhir untuk membangun kecepatan. Jika kalian lambat di sana, dengan lintasan lurus menanti di depan kalian akan kehilangan akselerasi dan kecepatan puncak,” kata Hernandez.

Balapan GP Catalan pada Minggu (16/6) nanti juga akan menjadi momen selebrasi 70 tahun balapan Grand Prix sepeda motor, yang mana Grand Prix pertama lahir pada 13 Juni 1949 di sebuah Isle of Man, suatu pulau yang terletak di perairan Irlandia dan Inggris.

Baca juga:Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera serius, Chris Froome tidak ikut Tour de France

Chris Froome telah menjadi karakter utama di Tour sejak 2013

Jakarta (ANTARA) – Chris Froome akan kehilangan Tour de France setelah membentur dinding dan menderita cedera parah dalam kecelakaan latihan di Criterium du Dauphine, Rabu, yang dikofirmasi oleh pemimpin Team Ineos Dave Brailsford.

“Jelas ia tidak akan ambil bagian dalam Tour,” kata Brailsford kepada televisi Prancis sementara empat kali juara Tour de France Froome dirawat di tempat kejadian dengan ambulans yang diparkir.

“Dia dalam kondisi yang sangat, sangat serius,” kata Brailsford, menambahkan bahwa pembalap itu mengalami kesulitan berbicara dan akan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit, seperti dikutip AFP, Kamis.

Seorang saksi di lokasi kecelakaan mengatakan Froome menderita patah tulang paha terbuka dan juga menderita luka-luka lain, terutama pada sikunya.

Brailsford mengatakan Froome sedang mempercepat downhill dengan rekan setimnya Wout Poels ketika embusan angin meniupnya keluar jalur, membuatnya menabrak tembok.

“Mereka melaju sangat cepat dan angin menerpa roda depannya dan mengirimnya langsung ke dinding,” kata Brailsford dalam bahasa Prancis.

“Dia dalam kondisi yang sangat, sangat serius dan dia hampir tidak bisa berbicara. Dia akan diterbangkan ke rumah sakit Lyon atau Saint-Etienne dalam beberapa menit,” kata pelatih asal Wales itu.

Direktur Tour de France Christian Prudhomme dengan cepat berharap Froome pulih segera.

“Kami berharap dia segera sembuh. Tour de France tidak akan sama tanpa dia. Chris Froome telah menjadi karakter utama di Tour sejak 2013,” katanya.

Froome kelahiran Kenya, yang menggabungkan keterampilan time-trial level atas dengan kecakapan yang mengerikan untuk mendaki, pertama kali memenangi Tour pada 2013 dengan Team Sky.

Ia melanjutkan ke kemenangan Tour de France berikutnya pada 2015, 2016 dan 2017, ia juga memenangi Vuelta a Espana 2017 dan Giro d’Italia 2018, menjadikannya pembalap Grand Tour terhebat di generasinya.

Baca juga: Froome menangi gelar Tour de France keempatnya

Baca juga: Chris Froome tetap dominasi Tour de France

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Froome alami patah kaki, pinggul dan lengan

Ia tidak dalam kondisi bagus

Jakarta (ANTARA) – Empat kali juara Tour de France, Chris Froome mengalami patah pada kaki, pinggul, lengan dan rusuk dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi, Rabu.

Team Ineos mengkonfirmasi bahwa mimpi pebalas sepeda berusia 34 tahun itu untuk meraih gelar kelima Tour de France tahun ini pupus setelah hembusan angin mengempaskan dia ke dinding menuju akhir “recon” menjelang etape keempat time trial di Criterium du Dauphine.

Froome menderita beberapa retak pada tulang paha kanannya, siku kanan dan rusuk, dan “akan tetap berada di rumah sakit selama sedikitnya dua hari di Saint-Etienne” sebelum diambil keputusan untuk perawatan lebih lanjut, kata kepala tim Ineos team Dave Brailsford.

Tampaknya ia melepaskan tangannya dari stang untuk mengembuskan hidungnya “dan angin mengangkat roda depannya dan ia menabrak dinding,” kata Brailsford kepada BBC seperti dikutip AFP, Kamis.

“Sejujurnya ini sulit. Ia tidak dalam kondisi bagus,” katanya, menambahkan bahwa Froome juga mengalami patah pinggul pada kecelakaan itu.

Brailsford mengatakan bahwa empat kali juara Tour de France itu telah bekerja “luar biasa keras untuk memperoleh bentuk yang fantastik dan sudah berada di lintasan untuk Tour.

“Meskipun kami semua menyadari risiko yang terkait dalam olahraga kami, selalu traumatis ketika seorang pebalap kecelakaan dan mengalami cedera serius.

“Salah satu hal yang membedakan Chris adalah kekuatan mental dan ketahanannya -– dan kami akan mendukung sepenuhnya dalam pemulihannya, membantu dia untuk mengkalibrasi ulang dan membantu dia dalam mengejar tujuan dan ambisi di masa depan.”

Kecelakaan terjadi di desa Saint-Andre d’Apchon, di wilayah Loire, dengan rekan kompetitornya memperkirakan ia tengah melaju secepat 60 kilometer per jam.

“Ia hampir tidak bisa bicara. Ia akan dibawa dengan helikopter menuju rumah sakit di Lyon atau Saint-Etienne dalam beberapa menit,” kata Brailsford.

“Tidak sama tanpa dia”

Tour de France tahun ini dimulai 6 Juli dan direktur balap Christian Prudhomme dengan cepat berharap Froome segera pulih.

“Kami harap ia segera pulih. Tour de France tidak akan sama tanpa dia. Chris Froome telah menjadi karakter pusat pada Tour sejak 2013,” katanya.

“Penarikan dirinya mengubah segalanya. Bahkan sekali pun mereka masih punya pemegang gelar Geraint Thomas dan jangan terpancing untuk meremehkan Egan Bernal, yang akan menjadi letnannya atau mungkin lebih,” kata Prudhomme tentang dua pembalap kunci Ineos.

Pebalap Prancis spesialis pendaki Romain Bardet, yang berada di urutan kedua di bawah Froome pada Tour de France 2016, menggambarkan berita sejauh mana cedera yang dialami sesama pembalap itu sebagai “mengerikan”.

“Saya tidak menyadari itu seserius itu,” kata Bardet ketika diberitahu setelah time trial itu dimenangi Wout van Aert.

“Selalu tidak enak ketika salah satu sainganmu mengalami sial seperti itu.”

Tahun ini mengecewakan bagi Froome. Ia berada di urutan ke-91 pada Tour of Colombia, ke-94 di Tour of Catalonia, ke-11 di Tour of the Alps dan ke-13 di Tour de Yorkshire, membuat kritikus kurang antusian mengenai peluangnya di Tour de France 2019.

Baca juga: Cedera serius, Chris Froome tidak ikut Tour de France

Baca juga: Froome menangi gelar Tour de France keempatnya

Baca juga: Chris Froome tetap dominasi Tour de France
 

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palembang akan jadi tuan rumah MXGP 2019

ANTARA – Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) 2019. Di mana ajang itu akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan, pada 6-7 Juli dan akan diikuti 28 negara. Pembangunan sirkuit sendiri direncakan akan dilakukan setelah Lebaran. (Evan Ervani/Agha Yuninda/Nusantara Mulkan)

Gubernur Kalteng berencana gelar lomba sepeda tingkat internasional

Palangka Raya (ANTARA) – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berencana menggelar tour dan lomba sepeda tingkat nasional maupun Internasional, dengan rute Kota Palangka Raya hingga Air Terjun Batu Mansyur Kabupaten Gunung Mas.

Rencana itu juga sebagai upaya memperkenalkan berbagai objek wisata yang ada di sana, kata Sugianto usai melantik Jaya S Monong dan Efrensia LP Umbing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas periode 2019-2024 di Istana Isen Mulang, Selasa.

“Saya pun sudah berkomunikasi dengan Bupati Jaya S Monong mengenai rencana tersebut. Bupati menyambut baik dan akan mempersiapkan berbagai hal terkait rencana lomba itu,” tambahnya.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu merencanakan tour dan lomba sepeda itu digelar pada 2020 mendatang. Sebab, sekarang ini perlu dilakukan berbagai persiapan, mulai dari memantau kondisi dan perbaikan jalan yang menjadi rute tour dan lomba tersebut.

“Kalau memang anggaran Pemprov Kalteng dibutuhkan untuk memperbaiki jalan menuju Air Terjun Batu Mansyur tersebut, ya akan kita sediakan. Intinya, saya ingin objek wisata di Gunung Mas bisa lebih dipromosikan,” kata Sugianto.

Sementara dalam pelantikan tersebut, Gubernur Kalteng itu mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas yang baru dilantik, bisa bekerja secara profesional dan membangun hubungan kerja yang baik hingga ke tingkat bawah. Selain itu dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.

Dia mengatakan tujuannya agar program atau kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten dapat saling melengkapi hingga terciptanya pola kerja yang efektif serta efisien dalam pembangunan.

“Jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk mendapatkan semangat baru membangun daerah dan menjadikannya lebih baik lagi kedepannya. Mari hilangkan semua perbedaan dan bersama-sama membangun negeri,” demikian Sugianto.

Takbir kembali bergema di langit Jakarta

Pewarta: Kasriadi/Jaya W Manurung
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akankah Italia kembali berpesta di Mugello?

Jakarta (ANTARA) – Tahun lalu di Mugello publik Italia berpesta. Dua Ducati finis terdepan dan Valentino Rossi melengkapi podium setelah start dari pole position.

The Doctor akan mengincar sejarah baru di trek yang berada di Tuscan, Italia itu, yaitu kemenangan ke sepuluh kali dalam karirnya.

Berbicara soal Mugello tak bisa terlepas dari nama Valentino Rossi. Pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu memiliki hubungan yang sakral dengan sirkuit dan para penggemarnya yang membuat atmosfer tersendiri di balapan GP Italia.

Pebalap tuan rumah itu mengantongi tujuh kemenangan beruntun di kelas premier dari 2002 hingga 2008 yang menyematkan Rossi sebagai pahlawan di tanah kelahirannya itu.

Namun, 11 tahun terakhir, Mugello tidak lagi menjadi ladang perburuan yang mudah bagi pebalap bernomor 46 itu sejak terakhir kali naik podium pertama setelah start dari pole position pada 2008.

Sejak itu, Rossi hanya mencetak empat kali finis ketiga, terakhir kali pada GP Italia musim lalu.

“Aku senang ini saatnya bagi Mugello. Ini adalah akhir pekan yang spesial dan balapan yang spesial bagi semua pebalap Italia,” kata Rossi seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Tiba di Mugello, Rossi akan menutupi defisit 23 poin dari pimpinan klasemen Marc Marquez dan berharap penampilan Yamaha yang lebih konsisten tahun ini.

“Ini adalah salah satu trek paling cantik tahun ini. Trek yang sangat aku suka, namun akan sulit karena semua orang sangat cepat.”

“Mugello memiliki akselerasi yang lebih sedikit dari kecepatan rendah, jadi aku kira kami bisa lebih cepat dari Le Mans, namun ada juga lintasan lurus yang panjang. Tentu ini akan jadi titik kelemahan kami, jika kami bekerja dengan baik, kami bisa mempertahankan diri. Kami harus mencoba untuk kompetitif dan memberikan yang terbaik.”

Sementara itu GP Italia akan menjadi hajatan besar bagi Ducati, yang kini diperkuat oleh seluruhnya pebalap Italia. Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan pebalap uji Michelle Pirro.

Bagi Dovizioso, Mugello tahun ini akan spesial karena pebalap asal Italia itu dan akan menjalani balapan Grand Prix ke-300 dalam karirnya akhir pekan nanti.

“300 adalah angka yang besar. Aku sangat senang tiba di Mugello pada saat ini dalam kejuaraan ini karena tentu ini adalah trek yang bagus dan kami membutuhkan hasil yang baik,” kata pebalap bernomor 04 itu.

“Aku rasa setelah hasil bagus di Le Mans dengan tiga Ducati, kami bisa sangat kompetitif untuk melawan Marc. Tentunya dia ingin juga menang di Mugello, tapi aku rasa kami memiliki setiap peluang untuk bertarung dengannya juga dengan pebalap yang lain.”

Pun demikian bagi Petrucci, yang tahun lalu menggunakan livery khusus dari Lamborghini di Mugello.

“Sangat menyenangkan bagi pebalap Italia untuk membalap di Mugello, khususnya dengan Ducati dan bagiku ini adalah pertama kalinya dengan warna pabrikan. Selalu menjadi balapan yang bagus bagi kami dan kami ingin mendapati akhir pekan yang baik, kami tiba dari Le Mans dan dengan hasil balapan yang bagus. Kami ingin berada di atas. akan sangat sulit tapi kami sekarang di rumah,” kata Petrucci.

Mugello tahun lalu juga menyaksikan bagaimana Jorge Lorenzo membungkam kritikus ketika finis pertama di tengah masa sulit bersama Ducati.

Pebalap asal Spanyol itu menggambarkan GP Italia tahun lalu sebagai balapan terbaik sepanjang karirnya.

Kini Lorenzo yang membela Honda bertekad untuk mengulangi kesuksesannya tahun lalu, walaupun juga sedang mendapati performa yang buruk dengan pabrikan asal Jepang itu.

“Kami membuat progres yang bagus di Le Mans dengan setting motor dan mampu menempel di depan,” kata Lorenzo, yang telah menjuarai GP Italia 6 kali itu.

“Aku memiliki sejumlah kesuksesan di Mugello, jadi aku harap bisa terus meningkatkan posisi kami.”

Baca juga:Lorenzo sampaikan pesan perpisahan untuk Ducati
 

Rekan satu tim, Marc Marquez tentunya berharap membayar kesalahannya tahun lalu di Mugello.

Marquez tampil kuat awal musim ini setelah mengemas tiga podium pertama dan memuncaki klasemen pebalap dengan 95 poin.

Para pesaingnya tak bisa terus berharap Marquez membuat kesalahan lagi di Mugello tahun ini.

Balapan musim ini pun tak melulu didominasi para pebalap elit, namun terbukti rookie seperti Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) bisa membuat headline ketika menjadi pebalap MotoGP termuda peraih pole position di Jerez.

Pebalap asal Prancis itu bisa saja meramaikan perebutan podium namun kerusakan tuas gir merampas peluangnya untuk memberikan perlawanan kepada para seniornya.

Hasil terbaiknya di Mugello adalah finis kelima ketika dia masih di Moto3 tahun 2016.

Baca juga:Ini rekam jejak Fabio Quartararo

“Mugello adalah salah satu sirkuit tersulit di kalender tapi aku terus berusaha untuk membuat performa yang kuat,” kata Quartararo.

“Di Prancis, aku kembali bertarung di lapangan dan waktu putaran tercepat menunjukkan jika kami memiliki kecepatan yang dibutuhkan.”

“Untuk Mugello, aku ingin meningkatkan urutan di grid dan membuat start yang bagus. Jika aku bisa melakukannya, dan menunjukkan kecepatan yang sama ketika di Le Mans, ini akan menjadi balapan yang menyenangkan.”

Balapan GP Italia di Sirkuit Mugello akan diawali dengan sesi latihan bebas FP1 pada Jumat sementara balapan kelas MotoGP akan berlangsung Minggu pukul 19:00 WIB.

Baca juga:Raihan Marquez di Le Mans genapi kemenangan ke-300 Honda

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ducati incar hattrick di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Mission Winnow Ducati tiba di Sirkuit Mugello, Italia dengan satu misi: mencetak hattrick juara di kandang mereka.

Ducati menguasai balapan GP Italia dalam dua tahun terakhir, 2017 lewat Andrea Dovizioso dan 2018 lewat Jorge Lorenzo.

Andrea Dovizioso berangkat ke kampung halamannya dengan hasil positif balapan di Le Mans.

“Tiba di Mugello setelah hasil seperti di Le Mans, dengan tiga Ducati di empat posisi terdepan, sangat lah positif tapi kami ingin lebih,” kata Dovi seperti dikutip laman resmi MotoGP, Kamis.

“Ini adalah balapan di rumah kami dan aku kira kami akan kompetitif dan cepat, jadi tujuan kami adalah kembali naik podium. Seperti kita telah lihat di sejumlah balapan pertama tahun ini, rival kami sangat kuat dan akan sangat sulit membuat prediksi.”

Dovi hingga pekan ini mencatatkan poin 41 lebih banyak dari waktu yang sama musim lalu namun tidak terlalu puas ketika mendapati dirinya terpaut 8 poin defisit dari Marc Marquez (Repsol Honda) di puncak.

“Kami belum puas dengan hasil yang kami capai sejauh ini, dan kami akan terus melakukan yang terbaik, menganalisa data dan bekerja untuk memahami di mana kami bisa lebih baik. Aku harap cuaca akan bagus karena aku memiliki ekspektasi yang tinggi akhir pekan ini,” kata Dovi yang menatap balapan ke-300 selama karirnya di akhir pekan nanti.

Sementara itu di garasi sebelah, Danilo Petrucci telah menemukan performanya usai mengunci posisi kualifikasi terbaiknya dan podium perdananya tahun ini di Le Mans.

“Akhir pekan ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan yang terbaik dan aku sangat senang di sini setelah podium Le Mans, hasil yang memberiku kepercayaan diri.”

“Aku selalu memiliki perasaan bagus ketika tiba waktu balapan di Mugello. Aku sangat senang karena aku akan balapan di rumah dan sirkuit favoritku, trek di mana Desmosedici GP bisa digeber maksimal, seperti yang terlihat di berapa tahun belakangan,” ungkap Petrucci.

Baca juga:Akankah Italia kembali berpesta di Mugello?
 

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua rookie puncaki sesi latihan bebas di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) membuat kejutan setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 46,732 detik di sesi latihan bebas FP2 GP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat.

Pebalap asal Italia itu menggunakan livery baru dari Lamborghini finis tercepat diikuti oleh pebalap rookie lainnya, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di tempat kedua dengan selisih tipis 0,046 detik untuk mengungguli pebalap Ducati Danilo Petrucci di tempat ketiga, demikian laman resmi MotoGP, Jumat.

Terakhir kali pebalap rookie memuncaki sesi latihan bebas adalah ketika Jorge Lorenzo dan James Toseland turun di Qatar 11 tahun lalu.

Sebelum gebrakan dua pebalap rookie itu, Marc Marquez (Repsol Honda) memuncaki sesi latihan bebas FP1 diikuti dua pebalap Ducati Danilo Petrucci dan Michele Pirro.

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) juga tampil impresif di FP2 setelah finis P4 untuk menyingkirkan Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha) ke P5.

Viñales sempat tersungkur di P14 ketika FP1, namun mampu memperbaiki catatan waktunya di sesi siang.

Marquez bercokol di P6 diikuti oleh Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) yang memperbaiki posisinya dari P11 di FP1 ke P7.

Baca juga:Ducati incar hattrick di Mugello

Sementara itu pebalap LCR Honda Cal Crutchlow berada di P8 dengan selisih 0,438 dari pemuncak sesi latihan.

Jack Miller (Pramac Ducati) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) melengkapi peringkat 10 untuk tempat sementara di Q2.

Pebalap Red Bull KTM Factory Racing Johann Zarco terjatuh di Tikungan 11 ketika FP2 namun tidak mengalami cedera.

Sementara itu Raja Sirkuit Mugello, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) sepertinya belum menemukan setting motor yang pas dan hanya mampu bercokol di P18 dengan selisih 1,155 detik dari waktu tercepat hari itu.

Baca juga:Akankah Italia kembali berpesta di Mugello?

Hasil FP2 GP Italia:
1. ^16 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 46.732 detik [Lap 15/16] 340kpj (Kecepatan puncak)
2. ^2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 46,778 detik +0,046s [17/18] 337k
3. ˅1 Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 46,863 detik +0,131s [17/19] 345k
4. ^4 Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 46,966 detik +0,234s [15/17] 342k
5. ^9 Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 46,973 detik +0,241s [20/20] 338k
6. ˅5 Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 47,062 detik +0,330s [3/19] 341k
7. ^4 Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 47,167 detik +0,435s [20/21] 343k
8. ^1 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 47,170 detik +0,438s [15/17] 345k
9. ˅3 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 47,185 detik +0,453s [4/15] 346k
10. ^5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 47,268 detik +0,536s [18/19] 333k
11. ˅1 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 47,347 detik +0,615s [18/18] 350k
12. ^8 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 47,419 detik +0,687s [13/13] 341k
13. ˅10 Michele Pirro ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 47,421 detik +0,689s [4/17] 349k
14. ˅7 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 47,483 detik +0,751s [17/19] 340k
15. ^4 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 47,579 detik +0,847s [18/20] 341k
16. ˅11 Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 47,612 detik +0,880s [13/14] 342k
17. ^4 Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 47,686 detik +0,954s [16/18] 345k
18. ˅6 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 47,726 detik +0,994s [19/19] 340k
19. ˅6 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 47,887 detik +1,155s [16/16] 342k
20. ˅2 Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 48,114 detik +1,382s [3/17] 343k
21. ˅5 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 48,146 detik +1,414s [15/15] 341k
22. = Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 48,496 detik +1,764s [16/16] 336k
23. = Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 48,914 detik +2,182s [16/20] 338k
Keterangan:
^X Pebalap naik x posisi dari FP1
= Posisi di FP1 dan FP2 tak berubah
˅X Pebalap turun X posisi dari FP1

* Rookie.

Selama Lebaran latihan terbang militer diliburkan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso pecahkan rekor kecepatan puncak di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso memecahkan rekor kecepatan di Sirkuit Mugello, Italia pada Sabtu ketika menjalani sesi latihan bebas FP3.

Pebalap asal Italia itu mencatatkan kecepatan 356,7 km per jam dan menjadi pebalap MotoGP tercepat di sepanjang sejarah, demikian laman resmi MotoGP, Sabtu.

Dovi memperbaiki catatan kecepatannya yang ditorehkan tahun lalu dengan 0,2 kpj lebih cepat.

Rekan satu tim, Danilo Petrucci juga membuat rekor waktu putaran tercepat di Mugello ketika memuncaki FP3 dengan kecepatan puncak terpaut 1,7 kpj dari Dovi.

Berikut daftar lima besar pebalap dengan kecepatan tercepat di Mugello:

1. Andrea Dovizioso (2019; Ducati) – 356,7 kpj
2. Andrea Dovizioso (2018; Ducati) – 356,5 kpj
3. Danilo Petrucci (2018; Ducati) – 355,8 kpj
4. Michele Pirro (2018; Ducati) – 355,2 kpj
5. Danilo Petrucci (2019; Ducati) – 355,0 kpj

Baca juga:Dua rookie puncaki sesi latihan bebas di Mugello

Baca juga:Akankah Italia kembali berpesta di Mugello?

Sinergi BUMN untuk negeri pecahkan rekor MURI bantuan Al Quran terbanyak

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez raih pole position di Mugello, Quartararo menguntit di P2

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez merebut pole position GP Italia setelah menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi di Sirkuit Mugello, Italia, Sabtu.

Marquez mencatatkan waktu tercepat 1 menit 45519 detik untuk posisi start pertama, diikuti oleh pebalap Prancis Fabio Quartararo yang memperkuat Petronas Yamaha SRT berada di tempat kedua dengan selisih 0,214 detik, demikian laman resmi MotoGP.

Juara dunia dari Spanyol itu mendapat persaingan ketat dari sang pebalap rookie ketika memperebutkan pole position jelang akhir babak kualifikasi dengan saling mengalahkan di setiap sektor.

Pada akhirnya, dengan memanfaatkan slipstream di belakang Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati), Marquez menyentuh garis finis 0,2 detik lebih cepat dari Quartararo.

Baca juga:Dovizioso pecahkan rekor kecepatan puncak di Mugello

Baca juga:Dua rookie puncaki sesi latihan bebas di Mugello

Rekan satu tim Dovizioso, Danilo Petrucci asal Italia akan start dari P3. Dengan demikian tiga pebalap dari negara yang berbeda akan start dari baris terdepan.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) akan start dari P4 diikuti oleh Jack Miller (Pramac Racing) dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol).

Pebalap Monster Energy Yamaha Maverick Viñales finis ketujuh tercepat dengan selisih 0,662 detik dari pemuncak kualifikasi. Kemudian Francesco Bagnaia (Pramac Racing) di P8 dan Andrea Dovizioso di P9.

Takaaki Nagakami melengkapi posisi start 10 besar untuk LCR Honda Idemitsu.

Raja Sirkuit Mugello Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) mendapati hasil buruk kualifikasi dan akan start dari P18 besok.

Baca juga:Akankah Italia kembali berpesta di Mugello?

Hasil Kualifikasi 2
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 45,519s [Lap 7/7] 348kpj (kecepatan puncak)
2. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 45,733 detik +0,214s [Lap 7/7] 339k
3. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 45,881 detik +0,362s [Lap 6/7] 347k
4. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 45,959 detik +0,440s [Lap 6/7] 334k
5. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 46,029 detik +0,510s [Lap 6/8] 346k
6. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 46,079 detik +0,560s [Lap 7/7] 348k
7. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 46,181 detik +0,662s [Lap 3/7] 340k
8. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 46,260 detik +0,741s [Lap 6/6] 344k
9. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 46,293 detik +0,774s [Lap 6/6] 349k
10. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 46,387 detik +0,868s [Lap 7/7] 337k
11. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 46,433 detik +0,914s [Lap 7/7] 340k
12. Michele Pirro ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 46,638 detik +1,119s [Lap 2/6] 350k
Kualifikasi 1:
13. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 46,539 detik 338k
14. Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 46,678 detik 345k
15. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 46,899 detik 340k
16. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 47,028 detik 343k
17. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 47,135 detik 340k
18. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 47,184 detik 336k
19. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 47,394 detik 340k
20. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 47,519 detik 342k
21. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 48,222 detik 338k
22. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 48,235 detik 337k
23. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 48,303 detik 340k
* Rookie

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Start di belakang Marquez, Quartararo incar podium di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, bertekad menjadi penantang utama podium GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (2/6) setempat, setelah membukukan waktu tercepat kedua dalam sesi kualifikasi.

Pebalap debutan asal Prancis itu menempel ketat Marc Marquez (Repsol Honda) yang berada di pole position dengan selisih 0,2 detik, demikian laman resmi MotoGP, Sabtu.

Quartararo menjadi pebalap pertama dalam sejarah yang melahap sirkuit sepanjang 5,2 km itu di bawah waktu satu menit 46 detik sebelum Marquez mengalahkan waktunya di akhir babak kualifikasi.

Walaupun menderita defisit kecepatan puncak, motor Yamaha, salah satunya yang dikendarai Quartararo, adalah salah satu yang memiliki pengendalian yang terbaik setelah masuk tiga besar waktu tercepat di setiap sektor kecuali di sektor terakhir.

Baca juga: Marquez raih pole position di Mugello, Quartararo menguntit di P2

Dengan posisi start dari baris terdepan untuk kali keduanya musim ini, pebalap berusia 20 tahun itu berharap bisa mengonversi hasil kualifikasinya menjadi podium di hari Minggu nanti.

“Sesi kualifikasi yang luar biasa,” kata Quartararo.

“Ada beberapa lap yang sangat bagus di kualifikasi, aku tak menyangka bisa secepat ini tapi aku sangat senang dengan hasil ini karena kami mampu menjalani tiga lap di bawah 1,46 detik,” ujarnya menambahkan.

Di sesi latihan bebas FP4 Quartararo lebih cepat dari siapa pun, bahkan Marquez. Namun dia harus mengakui kecepatan Marquez ketika di kualifikasi.

“Marquez membuat lap yang hebat. Tentu besok akan jadi balapan yang sulit, tapi kami siap dan kecepatan kami tidak terlalu buruk,” katanya.

Baca juga: Kerusakan tuas gir pupuskan harapan Quartararo di Jerez

Target utama tim satelit Yamaha itu adalah finis delapan besar. Dan hingga balapan seri keenam ini sudah mengantongi tiga finis di dalam peringkat delapan besar.

“Jika podium didapat itu akan menjadi tambahan. Saat ini balapan belum mulai, jadi aku tetap tenang. Kami punya keunggulan dan kelemahan di motor tapi aku rasa motor ini bagus di tikungan. Sangat bagus di tikungan cepat,” katanya.

“Tentu aku harus menekan lebih di lap-lap awal karena akan ada kelompok besar, tapi sekali kelompok itu terpecah, mungkin menjadi enam pebalap, aku kira aku tidak akan memaksa ban untuk menjaga keawetan mereka,” ujar dia melengkapi.

Quartararo hanya pernah sekali finis di Mugello kala itu P5 di Moto3 pada 2016.

Baca juga: Ini rekam jejak Fabio Quartararo

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vinales sebut motornya “gugup” dalam kualifikasi GP Italia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Viñales, mengakui kesulitan mengendalikan motornya yang terasa tidak stabil ketika sesi kualifikasi GP Italia di Sirkuit Mugello, Sabtu.

Pebalap asal Spanyol itu akan memiliki jalan yang cukup panjang di balapan Minggu nanti dari posisi start ketujuh.

“Motor bergoyang banyak. Aku kesulitan dengan motorku, aku berjuang di setiap lap. Untungnya, secara fisik aku baik dan aku kira kami bisa mengakhiri balapan dengan kondisi yang baik tapi itu akan sulit,” ungkap Viñales seperti dikutip laman resmi MotoGP, Sabtu.

“Akan menjadi balapan yang panjang dengan banyak motor, banyak menyalip, jadi kami harus pintar dan menjaga ban,” ujarnya menambahkan.

Viñales bisa menjadi kuda hitam dan merebut peluang podium di Mugello mengingat gaya membalapnya yang panas di belakang.

Sementara kelemahannya adalah start yang lemah dan terlambat menyerang ketika balapan.

“Kecepatannya sangat bagus tapi mengawali balapan dari posisi tujuh selalu sangat sulit. Kami akan mencoba start dengan bagus dan meraih sejumlah lap awal yang bagus. Kami telah bekerja sangat keras akhir pekan ini di lap-lap awal.”

Viñales memiliki catatan lumayan bagus di Mugello dengan tak pernah finis di luar delapan besar. Satu-satunya podium di sana adalah pada 2017 sebagai runner-up.

Viñales tahun ini baru meraih satu podium yaitu di GP Spanyol.

Baca juga: Statistik balapan GP Italia

Baca juga: Start di belakang Marquez, Quartararo incar podium di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez juara di Mugello, Dimas Ekky di P24

Jakarta (ANTARA) – Alex Marquez (EG 0,0 Marc VDS) meraih kemenangan keduanya secara beruntun musim ini usai merajai Moto2 GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu.

Marquez finis pertama 1,9 detik di depan Luca Marini (Sky Racing Team VR46), diikuti oleh Thomas Luthi (Dynavolt Intact GP) yang melengkapi podium balapan seri keenam musim ini, demikian laman resmi MotoGP, Minggu.

Lorenzo Baldassarri (Flexbox HP 40), pemuncak klasemen pebalap dengan 88 poin, hanya mampu finis di peringkat empat sehingga Marquez naik dua peringkat untuk menempel di peringkat dua dengan selisih dua poin.

Thomas Luthi menguntit Marquez dengan 84 poin di peringkat tiga klasemen.

Sementara itu, pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team Asia) mampu menyelesaikan balapan di peringkat 24 dalam waktu 40 menit 33,081 detik.

Dimas belum mengemas poin hingga balapan seri keenam musim ini dan bercokol di peringkat 35 klasemen pebalap.

Hasil balapan Moto2 GP Italia 2019:
1. Alex Marquez SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 39 menit 31,262 detik
2. Luca Marini ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 39 menit 33,190 detik
3. Thomas Luthi SWI Dynavolt Intact GP (Kalex) 39 menit 33,504 detik
4. Lorenzo Baldassarri ITA FLEXBOX HP 40 (Kalex) 39 menit 34,915 detik
5. Augusto Fernandez SPA FLEXBOX HP 40 (Kalex) 39 menit 35,235 detik
6. Enea Bastianini ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 39 menit 35,247 detik
7. Jorge Navarro SPA MB Conveyors Speed Up (Speed Up) 39 menit 36,248 detik
8. Marcel Schrotter GER Dynavolt Intact GP (Kalex) 39 menit 37,477 detik
9. Sam Lowes GBR Federal Oil Gresini Moto2 (Kalex) 39 menit 42,728 detik
10. Fabio Di Giannantonio ITA MB Conveyors Speed Up (Speed Up) 39 menit 44,312 detik
11. Mattia Pasini ITA Petronas Sprinta Racing (Kalex) 39 menit 45,196 detik
12. Xavi Vierge SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 39 menit 48,438 detik
13. Remy Gardner AUS ONEXOX TKKR SAG Team (Kalex) 39 menit 51,156 detik
14. Tetsuta Nagashima JPN ONEXOX TKKR SAG Team (Kalex) 39 menit 51,317 detik
15. Brad Binder RSA Red Bull KTM Ajo (KTM) 39 menit 51,853 detik
16. Jorge Martin SPA Red Bull KTM Ajo (KTM) 39 menit 51,934 detik
17. Dominique Aegerter SWI MV Agusta Idealavoro Forward (MV Agusta) 39 menit 55,343 detik
18. Andrea Locatelli ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 39 menit 57,939 detik
19. Bo Bendsneyder NED NTS RW Racing GP (NTS) 40 menit 8,093 detik
20. Lukas Tulovic GER Kiefer Racing (KTM) 40 menit 13,136 detik
21. Philipp Oettl GER Red Bull KTM Tech 3 (KTM) 40 menit 15,873 detik
22. Steven Odendaal RSA NTS RW Racing GP (NTS) 40 menit 16,393 detik
23. Marco Bezzecchi ITA Red Bull KTM Tech 3 (KTM) 40 menit 16,398 detik
24. Dimas Ekky Pratama INA IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 40 menit 33,081 detik
25. Xavi Cardelus AND Sama Qatar Angel Nieto Team (KTM) 41 menit 12,204 detik
Tidak Finis
Joe Roberts USA American Racing KTM (KTM)
Jake Dixon GBR Sama Qatar Angel Nieto Team (KTM)
Simone Corsi ITA Tasca Racing Scuderia Moto2 (Kalex)
Nicolo Bulega ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex)
Stefano Manzi ITA MV Agusta Idealavoro Forward (MV Agusta)
Teppei Nagoe JPN IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex)
Iker Lecuona SPA American Racing KTM (KTM)

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara di Mugello, Petrucci raih kemenangan pertama di MotoGP

Jakarta (ANTARA) – Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) meraih gelar juara pertamanya di kelas MotoGP usai finis pertama di balapan GP Italia, Sirkuit Mugello, Minggu.

Pebalap asal Italia itu mengawali balapan dari P3 dan mendapat perlawanan ketat dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan rekan satu tim Andrea Dovizioso di balapan sepanjang 23 lap itu.

Sebelumnya, hasil terbaik Petrucci di Mugello adalah finis ketiga pada 2017.

Petrucci, Marquez dan Dovizioso terlibat sejumlah aksi salip menyalip di lap-lap terakhir yang ketat hingga akhirnya Marquez, yang start dari pole position, harus mengakui keunggulan motor Ducati bernomor 9 itu dan finis sebagai runner-up dengan margin tipis 0,043 detik.

Kemudian Andrea Dovizioso, harus puas finis ketiga di balapan ke-300 sepanjang karirnya itu.

Dengan hasil tersebut, Ducati mencetak hattrick dengan menjuarai GP Italia dalam tiga tahun terakhir.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) kembali tampil impresif dan finis di P4 setelah menempel ketat tiga pebalap di depan.

Pebalap asal Spanyol itu memiliki start yang brilian. Start dari P13, Rins mampu naik ke peringkat tiga di tiga lap pertama untuk menantang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di depan.

Namun defisit tenaga motor GSX-RR kewalahan menghadapi tiga pebalap Ducati yang ada di barisan depan.

Marquez sempat membuat kesalahan dengan melebar ketika memimpin lomba dan harus membayar mahal ketika tiga pebalap Ducati dan satu Suzuki mendahuluinya di lap kelima.

Di lap 9, Rins menyerang Dovi dan mampu mengambil alih pimpinan lomba untuk sementara. Namun ketika tiba di trek lurus Mugello, Rins keteteran.

Jack Miller (Pramac Ducati) terjatuh di delapan lap terakhir ketika menempel rombongan terdepan di P5.

Balapan bagi Rossi berakhir ketika Raja Sirkuit Mugello itu terjatuh di Tikungan 9 dan tak bisa melanjutkan balapan ketika masih menyisakan 16 putaran.

Sepanjang akhir pekan ini Rossi kurang bersinar di sesi latihan bebas dan hanya mampu meraih P18 dari sesi kualifikasi.

Takaaki Nakagami mengamankan poin penting bagi LCR Honda di P5 diikuti oleh Maverick Vinales di P6.

Pebalap uji Ducati Michele Pirro juga tampil mengesankan setelah finis P7 di depan Cal Crutchlow (LCR Honda).

Pol Espargaro (KTM Factory) finis P9 mengungguli pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di peringkat 10 besar.

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Ducati melengkapi torehan hattrick juara GP Italia setelah Danilo Petrucci menyentuh garis finis pertama di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu.

Dua kemenangan Ducati di Mugello sebelumnya dipersembahkan oleh Jorge Lorenzo pada 2018 dan Andrea Dovizioso pada 2017.

Petrucci mengawali balapan dari P3 dan mendapat perlawanan ketat dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan rekan satu tim Andrea Dovizioso di balapan sepanjang 23 lap itu.

Sebelumnya, hasil terbaik Petrucci di Mugello adalah finis ketiga pada 2017. Pebalap asal Italia itu pun mengungkapkan kegembiraannya usai merengkuh kemenangan pertamanya di kelas premier itu, juga di tanah kelahirannya, dengan berterima kasih kepada rekan satu timnya.

Saya ingin dedikasikan kemenangan pertama ini untuk Andrea, rekan satu tim saya, yang telah mengadopsi saya musim dingin ini seperti saudara,” kata Petrucci usai lomba.

Baca juga: Juara di Mugello, Petrucci raih kemenangan pertama di MotoGP
 

Petrucci, Marquez dan Dovizioso terlibat sejumlah aksi salip menyalip padai lap-lap terakhir yang ketat hingga akhirnya Marquez, yang start dari pole position, harus mengakui keunggulan motor Ducati bernomor 9 itu dan finis sebagai runner-up dengan margin tipis 0,043 detik.

Marquez sempat membuat kesalahan dengan melebar ketika memimpin lomba dan harus membayar mahal ketika tiga pebalap Ducati dan satu Suzuki mendahuluinya di lap kelima.

“Saya kehilangan apex di Tikungan 1. Kemudian di lap terakhir ketika saya mendapati Danilo terdepan, saya kedua dan Dovi di tempat ketiga saya memutuskan untuk tidak menyerang dan hanya akan bertahan karena jika saya mencoba dan melebar, Dovi akan memenangi lomba dan itu akan buruk hasilnya,” kata Marquez.

“Terlepas dari itu, saya senang dengan 20 poin ini.”

Andrea Dovizioso, harus puas finis ketiga di balapan ke-300 sepanjang karirnya itu.

“Saya sangat senang terhadap Danilo. kami bekerja sama karena saya tahu dia punya potensi. itu lah kenapa saya katakan di banyak wawancara di awal musim sebelum Qatar bahwa dia punya potensi dan dia harus mempelajari sesuatu, dan dia lakukan itu.”

“Saya merasa sangat senang karena dia. Dan menang di Mugello adalah balapan terbaik di kejuaraan kami. Jadi ini bagus dan saya rasa ini akan memiliki dampak kepada masa depannya,” ungkap Dovi.

Baca juga:Dovizioso pecahkan rekor kecepatan puncak di Mugello

Sementara itu Alex Rins (Suzuki Ecstar) kembali tampil impresif dan finis di P4 setelah menempel ketat tiga pebalap di depan.

Pebalap asal Spanyol itu memiliki start yang brilian. Start dari P13, Rins mampu naik ke peringkat tiga di tiga lap pertama untuk menantang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di depan.

Namun defisit tenaga motor GSX-RR kewalahan menghadapi tiga pebalap Ducati yang ada di barisan depan.

Pada lap 9, Rins menyerang Dovi dan mampu mengambil alih pimpinan lomba untuk sementara. Namun ketika tiba di trek lurus Mugello, Rins keteteran.

Jack Miller (Pramac Ducati) terjatuh di delapan lap terakhir ketika menempel rombongan terdepan di P5.

Balapan bagi Rossi berakhir ketika Raja Sirkuit Mugello itu terjatuh ketika balapan masih menyisakan 16 putaran.

Sepanjang akhir pekan ini Rossi kurang bersinar di sesi latihan bebas dan hanya mampu meraih P18 dari sesi kualifikasi.

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Baca juga:Vinales sebut motornya “gugup” dalam kualifikasi GP Italia

Hasil balapan GP Italia, Minggu:
1. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 33,794 detik
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 41 menit 33,837 detik
3. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 34,132 detik
4. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41 menit 34,329 detik
5. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 41 menit 40,329 detik
6. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 41 menit 41,275 detik
7. Michele Pirro ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 47,082 detik
8. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41 menit 47,731 detik
9. Pol Espargaro ESP Red Bull KT MENIT Factory (RC16) 41 menit 50,327 detik
10. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 41 menit 51,788 detik
11. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 41 menit 54,317 detik
12. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 41 menit 54,338 detik
13. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 41 menit 54,607 detik
14. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 42 menit 1,092 detik
15. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42 menit 1,845 detik
16. Miguel Oliveira POR Red Bull KT MENIT Tech3 (RC16)* 42 menit 3,895 detik
17. Johann Zarco FRA Red Bull KT MENIT Factory (RC16) 42 menit 15,651 detik
Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) GAGAL FINIS
Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* GAGAL FINIS
Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) GAGAL FINIS
Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) GAGAL FINIS
Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) GAGAL FINIS
Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) GAGAL FINIS

KPU serahkan hasil audit LPPDK hari ini

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Serangan dua motor Ducati membuat Marc Marquez (Repsol Honda) kewalahan menjalani balapan seri keenam di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu.

Juara bertahan MotoGP itu hanya mampu finis runner-up, setelah Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), mengawali lomba dari pole position, demikian laman resmi MotoGP, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu juga direpotkan oleh rekan satu tim Petrucci, Andrea Dovizioso yang menebar ancaman di P3.

Marquez sempat membuat kesalahan dengan melebar ketika memimpin lomba dan harus membayar mahal ketika tiga pebalap Ducati dan satu Suzuki mendahuluinya di lap kelima.

“Aku kehilangan apex di Tikungan 1. Kemudian di lap terakhir ketika aku mendapati Danilo terdepan, aku kedua dan Dovi di tempat ketiga aku memutuskan untuk tidak menyerang dan hanya akan bertahan karena jika aku mencoba dan melebar, Dovi akan memenangi lomba dan itu akan buruk hasilnya,” kata Marquez.

“Terlepas dari itu, aku senang dengan 20 poin ini.”

Sepanjang lomba 23 putaran itu, tiga motor Ducati dan satu Honda unggul di depan diikuti oleh satu motor dari Suzuki.

Ducati lebih diuntungkan ketika mendapati surplus tenaga mesin Desmosedici yang bertemu dengan lintasan lurus nan panjang Sirkuit Mugello.

Al hasil Petrucci meraih kemenangan pertamanya di kelas premier di tanah kelahirannya.

“Di awal musim ini aku mulai berpikir mungkin aku tak akan pernah menang tapi kemudian aku beradaptasi dengan strategi ini untuk melakukan yang terbaik di luar maupun di atas trek tanpa memikirkan apa pun,” ungkap Petrucci.

“Aku tak punya kontrak lagi tahun depan, jadi aku mulai berpikir untuk melakukan hal lain di kehidupanku,” kata sang pebalap asal Italia itu.

Petrucci juga berterima kasih kepada rekan satu timnya, Dovi, yang telah membantunya di pra musim.

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello
Baca juga:Juara di Mugello, Petrucci raih kemenangan pertama di MotoGP

Dovi pun menekankan jika sebelum musim balapan tahun ini dimulai dia telah melihat potensi Petrucci dan membantunya berlatih serta menyiapkan musim baru sebagai rekan satu tim.

“Aku kecewa kehilangan poin di sini hari ini, tapi aku memutuskan untuk bekerja dengan Danilo karena aku melihat sejumlah potensi. Dia harus merubah sedikit banyak hal dan dia telah melakukannya, itu lah kenapa dia menang hari ini. Dia membutuhkan hasil itu untuk masa depannya, jadi aku ikut senang untuknya,” kata Dovi.

“Satu-satunya alasan Marc bisa bertahan dengan kami di trek ini karena kecepatannya di tengah tikungan. Kami memiliki akselerasi lebih baik, kami mengerem lebih baik tapi di tengah tikungan kami terlalu lambat,” kata pebalap bernomor 04 itu.

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Balapan MotoGP selanjutnya akan digelar di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, 16 Juni.

Baca juga:Statistik balapan GP Italia

KPU serahkan hasil audit LPPDK hari ini

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Buruk di kualifikasi, Rins tampil impresif di balapan GP Italia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins kembali membuktikan jika dia memiliki performa lebih baik di balapan di banding kualifikasi usai finis P4 di GP Italia, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu start dari P13 dan tak menunggu lama untuk mencuri posisi di awal balapan sehingga mampu bersaing dengan rombongan pebalap di depan.

Rins finis keempat di Sirkuit Mugello setelah Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati).

“Aku tak yakin jika kami memiliki hasil kualifikasi yang lebih bagus maka hasil balapan akan lebih baik,” ungkap Rins usai lomba seperti dikutip laman resmi MotoGP, Minggu.

Rins mampu naik ke peringkat tiga di tiga lap pertama untuk menantang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di depan.

Namun defisit tenaga motor GSX-RR kewalahan menghadapi tiga pebalap Ducati yang ada di barisan depan.

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Pada lap 9, Rins menyerang Dovi dan mampu mengambil alih pimpinan lomba untuk sementara. Namun ketika tiba di trek lurus Mugello, Rins keteteran.

“Aku beruntung karena aku mencuri banyak posisi di lap pertama, namun kesulitan di trek lurus. Sebelum tiba di Mugello kami tahu jika lintasan lurus panjang akan menyulitkan kami.”

“Aku mendapatkan ritme untuk bertahan lebih lama di depan dan berjuang untuk menang tapi ya sudah, aku mencoba 100 persen dan sangat keras. Hingga tikungan terakhir aku mencoba untuk menyalip Dovizioso tapi dia memiliki traksi yang lebih baik dariku. Jadi finis keempat, tapi aku senang.”

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Baca juga:Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Profil – Petrucci, kemenangan MotoGP pertama si mantan polisi

Jakarta (ANTARA) –
Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) mewujudkan mimpinya menjadi juara balapan MotoGP usai finis terdepan di GP Italia, Sirkuit Mugello, Minggu.

Ini merupakan kemenangan pertama pebalap asal Italia itu di kelas MotoGP setelah 8 tahun membalap di kelas premier itu.

Perjalanan karir Petrucci terbilang cukup unik mulai dengan menjadi seorang polisi dan juara balapan Superstock 600 Eropa pada 2009 hingga 10 tahun kemudian menjadi juara Grand Prix di tanah kelahirannya.

Pada 2008, Petrucci menjajal mesin Superstock 600 di tingkat kompetisi Eropa. Dia meraih dua pole position dalam musim itu dan mengantongi kemenangan pertamanya di tahun berikutnya untuk finis peringkat keempat secara umum.

Kemudian pada 2010, dia menaikkan level kompetisi di kejuaraan Piala FIM Superstock 1000 Eropa, dengan menggunakan mesin Kawasaki pada awalnya. Bersama tim Pedercini Racing, Petrucci finis kesembilan di klasemen umum.
 

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Kemitraan pertamanya dengan Ducati datang ketika membela tim BARNI Racing yang mana mampu membaanya finis kedua di musim berikutnya.

Petrucci mengawali karir MotoGP bersama Ioda Racing Project pada 2012 dan mengemas poin di delapan balapan. Di tahun keduanya, Petrucci lebih banyak mengemas poin lagi tapi masih mendapati dirinya di papan bawah.

Pada 2014, musim balapan Petrucci memburuk dengan hanya mengemas dua poin dari tujuh seri awal yang menyebabkan kritik bermunculan ditujukan kepadanya. Semakin suram ketika di akhir musim dia hanya mendapat 17 poin dan berada di peringkat 20.

“Setelah tiga balapan aku merasa ingin menyudahi karirku. Aku tak merasa nyaman dengan motorku,” kata Petrucci seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Titik balik bagi Petrucci datang ketika Pramac Racing menawarinya kesempatan. Petrucci pun membayarnya dengan 11 kali hasil finis 10 besar dan podium runner-up di balapan GP Inggris di Sirkuit Silverstone yang kala itu diguyur hujan lebat.

Namun, pada 2016 Petrucci menderita cedera ketika sesi tes yang menghambat kemajuannya di musim itu. Dia menyelesaikan musim itu di peringkat 14 setelah tahun sebelumnya di peringkat 10.

Petrucci kembali pada 2017 dengan lebih siap dengan empat podium dan sejumlah peluang juara. Pebalap berjuluk Petrux itu meraup 124 poin dan menempati peringkat delapan musim itu, satu posisi di bawah pebalap pabrikan Ducati Jorge Lorenzo.

Di tahun berikutnya, Petrucci tampil lebih baik. Walaupun mengemas lebih sedikit podium tapi dia hanya gagal finis di dua balapan di bandingkan lima balapan di musim sebelumnya.

Satu podium di Le Mans dan penampilan yang konsisten tahun itu membuatnya pantas menempati kursi kosong yang ditinggalkan Jorge Lorenzo di tim pabrikan Ducati tahun ini walaupun hanya dalam kontrak satu tahun.

“Di awal musim ini aku mulai berpikir mungkin aku tak akan pernah menang tapi kemudian aku beradaptasi dengan strategi ini untuk melakukan yang terbaik di luar maupun di atas trek tanpa memikirkan apa pun,” ungkap Petrucci.

“Aku tak punya kontrak lagi tahun depan, jadi aku mulai berpikir untuk melakukan hal lain di kehidupanku.”

Petrucci membuktikan bahwa dirinya sendiri salah. Pebalap berusia 28 tahun itu kini mendongkrak dirinya ke peringkat empat klasemen sementara yang saat ini adalah pencapain terbaik di karirnya.

Menjadi juara Grand Prix untuk pertama kalinya, Petrucci masih memiliki jalan panjang musim ini untuk membuat kejutan lain di seri MotoGP selanjutnya.

Baca juga:Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uji tanding Pelatnas Panjat Tebing

Atlet panjat tebing putra Indonesia Rivaldi Ode Wijaya (kiri) beradu kecepatan dengan atlet panjat tebing DI Yogyakarta Seto (kiri) saat uji tanding di Arena Panjat Tebing Mandala Krida, DI Yogyakarta, Senin (3/6/2019). Uji pertandingan antaratlet panjat tebing tersebut untuk mengasah mental dan meningkatkan kemampuan menjelang kejuaraan dunia di Prancis Juli mendatang. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

Elga kawal Crismonita kejar poin Olimpade Tokyo di China

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda Indonesia Elga Kharisma Novanda bakal mengawal rekannya Crismonita Dwi Putri untuk sama-sama mengejar poin Olimpiade 2020 Tokyo di Kejuaraan Track China Cup seri I-III di Beijing, China, 6-8 Juni 2019.

“Mereka akan turun di tiga seri sekaligus. Harapan kami mereka bisa optimal di sana,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra saat dikonfimasi dari Jakarta, Senin.

Menurut dia, dua pebalap putri ini akan turun di tiga nomor andalan. Pertama nomor tim sprint, yaitu Elga Kharisma bakal tandem dengan Crismonita. Kedua, nomor 200 dan 500 meter dan untuk nomor ini khusus untuk Crismonita Dwi Putri.

Bagi Elga, kata Budi, kejuaraan di China ini adalah yang pertama setelah cukup lama absen karena mengalami cedera yang membutuhkan perawatan cukup panjang. Pebalap asal Malang ini turun di lintasan track terakhir kali pada Asian Games 2018.

Saat ini pebalap yang sebelumnya dikenal dengan Ratu BMX Asia Tenggara ini mengaku sudah siap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Apalagi laga debut yang ditunggu pasca-cedera selalu tertunda seperti yang terjadi di kejuaraan Hong Kong beberapa waktu lalu.

“Pelatih sudah menyiapkan mereka dengan baik. Selama ini mereka tidak libur dan digenjot latihan di Velodrome Rawamangun,” kata Budi menambahkan.

Elga dan Crismonita berikut tim pendukung sudah bertolak menuju Beijing. Bisa dipastikan keduanya tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri di Tanah Air.

Khusus untuk Crismonita merupakan pebalap Indonesia yang sudah memiliki poin UCI secara pribadi yaitu 270. Jumlah tersebut harus terus ditambah mengingat para rival dari negara lain juga mengejar poin untuk lolos Olimpiade Tokyo.

Memperbanyak turun pada kejuaraan yang masuk kalender UCI adalah salah satu cara untuk terus mengumpulkan poin. Apalagi PB ISSI berharap disiplin track mampu lolos ke kejuaraan multi even terbesar di dunia itu.

Nuansa Islam di Nanning China

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo Ducati berjaya di Mugello

Duo Ducati berjaya di Mugello

Pebalap tuan rumah dari Tim Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan seri keenam MotoGP 2019 di Sirkuit Mugello, Firenze, Italia (2/6). Petrucci mencatatkan waktu 41 menit 33.794 detik, di belakangnya menguntit Marc Marquez dari Tim Repsol Honda dengan selisih waktu 0,043 detik dan posisi ketiga ditempati pebalap Ducati lainnya, Andrea Dovizioso dengan jarak waktu 0,338 detik.

Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Gilles-Villeneuve di Kanada menjadi saksi kemenangan ketiga Sebastian Vettel di balapan Formula 1 musim lalu.

Kala itu pebalap asal Jerman tersebut menyentuh garis finis pertama menyingkirkan pebalap Mercedes Valtteri Bottas dengan margin cukup jauh, tujuh detik.

Ferrari akan berharap mengulang kesuksesannya di GP Kanada akhir pekan ini di balapan sebanyak 70 putaran mengelilingi sirkuit sepanjang 4,361 km itu.

Sejauh ini GP Kanada telah menyajikan sejumlah balapan yang epik berkat desain sirkuit yang menantang para pebalap dan menawarkan sejumlah kesempatan overtaking.

Pada dasarnya sirkuit ini adalah lintasan lurus yang dipadukan dengan sejumlah chicane dan satu hairpin, jadi akan banyak kesempatan pebalap melakukan slipstreaming serta zona pengereman keras.

Kesempatan terbaik untuk menyalip ada lintasan sebelum tikungan terakhir di mana pebalap akan mengambil peluang untuk menyodok di lintasan panjang yang berujung di zona pengereman keras sebelum hairpin itu.

Jika gagal melakukan overtaking di sana, maka pebalap masih memiliki kesempatan untuk mencuri posisi lewat zona pengereman keras lainnya di Tikungan 1.

Chicane terakhir adalah tikungan yang cukup menantang yang menuntut mobil mengerem dari kecepatan 300kpj untuk bermanuver ke kanan kemudian ke kiri melewati kerb yang besar.

Dengan pagar pembatas menunggu di hampir setiap tikungan, kesalahan terkecil bisa sangat fatal.

Pada 1999, tiga juara dunia menabrak tembok di ujung tikungan terakhir. Mobil pebalap tuan rumah Jacques Villeneuve, Michael Schumacher dan Damon Hill pernah mencium tembok pembatas di sana.

Villenueve juga pernah menabrak tembok sirkuit pada 1997. Sejak itu, Sebastian Vettel dan Jenson Button juga pernah mengalami hal yang sama. Korban lainnya adalah Rubens Barichello, Juan Pablo Montoya, Ralf Schumacher, dan Pastor Maldonado.

Tak hanya pebalap, mobil mereka juga akan dipaksa menembus batas ketika turun di sirkuit yang dipenuhi lintasan lurus panjang dan zona pengereman keras yang menuntut kekuatan mesin dan rem.

Di akhir balapan, rem yang selalu melakukan pekerjaan berat bisa menimbulkan masalah ketika pebalap ingin melambatkan mobilnya. Sungguh tidak nyaman di waktu-waktu itu mengingat ada sebuah tembok yang menunggu di setiap jalur keluar tikungan sirkuit.

Karena pedal kiri bekerja dengan keras, demikian juga pedal kanan untuk membuka throttle, maka biasanya Kanada menjadi titik di mana tim-tim F1 memperkenalkan power unit baru untuk mengejar performa di lintasan lurus.

Tak ada upgrade dari Ferrari

Namun, Ferrari tahun ini telah membawa upgrade power unit dua balapan lebih awal yaitu di Barcelona usai kewalahan mengejar performa Mercedes yang perkasa di setiap balapan musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengonfirmasi jika mereka tidak akan membawa upgrade ke Kanada dan sebagai gantinya berharap bisa mengeksploitasi surplus tenaga mesin Ferrari di lintasan lurus akhir pekan ini.

Kami tahu kami tak cukup kompetitif sekarang,” kata Binotto seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Dan saat ini kami tidak menantikan perubahan di mobil yang bisa memiliki dampak signifikan dari masalah yang kami temui di awal musim.”

Harapan besar ditujukan ke tim bermarkas di Italia itu setelah hasil mengesankan di tes pramusim tahun ini. Namun di enam balapan, hasil terbaik mereka hanya lah satu finis runner-up di Monako.

Mobil SF90 telah menunjukkan keunggulan kecepatan di lintasan lurus, power unit Ferrari pun merupakan salah satu yang terbaik di grid.

Namun ketika tiba soal pengendalian, keseimbangan dan penggunaan ban, Ferrari tertinggal dari rival mereka, Mercedes, dan bahkan Red Bull.

Binotto paham jika mereka harus menemukan solusi dalam hal jendela operasi penggunaan ban yang selama ini menghantui Ferrari, juga harus menghindari blunder di babak kualifikasi seperti yang dialami Charles Leclerc di Monako.

Baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan

Di atas kertas, trek di GP Kanada dipandang cocok dengan karakter SF90.

“Karakter trek Kanada memiliki tantangan yang berbeda, selain kecepatan puncak, efisiensi pengereman dan traksi menjadi perhatian utama,” kata Binotto.

“Kami tiba di sini untuk melakukan yang terbaik dan tak akan mengulang kesalahan di balapan-balapan sebelumnya.”

Biasanya, pabrikan mesin membawa update pertama power unit mereka di Kanada karena balapan yang sangat menuntut kekuatan mesin.

Kanada juga menjadi balapan ketujuh dari total 21 GP dalam setahun, titik yang pas untuk membawa mesin baru karena tahun ini setiap pebalap diizinkan memakai hanya tiga mesin tanpa mendapat penalti.

Tiga pabrikan telah terlebih dahulu memperkenalkan power unit baru mereka. Honda di Baku, sementara Ferrari dan Renault membawa spec 2 mesin mereka di Spanyol.

Akhir pekan nanti akan tergantung bagi Mercedes, juga tim-tim lain apakah mereka harus membawa upgrade mereka ke Kanada untuk menangkal ancaman dari Ferrari.

Antisipasi upgrade Mercedes

Sementara itu di kubu rival, Mercedes tak terkalahkan di enam balapan pertama dan kedua pebalap mereka selalu naik podium.

Silver Arrow bisa saja membawa upgrade pertama mereka ke Kanada untuk menjaga dan memperlebar keunggulan.

Lewis Hamilton telah mengemas empat kemenangan dalam enam balapan sejauh ini namun juara dunia lima kali itu mengatakan jika masih banyak area yang bisa dikembangkan, termasuk tenaga, oleh Mercedes.

“Akan banyak analisa dibuat dan khususnya untuk memahami ban lebih baik… mencoba untuk bekerja lebih baik dengan para mekanik untuk mengeluarkan (potensi) yang lebih dari mobilku,” kata Hamilton.

“Aku tahu jika orang-orang di pabrik sedang mengerjakan pengembangan… aku kira kami mungkin akan membawa mesin baru di balapan selanjutnya, jadi mobil akan terus berkembang, seperti juga kami,” kata pebalap asal Inggris Itu.

Terkait antisipasi upgrade mesin baru di Kanada, Mercedes belum mengonfirmasi hal itu.

Baca juga:Hamilton puncaki podium GP Monaco 2019

Walaupun saat ini berada di puncak klasemen pebalap unggul 17 poin dari rekan satu timnya Valtteri Bottas, Hamilton tetap khawatir akan ancaman rival mereka dan merasa performa dirinya belum lah yang terbaik.

“Mungkin di atas rata-rata tapi secara umum cukup rata-rata di enam balapan,” kata Hamilton soal penampilannya.

“Aku merasa masih bisa mengeluarkan yang terbaik. Aku tiba dengan kediapan, persiapan yang paling baik, tapi soal mengeluarkan performa sebenarnya dari mobil aku merasa aku sedikit kesulitan di enam balapan ini,” kata dia.

GP Kanada akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi pada Sabtu. Balapan akan berlangsung Senin dini hari (10/6) pukul 01:10 WIB.

Baca juga:GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020

One way, sterilisasi kendaraan di rest area

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019