Statistik GP Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Hungaroring di Hungaria akan menggelar seri ke-12 balapan Formula 1 akhir pekan nanti.

Lewis Hamilton memiliki rekor kemenangan enam kali di Hungaria yaitu 2007, 2009 dan 2012 ketika bersama McLaren lalu 2013,2016 dan 2018 ketika membela Mercedes, demikian seperti dilansir Reuters.

Pebalap asal Inggris itu juga telah enam kali meraih pole position di sana serta bisa menyamai rekor Michael Schumacher dengan tujuh kali start terdepan di sirkuit itu.

Kimi Raikkonen, Sebastian Vettel dan Daniel Ricciardo pernah juga menang di Hungaria.

Sedangkan Raikkonen paling banyak tampil di Hungaria di banding pebalap lainnya yaitu sebanyak sembilan kali. Dia juga tercatat empat kali mencetak waktu putaran tercepat di sana.

Juara dengan posisi start terendah di Hungaria adalah Jenson Button yang finis terdepan GP Hungaria setelah start dari posisi ke-14.

Hungaria melakoni debut menggelar balapan F1 pada 1986. Balapan akhir pekan nanti akan menjadi GP Hungaria ke-34.

Lima belas dari 33 balapan terakhir di sana dimenangi oleh pebalap yang start dari pole position.

Baca juga:Ancaman Verstappen dan Red Bull di GP Hungaria

Pole position

Hamilton memiliki rekor pole position 87 kali sepanjang karirnya, sedangkan Vettel sebanyak 56 kali.

Hanya tiga dari 11 balapan musim ini dimenangi oleh pebalap yang start dari pole position, yaitu Azerbaijan oleh Bottas, serta Monako dan Prancis oleh Hamilton.

Jumlah kemenangan

Hamilton mengemas 80 kemenangan dari 240 balapan dan mendekati capaian Schumacher yaitu 91 kemenangan. Dia juga telah memenangi 58 dari 111 balapan di era mesin V6 turbo hybrid yang mulai pada 2014.

Vettel menjadi pebalap ketiga dengan rekor kemenangan sepanjang masa yaitu 52 kali.

Ferrari telah menang di 235 balapan sejak 1950, McLaren 182, Williams 114, Mercedes 96 dan Red Bull 61. Tim mantan juara McLaren dan Williams belum pernah menang lagi sejak 2012.

Hamilton telah memenangi tujuh dari 11 balapan musim ini dan memimpin 41 poin dari rival terdekat sekaligus rekan satu tim, Valtteri Bottas yang berada di peringkat dua klasemen.

Bottas mengantongi dua kemenangan musim ini demikian pula pebalap Red Bull Max Verstappen, yang berada di peringkat tiga.

Hamilton tercatat 143 kali finis podium sedangkan Vettel 116 kali.

Hamilton juga tak pernah melewatkan poin di 23 balapan terakhir, sementara dia memegang rekor finis dengan poin di 33 balapan secara beruntun.

Baca juga:Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Capaian lain

Finis peringkat tiga Daniil Kvyat untuk Toro Rosso di Jerman adalah kali ketiganya sejak 2017 bagi pebalap yang berasal dari tim diluar peringkat tiga besar yang naik ke podium.

Momen itu juga menjadi yang pertama kalinya sejak 1988 di mana tim yang ditenagai oleh Honda mendapati pebalap mereka di podium.

Tahun ini tepat 25 tahun sejak ayah Verstappen, Jos Verstappen finis ketiga di Hungaroring ketika membalap untuk Benetton, yang menjadi podium pertamanya di Formula 1 kala itu.

Sementara Robert Kubica dari tim Williams melakoni debutnya di F1 ketika di Hungaria pada 2006.

Sirkuit Hungaroring

panjang lintasan: 4,381km
jarak total di balapan: 306,630km (70 putaran)
pole position 2018: Lewis Hamilton
juara 2018: Lewis Hamilton
rekor waktu putaran di balapan: satu menit 19,071 detik, Michael Schumacher (Jerman) Ferrari, 2004.
waktu start: 13:10 GMT atau 20:10 WIB

Baca juga:Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ancaman Verstappen dan Red Bull di GP Hungaria

Jakarta (ANTARA) – Juara GP Jerman Max Verstappen dan barisan pendukung Negeri Oranye berharap untuk bisa meneruskan pesta mereka di balapan GP Hungaria akhir pekan nanti.

Sirkuit Hungaroring yang sempit dan teknis terkadang dipandang mirip Monako tak berdinding karena sulitnya melakukan overtaking dan sirkuit itu harusnya mendukung keunggulan mobil Red Bull.

Verstappen telah meraih dua kemenangan di dua balapan terakhir, sementara jarak 63 poin dari juara dunia lima kali Lewis Hamilton di klasemen pebalap memberi ancaman kepada tim Mercedes.

“Kami telah menang dua balapan dan sejumlah podium, beberapa ada yang harus bisa dimenangkan dan beberapa yang lain bisa saja menang,” komentar bos Red Bull Christian Horner usai balapan basah dan semrawut di Hockenheim.

“Kami memiliki mobil yang mampu (menyelesaikan) kualifikasi hampir terdepan sekarang, kami memiliki seorang pebalap yang hebat dan semua orang di Milton Keynes, Adrian (Newey) juga timnya, mengeluarkan performa di mobil itu juga,” kata Horner seperti dikutip Reuters.

“Semoga kami bisa pulang dengan hasil bagus di Budapest dan paruh kedua tahun ini kami mengharapkan sesuatu yang sangat bagus muncul.”

Baca juga:Verstappen menunjukkan kelasnya, puji bos Red Bull

Baca juga:Hasil GP Jerman, rival-rival Verstappen tumbang

Verstappen gagal menyelesaikan balapan di Hungaria musim lalu setelah hanya turun enam putaran ketika mobil yang kala itu ditenagai power unit dari Renault ngadat di tengah jalan.
Sementara Lewis Hamilton memenangi balapan tahun lalu usai start dari pole position. Pebalap asal Inggris itu telah menang enam kali di Budapest dan berjanji akan kembali bangkit usai hasil buruk di Jerman.

Pekan lalu, Hamilton start dari pole position namun finis ke-11 sebelum akhirnya dipromosikan ke peringkat sembilan menyusul penalti yang diberikan kepada dua pebalap Alfa Romeo, Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi, yang melakukan pelanggaran dengan komponen transmisi.

Suhu udara panas yang melanda Eropa masih bisa menghantui Mercedes yang kewalahan dengan sistem pendingin mobil mereka mulai di Austria. Tim asal Jerman itu bisa menghadapi masalah yang sama di Hungaria.

Hamilton telah memenangi tujuh dari 11 balapan musim ini untuk membawanya di puncak klasemen dengan 225 poin, rival terdekat, sekaligus rekan satu tim, Valtteri Bottas terpaut 41 poin. Diikuti oleh Verstappen di peringkat tiga dengan 162 poin, unggul dari dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc.

Bottas pun akan berusaha memperkecil jarak ketika masa depannya di Mercedes akan ditentukan pada Agustus nanti, sementara Verstappen menguntit tepat di belakangnya.

Selain itu Vettel, yang mempersembahkan kemenangan 1-2 untuk Ferrari di Hungaria dua tahun silam, ingin mengulangi kesuksesannya walau pun akan menghadapi akhir pekan yang berat sekali lagi.

“Hungaroring adalah trek yang cukup (menguras) fisik mobil Formula 1 saat ini, karena tidak ada lintasan lurus panjang dan ini adalah sirkuit stop-start, yang berarti kalian selalu memutar kemudi,” kata Vettel.

“Dan melihat akhir-akhir ini, biasanya (cuaca) sangat panas, yang tentunya tidak membantu.”

Akhir pekan nanti, tugas utama Ferrari adalah memastikan masalah power unit tidak terulang kepada dua pebalapnya baik Vettel maupun Leclerc, yang pekan lalu gagal finis di Hockenheim.

Baca juga:Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pulih cedera lengan dan bahu, Quartararo siap tempur di Brno

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengincar gelar di GP Republik Ceko akhir pekan nanti dengan lengan dan bahu yang terasa lebih baik setelah masa pemulihan selama libur musim panas.

Pebalap rookie itu menjalani operasi lengan kanan karena masalah arm pump setelah GP Italia di Mugello.

Belum pulih sepenuhnya dari operasi itu, pebalap berusia 20 asal Prancis itu mengalami dislokasi bahu di sesi latihan GP Jerman awal bulan lalu.

Namun, pemilik nomor 20 itu tetap menjalani balapan dari baris terdepan walau akhirnya terjatuh di lap-lap awal balapan di Sachsenring.

Setelah tiga pekan libur balapan, Quartararo mengaku lebih siap menghadapi GP Republik Ceko.

“Brno adalah trek yang sangat kusukai karena dia cepat, memiliki perubahan arah yang menanjak dan menyenangkan dan tidak terlalu banyak lintasan lurus,” kata Quartararo seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Aku telah cukup beristirahat selama masa libur untuk membantu pemulihan lengan dan bahuku, dan aku juga telah berlatih keras siap untuk sisa musim ini.”
 

Baca juga:Menuju GP Republik Ceko, jalan terjal bagi Dovizioso

“Lengan dan bahuku terasa enak sekarang, dan aku telah latihan motocross untuk meyakinkan itu. Aku sangat menanti bagaimana mereka terasa di akhir pekan balapan lagi,” kata sang pebalap berjuluk El Diablo itu.

Pebalap rookie dari tim independen itu tampil impresif di paruh pertama musim dengan tiga pole position dan dua finis podium untuk bercokol di peringkat delapan klasemen pebalap dengan 67 poin.

“Ekspektasiku masih sama dari balapan-balapan sebelumnya yaitu peringkat delapan besar. Kita juga tahu jika kami bisa cepat di kualifikasi, jadi kami bisa harap hasil yang lebih baik dari itu.”

Baca juga:Rossi, Vinales akan uji purwarupa motor Yamaha 2020 di Brno

Baca juga:KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menuju GP Republik Ceko, jalan terjal bagi Dovizioso

Jakarta (ANTARA) – Usai libur musim panas selama hampir satu bulan, MotoGP menyambangi Sirkuit Brno, Republik Ceko untuk menggelar seri ke-10 yang menandai paruh kedua balapan musim ini.

Marc Marquez (Repsol Honda) masih kokoh di puncak usai meraih poin penuh dan rekor sempurna satu dekade supremasi di Sachsenring, Jerman.

Rival terdekatnya, Andrea Dovizioso, dengan selisih 58 poin dari sang “Baby Alien”, menjadi penantang utama bagi gelar juara dunia tahun ini yang seakan menjauh darinya di paruh pertama musim.

Finis pertama di seri pembuka, kemudian peringkat tiga di dua balapan selanjutnya, membawa pebalap Italia itu menjadi pemuncak klasemen sementara ketika tiba di Eropa.

Namun, Marquez berjaya di Jerez dan Le Mans, sementara Dovi harus menyerahkan GP Italia kepada rekan satu timnya, Danilo Petrucci.

Kecerobohan Jorge Lorenzo yang menjatuhkan Dovizioso dan dua pebalap lainnya di Barcelona memberi Marquez ruang untuk bernafas. Dari situ, peluang mengejar gelar seakaan menjauh dari pebalap bernomor 04 itu.

Ditambah lagi defisit kemampuan berbelok motor Desmosedici GP19 di Assen dan Sachsenring mendapati pabrikan asal Italia itu kalah gesit dibanding rival-rivalnya seperti Suzuki dan Yamaha.

“Kami tahu Sachsenring bukan yang terbaik untuk motor kami, tapi jaraknya terlalu besar. Juga di dua balapan terakhir, kami tak mampu bertarung untuk podium. Ini buruk,” ungkap Dovizioso seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Di balapan-balapan selanjutnya kami akan lebih kompetitif karena layout dari trek tapi daya saing kami tidak cukup bagus saat ini.”

Dovi, juara di Ceko tahun lalu, mengungkapkan Ducati memiliki sesuatu untuk diuji di Brno, “kita lihat apakah kami bisa menemukan jalannya tapi tetap saja kami perlu sebuah strategi ke depan,” kata Dovi.

Danilo Petrucci membayangi rekan satu timnya dengan selisih enam poin di klasemen dan dia mulai memahami motor yang membawa Ducati finis 1-2 di Brno tahun lalu.

Baca juga:GP Jerman singkap batasan Ducati

Baca juga:Satu dekade supremasi Marquez di Sachsenring

Sementara sang rival, sangat konsisten di paruh awal musim dengan selalu finis pertama dan kedua di semua balapan, kecuali GP Amerika Serikat.

Namun berkaca dengan pengalamannya di Ceko, pebalap asal Spanyol itu baru dua kali naik podium pertama di Brno di kelas premier yaitu pada 2017 dan 2013, ketika menjadi rookie.

Tahun lalu, Marquez finis ketiga di belakang Dovizioso dan Jorge Lorenzo, yang kini menjadi rekan satu timnya.

“Kami menyelesaikan paruh musim dengan hasil yang sangat bagus dan sekarang kami harus menjaga fokus untuk meneruskannya,” kata Marquez yang sudah tak sabar lagi turun membalap usai libur panjang.

Honda tak akan diperkuat Lorenzo yang akan absen di Ceko dan Austria karena cedera yang ia alami di Assen. Pebalap uji HRC Stefan Bradl akan kembali menunggangi RC213V untuk sang pebalap Spanyol itu setelah sebelumnya mampu finis P10 di Sachsenring.

“Aku menantikan Brno dan senang bisa kembali dengan tim Repsol Honda karena aku sangat menikmati bekerja sama dengan mereka di Sachsenrin,” kata juara GP Ceko 2008 di kelas 125cc itu.

Di kubu Suzuki, Alex Rins akan membalas dendam kegagalannya finis di dua balapan terakhir. Pebalap Suzuki Ecstar itu terpaut 84 poin dari Marquez dan duduk di peringkat empat klasemen.

Rins, yang telah meraih satu gelar juara musim ini, akan membalap dengan beban yang lebih ringan di pundaknya namun tak ragu-ragu untuk mengulangi kesuksesannya dengan motor Suzuki yang sering tampil merepotkan rival-rivalnya itu.

Pun demikian Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP). Setelah juara di Assen dan diikuti podium di Sachsenring, pebalap bernomor 12 itu muncul sebagai ancaman serius di musim panas ini

Sedangkan rekan satu timnya, Valentino Rossi, butuh bangkit setelah tiga kali DNF sebelum finis P8 di Jerman.

The Doctor memiliki catatan bagus di Brno, yang pernah ia juarai di setiap kelas, termasuk lima gelar di kelas premier.

Baca juga:Rossi, Vinales akan uji purwarupa motor Yamaha 2020 di Brno

Baca juga:Rossi akui paruh musim yang berat

Yamaha juga memiliki senjata baru, pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang meraih tiga pole position dan dua finis podium musim ini.

Quartararo saat ini terpaut tiga poin bersaing dengan Jack Miller (Pramac Racing) di klasemen teratas pebalap tim independen.

Kondisi pasca operasi lengan sempat mengganggu performa sang pebalap Prancis itu, namun usai waktu penyembuhan di masa libur, El Diablo siap tampil mengacaukan peta persaingan tak hanya di tim independen tapi juga tim pabrikan di Brno.

Pebalap tim satelit lainnya, Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) juga tak akan tinggal diam dan membiarkan rival-rivalnya meraup poin dengan mudah. Pebalap asal Inggris itu memiliki poin sama dengan Quartararo (67) dan pernah juara di Brno pada 2016.

Crutchlow juga meraih podium kedua kali musim ini di Jerman walaupun membalap ketika berusaha pulih dari kecelakaan bersepeda waktu itu.

Masih ada 250 poin tersisa di musim ini untuk diperebutkan di 10 balapan terakhir. Mampu kah rival-rival Marquez bangkit dan menahan laju sang nomor 93? Balapan GP Ceko, Minggu pukul 19:00 WIB akan memberi jawabannya.

Baca jugaKTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Baca juga:Lorenzo bakal absen di Ceko dan Austria

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel ingin semua pihak sabar tunggu Ferrari berjaya

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel menyatakan Ferrari siap kembali secepat mungkin ke jalur kemenangan, namun pihaknya menyerukan semua pihak bersabar demi terciptanya terobosan pada 2019.

Beberapa kali mendapatkan kesempatan besar untuk menang sepanjang tahun ini, Ferrari malah harus menyaksikan Mercedes mendominasi sembilan balapan dan Red Bull dua kali menang, termasuk dalam balapan menegangkan GP Jerman yang dimenangkan Max Verstappen.

Ferrari sebetulnya menjadi mobil tercepat di sirkuit Hockenheim, tetapi dua pebalapnya, Vettel dan Charles Leclerc, malah finis urutan ke-10 dan ke-20 karena mengalami masalah mesin.

Baca juga: Verstappen menunjukkan kelasnya, puji bos Red Bull

Ferrari pun harus melalui 14 sirkuit tanpa satu pun dimenangkan, dan Vettel mengakui, “Ini masa yang sulit bagi kami (Ferrari).”

“Tetapi pada periode ini adalah penting sekali kita tetap menjaga moral, kita tetap mendukung tim,” sambung Vettel seperti dikutip Sky Sports.

“Saya tahu tifosi (para pendukung) di belakang kami tetapi kadang-kadang berita besar membelokkan perhatian.”

“Saya sama tidak sabarnya dengan semua orang untuk akhirnya mendapatkan hasil, tetapi itu butuh sedikit waktu. Kami tahu apa yang bisa kami tingkatkan dan itulah yang sedang kami lakukan tapi untuk sementara waktu saya harap orang-orang agak bersabar dan memberi kami keleluasaan.”

Baca juga: Alessandro Cinelli merapat ke Alfa Romeo
 

Bakti Sosial Sambil Konvoi Mobil Mewah

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alessandro Cinelli merapat ke Alfa Romeo

Jakarta (ANTARA) – Alfa Romeo Racing mendapatkan suntikan segar pada departemen teknisnya setelah Alessandro Cinelli bergabung dari Ferrari.

Cinelli mengawali Formula 1 di Tyrell sebelum bekerja sebagai aerodinamis untuk Williams selama beberapa musim.

Dia kembali ke Ferrari pada 2002 sebagai insinyur aerodinamik, dengan bekerja bertahun-tahun sebagai Kepala Aero Experimental group.

Bos Alfa Romeo Frederic Vasseur senang dengan bergabungnya Cinelli dalam timnya. “Saya gembira menyambut Alessandro untuk Sauber Motorsport dan Alfa Romeo Racing.”

Baca juga: Siap bertarung untuk musim 2019, Sauber ganti nama jadi Alfa Romeo Racing

Cinelli berusaha menguatkan fondasi yang telah dibangun tim ini agar maju lebih jauh lagi.

“Saya bergabung dengan tim muda dengan misi membangun fondasi yang solid yang sudah dipancangkan. Saya yakin kami bisa terus berada pada arah yang benar dan membuat tim lebih sukses lagi,” kata Cinelli dalam laman GPblog.com

Baca juga: Hasil GP Jerman, rival-rival Verstappen tumbang

Baca juga: Verstappen menunjukkan kelasnya, puji bos Red Bull
 

Bakti Sosial Sambil Konvoi Mobil Mewah

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos Mercedes murka: ini karma

​​​​​​​Hockenheim, Jerman (ANTARA) – Kepala Tim Mercedes Toto Wolff mengkritik persiapan dan reaksi timnya setelah kedua pebalap mereka Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas tercecer dalam Grand Prix Jerman yang kacau dan diguyur hujan deras.

Wolff menyebut Mercedes tidak siap dan membuat “panggilan yang salah”. Bos tim asal Austria ini terlihat frustasi dan marah karena perhatian timnya teralihkan kepada tugas yang tidak seharusnya menjadi perhatian mereka.

Pada GP Jerman ini pebalap Belanda Max Verstappen merebut kemenangan keduanya musim ini untuk Red Bull, dengan melakukan lima pit-stop, untuk finis mendahului Sebastian Vettel dari Ferrari dan Daniil Kvyat dari Toro Rosso.

Juara dunia lima kali Hamilton finis urutan ke-11 setelah dua kali melakukan kesalahan dan melakukan enam pit-stop, sedangkan Bottas mengalami kecelakaan pada lap-lap penutupan.

Baca juga: Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

“Banyak pebalap kecelakaan. Singkatnya, bagi kami, ini adalah hari yang buruk, untuk pebalap, ini hari yang buruk, tidak bisa lebih buruk lagi,” kata Wolff seperti dikutip AFP.

“Ini bukti Anda tidak boleh membodohi staf. Anda harus berkonsentrasi kepada tugas. Kami tidak tahayul, tetapi kami percaya ini karma dan ini hari untuk mengambil hikmah.”

Dia melanjutkan, “Saya kira kami sudah mendapatkan start yang layak dengan kecepatan yang bagus. Kemudian Anda mengalami insiden, kecelakaan dalam kondisi sulit, panggilan yang salah.”

Baca juga: Leclerc salahkan aspal sirkuit Hockenheim

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc salahkan aspal sirkuit Hockenheim

Hockenheim, Jerman (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc menyebut aspal cengkeraman rendah yang digunakan di luar sudut-sudut terakhir sirkuit Hockenheim di mana dia mengalami kecelakaan pada Grand Prix Jerman, Minggu, sebagai “tak bisa diterima” oleh Formula Satu.

Pebalap Monako yang membalap pada posisi start 10 dan menyalip sampai enam besar, mengakui bahwa dia sepenuhnya bersalah atas kecelakaan ketika dia hendak memimpin balapan yang kacau oleh hujan deras itu.

“Saya kecewa pada diriku sendiri,” kata dia. “Itu bukan kesalahan besar. Itu kesalahan kecil dan saya melakukan kesalahan yang jauh lebih besar selama musim ini.”

Baca juga: Hasil GP Jerman, rival-rival Verstappen tumbang

“Kesalahan-kesalahan saya itu tidak membuat saya jadi lebih baik, tapi yang pertama, saya kira aspal pada dua tikungan terakhir, tak bisa diterima kita punya aspal seperti itu di lintasan Formula Satu ketika lintasan basah.”

“Kita tak boleh begitu banyak aspal cengkeraman rendah. Kami lihat pembalap yang lain juga begitu, mungkin hanya saya yang terpeleset, tapi saya saat itu dalam kecepatan 60 km per jam sehingga sama sekali tak ada cengkeraman. Ada sesuatu di sana.”

“Ini seperti lintasan dragster dan sekali Anda masuk, maka amat sangat berbahaya. Tapi di atas itu semua saya tidak bisa memaafkan kesalahan saya. Saya sepenuhnya bersalah hari ini dan ini sangat memalukan. Saya minta maaf kepada penggemar dan tim,” tutup dia seperti dikutip AFP.

Balapan di Jerman ini dimenangkan oleh pebalap Red Bull Max Verstappen.

Baca juga: Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Jerman, rival-rival Verstappen tumbang

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen menjuarai balapan GP Jerman yang basah dan dramatis di Sirkuit Hockenheim, Minggu.

Di belakangnya, terpaut 7,333 detik, pebalap Ferrari Sebastian Vettel finis kedua setelah mengawali balapan dari posisi start paling belakang karena kerusakan turbo pada babak kualifikasi, demikian laman resmi Formula 1.

Sementara Danill Kvyat melengkapi podium hari itu pada peringkat tiga untuk Toro Rosso.

Hanya 13 pebalap yang menyelesaikan lomba dengan empat kali keluarnya Safety Car.

Mercedes yang sedang merayakan start balapan ke-200 akhir pekan ini gagal meraup poin setelah kedua pebalapnya, Valtteri Bottas menabrak tembok pembatas dan Lewis Hamilton finis P11.

Dengan hasil itu, Verstappen mengemas poin penuh untuk memperkecil jarak hingga 22 poin dengan Bottas yang berada pada peringkat dua klasemen, sedangkan Hamilton masih kokoh pada puncak klasemen dengan 223 poin, terpaut 39 poin dari rekan satu timnya.

Baca juga:Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

Baca juga:Vettel melawan takut di Hockenheim

Hasil balapan GP Jerman
1 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda 64 laps
2 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari + 7,333 detik
3 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda + 8,305 detik
4 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team + 8,966 detik
5 Carlos Sainz McLaren F1 Team + 9,583 detik
6 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda + 10,052 detik
7 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing + 12,214 detik
8 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing + 13,849 detik
9 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team + 16,838 detik
10 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team + 18,765 detik
11 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport + 19,667 detik
12 Robert Kubica ROKiT Williams Racing + 24,987 detik
13 George Russell ROKiT Williams Racing + 26,404 detik
RET Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda
RET Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport
RET Nico Hulkenberg Renault F1 Team
RET Charles Leclerc Scuderia Ferrari
RET Daniel Ricciardo Renault F1 Team
RET Lando Norris McLaren F1 Team
RET Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team

Keterangan:
RET: gagal menyelesaikan balapan

Klasemen pebalap setelah GP Jerman
1 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport 223 (poin)
2 Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport 184
3 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda 162
4 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari 141
5 Charles Leclerc Scuderia Ferrari 120
6 Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda 55
7 Carlos Sainz McLaren F1 Team 48
8 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing 31
9 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda 27
10 Lando Norris McLaren F1 Team 22
11 Daniel Ricciardo Renault F1 Team 22
12 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team 18
13 Nico Hulkenberg Renault F1 Team 17
14 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team 15
15 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda 15
16 Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team 13
17 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team 6
18 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing 5
19 George Russell ROKiT Williams Racing 0
20 Robert Kubica ROKiT Williams Racing 0

Baca juga:Alami masalah turbo, Vettel awali GP Jerman dari posisi buncit
Baca juga:Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Jerman, rival-ribal Verstappen tumbang

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen menjuarai balapan GP Jerman yang basah dan dramatis di Sirkuit Hockenheim, Minggu.

Di belakangnya, terpaut 7,333 detik, pebalap Ferrari Sebastian Vettel finis kedua setelah mengawali balapan dari posisi start paling belakang karena kerusakan turbo pada babak kualifikasi, demikian laman resmi Formula 1.

Sementara Danill Kvyat melengkapi podium hari itu pada peringkat tiga untuk Toro Rosso.

Hanya 13 pebalap yang menyelesaikan lomba dengan empat kali keluarnya Safety Car.

Mercedes yang sedang merayakan start balapan ke-200 akhir pekan ini gagal meraup poin setelah kedua pebalapnya, Valtteri Bottas menabrak tembok pembatas dan Lewis Hamilton finis P11.

Dengan hasil itu, Verstappen mengemas poin penuh untuk memperkecil jarak hingga 22 poin dengan Bottas yang berada pada peringkat dua klasemen, sedangkan Hamilton masih kokoh pada puncak klasemen dengan 223 poin, terpaut 39 poin dari rekan satu timnya.

Baca juga:Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

Baca juga:Vettel melawan takut di Hockenheim

Hasil balapan GP Jerman
1 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda 64 laps
2 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari + 7,333 detik
3 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda + 8,305 detik
4 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team + 8,966 detik
5 Carlos Sainz McLaren F1 Team + 9,583 detik
6 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda + 10,052 detik
7 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing + 12,214 detik
8 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing + 13,849 detik
9 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team + 16,838 detik
10 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team + 18,765 detik
11 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport + 19,667 detik
12 Robert Kubica ROKiT Williams Racing + 24,987 detik
13 George Russell ROKiT Williams Racing + 26,404 detik
RET Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda
RET Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport
RET Nico Hulkenberg Renault F1 Team
RET Charles Leclerc Scuderia Ferrari
RET Daniel Ricciardo Renault F1 Team
RET Lando Norris McLaren F1 Team
RET Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team

Keterangan:
RET: gagal menyelesaikan balapan

Klasemen pebalap setelah GP Jerman
1 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport 223 (poin)
2 Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport 184
3 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda 162
4 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari 141
5 Charles Leclerc Scuderia Ferrari 120
6 Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda 55
7 Carlos Sainz McLaren F1 Team 48
8 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing 31
9 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda 27
10 Lando Norris McLaren F1 Team 22
11 Daniel Ricciardo Renault F1 Team 22
12 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team 18
13 Nico Hulkenberg Renault F1 Team 17
14 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team 15
15 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda 15
16 Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team 13
17 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team 6
18 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing 5
19 George Russell ROKiT Williams Racing 0
20 Robert Kubica ROKiT Williams Racing 0

Baca juga:Alami masalah turbo, Vettel awali GP Jerman dari posisi buncit
Baca juga:Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen juara di balapan basah nan dramatis GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen menjuarai balapan GP Jerman di Sirkuit Hockenheim, Minggu, di kala Mercedes gagal merayakan hajatannya di kampung halamannya.

Verstappen finis pertama dalam balapan dengan kondisi trek yang basah dan diwarnai sejumlah insiden pebalap yang kehilangan kendali mobilnya dan menabrak tembok pembatas.

Di belakang pebalap Red Bull itu, pebalap Ferrari Sebastian Vettel tampil impresif dengan finis runner-up usai mengawali balapan dari posisi paling belakang, demikian laman resmi Formula 1.

Sedangkan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat, yang baru saja menjadi seorang ayah, mengamankan peringkat tiga untuk finis podium, menambah perayaan Honda sebagai pemasok power unit kedua tim berlambang banteng merah itu.

Mercedes yang sedang merayakan start balapan ke-200 mendapati mimpi buruk di Jerman saat Valtteri Bottas gagal finis dan Lewis Hamilton, yang mengawali balapan dari pole position, terseok-seok untuk akhirnya finis peringkat 11.

“Ini balapan yang luar biasa yang bisa dimenangi pada akhirnya, sangat sulit di luar sana untuk membuat keputusan yang tepat, dan kami harus benar-benar fokus,” kata Verstappen, yang finis 7,333 detik di depan Vettel.

Kemenangan itu menjadi gelar juara balapan ketujuh kalinya bagi Verstappen dan kedua kalinya di musim ini.

Balapan seri ke-11 itu diwarnai dengan kondisi cuaca yang dinamis dari kering hingga basah serta keluarnya safety car empat kali karena sejumlah insiden pebalap yang menabrak tembok pembatas.

Hujan di awal balapan memaksa pebalap melakukan start di belakang Safety Car dan menjalani tiga putaran dengan kawalan hingga trek dinyatakan cukup aman untuk standing start.

Start dari P2, Verstappen dan Red Bull cukup berjudi dengan strategi ketika berganti ban medium slick. Dia sempat spin di trek dan menyadari kesalahannya sebelum kembali lagi ke pit.

Pebalap asal Belanda itu tercatat melakukan lima kali pitstop di balapan namun memiliki jendela yang tepat untuk keluar sebagai pemimpin lomba.

Sementara Vettel menyalip tujuh pebalap di 15 lap terakhir untuk melakukan comeback ke P2.

“Aku senang. Aku kira sebelum Safety Car terakhir aku menyadari jika aku sedikit lebih cepat dan aku mempunyai gerakan yang bagus di lintasan lurus. Jadi tinggal menyalip mobil selanjutnua, dan mobil selanjutnya, dan selanjutnya,” kata Vettel, yang tahun lalu menabrak pembatas di Hockenheim ketika memimpin lomba.

Lance Stroll sempat memimpin lomba dengan mobil Racing Point selama beberapa lap dan hampir mengamankan finis podium jika tidak kewalahan dengan kecepatan Vettel dan Kvyat di akhir lomba. Namun pebalap Kanada itu mampu finis di peringkat empat di depan Carlos Sainz dari McLaren.

Alexander Albon finis keenam untuk Toro Rosso setelah mampu melanjutkan balapan walaupun disundul Pierre Gasly dari tim Red Bull, yang kehilangan sayap depan dan gagal meneruskan balapan karenanya.

Dua pebalap Alfa Romeo, Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi mengamankan poin di peringkat tujuh dan delapan diikuti dua pebalap Haas Romain Grosjean dan Kevin Magnussen di peringkat sembilan dan sepuluh.

Hamilton memimpin sebagian besar lomba hari itu namun kehilangan sayap depannya ketika melintir di tikungan terakhir jelang finis sehingga harus masuk ke pit.

Pemuncak klasemen itu juga harus dikenai penalti lima detik karena masuk ke jalur pit dari sisi yang salah.

Sedangkan Charles Leclerc menabrakkan mobil Ferrarinya ke tembok pembatas setelah kehilangan kendali di tikungan terakhir di lap 29 ketika berada di peringkat dua dan mengincar pimpinan lomba.

Tikungan itu juga terbukti cukup licin bagi Bottas dan Nico Hulkenberg (Renault) yang keduanya mengirim mobil mereka ke tembok pembatas di sana.

Baca juga: Verstappen tercepat dalam sesi latihan di GP Jerman
Baca juga: Verstappen beberkan kondisi mobil di finis usai diseruduk Vettel

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Subhan Aksa juara sesi II Sumut

Serdang Bedagai (ANTARA) – Pereli Subhan Aksa tampil sebagai juara di Kejurnas Rally Indonesia Seri II 2019 yang digelar di perkebunan Lonsum di Rambung Sialang Estate, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu.

Keberhasilan pereli asal Sulawesi Selatan tersebut menyusul keberhasilannya tampil sebagai juara di Kejurnas Rally Indonesia Seri I 2019 yang digelar di tempat yang sama sehari sebelumnya, Sabtu ( 27/7).

Baca juga: Subhan juara seri I di Sumut

Pada seri II hari ini. pereli yang membawa bendera FBRT Sport dengan navigatornya Mago Sarwono berhasil mencatatkan total waktu 46.07.6 detik .

Juara kedua diraih pereli Ryan Nirwan dengan navigator Garindra mencatat waktu 46.14.1 detik, dan posisi ke tiga diraih Rizal Sungkar/Edwin Nasution dengan waktu 46.45.0 detik.

Sementara posiai keempat ditempati Rihan Vahira/Andi Randy dengan waktu 47.21.2 detik dan posisi kelima ditempati Pramanaya Djan/Hade Mbai dengan catatan waktu 48.23.0 detik.

Subhan Aksa usai penyerahan trofi kepada pemenang mengatakan, dirinya yang vakum dua tahun dari dunia reli, dengan kemenangan ini menunjukkan dirinya masih mendominasi trek Rambong Sialang ini.

“Hampir 2 tahun tidak reli. Langsung adaptasi diawal, untung ritmenya ketemu, langsung push dari siang sampai hari ini dan hasilnya baik,” katanya.

Subhan mengakui, jika tak banyak perubahan yang terjadi pada seluruh lintasan. Disini, pereli benar-benar ditantang untuk dapat menaklukkan lintasan yang digunakan saat World Rally Championship (WRC) 1996 dan 1997 lalu itu.

“Lintasan sangat menantang sekali, karakteristik berubah harus adaptasi. Lintasan ini pasti bisa untuk kejuaraan dunia karena menantang. Sayangnya banyak penonton yang berdiri pada tempat tidak semestinya,” katanya.

Pewarta: Juraidi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sirkuit balap Kabupaten Gorontalo mulai dibangun

akan dibangun kafe agar pengunjung bisa bersantai, termasuk penginapan bagi atlet

Gorontalo (ANTARA) – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan sirkuit balap di Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mulai dibangun dan ditargetkan selesai pada bulan November 2019 nanti.

“Alhamdulilah pembangunan sirkuit ini sesuai rencana kita, karena bisa dilihat, anak-anak muda kaum milenial sangat antusias pada ajang otomotif ini,” ujarnya di Gorontalo, Minggu.

Nelson mengatakan, pada sirkuit yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo tersebut akan digelar berbagai balapan mobil maupun motor.

“Pada bulan november tahun 2019 kita akan buat kejutan sehingga rakyat menikmati sirkuit dan bisa juga menjadi tempat rekreasi,” ucap Nelson.

Menurut Nelson, sirkuit tersebut juga berada di kawasan hijau dan punya kolam yang bagus, sehingga tidak diperuntukkan hanya bagi pembalap, namun juga untuk seluruh masyarakat Gorontalo.

“Doakan sirkuit ini dapat segera selesai dan dinikmati masyarakat Gorontalo,” kata Nelson, lagi.

Ia menambahkan jika pembangunan tahap awal akan segera selesai, dan selanjutnya akan dilakukan penataan daerah sekitar lokasi termasuk pembangunan tribun utama.

“Sirkuit ini lokasinya strategis dan dekat dengan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), maka akan kita bangun kafe agar pengunjung bisa bersantai, termasuk penginapan bagi atlet,” pungkasnya.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta sambut baik rencana tuan rumah Formula E
Baca juga: 300 pemuda NTB dilatih Race Official MotoGP di Sirkuit Sepang 

 

Shouting race jadi hiburan unik di GIIAS 2019

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rihan Variza juara APRC 2019 di Sumut

Deliserdang (ANTARA) – Pereli Rihan Variza tampil sebagai juara pada Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2019 yang digelar di kawasan perkebunan Lonsum Rambung Sialang Estate, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai.Sumatera Utara, 27-28 Juli 2019.

Rihan Variza yang berpasangan dengan navigator Andy Rendy tampil sebagai juara setelah mencatat waktu 2.05.39.0 detik dari 10 special stage (SS) dengan total jarak tempuh 169,53 km.

Sementara peringkat kedua diraih Priamanaya Djan dengan navigatornya Hade Mbai dengan catatan waktu 2.19.38.2 detik, posisi ketiga ditempati Aldrian Suwandi/Remy Capri dengan waktu 3.48.28.5 detik.

Sementara posisi keempat diraih pereli Italia Fabio Friserio/Giovani Agnese dengan total catatan waktu 4.25.53.2 detik.

Rihan Variza sendiri mengaku cukup senang bisa tampil sebagai juara APRC tersebut karena memang persaingan cukup ketat mylai hari pertama hingga hari kedua.

“Syukur akhirnya kami bisa juara. Lintasan di Sumut ini memiliki karakter tersendiri yang menjadi tantangan bagi semua peserta untuk bisa menaklukkannya,” katanya.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut Faisal Arif Nasution usai pemberian medali kepada pemenang mengatakan dengan bergulirnya kembali seri APRC di Sumut telah mengakhiri penantian sejak tahun 1997 ketika terakhir kali reli internasional berlabel WRC berlangsung di daerah itu.

“Bagi pereli Sumut tentunya menjadi kesempatan untuk semakin mengasah pengalaman. Semoga APRC 2019 seri 1 ini menjadi jenjang untuk kembali WRC hadir di Sumut,” katanya.

Total ada 62 pereli yang ikut berpartisipasi pada APRC 2019, terdiri 61 pereli nasional ditambah satu pereli dari negeri Pizza, Italia.

Para pereli mengikuti APRC yang telah memasuki putaran kelima yang sekaligus dirangkai kejurnas rally series 1 dan 2 tahun 2019. Kejurnas rally diikuti 61 peserta, sedangkan APRC diikuti 5 peserta.

Baca juga: Subhan juara seri I di Sumut
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bernal bersiap jadi pebalap Kolombia pertama juara Tour de France

Val Thorens (ANTARA) – Pebalap spesialis tanjakan Egan Bernal bersiap diri sebagai pebalap Kolombia pertama yang akan menjuarai Tour de France jika mampu mempertahankan pimpinan klasemen pebalap umum setelah etape ke-20, yang menempuh jarak 59km dari Albertville.

Pebalap tim Ineos itu finis keempat di etape yang dimenangi oleh juara 2014 Vicenzo Nibali, Sabtu.

Rekan satu tim Bernal, juara bertahan Geraint Thomas berada di peringkat dua secara umum di atas pebalap sepeda Belanda Steven Kruijswijk setelah pebalap Prancis Julian Alaphilippe tumbang di tanjakan final menuju resort ski di Val Thorens, demikian Reuters.

Sementara itu, etape terakhir yang digelar Minggu dari Rambouillet ke Paris lebih seperti balapan arak-arakan dengan hanya sprint terakhir yang dilombakan.

Bernal merebut jersey kuning di puncak Col de I’lseran di etape ke-19 yang terpaksa dihentikan karena badai es, Sabtu.

Baca juga: Quintana juara etape 18, Bernal incar jersey kuning Alaphilippe

“Kami masih harus bisa sampai ke Paris. Aku tak mengerti apa yang terjadi, aku akan membutuhkan beberapa hari, ini luar biasa,” kata Bernal.

“Aku merasa bagus di tanjakan, aku menempuhnya kilometer ke kilometer berikutnya.”

Tiga pebalap Kolombia akan berada di peringkat 10 besar saat Rigoberto Uran dan Nairo Quintana berada di peringkat tujuh dan delapan secara umum.

Alaphilippe tumbang di 14km terakhir tanjakan sepanjang 33km di ketinggian 2.365 mdpl dan turun dari posisi dua ke posisi lima secara umum.

Bernal saat ini unggul 1 menit 11 detik dari Thomas, yang selalu diungguli oleh sang pebalap Kolombia itu di rute pegunungan.

Krujiswijk di peringkat tiga terpaut 1 menit 31 detik dari pemuncak klasemen.

Tim Jumbo-Visma tampil cepat di awal tanjakan menuju Val Thorens dan salah satu pebalapnya, Laurens De plus, mempercepat kayuhannya untuk meninggalkan peleton dan memperkecil jarak dengan para pebalap yang melakukan breakaway.

Melihat peleton utama kelelahan karena adanya breakaway, Nibali, yang ingin memperbaiki perfoma buruknya di awal tur, melaju sendirian di 12,5km terakhir.

Dia tak pernah melihat ke belakang dan menahan juara dunia Alejandro Valverde, yang finis kedua 10 detik di belakang diikuti rekan satu timnya di Movistar juga kompatriot senegara asal Spanyol, Mikel Landa di tempat ketiga.

“Ini tur yang sulit bagiku tapi aku tak pernah menyerah dan akhirnya aku menang lagi di balapan ini,” kata Nibali yang tak pernah menyangka usai finis kedua secara umum di Giro d’Italia tahun ini.

Bernal yang juga akan meraih jersey putih sebagai pebalap terbaik di bawah usia 25 tahun, melintasi garis finis 17 detik dari sang juara.

Dengan absennya juara empat kali dan rekan satu tim, Chris Froome, Bernal muncul sebagai penantang utama setelah memenangi Paris-Nice dan Tour de Suisse.

Dia akan menjadi pebalap termuda yang menjuarai Tour de France sejak era akhir Perang Dunia II.

“Selamat Egan Bernal. Pembalap hebat! Satu dari sekian banyak,” kata Thomas di akun Twitternya.

Pebalap Prancis Romain Bardet akan merebut jersey polka dot untuk klasifikasi tanjakan dan Peter Sagan dinantikan untuk memenangi jersey hijau ketujuhnya di klasifikasi poin (sprint).

Baca juga: Pinot mundur di etape-19 karena cedera paha
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton raih pole position GP Jerman ketika duo Ferrari bertumbangan

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi GP Jerman, Sabtu, dan merebut pole position untuk Mercedes, yang merayakan balapan ke-200nya akhir pekan ini di Sirkuit Hockenheim.

Hasil itu tak lepas dari masalah mesin yang menimpa kedua mobil Ferrari yang menyebabkan kedua pebalapnya, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel, gagal bersaing untuk memperebutkan posisi start teratas.

Baca juga: Alami masalah turbo, Vettel awali GP Jerman dari posisi buncit

Padahal Ferrari selalu tampil tercepat di seluruh sesi latihan bebas di Hockenheim akhir pekan ini.

Vettel gagal mencatatkan waktu di kualifikasi usai mendapati masalah turbo sementara Leclerc tak bisa turun di sesi terakhir kualifikasi karena masalah sistem bahan bakar dan akan start dari P10.

Baca juga: Leclerc pimpin sesi latihan GP Jerman, Gasly kecelakaan
Baca juga: Dua pebalap Ferrari kuasai sesi FP1 GP Jerman

Sementara itu pebalap Red Bull Max Verstappen akan start di posisi dua di samping sang pemuncak klasemen.

Pebalap Mercedes lainnya, Valtteri Bottas start dari P3.

Pole position itu menjadi yang ke-87 bagi Hamilton di sepanjang karirnya.

“Lewis, ini Toto. Kamu tak pernah berhenti mengejutkan kami,” kata kepala tim Mercedes Toto Wolff, yang ikut serta merayakan 125 tahun karir Mercedes di dunia balap otomotif, seperti dilansir Reuters.

Hamilton sejauh ini telah memenangi tujuh dari 10 seri balapan yang digelar musim ini dengan memuncaki klasemen pebalap, terpaut 39 poin dari rival terdekatnya, Bottas.

“Aku tak yakin bagaimana kami melakukannya hari ini, dan aku tak terlalu yakin dengan apa yang terjadi dengan Ferrari,” kata Hamilton.

“Ini adalah balapan yang sangat penting bagi kami, balapan Grand Prix kedua di kandang, dan 125 tahun di dunia balap, jadi sangat luar biasa merayakannya dengan cara ini.”

Leclerc menjadi yang tercepat di sesi latihan Jumat dan Sabtu dan mempunyai peluang besar meraih pole position di saat Mercedes kewalahan di sesi pembuka.

“Ini hari yang berat bagi tim, aku harap besok akan sangat positif,” kata sang pebalap Monako itu.

“Aku merasa bagus dengan mobil dan mobil ini terasa hebat hari ini dan semua akhir pekan jadi sangat disayangkan berakhir seperti ini.”

Pierre Gasly mengamankan posisi start keempat untuk Red Bull sementara Raikkonen kelima untuk Alfa Romeo.

Romain Grosjean dari tim Haas akan start P6 sedangkan Carlos Sainz dari McLaren di P7 diikuti oleh Sergio Perez yang mengamankan P8 untuk Racing Point.

Hasil kualifikasi GP Jerman
1 Lewis Hamilton Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 11,767 detik
2 Max Verstappen Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,346 detik
3 Valtteri Bottas Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,362 detik
4 Pierre Gasly Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,413 detik
5 Kimi Raikkonen Alfa Romeo Racing + 0,771 detik
6 Romain Grosjean Rich Energy Haas F1 Team + 1,084 detik
7 Carlos Sainz McLaren F1 Team + 1,130 detik
8 Sergio Perez SportPesa Racing Point F1 Team + 1,298 detik
9 Nico Hulkenberg Renault F1 Team + 1,359 detik
10 Charles Leclerc Scuderia Ferrari Tak ada waktu
11 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing
12 Kevin Magnussen Rich Energy Haas F1 Team
13 Daniel Ricciardo Renault F1 Team
14 Daniil Kvyat Red Bull Toro Rosso Honda
15 Lance Stroll SportPesa Racing Point F1 Team
16 Lando Norris McLaren F1 Team
17 Alexander Albon Red Bull Toro Rosso Honda
18 George Russell ROKiT Williams Racing
19 Robert Kubica ROKiT Williams Racing
20 Sebastian Vettel Scuderia Ferrari
 

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Subhan juara seri I di Sumut

Serdang Bedagai (ANTARA) – Pereli Subhan Aksa tampil sebagai juara di Kejurnas Rally Indonesia Seri I 2019 yang digelar di perkebunan Lonsum di Rambung Sialang Estate, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu.

Pereli yang membawa bendera FBRT Sport itu berhasil mendominasi jalannya perlombaan.

Dari 6 special stage (SS) yang dijajal, Subhan bersama navigator, Mago Sarwono mencatatkan waktu terbaiknya dengan overall 1:17:12.

Hasil itu didapatnya setelah menguasai 5 SS, mulai dari SS 2 Subhan mencatatkan overall 0:20:07, berlanjut SS 3 dengan catatan waktu 0:37:35.

Pereli asal Sulawesi Selatan itu semakin tangguh di SS 4 yang mencatatkan waktu terbaiknya 0:45:54. Subhan semakin percaya diri setelah SS 5 memacu Mitsubishi Lancer Evo X yang ditungganginya dengan overall 0:57:40.

Keunggulannya pun terus berlanjut hingga SS terakhir hari pertama, yakni 6 dengan overall 1:17:12.

Sedangkan posisi kedua ditempati Rihan Variza/Andi Rendy dengan overall 1:18:17.

Mantan juara Kejurnas Rally Indonesia 2018, Ryan Nirwan tempati posisi ketiga dengan overall 1:18:51. Sedangkan pereli tuan rumah Sumut, Arji/Uche tampil baik menempati posisi ke-7 dengan overall 1:22:43. Serta pasangan Ijek/Heri Kuntoyo diposisi ke-9 setelah catat overall 1:24:03.

Kejurnas Rally Indonesia 2019 akan berlanjut, Minggu (28/7) dengan memasuki Seri 2.

Baca juga: Ryan Nirwan optimistis juara Kejurnas Rally di Sumut
Baca juga: Subhan Aksa siap pimpin IMI 2015-2019

 

Pewarta: Juraidi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alami masalah turbo, Vettel awali GP Jerman dari posisi buncit

Jelas aku sangat kesal, aku pikir mobil ini hebat dan kami kehilangan kesempatan besar

Hockenheim (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel dipaksa mengawali balapan F1 GP Jerman di Sirkuit Hockenheim dari posisi paling buncit lantaran mengalami masalah turbo di mobilnya dalam sesi kualifikasi, Sabtu.

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc juga mendapati masalah di mobilnya di sesi Q3 sehingga tidak mampu turun untuk mencatatkan waktu memperebutkan pole position.

Juara dunia empat kali, Vettel, mengungkapkan mobil Ferrari SF90 tunggangannya mengalami masalah aliran udara di komponen turbonya, demikian Reuters.

Vettel, yang mengawali balapan GP Jerman tahun lalu dari pole position namun gagal finis karena kecelakaan, belum pernah menjadi juara lagi sejak GP Belgia, Agustus tahun lalu.

Baca juga: Ferrari tercepat di seluruh sesi latihan GP Jerman

Pebalap Jerman itu mengabarkan jika dirinya kehilangan tenaga di radio tak lama setelah dia masuk ke pit untuk pertama kalinya di sesi pembuka kualifikasi sehingga gagal mencatatkan waktu.

“Aku tak tahu apa yang terjadi,” kata Vettel.

“Sesuatu merusak turbo dan permainan berakhir dari situ. Jelas aku sangat kesal, aku pikir mobil ini hebat dan kami kehilangan kesempatan besar namun semoga kami memiliki yang lain lagi besok.”

“Aku menantikan balapan ini tapi tentunya akan lebih bagus jika start di posisi paling depan dari pada di posisi paling belakang, tapi kita lihat besok.”

Vettel saat ini berada di peringkat empat klasemen pebalap sementara, terpaut 100 poin dari pemuncak klasemen Lewis Hamilton dari tim Mercedes setelah menjalani 10 balapan dari 21 balapan musim ini.

“Aku kira dia (mobil) akan menenangkan diri malam nanti dan besok pagi kembali menyalakan semua pistonnya.”

Baca juga: Leclerc pimpin sesi latihan GP Jerman, Gasly kecelakaan

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari tercepat di seluruh sesi latihan GP Jerman

Hockenheim (ANTARA) – Charles Leclerc menyelesaikan sesi latihan terakhir jelang kualifikasi GP Jerman sebagai yang tercepat, Sabtu, dan menjaga Ferrari sebagai yang tercepat di seluruh sesi latihan akhir pekan.

Pebalap asal Monako itu, yang juga menjadi pebalap tercepat pada sesi latihan Jumat, mencatatkan waktu 1 menit 12,380 detik di Sirkuit Hockenheim yang diliputi mendung hari itu.

Max Verstappen membawa Red Bull sebagai yang tercepat kedua dengan selisih 0,168 detik, demikian Reuters.

Pebalap Belanda itu melalui upaya terakhirnya di sesi itu menyingkirkan pebalap tuan rumah Sebastian Vettel ke peringkat tiga untuk mencegah Ferrari kembali finis 1-2 seperti di hari sebelumnya.

Valtteri Bottas menjadi pebalap Mercedes tercepat di peringkat empat sementara Lewis Hamilton hanya mampu di peringkat 6 di belakang pebalap Haas Kevin Magnussen.

Padahal di GP Jerman, Mercedes sedang merayakan hari jadi 125 tahun keikutsertaan mereka di dunia olah raga balap dengan desain livery khusus di mobilnya, yang menampilkan warna kebesaran Jerman di dunia balap yaitu putih.

Baca juga: Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman

Pemimpin klasemen sementara itu sempat mengatakan jika performa Mercedes akan terganggu jika gelombang panas yang menerpa Eropa masih membuat suhu trek tinggi karena mobil mereka mempunyai masalah di sistem pendingin.

Namun kedua mobil Silver Arrow itu, terpaut setengah detik dari Leclerc, tampil lebih cepat pada Jumat di saat suhu lintasan mencapai 50 derajat Celcius dari pada Sabtu ketika suhu trek lebih dingin.

Carlos Sainz mencetak waktu tercepat ketujuh untuk McLaren di depan Pierre Gasly yang menggunakan sasis barus setelah menabrakkan mobil Red Bullnya di sesi latihan Jumat.

Kimi Raikkonen finis di peringkat sembilan untuk Alfa Romeo dan Romain Grosjean melengkapi peringkat 10 besar untuk Haas.

Baca juga: Leclerc pimpin sesi latihan GP Jerman, Gasly kecelakaan

Ferrari menguasai tiga sesi latihan bebas di Hockenheim akhir pekan ini, namun tim bermarkas di Italia itu belum pernah menang musim ini dan terakhir kali menjadi juara di Hockenheim pada 2012.

Vettel, yang gagal finis tahun lalu di Hockenheim karena menabrak pembatas, akan berharap menemukan kecepatan dan menghadapi ketakutannya di sirkuit yang terletak setengah jam jalur darat dari kampung halamannya itu.

Mercedes, sementara itu telah memenangi sembilan dari 10 balapan musim ini.

Baca juga: Dua pebalap Ferrari kuasai sesi FP1 GP Jerman

Baca juga: Vettel melawan takut di Hockenheim

Bakti Sosial Sambil Konvoi Mobil Mewah

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tour d’Indonesia bakal setara dengan Tour de Langkawi Malaysia

Bandung (ANTARA) – Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menargetkan kejuaraan balap sepeda internasional Tour d’Indonesia (TdI) naik level sehingga setara dengan kejuaraan Le Tour de Langkawi di Malaysia, paling dekat tahun depan.

“TdI tahun ini masih level 2.1 UCI. Target kami bisa setara dengan Tour de Langkawi yaitu 2. HC (Hors Class),” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di sela menyaksikan Indonesia BMX Free Style Championship di Velodrome Munaip Saleh Cimahi, Jawa Barat, Sabtu.

Le Tour de Langkawi merupakan salah satu balapan level tertinggi di Asia. Pesertanya tidak hanya level continental, namun juga harus melibatkan tim pro-continental dan world tour. Begitu juga dengan perangkat pendukung, seperti fasilitas juga harus disesuaikan dengan level kejuaraan.

Meski demikian, Okto mengakui jika hal tersebut tidak semudah membalikkan tangan. Namun, pihaknya optimistis apa yang ditargetkan bisa tercapai mengingat berbagai upaya untuk menaikkan level terus dilakukan.

“TdI tahun ini adalah yang kedua dengan level 2.1 dan saat ini menjadi kejuaraan tertinggi di Indonesia. Kami terus melakukan peningkatan. Rencananya tahun ini sudah menggunakan helikopter. Ini salah satu syarat menaikkan level,” katanya menambahkan.

Sesuai rencana, Tour d’Indonesia 2019 bakal berlangsung 19-23 Agustus. Pada tahun kedua kejuaraan level 2.1 berlangsung, balapan akan diawali di Candi Borobudur Jawa Tengah dan finis di Gianyar Bali.

Saat ini persiapan Tour d’Indonesia 2019 terus berjalan mengingat pelaksanaannya kurang dari satu bulan. Koordinasi dengan banyak pihak termasuk aparat keamanan juga dilakukan demi kelancaran kejuaraan yang banyak melibatkan pebalap dari berbagai negara itu.

“PB ISSI hanya sebatas memberi rekomendasi. Untuk pelaksanaannya melibatkan pihak ketiga. Seperti tour-tour yang ada di Indonesia lainnya,” kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

Selain Tour d’Indonesia, balapan di Indonesia berjalan dengan rutin. Hanya saja levelnya baru 2.2 UCI yang diantaranya adalah Tour de Singkarak dan Tour de Ijen Banyuwangi. Sebelumnya juga ada Tour de Flores.

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMX Free Style ikut kejar poin Olimpiade 2020

Bandung (ANTARA) – Cabang balap sepeda disiplin BMX Free Style tidak ketinggalan dengan disiplin yang lain untuk mengumpulkan poin Olimpiade 2020 yang salah satunya dengan menggelar Indonesia BMX Free Style Championship di komplek Velodrome Munaip Saleh Cimahi, Jawa Barat, Sabtu.

“Ini salah salah satu upaya kita untuk mendapatkan poin selain dari disiplin lain. Kejuaraan ini poinnya cukup besar,” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di sela meninjau kejuaraan.

Selain dari disiplin BMX, PB ISSI juga memaksimalkan pengumpulan dari disiplin trek, road race maupun MTB (cross country dan downhill). Bahkan bersamaan dengan kejuaraan BMX Free Style juga digelar Indonesia Track Championship 2019 di tempat yang sama.

Pada kejuaraan tersebut atlet BMX dari beberapa provinsi bersaing untuk mendapatkan prestasi terbaik. Salah satu atlet yang turun adalah juara nasional BMX Free Style Ardika Winata asal Sumatra Utara dan Isan Malik dari DKI Jakarta.

Menurut dia, BMX Free Style Indonesia saat ini menjadi pantauan dunia karena menjadi negara pertama yang sudah melahirkan juara nasional. Untuk itu pihaknya berharap akan terus lahir atlet terbaik yang kedepannya bisa tampil di Asian Games, World Championship, World Cup hingga Olimpiade.

“Itu adalah sasaran kita. Tidak hanya level regional, tapi lebih besar lagi. Itu sesuai dengan target kami empat tahun ke depan,” kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

Sementara itu Ketua Pengprov ISSI Jawa Barat Daud Husain mengaku bangga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan yang cukup bergengsi. Tidak hanya BMX Free Style namun juga disiplin trek dan trials. Kejuaraan ini juga sebagai ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kami (pengprov ISSI Jawa Barat). Tidak hanya menggelar kejuaraan, tapi kami juga menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional PB ISSI,” katanya saat dikonfirmasi.

Musyawarah Nasional PB ISSI memiliki agenda tunggal yaitu pemilihan ketua umum periode 2019-2023 dan Raja Sapta Oktohari yang merupakan ketua petahana kembali terpilih secara aklamasi.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ryan Nirwan optimistis juara Kejurnas Rally di Sumut

Serdang Bedagai (ANTARA) – Ryan Nirwan bersama navigatornya Garindra Kusuma mengaku sudah siap berlaga di Kejurnas Rally series 1 dan 2 tahun 2019 Sumatera Utara dengan rute kawasan perkebunan Lonsum di Rambung Sialang Estate, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, 27-28 Juli. 2019

“Kalau targetnya, juara pastinya. Harus optimis. Apalagi tahun ini juga kerja sama dengan bank Sumut. Jadi nama tim kita Bank Sumut Juara Motor sport. Pastinya kita mau bawa bank Sumut jadi juara tim juga,” katanya di Sedang Bedagai, Sabtu.

Juara Kejurnas Rally 2018 asal Kalimantan Timur itu mengaku sudah sangat siap kembali berlaga meski tentunya hal itu tidak mudah mengingat jalur yang cukup berat.

Diakuinya persiapan juga sudah matang untuk turun di grup M2. Terkait teknis mobil dia mengatakan juga sudah ada beberapa komponen yang diganti.

“Mudahan-mudahan semua berjalan lancar,” katanya.

Pada Kejurnas Rally Seri 1 dan 2 tahun 2019 yang dirangkai dengan Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2019, sejumlah pereli nasional ikut ambil bagian seperti juara nasional Kejurnas Rally 2018, Ryan Nirwan (Kaltim) dengan navigator Garindra Kusuma, yang menjadikan ajang ini sebagai pertaruhan gelarnya.

Pereli nasional lainnya, Subhan Aksa/Mago Sarwono (Sulsel), Edwin Djaya/Gulam (Jabar), Rihan Variza (Kalsel)/Andi Rendy (Jabar), dan lainnya.

Sedangkan pereli Sumut yang mendominasi ajang ini, antara lain, Benny Lautan/Edwin Nasution, Akbar Buchari/Ahmad Syauki, Harun Nasution/Ferdinand, Dedi Harahap/Anif Fauzi, Robby Harahap/Tri Arjuna.

Turut ambil bagian dalam reli ini, pereli muda Sumut Arji yang berpasangan dengan navigatornya Uche, sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dengan tunggangannya Subaru Impreza WRX berpasangan dengan Heri Kuntoyoyang turun dikelas kelas M1.

Untuk peserta APRC 2019, diikuti pereli dari Italia, Fabio Frisiero yang berpasangan dengan Giovanni Agnese. Mereka bersaing dengan pereli Indonesia Priamanaya Djan/Hade Mboi, Rihan Variza/Andi Rendi, Edwin Djaya/Gulam dan pasangan Aldrian Suwardi/Romy Capri.

Para pereli ini akan menjajal trek yang pernah dijadikan lokasi World Rally Championship (WRC) 1997 lalu di mana para peserta akan menempuh 10 special stage (SS) dengan total jarak tempuh 169,53 km.

Baca juga: FIA pertimbangkan Sumatra Utara gelar reli dunia
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raja Sapta Oktohari resmi pimpin PB ISSI periode 2019-2023

Bandung (ANTARA) – Raja Sapta Oktohari resmi memimpin Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) periode 2019-2023 setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) di Mason Pine Hotel, Bandung, Jumat malam.

Perjalanan calon petahana untuk kembali memimpin PB ISSI terbilang cukup mudah karena saat penjaringan mampu mendapatkan dukungan mayoritas dari pemilik suara sah meski sebelumnya juga ada calon lain. Namun, dalam perjalanannya calon lain itu tidak memenuhi syarat administrasi.

Dalam pidato kemenangannya, pria yang akrab dipanggil Okto itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemilik suara dalam hal ini pengurus provinsi (pengprov) ISSI yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin federasi balap sepeda Indonesia empat tahun ke depan.

“Kami selanjutnya akan memaksimalkan komunikasi dengan pengprov karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. PB ISSI tidak berjalan sendiri, harus ada bantuan dari pengprov termasuk dalam menyiapkan atlet,” kata Okto.

Terkait dengan program empat tahun ke depan, Okto menjelaskan jika programnya tidak jauh berbeda dengan empat tahun sebelumnya yang salah satu alasannya adalah belum semua program berjalan sesuai dengan harapan.

Baca juga: Raja Sapta Oktohari tunggu penetapan jadi Ketua ISSI periode kedua

Baca juga: ISSI dukung KOI kirimkan atlet muda ke SEA Games Manila

Untuk itu pihaknya akan memaksimalkan program dalam empat tahun ke depan. Apalagi sasaran utama pembinaan adalah untuk meloloskan atlet Indonesia untuk level yang lebih tinggi mulai dari Asian Games, World Championship, World Cup hingga Olimpiade.

“Kita harus banyak mengikuti kejuaraan yang ada poin UCI. Jadi sasaran kita ke depan tidak ke SEA Games, tapi kita harus bisa mengirim banyak atlet ke olimpiade,” kata Okto dengan tegas.

Untuk itu, kata dia, sudah saatnya Indonesia bekerja keras untuk menggelar kejuaraan internasional di Tanah Air. Dengan menggelar kejuaraan di Indonesia maka peluang untuk mendapatkan banyak poin lebih terbuka.

Kejuaraan internasional yang diharapkan bisa digelar di Indonesia dari semua disiplin mulai dari BMX, road race, trek, downhill, mtb, BMX free style hingga trial. Apalagi untuk trek dan BMX Indonesia sudah punya sirkuit berstandart internasional.

Baca juga: Okto akui prestasi trek dan road race belum sebaik BMX dan downhill

Baca juga: Jamalidin dkk tetap berlatih keras meski PGN cabut dari tim

Baca juga: Elga kawal Crismonita kejar poin Olimpade Tokyo di China

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc pimpin sesi latihan GP Jerman, Gasly kecelakaan

Jakarta (ANTARA) – Mercedes belum bisa mengungguli kecepatan rivalnya, Ferrari di sesi latihan bebas GP Jerman di Sirkuit Hockenheim, Jumat.

Dua pebalap Ferrari mendominasi dua sesi latihan bebas FP1 dan FP2, sementara waktu terbaik Mercedes diciptakan oleh Lewis Hamilton yang berada di peringkat tiga di dua sesi tersebut.

Charles Leclerc mengungguli rekan satu timnya, Sebastian Vettel, kali ini di sesi FP2 setelah mencatatkan waktu 1 menit 13,449 detik atau unggul 0,124 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Pemuncak klasemen sementara, Hamilton, di peringkat tiga dengan selisih 0,146 detik diikuti rekan satu timnya, Valtteri Bottas, sekitar setengah detik di belakangnya.

Aliran udara panas sedang meliputi daratan Eropa, suhu di sekitar sirkuit mencapai 35 derajat Celsius hari itu.

Mercedes membawa paket upgrade ke Jerman termasuk badan mobil yang lebih besar untuk membantu mereka mengatasi masalah pendingin mobil di trek yang panas.

Pebalap Red Bull Max Verstappen mengakhiri hari itu dengan finis kelima sedangkan rekan satu timnya, Pierre Gasly mengalami kecelakaan di tikungan terakhir.

Gasly melebar di tikungan terakhir dan melibas gravel, menyebabkan mobil Red Bull RB15nya menyenggol tembok pembatas dan rusak di bagian kirinya. Sesi latihan bebas sempat tertunda karenanya.

Romain Grosjean finis keenam bagi Haas, diikuti oleh Lance Stroll di tempat ketujuh dan Kimi Raikkonen di peringkat delapan.

Nico Hulkenberg finis kesembilan untuk Renault dan Sergio Perez dari Racing Point melengkapi peringkat 10 besar.

Baca juga: Dua pebalap Ferrari kuasai sesi FP1 GP Jerman
Baca juga: Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman
Baca juga: Banjir duka cita dari dunia balap untuk Niki Lauda

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

FIA pertimbangkan Sumatra Utara gelar reli dunia

Lubuk Pakam (ANTARA) – Federation Internasional Automobiles (FIA) memberikan lampu hijau bagi Indonesia, khususnya Sumatera Utara (Sumut) untuk kembali menggelar World Rally Championship (WRC) seperti yang pernah digelar di Rambung Sialang, Serdang Bedagai pada 1996.

“FIA mempertimbangkan berikutnya bagi Sumut menjadi tuan rumah WRC,” kata Chairman Stewart FIA, Wayne Scott saat memberikan keterangan pada pembukaan Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2019 di Lubuk Pakam, Jumat.

APRC 2019 sendiri yang berlangsung di areal perkebunan Lonsum di Rambung Sialang Estate Kec Sei Rampah Kab Serdang Bedagai, Sabtu (27/7) dan Minggu (28/7).

Sumatera Utara pun siap untuk mengulang memori 1996 dan 1997. Di tahun tersebut, Sumut menjadi perhatian dunia dengan sukses mengelar reli dunia, WRC.

Hal ini menunjukkan kualitas jalur di Sumut sebagai sirkuit reli sudah mumpuni. Mulai dari Medan, Deli Serdang, Sergai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar dan Parapat, menjadi arena lintasan yang dijajal para pereli.

“Medan yang cukup menantang tentunya menjadi daya tarik bagi pereli dunia untuk menjajal rute di Rambung Sialang ini,” katanya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyebutkan kini, Sumut merajut kembali harapan untuk kembali menggali event tertinggi di dunia reli itu. Hanya saja untuk menjadi tuan rumah event kejuaraan dunia, tidak segampang yang di bayangkan.

“APRC harus terus digelar kemudian bisa menggelar kejuaraan dunia. Kita juga harus persiapkan seperti keamanan atau safety, harus dilihat juga lintasan dan juga peran pemerintah daerah. Mulai dari rumah sakit, dan pengamatan melalui helikopter, helipad dan juga segala sesuatunya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ijek itu mengaku, pereli dunia penasaran akan lintasan di Sumut. Ini yang menjadi daya tarik untuk uji nyali dapat ditaklukkan.

“Pereli dunia sangat senang di Indonesia, karena merk ban penasaran dengan reli di Indonesia. Karena kalau di luar negeri, seperti New Zealand, Inggris, lintasannya dapat langsung diketahui jenis ban yang tepat digunakan. Karakter lintasan di Rambong Sialang memiliki ciri khas, lebih baik dari lintasan daerah lain,” katanya.

Pereli Italia yang ambil bagian diajang APRC 2019 ini, Fabio Frisiero pun tak memungkiri penasaran dirinya untuk menjajal trek Rambong Sialang.

Karakter yang berbeda dan penuh tantangan bagi pereli untuk menaklukkannya akan memacu adrenalin pereli untuk memacu mobil di atas trek.

Hal lain, Fabio juga mengakui penduduk Sumut yang menyambutnya dengan ramah.

“Keinginan yang membuat saya tertarik untuk ikut reli disini adalah karena penduduknya baik dan juga karena kami mencari lintasan yang berbeda dari lainnya. Dan karena itu kenapa saya ikut reli ini,” katanya.

Pemprov SUMUT targetkan 100 ribu wisman saat Sail Nias 2019

Pewarta: Juraidi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pinot mundur di etape-19 karena cedera paha

Tignes (ANTARA) – Pebalap tim Groupama-FDJ Thibaut Pinot asal Prancis mengakhiri lebih awal balapan Tour de France di etape ke-19 setelah mengalami cedera paha, Jumat.

Pinot, yang pada Kamis dikabarkan keseleo, harus diangkut ke dalam mobil tim di 87km terakhir etape yang menempuh jarak total 126,5km dari St Jean de Maurienne, demikian Reuters.

“Kami memiliki harapan setelah melihatnya bertahan kemarin namun rasa sakitnya lebih parah hari ini,” kata direktur olahraga tim, Philippe Mauduit.

“Sangat berat, dia telah melakukan segalanya untuk menjadi penantang di tur ini.”

Pinot sejauh ini berada di peringkat lima klasemen umum, 1 menit 50 detik di belakang pemegang jersey kuning Julian Alaphilippe dari Prancis. Pinot sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk menantang gelar juara umum setelah membalap secara impresif pekan lalu di Pyrenees.

Baca juga: Pinot rampas Etape 14, Alaphilippe tetap puncaki klasemen

Paha kiri Pinot dibalut oleh doktor ofisial balapan namun ia tidak bisa mengayuh sepedanya dengan benar dan menyerah setelah ditenangkan oleh rekan satu timnya, William Bonnet.

“Dia kesulitan berjalan malam tadi setelah finis etape ke-18 dengan rasa sakit yang hebat,” kata tim lewat pernyataan tertulis.

Pebalap berusia 29 tahun, yang finis ketiga secara umum di Tour de France 2014, juga terpaksa meninggalkan Giro d’Italia tahun lalu setelah tumbang di etape ke-20 saat berada di peringkat tiga umum karena pneumonia.

Pinot mundur di Tour de France 2016 dan 2017 serta tidak turun di edisi 2018, namun tahun ini tetap muncul sebagai salah satu penantang utama setelah tampil impresif di sembilan etape awal.

Baca juga: Quintana juara etape 18, Bernal incar jersey kuning Alaphilippe
Baca juga: Julian Alaphilippe merevolusi balap sepeda

 

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua pebalap Ferrari kuasai sesi FP1 GP Jerman

Hockenheim (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel mencetak waktu tercepat di sesi latihan bebas GP Jerman di Sirkuit Hockenheim, Jumat, diikuti oleh rekan satu timnya, Charles Leclerc di tempat kedua.

Juara dunia empat kali itu melahap sirkuit sepanjang 4,5km itu, yang berjarak sekitar setengah jam jalur darat dari kampung halamannya di Heppenheim, dalam waktu 1 menit 14,013 detik di sesi latihan pagi, demikian Reuters.

Leclerc membayangi sang pebalap Jerman itu 0,255 detik di belakang.

Lewis Hamilton terpaut 0,302 detik menjadi yang tercepat ketiga untuk Mercedes, yang membawa mobil dengan livery khusus untuk memperingati 125 tahun keterlibatan pabrikan asal Jerman itu di dunia balap.

Baca juga: Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman

Pebalap asal Inggris itu, yang memimpin klasemen pebalap dengan unggul 39 poin dari rival terdekatnya sekaligus rekan satu tim Valtteri Bottas, mengkhawatirkan aliran udara panas yang meliputi Eropa bisa merugikan performa mobil Mercedes.

Suhu trek hari itu mencapai 40 derajat Celsius dengan suhu udara sekitar berada di atas 30 derajat.

Hamilton, yang telah memenangi tujuh dari 10 balapan musim ini, kalah cepat dari Vettel pagi itu karena menggunakan ban medium, sementara sang pebalap tuan rumah menggunakan ban kompon lunak.

Juara dunia lima kali dan Bottas sempat memimpin sesi latihan sebelum Ferrari menggebrak di akhir sesi dengan ban lunak.

Bottas mengakhiri sesi FP1 di tempat kelima, di antara dua pebalap Red Bull Max Verstappen dan Pierre Gasly.

Pebalap asal Finlandia itu melebar di tikungan tempat Vettel tabrakan di balapan GP Jerman tahun lalu namun mampu menghindari gravel dan tak merusak mobilnya.

Carlos Sainz finis ketujuh untuk McLaren, sedangkan Romain Grosjean menggunakan mobil yang memiliki spesifikasi yang sama seperti yang ia gunakan di GP Australia untuk finis kedelapan bagi Haas.

Lance Stroll finis kesembilan untuk Racing Point sementara Daniel Ricciardo melengkapi peringkat 10 besar untuk Renault walau sempat spin di trek.

Sesi latihan bebas FP1 sempat dihentikan sementara setelah mobil Haas yang dikendarai Kevin Magnussen berhenti di trek karena kehilangan tenaga.

Baca juga: Vettel melawan takut di Hockenheim

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes gunakan desain livery khusus di GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas akan turun di GP Jerman dengan mobil berdesain livery khusus untuk merayakan hari jadi ke-125 Mercedes di dunia balap otomotif.

Selain itu, balapan akhir pekan nanti di Sirkuit Hockenheim juga akan menjadi start ke-200 bagi tim berjuluk Silver Arrow itu sebagai konstruktor di Formula 1.

“W10 kami akan menampilkan livery khusus di #GPJerman, sebagai penghormatan kepada desain klasik mobil balap @MercedesBenz di masa lalu. Sebelum legenda Silver Arrows, mobil Mercedes membalap dengan warna putih, warna nasional balap dari Jerman,” demikian cuit tim Mercedes-AMG F1 di akun Twitter, Kamis.

Jika biasanya mobil W10 didominasi warna hitam dan perak, kali ini bagian moncong dan sayap depan tampak dengan desain livery warna putih
 

Balapan akhir pekan nanti akan menjadi balapan GP Jerman ke-64 sejak 1950, dan yang ke-37 kalinya di Hockenheim. Sirkuit Nurburgring menjadi tuan rumah GP Jerman sebanyak 26 kali (dari 1950-2013), sedangkan sirkuit Avus satu kali pada 1959.

Hamilton akan mengincar kemenangan kelimanya di Hockenheim akhir pekan nanti, sedangkan pebalap tuan rumah, Sebastian Vettel belum pernah menang di sana. Pebalap Ferrari itu pernah juara di depan publik tuan rumah ketika GP Jerman masih digelar di Nurburgring pada 2013.

Hamilton saat ini memuncaki klasemen dengan selisih 39 poin dari rival terdekatnya, sekaligus rekan satu tim, Valtteri Bottas.

Baca juga: Vettel melawan takut di Hockenheim

Baca juga: Jakarta tuan rumah Formula E, pengamat: keren

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

62 pereli bersaing di Asia Pacific Rally Championship 2019

Lubuk Pakam (ANTARA) – Sebanyak 62 pereli dipastikan tampil di ajang Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2019 yang berlangsung di areal perkebunan Lonsum di Rambung Sialang Estate Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Sabtu (27/7) hingga Minggu Minggu (28/7).

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara Faisal A Nasution di Lubuk Pakam, Kamis, mengatakan, pihaknya sudah selesai merampungkan segala persiapan APRC 2019 ini.

Para pereli akan menjalani seremonial start yang akan dilepas Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Alun-alun Pemkab Deli Serdang, Jumat (25/7) besok.

“Rally ini sudah siap kita gelar. Hal teknis dan non teknis sudah siap dan tidak ada kendala, menanti seremonial start yang dilepas gubenrur di Alun-alun Pemkab Deli Serdang, Jumat (26/7). Kita berharap rally ini berjalan sukses dan sesuai dengan harapan serta tujuan rally ini digelar,” katanya.

Dirinya berharap dukungan seluruh pihak terutama masyarakat yang diminta untuk waspada dan hati-hati saat menyaksikan jalannya perlombaan dilokasi.

“Bagi masyarakat yang menyaksikan perlombaan dilokasi, kami meminta untuk utamakan keselamatan. Perhatikan jarak aman saat menonton dari lokasi trek,” katanya.

Sejumlah pereli nasional pun unjuk gigi diajang yang juga sekaligus rangkaian Kejurnas Rally Seri I dan 2 2019 itu seperti juara nasional Kejurnas Rally 2018, Ryan Nirwan (Kalsel) dengan navigator Garindra Kusuma, yang menjadikan ajang itu sebagai pertaruhan gelarnya.

Pereli nasional lainnya, Subhan Aksa/Mago Sarwono (Sulsel), Edwin Djaya/Gulam (Jabar), Rihan Variza (Kalsel)/Andi Rendy (Jabar), dan lainnya.

Sedangkan pereli Sumut yang turut serta antara lain, Benny Lautan/Edwin Nasution, Akbar Buchari/Ahmad Syauki, Harun Nasution/Ferdinand, Dedi Harahap/Anif Fauzi, Robby Harahap/Tri Arjuna. Juga pereli muda Sumut, Arji yang berpasangan dengan navigatornya, Uche turut ambil bagian.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah pun unjuk gigi dengan tunggangannya Subaru Impreza WRX, berpasangan dengan Heri Kuntoyo yang turun di kelas M1.

Untuk peserta register APRC 2019, diikuti pereli dari Italia, Fabio Frisiero yang berpasangan dengan Giovanni Agnese.
Mereka akan bersaing dengan pereli Indonesia yakni, Priamanaya Djan/Hade Mboi, Rihan Variza/Andi Rendi, Edwin Djaya/Gulam dan pasangan Aldrian Suwardi/Romy Capri.

Para pereli ini akan menjajal trek yang pernah dijadikan lokasi World Rally Championship (WRC) 1997 lalu dimana para peserta akan menempuh 10 special stage (SS) dengan total jarak tempuh 169,53 km.

Baca juga: Subhan Aksa juara reli Sumut Seri III

Pewarta: Juraidi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trentin juarai Etape 17, Alaphilippe tetap jersi kuning

Prancis (ANTARA) – Pebalap Italia Matteo Trentin menjuarai Etape 17 Tour de France, namun pebalap Prancis Julian Alaphilippe masih memimpin klasemen keseluruhan dan mengenakan jersi kuning.

Trentin kini sudah menjuari delapan etape balap level Grand Tour, masing-masing tiga etape Tour de France, satu etape Giro d’Italia dan empat etape Vuelta a Espana.

Trentin (29) masih berada sebuah kelompok yang memisahkan diri dari kelompok pebalap lebih besar dalam etape yang menempuh jarak 206km ini sebelum menggenjot kuat pada tanjakan terakhir yang berjarak 8,6km dari garis finis di Gap.

Sang pebalap Italia pun memenangkan etape ketiganya dalam Tour de France tahun ini, sedangkan pebalap Denmark Kasper Asgreen menempati urutan kedua dengan berselisih 37 detik di belakang dia.

Juara bertahan Geraint Thomas finis masih dalam hitungan poin, namun masih 95 detik di belakang pemimpin klasemen Julian Alaphilippe.

Trentin sangat senang bisa menjuarai etape ini. “Yang paling penting bagi saya adalah tetap dengan kecepatan saya,” kata Trentin seperti dikutip laman BBC

Lima besar hasil Etape 17
1. Matteo Trentin (Italia/Mitchelton-Scott) 4 jam 21 menit 36 detik
2. Kasper Asgreen (Denmark/Deceuninck-Quick-Step) +37 detik
3. Greg Van Avermaet (Belgia/CCC) +41 detik
4. Bauke Mollema (Belanda/Trek-Segafredo) sama
5. Dylan Teuns (Belgia/Bahrain-Merida)

Lima besar klasemen umum sampai Etape 17
1. Julian Alaphilippe (Prancis/Deceuninck Quick-Step) 69 jam 39 menit 16 detik
2. Geraint Thomas (Inggris/Team Ineos) +1 menit 35 detik
3. Steven Kruijswijk (Belanda/Jumbo-Visma) +1 menit 47 detik
4. Thibaut Pinot (Prancis/Groupama-FDJ) +1 menit 50 detik
5. Egan Bernal (Kolombia/Team Ineos) +2 menit 2 detik

Baca juga: Trentin juarai etape ketujuh Tour de France

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel melawan takut di Hockenheim

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel harus mengatasi ketakutan terbesarnya selain rival-rivalnya pada balapan Formula 1 ketika pebalap Ferrari ini kembali ke Hockenheim yang akan menggelar GP Jerman akhir pekan ini.

Musim lalu di sirkuit sepanjang 4,5km itu, tiga puluh menit dari kampung halaman Vettel di Heppenheim, balapan tak berjalan dengan semestinya bagi juara dunia empat kali itu.

Sang pebalap tuan rumah kala itu siap memperlebar jarak dalam klasemen dari rivalnya pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, yang start dari P14.

Vettel seharusnya menang mudah setelah mengawali balapan dari pole position di depan pendukung tuan rumah ketika hujan tiba tiba turun dan menyapu harapannya.

Vettel menabrak pembatas dan Hamilton melewatinya untuk menang di Jerman.

Insiden itu menjadi salah satu kesalahan yang paling disorot yang memupuskan harapan gelar Vettel untuk tahun lalu dan salah satu yang paling fatal.

Kesalahan-kesalahan itu kembali terulang tahun-tahun ini, yang terakhir kali terjadi pada GP Inggris ketikadia menabrak pebalap Red Bull Max Verstappen dari belakang.

Baca juga: Vettel minta maaf kepada Verstappen

Posisi Vettel saat ini mulai dibayangi oleh rekan satu timnya yang lebih muda, Charles Leclerc, yang telah naik podium lebih banyak, juga meraih pole position lebih banyak dan mencetak sejumlah waktu putaran tercepat musim ini dengan terpaut tiga poin pada klasemen.

“Kami harus memperbaiki tahun lalu, khususnya diriku sendiri dan aku menanti balapan di Hockenheim,” kata Vettel (32) tentang balapan yang menandai paruh musim itu. “Atmosfernya selalu fenomenal dan penontonnya luar biasa.”

Terakhir kali Ferrari menang di Hockenheim pada 2012 lewat pebalap Spanyol Fernando Alonso.

Vettel, yang pertama kali menonton trek Formula 1 saat menyaksikan idolanya Michael Schumacher mengendarai Benetton pada sesi latihan Jumat yang hujan, tercatat belum pernah menang di Hockenheim.

Satu-satunya kemenangan dia di Jerman adalah ketika membalap di Nurburgring pada 2013.

Hamilton, sementara itu, telah memenangi GP Jerman empat kali, tiga di antaranya di Hockenheim.

Usai mencetak rekor enam kemenangan di Silverstone dua pekan lalu, pebalap Mercedes itu sekarang menjadi favori juara GP Jerman untuk kali kelimanya.

Baca juga: Verstappen beberkan kondisi mobil di finis usai diseruduk Vettel

Hamilton memuncaki klasemen dengan selisih 39 poin dari rival terdekatnya, sekaligus rekan satu tim, Valtteri Bottas.

Kemenangan sang juara dunia lima kali di Jerman itu bisa melengkapi perayaan 125 tahun Mercedes di dunia balap motor dan start ke-200 kalinya pada Formula 1 akhir pekan nanti.

“Ramalah cuaca memprediksikan suhu tinggi, yang sangat menantang bagi kami di Austria, jadi kami harus waspada,” kata kepala tim Toto Wolff, yang satu-satunya kekalahan yang diderita timnya terjadi ketika menghadapi suhu panas Austria.

“Seperti Spielberg, Hockenheim juga sirkuit yang cukup pendek, yang akan memperkecil jarak antara tim.”

Red Bull, yang lebih unggul dari Ferrari pada dua balapan terakhir, menang di Austria dan bisa memberikan perlawanan di papan atas.

“Kami sedang bagus dengan mobil kami dan mengalami kemajuan setiap pekan,” kata Verstappen. “Jadi aku tak sabar untuk mulai lagi.”

Sementara itu Nico Hulkenberg, yang menjadi pebalap tuan rumah selain Vettel, berharap performa bagus dari Renault walaupun masa depannya di tim itu belum jelas.

Baca juga: Hasil GP Inggris: Hamilton juara, Vettel tubruk Verstappen

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pratinjau – Vettel melawan takut di Hockenheim

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel harus mengatasi ketakutan terbesarnya selain rival-rivalnya pada balapan Formula 1 ketika pebalap Ferrari ini kembali ke Hockenheim yang akan menggelar GP Jerman akhir pekan ini.

Musim lalu di sirkuit sepanjang 4,5km itu, tiga puluh menit dari kampung halaman Vettel di Heppenheim, balapan tak berjalan dengan semestinya bagi juara dunia empat kali itu.

Sang pebalap tuan rumah kala itu siap memperlebar jarak dalam klasemen dari rivalnya pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, yang start dari P14.

Vettel seharusnya menang mudah setelah mengawali balapan dari pole position di depan pendukung tuan rumah ketika hujan tiba tiba turun dan menyapu harapannya.

Vettel menabrak pembatas dan Hamilton melewatinya untuk menang di Jerman.

Insiden itu menjadi salah satu kesalahan yang paling disorot yang memupuskan harapan gelar Vettel untuk tahun lalu dan salah satu yang paling fatal.

Kesalahan-kesalahan itu kembali terulang tahun-tahun ini, yang terakhir kali terjadi pada GP Inggris ketikadia menabrak pebalap Red Bull Max Verstappen dari belakang.

Baca juga: Vettel minta maaf kepada Verstappen

Posisi Vettel saat ini mulai dibayangi oleh rekan satu timnya yang lebih muda, Charles Leclerc, yang telah naik podium lebih banyak, juga meraih pole position lebih banyak dan mencetak sejumlah waktu putaran tercepat musim ini dengan terpaut tiga poin pada klasemen.

“Kami harus memperbaiki tahun lalu, khususnya diriku sendiri dan aku menanti balapan di Hockenheim,” kata Vettel (32) tentang balapan yang menandai paruh musim itu. “Atmosfernya selalu fenomenal dan penontonnya luar biasa.”

Terakhir kali Ferrari menang di Hockenheim pada 2012 lewat pebalap Spanyol Fernando Alonso.

Vettel, yang pertama kali menonton trek Formula 1 saat menyaksikan idolanya Michael Schumacher mengendarai Benetton pada sesi latihan Jumat yang hujan, tercatat belum pernah menang di Hockenheim.

Satu-satunya kemenangan dia di Jerman adalah ketika membalap di Nurburgring pada 2013.

Hamilton, sementara itu, telah memenangi GP Jerman empat kali, tiga di antaranya di Hockenheim.

Usai mencetak rekor enam kemenangan di Silverstone dua pekan lalu, pebalap Mercedes itu sekarang menjadi favori juara GP Jerman untuk kali kelimanya.

Baca juga: Verstappen beberkan kondisi mobil di finis usai diseruduk Vettel

Hamilton memuncaki klasemen dengan selisih 39 poin dari rival terdekatnya, sekaligus rekan satu tim, Valtteri Bottas.

Kemenangan sang juara dunia lima kali di Jerman itu bisa melengkapi perayaan 125 tahun Mercedes di dunia balap motor dan start ke-200 kalinya pada Formula 1 akhir pekan nanti.

“Ramalah cuaca memprediksikan suhu tinggi, yang sangat menantang bagi kami di Austria, jadi kami harus waspada,” kata kepala tim Toto Wolff, yang satu-satunya kekalahan yang diderita timnya terjadi ketika menghadapi suhu panas Austria.

“Seperti Spielberg, Hockenheim juga sirkuit yang cukup pendek, yang akan memperkecil jarak antara tim.”

Red Bull, yang lebih unggul dari Ferrari pada dua balapan terakhir, menang di Austria dan bisa memberikan perlawanan di papan atas.

“Kami sedang bagus dengan mobil kami dan mengalami kemajuan setiap pekan,” kata Verstappen. “Jadi aku tak sabar untuk mulai lagi.”

Sementara itu Nico Hulkenberg, yang menjadi pebalap tuan rumah selain Vettel, berharap performa bagus dari Renault walaupun masa depannya di tim itu belum jelas.

Baca juga: Hasil GP Inggris: Hamilton juara, Vettel tubruk Verstappen

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo bakal absen di Ceko dan Austria

Silverstone menjadi targetnya untuk kembali membalap

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo akan absen pada GP Ceko dan Austria karena pebalap Spanyol itu masih memulihkan diri dari cedera retak tulang belakang.

Lorenzo, juara MotoGP tiga kali dan rekan satu tim Marc Marquez, mengalami kecelakaan ketika turun dalam sesi latihan GP Belanda di Sirkuit Assen bulan silam.

Honda mengumumkan Lorenzo berencana turun di Inggris pada 25 Agustus, sementara pebalap Jerman Stefan Bradl menggantikannya membalap Sirkuit Sachsenring dalam GP Jerman awal bulan ini.

Bradl seharusnya membalap di Ceko sebagai pebalap wildcard.

Baca juga: Lorenzo harus jalani pemindaian usai kecelakaan di Assen

“Jorge Lorenzo dan Repsol Honda Team telah sepakat jika sebaiknya Lorenzo melewatkan seri balapan di Ceko dan Austria untuk meneruskan pemulihannya dan menghindari resiko cedera lainnya,” kata Repsol Hond dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Reuters.

“Setelah melewatkan libur musim panas untuk pemulihannya, kondisi Lorenzo telah membaik namun dia masih merasakan sakit dan pergerakannya di motor masih terbatas.”

“Silverstone menjadi targetnya untuk kembali membalap.”

Baca juga: Bradl gantikan Lorenzo pada GP Jerman
 

Jorge Lorenzo Sambangi Indonesia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Caleb Ewan menangi etape ke-16

Nimes (ANTARA) – Pebalap sepeda Australia Caleb Ewan meraih kemenangan keduanya pada Tour de France tahun ini usai lolos dari sprint yang berujung tabrakan jelang finis etape ke-16 di Nimes, Selasa.

Pebalap tim Lotto Soudal itu mengungguli pebalap Italia Elia Viviani dan pebalap Belanda Dylan Groenewegen, yang finis kedua dan ketiga, pada etape yang menempuh jarak total 177 km di kota Nimes yang suhunya hari itu mencapai 40 derajat Celsius, demikian dilaporkan Reuters.

Ewan, yang turun pertama kali pada balapan Tour de France, sekarang menjadi satu-satunya pebalap spesialis sprint yang menang dua kali tahun ini, setelah sebelumnya berjaya di etape ke-11 di Toulouse, Rabu.

“Saya tahu jika terus berusaha saya akan menang dan sekarang saya memiliki dua kemenangan,” kata Ewan.

Baca juga: Julian Alaphilippe merevolusi balap sepeda

Saat suhu udara semakin tinggi, juara dunia tiga kali Peter Sagan mengatakan jika asosiasi pebalap (CPA) tak melakukan apa-apa untuk melindungi mereka setelah gagal menerapkan “protokol cuaca ekstrim”.

“CPA harus melakukan sesuatu untuk melindungi kami, itu lah kenapa kami membayar mereka,” kata Sagan, yang memimpin klasifikasi poin.

Regulasi persatuan sepeda internasional UCI menyatakan protokol itu melibatkan pertemuan antara pemegang saham, termasuk panitia penyelenggara, pebalap dan tim ketika kondisi cuaca ekstrim harus diantisipasi.

Sementara itu, juara bertahan Geraint Thomas kembali tersandung namun mampu lolos tanpa cedera untuk berada 1 menit 35 detik dari catatan waktu pemuncak klasemen pebalap keseluruhan, Julian Alaphilippe dari Prancis.

“Dia ok, dia terjatuh di sisi kirinya. Dia dicek oleh tim dokter, kelihatannya tidak serius,” kata direktur olah raga tim Ineos Nicolas Portal.

Pebalap Denmark Jakob Fuglsang, yang mengawali balapan di peringkat sembilan secara keseluruhan, terjatuh di titik 28,5 km sebelum finis dan tak bisa melanjutkan balapan.

Balapan hari ini menjadi kesempatan terakhir bagi sprinter untuk unjuk gigi sebelum etape terakhir di Paris karena setelah ini balapan akan dilanjutkan ke pegunungan Alpen.

Etape ke-17 yang akan digelar Rabu menempuh rute berbukit sejauh 200 km dari Pont du Gard ke Gap.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Balap sepeda incar dua emas di SEA Games Filipina

Jakarta (ANTARA) –
Timnas balap sepeda Indonesia mengincar dua medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang, meski pada kejuaraan dua tahunan tersebut tidak dipertandingkan disiplin track.

“Memang benar. Target kami memang itu (dua emas). Kami sudah menghitung peluangnya,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra di Kantor Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) di Jakarta, Selasa.

Pada SEA Games 2019, kata dia, balap sepeda hanya akan mempertandingkan disiplin MTB (downhill dan cross country) serta BMX termasuk free style. Selain itu juga akan mempertandingkan disiplin jalan raya atau road race.

Menurut Budi, peluang Indonesia untuk merebut emas terbuka untuk setiap disiplin. Apalagi, saat ini atlet Indonesia terus mengalami peningkatan kemampuan meski atlet negara peserta lain juga mengalami perkembangan.

“MTB, BMX maupun road race semuanya berpeluang. Makanya kami dan PB ISSI terus melakukan persiapan,” kata pria asal Purwokerto itu.

Sesuai rencana, Indonesia bakal mengirimkan atlet kombinasi (senior junior). Untuk BMX saat ini ada dua pebalap yaitu I Gusti Bagus Saputra dan Rio Akbar yang menjalani pemusatan latihan di Paris, Prancis. Begitu juga dengan atlet BMX free style yang berlatih di Pulomas, Jakarta.

Untuk MTB, beberapa atlet dikirim ke kejuaraan Asia di Lebanon. Dari disiplin downhill mengirimkan tiga atlet elite, yaitu Andy Prayoga dan Hildan Afos Katana untuk putra dan Tiara Andini Prastika untuk putri. Tidak ada nama Khoiful Mukib yang dibawa ke Lebanon karena akan turun di kejuaraan lain.

Sedangkan untuk cross country, hanya mengirimkan dua pebalap, yaitu Zainal Fanani dan Noviana. Pada kejuaraan di Lebanon, semua pebalap yang dikirim bakal memperebutkan predikat Juara Asia 2019.

Saat ditanya apa Indonesia tidak mengalami kerugian saat disiplin track tidak dipertandingkan di SEA Games Filipina, Budi mengaku rugi. Namun, kondisi ini juga dialami oleh negara di Asia Tenggara yang lain.

“Untuk sprint putri, kita memang terbaik di Asia Tenggara. Tapi, untuk putra Malaysia punya juara dunia, Thailand punya peraih emas Asian Games. Jadi kondisi kita sama,” kata Budi.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Didukung mayoritas suara, Okto maju jadi calon bos ISSI lagi

Jakarta (ANTARA) – Raja Sapta Oktohari siap maju dalam pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) periode 2019-2023 setelah mendapatkan dukungan dari mayoritas pemilik suara sah.

Pria yang akrab dipanggil Okto itu bahkan sudah secara resmi mendaftar ke panitia penjaringan di Kantor PB ISSI di Jakarta, Selasa, dan didampingi perwakilan pendukung dari berbagai provinsi dan dikawal tim sukses.

“Kami sudah menerima berkas pencalonan saudara Raja Sapta Oktohari dan semua persyaratannya sudah lengkap,” kata Ketua Tim Penjaringan PB ISSI Basiruddin Amiruddin di Kantor PB ISSI, Jakarta.

Berdasarkan persyaratan, bakal calon harus mendapatkan dukungan enam Pengprov, sedangkan Okto sudah mendapatkan dukungan dari 22 Pengprov ISSI dari 29 Pengprov yang sah dan semuanya dibuktikan dengan surat dukungan.

Pengprov ISSI yang memberikan dukungan adalah Bangka Balitung, Banten, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, Yogjakarta, DKI Jakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Baca juga: Raja Sapta Oktohari kukuhkan Pengprov ISSI Jambi

Menurut Basir, hingga saat ini baru satu bakal calon yang mendaftar. Pendaftaran dibuka mulai 18 Juli dan ditutup 25 Juli pukul 16.00 WIB. Panitia menunggu pihak yang bakal mengajukan calon sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Sementara itu tim sukses Okto, Andrianto, mengatakan meski belum lama ditunjuk sebagai tim sukses dia langsung bekerja menggalang dukungan. Apalagi sosok yang didukung dinilainya benar-benar memperhatikan peningkatan prestasi balap sepeda Indonesia.

“Orang kaya banyak dan bisa jadi ketua. Tapi ada satu hal yang harus ditekankan. Passion dan itu ada pada Pak Okto,” katanya usai pendaftaran.

Okto adalah Ketua Umum PB ISSI periode 2015-2019. Selama kepemimpinannya banyak prestasi yang telah ditorehkan atlet Indonesia seperti emas Asian Games 2018 dari downhill, juara Asia BMX, emas BMX SEA Games hingga meloloskan pebalap track ke kejuaraan dunia.

Musyawarah Nasional (Munas) PB ISSI bakal digelar di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Bandung, 26-27 Juli.

Baca juga: Jabatan akan berakhir, Okto laporkan kegiatan ke UCI

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil Etape 14 dan klasemen keseluruhan

Prancis (ANTARA) – Thibaut Pinot memenangkan Etape 14 Tarbes sampai Col du Tourmalet, Sabtu waktu setempat, yang menyusuri puncak la Col du Tourmalet, sedangkan rekan senegaranya Julian Alaphilippe kian kokoh di puncak klasemen Tour de France.

Juara bertahan Geraint Thomas terpangkas 35 detik setelah tercecer jauh di belakang, sebaliknya rekan satu timnya di Ineos, Egan Bernal, finis beberapa detik di belakang Pinot pada puncak pertama dari tujuh puncak yang dituntaskan di atas ketinggian 2.000 meter.

Hasil Etape 14 Tour de France dari Tarbes sampai Col du Tourmalet, Sabtu waktu setempat, seperti dikutip AFP:
1. Thibaut Pinot (Prancis/FDJ) 3 jam 10 menit 20 detik
2. Julian Alaphilippe (Prancis/DEC) selisih 6 detik
3. Steven Kruijswijk (Belanda/JUM)
4. Emanuel Buchmann (Jerman/BOR) 8 detik
5. Egan Bernal (Kolombia/INE)
6. Mikel Landa (Spanyol/MOV) 14 detik
7. Rigoberto Uran (Kolombia/EF1) 30 detik
8. Geraint Thomas (Jerman/INE) 36 detik
9. Warren Barguil (Prancis/ARK) 38
10. Jakob Fuglsang (Denmark/AST) 53 detik
11. George Bennett (Selandia Baru/JUM) 58 detik
12. Alejandro Valverde (Spanyol/MOV) 58 detik
13. Laurens De Plus (Belgia/JUM) 1 menit 19 detik
14. Richie Porte (Australia/TRE) 2 menit 5 detik
15. David Gaudu (Prancis/FDJ) 2:26
16. Enric Mas (Spanyol/DEC) 2:54
17. Nairo Quintana (Kolombia/MOV) 3:24
18. Bauke Mollema (Belanda/TRE) 3:29
19. Fabio Aru (Italia/UAE) 3:33
20. Roman Kreuziger (Ceko/DDT) 3:48.

Baca juga: Pinot rampas Etape 14, Alaphilippe tetap puncaki klasemen

Klasemen keseluruhan Tour de France setelah Etape 14 dari Tarbes ke Col du Tourmalet:
1. Julian Alaphilippe (Prancis/Deceuninck) 56 jam 11 menit 29 detik
2. Geraint Thomas (Inggris/INE) selisih 2 menit 2 detik
3. Steven Kruijswijk (Belanda/JUM) 2:14
4. Egan Bernal (Kolombia/INE) 3:00
5. Emanuel Buchmann (Jerman/BOR) 3:12
6. Thibaut Pinot (Prancis/FDJ) 3:12
7. Rigoberto Uran (Kolombia/EF1) 4:24
8. Jakob Fuglsang (Denmark/AST) 5:22
9. Alejandro Valverde (Spanyol/MOV) 5:27
10. Enric Mas (Spanyol/DEC) 5:38
11. Mikel Landa (Spanyol/MOV) 6:14
12. Richie Porte (Australia/TRE) 6:49
13. Warren Barguil (Prancis/ARK) 7:17
14. Nairo Quintana (Kolombia/MOV) 7:19
15. Bauke Mollema (Belanda/TRE) 9:03
16. Daniel Martin (Irlandia/UAE) 9:50
17. Roman Kreuziger (Ceko/DDT) 9:55
18. Adam Yates (Inggris/MIT) 10:37
19. David Gaudu (Prancis/FDJ) 11:00
20. Fabio Aru (Italia/UAE) 11:19.

Baca juga: Menangi Etape 13, Alaphilippe kukuh di puncak klasemen

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Geraint Thomas mengaku terlalu lemah

Col Du Tourmalet, Prancis (ANTARA) – Juara bertahan Tour de France dari tim Ineos, Geraint Thomas, mengaku dia merasa terlalu lemah ketika dia kehilangan pijakan terlalu jauh dari pemimpin klasemen keseluruhan Julian Alaphilippe dan para pesaing juara edisi tahun ini lainnya dalam ujian pertama mendaki pegunungan dalam balapan Tour de France, Sabtu waktu setempat.

Pebalap Inggris tercecer jauh di belakang pesaing-pesaingnya dalam kilometer terakhir Etape 14 yang finis di Col du Tourmalet karena tak bisa menjaga kecepatan di tengah sukses Thibaut Pinot menjuarai etape ini di depan pebalap sesama Prancis Alaphilippe dan pebalap Belanda Steven Kruijswijk.

“Jujur saja saya tidak merasa cukup kuat sejak awal, sangat lemah,” kata Thomas kepada wartawan setelah menyentuh finis urutan ke delapan atau 36 detik di belakang Pinot.

Pada semua dari enam kemenangan Tour de France mereka, tim pimpinan Dave Brailsford selalu menjuarai etape sebelum Etape 14. Thomas dan rekan satu timnya, Egan Bernal, yang finis delapan detik dari Pinot pada urutan kelima, tadinya diperkirakan akan memancangkan otoritas mereka pada balapan Sabtu itu.

Ineos masih belum memenangi satu etape pun Tour de France tahun ini, tapi Thomas menolak putus asa.

“Pada akhirnya saya cuma tahu bahwa saya harus mencoba mempercepat,” kata Thomas seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Pinot rampas Etape 14, Alaphilippe tetap puncaki klasemen

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pinot rampas Etape 14, Alaphilippe tetap puncaki klasemen

Prancis (ANTARA) – Pendukung Prancis bersuka cita Sabtu ini setelah Thibaut Pinot merajai puncak la Col du Tourmalet di Pegunungan Pyrenea pada Etape ke-14 Tour de France 2019, sedangkan rekan senegaranya Julian Alaphilippe kian kokoh di puncak klasemen Tour de France.

Juara bertahan Geraint Thomas terpangkas 35 detik setelah tercecer jauh di belakang, sebaliknya rekan satu timnya di Ineos, Egan Bernal, finis beberapa detik di belakang Pinot pada puncak pertama dari tujuh puncak yang dituntaskan di atas ketinggian 2.000 meter.

Thomas kini dua menit di bawah Alaphilippe dalam klasemen umum.

Pada etape sejauh 117 km menanjak yang menguras oksigen itu, para pebalap yang memburu puncak klasemen, perlahan tumbang.

Baca juga: Dennis “si raja time trial” mundur tanpa ungkap alasan

Adam Yates, Dan Martin, Rigoberto Uran, Nairo Quintana dan Jakob Fuglsang, seketika layu pada saat Pinot yang berasal dari tim FDJ memacu kecepatan.

Hanya sedikit yang menyangka pemakai kaus kuning Alaphilippe bisa bertahan di puncak Tourmalet. Tetapi dia sukses memasuki garis finis dengan sprint yang disambut suka cita penonton tuan rumah yang bahkan lebih meriah ketimbang kepada Pinot.

“Sejak awal Tour de France saya sudah membidik etape ini, etape ini adalah etape yang saya inginkan, Tourmalet yang mistis,” kata Pinot seperti dikutip AFP.

Pebalap Prancis ini menduduki urutan keenam dalam klasemen keseluruhan terpaut 3 menit 12 detik dari rekan senegaranya Alaphilippe yang memuncaki klasemen.

Pinot dianggap sebagai calon juara tahun ini di tengah penantian lama Prancis untuk hadirnya juara dari negeri sendiri yang pertama sejak 1985.

Baca juga: Menangi Etape 13, Alaphilippe kukuh di puncak klasemen

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menangi Etape 13, Alaphilippe kukuh di puncak klasemen

Pau, Prancis (ANTARA) – Pebalap Prancis Julian Alaphilippe terus tampil mengesankan ketika mencatat kemenangan meyakinkan untuk merampas Etape ke-13 Tour de France yang berupa time trial perseorangan sejauh 27,2 km, untuk memperlebar kepemimpinannya di puncak klasemen, Jumat.

Pebalap Deceuninck-Quick Step itu mencatat waktu 35 menit untuk mengalahkan sang juara bertahan Geraint Thomas dalam selisih waktu 14 detik dan pebalap Belgia Thomas De Gendt dengan selisih 36 detik.

Menyusul kemenangan etape keduanya tahun ini, Alaphilippe kini mengungguli Thomas yang menjadi pemimpin tunggal Team Ineos, dengan selisih 1 menit 26 detik dan pebalap Belanda Steven Kruijswijk dalam selisih 2 menit 12 detik.

Etape 14 esok Sabtu akan menempuh jarak 117,5 km dengan trek pegunungan dari Tarbes sampai puncak Col du Tourmalet.

“Rutenya (etape ini) cocok dengan saya sampai saya bilang pada diri saya sendiri ‘kerahkan semuanya, kamu tanpa beban saja’,” kata pebalap nomor satu dunia Alaphilippe, yang menjuarai balapan klasik Milan San Remo ‘Monument’ musim ini.

Baca juga: Van Aert terhenti akibat cedera tabrak pembatas

Alaphilippe adalah pebalap Prancis pertama yang menjuarai time trial perseorangan sejak Jean-Francois Bernard pada 1987.

Rekan satu tim Thomas, Egan Bernal, kehilangan pijakan ketika pebalap Kolombia ini finis urutan ke-22, sehingga tergeser dari posisi ketiga menjadi posisi kelima dalam klasemen keseluruhan.

Pebalap Prancis Thibaut Pinot naik ke peringkat tujuh bekat penampilan yang solid yang membuatnya menempel dua menit dari Thomas dan 30 detik di bawah Bernal.

Etape di Pyrenea esok dianggap sebagai ujian besar untuk para pebalap GC di mana semua mata akan tertuju kepada Thomas yang diperkirakan akan unggul waktu dari Alaphilippe.

Belum ada pebalap asal Prancis yang menjuarai lagi Tour de France sejak Bernard Hinault melakukannya pada 1985, demikian Reuters.

Baca juga: Dennis “si raja time trial” mundur tanpa ungkap alasan
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Van Aert terhenti akibat cedera tabrak pembatas

Pau, Prancis (ANTARA) – Pebalap sepeda Wout van Aert terpaksa menghentikan petualangannya pada Tour de France 2019 setelah mengalami cedera kaki akibat menabrak pembatas lintasan pada balapan Etape 13 yang berjarak 27,2 km khusus time trial perseorangan, Jumat.

Kaki pebalap asal Belgia ini tersangkut pada pagar pembatas di sisi kanan lintasan balap.

Menurut Reuters, dia segara didekati tim medis untuk kemudian diangkut ke sebuah ambulans.

“Wout van Aert sayangnya harus meninggalkan balapan ini setelah tabrakan itu. Dia dalam keadaan sadar dan luka ringan pada kaki kanan sebelas atas,” kata tim Lotto Jumbo-Visma yang diperkuat van Aert.

Van Aert (24) adalah pemenang Etape 10 Tour de France beberapa hari lalu yang hari ini memasuki Etape 13.

Baca juga: Dennis “si raja time trial” mundur tanpa ungkap alasan

Baca juga: Etape 10 milik Wout Van Aert

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Australia tetap di Melbourne sampai 2025

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Albert Park Melbourne akan tetap menjadi tuan rumah Grand Prix Australia sampai setidaknya pada akhir 2025, kata Formula Satu, Kamis.

Disebutkan bahwa perpanjangan kontrak dua tahun dengan Australian Grand Prix Corporation telah ditandatangani di London.

“Pengumuman hari ini merupakan lanjutan pekan lalu terkait Grand Prix Inggris dan merupakan bukti bahwa semakin banyak promotor berbagi visi jangka panjang kami untuk masa depan Formula Satu,” kata ketua Chase Carey dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Jumat.

Silverstone pekan lalu menandatangani kesepakatan lima tahun mempertahankan Grand Prix Inggris tetap ada dalam kalender hingga setidaknya akhir 2024.

Balapan pembuka musim mendatang di Melbourne akan digelar pada 15 Maret, ketika Formula Satu merayakan ulang tahun ke-70 nya. Jadwal lainnya belum dipublikasikan.

Baca juga: Hasil GP Australia, Bottas juarai seri pembuka F1 2019
Baca juga: Hamilton dibuat frustasi lagi di Melbourne

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Simon Yates menangi Etape 12, Alaphilippe masih pimpin klasemen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Inggris Simon Yates memenangi Etape 12 Tour de France, mengungguli dua pebalap lain yang bisa melepaskan diri dari kerumunan peserta dalam rute yang melahap jarak 219 km di Pegunungan Pyerenees, Prancis, Kamis.

Sementara itu, pebalap tuan rumah Julian Alaphilippe yang finis di posisi aman masih tetap mempertahankan jersey kuning yang dikenakannya sebagai tanda pemimpin klasemen kejuaraan balap sepeda dunia tersebut, demikian dilansir AFP.

Yates menaklukkan tanjakan terakhir dibayangi pebalap tim BORA hansgrohe Gregor Muehlberger asal Austria dan pebalap Astana asal Spanyol Pello Bilbao.

Lantas pebalap tim Mitchelton Scott itu lantas mengayuh sebuah sprint jarak panjang untuk melintasi garis finis dengan jarak sekurang-kurangnya satu buah sepeda.

Sementara itu, juara bertahan Geraint Thomas dari tim INEOS menyelesaikan etape 12 di urutan ke-27 demi masih tetap menepati peringkat kedua klasemen, di bawah Alaphilippe yang finis di urutan ke-31.

Baca juga: Ewan juara Etape 11, Alaphilippe pertahankan jersey kuning

Yates, saudara kembar kapten Mitchelton Scott Adam Yates itu, merupakan juara Vuelta a Espana dan juga sempat memimpin Giro d’Italia 2018 sebelum takluk di bawah tekanan Chris Froome yang keluar sebagai juara.

“Saya di sini untuk membantu Adam, ia sangat baik dan siap,” katanya merujuk pada saudara kembarnya yang kini berada di urutan ketujuh klasemen dan masih berpeluang jadi juara Tour de France 2019.

“Namun saya sangat senang atas kemenangan ini, setelah mendapat lampu hijau dari tim dan mencatatkan waktu yang baik,” ujar Yates menambahkan.

Etape 13 Tour de France 2019 akan digelar pada Jumat (19/7) dengan rute pendek 27,2 km individual time trial di Pau.

Baca juga: Hasil Etape 11 dan klasemen keseluruhan

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabatan akan berakhir, Okto laporkan kegiatan ke UCI

Kedatangan kami ke sana untuk melaporkan semua program maupun kegiatan balap sepeda di Indonesia

Semarang (ANTARA) –
Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari bersama pengurus lain berkunjung ke markas federasi balap sepeda dunia (UCI) di Swiss dan salah satu agendanya adalah melaporkan semua kegiatan selama periode ini mengingat kepengurusan akan berakhir tahun ini.

“Kita diterima langsung oleh Presiden UCI David Lappartient. Kedatangan kami ke sana untuk melaporkan semua program maupun kegiatan balap sepeda di Indonesia,” kata Raja Sapta Oktohari saat dikonfirmasi dari Semarang, Kamis.

Menurut dia, salah satu program yang dilaporkan adalah satelite trainning untuk nomor BMX dan Track. Selama ini program di jalankan di Jakarta International Vedrome untuk Track dan BMX International Race untuk BMX. Semua kegiatan ini sudah dilakukan.

Tidak hanya itu. Pria yang akrab dipanggil Okto itu menjelaskan jika pihaknya bersama dengan tim kepengurusan federasi balap sepeda Indonesia itu juga membahas perkembangan balap sepeda di Tanah Air. Pihak UCI dinilai sangat mengapresiasi perkembangannya.

“Memang benar. UCI sangat mengapresiasi perkembangan prestasi atlet balap sepeda Indonesia maupun program-program yang ada yang telah kami jalankan,” kata Okto menambahkan.

Pria yang juga seorang promotor tinju itu menjelaskan, salah satu perkembangan atlet yang cukup mencolok adalah nomor Track. Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri bahkan mampu lolos ke kejuaraan dunia. Begitu juga dengan nomor BMX yang mampu menjadi juara Asia 2018.

“Bisa menggelar pelatihan commissaire juga menjadi poin lebih bagi PB ISSI,” kata pria yang juga seorang pengusaha muda itu.

Atas kesuksesan Indonesia melaksanaan program, kata dia, UCI juga bakal mengirimkan perwakilannya ke Indonesia untuk melihat secara langsung apa yang telah diperbuat oleh PB ISSI terutama dalam empat tahun terakhir.

“Rencananya belum depan. Direkturnya (Frederick Magne) langsung yang akan datang ke Jakarta. Dia juara dunia track beberapa kali,” kata Okto memegaskan.

Tidak hanya itu, beberapa pebalap Indonesia juga bakal mendapatkan beasiswa untuk berlatih di markas UCI di Swiss yang diantaranya pebalap BMX Wiji Lestari, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra hingga Elga Kharisma Novanda dan Crismonita Dwi Putri.

Baca juga: Raja Sapta Oktohari dapat penghargaan dari WBC Asia

Baca juga: Tour de Indonesia 2019 digulirkan Agustus

Baca juga: Okto berharap sukses timnas dongkrak motivasi cabang lain

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ewan juara Etape 11, Alaphilippe pertahankan jersey kuning

Toulouse, Prancis (ANTARA) – Pebalap Australia Caleb Ewan beradu sprint dengan Dylan Groenewegen dan sukses mendahului pebalap Belanda itu untuk jadi yang pertama mencapai garis finis dan memenangkan Etape 11 Tour de France 2019, yang menempuh jarak 167 km dari Albi ke Toulouse, Prancis, Rabu (17/7) setempat.

Pebalap Prancis Julian Alaphilippe mempertahankan klasemen keseluruhan jersey kuning setelah finis dalam posisi aman. Tak ada perubahan berarti dalam klasemen keseluruhan kecuali pebalap yang pernah dua kali menjadi runner-up Nairo Quintana mengalami masalah pada 30 kilometer dari garis finis.

Ewan dari tim Lotto Soudal mendahului Groenewegen dalam adu sprint dengan selisih jarak hanya beberepa centimeter, sedangkan pebalap Italia Elia Viviani finis urutan ketiga.

Turun pertama kali pada Tour de France, Ewan menyandingkan kemenangan pada etape ini dengan sukses dia di Vuelta a Espana dan tiga kali di Giro d’Italia.

Baca juga: Etape 10 milik Wout Van Aert

“Saya tak menyangka. Saya sudah begitu dekat pada empat sprint terakhir yang saya lakukan. Tetapi tim saya tidak hilang kepercayaan kepada saya dan saya juga tidak pernah hilang kepercayaan kepada tim saya,” kata Ewan (25) kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

“Beruntung saya memiliki kedua kaki untuk menuntaskan etape ini. Ini impian masa kecil yang terwujud. Tak ada balapan selain ini yang saya ingin juarai sejak kecil. Tour de France hal yang jauh sekali dari Australia, hal yang kami lihat di TV…kemenangan ini fantastis,” ujarnya menambahkan.

Sprint terakhir ini sendiri berlangsung kacau di mana ponsel penonton menimpa helm Niccolo Bonifazio pada 100 meter terakhir sehingga menghancurkan peluang pebalap Italia itu.

Pebalap Belanda Niki Terpstra tak bisa meneruskan membalap, sedangkan mantan pemimpin klasemen Giulio Ciccone yang juga kecelakaan, terlempar dari 10 besar kualifikasi umum.

Baca juga: Gerain Thomas pegang kendali atas rival-rivalnya

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jateng ditawari tuan rumah kejuaraan sepeda kelas dunia

Semarang (ANTARA) – Jawa Tengah ditawari menjadi tuan rumah kompetisi seri balap sepeda bertaraf internasional Gran Fondo New York karena penyelenggara event maraton balap sepeda berbasis di New York itu menilai Jawa Tengah dinilai memiliki potensi wisata yang menarik.

Tawaran ini disampaikan langsung oleh Organizer Gran Fondo New York (GFNY) Indonesia Axel Moeller kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Semarang, Rabu.

Kepada Ganjar, Axel menyatakan siap membantu penuh jika Jateng siap menjadi tuan rumah ajang bergengsi itu pada 2020.

“Jawa Tengah memiliki potensi wisata yang sangat bagus karena GFNY ini tujuannya juga mengenalkan pariwisata kepada dunia, jadi ajang ini sangat cocok digelar di Jateng,” kata Axel.

Tim Leader GFNY Indonesia M. Mahful menambahkan, GFNY mendatang adalah bagian dari seri kejuaraan dunia yang berpusat di New York yang setiap tahun mengkompetisikan 21 ajang di 19 negara.

“Indonesia memiliki dua ‘event’ yakni GFNY Bali dan GFNY Indonesia, gelaran GFNY Indonesia ini bisa digelar di berbagai daerah,” katanya.

GFNY diikuti oleh berbagai peserta seluruh dunia dan berkaca pada gelaran GFNY Bali, Lombok dan Samosir, setiap kali ajang balap sepeda digelar, sedikitnya 30 negara berpartisipasi dalam ajang itu.

Baca juga: Juara GFNY Bali Juwanto ungkap latihannya, 2.800 km sepanjang Januari

“Pesertanya tidak hanya atlet, tapi penghobi sepeda dan komunitas dari seluruh negara. Untuk itu ajang ini memang mengarah pada pariwisata, Jateng sangat cocok menggelar ajang ini karena potensi pariwisatanya bagus,” kata Mahful.

Mahful menyebutkan saat sebelum ada GFNY di Lombok beberapa tahun lalu, orang tidak tahu di Lombok ada lokasi bersepeda  menarik dengan pemandangan alam yang indah.

“Setelah selesai ajang GFNY, Lombok kini menjadi daerah incaran para penghobi dan komunitas sepeda dunia. Hal ini juga pasti akan terjadi di Jateng,” katanya.

Ganjar Pranowo sendiri mengaku tertarik pada tawaran tersebut dan akan mempelajarinya, termasuk penyiapan lokasi dan sarana prasarana.

“Saya sangat tertarik, nanti akan langsung kami pelajari termasuk menyiapkan tempat yang representatif karena ini kan pesertanya banyak dan dari berbagai negara,” kata Ganjar.

Ganjar juga menawarkan daerah yang memungkinkan untuk ajang balap sepeda, salah satunya kawasan Candi Borobudur.

“Saya sedang menggenjot kegiatan di Candi Borobudur, sebentar lagi ada ‘Tour de Borobudur’ dan ‘Borobudur Maraton’. Kalau nanti GFNY bisa digelar di Jateng, mungkin bisa juga dilaksanakan di kawasan Borobudur atau bisa juga dihelat di Dataran Tinggi Dieng, Kepulauan Karimunjawa, Sangiran,” tutup Ganjar.

Baca juga: Sekitar 1.200 pesepeda akan ramaikan Tour de Bintan 2019

Pertama kali, Jateng ekspor edamame ke Belanda

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerain Thomas pegang kendali atas rival-rivalnya

Albi, Prancis (ANTARA) – Juara bertahan Geraint Thomas unggul selisih waktu dari sejumlah pesaing beratnya setelah angin samping menciptakan kekacauan di kalangan pebalap pada puncak Etape 10 Tour de France, Senin waktu setempat.

Thomas memimpin di depan pada 35 kilometer terakhir etape berjarak 217,5 km dari St Flour itu, dibuntuti pebalap Prancis Thibaut Pinot, pebalap Denmark Jakob Fuglsang, pebalap Kolombia Rigoberto Uran dan pebalap Australia Richie Porte.

Mereka finis dalam selisih 1 menit 39 detik.

Pebalap Belgia Wout van Aert memenangkan etape ini setelah adu sprint menjelang finis, dengan Thomas, rekan satu timnya di Ineos Egan Bernal dan pebalap Kolombia Nairo Quintana yang berada di grup utama, selain pebalap Inggris Adam Yates dan pebalap Belanda Steven Kruijswijk.

Pebalap Prancis Julian Alaphilippe, di mana akselarasi timnya Deceuninck-Quick Step saat angin samping terjadi menciptakan selisih kecil tapi menentukan, mempertahankan jersey kuning untuk kepemimpinan klasemen keseluruhan ketika dia melewati garis finis dengan catatan waktu sama dengan Van Aert.

Baca juga: Etape 10 milik Wout Van Aert

Etape ini juga menjadi skenario paling buruk Pinot yang adalah salah satu spesialis tanjakan terbaik di dunia yang ingin bersaing dengan Thomas di pegunungan, setelah pebalap Prancis ini kehilangan waktu cukup besar.

“Ini hari yang menyedihkan sekali,” kata Pinot yang berjaya pada Etape 8 seperti dikutip Reuters.

Kekacauan akibat angin samping turut mengguncang peringkat, namun Thomas naik ke posisi kedua atau terpaut 1 menit 12 detik di belakang Alaphilippe.

Dia masih berada di atas Bernal dengan selisih empat detik, tetapi Pinot terjengkang ke urutan kesebelas atau 1 menit 21 detik di belakang Thomas.

Kruijswijk menempati urutan keempat dengan 15 detik di belakang Thomas, sedangkan Yates menempati urutan ketujuh setelah terpaut 35 detik dari sang juara bertahan, dan 17 detik di depan peringkat delapan Quintana.

Baca juga: Daryl Impey juarai etape kesembilan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rea menangi balapan Superbike Dunia di Laguna Seca

Jakarta (ANTARA) – Jonathan Rea memenangkan balapan Superpole pada putaran Superbike Dunia di Laguna Seca sehingga menaikkan kepemimpinan klasemen kejuaraan dunia atas Alvaro Bautista.

Bautista mengalami kecelakaan pada lap pertama menyusul sebuah insiden terpisah di tikungan kedelapan.

Rea memimpin sejak awal lomba, sebaliknya Bautista harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rea dari Irlandia Utara saat ini memimpin 61 poin di puncak klasemen Superbike Dunia.

Rea yang menunggangi Kawasaki memenangi balapan pembuka Sabtu di California sehingga menang keenam kali berturut-turut dan kelima di Laguna Seca.

Bautista yang mengendarai Ducati mengalami kecelakaan kelima dalam sembilan balapan.

Rekan satu tim Bautista, Chaz Davies, menduduki urutan kedua balapan ini, sedangkan pebalap BMW Tom Sykes menempati peringkat ketiga.

Kemenangan Rea di Superpole di AS adalah kemenangan Superbike Dunia ke-80 dan ke-250 dalam seri ini yang dicatat sang pebalap Inggris, demikian BBC.

Baca juga: Pebalap superbike Davey Lambert tewas dalam lomba

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel minta maaf kepada Verstappen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel mendatangi Max Verstappen di parc ferme Sirkuit Silverstone setelah  tubrukan dengan sang pebalap Red Bull itu di GP Inggris, Minggu.

Juara dunia empat kali bersama Red Bull itu mengakui telah berbuat kesalahan sehingga pebalap berusia 21 tahun asal Belanda itu kehilangan peluang finis peringkat ketiga setelah keduanya tabrakan di lap ke-38.

Steward menjatuhkan hukuman penalti 10 detik dan dua poin penalti kepada Vettel karena menyebabkan insiden itu, demikian Reuters.

“Ini kesalahanku,” kata Vettel yang kini tertinggal 100 poin di belakang pemuncak klasemen Lewis Hamilton dari Mercedes.

“Jelas dia tidak senang tapi kalian tahu, hidup berlanjut,” kata Vettel usai mendatangi Verstappen untuk meminta maaf.

Verstappen menyalip Vettel di Stowe namun sang pebalap Jerman menyeruduknya dari belakang ketika mereka mengerem di Vale. Kedua pebalap melintir namun terhindar dari jebakan gravel dan melanjutkan balapan.

Vettel mengalami kerusakan sayap depan dan harus masuk ke pit untuk melakukan pergantian, sementara Verstappen yang mengalami benturan keras tidak masuk ke pit dan bertahan di P5 di belakang pebalap Ferrari Charles Leclerc dan Pierre Gasly, rekan satu tim di Red Bull.

“Tentunya aku merusak balapanku tapi secara umum balapan ini cukup bagus,” kata Vettel.

Verstappen telah menerima permintaan maaf dari Vettel dan mengaku tidak tahu bagaimana dia bisa mempertahankan posisinya hingga finis mengemas poin di P5 di tengah kerusakan yang dialami dengan mobilnya.

Baca juga:Verstappen beberkan kondisi mobil di finis usai diseruduk Vettel

Kepala tim Red Bull Christian Horner menyatakan jika insiden itu telah merampas podium bagi Verstappen dan tempat kedua di belakang juara lomba, Lewis Hamilton dari Mercedes.

“Ini sangat membuat frustasi. Tapi luar biasa ketika mobil ini bisa bertahan. Terus melaju dengan kerusakan yang ia dapati adalah hal yang cukup luar biasa. Paling tidak dia mampu menyelesaikan balapan dan meraih poin dari sana,” kata Horner.

Baca juga:Hamilton cetak rekor enam kemenangan di GP Inggris
 

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen beberkan kondisi mobil di finis usai diseruduk Vettel

Jakarta (ANTARA) – Tubrukan antara mobil Red Bull dan Ferrari kembali terulang, kali ini melibatkan Max Verstappen dan Sebastian Vettel di GP Inggris yang digelar di Sirkuit Silverstone, Minggu.

Pada awalnya, Verstappen memanfaatkan slipstream di belakang Vettel untuk menyalip pebalap Ferrari itu di lap ke-37.

Ketika Verstappen melewati sang juara dunia empat kali itu, Vettel berusaha mengejar di belakang namun terlambat melakukan pengereman sehingga menyeruduk sang pebalap asal Belanda itu dari belakang, demikian laman resmi Formula 1.

Keduanya melintir di trek namun terhindar dari perangkap gravel.

Vettel mengalami kerusakan sayap depan dan harus masuk ke pit untuk melakukan pergantian, sementara Verstappen yang mengalami benturan keras tidak masuk ke pit dan bertahan di P5 di belakang pebalap Ferrari Charles Leclerc dan Pierre Gasly, rekan satu tim di Red Bull.

“Kecewa setelah apa yang bisa kami raih jika tabrakan itu tak terjadi, tapi hal ini terjadi dan Seb telah minta maaf,” kata Verstappen dalam akun resmi Instagramnya.
 

Baca juga:Hamilton cetak rekor enam kemenangan di GP Inggris

Sebelumnya di GP Austria dua pekan lalu, Verstappen terlibat insiden senggolan dengan pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, di lap-lap terakhir untuk merebut gelar juara pertamanya musim ini.

Verstappen sempat dipanggil steward usai lomba namun lolos dari hukuman penalti.

Di Inggris, Vettel, setelah menyelesaikan balapan, menghampiri Verstappen di parc ferme Sirkuit Silverstone untuk meminta maaf.

“Itu kesalahanku,” kata Vettel. “Dia melewatiku di Stowe dan kemudian sedikit melebar yang memberiku kesempatan untuk menyalip. Kemudian aku kira dia akan ke kanan sehingga ada ruang di sisi kiri, ke mana aku melaju, namun ternyata tidak terbuka dan pada saat itu aku sadar jika sudah terlambat, aku terlalu dekat dan aku menabraknya.”

Vettel finis P16 dan mendapatkan penalti tambahan waktu 10 detik di akhir lomba.

Insiden tersebut mirip dengan apa yang terjadi di Azerbaijan tahun lalu ketika Verstappen diseruduk oleh rekan satu timnya saat itu, Daniel Ricciardo.

“Di Baku aku melaju sekitar 280 kpj, Daniel 320 kpj, kalian tahu kecepatannya sangat berbeda dengan di sini,” kata Verstappen.

“Dia (Vettel) jelas gagal mengerem dan (ban) terkunci kemudian menabrakku tapi kami telah bicara satu sama lain, dia meminta maaf. Pada akhirnya apa yang bisa kita lakukan?”

Verstappen pun mengaku tak tahu bagaimana dia bisa membawa mobilnya hingga garis finis dengan sejumlah kerusakan yang dialami.

“Jujur aku tak tahu bagaimana.”

“Power steeringku rusak, kursiku mencuat, jadi setiap kali mengerem aku merosot ke depan. Di tikungan cepat aku bergeser ke kiri dan kanan.”

“Ketika aku keluar dari mobil, lantai mobil dan bagian belakang hancur, jadi aku senang bisa finis kelima,” kata dia.

Dengan hasil itu, Verstappen masih di peringkat tiga klasemen sementara dengan 136 poin, sedangkan Vettel menguntit di peringkat empat dengan selisih 13 poin.

Baca juga:Hasil GP Inggris: Hamilton juara, Vettel tubruk Verstappen

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Inggris: Hamilton juara, Vettel tubruk Verstappen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap asal Inggris Lewis Hamilton dari tim Mercedes menjuarai balapan GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu, untuk meraih kemenangan keenamnya di tanah kelahirannya itu.

Hamilton, yang mengawali balapan dari P2, menyentuh garis finis 24,928 detik lebih cepat dari rival terdekatnya, Valtteri Bottas, rekan satu timnya di Mercedes, demikian laman resmi Formula 1.

Charles Leclerc dari tim Ferrari melengkapi podium di peringkat tiga setelah meredam perlawanan pebalap Red Bull Pierre Gasly dan diuntungkan insiden tubrukan antara Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

Drama terjadi di lap ke-37 ketika Verstappen menyalip Vettel. Namun ketika sang pebalap Red Bull berada di depan pebalap Ferrari itu, Vettel menabrak Verstappen dari belakang ketika memasuki zona pengeraman. Kedua mobil pebalap melintir namun terhindar dari gravel sehingga bisa melanjutkan balapan.

Vettel mengalami kerusakan di sayap depan dan harus menggantinya di pit, sementara Verstappen melanjutkan balapan tanpa mengalami kerusakan dan mendapatinya di P5 di belakang Charles Leclerc dan Pierre Gasly.

Di akhir balapan Vettel dikenakan penalti tambahan 10 detik karena insiden tersebut.

Verstappen mampu melanjutkan lomba dan finis P5 di belakang Gasly sedangkan Vettel merosot ke P16.

Baca juga:Hamilton cetak rekor enam kemenangan di GP Inggris

Carlos Sainz memimpin pertarungan tim papan tengah setelah finis P6 untuk Mclaren diikuti oleh Daniel Ricciardo dari tim Renault di P7 dan Kimi Raikkonen dari Alfa Romeo di P8.

Daniil Kvyat dari Toro Rosso finis kesembilan sementara Nico Hulkenberg mengamankan poin terakhir di lomba itu di P10.

Pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi gagal menyelesaikan lomba setelah tergelincir di lap 20.

Dua pebalap Haas Romain Grosjean dan Kevin Magnussen menyudahi balapan lebih awal setelah keduanya empat bersenggolan di lap pembuka yang berakibat kerusakan di mobil mereka. Ini menjadi balapan keempat tanpa poin bagi Haas.

Hasil GP Inggris
1 Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 52 lap
2 Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 24,928 detik
3 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 30,117 detik
4 Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 34,692 detik
5 Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 39,458 detik
6 Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 53,639 detik
7 Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 54,401 detik
8 Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 65,540 detik
9 Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 66,720 detik
10 Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 72,733 detik
11 Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 74,281 detik
12 Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 75,617 detik
13 Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 81,086 detik
14 George Russell GBR ROKiT Williams Racing +1 lap
15 Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing +1 lap
16 Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +1 lap*
17 Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team +1 lap
GAGAL FINIS Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing
GAGAL FINIS Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team
GAGAL FINIS Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team

Klasemen pebalap setelah GP Inggris
1 Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 223
2 Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 184
3 Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda 136
4 Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 123
5 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 120
6 Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda 55
7 Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team 38
8 Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing 25
9 Lando Norris GBR McLaren F1 Team 22
10 Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team 22
11 Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team 17
12 Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team 14
13 Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team 13
14 Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda 12
15 Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda 7
16 Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team 6
17 Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team 2
18 Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing 1
19 George Russell GBR ROKiT Williams Racing 0
20 Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing 0

Baca juga:Statistik GP Inggris

Baca juga:F1 perpanjang kontrak Sirkuit Silverstone hingga 2024

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lewis Hamilton ukir rekor juara GP Inggris enam kali

Pembalap Mercedes asal Inggris Lewis Hamilton mengibarkan bendera saat memenangi GP Inggris di sirkuit Silverstone, Minggu (14/7/2019). Hamilton mengukir rekor menjadi satu-satunya pembalap yang mampu juara enam kali di sirkuit Silverstone. ANTARA FOTO/REUTERS/Matthew Childs/pras.

Hamilton cetak rekor enam kemenangan di GP Inggris

Jakarta (ANTARA) – Pebalap asal Inggris Lewis Hamilton dari tim Mercedes menjuarai balapan GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu, untuk meraih kemenangan keenamnya di tanah kelahirannya itu.

Hamilton, yang mengawali balapan dari P2, menyentuh garis finis 24,928 detik lebih cepat dari rival terdekatnya, Valtteri Bottas, rekan satu timnya di Mercedes, demikian laman resmi Formula 1.

Charles Leclerc dari tim Ferrari melengkapi podium di peringkat tiga setelah meredam perlawanan pebalap Red Bull Pierre Gasly dan diuntungkan insiden tubrukan antara Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

Dengan kemenangan itu Hamilton mencetak sejarah sebagai pebalap yang paling banyak memenangi GP Inggris dengan rekor enam kali juara, mengungguli rekor mantan pebalap tuan rumah lainnya, Jim Clark dan pebalap Prancis Alain Prost dengan lima kemenangan.

“Aku harap kalian menikmati hari kalian. Aku tak akan bisa melakukannya tanpa timku. Aku sangat senang menjadi bagian dari ini,” kata Hamilton usai lomba.

Bottas, yang start dari pole position, harus mengakui kecepatan rekan satu timnya ketika disalip di lap keempat untuk mengambil alih pimpinan lomba.

Bottas mengaku strateginya cukup dirugikan dengan keluarnya safety car di tengah lomba ketika pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi melintir keluar trek di lap ke-20. Pertarungan kembali dilanjutkan empat lap kemudian setelah balapan berjalan normal.

“Aku tak tahu apa yang harus kukatakan, aku menjaga jarak untuk pitstop dan kemudian ada safety car… kurang lebih seperti itu, bukan hariku,” kata pebalap asal Finlandia itu.

Drama terjadi di lap ke-37 ketika Verstappen menyalip Vettel. Namun ketika sang pebalap Red Bull berada di depan pebalap Ferrari itu, Vettel menabrak Verstappen dari belakang ketika memasuki zona pengeraman.

Kedua mobil pebalap melintir namun tidak terperangkap di gravel sehingga bisa melanjutkan balapan.

Vettel mengalami kerusakan di sayap depan dan harus menggantinya di pit, sementara Verstappen melanjutkan balapan tanpa mengalami kerusakan dan mendapatinya di P5 di belakang Charles Leclerc dan Pierre Gasly.

Di akhir balapan Vettel dikenakan penalti tambahan 10 detik karena insiden tersebut.

Baca juga: Statistik GP Inggris

Leclerc diuntungkan insiden itu untuk naik dua posisi ke peringkat tiga, diikuti oleh Gasly di peringkat empat.

“Ini mungkin balapan yang paling aku nikmati di sepanjang karirku,” ungkap Leclerc.

“Dengan safety car keluar kami kehilangan posisi tapi sangat senang bisa finis ketiga.”

Verstappen mampu mengamankan poin setelah finis kelima, sedangkan Vettel finis P16.

Hamilton, yang juga meraih satu poin tambahan setelah mencetak waktu putaran tercepat, kini memperlebar jarak di puncak klasemen pebalap dengan 223 poin, selisih 39 poin dari Bottas di peringkat dua.

Kemenangan itu juga merupakan kali ketujuh bagi Hamilton menjuarai balapan di 10 balapan yang telah berlangsung musim ini, sekaligus kemenangan ke-80 selama karirnya.

Baca juga: Hamilton berpeluang ramaikan perayaan di Silverstone

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019