Tommy Salim klaim pole position Supermoto 76 Trial Game Asphalt

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – ​​​​​​Pebalap asal Surabaya Tommy Salim merebut pole position kualifikasi Supermoto 76 Trial Game Asphalt 2019 kelas Free For All (FFA) 250 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tommy yang menempati posisi kedua klasemen balapan ini mencatatkan waktu paling cepat 40,069 detik saat melintas di sirkuit sepanjang 900 meter pada Jumat.

Posisi kedua, ditempati pebalap Yogyakarta Doni Tata dengan catatan waktu 40,418 detik, atau terpaut 0,349 detik dari Tommy, sedangkan pemuncak klasemen FFA 250, Farudila Adam, menempati posisi ketiga dengan waktu 41,121 detik.

Lintasan sepanjang 900 meter pada seri keempat Supermoto 76 ini merupakan sirkuit dengan karakter penuh kecepatan. Banyak lintasan panjang dan tikungan yang luas, sehingga pebalap bisa memaksimalkan kecepatan pada kendaraannya.

Pada row kedua, pebalap asal Malang, Surya Narayana menempati posisi keempat dengan catatan waktu 41,483 detik, diikuti pebalap asal Malang lainnya Raffi G Tangka dengan waktu 41,694 detik, dan Rian Hercules pada posisi keenam dengan waktu 42,311 detik.

Icun Tito Orlando menempati posisi ketujuh pada kualifikasi kali ini, dengan catatan waktu 42,509 detik, Alfian HadiPutra 44,713 detik, dan posisi paling buncit diisi Slamet Bius dengan catatan waktu 48,648 detik.

Pada Supermoto 76 Trial Game Asphalt 2019 kelas FFA 250, Doni Tata, Tommy Salim, dan Farudila Adam akan bersaing ketat untuk memperebutkan poin.

Farudilla Adam tengah menjadi pemuncak klasemen dengan 137 poin, yang dibayangi Tommy Salim dengan 134 poin, sedangkan Doni Tata yang menjadi juara umum dua tahun berturut-turut, harus puas pada urutan ketiga dengan 129 poin.

Pada kelas lainnya FFA 450, pebalap asal Inggris Lewis Cornish berhasil mengamankan pole position dengan catatan waktu 39,604 detik, diikuti Doni Tata dengan waktu 39,604 detik, dan Tommy Salim dengan catatan waktu 40,210 detik.

Berikut hasil kualifikasi lain pada Supermoto 76 Trial Game Asphalt 2019:

Kelas Trail 175 Non Pro

  1. Devi Tembong dengan waktu 44,073 detik
  2. Efendi Pendoz dengan waktu 44,482 detik
  3. Yoga Megantara dengan waktu 44,564 detik

Kelas Trail 250 Open

  1. Tommy Salim dengan waktu 42,698 detik
  2. Farudila Adam dengan waktu 42,960 detik
  3. Rian Hercules 43,233 detik

Kelas Trail 175 Master

  1. Devi Tembong dengan waktu 44,863 detik
  2. Efendi Pendoz dengan waktu 44,874 detik
  3. M Sirquito dengan waktu 45,642 detik

Kelas Trail 175 Open

  1. Danang K Utomo dengan waktu 42,796 detik
  2. Tommy Salim dengan waktu 42,992 detik
  3. Farudila Adam dengan waktu 43,280 detik

Baca juga: Tiga pebalap bersaing ketat pada Supermoto Trial Game Asphalt

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga pebalap bersaing ketat pada Supermoto Trial Game Asphalt

Malang (ANTARA) – Sebanyak tiga pebalap Indonesia akan bersaing ketat pada kejuaraan Supermoto 76 Trial Game Asphalt 2019 seri keempat yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 18-19 Oktober 2019.

Pimpinan lomba Supermoto 76 Trial Game Asphalt 2019 Jim Sudaryanto mengatakan bahwa tiga pebalap yang akan bersaing ketat pada kelas Free For All (FFA) 250 adalah Doni Tata, Tommy Salim, dan Farudila Adam.

“Untuk kelas FAA cukup bersaing ketat antara tiga pebalap. Mereka bersaing untuk memperoleh poin pada tiap kejuaraan hingga putaran kelima, karena, selisih poin mereka cukup berimbang,” kata Jim, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat.

Baca juga: Gerry Salim fokus persiapan balap tingkat internasional

Mengintip klasemen sementara kelas FFA 250, Doni Tata yang menjadi juara umum dua tahun berturut-turut, saat ini berada pada posisi ketiga dan mengantongi 129 poin. Sementara Tommy Salim berada di urutan kedua dengan 134 poin.

Farudilla Adam saat ini tengah menjadi pemuncak klasemen dengan 137 poin. Namun, ia belum bisa benar-benar mengamankan posisinya, karena sewaktu-waktu bisa tergeser oleh para rival yang juga haus kemenangan.

Jim menambahkan dengan persaingan yang cukup ketat tersebut, diharapkan akan memberikan tontonan menarik bagi para penggemar balap khususnya di wilayah Malang Raya. Selain itu, peserta Supermoto Trial Game Asphalt 2019 kali ini juga terbilang sangat banyak.

Baca juga: Seri Malang krusial untuk persaingan Trial Game Asphalt 2019

“Akan terjadi kejar-kejaran antara ketiga pebalap tersebut. Selain itu, kali ini peserta juga cukup banyak, sehingga akan menghadirkan tontonan yang lebih menarik,” kata Jim.

Pada kejuaraan kali ini, pihak penyelenggara melakukan perubahan karakter sirkuit yang memberikan peluang bagi para pebalap untuk memacu kendaraannya pada lintasan sepanjang 900 meter tersebut.

“Sirkuit kali ini lebih banyak faktor kecepatan, ditambah tikungan yang kita perlebar, sehingga pebalap bisa lebih leluasa untuk memacu kendaraannya,” ujar Jim.

Sebagai catatan, selain bertarung dengan Doni Tata dan Farudilla Adam pada kelas FFA 250, Tommy Salim menjadi pemucak klasemen di kelas utama lainnya, yakni Trail 175 Open. Pada kelas tersebut Tommy mampu mengumpulkan141 poin.

Sementara pesaing terdekatnya ialah rekan setimnya yaitu Surya Narayana di posisi kedua dengan 122 poin.

Ketatnya persaingan juga terasa di kelas utama 175 Non Pro. Di kelas ini, Reyhan Lapendoz berhasil mengumpulkan 150 poin di posisi pertama, disusul rekan setimnya Eric Candra di posisi kedua dengan 124 poin.

Kejutan justru muncul di posisi ketiga yang kini dihuni M Nouval Saleh dengan 107 poin, menyalip Devi Tembong dengan 102 poin dan Yoga Megantara dengan 99 poin.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muhammad Fadli juara Asia balap sepeda nomor Individual Pursuit

Jakarta (ANTARA) – Pebalap para cycling Indonesia Muhammad Fadli Imammudin terus menebar ancaman dan hasil terbarunya adalah menjadi juara Asia nomor Individual Pursuit (IP) 4.000 meter pada Asian Track Championship 2019 di Korea Selatan, Jumat.

Mantan pebalap motor yang turun di nomor C4-C5 ini merebut medali emas setelah membukukan catatan waktu tercepat, yaitu empat menit 56,396 detik. Dengan hasil tersebut Fadli berhak menggunakan kaos pelangi dalam satu tahun ke depan.

Catatan waktu Fadli terpaut cukup jauh dengan pebalap yang berada di posisi dua, yaitu Mehdi Mohammad asal Iran dengan catatan waktu lima menit 3,355 detik. Sedangkan posisi tiga direbut pebalap Malaysia, Mohd Najib Murano dengan waktu lima menit 4,572 detik.

Baca juga: Muhammad Fadli buka peluang lolos ke Paralimpiade 2020 Tokyo

Baca juga: Raih perak, Muhammad Fadli penuhi janji untuk sang dokter

Hasil yang diraih Fadli langsung diapresiasi oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) yang mendukung langsung pada balapan yang berlangsung di Jincheon National Training Center Velodrome itu.

“Kami senang dengan perkembangan Fadli saat ini. Kami melihat catatan waktunya terus mengalami peningkatan. Ini hasil kerja keras dia selama ini,” kata pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Muhammad Fadli merupakan salah satu pebalap yang memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket Paralimpiade 2020 di Jepang. Untuk itu, pebalap asal Bogor ini banyak turun di kejuaraan demi mengumpulkan poin.

Baca juga: M Fadli lanjutkan karir balap dengan satu kaki

Pada Asian Track Championship 2019, Indonesia tidak hanya mengirim pebalap para cycling, namun juga menurunkan pebalap terbaik yang diharapkan banyak mengumpulkan poin UCI demi mengejar tiket Olimpiade 2020 Tokyo.

Pebalap yang dikirim adalah Crismonita Dwi Putri, Elga Kharisma Novanda, Puguh Admadi, Terry Yuda Kusuma dan Bernard Benyamin van Aert untuk senior, sedangkan pebalap junior, yaitu Angga Dwi Wahyu, Barley Octavian dan Mochammad Bintang Syawal.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gardner tolak tawaran KTM ke MotoGP

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Australia Remy Gardner menjawab rumor dirinya menolak tawaran KTM untuk naik kasta ke MotoGP musim depan.

Gardner yang membalap untuk tim Onexox TKKR SAG Team di Moto2 itu mengungkapkan dirinya mendapat tawaran tersebut usai Grand Prix Austria, Agustus.

“Beberapa waktu lalu manajerku sedang menanti panggilan dari KTM dan dia meminta pendapatku, lalu aku bilang aku ingin lanjut balapan di Moto2 satu tahun lagi. Ini terjadi setelah Austria,” kata Gardner di laman resmi MotoGP, Jumat.

Baca juga: KTM boyong Brad Binder ke MotoGP

Putra dari juara dunia 500cc Wayne Gardner itu telah meraih finis podium pertamanya serta pole position di Moto2 musim ini, namun merasa dirinya belum siap untuk naik ke kelas premier.

“Aku senang dengan tim ini. Aku ingin pengalaman satu tahun lagi, jadi lebih baik untuk tinggal di sini saat ini,” kata Gardner soal timnya di Moto2.

Pebalap berusia 21 tahun itu tak tahu KTM menawarinya untuk tim yang mana mengingat saat ini tim pabrikan KTM membutuhkan pengganti Johann Zarco yang telah berpisah lebih awal musim ini.

“Mereka hanya menunjukkan ketertarikannya.”

Baca juga: Alasan Zarco berpisah dengan KTM

Gardner mengaku tak mengalami kesulitan ketika harus membalap dengan motor yang lebih besar.

“Mungkin aku bisa mengendarai motor GP lebih baik dari pada Moto2 karena tubuhku besar.

“Selalu mudah bagiku setiap saat aku naik motor besar.”

MotoGP pastinya menjadi tujuan utama setiap pebalap. “Kami masih harus bekerja keras di sini dahulu, menunjukkan potensi sebenarnya serta hasil yang bagus,” pungkasnya.

Baca juga: Johann Zarco soal ekspektasi dan masa depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suzuki uji purwarupa GSX-RR musim 2020 di Motegi

Jakarta (ANTARA) – Tim Suzuki Ecstar menggunakan sesi latihan bebas Grand Prix Jepang, Jumat, untuk melakukan pengujian purwarupa motor GSX-RR tahun 2020.

Sylvain Guintoli ditugasi untuk menggeber mesin baru itu di atas trek Twin Ring Motegi hari itu. Pebalap uji asal Prancis itu merasakan sejumlah hasil positif.

“Kami sedang mengerjakan mesin untuk 2020 dan perasaan pertamanya positif,” kata Guintoli seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Kami sedang mencoba memperbaiki sejumlah fase tapi sudah bisa melihat beberapa data dan umpan balik positif.”

Baca juga: Quartararo ungguli Vinales untuk puncaki FP2 Grand Prix Jepang

“Tambahan kecepatan tentunya selalu baik tapi kami juga melihat ke sejumlah aspek yang berbeda. Untuk saat ini, aku tak bisa memberi terlalu banyak detail tapi kami mencoba untuk memastikannya lebih baik secara keseluruhan.”

Manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio pun berharap motor 2020 bisa membawa Alex Rins menjadi penantang utama gelar musim depan.

Saat ini Rins berada di peringkat tiga klasemen pebalap, dengan dua kali kemenangan dan sejumlah penampilan impresif untuk mengemas 167 poin, terpaut 48 poin dari Andrea Dovizioso yang berada di peringkat dua.

Di sesi latihan Jumat, Rins terlempar ke P11 setelah FP2 ketika Sabtu diprediksi akan turun hujan di Motegi. Pebalap asal Spanyol itu kemungkinan harus berjuang melalui Q1 di kualifikasi jika tak bisa memperbaiki catatan waktunya ke peringkat 10 besar kombinasi waktu latihan bebas.

Baca juga: Johann Zarco soal ekspektasi dan masa depan

Baca juga: Setelah juara dunia, Marquez ingin kawinkan tiga gelar untuk Honda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap PRCT Odie Setiawan bikin kejutan di Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap PGN Road Cycling Team (PRCT) Indonesia, Odie Setiawan membikin kejutan pada kejuaraan Tour of Peninsular 2019 etape empat setelah mampu finis di posisi tiga dari Sungai Koyan menuju Cameron Highland, Malaysia, Jumat, dengan jarak tempuh 89,5 km.

Odie yang merupakan pebalap timnas Indonesia yang disiapkan untuk SEA Games 2019 Filipina itu membukukan catatan waktu dua jam 22 menit 54 detik. Pebalap tercepat pada etape empat tersebut adalah Marcos Garcia dari Kinan Cycling Team Jepang dengan waktu dua menit 21 menit 12 detik, demikian laman resmi kejuaraan.

Baca juga: Penetapan nama tuntas, balap sepeda incar dua emas di SEA Games

Meski mampu finis di urutan ketiga di etape terberat kejuaraan dengan level 2.1 UCI, posisi Odie pada klasemen umum masih terlempar dari sepuluh besar. Saat ini salah satu andalan Indonesia itu berada di posisi 51 atau terpaut 16 menit 7 detik dari pemuncak klasemen yaitu Marcos Garcia dengan waktu 13 jam 39 menit 41 detik.

Hasil yang diraih oleh Odie berbanding terbalik dengan rekan satu timnya, Aiman Cahyadi. Pada etape empat ini, Aiman harus puas finis di posisi 29 atau terpaut empat menit 51 detik dengan pemenang etape empat.

Dengan hasil tersebut, kaos merah sebagai tanda predikat raja tanjakan yang dipegang oleh Aiman Cahyadi pada etape tiga harus terlepas. Kini kaos merah diperebut oleh juara etape empat yang juga pemuncak klasemen Tour of Peninsular 2019, Marcos Garcia.

Dengan mampu menempatkan Odie di posisi tiga disusul Sendy Nur Hasan di posisi 21 dan Aiman di posisi 29, maka juga berdampak pada posisi tim. PRCT hingga etape empat Tour of Peninsular 2019 berada di posisi enam dari 20 tim yang bersaing dengan total catatan waktu 41 jam 15 menit 42 detik.

Tour of Peninsular 2019 menempuh jarak 751 km yang terbagi dalam lima etape. Pada kejuaraan tersebut, ada dua tim Indonesia yang berpartisipasi. Selain PRCT adalah KFC Cycling Team dan masing-masing tim diperkuat enam pebalap.

Pada kejuaraan tersebut juga menjadi ajang bagi pebalap yang disiapkan untuk SEA Games 2019 menempa diri. Selain Aiman Cahyadi dan Odie Setiawan ada juga nama Robin Manullang, Sendy Nur Hasan dan Muhammad Abdurrohman.

Baca juga: Ayustina dapat modal berharga sebelum ke SEA Games 2019

Baca juga: Fanani dan Rafika incar emas MTB XC di SEA Games 2019
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo ungguli Vinales untuk puncaki FP2 Grand Prix Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo kembali menunjukkan kecepatannya ketika memuncaki sesi latihan bebas FP2 Grand Prix Jepang, di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jumat.

Rookie asal Prancis itu menjadi satu-satunya pebalap yang menembus catatan waktu di bawah satu menit 45 detik yaitu dengan 1’44,764 mengungguli pebalap tim pabrikan Yamaha Maverick Viñales yang terpaut 0,321 detik di peringkat kedua, demikian laman resmi MotoGP.

Juara dunia MotoGP musim ini, Marc Marquez membayangi dua pebalap Yamaha itu di peringkat tiga, 0,336 detik dari Quartararo.

Baca juga: Setelah juara dunia, Marquez ingin kawinkan tiga gelar untuk Honda

Baca juga: Johann Zarco soal ekspektasi dan masa depan

Andrea Dovizioso menjadi pebalap Ducati tercepat di peringkat empat sementara Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) memperbaiki catatan waktunya untuk naik ke peringkat lima, setelah sebelumnya di FP1 terlempar dari posisi 10 besar.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 0,096 detik di belakang The Doctor untuk membawa empat mesin Yamaha di peringkat enam besar hari itu.

Di bawah awan mendung yang meliputi Motegi hari itu, hampir sebagian besar pebalap memperbaiki catatan waktunya di FP2. Sepuluh pebalap teratas di FP2 bisa langsung lolos ke Q2, Sabtu, seperti yang diprediksi, hujan.

Baca juga: Zarco gantikan Nakagami di tiga seri pamungkas

Jack Miller (Pramac Racing) tetap di peringkat ketujuh walau terjatuh di lap terakhir di Tikungan 9. Danilo Petruci (Ducati Team) menguntit sang pebalap asal Australia itu di P8, setelah sebelumnya terlempar ke P13 di FP1.

Di percobaan terakhirnya Joan Mir memperbaiki catatan waktunya untuk berada di P9 hingga memaksa rekan satu timnya di Suzuki Ecstar, Alex Rins terlempar ke P11 saat Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) mengunci peringkat ke-10.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) pun terlempar ke P12 karena itu.

Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) melaju terlalu cepat di Tikungan 12 hingga terjatuh, namun pebalap asal Portugal itu mampu berdiri sebelum menjalani cek-up di pusat medis.

Baca juga: Tes resmi Valencia dan Qatar ditiadakan untuk musim 2021

Sepuluh besar kombinasi catatan waktu latihan
1. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) – 1:44,764
2. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,321
3. Marc Marquez (Repsol Honda Team) + 0,336
4. Andrea Dovizioso (Ducati Team) + 0,650
5. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) + 0,702
6. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) + 0,798
7. Jack Miller (Pramac Racing) + 0,813
8. Danilo Petrucci (Ducati Team) + 0,855
9. Joan Mir (Team Suzuki Ecstar) + 0,877
10. Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) + 0,957
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Johann Zarco soal ekspektasi dan masa depan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Prancis Johann Zarco tak akan menyaksikan seri-seri pamungkas MotoGP musim ini lewat televisi setelah menerima tawaran untuk menggantikan Takaaki Nakagami di tim LCR Honda.

Walau untuk sementara, Zarco akan mengaspal lagi, pasca perpisahannya dengan KTM, di tiga seri terakhir ketika sang pebalap Jepang menjalani operasi bahu usai GP Jepang di Motegi akhir pekan ini.

Kepada koran olahraga Prancis L’Equipe Zarco buka suara soal ekspektasi dan masa depannya di MotoGP.

Baca juga: Alasan Zarco berpisah dengan KTM

“Ketika KTM memberitahuku jika (Mika) Kallio akan menggantikanku sejak GP Aragon, aku kira aku telah kehilangan enam seri terakhir itu,” kata Zarco seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Pada awalnya itu sulit, bahkan dengan mengesampingkan itu aku bisa fokus terhadap masa depanku dengan jiwa yang bebas. Akhirnya, aku hanya melewatkan tiga Grand Prix tahun ini (Aragon, Thailand, dan Jepang).”

Seperti diketahui, Honda memiliki reputasi sebagai salah satu motor yang tak gampang dikendarai. Tapi, Zarco mengaku tak terbebani target menang setelah menerima tawaran dari LCR Honda.

“Mereka memanggilku bukan untuk memenangi tiga balapan terakhir. Mereka menawariku motor ini karena aku bisa. Dari sisiku, aku hanya berharap mendapatkan perasaan yang bagus,” kata sang juara dunia Moto2 dua kali itu.

“Mereka memberiku tiga balapan, mereka memberiku kesempatan dan aku ingin menjalaninya dengan maksimal. Aku mengambil resiko meninggalkan KTM, aku tak bisa menolak sekarang saat mereka memberiku kesempatan.”
 

Baca juga: Beredar rumor Lorenzo balik ke Ducati, para pebalap beri tanggapan

Bergabungnya Zarco ke LCR menimbulkan spekulasi terkait kursi Jorge Lorenzo di Repsol Honda. Sang pebalap asal Spanyol itu menjalani tahun pertama yang berat di Honda dengan sejumlah cedera dan penampilan di bawah performa.

Lorenzo, yang sempat berpikir untuk pensiun setelah dari Ducati tahun lalu, mengaku akan tetap berkomitmen di tahun keduanya dengan Honda tahun depan.

Tapi Zarco, yang belum menerima tawaran sebagai pebalap tetap dari tim mana pun itu, tak ingin berandai-andai soal kemungkinan bangku di Honda.

“Mereka menyuruhku tak usah membayangkan itu. Aku sadar betul realitanya, walau jika kita berpikir tiga seri ini akan juga menjadi ujian,” kata rookie terbaik MotoGP 2017 itu.

Dengan menerima tawaran dari LCR Honda, Zarco menunjukkan sinyal jika dia tak menerima tawaran Yamaha untuk menjadi pebalap uji pabrikan asal Hamamatsu itu musim depan.

“Pintu itu telah ditutup. Honda dan Yamaha adalah dua rival besar. Aku telah berbicara dengan keduanya dan membuat keputusan, dengan segala faktanya.” kata Zarco yang akan bermitra dengan Cal Crutchlow mulai Australia, kemudian Malaysia dan Valencia.

Baca juga: Tes resmi Valencia dan Qatar ditiadakan untuk musim 2021

Kepada Canal+ Zarco mengungkapkan jika prioritasnya sekarang adalah menemukan tunggangan di Moto2 untuk musim 2020 jika tryout dengan LCR tak ada tindak lanjut ke depannya.

“Kami masih harus memikirkan rencana lain, kemungkinan di Moto2.”

“Akan lebih baik melakukan 20 balapan di sepanjang musim dan berlatih untuk menang di setiap akhir pekan.

“Itu akan membuatku tetap memiliki intensitas dan kesenangan berkendara, dari pada menjadi pebalap uji dan mungkin mulai memadamkan diriku.”

Baca juga: Setelah juara dunia, Marquez ingin kawinkan tiga gelar untuk Honda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ayustina dapat modal berharga sebelum ke SEA Games 2019

Semoga hasil ini bisa memacu semangat untuk lebih baik lagi pada SEA Games nanti

Jakarta (ANTARA) – Pebalap putri Indonesia Ayustina Delia Priatna mendapatkan modal berharga sebelum turun di SEA Games 2019 Filipina setelah meraih hasil positif pada balapan bergengsi Women Tour of Nanxijiang di China, Kamis.

Satu-satunya pebalap road race Indonesia yang bakal diberangkatkan ke Filipina itu mampu berada di posisi tiga klasemen umum di bawah dua pebalap tuan rumah China, Sun Jiajun dan Li Jiujin dengan catatan waktu sama yaitu tiga jam 50 menit 21 detik.

Pada balapan level 2.1 UCI ini, Ayu (sapaan Ayustina) memperkuat tim WCC-Korea Cycling Team. Balapan sendiri juga diikuti pebalap dari Asia Tenggara yang bakal menjadi rival di SEA Games 2019.

Baca juga: Ayustina pimpin timnas di Tour of Trat di Thailand

“Hasil yang cukup bagus bagi Ayu. Semoga hasil ini bisa memacu semangat untuk lebih baik lagi pada SEA Games nanti,” kata Kepada Bidang Peningkatan Prestasi PB ISSI Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Selain berada di posisi klasemen umum, Ayu juga menjadi pebalap muda Asia terbaik. Bahkan pada Intermediate Sprint 2 balapan Women Tour of Nanxijiang mampu berada di posisi 2.
  Pebalap Indonesia Ayustina Delia Priatna (kostum merah tengah) adu sprint menjelang finis etape dua Tour of Trat 2019 di Thailand, Sabtu (25/5/2019). Paba balapan tersebut Ayustina sukses menjadi pebalap ASEAN ketiga terbaik. ANTARA/PB ISSI/pri. (PB ISSI)

Baca juga: Pebalap Ayustina tak menyangka bisa masuk final

Tidak hanya Ayu. Di sektor putra pebalap road race Indonesia Aiman Cahyadi juga menorehkan hasil cukup gemilang pada kejuaraan Tour of Peninsular Malaysia. Hingga etape ketiga, pebalap dari PGN Road Cycling Team ini memegang kaos merah yang merupakan predikat raja tanjakan.

Tour of Peninsular 2019 sendiri menempuh total jarak 751 km yang terbagi atas lima etape. Hingga etape tiga, pemuncak klasemen umum dipegang oleh pebalap tuan rumah dari tim Trengganu Cycling Team Nur Amirul Fakhruddin Marzuki dengan 11 jam 18 menit 9 detik.

Sementara itu, Indonesia pada SEA Games 2019 mengirimkan 19 atlet balap sepeda yang akan turun di beberapa disiplin yaitu road race, BMX dan MTB (XC dan Downhill). Pada kejuaraan dua tahunan di Filipian itu tidak mempertandingkan disiplin trek.

Meski demikian, kontingen balap sepeda Indonesia akan berusaha tetap maksimal. Apalagi PB ISSI menargetkan dua medali emas.

Baca juga: Penetapan nama tuntas, balap sepeda incar dua emas di SEA Games

Berikut nama pebalap yang bakal dikirim ke SEA Games 2019 :

Nomor putra

BMX Track
1. I Gusti Bagus Saputra
2. Rio Akbar

BMX Time Trial
1. Rio Akbar
2. Toni Syarufudin

BMX Freestyle Flatland
1. Iyan Sopian
2. Januar Susanto

MTB (Cross Country)
1. Zaenal Fanani
2. Rafika Farisi

MTB (Downhill)
1. Andy Prayoga
2. Popo Ariyo Sejati

Road (ITT)
1. Aiman Cahyadi
2. Odie Setiawan

Road (TTT)
1. Muhammad Abdurrohman
2. Odie Setiawan
3. Robin Manullang
4. Jamalidin Novardianto

Road race (individu/tim)
1. Aiman Cahyadi
2. Muhammad Abdurrohman
3. Robin Manullang
4. Jamal Hibatulloh
5. Sendy Nur Hasan

Nomor putri :

MTB (Downhill)
1. Tiara Andini Prastika
2. Ayu Triya Andriana

Road (ITT)
1. Ayustina Delia Priatna

Road race (individu)
1. Ayustina Delia Priatna.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zarco gantikan Nakagami di tiga seri pamungkas

Jakarta (ANTARA) – Pebalap asal Prancis Johann Zarco akan menggantikan pebalap tim LCR Honda Takaaki Nakagami di tiga seri terakhir musim MotoGP 2019.

Zarco akan menjadi rekan satu tim Cal Cructhlow di Australia, Malaysia dan Valencia ketika Nakagami menjalani operasi bahu setelah menjalani Grand Prix Jepang akhir pekan nanti.

Juara dunia Moto2 dua kali dan rookie terbaik MotoGP musim 2017 itu telah menerima tawaran dari manajer tim LCR Honda Lucio Cecchinello untuk kembali mengendarai motor di kelas premier pasca perpisahannya dengan KTM.

Baca juga: Nakagami absen di tiga balapan terakhir untuk jalani operasi

“Kami sangat menyayangkan jika Nakagami akan melewatkan tiga seri terakihr musim ini, tapi di sisi lain kami tahu jika cedera adalah bagian dari olahraga ini,” kata Cecchinello seperti dikutip laman resmi MotoGP, Rabu.

“Saya menyarankan kepada direktur HRC Tetsuhiro Kuwata dan manajer tim Alberto Puig soal ide melibatkan Zarco sebagai pebalap pengganti dan mereka setuju.”

Cecchinello juga telah mendapat komitmen dari Zarco untuk bekerja sama hingga Valencia.

Baca juga: Alasan Zarco berpisah dengan KTM

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan saya akan melakukan yang terbaik untuk membuat hasil baik dan menikmati waktunya, karena ini bisa jadi tiga balapan terakhir yang bisa saya lakukan untuk sementara waktu,” kata Zarco yang belum mendapat kontrak untuk balapan musim depan itu.

“Saya akan menikmati trek Phillip Island, itu adalah trek yang cepat dan saya rasa bisa tampil bagus,” harap Zarco.

Baca juga: Setelah juara dunia, Marquez ingin kawinkan tiga gelar untuk Honda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Formula Satu capai kesepakatan untuk gelar Miami Grand Prix

Jakarta (ANTARA) – Formula Satu telah mencapai kesepakatan untuk menyelenggarakan Miami Grand Prix pada Mei 2021 dengan Stadion Hard Rock sebagai tempat balapan berlangsung, namun mereka lebih dulu membutuhkan persetujuan dari pemerintah setempat, demikian laporan Miami Herald, Selasa.

Formula Satu dan penyelenggara setempat pada April lalu membatalkan rencana untuk menggelar balapan tahunan di pusat kota Miami setelah penduduk dan bisnis setempat keberatan.

Penyelenggara kemudian mengalihkan perhatian mereka untuk membangun lintasan balap di Stadion Hard Rock, yang merupakan kandang dari klub NFL Miami Dolphins dan dimiliki oleh pengusaha real estate sekaligus pemilik Dolphins Stephen Ross.

Ross akan mendanai konstruksi lintasan yang diperkirakan mencapai 40 juta dolar AS dan menutup semua biaya balapan, tulis Herald. Satu perusahaan milik seorang miliarder Amerika sudah didapuk sebagai calon promotor.

“Kami sangat senang mengumumkan bahwa Formula Satu dan Stadion Hard Rock telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menyelenggarakan Miami Grand Prix Formula Satu di Stadion Hard Rock,” kata CEO Dolphins Tom Garfinkel dan Sean Bratches, direktur pelaksana operasi komersial Formula Satu, dalam pernyataan bersama kepada surat kabar tersebut yang dikutip Reuters.

“Dengan perkiraan dampak tahunan lebih dari 400 juta dolar dan 35.000 malam kamar, Formula Satu Miami Grand Prix akan menjadi raksasa ekonomi bagi Florida Selatan, masing-masing dan setiap tahun.”

“Kami sangat berterima kasih kepada fans kami, ofisial yang terpilih, dan industri turis lokal untuk kesabaran dan dukungan mereka selama proses ini,” tambah Garfinkel.

“Kami menanti untuk menghadirkan tontonan balap terbesar di planet ini untuk pertama kali ke salah satu kawasan paling ikonik dan glamor di dunia.”

Balapan tersebut akan menjadi grand prix kedua di Amerika Serikat setelah di Austin, Texas.

Rencana ini diharapkan akan sesuai dengan oposisi dari penduduk dan bisnis Miami Gardens dan harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Daerah Miami-Dade untuk dilanjutkan.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah juara dunia, Marquez ingin kawinkan tiga gelar untuk Honda

Targetnya sekarang adalah untuk memenangi Triple Crown (tiga gelar). Kejuaraan konstruktor sudah terlihat, namun kejuaraan tim akan sulit, tapi kami tak akan menyerah

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Repsol Honda Marc Marquez masih memiliki ambisi musim ini setelah mengunci gelar juara dunia kedelapannya di Thailand awal Oktober.

Pebalap asal Spanyol itu kini ingin mengawinkan tiga gelar, yaitu juara dunia pebalap, juara konstruktor dan juara tim untuk Honda.

Di klasemen konstruktor, Honda memuncaki klasemen dengan 331 poin, unggul 77 poin dari rival terdekatnya, Ducati.

Baca juga: Marquez: Ini musim terbaikku di MotoGP

Sementara untuk perebutan gelar tim, Repsol Honda saat ini berada di peringkat dua, terpaut 19 poin dari Ducati Team yang diperkuat Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.

Titel untuk tim dan konstruktor berbeda di MotoGP.

Setiap tim MotoGP terdiri dari dua pebalap. Semua poin yang didapat oleh kedua pebalap dikumpulkan di klasemen tim, termasuk dari pebalap pengganti, namun bukan dari pebalap wildcard.

Sementara di persaingan konstruktor terdapat beberapa tim yang memakai mesin dari pabrikan yang sama. Oleh karena itu, poin di klasemen konstruktor didapat dari hanya satu motor dari konstruktor yang bersangkutan yang finis paling baik di balapan.

Baca juga: Marc Marquez dalam angka

“Targetnya sekarang adalah untuk memenangi Triple Crown (tiga gelar). Kejuaraan konstruktor sudah terlihat, namun kejuaraan tim akan sulit, tapi kami tak akan menyerah,” kata Marquez seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Sekarang saatnya berjuang untuk gelar-gelar lainnya, masih ada titel konstruktor dan tim untuk membantu Honda juara. Aku menantikan balapan di Motegi, karena itu adalah balapan kandangnya Honda dan para fan Jepang sangat lah spesial,” kata Marquez.

Pebalap bernomor 93 itu pun akan menggunakan balapan GP Jepang akhir pekan nanti sebagai salah satu persiapannya mengincar gelar juara dunia lima kali beruntun di musim 2020.

Marquez sadar jika upayanya tak akan mudah setelah kini memiliki ancaman baru dari pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Pebalap asal Prancis itu mampu memaksa Marquez untuk berduel dua kali di lap terakhir musim ini hingga sang juara dunia itu menyebut pebalap berusia 20 tahun itu salah satu penantang utama untuk gelar 2020.

“2020 mulai di Motegi,” kata Marquez.

Baca juga: Nakagami absen di tiga balapan terakhir untuk jalani operasi

Baca juga: Tes resmi Valencia dan Qatar ditiadakan untuk musim 2021

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nakagami absen di tiga balapan terakhir untuk jalani operasi

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Jepang Takaaki Nakagami akan melewatkan tiga seri terakhir balapan MotoGP, yaitu Australia, Malaysia dan Valencia, untuk menjalani operasi bahu.

Pebalap berusia 27 tahun itu akan melakukan operasi setelah turun di balapan di kampung halamannya, Grand Prix Jepang di Motegi yang akan berlangsung akhir pekan ini.

“Operasi mengharuskan periode pemulihan intensif, yang memaksa sang pebalap Jepang untuk mengakhiri musim 2019nya lebih awal,” demikian pernyataan LCR Honda dalam laman resminya.

Baca juga: Tes resmi Valencia dan Qatar ditiadakan untuk musim 2021

“Dengan menjalani operasi sekarang, Nakagami berharap bisa fit secara penuh untuk tes pertama musim 2020 di Sepang pada 7 Februari.”

Meski tak bisa membalap hingga akhir musim, rekan satu tim Cal Crutchlow itu telah mengamankan perpanjangan kontrak dengan timnya, LCR Honda, selamaa satu tahun hingga 2020.

“Pertama-tama aku sangat senang bisa tinggal di Honda dan tim LCR Honda Idemitsu. Aku bisa maju sangat banyak tahun ini dan Honda telah memberiku dukungan yang besar dan paket yang sangat kuat,” kata Nakagami yang mendapati cederanya setelah kecelakaan di Assen, Belanda itu.

“Walau aku bisa membalap dengan cedera ini, tapi itu tidak lah ideal, jadi kami membuat keputusan yang sulit bersama Honda dan tim LCR untuk menjalani operasi di Jepang segera setelah balapan di rumahku.”

Baca juga: MotoGP kembali gelar GP Brasil mulai 2022

Nakagami saat ini berada di peringkat empat klasemen dengan raihan 74 poin, tertinggal 28 poin dari Crutchlow di peringkat sembilan.

Pebalap Prancis Johann Zarco, yang belum lama ini mengakhiri karirnya bersama KTM, disebut-sebut menggantikan Nakagami di tiga balapan terakhir.

Baca juga: Teknologi ini selamatkan Marquez dari kecelakaan di GP Thailand

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peran budaya kerja di balik kejayaan Mercedes

Formula 1

Peran budaya kerja di balik kejayaan Mercedes

Pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton melakukan selebrasi bersama tim usai Grand Prix Jepang, Sirkuit Suzuka (13/10/2019) Reuters/Soe Zeya Tun

Jakarta (ANTARA) –

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tes resmi Valencia dan Qatar ditiadakan untuk musim 2021

Jakarta (ANTARA) – Otoritas MotoGP melakukan perombakan jadwal sejumlah sesi tes pra dan intra-musim MotoGP terkait penambahan jumlah seri balapan di beberapa musim ke depan.

Ofisial dan tim telah sepakat untuk menghilangkan sesi tes pramusim di Valencia yang sedianya digelar November 2020 setelah GP Valencia dan juga tes pramusim di Qatar pada Maret 2021, demikian laman resmi MotoGP.

Keputusan itu diambil sebagai salah satu cara mengurangi beban kerja tambahan para pembalap dan tim di tengah jumlah seri balapan yang bertambah.

Baca juga: MotoGP keluarkan kalender provisional musim balapan 2020

Sesi tes intramusim di Brno untuk musim 2020 juga dihilangkan.

Hal itu berarti hanya ada tes pramusim di Jerez pada November 2020 dan Sepang pada Februari 2021 sebelum para pembalap dan tim berlaga di seri pertama balapan musim 2021.

Proposal itu telah disetujui oleh Komisi Grand Prix dan akan diberlakukan mulai musim depan.

Jadwal tes pramusim tambahan juga bisa digelar di Indonesia jika pembangunan sirkuit Mandalika, Lombok, selesai tepat waktu sebelum menggelar seri balapan musim 2021.

Baca juga: MotoGP bisa gelar hingga 22 seri balapan setelah musim 2021

Kalender MotoGP tahun ini terdiri atas 19 seri balapan, yang terbanyak sejauh ini, dan akan bertambah menjadi 20 seri ketika Finlandia akan menjadi tuan rumah Grand Prix tahun depan.

Indonesia pun akan bergabung di kalender MotoGP 2021 ditambah Brazil pada 2022.

Baca juga: Rossi janjikan sesuatu yang baru tahun depan

Jadwal tes resmi musim 2020 (mulai 18 November 2019)
19-20 November, Valencia: Dua hari tes resmi.
25-26 November, Jerez: Dua hari tes privat gabungan
02-04 Februari, Sepang: Tiga hari tes shakedown.
07-09 Februari, Sepang: Tiga hari tes resmi.
22-24 Februari, Qatar: Tiga hari tes resmi
04 Mei, Jerez: satu hari tes resmi setelah GP
08 Juni, Barcelona: satu hari tes resmi setelah GP
15-16 Juni, Finlandia: Dua hari tes ban Michelin – hanya tim penguji
15-16 September, Misano: Dua hari tes privat gabungan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim lokal ramaikan persaingan Tour de Singkarak 2019

Padang (ANTARA) – Tim balap sepeda lokal dari Sumatera Barat, Padang Road Bike (PRB) akan ikut meramaikan persaingan tim nasional dalam Tour de Singkarak 2019 yang digelar 2-10 November.

“Ini keikutsertaan yang ketujuhkalinya bagi PRB. Targetnya tidak hanya bisa masuk finis seperti sebelumnya. Target kita bisa masuk tiga besar tim nasional,” kata penanggung jawab tim Iqbal Ramadi Payana di Padang, Selasa.

Ia menyebut target itu realistis jika melihat komposisi enam orang pebalap PRB yang akan ikut dalam balapan kali ini. Mereka adalah talenta muda yang memiliki kemampuan luar biasa,” katanya.

Selain itu, pebalap lokal juga memiliki keuntungan dari pengenalan medan yang lebih baik dari pebalap lain yang ikut dalam TdS.

Baca juga: Lima kecamatan di Agam rawan bencana alam saat TdS 2019

Iqbal menyebut selama mengikuti ajang Tour de Singkarak, prestasi PRB adalah menyabet peringkat empat untuk pebalap Indonesia, yaitu pada 2015. Ia optimismis prestasi itu bisa meningkat pada gelaran tahun ini.

Tour de Singkarak 2019 akan diikuti oleh club sepeda dari berbagai negara. Tercatat 19 club telah mendaftar kepada penyelenggara untuk bertanding memperebutkan Rp2,3 miliar.

Baca juga: Agam antisipasi ternak warga di sepanjang lintasan TdS 2019

Tim yang telah terdaftar adalah :
1. Sapura Cycling asal Malaysia (Continental)
2. Go For Gol asal Filipina (Continental)
3. Foolad Mubarakeh Sepahan asal Iran (Continental)
4. 7-11 Cliq-Air21 by Road Bike asal Filipina (Philippines Continental)
5. Omidnia Mashad Team asal Iran (Continental)
6. NEX CCN asal Singapura (Continental)
7. PGN Cycling Team asal Indonesia (Continental)
8. Hengxiang Cycling Team asal China (Continental)
9. Terengganu Inc Cycling Team asal Malaysia (Continental)
10. Thai Cycling Team asal Thailand (Continental)
11. Brunei Pro Cycling Team asal Brunei (Continental)
12. KFC Cycling Team asal Indonesia (Continental)
13. St George Cycling Team asal Australia (Continental)
14. Malaysia national Team asal Malaysia (National Team)
15. Padang Road Bike asal Sumbar Indonesia (Club)
16. Velofit Australia asal Australia (Club)
17. KGB Jakarta asal Indonesia (Club)
18. PCS Team asal Belanda (Club)
19. Bikelife Dong Nai asal Vietnam (Club)
20. BRCC Banyuwangi asal Indonesia (Club) dan dua tim cadangan Global Cycling Team dari Belanda dan Indonesia National Team dari Indonesia.

Dari 22 tim tersebut melibatkan 25 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Belanda, Brunei, Yunani, Australia, Selandia Baru, Prancis, Irlandia, Iran, China, Filipina, Spanyol, Eritria, Jerman, Rusia, Mongolia, Inggris Raya, Turki, Moldova dan Latvia.

Koordinator Tim Teknis Asep Cheppy Sulaiman mengatakan, pembalap akan menempuh 1.317,3 Kilometer selama perlombaan dengan 9 etape di Sumbar dan Jambi.

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabupaten Muba tuan rumah dua kejuaraan motor Asia

Palembang (ANTARA) – Kabupaten Musi Banyuasin akan menggelar dua kejuaraan motor tingkat Asia di Skyland International Circuit, Sekayu pada 30 November hingga 1 Desember 2019.

Dua kejuaraan motor Asia itu yakni Kejuaraan Gymkhana (Slalom) Asia dan Supermoto Asia, kata Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Dodi Reza Alex dalam keterangan resminya di Palembang Selasa.

Kejuaraan bergengsi sekaligus dilaksanakan secara bersamaan tersebut merupakan kejuaraan tingkat Asia dan Internasional yang diikuti masing – masing 12 Negara.

Baca juga: Toyota Team Indonesia tambah dua pembalap baru

Ia merasa bangga karena Musi Banyuasin kembali dipercaya untuk menggelar kejuaraan yang bergengsi tersebut.

Apalagi, kabupaten itu baru saja selesai menggelar kejuaraan nasional Motoprix yang berlangsung sukses.

“Alhamdulillah akhirnya kita kembali dipercaya menyelenggarakan kejuaraan balap motor, bahkan kejuaraan kali ini tingkat Asia. Tentu sangat membanggakan provinsi Sumsel khususnya kabupaten Musi Banyuasin,” ujar putra mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin itu.

Baca juga: 174 pembalap Kejurnas Motoprix adu cepat di Sirkuit Skyland Sekayu

Sementara kejuaraan Gymkhana (Slalom) dan Supermoto nanti bertajuk Muba-Asia Auto Gymkhana Cup 2019 dan Muba-International Supermoto Cup 2019 National Circuit, Sekayu Muba, jelasnya.

Sebagaimana dalam pertemuan di Jakarta, beberapa waktu lalu telah diputuskan kejuaraan pada tanggal tersebut. Begitupun surat rekomendasi dari pihak IMI Sumsel sudah ditetapkan bahwa pelaksanaan berlangsung di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam pertemuan antara pihak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Advisor dan Media Officer Muba Asia Auto Gymkhana dan Muba International Supermoto Cup, lalu dihadiri langsung Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex yang didampingi Kadispora Muba M Fariz, Kreator Skyland International Circuit Muba Riduan Tumenggung dan Staf Khusus Bupati Muba Bidang Olahraga dan Pemuda Achmad Haris.

Selain itu juga hadir Media Officer dan Advisor Muba Asia Auto Gymkhana, Budi Santen, James Sanger serta Muba International Supermoto Frans Tanujaya yang juga sekaligus Chairman Offroad Commission FIM ASIA.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Musi Banyuasin usai menyelenggarakan kejuaraan Nasional Motoprix Region Sumatera 2019 dan berlangsung sukses selanjutnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor Asia.

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seri Malang krusial untuk persaingan Trial Game Asphalt 2019

Jakarta (ANTARA) – Ajang balapan sepeda motor Trial Game Asplhat 2019 akan memasuki Seri IV Malang yang digelar di Sirkuit Kanjuruhan pada Jumat (18/10) dan Sabtu (19/10) sebagai fase krusial dalam persaingan memperebutkan gelar juara umum.

Pasalnya, pebalap asal Malang, Farudila Adam, yang saat ini memimpin di klasemen sementara kelas FFA 250 dengan raihan 137 poin belum sepenuhnya aman, demikian lansiran keterangan resmi penyelenggara yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia dibayangi ketat oleh Tommy Salim (Honda RC3 Racing Team) yang terpaut tiga poin di urutan kedua dan Doni Tata (One Six Eight HTJRT El Diablo) yang menempati posisi ketiga dengan koleksi 129 poin setelah mengambil alih podium tertinggi di Seri III Yogyakarta bulan lalu.

Baca juga: Doni Tata patok target tinggi dalam Trial Game Asphalt Seri Yogyakarta

Malang bukan saja menjanjikan panasnya persaingan tiga pebalap teratas di klasemen kelas FFA 250, tetapi juga jalannya balapan yang kerap diwarnai perubahan kondisi cuaca hingga hujan mengguyur trek dalam dua musim sebelumnya.

Kondisi itu berusaha diantisipasi oleh Tommy Salim yang menyiapkan tunggangannya sebaik mungkin, bukan hanya satu unit tapi empat.

“Rencananya nanti saya akan membawa empat motor dan menyiapkan ban kering maupun basah,” kata Tommy.

“Karena Malang memang sering hujan, jadi saya harus mengantisipasi sejak jauh hari supaya di Malang siap tempur,” ujar kakak Gerry Salim itu menambahkan.

Keputusannya membawa empat motor jelas dibarengi persiapan optimal untuk bisa menyesuaikan diri dengan berbagai jenis pengaturan yang sudah disiapkan untuk menaklukkan lintasan di Stadion Kanjuruhan.

“Apalagi banyak tikungan yang harus diwaspadai di Malang, jadi saya harus rajin berlatih dengan berbagai settingan motor,” katanya.

Tommy tak cuma bersaing di kelas FFA 250, sebab ia juga saat ini berada di puncak klasemen kelas Trail 175 Open dengan raihan 141 poin atau unggul 19 poin dari rekan setimnya di, Surya Narayana (122).

Lewis Cornish dan persaingan kelas lain

Sebagaimana komitmen 76 Rider selaku penyelenggara Trial Game Asphalt 2019, pebalap asal Inggris Lewis Cornish akan kembali turun dalam Seri Malang melanjutkan penampilan impresifnya di kelas FFA 450.

“Sejauh ini Lewis cukup tampil impresif di kelas FFA 450. Tentu hal ini dapat memotivasi rider-rider Indonesia meningkatkan kemampuan dan bersaing dengan rider internasional,” kata Mario CSP dari 76 Rider. Balapan kelas 175 Non Pro ajang Trial Game Asphalt 2019 Seri III Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Sabtu (21/9/2019). (ANTARA/HO/Trial Game Asphalt)

Kelas 175 Non Pro juga menjanjikan persaingan menarik meski Reyhan Lapendoz saat ini berada di puncak dengan raihan 150 poin dan unggul 26 poin dari rekan setimnya Eric Candra yang menduduki posisi kedua.

Persaingan paling menarik akan terlihat dalam perebutan tempat ketiga klasemen melibatkan M Nouval Saleh yang merebut posisi tersebut selepas Seri Yogyakarta dengan raihan 107 poin, menyalip Devi Tembong dan Yoga Mengantara yang masing-masing kini mengoleksi 102 poin dan 99 poin.

Rangkaian Trial Game Asphalt Seri IV Malang akan diawali dengan sesi kualifikasi pada Jumat (18/10) yang dilanjutkan dengan balapan sehari berselang.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

FIA investigasi kesalahan sistem penanda finis di GP Jepang

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Formula 1 akan melakukan investigasi setelah balapan Grand Prix Jepang selesai satu putaran lebih awal di Sirkuit Suzuka, Minggu.

Kesalahan itu berarti posisi finis dan poin dihitung di akhir lap ke-52, bukan di putaran ke-53.

Sergio Perez dari tim Racing Point yang mengalami kecelakaan di awal lap ke-53 dinyatakan finis peringkat sembilan karena kesalahan teknis tersebut.

Sementara pebalap Renault Nico Hulkenberg yang diuntungkan insiden itu finis di peringkat sembilan di lap terakhir namun pada akhirnya turun ke peringkat 10 sesuai posisi terakhirnya di lap ke-52.

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Baca juga: Racing Point ajukan protes, FIA sita komponen mobil tim Renault

Pebalap Racing Point lainnya, Lance Stroll melintasi garis finis di peringkat 10 di lap ke-53 namun harus turun ke peringkat ke-11 dan gagal mendapatkan poin.

Balapan seri ke-17 itu dimenangi oleh Valtteri Bottas dari tim Mercedes.

“Dari apa yang kita lihat ini adalah kesalahan sistem,” kata direktur balapan F1 Michael Masi seperti dikutip Reuters.

Bendera finis digital diperlihatkan di monitor utama sirkuit yang menandakan akhir balapan.

Namun para pebalap diperintahkan untuk terus membalap satu putaran berikutnya hingga bendera sebenarnya dikibarkan di akhir lap ke-53.

Berdasarkan peraturan baru, bendera finis digital diperlihatkan sebelum bendera finis sebenarnya untuk menandakan akhir balapan.

Namun Sebastian Vettel dan Charles Leclerc mengaku jika sinyal bendera finis itu tak muncul di monitor kemudi mobil mereka.

Baca juga: Leclerc terkena penalti 15 detik setelah tabrak Verstappen

Masi belum bisa memutuskan apakah kesalahan itu terkait dengan sistem yang disambung ulang menyusul Topan Hagibis yang melanda Jepang akhir pekan ini.

“Saya tak ingin berspekulasi,” kata Masi yang melanjutkan peran mendiang Charlie Whiting sebagai direktur lomba pada Maret itu.

Formula 1 sebelumnya juga pernah mengalami kesalahan dalam pengibaran bendera finis.

Model Winnie Harlow mengibarkan bendera lebih awal di GP Kanada tahun lalu yang memicu penerapan aturan bendera digital.

Pada 2006, legenda sepak bola Brazil Pele telat mengibarkan bendera finis dan melewatkan Felipe Massa yang menjadi juara balapan itu ketika ia melintasi garis finis.

Baca juga: Perebutan gelar masih terbuka, Bottas tak akan menyerah

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Khoiful Mukhib juarai Indonesian Downhill 2019 seri pamungkas di Kudus

Kudus (ANTARA) – Khoiful Mukhib dari 76 Team menjadi juara kejuaraan Indonesian Downhill  2019 di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu dengan mencatatkan waktu spektakuler di kelas Men Elite, yakni 3 menit 18,172 detik untuk melampaui rival-rivalnya.

Urutan kedua seri pamungkas tersebut ditempati pebalap senior Popo Ariyo Sejati yang mencatatkan waktu 3 menit 24,760 detik, disusul Andy Prayoga dengan torehan waktu 3 menit 25,662 detik.

Dengan hasil yang diraih di seri pamungkas ini, Mukhib meraih 589 poin untuk Overall Standing Point 76 Indonesian Downhill 2019, terpaut satu poin dengan Andy Prayoga yang mengoleksi 590 poin.

Baca juga: Khoiful Mukhib berburu poin UCI di Ternadi Park Kudus

Sementara rekan setim Mukhib dari 76 Team, Mohammad Abdul Hakim yang terpaksa menepi di seri kali ini lantaran cedera, berada di 10 besar klasemen akhir.

Pembalap Khoiful Mukhib ditemui usai menuntaskan seri final Indonesian Downhill 2019 mengaku bersyukur bisa memperoleh juara di seri tiga ini meski dirinya mengakui ada lintasan di beberapa bagian yang rusak, terutama di berem sangat gembur.

“Kunci kemenangannya dengan memacu kecepatan saat di atas untuk mencari waktu tercepat, serta berhasil melaju kencang di lintasan yang sudah direncanakan sebelumnya,” kata peraih emas Asian Games 2018 itu.

Lintasan di Ternadi Bike Park sendiri, kata dia, sebagai lintasan yang paling menantang, dibandingkan dua seri sebelumnya di Bukit Watu Cenik, Wonogiri, Jateng serta Seruni Point Bromo, Probolinggo, Jatim.

Sementara di kelas Men Junior Ananda Bagus Efendi yang menjadi juara dengan torehan waktu 3 menit 45,406 detik, disusul Muhammad Dava dari PHD Racing Team menempati urutan dua dengan torehan waktu 3 menit 48,713 detik, dan tempat ketiga I Komang Febry Tri Adi dari Spartan Racing Team dengan catatan waktu 3 menit 51,372 detik.

Muhammad Anzani dari 76 Team harus puas di posisi lima karena torehan waktunya di Final Run hanya 3 menit 55,828 detik.

Di Kelas Men Youth terdapat Elneno Christian Indi dari Elgato Indonesia yang menjadu tercepat dengan catatan waktu 3 menit 35,811 detik, disusul Azhar Shalman dari RPI Racing Project menempati urutan dua dengan catatan waktu 3 menit 45,274 detik, dan tempat ketiga ditempati M. Wahyu dari Jam Cycle Boistois dengan catatan waktu 3 menit 50,310 detik.

Sementara di kelas Men Youth, Miftahudin dari PDH Racing yang bertengger di urutan teratas memiliki catatan waktu 3 menit 44.896 detik, disusul Ismail Nurdin dengan catatan waktu 3 menit 50.239 detik dan ketiga Dimas Bayu dengan catatan waktu 3 menit 51.343 detik.

Di kelas wanita, terdapat Tiara Andini Prastika yang tahun 2018 menyumbangkan medali emas di Asian Games Downhill berhasil tampil menjadi juara setelah di seri pamungkas menjadi yang tercepat.

Raihan waktu pada final adalah 3 menit 55.060 detik, lebih baik dibandingkan sesi Seeding Run dengan catatan waktu hanya 4 menit 00.587 detik.

Urutan dua ditempati Ayu Triya dari tim Puslatda Jatim dengan torehan waktu 4 menit 10.077 detik, disusul Siti Natasha dari Selangor AGS Spartan Racing Team dengan catatan waktu 4 menit 22.065 detik. 

Baca juga: Penetapan nama tuntas, balap sepeda incar dua emas di SEA Games

Baca juga: PB ISSI kecewa balap sepeda tidak dipertandingkan di PON Papua

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Racing Point ajukan protes, FIA sita komponen mobil tim Renault

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Formula 1 menyita dan menyegel kemudi dan unit kendali elektronik milik dua pebalap Renault, Daniel Ricciardo dan Nico Hulkenberg, setelah tim rival Racing Point mengajukan protes di GP Jepang, Minggu.

Kedua pebalap Renault itu finis dengan poin di Suzuka. Ricciardo melesat dari P16 ke P7, dan setelah itu naik ke P6 karena Charles Leclerc dari tim Ferrari terkena penalti usai lomba. Sementara Hulkenberg finis P10.

Racing Point mengajukan protes terkait dugaan “pre-set lap distance-dependent brake bias adjustment system” dari kedua mobil Renault itu, demikian laman resmi Formula 1.

Baca juga: Perebutan gelar masih terbuka, Bottas tak akan menyerah

Setelah menyita sejumlah komponen, FIA akan melakukan analisa terhadap perangkat keras, perangkat lunak dan data yang didapat dari tim asal Prancis itu.

Renault dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters, mengatakan jika Racing Point telah menyiapkan dokumen sebanyak 12 halaman.

“Tim Renault F1 bermaksud menggunakan waktu reses ini untuk menyiapkan hal yang sama mendetailnya untuk mempertahankan posisinya,” demikian pernyataan Renault.

Sementara itu, Racing Point mengemas dua poin lewat Sergio Perez yang finis di P9. Jika hasil balapan kedua pebalap Renault itu dibatalkan, Lance Stroll bisa naik untuk menambah poin bagi Racing Point.

Baca juga: Gagal finis di GP Jepang, Verstappen salahkan Leclerc usai tabrakan

Baca juga: Bos Mercedes dedikasikan gelar keenam untuk Niki Lauda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan Nasional Sepeda Downhill 2019

Pebalap sepeda Andi Setiawan berlaga pada babak “final run” Kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2019 di Ternadi, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (13/10/2019). Dalam kompetisi nasional balap sepeda turun bukit yang diikuti ratusan pebalap dari Indonesia, Malaysia dan Hong Kong itu, pebalap Indonesia Khoiful Mukhib menjadi juara pertama di kelas “Men Elite” dengan poin 240 dan Tiara Andini Prastika meraih juara pertama di kelas “Women Elite” dengan poin 250. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.

Perebutan gelar masih terbuka, Bottas tak akan menyerah

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Mercedes Valtteri Bottas tak akan membiarkan rekan satu timnya, Lewis Hamilton, meraih gelar juara dunia Formula 1 dengan mudah saat perebutan titel masih terbuka di antara keduanya.

Bottas memenangi Grand Prix Jepang, Minggu dan memperkecil jarak di klasemen dengan terpaut 64 poin dari Hamilton yang berada di puncak.

Pebalap asal Finlandia itu kini menjadi satu-satunya pebalap yang masih memiliki peluang bertarung dengan Hamilton untuk gelar juara dunia saat masih tersedia maksimal 104 poin dari empat balapan tersisa.

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Di saat Mercedes telah memastikan gelar juara konstruktor untuk kali keenam secara beruntun, Hamilton, yang finis ketiga di Suzuka, memiliki peluang mengunci gelar juara dunia di GP Meksiko dua pekan ke depan.

“Aku rasa tak ada alasan untuk menyerah selama masih ada kesempatan secara teoritis,” kata Bottas seperti dikutip Reuters.

“Apa yang terjadi di sini adalah contoh yang baik karena aku start ketiga dengan dua Ferrari di depanku, jadi tadinya kemenangan akan sulit didapat dari sudut pandang itu.”

“Jadi itu memungkinkan. Tapi aku realistis juga dan akan butuh keberuntungan, untuk memenangi semua balapan yang tersisa.

Baca juga: Bos Mercedes dedikasikan gelar keenam untuk Niki Lauda

Usai mengalami musim tanpa kemenangan pada 2018, Bottas musim ini telah memenangi tiga seri sedangkan Hamilton sebanyak sembilan.

Bottas tampil mengesankan Mercedes di awal musim dengan memimpin perolehan poin hingga empat seri pertama musim ini lewat dua kemenangan.

Baca juga: Leclerc terkena penalti 15 detik setelah tabrak Verstappen

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc terkena penalti 15 detik setelah tabrak Verstappen

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc terkena penalti setelah menyebabkan tabrakan dengan pebalap Red Bull Max Verstappen di Grand Prix Jepang, di Sirkuit Suzuka, Minggu.

Pebalap asal Monako itu terlibat senggolan dengan sang rival dari Belanda di Tikungan 2 setelah start.

Verstappen, yang mengalami kerusakan di bagian lantai mobilnya, mengakhiri lomba lebih awal setelah lap ke-15. Sementara, Leclerc sempat menolak masuk ke pit dan melanjutkan balapan dengan sayap depan yang rusak dan spion kiri yang rusak. Dia kemudian mengganti sayap depannya yang rusak hingga finis peringkat 6 di akhir balapan.

Baca juga: Gagal finis di GP Jepang, Verstappen salahkan Leclerc usai tabrakan

Namun steward menjatuhkan penalti 15 detik kepada Leclerc yang terdiri dari lima detik karena menyebabkan tabrakan dan 10 detik karena melanjutkan balapan dengan bagian sayap depan yang rusak, demikian laman resmi Formula 1.

Steward yang pada awalnya tak akan melakukan investigasi terhadap insiden itu berubah sikap dan memutuskan untuk menyelidiki hal tersebut di akhir lomba.

Verstappen pun dibuat jengkel karenanya.

“Bagiku itu hal yang aneh adalah pada awalnya mereka bahkan tak ingin menyelidikinya,” kata Verstappen.

Menyusul penalti tersebut, Leclerc turun di peringkat ketujuh, sedangkan Daniel Ricciardo naik ke peringkat enam.

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Baca juga: Bos Mercedes dedikasikan gelar keenam untuk Niki Lauda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos Mercedes dedikasikan gelar keenam untuk Niki Lauda

Jakarta (ANTARA) – Bos tim Mercedes Toto Wolff di Jepang, Minggu, mendedikasikan gelar juara konstruktor yang mereka raih secara beruntun kepada mendiang Niki Lauda, yang menjadi kepala non-eksekutif tim.

Valtteri Bottas menjuarai Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka hari itu dan dipastikan hanya pebalap asal Finlandia itu dan rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang masih berpeluang memperebutkan gelar juara dunia pebalap musim ini.

Hal itu berarti Mercedes menjadi tim pertama yang meraih gelar ganda enam kali secara beruntun.

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

“Niki pasti akan mengucapkan selamat untuk kemenangan keenam kini, dan kalian punya masalah lagi tahun depan,” kata Wollf kepada saluran Sky Sports seperti dilansir Reuters.

“Kami ingin mendedikasikan ini untuk Niki karena dia telah menjadi bagian penting dari awal perjalanan kami dan kehadirannya selalu sangat berharga di antara dukungan dan tekanan yang ada. Dia adalah orang yang sangat spesial.

Lauda, juara dunia tiga kali, meninggal pada Mei di usia 70 tahun setelah sebelumya menjalani transplantasi paru-paru tahun lalu.

Baca juga: Daftar juara konstruktor Formula 1

Sementara itu, Hamilton, yang finis ketiga hari itu, masih memimpin klasemen pebalap dengan unggul 64 poin dari Bottas. Sebanyak 104 poin maksimal tersisa dari empat balapan hingga akhir musim.

Pebalap Britania itu memiliki peluang untuk mengunci gelar juara dunia tahun ini di Meksiko dua pekan mendatang.

“Ketika kami memulai perjalanan ini enam atau tujuh tahun lalu, kami ingin memenangi balapan sesering mungkin dan kemudian bertarung di kejuaraan dan enam tahun kemudian ini menjadi kemenangan keenam secara beruntun,” kata Wolff.

“Aku rasa tim ini telah menjadi sangat kuat karena kami mampu bertahan ketika keadaan tak berjalan seperti yang diinginkan seperti pagi ini (kualifikasi). Dan itu adalah sesuatu yang kami ingin terus lakukan.”

Baca juga: Vettel rebut pole position GP Jepang, dua Ferrari start terdepan

Mercedes kembali kalah di kualifikasi dari Ferrari, yang meraih pole position di lima seri balapan terakhir secara beruntun.

Kualifikasi GP Jepang pun baru digelar Minggu pagi setelah Topan Hagibis melanda daratan Jepang pada hari sebelumnya.

“Kualifikasi datan dan kami tak cukup cepat seperti balapan-balapan sebelumnya dan itu mengecewakan. Sekarang kami menang balapan dan kedua gelar kejuaraan,” kata Wolff.

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Baca juga: Toro Rosso ajukan permohonan untuk ganti nama tim

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal finis di GP Jepang, Verstappen salahkan Leclerc usai tabrakan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen menyalahkan Charles Leclerc dari tim Ferrari setelah keduanya bersenggolan di awal balapan Grand Prix Jepang, di Sirkuit Suzuka, Minggu.

Verstappen tak mampu melanjutkan balapan setelah 15 lap karena mengalami kerusakan parah di sisi kanan bagian lantai mobilnya.

Pebalap berusia 22 tahun asal Belanda itu pun mempertanyakan respon steward, pengawas balapan, setelah mereka tak akan melakukan tindakan namun kemudian memutuskan untuk memanggil kedua pebalap itu setelah lomba usai.

Baca juga: Bottas juara GP Jepang, Mercedes kunci gelar konstruktor

“Tiba-tiba di Tikungan Dua Charles menabrak samping mobilku,” kata Verstappen kepada Sky Sports seperti dilansir Reuters.

“Dari sisiku aku kira aku tak melakukan hal yang berbeda di sana.

“Hal yang aneh adalah mereka pada awalnya tak ingin melakukan investigasi, maksudku seluruh bagian mobilku hancur… Ada sejumlah lubang di samping mobil. Kemudia mereka mulai melakukan investigasi tapi di akhir lomba.

“Apa yang harus dia (Leclerc) perbuat untuk dapat penalti? Aku suka balapan keras, tapi aku kira ini bukan lah balapan seperti itu. Ini adalah mengemudi yang tak bertanggungjawab di Tikungan Dua.”

Di saat Verstappen gagal melanjutkan lomba, Leclerc telah mengganti sayap depan mobilnya yang rusak dan finis keenam.

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Verstappen juga mempertanyakan keputusan steward ketika Sebastian Vettel, yang start dari pole position, kedapatan melaju saat lampu merah belum mati sepenuhnya walau pun kemudian menghentikan mobilnya sebelum kemudian menjalani start yang buruk.

Vettel terbebas dari penalti karena ban mobilnya tak melewati garis sehingga tak menyulut sensor.

“Aku melihat rekaman ketika Seb start. Dia bergerak kemudian berhenti,” kata Verstappen.

“Peraturan menyebutkan kalian tak boleh bergerak, dan itu tak masalah karena dia tak memperoleh keuntungan kata mereka. Aku benar-benar tak paham apa yang terjadi dengan peraturan hari ini.”

Baca juga: Daftar juara konstruktor Formula 1

Leclerc pun membela manuver dirinya.

“Tentunya aku mengalami understeer ketika berada di belakang Seb dan Lewis, dan kemudian kami bersenggolan. Aku tak tahu apa yang terjadi secara keseluruhan dari luar, dan ini harus dicermati,” kata Leclerc.

Sebelumnya, Verstappen dan Leclerc pernah bersenggolan di GP Austria. Saat itu, Verstappen mobil Ferrari dari sisi dalam di tiga lap terakhir hingga ban mereka bersenggolan untuk mengambil alih pimpinan lomba dan kemudian finis pertama.

Steward tak menjatuhkan penalti kepada Verstappen dan menganggap kejadian itu murni insiden balapan.

Baca juga: Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes kunci gelar juara Konstruktor F1 2019

Pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton berfoto dengan personel tim Mercedes usai balapan mobil Formula One (F1) Japanese Grand Prix di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (13/10/2019). Mercedes berhasil mengunci gelar juara konstruktor F1 2019 dengan mengumpulkan 621 poin mengungguli Ferrari dan Red Bull dari sisa empat seri balapan F1 mendatang. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/wsj.

Valtteri Bottas juarai Grand Prix Jepang

Pebalap Mercedez Valtteri Bottas melakukan selebrasi usai memenangi balapan mobil Formula One F1 Japanese Grand Prix di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (13/10/2019). Valtteri Bottas berhasil memenangi balapan tersebut mengungguli Sebastian Vettel (Ferrari) dan rekan setimnya Lewis Hamilton. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/wsj.

Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Jakarta (ANTARA) – Mercedes mengunci gelar juara dunia konstruktor musim ini di Grand Prix Jepang, Minggu setelah Valtteri Bottas menjuarai balapan seri ke-17 itu.

Lewis Hamilton melengkapi podium bagi tim Silver Arrow dengan finis peringkat tiga setelah Sebastian Vettel dari tim Ferrari sebagai runner-up, demikian laman resmi Formula 1.

Mercedes mengemas 612 poin dan tak terkejar oleh Ferrari yang berada di peringkat dua konstruktor dengan 435 poin sedangkan musim ini menyisakan empat seri.

Dengan hasil itu dominasi Mercedes sebagai juara dunia konstruktor belum terpatahkan dalam enam tahun terakhir sejak era mesin V6 turbo hybrid diperkenalkan pada 2014. Rekor itu menyamai raihan Ferrari yang juga dominan sebagai konstruktor dari 1999-2004.

Baca juga: Bottas juara GP Jepang, Mercedes kunci gelar konstruktor

Dengan empat balapan tersisa, secara matematis, Mercedes juga memastikan gelar juara dunia setelah hanya dua pebalapnya, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, yang masih berpeluang meraih gelar dengan empat balapan tersisa.

Hamilton telah mengemas 338 poin di puncak klasemen, unggul 64 poin dari Bottas yang menguntit di peringkat dua.

Sementara rival mereka, Charles Leclerc di peringkat tiga dengan 223 poin. Dengan empat balapan tersisa dan 104 poin yang tersedia, pebalap asal Monako itu jelas tak mungkin mengejar perolehan poin Hamilton.

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Hasil GP Jepang
1 Valtteri Bottas Mercedes 1:21:46,755
2 Sebastian Vettel Ferrari +13,343 detik
3 Lewis Hamilton Mercedes +13,858 detik
4 Alexander Albon Red Bull Racing Honda +59,537 detik
5 Carlos Sainz McLaren Renault +69,101 detik
6 Charles Leclerc Ferrari +1 lap
7 Daniel Ricciardo Renault +1 lap
8 Pierre Gasly Scuderia Toro Rosso Honda +1 lap
9 Sergio Perez Racing Point BWT Mercedes +1 lap
10 Nico Hulkenberg Renault +1 lap
11 Lance Stroll Racing Point BWT Mercedes +1 lap
12 Daniil Kvyat Scuderia Toro Rosso Honda +1 lap
13 Lando Norris McLaren Renault +1 lap
14 Kimi Räikkönen Alfa Romeo Racing Ferrari +1 lap
15 Romain Grosjean Haas Ferrari +1 lap
16 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing Ferrari +1 lap
17 Kevin Magnussen Haas Ferrari +1 lap
18 George Russell Williams Mercedes DNF
19 Robert Kubica Williams Mercedes +2 laps
NC Max Verstappen Red Bull Racing Honda DNF

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar juara konstruktor Formula 1

Jakarta (ANTARA) – Mercedes mengunci gelar juara konstruktor musim ini di Grand Prix Jepang, di Sirkuit Suzuka, Minggu setelah Valtteri Bottas menjuarai balapan seri ke-17 itu.

Lewis Hamilton melengkapi podium bagi tim Silver Arrow dengan finis peringkat tiga setelah Sebastian Vettel dari tim Ferrari sebagai runner-up.

Dengan hasil itu dominasi Mercedes sebagai juara konstruktor belum terpatahkan dalam enam tahun terakhir sejak era mesin V6 turbo hybrid diperkenalkan pada 2014.

Baca juga: Bottas juara GP Jepang, Mercedes kunci gelar konstruktor

Baca juga: Hasil GP Jepang, Mercedes pastikan gelar ganda keenam kali beruntun

Berikut daftar juara dunia konstruktor sejak gelar pertama dianugerahkan pada 1958 seperti dilansir Reuters:

2019 – Mercedes
2018 – Mercedes
2017 – Mercedes
2016 – Mercedes
2015 – Mercedes
2014 – Mercedes
2013 – Red Bull
2012 – Red Bull
2011 – Red Bull
2010 – Red Bull
2009 – Brawn GP
2008 – Ferrari
2007 – Ferrari
2006 – Renault
2005 – Renault
2004 – Ferrari
2003 – Ferrari
2002 – Ferrari
2001 – Ferrari
2000 – Ferrari
1999 – Ferrari
1998 – McLaren
1997 – Williams
1996 – Williams
1995 – Benetton
1994 – Williams
1993 – Williams
1992 – Williams
1991 – McLaren
1990 – McLaren
1989 – McLaren
1988 – McLaren
1987 – Williams
1986 – Williams
1985 – McLaren
1984 – McLaren
1983 – Ferrari
1982 – Ferrari
1981 – Williams
1980 – Williams
1979 – Ferrari
1978 – Lotus
1977 – Ferrari
1976 – Ferrari
1975 – Ferrari
1974 – McLaren
1973 – Lotus
1972 – Lotus
1971 – Tyrrell
1970 – Lotus
1969 – Matra
1968 – Lotus
1967 – Brabham
1966 – Brabham
1965 – Lotus
1964 – Ferrari
1963 – Lotus
1962 – BRM
1961 – Ferrari
1960 – Cooper
1959 – Cooper
1958 – Vanwall

Daftar gelar konstruktor terbanyak
16 – Ferrari
9 – Williams
8 – McLaren
7 – Lotus
6 – Mercedes
4 – Red Bull
2 – Cooper, Brabham, Renault

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas juara GP Jepang, Mercedes kunci gelar konstruktor

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas menjuarai Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Minggu, untuk merebut kemenangan ketiganya dan membawa Mercedes menjadi juara dunia konstruktor musim ini.

Bottas, lewat strategi dua kali pit stop, mampu mengalahkan pebalap Ferrari Sebastian Vettel, yang start dari pole position, dan harus puas finis runner-up, 11,376 detik di belakang sang juara dari Finlandia itu, demikian laman resmi Formula 1.

Lewis Hamilton melengkapi podium di tempat ketiga untuk Mercedes sehingga tim Silver Arrow mengunci gelar juara dunia konstruktor untuk keenam kalinya secara beruntun, memperpanjang dominasi mereka sejak era mesin V6 hybrid turbo diperkenalkan pada 2014.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

“Aku sangat senang. Start dari ketiga tidak lah mudah. Aku punya start yang sangat bagus, mampu memimpin dan kecepatanku super bagus, aku bisa mengendalikan balapan ini,” kata Bottas usai lomba.

Balapan seri ke-17 itu berlangsung penuh drama setelah sesi kualifikasi sempat ditunda hingga Minggu karena Topan Hagibis melanda Jepang pada hari sebelumnya.

Dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc mengunci posisi start 1-2 pada pagi harinya.

Namun Vettel melakukan start yang buruk hingga Bottas, yang start dari P3, dari sisi luar mengambil alih pimpinan lomba. Pebalap asal Jerman itu berada di bawah investigasi steward karena dugaan melakukan false start.

Vettel lolos dari penalti dan harus berjuang mempertahankan posisinya di 10 lap terakhir ketika Hamilton, dengan ban soft baru berusaha mengejar jarak lima detik dari sang pebalap bernomor mobil 5 itu. Hamilton kewalahan dengan kecepatan Ferrari di lintasan lurus dan harus puas finis 0,410 detik di belakang sang rival.

“Aku membuat kesalahan, aku kehilangan momentum di sana,” kata Vettel soal startnya.

“Mercedes lebih cepat dari kami, siang yang berat untuk mempertahankan peringkat dua ini.”

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Hamilton, yang mendapat tambahan satu poin sebagai pebalap dengan waktu putaran tercepat hari itu, kini memimpin klasemen dengan unggul 64 poin dari Bottas dengan empat balapan tersisa.

“Selamat untuk tim. Sangat pantas untuk menang dalam enam tahun beruntun. Aku hanya ingin meraih poin terbaik untuk tim hari ini,” kata Hamilton.

Charles Leclerc pun menderita kerusakan sayap depan mobilnya di lap pertama setelah mengalami senggolan dengan Max Verstappen.

Verstappen harus mengakhiri lomba lebih awal di lap ke-15 karena mengalami kerusakan parah di bagian sisi kiri lantai mobilnya.

Sedangkan rekan satu timnya, Alexander Albon mengamankan poin bagi Red Bull dan memuaskan Honda sebagai pemasok power unit dengan finis P4 di depan Carlos Sainz dari tim McLaren.

Leclerc harus puas finis P6 setelah berjuang dari belakang karena mengganti sayap depannya. Daniel Ricciardo di peringkat ke-7 untuk Renault, sedangkan Pierre Gasly finis P8 untuk Toro Rosso.

Pebalap Racing Point Sergio Perez finis P9 walau mengalami kecelakaan di lap terakhir. Nico Hulkenberg membawa pulang poin terakhir yang tersedia hari itu di P10 untuk Renault.

Baca juga: Ferrari perlu jaga rivalitas kedua pebalapnya tetap sehat, kata Brawn

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel rebut pole position GP Jepang, dua Ferrari start terdepan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel meraih pole position Grand Prix Jepang setelah menjadi yang tercepat di babak kualifikasi yang sempat tertunda karena Topan Hagibis pada Minggu pagi.

Pebalap asal Jerman itu mencatatkan waktu satu menit 27,064 detik, yang menjadi rekor baru di Sirkuit Suzuka, untuk start terdepan diikuti oleh rekan satu timnya, Charles Leclerc yang terpaut 0,189 detik di P2, demikian laman resmi Formula 1.

Itu merupakan pole position kedua bagi Vettel musim ini sejak GP Kanada dan merupakan pole position beruntun bagi Ferrari di lima balapan terakhir.

Baca juga: Kualifikasi GP Jepang diundur Minggu di tengah ancaman Topan Hagibis

“Kondisinya sangat berbeda dengan apa yang kami temui pada Jumat. Aku sangat menikmatinya tapi ini baru satu bagian pekerjaan yang telah diselesaikan. Kita lihat siang ini,” kata Vettel.

Balapan GP Jepang akan langsung digelar siang nanti pukul 12:10 WIB.

Leclerc pun mengakui rekan satu timnya itu tampil terlalu cepat di kualifikasi.

“Seb membuat lap yang luar biasa dan dia pantas berada di pole hari ini,” kata Leclerc.

“Dia terlalu cepat, jadi selamat untuknya. Kami terkejut namun senang bisa start 1-2 di grid tapi balapan lah yang paling menentukan.”

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Start dari baris terdepan sangat penting di Suzuka mengingat sejak 1991 hanya dua balapan yang dimenangi oleh pebalap yang start lebih rendah dari P2.

Sementara tiga balapan terakhir GP Jepang dimenangi oleh pebalap yang start dari pole position. Nico Rosberg pada 2016 dan Lewis Hamilton pada 2017 dan 2018. Trek yang sangat bersahabat bagi mobil Mercedes.

Walau demikian, pebalap Mercedes, Valtteri Bottas, yang tampil dominan di sesi latihan bebas, Jumat, harus puas dengan posisi start P3 di depan rekan satu timnya, Lewis Hamilton di P4. Keduanya terpaut sekitar 0,2 detik dari polesitter.

“Kami terlihat cukup kuat, tapi mereka lebih cepat di lintasan lurus. Kami akan mencoba sebisa mungkin untuk di depan, kami belum kalah,” kata Bottas.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Pebalap Red Bull Max Verstappen, yang mengeluhkan kehilangan tenaga dari power unit Honda di Q2, mampu menjalani sesi kualifikasi terakhir dan akan start dari P5. Rekan satu timnya, Alexander Albon membuntuti di P6 dengan catatan waktu yang sama.

Hujan deras imbas Topan Hagibis telah mengguyur trek Suzuka pada Sabtu sehingga menghilangkan bekas karet ban hasil latihan bebas pada Jumat di atas trek yang membuat kualifikasi tak mudah.

Selain itu, hembusan angin cukup menyulitkan para pebalap terutama ketika mereka keluar dari Tikungan 18 menuju lintasan lurus utama.

Alhasil Q1 sempat terhenti ketika Robert Kubica dari Williams melebar di tikungan terakhir Suzuka itu, kehilangan kontrol dan menabrakkan mobilnya ke tembok pembatas di lintasan utama.

Tak lama setelah sesi Q1 dilanjutkan kembali, Kevin Magnussen juga kehilangan kendali mobil Haasnya karena hembusan angin kencang ketika melewati Casio Triangle dan kemudian melintir di tikungan 18. Sayap depan mobilnya mengalami kerusakan karena itu.

Daniel Ricciardo dari Renault, Sergio Perez dari Racing Point dan George Russell dari Williams menjadi tiga pebalap lainnya yang gagal melaju ke Q2.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Di awal sesi Q2, Lewis Hamilton sementara menjadi yang tercepat dengan waktu satu menit 27,826 detik, lebih dari 0,3 detik dari catatan waktu Sebastian Vettel.

Bottas yang menguasai dua sesi latihan bebas pada Jumat masih terjebak di peringkat empat.

Kemudian, Antonio Giovinazzi, Lance Stroll, Kimi Raikkonen, Daniil Kvyat dan Nico Hulkenberg tak cukup cepat untuk bisa lolos ke Q3.

Di Q3, Vettel menjadi yang tercepat di ketiga sektor dengan waktu terbaik satu menit 27,212 detik, atau 0,3 detik lebih cepat dari rekan satu timnya. Bahkan 0,4 detik di depan dua pebalap Mercedes.

Keempat pebalap tersebut mampu memperbaiki catatan waktu mereka namun posisi tak berubah hingga Q3 berakhir.

Baca juga: Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

McLaren mengirimkan dua pebalapnya, Carlos Sainz dan Lando Norris di P7 dan P8, posisi start teratas tim papan tengah.

Sedangkan Pierre Gasly, yang hanya mengikuti satu sesi latihan bebas karena mobilnya dipakai pebalap Jepang Naoki Yamamoto di FP1, akan start dari P9 untuk Toro Rosso.

Romain Grosjean membuat Renault cukup lega setelah mampu start dari peringkat 10 besar.

Baca juga: Bos tim Haas kena denda karena menghina steward di GP Rusia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peraih emas Asian Games di urutan dua kualifikasi Balap Downhill

Kudus (ANTARA) – Pebalap downhill nasional Khoiful Mukhib yang meraih medali emas pada Asian Games 2018 berada di urutan kedua dengan catatan waktu 3 menit 27,237 detik di kelas Men elite pada sesi kualifikasi kejuaran 76 Indonesian Downhill 2019 yang digelar di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Catatan waktu pembalap asal Jepara tersebut masih kalah dengan Pahraz Salman Alparisi yang meraih catatan terbaik di kelas Men Elite dengan waktu 3 menit 23,836 detik.

Sementara Popo Ariyo Sejati melengkapi tiga teratas Seeding Run dengan torehan waktu 3 menit 27,489 detik.

Baca juga: Khoiful Mukhib berburu poin UCI di Ternadi Park Kudus

“Babak kualifikasi atau ‘seeding run’ hari ini (12/10) berjalan cukup lancar. Peraih catatan waktu terbaik akan memulai balapan dari urutan belakang,” kata Direktur Indonesian Downhill Parama Nugroho ditemui usai menyaksikan sesi Seeding Run Kejuaraan Indonesian Downhill 2019 seri 3 di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Sabtu.

Ia mengungkapkan keuntungan memulai dari urutan belakang tentunya sangat banyak karena mengetahui minimal tiga peserta sebelumnya berapa catatan waktunya.

Persaingannya, lanjut dia, diperkirakan akan cukup ketat karena di kelas Men Elite ada yang juara Asian Games 2018, sehingga persaingannya sangat ketat.

Terkait dengan karakter trek balapan di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu, lebih panjang dibandingkan dengan trek di seri sebelumnya.

“Karakter treknya juga cukup laju. Ada rock garden yang cukup panjang dan level kejuaraannya sama dengan yang di Bromo masuk dalam kalender UCI (Union Cycliste Internationale) kategori C1,” ujarnya.

Baca juga: Okto akui prestasi trek dan road race belum sebaik BMX dan downhill

Dengan kategori C1, kata dia, poinnya cukup tinggi sehingga rider yang berlomba di Ternadi akan mendapat poin 60.

“Poin tersebut satu level di bawah continental, dengan poin tersebut atlet Tanah Air memiliki peringkat dunia lebih baik,” ujarnya.

Kelas Men Elite sendiri terdapat 15 pembalap yang akan bersaing pada sesi final yang digelar Minggu (13/10).

Di lintasan sepanjang 2,3 kilometer, catatan waktu terbaik wanita pembalap downhill diraih Tiara Andini Prastika yang turun di kelas Women Elite dengan catatan 4 menit 00,587 detik.

Sementara peraih medali emas di Asian Games 2018, Ayu Triya Andriana juga harus puas diposisi kedua dengan catatan waktunya 4 menit 24,743 detik, sedangkan peringkat ketiga yakni Nia Vanessa dengan catatan waktu 4 menit 30,701 detik.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos tim Haas kena denda karena menghina steward di GP Rusia

Jakarta (ANTARA) – Bos tim Haas Guenther Steiner dikenai denda 7.500 euro karena kedapatan memaki steward atau pengawas balapan lewat radio di Grand Prix Rusia dua pekan lalu.

Steiner saat itu berbicara dengan pebalapnya, Kevin Magnussen, melalui radio di akhir lomba setelah penalti lima detik dijatuhkan kepada pebalap asal Denmark itu sehingga mundur dari posisi finis kedelapan menjadi kesembilan.

“Jika tak ada steward yang bodoh, idiot, itu kita bisa di peringkat delapan,” kata Guenther.

Baca juga: Bottas kembali ungguli Hamilton, Mercedes dominasi latihan GP Jepang

Baca juga: Kualifikasi GP Jepang diundur Minggu di tengah ancaman Topan Hagibis

Bos asal Italia itu dipanggil ke hadapan para steward jelang Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Jumat, untuk menjelaskan ucapannya.

“Di saat kritik faktual terhadap keputusan panel steward bisa diterima dalam diskusi privat dengan panel tersebut, serangan personal terbuka terhadap individu ofisial sangat tak sopan dan tak bisa diterima,” demikian pernyataan steward seperti dikutip Reuters.

Stenier telah menyesali perkataannya namun tetap dianggap telah menyalahi kode etik di Formula 1.

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas kembali ungguli Hamilton, Mercedes dominasi latihan GP Jepang

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas kembali mencatatkan waktu tercepat ketika memuncaki sesi latihan bebas FP2 Grand Prix Jepang, Jumat, di depan rekan satu timnya, Lewis Hamilton.

Dua pebalap Mercedes itu kembali menunjukkan dominasinya di Sirkuit Suzuka setelah memuncaki sesi latihan pagi FP1.

Bottas mencatatkan waktu satu menit 27,785 detik untuk unggul 0,100 detik dari Hamilton, demikian laman resmi Formula 1.

Baca juga: Bottas bukukan waktu tercepat di FP1 Grand Prix Jepang

Pebalap Red Bull Max Verstappen hampir 0,3 detik lebih lambat dari pebalap asal Finlandia itu untuk peringkat tiga mengungguli dua pebalap Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel yang berada di peringkat keempat dan kelima.

Alexander Albon terpaut sekitar 0,3 detik dari rekan satu timnya di Red Bull untuk bercokol di peringkat enam diikuti oleh pebalap Mclaren Carlos Sainz yang menjadi pebalap tim papan tengah tercepat di peringkat ketujuh.

Sergio Perez dari tim Racing Point di peringkat delapan, 1,514 detik lebih lambat dari pemuncak sesi.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Pierre Gasly, yang mendapatkan kembali mobil Toro Rossonya setelah dipinjam pebalap Jepang Naoki Yamamoto di FP1, mencatatkan waktu di peringkat sembilan di sesi latihan terakhir.

Lando Norris dari McLaren melengkapi peringkat 10 besar pebalap tercepat hari itu, terpaut 0,3 detik dari rekan satu timnya.

Sesi kualifikasi GP Jepang yang sedianya digelar Sabtu diundur pada Minggu pagi menyusul ancaman Topan Hagibis yang akan mendarat di Jepang besok. Sesi latihan FP3 pun ditiadakan menyusul pembatalan segala kegiatan di Suzuka pada Sabtu untuk alasan keamanan.

Sementara balapan diharapkan tak mengalami perubahan jadwal setelah prakiraan menyebutkan cuaca akan lebih cerah pada Minggu.

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Latihan jelang F1 GP Jepang

MOTOR-F1-JAPAN/

MOTOR-F1-JAPAN/. Pebalap Mercedes Lewis Hamilton melaju di sirkuit Suzuka saat melakukan sesi latihan menjelang F1 GP Jepang, di Suzuka, Jepang , Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Reuters-Kim Hong-Ji/hp. *** Local Caption *** Formula One F1 – Japanese Grand Prix – Suzuka Circuit, Suzuka, Japan – October 11, 2019 Mercedes’ Lewis Hamilton in action during practice REUTERS/Kim Hong-JiREUTERS/KIM HONG-JI (REUTERS/KIM HONG-JI)

Kualifikasi GP Jepang diundur Minggu di tengah ancaman Topan Hagibis

Jakarta (ANTARA) – Penyelenggara Grand Prix Jepang memutuskan pada Jumat pagi jika sesi kualifikasi yang sedianya digelar Sabtu diundur hingga Minggu pagi karena Sirkuit Suzuka akan terkena dampak Topan Hagibis.

Oleh karenanya, kualifikasi akan digelar Minggu pukul 10:00 waktu setempat ketika cuaca diharapkan telah cerah, sementara balapan GP Jepang tetap sesuai jadwal yaitu pada pukul 14:10 waktu setempat.

Topan Hagibis yang akan mendarat di Jepang pada Sabtu menyebabkan F1 menghentikan semua kegiatan pada Sabtu termasuk sesi latihan bebas FP3, yang tidak akan dijadwalkan ulang.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

“Sebagai hasil dari prediksi dampak Topan Hagibis terhadap Grand Prix Jepang Formula 1 2019, Mobilityland and the Japanese Automobile Federation (JAF) telah memutuskan untuk membatalkan semua aktivitas yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 Oktober,” demikian pernyataan resmi otoritas setempat seperti dilansir laman resmi Formula 1.

“FIA dan Formula 1 mendukung keputusan tersebut demi keselamatan para penonton, kompetitor dan semua yang ada di Sirkuit Suzuka.”

Hal itu berarti tim dan pebalap hanya akan menjalani dua sesi latihan bebas pada Jumat untuk mempersiapkan balapan pada Minggu.

Jika sesi kualifikasi tak memungkinkan digelar karena cuaca buruk berlanjut, posisi start akan ditentukan oleh hasil sesi latihan bebas kedua (FP2), lanjut FIA.

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Sebelumnya, sesi kualifikasi GP Jepang pernah dipindah ke Minggu pada 2004 dan 2010 karena cuaca buruk.

Topan Hagibis juga telah memaksa dibatalkannya pertandingan timnas rugby Inggris melawan Prancis di Piala Dunia Rugby yang sedianya digelar di Yokohama serta pertandingan antara Selandia Baru dan Italia di Toyota City.

Biro cuaca setempat telah memberi peringatan jika Topan Hagibis bisa menimbulkan curah hujan yang sangat tinggi, sehingga balapan GP Jepang pada Minggu bisa terancam cuaca buruk walaupun prediksi menyatakan cuaca akan lebih cerah hari itu, demikian AFP.

Baca juga: Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas bukukan waktu tercepat di FP1 Grand Prix Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, untuk menjadi pebalap tercepat di sesi latihan bebas pembuka Grand Prix Jepang, Jumat pagi.

Duo pebalap Mercedes itu, memanfaatkan paket upgrade baru mobil W10 mereka, lebih cepat hampir satu detik dari dua pebalap Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, yang berada di peringkat tiga dan empat.

Bottas melahap trek sepanjang 5,807km Sirkuit Suzuka dalam waktu satu menit 28,731 detik, unggul tipis 0,076 dari Hamilton dan 0,989 detik dari Vettel, demikian laman resmi Formula 1.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Baca juga: Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Red Bull mengirim dua pebalapnya, Max Verstappen dan Alexander Albon di peringkat lima dan enam pagi itu.

Sesi kualifikasi GP Jepang akan diundur hingga Minggu pagi karena Topan Hagibis akan mendarat di Jepang pada Sabtu.

Jika kualifikasi tak memungkinkan digelar, posisi start akan ditentukan dari hasil sesi latihan bebas kedua (FP2).

Kemenangan bagi Hamilton di Jepang berarti hanya Bottas, yang saat ini terpaut 73 poin, yang masih berpeluang bertarung untuk titel juara dunia musim ini dengan empat balapan tersisa setelah Jepang.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Di tengah ancaman Topan Hagibis, suporter Jepang pagi itu menyaksikan pahlawan lokal Naoki Yamamoto mengendarai mobil F1 milik Pierre Gasly dari tim Toro Rosso di sesi FP1 sebelum menyerahkan kembali mobil itu ke sang pebalap asal Prancis tersebut di FP2.

“Aku bilang ke dia, nikmati dan pastikan kamu menikmati setiap lap. Dia orang yang sangat baik, sangat cepat, dan sangat bertalenta. Dia lebih paham Suzuka dari semua orang dan aku kira dari semua yang ada di planet ini,” kata Gasly soal Yamamoto seperti dikutip AFP.

Yamamoto, juara Super Formula dan Super GT series itu menyelesaikan sejumlah lap dan mencatatkan waktu di peringkat ke-17 dengan waktu terbaiknya satu menit 32,018 detik, kurang dari sepersepuluh detik dari waktu rekan satu timnya, Daniil Kvyat.

Baca juga: Toro Rosso ajukan permohonan untuk ganti nama tim

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Mereka miliki dinamika yang menarik

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia lima kali Lewis Hamilton yakin jika Charles Leclerc telah mengungguli rekan satu timnya, Sebastian Vettel sebagai pebalap unggulan Ferrari.

Rivalitas Leclerc, pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu, dan Vettel mendapat sorotan di Rusia ketika sang juara dunia empat kali itu mengabaikan kesepakatan pra-lomba untuk menyerahkan kembali pimpinan lomba kepada Leclerc setelah start.

“Mereka miliki dinamika yang menarik,” kata Hamilton jelang Grand Prix Jepang, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Ferrari tersandung strateginya sendiri di GP Rusia

“Seb tadinya nomor satu. Sekarang, jelas tidak.

“Dari energinya, pandangan… (Ferrari) sedang mencoba meningkatkan Charles,” kata Hamilton yang kini memuncaki klasemen pebalap dengan keunggulan 73 poin atas rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan lima balapan tersisa.

Vettel, yang bergabung dengan tim asal Italia itu pada 2015, menjadi pebalap nomor satu Ferrari hingga musim ini.

Sementara Leclerc, yang menjalani tahun pertamanya di Ferrari dan musim keduanya di Formula 1, telah membalikkan keadaan.

Leclerc mempersembahkan kemenangan pertama bagi Ferrari musim ini di Belgia dan satu pekan kemudian berjaya di kandang Ferrari ketika menjuarai GP Italia, mengakhiri puasa kemenangan di depan publik Italia sejak terakhir kali pada 2010.

Dia juga telah mengemas empat pole position secara beruntun musim ini, menjadi pebalap Ferrari pertama yang melakukan hal itu setelah Michael Schumacher.

Leclerc juga mendapatkan posisi kualifikasi yang lebih baik dari Vettel di sembilan balapan secara beruntun. Pebalap Ferrari Sebastian Vettel memimpin pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, and Lewis Hamilton dari Mercedes saat balapan F1 Grand Prix Rusia di Sochi Autodrom, Rusia, pada 29 September 2019 (REUTERS/MAXIM SHEMETOV)

Baca juga: Ferrari perlu jaga rivalitas kedua pebalapnya tetap sehat, kata Brawn

Sementara Vettel baru menang satu kali musim ini yaitu ketika di GP Singapura, yang menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi Ferrari.

Hamilton pun memahami rivalitas yang umum terjadi di dalam suatu tim seperti ketika dia tiba sebagai rookie di McLaren pada 2007 dan menjadi rekan Fernando Alonso kala itu.

“Aku paham,” kata Hamilton. “Ketika kalian datang kalian ingin memiliki kesempatan yang sama.”

“Tapi ada pebalap yang selalu menginginkan status nomor satu itu, mudah bagi mereka. Aku ingin berusaha untuk mendapatkannya, dengan mulai dari tempat yang sama.

“Jika kalian sudah tahu jika kalian adalah nomor dua, itu seperti orang yang selalu mengalah.”

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MotoGP kembali gelar GP Brasil mulai 2022

Saya sangat bangga mengumumkan jika MotoGP akan kembali balapan di Rio de Janeiro

Jakarta (ANTARA) – Dorna Sports pada Kamis mengumumkan jika MotoGP telah menandatangani kontrak sepanjang lima tahun untuk kembali menggelar Grand Prix Brasil mulai 2022 di sirkuit baru yang akan bertempat di Rio de Janeiro.

Rio terakhir kali menggelar kejuaraan dunia balap motor pada 1995 hingga 2004 di Sirkuit Jacarepagua yang telah dihancurkan untuk menggelar Olimpiade Musim Panas 2016.

Sirkuit sepanjang 4,5km dengan tujuh tikungan ke kiri dan enam tikungan ke kanan akan menempati Rio Motorpark di wilayah Deodoro dan akan selesai dibangun pada 2021, demikian Reuters.

Baca juga: Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

“Saya sangat bangga mengumumkan jika MotoGP akan kembali balapan di Rio de Janeiro, salah satu kota ikonik di dunia yang berada di negara yang luar biasa,” kata CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada Mei jika trek yang sedang dibangun menggunakan dana swasta di Rio itu akan menyandang nama juara dunia tiga kali Ayrton Senna.

Proses pembangunan sirkuit baru itu bisa berjalan enam hingga tujuh bulan.

Baca juga: Teknologi ini selamatkan Marquez dari kecelakaan di GP Thailand

Baca juga: Daftar juara dunia MotoGP sepuluh tahun terakhir

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Kami telah membahas hal itu dan memastikan situasi seperti itu tak terjadi lagi di masa depan

Jakarta (ANTARA) – Ferrari tak akan mengulangi kekacauan team order yang dialami kedua pebalapnya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, di Grand Prix Rusia dua pekan lalu.

Strategi tim Kuda Jingkrak ini berantakan ketika Leclerc, yang start dari pole position, diminta membantu Vettel, yang start di P3, untuk menyalip rival Lewis Hamilton dari tim Mercedes ketika start.

Setelah Vettel melesat sebagai pimpinan lomba, pebalap asal Jerman itu menolak menyerahkan kembali posisinya ke rekan satu timnya yang tertinggal cukup jauh di belakang dan malah mengakhiri lomba lebih awal karena mengalami kerusakan mekanis.

Baca juga: Ferrari tersandung strateginya sendiri di GP Rusia

Kedua pebalap memiliki kesepakatan pra-lomba saat itu yang menyebutkan sang pebalap Jerman menyerahkan kembali posisi yang telah diraih Leclerc namun Vettel justru membuat serangkaian waktu putaran tercepat di awal lomba dan memimpin jauh di depan.

Vettel menolak untuk memelankan mobilnya dan mengatakan jika Leclerc harus memperkecil jaraknya menjadi sekitar 1,3 detik jika ingin menyalipnya, sementara Hamilton membayangi mereka di peringkat tiga.

Leclerc berbicara jelang GP Jepang, Kamis, jika mereka telah membahas hal tersebut dengan kepala tim Ferrari Mattia Binotto.

“Tentunya ada kesalahpahaman dengan mobil dan aku kira kami telah berdiskusi dan semuanya telah selesai,” kata Leclerc seperti dikutip AFP.

“Kami telah membahas hal itu dan memastikan situasi seperti itu tak terjadi lagi di masa depan,” kata Leclerc.
  Pebalap Ferrari Charles Leclerc (tengah) berada di podium dengan rekan satu tim Sebastian Vettel (kiri) dan pebalap Mercedes Lewis Hamilton (kanan) usai menjalani sesi kualifikasi GP Bahrain di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Sabtu (30/3). Reuters/Hamad I Mohammed

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Vettel pun mengiyakan pernyataan rekan satu timnya dan mengaku hubungan mereka dengan tim tak ada masalah.

“Kami telah saling berbicara. Mungkin berbeda dengan apa yang orang pikirkan. Tapi aku rasa ini sudah cukup jelas. Pada akhirnya, kami menunggu balapan ini dan balapan-balapan selanjutnya. Jadi tak terlalu khawatir,” kata Vettel.

Jelang GP Jepang, sesi kualifikasi dan latihan bebas terancam tertunda karena Topan Hagibis sedang menuju ke Jepang dan telah menyebabkan dua pertandingan Piala Dunia Rugby tertunda.

Panitia Penyelenggara GP Jepang akan membuat keputusan pada Jumat apakah perlu menunda kualifikasi hingga Minggu pagi.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Topan Hagibis mengancam GP Jepang

Jakarta (ANTARA) – Topan Hagibis yang sedang mengarah ke Jepang dipantau dengan ketat menjelang balapan Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka akhir pekan nanti.

Federasi otomotif internasional FIA mengeluarkan pernyataan Kamis bahwa mereka bersama Formula 1, Federasi Otomobil Jepang dan panitia penyelenggara Sirkuit Suzuka memantau ketat Topan Hagibis dan dampak potensialnya terhadap GP Jepang.

“Setiap upaya sedang dilakukan untuk meminimalkan gangguan kepada jadwal Formula, akan tetapi keselamatan penonton, kompetitor dan semua orang yang ada di Sirkuit Suzuka tetap menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan FIA.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Prakiraan menyebutkan Hagibis akan mendarat di pantai Jepang dan Tokyo, yang terletak 300 km di barat Suzuka pada Sabtu saat sesi latihan bebas final dan kualifikasi digelar.

GP Jepang sebelumnya juga diwarnai cuaca buruk, terutama pada 2014 saat hujan turun deras ketika balapan.

Pebalap Prancis Jules Bianchi mengalami kecelakaan pada GP Jepang 2014 setelah topan membawa hujan mengguyur trek Suzuka dan mengurangi tingkat visibilitas di lapangan.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Bianchi yang mengalami cedera kemudian meninggal dunia tahun selanjutnya.

Sementara itu pada 2004 dan 2010, sesi kualifikasi ditunda dan digelar Minggu pagi karena cuaca buruk.

Baca juga: Correa sampaikan belasungkawa atas kepergian Hubert lewat Instagram

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Correa sampaikan belasungkawa atas kepergian Hubert lewat Instagram

Jakarta (ANTARA) – Pebalap F2 Juan Manuel Correa menyampaikan ucapan duka cita kepada mendiang Anthoine Hubert yang meninggal dalam kecelakaan tragis di balapan F2 di Sirkuit Spa-Francorchamp, Belgia lewat pesan video yang ia unggah di akun Instagram miliknya.

Correa yang telah selesai menjalani operasi di rumah sakit di London menyampaikan pesannya untuk pertama kali kepada publik pada Rabu waktu setempat lewat video tersebut.

“Lima pekan yang berat setelah kejadian itu. Tentunya aku belum pernah menyampaikan pesan ini secara publik tapi aku ingin menyampaikan di depan umum rasa duka cita yang terdalam kepada keluarga Hubert,” kata sang pebalap berusia 20 tahun itu di akunnya, @juanmanuelcorrea_.

Baca juga: Correa harus rehabilitasi panjang setelah jalani operasi 17 jam

Correa terlibat kecelakaan dengan mobil Hubert yang saat itu melaju kencang dan menabrak tembok pembatas di tikungan cepat Raidillon di Spa pada 31 Agustus lalu.

“Semua orang terguncang dengan kecelakaan yang terjadi itu. Kita tak pernah kejadian seperti ini terjadi, dan tentunya terhadap dirimu sendiri, hingga itu benar-benar terjadi,” kata pebalap tim Sauber Junior itu.

“Aku beruntung berada di sini, walau pun tentunya aku masih memiliki jalan panjang untuk sembuh dan masih belum jelas apakah aku akan sembuh 100 persen.

“Tapi aku sangat bersyukur bisa hidup dan sangat berterima kasih kepada orang-orang yang telah bersamaku selama lima pekan terakhir.”

“Aku sangat bersyukur terhadap keluarga yang aku miliki dan dukungan yang mereka berikan kepadaku. Tanpa mereka, aku tak akan berhasil.”

Correa telah menjalani operasi selama 17 jam untuk merekonstruksi kaki kanannya setelah pebalap berdarah Ekuador-Amerika Serikat itu terlepas dari masa induced coma.

Baca juga: Leclerc dedikasikan kemenangan di GP Belgia untuk mendiang Hubert

Senin depan, Correa akan kembali menjalani operasi di London sebelum kembali ke Miami dengan keluarganya untuk menjalani proses pemulihan jangka panjang.

Di kaki kanan Correa saat ini terpasang rangka besi yang akan terpasang selama 10 bulan hingga satu tahun hingga tahap pemulihan selanjutnya.

Correa pun berterima kasih kepada komunitas dunia balap yang telah menyampaikan pesan dukungan kepadanya.

“Dukungan dan pesan-pesan hangat dari orang-orang yang aku tak tahu secara pribadi, aku telah membaca hampir semuanya… terima kasih banyak karena itu sangat berarti untukku.”

“Aku telah menerima apa yang terjadi dan aku hanya bisa berpikir positif sekarang dan bekerja sekeras mungkin untuk pemulihan yang cepat dan yang terbaik.”

“Ini telah merubah hidupku,” tambah Correa. “Caraku melihat sesuatu, caraku berpikir tentang kehidupan dan semuanya secara umum. Ini adalah suatu pengamalan yang merubah hidup.”

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Jakarta (ANTARA) – Mercedes berpeluang mengunci gelar juara dunia konstruktor keenam kalinya secara beruntun di Grand Prix Jepang yang akan digelar akhir pekan ini di Sirkuit Suzuka.

Mercedes saat ini unggul 162 poin dari Ferrari, yang pernah meraih gelar juara dunia enam kali secara beruntun dari 1999-2004.

Sementara Red Bull tertinggal 260 poin dari Mercedes dengan 220 poin maksimal tersedia hingga akhir musim ini.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Tim Silver Arrow, yang selalu tampil dominan sejak era mesin hybrid turbo V6 diperkenalkan pada 2014, hanya perlu mengemas 14 poin lebih banyak dari Ferrari di Suzuka nanti untuk menyamai rekor tim rival asal Italia tersebut.

“Kami akan membawa sejumlah upgrade kecil ke mobil kami di Jepang yang semoga bisa membawa kami ke arah yang benar,” kata bos tim Mercedes Toto Wolff seperti dikutip Reuters.

“Namun, kami tahu bahwa kami harus mengeluarkan semuanya yang dimiliki mobil kami dan juga ban jika kami ingin meraih kemenangan.”

Hamilton telah memenangi empat dari lima balapan terakhir di Suzuka. Saat ini pebalap asal Britania itu memuncaki klasemen pebalap dengan unggul 73 poin dari rival terdekatnya yang juga rekan satu tim, Valtteri Bottas.

Akan tetapi, Hamilton baru bisa mendapat peluang mengunci gelar juara dunia di balapan Grand Prix Meksiko dua pekan mendatang.

Dengan satu kemenangan lagi, Hamilton, yang telah menang lima kali di Jepang, termasuk satu balapan di Fuji, bisa menyamai rekor Michael Schumacher yang telah juara GP Jepang sebanyak enam kali.

Baca juga: Renault perkenalkan desain sayap depan baru di GP Jepang

Tim rival, Ferrari tentunya tak akan tinggal diam setelah mengalami lonjakan performa di empat balapan terakhir.

Pebalap asal Monako Charles Leclerc meraih pole position di empat balapan terakhir, tiga di antaranya dimenangi oleh Ferrari; Leclerc juara di Spa dan Monza, sementara Vettel juara di Singapura.

“Kami tahu agar berada di depan di Jepang setiap aspek dari kerja kami harus sempurna,” kata kepala tim Ferrari Mattia Binotto.

“Jika kami bisa melakukan itu, maka kami bisa berharap tampil kompetitif seperti di balapan-balapan sebelumya.”

Baca juga: Pebalap Jepang Yamamoto akan tampil bareng Toro Rosso di Suzuka

Sementara itu, Honda, yang memasok power unit ke Red Bull dan Toro Rosso, akan mendapati musim terbaiknya sejak kembali menjadi pemasok mesin pada 2015.

Red Bull tahun ini telah mengemas dua kemenangan lewat Max Verstappen.

Pendukung tuan rumah pun akan menyambut juara Super Formula Naoki Yamamoto ketika pebalap asal Jepang itu mengendarai mobil Toro Rosso di sesi latihan bebas pada Jumat.

Hujan bisa tak terhindarkan karena topan Hagibis saat ini sedang menuju Jepang.

Badai itu diprediksi melintasi Tokyo, yang terletak 400km di utara Suzuka, akhir pekan nanti.

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Statistik Grand Prix Jepang

Jakarta (ANTARA) – Mercedes bisa mengunci gelar juara dunia konstruktor untuk keenam kalinya secara beruntun akhir pekan nanti di Grand Prix Jepang untuk menyamai rekor Ferrari yang dibuat dari 1999 hingga 2004.

Tim Silver Arrow hanya perlu mengemas 14 poin lebih banyak dari tim asal Italia itu di Suzuka, demikian seperti dilansir Reuters.

Lewis Hamilton telah lima kali menang di Jepang, sedangkan Sebastian Vettel menang empat kali.

Baca juga: Pebalap Jepang Yamamoto akan tampil bareng Toro Rosso di Suzuka

Ferrari belum pernah menang lagi di Suzuka sejak Michael Schumacher juara di sana pada 2004. Schumacher telah enam kali juara Grand Prix Jepang dan Hamilton, yang salah satu kemenangannya diraih di Fuji, bisa menyamai rekor tersebut.

Selain Hamilton dan Vettel, Kimi Raikkonen menjadi pebalap lain yang pernah juara di Jepang.

Sebanyak 30 balapan di Suzuka dimenangi 26 kali oleh pebalap yang start dari baris terdepan, 15 di antaranya dari pole position. Raikkonen menjadi pengecualian setelah memenangi balapan di sana dari posisi start ke-17.

Sebanyak 34 Grand Prix telah digelar sejak 1976, empat di antaranya di Fuji.

Baca juga: Renault perkenalkan desain sayap depan baru di GP Jepang

Saat ini tidak ada pebalap Jepang yang berlaga di Formula 1, namun Honda adalah pemilik Sirkuit Suzuka dan saat ini memasok power unit untuk tim Red Bull dan Toro Rosso.

Mercedes selalu start dari pole position di Suzuka dalam lima tahun terakhir.

Sementara Hamilton telah memenangi sembilan dari 16 balapan musim ini, memuncaki klasemen dengan unggul 73 poin dari rekan satu timnya Valtteri Bottas, yang baru dua kali juara seri.

Sedangkan tim Mercedes sendiri telah finis 1-2 sebanyak delapan kali musim ini.

Sirkuit Suzuka
Jarak satu putaran: 5,807km
Jarak total balapan: 307,471km
Pole position 2008: Lewis Hamilton (Britania) Mercedes, satu menit 27,760 detik
Juara 2018: Lewis Hamilton
Rekor putaran tercepat di balapan: Kimi Raikkonen (Finlandia) McLaren 1:31,540 (2005)
Waktu start: 14:10 waktu setempat atau 12:10 WIB

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Renault perkenalkan desain sayap depan baru di GP Jepang

Jakarta (ANTARA) – Renault akan memperkenalkan desain sayap depan baru di Grand Prix Jepang dengan harapan meningkatkan performa mobil mereka di trek Sirkuit Suzuka akhir pekan nanti.

Sayap depan yang mengalami sedikit modifikasi itu didesain untuk menambah grip dan daya cengkeram mobil R.S.19 yang akan digunakan oleh Nico Hulkenberg dan Daniel Ricciardo.

“Dengan banyaknya perubahan elevasi, lintasan lurus yang berujung di chicane sempit atau hairpin dan tikungan yang menarik, (Suzuka) menantang agar bisa tepat,” kata direktur teknis sasis Renault Nick Chester seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Baca juga: Pebalap Jepang Yamamoto akan tampil bareng Toro Rosso di Suzuka

Chester mengungkapkan jika grip depan yang kuat diperlukan untuk melibas sektor 1 yang memiliki karakter perubahan arah dengan kecepatan tinggi namun harus disertai stabilitas agar pebalap lebih percaya diri.

“Kami membawa sayap depan baru untuk Suzuka. Kami juga akan memiliki sayap sasis baru, dari luar perubahannya tak terlalu terlihat, tapi kami berharap downforce dan grip yang lebih besar dari itu,” kata Chester.

Renault pun sedang berjuang mengejar ketertinggalan poin dari McLaren, yang unggul 33 poin, untuk memperebutkan tempat keempat di klasemen konstruktor.

Baca juga: McLaren beralih ke power unit Mercedes mulai 2021

Hulkenberg pun bersikeras Renault harus meningkatkan performa mobilnya jika tak ingin kalah dari McLaren, yang menggunakan power unit yang sama dengan Renault.

“Kami masih bertarung untuk peringkat keempat. Hari Minggu kami harus lebih klinis, tapi itu tergantung dari sejumlah faktor. Dari diriku sendiri, dari tim dan juga beberapa hal yang tak bisa dikendalikan. Kami harus mendapat poin besar di Jepang,” kata Hulkenberg, yang menyisakan lima balapan lagi dengan Renault sebelum diganti oleh Esteban Ocon musim depan.

Renault meraih poin lebih banyak dari McLaren, yaitu 29 dibanding 19, di empat balapan sejak jeda musim panas, terutama berkat panen 22 poin dari GP Italia ketika Ricciardo dan Hulkenberg finis keempat dan kelima.

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Teknologi ini selamatkan Marquez dari kecelakaan di GP Thailand

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez meraih gelar juara dunia ke-8 setelah terselamatkan teknologi baju balap yang didesain khusus yang melindunginya ketika mengalami kecelakaan parah di sesi latihan bebas FP1 Grand Prix Thailand.

Pebalap asal Spanyol itu kehilangan kendali motornya di Tikungan 7 Sirkuit Buriram hingga terpelanting dan terjatuh keras di trek.

Marquez meringkuk di gravel dan sempat tak bisa bernafas sebelum dilarikan ke pusat medis dan rumah sakit setempat untuk dilakukan pemindaian.

“Itu kecelakaan yang aneh karena aku baru saja keluar dari box (pit) untuk menjalani out lap. Mungkin bannya belum siap atau mungkin aku berada di area kotor,” kata Marquez seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Baca juga: Marquez beberkan insiden kecelakaan yang ia alami di Thailand

Alpinestar, perusahaan yang menyediakan perlengkapan balap Marquez, pada Selasa merilis data analisa kecelakaan yang menimpa pebalap Repsol Honda itu.

Terdapat jarak dua detik antara momen Marquez kehilangan kendali motor RC213Vnya dan benturan yang ia alami.

Airbag yang berada di baju balapnya terkembang 0,585 detik sebelum tubuh Marquez menyentuh aspal, demikian Alpinestar lewat akun Twitter resminya.

Baca juga: Marc Marquez dalam angka

Dalam benturan pertama dengan aspal, sensor yang ada di bagian bahu kiri menunjukkan gaya gravitasi sebesar 26,14G.

Namun, benturan itu masih tak sekuat yang dialami Loriz Baz ketika dia terjatuh di sesi uji di Sepang pada 2016. Pebalap asal Prancis itu mengalami benturan 29,9G.

Sebagai gambaran, bola golf mengalami benturan sekuat 19G ketika club yang diayunkan pegolf mengenainya. Kemudian mobil yang mengalami tabrakan ketika melaju dengan kecepatan 64kpj mengalami benturan 35G, demikian laman resmi MotoGP.

Bisa dikatakan benturan yang dialami Marquez itu besar.

Berkat teknologi keamanan airbag yang telah menjadi standar di baju balapan Grand Prix, Marquez mampu menyintasi salah satu kecelakaan terparahnya tanpa terluka.

Dua hari setelah itu, Marquez mengalahkan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di GP Thailand dan merayakan gelar juara dunia ke-8 yang ia raih.

Baca juga: Daftar juara dunia MotoGP sepuluh tahun terakhir

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Khoiful Mukhib berburu poin UCI di Ternadi Park Kudus

Jakarta (ANTARA) – Pebalap downhill nasional Khoiful Mukhib bakal mengerahkan kemampuan terbaiknya pada kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2019 di Ternadi Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (14/10) mengingat kejuaraan ini masuk kategori C1 dan pebalap tercepat bakal mendapatkan 40 poin UCI.

“Dari seluruh seri 76 Indonesian Downhill tahun ini, poin UCI di Ternadi Park merupakan yang terbesar karena levelnya C1. Ini harus dimaksimalkan oleh Mukhib dan Hakim,” kata Manager Team 76Rider Downhill, Rudy Purnomo dalam keterangan resminya Senin.

Pada kejuaraan bergengsi ini, Khoiful Mukhib yang membela tim 76 Rider bakal bersaing dengan rekan satu timnya yang juga juara bertahan Abdul Hakim. Bisa dipastikan persaingan pada seri pamungkas ini bakal berlangsung dengan ketat. Apalag8 keduanya baru saja pulang dari kejuaraan di Eropa.

Baca juga: Sejumlah jalan rute TdS 2019 dinilai masih bahayakan pembalap

“Di dua Seri IXS European Downhill Cup saya menimba pengalaman. Ini sangat berguna untuk menghadapi babak final di Ternadi Park karena tingkat keesktrimannya hampir sama. Bedanya hanya di faktor cuaca dan kondisi tanah. Kalau di Eropa, cuaca cenderung dingin sedangkan di Ternadi cukup panas,” kata Mukhib.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengaku sudah tidak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya mengingat trek yang bakal digunakan sudah cukup dikenal. Persiapan seri terakhir, kata dia, lebih fokus ke trek, mencari line yang bisa curi waktu, pastinya didasari dengan latihan power dan endurance.

Abdul Hakim mengatakan hal senada. Juara bertahan ini juga mengaku sudah siap untuk mempertahankan posisinya. Apalagi juga baru saja mendapatkan tambahan pengalaman saat turun di dua kejuaraan di Eropa bersama Khoiful Mukhib.

Baca juga: Fanani dan Rafika incar emas MTB XC di SEA Games 2019

“Dengan obstacle yang sangat menantang di IXS European Downhill Cup membawa pengalaman bagi saya bahwa segala sesuatu itu mungkin untuk dilalui. Inilah bekal utama untuk bertanding di Kudus nanti,” sahut juara bertahan 76 Indonesian Downhill.

Berbekal pengalaman kompetisi di Eropa tersebut, Mukhib maupun Hakim optimistis bisa meraih hasil terbaik di final 76 Indonesian Downhill. Terlebih, jaraknya dengan Andy Prayoga yang berada di puncak klasemen sementara hanya berpaut 81 poin.

Sementara itu, perwakilan 76Rider Mario CSP menuturkan, dengan semakin kompetitifnya kejuaraan 76 Indonesian Downhill diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para pebalap Indonesia sehingga bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di level dunia.

Sebelum digelar di Ternadi Park, Kudus, dua seri 76 Indonesian Downhill telah digelar di Bukit Watu Cenik, Wonogiri, Jawa Tengah (Seri 1) dan Seruni Point Bromo Probolinggo, Jawa Timur (Seri 2).

Baca juga: BART paparkan kesulitan dalam kejuaraan EWS 2019 Italia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap Jepang Yamamoto akan tampil bareng Toro Rosso di Suzuka

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Jepang Naoki Yamamoto akan tampil di Grand Prix Jepang akhir pekan nanti membawa mobil tim Toro Rosso STR15 di sesi latihan bebas, Jumat.

Toro Rosso, tim yang dimiliki oleh Red Bull itu, ditenagai oleh Honda sedangkan Sirkuit Suzuka, tempat berlangsungnya seri ke-17 musim ini, adalah milik pabrikan asal Jepang itu.

Pebalap Jepang yang terakhir kali membalap di Formula 1 adalah Kamui Kobayashi, yang saat itu membalap bersama tim Caterham pada 2014.

Baca juga: Toro Rosso ajukan permohonan untuk ganti nama tim

Yamamoto (31), adalah juara Super Formula dan seri Super GT touring car, di mana dia berekan dengan juara dunia Formula 1 2009 Jenson Button.

“Ini akan jadi momen spesial dan aku senang akan bisa membaginya dengan para penggemar di trek balap yang luar biasa ini di mana untuk pertama kalinya aku menonton aksi mobil-mobil Formula 1 27 tahun lalu,” kata Yamamoto seperti dikutip Reuters, Senin.

Yamamoto, yang mendapat dukungan dari Honda, akan membawa mobil yang dikendarai Pierre Gasly khusus untuk sesi latihan bebas sebelum menyerahkannya kembali ke sang pebalap asal Prancis itu di sisa akhir pekan.

Yamamoto merebut titel Super Formula, balapan kursi tunggal level tertinggi di Jepang, pada 2013. Sementara Gasly pernah menjadi runner-up kejuaraan tersebut pada 2017.

Baca juga: Formula 1 kurangi jumlah sesi tes resmi musim depan

Saat ini Yamamoto memimpin klasemen pebalap Super Formula musim ini.

“Kami harap Naoki memanfaatkan dengan baik kesempatan ini, sehingga dia belajar dari sana dan membantunya sebagai seorang pebalap,” kata kepala brand operation Honda Katsuhide Moriyama.

“Kami juga berharap jika melihat Yamamoto di trek akan menjadi inspirasi para pebalap muda Jepang sehingga tak lama lagi di masa depan kami mempunyai pebalap Jepang yang berkompetisi di Formula 1.”

Baca juga: Correa harus rehabilitasi panjang setelah jalani operasi 17 jam
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marc Marquez dalam angka

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez menjuarai GP Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Minggu, sekaligus mengunci gelar juara dunia MotoGP keenamnya.

Dengan itu, Marquez menjadi pebalap termuda yang meraih enam gelar juara dunia MotoGP di usia 26 tahun dan 231 hari, mengalahkan Giacomo Agostini yang meraih capaian yang sama dalam usia 29 tahun dan 25 hari ketika ia meraih gelar keenamnya di kelas premier di GP Jerman Timur tahun 1971.

Marquez juga menjadi pebalap termuda sepanjang masa yang mengantongi delapan gelar juara dunia, mengambil mahkota Mike Hailwood, yang meraih rekor tersebut pada usia 27 tahun dan 112 hari ketika meraih gelar kedelapannya di seri 350cc, Brno, 1967, demikian laman resmi MotoGP.

Baca juga: Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

Marquez bersama Valentino Rossi dan Giacomo Agostini adalah tiga pebalap yang telah meraih enam atau lebih gelar juara dunia kelas premier.

Marquez adalah satu dari enam pebalap yang meraih delapan atau lebih gelar juara dunia di semua kelas, pebalap lainnya adalah Carlo Ubbiali (9), Mike Hailwood (9), Valentino Rossi (9), Angel Nieto (13) dan Giacomo Agostini (15).

Marquez telah memenangi gelar MotoGPnya mengendarai motor Honda dan menyingkirkan Mick Doohan (5) sebagai pebalap yang memenangi gelar juara dunia terbanyak dengan pabrikan Jepang.

Baca juga: Hasil GP Thailand, Marquez ulangi duel sengit dengan Quartararo

Hanya ada satu pebalap Spanyol yang meraih gelar juara dunia melebihi Marquez, yaitu Angel Nieto yang mengemas 13 gelar juara dunia (tujuh di kelas 125cc dan enam di kelas 50cc) di antara tahun 1969 dan 1984.

Kemenangan Marquez di Grand Prix Ceko merupakan gelar juara GP ke-76 selama karirnya, menyamai juara dunia sembilan kali Mike Hailwood.

Di usia 26 tahun dan 168 hari, Marquez menjadi pebalap termuda kedua yang meraih kemenangan ke-76 setelah Valentino Rossi (26 tahun dan 165 hari).

Di GP Aragon, Marquez menjadi pebalap termuda yang menjalani Grand Prix ke-200 di usia 26 tahun dan 217 hari.

Baca juga: Marquez: Ini musim terbaikku di MotoGP

Kemenangan Marquez di GP Ceko menjadi kemenangan ke-50 baginya sejak naik kasta ke kelas premier pada 2013, membuatnya menjadi pebalap keempat dengan kemenangan terbanyak setelah Valentino Rossi (89), Giacomo Agostini (68) dan Mick Doohan (54) saat itu.

Di usia 26 tahun dan 168 hari, Marquez menjadi pebalap termuda kedua yang mampu meraih kemenangan ke-50 di kelas premier setelah Valentino Rossi yang mencapainya di usia 26 tahun dan 165 hari.

Sembilan pole position yang ia raih musim ini memperokokoh posisi Marquez sebagai pebalap dengan pole position terbanyak sepanjang masa yaitu 89 di tiga kelas yang berbeda.

Musim ini, Marquez meraih paling banyak kemenangan (9) dibandingkan rival-rivalnya. Dia juga paling banyak naik podium (14) dan meraih pole position (9).

Baca juga: Daftar juara dunia MotoGP sepuluh tahun terakhir
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez juara dunia MotoGP 2019

Marquez juara dunia MotoGP 2019

Marc Marquez akhirnya menyegel gelar juara dunia MotoGP untuk yang ke-8 kalinya (untuk semua kelas) dalam lanjutan seri ke-15 balapan yang diadakan di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand (6/10). Pebalap tim Honda Repsol itu mencatatkan waktu 39 menit 36,223 detik, unggul 0,171 detik dari pebalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, dan 1,380 detik dari pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales.

Daftar juara dunia MotoGP sepuluh tahun terakhir

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) meraih gelar juara dunia MotoGP keenam kalinya setelah menjuarai Grand Prix Thailand, Minggu.

Berikut daftar 10 juara dunia terakhir MotoGP:

2019: Marc Marquez (ESP/Honda)
2018: Marc Marquez (ESP/Honda)
2017: Marc Marquez (ESP/Honda)
2016: Marc Marquez (ESP/Honda)
2015: Jorge Lorenzo (ESP/Yamaha)
2014: Marc Marquez (ESP/Honda)
2013: Marc Marquez (ESP/Honda)
2012: Jorge Lorenzo (ESP/Yamaha)
2011: Casey Stoner (AUS/Honda)
2010: Jorge Lorenzo (ESP/Yamaha)

Baca juga: Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

Baca juga: Marquez: Ini musim terbaikku di MotoGP

Daftar pebalap dengan gelar juara dunia terbanyak sejak 1949 (kelas teratas kala itu adalah kelas 500cc sebelum berganti menjadi MotoGP pada 2002), seperti dilansir AFP:

– Giacomo Agostini (ITA/8 gelar di 500cc)
– *Valentino Rossi (ITA/6 gelar di MotoGP, 1 gelar di 500cc)
– *Marc Marquez (ESP/6 gelar di MotoGP)
– Mick Doohan (AUS/5 gelar di 500cc)
– Mike Hailwood (GBR/4 gelar di 500cc)
– John Surtees (GBR/4 gelar di 500cc)
– Geoff Duke (GBR/4 gelar di 500cc)
– Eddie Lawson (USA/4 gelar di 500cc)
– Wayne Rainey (USA/3 gelar di 500cc)
– Kenny Roberts (USA/3 gelar di 500cc)
– *Jorge Lorenzo (ESP/3 gelar di MotoGP)

*pebalap yang masih aktif.

Baca juga: Masih berambisi raih gelar juara, Rossi ganti kepala kru tahun depan

Baca juga: Kesampingkan rivalitas, Rossi puji performa Marquez musim ini
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez: Ini musim terbaikku di MotoGP

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez mengungkapkan tahun ini adalah musim terbaiknya di MotoGP setelah mengunci gelar juara dunia di Grand Prix Thailand, Minggu.

Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP keenam kalinya setelah memenangi duel lap terakhir dengan pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) untuk finis pertama di Buriram.

Marquez, yang sempat mengalami kecelakaan parah di sesi latihan, hanya perlu meraih keunggulan dua poin dari Andrea Dovizioso (Ducati), namun tampil perkasa dengan mengemas poin penuh untuk membawanya unggul 110 poin dari Dovizioso, yang harus puas finis P4 di Thailand, dengan empat balapan tersisa musim ini.

Baca juga: Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

“Paling tidak ini adalah musim terbaikku di MotoGP,” kata juara dunia delapan kali itu seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Pebalap asal Spanyol itu memenangi sembilan balapan tahun ini dengan hasil terburuk finis di peringkat dua. Marquez hanya sekali gagal finis ketika di GP Amerika Serikat.

Marquez bahkan mengatakan jika tahun ini lebih baik dari musim 2014 ketika ia meraih gelar juara dunia MotoGP untuk kali kedua dengan mengoleksi 13 juara seri hingga akhir musim.

“Tapi jujur waktu itu ada perbedaan yang cukup besar antara tingkat pabrikan dan motor. Sekarang kita berada di kategori yang sangat kompetitif. Dengan empat pabrikan yang berbeda, kalian bisa bertarung untuk juara di balapan.”

Baca juga: Hasil GP Thailand, Marquez ulangi duel sengit dengan Quartararo

Salah satu kunci bagi Marquez dan timnya musim ini adalah konsistensi.

“Kami sangat konsisten, khususnya kami sangat fokus di titik kelemahan kami dan kami tutupi titik itu sehingga kami menyintas dengan cara yang baik di balapan-balapan yang sulit,” kata Marquez.

Namun konsistensi saja tidak cukup karena tekanan datang dari segala sisi.

Orang-orang bisa mengatakan ini kemenangan yang mudah, “tapi percaya lah, mengendalikan tekanan, menghadapi setiap orang yang menginginkanmu jatuh, dan orang-orang yang ingin mengalahkanmu itu tidak lah mudah.”

“Tapi terlepas dari itu aku ingin berterima kasih kepada timku karena bagi pebalap mudah untuk menjaga ambisinya. Tapi bagi tim yang terdiri banyak orang di dalamnya tidak lah mudah menjaga mentalitas yang sama. Dari semua mekanik dan menjaga konsentrasi yang sama sehingga mereka mampu melakukannya. Ini adalah salah satu hal yang terpenting,” kata Marquez.

Baca juga: Kesampingkan rivalitas, Rossi puji performa Marquez musim ini

Marquez pun menjadi pebalap termuda yang meraih enam gelar juara dunia MotoGP di usia 26 tahun dan 231 hari, mengalahkan Giacomo Agostini yang meraih capaian itu dalam usia 29 tahun dan 25 hari ketika ia meraih gelar keenamnya di kelas premier di GP Jerman Timur tahun 1971.

Marquez juga menjadi pebalap termuda sepanjang masa yang mengantongi delapan gelar juara dunia, mengambil mahkota Mike Hailwood, yang meraih rekor tersebut pada usia 27 tahun dan 112 hari.

Baca juga: Masih berambisi raih gelar juara, Rossi ganti kepala kru tahun depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marc Marquez juara dunia MotoGP 2019

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez memacu kecepatannya saat berlaga di MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu (6/10/2019). Marc Marquez memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2019 usai finis di posisi pertama pada balapan tersebut. ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/wsj.

Hasil GP Thailand, Marquez ulangi duel sengit dengan Quartararo

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez menjuarai Grand Prix Thailand setelah mengulangi duel klasik dengan Fabio Quartarao (Petronas Yamaha SRT), Minggu.

Marquez, yang sempat mengalami kecelakaan parah di sesi latihan, hanya perlu meraih keunggulan dua poin dari Andrea Dovizioso (Ducati) untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP keenamnya hari itu.

Namun tak tanggung-tanggung, pebalap asal Spanyol itu tak mau menyerah hingga memenangi duel dengan Quartararo di tikungan terakhir jelang finis untuk membawanya unggul 110 poin dari Dovizioso, yang harus puas finis P4 di Thailand, dengan empat balapan tersisa musim ini.

Baca juga:Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

Hasil balapan tersebut juga merupakan kemenangan kedua bagi Marquez di Thailand setelah menjuarai seri perdana yang digelar di Buriram tahun lalu.

Sementara itu, Quartararo kembali meluapkan kekesalannya setelah kalah di lap terakhir, seperti halnya di GP San Marino, dan gagal meraih kemenangan pertamanya di musim debutnya di MotoGP.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi podium di peringkat tiga.

Motor Ducati Jack Miller (Pramac Racing) mogok jelang start dan pebalap asal Australia itu harus start dari jalur pit.

Baca juga: Bukan Rossi atau Dovizioso, tapi Quartararo lah rival terberat Marquez

Hasil Grand Prix Thailand 2019:

1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 39 menit 36,223 detik
2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,171 detik
3 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1,380 detik
4 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +11,218 detik
5 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +11,449 detik
6 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +14,466 detik
7 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +18,729 detik
8 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +19,162 detik
9 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) +23,425 detik
10 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) +29,423 detik
11 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +30,103 detik
12 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +33,216 detik
13 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +35,667 detik
14 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +39,736 detik
15 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +40,038 detik
16 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +40,136 detik
17 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +44,589 detik
18 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +54,723 detik
19 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +56,012 detik
20 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) +61,431 detik
Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) Gagal finis
Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) Gagal finis
* Rookie.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez juara dunia setelah menangi duel dengan Quartararo di Thailand

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) mengunci gelar juara dunia MotoGP musim ini setelah memenangi duel klasik dengan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di Grand Prix Thailand, Minggu.

Marquez meraih poin penuh untuk membawanya unggul 110 poin dari Andrea Dovizioso (Ducati) yang berada di peringkat dua klasemen, demikian laman resmi MotoGP.

Dovizioso harus puas finis di P4 di Buriram dan tak mampu lagi mengejar poin Marquez dengan empat balapan tersisa.

Baca juga: Bukan Rossi atau Dovizioso, tapi Quartararo lah rival terberat Marquez

Ini merupakan gelar juara dunia MotoGP keenam bagi Marquez setelah sebelumnya merajai kelas premier itu di tahun 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2018.

Marquez pun melakukan selebrasi dengan memasukkan bola 8 di meja biliar sebagai simbol meraih gelar juara dunia ke delapan kali, termasuk satu gelar juara dunia Moto2 dan 125cc.

Walaupun gelar juara dunia sudah terkunci, GP Thailand menunjukkan rivalitas yang kental antara Quartararo dan Marquez.

Quartararo, yang start dari pole position, memimpin hampir sepanjang lomba sepanjang 26 lap itu dibayangi Marquez yang menguntit tak jauh di belakang. Keduanya mengulangi duel sengit seperti yang mereka alami di Misano.

Baca juga: Kesampingkan rivalitas, Rossi puji performa Marquez musim ini

Marquez mulai melancarkan serangan kepada Quartararo di sembilan lap terakhir.

Marquez hampir menyalip rivalnya di empat lap terakhir namun melebar di tikungan. Quartararo mempertahankan pimpinan lomba.

Namun drama di San Marino terulang ketika Marquez menyalip sang pebalap rookie itu di tikungan pertama di lap terakhir. Quartararo melakukan manuver terakhirnya di tikungan terakhir namun Marquez mampu melesat untuk menjadi yang pertama menyentuh garis finis 0,171 detik di depan sang rival.

Quartararo tak kuasa menahan kekesalannya seperti yang terlihat di rekaman video di kamera motornya.

“Tentunya aku senang, aku tak bisa berkomentar apa-apa. Aku sangat bangga dengan kerja timku dan tugasku. Aku tak bisa lebih senang lagi dari ini setelah bertarung hingga tikungan terakhir. Aku telah mencoba semuanya,” kata Quartararo usai lomba.

Baca juga: Statistik dan fakta jelang GP Thailand

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi podium di peringkat tiga.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) finis P5 di depan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Joan Mir, rekan satu timnya di Suzuki.

Sedangkan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang menjadi runner-up GP Thailand tahun lalu, tampil kurang memuaskan setelah finis di P8, di depan Danilo Petrucci (Ducati).

Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) menjadi pebalap Honda kedua yang finis di peringkat 10 besar hari itu.

Baca juga: Masih berambisi raih gelar juara, Rossi ganti kepala kru tahun depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Statistik dan fakta jelang GP Thailand

Jakarta (ANTARA) – Walau terjatuh pada akhir sesi kualifikasi Q2 GP Thailand, Sabtu, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) mampu mengamankan pole position untuk kali keempatnya pada musim debutnya sebagai rookie di MotoGP setelah sebelumnya start terdepan di Jerez, Catalunya dan Assen.

Dengan hasil itu, pebalap asal Prancis itu menyamai pencapaian Jorge Lorenzo (2008) dan Dani Pedrosa (2006) yang meraih empat pole position di tahun pertamanya turun di kelas premier, demikian laman resmi MotoGP.

Hanya Marc Marquez yang memiliki perolehan terbaik dengan sembilan pole position di tahun debutnya pada 2013.

Baca juga: Quartararo klaim pole position GP Thailand, Marquez, Rossi terjatuh

Quartararo juga mencetak waktu putaran terbaik Sirkuit Buriram dengan waktu satu menit 29,719 detik.

Berusia 20 tahun 168 hari, Quartararo juga menjadi pebalap termuda yang meraih empat pole position pada kelas premier, merebut gelar Marquez yang melakukannya pada usia 20 tahun dan 181 hari di Indianapolis 2019.

Jika Quartararo menang di Thailand pada umur 20 tahun dan 169 hari, dia akan menjadi pebalap termuda kedua yang memenangi Grand Prix setelah Marquez, yang menang di GP Amerika pada usia 20 tahun 63 hari.

Baca juga: Marquez beberkan insiden kecelakaan yang ia alami di Thailand

Maverick Viñales akan start dari P2 di Thailand, yang menjadikan kali kedelapan bagi pebalap asal Spanyol itu meraih posisi start baris terdepan, walau pun di Catalunya dia mendapat penalti mundur tiga posisi grid ke P6.

Marquez meraih posisi start ketiga di kualifikasi, yang membawanya start dari baris terdepan untuk ke-13 kalinya musim ini.

Marquez, yang menang di Buriram di depan Dovizioso tahun lalu, harus mencetak dua poin atau lebih dari rivalnya asal Italia itu untuk mengamankan gelar juara dunia MotoGP keenamnya di Thailand.

Baca juga: Bukan Rossi atau Dovizioso, tapi Quartararo lah rival terberat Marquez

Dengan Maverick Viñales, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, ini merupakan kali ketiga ada tiga pebalap Yamaha di peringkat empat besar kualifikasi, setelah Catalunya dan San Marino.

Setelah lolos Q1 dan bersaing di Q2 untuk pertama kalinya sejak Silverstone dan meraih P5, ini merupakan hasil kualifikasi terbaik Danilo Petrucci (Ducati) sejak dia start P3 di Italia, di mana dia meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP.

Rekan satu timnya di Ducati, Andrea Dovizioso mengakhiri kualifikasi di P7, kali ketujuh baginya gagal masuk dua baris terdepan tahun ini.

Baca juga: Masih berambisi raih gelar juara, Rossi ganti kepala kru tahun depan

Dovi finis runner-up di Buriram tahun lalu, satu-satunya kekalahan yang dia alami di tikungan terakhir dari Marquez.

Valentino Rossi, yang start dari P2 di Buriram tahun lalu, kali ini akan start dari P9 setelah terjatuh di Q2. The Doctor untuk kali kesembilan musim ini gagal start dari dua baris terdepan.

Sementara Pol Espargaro yang kembali fit setelah cedera pergelangan tangan yang ia dapati di Aragon akan melakoni start ke-100nya di kelas premier pada balapan Minggu nanti.

Baca juga: Kesampingkan rivalitas, Rossi puji performa Marquez musim ini
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesalahan di kualifikasi sebabkan posisi start buruk Rossi di Thailand

Jakarta (ANTARA) – Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) sempat terjatuh di sesi kualifikasi Grand Prix Thailand, Sabtu, dan hal itu berdampak terhadap posisi startnya di balapan besok, Minggu (6/10).

Pebalap asal Italia itu terjatuh di Tikungan 5 dan harus menggunakan motor kedua untuk melanjutkan sesi Q2. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Marc Marquez (Repsol Honda) juga terjatuh di tikungan yang sama.

The Doctor mencatatkan waktu satu menit 30,741 detik untuk mengamankan posisi start P9 di baris ketiga. Tahun lalu Rossi mengawali balapan di Buriram dari P2.

Baca juga: Quartararo klaim pole position GP Thailand, Marquez, Rossi terjatuh

“Disayangkan karena kami seharusnya bisa start dari posisi yang sedikit lebih bagus karena kecepatanku ketika di FP4 tak terlalu buruk,” kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Tapi sayangnya di kualifikasi dengan ban pertama aku membuat kesalahan, aku sedikit melebar sepertinya dan aku kehilangan grip depan.

“Aku melaju dengan motor lainnya tapi aku tak memakai ban yang sama. Ini bukan lah situasi yang sempurna,” kata Rossi yang catatan waktunya lebih lebih lambat 1,022 detik dari Quartararo yang meraih pole position hari itu.

Baca juga: Marquez beberkan insiden kecelakaan yang ia alami di Thailand

Rossi, yang finis keempat di seri perdana GP Thailand tahun lalu, berharap cuaca cerah ketika balapan besok setelah hujan sempat menunda sesi latihan bebas FP3 dan kualifikasi hari ini.

Ban depan soft dan hard menjadi pilihan Rossi untuk balapan besok.

“Aku ingin mencoba ban soft untuk beberapa lap agar memahami apakah itu memungkinkan. Ban itu memiliki grip yang sangat bagus, dan kita lihat kondisi besok,” pungkas Rossi.

Baca juga: Valentino Rossi merasa sedikit stagnan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo klaim pole position GP Thailand, Marquez, Rossi terjatuh

Jakarta (ANTARA) – Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) merebut pole position Grand Prix Thailand walau sempat terjatuh di akhir sesi kualifikasi, Sabtu.

Pebalap asal Prancis itu mencatatkan waktu satu menit 29,719 detik untuk mengamankan pole position keempatnya musim ini, demikian laman resmi MotoGP.

Quartararo terjatuh ketika mencoba tampil lebih cepat di lap terakhir, namun terjatuh di Tikungan 5. Catatan waktu yang ia buat di awal sesi cukup untuk mengamankan pole position hari itu.

Baca juga: Marquez beberkan insiden kecelakaan yang ia alami di Thailand

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) terpaut 0,106 detik dari pebalap tim independen itu untuk start dari P2.

Marc Marquez, yang mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan bebas, Jumat, kembali terjatuh di Q2. Namun pebalap asal Spanyol itu akan mencoba mengunci gelar juara dunia MotoGP keenamnya dari posisi start ketiga.

Franco Morbdelli (Petronas Yamaha SRT) tampil cukup konsisten sejak sesi latihan bebas dan mengunci P4 di kualifikasi di depan Danilo Petrucci, yang harus melewati Q1, untuk akhirnya mendaratkan dirinya di P5 sebagai pebalap Ducati tercepat.

Jack Miller (Pramac Racing) melengkapi baris kedua di P6.

Baca juga: Marquez tinggal lakukan ini untuk kunci gelar juara dunia di Buriram
 

Sementara itu, rival terdekat Marquez, Andrea Dovizioso (Ducati) harus puas dengan posisi start P7 di depan Joan Mir dari Suzuki Ecstar.

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) juga terjatuh di awal sesi Q2 dan harus kembali ke pit untuk memakai motor keduanya. The Doctor mengamankan posisi start ke-9 di depan Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Pol Espargaro kembali membalap setelah mengalami cedera pergelangan tangan kiri di Aragon dan akan start dari P11 untuk KTM. Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) tidak mampu lebih cepat dari rival-rivalnya di Q2 dan akan start dari P12.

Baca juga: Valentino Rossi merasa sedikit stagnan

Hasil Kualifikasi GP Thailand
Q2
1 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* 1 menit 29,719 detik
2 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0,106 detik
3 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0,212 detik
4 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +0,712 detik
5 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) +0,803 detik
6 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +0,878 detik
7 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +0,973 detik
8 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +1,016 detik
9 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +1,022 detik
10 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +1,059 detik
11 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +1,346 detik
12 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +1,539 detik
Qualifying 1:
13 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 30,969 detik
14 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 31,388 detik
15 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 31,416 detik
16 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 31,428 detik
17 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 31,499 detik
18 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 31,554 detik
19 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) 1 menit 31,605 detik
20 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 31,773 detik
21 Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 31,849 detik
22 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 31,979 detik
* Rookie.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019