Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Mereka miliki dinamika yang menarik

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia lima kali Lewis Hamilton yakin jika Charles Leclerc telah mengungguli rekan satu timnya, Sebastian Vettel sebagai pebalap unggulan Ferrari.

Rivalitas Leclerc, pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu, dan Vettel mendapat sorotan di Rusia ketika sang juara dunia empat kali itu mengabaikan kesepakatan pra-lomba untuk menyerahkan kembali pimpinan lomba kepada Leclerc setelah start.

“Mereka miliki dinamika yang menarik,” kata Hamilton jelang Grand Prix Jepang, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Ferrari tersandung strateginya sendiri di GP Rusia

“Seb tadinya nomor satu. Sekarang, jelas tidak.

“Dari energinya, pandangan… (Ferrari) sedang mencoba meningkatkan Charles,” kata Hamilton yang kini memuncaki klasemen pebalap dengan keunggulan 73 poin atas rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan lima balapan tersisa.

Vettel, yang bergabung dengan tim asal Italia itu pada 2015, menjadi pebalap nomor satu Ferrari hingga musim ini.

Sementara Leclerc, yang menjalani tahun pertamanya di Ferrari dan musim keduanya di Formula 1, telah membalikkan keadaan.

Leclerc mempersembahkan kemenangan pertama bagi Ferrari musim ini di Belgia dan satu pekan kemudian berjaya di kandang Ferrari ketika menjuarai GP Italia, mengakhiri puasa kemenangan di depan publik Italia sejak terakhir kali pada 2010.

Dia juga telah mengemas empat pole position secara beruntun musim ini, menjadi pebalap Ferrari pertama yang melakukan hal itu setelah Michael Schumacher.

Leclerc juga mendapatkan posisi kualifikasi yang lebih baik dari Vettel di sembilan balapan secara beruntun. Pebalap Ferrari Sebastian Vettel memimpin pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, and Lewis Hamilton dari Mercedes saat balapan F1 Grand Prix Rusia di Sochi Autodrom, Rusia, pada 29 September 2019 (REUTERS/MAXIM SHEMETOV)

Baca juga: Ferrari perlu jaga rivalitas kedua pebalapnya tetap sehat, kata Brawn

Sementara Vettel baru menang satu kali musim ini yaitu ketika di GP Singapura, yang menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi Ferrari.

Hamilton pun memahami rivalitas yang umum terjadi di dalam suatu tim seperti ketika dia tiba sebagai rookie di McLaren pada 2007 dan menjadi rekan Fernando Alonso kala itu.

“Aku paham,” kata Hamilton. “Ketika kalian datang kalian ingin memiliki kesempatan yang sama.”

“Tapi ada pebalap yang selalu menginginkan status nomor satu itu, mudah bagi mereka. Aku ingin berusaha untuk mendapatkannya, dengan mulai dari tempat yang sama.

“Jika kalian sudah tahu jika kalian adalah nomor dua, itu seperti orang yang selalu mengalah.”

Baca juga: Ferrari tak ingin ulangi kekacauan team order yang terjadi di Rusia

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019