Jelajah sepeda nusantara 2019 singgahi Ambon

Ambon (ANTARA) – Sebanyak 15 tim jelajah sepeda nusantara memulai ekspedisi dari timur Indonesia yakni Merauke, Jayapura dan akan melintasi 48 Kabupaten/Kota hingga Mataram, serta singgah di Ambon.

“Rombongan yang terdiri dari 15 pesepeda itu akan menyusuri jalanan Indonesia, mengayuh sepedanya sejauh 5.000 Km yang akan berakhir di Mataram Nusa Tenggara Barat,” kata perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Agus Santoso, di Ambon, Sabtu.

Dikatakannya, kegiatan ini merupakan program prioritas Kemenpora yang dimulai sejak tahun 2017.

“Tahun 2017 tim melakukan perjalanan dari Sabang sampai Magelang. Tahun kedua menelusuri Sulawesi dan Jawa, dan tahun ketiga tim memulai perjalanan dari titik 0 Km di Merauke dan berakhir di Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kota Ambon, Romeo Soplanit mengatakan, program jelajah sepeda nusantara mengusung misi mengajak masyarakat untuk terus berolahraga dengan semboyan “Ayo bergerak, Dimana saja, Kapan saja, Bersama siapa saja”.

Program jelajah nusantara di kota Ambon dilepas dari kawasan jalan AY Patty dilanjutkan melewati sejumlah kawasan dan berakhir di pantai Namalatu, Latuhalat.

Kegiatan ini lanjutnya bertujuan untuk memotivasi masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga khususnya dengan bersepeda.

“Kenapa sepeda? Karena sepeda dapat digunakan sebagai alat transportasi sekaligus sarana berolahraga. Dengan sepeda kita dapat mengurangi polusi udara, dengan mempersatukan masyarakat, ditambah olahraga ini memenuhi kriteria 5M (Murah, Meriah, Masal, Manfaat dan Menarik),” kata Romeo.

Tahun 2019 lanjutnya, merupakan tahun ketiga ajang bersepeda secara massal dilakukan di Kota Ambon, setelah dua tahun lalu Kota Ambon dipercayakan sebagai kota penyelenggaraan Gowes Pesona Nusantara.

“Hal ini membawa dampak yang baik dengan melihat antusiasme masyarakat yang semakin meningkat terhadap kegiatan bersepeda,” tandasnya.

Ia menambahkan, menjamurnya komunitas sepeda serta tingginya antusias generasi muda terhadap olahraga bersepeda, merupakan aset yang harus dikelola, dibina dan dikembangkan, sehingga mampu mengangkat nama daerah,” terangnya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan dalam kemajemukan yang dimiliki, sehingga menjadi kekuatan sosial dan modal berharga untuk membangun Indonesia tercinta, Maluku yang damai, serta Ambon yang harmonis,” katanya.

Menpora bersaksi untuk 3 terdakwa kasus hibah KONI

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019