Masih kalah dari Mercedes, Binotto puji performa Ferrari di Baku

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Ferrari Mattia Binotto memuji performa timnya ketika berlaga di GP Azerbaijan, Sirkuit Baku, pada Minggu walaupun belum mampu menandingi dominasi rival mereka, Mercedes, yang finis 1-2 empat kali beruntun musim ini.

Tim bermarkas di Italia itu mendapati hasil positif ketika tes pramusim dengan mobil tercepat dan meraih satu pole position, dua catatan waktu putaran tercepat dan tiga kali finis ketiga musim ini.

“Aku rasa jelas empat balapan di musim ini tidak ada kemenangan bagi Ferrari, empat kemenangan untuk Mercedes, tak diragukan lagi mereka sangat kuat,” kata Binotto seperti dikutip Reuters Senin pagi.

“Tentunya mereka (Mercedes) memiliki mobil yang sedikit lebih baik, tapi aku kira selisihnya tidak terlalu besar dan poin dari hasil itu belum mencerminkan potensi sesungguhnya dari mobil mereka,” kata Binotto.

Ferrari, yang merupakan tim tersukses di sejarah Formula 1, memenangi gelar juara dunia terakhir kali pada 2008 sementara Mercedes telah memenangi setiap kejuaraan di lima tahun terakhir.

Tim berjuluk Silver Arrow itu juga merayakan rekor finis 1-2 empat kali beruntun di awal musim balapan dengan dua pebalap itu.

Saat ini Ferrari terpaut 74 poin dari Mercedes di puncak klasemen konstruktor dengan 17 balapan tersisa musim ini.

Tampil lambat di Australia, Ferrari dominan di Bahrain jika saja masalah mesin tidak merampas kemenangan pertama Charles Leclerc.

Kemudian di China mereka kembali kehilangan kecepatan, sedangkan di Baku Ferrari mendominasi sesi latihan bebas namun kecelakaan ketika kualifikasi menghambat upaya Leclerc yang difavoritkan untuk meraih pole position.

baca juga: Di Sirkuit Baku, Leclerc akui strategi tim tak berjalan baik

“Mereka sangat bagus dalam hal membuktikan jika mereka memiliki kecepatan ketika situasi tidak mendukung,” kata mantan juara dunia Damon Hill kepada Sky Sports.

Sementara itu Binotto mengatakan Ferrari memiliki kecepatan yang dibutuhkan.

“Kemarin, seperti yang aku bilang ke Charles, kami memiliki potensi untuk pole, dan jika kamu membawa mobil cukup cepat untuk mencetak pole, kamu memiliki mobil yang secara keseluruhan bagus.”

“Di balapan hari ini, memang, kami tidak secepat mereka, tapi kami tidak finis 20 detik di belakang.”

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, yang finis P3 di Baku, menyamakan membuka potensi Ferrari dengan menyelesaikan permainan kubus Rubik.

“Kami memiliki banyak orang cerdas di tim yang bisa menyelesaikan permainan itu dalam waktu kurang dari dua menit,” kata Vettel. “Tapi dalam hal ini kubusnya sedikit lebih besar.”

baca juga:Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019