Marquez raih kemenangan kesepuluh beruntun di Jerman

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) menjuarai GP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu, sekaligus menjadikan rekor kemenangan sepuluh kali beruntun baginya di sana.

Pebalap asal Spanyol itu tak mendapatkan perlawanan berarti untuk menyentuh garis finis pertama 4,587 detik di depan rival terdekatnya Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP), demikian laman resmi MotoGP.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol), yang start dari P6 melengkapi podium GP Jerman pada peringkat tiga.

Hasil itu adalah kemenangan kali kesepuluh berturut-turut Marquez di Sachsenring dalam semua kelas, tujuh di antaranya diraih pada kelas premier. Rekor sempurna yang juga diraihnya lewat sepuluh kali start dari pole position di sana.

Marquez juga menyamai rekor kemenangan pada satu sirkuit yang dipegang Valentino Rossi di Sirkuit Mugello dengan tujuh kemenangan dalam kelas premier.

Sementara itu Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang mengincar podium ketiganya musim ini terjatuh di Tikungan 3 ketika balapan baru berjalan dua putaran.

Pebalap asal Prancis itu start dari P2 namun melorot hingga ke P7 pada awal lap kedua sebelum terjatuh.

Pada awal lomba Alex Rins (Suzuki Ecstar) menjadi penantang utama Marquez setelah melewati Viñales untuk posisi dua. Namun Marquez terlalu dominan dengan memperlebar jarak hingga tiga detik dari rival terdekatnya pada separuh balapan sepanjang 30 putaran itu.

Harapan Rins sirna ketika dia terjatuh di Tikungan 11 saat balapan menyisakan 11 putaran. Ini kali kedua beruntun, setelah Assen, pebalap asal Spanyol itu terjatuh dan gagal finis.

Baca juga: Cedera dua lengan tak hentikan Quartararo tantang Marquez di GP Jerman

Marquez pun melenggang tanpa perlawanan untuk merebut kemenangan kelimanya musim ini.

Andrea Dovizioso (Ducati Team) menjadi pebalap Ducati tercepat dengan finis P4 mengamankan poin berharga untuk menjaga jarak di klasemen.

Di sepanjang lomba, Dovi disaingi ketat oleh dua pebalap Ducati lainnya, Danilo Petrucci, rekan satu tim, yang finis di P5 dan Jack Miller (Pramac Racing) pada peringkat tujuh.

Sementara itu Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha MotoGP) tak berkutik di belakang pebalap rookie Joan Mir (Suzuki Ecstar) untuk finis P8.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) finis P9, sedangkan Stefan Bradl yang menggantikan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) yang cedera finis pada peringkat 10 besar.

Dengan hasil itu Marquez semakin kokoh di puncak klasemen dengan 185 poin diikuti Dovizioso pada peringkat dua dengan 127 poin hingga balapan kesembilan dari total 19 balapan musim ini.

Danilo Petrucci menguntit pada peringkat tiga dengan 121 poin, diikuti Rins pada peringkat empat dengan 101 poin.

Viñales menjadi pebalap Yamaha dengan poin terbanyak menempati peringkat lima dengan 85 poin, unggul lima poin dari Rossi pada peringkat enam.

Jack Miller memimpin klasemen pebalap tim independen dengan 70 poin, unggul tiga poin dari Quartararo dan Cal Crutchlow.

Setelah libur musim panas, balapan seri kesepuluh MotoGP akan dilanjutkan di Sirkuit Brno, Republik Ceko pada 4 Augustus.

Baca juga: Marquez juara MotoGP Jerman

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Jerman dan klasemen pebalap

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) meraih kemenangan kelimanya musim ini dengan menjuarai GP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu tak mendapatkan perlawanan berarti untuk menyentuh garis finis pertama 4,587 detik di depan rival terdekatnya Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP), demikian laman resmi MotoGP.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol), yang start dari P6 melengkapi podium GP Jerman pada peringkat tiga.

Hasil itu adalah kemenangan kesepuluh berturut-turut Marquez di Sachsenring pada semua kelas, tujuh di antaranya diraih dalam kelas premier. Rekor sempurna yang juga diraihnya lewat sepuluh kali start dari pole position di sana.

Hasil balapan GP Jerman
1 Marc Marquez Repsol Honda (RC213V) 41 menit 8,276 detik
2 Maverick Viñales Monster Yamaha (YZR-M1) +4,587 detik
3 Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) +7,741 detik
4 Danilo Petrucci Mission Winnow Ducati (GP19) +16,577 detik
5 Andrea Dovizioso Mission Winnow Ducati (GP19) +16,669 detik
6 Jack Miller Pramac Ducati (GP19) +16,836 detik
7 Joan Mir Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +17,156 detik
8 Valentino Rossi Monster Yamaha (YZR-M1) +19,110 detik
9 Franco Morbidelli Petronas Yamaha (YZR-M1) +20,634 detik
10 Stefan Bradl Repsol Honda (RC213V) +22,708 detik
11 Tito Rabat Reale Avintia Ducati (GP18) +26,345 detik
12 Pol Espargaro Red Bull KTM Factory (RC16) +26,574 detik
13 Andrea Iannone Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +32,753 detik
14 Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) +32,925 detik
15 Karel Abraham Reale Avintia Ducati (GP18) +37,934 detik
16 Hafizh Syahrin Red Bull KTM Tech3 (RC16) +41,615 detik
17 Francesco Bagnaia Pramac Ducati (GP18)* +56,189 detik
18 Miguel Oliveira Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +57,377 detik
Aleix Espargaro Factory Aprilia Gresini (RS-GP) gagal finis
Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) gagal finis
Johann Zarco Red Bull KTM Factory (RC16) gagal finis
Fabio Quartararo Petronas Yamaha (YZR-M1)* gagal finis

Baca juga: Marquez raih kemenangan kesepuluh beruntun di Jerman

Klasemen MotoGP setelah GP Jerman
1 Marc Marquez Repsol Honda (RC213V) 185 poin
2 Andrea Dovizioso Mission Winnow Ducati (GP19) 127
3 Danilo Petrucci Mission Winnow Ducati (GP19) 121
4 Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) 101
5 Maverick Viñales Monster Yamaha (YZR-M1) 85
6 Valentino Rossi Monster Yamaha (YZR-M1) 80
7 Jack Miller Pramac Ducati (GP19) 70
8 Fabio Quartararo Petronas Yamaha (YZR-M1)* 67
9 Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 67
10 Pol Espargaro Red Bull KTM Factory (RC16) 56
11 Franco Morbidelli Petronas Yamaha (YZR-M1) 52
12 Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) 50
13 Joan Mir Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 39
14 Aleix Espargaro Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 31
15 Andrea Iannone Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 21
16 Jorge Lorenzo Repsol Honda (RC213V) 19
17 Johann Zarco Red Bull KTM Factory (RC16) 16
18 Miguel Oliveira Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 15
19 Tito Rabat Reale Avintia Ducati (GP18) 14
20 Stefan Bradl Repsol Honda (RC213V) 12
21 Francesco Bagnaia Pramac Ducati (GP18)* 11
22 Michele Pirro Mission Winnow Ducati (GP19) 9
23 Sylvain Guintoli Suzuki Ecstar (GSX-RR) 3
24 Karel Abraham Reale Avintia Ducati (GP18) 3
25 Hafizh Syahrin Red Bull KTM Tech3 (RC16) 3

Baca juga: Fakta dan Statistik GP Jerman
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marc Marquez juara MotoGP seri Jerman

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez mengekspresikan kegembiraannya di podium seusai menjuarai balapan MotoGP seri Jerman 2019 di  Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, Jerman, Minggu (7/7/2019). Marquez berhasil menjadi juara pertama diikuti Maverick Vinales dan Cal Crutchlow. ANTARA FOTO/REUTERS/Annegret Hilse/aww.

Marquez juarai GP Jerman, Dimas Ekky absen

Jakarta (ANTARA) – Alex Marquez (EG 0,0 Marc VDS) meraih kemenangan keempatnya musim ini pada Moto2 usai menjuarai GP Jerman di Sirkuit Sachsenrin, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu finis 1,208 detik di depan rival terdekatnya, Bard Binder yang menjadi runner-up untuk Red Bull KTM Ajo, demikian laman resmi MotoGP.

Ini podium dua berturut-turut bagi pebalap asal Afrika Selatan itu setelah GP Belanda pekan lalu.

Marcel Schrotter melengkapi podium dengan finis ketiga untuk tim Dynavolt Intact GP.

Marquez yang start dari pole position melakukan start yang lambat dan sempat terlempar ke posisi lima di setelah bersenggolan dengan Iker Lecuona tikungan 1.

Lecuona mampu melewati Marini di ujung putaran pembuka untuk memimpin lomba. Tak lama Marquez memperbaiki posisi ke P2 untuk menempel Lecuona.

Baca juga: Alex Marquez juara di Catalunya, Dimas Ekky finis P21

Brad Binder meramaikan persaingan pebalap terdepan di lap ke-10 dan mendorong mundur Lecuona ke peringkat tiga.

Namun Marquez terlalu tangguh di depan sementara pada lap-lap terakhir Binder mendapat celah untuk menyalip Schrotter guna mengamankan podium finis runner-up keduanya.

Pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team Asia) tidak turun karena dinyatakan tidak fit setelah mengalami komplikasi dari cedera kepala yang ia alami usai tabrakan dengan Stefano Manzi di Assen.

Dengan hasil ini, Marquez yang gagal finis di Belanda, masih memimpin klasemen pebalap dengan 136 poin diikuti oleh Thomas Luthi (Dynavolt Intact GP) pada peringkat dua dengan selisih enam poin.

Augusto Fernandez menempati peringkat tiga untuk tim Flexbox HP 40 dengan 102 poin.

Baca juga: Dimas Ekky alami kecelakaan di FP1 GP Belanda

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing Jorge Prado berhasil menjuarai MX2 2019 seri Palembang

Sejumlah crosser memacu motornya pada balapan seri Palembang kejuaraan dunia Motocross Grand Prix MX2 2019 di Sirkuit OPI Mall, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (7/7/2019). Pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing Jorge Prado berhasil menjuarai MX2 2019 seri Palembang setelah mengumpulkan 47 poin dalam dua sesi balapan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Tim Gajser tercepat di MXGP Palembang

Palembang (ANTARA) – Pembalap Tim HRC Honda, Tim Gajser menjadi yang tercepat dalam balap seri-11 Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP 2019 di Sirkuit OPI Mal, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu.

Juara dunia MXGP 2016 ini tampil maksimal pada race 1 dengan mengumpulkan catatan waktu 34:36,177 detik dalam memutari 21 laps sejauh 31,920 km.

Namun pada race 2, ia finis pada urutan kedua di belakang Romain Febvre dari Monster Energy Yamaha yang pada race pertama berada pada urutan keempat.

Meski menjadi tercepat berselisih waktu tiga menit dari Febvre pada race kedua, Tim dinyatakan pemenang seri Palembang ikarena akumulasi poin dari kedua race membuatnya tetap mengungguli Romain dengan selisih empat poin.

Sejak start pada balapan kedua itu, Tim dan Romain ersaing ketat. Tim unggul pada tiga laps awal, namun pada laps ke-4, Febvre menyalipnya.

Tim berusaha keras menguntit Romain, namun pembalap  Prancis itu semakin kencang menggeber motornya sehingga pada laps berikutnya  semakin memperlebar jarak. Posisi Tim pada urutan kedua bahkan sempat disalip Jeremy Seewer pada laps keempat.

Namun, pada laps-laps berikutnya, Tim mengembalikan posisinya pada urutan kedua sehingga persaingan antara Romain dan Tim inilah yang tersaji hingga laps terakhir. Romain akhirnya finis lebih dahulu memutari 20 laps sejauh 30,400 kilometer dan ditambah dua laps lagi.

Romain meninggalkan Tim cukup jauh. Dia langsung meluapkan kegembiraannya pada loncatan di gundukan terakhir garis finis dengan melepaskan kakinya dari pijakan dan disambut sorak sorai penonton.

Pada sesi konferensi pers, Tim mengakui Romain tampil lebih prima. “Pada race pertama, saya berhasil mengontrol jarak tapi di race kedua saya gagal mendapatkan loncatan terbaik. Jadi mereka mampu mengejar, mungkin di laps ke-4 atau ke-5, saya melakukan kesalahan,” kata dia.

Ia mengaku sangat menikmati seri di Palembang namun kurang menyukai sirkuitnya yang disebutnya terlalu pendek hanya sejauh 1,5 kilometer sehingga gundukan-gundukan menjadi rapat. “Tapi ada juga pebalap yang justru suka lintasan seperti ini,” kata dia.

Kemenangan pada seri ini semakin memantapkan Gajser dalam klasemen sementara dari 11 seri yang menempatkannya di puncak klasemen dengan 488 poin, disusul Antonio Cairoli 358 poin, dan Jeremy Seewer 327 poin.

Romain tidak dapat menutupi rasa bahagianya pada sesi konferensi pers itu. Apalagi sudah hampir tiga tahun tidak berada di podium bersama pembalap Yamaha. Kali ini, seri di Palembang bisa naik podium bersama Jeremy Seewer yang menempati urutan ketiga.

“Saya sempat frustasi karena sempat kalah start, tapi saya termotivasi terus sampai akhirnya saya bisa menyalip di laps keempat. Yang jelas, kemenangan ini sangat baik, bukan hanya untuk saya tapi juga bagi tim yang selama ini memberikan dukungan,” kata dia.

Baca juga: Juara dunia MXGP sebut sirkuit Palembang terbaik di dunia

Hasil akhir Seri MXGP di Palembang

  1. Tim Gajser (Team HRC) : 47
  2. Romain Febvre (Monster Energy Yamaha Factory) : 43
  3. Jeremy Seewer (Monster Energy Yamaha Factory) : 38
  4. Max Anstie (KTM) : 37
  5. Glenn Coldenhoff (KTM) : 36
  6. Gautier Paulin (Monster Energy Wilvo Yamaha) : 30
  7. Pauls Jonass (Rockstar Energy Husqvarna : 27
  8. Brian Bogers (Team HRC) : 22
  9. Arminas Jasikonis (Rockstar Energy Husqvarna) : 22
  10. Ivo Monticelli (KTM) : 21
  11. Tanel Leok (A1M Husqvarna) : 20
  12. Jeremy Van Horebeek (Honda SR Motoblouz) : 20
  13. Arnaud Tonus (Monster Energy Wilvo Yamaha) :16
  14. Andero Lusbo (A1M Husqvarna) : 15
  15. Lewis Stewart (KTM) : 13
  16. Adam Coles (Husqvarna) : 10
  17. Bruno Darias (KTM) : 7
  18. Jordi Van Nobelen (Husqvarna) : 7
  19. Aldi Lazaroni (Husqvarna) : 6
  20. Farhan Hendra (Husqvarna) : 5

Manufaktur

  1. Honda 497 poin
  2. KTM 468 poin
  3. Yamaha 443 poin
  4. Husqvarna 325 poin
  5. Kawasaki 288 poin

Baca juga: Pembalap Honda Tim Gajser pimpin kualifikasi balapan MXGP

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akbar Rio juara nasional BMX 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda dari Tim ISSI Jawa Barat, Rio Akbar, meraih gelar Juara Nasional dalam kompetisi Indonesia BMX National Championship 2019 di Jakarta Internasional BMX Track, Pulomas, Jakarta, Minggu.

Rio berhasil menyisihkan 17 peserta di kelas Man Elite melalui tiga fase penyisihan, seminfinal, dan final.

Pada babak final, Khabibur Rohman dari ISSI Kendal berada di urutan kedua, disusul kemudian Putro Afrendy Cahyono dari ISSI Sumatera Selatan pada urutan ketiga.

Kemenangan Rio tidak lepas dari insiden kecelakaan dua pembalap satu tim, I Gusti Bagus Saputra dan Firman Chandra yang terjatuh di lintasan ‘rhythm section’.

Bagus yang sejak start memimpin pergerakan sepeda, melakukan ‘pumping’ dan manual secara berurutan, tapi tiba-tiba sepeda kehilangan keseimbangan dan mengalami miring hingga terjatuh.

Posisi Bagus yang terkapar di lintasan, menghalangi laju pembalap Firman Chandra hingga terjadi tabrakan dan Firman ikut terjatuh.

“Sebenarnya saya di awal berada di posisi kelima, sebab hentakan pedal di garis start agak telat. Tapi Bagus dan Firman jatuh, sehingga saya antisipasi menghindari mereka di lintasan sampai akhirnya saya ‘leading’,” kata Rio.

Bagus kemudian bangkit dan berhasil finish di peringkat kelima, sementara Firman berada di posisi buncit, peringkat tujuh.

Rio mengaku senang dengan diraihnya gelar juara nasional BMX kali ini, meskipun kondisi stamina sedang mengalami penurunan akibat terserang gejala flu.

“Alhamdulillah berjalan lancar walaupun saya sedang kena gejala flu, saya berusaha tenang saat teman saya jatuh,” ujarnya.

Menurut warga Rancaekek, Bandung, Jawa Barat itu, petikan poin yang diraih dalam kejuaraan nasional kali ini cukup besar untuk mendongkrak peluang menuju Olimpiade di Tokyo 2020.

Baca juga: Timnas BMX bertolak ke Malaysia untuk pertahankan prestasi Asia

Baca juga: Bagus dan Rio tetap jadi tumpuan Indonesia di ACC Malaysia

Baca juga: Rio Akbar juara Asia BMX 2018 di Thailand

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wiji grogi hadapi atlet senior Elga

Lebih grogi kemarin dari pada sekarang. Kemarin umurnya muda semua, kalau kalah sama junior, malu

Jakarta (ANTARA) – Juara Indonesia BMX Nasional Championship 2019, Wiji Lestari, mengaku sempat grogi saat tampil perdana pada kelas BMX Women Elite karena yang dia hadapi atlet senior Elga Kharisma, Minggu.

“Grogi lawan Elga ada, tapi tidak terlalu, karena latihan saya untuk Kejurnas sudah sampai nangis-nangis,” kata dia di Jakarta Internasional BMX Track Pulomas, Jakarta, Minggu.

Penampilan Wiji pada babak penyisihan diwarnai insiden kecelakaan di lintasan balap yang mengakibatkan Elga terjatuh setelah roda sepeda keduanya bersenggolan.

Insiden itu membuat Ratu BMX, Elga, tidak tampil optimal pada babak final sehingga harus puas menyentuh garis finis pada  posisi keempat.

Wiji yang adalah alumnus SMA di Blitar pada 2018 itu mengaku lebih grogi saat berhadapan dengan junior pada babak penyisihan lomba.

Ancaman kekalahan pada babak penyisihan membuat Wiji khawatir karena dia telah berusia di atas rata-rata lawan junior.

Baca juga: Kejurnas BMX 2019 telurkan empat juara nasional

“Lebih grogi kemarin dari pada sekarang. Kemarin umurnya muda semua, kalau kalah sama junior, malu,” kata Wiji.

Namun pada final kelas BMX Women Elite yang diikuti empat pesaing yang terdiri dari  Cupi Novianti, Titin Nuroh, Elga Kharisma, dan Tifania Adine Almira, Wiji tampil lebih bersemangat.

“Hari ini lawannya di atas usia saya semua, jadi semakin tambah semangat. Ini pertama kali lawan Elga, karena tahun kemarin saya masih junior,” kata dia.

Usai lulus SMA, peraih perunggu Asian Games 2018 itu mengaku fokus kepada karir atlet dibanding menempuh pendidikan tinggi.

“Inginnya kuliah di ilmu olahraga karena sejalan dengan karir saya sekarang. Tapi mau fokus satu dulu buat PON,” kata Wiji.

Atlet yang juga berprofesi Aparatur Sipil Negara pada Kementerian Pemuda dan Olahraga itu bercita-cita menjadi pelatih balap sepeda.

Baca juga: Finis keempat, Elga Kharisma gagal naik podium kejurnas BMX 2019
 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ikuti jejak orang tua, Rio Akbar ingin berwiraswasta

Jakarta (ANTARA) – Peraih gelar juara Indonesia BMX Nasional Championship 2019, Rio Akbar, terobsesi menjadi pengusaha konveksi untuk mengikuti jejak orang tuanya yang kini berprofesi wiraswasta di Bandung, Jawa Barat.

“Orang tua wiraswasta. Saya ingin bantu yang di rumah. Buka usaha di rumah. Kebetulan bapak dan ibu kerja di bengkel bubut,” kata Rio yang kini berstatus sebagai warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Keinginan itu disampaikan Rio usai dinobatkan sebagai juara nasional kelas BMX Men Elite pada Indonesia BMX Nasional Championship 2019 yang berlangsung di Jakarta International BMX Track Pulomas, Jakarta, Minggu.

Menjadi pengusaha konveksi adalah keinginan Rio yang saat ini mulai memikirkan keberlangsungan karir selain atlet balap sepeda di usianya yang sudah menginjak 24 tahun.

Rio mengaku sedang menekuni bisnis konveksi untuk mendukung teman-temannya di tim sepeda BMX dengan desain produk pakaian yang dia buat.

“Saking senengnya main sepeda, jadi agak lupa juga masa depan. Tapi sekarang sudah kepikiran masa depan,” katanya.

Sambil menanti usaha konveksi bergulir, Rio juga mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Teman-teman saya ada yang sudah ditawarkan jadi ASN oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kalau sekarang saya diminta jadi ASN, hari ini juga saya mau,” katanya.

Peraih gelar juara Asia pada 2018, Kejuaraan BMX 2018 di Thailand, dan medali emas PON Jabar 2016 itu memastikan karir sebagai ASN tidak akan menghalanginya untuk meraih prestasi lanjutan kejuaraan BMX berikutnya.

Salah satu prestasi yang sedang dia incar adalah Kejuaraan SEA Games di Filipina menjelang akhir tahun 2019.

“Kuota SEA Games untuk BMX hanya ada dua. Saya ingin wakili SEA Games, tapi saya harus berusaha keras,” katanya.

Usaha keras itu menjadi keharusan bagi Rio karena hadirnya sejumlah atlet pesaing yang tengah diantisipasi, di antaranya atlet blasteran asal Amerika Serikat, atlet Filipina maupun Thailand.

“Khusus SEA Games nanti tipikal lawannya agak sulit. Ada yang blasteran Amerika, Filipina, dan Thailand,” katanya.

Baca juga: Akbar Rio juara basional BMX 2019

Baca juga: Bagus dan Rio tetap jadi tumpuan Indonesia di ACC Malaysia

Baca juga: Rio Akbar juara Asia BMX 2018 di Thailand

Bekal keterampilan untuk warga binaan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejurnas BMX 2019 telurkan empat juara nasional

Jakarta (ANTARA) – Ajang Indonesia BMX Nasional Championship 2019 yang berlangsung di Jakarta Internasional BMX Track Pulomas, Jakarta, Minggu, menghasilkan empat atlet peraih gelar Juara Nasional yang turun di sejumlah kelas perlombaan.

“Pada kelas BMX Women Junior hanya satu pendaftar sekaligus juara atas nama Noraida dari Tim ISSI Kalimantan Selatan,” kata Technical Deligate Kejuaraan Nasional 2019, Pratomo Setyadi di Jakarta, Minggu.

Pada kelas BMX Women Junior, gelar juara diraih oleh Rahmat Agil Pamungkas dari Ngapak Bae Sxworx Factory, menyisihkan enam atlet lainnya, yakni Yosi Saputro, Muhammad Jefri Ardianto, Bagus Kurniawan, Syahbana Umar, Putra Aldiansyah, dan Ardian Putra Pratama.

Wiji Lestari dari Tim GGMM Jawa Timur unggul di kelas BMX Women Elite menyisihkan empat pesaingnya yakni Cupi Nivianti, Titin Nuroh, Elga Kharisma, dan Tifania Adine Almira.

Sementara gelar juara nasional di kelas BMX Men Elite diraih Rio Akbar dari Tim ISSI Jawa Barat, mengalahkan enam pesaingnya yakni M Khabibur Rohman, Putro Afrendy Cahyono, Yussi Wakhidur Rizal, I Gusti Bagus Saputra, Fasya Ahsana Rifki, dan Firman Chandra Alim.

Seluruh kontestas juara menempuh fase perlombaan, mulai dari tiga babak penyisihan, semifinal, dan final di hari yang sama.

Dikatakan Pratomo, agenda kejuaraan nasional tersebut adalah jadwal perlombaan rutin tahunan balap sepeda di Indonesia selain NTB, Trail dan lainnya.

Pratomo menyebut kegiatan lomba kali ini diikuti atlet berprestasi dalam kejuaraan nasional maupun internasional, seperti Bagus Syahputra yang meraih juara di Asian Games, Rio Akbar yang memperoleh emas di SEA Games, Firman Chandra atlet BMX PON dan lainnya.

Kejuaraan nasional tersebut, kata Pratomo, menjadi agenda penting bagi para atlet nasional dalam mengumpulkan poin nasional untuk lolos kualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Fase kualifikasi Olimpiade dimulai pada Juni 2019. Kejurnas ini peluang untuk menaikan poin Union Cycliste Internationale (UCI) agar mencapai kualifikasi Olimpiade 2020,” katanya.

Baca juga: Finis keempat, Elga Kharisma gagal naik podium kejurnas BMX 2019

Baca juga: Akbar Rio juara basional BMX 2019

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Finis keempat, Elga Kharisma gagal naik podium kejurnas BMX 2019

Saya tidak puas. Pasti tidak puas

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda, Elga Kharisma Novanda, gagal mencicipi podium kejuaraan nasional Indonesia BMX National Championship 2019 setelah finis di urutan keempat, Minggu.

Dari lima peserta babak final kelas BMX Women Elite di Jakarta Internasional BMX Track, Pulomas, Jakarta, atlet berjuluk Ratu BMX itu dikalahkan oleh Wiji Lestari di posisi pertama, Cupi Novianti di posisi kedua, dan Titin Nuroh di posisi empat.

Elga hanya unggul dari Tifania Adine Almira Azaria yang masuk garis finis pada posisi buncit atau urutan kelima.

Peraih emas tiga kali di ajang SEA Games 2011, SEA Games 2013, dan SEA Games 2017 itu gagal merebut gelar Juara Nasional 2019 setelah ambruk di babak kualifikasi moto kedua, akibat senggolan roda sepeda dengan Wiji.

Insiden tersebut dipicu kepanikan Elga, sehingga membuat penampilannya pada babak final menjadi tidak optimal.

“Sebetulnya ingin coba podium, tapi ada kecelakaan. Saya senggolan dengan Wiji. Ban depan dan belakang nyenggol sepeda Wiji. Tidak bisa hindari jadi lepas pedal dan jatuh,” ujarnya.

Perempuan kelahiran 14 November 1993 di Malang itu mengaku masih mengalami kaku di lintasan setelah setahun lamanya absen dari bersepeda BMX.

“Aku lebih kaku. Setahun lebih tidak pegang BMX jadi agak kaku di track. Jadi, kalau dibilang sama yang dulu, lebih enak dulu, karena setiap hari main BMX,” katanya.

Elga menyebut hasil capaian kejuaraan kali ini bukan prestasi yang memuaskan.

Saya tidak puas. Pasti tidak puas. Ya kalian ngerti lah,” katanya.

Saat ditanya terkait penampilan Wiji yang sukses merebut gelar juara nasional, Elga berpendapat agaratlet yang kini bergabung di Tim GGMM Jawa Timur itu untuk tidak cepat berpuas diri.

Wiji, menurut Elga, memiliki stamina dan skil yang bagus, bahkan memiliki potensi untuk tampil di level dunia.

“Saran aku jangan terlalu puas, di bawah Wiji ada banyak banget yang bagus di usia 15 tahun. Misalnya Jasmine Azzahra yang stlye-nya bagus,” katanya.

Baca juga: Elga kawal Crismonita kejar poin Olimpade Tokyo di China

Baca juga: Indonesia raih tiga emas Kejuaraan Asia Track 2018 di India

Baca juga: Elga Kharisma absen di Kejuaraan Asia karena cedera

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akbar Rio juara basional BMX 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda dari Tim ISSI Jawa Barat, Rio Akbar, meraih gelar Juara Nasional dalam kompetisi Indonesia BMX National Championship 2019 di Jakarta Internasional BMX Track, Pulomas, Jakarta, Minggu.

Rio berhasil menyisihkan 17 peserta di kelas Man Elite melalui tiga fase penyisihan, seminfinal, dan final.

Pada babak final, Khabibur Rohman dari ISSI Kendal berada di urutan kedua, disusul kemudian Putro Afrendy Cahyono dari ISSI Sumatera Selatan pada urutan ketiga.

Kemenangan Rio tidak lepas dari insiden kecelakaan dua pembalap satu tim, I Gusti Bagus Saputra dan Firman Chandra yang terjatuh di lintasan ‘rhythm section’.

Bagus yang sejak start memimpin pergerakan sepeda, melakukan ‘pumping’ dan manual secara berurutan, tapi tiba-tiba sepeda kehilangan keseimbangan dan mengalami miring hingga terjatuh.

Posisi Bagus yang terkapar di lintasan, menghalangi laju pembalap Firman Chandra hingga terjadi tabrakan dan Firman ikut terjatuh.

“Sebenarnya saya di awal berada di posisi kelima, sebab hentakan pedal di garis start agak telat. Tapi Bagus dan Firman jatuh, sehingga saya antisipasi menghindari mereka di lintasan sampai akhirnya saya ‘leading’,” kata Rio.

Bagus kemudian bangkit dan berhasil finish di peringkat kelima, sementara Firman berada di posisi buncit, peringkat tujuh.

Rio mengaku senang dengan diraihnya gelar juara nasional BMX kali ini, meskipun kondisi stamina sedang mengalami penurunan akibat terserang gejala flu.

“Alhamdulillah berjalan lancar walaupun saya sedang kena gejala flu, saya berusaha tenang saat teman saya jatuh,” ujarnya.

Menurut warga Rancaekek, Bandung, Jawa Barat itu, petikan poin yang diraih dalam kejuaraan nasional kali ini cukup besar untuk mendongkrak peluang menuju Olimpiade di Tokyo 2020.

Baca juga: Timnas BMX bertolak ke Malaysia untuk pertahankan prestasi Asia

Baca juga: Bagus dan Rio tetap jadi tumpuan Indonesia di ACC Malaysia

Baca juga: Rio Akbar juara Asia BMX 2018 di Thailand

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara dunia MXGP sebut sirkuit Palembang terbaik di dunia

Palembang (ANTARA) – Juara dunia Motocross Grand Prix MXGP tahun 2016 Tim Gajser menyebut sirkuit Palembang menjadi yang terbaik saat ini karena lokasinya yang sangat strategis.

Tim Gajser yang saat ini memuncaki klasemen seri Palembang MXGP 2019, di Palembang, Minggu, mengatakan, dirinya yang sudah berkeliling ke berbagai penjuru dunia untuk beradu balap, baru kali ini mendapatkan sebuah sirkuit yang persis berada di depan hotel.

“Ini sesuatu yang baru dan spesial untuk semua orang, kamu menyelesaikan balapan dan langsung pergi ke kolam renang, atau kamar hotel. Jadi ini sangat bagus,” kata Tim.

Sirkuit tanah liat MXGP di Palembang dibangun di atas lahan sekitar 2 hektare dengan menyajikan tantangan bagi pembalap motocross karena lintasannya tergolong pendek yakni hanya 1,2 kilometer.

Lokasinya yang persis di muka bintang lima Hotel Wydham, dan berada satu kompleks dengan OPI Mal kawasan Jakabaring Sport City menjadi keunikan tersendiri bagi para pembalap dunia. Mereka tidak perlu berlama-lama menuju lokasi pertandingan yang terkadang berada di pingiran kota.

Oleh karena itu, pembalap Tim HRC Honda ini sangat menikmati keberadaannya di Palembang, apalagi ini menjadi kali pertamanya menginjakkan kaki ke kota yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018 ini.

Ia pun berharap bisa datang kembali ke Palembang karena terpilih menjadi tuan rumah seri kejuaraan dunia MXGP pada tahun-tahun mendatang. “Saya merasa sangat baik di sini dan saya berharap kami bisa kembali ke sini di masa depan,” kata dia.

Bagaimana dengan cuaca, mengingat Palembang sedang musim kemarau. Bahkan pada balapan hari pertama, kemarin (6/7), suhu udara tercatat 34 derajat celcius.

Rupanya, Gajser sama sekali tidak mempermasalahkannya. Baginya ini sesuatu tantangan, meski sedikit memaksa pembalap untuk menyapu keringat sebelum start.

“Tidak masalah, meski panas kemarin masih ada hujan. Walau sebentar itu bagus sehingga lintasan tidak terlalu berdebu,” kata crosser berusia 22 tahun asal Slovenia ini.

Tim Gajser sementara ini memimpin kualifikasi balapan seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP 2019, dengan ditempel ketat pesaing terdekat Tony Cairoli (KTM) asal Italia yang tertinggal 83 poin.

Pada sesi kualifikasi kemarin (6/7), ia menjadi yang tercepat dari 21 pembalap lainnya dengan mencatatkan waktu 23:55 detik dalam memutari 14 laps selama 20 menit.

Ia akan tampil kembali, pada partai puncak yang akan digelar Minggu (7/7) pada pukul 16.00 WIB untuk memperebutkan podium utama.

Gajser sangat diunggulkan pada MXGP tahun karena sosok ini begitu dominan di seri-seri sebelumnya.

Ia telah memenangkan lima balapan teranyar secara beruntun di Portugal, Prancis, Rusia, Latvia, Jerman, Inggris dan Arco (Italia). Gajser hanya gagal berjaya di Argentina, Belanda, dan Manua (Italia).

Berbekal hasil positif ini, Gajser berpeluang memperlebar jarak dengan menjadi yang tercepat di Palembang. Namun, juara dunia ini belum pernah berjaya pada balapan MXGP di Tanah Air yagn sudah digelar sejak 2017. Saat di Pangkal Pinang dua tahun lalu, ia hanya menempati peringkat tujuh.

Baca juga: Pembalap Honda Tim Gajser pimpin kualifikasi balapan MXGP

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini jadwal kegiatan hari terakhir MXGP Palembang 2019

Palembang (ANTARA) –
Berikut jadwal kegiatan hari kedua seri kejuaraan dunia Motocros Grand Prix MXGP 2019 di sirkuit OPI Mall kawasan Jakabaring, Palembang, Sabtu (7/7), atau hari terakhir pelaksanaan setelah kemarin dilaksanakan babak kualifikasi balapan.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB yakni adu balap para peserta Kejurnas Piala Gubernur Herman Deru hingga pukul 09.45 WIB. Peserta akan berlomba pada Race 2 memutari lintasan selama 20 menit dan ditambah 2 laps untuk menentukan peringkat satu hingga tiga.

Kemudian dilanjutkan dengan pemanasan peserta MX2 dan MXGP (MX1) dari pukul 10.25 WIB -11.05 WIB untuk pesiapan beradu balap.

Sebelum para crosser dunia memacu motor balapnya, panitia menyelenggarakan terlebih dahulu acara pembukaan pada 11.05 WIB dijadwalkan.

Perlombaan kemudian dilangsungkan 12.05 WIB – 13.15 WIB untuk MX2 untuk Race 1, yangmana seluruh peserta dengan start bersamaan diberikan kesempatan memutari lintasan sebanyak 20 laps selama 30 menit kemudian ditambah dua laps lagi. Setelah MX2 ini, dilanjutkan pada kelas bergengsi MXGP.

Kemudian adu balap kembali dilanjutkan pada pukul 15.00 WIB untuk Race 2 untuk kelas MX2 dan MXGP hingga pukul 16.00 WIB.

Pada hari terakhir ini langsung ditentukan pemenang dari dua kelas ini, baik MX2 dan MXGP.

Perhelatan MXGP pada hari ini diperkirakan dalam kondisi cerah berawan seperti yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Kota Palembang diperkirakan cerah berawan di pagi hari hingga siang hari dengan suhu berkisar 24-32 derajat celcius, serta tingkat kelembaban berkisar 65-98 persen.

Kondisi ini tidak jauh berbeda seperti kemarin, karena sempat terjadi hujan dengan intensitas sedang dan dalam tempo singkat di kawasan Jakabaring.

Baca juga: 10 besar kualifikasi balapan MXGP 2019 Palembang

Baca juga: MXGP jadi tontonan warga Palembang di akhir pekan

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fakta dan Statistik GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) akan start dari pole position untuk kali kesepuluh secara beruntun di Sirkuit Sachsenring pada balapan GP Jerman, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu dibayangi pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) di P2.

Berikut ini sejumlah fakta dan statistik GP Jerman seperti dilansir laman resmi MotoGP.

1. Marquez meraih pole position ke sepuluh kali secara beruntun di Sachsenring, tujuh di antaranya di kelas premier.

2. Marquez akan mengincar kemenangan ke sepuluh secara beruntun di trek tersebut, dan ketujuh kalinya di kelas MotoGP untuk menyamai rekor kemenangan di satu trek di kelas premier yang dipegang oleh Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) di Sirkuit Mugello.

3. Ini merupakan pole position ke-57 Marquez dari 117 startnya di kelas premier, juga pole position ke-85 sepanjang karirnya di balapan Grand Prix.

4. Fabio Quartararo mengunci posisi start kedua dan menjadi pebalap Yamaha terdepan dan pebalap tim satelit tercepat. Ini merupakan posisi start dari baris terdepan untuk keempat kalinya secara beruntun baginya sejak Italia, dan kali kelimanya musim ini.

Baca juga:Quartararo alami dislokasi bahu kiri usai insiden di FP3 GP Jerman

5. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang finis P3 tahun lalu di Jerman, melengkapi baris terdepan start, yang merupakan start dari baris terdepan untuk kali keempatnya musim ini.

6. Jack Miller (Pramac Racing) menjadi pebalap Ducati tercepat di posisi start kelima.

7. Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) mengunci P6 di kualifikasi untuk kali kelimanya tahun ini dan untuk kedua kali secara beruntun.

8. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), yang melewatkan balapan MotoGP pertamanya di Sachsenring karena cedera, akan start dari P7, kali keempatnya musim ini dia gagal mengamankan posisi start dari baris kedua terdepan.

9. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) akan start dari P8, hasil terbaik bagi KTM di kualifikasi sejak P5 di Austin tahun lalu.

10. Setelah mengalami kecelakaan di Q1, Valentino Rossi mendapati hasil start terburuknya di Sachsenring yaitu di P11 sejak terakhir kali di P16 ketika menjadi pebalap Ducati pada 2011. Ini merupakan kali keenam bagi Rossi lolos dari Q1 ke Q2.

Baca juga:Yamaha siap tebar ancaman di GP Jerman
Baca juga:Marquez ungguli Quartararo untuk raih pole position GP Jerman

Cedera dua lengan tak hentikan Quartararo tantang Marquez di GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), walau menahan sakit di kedua lengannya karena cedera, mampu mengunci posisi start kedua pada balapan GP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu.

Pebalap rookie asal Prancis itu akan harus mendapati penanganan medis untuk menangani rasa sakitnya di balapan nanti jika ingin menantang Marc Marquez (Repsol Honda) yang start dari pole position dan mengincar kemenangan kesepuluh kali beruntun di Jerman.

“Di trek bagus, tapi sedikit sakit tentunya, tapi ketika kalian membalap kalian memikirkan hal lain dan bukan rasa sakit itu,” kata Quartararo seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Pada sesi latihan bebas FP3 Quartararo mendapati dislokasi bahu kiri usai motornya bergoyang hebat, menambah rasa sakit yang ia dapat setelah menjalani operasi lengan kanan beberapa pekan lalu.

“Sekarang aku cukup seimbang karena aku punya (cedera) kiri dan kanan,” canda Quartararo.

Baca juga:Quartararo alami dislokasi bahu kiri usai insiden di FP3 GP Jerman
Baca juga:Marquez ungguli Quartararo untuk raih pole position GP Jerman

Pebalap tim satelit Yamaha itu juga akan menantikan perlawanan dari pebalap tim pabrikan Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang akan start dari P3.

“Tentu akan jadi balapan yang berat. Di sini satu-satunya trek di mana kita melakukan 30 putaran dan banyak tikungan ke kiri yang tidak bersahabat dengan otot. Tapi kami tak pernah terlihat kuat di sini dan tahu ini kami cukup baik. Laju yang bagus, besok aku akan mendapat perawatan untuk rasa sakit dan kami akan siap bertarung.”

Sementara itu Viñales, juara seri sebelumnya di Assen, menyatakan jika menjaga keutuhan ban menjadi elemen krusial pada balapan nanti.

“Aku tak tahu ban apa yang akan aku gunakan, karena cuaca akan sangat berbeda dari apa yang kami alami hari ini,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Prakiraan cuaca menyatakan Sachsenring berpeluang turun hujan pada Minggu pagi sehingga suhu trek untuk balapan MotoGP akan lebih rendah dari hari Sabtu.

Baca juga:Fakta dan Statistik GP Jerman

Kemas poin di Fuji, Rio Haryanto incar podium di Race 2

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Rio Haryanto bersama rekan satu timnya di T2 Motorsports, David Tjiptobiantoro mengemas poin di Race 1 putaran empat ajang Blancpain GT World Challenge Asia di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, Sabtu.

Rio/David yang mengawali balapan dari posisi ke-13, finis di peringkat empat di kelas Pro/Am dan belum mampu naik podium lagi.
Tim T2 Motorsports hari itu finis peringkat 10 di kelas keseluruhan.

“Di satu sisi saya senang, di sisi lain saya kecewa. Menurut saya race pekan in memang lebih baik dari race dua pekan lalu di Suzuka,” kata Rio dalam pernyataan tertulis.

David mengawali paruh pertama balapan dan tampil kompetitif dengan mengamankan peringkat empat di kelasnya pada lap ketiga.

Bertahan di posisi itu selama tiga puluh menit, David menyerahkan kemudi kepada Rio untuk meneruskan balapan dan mampu mempertahankan posisinya hingga finis.

“Prediksi kami hari ini kami bisa naik podium. Kami akan berusaha lebih keras lagi untuk balapan besok,” kata mantan pebalap Formula 1 itu.

Baca juga:Drama warnai balapan Rio Haryanto di Suzuka

Hal serupa juga diutarakan David.

“Hasil hari ini memang di luar yang kami harapkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami berharap dapat membawa bendera Indonesia ke podium.”

“Kami berjanji akan tampil lebih kompetitif lagi untuk race besok.”

Hiroaki Nagai/Yuta Kamimura dari tim ARN Porsche memenangi kelas Pro/Am mengungguli pasangan Keita Sawa/Piti Bhirombhakdi dari tim ABSSA Motorsports di peringkat dua dan Alex Au/Frederik Schandorff dari tim Vincenzo Sospiri Racing di peringkat tiga.

Rio dan David merupakan satu-satunya pasangan pebalap yang membawa bendera Indonesia di ajang Blancpain GT World Challenge Asia.

Rio berada di peringkat sembilan klasemen sementara dengan 40 poin sedangkan David, yang melewatkan balapan di Thailand, berada di peringkat 10 dengan 35 poin.

Baca juga:Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro kibarkan Merah Putih di Buriram

Dukungan Mengalir untuk Rio Haryanto

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Teunissen menangi etape pembuka

Brussels (ANTARA) – Pebalap asal Belanda Mike Teunissen memenangi sprint jelang finis etape pertama Tour de France pada Sabtu setelah sejumlah pebalap terlibat kecelakaan jelang garis akhir lomba.

Pebalap tim Jumbo Visna tak menyangka dirinya bisa memenangi etape pembuka itu namun dia mampu menahan pebalap Slovenia Peter Sagan dan pebalap Australia Caleb Ewan untuk naik podium teratas dengan margin sangat tipis, demikan Reuters.

Juara bertahan Geraint Thomas menjadi salah satu pebalap di antara rombongan yang terjatuh di dekat finis, demikian pula rekan satu timnya di Ineos, Egan Bernal, namun keduanya finis dengan selamat.

Kecelakaan itu juga melibatkan rekan satu tim Teunissen, Dylan Groenewegen, salah satu pebalap yang difavoritkan pra-etape, namun justru Teunissen yang meraih jaket kuning pertama ajang Tour de France yang memasuki tahun ke-106 itu.

“Aku tak menyangkanya, kami telah berlatih selama berbulan-bulan untuk membawa Dylan menjadi juara dan jersey ini kemudian semua itu buyar karena dia jatuh di kecelakaan itu,” kata Teunissen.

“Setelah itu aku pikir, aku masih segar dan semuanya jatuh di meter-meter terakhir, termasuk Sagan, kemudian aku aku melewatinya di jalur.”

“Hari yang sangat aneh.”

Thomas tidak mengalami cedera namun tidak demikian pebalap tim Astana Jakob Fuglsang, yang diunggulkan sebagai juara umum. Setelah terjatuh di 17km jelang finis sehingga, Fuglsang tampak goyah dengan darah yang mengalir turun di mukanya.

Pebalap berusia 34 tahun asal Denmark itu terlihat hampir menyerah namun para rekan satu timnya membantunya pulih dan membawanya finis di dalam peleton.

Juara lima kali asal Belgia, Eddy Merckx melepas rombongan pebalap di etape pertama di start akbar yang dilakukan kembali di Brussels, Belgia sejak 1958, di depan penonton yang memadati pusat kota itu.

Etape pertama tersebut menempuh rute sepanjang 194,5 km dari Brussels dan finis di Brussels.

Baca juga: Peluang Quintana membesar setelah Froome absen

Baca juga: Dokter perkenankan Froome pulang dari rumah sakit

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez ungguli Quartararo untuk raih pole position GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) meraih pole position kesepuluh kalinya di GP Jerman setelah menjadi yang tercepat di kualifikasi pada Sabtu.

Pebalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 20,195 detik untuk menyingkirkan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang mengalami cedera bahu ke peringkat dua dengan selisih 0,205 detik di Q2, demikian laman resmi MotoGP.

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) melengkapi baris terdepan start di posisi tiga, terpaut 0,006 detik dari sang pebalap tim satelit Yamaha.

Baca juga:Quartararo alami dislokasi bahu kiri usai insiden di FP3 GP Jerman

Alex Rins (Suzuki Ecstar) akan start dari P4, diikuti oleh Jack Miller (Pramac Racing) yang menjadi pebalap Ducati tercepat di Sirkuit Sachsenring hari itu. Cal Crutchlow mengunci P6 untuk LCR Honda Castrol walau pun ia mengalami cedera tulang kering akibat insiden ketika latihan sepeda.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) memimpin baris ketiga start di P7 di depan Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) dan Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Mir sempat menghalangi Danilo Petrucci Danilo Petrucci (Ducati Team) di trek waktu Q2 dan mendapati sang pebalap Italia itu menunjukkan amarahnya di trek.

Petrucci kemudian mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 9 setelah melewati Mir dan harus dilarikan ke pusat medis untuk pemeriksaan. Petrucci akan start dari P12.

Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu), yang menyingkirkan Andrea Dovizioso (Ducati Team) dari slot Q2 di Q1 akan start dari P10.

Pebalap asal Jepang itu mengungguli Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang akan start dari P11.

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Hasil kualifikasi GP Jerman
Q2
1 Marc Marquez Repsol Honda (RC213V) 1 menit 20,195 detik
2 Fabio Quartararo Petronas Yamaha (YZR-M1)* +0,205 detik
3 Maverick Viñales Monster Yamaha (YZR-M1) +0,211 detik
4 Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) +0,336 detik
5 Jack Miller Pramac Ducati (GP19) +0,495 detik
6 Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) +0,662 detik
7 Franco Morbidelli Petronas Yamaha (YZR-M1) +0,769 detik
8 Pol Espargaro Red Bull KTM Factory (RC16) +0,828 detik
9 Joan Mir Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +0,866 detik
10 Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) +0,909 detik
11 Valentino Rossi Monster Yamaha (YZR-M1) +0,942 detik
12 Danilo Petrucci Mission Winnow Ducati (GP19) +1,291 detik
Q1
13 Andrea Dovizioso Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 21,105 detik
14 Stefan Bradl Repsol Honda (RC213V) 1 menit 21,227 detik
15 Aleix Espargaro Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 21,313 detik
16 Andrea Iannone Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 21,433 detik
17 Francesco Bagnaia Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 21,446 detik
18 Hafizh Syahrin Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 21,465 detik
19 Johann Zarco Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 21,637 detik
20 Miguel Oliveira Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 21,683 detik
21 Karel Abraham Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 21,796 detik
22 Tito Rabat Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 22,119 detik
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jatim dominasi tiket PON 2020 cabang balap sepeda BMX

Jakarta (ANTARA) – Lima pebalap sepeda BMX asal Jawa Timur (Jatim) berhasil mendominasi tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 setelah lolos babak kualifikasi turnamen yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) di Jakarta International BMX Track, Sabtu.

Pebalap sepeda asal Jawa Timur tersebut terbagi atas tiga atlet putri, yaitu Wiji Lestari, Ayu Triya Andriana, dan Titin Nuroh, serta dua atlet putra yaitu Yussi Wakhidur Rizal dan Bagus Kurniawan.

Bahkan, Jawa Timur sukses merebut juara pada Pra-PON 2019 tersebut di sektor putra maupun putri. Di nomor putra, Yussi Wakhidur Rizal keluar menjadi juara utama. Sedangkan Wiji Lestari menjadi juara utama untuk sektor putri.

“Kalau Jawa Timur persiapan sendiri sebenarnya sudah sejak Februari, tapi kalau latihan di sini baru satu kali pas Jumat dan hanya beberapa jam,” kata Wiji saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Mendominasinya atlet dari Jawa Timur selain karena pelatihan yang sudah dijalani sejak Februari, mereka juga sudah mengikuti banyak try out di berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri, seperti ke Riau hingga Malaysia.

“Ada TC sebelum PON itu banyak, ke Riau sama Malaysia. Selanjutnya ke Thailand, Korea, dan lainnya,” kata Yussi.

Pra-PON BMX 2019 diikuti oleh 34 atlet putra dan 18 pebalap putri yang berasal dari 17 provinsi. Mereka yang lolos babak semifinal adalah yang mampu unggul pada babak kualifikasi dimulai dari Moto 1, Moto 2, serta Moto 3.

Dalam babak kualifikasi Pra-PON BMX setiap daerah mendapatkan jatah maksimal sebanyak 8 atlet yang terdiri atas 4 atlet putra dan 4 atlet putri. Bagi atlet daerah yang mampu melaju ke babak semifinal dipastikan mendapat jatah kuota.

“Kalau sudah masuk semifinal ya sudah otomatis dapat jatah PON,” kata Pelatih BMX Jawa Barat Doni Iswanto.

Selain Jawa Timur, provinsi lain yang mengirim atletnya menuju PON 2020 adalah perwakilan dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan D.I Yogyakarta masing-masing 4 atlet, serta 2 atlet dari Bali. Setelah itu dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan menyumbangkan 1 atletnya.

Baca juga: Elga Kharisma akui kaku setelah satu tahun vakum BMX

Baca juga: Elga Kharisma turun di Kejurnas BMX 2019 untuk obati rindu

Pencanangan 730 hari menuju PON 2020

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 besar kualifikasi balapan MXGP 2019 Palembang

Palembang (ANTARA) – Berikut nama-nama pembalap yang mencatat waktu tercepat pada kualifikasi seri kejuaraan dunia Motocross Grand Prix MXGP 2019 di Sirkuit OPI Mal, Palembang, Sabtu (7/7).

Dari 21 peserta, terdapat sepuluh pembalap mencetak waktu tercepat pada seri ke-11 MXGP tahun ini, yakni :
1. Tim Gajser (Honda) mencatat waktu 23 menit 55,980 detik
2. Max Anstie (KTM) 24:07.259
3. Glenn Coldenhoff (KTM) 24:13.347
4. Romain Febvre (Yamaha) 24:17.296
5. Arnaud Tonus (Yamaha) 24:20,606
6. Jeremy Seewer (Yamaha) 24:38.904
7. Gautier Paulin (Yamaha) 24:41.885
8. Ivo Monticelli (KTM) 24:47.406
9. Arminas Jasikonis (Husqvarna) 24:49.21010. Brian Bogers (Honda) 25:09.720

Baca juga: Jorge Prado pimpin kualifikasi balapan MX2 Palembang

Baca juga: Pembalap Honda Tim Gajser pimpin kualifikasi balapan MXGP

Baca juga: MXGP jadi tontonan warga Palembang di akhir pekan

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jorge Prado pimpin kualifikasi balapan MX2 Palembang

Palembang (ANTARA) – Pembalap dari Tim Red Bull KTM Factory Racing, Jorge Prado memimpin kualifikasi balapan seri Kejuaraan Dunia Motocross MX2 di sirkuit OPI Mal, Palembang, Sabtu.

Crosser berkewarganegaraan Spanyol ini membukukan catatan waktu tercepat dari 21 pesaingnya, dengan menyelesaikan 14 laps sejauh 21,280 kilometer dalam waktu 24:41 detik.

Ia mengungguli rival terdekatnya sejak start yakni pembalap Tim Honda Motorsport, Mitchell Evans asal Australia yang di akhir lomba hanya menorehkan catatan waktu 24:51 detik.

Sementara, peringkat ketiga ditempati pembalap dari Tim Rockstar Energy Hursgvam, Thomas Kjer Olsen asal Dermark yang hanya mengemas waktu 24:55 detik.

Atas capaian pada sesi kualifikasi balapan ini, Jorge Prado diperkenankan menentukan sendiri posisinya untuk start pada balapan Minggu, 7/7). Tentunya kesempatan ini akan membuka peluangnya untuk keluar sebagai pemenang di akhir balapan.

Pada kualifikasi ini, ia mencetak kecepatan rata-rata 51,732 km/jam dengan waktu tercepat terjadi pada lintasan kedua dengan catatan waktu 1:37 detik.

Bagi pembalap yang memulai debutannya di MX2 pada 2017 ini, seri di Palembang sangatlah penting untuk memantapkan posisinya di klasemen sementara yang menjadi pemuncak.

Saat ini, juara dunia MX2 tahun 2018 ini berada di puncak klasemen dari sembilan seri terdahulu dengan 447 poin, disusul Thomas Kjer dengan 403 poin.

Berikut hasil kualifikasi balapan MX2 di Palembang, Sabtu (6/7) :

  1. Jorge Prado : Spanyol, Red Bull KTM, 24:41 detik
  2. Mitchell Evans : Australia, Honda Motorsport, 24:51 detik
  3. Thomas Kjer Olsen : Denmark, Rockstar Energy Husgvam, 24:55 detik
  4. Tom Vialle : Prancis, Red Bull KTM, 24:58 detik
  5. Calvin Vlaanderen : Belanda, Red Bull KTM, 25:03 detik
  6. Jed Beaton : Australia, Rockstar Energy Husgvam, 25:07 detik
  7. Maxime Renaux : Prancis, Yamaha SM Action, 25:09 detik
  8. Brent Van Donick : Belgia, Honda Redmoto Assomoto, 25:12 detik
  9. Brian Strubhart Moreau, Prancis, BUD Racing Kawasaki, 25:17 detik
  10. Ben Watson : Jerman, Monster Energy Yamaha, 25:18 detik
  11. Iker Larranaga Olano : Spanyol, Marchetti Racing Team KTM, 25:33 detik
  12. Jago Geerts : Belgia, Monster Energy Yamaha, 25:35 detik
  13. Adam Sterry : Jerman, F&H Racing Team, 25:48 detik
  14. Bas Valesse : Belanda, Hitachi KTM, 25:52 detik
  15. Mathys Boisrame : Prancis, Honda Redmoto Assomoto, 26:01 detik
  16. Mitchell Harrison : Amerika Serikat, BUD Racing Kawasaki, 26:01
  17. Zachary Pichon : Prancis, Honda Motosport, 26:20 detik
  18. Henry Jacobi : Jerman, F&H Racing Team, 24:46 (-1 laps)
  19. Delvintor Alfarizi : Indonesia, Astra Honda Racing Team, 25:42 detik
  20. Richard Sikyna : Slovakia, JD Gunnex KTM Racing, 12:17 detik (-8 laps)
  21. Andrea Adam : Italia, Yamaha SM Action, 2:51 detik (-14 laps)

Baca juga: Pembalap Honda Tim Gajser pimpin kualifikasi balapan MXGP

Baca juga: MXGP jadi tontonan warga Palembang di akhir pekan

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jatim dominasi tiket PON 2020 cabor sepeda BMX

Jakarta (ANTARA) – Lima pebalap sepeda BMX asal Jawa Timur berhasil mendominasi tiket menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 setelah mereka lolos babak kualifikasi turnamen Pra-PON yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) pada Sabtu (6/7) di Jakarta International BMX Track.

Lima pebalap sepeda asal Jawa Timur tersebut terbagi atas 3 atlet putri, yaitu Wiji Lestari, Ayu Triya Andriana, dan Titin Nuroh, serta 2 atlet putra yaitu Yussi Wakhidur Rizal dan Bagus Kurniawan.

Bahkan, Jawa Timur sukses merebut juara pada Pra-PON 2019 tersebut di sektor putra maupun putri. Di nomor putra, Yussi Wakhidur Rizal keluar menjadi juara utama. Sedangkan Wiji Lestari menjadi juara utama untuk sektor putri.

“Kalau Jawa Timur persiapan sendiri sebenarnya sudah sejak Februari, tapi kalau latihan di sini baru satu kali pas Jumat dan hanya beberapa jam,” kata Wiji saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Mendominasinya atlet dari Jawa Timur selain karena pelatihan yang sudah dijalani sejak Februari, mereka juga sudah mengikuti banyak try out di berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri, seperti ke Riau hingga Malaysia.

“Ada TC sebelum PON itu banyak, ke Riau sama Malaysia. Selanjutnya ke Thailand, Korea, dan lainnya,” kata Yussi.

Pra-PON BMX 2019 diikuti oleh 34 atlet putra dan 18 pebalap putri yang berasal dari 17 provinsi. Mereka yang lolos babak semifinal adalah yang mampu unggul pada babak kualifikasi dimulai dari Moto 1, Moto 2, serta Moto 3.

Dalam babak kualifikasi Pra-PON BMX setiap daerah mendapatkan jatah maksimal sebanyak 8 atlet yang terdiri atas 4 atlet putra dan 4 atlet putri. Bagi atlet daerah yang mampu melaju ke babak semifinal dipastikan mendapat jatah kuota.

“Kalau sudah masuk semifinal ya sudah otomatis dapat jatah PON,” kata Pelatih BMX Jawa Barat Doni Iswanto.

Selain Jawa Timur, provinsi lain yang mengirim atletnya menuju PON 2020 adalah perwakilan dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan D.I Yogyakarta masing-masing 4 atlet, serta 2 atlet dari Bali. Setelah itu dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan menyumbangkan 1 atletnya.

Baca juga: Elga Kharisma akui kaku setelah satu tahun vakum BMX

Baca juga: Elga Kharisma turun di Kejurnas BMX 2019 untuk obati rindu

Pencanangan 730 hari menuju PON 2020

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo alami dislokasi bahu kiri usai insiden di FP3 GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) mendapati bahu kirinya terkilir usai mengendalikan motor yang bergoyang hebat di akhir sesi latihan bebas FP3 GP Jerman, di Sirkuit Sachsenring, Sabtu.

“Fabio mengalami subluksasi di bahu kirinya. Subluksasi adalah keadaan ketika bahu kalian keluar dan kemudian masuk kembali. Dia mengalami pergerakan yang buruk dari motornya. Bahunya telah mengalami subluksasi dua tahun lalu dan juga empat tahun lalu,” kata Dokter Tommaso Antonetti dari Clinica Mobile kepada laman resmi MotoGP.

Antonetti menyatakan jika bahu Quartararo telah berada di posisinya kembali. “Yang menjadi masalah utama adalah rasa sakitnya. Kami mencoba untuk mengendalikan rasa sakit dengan cryoterapi dan obat penahan rasa sakit serta kami harus melakukan pengecekan terhadap rasa sakit itu setiap 30 menit.”

Antonetti belum bisa memastikan apakah pebalap rookie berusia 20 tahun itu bisa ikut kualifikasi sore nanti.

“Kami belum tahu, kami harus menunggu dan memeriksa. Dia pastinya ingin turun, tapi kami harus meyakinkan jika itu tak berbahaya baginya.”

Pebalap asal Prancis itu tampil sensasional musim ini dan sedang mengincar finis podium ketiga kalinya secara beruntun.

Quartararo, yang telah mengunci tiga pole position tahun ini, juga menahan rasa sakit dari operasi lengannya yang dilakukan sekitar empat pekan lalu hingga balapan kali ini.

Di sesi FP3, Quartararo mencatatkan waktu tercepat kedua, terpaut 0,168 detik dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang memuncaki sesi latihan bebas hari itu.

Baca juga:Yamaha siap tebar ancaman di GP Jerman

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembalap Honda Tim Gajser pimpin kualifikasi balapan MXGP

Palembang (ANTARA) – Pembalap dari Tim HRC Honda, Tim Gajser memimpin kualifikasi balapan seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP di Sirkuit OPI Mal, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Pembalap asal Slovenia ini menjadi pemuncak sementara setelah menjadi yang tercepat dari 21 pembalap dengan menorehkan catatan waktu 23:55 detik.

Dalam 20 menit beradu cepat di lintasan tanah liat berlumpur, crosser andalan Honda ini mampu menyelesaikan 14 lintasan sejauh 21,280 kilometer lebih dulu dari pesaing-pesaing terdekatnya.

Gajser mengungguli pembalap asal Jerman, Max Anstie yang diusung Tim Standing Construct KTM yang sedari start sudah menguntitnya. Max harus puas pada peringkat kedua setelah hanya menorehkan waktu 24:07 detik. Namun hasil ini sedikit lebih baik dari rekan satu timnya, Glenn Coldenhoff yang mencatatkan waktu 24:13 detik.

Atas hasil positif di sesi kualifikasi ini, Gajser berhak menentukan sendiri posisinya saat start pada balapan, Minggu (7/7). Tentunya, ia akan memiliki lintasan terbaik yang sangat menguntungkannya.

Gajser sangat diunggulkan pada MXGP tahun ini karena begitu dominan di seri-seri sebelumnya. Ia telah memenangi lima balapan teranyar secara beruntun di Portugal, Prancis, Rusia, Latvia, Jerman, Inggris dan Arco (Italia). Gajser hanya gagal berjaya di Argentina, Belanda, dan Manua (Italia).

Performa impresif tersebut membuat crosser berusia 22 tahun ini memimpin 83 poin atas pesaing terdekat Tony Cairoli (KTM) asal Italia.

Berbekal hasil positif ini, Gajser berpeluang memperlebar jarak dengan Tony jika menjadi yang tercepat di Palembang. Namun, upayanya itu diperkirakan tidak mudah karena juara dunia MXGP 2016 belum pernah berjaya pada balapan MXGP di Tanah Air yang diselenggarakan sejak 2017. Saat di Pangkal Pinang pada dua tahun lalu, ia hanya finis pada peringkat tujuh.

Baca juga: MXGP jadi tontonan warga Palembang di akhir pekan

Baca juga: Tiga crosser nasional finis buncit sesi latihan bebas MXGP 2019

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MXGP jadi tontonan warga Palembang di akhir pekan

Palembang (ANTARA) – Ajang seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP menjadi tontonan warga Palembang, Sumatera Selatan di akhir pekan, Sabtu, yang merupakan hari pertama pelaksanaan kompetisi.

Penonton berasal dari berbagai wilayah Kota Palembang berdatangan ke kawasan Jakabaring untuk menyaksikan sekitar 40 orang crosser dunia dan 60 crosser nasional yang berlaga di nomor MX1 (MXGP) dan MX2, dan Kejuaraan Nasional Piala Gubernur Sumsel, 6-7 Juli 2019.

Raisa, warga Plaju Palembang mengatakan dirinya tertarik menonton balap motor ini karena ingin menyaksikan aksi crosser di lapangan.

Selain itu, momen MXGP yang hadir di saat libur sekolah juga dirasa sangat tepat. “Jadi saya ajak juga anak-anak,” kata dia.

Raisa mengatakan dirinya tidak kesulitan untuk mendapatkan tiket, karena panitia juga menyediakan loket penjualan di sekitar sirkuit. Berbekal uang Rp110.000 per tiket, Raisa berserta dua anaknya sudah mendapatkan kursi di tribun festival.

Di tribun festival itu, sudah ada puluhan penonton. Tribun tampak terisi penuh, berbeda dengan kondisi di tribun VIP A dan VIB yang hanya terisi separuhnya.

Keramaian rupanya bukan hanya terlihat di tribun penonton, tapi juga di kawasan paddock (garasi tim pembalap).

Beberapa stand produk tampak memeriahkan suasana, mulai dari tim KTM, Honda, Djarum Super, Wyndham Hotel, Triya, Pro Speed, KFC, Yamaha, OPI Indah Corner, Kopiko, Telkomsel, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga panggung hiburan di tengah area paddock internasional itu.

Meski cuaca terik, tak menyurutkan masyarakat untuk berjalan-jalan di area paddock tersebut. Kesempatan itu juga dimanfaatkan salah satu merek produk otomotif untuk menggelar acara jumpa fans.

Salah satunya di stand KTM yang menampilkan dua pembalap kebanggaannya yakni Tom Vialle (Francis) dan Jorge Prado (Spanyol). Momen ini dimanfaatkan para fans untuk berswafoto dan sekaligus meminta tanda tangan.

Menjelang sore hari, saat nomor MX1 dan MX2 digelar sekitar pukul 15.00 WIB, kawasan jakabaring ini pun semakin ramai.

Cuaca juga sangat mendukung, karena sebelumnya kawasan ini sempat disiram hujan walau hanya sebentar, sehingga suasana terik sejak pagi telah berubah menjadi sejuk.

Kota Palembang untuk kali pertama menjadi tuan rumah MXGP setelah sebelumnya sejak 2017 hanya dipercayakan ke dua kota yakni Pangkal Pinang dan Semarang.

Kota Palembang yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018 berharap seri MXGP ini akan terus dilaksanakan di kota ini pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Tiga crosser nasional finis buncit sesi latihan bebas MXGP 2019

Baca juga: Cuaca diperkirakan cerah berawan pada hari pertama MXGP Palembang

Baca juga: Jadwal kegiatan hari pertama MXGP Palembang 2019

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Elga Kharisma akui kaku setelah satu tahun vakum BMX

Jakarta (ANTARA) – Ratu BMX Indonesia Elga Kharisma Novanda mengaku saat ini ia merasa sedikit kaku untuk kembali bermain BMX setelah vakum sekitar satu tahun pasca operasi besar yang dijalaninya karena cedera pinggang pada 2018.

Elga sempat mengalami cedera pinggang cukup parah sejak Februari 2018 yang menyebabkan ia gagal tampil pada nomor BMX Asian Games 2018 dan akhirnya hanya turun pada nomor track yang ternyata gagal mempersembahkan medali.

Saat ini, Elga mengaku bahwa keadaannya sudah mulai membaik sehingga ia siap untuk turun ke lapangan lagi. Turnamen pertama yang akan ia lalui setelah satu tahun absen dari dunia BMX adalah Kejuaraan Nasional BMX 2019 yang akan berlangsung pada Minggu (7/7) di Jakarta International BMX Track.

“Kondisi saat ini setelah operasi fit sih tapi merasa kaku karena hampir setahun lebih aku vakum,” katanya saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

“Setelah sejam, dua jam, tiga jam latihan ke track BMX sudah menguasai karena dari dulu sudah di BMX jadi lebih gampang,” katanya.

Bahkan, untuk menghadapi Kejurnas tersebut ia mengaku hanya latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu terakhir.

“Ingin ikut, sebelumnya konsultasi dulu ke Mas Dadang (pelatih Elga) dan dokter, terus mereka menyarankan untuk hati-hati,” ujarnya.

Elga melanjutkan, turunnya ia ke Kejurnas BMX 2019 selain untuk mengobati rindu juga sebagai ajang mengumpulkan poin.

“Ya sebenarnya untuk senang-senang saja sih, tapi cari poin juga buat olimpiade,” ujarnya.

“Aku setahun vakum enggak ada poin, jadi ya kebetulan ini ada di Jakarta jadi ya sudah,” katanya.

Di sisi lain, meskipun kondisinya sudah cukup memungkinkan untuk kembali mengikuti turnamen, namun ia belum berani mengikuti turnamen internasional.

“Enggak bakal race ke luar negeri dulu ini juga ikut karena di Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: Elga Kharisma turun di Kejurnas BMX 2019 untuk obati rindu

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Elga Kharisma turun di Kejurnas BMX 2019 untuk obati rindu

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda Indonesia Elga Kharisma Novanda memastikan diri untuk turun bertanding di Kejuaraan Nasional BMX 2019 yang akan berlangsung pada Minggu (7/7) di Jakarta International BMX Track sebagai obat rindu bermain di arena BMX.

Ratu BMX tersebut sempat mengalami cedera pinggang yang dideritanya sejak Februari 2018. Bahkan, ia tidak bisa tampil pada nomor BMX Asian Games 2018 karena cedera tersebut. Akhirnya ia hanya turun pada nomor track dan gagal mempersembahkan medali.

Asian Games 2018 adalah turnamen terakhir yang ia ikuti karena harus melalui masa pemulihan cedera pasca operasi besar yang dilakukan sekitar Oktober 2018.

Elga mengatakan bahwa keputusannya untuk turun ke Kejurnas 2019 sudah melalui izin dari dokter dan pelatihnya, yakni Dadang Haris Purnomo.

“Kangen dong pastinya. Ini juga habis izin ke dokter sama mas Dadang, pesannya harus hati-hati,” katanya saat ditemui di Jakarta International BMX Track, Pulo Mas, Sabtu.

Meskipun turunnya ia pada ajang Kejurnas 2019 adalah untuk mengobati rindu, ia mengaku bahwa turnamen ini adalah kesempatan pertamanya untuk mengumpulkan poin setelah sekian lama tidak bermain.

“Ya sebenarnya untuk senang-senang saja sih, tapi cari poin juga buat Olimpiade,” ujarnya.

“Aku setahun vakum enggak ada poin, jadi ya kebetulan ini ada di Jakarta jadi ya sudah,” katanya.

Elga melanjutkan meskipun kondisinya sudah cukup memungkinkan untuk kembali mengikuti turnamen, namun ia belum berani mengikuti turnamen internasional.

“Enggak bakal race ke luar negeri dulu, ini juga ikut karena di Jakarta,” ujarnya.

Pebalap asal Malang, Jawa Timur itu mengatakan bahwa tidak ada persiapan untuk Kejuaraan Nasional yang akan ia ikuti. Bahkan, ia baru berlatih sebanyak tiga kali dalam seminggu terakhir.

“Yang pasti kaku karena hampir setahun lebih aku berhenti. Tapi setelah sejam, dua jam, tiga jam latihan ke track BMX ya sudah menguasai. Kan dari dulu sudah di BMX jadi lebih gampang,” katanya.

Baca juga: Elga kawal Crismonita kejar poin Olimpade Tokyo di China

Baca juga: Elga pilih jadi PNS di Jakarta, M. Fadli pilih di Bogor

Baca juga: BMX dan Track berpeluang lolos ke Olimpiade Tokyo

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga crosser nasional finis buncit sesi latihan bebas MXGP 2019

Palembang (ANTARA) – Tiga crosser nasional finis di posisi buncit pada sesi latihan bebas seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP 2019 di Palembang, Sabtu pagi.

Pebalap nasional Delvintor Alfarizi berada pada urutan terakhir dari 21 peserta untuk nomor MX2.

Sedangkan, dua pebalap nasional lainnya Farhan Hendra dan Aldi Lazaroni berada pada urutan ke 20 dan 21 nomor MX1 (MXGP). Bahkan, Aldi tidak dapat menyelesaikan lintasannya.

Ketiga pebalap ini diharapkan dapat memperbaiki capaian karena pertandingan baru akan dimulai pada pukul 15.00 WIB untuk MX2 dan 14.00 WIB untuk MX1.

Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia Jeffrey JP mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah memang tidak memberikan target muluk-muluk kepada tiga pebalap nasional tersebut.

Seperti diketahui ketiga pebalap tersebut mendapatkan tiket wild card karena menjadi tuan rumah.

Selain itu, pesaing mereka merupakan pebalap profesional yang mengikuti setiap seri MXGP sepanjang tahun.

“Yang penting, pebalap kita dapat menimba ilmu dan pengalaman di sini,” kata dia.

Pada nomor MX1 (MXGP), tiga pebalap yang menorehkan waktu tercepat di sesi latihan bebas, yakni Arminas Jasikonis (Lithuania), Tim Gajser (Slovakia) dan Romain Febvre (Prancis).

Sementara untuk MX2, yakni Jorge Prado (Spayol), Tom Vialle (Prancis) dan Mathys Boisrame (Prancis).

Baca juga: Pebalap dari 18 negara siap ramaikan MXGP Semarang 2019

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Motocross Grand Prix MX2 2019

Crosser Australia Mitchell Evans dari tim Honda 114 Motorsports memacu motornya saat sesi latihan bebas pada seri kejuaran dunia Motocross Grand Prix MX2 2019 di Sirkuit OPI Mall, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (6/7/2019). Sebanyak 42 crosser dunia mengikuti kejuaran Motocross Grand Prix MXGP dan MX2 di Sirkuit OPI Mall. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Marquez kembali teratas di sesi latihan FP2 GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) memperbaiki catatan waktunya di sesi latihan kedua FP2 GP Jerman, Jumat untuk menjadi pebalap tercepat di sesi latihan siang waktu setempat.

Pebalap asal Spanyol itu menjadi satu-satunya pebalap yang menembus waktu di bawah 1 menit 21 detik, yaitu dengan waktu terbaik 1 menit 20,705 detik di FP2, demikian laman resmi MotoGP, Jumat.

Marquez, yang mengincar pole position dan juara ke sepuluh kalinya secara beruntun di Jerman, dibayangi oleh Alex Rins (Suzuki Ecstar) di peringkat dua FP2 dengan seilisih 0,341 detik.

Waktu terbaik Marquez itu diciptakan pada 10 menit terakhir sesi FP2 menggunakan ban belakang soft baru untuk menyingkirkan Rins ke tempat kedua. Pebalap bernomor 93 itu juga menguji frame alumunium dan carbon motor Honda RC213V di sesi tersebut.

Di sesi latihan siang, semua pebalap yang turun mampu lebih cepat dari catatan waktu yang mereka ciptakan di FP1. Kecuali Francesco Bagnaia (Pramac Racing) yang tidak bisa melanjutkan sesi latihan karena harus menjalani pemeriksaan medis usai kecelakan di FP1.

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), yang tampil tercepat di FP1, harus puas di peringkat tiga dengan seilisih 0,360 dari Marquez. Sementara juara GP Belanda Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) di peringkat empat.

Baca juga:Quartararo ungguli Marquez, Rossi di FP1 GP Jerman

Baca juga:Yamaha siap tebar ancaman di GP Jerman

Pol Espargaro mengesankan tim Red Bull KTM Factory Racing setelah melesat ke peringkat lima tercepat di putaran terakhir.

Cal Crutchlow (LCR Honda) juga menggunakan lap terakhir untuk naik peringkat enam mengungguli Jack Miller (Pramac Ducati) di P7.

Danilo Petrucci (Ducati Team) memperbaiki waktunya untuk naik ke peringkat delapan, diikuti rekan satu tim, Andrea Dovizioso di peringkat sembilan.

Sedangkan Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha MotoGP), setelah menjadi pebalap ketiga tercepat di FP1, harus puas di P10, peringkat terakhir sementara untuk langsung lolos ke Q2.

Hasil sesi latihan FP2 GP Jerman
1 Marc Marquez Honda 1’20,705
2 Alex Rins Suzuki 1’21,046 0,341 (selisih dalam detik)
3 Fabio Quartararo Yamaha 1’21,065 0,360
4 Maverick Viñales Yamaha 1’21,193 0,488
5 Pol Espargaro KTM 1’21,265 0,560
6 Cal Crutchlow Honda 1’21,392 0,687
7 Jack Miller Ducati 1’21,442 0,737
8 Danilo Petrucci Ducati 1’21,484 0,779
9 Andrea Dovizioso Ducati 1’21,489 0,784
10 Valentino Rossi Yamaha 1’21,538 0,833
11 Aleix Espargaro Aprilia 1’21,543 0,838
12 Franco Morbidelli Yamaha 1’21,641 0,936
13 Joan Mir Suzuki 1’21,678 0,973
14 Stefan Bradl Honda 1’21,693 0,988
15 Takaaki Nakagami Honda 1’21,729 1,024
16 Andrea Iannone Aprilia 1’21,758 1,053
17 Karel Abraham Ducati 1’21,897 1,192
18 Miguel Oliveira KTM 1’21,899 1,194
19 Johann Zarco KTM 1’22,001 1,296
20 Hafizh Syahrin KTM 1’22,208 1,503
21 Tito Rabat Ducati 1’22,462 1,757
Francesco Bagnaia Ducati (tidak turun sesi FP2)

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Baca juga:Crutchlow turun di GP Jerman dengan cedera tulang kering

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palembang diguyur hujan satu hari menjelang MXGP

Palembang (ANTARA) – Kota Palembang, Sumatera Selatan, diguyur hujan pada Jumat sore, atau satu hari menjelang pelaksanaan seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix MXGP yang akan berlangsung 6-7 Juli mendatang di kota tersebut.

Hujan dengan intensitas sedang selama kurang lebih satu jam itu terjadi di wilayah Palembang meliput kawasan Jakabaring, Kertapati, Sako, Kemuning. Arena MXGP yang berada di sirkuit OPI Mall kawasan Jakabaring, juga tidak luput dari siraman hujan.

Namun, hujan dengan intensitas sedang ini relatif tidak mengganggu fasilitas yang sudah disiapkan seperti lintasan, tribun, paddock dan lainnya.

Gundukan tanah di lokasi tersebut masih berdiri kokoh karena memang dirancang untuk menghadapi cuaca seperti ini.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia Jeffrey JP mengatakan adanya hujan dengan intensitas sedang ini justru bagus karena arena tersebut sebaiknya dibasahi agar tidak terlalu berdebu.

“Tadi pagi saya lihat memang harus dibasahi sedikit,” kata dia.

Demi lancarnya pelaksanaan ajang olahraga otomotif tingkat internasional ini, Gubernur Sumsel Herman Deru sudah mengingat bahwa instansi terkait untuk meningkatkan mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Kota Palembang sudah hampir sepuluh hari tidak diguyur hujan, bahkan kodisi ini diperkirakan akan bertambah dengan 20 hari tanpa hujan. Yakni, tepatnya saat puncak musim kemarau di Agustus-September.

“Saya tegaskan jangan ada kebakaran hutan dan lahan. Jika sampai ada asap, akan mengganggu jalannya MXGP,” kata dia.

Baca juga: Tiga crosser nasional raih “wild card” MXGP Palembang

Herman Deru mengatakan, pelaksanaan MXGP tahun ini bakal menjadi tolak ukur untuk memilih kembali Palembang sebagai tuan rumah.

Sementara itu, puluhan pembalap dari 18 negara ambil bagian pada seri ketiga Kejuaraan Dunia MXGP 2019, 6-7 Juli 2019. Sebanyak 20 crosser akan terjun pada nomor MX1 (MXGP) dan 21 crosser pada nomor MX2. Indonesia sebagai tuan rumah mendapatkan wild card untuk tiga pembalapnya, yaitu Farhan Hendro dan Andri Lazaroni akan turun pada nomor MX1 (MXGP) dan Delvintor Alfarizi yang berlaga di MX2.

Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah MXGP ini untuk kali ketiga karena sejak 2017 sudah diselenggarakan di Pangkal Pinang dan Semarang. Namun pada 2019 ini, event yang biasa digelar di Pangkal Pinang digeser ke Palembang, dan seri keempat tetap akan digelar di Semarang pada pekan depan.

Baca juga: Palembang ingin jadi tuan rumah permanen MXGP
Baca juga: Arena MXGP Palembang siap digunakan

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Quartararo ungguli Marquez, Rossi di FP1 GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) tampil sebagai pebalap tercepat di sesi latihan bebas (FP) 1 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Jumat pagi waktu setempat.

Pebalap rookie asal Prancis itu mencatatkan waktu 1 menit 21,390 detik untuk menyingkirkan juara dunia Marc Marquez (Repsol Honda) di tempat kedua dengan selisih 0,074 detik, demikian laman resmi MotoGP.

Masih segar setelah meraih pole position dan podium di Barcelona dan Assen, Quartararo tiba di Jerman mengesampingkan rasa sakit di lengannya yang pernah dioperasi untuk membuat waktu putaran tercepat di akhir sesi latihan pagi itu.

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) menemukan kecepatannya dengan motor YZR-M1 untuk menempel di peringkat tiga dengan selisih 0,5 detik dari Marquez, yang mengincar kemenangan dan pole position ke sepuluh kalinya di Sachsenring itu.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Viñales di peringkat lima di bawah Alex Rins (Suzuki Ecstar).

Baca juga:Yamaha siap tebar ancaman di GP Jerman
Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Sementara itu Andrea Dovizioso memimpin serangan Ducati di peringkat enam, diikuti oleh Jack Miller (Pramac Racing) di peringkat tujuh.

Sementara Danilo Petrucci yang baru saja mendapat perpanjangan kontrak satu tahun dengan tim pabrikan Ducati, tercecer di peringkat 15.

Andrea Iannone tampil di peringkat delapan untuk Aprilia Racing Team Gresini diikuti oleh dua pebalap LCR Honda, Takaaki Nakagami dan Cal Crutchlow yang melengkapi peringkat 10 besar hari itu.

Nakagami membalap dengan cedera ligamen usai tabrakan dengan Rossi di Assen pekan lalu, sedangkan Crutchlow mengalami cedera tulang kering usai latihan bersepeda sebelum GP Jerman.

Baca juga: Petrucci lanjut bersama Ducati hingga 2020
Baca juga:Crutchlow turun di GP Jerman dengan cedera tulang kering

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palembang ingin jadi tuan rumah permanen MXGP

Palembang (ANTARA) – Kota Palembang, Sumatera Selatan berkeinginan menjadi tuan rumah permanen untuk salah satu seri Motocross Grand Prix MXGP pada tahun-tahun mendatang setelah pada 2019 ini mendapatkan kesempatan menggantikan Pangkal Pinang.

Staf Ahli Bidang Olahraga Irwansyah di Palembang, Jumat, mengatakan, Gubernur Sumatera Selatan sudah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pada 2020 dan tahun-tahun berikutnya ke pemegang otoritas pelaksana MXGP, Youthstream.

“Pemerintah Provinsi sudah menyatakan hal ini ke Youthstream, dan semoga saja disetujui,” kata Irwansyah yang diwawancarai di arena MXGP OPI Mall.

Baca juga: Arena MXGP Palembang siap digunakan
 

Palembang dipercaya menjadi penyelenggara seri ke-3 MXGP 2019, yang menjadi pengalaman pertama bagi kota yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games 2018 ini.

Sejak 2017, Youthstream selalu memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menyelenggarakan dua seri yakni dengan memilih Kota Pangkal Pinang dan Kota Semarang. Namun pada 2019 ini, Youthstream memilih Palembang dan Semarang.

Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan Palembang ini mendapat apresiasi dari para crosser dunia ini, bahkan Youthstream selaku otoritas penyelenggara MXGP menyatakan bahwa arena di Palembang ini salah satu yang terbaik di dunia.

Palembang yang kali pertama menjadi tuan rumah MXGP menyediakan lokasi pertandingan yang sangat representatif di kawasan Jakabaring Sport City, yakni tepatnya berada di dalam kawasan mall dan hotel. Lokasinya persis berada di muka Hotel Wydham Palembang.

“Saya sudah tanyakan, mereka katakan Palembang yang terbaik saat ini,” kata dia.

Sementara itu, arena perlombaan seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) di Sirkuit OPI Mall Palembang dipastikan siap digunakan oleh para pembalap pada Sabtu (6/7).

Pantauan Antara, Jumat (5/7), lintasan sejauh 1,6 kilometer yang terdiri dari gundukan-gundukan tanah liat sudah terbentuk dengan kokoh. Terdapat gundukan setinggi 3 meter, dan ada gundukan tanah yang hanya satu meter.

Berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya pun sudah terpasang, seperti tribun penonton dan tribun VIP, tenda panitia, dan ruangan kesehatan serta tenda paddock pembalap.

Puluhan pembalap dari 18 negara dipastikan akan ambil bagian pada seri ketiga Kejuaraan Dunia MXGP 2019, 6-7 Juli 2019. Sebanyak 20 crosser akan terjun pada nomor MX1 (MXGP) dan 21 crosser pada nomor MX2.

Indonesia sebagai tuan rumah mendapatkan wild card untuk tiga pembalapnya Farhan Hendro dan Andri Lazaroni akan turun pada nomor MX1 (MXGP) dan Delvintor Alfarizi yang berlaga di MX2. Selain MXGP, Palembang juga menyelenggarakan kejurnas yang diikuti 60 orang crosser nasional untuk memperebutkan Piala Gubernur Sumsel Herman Deru.

Baca juga: Tiga crosser nasional raih “wild card” MXGP Palembang

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arena MXGP Palembang siap digunakan

Palembang (ANTARA) – Arena balapan  seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) di Sirkuit OPI Mall Palembang dipastikan siap digunakan oleh para pembalap pada Sabtu (6/7).

Lintasan sejauh 1,6 kilometer yang terdiri dari gundukan-gundukan tanah liat sudah terbentuk dengan kokoh, Jumat pagi atau satu hari menjelang pelaksanaan. Terdapat beberapa gundukan setinggi 3 meter, dan ada juga gundukan tanah yang hanya satu meter.

Meski masih terdapat sejumlah pekerja di arena tersebut, yang umumnya WNA, namun sifatnya mereka hanya mengawasi pekerjaan minor, seperti membasahi arena dengan air.

Berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya pun sudah terpasang, seperti tribun penonton dan tribun VIP, tenda panitia, dan ruangan kesehatan.

Arena yang dibangun dalam waktu kurang lebih satu bulan ini juga sudah dikelilingi pagar pembatas di setiap pintu masuknya yang dijaga oleh petugas pengamanan.

Di sisi luar arena, tampak juga jajaran paddock (garasi markas tim) bertenda putih yang beberapa diantaranya sudah terisi.

Beberapa pembalap dunia tampak mengamati pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan mekaniknya, dan beberapa lainnya melakukan uji cocoba  motor yang akan dipakai pada pertandingan hari pertama, besok. Ada sebuah gundukan setinggi tiga meter yang bisa digunakan pembalap ini persis di depan jajaran paddock.

Jajaran paddock motocross seri Kejuaraan Dunia Motocros Grand Prix di sirkuit OPI Mall, Palembang, Jumat (5/7). (Antara News Sumsel/19/Dolly Rosana) Ketua Pelaksana MXGP seri Palembang Irwansyah yang diwawancarai di lokasi pertandingan mengatakan persiapan dipastikan sudah 100 persen pada H-1 ini.

“Alhamdullilah dalam waktu singkat, kurang lebih satu bulan, persiapan sudah 100 persen pada H-1 ini,” kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan Indonesia ini mendapat apresiasi dari para crosser dunia ini, bahkan Youthstream selaku otoritas penyelenggara MXGP menyatakan bahwa arena di Palembang ini salah satu yang terbaik di dunia.

Palembang yang kali pertama menjadi tuan rumah MXGP menyediakan lokasi pertandingan yang sangat representatif di kawasan Jakabaring Sport City, yakni tepatnya berada di dalam kawasan mall dan hotel. Lokasi persis berada di muka Hotel Wydham Palembang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia Jeffrey JP menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan panitia Palembang sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan Youthstream.

“Saya sudah tanya langsung ke PIC (People In Charge) dari Youthstream, dikatakan sudah tidak ada masalah lagi. Lintasan tinggal dikasih air, office-nya sudah ada, medical center dan paddock. Semoga saja semua lancar dua hari ke depan,” kata dia.

Puluhan pembalap dari 18 negara ambil bagian pada seri ketiga Kejuaraan Dunia MXGP 2019, 6-7 Juli 2019. Sebanyak 20 crosser akan terjun pada nomor MX1 (MXGP) dan 21 crosser pada nomor MX2.

Indonesia sebagai tuan rumah mendapatkan wild card untuk tiga pembalapnya Farhan Hendro dan Andri Lazaroni akan turun pada nomor MX1 (MXGP) dan Delvintor Alfarizi yang berlaga di MX2.

Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah MXGP ini untuk kali ketiga karena sejak 2017 sudah diselenggarakan di Pangkal Pinang dan Semarang. Namun pada 2019 ini, event yang biasa digelar di Pangkal Pinang digeser ke Palembang, dan seri keempat tetap akan digelar di Semarang pada pekan depan.

Baca juga: Tiga crosser nasional raih “wild card” MXGP Palembang

Baca juga: Pekerja sirkuit MXGP Palembang lembur kejar target

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga crosser nasional raih “wild card” MXGP Palembang

Palembang (ANTARA) – Tiga crosser nasional meraih tiket “wild card” pada seri Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix di Sirkuit OPI Mall, kawasan Jakabaring Sport City, Palembang, 6-7 Juli 2019.

Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia Jeffrey JP di Palembang, Jumat, mengatakan, tiga crosser nasional itu Farhan Hendro dan Andri Lazaroni akan turun pada nomor MX1 (MXGP) dan Delvintor Alfarizi yang berlaga di MX2.

“Kami mendapatkan wild card karena sebagai tuan rumah, ini juga terjadi di seri-seri lain,” kata dia.

Ia mengatakan ketiga pembalap ini sudah memiliki pengalaman bertanding pada seri MXGP karena pada tahun 2018 juga mengikuti seri di Pangkal Pinang dan Semarang.

Meski demikian, ketiganya tidak masuk rangking dunia karena untuk mendapatkan peringkat harus mengikuti seluruh seri yang digelar MXGP sepanjang tahun.

Sebagai pembalap yang tidak masuk rangking dunia, ketiga pembalap menjadikan ajang ini hanya untuk menimba pengalaman.

“Maklum saja, yang dihadapi ini para pembalap profesional dunia,” kata dia.

Yang terpenting, ia melanjutkan, ketiganya setidaknya dapat memperbaiki capaian yang diraih tahun lalu dengan menyelesaikan setiap putaran dengan baik.

MXGP 2019 merupakan tahun ketiga bagi Indonesia menjadi tuan rumah sejak tahun 2017 lalu. Dua tahun sebelumnya crosser terbaik kita selalu mendapatkan kesempatan wild card dan tergabung dalam tim Merah Putih.

Sementara itu, puluhan pembalap dari 18 negara akan ambil bagian dalam seri MXGP di Palembang yang resmi akan dibuka Sabtu (6/7).

Malam ini, para pembalap itu dijadwalkan mengikuti acara Gala Dinner di Griya Agung, Palembang.

Baca juga: Pekerja sirkuit MXGP Palembang lembur kejar target

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyapa Chessy Meilandri, pebalap cilik penuh talenta asal Ciamis

Jakarta (ANTARA) – Di usia yang baru menginjak 10 tahun, Chessy Meilandri asal Ciamis, Jawa Barat, bahkan belum cukup umur untuk mengajukan permohonan membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) ke kantor polisi setempat.

Namun, bocah yang masih duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar (SD) itu sudah malang melintang di dunia balap motor nasional dalam tiga tahun terakhir ini menunggangi berbagai motor di kelas yang berbeda.

Chessy Meilandri ingat pertama kali mengemudikan sepeda motor ketika masih berusia tujuh tahun.

Kala itu sang ayah menghadiahinya sebuah motor kecil bermesin 50cc. Sejak mengendarai motor pertamanya, putra kedua pebalap offroad Jajang Nugraha itu menekuni hobi barunya sebagai pebalap cilik.

Di saat anak-anak seumurannya bermain mobil-mobilan, Chessy sudah menggunakan waktunya untuk mengasah kemampuan dan pengalaman sebagai pebalap, motorcross menjadi pilihan awalnya.

Dari pertama kali membalap pada Oktober 2016, Chessy telah membawa pulang berbagai trofi dari kejuaraan balap motor baik di lintasan tanah maupun aspal. “Di rumah ada 100 lebih (trofi),” ungkap Chessy ketika ditemui di Jakarta, Rabu pekan lalu (26/6).

Di akun instagramnya @chessymeilandri99, bocah bahkan belum bisa berdiri dengan dua kaki di atas jok motor standar itu telah mengunggah ratusan foto dirinya melibas trek tanah dan jalanan dengan berbagai macam motor juga ketika dirinya naik podium beserta pebalap-pebalap cilik lainnya.
 

Akhir pekan nanti, Chessy akan ikut meramaikan ajang balap motor Kejurnas Oneprix – Indonesia Motorprix Championship 2019 yang akan memulai seri perdananya di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebagai pebalap termuda di kejuaraan itu, Chessy yang akan turun di kelas rookie 16 tahun bebek 150cc itu pun sudah tak asing lagi dengan trek Bukit Peusar yang menjadi tempat latihannya setiap pekan.

“Latihan seminggu tiga kali dari jam 10 sampai jam 4… Habis sekolah latihan, terus malamnya latihan fisik,” kata pebalap tim Honda Auto 529 itu terkait persiapannya.

Sang pelatih, Okky Ristan, pun telah mempersiapkan latihan fisik untuk menjaga stamina anak asuhnya tersebut.

“Target di seri pertama mungkin buat rookie 16 tahun di peringkat lima,” kata Okky, yang telah satu tahun melatih Chessy.

Persaingan pun akan berat karena Chessy akan melawan para pebalap yang lebih senior dari dia, ungkap Okky.

Sedangkan regulasi tidak mengizinkan Chessy menggunakan motor yang disesuaikan dengan ukuran tubuhnya yang mungil. “Tetap pakai motor buat dewasa. Kalau start saja dia (berdiri) di dek depan, bukan di jok,” kata Okky.

Namun, setelah meluncur, Chessy pun mampu bermanuver di tikungan dengan gesit layaknya pebalap yang lebih senior.

Baca juga:Sirkuit Bukit Peusar panaskan seri pertama Kejurnas Oneprix Indonesia

Okky melihat talenta bocah kelahiran Ciamis, 19 Mei 2009 itu muncul di umur yang sangat muda.

Tak hanya motor kecil, motor bebek, bahkan motor sekelas CBR150 cc tak jadi kendala untuk Chessy.

Pada Maret tahun ini, Chessy juga dinobatkan sebagai pebalap termuda yang lolos seleksi Astra Honda Racing School 2019 salah satu ajang pembinaan pebalap muda.

Seleksi yang dilakukan Astra Honda Racing itu mengajak talenta pebalap muda yang berusia rata-rata di bawah 14 tahun.

“Ketika menggunakan CBR di Astra Honda Racing School, Chessy bahkan membuat waktu terbaik,” kata Okky.

“Chessy karakternya berani mencoba,” ungkap Okky soal kesehariannya melatih.

Namun, namanya melatih anak-anak, Okky pun harus menggunakan pendekatan yang berbeda dari melatih pebalap dewasa.

“Dia anaknya masih suka nangis, kalau ada yang tidak dituruti dia nangis,” kata Okky.

“Mungkin buat mengatur bocah seumuran ini kita harus mengerti kemauannya dia dahulu. Anak segede ini dikerasi belum bisa. Kita harus ikuti dulu alurnya, maunya bagaimana.”

Untungnya sang pebalap dan pelatih menemukan kecocokan dan kenyamanan dalam menjalani latihan. Masukan dari pelatih pun bisa langsung dipraktekkan oleh sang pebalap.

Sedikitnya dua sesi masing-masing sebanyak 20 putaran dilibas Chessy ketika latihan. Setelah itu dilanjutkan latihan fisik di gym, lari di atas treadmil dan sedikit latihan beban.

“Semoga jika ada prestasi dia bisa naik ke level yang lebih tinggi,” harap Okky.

Chessy hanya lah satu dari sekian banyak talenta muda dunia olahraga otomotif di Tanah Air yang tak hanya membutuhkan pembinaan prestasi namun juga pembinaan profesional.

“Pembinaan prestasi harus ada bantuan dari pemerintah, tapi pada saat atlet itu menjadi profesional sebaiknya pemerintah memberi bantuan jika dia mengharumkan nama bangsa di ajang resmi,” harap ketua Ikatan Motor Indonesia Sadikin Aksa.

Sore itu ketika ditanya siapa pebalap yang menjadi idola, Chessy menjawab, “Marquez”. Kenapa? “Karena dia kencang,” jawabnya.

Kalau sudah besar ingin balapan di MotoGP enggak? “Pengen,” pungkas si pebalap cilik.

Masih banyak waktu dan kesempatan bagi Chessy untuk melebarkan sayapnya di dunia olahraga otomotif. Dan bukan mungkin saja pebalap cilik itu bisa mengikuti jejak pebalap idolanya, Marc Marquez, di kasta tertinggi olahraga balap motor itu.

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yamaha siap tebar ancaman di GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan Yamaha siap menebar ancaman kepada pebalap favorit juara pada GP Jerman, Marc Marquez (Repsol Honda), akhir pekan nanti di Sirkuit Sachsenring.

“Aku kira Honda dan Marc adalah favorit, mereka lah yang harus dikalahkan,” ungkap pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Viñales kepada laman resmi MotoGP Jumat dini hari.

Viñales, yang menjuarai seri sebelumnya di Belanda pekan lalu, akan mencoba tampil maksimal di Sachsenring di mana dia hanya mampu finis ketiga tahun lalu sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi, finis runner-up.

“Kami akan mencoba mengikuti kecepatan mereka, tapi akan sulit tentunya. Kami akan mencoba dan bekerja dengan mentalitas yang serupa seperti di Montmelo dan Assen, mencoba kuat di setiap sesi dan lihat apa yang terjadi.”

“Namun motivasinya ada, aku merasa sangat bagus, aku tak punya beban jadi aku akan menekan secara maksimal,” kata pebalap bernomor 12 itu.

Direktur tim Monster Energy Yamaha MotoGP Massimo Meregalli mengungkapkan Yamaha memiliki kecepatan yang dibutuhkan ketika di Barcelona, namun sayang balapan selesai lebih cepat.

“Kecepatan yang kami perlihatkan ketika latihan dan di semua sesi memberikan kami kepercayaan diri yang tinggi sehingga kami bisa tampil cukup baik,” kata Meregalli.

Meregalli pun tak terkejut mendapati Viñales juara di Assen, dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) meraih pole position dan finis P3 di sana.

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Viñales lebih agresif setelah Barcelona, mengingatkan Meregalli akan penampilan pertama pebalap Spanyol itu ketika bergabung dengan pabrikan asal Iwata itu pada 2017.

Tantangan dari Yamaha tak sekadar datang dari Viñales. Quartararo dengan dua finis podium beruntun serta dua pole position musim ini menjadi tanda jika pebalap rookie asal Prancis itu patut diwaspadai.

Menahan rasa sakit usai operasi lengan, Quartararo masih mampu finis peringkat tiga di Assen dan berharap penampilan yang lebih baik di Sachsenring.

“Turun di balapan beruntun bukan lah yang terbaik untuk penyembuhan namun di sini hampir setiap tikungan adalah ke kiri. Di Assen kami bisa beristirahat di tipe tikungan seperti itu, kami perlu melihat di sesi latihan pertama bagaimana lenganku namun aku kira kami akan baik-baik saja,” kata Quartararo.

Marquez akan mengincar kemenangan ke-10 kali secara beruntun dari semua kelas di Sachsenring.

“Aku merasa bagus karena kami berada di posisi yang sangat baik di kejuaraan,” ungkap pebalap bernomor 93 itu.

“Para lawan akan memperlihatkan kepada kami level mereka, target kami adalah bekerja sebaik mungkin, mencoba kompetitif sejak awal dan kita akan lihat. Setiap orang mengharapkan juara,” kata Marquez yang tak ingin mengulangi kesalahannya di Austin awal musim ini. “Kami akan mencoba fokus.”

Marquez setelah delapan balapan masih kokoh di puncak klasemen diikuti oleh pebalap Ducati Andrea Dovizioso pada peringkat dua dengan terpaut 44 poin.

Baca juga:Crutchlow turun di GP Jerman dengan cedera tulang kering

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crutchlow turun di GP Jerman dengan cedera tulang kering

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim LCR Honda Cal Crutchlow akan turun di balapan seri kesembilan MotoGP di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan nanti dengan tulang kering yang retak.

“Aku menuju akhir pekan ini dengan sedikit cedera di kaki kananku kemarin, ketika aku keluar untuk latihan dengan sepedaku, aku terpeleset ketika turun dari sepeda untuk mengecek sesuatu dan lututku terbentur,” kata Crutchlow melalui laman resmi Facebook, seperti dikutip Reuters, Kamis malam.

“Ada sedikit kerusakan di salah satu ligamen, yang aku kira adalah ACL, dan kami harus mengeluarkan semacam cairan ketika itu bengkak,” kata pebalap berusia 33 tahun asal Inggris itu.

“Kita lihat bagaimana yang aku rasakan besok di atas motor, tapi semoga aku cukup bisa menekuk lututku untuk bisa kompetitif akhir pekan ini.”

Crutchlow, yang pernah juga mengalami cedera di otot jarinya ketika luka sayatan pisau ketika memotong keju Parmesan, kini berada di peringkat 10 klasemen sementara setelah balapan ke delapan.

Baca juga:Petrucci lanjut bersama Ducati hingga 2020

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seri perdana balap MotoE siap digelar di Sachsenring, Jerman

Jakarta (ANTARA) – Balapan seri kesembilan MotoGP di Sirkuit Sachsenring, Jerman akhir pekan nanti akan diselingi dengan seri perdana balapan MotoE musim ini.

Di antara gemuruh dan suara bising para pebalap MotoGP, Moto2 dan Moto3, motor-motor balap elektrik akan mengaspal untuk kali pertama di kejuaraan dunia FIM Enel MotoE, Minggu, demikian laman resmi MotoGP.

Sebanyak 18 pebalap dari 12 tim akan bersaing menggunakan motor balap elektrik yang memakai mesin tunggal dari Energica Ego Corsa dengan sejumlah batasan di setup yang diatur di dalam regulasi.

Seperti biasa, sebelum lomba pada Minggu, para pebalap akan menjalani sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi pada Sabtu.

Sesi latihan bebas FP1 MotoE akan dimulai pukul 16:50 -17:20 WIB, sementara FP2 digelar pukul 21:50-22:20 WIB.

Posisi pebalap pada sesi latihan Jumat akan menentukan urutan mereka ketika turun di E-Pole, sesi kualifikasi MotoE, untuk menentukan posisi start.

Seperti yang diterangkan oleh direktur lomba MotoE Graham Webber, urutan pebalap yang turun di E-Pole ditentukan oleh peringkat kombinasi waktu tercepat mereka di FP1 dan FP2.

Di E-Pole, setiap pebalap akan diberi kesempatan tiga putaran, diawali oleh flying lap, kemudian timed lap, di mana hanya di putaran tersebut waktu dicatat, kemudian lap terakhir atau in-lap.

“Pada dasarnya setiap pebalap memiliki satu putaran yang dihitung waktunya,” kata Webber.

E-Pole akan digelar pukul 21:00 WIb, sementara balapan MotoE sendiri akan digelar paling awal yaitu pada pukul 15:00 WIB.

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman
Baca juga:Petrucci lanjut bersama Ducati hingga 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes ungkap kelemahan mereka di Austria

Jakarta (ANTARA) – Mercedes menyatakan sedang bekerja keras untuk meningkatkan sistem pendingin mobil mereka untuk menghadapi seri-seri selanjutnya balapan Formula 1 setelah mendapati masalah overheating di GP Austria akhir pekan lalu.

Direktur trackside engineering Mercedes Andrew Shovlin menjelaskan jika mobil versi 2019 Mercedes dikemas sangat ketat sehingga radiator mereka terlalu kecil untuk menyediakan pendinginan yang cukup di kondisi yang ekstrim, demikian Reuters pada Kamis.

“Kami memiliki banyak proyek yang melihat masalah pendinginan ini, bagaimana kami bisa meningkatkannya,” kata Shovlin.

“Dan pekerjaan ini mulai dengan baik sebelum akhir pekan lomba di Austria dan ada banyak orang yang sibuk dengan itu.”

Balapan di Red Bull Ring, Spielberg pekan lalu mengakhiri dominasi Mercedes yang memenangi 10 balapan secara beruntun, delapan di antaranya di raih di musim ini.

Valtteri Bottas menjadi pebalap Mercedes tercepat dan finis cukup jauh di peringkat tiga. Sementara rekan satu timnya, Lewis Hamilton harus puas di peringkat lima dan melihat pebalap Red Bull Max Verstappen sebagai juara untuk kali keduanya di Spielberg, dan Charles Leclerc membawa pulang trofi runner-up untuk Ferrari.

Baca juga:Juarai GP Austria, Verstappen akhiri kemenangan beruntun Mercedes
Baca juga:Honda akui power unit alami kendala di GP Austria

Shovlin menyatakan secara fundamental mobil W10 tidak memiliki radiator yang cukup besar sehingga memiliki tingkat pendinginan yang kurang.

“Ini berarti kami membawa masalah ini di mana di balapan-balapan yang panas kami akan mengalami kesulitan… untuk menjaga power unit tetap dingin, agar kami tak melakukan kerusakan.”

Mercedes tak punya pilihan ketika membalap di Austria dengan suku 35 derajat Celsius selain menerapkan gaya balapan lift and coast, gaya membalap di mana pebalap ketika mencapai ujung lintasan lurus mereka melepaskan pedal gas.

“Kemudian mereka mengerem sedikit lebih lambat dan kalian mendapati masa di mana mobil hanya meluncur di tikungan, mesin tidak melakukan pekerjaan apa pun dan kalian bisa menurunkan sedikit temperatur dengan seperti itu,” kata Shovlin.

Dengan menerapkan lift and coast di sepanjang kurang lebih 400 meter dari total 4,3km tiap putaran di Spielberg itu berarti performa Mercedes sangat terdampak.

“Kami tak bisa membalap dengan layak, menyerang atau bertahan. Itu seperti permainan bertahan hidup di akhir lomba,” pungkas Shovlin.

Baca juga:Performa pebalap muda di Austria beri gambaran masa depan F1
Baca juga:Ferrari tak ajukan banding terhadap “ulah” Verstappen di GP Austria
 

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petrucci lanjut bersama Ducati hingga 2020

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Italia Danilo Petrucci akan melanjutkan karir balapnya bersama Ducati hingga MotoGP musim depan bersama rekan satu tim Andre a Dovizioso, demikian pengumuman tim asal Italia itu, Kamis.

Petrucci, yang meraih kemenangan pertamanya di kelas premier di GP Italia pada Juni lalu, sebelumnya hanya menandatangani kontrak satu tahun dengan Ducati dan bersaing dengan pebalap Australia Jack Miller untuk kursi di tim pabrikan pada 2020.

Ducati mengumumkan perpanjangan kontrak Petrucci hingga 2020 pada Kamis jelang balapan GP Jerman, demikian Reuters.

“Memperbarui (kontrak) sebelum istirahat musim panas memberiku ketenangan lebih dan kepercayaan diri untuk ke depannya,” kata pebalap berusia 28 tahun itu.

Petrucci kini berada di peringkat tiga klasemen sementara, sedangkan Dovi di peringkat dua terpaut 44 poin dari pemuncak klasemen, Marc Marquez hingga balapan seri kedelapan dari total 19 balapan musim ini.

“Aku sangat senang lanjut dengan Ducati untuk satu musim lagi. Ini adalah tujuanku sejak aku memulai petualangan ini dan juga karena sejak awal aku merasakan harmoni yang hebat dengan tim,” kata Petrucci seperti dikutip laman resmi MotoGP.

“Di bagian pertama kejuaraan ini kami bisa meningkatkan performa kami secara progresif, meraih dua podium dan satu kemenangan.”

Sementara itu Direktur Jenderal Ducati Corse Luigi Dall’Igna mengaku telah melihat profesionalisme dan talenta Petrucci sejak hari pertama dia mengemudikan Desmosedici GP.

“Aku kira semua telah melihat kualitasnya, seperti yang telah diperlihatkan dengan hasil hebat yang ia raih tahun ini, khususnya kemenangan di Mugello.”

“Dengan Danilo di samping Andrea, tujuan kami adalah juara dunia baik pebalap maupun konstruktor,” kata Dall’Igna.

Baca juga:Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Baca juga:Bradl gantikan Lorenzo pada GP Jerman

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PGN : PRCT diharapkan dapat dukungan dari pihak lain

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Rachmat Hutama menjelaskan bahwa pihaknya tetap mendukung perkembangan olahraga nasional termasuk cabang olahraga balap sepeda yang di antaranya klub PGN Road Cycling Team (PRCT).

PRCT merupakan salah satu tim continental asal Indonesia yang terdaftar di UCI atau federasi balap sepeda dunia. Bahkan, banyak pebalapnya menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia dikancah internasional.

“Lantaran semakin profesional dan telah menjajaki level internasional dan memiliki aktivitas serta jadwal pertandingan yang semakin padat, PGN berharap pengembangan PRCT ini juga bisa mendapat dukungan dari pihak lain,” kata Rachmat Hutama dalam keterangan resminya.

Menurut dia, tujuannya agar prestasi atlit balap sepeda ini tidak berhenti di level yang ada saat ini melainkan dapat terus terjaga dan mengharumkan nama bangsa pada berbagai kejuaraan internasional yang telah terprogram.

Meski demikian, kata dia, PGN memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan PRCT di Kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Apalagi PGN telah melakukan pembinaan dari awal sejak 2016 hingga PRCT bisa melaju ke level profesional.

“Pengembangan PRCT masih tetap perlu untuk terus dilakukan, namun dalam hal ini PGN membutuhkan partner yang bisa turut mensupport pertumbuhan PRCT,” kata Rachmat menegaskan.

Terkait rencana PGN tidak lagi memberikan dukungan pada PRCT yang merujuk pada surat tertanggal 17 Juni yang menyebutkan bahwa pembubaran PRCT merupakan keputusan bersama antara PT Perusahaan Gas Negara dan PGN Road Cycling Team, menurut surat tersebut, karena tidak ada perpanjangan kontrak. Dukungan PGN untuk PRCT berakhir pada Juni 2019.

Rachmat memastikan belum ada keputusan apapun mengenai kelanjutan kontrak dukungan ke PRCT. “Saat ini manajemen masih terus melakukan pembahasan,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang memiliki visi menyebarkan energi baik, kata dia, sudah menjadi komitmen PGN untuk turut mendukung prestasi olahraga di Tanah Air.

“Dukungan tersebut telah kami berikan dalam bentuk pembinaan ratusan atlet sepeda berbakat yang tergabung dalam PRCT, namun untuk saat ini mengingat PRCT sudah semakin profesional, PGN berharap dapat berpartner dengan pihak lain untuk melanjutkan pengembangan ini,” ujar Rachmat menjelaskan.

Baca juga: Jamalidin dkk tetap berlatih keras meski PGN cabut dari tim

Baca juga: Cuaca dingin jadi tantangan kedua timnas di Kejuaraan Asia Uzbekistan

Ajang balap sepeda dongkrak wisata Kuningan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket MXGP Semarang paling murah Rp25 ribu

Semarang (ANTARA) – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa menyebut harga tiket kejuaraan dunia MXGP Semarang yang akan digelar 12 hingga 14 Juli 2019 dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp1 jutaan.

“Harga paling mahal di atas Rp1 juta, itu penonton bisa mengakses paddok tim-tim yang berlaga di kejuaraan tersebut,” kata Sadikin usai peluncuran MXGP Of Asia di Semarang, Kamis.

Menurut dia, penonton bisa melihat langsung para mekanik menyiapkan sepeda motor yang akan digunakan untuk balapan.

Sementara tiket paling murah, kata dia, sebesar Rp25 ribu untuk kelas festival.

Ia menuturkan penentuan harga tiket sebesar Rp25 ribu tersebut merupakan permintaan dari Wali Kota Semarang.

Penyelenggaraan sendiri, lanjut dia, telah menyepakati penyesuaian harga tiket Rp25 ribu tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan MXGP merupakan hiburan terbaik untuk warga Semarang.

Menurut dia, penyelenggara sudah menyetujui penyesuaian harga tiket agar lebih terjangkau masyarakat itu.

Ia menambahkan ditargetkan sekitar 100 ribu penonton menyaksikan kejuaran yang akan berlangsung di Sirkuit BSB Mijen selama gelaran 12 hingga 14 Juli itu

Baca juga: Pebalap dari 18 negara siap ramaikan MXGP Semarang 2019

Baca juga: Pemprov Sumsel sosialisasikan kejuaraan dunia MXGP

Sirkuit MXGP di Jakabaring siap digunakan

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap dari 18 negara siap ramaikan MXGP Semarang 2019

Semarang (ANTARA) – Sebanyak 41 pebalap dari 18 negara dipastikan ikut serta dalam kejuaraan dunia MXGP 2019 yang akan diselenggarakan di Kota Semarang, 12 hingga 14 Juli 2019.

“Ada dua juara dunia yang akan ikut bertanding pada MXGP Semarang ini,” kata Ketua Umum IMI Sadikin Aksa saat peluncuran MXGP of Asia 2019 di Semarang, Kamis.

Menurut dia, Indonesia merupakan satu dari dua negara yang memperoleh jatah dua kali penyelenggaraan seri MXGP.

MXGP 2019 digelar di Palembang dan Kota Semarang.

Menurut dia, Kota Semarang merupakan salah satu penyelenggara terbaik dalam gelaran MXGP.

Dengan demikian, lanjut dia, pertarungan diharapkan akan lebih seru.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan Kota Semarang siap menggelar kejuaraan dunia MXGP 2019 yang akan diselenggarakan pada 12 hingga 14 Juli 2019.

“Kota Semarang siap menggelar MXGP, minimal sama seperti tahun lalu kesuksesannya,” katanya.

Menurut dia, ribuan orang akan datang ke Semarang untuk meramaikan kejuaraan yang kedua kalinya di gelar di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Selain penonton dari berbagai daerah, kata dia, tim yang akan terjun dalam kejuaraan dunia ini tentunya akan membawa banyak kru.

Selain bagian dari pembinaan atlet, lanjut dia, gelaran MXGP diharapkan mampu mendorong pariwisata Kota Semarang.

Dengan kapasitas sirkuit BSB Mijen, Kota Semarang, yang mencapai 50 ribu orang, menurut dia, gelaran ini diharapkan dibanjiri sekitar 100 ribu penonton.
***3***

Baca juga: Wali Kota Semarang minta harga tiket MXGP diturunkan karena kemahalan
Baca juga: Pemprov Sumsel sosialisasikan kejuaraan dunia MXGP

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Sumsel sosialisasikan kejuaraan dunia MXGP

Palembang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan gencar melakukan sialisasi pelaksanaan kejuaraan dunia Motorcross Grand Prix di Sirkuit Jakabaring Palembang, 5 – 7 Juli 2019, yang diikuti oleh crosser dari berbagai negara..

Pemerintah Provinsi Sumsel rutin melaksanakan sosialisasi supaya kejuaraan internasional tersebut semakin digemari, kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan Achmad Rizwan di Palembang, Kamis.

Apalagi Gubernur Sumsel H Herman Deru minta kejuaraan yang diikuti 28 negara tersebut harus sukses termasuk penyelenggaraan.

Oleh karena itu, pihaknya rutin melaksanakan sosialisasi sehingga gaung kejuaraan yang diikuti crosser tingkat dunia tersebut semakin bergema.

Yang jelas hingga saat ini promosi untuk penyelenggaraan MXGP sudah rutin , bahkan telah sampai ke seluruh kabupaten dan kota, termasuk di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.

Bahkan, Dinas Komunikasi dan Informatika Sumsel merangkul serta mengajak para Netizen agar berperan serta dan aktif menggaungkan, menyosialisasikan kejuaraan dunia MXGP 2019 melalui media sosial (Medsos).

Beberapa waktu lalu pihaknya temu Netizen bersama dengan Forum Suara Mahasiswa kumpulan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas yang ada di Sumsel.

Jadi, lanjutnya, sebagai tuan rumah kejuaraan tersebut harus didukung bersama yang salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi melalui pertemuan dengan berbagai kalangan.

“Kita patut berbangga karena di antara kota-kota besar lain di Indonesia, Palembang dipercaya menjadi tuan rumah. Seperti pesan Gubernur Sumsel jadilah tuan rumah yang ramah, serta jangan lupa dukung dan saksikan crosser-crosser dunia bertanding nanti,” tuturnya.

Sebelumnya Gubernur Sumsel mengatakan kejuaraan tersebut pertama dilaksanakan di Sumsel sehingga harus dilaksanakan secara maksimal agar berlangsung sukses.

Walaupun penyelenggaraannya terkesan mendadak, kejuaraan internasional tersebut harus berlangsung lancar dan salah satunya kepanitiaan harus didukung bersama.

Motor Gede meriahkan Bangka Bike Festival 2019

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Supremasi di Sachsenring, Marquez incar kemenangan ke-10 di Jerman

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda) tiba di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini dengan bekal kemenangan sembilan kali beruntun di sana.

Tak terbantahkan jika pebalap asal Spanyol itu merupakan raja di sirkuit yang terletak lima mil di barat kota Chemnitz, Jerman itu.

Marquez telah memenangi GP Jerman dari setiap kelas yang pernah ia ikuti sejak 2010 dan akhir pekan nanti dia memiliki kesempatan untuk menyempurnakan kemenangan di sana untuk kali kesepuluhnya.

Yamaha akan menjadi penantang utama Honda setelah hasil positif di GP Belanda yang mengeluarkan potensi motor pabrikan asal Iwata, Jepang itu.

Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) mampu meredam Marquez di Assen untuk mempersembahkan trofi juara pertama Yamaha musim ini.

Dia dengan pebalap tim satelit Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) juga tampil kuat sejak babak latihan hingga balapan. Quartararo meraih podium keduanya musim ini setelah finis ketiga di Belanda.

Viñales dan rekan satu timnya, Valentino Rossi, juga naik podium di Sachsenring tahun lalu.

Baca juga:Kemenangan Vinales buktikan dominasi Yamaha di Assen
Baca juga:Marquez akui kecepatan Yamaha dan Suzuki di kualifikasi GP Belanda

Setelah sempat dibuai performa Yamaha di awal musim ini, Rossi justru gagal finis dalam tiga balapan terakhir. Akan menarik melihat bagaimana Rossi bisa kembali menemukan kecepatannya di sirkuit yang pernah ia taklukan sebanyak tiga kali itu.

Andrea Dovizioso, yang terpaut 44 poin sebagai pesaing terdekat Marquez, tak akan melewatkan kesempatan di Jerman untuk mengejar ketertinggalannya dari sang pemuncak klasemen.

Namun Sachsenring, dengan sejumlah tikungan sempit dan salah satu trek terlambat di kalender, sejauh ini adalah sirkuit yang cukup tangguh untuk ditaklukan mesin Desmosedici.

Ketika tim papan atas telah makan asam garam di Sachsenring, Suzuki tidak memiliki referensi yang cukup dengan Alex Rins, yang mana dia gagal finis di Jerman tahun lalu.

Namun pebalap asal Spanyol itu tampil kuat di kualifikasi untuk pertama kalinya serta meraih posisi start terbaiknya, P3, musim ini di Assen.

Rins sempat memimpin lomba, kemudian terjatuh.

Sebagai salah satu pebalap yang pintar menjaga keawetan ban, ditambah motor Suzuki yang memiliki kecepatan cukup baik di tikungan, Rins bisa menebar ancaman sekali lagi di sirkuit yang paling sempit dan berkelok itu bersama rekannya, pebalap rookie Joan Mir yang menemukan performanya di Assen.

Honda akan kehilangan Jorge Lorenzo di Jerman karena sang pebalap Spanyol itu dinyatakan tidak fit untuk berlomba karena cedera tulang belakang setelah kecelakaan di sesi latihan GP Belanda pekan lalu. Pebalap uji HRC Stefan Bradl akan menggantikan Lorenzo di Sachsenring.

Baca juga:Bradl gantikan Lorenzo pada GP Jerman

Sementara itu pertarungan tim independen, Jack Miller (Pramac Racing) bersaing ketat dengan Quartararo dengan tujuh poin memisahkan mereka.

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) menguntit keduanya bersama rekan satu tim Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu).

Walaupun statistik menunjukkan supremasi Marquez di Jerman, namun para rival pernah dikejutkan awal musim ini ketika pebalap bernomor 93 itu tumbang di Sirkuit Americas, Austin, di mana dia selalu juara di enam seri terakhir di sana.

Hal itu membuktikan jika Marquez bisa juga membuat kesalahan dan terjatuh, jadi yang demikian bisa terjadi lagi.

Akan kah Marquez kembali juara? atau kah juara baru akan muncul di Sachsenring? Temukan jawabannya pada balapan seri kesembilan MotoGP Jerman pada Minggu pukul 19.00 WIB.

Baca juga:Raih pole position ketiga dan rekor di Assen, ini komentar Quartararo
Baca juga:Miller kemungkinan besar bertahan di Ducati hingga 2020

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jamalidin dkk tetap berlatih keras meski PGN cabut dari tim

Jakarta (ANTARA) – Pebalap nasional Jamalidin Novardianto dan kawan-kawan mengaku tetap berlatih dengan keras meski timnya, PGN Road Cycling Team (PRCT) berikut sponsor utamanya, Perusahaan Gas Negara (PGN) cabut alias tidak lagi memberikan dukungan.

“Sekarang sudah gak PGN lagi. Sekarang pakai nama Mula. Kayak Sky ganti nama ke Ineos. Sangat-sangat disayangkan kondisi ini,” kata pebalap yang akrab dipanggil Verdi itu saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

PRCT merupakan salah satu tim continental asal Indonesia yang dihuni banyak pebalap potensial. Bisa dikatakan saat ini sebagai tim yang paling banyak menyumbang pebalapnya ke tim nasional balap sepeda.

Meski terjadi perubahan tim dan sponsor, kata dia, semua pebalap tetap menjalankan program yang telah ada. Apalagi beberapa kejuaraan sudah di depan mata seperti kejurnas road race pada 16 Juni, selain itu persiapan pelatnas SEA Games 2019 dan kejuaraan internasional lainnya.

Berdasarkan data dari PB ISSI, setidaknya ada enam pebalap dari PGN yang saat ini berganti nama menjadi Mula masuk SK Pelatnas SEA Games 2019 Filipina dan Road to Olympic, yaitu Aiman Cahyadi, Robin Manullang, Jamaludin Novardianto, Jamal Hibatullah, Odie Purnomo dan Sandy Nur Hasan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari mengaku prihatin atas keputusan pembubaran tim yang selama ini menjadi tulang punggung Indonesia pada beberapa kejuaraan internasional itu.

Keputusan dibubarkannya PRCT diketahui melalui surat resmi yang diterima PB ISSI, 17 Juni lalu. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa dibubarkannya PRCT merupakan keputusan bersama antara PT Perusahaan Gas Negara dan PGN Road Cycling Team pada 8 Januari 2019.

Dalam surat keputusan itu juga dituliskan bahwa tidak adanya perpanjangan kontrak antara PGN dan PRCT. Hubungan keduanya dipastikan berakhir pada Juni ini.

“Tidak mudah untuk bisa menaikkan level tim ke continental. Tahun lalu kami berhasil untuk meng-upgrade tim PGN PCRT ini ke continental. Tahun ini Direktur PGN yang baru justru membubarkan tim ini. Jelas, kami sangat prihatin dan menyayangkan keputusan ini,” kata Okto dalam keterangan resminya

Menurut dia, tidak hanya membubarkan PRCT, PGN dikabarkan juga menarik dukungan kepada para atletnya yang bakal tampil di beberapa ajang multi event yang membawa nama Merah Putih mulai dari SEA Games 2019, Olimpiade 2020 Tokyo dan Asian Games 2022 di China.

Baca juga: Cuaca dingin jadi tantangan kedua timnas di Kejuaraan Asia Uzbekistan
Baca juga: Novardianto juarai etape I Tour de Singkarak 2018

PGNCOM luncurkan layanan terintegrasi Gasplay

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bradl gantikan Lorenzo pada GP Jerman

Jakarta (ANTARA) – Stefan Bradl akan menggantikan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) pada balapan GP Jerman di Sirkuit Sachsenring akhir pekan nanti karena pebalap asal Spanyol itu dinyatakan tidak fit usai kecelakaan dalam kualifikasi GP Belanda pekan lalu.

Lorenzo terpelanting dari motornya ketika terjatuh pada Tikungan 7 dalam sesi kualifikasi GP Belanda dan mengalami retak tulang belakang.

Bradl, sebagai pebalap uji HRC, akan mendapat kesempatan tampil di kampung halamannya akhir pekan nanti dengan membawa motor RC213V dan menjadi rekan Marc Marquez untuk kali kedua musim ini setelah Jerez di mana dia finis P10 untuk Honda, demikian laman resmi MotoGP, Rabu.

“Aku sangat senang untuk bergabung dengan Repsol Honda di Jerman. Ini adalah balapan yang spesial bagiku, di kampung halamanku, tentunya aku turut prihatin terhadap Lorenzo dan aku doakan semoga dia lekas pulih dan kembali lebih kuat,” kata Bradl.

Baca juga:Lorenzo harus jalani pemindaian usai kecelakaan di Assen

Bradl pernah dua kali finis pada peringkat lima di Sachsenrin ketika membalap untuk Honda pada 2012 dan 2013.

“Aku senang bisa membantu tim dan HRC, kita lihat bagaimana akhir pekan ini terlihat. Kami telah bekerja baik dengan Honda dan aku berterima kasih kepada mereka atas kesempatan ini.”

Balapan MotoGP di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akan digelar pada Minggu pukul 19:00 WIB.

Baca juga:Kemenangan Vinales buktikan dominasi Yamaha di Assen
 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda akui power unit alami kendala di GP Austria

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan mesin asal Jepang, Honda mengakui sempat mencemaskan kondisi power unit yang digunakan pebalap Red Bull Max Verstappen ketika meraih kemenangan di balapan GP Austria, Minggu.

Verstappen sempat mengeluhkan kehilangan tenaga power unit mobilnya sebelum akhirnya menyalip pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan mengambil pimpinan lomba dari Charles Leclerc dengan kecepatan yang mengagumkan.

“Kami mencemaskan sistem pendingin,” kata direktur teknis F1 Honda Toyoharu Tanabe seperti dikutip laman resmi Formula 1, Selasa.

“Tentunya suhu yang tinggi memaksa kami untuk menjaga power unit. Kami mencoba mengeluarkan tenaga sebanyak mungkin yang kami bisa.”

Mercedes juga terpaksa untuk menjaga power unit mereka karena masalah overheating, namun Tanabe tak menyangka power unit Honda bisa menunjukkan performa yang tinggi di balapan hari itu.

“Aku tidak menyangka seperti ini, menjadi sangat kuat. Dari balapan-balapan sebelumnya kami bisa melihat Mercedes yang sangat kuat namun terkadang kami bisa bersaing dengan Ferrari. Namun, kami menunjukkan performa terkuat melawan mereka, jadi aku sedikit terkejut.”

Baca juga: Verstappen juarai GP Austria usai duel ketat dengan Leclerc

Baca juga: Honda buka lembaran baru lewat kemenangan di Austria

Honda kembali ke F1 pada 2015 dan telah menjalani tiga musim yang kelam bersama McLaren, dan satu tahun bersama Toro Rosso, sebelum bermitra dengan Red Bull.

“Aku sangat senang melihat balapan Max yang perkasa,” kata Tanabe.

“Setelah start balapan aku sedikit terkejut dan kemudian cemas. Setelah itu lajunya bagus, sangat bagus. Di tengah balapan aku mulai percaya jika kami bisa naik ke posisi yang lebih tinggi.”

“Kemudian, akhirnya, Max finis balapan di tempat pertama, dan hari itu fantastis.”

Kemenangan di Austria itu menjadi kali pertama bagi Honda meraih trofi juara sejak terakhir kali pada 2006.

Verstappen pun mengakhiri rekor kemenangan beruntun Mercedes selama delapan kali musim ini hari itu.

Baca juga: Performa pebalap muda di Austria beri gambaran masa depan F1

Baca juga: Ferrari tak ajukan banding terhadap “ulah” Verstappen di GP Austria

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Performa pebalap muda di Austria beri gambaran masa depan F1

Jakarta (ANTARA) – Balapan GP Austria akhir pekan lalu memberi gambaran bagaimana potensi para pebalap muda Formula 1 menjanjikan masa depan yang kompetitif bagi balapan jet darat itu.

Pebalap Red Bull Max Verstappen dan Charles Leclerc dari Ferrari menjadi bintang di Red Bull Ring, Spielberg, lewat duel klasik di penghujung lomba yang memaksa steward balapan untuk melakukan penyelidikan usai kedua pebalap berusia 21 tahun itu terlibat senggolan di tiga lap terakhir.

Keduanya mencetak sejarah sebagai pebalap termuda yang finis di dua peringkat teratas, sementara Valtteri Bottas (29), yang paling senior di podium, meraih peringkat tiga untuk Mercedes.

Sedangkan rekan satu Bottas, Lewis Hamilton finis kelima di belakang pebalap Ferrari Sebastian Vettel.

Kemudian ada rookie 19 tahun asal Inggris Lando Norris yang finis P6 untuk McLaren, menjadi pebalap tercepat di papan tengah.

Bisa dibilang GP Austria menjadi obat kerinduan para penggemar Formula 1 akan balapan yang ketat dan penuh kejutan setelah menyaksikan GP Prancis yang membosankan pekan sebelumnya.

“Kalian selalu minta balapan (sesungguhnya) sepanjang waktu dan sekarang kalian dapatkan itu,” ungkap juara dunia lima kali Lewis Hamilton usai lomba, seperti dikutip Reuters.

“Pada akhirnya apa yang hari ini tunjukkan adalah kalian tak bisa melihat satu akhir pekan dan mengeluh, karena itu yang biasanya terjadi. Ketika satu akhir pekan tidak berjalan baik dan kalian bilang ‘oh balapannya membosankan’,” kata Hamilton.

Baca juga:Ferrari tak ajukan banding terhadap “ulah” Verstappen di GP Austria

Formula 1 pernah mengalami musim-musim balapan membosankan, salah satunya ketika Michael Schumacher yang terlalu dominan di tahun-tahunnya bersama Ferrari.

Balapan GP Austria akhir pekan lalu tidak masuk ke kategori itu ketika Verstappen yang melorot dari P2 ke P7 usai start yang buruk, mampu bangkit untuk memperbaiki posisinya hingga mengklaim kemenangan usai senggolan dengan Leclerc di manuver terakhirnya.

Pebalap asal Belanda itu menyentuh garis finis pertama disambut sorak sorai ribuan pendukungnya yang memakai atribut dan bendera oranye.

Verstappen merayakan kemenangannya walau pun masih di bawah penyelidikan steward menyusul insiden senggolan di Tikungan 3 dengan Leclerc, yang mengincar kemenangan dari pole position keduanya musim ini.

Steward memutuskan, setelah melihat bukti video, tidak mengambil tindakan hukuman dan mengonfirmasi finis kedua pebalap tersebut sebagai dua pebalap termuda yang finis 1-2 sepanjang sejarah.

Honda sebagai pemasok power unit Red Bull pun merayakan kemenangan pertama mereka di Formula 1 sejak terakhir kali meraihnya pada 2006.

Baca juga:Honda buka lembaran baru lewat kemenangan di Austria

“Setelah start aku kira balapan telah usai,” kata Verstappen usai meraih kemenangan keduanya secara beruntun di Austria itu.

Terkait pemanggilan oleh steward, Vestappen berkomentar, “balapan yang keras… Jika hal itu tidak diizinkan di balapan, maka apa untungnya berada di Formula 1,”

Hamilton, yang membuat debut F1 pada usia 22 tahun, sekarang 34 tahun, menyambut bangkitnya generasi muda pebalap itu.

“Aku akan lanjut dan melawan para pebalap muda ini,” kata Hamilton usai sesi kualifikasi.

Ketika pertarungan Leclerc dan Verstappen memberi tontonan menarik para penggemar mereka, Norris juga tak kalah membuat impresi.

Start dari P5, Norris sempat melesat ke P3 ketika start dan melewati Hamilton lewat manuver berani dari luar di tikungan pertama.

Mengendarai mobil yang tak bisa menandingi kecepatan Mercedes, Ferrari dan Red Bull, Norris melorot ke belakang namun bukan berarti tak memberikan perlawanan kepada Vettel, Verstappen dan Kimi Raikkonen, pebalap paling senior di grid.

Hasil finis P6 Norris kali ini datang satu pekan setelah kesialan di balapan GP Prancis pekan lalu, di mana masalah hidrolik menderanya di lap terakhir ketika berada di P7. Walau demikian, Norris mampu finis P10 dan membuatnya memenangi voting “Driver of the Day” di Prancis.

“Aku skeptis pada awalnya. Aku kira dengan umur yang sangat muda, bisa kah dia bertahan menghadapi tekanan?” kata juara dunia 1996 asal Inggris Damon Hill soal penampilan Norris sejauh ini.

“Dia menghindari masalah, seperti yang ia inginkan, dan dia mendapatkan hasilnya.”

Kepala tim Red Bull Christian Horner percaya jika Verstappen adalah pebalap terbaik yang ada saat ini di grid usai melihat penampilan di Austria.

“Aku sudah berpikiran seperti itu,” kata Horner.

Verstappen memberikan kemenangan terbaik bagi Red Bull, lewat kegigihannya meraih kembali posisi setelah melorot, juga kemampuannya mengelola ban dan rem.

“Kalian mendengarnya lewat radio, dia operator yang tenang sekarang, dan hubungannya dengan para mekanik bekerja baik dan membuat mobil mampu melalui balapan ini. Menyenangkan bisa menjadi bagian dan menyaksikannya beraksi. Performa yang luar biasa dari dia,” ungkap Horner.

Baca juga:Juarai GP Austria, Verstappen akhiri kemenangan beruntun Mercedes

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pekerja sirkuit MXGP Palembang lembur kejar target

Palembang (ANTARA) – Para pekerja Sirkuit International Motocross Grand Prix 2019 Indonesia dan Kejurnas Motocross Palembang terpaksa lembur agar target pengerjaan selesai sebelum 4 Juli (Kamis).

“Sudah dua hari terakhir kami kerja 24 jam karena progress pengerjaan sirkuit hampir selesai,” kata Penanggung Jawab Lapangan Sirkuit MXGP Palembang, Warsito kepada Antara, Selasa.

Menurutnya pengerjaan sirkuit seluas lima hektar tersebut sudah rampung 95 persen dan tinggal memasang fasilitas tambahan seperti tenda bengkel, papan iklan, tribun penonton dan penerangan.

Pengerjaan sirkuit, kata dia, mengandalkan 100 orang lebih pekerja yang terdiri dari tenaga ahli dan pekerja konstruksi lapangan termasuk tenaga ahli desainer track asal Eropa yakni Brack, Bilada, dan Giano Marco,

Ditargetkan sirkuit sudah siap digunakan pada 4 Juli dan steril dari kegiatan selain MXGP karena rencananya motor serta pengurus masing-masing pembalap akan tiba pada hari itu.

“Semoga cuaca sampai hari perlombaan tetap cerah, atau jika memang ada hujan kondisi sirkuit tetap akan bertahan karena pengerjaan dilakukan dengan standar internasional,” ujar Warsito.

International Motocross Grand Prix 2019 Indonesia dan Kejurnas Motocross Palembang akan dilaksanakan 5-7 Juli 2019 di Komplek OPI Mal Kabupaten Banyuasin.

Rencananya event internasional tersebut akan diikuti 60 peserta dari 28 negara serta pebalap-pebalap handal Indonesia, dan panitia sudah menjual tiket dengan harga terendah Rp100.000.

Baca juga: Gubernur: MXGP akan tingkatkan hunian hotel Palembang
Baca juga: Tiket MXGP juga dijual di lokasi pertandingan
Baca juga: BPBD : kejuaraan Motorcross GP tidak boleh ada kabut asap

Harga terendah tiket MXGP 2019 dijual seharga Rp100 ribu

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda buka lembaran baru lewat kemenangan di Austria

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan mesin asal Jepang, Honda membuka lembaran baru di Austria pada Minggu (30/6) dengan merayakan kemenangan pertama mereka di Formula 1 sejak 2006.

Setelah tiga tahun yang berat menjadi pemasok power unit McLaren, dan satu musim bersama Toro Rosso pada 2018, kemitraan Honda dengan Red Bull berbuah manis ketika Max Verstappen mengalahkan Mercedes dan Ferrari di sirkuit kandang Red Bull Ring, Spielberg, hari itu.

“Akhirnya kami berhasil,” kata direktur teknis F1 Honda Toyoharu Tanabe, seperti dikutip Reuters.

“Kemenangan ini juga satu cara untuk berterima kasih kepada para seluruh pendukung kami, di seluruh dunia, untuk dukungan mereka. Kami telah kembali di olah raga ini sejak 2015 namun sekarang terasa seperti awal yang baru.”

Honda terakhir kali menang di Hungaria pada 2006 lewat mantan pebalap asal Inggris, Jenson Button. 

Baca juga:Juarai GP Austria, Verstappen akhiri kemenangan beruntun Mercedes

Selama tiga tahun yang penuh masalah reliabilitas dan defisit tenaga bersama McLaren, Honda tak pernah membawa pebalap naik podium dengan finis kelima sebagai hasil terbaiknya.

Mereka menjual timnya sendiri pada akhir musim 2008, yang kemudian diganti nama menjadi Brawn GP, yang memenangi gelar juara dunia pebalap dan konstruktor dengan mesin Mercedes pada 2009.

Mercedes membeli Brawn pada 2010 dan telah merebut gelar juara dunia pebalap dan konstruktor di era mesin turbo hybrid V6 yang dimulai pada 2014.

“Tidak mudah bagi mereka (Honda) di masa lalu tapi hari ini luar biasa, aku sangat bangga dengan mereka,” kata Verstappen.

“Aku rasa ini sangat penting bagi kami semua dan juga untuk masa depan, untuk Honda juga.”

“Aku sangat senang ini terwujud hari ini dan ini memberikan kepercayaan diri yang tinggi kepada rekan-rekan dan mungkin menghilangkan sedikit keraguan karenanya. Jadi momen ini adalah perasaan yang menakjubkan,” kata sang pebalap asal Belanda itu.

Baca juga:Ferrari tak ajukan banding terhadap “ulah” Verstappen di GP Austria

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari tak ajukan banding terhadap “ulah” Verstappen di GP Austria

Spielberg, Austria (ANTARA) – Ferrari tak akan mengajukan banding terhadap kemenangan Max Verstappen di GP Austria, setelah sempat berada di bawah penyelidikan steward (pengawas perlombaan) karena terlibat insiden senggolan dengan Charles Leclerc di balapan, Minggu.

Pebalap Red Bull itu dikonfirmasi, setelah sekitar tiga jam penyelidikan oleh steward, sebagai juara sah GP Austria ketika sang pengawas memutuskan tidak mengambil tindakan hukuman atas insiden tersebut.

“Kami masih yakin jika itu adalah keputusan yang salah, itu pendapat kami,” kata kepala tim Ferrari Mattia Binotto seperti dikutip Reuters.

“Kami percaya jika Charles memberinya seluruh ruang, dia tidak bersalah, tubrukan terjadi dan dia didorong dan dipaksa keluar trek.”

Baca juga:Juarai GP Austria, Verstappen akhiri kemenangan beruntun Mercedes

Tiga pekan lalu di Kanada Ferrari kehilangan trofi juara ketika Sebastian Vettel diganjar penalti tambahan waktu lima detik karena dianggap membahayakan pebalap lain ketika kembali masuk ke trek usai melebar.

Vettel finis pertama, namun diturunkan ke peringkat dua dan Ferrari gagal banding terhadap keputusan steward.

“Mereka adalah hakimnya, kami harus menghormati itu,” kata Binotto.

“Dan lebih dari itu, sebagai penggemar Ferrari, dan aku adalah penggemar setia Ferrari, saatnya F1 untuk memulai kembali dan melihat ke depan.”

Minggu yang cukup berat bagi Verstappen ketika dia yang start dari P2 mengalami kendala ketika meluncur sehingga melorot hingga P7 di lap pembuka.

Momentum Verstappen datang ketika satu persatu pebalap dia lalui hingga di lap 56 menyalip Bottas untuk mengejar Leclerc yang memimpin di depan dengan jarak yang cukup jauh.

Ban keras yang dipakai Verstappen bekerja dengan baik dari yang dipakai pebalap Ferrari hingga pada lima lap terakhir, jarak antara kedua pebalap tinggal 0,4 detik.

Di lap 69, Verstappen menekan dari dalam dan memaksa Leclerc melebar di Tikungan 3 untuk meraih pimpinan lomba hingga finis pertama.

Kemenangan itu mengakhiri rekor kemenangan beruntun Mercedes dalam 10 balapan terakhir, delapan di antaranya di musim ini.

Verstappen membawa kemenangan pertama bagi Red Bull musim ini serta bagi Honda sejak 2006, juga yang pertama bagi pabrikan mesin asal Jepang itu di era turbo hybrid V6.

Ini juga merupakan kali ketiga bagi Ferrari gagal menjadi juara setelah start dari pole position.

Baca juga:Mercedes bantah dekati Verstappen

Felipe Massa Singgah di Jakarta

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenangan Vinales buktikan dominasi Yamaha di Assen

Jakarta (ANTARA) – Maverick Viñales dari tim Monster Energy Yamaha MotoGP menunjukkan dominasi Yamaha di Sirkuit Assen dengan menjuarai GP Belanda pada Minggu setelah mengalahkan pemimpin klasemen sementara Marc Marquez dari tim Repsol Honda.

Pebalap rookie Fabio Quartararo, yang start dari pole position untuk kedua kalinya secara beruntun, finis ketiga untuk tim satelit Petronas Yamaha SRT.

“Assen adalah salah satu trek yang aku sukai di kalender,” kata Viñales seperti dikutip Reuters.

“Saat ini aku mewujudkan mimpiku karena sudah terlalu lama tanpa gelar juara,” kata pebalap yang terakhir kali menang di Australia tahun lalu itu.

Marquez finis kedua untuk melebarkan jarak di puncak klasemen dengan mengemas total 160 poin, terpaut 44 poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati), yang finis P4 hari itu.

“Kita tahu Yamaha sudah sangat kuat di sesi latihan,” kata Marquez, yang kewalahan meladeni perlawanan Viñales di lap-lap terakhir itu.

“Tapi ini seperti kemenangan. Kami menambah keunggulan di kejuaraan, itu yang paling penting. Dan di sirkuit di mana kami kewalahan, kami bisa.”

Baca juga:Marquez akui kecepatan Yamaha dan Suzuki di kualifikasi GP Belanda
Baca juga:Viñales , Quartararo panaskan persaingan di sesi latihan GP Belanda

Sementara itu pebalap senior Valentino Rossi, rekan satu tim Viñales, terlibat kecelakaan, bersenggolan dengan Takaaki Nakagami (LCR Honda) ketika balapan berlangsung empat putaran.

“Itu kesalahanku. Tadi juga kecelakaan yang cukup parah,” kata Rossi.

Start balapan menampilkan kejutan. Start dari P3 dan P5, duo pebalap Suzuki Alex Rins dan Joan Mir langsung geber gas sejak start untuk mengambil dua posisi terdepan.

Ketika dua rookie, Mir dan Quartararo bersaing untuk tempat kedua, Rins, yang memimpin lomba, malah terjatuh di lap kedua.

Tak lama Quartararo mengambil alih pimpinan lomba dari Mir, sementara sang pebalap Suzuki melorot kembali ke P5. Marquez dan Viñales membayangi di P2 dan P3.

Marquez memanfaatkan ketidakstabilan motor Quartararo, yang bergoyang hebat di lintasan lurus, untuk mengambil alih pimpinan lomba di lap 11.

Tak menyerah, satu lap kemudian Quartararo kembali merebut pimpinan lomba ketika Marquez melebar di Tikungan 2.

Assen kali ini menjadi saksi pertarungan tiga pebalap di depan yaitu Quartararo, Marquez dan Viñales, yang meninggalkan pebalap lainnya di belakang.

Di lap ke-15 Viñales meiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk menyalip Marquez dan satu lap kemudian mengambil alih pimpinan lomba dari Quartararo.

Quartararo kembali mendapat kejutan ketika disalip Marquez dan melorot ke P3.

Viñales kembali membuat kesalahan di Tikungan 1 yang dimanfaatkan dengan baik oleh Marquez untuk memimpin dengan sembilan lap tersisa, namun daya manuver dan power motor Yamaha bernomor 12 itu memudahkannya merebut kembali posisinya tak lama setelah itu.

Di sisa putaran tersisa, Marquez tak berdaya mengejar motor Yamaha di depannya, hingga rival senegaranya itu menyentuh garis finis pertama dengan jarak cukup jauh 4,8 detik di depan.

Andrea Dovizioso tak bisa memberikan perlawanan di kelompok pebalap terdepan dan harus puas finis P4 untuk Ducati dengan jarak 14,147 detik dari juara lomba, sementara rekan satu timnya, Danilo Petrucci finis P6 di belakang pebalap rookie Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di P5.

Cal Cruthclow mengamankan poin di P7 untuk LCR Honda diikuti Joan Mir di P8. Jack Miller finis P9 untuk Pramac Racing dan Andrea Iannone melengkapi peringkat 10 besar untuk Factory Aprilia Gresini.

Jorge Lorenzo (Repsol Honda) dinyatakan tidak fit untuk bertarung di GP Belanda hingga seri selanjutnya di Jerman menyusul kecelakaan di sesi latihan bebas yang menyebabkan retak tulang punggung.

Baca juga:Lorenzo harus jalani pemindaian usai kecelakaan di Assen
Baca juga:Miller kemungkinan besar bertahan di Ducati hingga 2020

Presiden minta pengusaha kembangkan 10 destinasi wisata Bali Baru

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menanti olahraga otomotif Indonesia menuju kelas dunia

Jakarta (ANTARA) – Awal tahun ini publik Indonesia digemparkan oleh kabar bahwa negara kepulauan di Asia Tenggara itu akan menjadi tuan rumah ajang balap motor MotoGP yang akan digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Maret tahun ini, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpelata di Istana Bogor.

Kunjungan orang nomor satu di kejuaraan dunia balap motor MotoGP itu antara lain bertujuan untuk membahas kesiapan dan rencana Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di Mandalika menyusul penandatanganan kontrak antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan Dorna pada Januari.

Ezpelata memaparkan alasannya menyetujui proposal seri MotoGP di Mandalika karena melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga balap motor.

“Kita semua tahu kalau balap motor (MotoGP) sangat populer di Indonesia, dan ini sangat penting bagi industri kami,” kata Ezpelata usai bertemu Jokowi.

Mandalika terpilih menyingkirkan sirkuit nasional Sentul yang sekarang dipandang kurang layak untuk menggelar seri balap motor nomor wahid di dunia itu. Sirkuit yang berada di Jawa Barat itu pernah menggelar ajang MotoGP untuk pertama kalinya di Indonesia pada 1996.

Ezpelata mengaku rencana balapan MotoGP Mandalika mendapat respons baik oleh dunia balap internasional dan telah mengumumkan secara resmi ketika konferensi pers di Qatar.

Kontrak pembangunan arena balap itu diberikan kepada Vinci Construction. Perusahaan konstruksi asal Prancis itu telah mengalokasikan kurang lebih 131 hektar tanah di sekitar Mandalika, area bisnis di Lombok bagian selatan.

Belakangan pembangunan sirkuit jalan raya sepanjang 4,3 km yang semula direncanakan mulai Oktober tahun ini diundur paling lambat hingga Januari tahun depan, demikian umum Presiden Jokowi ketika meninjau pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Mei lalu.

Setelah kembali terpilih menjadi presiden, bersama Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden, dalam pemilihan umum tahun ini, kira-kira ada lima tahun lagi bagi pemerintahan yang baru, setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, untuk meneruskan legasi itu.

Dalam kunjungannya ke KEK Mandalika itu, Presiden Jokowi berharap semua segera bisa dikerjakan. Mulai dari bandara hingga jalan menuju lokasi sirkuit.

“Nanti akan dibangun by pass, gede banget melebihi tol, karena lebarnya 50 meter. Nanti dilihat gambarnya sudah di tunjukkan ke saya,” terang Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Pembangunan sirkuit Mandalika Januari 2020

Baca juga: Grup Mayapada akan bangun hotel di kawasan Mandalika

Sirkuit Mandalika pun diharapkan menjadi sebuah titik awal pertumbuhan ekonomi baru yang secara agregat bisa memberikan dukungan kepada ekonomi nasional dan NTB.

Selain itu penyelenggaraan MotoGP di Mandalika akan membuka peluang bagi lomba-lomba bertaraf internasional lainnya, demikian ungkap Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Sadikin Aksa.

IMI pun menyatakan kesiapannya untuk menjadi regulator penyeleggaraan MotoGP di Tanah Air karena sebagai organisasi otomotif, IMI menginduk kepada Federation International de Motocyclisme (FIM) yang menaungi penyelenggaraan MotoGP.

IMI telah bertemu dengan perwakilan direksi ITDC untuk mengadakan koordinasi homologasi street sirkuit Mandalika dan persiapan penyelenggaraan balap MotoGP di Mandalika, termasuk pelatihan dan penyiapan race marshalls dan officials.

Salah satu yang akan dilibatkan dalam penyiapan race marshalls adalah pemuda di sekitar Mandalika. Hal itu sejalan dengan masukan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah agar anak-anak muda Lombok dapat dilatih sebagai marshal dan official.

“Kewajiban kita saat ini adalah menyampaikan detil data sirkuit sebagai syarat keamanan yang memang merupakan syarat utama,” ujar Sadikin.

Diproyeksikan penyelenggaraan MotoGP dan pengelolaan fasilitasnya akan menyerap ribuan tenaga kerja, baik secara temporer pada saat lomba maupun reguler untuk pengelolaan fasilitas yang ada.

Sirkuit jalan raya itu diharapkan mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Lombok karena setiap balapan grand prix berlangsung sekitar empat hari mulai dari sesi latihan, kualifikasi hingga lomba.

Presiden Direktur ITDC Abdulbar M.Mansoer perkirakan kurang lebih 100.000 penonton bisa hadir setiap harinya di sirkuit tersebut ketika pekan balapan berlangsung.

Pebalap nasional, M.Fadli, yang kini menekuni balap mobil setelah kehilangan kaki kirinya pada balapan motor, mengungkapkan jika Sirkuit Mandalika akan memiliki daya tarik tersendiri karena menyajikan sensasi balapan jalan raya jika mengelar MotoGP 2021 nanti.

Baca juga: Sukses MotoGP 2021 di Mandalika akan beri dampak signifikan bagi ekonomi NTB

“Saya rasa pebalap-pebalap MotoGP pun bakal happy (senang) ya karena pengalaman pertama mungkin bagi mereka di street race,” kata M.Fadli ketika ditemui di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, April lalu.

“Walaupun sirkuit jalan raya tapi syarat dengan safety, karena ada gravelnya dan ada run-off-nya,” kata Fadli, yang juga mantan pebalap motor roda dua itu.

“Selama ini kan baru F1, tapi kan tidak mungkin Sirkuit Monako menggelar balap motor karena terlalu dekat dengan tembok,” kata Fadli.

Dimas Ekky Pratama saat ini menjadi pebalap Indonesia yang berkompetisi di ajang Moto2 tahun ini walaupun langganan finis di peringkat buncit.

Fadli pun menyatakan dukungannya kepada pebalap asal Depok, Jawa Barat itu.

“Memang tidak gampang di Moto2…walaupun dia sudah beberapa tahun di CEV.”

“Intinya adalah persaingan yang membuat pebalap cepat improve (berkembang),” kata Fadli yang juga atlet paracyling itu.

Belum juga selesai mengurusi venue MotoGP di Mandalika, muncul wacana bagi Indonesia untuk sekalian menggelar balapan jet darat Formula 1 di Sirkuit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Abdulbar ketika bersama pengusaha Erick Thohir menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Mei.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa akan lebih efisien lagi atau akan lebih baik lagi bagi ‘country branding’ (citra negara) Indonesia jika Indonesia juga mempunyai balap mobil F1 yang merupakan balap mobil terkemuka di dunia,” kata Abdulbar.

“Beliau menyampaikan, F1 ini patut kita jajaki untuk diselenggarakan dalam rangka ‘country branding’ Indonesia dan juga dalam memperkuat ‘brand sport tourism’ di Indonesia selain MotoGP dan juga upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032,” ucapnya.

ITDC sendiri mengaku siap menjalankan program pemerintah untuk menjadikan sirkuit Mandalika sebagai ikon Indonesia yang menggelar dua ajang balap berkelas dunia.

Erick Thohir, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan arahan Presiden mengenai kemungkinan menggelar balapan F1 tersebut berdasarkan pada pembangunan sirkuit Mandalika yang dinilai akan lebih bermanfaat bila tidak hanya ditujukan untuk menggelar MotoGP saja pada 2021 mendatang.

Baca juga: Presiden sebutkan tiga pekerjaan persiapkan MotoGP 2021

Baca juga: Presiden tegaskan Indonesia siap jadi tuan rumah MotoGP

“Kita melihat ‘track’ yang sedang dibangun di Mandalika ini juga bisa dimanfaatkan untuk arena balapan mobil di mana tidak ada pemborosan. F1 bisa ataupun kendaraan balap mobil yang lain,” kata Erick.

Ia juga melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk melakukan itu. Menurut dia, peluang itu menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk dapat meningkatkan sektor pariwisata nasional.

“Kita melihat ‘opportunity’ ini tidak hanya ‘opportunity’ sebagai penyelenggara, tetapi bagaimana juga kita kaitkan dengan investasi ke depan, investasi ‘tourism’. Kita tahu Indonesia tidak hanya menjajaki halal ‘tourism’, tapi juga menjajaki menjadi negara yang tidak kalah bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia dalam menjual ‘sport tourism’ ataupun kebudayaan,” kata Erick.

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019