Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Jakarta (ANTARA News) – Atlet para-sepeda M. Fadli, dengan “senjata” barunya mampu melaju lebih cepat lima detik dari catatan waktu terbaiknya di nomor 4.000 meter individu pursuit putra balap sepeda track.

Rekor pribadi yang dia torehkan ketika turun di Asian Para Games 2018 yaitu di kisaran 5 menit 3 detik di nomor itu dia perbaiki menjadi 4 menit 58,185 detik ketika turun di track Jakarta International Velodrome pada ajang Asian Track Championshiop 2019 di Jakarta, Kamis.

“Alhamdulillah pada saat ATC ini saya mendapat kemajuan dibandingkan Asian Para Games kemarin…. Saya mempunyai senjata baru yaitu Look R96 yang kastanya jauh dari sepeda terakhir yang saya pakai,” ungkap Fadli di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia
  Sepeda balap track Look R96 (lookcycle.com)
Look R96 bukan sembarang sepeda, pasalnya pabrik sepeda balap yang bermarkas di Nevers, Perancis itu menyebut seri R96 sebagai Formula 1-nya Velodrome.

Sepeda dengan rangka terbuat dari serat karbon itu dikembangkan untuk Olimpiade 2016 di Rio. Huruf R adalah kepanjangan dari Rio.

“Sepeda ini didesain untuk menangani tenaga dari para pesepeda trek terkuat di dunia dan membantu mereka mencapai kecepatan yang fenomenal,” jamin Look dalam laman resminya.

Pedal R96, memiliki desain 100 persen HM monoblok karbon, dengan desain aerodinamis dan lengan berongga, yang bisa di pasang baik di sisi kanan atau di sisi kiri frame.  Dengan berat hanya 450 gram, pedal itu memiliki tingkat kekakuan dua kali lebih tinggi daripada pedal sepeda tradisional.

HM adalah kepanjangan dari High Modulus, serat karbon paling mutakhir yang memiliki tingkat kekakuan sangat tinggi, dua kali lebih tinggi dari serat karbon HR, serat karbon yang dibuat dengan proses karbonasi paling pendek.

Oleh karena itu serat HM mampu menyajikan tingkat kekakuan yang lebih tanpa menambah berat.

Sepeda Look dibuat dengan kombinasi berbagai jenis serat karbon, yang paling kuat adalah HM. yang memiliki varian HM 3K dan 1,5K, varian yang terakhir memiliki anyaman yang lebih halus sehingga lebih ringan yaitu 1.500 utas karbon dalam setiap seratnya.

“Dua aspek yang paling berpengaruh di velodrome adalah aerodinamika dan stiffness (tingkat kekakuan,” kata Fadli.

Frame R96 terbuat dari kombinasi serat karbon mutakhir yang menawarkan tingkat kekakuan yang tinggi. “Jadi ketika dikasih power tidak meleot… jadi ini pas banget, tidak ada alasan lagi buat saya untuk tidak membuat kemajuan,” kata Fadli.
  Rangka sepeda balap track Look R96 (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Look R96 menjadi sepeda yang paling sering dipakai pada Olimpiade Rio 2016.  Sepeda itu merupakan pengembangan dari seri sebelumnya yaitu L96 yang dikendarai oleh tim balap sepeda trek Perancis.

Look memangkas berat frame sekitar 150 gram di seri ini, dengan berat total sepeda sekitar 3,5 kg.

“Menurut saya beratnya pas, karena kalau terlalu ringan juga tidak bagus, bisa tidak dapat memomentum ketika balapan,” kata Fadli.

Stang R96 didesain khusus oleh Look untuk balapan trek mengikuti aturan UCI 3:1 dan menggunakan kombinasi serat karbon HM.  Penampang lengan yang gepeng dan memiliki posisi rendah berkontribusi terhadap peningkatan aerodinamika sepeda.

Kerendahan posisi stang memungkinkan lengan bawah pebalap untuk cepat berganti posisi yang menjadikannya krusial untuk mencapai fase power maksimal.

Kemudian track stem, bagian yang menyambungkan stang dan pipa kemudi di frame, memiliki desain berongga yang terbuat dari struktur monoblock karbon.  

Look menggunakan teknologi carbon terkompresi bertekanan tinggi untuk mengoptimalkan kekuatan mekanis tanpa mengorbankan tingkat kekakuan. Dengan sistem baru, sudut kemiringan track stem bisa diatur untuk menyesuaikan postur pebalap.

Bagian garpu sepeda depan, atau yang sering disebut fork, juga tak luput dari desain aerodinamis untuk mencapia koefisien penetrasi udara yang tinggi dan tingkat aerodinamika yang baik.

Look R96 menjadi hadiah bagi Fadli setelah dia meraih medali emas pada Asian Para Games 2018 di Jakarta lalu.

“Lima detik (lebih cepat) dalam waktu dua bulan saya rasa saya cukup senang dengan hasil ini, tapi itu belum cukup karena target saya adalah mendapatkan slot di Paralimpiade Tokyo 2020,” kata Fadli.

Baca juga: M Fadli incar tiket Paralimpiade Tokyo 2020

Namun demikian Fadli masih memiliki banyak pekerjaan rumah walaupun dia mampu memecahkan catatan terbaiknya di tingkat Asia.

“Lap time masih jauh, setidaknya saya masih punya waktu sekitar 1,5 tahun untuk menghadapi Paralimpik. Tapi saya yakin minimal bisa masuk kualifikasi dan bisa masuk di sana walaupun sangat berat,” kata Fadli.

Ke depan, atlet para-sepeda yang tadinya adalah pebalap motor itu akan fokus ke balapan 4.000 m.

“Karena saya mempunyai senjata yang bagus di kelasnya, jadi saya tidak mau menyia-nyiakan ini,” kata Fadli.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tambah medali perak paracylcing di ATC 2019

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet para-sepeda Ni’mal Magfiroh dan Sri Sugiyanti meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri Paracycling pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat.

Ni’mal, sebagai pilot, dan Sri harus mengungguli pasangan atlet Malaysia Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais/Nurul Suhada Zainal (pilot) di babak final perebutan medali emas. Pasangan Indonesia itu mencatatkan waktu 4 menit 7,889 detik, selisih sekitar lima detik dari pasangan Malaysia.

Sementara itu medali perunggu nomor tersebut diraih oleh pasangan pebalap Malaysia Nur Syahida Tajudin dan Noraidilina Adilla J. Sam.

Sri mengaku kurang puas dengan hasil tersebut karena setelah Asian Para Games 2018 lalu mereka sempat jeda latihan dan hanya latihan dalam waktu sekitar tiga minggu sebelum ATC.

“Bagusan di APG kemarin, memang tidak bisa dibohongin usaha itu, tiga minggu latihan dibandingkan 10 bulan,” kata Sri usai perlombaan.

Catatan waktu terbaik Ni’mal dan Sri di APG lalu berada angka 4 menit 3 detik.

Tantangan terbesar bagi Sri dan Ni’mal sekarang adalah bagaimana meneruskan latihan agar memiliki tenaga seperti pebalap Malaysia yang menjadi rival mereka.
  Pasangan atlet paracycling Ni’mal Magfiroh (kiri) dan Sri Sugiyanti (kanan) meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri di ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat (11/1). (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Baca juga: Indonesia cetak sejarah emas junior track Asia 2019

Pelatih NPC Paracycling Indonesia Fadilah Umar melihat anak asuhannya tampak lebih percaya diri ketika di APG dibandingkan di kejuaraan tingkat Asia tahun ini.

“Karena setelah kemarin jeda itu jadi kita hanya pulihkan kondisi di awal saja, walaupun bisa mereka merasa sedikit dipaksakan,” kata Umar.

Sebelumnya pada Kamis, Sri dan Ni’mal meraih medali perunggu nomor tandem sprint putri B Paracycling di ATC 2019.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap sepeda Indonesia sabet medali perak nomor Omnium Junior Putra

Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (tengah) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Kecolongan Kazakhstan, Angga Prahesta harus puas dengan perak Omnium Junior

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap sepeda junior Angga Dwi Wahyu Prahesta harus puas dengan medali perak nomor balapan Omnium junior putra Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Sabtu.

Prahesta memiliki peluang meraih medali emas hingga balapan keempat yaitu point race sebelum kecolongan pebalap Kazakhstan Danill Pekhotin.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 20 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.
Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome

Angga sempat memimpin lomba hingga sprint ke tujuh, namun di 10 lap terakhir Pekhotin melancarkan serangan dan berhasil menyusul di belakang rombongan utama untuk melakukan overlap demi poin ganda di sprint terakhir.

“Balapan terakhir yang paling berat,” kata Prahesta usai lomba.

Angga mengakui strategi dia sudah berjalan dengan baik, namun mengaku kecolongan oleh pebalap Kazakhstan.

“Sesuai ekspektasi tapi karena Kazakhstannya kabur, makanya hancur. Sebenarnya Kazakhstan tidak boleh sampai lepas,” kata Prahesta.

Prahesta mengumpulkan total poin 129 di balapan yang terdiri dari empat nomor itu (scratch, tempo, elimination, dan points race).

Kazakhstan memimpin dengan 133 poin. Sementara itu medali perunggu nomor Omnium junior diraih pebalap Chinese Taipe Chih Sheng Chang dengan 116 poin.

Baca juga: Angga Dwi Wahyu Prahesta raih perunggu nomor points race

Medali perak tersebut menjadi medali ketiga Prahesta di ATC 2019 setelah sebelumnya meraih medali emas di nomor scratch junior dan medali perak nomor points race junior.

Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angga Prahesta, sinar talenta muda di trek velodrome

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap sepeda junior Angga Dwi Wahyu Prahesta muncul sebagai talenta muda balap sepeda Indonesia setelah merebut tiga medali di ajang Asian Track Championship 2019 yang digelar di Jakarta International Velodrome 8-13 Januari.

Kejuaraan balap sepeda track di tingkat Asia itu sebenarnya digunakan sebagai ajang menimba pengalaman para pebalap-pebalap junior nasional, namun Angga Prahesta berhasil mencuri perhatian setelah merebut satu medali emas dari nomor scratch race pada Kamis malam (10/1).

Prahesta unggul dari atlet India Venkappas Kengalagutti dan atlet Taiwan Chih Sheng Chang yang berurutan berada di peringkat dua dan tiga.

“Persiapan saya hanya dua pekan sejak pertengahan Desember 2018. Saya tentu sangat bangga sekali bisa mendapatkan medali emas karena perlombaan sangat ketat,” kata Prahesta.

Baca juga: Angga Dwi Wahyu Prahesta raih perunggu nomor points race

Dengan persiapan yang minim, atlet kelahiran Lumajang, 15 Agustus 2001 itu, juga baru kali ini turun di balapan track.

Sebelum menekuni balapan track, Prahesta adalah pebalap yang memiliki spesialisasi di balapan sepeda gunung downhill dan balap jalanan.

Di ATC 2019, Prahesta turun di nomor balapan “endurance” atau ketahanan seperti seperti scratch, points race dan omnium.
  Pebalap sepeda junior Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (dua dari kiri) memacu sepedanya di nomor Omnium – tempo race pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Minggu. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)
Pada Sabtu, Prahesta kembali naik podium dengan medali perunggu di nomor points race.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 15 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.
Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang

Di balapan sepanjang 60 putaran itu, Prahesta mampu mengumpulkan poin 10 untuk menempatkan dirinya di peringkat tiga.

Pebalap Thailand Thak Kaeonoi keluar sebagai juara dengan 34 poin, diikuti pebalap Malaysia Abdul Azim Aliyas di peringkat dua dengan 31 poin.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome
  Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (keempat kiri) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Di hari terakhir kejuaraan, stamina Prahesta pun diuji ketika turun di nomor Omnium. Disiplin ini adalah decathlonnya balap sepeda yang terdiri dari empat hingga enam balapan.

Pada ACT 2019, Omnium menggunakan format empat balapan: scratch, tempo, elimination dan points race  yang mana para pebalap harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dari empat balapan itu untuk menjadi juara.

Prahesta memiliki peluang meraih medali emas hingga balapan keempat yaitu point race sebelum kecolongan pebalap Kazakhstan Danill Pekhotin.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 20 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.  Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang.

Angga sempat memimpin lomba hingga sprint ke tujuh, namun di 10 lap terakhir Pekhotin melancarkan serangan dan berhasil menyusul di belakang rombongan utama untuk melakukan overlap demi poin ganda di sprint terakhir.

“Balapan terakhir yang paling berat,” kata Prahesta usai lomba.

Angga mengakui strategi dia sudah berjalan dengan baik, namun mengaku kecolongan oleh pebalap Kazakhstan.

“Sesuai ekspektasi tapi karena Kazakhstannya kabur, makanya hancur. Sebenarnya Kazakhstan tidak boleh sampai lepas,” kata Prahesta.

Prahesta mengumpulkan total poin 129 di balapan yang terdiri dari empat nomor itu.

Kazakhstan memimpin dengan 133 poin. Sementara itu medali perunggu nomor Omnium junior diraih pebalap Chinese Taipe Chih Sheng Chang dengan 116 poin.

“Pengalaman saya yang kurang, kalau tenaga semua sama mungkin,” kata Prahesta.
  Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (kiri) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Baca juga: Kecolongan Kazakhstan, Angga Prahesta harus puas dengan perak Omnium Junior

Pelatih kepala timnas sepeda Indonesia Dadang Haris Purnomo pun terkejut sekaligus terkesan dengan performa Prahesta di ATC 2019.

Akhir tahun lalu PB ISSI mengirim Prahesta untuk berlatih di UCI World Cycling Satellite Center di India.

“Hasilnya bagus di sana, setelah itu kita lakukan seleknas junior untuk persiapan ini (ATC 2019) juga,” kata Dadang.

Di tengah absennya perolehan medali dari para pebalap elit nasional yang turun di nomor endurance, talenta Prahesta lah yang paling kentara.

“Kalau kita bicara kualitas, dia baru menunjukkan sebuah talenta, kalau kita lihat kualitas untuk turun di elit, dia masih butuh proses lagi. Tahun depan dia sudah 19 tahun… Saya sebagai pelatih jujur Angga pun kalau turun tahun depan di elit belum siap, perlu pengalaman lagi yang lebih banyak,” kata Dadang.

Manajer timnas sepeda Indonesia Budi Saputra juga cukup puas dengan penampilan Prahesta kali ini.

“Ini sudah hasil yang sangat bagus dan ke depannya mungkin Hesta akan lebih fokus lagi di nomor track endurance ini,” kata Budi.

Setelah turun di kejuaraan balap sepeda track untuk pertama kalinya, Prahesta pun berharap bisa mengikuti pemusatan latihan lagi dan kejuaraan lainnya.

“Pengen lebih maju lagi ke lomba yang lebih tinggi lagi,” kata Prahesta.

Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome
 

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

(Profil) – Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1

Jakarta (ANTARA News) – Charles Leclerc mencuri perhatian publik ketika Ferrari pada September lalu mengonfirmasi rumor yang mengatakan bahwa pebalap asal Monaco itu akan menjadi rekan Sebastian Vettel untuk balapan Formula 1 musim 2019.

Di usia yang baru menginjak 21 tahun, Leclerc akan menjadi pebalap termuda tim Kuda Jingkrak menggantikan Kimi Raikkonen yang bertukar kursi dengannya di Sauber.

Lalu apa yang membuat tim yang bermarkas di Maranello, Italia itu terpikat kepada si pebalap muda itu?

Baca juga: 10 alasan untuk tidak melewatkan balapan F1 2019

Baca juga: Balapan di balik kacamata “Si Manusia Es” Kimi Raikkonen

Finis di peringkat 13 dengan 39 poin bersama Sauber, Leclerc keluar sebagai pebalap rookie terbaik dalam debutnya di Formula 1 tahun lalu.

Membalap untuk Ferrari adalah salah satu kursi paling mahal juga sangat berat mengingat siapapun yang duduk di bangku mobil Ferrari akan mendapati tekanan yang besar karena bekerja dengan nama-nama besar, dalam kesempatan ini adalah sang juara dunia empat kali Sebastian Vettel.

“Dia telah membalap dengan apa yang dia punyai sejauh ini, dia telah menggunakan kesempatan yang dia miliki, mencetak poin dengan mobil yang sulit untuk mencetak poin,” kata Sebastian Vettel soal performa Leclerc bersama Sauber. Charles Leclerc ketika masih membela tim Alfa Romeo Sauber F1 (twitter.com/ Charles_Leclerc)

Performa Leclerc pun menuai pujian dari pebalap Mercedes Lewis Hamilton yang mengatakan bahwa Leclerc “benar-benar memiliki potensi untuk melakukan hal hebat (di Formula 1), dan anda belum tentu bisa mengatakan hal itu kepada setiap pebalap muda yang telah datang di tahun-tahun yang telah berlalu,” kata Hamilton.

Vettel dan Hamilton melihat Leclerc adalah salah satu pebalap yang tidak boleh diremehkan, dan jarang-jarang kedua juara dunia itu menyepakati satu hal yang sama.

Baca juga: Pertarungan papan tengah Formula 1 2019 diprediksi akan sangat kompetitif

GP Monaco di halaman belakang rumah

Lahir di Monaco, Leclerc sejak kecil sudah dikenalkan oleh keluarganya dengan dunia balapan Formula 1.

“Seingatku waktu itu aku berumur empat tahun. Aku dan keluarga menghabiskan siang dengan teman-teman ketika Grand Prix Monaco. Kami duduk di teras rumah mereka, yang terletak di atas exit tikungan pertama, Sainte Devote,” ingat Leclerc di laman resmi Sauber F1.

Leclerc kecil dan kawan-kawan sepermainannya bermain mobil-mobilan dan mendengar bisingnya suara mesin mobil F1 kala itu.

“Kalian pasti punya kenangan masa kecil, yang tertanam sangat dalam di memori kalian. Ini adalah salah satu memori pertamaku dan yang paling jelas,” kata Leclerc.

Di umur itu pula Leclerc pertama kali menjajal mobil karting ketika diajak ayahnya bermain ke sirkuit milik temannya, Phillippe Bianchi, ayah dari mendiang pebalap F1 Jules Bianchi, yang meninggal pada 2015.

Setelah sesi tamasya ke sirkuit karting itu, balapan bukan hanya menjadi kegiatan pulang sekolah, tapi berubah menjadi suatu ambisi bagi Leclerc.

“Sejak hari itu aku mulai berkompetisi melawan yang lain, aku di sana untuk menang,” kata dia.

Awal karir

Menekuni profesi sebagai pebalap karting, Leclerc berhasil memenangi sejumlah kejuaraan karting dari 2005-2013 sebelum pindah ke kejuaraan balap mobil kursi tunggal pada 2014.

Pada kejuaraan Formula Renault 2.0 tahun 2014 Leclerc keluar sebagai runner-up dan pebalap rookie terbaik kemudian tahun berikutnya di Formula 3 Eropa dia finis di peringkat empat.

Karirnya di dunia balap melaju pesat dengan memenangi GP3 pada 2016. Pada tahun itu juga Leclerc bergabung di Akademi Balap Ferrari dan menjuarai GP3 bersama ART Grand Prix sebelum mendominasi musim 2017 balapan Formula bersama tim Prema.
  Charles Leclerc (kiri) dan Jules Bianchi (kanan) (twitter.com/ Charles_Leclerc)

Di mata Leclerc, Jules Bianchi adalah pebalap panutan, teman sekaligus keluarga. Bianchi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Leclerc.

“Aku menghabiskan sebagian besar hidupku membalap dengan Jules. Kami menghabiskan hampir setiap akhir pekan di trek milik ayahnya. Aku paling sering membalap dengan dia daripada dengan orang lain,” kata Leclerc.

Namun, pada 2014 Bianchi mengalami kecelakaan tragis ketika balapan F1 di GP Jepang dan sempat dirawat intensif sebelum meninggal dunia pada 15 Juli 2015.

Kemudian di umur 19 tahun, Leclerc kembali harus tegar ketika kehilangan ayahnya, Herve Leclerc, yang meninggal pada 2017.

“Cukup aneh ketika di karir profesionalku, aku memiliki tahun terbaik di hidupku pada 2017, yang mana secara pribadi itu adalah tahun terberat untukku,” kenang Leclerc yang bergabung sebagai

Beberapa hari setelah ayahnya meninggal, Leclerc yang pada akhir pekan itu turun tanpa ekspektasi lebih malah meraih pole position di kualifikasi GP Baku 2017.

“Pada saat yang sama aku tahu aku harus membuat ayahku bangga. Membalap untuk dia, di dalam kenangannya, memberiku kekuatan. Saya berhutang semuanya kepada ayahku dan Jules, dan aku dedikasikan setiap balapan dan setiap kemenangan untuk mereka,” kata Leclerc.

Debut di F1

Pada 2018, mimpi Leclerc terwujud menjadi pebalap Formula 1. Bersama Alfa Romeo Sauber F1, tim yang memiliki hubungan dekat dengan Ferrari itu, Leclerc melakoni debut di F1 dan meraih poin pertamanya dengan finis di P6 di GP Azerbaijan.

Pada akhir musim, Leclerc berhasil mendongkrak posisi yang finis di peringkat buncit konstruktor tahun sebelumnya, ke peringkat delapan pada musim 2018.

Baca juga: Formula 1 musim 2018 dalam restrospeksi

Baca juga: Ferrari umumkan tanggal peluncuran mobil F1 2019

Leclerc akan menjalani musim keduanya di Formula 1, kali ini bersama Ferrari.

Setelah sempat merasakan mesin Ferrari di mobil Sauber, Leclerc akan dimanjakan dengan paket komplit Ferrari musim ini.

Di  hari kedua tes pramusim usai GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Leclerc menorehkan waktu tercepat 1 menit 36,450 detik dengan mobil SF71H Ferrari untuk menguji ban Pirelli.

Catatan waktu dia lebih cepat 0,4 detik dari rekan satu timnya, Sebastian Vettel, yang turun di hari pertama tes dengan menggunakan ban yang sama.
  Pebalap Ferrari Charles Leclerc turun di hari kedua tes pramusim Formula 1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Rabu (29/11). (Formula1.com)

Leclerc membuktikan dirinya jika dia memiliki kecepatan, dan juga determinasi selain mampu memanfaatkan setiap tetes potensi mobil yang dia kendarai. Lihat saja tiga balapan terakhirnya di musim lalu.  Ketiganya finis di peringkat 7, di belakang tiga tim paling kuat musim lalu.

Selain itu, Leclerc sudah memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tekanan ketika bergabung di tim sebesar Ferrari, berbekal pengalamannya mengikuti program pebalap junior bersama Ferrari.

Kalau Ferrari bisa memberikan paket mobil yang mumpuni, Leclerc pun sepertinya tidak akan perlu meminta izin dua kali untuk mengambil kesempatan memenangi balapan tahun ini.

Baca juga: Refleksi karir sang legenda Michael Schumacher

Baca juga: Red Bull berbenah untuk tantang Mercedes dan Ferrari di 2019

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ducati miliki tiga kandidat pebalap musim 2020

Bologna, Italia (ANTARA News) – Direktur Tim Ducati Paolo Ciabatti sudah memiliki tiga kandidat terbaik untuk mendampingi Andrea Dovizioso pada musim balap MotogGP 2020.

Mantan pebalap Alma Pramac Racing yaitu Danilo Petrucci sudah masuk ke dalam jajaran tim Ducati pada musim ini, namun ia hanya menandatangani kontrak selama satu tahun, mengutip laman resmi MotoGP.com, Kamis.

Jika pebalap asal Italia tersebut ingin mempertahankan tunggangannya di tim ini hingga musim selanjutnya, maka ia harus melampaui mantan satu timnya yaitu Jack Miller, pebalap asal Australia.

Selain itu, Petrucci juga harus bisa mengalahkan kandidat lain yaitu juara dunia Moto2 Francesco Bagnaia, yang pernah menjadi kawan satu tim Jack Miller di Alma Pramac di musim pemulanya.

“Hasil penilaian dari Petrucci, Jack, dan Pecco akan membimbing kami untuk memilih secara resmi mana pebalap yang akan masuk tim di tahun 2020. Kami punya tiga kandidat hebat untuk masuk jajaran pebalap pabrikan,” tutur Ciabatti.

Menurut dia, Petrucci akan menghadapi tekanan yang lebih besar karena harus mendapat juara pertama dan bertarung di trek agar masuk posisi lima besar.

“Target Petrucci bukan mengalahkan Dovizioso, walaupun mungkin dia bisa saja melakukannya ya tentu itu akan sempurna,” pungkas Ciabatti.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belum sempat menjabat, bos F1 Renault baru mengundurkan diri

Jakarta (ANTARA News) – Bos baru program Formula 1 Renault, Thierry Koskas mengundurkan diri dari perusahaan mobil asal Prancis tersebut bahkan sebelum menjabat posisi barunya itu.

Koskas diangkat sebagai presiden Renault Sport pada November dan menghadiri Grand Prix penutup di Abu Dhabi untuk misi pencarian fakta.

Namun, 18 hari sebelum ia mulai bekerja, Renault mengumumkan pengunduran diri Kostas dari grup Renault Sport, yang dilansir oleh BBC Sports pada Sabtu.

Jerome Stoll, yang direncanakan pensiun setelah digantikan Koskas, akan terus menjabat sebagai presiden grup.

Seorang juru bicara Renault Sport tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang situasi ini, tetapi menekankan bahwa langkah itu membuat tim F1 terus dipimpin oleh Stoll dan direktur pelaksana sekaligus bos de facto tim, Cyril Abiteboul.

Grup Renault-Nissan, perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia, mengalami kekacauan setelah mantan ketua Nissan Carlos Ghosn dituntut atas kejahatan keuangan di Jepang.

Menurut pemberitaan media lokal Jepang bahwa Ghosn, yang berperan penting dalam kembalinya Renault ke F1 sebagai sebuah tim konstruktor pada 2016, ditahan atas tuduhan memalsukan laporan gaji dan memanfaatkan perusahaan (Nissan) untuk kepentingan pribadi.(KR-HSI)

Baca juga: Pemerintah Prancis serukan pertemuan dewan Renault cari pengganti Ghosn

Baca juga: CEO Nissan: Aliansi Renault ‘tidak dalam bahaya’

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo akan jalani operasi lagi

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap andalan tim Repsol Honda Jorge Lorenzo akan menjalani operasi pada tangan kiri untuk kedua kalinya setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan.

Melansir pernyataan laman motogp.com, Senin, Lorenzo mengalami retak di pergelangan tangan kirinya dan akan dioperasi pada Senin ini.

Sebelumnya, tangan kiri pebalap berusia 31 tahun ini juga pernah dioperasi karena luka parah setelah mengalami kecelakaan di GP Thailand yang berakibat pada terganggunya jadwal akhir musim balap 2018.

Juara dunia lima kali ini dibawa ke rumah sakit pada hari Minggu (20/1) setelah merasakan sakit di pergelangan tangan, yang dikonfirmasi oleh timnya karena retakan di pergelangan tangan kiri melalui akun resmi media sosial.

Selain operasi di tangan kiri, pebalap asal Spanyol ini juga pernah menjalani operasi kaki kanan di bulan Desember, dan sekarang semestinya ia harus fit dan mengejar waktu guna menyiapkan uji balap pertamanya di sirkuit Sepang pada 6-8 Februari.

Hal ini juga menyebabkan rencana Lorenzo untuk bergabung dengan rekan setimnya Marc Marquez di Madrid, Italia pada peluncuran resmi tim 2019 pada 23 Januari terancam gagal.

Meski begitu, ia masih mengupayakan akan turut hadir dalam agenda tersebut, demikian laporan Reuters.

Baca juga: Ducati miliki tiga kandidat pebalap musim 2020
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Simoncelli buka pusat rehabilitasi disabilitas

Sant’ Andrea in Besanigo, Italia (ANTARA News)  – Yayasan “Marco Simoncelli Foundation” secara resmi membuka sebuah pusat rehabilitasi yang ditujukan bagi penyandang disabilitas pada hari Minggu, 20 Januari.

Hari peresmian dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun mendiang Simoncelli yang ke-32, melansir informasi laman resmi motogp.com, Senin.

Acara peresmian pusat rehabilitasi ini dihadiri orang tua Simoncelli yaitu Paolo dan Rosella, tunangannya yaitu Kate serta Kepala Dorna Carmelo Ezpeleta.

Bangunan pusat rehabilitasi yang mengusung nama mantan juara dunia balap motor kelas 250cc itu berlokasi di Via della Repubblica, Sant’ Andrea in Besanigo, sekitar dua kilometer dari Coriano atau empat kilometer dari Riccione.

Peresmian itu juga dihadiri oleh seluruh pihak yang berkontribusi pada pembangunan pusat rehabilitasi seluas lebih dari 1.000 meter persegi tersebut.

Bangunan ini diciptakan “Dopo di Noi Project” dan ditujukan bagi keluarga yang memiliki penyandang disabilitas di dalamnya, dengan pengelolaan oleh komunitas yang dekat dengan “SuperSic” yaitu Monte Tauro di Coriano.

Pusat rehabilitasi ini menawarkan solusi dan mendedikasikan pelayanan dengan standar tertinggi, termasuk fasilitas olahraga dan area rekreasi seperti kolam renang rehabilitasi, sebuah gym dan arena permainan.

Baca juga: Pendukung Simoncelli mengheningkan cipta

Baca juga: Tim Simoncelli tampil di Valencia

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Jakarta (ANTARA News)  – Pebalap MotoGP Jorge Lorenzo dipastikan absen dalam tes pramusim 2019 setelah menjalani operasi untuk menyembuhkan cedera di tangannya.

Persiapan Jorge Lorenzo untuk tim barunya Repsol Honda mengalami kendala setelah dikonfirmasi bahwa juara tiga kali MotoGP itu akan melewatkan tes pramusim 2019 di Sepang karena mengalami cedera pergelangan tangan kirinya baru-baru ini.

Cedera tersebut didapat Lorenzo saat sesi latihan di luar Verona, Italia. Menurut Repsol Honda yang dilansir BBC Sport pada Senin waktu setempat (21/01), ‘Lorenzo memilih untuk menjalani operasi’ yang berlangsung hari ini (Senin).

Pembalap Spanyol berusia 31 tahun tersebut akan tetap berada di rumah sakit selama 24 jam sebelum menghadiri peluncuran tim 2019 di Madrid pada Rabu. Proses fisioterapi sang pembalap dapat dimulai setelah empat hari pasca-operasi.

Namun, Jorge Lorenzo dan Tim Repsol Honda telah memutuskan untuk melewatkan tes pramusim di Sepang.

Lorenzo baru bisa mengikuti tes pra-musim kedua dan terakhir di Qatar dari 23-25 Februari, sebelum musim balapan baru Moto GP  dimulai pada 10 Maret.

Sebelumnya, tangan kiri mantan pembalap Ducati tersebut juga pernah dioperasi karena luka parah pasca mengalami kecelakaan di GP Thailand yang berakibat pada terganggunya jadwal akhir musim balap 2018.

Baca juga: Lorenzo akan jalani operasi lagi

Baca juga: Lorenzo sampaikan pesan perpisahan untuk Ducati

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo ingin lebih kuat pasca operasi

Verona, Italia (Antara News) – Pebalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo mengatakan ingin menjadi lebih kuat pasca menjalani operasi pergelangan tangan kiri akibat kecelakaan pada sesi latihan.

“Operasi sudah selesai. Waktunya untuk pemulihan dan kembali dengan lebih kuat,” tulis pebalap nomor 99 itu melalui akun Twitternya yaitu Lorenzo99.

Insiden itu terjadi saat Lorenzo melanjutkan sesi persiapan untuk musim balap MotoGP 2019 di Verona, Italia, yang terjatuh saat mengendarai motor balapnya.

Saat dilakukan pemeriksaan medis beberapa kali, diketahui juara dunia MotoGP lima kali itu mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri.

Dalam proses operasi, sebuah baut titanium disematkan di pergelangan tangannya melalui prosedur teknis yang sederhana.

Lorenzo berada di rumah sakit selama satu hari pasca operasi untuk melihat perkembangan medis, serta empat hari istirahat dirasa cukup untuk bagi luka tersebut untuk pulih dari operasi, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses fisioterapi.

Meski operasi untuk memperbaiki retakan di pergelangan tangan kirinya itu berjalan lancar, namun sebagai dampaknya Lorenzo tidak bisa mengikuti uji balap di Sepang Malaysia agar fokus pada pemulihan total.

Sasarannya adalah bisa pulih secara total pada uji balap di Qatar, 23-25 Februari.

Lorenzo pun menuju Madrid dengan Marc Marquez untuk perayaan 25 tahun Tim Honda Repsol pada 23 Januari.
Baca juga: Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sauber akan ungkap mobil 2019 pada uji Barcelona

Swiss (ANTARA News) – Mobil yang akan dipakai Kimi Raikkonen untuk berlomba pertama kalinya dalam 18 tahun dengan tim Sauber akan diluncurkan 40 menit sebelum uji pra-musim balap Formula1 2019 berlangsung di Barcelona 18 Februari.
   
Tim Swiss ini tengah menikmati keberuntungan tahun lalu, yang mengakhiri musim balap kedelapannya pada kejuaraan konstruktor namun ingin mencari celah yang lebih menjanjikan dengan aspek mobil yang menjadi terbaik keempat.
   
Laman resmi Formula1.com menyebutkan bahwa Raikkonen akan kembali ke tim yang memberinya debut di Formula 1 pada tahun 2001 dalam penampilan serba baru.
   
Pebalap Italia Antonio Giovinazzi juga mendapatkan kesepakatan F1 penuh waktu pertamanya setelah sebelumnya membuat dua start untuk tim Sauber.
   
Sauber adalah tim pertama yang mengumumkan akan menunggu hingga uji pertama sebelum secara resmi mengungkap jet darat 2019 mereka di Barcelona pukul 08.20 waktu setempat, dan menjadi tim kelima yang mengonfirmasi rencana peluncuran mobil balap baru.
   
Meski begitu, Renault ditetapkan menjadi tim yang pertama untuk meluncurkan mobil baru dengan direncanakan digelar pada 12 Februari, serta menunjukkan livery dan identitas baru mereka pada hari berikutnya.
   
Sementara itu, tim McLaren telah memilih untuk mengungkapkan mobil baru mereka di Hari Valentine, sehari lebih dulu dibanding tim Ferrari dan empat hari sebelum pengujian pra-musim dimulai.

Baca juga: McLaren luncurkan mobil F1 2019 pada hari Valentine

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crismonita-Wiji perbaiki catatan waktu di kejuaraan dunia

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri dan Wiji Lestari yang turun di nomor tim sprint memperbaiki catatan waktunya di kejuaraan dunia trek di Hongkong, Jumat dibandingkan hasil di Asian Track Championship (ATC) 2019 Jakarta.

“Memang benar. Waktu di Jakarta catatan waktunya 35.648 detik. Untuk di kejuaraan dunia 35.232 detik,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra saat dikomfirmasi dari Jakarta.

Menurut dia, catatan waktu yang ditorehkan oleh Crismonita dan Wiji ini cukup baik karena menjadi pengalaman pertama bagi pasangan pebalap Indonesia ini turun di kejuaraan dunia. Apalagi pebalap yang turun di kejuaraan ini sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi.

Pada babak kualifikasi, pasangan Indonesia ini berada di posisi 18 dan dipastikan tidak bisa lolos ke babak selanjutnya karena hanya delapan pasangan yang diambil. Pasangan terbaik pada babak kualifikasi ini adalah Yifang Guo-Tianshi Zhong asal China dengan catatan waktu 33.377 detik.

“Kita ambil banyak pengalaman di sini sebagai parameter dan bahan evaluasi. Meski berada di posisi 18 kualifikasi, kita mendapatkan poin 110 dan ini menjadi tambahan poin untuk Olympic Ranking by Nation,” kata Budi menambahkan.

Pada kejuaraan dunia trek di Hongkong ini, Indonesia hanya meloloskan dua pebalap saja dan satu diantaranya yaitu Wiji Lestari terdongkrak pada nomor tim sprint. Crismonita menjadi satu-satunya pebalap yang poinnya memenuhi syarat untuk turun di kejuaraan dunia.

Berdasarkan catatan yang dihimpun dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI), Crismonita Dwi Putri saat bertolak ke Hongkong membukukan 562 poin untuk nomor sprint dan 330 poin untuk nomor keirin.

“Besok, Sabtu (26/1), Crismonita akan turun di nomor sprint 200 meter,” kata manajer asal Purwokerto Jawa Tengah itu.

Crismonita merupakan pebalap trek Indonesia yang sedang naik daun. Pada Asian Track Championship di Jakarta awal Januari lalu memang belum meriah hasil maksimal pada nomor keirin, sprint dan team sprint. Namun, pebalap kelahiran Lamongan, Jawa Timur itu mengalami peningkatan secara kemampuan.

Satu-satunya medali yang didapat Crismonita pada kejuaraan internasional level Asia ini adalah perunggu yang didapat dari nomor 500 m time trial. Hasil ini sangat bagus jika dibandingkan dengan pebalap Indonesia non paracycling lainnya.

Baca juga: Crismonita lolos ke kejuaraan dunia di Hongkong

Baca juga: Balap sepeda – Crismonita bikin kejuatan di balapan Malaysia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dadi Suryadi berlabuh di tim asal Brunei Darussalam

Jakarta, 29/1 (Antara) – Salah satu pebalap road race terbaik Indonesia, Dadi Suryadi, telah menentukan masa depannya dengan berlabuh di tim asal Brunei Darussalam yaitu Brunei Continental Cycling Team dan dipastikan bakal turun dibanyak kejuaraan internasional.

“Mulai tahun ini mas. Banyak pertimbangan sehingga saya menetapkan gabung Brunei. Selain frekuensi balapan akan lebih banyak, di sana juga lebih fleksibel,” kata Dadi Suryadi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Meski sudah bergabung dengan Brunei Continental Cycling Team, pebalap asal Sumedang Jawa Barat ini belum bertolak menuju Negara Petro Dollar itu karena belum mendapatkan kepastian untuk turun dibalapan yang masuk kalender Asia Tour.

Untuk menghadapi ketatnya persaingan pada balapan internasional musim 2019, mantan pebalap PGN Cycling Team ini mengaku terus menempa diri. Pihaknya mengaku akan berusaha memberikan yang terbaik pada tim yang telah mengontraknya.

“Latihan tetap di sini (Sumedang) karena baru akan balapan sekitar bulan Maret. Tour of Taiwan,” kata pebalap yang sebelumnya memperkuat tim asal Malaysia, Terengganu Cycling Team itu.

Bapak satu anak ini menjelaskan jika dirinya di Brunei Continental Cycling Team tidak sendiri karena ada satu pebalap Indonesia lainnya yaitu Bernard Benyamin Van Aert. Pebalap asal Kalimantan Barat ini bakal menjadi tandemnya bersama pebalap asing lainnya.

Jika dilihat dari laman federasi balap sepeda dunia (UCI), Dadi Suryadi dan Bernard Benyamin Van Aert berada satu tim dengan pebalap asal Yunani Charalampos Kastrantas, pebalap asal Inggris Martin Ford, pebalap asal Malaysia Azmi Abdek Hadzid serta pebalap tuan rumah Muhamamd Raihan Abdul Aziz.

Pebalap berusia 29 tahun ini dikenal sebagai pebalap multi talenta karena cukup mumpuni di lintasan datar maupun tanjakan. Beberapa prestasi juga sudah ditorehkan yang diantaranya adalah menjadi peringkat dua klasemen umum Tour de Singkarak 2016 dan secara otomatis menjadi pebalap Indonesia terbaik.

Sebelum bergabung dengan Brunei Continental Cycling Team, Dadi Suryadi telah menjadi andalan dibanyak tim yang dimulai dari Putra Perjuangan Bandung, berikutnya tim yang sempat bersinar di Le Tour de Langkawi yaitu Pegasus Continental Cycling Team. Selanjutnya di Terangganu Cycling Team dan pada musim 2018 memperkuat PGN Cycling Team.***3***

Baca juga: Dadi mulai nyaman dengan tim baru untuk Tour de Indonesia

Baca juga: Dadi Suryadi pecahkan rekor di karir profesional

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alonso ukir prestasi di balap 14 Daytona

Daytona, AS, 29/1 (Antara) – Pebalap F1 Fernando Alonso sedang mengharapkan gelar Triple Crown tahun ini. Namun sebelum menjajal Indianapolis 500 untuk menyelesaikan prestasi itu, ia mencatat prestasi luar biasa lainnya dengan memenangkan balap Rolex 24 di Daytona di Amerika Serikat.
   
Melansir laman resmi Formula1.com, Selasa, Alonso bersama rekan setimnya Jordan Taylor, Renger van der Zande, dan mantan pebalap Sauber F1 Kamui Kobayashi, melaju dengan menghadapi hujan lebat di arena Florida.
   
Juara dua kali F1 ini yang, meski menghadapi cuaca yang kurang baik, sukses mendapatkan kemenangan dengan Cadillac DPi-VR dari Wayne Taylor Racing.
   
“Saya sangat bangga dengan hasil yang kami raih hari ini. Tapi ini pekerjaan satu bulan. Pada bulan Desember kami mulai mempersiapkan perlombaan dan menerima semua dokumen, bagaimana Cadillac dan Wayne Taylor Racing bekerja, beberapa prosedur yang mungkin berbeda dibandingkan dengan tim lain,” kata Alonso.
   
Baca juga: Alonso akan mengikuti Daytona 24 Hours

Alonso mencoba integrasi secara cepat bersama dengan Kamui untuk belajar sebanyak mungkin dari tim, karena menurutnya balapan di Rolex 24 Daytona lebih sulit dibanding F1.
   
“Kami berdua mencoba untuk integrasi cepat, Kamui dan saya sendiri. Perlombaan sangat sulit karena kondisi berubah sepanjang waktu,” pungkas Alonso menambahkan.
   
Baca juga: Alonso berpeluang tampil di Daytona 24 Hours sebelum Le Mans

Kemenangan itu adalah yang kedua diraih Alonso dalam beberapa tahun beraksi di Daytona, setelah mulai terjun tahun 2018 bersama Lando Norris, pria yang akan menggantikan Alonso di McLaren untuk tahun 2019.
   
Alonso menjadi juara F1 ketiga yang meraih kemenangan di Daytona, mengikuti jejak juara Phil Hill yang memenangkan lomba 2.000 kilometer pada 1964, dan juara tahun 1978 Mario Andretti yang memenangkan lomba enam jam di sana pada tahun 1972.

Baca juga: McLaren siapkan livery khusus untuk Alonso sebagai tanda perpisahan

Baca juga: Sainz gantikan Alonso di McLaren tahun depan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toro Rosso ungkap waktu peluncuran mobil 2019

Barcelona (ANTARA News) – Tim balap F1 Toro Rosso selain memiliki pebalap baru yaitu Daniil Kvyat dan Alexander Albon untuk tahun 2019, mereka juga sudah mengumumkan bahwa mobil baru “STR14” akan diluncurkan pada 11 Februari.
   
Mereka berharap jet darat anyar mereka mampu membawa kesuksesan di trek balap pada musim tahun ini, mengutip pernyataan mereka dari laman Formula1.com, Selasa.
   
Tahun 2018 menandai era baru bagi tim Italia itu, yang dipandang sebagai tahun pembelajaran sukses dan pada akhirnya melangkahi Red Bull yang merupakan tim senior mereka untuk meninggalkan Renault dan bermitra dengan Honda untuk balapan mendatang.
   
Toro Rosso, yang diisi pebalap Pierre Gasly dan Brendon Hartley di musim lalu, berharap kedua pebalap baru mereka mampu mengeksplorasi mesin baru mereka.
   
Sebuah video pendek di YouTube mengonfirmasikan bahwa mobil itu akan dipublikasikan satu minggu sebelum uji balap musim dingin di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 18 Februari.
   
Merujuk pada tanggal tersebut, berarti mereka akan menjadi tim pertama yang meluncurkan mobil balap 2019 mereka.
   
Sementara itu, Renault ditetapkan untuk menjadi tim kedua yang akan meluncurkan mobilnya pada tanggal 12 Februari, dengan Racing Point untuk menyajikan livery dan identitas baru mereka di hari berikutnya.
   
Sedangkan McLaren telah memilih untuk meluncurkan mobil barunya di Hari Valentine, satu hari lebih dulu dibanding Ferrari dan empat hari sebelum pengujian pra-musim dimulai.
   
Tim Sauber pun telah mengumumkan bahwa mereka akan menunggu sampai pagi hari pertama pengujian untuk secara resmi menampilkan mobil barunya di jalur balap Barcelona.

Baca juga: Sauber akan ungkap mobil 2019 pada uji Barcelona

Baca juga: McLaren luncurkan mobil F1 2019 pada hari Valentine
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Jakarta (ANTARA News) – Juara Dunia Tujuh kali Marc Marquez dari tim Repsol Honda yang menjalani operasi bahu kiri pada awal Desember, kemungkinan akan melakukan uji pertamanya di sirkuit Sepang, Malaysia, untuk meninjau pemulihan pasca operasi.
   
Pebalap Spanyol ini telah menghabiskan waktu kosongnya untuk membangun kembali kekuatan di bahunya, dengan perkiraan pemulihannya berjalan dengan baik, melansir laman resmi motogp.com, Rabu.
   
Meski begitu, rencana uji latihan tersebut dinilai masih kurang dan jauh dari persiapan yang ideal untuk mempertahanankan gelar bagi Marquez.
   
Pebalap bernomor 93 ini akan berada di Sepang untuk menjalani uji selama tiga hari, namun rekan setimnya yaitu Jorge Lorenzo belum diketahui apakah akan melakukan hal serupa atau tidak.
   
Seperti diketahui sebelumnya, Lorenzo juga menjalani operasi pada awal September untuk memperbaiki patah kaki saat balapan di sirkui Aragon.
   
Selain itu Lorenzo juga sempat mengalami patah pergelangan tangan kirinya saat sesi latihan, yang membuatnya batal dari uji Sepang, karena Lorenzo dan timnya sepakat untuk memulihkan sebanyak mungkin tenaga untuk uji di Qatar.
   
Sebagai “tim impian” di MotoGP, tentu saja situasi yang dialami kedua joki Repsol Honda ini bukan mimpi indah untuk musim 2019.
   
Di samping itu, semua mata juga akan tertuju pada Marquez saat ia menunggangi motor RC213V baru untuk pertama kalinya sejak operasi.

Baca juga: Lorenzo ingin lebih kuat pasca operasi
Baca juga: Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes umumkan tanggal peluncuran mobil f1 2019

Jakarta (ANTARA News) – Tim Mercedes-AMG F1 pada, Rabu, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan mobil Formula 1 musim 2019-nya pada 13 Februari.

Mobil yang dinamai Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power itu, atau W10 singkatnya, akan diperlihatkan kepada publik pertama kali di Silverstone pada tanggal peluncurannya, demikian laman resmi Formula1.com pada Rabu.

Dengan mobil barunya tersebut, Mercedes mengincar gelar juara untuk keenam kalinya secara berturut-turut pada musim 2019 untuk menyaingi rekor Ferarri yang diciptakan pada awal tahun 2000-an.

Sementara Valtteri Bottas berharap untuk meraih kemenangan dengan mobil W 10 itu, Lewis Hamilton akan mengincar gelar juara dunia untuk keenam kalinya tahun ini.

Sejumlah tim dijadwalkan meluncurkan mobil F1 2019 mereka pada Februari sebelum sesi latihan pra-musim di Sirkuit Barcelona-Catalunya digelar pada 17 Februari.

Toro Rosso akan menjadi tim pertama yang meluncurkan mobil balap F1 2019 pada 11 Februari, diikuti oleh Renault satu hari berikutnya.

Kemudian Racing Point akan meluncurkan livery dan identitas baru mereka pada 13 Februari.

McLaren memilih hari Valentine 14 Februari untuk meluncurkan mobil mereka, sedangkan Ferrari memilih empat hari sebelum tes pra-musim dimulai.

Sauber, sementara itu, mengumumkan bahwa mereka akan menunggu hingga pagi di hari pertama tes pramusim untuk menyingkap bungkus mobil F1 2019 mereka di jalur pit Barcelona.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019