Baznas optimalkan riset penerima zakat

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional mengoptimalkan data riset Sistem Database Mustahik Nasional (Mustahik Data Center) guna mempertajam sasaran penerima zakat.

“Sistem digital dimanfaatkan guna mempermudah pengelolaan zakat,” kata Direktur Operasi Baznas Wahyu TT Kuncahyo dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan sistem tersebut memudahkan penghimpunan, menunaikan, transparansi, serta penyaluran zakat. Materi dalam Mustahik Data Center tersebut berisi data para penerima zakat dari seluruh provinsi yang telah dikumpulkan Baznas.

Dengan data tersebut, kata dia, memudahkan program-program Baznas lebih tepat guna dan sesuai kebutuhan.

Wahyu mencontohkan tentang penggunaan data mustahik itu dapat dipakai untuk menerapkan program di Indonesia timur yang sesuai kebutuhan riil mustahiknya.

“Dapat diintervensi sesuai kebutuhan misalnya Indonesia timur di sektor pendidikan, daerah lain pendidikan agama dan kawasan yang berbeda lainnya sektor ekonomi,” kata dia.

Wahyu mengatakan Baznas mengupayakan agar data yang dikumpulkan tersebut selaras dengan data di Kementerian Sosial sehingga tidak terjadi penyaluran bantuan secara ganda.
 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPU laporkan hoaks hasil pemilu luar negeri ke Cyber Crime Polri

Komisioner KPU RI Viryan Aziz (dua dari kiri) dalam diskusi media “Hitung Mundur Pemilu 2019” di Harris Suites Hotel FX Jakarta, Jumat (12/4/2019). (Devi Nindy Sari Ramadhan)

InsyaAllah, hari ini kami laporkan ke cyber crime Mabes Polri

Jakarta (ANTARA) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz menyebut akan melaporkan hoaks hasil pemilihan umum luar negeri ke Cyber Crime Mabes Polri.

“InsyaAllah, hari ini kami laporkan ke cyber crime Mabes Polri,” ujar Viryan dalam acara Hitung Mundur Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat.

Viryan menegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memastikan hasil pemungutan suara pada pemilihan umum di sejumlah negara di luar negeri adalah hoaks.

Kabar hasil pemungutan suara pemilu di negara-negara tertentu ditampilkan dengan rincian presentase suara yang tersebar di grup whatsapp maupun media sosial.

Viryan menyebut KPU mengambil kebijakan melakukan “early voting” atau pemungutan suara awal di luar negeri pada 8-14 april.

Namun, hasil penghitungan suara pemilihan umum di luar negeri akan baru dihitung setiap satu surat suara secara manual pada 17 April.

“Penghitungan suaranya baru tanggal 17 April, sehingga bisa dipastikan itu hoaks (kabar) pemilu,” ujar Viryan.

Sementara itu, Jumat ini pemilihan umum di luar negeri berlangsung di Abu Dhabi, Amman, Alger, Doga, Dubai, Jeddah, Khatoum, Kabul, Kuwait, Manama, Muscat dan Riyadh.

Baca juga: Pemilu serentak digelar untuk WNI di Uni Emirat Arab
Baca juga: WNI di Nepal gunakan hak pilih pemilu dengan metode pos

 

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019

KBRI pastikan Pemilu 2019 di Uni Emirat Arab jujur dan adil

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi memastikan agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bagi warga Indonesia di Uni Emirat Arab dilaksanakan secara jujur dan adi, demikian keterangan tertulis dari KBRI Abu Dhabi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kegiatan pemilu serentak 2019 bagi warga negara Indonesia (WNI) di Uni Emirat Arab dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Abu Dhabi pada Jumat, 12 April 2019.

PPLN Abu Dhabi menyelenggarakan kegiatan Pemilu Serentak 2019 bagi WNI yang bermukim di Abu Dhabi pada hari ini sejak pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore di Tempat Pemungutan Suara (TPS) KBRI Abu Dhabi.

Selain melalui metode pemilihan TPS, kegiatan pemungutan suara di Abu Dhabi juga dilakukan dengan dua metode lain, yaitu Kotak Suara Keliling (KSK) dan Pos.

Pelaksanaan pemungutan suara dengan KSK dipusatkan di kota Abu Dhabi, Al Ain, dan Ruwais. Para petugas telah menemui langsung para pemilih yang berada di rumah-rumah, kantor tempat para pemilih bekerja, dan bahkan di atas kapal laut yang tengah bersandar.

Untuk memastikan kegiatan Pemilu berlangsung jujur, adil, dan bebas dari kecurangan, seluruh kegiatan pelaksanaan pemungutan suara dengan KSK di tiga kota tersebut diawasi dan, bahkan, didampingi langsung oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Abu Dhabi.

Tercatat 4.406 orang WNI terdaftar sebagai pemilih di Abu Dhabi. Dari angka tersebut, 2.667 orang memilih untuk mencoblos langsung di TPS, 812 orang dengan metode KSK, dan sisanya 927 orang melalui pos.  

Baca juga: Kemlu pastikan penghitungan suara pemilu luar negeri tetap 17 April
Baca juga: UNDP: antusiasme masyarakat di Pilpres lebih tinggi
Baca juga: WNI di UAE ikuti paparan soal pemilu

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPU – Bawaslu tinjau gudang surat suara di KBRI Malaysia

Anggota KPU Hasyim Asy’ari (kanan) bersama anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo (tengah) dan anggota PPLN Kuala Lumpur Yusron B Ambary (kiri) meninjau gudang penyimpanan surat suara Pemilu 2019 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur di KBRI Kuala Lumpur, Jumat (12/4/2019). Kunjungan dilakukan terkait pencarian fakta dugaan surat suara tercoblos di Kajang dan Bangi. ANTARA FOTO/Agus Setiawan/hp.

SIKK perbaiki mental siswa siswi dengan pembinaan imtaq

Sedangkan khusus bagi guru-guru menggelar pembacaan surat Yasin di mushollah sekolah,

Kota Kinabalu (ANTARA) – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Negeri Sabah Malaysia berhasil memperbaiki mental dan prilaku siswa-siswinya melalui pembinaan iman dan taqwa (imtaq) yang digelar setiap hari Jumat.

Kepala SIKK, Istiqlal di Kota Kinabalu, Jumat, menerangkan, pengajian dan sholat dhuha setiap Jumat bagi siswa-siswinya telah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan melibatkan siswa-siswi sendiri yang memandunya. Sedangkan posisi guru hanya memantau semata.

Bukan hanya sholat dhuha dan pengajian tetapi juga kebaktian dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pembinaan mental bagi siswa-siswi beragama Nasrani.

Sedangkan khusus bagi guru-guru menggelar pembacaan surat Yasin di mushollah sekolah, tambah Istiqlal.

Kegiatan keagamaan tersebut dirintis atas kondisi siswa-siswinya yang banyak membuat pelanggaran dalam area sekolah seperti perkelahian dan perbuatan kriminal.

Ia mengemukakan, berkat kegiatan keagamaan tersebut berhasil mengurangi tindak kekerasan yang dilakukan siswa-siswinya hingga nol persen saat ini.

Padahal, kata Istiqlal sebelum ada kegiatan keagamaan ini tindak kekerasan dan kriminal hingga mencapai lebih dari ratusan kali.

Ia berpendapat, tindak kekerasan dan kriminal yang dilakukan anak didiknya kemungkinan kurangnya kasih sayang dari orangtuanya.

Sebab sebagian besar kedua orangtua dari siswa-siswi di sekolah milik Pemerintah Indonesia di Negeri Sabah bekerja di ladang-ladang kelapa sawit setiap hari.

Melihat kondisi prilaku anak didiknya yang terkesan menonjolkan kekerasan dan perbuatan tercela ini, maka digagaslah pembinaan imtaq.

“Alhamdulillah dengan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat dapat mengurangi tindak kekerasan dan prilaku tercela bagi siswa siswi di SIKK,” ujar dia.

Pewarta: Rusman
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kelompok bersenjata culik dua dokter Kuba di Kenya

Nairobi (ANTARA) – Kelompok pria bersenjata tak dikenal menculik dua dokter asal Kuba yang bekerja di Kenya dan menembak mati seorang petugas kepolisian, lapor lembaga penyiaran KTN News dan surat kabar Daily Nation, Jumat.

Daily Nation menyebutkan para penyerang membawa kabur dua dokter tersebut setelah menembak petugas di Mandera, yang terletak di timur laut Kenya.

Sedangkan KTN News melaporkan bahwa polisi mencurigai dokter dan penculik mereka, yang diduga anggota kelompok Ash-Shabaab yang terkait Al-Qaeda, kabur menuju Somalia.

Dahulu, Mandera kerap menjadi lokasi penyerangan, yang mengakibatkan puluhan warga sipil dan personel keamanan tewas. Ash-Shabaab mengaku bertangggungjawab atas sebagian besar serangan.

Ash-Shabaab sedang berupaya menggulingkan pemerintah pusat Somalia dan mendirikan pemerintahan mereka sendiri berdasarkan pemahaman mereka tentang hukum Islam.

Kelompok tersebut juga kerap melancarkan serangan di Kenya, kebanyakan di wilayah yang berbatasan dengan Somalia, guna menekan pemerintah Kenya agar menarik pasukan mereka dari Somalia.

Sumber; Reuters
Baca juga: Dokter Spanyol yang diculik di Kenya dibebaskan di Somalia
Baca juga: Al-Shabaab bantah dalangi penculikan di Kenya

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kodam Tanjungpura dan Polda Kalbar siap amankan Pemilu 2019

Pangdam XII/Tpr, Mayjen (TNI) Herman Asaribab dan Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono menyatakan, pihaknya siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019, di Kalbar. (Foto Andilala)

Pontianak (ANTARA) – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen (TNI) Herman Asaribab dan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Didi Haryono menyatakan, keduanya siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kalbar.

“Kami siap mengamankan penyelenggaraan Pileg dan Pilres 2019 di seluruh wilayah Kalbar, dengan mengerahkan sebanyak 6.800 personel TNI,” kata Herman Asaribab seusai menghadiri Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019 di Taman Alun-alun Kapuas Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan, pada dasarnya, pihaknya siap mendukung pengamanan Pemilu 2019, apabila memang dibutuhkan. “Intinya kami siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kalbar agar terselenggara dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan, TNI dan Polri menjamin penyelenggaraan Pemilu 2019 di provinsi itu akan terselenggara dengan aman dan lancar.

“Kami akan mengerahkan sebanyak 12.776 personel polisi dalam pengamanan Pemilu 2019 yang tersebar di 14 kabupaten/kota, yang akan mengamankan sebanyak 16.499 TPS (tempat pemungutan suara),” ungkapnya.

Ia berharap dengan digelarnya apel tersebut, maka masyarakat tidak perlu ragu-ragu lagi untuk menggunakan hak pilihnya atau golput.

“Mari pada tanggal 17 April 2019, untuk ramai-ramai datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, dan kami menjamin aman agar hak politik dan demokrasi masyarakat bisa tersalurkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar menambahkan, kunjungan kerja Panglima TNI dan Kapolri ke Kota Pontianak, Kalbar batal, karena ada tugas negara yang sifatnya mendadak.

“Sehingga beliau, memerintahkan kami untuk memimpin langsung Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019 di Taman Alun-alun Kapuas Pontianak,” ujarnya.
 

Pewarta:
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019

KPK perpanjang penahanan hakim PN Semarang Lasito

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito, tersangka kasus suap terkait putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dari 15 April sampai 24 Mei 2019 untuk LAS, tersangka tindak pidana korupsi suap terkait putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat.

Untuk diketahui, KPK telah menahan Lasito pada 26 Maret 2019 lalu.

Selain Lasito, KPK juga telah menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi.

Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi.

Ahmad Marzuqi kemudian mengajukan permohonan praperadiIan ke Pengadilan Negeri Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId.Pra/2017/PN.Smg.

Ahmad Marzuqi mencoba mendekati Hakim Tunggal Lasito melalui panitera muda di PN Semarang.

Hakim Tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan batal demi hukum.

Diduga Ahmad Marzuqi selaku Bupati Jepara memberikan total dana sebasar Rp700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp200 juta) kepada hakim Lasito terkait putusan atas praperadilan tersebut.

Diduga uang diserahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuqi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kedua capres disarankan hentikan perundingan perdagangan internasional

Kalau berkaitan dengan perundingan perdagangan, saya kira dihentikan dulu untuk sementara

Jakarta (ANTARA) – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi menyarankan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menghentikan sementara sekaligus mengevaluasi kembali semua perundingan perdagangan internasional.

“Kalau berkaitan dengan perundingan perdagangan, saya kira dihentikan dulu untuk sementara. Kemudian dilakukan analisa mengingat semua perjanjian perdagangan itu tidak ada analisanya,” ujar peneliti Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi Lutfiyah Hanim di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa analisa perundingan perdagangan internasional yang ada saat ini hanya berkutat pada berapa jumlah ekspor dan impor.

“Padahal perjanjian perdagangan internasional seperti dengan European Free Trade Association atau EFTA, terdapat sekitar 17 bab. Sayangnya yang dianalisa hanya satu-dua bab saja,” kata Lutfiyah.

Dengan menghentikan sementara perundingan perdagangan internasional, menurut peneliti tersebut, Indonesia bisa menganalisa dampak dan biayanya yang selama ini tidak pernah dilakukan.

“Kalau melakukan perundingan dengan negara-negara maju seperti Uni Eropa, Jepang, Amerika Serikat dan Australia, negara-negara ini sangat terkenal dengan sikap ngototnya dalam perundingan, Dengan demikian mereka selalu mendapatkan apa yang mereka mau, dengan menggunakan template atau format yang diajukan ke semua negara dalam perundingan,” tutur Lutfiyah.

Indonesia, lanjutnya, tidak memiliki template seperti itu dan hanya mengikuti template perundingan yang diajukan oleh negara-negara maju. “Kita dari Indonesia lebih banyak melakukan apa yang mereka atau negara-negara maju inginkan,” kata Lutfiyah.

Perdagangan merupakan salah satu tema yang akan dibahas dalam debat terakhir Pemilu Presiden 2019, bersamaan dengan sejumlah tema lainya seperti ekonomi dan kesejahteraan sosial, investasi, industri dan keuangan.

Debat kelima Pemilu Presiden 2019 merupakan debat pamungkas yang digelar pada 13 April 2019 nanti sekaligus akan menutup seluruh rangkaian debat yang telah dimulai sejak Januari 2019. Debat ini juga akan menghadirkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik paslon nomor urut 01 maupun 02 di lokasi debat yang akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca juga: Kedua capres perlu buat kebijakan investasi yang saling menguntungkan

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto menyatakan jika mereka kembali menggunakan sejumlah komponen power unit spesifikasi lama untuk turun di balapan GP China untuk menghindari kejadian serupa seperti yang dialami Charles Leclerc di Bahrain.

“Apa yang kami lakukan di China hanyalah menggunakan kembali spesifikasi lama,” kata Binotto seperti dikutip dari laman resmi Formula 1, Jumat.

“Spesifikasi yang kami kenal cukup baik, kami memiliki statistik yang bagus soal kualitas dan semoga itu cukup.”

Leclerc hampir mempersembahkan trofi juara bagi tim Kuda Jingkrak di Bahrain jika saja tidak mengalami masalah reliabilitas dengan mesin yang ia pakai.

Ferrari menyatakan jika masalah itu disebabkan oleh hubungan arus pendek di dalam unit kontrol injeksi, yang belum pernah mereka temui sebelumnya dengan komponen yang bersangkutan.

Leclerc akan menggunakan mesin yang sama di balapan GP China akhir pekan nanti. Dia dan rekan satu timnya, Sebastian Vettel, juga kedua pebalap Haas akan menggunakan komponen pengendali elektronik spesifikasi lama.

Sementara itu, Ferrari menikmati hasil positif di sesi latihan bebas Jumat, Vettel dan Leclerc finis pertama dan ketiga tercepat di FP1, dan kemudian Vettel terpaut 0,027 detik dari Valtteri Bottas (Mercedes) di FP2.

Baca juga: Bottas ungguli Vettel di FP2 GP China
Baca juga: Di FP1 GP China, Vettel tunjukkan kecepatan Ferrari
Baca juga: Leclerc mengelak disebut punya potensi sebagai “pebalap utama” Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas ungguli Vettel di FP2 GP China

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas menunjukkan bahwa Mercedes masih diperhitungkan di GP China setelah mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan FP2 di Sirkuit Internasional Shanghai, China, Jumat.

Pebalap asal Finlandia itu membuat catatan waktu tercepat 1 menit 33,330 detik untuk menyingkirkan pebalap Ferrari Sebastian Vettel di tempat kedua dengan margin tipis 0,027 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Jumat.

Vettel, sebelumnya di sesi FP1 menjadi yang tercepat dengan menggunakan ban medium, mengugguli duo pebalap Mercedes yang menggunakan ban soft, yang memiliki daya cengkeram lebih baik.

Max Verstappen cukup konsisten di belakang kemudi mobil Red Bull bermesin Honda RB15 untuk tempat ketiga di FP2, sementara rekan satu timnya, Pierre Gasly tercecer di peringkat 10 di belakang Daniel Ricciardo (Renault).

Juara dunia lima kali, Lewis Hamilton (Mercedes) meraih waktu tercepat keempat dengan 1 menit 34,037 detik, ditempel ketat oleh Nico Hulkenberg (Renault) dengan jarak 0,059 detik di tempat kelima.

Dua mobil McLaren mampu masuk di jajaran 10 besar lewat Carlos Sainz dan Lando Norris di peringkat 6 dan 8, dipisahkan oleh Charles Leclerc (Ferrari) di peringkat tujuh yang lebih awal mengakhiri sesi FP2 karena mobil SF90-nya menjalani pengecekan sistem pendingin.

Pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat mengalami masalah power unit di mobilnya pada FP1 dan harus mengganti dengan power unit baru dari Honda untuk FP2 untuk finis P13 di sesi itu

Tim lain yang mengalami masalah adalah Haas ketika sayap depan mobil Romain Grosjean rusak saat pebalap asal Prancis itu melintas di atas kerb di tikungan 1. Mereka harus memperbaiki kerusakan bagian depan mobil mereka untuk berlaga di sesi latihan bebas FP3 dan kualifikasi pada Sabtu.

Kemudian setelah mengalami masalah instalasi mesin yang memakan waktu hingga FP1 berakhir, Antonio Giovinazzi (Alfa Romeo) bisa turun di FP2 namun dengan waktu yang tak cukup cepat di P18, 1,363 detik lebih lambat dari rekan satu timnya Kimi Raikkonen di P11.

Duo pebalap Williams, sementara itu, Robert Kubica dan George Russell, masih berkutat di peringkat dua terakhir.

Hasil sesi latihan bebas FP2 GP China, Jumat:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 33,330 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,027 detik
3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,221 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,707 detik
5. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 0,766 detik
6. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 0,811 detik
7. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,828 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 0,966 detik
9. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,006 detik
10. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,125 detik
11. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,221 detik
12. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,304 detik
13. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,364 detik
14. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,449 detik
15. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,454 detik
16. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,458 detik
17. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,374 detik
18. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2,584 detik
19. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2,791 detik
20. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2,899 detik

Baca juga: Di FP1 GP China, Vettel tunjukkan kecepatan Ferrari
Baca juga: Hamilton nantikan ancaman dari Red Bull di GP China
Baca juga: Jelang GP China, Bottas ingin tegaskan dominasinya di puncak

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di FP1 GP China, Vettel tunjukkan kecepatan Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel menunjukkan kecepatan mobil Ferrari SF90 dengan memuncaki sesi pembuka latihan bebas (FP1) di Sirkuit Internasional Shanghai, China, Jumat.

Pebalap asal Jerman itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 33,911 detik dengan menggunakan ban kompon medium untuk mengungguli rivalnya dari tim Mercedes-AMG Lewis Hamilton, yang berada di tempat kedua dengan selisih 0,207 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Jumat.

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc menguntit di tempat ketiga tercepat dengan selisih 0,256 detik dari Vettel.

Kedua pebalap Ferrari itu menggunakan ban kompon medium di FP1, dipisahkan oleh Hamilton di peringkat dua dengan menggunakan ban soft (lunak).

Kemudian Max Verstappen kembali menunjukkan performa mobil Red Bull RB15 bermesin Honda di peringkat empat untuk unggul sekitar 0,3 detik dari Valtteri Bottas di peringkat lima.

Rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly mencatatkan waktu tercepat ketujuh di belakang Daniel Ricciardo (Renault).

Daniil Kvyat (Toro Rosso) mampu melengkapi peringkat sepuluh besar, bersama Lance Stroll (Racing Point) dan Romain Grosjean (Haas).

Berikut hasil latihan bebas FP1 GP China, Jumat:
1. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 1 menit33,911s
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,207s
3. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,256 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,423 detik
5. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,742 detik
6. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,328 detik
7. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,517 detik
8. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,536 detik
9, Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,555 detik
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1,596 detik
11. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,606 detik
12. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,680 detik
13. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,720 detik
14. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,784 detik
15. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,818 detik
16. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,845 detik
17. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,909 detik
18. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2,936 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,708 detik
20. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing (tak ada catatan waktu)

Baca juga: Leclerc mengelak disebut punya potensi sebagai “pebalap utama” Ferrari

Baca juga: Bos Mercedes: Tenaga mesin Ferrari tak tertandingi

Baca juga: Rosberg puji Ferrari namun kritik penampilan Vettel
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap F1 jajal sirkuit Shanghai

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel memacu kecepatan saat melakukan sesi latihan sebelum hari balapan Chinese Grand Prix Formula One F1 2019 di Sirkuit Internasional Shanghai, Cina, Jumat (12/4/2019). Chinese Grand Prix Formula One F1 2019 tersebut akan digelar pada Minggu (14/4/2019) waktu setempat. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/wsj. 

Juara enam kali di Austin tak membuat Marquez jemawa

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Repsol Honda Marc Marquez, yang telah merajai enam kali balapan di GP Amerika Serikat, menolak untuk jemawa jelang balapan seri ketiga MotoGP 2019 di Sirkuit Americas, Austin, Texas akhir pekan nanti.

Marquez memiliki peluang untuk meraih kemenangan yang ketujuh kali di Austin sejak pertama kali turun di Sirkuit Americas pada 2013 lalu. Dalam sesi jumpa pers pra-lomba, Marquez sadar jika dominasinya di Austin bukan berarti dia secara otomatis akan menang di trek sepanjang 5,513 km itu.

“Austin telah menjadi sirkuit yang sangat bagus bagiku sejak 2013, jadi mari kita lihat saja,” kata Marquez seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Jumat.
Baca juga: Siapa mampu patahkan dominasi Marquez di Austin?

Marquez tampil kuat sejak awal musim dengan meraih podium di Qatar dan merebut puncak klasemen pebalap di Argentina.

“Kita akan awali dengan FP1 seperti biasa dan jangan gegabah, jangan melakukan sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan, coba membalap seperti yang aku tahu dan kita lihat. Kita lihat lawan dan juga cuaca, sepertinya Sabtu akan biasa saja, tapi terlepas dari itu, coba nikmati sirkuit yang luar biasa ini,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Marquez kini memimpin klasemen pebalap dengan 45 poin, diikuti oleh Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) yang terpaut empat poin dan Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha MotoGP) dengan 31 poin.
Baca juga: Hasil GP Argentina, Marquez puncaki klasemen usai tampil dominan

“Tapi kita harus paham jika memungkinkan semuanya bisa terjadi di dunia balap motor dan ini adalah hal yang terbaik dari olahraga ini,” kata Marquez.

Dovizioso yang menjadi penantang terdekat Marquez akan mengincar podium di Austin pekan ini, walaupun trek itu dikenal kurang bersahabat dengan motor Ducati.

“Tentu Marc telah menunjukkan bahwa dia raja di trek ini jadi akan sangat sulit bagi setiap orang untuk melawannya. Tapi toh, kami harus merebut poin maksimal jadi kami fokus untuk itu dan di akhir pekan ini semuanya bisa terjadi,” kata Dovi.

“Aku kira akan sangat sulit, tapi tak ada yang tak mungkin,” imbuhnya.

Rossi pun mengamini pernyataan Dovi. “Angka mengatakan jika Marc tak terkalahkan karena dia selalu menang. Tapi pun demikian, kalian tidak berangkat dari rumah dengan pikiran jika dia tidak mungkin dikalahkan. Kami selalu mencoba untuk berkembang, mencoba untuk lebih kuat dan tiba di depan.”
Baca juga: Yamaha incar podium GP Amerika Serikat

Alex Rins (Team Suzuki Ecstar), yang juga hadir di sesi jumpa pers lomba bersama Jack Miller (Pramac Racing) dan pebalap tuan rumah Moto2 Joe Roberts (American Racing KTM) sependapat dengan Marquez jika balapan motor itu tak bisa diprediksi.

“Tak ada yang tak mungkin di balapan motor. Iya dia memiliki kecepatan yang bagus di Austin tapi aku kira setiap pebalap akan membalap kencang mendorong batasan mereka untuk mengalahkannya,” kata Rins.

Seri ketiga balapan MotoGP di Sirkuit Americas akan diawali dengan sesi latihan bebas FP1 dan FP2 pada Jumat (12/4) mulai pukul 21:55 WIB, dan sesi latihan bebas FP3, FP4 yang dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu mulai pukul 21:55 WIB.

Balapan MotoGP akan digelar Senin (15/4) pukul 02:00 WIB.
Baca juga: Persaingan ketat Moto2 diharapkan bantu kemajuan performa Dimas Ekky

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton nantikan ancaman dari Red Bull di GP China

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Mercedes-AMG F1 Lewis Hamilton menantikan perlawanan ketat dari tim Red Bull di balapan GP China akhir pekan nanti.

Daniel Ricciardo di balapan GP China musim lalu merampas trofi juara dari Valtteri Bottas setelah diuntungkan oleh strategi yang tepat ketika Safety Car keluar dan mempersembahkan kemenangan bagi Red Bull.

“Di lintasan lurus mereka sangat bagus…biasanya mereka punya mobil yang kuat tapi mesin yang tidak terlalu kuat, tahun ini kebalikannya. Mereka memiliki mobil yang tidak terlalu kuat namun mereka adalah tim yang bisa berkembang dalam laju yang mirip dengan Ferrari dan kami,” kata Hamilton seperti dikutip laman resmi Formula 1, Kamis.

Power unit dari Honda yang Red Bull gunakan tahun ini telah mempersembahkan podium ketiga di seri pembuka musim ini di Melbourne.

Max Verstappen pun kini menguntit duo pebalap Mercedes di peringkat tiga dengan 27 poin setelah dua balapan.

Menanggapi komentar soal perebutan gelar juara dunia antara Hamilton dan Vettel tahun ini, pebalap asal Inggris itu menyangkalnya dengan mengatakan pertarungan akan lebih besar lagi dengan adanya para pebalap Red Bull.

“Saat ini jelas bukan soal saya dan Sebastian,” kata dia. “Jadi, saya tidak melihat itu berubah dalam waktu dekat. Saat ini jelas empat dari kami dan juga dari Red Bull, kalian tidak bisa meremehkan mereka.”

“Mereka memiliki start yang sedikit lambat, tapi jika kalian lihat mereka tahun lalu misalnya, mereka memenangi balapan di sini dan terlebih lagi finis dengan hebat. Aku mengantisipasi hal yang serupa.”

Hamilton juga menantikan kejutan dari Ferrari yang bisa tampil kuat di balapan ketiga.

“Ferrari bisa datang ke sini dengan sebuah upgrade, dan mungkin bisa lebih cepat dari mereka (ketika di Bahrain). Kita melihat lintasan lurus panjang yang bisa sangat menguntungkan mereka di sini,” kata Hamilton.

Juara dunia lima kali itu pun berharap Mercedes kali ini tidak semata-mata diuntungkan oleh masalah reliabilitas yang mendera Ferrari tapi lebih menantikan balapan yang ketat di Shanghai.

“Ini adalah trek yang hebat untuk balapan yang sebenarnya, jadi lebih ketat lebih baik.”

Baca juga: Hamilton juarai GP Bahrain setelah Leclerc alami kendala mesin

Baca juga: Lewis Hamilton janji pelajari kegagalan di Australia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc mengelak disebut punya potensi sebagai “pebalap utama” Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc mengelak anggapan bahwa dirinya memiliki potensi menjadi pebalap nomor satu tim Ferrari setelah tampil mengesankan di balapan GP Bahrain dua pekan lalu.

“Saya kira semua berjalan sangat cepat di Formula 1… Setelah race pertama tak ada yang melihatku sebagai penantang titel dan kemudian setelah balapan kedua semua memandang saya sebagai penantang gelar juara,” kata pebalap berusia 21 tahun itu dalam sesi jumpa pers di Sirkuit Internasional Shanghai, China.

“Aku harus tetap fokus dengan apa yang aku lakukan di mobil dan mencoba bekerja sekeras mungkin dan melakukan pekerjaan dengan baik di dalam maupun di luar mobil dan kemudian tentunya yakin hasilnya akan terlihat,” kata pebalap asal Monako itu seperti dikutip oleh Reuters, Kamis.

Di balapan keduanya bersama Ferrari, Leclerc hampir meraih trofi juara jika saja tidak mengalami masalah dengan mesin mobilnya di 10 lap terakhir. Duo Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas memanfaatkan masalah reliabilitas itu untuk finis satu-dua.

Leclerc terbantu oleh keluarnya Safety Car sehingga dia mampu mempertahankan posisinya di peringkat tiga tanpa tersalip mobil pebalap lain hingga akhir balapan.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, tidak mampu mengimbangi kecepatan rekan satu timnya itu dan malah membuat kesalahan ketika kehilangan kendali mobilnya dan juga sayap depannya di Bahrain.

“Seperti yang aku bilang, ini baru balapan kedua,” kata Leclerc menanggapi kemungkinan dirinya menjadi pebalap utama Ferrari.

“Toh, pertanyaan itu harusnya ditanyakan ke (kepala tim) Mattia (Binotto),” kata dia.

“Saya bukan yang mengambil keputusan untuk itu,” kata Leclerc.

Vettel mengatakan jika penampilannya yang buruk disebabkan belum nyaman dengan mobil SF90 Ferrari, masalah yang dia harapkan bisa diselesaikan setelah sesi tes di Bahrain.

“Saya selalu menunjukkan rasa hormat jika orang lain melakukan lebih baik dan juga dia di Bahrain,” kata pebalap berusia 31 tahun itu.

“Saya tahu jika saya bisa melakukan lebih baik dan saya tahu kami memiliki banyak balapan untuk membuktikan itu,” kata Vettel.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang GP China, Bottas ingin tegaskan dominasinya di puncak

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Mercedes-AMG F1 Valtteri Bottas mengaku ingin menegaskan dominasinya dengan memperlebar jarak perolehan poinnya di puncak klasemen dari pebalap lain dengan menargetkan hasil positif di balapan GP China akhir pekan nanti.

Pebalap berusia 29 tahun asal Finlandia itu setelah menjalani dua balapan, sementara memimpin di puncak klasemen pebalap dengan 44 poin, terpaut satu angka dari rekan satu timnya, Lewis Hamilton yang menguntit diperingkat dua.

Menjadi pemuncak klasemen mempengaruhi pola pikir Bottas menjelang seri ketiga balapan Formula 1, demikian Reuters pada Kamis.

“Tentu itu menjadi faktor. Jika kalian lihat di atas kertas aku memimpin dan aku ingin mempertahankan posisi itu dan membuat jarak lebih lebar,” kata Bottas dalam sesi jumpa pers di Sirkuit Internasional Shanghai, China.

“Targetnya adalah mempertahankan pimpinan, tapi mencapai hal itu adalah dengan fokus di tugas.”

Di GP Australia, Bottas unggul dari Hamilton dan mempersembahkan finis 1-2 untuk Mercedes, sementara di Bahrain posisinya terbalik, giliran Hamilton yang juara setelah diuntungkan masalah reliabilitas mesin yang menimpa pebalap Ferrari Charles Leclerc, yang hampir meraih podium juara pertamanya.

Bottas, yang gagal meraih satu pun gelar juara tahun lalu, unggul satu poin dari Hamilton setelah mencetak waktu putaran tercepat di balapan, aturan baru perolehan poin di musim ini.

“Di Bahrain… tentu ada hal-hal yang bisa aku lakukan dengan lebih baik,” kata Bottas. “Bukan balapan yang sempurna tentunya, sangat berbeda dari Melbourne, tapi itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena semua dimaklumi.”

Di balapan GP China tahun lalu, Bottas bisa saja menjadi juara jika saja tidak dirugikan oleh keluarnya Safety Car di waktu yang kurang menguntungkan baginya sehingga Daniel Ricciardo, kala itu membalap untuk Red Bull, merampas trofi juara memanfaatkan ban yang lebih baru untuk melesat di trek sepanjang 5,451 km itu.

“Ini adalah musim yang berbeda, kompetisi antar tim sekarang berbeda dari tahun lalu. Jadi siapa bisa mengira apa yang bakal terjadi,” kata dia.

Baca juga: Klasemen F1 usai GP Bahrain, Hamilton menempel ketat Bottas di puncak

Baca juga: Hasil GP Australia, Bottas juarai seri pembuka F1 2019

Baca juga: Valtteri Bottas perpanjang kontrak di Mercedes

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak berambisi, Raikkonen anggap Formula 1 kini lebih sekedar hobi

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Alfa Romeo Kimi Raikkonen kini memandang Formula 1 lebih sebagai hobi setelah hari-harinya di Ferrari usai dan akan genap berusia 40 tahun pada Oktober nanti.

“Aku tidak memiliki hal khusus untuk memotivasi diriku. Ini sudah menjadi semacam hobi daripada hal lain belakangan ini bagiku dan mungkin itu lah mengapa ini kembali lebih menyenangkan,” kata Raikkonen jelang GP China seperti dikutip Reuters, Kamis.

Juara dunia Formula 1 2007 itu kini menikmati hari-harinya membalap bersama Alfa Romeo.

Akhir pekan nanti di Shanghai, Formula 1 merayakan balapan kejuaraan dunia yang ke-1.000 dan Raikkonen, yang membuat debut bersama Sauber, kini bernama Alfa Romeo, pada 2001 telah mengikuti 293 balapan dan menang 21 kali.

Rekor keikutsertaan di GP terbanyak dipegang pebalap Brazil Rubens Barichello dengan 322 balapan.

Raikkonen, yang kontraknya akan habis akhir tahun depan, memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor Barichello itu paling cepat pada pertengahan musim 2020.

Raikkonen, yang bergabung dengan Alfa Romeo dari Ferrari akhir musim lalu, tampil kuat di awal musim dengan mengemas 10 poin dari dua balapan musim ini dan finis keenam di klasemen sementara pebalap. Rekan satu timnya, Antonio Giovinazzi bahkan belum meraih poin dengan mobil Alfa Romeonya.

Namun Raikkonen mengaku bahwa ia tidak memiliki target tertentu di musim balapan tahun ini dan tidak bisa membandingkan performa mobil Alfa Romeo tahun ini dengan yang sebelumnya.

“Sulit bagiku mengatakan apa yang lebih baik di mobil ini dibandingkan mobil yang mereka miliki tahun lalu… namun aku kira secara umum mobil ini bagus, paket yang solid dan kami memahaminya, cukup OK dan mereka sepertinya punya orang-orang yang bagus di semua area untuk membuat hal-hal baru,” kata Raikkonen.

Sejumlah pebalap siap menyambut balapan ke-1.000 di antaranya dengan desain helm baru, tapi sang pebalap berjuluk “Si Manusia Es” itu mengaku tidak menyiapkan hal yang spesial seperti itu.

“Aku ingin punya helm yang terbuka di bagian wajah tapi ada masalah soal regulasi,” kata pebalap asal Finlandia yang sebelumnya ingin membalap seperti di tahun 1960 – 1970-an yang lebih berbahaya itu.

Baca juga: Perez: Racing Point tertinggal jauh di persaingan papan tengah

Baca juga: Ecclestone melirik masa depan balap mobil elektrik

Baca juga: Bos Mercedes: Tenaga mesin Ferrari tak tertandingi

Baca juga: Balapan ke-1.000 Formula Satu dalam angka
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perez: Racing Point tertinggal jauh di persaingan papan tengah

Jakarta (ANTARA) – Sergio Perez merasa jika timnya, Racing Point, jauh tertinggal dibanding tim-tim rival di papan tengah karena kurangnya pengembangan dan paket upgrade bagi mobil balap mereka.

Mendapati mobil mereka finis di peringkat sembilan tercepat ketika tes pramusim, Racing Point mengenalkan mobil yang mendapatkan upgrade besar-besaran ketika seri perdana F1 2019 di Australia, di mana Lance Stroll mampu membawa mobil RP19 dengan finis di peringkat sembilan.

Namun Perez mengaku masih banyak pekerjaan yang harus dilakuan tim untuk memaksimalkan potensi RP19. “Aku kira upgrade yang kami bawa di awal musim kami tidak punya waktu cukup untuk menguji atau mengerjakannya,” kata Perez jelang GP China seperti dikutip laman resmi Formula 1, Kamis. Pebalap Racing Point Sergio Perez dalam menjalani sesi kualifikasi GP Bahrain di Sirkuit Sakhir (30/3) Reuters/Hamad I Mohammed

Walapun mampu mengemas sebanyak tiga poin dari dua balapan pertama, Racing Point sedang berada di posisi terburuk di antara tim papan tengah lainnya.

“Kami mencetak poin di Melbourne dan di Bahrain, tapi saat ini, kami tidak cukup kencang, kami tidak berada di tempat yang kami inginkan,” kata pebalap asal Meksiko itu.

Sebelumnya, kepala tim Racing Point Otmar Szafnauer mengiyakan rencana tim itu untuk membawa upgrade di setiap balapan musim 2019, hal yang bisa mereka lakukan mengingat suntikan dana dari konsorsium yang dipimpin oleh Lawrance Stroll yang mengambil alih kepemilikian tim pada pertengahan tahun lalu.

Perez pun yakin dukungan finansial tim itu bisa membantu mereka memecahkan masalah dan mengembalikan performa mereka di papan tengah, yang cukup ketat persaingannya pada musim ini.

Satu musim balapan Formula 1 cukup panjang. “Tidak masalah di mana kalian berada sekarang, yang terpenting adalah di mana kalian nanti ketika sampai di Abu Dhabi (seri terakhir). Aku kira kami memahami masalah kami, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan aku cukup yakin jika kami akan memenuhi target kami di akhir musim nanti.

Racing Point saat ini berada di peringkat sembilan klasemen konstruktor dengan mengemas tiga poin, di atas tim Williams, yang sama sekali belum meraih poin, di peringkat paling buncit.

Baca juga: Ecclestone melirik masa depan balap mobil elektrik

Baca juga: Bos Mercedes: Tenaga mesin Ferrari tak tertandingi

Baca juga: Balapan ke-1.000 Formula Satu dalam angka
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ecclestone melirik masa depan balap mobil elektrik

Jakarta (ANTARA) – Mantan orang nomor satu di Formula 1, Bernie Ecclestone, mengkhawatirkan masa depan bisnis balapan jet darat itu seiring perkembangan pesat mobil-mobil balap bertenaga listrik.

Menjelang perayaan balapan Grand Prix ke-1000 yang akan digelar di China, pria berusia 88 tahun asal Inggris yang pernah mengritik suara mesin F1 zaman sekarang terlalu pelan itu mengungkapkan masa depan balapan yang lebih sunyi lagi.

Formula E di masa depan akan tumbuh menjadi industri besar dengan keterlibatan pabrikan-pabrikan besar, demikian Ecclestone seperti dikutip Reuters, Kamis pagi.

“Suatu bentuk hiburan yang berbeda namun Formula E akan semakin besar dan semakin besar, itu lah yang sedang terjadi pada mereka,” kata Ecclestone. “Dan Formula 1 akan menderita oleh karenanya.”

Jika dia diberi usia 50 tahun lebih muda dari sekarang, Ecclestone mengaku akan tetap memilih menjalankan sirkus Formula 1, namun kenyataannya mantan ketua eksekutif Grup Formula One itu melirik balapan Formula elektrik sebagai bisnis yang menjanjikan banyak peluang baru.

“Ada lebih banyak kesempatan untuk melakukan ekspansi besar di sana dan lebih banyak peluang secara komersial dari pada melakukan perubahan di Formula One,” kata Ecclestone soal Formula E.

Baca juga: Bos Mercedes: Tenaga mesin Ferrari tak tertandingi

Selama beberapa dekade, Ecclestone adalah wajah Formula 1. Mengatur segala kesepakatan, dan mengubah olahraga otomotif itu menjadi bisnis bernilai miliaran dollar seperti sekarang ini.

Pada 23 Januari, Ecclestone turun sebagai kepala eksekutif digantikan oleh Chase Carey. Walaupun demikian, dia ditunjuk sebagai kepala emeritus dan bertindak sebagai penasehat bagi dewan pemegang saham.

Ecclestone menjadi saksi peluncuran kejuaraan dunia yang pertama kali, kala itu Grand Prix Inggris di Silverstone pada 1950 sebagai pebalap yang berkompetisi di kelas 500cc Formula 3 di sirkuit bekas lapangan udara itu.

“Aku tak ingat apakah aku terkesan atau tidak. Aku ragukan itu. Kala itu aku hanya ingin menyelesaikan apa yang seharusnya aku lakukan,” kata dia.

Ecclestone yang belum sempat menghadiri balapan Formula 1 tahun ini, setelah juga melewatkan GP Bahrain karena keracunan makanan, mengaku skeptis jika China akan menjadi balapan GP Formula 1 ke-1.000.

Baca juga: Balapan ke-1.000 Formula Satu dalam angka

Angka itu termasuk juga 11 edisi balapan Indianapolis 500, juga balapan dengan regulasi Formula 2.

“Aku tak pernah mengecek dan aku hanya tahu jika seseorang pernah mengatakan kepadaku beberapa waktu lalu, tapi lebih dari 800,” kata sang bilyuner itu terkait berapa banyak GP yang dia hadiri. “Aku tak tahu tepatnya berapa banyak.”

Musim balapan tahun ini, Ecclestone tadinya menjagokan pebalap Ferrari Sebastian Vettel sebagai juara dunia.

“Aku kira dia akan menang mudah,” prediksi dia yang terlihat goyah setelah rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc, lebih bersinar dari sang pebalap Jerman itu ketika di Bahrain.

“Aku (masih) mengira dia akan menang. Namun tidak mudah.” kata Ecclestone.

Baca juga: GP China jadi balapan Formula Satu ke-1.000
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IMI dukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021

Jakarta (ANTARA) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyatakan dukungannya atas rencana penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Lombok pada 2021.

“Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika ini sangat bagus bagi Indonesia demikian juga bagi IMI. Kesuksesan penyelenggaraan ini akan membuka peluang bagi lomba-lomba bertaraf internasional lainnya,” kata Ketua IMI Sadikin Aksa usai bertemu dengan direksi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Badan Usaha Milik Negara, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi regulator penyelenggaraan MotoGP tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan badan yang ditunjuk untuk mengoperasi dan menangani penyelenggara MotoGP ini,” kata dia.

Sebagai organisasi otomotif, kata dia, IMI menginduk kepada Federation International de Motocyclisme (FIM) yang akan membantu penyelenggaraan MotoGP.

Agenda utama pertemuan dengan ITDC adalah mengadakan koordinasi homologasi street sirkuit Mandalika dan persiapan penyelenggaraan balap MotoGP di Mandalika, termasuk pelatihan dan penyiapan race marshalls dan officials.

Salah satu yang akan dilibatkan dalam penyiapan race marshalls adalah pemuda di sekitar Mandalika. Hal itu sejalan dengan masukan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah agar anak-anak muda Lombok dapat dilatih sebagai marshal dan official.

“Kewajiban kita saat ini adalah menyampaikan detil data sirkuit sebagai syarat keamanan yang memang merupakan syarat utama,” ujar dia.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer selaku pihak BUMN yang bergerak di bidang pengembangan pariwisata, di antaranya di Nusa Dua Bali dan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, menyatakan optimistis dapat menyelesaikan semua persyaratan untuk balap motor tersebut pada Mei 2019.

Ia mengatakan kehadiran ITDC dalam ajang itu sebagai penyedia sirkuit serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar pariwisata dapat ikut terdongkrak melalui agenda tersebut.

“Seperti diketahui pariwisata di Lombok sempat terdampak akibat bencana dan tsunami, melalui ajang ini diharapkan daerah ini dapat kembali bangkit, bahkan dapat memberi kontribusi bagi pariwisata nasional,” kata dia.

Pembangunan sirkuit MotoGP, kata Abdulbar, akan dilakukan oleh Vinci, selaku pelaksana konstruksi yang memang sudah mengantongi sertifikasi untuk sirkuit berstandar internasional.

“Sirkuit itu sifatnya tidak permanen, kalau sudah tidak digunakan balapan dapat dipergunakan sebagai fasilitas lalu lintas di kawasan Mandalika,” ujar dia.

Diproyeksikan penyelenggaraan MotoGP dan pengelolaan fasilitasnya akan menyerap ribuan tenaga kerja, baik secara temporer pada saat lomba maupun reguler untuk pengelolaan fasilitas yang ada.
 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yamaha incar podium GP Amerika Serikat

Jakarta (ANTARA) – Duo pebalap tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, akan mencoba mematahkan dominasi Marc Marquez di Sirkuit of the Americas, Austin, Texas, pada akhir pekan nanti.

Usai puasa podium sejak GP Jerman 2018, Valentino Rossi kembali mempersembahkan podium untuk Yamaha di balapan GP Argentina akhir bulan lalu yang akan menjadi momentum bagi pebalap berusia 40 tahun itu untuk menunjukkan tajinya di Austin.

“Perasaan yang sangat hebat bisa berdiri lagi di podium di Argentina, setelah menunggu sekian lama, untuk tim dan juga fans. Tapi kini kami harus fokus ke Grand Prix selanjutnya,” kata pebalap asal Italia itu seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Rabu.

Juara dunia delapan kali itu pernah dua kali naik podium di Sirkuit Americas, sejak pertama kali sirkuit sepanjang 5.513 meter itu menggelar balapan MotoGP pada 2013.

The Doctor meraih tempat kedua pada 2017 dan peringkat ketiga di Austin di musim balapan 2015. Sedangkan tahun lalu, dia harus puas finis di peringkat empat di sirkuit yang memiliki lintasan lurus terpanjang, 1,2 km itu.

“Kita tahu Austin adalah trek yang rumit. Mungkin dia adalah trek tersulit dan paling teknis di musim MotoGP, tapi akhir tahun lalu tak terlalu buruk bagiku.”

Sementara itu, rekan satu timnya, Maverick Vinales, terakhir kali meraih podium di Austin pada 2018 ketika finis kedua di belakang Marc Marquez (Repsol Honda), yang telah memenangi enam balapan di sana.

Beruntung, Vinales tiba di Texas dengan kondisi tidak cedera setelah terjatuh di Argentina karena bersenggolan dengan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di lap terakhir.

“Hal pertama yang ingin aku katakan adalah saya tiba di Austin dengan kondisi fisik yang bagus setelah kecelakaan di Argentina, dan itu adalah hal terpenting. Beruntung, saya tidak terluka dan bisa memulai seri ketiga di kalender dengan kekuatan penuh,” kata pebalap yang pernah juara di Austin pada 2014 ketika masih turun di kelas Moto2 itu.

“Austin adalah trek yang saya sukai dan di mana aku saya merasa bagus dengan motor,” kata Vinales.

“Saya memiliki kenangan baik di Sirkuit Americas, jadi akan mencoba untuk menikmati Grand Prix ini sebisa mungkin. Kami akan mencoba merubah sebagian kecil hal yang kami temui di seri sebelumnya untuk bisa meraih podium, itu adalah tujuan utama kami.”

Sejak pertama kali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2013, Sirkuit Americas selalu memunculkan bintang tunggal balapan. Belum ada yang bisa mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda) dalam enam kali balapan terakhir di sana.

Seri ketiga balapan MotoGP di Sirkuit Americas akan diawali dengan sesi latihan bebas FP1 dan FP2 pada Jumat (12/4) mulai pukul 21:55 WIB, dan sesi latihan bebas FP3, FP4 yang dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu mulai pukul 21:55 WIB.

Balapan MotoGP akan digelar Senin dini hari (15/4) pukul 02:00 WIB.

Baca juga: Siapa mampu patahkan dominasi Marquez di Austin?

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos Mercedes: Tenaga mesin Ferrari tak tertandingi

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Mercedes-AMG F1 Toto Wolff  jelang GP China mewaspadai kekuatan mesin Ferrari, yang ia sebut memiliki tenaga paling besar di antara paket mesin mobil penantang lainnya di balapan Formula 1 musim ini.

Wolff mengaku terkejut dengan kecepatan Ferrari ketika turun di GP Bahrain, setelah sebelumnya “melempem” di seri pembuka di Australia.

“Performa di lintasan lurus mengagumkan. Tenaga yang mereka tunjukkan tidak bisa ditandingi oleh yang lain,” kata Wolff seperti dikutip laman resmi Formula 1 pada Rabu.

“Aku kira ada keunggulan lima per sepuluh detik hanya di lintasan lurus ketika kualifikasi. Itu sangat sulit untuk ditandingi. Jadi menurut pendapat saya kami harus membiasakan diri dengan tingkat performa seperti itu dan Melbourne adalah pengecualian.”

Kecepatan mobil SF90 bukan semata-mata karena koefisien drag yang kecil, namun karena memang power unit Ferrari yang disematkan di dalamnya memiliki tenaga yang melimpah, kata Wolff.

Mercedes pun sadar mereka diuntungkan oleh kesialan Ferrari di Bahrain, ketika power unit mobil yang dikendarai Charles Leclerc kehilangan tenaga yang menyebabkan dia harus kehilangan peluang meraih podium pertama.

Pekan ini, Sirkuit Intenasional Shanghai akan menggelar balapan seri ketiga Formula 1 2019, yang akan menjadi balapan kejuaraan dunia ke-1000.

Mercedes tercatat telah lima kali meraih gelar juara di Shanghai, sebagian besar diraih di era mesin turbo hybrid V6. Sementara Ferrari menguntit dengan empat gelar juara di sana, diikuti oleh McLaren sebanyak tiga kali dan Red Bull sejumlah dua kali.

Jelas Ferrari telah memperbaiki masalah yang dia dapati di Melbourne dan kembali dengan kecepatan yang tak terdingi di Bahrain, baik dalam sesi kualifikasi maupun balapan. Namun, sayang isu reliabilitas mendera tim Kuda Jingkrak di balapan seri kedua itu.

Charles Leclerc, yang tampil brilian di Bahrain, akan menggunakan power unit yang sama dengan yang dia pakai di Bahrain. Mengingat penggunaan komponen mesin bagi pebalap dibatasi di setiap musimnya.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengungkapkan bahwa mesin yang dipakai Leclerc di Bahrain kehilangan satu silider mesin.

Tim menyatakan jika kegagalan mesin itu disebabkan oleh hubungan arus pendek di dalam unit pengendali injeksi.

“Aku harap mobil bisa tampil bagus seperti di Bahrain, sehingga aku bisa berjuang mendapatkan hasil yang pantas bagi kami,” kata pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu.

Baca juga: Balapan ke-1.000 Formula Satu dalam angka

Baca juga: GP China jadi balapan Formula Satu ke-1.000
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMX Indonesia bertekad pertahankan predikat juara Asia

Jakarta (ANTARA) – Timnas BMX Indonesia terutama di sektor putra bertekad mempertahankan predikat juara Asia pada Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 di Sirkuit Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia,13-14 April.

“Harapannya seperti itu. Kita sangat serius menyiapkan tim untuk kejuaraan ini,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Apa yang dikatakan oleh orang nomor satu di PB ISSI ini bukan tanpa alasan karena Asian BMX Cycling Championship 2019 juga sebagai kejuaraan untuk mendulang poin sebelum bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Pada Asian BMX Cycling Championship 2019, timnas diperkuat pebalap terbaiknya saat ini yaitu juara Asia BMX 2018 Rio Akbar. Berikutkan peraih perak Asian Games 2018 I Gusti Bagus Saputra, pebalap senior Toni Syarifudin dan pebalap muda Fasya Ahsana Rifki.

Fasya Ahsana Rifki merupakan pebalap berusia 19 tahun yang baru saja naik kelas ke senior. Pebalap Jawa Tengah ini merupakan juara pertama junior Men Junior Internasional BMX dan urutan ketiga dalam Men Junior Asian BMX Championship 2018.

“Semoga dengan komposisi ini kita bisa bicara banyak. Apalagi pebalap kita sangat familiar dengan lintasan yang bakal digunakan. Fasya kemampuannya juga tidak diragukan lagi,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra.

Selain mengirimkan tim senior, PB ISSI juga mengirim satu pebalap BMX junior yaitu Yossi Saputra. Pebalap berusia 17 tahun asal DKI Jakarta ini merupakan juara junior di kejuaraan internasional di Banyuwangi.

Sementara itu untuk sektor putri elit, Indonesia hanya mengirimkan satu pebalap saja yaitu Wiji Lestari yang juga peraih perunggu Asian Games 2018. Hal tersebut terjadi karena salah satu pebalap andalan yaitu Elga Kharisma Novanda masih dalam pro penyembuhan cedera.

“Untuk pelatih kami mengirim dua orang. Nurwarsito dan Ari Kristanto,” kata Budi Saputra menegaskan.

Baca juga: Bagus dan Rio tetap jadi tumpuan Indonesia di ACC Malaysia

Baca juga: Timnas sepeda Indonesia diharapkan raih gelar juara ATC 2019

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP China jadi balapan Formula Satu ke-1.000

Jakarta (ANTARA) – Pekan ini, Formula Satu merayakan balapan kejuaraan dunia ke-1.000 pada Grand Prix China di Shanghai, yang adalah salah satu sirkuit F1 paling baru. Tapi harus hati-hati dalam memaknai tonggak bersejarah ini karena masih diliputi perdebatan.

Ini karena dari fakta 999 balapan kejuaran sejauh ini ada yang level grand prix dipertanyakan, selain ada beberapa juara di masa lalu yang bahkan tak pernah mengendari kendaraan Formula Satu.

Dari 1950 sampai 1960 –seluruhnya 11 balapan–, Indianapolis 500 di Amerika Serikat dimasukkan sebagai bagian kejuaraan dunia sekalipun sangat sedikit pebalap Formula Satu yang menyeberangi Samudra Atlantik untuk berlomba di balapan ini. Pebalap-pebalap tuan rumah merampas semua poin dan berlomba di antara mereka sendiri.

Bill Vukovich finis ketujuh pada Formula Satu 1953 dan keenam pada edisi 1954. Tetapi setelah menjuarai Indy 500 dalam dua tahun itu dia menutup riwayat hidupnya.

Kematiannya pada Indy 1955 membuatnya menjadi pebalap pertama yang tewas selagi berlomba dalam kejuaraan Formula Satu.

Vukovich tak pernah mengendarai mobil Formula Satu sekalipun dua kali menjuarai F1, satu kali berada di pole position, tiga kali lap tercepat dan meraih 19 poin dari lima balapan yang semuanya di Indiana.

Ketika pebalap Inggris Jim Clark juara di The Brickyard pada 1965, diikuti rekan senegaranya dan sesama juara F1 Graham Hill pada 1966, Indy 500 tak lagi menjadi bagian dari kalender F1.

Pada 1952 dan 1953 kejuaraan dunia diadakan berdasarkan aturan Formula Dua mengingat sedikitnya kendaraan Formula Satu yang berlomba setelah Alfa Romeo mundur.

Baca juga: Russell tercepat dengan kemudi Mercedes di Bahrain

Itu artinya 26 balapan sejak yang pertama diadakan di Silverstone pada 1950, sebenarnya bukan kendaraan Formula Satu.

Balapan di China sendiri tak terlalu bisa dianggap sebagai grand prix ke-1.000 karena sudah ada balapan serupa sejak awal abad ke-20 ketika Prancis menggelar balapan otomotif.

Pebalap Hungaria Ferenc Szisz dipandang sebagai pebalap pertama yang menjuarai sebuah grand prix, yaitu di Le Mans pada 1906, sementara Grand Prix Monaco yang merupakan balapan glamour dalam kalender saat ini, sudah digelar sejak 1929.

Silverstone, bekas pangkalan udara untuk Perang Dunia Kedua di Inggris tengah, menjadi tuan rumah grand prix 1948 dan 1949 sebelum Giuseppe ‘Nino’ Farina menjuarai kejuaraan Formula Satu pertama di sana pada 13 Mei 1950.

Menyebut China sebagai balapan Formula Satu ke-1.000 tidak terlalu tepat karena sudah diadakan beberapa balapan non Formula Satu selama berpuluh-puluh tahun.

Terakhir diadakan di Brands Hatch pada 1983 ketika juara dunia Keke Rosberg berdiri di puncak podium bersama pebalap Amerika Danny Sullivan dan juara GP Australia 1980 Alan Jones. Nigel Mansell, juara dunia Formula Satu 1992, tidak finis dalam tiga tercepat saat itu.

Juga sering disebut hanya ada dua pebalap wanita yang pernah mengikuti kejuaraan dunia Formula Satu. Salah satunya, Desire Wilson dari Afrika Selatan yang menjuarai kejuaraan Formula Satu Inggris di Brands Hatch pada 1980.

Baca juga: Alonso puji performa McLaren, tapi tak tertarik balik ke F1

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Profil singkat pebalap timnas BMX untuk kejuaraan Asia

Jakarta (ANTARA) – Berikut profil singkat pebalap timnas BMX Indonesia yang diturunkan pada Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 di Sirkuit Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia,13-14 April berdasarkan data dari PB ISSI.

Men Elite

1. Nama : RIO AKBAR
Usia : 23
Pengprov : Jawa Barat
Prestasi 2 tahun terakhir :
– Juara 3 BMX Internasional C1 Banyuwangi 2017
– Juara 1 BMX Internasional C1 Thailand 2017
– Juara 2 National Championships 2018
– Juara 1 Test Event Asian Games 2018
– Gold Medal Asian BMX Championship Thailand 2018

Peringkat UCI : 49

2. Nama : I GUSTI BAGUS SAPUTRA
Usia :25
Pengprov : NTB

Prestasi 2 tahun terakhir :
– Medali Emas SEA Games 2017, Malaysia
– 1st Nasional Championship 2017
– Medali Perak Asian Games 2018 Jakarta
– 1st Nasional Championship 2018

Peringkat UCI : 72

3. Nama : TONI SYARIFUDIN
Usia : 28
Pengprov : Jawa Tengah
Prestasi 2 tahun terakhir :
2017
– 3rd place Banyuwangi International
– 1st place YCBMX Yogjakarta
– 1st place GCC BMX series Yogjakarta
2018
– 2nd place Banyuwangi International
– 5th place Asian Games 2018
– 2nd place GCC BMX series Yogjakarta
– 5th place Thailand Open C1 event
– 1st place Indonesia BMX League Jakarta

Peringkat UCI : 95

4. Nama : FASYA AHSANA RIFKI
Usia : 19
Pengprov : Jawa Tengah

Prestasi 2 tahun terakhir :
2017
– Juara 2 Internasional BMX Banyuwangi round 1
– Juara 3 Internasional BMX Banyuwangi round 2
– Juara 2 Men Junior National Championship round 2

2018
– Juara 1 Men Junior Internasional BMX Banyuwangi round 1
– Juara 1 Men Junior Internasional BMX Banyuwangi round 2
– Juara 3 Men Junior Asian BMX Championship 2018
– Juara 2 Men Junior Nasional Championship

Peringkat UCI : –

Men junior

Nama :YOSI SAPUTRO
Usia :17
Pengprov :DKI JAKARTA

Prestasi 2 tahun terakhir :
– Juara 1st C1 international Banyuwangi
– Juara 1st BMX open DKI Jakarta.

Women elite

Profile Atlit Timnas BMX yang akan turun di Asian BMX Championship 2019.

Women Elite

Nama : WIJI LESTARI
Usia : 19
Pengprov : Jawa Timur

Prestasi 2 tahun terakhir :
– Juara 3 Women Junior ACC Thailand 2017
– National Championship 2018 Juara 1 Women Junior
– Asian Games Jakarta 2018 Medali Perunggu

Peringkat UCI : –

Baca juga: BMX Indonesia bertekad pertahankan predikat juara Asia

Baca juga: Bagus dan Rio tetap jadi tumpuan Indonesia di ACC Malaysia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Balapan ke-1.000 Formula Satu dalam angka

Jakarta (ANTARA) – Grand Prix China, Minggu pekan ini, akan menjadi balapan ke-1.000 dalam kejuaraan dunia Formula Satu sejak pertama diadakan di Silverstone pada 1950.

Berikut angka-angka keramat bertalian dengan kejuaraan dunia F1, seperti dikutip Reuters:

0,5 – Adalah poin yang dicetak pebalap wanita dalam sejarah Formula Satu. Hanya dua wanita yang ikut dan keduanya orang Italia, yakni Maria Teresa de Filippis dan Lella Lombardi. Lombardi finis pada urutan keenam di Spanyol pada 1975, dengan separuh poin diberikan setelah balapan karena kecelakaan fatal.
1 – Satu juara anumerta, pebalap Austria Jochen Rindt tewas selagi berlatih untuk Lotus di Monza pada 1970. Nina sang istri diserahi trofi juara.
7 – Frekuensi juara paling banyak yang diraih seorang pebalap di mana Michael Schumacher dari Jerman meraih gelar juara dunia ketujuhnya pada 2004 bersama Ferrari.
10 – Jumlah orang Inggris yang menjadi juara dunia F1. Brazil, Jerman dan Finlandia masing-masing tiga orang. Selain itu, 19 pebalap asal Inggris memenangi berbagai balapan.
15/16 – 15 pebalap Ferrari menjadi juara dunia, belum disamai tim mana pun. Kelimabelas pebalap Ferrari ini juga menjadi juara konstruktor sebanyak 16 kali dan enam kali juara berturut-turut dari 1999 sampai 2004.
17/18 – Max Verstappen dari Belanda berusia 17 tahun ketika menjadi pebalap termuda F1 dengan mengendarai Toro Rosso. Dia menjadi pemenang balapan termuda dalam usia 18 tahun sewaktu mengendarai Red Bull pada GP Spanyol 2016.
21 – Jumlah negara asal pebalap yang menjadi juara.
29 – Jumlah gelar juara yang ditentukan pada balapan terakhir. Terakhir terjadi pada 2016 ketika Nico Rosberg dari Jerman menjadi juara bersama Mercedes di Abu Dhabi.
33 – Jumlah juara dunia, mulai dari Giuseppe Farina sampai Hamilton. 20 pebalap masih hidup dan Jackie Stewart (1969, 1971 dan 1973) menjadi yang paling tua yang masih hidup.
34 – Jumlah konstruktor yang memenangi balapan. Empat besar (Ferrari, McLaren, Williams dan Mercedes) sudah memenangi 620 dari total 999 balapan.
46 – Usia tertua pebalap yang menjadi juara dunia ketika pebalap Argentina Juan Manuel Fangio pada 1957 berusia 46 tahun 41 hari saat menjadi juara dunia kelima kalinya.
53 – Usia paling tua yang memenangi balapan ketika Luigi Fagioli dari Italia yang lahir pada 1898 memacu kendaran di tujuh balapan kejuaraan dunia pada 1950 dan 1951. Dia menang di Prancis pada 1951 dan tewas pada 1952 dalam latihan GP Monako.

Baca juga: GP China jadi balapan Formula Satu ke-1.000

55 – Louis Chiron dari Monako tetap menjadi pebalap paling tua yang mengawali lomba di GP Monako pada 1955.
61 – Jumlah kejuaraan konstruktor. Sejak Vanwall juara pertama kalinya pada 1958, 15 tim sudah menjadi juara.
71 – Jumlah sirkuit yang menuanrumahi balapan F1. Total 32 negara, belum termasuk Luxembourg dan San Marino, menggelar balapan F1.
83 – Ferrari menjadi pemegang rekor 83 kali finis nomor satu dan dua selama bertahun-tahun, disusul McLaren dengan 47 kali. Mercedes 46 kali.
84 – Tak ada pebalap mana pun yang paling sering menempati pole position selain Lewis Hamilton yang menempati pole position ke-84 pada GP Australia, Maret lalu.
91 – Jumlah balapan terbanyak yang dimenangi seorang pebalap ketika Schumacher terakhir kali menang di China pada 2006 bersama Ferrari.
99 – Sejak 1950, sudah 99 pebalap yang mengawali lomba pada pole position. Leclerc di Bahratin bulan lalu adalah pebalap ke-99 yang berada di pole position pada balapan ke-999.
107 – Jumlah pemenang balapan Formula Satu, termasuk Indianapolis 500 antara 1950 – 1960.
155 – Jumlah pebalap yang paling sering naik podium, kembali dicatat Schumacher.
163 – Jumlah pebalap Inggris dan merupakan paling banyak dibandingkan negara mana pun.
220 – Rekor jumlah pole position yang dicatat Ferrari, disusul McLaren dengan 155 kali.
235 – Jumlah balapan yang dimenangkan Ferrari, tim paling tua di F1 yang sekaligus satu-satunya tim yang selalu ikut pada setiap musim. McLaren menyusul dengan 182 balapan.
323 – Pebalap Brasil Rubens Barrichello dan Schumacher yang sama-sama di Ferrari, menjadi dua pebalap yang paling sering berlomba paling depan dibandingkan dengan pebalapan mana pun.
752 – Finis podium paling banyak yang kembali menjadi milik Ferrari.
764 – Jumlah pebalap F1 sejauh ini.
974 – Jumlah balapan yang diikuti Ferrari (972 di antaranya paling depan).

Baca juga: Alonso puji performa McLaren, tapi tak tertarik balik ke F1

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siapa mampu patahkan dominasi Marquez di Austin?

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Americas (Circuit of the Americas) di Austin, Texas, Amerika Serikat akan menggelar seri ketiga balapan MotoGP 2019 pada akhir pekan ini.

Sejak pertama kali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2013, Sirkuit Americas selalu memunculkan bintang tunggal balapan. Belum ada yang bisa mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda) dalam enam kali balapan terakhir di sana.

Mampukah juara dunia lima kali MotoGP itu mempertahankan dominasinya di Austin?

Kecuali jika ada pebalap lain yang lebih cepat dari Marquez, atau jika pebalap asal Spanyol itu membuat kesalahan di trek, Sirkuit Americas akan memiliki juara baru.

Duo pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, serta rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo pernah merasakan podium di Sirkuit Americas namun belum mampu mematahkan dominasi Marquez.

Vinales meraih kemenangan pertamanya di kelas Moto2 di Austin dan menunjukkan kecepatan yang bagus di sana, terutama pada 2017 ketika menempel ketat Marquez sebelum mengalami kecelakaan. Vinales juga menjadi runner-up di GP Amerika Serikat tahun lalu.

Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati), sementara itu, kurang beruntung di Austin di tiga tahun terakhir. Hasil terbaiknya di Austin diraih pada 2015 sebagai runner-up.

Dengan defisit empat poin dari Marquez di klasemen pebalap, Dovi akan coba kembali memanfaatkan kekuatan mesin Desmosedici 2019-nya di sirkuit yang memiliki lintasan lurus sejauh 1,2 km itu, terpanjang di antara sirkuit lain di kalender balapan MotoGP.

Valentino Rossi, setelah memetik hasil positif dengan finis kedua di Argentina, juga akan mencoba peruntungannya dengan Yamaha di Austin, di mana dia pernah meraih podium kedua pada 2017 lalu.

Memiliki total panjang 5.513 meter dengan 11 tikungan ke kiri dan sembilan tikungan ke kanan, Sirkuit yang didesain Hermann Tilke itu menawarkan tantangan tersendiri bagi para pebalap dengan kombinasi tikungan panjang, tikungan pelan, titik pengereman keras dan lintasan lurus yang cepat yang menuntut performa prima dari motor.

Ada sejumlah titik panas di trek yang menawarkan kesempatan baik untuk menyalip seperti di zona pertama di Tikungan 1, di mana terdapat tanjakan di ujung lintasan lurus setelah start dan tikungan lambat ke kiri.

Kemudian di zona 2 di Tikungan 11, setelah lintasan menurun, pebalap harus mengambil garis lintasan yang bagus di tikungan patah itu untuk menyambut lintasan lurus panjang setelahnya.

Di ujung lintasan lurus, di zona 3, pebalap akan melakukan pengereman keras di trek yang menurun untuk menyambut Tikungan 12.

Paul Trevathan, kepala mekanik Red Bull KTM Racing mengatakan jika Sirkuit Americas memiliki karakter trek yang menyiksa ban depan motor karena sejumlah tikungan lambat yang memaksa pebalap menggunakan gigi pertama di tikungan.

“Kalian menaruh banyak beban di depan sepanjang waktu. Bagi saya ini selalu menjadi tempat di mana kita harus sangat mengkhawatirkan bagian depan dan ban depan. Kami telah melihat para pebalap kami tercecer di balapan karena ban depan yang aus,” kata Trevathan.

Antonio Jimenez, kepala mekanik Aprilia Racing Team Gresini sependapat dengan Trevathan.

“Bagi saya hal paling kritis adalah di mana kami harus menggunakan gigi pertama. Ada dua atau tiga titik di mana tikungan sangat sempit.”

“Sangat rumit setiap kali kalian memakai gigi pertama, rumit dalam mengatur elektronik, rumit untuk melakukan restart karena motor menjadi sedikit lebih agresif. Ini mungkin salah satu sirkuit paling susah untuk melakukan setup motor,” kata Jimenez.

Titik panas selanjutnya berada di zona empat di mana terdapat tiga tikungan berturut-turut, 13-14-15, yang menuntut pergantian arah motor dengan cepat.

Seperti yang dikatakan oleh kepala mekanik tim Mission Winnow Ducati Alberto Giribuola jika Sirkuit Americas merupakan salah satu sirkuit yang paling berat bagi tubuh seorang pebalap.

“Ada banyak pergantian arah, jadi jika motor terasa berat bagi pebalap maka akan sulit bagi pebalap untuk mengakhiri balapan dengan kondisi bagus. Jadi kami harus membuat motor yang cepat dalam pergantian arah, mudah dan ringan,” kata Giribuola seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Lalu titik panas terakhir berada di zona 5 di Tikungan 20 yang merupakan tikungan terakhir di mana pebalap harus keluar dengan cepat, memiliki grip yang bagus dan sudut kemiringan yang maksimal, untuk beradu menuju ke garis finis.

Selain meraih trofi juara terbanyak, Marc Marquez memegang rekor waktu putaran tercepat di Sirkuit Americas, yaitu 2 menit 2,135 detik yang dia ciptakan pada 2015.

Di samping para pebalap dari tim papan atas, Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol), walaupun belum pernah naik podium di Austin, pebalap asal asal Inggris itu akan membalas hasil buruknya usai mendapat penalti ketika di GP Argentina.

Crutchlow sementara memimpin perolehan poin di antara pebalap tim independen lainnya diikuti oleh Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) dan Jack Miller (Pramac Racing).

Sementara itu, Alex Rins dari tim Suzuki Ecstar pernah meraih podium pertama di Austin ketika membalap di kelas Moto2 dan Moto3. Dia hanya perlu kemenangan di Sirkuit Americas di kelas MotoGP untuk melengkapi hattricknya.

Seri ketiga balapan MotoGP di Sirkuit Americas akan diawali dengan sesi latihan bebas FP1 dan FP2 pada Jumat (12/4) mulai pukul 21:55 WIB, dan sesi latihan bebas FP3, FP4 yang dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu mulai pukul 21:55 WIB.

Balapan MotoGP akan digelar Senin dini hari (15/4) pukul 02:00 WIB.

Baca juga: Hasil GP Argentina, Marquez puncaki klasemen usai tampil dominan
Baca juga: Marquez tak terkejar untuk finis pertama di GP Argentina

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto masih adaptasi dengan Ferrari 488 GT3 di seri Blancpain

Jakarta (ANTARA) – Pebalap nasional Rio Haryanto masih beradaptasi di belakang kemudi Ferrari 488 GT3 ketika turun di seri pertama balapan Blancpain GT Series Asia di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu.

Pada Race 2 di Sepang, Rio yang berpasangan dengan David Tjiptobiantoro finis di urutan ke-10 untuk kelas GT3 Pro-Am dan finis ke-18 secara keseluruhan di balapan yang juga diikuti oleh mobil GT4 itu.

“Kami akan berusaha lebih baik lagi untuk race berikutnya, saat ini Rio masih beradaptasi dengan mobilnya dan butuh beberapa adjustment pada mobil agar Rio dapat memberikan hasil yang maksimal,” ungkap kepala tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi dalam pernyataan tertulis yang diterima Senin.

T2 Motorsports mengawali balapan kedua dari urutan ke-15 dengan Rio Haryanto sebagai pebalap pertamanya.

Traffic yang cukup padat menjadi salah satu kendalanya.

“Balapan kali ini cukup sulit karena posisi awal kami berada di nomor 15. Di awal lomba speed sudah mirip dengan mobil-mobil lain yang berada di depan, namun overtaking masih sangat sulit karena traffic yang padat,” ungkap Rio.

“Di 30 menit awal kami hanya dapat bertahan di posisi 10 di kelasnya.”

David turun sebagai pebalap kedua menggantikan Rio di belakang kemudi Ferrari 488 GT3. Pebalap yang juga pengusaha itu pun mengungkapkan hal yang serupa dengan Rio.

“Pace kami sudah bagus dan mengimbangi pemegang urutan-urutan teratas namun posisi awal memang sangat menentukan,” kata David.

Race 2 di Sepang dimenangi oleh tim Absolute Racing, yang diperkuat pebalap Philip Hamprecht dan Tanart Sathienthirakul menggunakan mobil Porsche 911 GT3 R dengan finis 0,8 detik di depan Vutthikorn Inthraphuvasak dan Alex Imperatori dari tim Panther/AAS Motorsport, yang juga menggunakan Porshce 911 GT3 R.

Sedangkan juara Race 1 Craft-Bamboo Racing harus puas di peringkat tiga pada Race 2.

“Kami belajar sangat banyak dari race ke-1 dan race ke- 2 sehingga nantinya kami dapat melakukan banyak improvement, terutama pada sesi kualifikasi,” ungkap Rio.

Seri kedua Blancpain GT Series Asia akan digelar di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, 11-12 Mei.

Baca juga: Faktor cuaca hambat balapan pertama Rio Haryanto di Blancpain GT Asia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

M. Fadli harap sirkuit Mandalika sajikan sensasi balap jalanan MotoGP

Sentul, Bogor, (ANTARA) – Atlet para-cycling M.Fadli Imammudin berharap Sirkuit Mandalika, Lombok, memiliki daya tarik tersendiri dengan menyajikan sensasi balap jalan raya yang menarik jika menggelar MotoGP 2021 nanti.

“Saya rasa pebalap-pebalap MotoGP pun bakal happy (senang) ya karena pengalaman pertama mungkin bagi mereka di street race,” kata M.Fadli ketika ditemui di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Minggu.

Trek di Mandalika memiliki konsep sirkuit jalan raya yang dibangun sebagai bagian dari distrik sports & entertainment di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sirkuit itu akan memiliki panjang lintasan 4,32 km.

“Walaupun sirkuit jalan raya tapi syarat dengan safety, karena ada gravelnya dan ada run-off-nya,” kata Fadli, yang juga mantan pebalap motor roda dua itu.

“Selama ini kan baru F1, tapi kan tidak mungkin Sirkuit Monako menggelar balap motor karena terlalu dekat dengan tembok,” kata Fadli.

Baca juga: Dukung MotoGP, landas pacu bandara Lombok diperpanjang

“Saya harap benar-benar lancar sampai 2021.”

CEO Dorna Sports Carmelo Ezpaleta bulan lalu telah menemui Presiden Joko Widodo untuk menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Sirkuit Mandalika setelah mencapai kesepakatan untuk menggelar seri MotoGP 2021 nanti.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansyur menyatakan bahwa pembangunan sirkuit Mandalika akan dimulai pada September 2019 oleh perusahaan konstruksi asal Prancis Vinci.

Tapi sebelum dibangun, akan diadakan homologasi dan pengesahan lintasan ke Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dalam waktu dekat. Setelah itu, persiapan pra-konstruksi, pelelangan dan pengadaan.

“Kami menargetkan pengerjaan fisik dimulai pada September atau Oktober,” kata Abdulbar.

Baca juga: Sirkuit Mandalika tidak untuk Formula 1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda Jazz-Brio Speed Challenge kembali panaskan aspal sirkuit Sentul

Sentul, Bogor, (ANTARA) – Ajang balap Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Biro Speed Challenge kembali bergulir dengan digelarnya seri pertama di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Minggu.

Ajang HJSC dan HBSC terbuka untuk umum dan melombakan tiga kelas, yaitu Master (seeded A-profesional), Rising Star (seeded B-Amatir) dan promotion (non seeded-pemula).

Setelah pada tahun lalu diikuti oleh 29 pebalap, kini ajang HJSC dan HBSC 2019 diikuti oleh 39 peserta yang memiliki kesempatan meraih total hadiah lebih dari Rp 700 juta.

Di kelas HBSC, penyelenggara meningkatkan total hadiah dari RP 240 juta di tahun lalu menjadi Rp320 juta di musim balap tahun ini.

Selain itu, ada tiga kategori baru yang dilombakan yaitu Most Improve Lap time, Most Improve Position dan Fastest Lap of the year dengan hadiah masing-masing sebesar Rp10 juta.

“Di musim balap kali ini, kami berusaha menjaring lebih banyak peserta baru dengan hadiah yang lebih besar, kategori yang lebih beragam serta membuat peraturan baru untuk mendukung suasana yang lebih kompetitif,” kata direktur marketing dan after sales service PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy.

“Kami berharap olahraga balap akan semakin dikenal dan mengundang lebih banyak peminat sehingga dapat melahirkan banyak pebalap baru di Indonesia.”

Tergabung di dalam seri One Make Race, HJSC memasuki musim ke-14 sementara HBSC memasuki musim ke-7 tahun ini.

Honda Racing Indonesia, selaku penyelenggara, mengumumkan peraturan baru di musim balapan kali ini yaitu mekanisme kenaikan kelas di mana setiap pebalap yang berhasil menjadi juara umum atau minimal meraih juara pertama hingga tiga kali dalam setahun berhak untuk naik ke kelas di atasnya pada musim balap tahun depan.

Selain itu, khusus untuk pebalap yang telah meraih juara umum di musim sebelumnya akan mendapatkan pemberat sebesar 75 kg di musim balap selanjutnya.

Pada musim 2018, juara umum HJSC diraih Fitra Eri dari tim Honda Bandung Center, sedangkan juara umum HBSC diraih oleh Huga Liverda Labib (Privateer).

Selain menggelar ajang OMR, Honda Racing Indonesia, yang diwakili oleh pebalap Alvin Bahar akan turut berlaga di kejuaraan nasional Indonesia Touring Car Race (ITRC) Max dengan menggunakan mobil Honda Jazz dengan livery (stiker) baru berwarna merah dan hitam.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet para-cycling M.Fadli terpincut balapan roda empat di Sentul

Sentul, Bogor, (ANTARA) – Atlet para-cycling M.Fadli terpincut menekuni balap mobil roda empat dengan mengikuti seri Honda Jazz-Brio Speed Challenge, yang memulai seri perdananya musim ini di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Minggu.

“Saya ikut ajang ini karena ketertarikan di otomotif serta ada tawaran juga. Ada kesempatan bagus kenapa tidak?,” kata M.Fadli ketika ditemui di Sirkuit Sentul, Minggu.

Atlet peraih medali emas Asian Para Games 2018 itu memperkuat Gazpoll Racing Team yang turun di ajang HJSC dan HBSC 2019 yang masuk ke dalam seri One Main Race, yang diadakan oleh Honda Racing Indonesia.

Selain itu, Fadli, yang kali ini berada di belakang kemudi Honda Jazz, juga akan turun di seri Japan Super Touring Champinship (JSTC) dan kejuaraan nasional Indonesia Touring Car Race (ITRC) 1500 dengan mobil yang sama.

“Yang bawa saya om Ferry, dia dari tim Gazpoll. Sebenarnya saya tidak berniat balap mobil tahun ini, karena ajakan dari beliau, ada kesempatan kenapa tidak. Lumayan juga mengobati kangen di lintasan walaupun dengan roda yang berbeda,” kata Fadli, yang juga mantan pebalap motor roda dua itu.

Tahun lalu, Fadli juga pernah turun di dua ajang balap mobil di Sirkuit Sentul dan BSD.

Namun demikian, kegiatan barunya itu tidak sampai mengganggu latihan sepeda atlet yang sedang mengincar tiket ke Paralimpik Tokyo 2020 itu.

“Jadi setiap hari mulai Jumat, Sabtu, Minggu, sebelum berangkat ke sini saya harus latihan dulu di rumah… tanggung jawab saya yang paling utama itu ada di sepeda karena saya harus mencapai target di Paralimpik Tokyo.

“Saya tidak meminta izin secara ofisial, tapi dari tahun lalu mereka (tim pelatnas balap sepeda) insyaallah percaya dengan tanggung jawab yang saya punya. Apa pun kegiatannya saya tidak mungkin tinggalkan program sepeda walaupun tanpa pelatnas,” kata Fadli.

Fadli kemungkinan akan kembali menjalani pelatnas NPC para-cycling pada bulan April atau Mei.

Baca juga: M. Fadli diundang berlatih di markas federasi balap dunia
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda Jazz dan Brio Challenge kembali panaskan aspal sirkuit Sentul

Sentul, Bogor, (ANTARA) – Ajang balap Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Biro Speed Challenge kembali bergulir dengan digelarnya seri pertama di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Minggu.

Ajang HJSC dan HBSC terbuka untuk umum dan melombakan tiga kelas, yaitu Master (seeded A-profesional), Rising Star (seeded B-Amatir) dan promotion (non seeded-pemula).

Setelah pada tahun lalu diikuti oleh 29 pebalap, kini ajang HJSC dan HBSC 2019 diikuti oleh 39 peserta yang memiliki kesempatan meraih total hadiah lebih dari Rp 700 juta.

Di kelas HBSC, penyelenggara meningkatkan total hadiah dari RP 240 juta di tahun lalu menjadi Rp320 juta di musim balap tahun ini.

Selain itu, ada tiga kategori baru yang dilombakan yaitu Most Improve Lap time, Most Improve Position dan Fastest Lap of the year dengan hadiah masing-masing sebesar Rp10 juta.

“Di musim balap kali ini, kami berusaha menjaring lebih banyak peserta baru dengan hadiah yang lebih besar, kategori yang lebih beragam serta membuat peraturan baru untuk mendukung suasana yang lebih kompetitif,” kata direktur marketing dan after sales service PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy.

“Kami berharap olahraga balap akan semakin dikenal dan mengundang lebih banyak peminat sehingga dapat melahirkan banyak pebalap baru di Indonesia.”

Tergabung di dalam seri One Make Race, HJSC memasuki musim ke-14 sementara HBSC memasuki musim ke-7 tahun ini.

Honda Racing Indonesia, selaku penyelenggara, mengumumkan peraturan baru di musim balapan kali ini yaitu mekanisme kenaikan kelas di mana setiap pebalap yang berhasil menjadi juara umum atau minimal meraih juara pertama hingga tiga kali dalam setahun berhak untuk naik ke kelas di atasnya pada musim balap tahun depan.

Selain itu, khusus untuk pebalap yang telah meraih juara umum di musim sebelumnya akan mendapatkan pemberat sebesar 75 kg di musim balap selanjutnya.

Pada musim 2018, juara umum HJSC diraih Fitra Eri dari tim Honda Bandung Center, sedangkan juara umum HBSC diraih oleh Huga Liverda Labib (Privateer).

Selain menggelar ajang OMR, Honda Racing Indonesia, yang diwakili oleh pebalap Alvin Bahar akan turut berlaga di kejuraraan nasional Indonesia Touring Car Race (ITRC) Max dengan menggunakan mobil Honda Jazz dengan livery (stiker) baru berwarna merah dan hitam.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Faktor cuaca hambat balapan pertama Rio Haryanto di Blancpain GT Asia

Jakarta (ANTARA) – Tim T2 Motorsports, yang diperkuat pebalap Indonesia Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro gagal menuai hasil positif di balapan pertama seri Blancpain GT Series Asia di Malaysia, Sabtu.

“Race tidak sejalan dengan apa yang kami harapkan, di mana faktor cuaca juga menjadi ganjalan utama kami dalam mendapatkan hasil yang maksimal,” demikian kepala tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi dalam pernyataan tertulis, Sabtu.

Balapan pertama seri pembuka di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, hari itu diawali dengan sesi latihan resmi (official practice), dan dua sesi kualifikasi.

Usai mendapat hasil kualifikasi, mobil Ferrari 488 GT3 tim T2 Motorsports mengawali balapan pertama, berformat sprint race itu, dari posisi ke-14.

Di awal balapan, tim memutuskan untuk melakukan pergantian ban karena turun hujan.

“Pada start, hujan turun di sebagian area yang di mana T2 memutuskan untuk melakukan pergantian ban,” kata Irmawan.

Pada menit ke-28, T2 melakukan pergantian pebalap sekaligus mengganti ban menjadi ban kering.

Rio Haryanto menjadi pebalap kedua menggantikan David Tjiptobiantoro di balapan sepanjang kurang lebih satu jam itu.

Walaupun finis di peringkat 18 dengan selisih dua menit 1,9 detik dari juara lomba, Rio menunjukkan race pace yang tidak kalah cepat dari pebalap peringkat tiga teratas.

Tim Craft-Bamboo Racing, yang diperkuat pasangan pebalap Jeffrey Lee dan Alessio Picariello, memenangi balapan pertama di Sikuit Sepang itu.

Mengawali balapan dari posisi ke-12, Lee dan Picariello mampu menggeber mobil Mercedes-AMG GT di balapan yang sempat diwarnai cuaca hujan itu untuk meraih podium pertama.

Di tempat kedua, kembali ada mobil Mercedes-AMG GT3, kali ini milik tim Solite Indigo Racing, yang dikendarai oleh MG Choi dan Gabirele Piana.

Sementara Yusa Sakamoto dan David Russell melengkapi podium ketiga untuk tim HubAuto Corsa, yang memakai mobil Ferrari 488 GT3.

Baca juga: Persiapan Rio Haryanto hadapi seri pertama GT Asia

Baca juga: Rio Haryanto terkesan penampilan Valtteri Bottas

Baca juga: Rio Haryanto rindu membalap di ajang Formula 1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alonso puji performa McLaren, tapi tak tertarik balik ke F1

Jakarta (ANTARA) – Fernando Alonso mengaku terkesan dengan perkembangan mobil McLaren di musim balapan Formula 1 tahun ini, namun hal itu belum cukup untuk membuatnya tertarik kembali ke F1.

“Jelas ini adalah satu langkah kemajuan di semua aspek mobil,” kata Alonso usai menjalani dua hari tes bersama McLaren di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

“Aku kira mobil ini memiliki lebih banyak daya cengkeram (grip), juga memiliki lebih sedikit drag di lintasan lurus. Mesinnya pun mengalami kemajuan lebih besar. Secara keseluruhan, dalam satu paket, aku kira mobil ini berada di arah yang benar,” kata pebalap asal Spanyol itu seperti dikutip laman resmi Formula 1 pada Kamis.

Pebalap yang pensiun dari F1 di akhir musim 2018 itu merasakan McLaren memiliki dasar dan program pengembangan yang lebih baik dari tahun lalu.

“Khususnya tahun lalu, awalnya bagus, tapi kemudian kami menghentikan pengembangan kemungkinan di Mei atau Juni, jadi itu menyakitkan sampai Abu Dhabi. Pada saat itu aku tahu jika itu musim terakhirku juga,” kata Alonso.

Namun masih banyak yang harus dilakukan jika McLaren ingin bersaing dengan tiga tim teratas, paling dekat target peringkat empat atau pemimpin tim papan tengah, kata Alonso.

Setelah meninggalkan karirnya sebagai pebalap F1 akhir tahun lalu, kini juara dunia dua kali itu sedang fokus untuk turun di Indianapolis 500 untuk yang kedua kalinya.

Baca juga: McLaren MCL34 diluncurkan, Sainz jatuh hati pada pandangan pertama

Ketika ditanya soal kemungkinan dia kembali membalap di F1, Alonso menyatakan tidak menyesali keputusannya.

“Jika suatu hari aku kembali ke Formula 1, yang aku ragukan karena keputusanku sudah bulat untuk berhenti dari Formula 1, adalah jika aku meraih juara dunia. Peluang itu memikat setiap pebalap. Tapi untuk finis ketujuh atau keenam, bahkan keempat, tetap tidak memikatku,” kata Alonso.

McLaren, yang musim ini menggunakan power unit dari Renault, mengantongi poin pertama lewat Lando Norris yang finis di peringkat tujuh di balapan seri kedua di Bahrain pekan lalu.

Baca juga: Russell tercepat dengan kemudi Mercedes di Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Persiapan Rio Haryanto hadapi seri pertama GT Asia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan pebalap Indonesia Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro, yang tergabung dalam tim T2 Motorsports melakukan sejumlah persiapan menjelang seri pertama ajang balap Blancpain GT World Challenge Asia 2019.

Kedua pebalap yang akan membawa nama Indonesia itu sudah berada di Sirkuit Sepang, Malaysia, sejak Selasa dan telah melakukan penyesuaian bangku pebalap, pengaturan mobil hingga briefing dengan tim, demikian pernyataan tertulis tim T2 Motorsports, Kamis malam.

Bangku pebalap dibuat dengan cetakan yang sesuai bentuk tubuh masing-masing pebalap guna menghasilkan bentuk ideal untuk pebalap sehingga mereka nyaman dan leluasa di dalam kokpit mobil Ferrari 488 GT3 yang akan mereka gunakan.

Rio juga dikenalkan kepada tim mekanik yang sudah berada di Sepang sejak Senin. Mantan pebalap F1 tim Manor Racing itu mengaku harus melakukan penyesuaian dengan mobil Ferrari GT3.

“Ada beberapa yang beda seperti traction control dan ABS System,” kata Rio. Tim T2 Motorsports melakukan persiapan di Sirkuit Sepang jelang seri pertama Blancpain GT Series Asia. (T2 Motorsports)

Pada Rabu, kedua pebalap melewati persiapan fisik dan mental dengan menjajal Ferrari 488 GT8 bermesin turbo ganda V8 dengan tenaga maksimal sekitar 600 HP (tenaga kuda) di Sirkuit Internasional Sepang untuk beradaptasi dengan cuaca dan setting mobil yang akan digunakan pada saat seri pertama 6-7 April mendatang.

Berbeda dengan Formula 1, yang menurunkan dua pebalap dengan dua mobil berbeda, di Blancpain GT series, balapan yang diperuntukkan untuk mobil GT3 dan GT4 itu, satu tim menurunkan dua pebalap yang akan bergantian mengemudikan satu mobil yang sama.

Kolaborasi ini terdiri dari pebalap profesional dan amatir (pro/am) atau dua pebalap profesional yang memiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Silver di FIA dan harus mendapat persetujuan SRO Motorsport Group yang membawahi balapan itu.

David Tjiptobiantoro adalah pebalap Indonesia pertama yang turun pada ajang balap 24 jam. Ia memulai debutnya di dunia balap pada 2012 dengan mengikuti Ferrari Challenge Asia Pacific- Coppa Shell dan menjadi juara pada 2014 dalam ajang dan kategori yang sama.

“Kami nanti akan menemukan harmoni ketika menjalani tes awal April nanti,” kata David soal berpasangan dengan Rio. “Rio dengan pengalaman dan karier balap dia, mungkin nanti kita bisa saling isi.”

Baca juga: Kembali mengaspal, Rio Haryanto incar gelar juara Blancpain GT Asia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Russell tercepat dengan kemudi Mercedes di Bahrain

Manama (ANTARA) – Pebalap tim Williams George Russell membuktikan dirinya bisa tampil sebagai yang tercepat ketika berada di belakang kemudi mobil Mercedes W10 dalam sesi tes Formula 1 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Rabu.

Russell menggantikan juara GP Bahrain Lewis Hamilton mengemudikan mobil Mercedes pada hari kedua tes di Bahrain dan mencetak waktu tercepat 1 menit 29,029 detik untuk menungguli pebalap Racing Point Sergio Perez pada 10 menit terakhir, demikian laman resmi Formula 1, Rabu malam.

Pebalap berusia 21 tahun asal Inggris yang juara Formula 2 tahun lalu itu berjuang keras untuk bisa keluar dari posisi paling belakang ketika melakoni debut Formula 1 bersama tim Williams.

Russell pernah menjalani tes dengan Mercedes tahun lalu dan mencetak rekor trek di Hungaria pada Agustus. Pada hari kedua tes di Sakhir, dia menorehkan waktu tercepat dari dua hari tes di Bahrain dan melakoni total 101 putaran, sedangkan Sergio Perez mencetak waktu tercepat kedua menggunakan kompon ban terlunak C5.

Perez menjalani dua hari tes di Sakhir untuk mengeluarkan potensi dari upgrade paket yang dipakai di Australia. Kepala tim Racing Point Otmar Szafnauer menyatakan mereka baru membuka separuh dari potensi dari suku cadang baru pada akhir balapan GP Bahrain pekan lalu.

Hari ini Racing Point menurunkan dua pebalap, Lance Stroll dan Perez. Namun Perez lah yang mampu mencetak waktu tercepat di antara keduanya dengan 1 menit 29,095 detik.

Di tempat ketiga pebalap Ferrari Sebastian Vettel membuat perbaikan usai hasil kurang memuaskan di balapan pada Minggu. Dengan kompon ban yang lebih keras C3, pebalap asal Jerman itu mencetak waktu 1 menit 29,319 detik dan melahap 103 lap.

Sementara itu McLaren masih disibukkan dengan pengujian ban Pirelli pada hari kedua. Carlos Sainz mencetak waktu tercepat keempat menggunakan kompon C3 sebelum menyerahkan mobil McLaren MCL34 usai hanya melewati 21 putaran untuk kemudian diuji Fernando Alonso.

Baca juga: Russell: Williams tawarkan banyak potensi pengembangan

Dan Ticktum melakoni debut F1 ketika menguji mobil Red Bull hari itu dan melahap total 135 putaran dengan waktu terbaik kesembilan, 1 menit 30,856 detik, atau berselisih 0,046 detik di belakang pebalap Haas Romain Grosjean. Kedua pebalap menggunakan kompon C4.

Kemudian ada Pietro Fittipaldi yang menguji mobil Haas pada sesi pagi, sementara pebalap rookie Jack Aitken dan Nicholas Latifi untuk pertama kali menjajal mobil 2019 Renault dan Williams. Keduanya menjalani lebih dari 100 lap setelah menguji sejumlah paket aerodinamika mobil.

Putra juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, Mick Schumacher kali ini menguji mobil Alfa Romeo, setelah kemarin mengetes Ferrari SF90, dan mencatatkan waktu terbaik ketujuh dengan total 70 lap.

Pebalap Thailand Alexander Albon melakukan paling banyak putaran hari itu, 143 lap dengan mobil Toro Rosso.

Baca juga: Russell dan Wehrlein jadi pebalap cadangan Mercedes

Hasil tes Bahrain, Rabu
1. George Russell GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 29.029 detik 101 lap
2. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team 1 menit 29.095 detik 61 lap**
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 1 menit 29.319 detik 103 lap
4. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team 1 menit 29.795 detik 21 lap**
5. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 29.911 detik 111 lap
6. Mick Schumacher GER Alfa Romeo Racing 1 menit 29.998 detik 70 lap
7. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 30.037 detik 143 lap
8. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team 1 menit 30.049 detik 35 lap*
9. Dan Ticktum GBR Aston Martin Red Bull Racing Honda 1 menit 30.856 detik 135 lap
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team 1 menit 30.903 detik 87 lap**
11. Fernando Alonso ESP McLaren F1 Team (tes ban Pirelli) 1 menit 31.006 detik 69 lap**
12. Pietro Fittipaldi BRA Rich Energy Haas F1 Team 1 menit 31.209 detik 48 lap*
13. Lando Norris GBR McLaren F1 Team 1 menit 31.303 detik 72 lap
14. Jack Aitken GBR Renault F1 Team 1 menit 31.500 detik 103 lap
15. Nicholas Latifi CAN ROKiT Williams Racing 1 menit 32.198 detik 100 lap
16. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team (tes ban Pirelli) 1 menit 32.269 detik 60 lap*
*hanya sesi pagi
**hanya sesi siang

Baca juga: Serasa di rumah sendiri, Mick Schumacher komentari garasi Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serasa di rumah sendiri, Mick Schumacher komentari garasi Ferrari

Berada di garasi sejak pertama kali terasa seperti di rumah sendiri dengan banyak orang yang mengenalku

Jakarta (ANTARA) – Mick Schumacher, putra dari juara dunia Formula 1 tujuh kali, Michael Schumacher, merasa nyaman di garasi Ferrari ketika menjalani tes bersama tim “Kuda Jingkrak” di Bahrain pada Selasa dan mencatatkan waktu tercepat kedua setelah pebalap Red Bull Max Verstappen.

Di trek yang diguyur hujan, sama ketika sang ayah memenangi untuk pertama kali balapan Grand Prix Bahrain 15 tahun lalu, Schumacher muda mencatatkan waktu lebih lambat 0,597 detik dari sang pebalap Belanda itu.

Waktu tercepatnya 1 menit 29,976 detik dibuat Schumacher menggunakan kompon ban terlunak C5. Dia juga melahap 56 lap di tes yang sempat terganggu oleh cuaca buruk di hampir sebagian besar hari itu, demikian Reuters pada Rabu pagi.

“Aku sangat menikmati hari ini. Berada di garasi sejak pertama kali terasa seperti di rumah sendiri dengan banyak orang yang mengenalku sejak aku masih muda,” kata Mick.

Pebalap berusia 20 tahun asal Jerman itu membuat debut di balapan Formula 2 pada akhir pekan lalu di Sirkuit Sakhir, Bahrain dengan finis kedelapan dan keenam di dua balapan.

Schumacher menjadi pebalap tercepat ketika tes sebelum di lima menit terakhir Verstappen memperbaiki catatan waktunya untuk keluar sebagai yang tercepat hari itu.

“SF90 luar biasa karena tenaga yang ia miliki, tapi juga halus ketika dikendarai, dan itu lah kenapa aku sangat menikmatinya,” kata Mick.

“Aku terkesan dengan kekuatan pengereman mobil F1. Sepertinya kalian bisa mengerem belakangan dan menundanya lagi dan mobil tetap akan bisa berbelok.”

Juara seri F3 Eropa itu juga akan melakukan tes dengan mobil F1 Alfa Romeo yang bermesin Ferrari pada Rabu.

Hari ini merupakan yang pertama kali bagi Mick merasakan pengalaman mengendarai mobil F1 modern, setelah sebelumnya pernah mengendari mobil Benetton, yang dikendarai oleh sang ayah untuk merebut gelar juara 1994, di Sirkuit Spa-Francorchamps sebelum GP Belgia 2017.

Michael Schumacher, pemegang rekor kemenangan terbanyak yaitu 91, meraih gelar juara dengan Ferrari sebanyak lima kali pada 2000-2004.

Michael pensiun dari Ferrari dan F1 pada 2006 sebelum kembali lagi di balapan jet darat itu bersama Mercedes pada 2010-2012.

Ayah Mick saat ini menjalani perawatan setelah mengalami cedera kepala parah karena kecelakaan ketika bermain ski di pegunungan Alpen, Prancis, pada Desember 2013. Tahun ini dia genap berusia 50 tahun.

Mick, yang bergabung dengan akademi balap Ferrari pada Januari, menjadi satu-satunya pebalap debut di trek Sakhir yang diwarnai oleh hujan ketika tes hari ini.

Lewis Hamilton, juara GP Bahrain tahun ini, mencatatkan waktu tercepat keenam.

“Kami membalap di trek yang sama seperti yang kita pakai sepanjang akhir pekan, tapi kondisi (trek) menyebabkan kita menghadapi rintangan yang berbeda hari ini,” kata juara dunia F1 lima kali itu.

Juara dunia dua kali Fernando Alonso juga kembali duduk di kokpit mobil F1 untuk melakukan tes ban Pirelli yang dikembangkan untuk musim 2020 dengan McLaren MCL34 di Sakhir.

Baca juga: Verstappen kalahkan Schumacher sebagai yang tercepat di tes Bahrain

Baca juga: Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Baca juga: Refleksi karir sang legenda Michael Schumacher

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen kalahkan Schumacher sebagai yang tercepat di tes Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen menjadi yang tercepat ketika menjalani tes di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Selasa waktu setempat, mengungguli Mick Schumacher yang melakoni tes dengan Ferrari hari itu.

Dengan sisa waktu lima menit di hari pembuka tes Bahrain, Mick, putra dari juara dunia tujuh kali Michael Schumacher itu, memuncaki catatan waktu pebalap sebelum Verstappen memperbaiki catatan waktunya pada sisa waktu yang ada.

Verstappen menggagalkan perayaan Schumacher usai mencetak waktu 1 menit 29,379 detik dengan ban C3, untuk menyingkirkan pebalap Jerman itu dengan selisih 0,6 detik di tempat kedua, demikian laman resmi Formula 1 pada Rabu dini hari.

Schumacher mengakhiri debutnya dengan mobil F1 modern bersama Ferrari pada hari pembuka tes di Bahrain itu dengan waktu terbaiknya 1 menit 29,976 detik walaupun menggunakan ban kompon terlunak.

Schumacher melahap 56 lap dengan mobil Ferrari SF90 tanpa mengalami kendala berarti di tes yang diwarnai cuaca hujan pada sesi pagi dan siang harinya itu sehingga sempat mengganggu jalannya tes selama empat jam.

Baru pada 90 menit terakhir para pebalap kembali turun ke trek, dengan Lewis Hamilton yang turun pertama kali dengan Mercedes disusul Schumacher tak lama setelah itu.

Setiap tim diperbolehkan memilih apa pun alokasi ban yang digunakan di tes, namun tidak ada yang memilih ban intermediate atau berkompon basah untuk tes selama dua hari itu.

Karena tidak ada ban lain selain ban slick (untuk kondisi kering), tes hari itu pun sempat tertunda lama karena tim menunggu kondisi trek membaik setelah hujan agar para pebalap bisa turun ke trek.

Oleh karena itu, para pebalap tidak bisa melahap jumlah lap yang banyak.

Baca juga: Verstappen tercepat di latihan terakhir GP Bahrain

Verstappen mampu melahap 66 lap, sementara Lando Norris yang melewatkan hampir sebagian besar sesi siang hanya mampu turun sepanjang 22 putaran dan mencetak waktu tercepat ketiga dengan 1 menit 30,800 detik dengan ban kompon C3 di mobil McLaren MCL34 yang sebelumnya dikendarai rekannya Carlos Sainz.

Sainz mampu melahap lap lebih banyak, 32 putaran, dan finis P9.

Romain Grosjean, yang memuncaki waktu hampir sebagian besar sesi tes sebelum hujan, finis tercepat keempat dengan mobil Haas. Pebalap asal Prancis itu menyerahkan mobilnya kepada Pietro Fittipaldi, yang mampu melakoni 20 putaran dan finis ke-12.

Fernando Alonso, yang kembali turun ke F1 untuk menjalani tes dengan McLaren, menorehkan waktu tercepat ke-11. Alonso fokus menguji pengembangan ban Pirelli untuk musim 2020 dan menyelesaikan 64 putaran untuk memberikan data dan umpan balik kepada tim dan juga sang pemasok resmi ban di F1 itu.

Alexander Albon dan Hamilton menjadi pebalap yang melahap lebih dari 70 putaran hari itu.

Pebalap asal Thailand itu finis ke-enam tercepat dengan mobil Toro Rosso bermesin Honda, mengungguli Hamilton di tempat ketujuh, 0,067 detik lebih lambat.

Mobil Racing Point yang dikendarai Lance Stroll mogok di sektor tengah dengan dua menit waktu tersisa.

Stroll finis kedelapan di belakang pebalap Renault Daniel Ricciardo.

Baca juga: Susunan start Grand Prix F1 Bahrain

Hasil tes di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Selasa:
1. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda 1 menit 29.379 detik 62 lap
2. Mick Schumacher GER Scuderia Ferrari 1 menit 29.976 detik 56 lap
3. Lando Norris GBR McLaren F1 Team 1 menit 30.800 detik 22 lap**
4. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team 1 menit 30.982 detik 42 lap*
5. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 31.089 detik 71 lap
6. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 31.156 detik 77 lap
7. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team 1 menit 31.584 detik 45 lap
8. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team 1 menit 31.964 detik 33 lap
9. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team 1 menit 32.059 detik 32 lap*
10. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing 1 menit 32.067 detik 53 lap
11. Fernando Alonso ESP McLaren F1 Team 1 menit 32.207 detik 64 lap
12. Pietro Fittipaldi BRA Rich Energy Haas F1 Team 1 menit 32.708 detik 20 lap**
13. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing 1 menit 33.290 detik 19 lap**
14. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 33.653 detik 45 lap
15. George Russell GBR ROKiT Williams Racing 1 menit 33.682 detik 27 lap*
*hanya di sesi pagi
**hanya di sesi siang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mick Schumacher tercepat kedua dengan Ferrari ketika tes di Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Mick Schumacher, putra dari juara dunia Formula 1 tujuh kali Michael Schumacher, melakoni debut F1 bersama Ferrari dengan finis tercepat kedua ketika menjalani tes di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Selasa waktu setempat.

Mick menjadi pebalap tercepat kedua di tes hari itu dengan selisih 0,597 detik dari pebalap Red Bull Max Verstappen yang mencatatkan waktu tercepat 1 menit 29,379 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Selasa.

Mick melahap 56 lap dengan torehan waktu tercepat 1 menit 29,976 detik di Sakhir.

Juara F3 Eropa itu juga turun pertama kalinya di Formula 2 pada akhir pekan lalu di Sirkuit Sakhir dengan finis kedelapan dan keenam di dua balapan.

Pebalap asal Jerman itu juga akan menjalani tes dengan mobil F1 Alfa Romeo yang ditenagai mesin Ferrari pada Rabu.

Mengendarai Ferrari SF90 merupakan pengalaman pertama bagi Mick menjajal mobil modern F1. Sebelumnya, dia pernah mengendarai mobil Benneton 1994, yang dikendarai oleh ayahnya ketika meraih titel juara, di Sirkuit Spa-Francorchamps sebelum GP Belgia 2017.

“Tentunya, dengan nama dan menjadi seorang anak Michael, pasti ada hubungan dan sesuatu yang bisa diharapkan,” kata pebalap Ferrari Sebastian Vettel pekan lalu.

“Dengan perkembangannya di tahun-tahun sebelumnya, dia pantas di mana dia berada sekarang. Sekarang kita harus beri dia waktu dan ketenangan untuk melakukan pekerjaannya,” kata Vettel.

Michael Schumacher, pemegang rekor kemenangan terbanyak yaitu 91, meraih gelar juara dengan Ferrari sebanyak lima kali pada 2000-2004.

Michael pensiun dari Ferrari dan F1 pada 2006 sebelum kembali lagi di balapan jet darat itu bersama Mercedes pada 2010-2012.

Ayah Mick saat ini menjalani perawatan setelah mengalami cedera kepala parah karena kecelakaan ketika bermain ski di pegunungan Alpen, Prancis, pada Desember 2013. Tahun ini dia genap berusia 50 tahun.

Mick, yang bergabung dengan akademi balap Ferrari pada Januari, menjadi satu-satunya pebalap debut di trek Sakhir yang diwarnai oleh hujan ketika tes hari ini.

Juara dunia dua kali Fernando Alonso juga kembali duduk di kokpit mobil F1 untuk melakukan tes ban Pirelli dengan McLaren MCL34 di Sakhir.

Baca juga: Mick Schumacher akan tes mobil Ferrari dan Alfa Romeo di Bahrain
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rosberg puji Ferrari namun kritik penampilan Vettel

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia Formula 1 Nico Rosberg memuji keputusan Ferrari yang mengizinkan kedua pebalapnya saling bersaing di Bahrain pada Minggu namun juga ia mengritik penampilan Sebastian Vettel yang mengulangi kesalahannya di musim lalu.

Vettel, juara dunia empat kali itu, finis kelima setelah tampil mengecewakan sehingga disalip rekan satu timnya, Charles Leclerc di balapan dan kehilangan kendali mobilnya ketika mendapat tekanan dari Lewis Hamilton dalam perebutan tempat kedua.

“Mari beri pujian untuk Ferrari karena (balapan) itu adalah yang ingin kami semua saksikan,” kata Rosberg usai balapan seperti dikutip Reuters, Senin pagi.

“Sangat bagus untuk ditonton. Kapan terakhir kali kita melihat Ferrari saling bersaing seperti itu di trek? Sudah cukup lama, jadi itu sangat luar biasa.”

Leclerc bergabung dengan Ferrari setelah bertukar kursi dengan Kimi Raikkonen yang kini membalap untuk Alfa Romeo.

Pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu telah menunjukkan potensinya sebagai penantang utama titel juara Formula 1 musim ini ketika meraih pole position dan memimpin sepanjang balapan GP Bahrain sebelum masalah mesin mendera mobilnya di 10 lap terakhir.

Setelah disalip dua pebalap Mercedes, Leclerc diuntungkan oleh keluarnya Safety Car di lap-lap terakhir sehingga mampu mempertahankan posisi untuk podium ketiga, atau yang pertama bagi Ferrari musim ini.

“Cara membalap (dari Leclerc) yang bagus namun sangat disayangkan untuk dia,” kata Rosberg, mantan rekan satu tim Lewis Hamilton di Mercedes itu.

“Tapi bagi Sebastian, ini balapan yang sangat sulit karena tidak hanya dia menghancurkan balapan dia tapi dia memiliki rekan satu tim yang tampil sangat baik, yang sangat kuat dan kami harusnya berharap akan terus seperti itu.”

“Jadi di sini Sebastian memiliki suatu tantangan yang sangat besar di tangannya,” kata juara dunia 2016 itu.

Menurut Rosberg, Vettel menunjukkan kelemahannya ketika kehilangan kendali mobilnya saat mendapati tekanan walaupun tanpa terjadi kontak.

“Pertama, tim mereka melakukan kesalahan strategi di kualifikasi, dia marah. Kemudian ketika hari lomba, pertarungan satu lawan satu dia spin dengan sendirinya dan kehilangan seluruh (capaian) di akhir pekan.”

Vettel mengakui spin itu merupakan kesalahannya sendiri.

“Sangat sulit. Kami semua kesulitan di sejumlah titik di balapan tapi saya sangat kesulitan di awal balapan. Secara keseluruhan, tidak ada kecepatan seperti yang saya inginkan,” kata Vettel.

“Dan di atas semuanya, aku melakukan kesalahan dengan melakukan spin. Bukan sore yang bagus,” pungkas pebalap Jerman itu.

Baca juga: Klasemen F1 usai GP Bahrain, Hamilton menempel ketat Bottas di puncak

Baca juga: Gagal di Bahrain, Leclerc janjikan Ferrari tampil lebih kuat

Baca juga: Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dimas Ekky ambil pelajaran berharga dari GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team Asia) menyatakan hasil mengecewakan di Argentina menjadi pelajaran berharga bagi pebalap Moto2 itu untuk bisa meraup poin di seri selanjutnya.

Pebalap asal Depok, Jawa Barat itu, mampu menyelesaikan balapan seri kedua Moto2 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, di posisi ke-23 setelah sempat terjatuh di tikungan ke-13.

“Ini bukan hasil balap yang saya inginkan, karena saya yakin mampu mencetak poin,” kata Dimas dalam pesan singkat yang diterima, Senin pagi.

Memulai start dari posisi start ke29, Dimas sempat masuk ke posisi 18 di beberapa lap awal, namun sayang dia terjatuh karena kehilangan daya cengkeram ban depan.

Sempat kesulitan menghidupkan motor, Dimas mendapatkan bantuan dari para marshal untuk kembali ke pit dan mendapatkan sejumlah perbaikan sehingga dia mampu menyelesaikan 19 lap yang tersisa.

“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan menjadikan balapan seri ini pelajaran agar mampu mendapatkan poin di seri selanjutnya yaitu di Austin (Amerika Serikat),” kata Dimas dalam pernyataan tertulis.

Bersama tim Idemitsu Honda, Dimas mencoba beberapa seting motor ketika sesi latihan bebas dan kualifikasi.

“Saya mendapatkan feeling riding yang cukup baik ketika sesi qualifying. Kami sempat mencoba setingan yang berbeda ketika warm up, tetapi hasilnya kurang baik sehingga kami kembali ke setingan motor ketika qualifying,” ujar Dimas.

“Saya berupaya maksimal untuk bisa menaikan posisi ketika start dimulai, meski harus memulai balap dari urutan ke-29 saya berusaha maju hingga di posisi ke-18. Namun saya mengalami crash di tikungan ke-13 dan harus kembali ke pit agar dapat kembali ke track.”

Seri kedua balapan Moto2 itu dimenangi oleh pebalap tim Flexbox HP 40 Lorenzo Baldassarri, yang mengantongi kemenangan keduanya musim ini.

Pebalap asal Italia itu menyentuh garis finis pertama dengan jarak lebih dari satu detik dari rival terdekatnya, Remy Gardner (ONEXOX TKKR SAG Team), yang meraih podium pertama di karir balapnya itu.

Remy adalah putra dari mantan pebalap Australia, Wayne Gardner, yang terakhir kali naik podium di GP Afrika Selatan 1992.

Podium ketiga diraih oleh Alex Marquez dari tim Marc VDS. Rekan satu tim Alex, Xavi Vierge, yang start dari pole, mengalami kendala dengan motornya ketika lap pemanasan dan gagal mengawali balapan.

Baca juga: Hasil Moto2 GP Argentina: Baldassari juara, Dimas Ekky terjatuh

Baca juga: TGA 2018, pertarungan Doni Tata-Dimas Ekky melawan pebalap internasional

Baca juga: Dimas Ekky bakal lakoni debut Moto2 di Sepang
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Argentina, Marquez puncaki klasemen usai tampil dominan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez tampil dominan di balapan GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo pada Senin dini hari WIB dan meraih trofi juara pertamanya di musim balapan MotoGP 2019.

Marquez, yang start dari pole position, langsung melesat tiga detik di depan pebalap lainnya di awal balapan dan menyelesaikan balapan sepanjang 25 lap dengan waktu 41 menit 43,688 detik dengan unggul 9,819 detik dari pesaing terdekatnya, demikian laman resmi MotoGP.
Baca juga: Marquez tak terkejar untuk finis pertama di GP Argentina

Itu merupakan kemenangan ketiga Marquez di GP Argentina setelah meraih dua trofi juara sebelumnya di Termas pada 2014 dan 2016 di kelas MotoGP.

Dengan kemenangan itu pula, pebalap asal Spanyol itu mengambil alih pimpinan klasemen lomba dengan 45 poin, unggul empat poin dari pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso.

Dovizioso harus menyerah dari Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang menyalipnya di Tikungan 7 pada lap terakhir untuk mengamankan posisi runner-up. Itu merupakan podium pertama bagi Rossi sejak terakhir kali finis podium kedua di GP Jerman pada Juli tahun lalu.

“Aku membalap seperti ketika aku masih muda, aku sangat menikmatinya,” kata Rossi yang kini berusia 40 tahun itu seperti dikutip Reuters.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales, yang start dari P2, gagal menyelesaikan balapan setelah bersenggolan dengan pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli. Kedua pebalap terjatuh di lap terakhir.

Marquez mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya kali ini adalah berkat strategi start yang bagus.

“Aku merasa sangat kuat di semua sesi. Aku memahami dengan baik setup dan ban serta aku memahami bagaimana mengatur balapan. Dan aku sadar di lap pertama lah di mana aku bisa membuat perbedaan yang paling besar.

“Start adalah strateginya. Startnya sempurna dan aku hanya berkonsentrasi dan menekan ke depan sejak awal. Dan ketika aku melihat gap, aku hanya berusaha mengendalikan balapan dan mencoba finis dengan baik,” kata Marquez.

“Aku senang dengan caranya kami tampil akhir pekan ini. Ini adalah salah satu akhir pekan paling solid di karirku di MotoGP.”
Baca juga: Marquez raih pole position GP Argentina

Setelah harus puas di P3, Dovizioso mengaku tidak terlalu senang dengan performa ban Michelin hari itu di balapan.

“Aku tidak terlalu senang dengan cara kerja ban di balapan. Aku tidak bisa secepat seperti yang kumau di 10 lap terakhir untuk menciptakan gap untuk Vale. Jadi Vale bisa mempelajari dengan baik gaya membalapku dan menyalipku di lap terakhir,” kata Dovi.

Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins tampil impresif di balapan kali ini dengan finis di P5 setelah mengawali balapan dari posisi start 16. Sedangkan Jack Miller mengamankan P4 untuk Pramac Ducati.

Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) finis P6 usai mendapati perlawanan sengit dengan Rins. Takaaki Nakagami mengamankan poin untuk LCR Honda di P7, yang diikuti oleh pebalap rookie Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo di P8.

Dua Espargaro, Aleix (Factory Aprilia Gresini) dan Pol (Red Bull KTM Factory), membalap ketat untuk finis di P9 dan P10 dengan selisih tidak lebih dari setengah detik.

Juara GP Argentina tahun lalu, Cal Crutchlow (LCR Honda) mendapat penalti harus melintasi pit ketika balapan karena melakukan jump start. Pebalap asal Inggris finis P13 di belakang Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing) dan Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team).

Berikut hasil balapan GP Argentina 2019
1. Marc MARQUEZ SPA Repsol Honda Team Honda 1’43.688
2. Valentino ROSSI ITA Monster Energy Yamaha MotoGP Yamaha +9.816 detik
3. Andrea DOVIZIOSO ITA Mission Winnow Ducati Ducati +10.530 detik
4. Jack MILLER AUS Pramac Racing Ducati +12.140 detik
5. Alex RINS SPA Team SUZUKI ECSTAR Suzuki +12.563 detik
6. Danilo PETRUCCI ITA Mission Winnow Ducati Ducati +13.750 detik
7. Takaaki NAKAGAMI JPN LCR Honda IDEMITSU Honda +18.160 detik
8. Fabio QUARTARARO FRA Petronas Yamaha SRT Yamaha +20.403 detik
9. Aleix ESPARGARO SPA Aprilia Racing Team Gresini Aprilia +25.292 detik
10. Pol ESPARGARO SPA Red Bull KTM Factory Racing KTM +25.679 detik
11. Miguel OLIVEIRA POR Red Bull KTM Tech 3 KTM +25.855 detik
12. Jorge LORENZO SPA Repsol Honda Team Honda +27.497 detik
13. Cal CRUTCHLOW GBR LCR Honda CASTROL Honda +31.398 detik
14. Francesco BAGNAIA ITA Pramac Racing Ducati +32.893 detik
15. Johann ZARCO FRA Red Bull KTM Factory Racing KTKM +33.372 detik
16. Hafizh SYAHRIN MAL Red Bull KTM Tech 3 KTM +35.545 detik
17. Andrea IANNONE ITA Aprilia Racing Team Gresini Aprilia +38.238 detik

Gagal menyelesaikan lomba : 
Maverick VIÑALES SPA Monster Energy Yamaha MotoGP Yamaha +1 Lap
Franco MORBIDELLI ITA Petronas Yamaha SRT Yamaha +1 Lap
Joan MIR SPA Team SUZUKI ECSTAR Suzuki +4 Laps
Tito RABAT SPA Reale Avintia Racing Ducati +10 Laps
Karel ABRAHAM CZE Reale Avintia Racing Ducati +11 Laps

Klasemen pebalap MotoGP hingga seri kedua, GP Argentina:
1. Marc MARQUEZ Honda SPA 45
2. Andrea DOVIZIOSO Ducati ITA 41
3. Valentino ROSSI Yamaha ITA 31
4. Alex RINS Suzuki SPA 24
5. Danilo PETRUCCI Ducati ITA 20
6. Cal CRUTCHLOW Honda GBR 19
7. Takaaki NAKAGAMI Honda JPN 16
8. Jack MILLER Ducati AUS 13
9. Aleix ESPARGARO Aprilia SPA 13
10. Pol ESPARGARO KTM SPA 10
11. Maverick VIÑALES Yamaha SPA 9
12. Fabio QUARTARARO Yamaha FRA 8
13. Joan MIR Suzuki SPA 8
14. Jorge LORENZO Honda SPA 7
15. Miguel OLIVEIRA KTM POR 5
16. Franco MORBIDELLI Yamaha ITA 5
17. Andrea IANNONE Aprilia ITA 2
18. Francesco BAGNAIA Ducati ITA 2
19. Johann ZARCO KTM FRA 2
20. Hafizh SYAHRIN KTM MAL
21. Karel ABRAHAM Ducati CZE
22. Tito RABAT Ducati SPA
Baca juga: Hasil Moto2 GP Argentina: Baldassari juara, Dimas Ekky terjatuh
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Klasemen F1 usai GP Bahrain, Hamilton menempel ketat Bottas di puncak

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton menempel ketat rekan satu timnya, Valtteri Bottas, dengan selisih satu poin di klasemen pebalap Formula seusai menjuarai GP Bahrain pada Minggu malam waktu setempat.

Bottas, yang mengantongi poin penuh ditambah poin tambahan karena mencetak waktu putaran tercepat di GP Australia masih memimpin klasemen dengan 44 poin, demikian laman resmi Formula 1 pada Senin pagi.

Pebalap Red Bull Max Verstappen menguntit duo Mercedes di tempat ketiga dengan mengemas 27 poin.

Pebalap Ferrari Charles Leclerc harus merelakan mimpinya untuk meraih podium pertama di GP Bahrain usai mengalami masalah mesin di 10 lap terakhir dan hanya mampu finis di P3.

“Sangat disayangkan bagi Charles,” kata Hamilton usai lomba.

“Dia membalap dengan sangat baik. Kami masih memiliki banyak pekerjaaan yang harus dilakukan untuk unggul dari mereka,” kata Hamilton, yang memeluk Leclerc ketika keluar dari mobil balapnya.

Satu-satunya hiburan bagi Leclerc, yang bisa saja menjadi pebalap Ferrari termuda yang menjuarai GP di balapan keduanya, adalah tambahan satu poin karena mencetak waktu lap tercepat di balapan.

Pebalap asal Monako itu mengemas 26 poin di P4, unggul empat poin dari rekan satu timnya Sebastian Vettel yang berada di P5.

Leclerc bisa saja menjadi pebalap termuda Ferrari yang mengawali balapan dari pole position dan finis pertama jika saja tidak kehilangan tenaga mesin mobil SF90-nya di Sirkuit Sakhir.

“Sayang hanya finis di tempat ketiga, tapi ini adalah bagian dari balapan dan kami akan kembali dengan lebih kuat.”

Trofi juara di GP Bahrain menjadi kemenangan ke-74 bagi Hamilton di karir balapannya namun kali pertama baginya di musim ini.
Hamilton terpaut 17 gelar juara balapan dari pemegang rekor juara balapan terbanyak sepanjang sejarah, Michael Schumacher, yang mengantongi 91 kemenangan.

Di papan tengah, Kimi Raikkonen memimpin dengan mobil Alfa Romeo di peringkat enam dengan 10 poin, diikuti oleh Lando Norris dengan mobil McLaren bermesin Renault dan Kevin Magnussen dari Haas dengan sama-sama mengemas 8 poin.

Nico Hulkenberg mengantongi enam poin bagi Renault di P9 untuk unggul dua poin dari Pierre Gasly dari tim Red Bull Racing.

Lance Stroll (Racing Point) dan Alexander Albon (Toro Rosso) mengamankan dua poin sementara Danill Kvyat (Toro Rosso) dan Sergio Perez (Racing Point) dengan masing-masing satu poin.

Klasemen sementara pebalap F1 usai GP Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal di Bahrain, Leclerc janjikan Ferrari tampil lebih kuat

Sayang hanya finis di tempat ketiga, tapi ini adalah bagian dari balapan dan kami akan kembali dengan lebih kuat

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc berjanji Ferrari akan tampil lebih kuat di balapan seri selanjutnya setelah masalah mesin menggagalkan pebalap Monako itu meraih kemenangan di GP Bahrain pada Minggu.

Pebalap berusia 21 tahun itu cukup beruntung bisa finis di tempat ketiga di belakang dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, setelah safety car dikeluarkan di putaran akhir balapan sehingga pebalap lain tidak bisa menyalipnya, demikian Reuters pada Senin pagi.

Podium itu merupakan yang pertama bagi juara Formula 2 2017 itu, yang juga meraih tambahan satu poin sebagai pebalap dengan waktu putaran tercepat.

“Pasti aku sangat kecewa, seperti semua tim, tapi itu sering terjadi… aku kira kami sudah mengeluarkan yang terbaik,” kata pebalap termuda Ferrari itu.

Leclerc bisa saja menjadi pebalap termuda Ferrari yang mengawali balapan dari pole position dan finis pertama jika saja tidak kehilangan tenaga mesin mobil SF90-nya di Sirkuit Sakhir.

“Sayang hanya finis di tempat ketiga, tapi ini adalah bagian dari balapan dan kami akan kembali dengan lebih kuat.”

Leclerc membuktikan dirinya lebih cepat dari rekan satu timnya, Sebastian Vettel, yang finis P5.

Vettel tergelincir di trek ketika mempertahankan posisi dua dari Hamilton. Juara dunia empat kali itu juga kehilangan sayap depan mobilnya yang menciptakan percikan api di trek usai bersenggolan dengan mobil Williams George Russell.

Sementara itu, juara dunia lima kali, dan pemenang GP Bahrain 2019, Lewis Hamilton memuji penampilan Leclerc usai lomba.

“Aku harus menemui Charles karena dia melakukan pekerjaan yang sangat bagus,” kata pebalap asal Inggris itu. “Aku yakin ini hasil yang mengecewakan bagi dia karena dia telah berusaha untuk memenangi balapan.”

“Dia akan sering menang ke depannya, jadi selamat untuknya,” kata Hamilton.

“Dia jauh lebih cepat dari rekan satu timnya di akhir pekan ini, jadi banyak hal positif yang bisa diambil darinya dan kami memiliki banyak tugas yang harus dilakukan dan untuk mengimbangi dia.”

Trofi juara di GP Bahrain menjadi kemenangan ke-74 bagi Hamilton di karir balapannya namun kali pertama baginya di musim ini.
Hamilton terpaut 17 gelar juara balapan dari pemegang rekor juara balapan terbanyak sepanjang sejarah, Michael Schumacher, yang mengantongi 91 kemenangan.

Pebalap asal Inggris itu berada di peringkat dua klasemen pebalap dengan 43 poin, terpaut satu poin dari Bottas yang memimpin sementara.

Pebalap Red Bull Max Verstappen finis keempat dengan mobil RB15 bermesin Honda untuk mempecundangi Vettel.

Sedangkan pebalap rookie Lando Norris mengemudikan dengan baik mobil McLaren MCL34-nya dan finis di P6 di depan Kimi Raikkonen dari tim Alfa Romeo.

Rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly mengamankan poin bagi Red Bull di P8 mengungguli pebalap Thailand dari tim Toro Rosso Alexander Albon dan pebalap Racing Point Sergio Perez, yang berada di peringkat 10 besar.

Baca juga: Hamilton juarai GP Bahrain setelah Leclerc alami kendala mesin

Baca juga: Leclerc raih “pole position” pertamanya di Bahrain

Baca juga: Williams kekurangan suku cadang di GP Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil Moto2 GP Argentina: Baldassari juara, Dimas Ekky terjatuh

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Flexbox HP 40 Lorenzo Baldassari meraih kemenangan keduanya di seri Moto2 dengan menjadi yang tercepat di balapan GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo pada Minggu waktu setempat.

Pebalap asal Italia itu menyentuh garis finis pertama dengan jarak lebih dari satu detik dari rival terdekatnya, Remy Gardner (ONEXOX TKKR SAG Team), yang meraih podium pertama di karir balapnya itu, demikian laman resmi MotoGP pada Senin pagi.

Remy adalah putra dari mantan pebalap Australia, Wayne Gardner, yang terakhir kali naik podium di GP Afrika Selatan 1992.

Podium ketiga diraih oleh Alex Marquez dari tim Marc VDS. Rekan satu tim Alex, Xavi Vierge, yang start dari pole, mengalami kendala dengan motornya ketika lap pemanasan dan gagal mengawali balapan.

Sementara itu pebalap Indonesia Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team), yang start dari P29, terjatuh dari motornya pada lap ke-enam namun mampu menyelesaikan balapan dan finis terakhir.

Baldassarri sementara memimpin klasemen pebalap dengan 50 poin, diikuti Gardner di peringkat dua dengan 33 poin dan Marcel Schrotter dengan 26 poin di peringkat tiga.

Berikut hasil balapan Moto2 GP Argentina 2019
1. Lorenzo Baldassarri ITA Flexbox HP 40 (Kalex) 39 menit 46.000 detik
2. Remy Gardner AUS ONEXOX TKKR SAG Team (Kalex) 39 menit 47.244 detik
3. Alex Marquez SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 39 menit 47.817 detik
4. Iker Lecuona SPA American Racing KTM (KTM) 39 menit 48.704 detik
5. Brad Binder RSA Red Bull KTM Ajo (KTM) 39 menit 50.707 detik
6. Marcel Schrotter GER Dynavolt Intact GP (Kalex) 39 menit 50.839 detik
7. Luca Marini ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 39menit 50.986 detik
8. Jorge Navarro SPA Beta Tools Speed Up (Speed Up) 39 menit 53.459 detik
9. Enea Bastianini ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 39 menit 54.724 detik
10. Somkiat Chantra THA IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 40 menit 0.506 detik
11. Andrea Locatelli ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 40 menit 2.145 detik
12. Tetsuta Nagashima JPN ONEXOX TKKR SAG Team (Kalex) 40 menit 2.450 detik
13. Khairul Idham Pawi MAL Petronas Sprinta Racing (Kalex) 40 menit 2.613 detik
14. Bo Bendsneyder NED NTS RW Racing GP (NTS) 40m 9.007 detik
15. Jesko Raffin SWI NTS RW Racing GP (NTS) 40 menit 10.736 detik
16. Marco Bezzecchi ITA Red Bull KTM Tech 3 (KTM) 40 menit 11.381 detik
17. Jake Dixon GBR Sama Qatar Angel Nieto Team (KTM) 40 menit 27.684 detik
18. Lukas Tulovic GER Kiefer Racing (KTM) 40 menit 31.545 detik
19. Philipp Oettl GER Red Bull KTM Tech 3 (KTM) 40 menit 31.811 detik
20. Dominique Aegerter SWI MV Agusta Idealavoro Forward (MV Agusta) 40 menit 42.934 detik
21. Xavi Cardelus AND Sama Qatar Angel Nieto Team (KTM) 40 menit 53.765 detik
22. Joe Roberts USA American Racing KTM (KTM) 41 menit 4.707 detik
23. Dimas Ekky Pratama INA IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) +4lap
Tidak finis
Simone Corsi ITA Tasca Racing Scuderia Moto2 (Kalex) DNF
Jorge Martin SPA Red Bull KTM Ajo (KTM) DNF
Nicolo Bulega ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) DNF
Fabio Di Giannantonio ITA Beta Tools Speed Up (Speed Up) DNF
Sam Lowes GBR Federal Oil Gresini Moto2 (Kalex) DNF
Thomas Luthi SWI Dynavolt Intact GP (Kalex) DNF
Stefano Manzi ITA MV Agusta Idealavoro Forward (MV Agusta) DNF
Xavi Vierge SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) DNS

Baca juga: Sam Lowes kembali, tim Gresini optimistis tatap Moto2 2019

Baca juga: Buntut insiden Fenati, Marinelli Snipers musim depan tak berkompetisi di Moto2

Baca juga: Pebalap Moto2 didiskualifikasi karena meraih pedal rem lawan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Bahrain, Sean Gelael finis P10 di race kedua

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia dari tim Prema Racing Sean Gelael harus puas dengan finis P10 di balapan kedua dengan format sprint race seri FIA Formula 2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain pada Minggu.

Sean harus start dari posisi buncit, 20, karena dia gagal finis di Race 1 sehari sebelumnya, dan harus menerapkan strategi menyerang di balapan kedua pada Minggu, demikian pernyataan tertulis dari tim Jagonya Ayam.

Di saat semua pebalap menggunakan ban prime (medium) sejak start, Sean memakai option (soft) yang memang ideal digunakan untuk menyerang. Akan tetapi kondisi di atas trek tidak memungkinkan hal itu sejak awal.

Sean harus menghindari mobil pebalap India Mahaveer Raghunathan (MP Motorsport) yang mendadak mesinnya mati di grid ketika start. Mobil Sean mengalami sedikit sobekan di sayap depan ketika insiden tersebut.

Sean yang menggunakan ban soft bekas harus berusaha menghemat pemakaian bannya walaupun memiliki bahan bakar yang cukup untuk menyerang.

Namun, resikonya jika dia menyerang terlalu cepat di awal, maka ban akan cepat aus.

Sean kemudian masuk ke pit untuk mengganti ban baru dan mulai memiliki kondisi ideal untuk menyusul satu per satu pebalap di depannya.

Dia sempat berada di posisi sembilan dan juga delapan, sebelum akhirnya finis P10.

“Apa pun hasilnya, saya sudah berjuang. Saya mengambil banyak hal positif dari Bahrain. Seri berikutnya di Baku, semoga saya bisa tampil lebih baik,” kata Sean.

Rekan satu tim Sean, Mick Schumacher, putra dari juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, mengamankan 4 poin bagi Prema Racing di Race 2 setelah finis di P6.

Balapan seri kedua F2 akan digelar di Sirkuit Baku, Azerbaijan pada 26-28 April.

Hasil Race 2 F2 Bahrain
1. Luca Ghiotto ITA UNI-Virtuosi Racing 23 lap
2. Sergio Sette Camara BRA DAMS + 5.474 detik
3. Nicholas Latifi CAN DAMS + 6.867 detik
4. Guanyu Zhou CHN UNI-Virtuosi Racing + 18.240 detik
5. Louis Deletraz SWI Carlin + 21.939 detik
6. Mick Schumacher GER Prema Racing + 24.679 detik
7. Nyck de Vries NED ART Grand Prix + 25.154 detik
8. Jordan King GBR MP Motorsport + 25.520 detik
9. Anthoine Hubert FRA BWT Arden + 30.514 detik
10. Sean Gelael IDN Prema Racing + 30.532 detik
11. Jack Aitken GBR Campos Racing + 32.224 detik
12. Nobuharu Matsushita JPN Carlin + 35.980 detik
13. Nikita Mazepin RUS ART Grand Prix + 40.541 detik
14. Ralph Boschung SWI Trident + 43.074 detik
15. Tatiana Calderon COL BWT Arden + 46.006 detik
16. Callum Ilott GBR Sauber Junior Team by Charouz + 56.487 detik
17. Dorian Boccolacci FRA Campos Racing + 1m00.048 detik
18. Giuliano Alesi FRA Trident + 1m21.115 detik
19. Juan Manuel Correa USA Sauber Junior Team by Charouz + 1m32.585 detik
20. Mahaveer Raghunathan IND MP Motorsport + 1 lap

Baca juga: Sean sudahi Race 1 karena kerusakan DRS

Baca juga: Sean Gelael masih dipercaya tim F2 Prema Racing

Baca juga: Sean penasaran dengan Toro Rosso di F1 Amerika

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez tak terkejar untuk finis pertama di GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez tampil dominan di balapan GP Argentina dan meraih trofi juara pertamanya di musim balapan MotoGP 2019 pada Senin dini hari WIB.

Marquez, yang start dari pole position, langsung melesat tiga detik di depan pebalap lainnya di awal balapan dan menyelesaikan balapan sepanjang 25 lap di Sirkuit Termas de Rio Hondo dengan waktu 41 menit 43,688 detik dengan unggul 9,819 detik dari pesaing terdekatnya, demikian laman resmi MotoGP pada Senin pagi.

Itu merupakan kemenangan ketiga Marquez di GP Argentina setelah meraih dua trofi juara sebelumnya di Termas pada 2014 dan 2016 di kelas MotoGP.

Sementara itu pebalap Mission Winnow Ducati harus menyerah dari Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang menyalipnya di Tikungan 7 pada lap terakhir untuk mengamankan posisi runner-up. Itu merupakan podium pertama bagi Rossi sejak terakhir kali finis podium kedua di GP Jerman pada Juli tahun lalu.

Kedua pebalap Italia itu bersaing ketat di sepanjang balapan seri kedua MotoGP 2019 itu.

Baca juga: Marquez raih pole position GP Argentina

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales, yang start dari P2, gagal menyelesaikan balapan setelah bersenggolan dengan pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli. Kedua pebalap terjatuh di lap terakhir.

Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins tampil impresif di balapan kali ini dengan finis di P5 setelah mengawali balapan dari posisi start 16. Sedangkan Jack Miller mengamankan P4 untuk Pramac Ducati.

Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) finis P6 usai mendapati perlawanan sengit dengan Rins. Takaaki Nakagami mengamankan poin untuk LCR Honda di P7, yang diikuti oleh pebalap rookie Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo di P8.

Dua Espargaro, Aleix (Factory Aprilia Gresini) dan Pol (Red Bull KTM Factory), membalap ketat untuk finis di P9 dan P10 dengan selisih tidak lebih dari setengah detik.

Juara GP Argentina tahun lalu, Cal Crutchlow (LCR Honda) mendapat penalti harus melintasi pit ketika balapan karena melakukan jump start. Pebalap asal Inggris finis P13 di belakang Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing) dan Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team)

Baca juga: Dovizioso bertarung ketat dengan Miller di FP2 GP Argentina

Baca juga: Marquez puncaki FP1 GP Argentina

Berikut hasil balapan GP Argentina 2019
1. Marc MARQUEZ SPA Repsol Honda Team Honda 1’43.688
2. Valentino ROSSI ITA Monster Energy Yamaha MotoGP Yamaha +9.816 detik
3. Andrea DOVIZIOSO ITA Mission Winnow Ducati Ducati +10.530 detik
4. Jack MILLER AUS Pramac Racing Ducati +12.140 detik
5. Alex RINS SPA Team SUZUKI ECSTAR Suzuki +12.563 detik
6. Danilo PETRUCCI ITA Mission Winnow Ducati Ducati +13.750 detik
7. Takaaki NAKAGAMI JPN LCR Honda IDEMITSU Honda +18.160 detik
8. Fabio QUARTARARO FRA Petronas Yamaha SRT Yamaha +20.403 detik
9. Aleix ESPARGARO SPA Aprilia Racing Team Gresini Aprilia +25.292 detik
10. Pol ESPARGARO SPA Red Bull KTM Factory Racing KTM +25.679 detik
11. Miguel OLIVEIRA POR Red Bull KTM Tech 3 KTM +25.855 detik
12. Jorge LORENZO SPA Repsol Honda Team Honda +27.497 detik
13. Cal CRUTCHLOW GBR LCR Honda CASTROL Honda +31.398 detik
14. Francesco BAGNAIA ITA Pramac Racing Ducati +32.893 detik
15. Johann ZARCO FRA Red Bull KTM Factory Racing KTKM +33.372 detik
16. Hafizh SYAHRIN MAL Red Bull KTM Tech 3 KTM +35.545 detik
17. Andrea IANNONE ITA Aprilia Racing Team Gresini Aprilia +38.238 detik

gagal menyelesaikan lomba
Maverick VIÑALES SPA Monster Energy Yamaha MotoGP Yamaha +1 Lap
Franco MORBIDELLI ITA Petronas Yamaha SRT Yamaha +1 Lap
Joan MIR SPA Team SUZUKI ECSTAR Suzuki +4 Laps
Tito RABAT SPA Reale Avintia Racing Ducati +10 Laps
Karel ABRAHAM CZE Reale Avintia Racing Ducati +11 Laps

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton juarai GP Bahrain setelah Leclerc alami kendala mesin

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia lima kali Lewis Hamilton memenangi balapan GP Bahrain untuk Mercedes pada Minggu setelah masalah mesin menimpa mobil Charles Leclerc, yang sedang mengincar kemenangan pertamanya bagi Ferrari.

Leclerc, yang mengawali balapan dari pole position untuk pertama kalinya, kehilangan tenaga mobilnya di 10 lap terakhir ketika memimpin lomba sehingga dia hanya mampu finis di peringkat tiga dengan tambahan satu poin karena mencetak waktu putaran tercepat di balapan, demikian Reuters pada Senin dini hari.

Sementara Valtteri Bottas, juara dari seri pembuka di Australia, finis runner-up di belakang rekan satu timnya dan masih memimpin klasemen pebalap dengan selisih satu poin dari Hamilton.

Balapan di Sirkuit Sakhir itu berakhir dengan kawalan Safety Car usai mendapati kedua mobil Renault mogok di trek.

“Sangat disayangkan bagi Charles,” kata Hamilton usai lomba.

“Dia membalap dengan sangat baik. Kami masih memiliki banyak pekerjaaan yang harus dilakukan untuk unggul dari mereka,” kata Hamilton, yang memeluk Leclerc ketika keluar dari mobil balapnya.

Baca juga: Leclerc raih “pole position” pertamanya di Bahrain

Satu-satunya hiburan bagi Leclerc, yang bisa saja menjadi pebalap Ferrari termuda yang menjuarai GP di balapan keduanya, adalah tambahan satu poin karena mencetak waktu lap tercepat di balapan.

“Sangat sulit untuk menerimanya,” kata pebalap berusia 21 tahun itu. “Sayang hanya finis di tempat ketiga, tapi ini adalah bagian dari balapan dan kami akan kembali dengan lebih kuat.”

Sementara itu pebalap Jerman Sebastian Vettel tergelincir di trek ketika mempertahankan posisi dua dari Hamilton. Juara dunia empat kali itu juga kehilangan sayap depan mobilnya yang menciptakan percikan api di trek namun mampu finis di peringkat lima.

Trofi juara di GP Bahrain menjadi kemenangan ke-74 bagi Hamilton di karir balapannya namun kali pertama baginya di musim ini.
Hamilton terpaut 17 gelar juara balapan dari pemegang rekor juara balapan terbanyak sepanjang sejarah, Michael Schumacher, yang mengantongi 91 kemenangan.

Pebalap asal Inggris itu berada di peringkat dua klasemen pebalap dengan 43 poin, terpaut satu poin dari Bottas yang memimpin sementara.

Pebalap Red Bull Max Verstappen finis keempat dengan mobil RB15 bermesin Honda untuk mempecundangi Vettel.

Sedangkan pebalap rookie Lando Norris mengemudikan dengan baik mobil McLaren MCL34-nya dan finis di P6 di depan Kimi Raikkonen dari tim Alfa Romeo.

Rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly mengamankan poin bagi Red Bull di P8 mengungguli pebalap Thailand dari tim Toro Rosso Alexander Albon dan pebalap Racing Point Sergio Perez, yang berada di peringkat 10 besar.

Baca juga: Patrick Head kembali ke Williams sebagai konsultan

Hasil balapan GP Bahrain
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 jam 34 menit 21.295 detik (57 lap)
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 2.980 detik
3. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 6.131 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 6.408 detik
5. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 36.068 detik
6. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 45.754 detik
7. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 47.470 detik
8. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 58.094 detik
9. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 62.697 detik
10. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 63.696 detik
11. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 64.599 detik
12. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
13. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
15. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 1 lap
16. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2 lap

Gagal menyelesaikan balapan: 
Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team
Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team
Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team
Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team

Baca juga: Williams kekurangan suku cadang di GP Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean sudahi Race 1 karena kerusakan DRS

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Prema Racing Sean Gelael terpaksa menyudahi balapan perdananya di Bahrain pada Sabtu karena mengalami kerusakan Drag Reduction System(DRS) di tikungan 1.

Pada seri pembuka FIA Formula 2/2019 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, sayap belakang mobil Sean tidak bisa menutup kembali usai DRS diaktifkan sehingga, pada Feature Race hari Sabtu itu Sean melintir ketika hendak menyusul pebalap di depannya, demikian keterangan pers pada Minggu.

DRS adalah fungsi pengurang hambatan di lintasan lurus sehingga mobil bisa melaju pada kecepatan maksimal. DRS ditandai dengan terbukanya sayap belakang. Bila berfungsi normal, DRS akan membuka sayap ketika menyusul lawan dan akan tertutup otomatis begitu pebalap melakukan pengereman menjelang tikungan.

Kejadian yang menimpa Sean adalah, sayap belakangnya tidak tertutup selepas dia menyusul lawan dan mengerem menjelang masuk Tikungan 1. Bila sayap terbuka berarti Sean tidak mendapatkan “downforce” yang semestinya untuk menikung dan otomatis kehilangan grip. Akibatnya dia melintir dan bahkan membuat mesin mobilnya mati.

Penampilan apik Sean Gelael sejak babak kualifikasi dengan menempati P7 hingga bagian awal Race 1, mesti berakhir karena hal di luar kendali pebalap Jagonya Ayam tersebut.

Kejadian ini sungguh sangat disayangkan mengingat Sean bukan hanya sedang di posisi 10 Besar, tapi juga berpeluang meraih podium. Kecepatan lombanya sangat memungkinkan untuk itu.

“Memang sangat disayangkan, tapi saya tak bisa berbuat apa-apa. Padahal saya yakin bisa tampil bagus dan menyerang dengan ban option baru selepas pit stop. Sekarang lebih baik kita fokus untuk meraih hasil bagus pada balapan kedua besok,” ujar Sean.

Race 1 dimenangi oleh Nicholas Latifi, pebalap Kanada yang membela tim DAMS.

Race 2 atau Sprint Race digelar Minggu (31/3) pukul 18.15 WIB dan bisa disaksikan langsung via livestreaming melalui www.sean-gelael.com.

Hasil Race 1 F2 Bahrain
1. Nicholas Latifi (DAMS) 59:19.517
2. Luca Ghiotto(UNI-Virtuosi Racing) +8.744
3. Sergio Sette Câmara (DAMS) +14.826
4. Anthoine Hubert (BWT Arden) +17.273
5. Louis Delétraz (Carlin) +26.686
6. Nyck de Vries (ART Grand Prix) +28.497
7. Jack Aitken (Campos Racing) +31.545
8. Mick Schumacher (PREMA Racing) +34.708
9. Nobuharu Matsushita (Carlin) +37.395
10. Ghuanyu Zhou (UNI-Virtuosi Racing) +41.131
11. Ralph Boschung (Trident) +42.092
12. Giualiano Alesi (Trident) +47.711
13. Tatiana Calderón (BWT Arden) +55.775
14. Callum Ilott (Sauber Junior Team by Charouz) +56.293
15. Doriano Boccolacci (Campos Racing) +1:14.247
16. Juan Manuel Correa (Sauber Junior Team by Charouz) +1:24.988
17. Jordan King (MP Motorsport) +1:26.511
18. Mahaveer Raghunathan (MP Motorsport) +1:33.150
19. Nikita Mazepin (ART Grand Prix) +1:37.568
20. Sean Gelael (PREMA Racing) DNF

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grosjean dihukum mundur tiga posisi start

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Haas Romain Grosjean diganjar hukuman mundur tiga posisi start pada GP Bahrain setelah diketahui memelankan mobilnya sehingga menghalangi pebalap McLaren Lando Norris pada sesi kualifikasi.

Steward balapan menurunkan posisi start pebalap asal Prancis dari P8 ke P11, demikian Reuters pada Minggu.

Atas keputusan itu, Norris naik dari posisi start P10 ke P9 sementara Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) naik ke P8 dan Daniel Ricciardo (Renault) ke P10.

Steward dalam pernyataan resmi mengungkapkan jika Grosjean tidak sengaja melakukan itu dan tidak diperingatkan oleh timnya ketika Norris mendekati posisinya di trek, namun pebalap Renault itu seharusnya waspada dengan posisi pebalap lain.

Pebalap McLaren lainnya, Carlos Sainz akan start di P7 sementara rekan satu tim Grosjean, Kevin Magnussen akan mengawali balapan GP Bahrain dari P6.

Baca juga: Ferrari dominasi sesi latihan bebas FP1-FP2 GP Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez raih pole position GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez akan start dari posisi pertama di GP Argentina pada Minggu setelah menjadi yang tercepat pada babak kualifikasi.

Pebalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu 1 menit 38,304 detik di Q2, ditempel ketat oleh Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) pada posisi kedua dengan selisih 0,154 detik, demikian laman resmi MotoGP pada Minggu dini hari.

Ini adalah pole position kelima Marquez di Termas de Rio Hondo dalam enam kali perlombaan. Tahun lalu P1 diraih oleh Jack Miller.

Posisi start ketiga diraih pebalap Mission Winnow Ducati dengan selisih waktu 0,164 detik dari Marquez.

Dovi memperbaiki catatan waktunya menjelang akhir babak kualifikasi untuk start di depan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP).

P5 untuk Jack Miller (Pramac Ducati) yang ditempel dua pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli di P6 dan Fabio Quartararo di P7.

Sementara itu, juara GP Argentina tahun lalu, Cal Crutchlow (LCR Honda) harus puas dengan posisi start 8 diikuti rekan satu timnya Takaaki Nakagami di P9 dan Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) di P10.

Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) akan start dari P11 di depan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) di P12.

Baca juga: Marquez puncaki FP1 GP Argentina

Berikut hasil lengkap babak kualifikasi GP Argentina:

Q2:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 38.304 detik [Lap 7/8] 326km/jam (kecepatan puncak)
2. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 38.458 detik +0.154 detik [Lap 6/7] 319k
3. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 38.468 detik +0.164 detik [Lap 6/7] 326k
4. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 38.545 detik +0.241 detik [Lap 6/7] 321k
5. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 38.548 detik +0.244 detik [Lap 6/7] 328k
6. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 38.886 detik +0.582s [Lap 6/7] 318k
7. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 38.897 detik +0.593s [Lap 6/8] 322k
8. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 38.955 detik +0.651 detik [Lap 3/7] 328k
9. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 39.038 detik +0.734 detik [Lap 7/8] 321k
10. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 39.093 detik +0.789 detik [Lap 6/6] 327k
11. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.489 detik +1.185 detik [Lap 3/8] 327k
12. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 39.520 detik +1.216 detik [Lap 5/7] 325k

Q1:
13. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 39.288 detik 325k
14. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 39.298 detik 317k
15. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 39.331 detik 325k
16. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 39.384 detik 318k
17. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 39.387 detik 322k
18. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.571 detik 322k
19. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 39.605 detik 326k
20. Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 39.978 detik 326k
21. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 40.053 detik 316k
22. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 40.118 detik 318k

Baca juga: Crutchlow incar podium, Ducati hadapi ujian berat di GP Argentina

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc raih “pole position” pertamanya di Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc meraih pole position perdananya di ajang balapan Formula 1 usai menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi GP Bahrain pada Sabtu.

Pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu menjadi pemegang pole position termuda kedua setelah Sebastian Vettel, yang meraih posisi start terdepan pertamanya ketika berusia 21 tahun 73 hari, kala itu dengan mobil Toro Rosso di Monza tahun 2008, demikian Reuters pada Sabtu.

Rekan satu tim Leclerc, Vettel mengamankan P2 untuk Ferrari, yang tampil mendominasi baik di sesi latihan bebas maupun kualifikasi GP Bahrain akhir pekan ini.

“Aku sangat senang. Seb adalah pebalap hebat, tapi hari ini aku senang bisa berada di pole,” ungkap Leclerc seperti dikutip Formula1.com

Leclerc membuat rekor baru di Sakhir dengan catatan 1 menit 27,866 detik di lap terakhirnya untuk mengungguli 0,294 detik dari catatan Vettel.

Itu merupakan pole position pertama bagi Ferrari sejak terakhir kali meraihnya pada September tahun lalu di GP Italia.

Sementara itu, Vettel mengaku sedikit lambat di sektor kedua trek Sakhir sehingga dia gagal mencatatkan waktu terbaiknya untuk berada di depan.

“Yang paling utama adalah kami menyelesaikan pekerjaan kami, akhir pekan ini mobil terasa jauh lebih baik,” kata Vettel.

Baca juga: Ferrari dominasi sesi latihan bebas FP1-FP2 GP Bahrain

Sebelumnya kedua mobil Ferrari mendominasi sesi latihan pada Jumat dan keluar sebagai mobil yang tercepat di antara rival-rival mereka.

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton (Mercedes) terpaut 0,324 detik dari waktu Leclerc dan akan start dari peringkat tiga, diikuti oleh rekan satu timnya, Valtteri Bottas yang akan start dari P4.

“Charles menyelesaikan tugasnya dengan baik. Besok adalah hari yang lebih penting dan kami akan memberi perlawanan bagus untuk Ferrari,” kata Hamilton.

Max Verstappen dengan mobil Red Bull RB15 mengamankan P5, sedangkan rekan satu timnya, Pierre Gasly tidak lolos Q2 dan harus puas start dari P13.

Duo pebalap Haas, Kevin Magnussen dan Romain Grosjean meraih P6 dan P8 dengan Carlos Sainz dari McLaren yang berada di antara mereka di P7.

Kimi Raikkonen berada di P9 untuk Alfa Romeo, diikuti Lando Norris dari McLaren yang hanya mampu meraih P10 di Q3.

Daniel Ricciardo kurang beruntung di P11 dan tidak lolos ke Q3 untuk bersaing memperebutkan posisi 10 besar.

Pebalap Thailand Alexander Albon akan start dari P12 setelah tampil lebih baik dari Pierre Gasly, yang sama-sama mengemudikan mobil bermesin Honda.

Sergio Perez membawa mobil Racing Point di P14, diikuti oleh Daniil Kvyat yang gagal lolos di Q2 untuk tempat ke-15 bagi Toro Rosso.

Nico Hulkenberg yang lumayan cepat ketika sesi latihan, bahkan sempat mencatatkan waktu lima besar di FP2 dengan mobil Renault, tidak mampu lolos Q1 dan akan start dari P17 di belaknag Antonio Giovinazzi (Alfa Romeo).

Lance Stroll (Racing Point) beserta duo pebalap Williams George Russel dan Robert Kubica akan start dari tiga posisi paling belakang.

Baca juga: Patrick Head kembali ke Williams sebagai konsultan

Baca juga: Sean incar hasil positif di seri pembuka Formula 2

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dovizioso bertarung ketat dengan Miller di FP2 GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso membuat kejutan ketika keluar sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas FP2 GP Argentina pada Jumat waktu setempat.

Pebalap asal Italia itu memperbaiki catatan waktunya dari peringkat 16 ke pemuncak sesi latihan di penghujung sesi FP2 untuk mengungguli pebalap Pramac Racing Jack Miller yang berada di peringkat dua dengan selisih sangat tipis 0,009 detik, demikian laman resmi Moto GP pada Sabtu pagi.

Miller, yang terjatuh di tikungan 13, berjuang untuk meraih waktu tercepat kedua di akhir FP2.

“Motornya bekerja lebih baik dari tahun lalu, ini yang kami perlukan dan saya sangat senang karenanya,” kata Dovi.

“Bukan berarti itu cukup untuk bertarung memperebutkan podium tapi pada dasarnya sangat bagus. Aku sangat santai hari ini dan ini selalu membantu pekerjaan yang harus kami lakukan ketika latihan.”

Pebalap juara seri pembuka di Qatar itu mengungkapkan bahwa perbedaan yang terasa dari motor Ducati tahun ini adalah di distribusi berat.
Baca juga: Redam Marquez, Dovizioso rajai GP Qatar

“Kami tidak menggunakan winglet jadi terasa sangat berbeda dari tahun lalu dan pada dasarnya memang (motor) lebih baik dari pada apa yang didapati di awal musim lalu,” kata Dovi.

Sementara itu, Miller mengaku puas dengan catatan waktunya walaupun turun dengan ban bekas yang ia gunakan di FP1.

“Hasil positif sepanjang hari. Kami tercepat kedua pagi ini menggunakan ban bekas. Kami menggunakan ban soft di akhir dan aku merasa sangat cocok dengan itu,” kata Miller.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) mencatatkan waktu terbaik ketiga walaupun sempat mengeluhkan daya cengkeram belakang motornya di sesi pembuka.

Pebalap asal Spanyol itu berada 0,164 detik di belakang Dovi. Peringkat empat ditempati Cal Crutchlow, juara GP Argentina 2018, diikuti oleh pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang kembali meraih hasil positif di tempat kelima dengan selisih 0,176 detik dari P1.
Baca juga: Crutchlow incar podium, Ducati hadapi ujian berat di GP Argentina

Pebalap asal Prancis itu mengungguli Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang berada di P6. Pebalap berjuluk The Doctor itu mempebaiki catatan waktunya untuk mendapatkan tempat sementara untuk kualifikasi Q2.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) berada di belakang Rossi dengan selisih 0,010 detik untuk P7, diikuti Marc Marquez (Repsol Honda) yang melorot ke P8.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) merampungkan FP2 di P9 dan P10 untuk sementara berada di posisi aman untuk Q2.

Sesi latihan bebas hari itu cukup ketat mengingat sebanyak 21 pebalap memiliki selisih waktu tidak lebih dari satu detik.

Sesi latihan bebas FP3 dan FP4, akan digelar pada Sabtu, diikuti dengan sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start balapan.

Hasil FP2 GP Argentina
1. ^6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) 1 menit 39.181 detik [Lap 19/21] 331km/jam( kecepatan puncak)
2. = Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 39.190 detik +0.009 detik [14/16] 333k
3. ^15 Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 39.345 detik +0.164 detik [18/19] 329k
4. 1 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 39.346 detik +0.165 detik [17/20] 334k
5. ^3 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 39.357 detik +0.176 detik [19/21] 326k
6. ^4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 39.441 detik +0.260 detik [19/21] 329k
7. ^2 Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 39.451 detik +0.270 detik [19/21] 330k
8. 7 Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 39.497 detik +0.316 detik [6/19] 334k
9. 5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 39.503 detik +0.322s [15/19] 327k
10. ^1 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 39.629 detik +0.448 detik [18/19] 328k
11. 6 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 39.654 detik +0.473 detik [14/15] 327k
12. ^1 Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 39.697 detik +0.516 detik [18/18] 332k
13. ^7 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) 1 menit 39.740 detik +0.559 detik [16/18] 330k
14. ^7 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 39.799 detik +0.618 detik [15/17] 329k
15. ^4 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 39.946s +0.765 detik [19/21] 330k
16. 4 Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.951 detik +0.770 detik [18/20] 331k
17. 11 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.956 detik +0.775s [17/19] 326k
18. 1 Karel Abraham CZE Reale Avintia (GP18) 1 menit 39.995 detik +0.814 detik [15/17] 331k
19. 3 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 40.006 detik +0.825 detik [16/19] 324k
20. 5 Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP18) 1 menit 40.110 detik +0.929 detik [20/20] 327k
21. 7 Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 40.159 detik +0.978 detik [17/19] 330k
22. = Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 40.752 detik +1.571 detik [6/18] 323k
Key:
^X pebalap naik X peringkat dari FP1
= Peringkat pebalap sama dengan FP1.
X Pebalap turun X peringkat dari FP1.

Waktu tercepat FP1:
Marc Marquez SPA Honda 1 menit 39.827 detik
Rekor resmi GP Argentina
Lap terbaik:
Marc Marquez SPA Honda 1 menit 37.683 detik(2014)
Lap tercepat ketika balapan:
Valentino Rossi ITA Yamaha 1 menit 39.019 detik (2015)
Baca juga: Marquez puncaki FP1 GP Argentina
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari dominasi sesi latihan bebas FP1-FP2 GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Ferrari menguasai hari pertama sesi latihan bebas setelah dua pebalap mereka tampil sebagai yang tercepat di FP1 dan FP2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Jumat malam waktu setempat.

Sebastian Vettel ketika turun di FP2 memperbaiki catatan waktunya dan menjadi pebalap tercepat dengan keunggulan 0,603 detik dari rivalnya, Lewis Hamilton dari tim Mercedes, yang berada di peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1 pada Jumat malam.

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc, menguntit di peringkat dua dengan margin tipis 0,035 detik.

Mobil balap berlogo Kuda Jingkrak itu menjadi satu-satunya penantang yang mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 28 detik di sesi latihan hari pertama.

Rival mereka, duo pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, hanya cukup cepat untuk menikmati P3 dan P4.

Kejutan muncul di papan tengah ketika pebalap Renault Nico Hulkenberg menggeber mobil R.S.19 nya dengan selisih 0,112 detik dari Bottas untuk bercokol di P5 dan mengungguli pebalap Red Bull Max Verstappen yang berada di P6 pada sesi latihan sore itu.

Sementara rekan satu tim Hulkenberg, Daniel Ricciardo hanya mampu finis tercepat ke-15, sekitar dua detik dari waktu Vettel dan terpaut 1,179 detik dari Hulkenberg.

Pierre Gasly juga kesulitan untuk mengimbangi waktu rekan satu timnya di Red Bull usai hanya mampu berada di P12, 0,704 detik di belakang Verstappen.

Pebalap Haas Kevin Magnussen berada di P7 mengungguli Lando Norris dari McLaren di P8, diikuti oleh mobil Haas lainnya yang dikendarai Romain Grosjean di P9 sedangkan Daniil Kvyat dari tim Toro Rosso berada di P10.

Hari pertama sesi latihan kurang bersahabat bagi dua pebalap Alfa Romeo, Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi yang mendapati mereka berada di pit di sebagian besar waktu latihan karena terdapat kebocoran di mobil mereka.

Pebalap Racing Point Lance Stroll juga mengalami kendala dengan mobil RP19-nya yang mengalami kerusakan bagian dasar setelah melintasi kerb, sementara rekan satu timnya, Sergio Perez berada cukup lama di pit ketika tim membenahi masalah bagian depan kanan dari mobil pebalap asal Meksiko itu.

Dua mobil Williams masih menjadi yang paling lambat dengan George Russel di P19 sementara Robert Kubica di P20.

Tim berbasis di Inggris itu mengumumkan kembalinya Patrick Head, salah satu pendirinya, sebagai konsultan teknis usai hasil buruk musim 2018 dan didera sejumlah masalah teknis ketika mengawali musim balapan 2019.

Sementara itu, Ferrari akan mengincar hasil positif di GP Bahrain, di mana mereka telah memenangi enam dari 14 balapan yang digelar di sana.

Hasil FP2 GP Bahrain
1. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 1 menit 28.846 detik
2. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0.035 detik
3. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.603 detik
4. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.711 detik
5. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 0.823 detik
6. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0.879 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1.154 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1.171 detik
9. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1.222 detik
10. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1.247 detik
11. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1.346 detik
12. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1.583 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1.612 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1.870 detik
15. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 2.002 detik
16. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 2.242 detik
17. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 2.283 detik
18. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2.298 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3.058 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4.086 detik

Hasil FP1 GP Bahrain
1. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 1 menit 30,354 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +0,263 detik
3. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport +0,974 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport +1,247 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,319s
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,461 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,598 detik
8. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team +1,686s
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda +1,985 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing +2,031 detik
11. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team +2,047 detik
12. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team +2,248 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda +2,520 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team +2,531 detik
15. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team +2,591 detik
16. Lando Norris GBR McLaren F1 Team +2,595 detik
17. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing +2,640 detik
18. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team +3,164 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing +3,834 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing +3,899 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Patrick Head kembali ke Williams sebagai konsultan

Jakarta (ANTARA) – Patrick Head kembali turun ke Formula 1 sebagai konsultan tim Williams F1 setelah tim berbasis di Inggris itu terseok-seok mengawali musim balapan 2019.

Pria berkebangsaan Inggris itu mendirikan tim tersebut bersama Frank Williams pada 1967 dan membuat mobil juara pada tahun 80-an dan 90-an. Dia mundur dari tim pada 2011 namun mempertahankan sembilan persen sahamnya.

Williams dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters pada Jumat, menyatakan bahwa Head di GP Bahrain menawarkan sejumlah dukungan bagi tim mekanik mereka dalam sebuah konsultasi jangka pendek.

Juru bicara tim itu mengatakan bahwa Head telah memulai tugasnya di pabrik mereka di Grove pekan ini.

Baca juga: Otomotif (profil) – Cedera tak padamkan semangat membalap Kubica
Baca juga: Jelang seri pembuka, ini kata Kubica soal membalap di Williams

Williams, yang finis di posisi buncit konstruktor musim lalu, ditinggal oleh kepala teknik Paddy Lowe, orang yang paling bertanggung jawab dengan pengembangan mobil balap mereka tahun ini, untuk alasan cuti menjelang musim baru F1 tahun ini.

Mereka bahkan melewatkan dua hari pertama tes pramusim di Catalunya karena pengembangan mobil mereka belum selesai.

Padahal, Williams adalah tim paling sukses ketiga di sejarah F1 dengan mengantongi sembilan gelar konstruktor dan 114 kemenangan Grand Prix. Mereka terakhir kali memenangi balapan pada 2012 silam.

Di GP Bahrain, Williams mendapati keterbatasan suku cadang mobil, sementara duo pebalap mereka George Russell dan Robert Kubica terlampau jauh 3,8 detik dari pimpinan sesi latihan bebas FP1, Charles Leclerc dari tim Ferrari.

Kubica pada Kamis mengatakan bahwa mereka harus bermain aman di trek jika tidak ingin mengalami kendala dengan mobil balap mereka.

“Kami memiliki suku cadang dari semua bagian yang kami butuhkan. Kami hanya harus memastikan bahwa para pebalap tidak melakukan hal-hal di trek yang bisa membahayakan,” kata Kubica.

Sebelumnya, rekan satu tim Kubica, George Russell ketika di Australia mengungkapkan jika Williams menemukan “masalah fundamental” dengan mobil mereka dan akan butuh waktu untuk memperbaikinya.

Baca juga: Williams kekurangan suku cadang di GP Bahrain
Baca juga: Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc kuasai sesi latihan bebas FP1 GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mengungguli rekan satu timnya, juara dunia empat kali Sebastian Vettel, untuk menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas FP1 di balapan GP Bahrain, Jumat.

Pebalap asal Monako itu, yang mengawali musim pertamanya bersama Ferrari, membuat waktu lap tercepat 1 menit 30,354 detik atau 0,263 detik lebih cepat dari Vettel yang berada di peringkat dua, demikian Reuters pada Jumat.

Sementara itu pebalap Mercedes Valtteri Bottas, yang menjadi juara seri pembuka di Australia dua pekan lalu, berada di tempat ketiga tercepat dengan selisih 0,974 detik dari Leclerc.

Bottas mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang membuat kesalahan di lap tercepatnya dan harus puas di tempat keempat dengan selisih 1,247 detik.

Ferrari, yang menuai hasil positif di tes pramusim, secara mengejutkan tampil lambat dari rival utamanya di Australia. Namun tim asal Italia itu memiliki catatan mengesankan di Bahrain, dengan memenangi enam balapan dari 14 balapan yang telah digelar di Sirkuit Sakhir itu.

Pebalap Red Bull Max Verstappen kembali menempel ketat dengan mobil RB15 bermesin Honda di peringkat lima dengan selisih 1,319 detik setelah kembali ke trek usai mengalami masalah kebocoran hidrolik sebelum sesi dimulai.

Rekan satu timnya, Pierre Gasly berada di peringkat enam mengungguli Carlos Sainz, yang menggunakan mobil McLaren bermesin Renault, yang mendapat upgrade terbaru pekan ini.

Sementara itu Nico Hulkenberg dari tim Renault berada di peringkat delapan diikuti Daniil Kvyat.

Kemudian Kimi Raikkonen berada di peringkat 10 besar untuk Alfa Romeo diikuti oleh Daniel Ricciardo di peringkat 11 dengan mobil Renault yang memiliki sasis baru kali ini.

Duo pebalap Williams, yang mendapati keterbatasan suku cadang untuk mobil mereka, berada di dua peringkat terakhir. George Russel, yang sempat mengalami spin berada di peringkat 19 di atas Robert Kubica. Keduanya memiliki selisih waktu 3,8 detik dari pimpinan sesi.

Pebalap Racing Point Lance Stroll menabrak pembatas setelah mengalami spin, sementara pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi bersenggolan ban dengan mobil Renault yang dikendarai Nico Hulkenberg di detik-detik terakhir sesi.

Berikut hasil lengkap sesi latihan bebas FP1 GP Bahrain pada Jumat:
1. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 1m 30,354 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +0,263 detik
3. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport +0,974 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport +1,247 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,319s
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,461 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,598 detik
8. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team +1,686s
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda +1,985 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing +2,031 detik
11. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team +2,047 detik
12. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team +2,248 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda +2,520 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team +2,531 detik
15. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team +2,591 detik
16. Lando Norris GBR McLaren F1 Team +2,595 detik
17. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing +2,640 detik
18. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team +3,164 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing +3,834 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing +3,899 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019