Aktivitas pembalap MotoGP Marc Marquez di Bandung

Pembalap MotoGP Marc Marquez menghadiri peluncuran komposisi tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019). Astra Honda Racing Team (AHRT) secara resmi meluncurkan skuad terbaru tahun 2019 yang bakal mengisi perhelatan balap lokal, Asia bahkan dunia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.

Ridwan Kamil beri Marc Marquez hadiah kujang

Bandung (ANTARA News) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi kenang-kenangan berupa kujang untuk Marc Marquez saat pebalap itu berkunjung ke
Gedung Sate, Bandung, Sabtu.

Juara dunia MotoGP ini berkunjung ke Bandung untuk berjumpa dengan penggemarnya. Marquez bersama Repsol Honda Team ditemani manajemen PT Astra Honda Motor (AHM) naik Bandros (Bandung tour on bus) berkeliling kota dan mengakhirnya di Gedung Sate.

Di sana, Marquez pun disambut oleh orang nomor satu di Jawa Barat. Setelah makan siang bersama, Ridwan Kamil dan Marquez mengadakan sesi foto dengan motor masing-masing.

Di akhir acara, Ridwan Kamil memberikan sebuah hadiah berupa senjata tradisional dari Jawa Barat yakni Kujang.

“Ini jangan lupa nanti dibawa pulang ke rumah ya,” ujar Ridwan Kamil.

Marquez pun menerimanya dan memamerkan senjata tersebut kepada awak media.

Sementara itu, ketika menaiki Bandros, Marquez berkeliling Bandung sejauh 16 km. Dia memulai perjalanannya dari Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto, ditemani 100 bikers dari komunitas Honda CBR series dan Honda Big Bike Bandung. 

Mereka menyusuri beberapa kawasan terkenal kota Bandung seperti Jalan Asia Afrika yang terkenal dengan gedung Merdeka, Jalan Braga, Fiaduck, Wastu Kencana. Kemudian melintasi Jalan Merdeka, Dago, Dipati Ukur sebelum akhirnya berhenti di Gedung Sate.

Baca juga: Marquez kembali ke motornya setelah rehat dua bulan

Baca juga: Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manfaatkan JIV, SIWO Track kembali digeliatkan

Jakarta (ANTARA News) – Nama kejuaraan balap sepeda SIWO Track yang cukup tenar di tahun 1990-an hingga 2000 bakal kembali digeliatkan mengingat Indonesia saat ini sudah mempunyai lintasan balap kelas dunia yaitu Jakarta International Velodrome (JIV).

“Iya. Memang sudah kami agendakan. SIWO Track dulu merupakan kejuaraan rutin tahunan. Makanya akan kita giatkan kembali,” kata Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari di Surabaya, Sabtu.

Pria yang akrab dipanggil Okto ini menjelaskan meski kejuaraan SIWO Track sudah masuk agenda, namun pihaknya belum menentukan waktu pelaksanaannya mengingat harus disesuaikan dengan jadwal kejuaraan yang telah ada baik level nasional maupun internasional.

“Tunggu saja tanggalnya. Konsep lagi disiapkan. Bisa saja bulan September nanti atau bahkan lebih cepat. Kami butuh dukungan semuanya termasuk dari SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) sendiri,” katanya menambahkan.

Saat ini perkembangan pebalap disiplin track di Indonesia mulai menggeliat. Bahkan beberapa atlet sudah mampu menembus level dunia yang salah satunya pebalap putri, Crismonita Dwi Putri. Pebalap berusia 21 tahun ini bahkan bakal kembali berlaga di kejuaaraan dunia di Polandia.

“Ini perkembangan yang sangat bagus. Selain Crismonita ada Terry Yudha yang akan berangkat ke kejuaraan dunia. Tunggu saja, sebentar lagi ada pebalap Indonesia yang lolos ke Olimpiade 2020,” kata Okto menambahkan.

Pria yang juga seorang promotor tinju profesional datang ke Surabaya bukan hanya membawa angin segar untuk kembali digelarnya kejuaraan SIWO Track, namun juga mendapatkan penghargaan Golden Award SIWO PWI dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN).

Okto mendapatkan penghargaan dari SIWO untuk kategori Inovator Go Internasional. Penghargaan sendiri diserahkan langsung diserahkan oleh Ketua PWI Pusat Atal Depari. Tidak hanya Okto, Erick Thohir yang juga ketua INASGOC juga mendapatkan penghargaan untuk kategori Inspirator Go Internasional.

Sementara itu Ketua SIWO Pusat Gungde Ariwangsa menyambut baik rencana digulirkan kembali kejuaraan SIWO Track. Pihaknya mengaku akan memberikan dukungan penuh mengingat kejuaraan ini mempunyai sejarah panjang dan banyak melahirkan pebalap nasional.

“Kita akan terus komunikasin dengan PB ISSI. Untuk waktu pelaksanaan kita akan menyesuaikan. Yang jelas persiapan akan segera kami lakukan,” katanya saat dikonfirmasi

Baca juga: Ketua ISSI: Jakarta International Velodrome adalah aset dunia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bos tim Red Bull sebut Hamilton takut dengan Verstappen

Jakarta (ANTARA News) – Bos tim Red Bull Formula Satu (F1) Christian Horner menganggap pembalapnya, Max Verstappen dapat memberikan ancaman serius bagi juara lima kali Lewis Hamilton dan pembalap Ferrari Sebastian Vettel.

Pembalap asal Belanda berusia 21 tahun itu sudah memenangi dua balapan tahun lalu, tetapi nyaris meraih kemenangan ketiga setelah mengalami tabrakan saat memimpin balap di Brasil dan finish diurutan keempat secara keseluruhan.

Hamilton (34), memenangkan 11 balapan untuk Mercedes dan berpeluang besar menjadi juara musim ini serta disusul juara dunia empat kali Vettel (31), diposisi runner-up setelah memenangkan lima balapan.

“Max, bila Anda melihat penampilannya di paruh kedua tahun (sebelumnya), adalah pencetak poin tertinggi kedua setelah Lewis,” kata Horner kepada wartawan yang dilansir Reuters pada Kamis (06/02).

“Kurasa ia memiliki kemampuan setara dengan mereka (Hamilton dan Vettel), bila kita bisa memberinya alat yang tepat. Kurasa Max adalah pembalap yang paling mereka takuti.”

Verstappen adalah pembalap termuda F1 ketika tampil perdana dengan tim Toro Rosso yang dimiliki Red Bull saat berusia 17 tahun dan pemenang termuda di usia 18 tahun pada Grand Prix Spanyol 2016.(KR-HSI)
Baca juga: Red Bull berbenah untuk tantang Mercedes dan Ferrari di 2019
 

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uji MotoGP Sepang tampilkan perubahan baru

Sepang, Malaysia (ANTARA News) – Jelang musim balap MotoGP 2019 yang akan dimulai pertama kali di Qatar bulan depan, sejumlah persiapan dilakukan tim balap dengan menampilkan pembaruan.
   
Pada uji balap di Sepang, tim bisa mengetahui sejauh mana performa yang sudah dilakukan, untuk memutuskan apakah sudah benar-benar siap untuk balap yang sesungguhnya atau perlu melakukan adaptasi baru pada pebalap dan motornya.
   
Berikut faktor teknis baru yang muncul dari sejumlah tim di MotoGP pada uji balap Sepang 6-8 Februari, melansir MotoGP.com.

Honda
   
Repsol Honda Team begitu membanggakan jajarannya yang tangguh untuk musim 2019, namun sepertinya penilaian hasil pengembangan tampaknya jatuh di pundak Stefan Bradl yang menjadi pebalap uji.
   
Ia masuk ke sirkuit untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang masih cedera, sementara Marc Marquez dan Cal Crutchlow dari LCR Honda Castrol juga masih memulihkan diri setelah masing-masing mengalami cedera.
   
Di Valencia dan Jerez, Honda mencoba mesin 2019, airbox dan sasis baru, peredam stang yang dipindahkan, serta fairing baru. Harapan untuk mempertahankan mahkota kemenangan tim ada pada proses uji di Sepang.

Yamaha
   
Bukan rahasia lagi bahwa 2019 adalah tahun yang luar biasa bagi tim pabrikan yang berbasis di Iwata ini, dengan hasil cukup positif di tes awal 2019.
   
Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) memiliki jok baru yang dipasang pada akhir tahun 2018, dengan dia dan rekan setimnya yaitu Valentino Rossi berfokus pada performa mesin YZR-M1 yang baru.
   
Duo ini sudah menguji dua spesifikasi mesin 2019 di Valencia dan Jerez serta perlu membuat keputusan mana yang akan dipakai balapan.

Ducati
   
Tahun 2018 menjadi saksi pabrikan Bologna ini untuk mencoba sasis baru dan garpu roda depan, dengan gearbox baru dan pembaruan untuk mesin mereka sebagai persiapan 2019.
   
Selain itu, Ducati juga menggunakan rantai dan lengan ayun roda belakang baru di uji Jerez, dengan pebalap uji Michele Pirro.
   
Selanjutnya, pabrikan Italia itu juga diketahui menguji sayap aerodinamika baru di bagian ekor GP19.

Suzuki
   
Berbekal kesuksesan di tahun 2018 tim pabrikan yang berlokasi di Hamamatsu ini di tahun 2019 memakai sasis yang diperkuat dengan karbon.
   
Salah satu titik fokus utama bagi Suzuki adalah meningkatkan mesin mereka untuk musim 2019, yang pertama kali diuji pebalap uji Sylvain Guintoli di Grand Prix Jepang.
   
Sementara Alex Rins (Tim Suzuki Ecstar) juga akan memakai mesin tersebut ke Valencia dan Jerez, dengan Joan Mir juga akan mendapatkan kesempatan untuk mencobanya di Jerez.

Aprilia
   
Aprilia sudah menguji pipa knalpot, tangki bahan bakar, dan jok baru. Di Misano, pabrik Italia ini kemudian menguji mesin baru, sementara sasis yang diperbarui digunakan oleh Aleix Espargaro (Tim Balap Aprilia Gresini) di GP Australia.
   
Pebalap baru Bradley Smith menguji lengan ayun karbon yang diperbarui selama Uji Valencia, untuk mempersiapkan uji Sepang.

KTM
   
Tim pabrikan Austria ini membuat beberapa pembaruan pada sasis mereka, sementara pebalap Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) telah menguji fairing dan mesin baru, yang kemungkinan menggunakan mekanisme contra-rotating.
   
Suku cadang lainnya juga akan diuji oleh Espargaro dan Johann Zarco selama tiga hari di Sepang, bersama pebalap penguji Mika Kallio juga ikut serta di trek untuk melakukan pengujian.
Baca juga: Tim dan pebalap MotoGP bersiap hadapi uji Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Valentino Rossi kenang gelar juara saat ditanya “10 Years Challenge”

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi, diminta menjawab tantangan “10 Years Challenge”, di sela-sela pengenalan corak (livery) sepeda motor YZR-M1 dan peluncuran tim balap Monster Energy Yamaha yang dihelat di Jakarta, Senin.

Namun tantangan yang disuguhkan bukanlah mengunggah foto 10 tahun sebelumnya seperti yang sempat ramai di media sosial Instragram beberapa pekan lalu, melainkan Rossi diminta menceritakan perbedaan kariernya saat ini dengan 10 tahun lalu.

Rossi pun tertawa kala mendengar tantangan tersebut, namun ia langsung menceritakan karirnya yang gemilang bersama Yamaha pada 10 tahun lalu, yakni menjadi juara dunia 2009.

“Itu sudah begitu lama ya. Tahun 2009 adalah musim yang luar biasa, saat saya bersaing dengan rekan satu tim (Jorge Lorenzo) sepanjang musim itu,” tutur Valentino Rossi kepada pewarta di Four Session Hotel, Jakarta, Senin.

Baca juga: Pesan Valentino Rossi untuk pebalap muda Indonesia

Pada musim kompetisi 2009, Rossi menyabet gelar juara dunia ketujuh di GP Malaysia, setelah unggul 38 poin dari Jorge Lorenzo yang menjadi pesaing terdekatnya.

Kendati sudah berlalu 10 tahun, Rossi mengatakan bahwa kemenangan itu memberikan memori yang tak terlupakan, di tengah-tengah ketatnya kompetisi MotoGP dengan segala perubahannya selama satu dekade hingga sekarang.

“Ya, itu memori yang indah pada 2009, meski MotoGP terus berubah dan berkembang. Orang-orang kini lebih bekerja keras untuk level yang lebih tinggi,” ujar Rossi.

Rossi yang sempat pindah ke Ducati pada 2011-2012 namun kembali lagi ke Yamaha menilai, tim balap pabrikan berlogo garpu tala itu merupakan salah satu yang terbaik dalam kariernya karena bisa mengeluarkan potensi terbaik dari pebalap Italia itu.

“Selama belasan tahun berkarir selalu ada rasa bangga. Ada suasana dalam tim yang begitu penting untuk mendapat hasil memuaskan,” kata Rossi.

Rossi dan rekan setimnya, Maveric Vinales, akan melakoni balapan pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 6-8 Februari. Ujicoba pamungkas digelar di Qatar pada 23-25 Februari, sebelum balapan perdana musim 2019 di Sirkuit Losail Qatar pada 10 Maret.

Baca juga: Rossi-Vinales anggap tes pramusim Sepang bukan sekadar pemanasan

Baca juga: Valentino Rossi kenalkan motor sport Yamaha MT-15

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesan Valentino Rossi untuk pebalap muda Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi, menyampaikan pesan untuk pebalap muda Indonesia agar terus belajar dan menikmati setiap momen saat berlatih maupun berlomba.

Rossi yang hadir di Jakarta bersama Maverick Vinales, guna memperkenalkan tim Monster Energy Yamaha MotoGP serta corak (livery) baru pada sepeda motor YZR M1, mengatakan bahwa pebalap lokal Indonesia akan berkembang asalkan terus termotivasi dan bekerja keras.

“Hasrat MotoGP di Indonesia sangat kuat. Makanya saya berpikir beberapa rider Indonesia akan berkembang,” kata Valentino Rossi kepada pewarta di Four Session Hotel, Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, “Mereka harus belajar, memberikan segalanya, dan nikmatilah semuanya saat sedang di atas motor.”

Sebagai informasi, pebalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama dari Astra Honda Motor akan berlaga di ajang Moto2, sedangkan Galang Hendra dari Yamaha akan membawa nama Indonesia di ajang WorldSSP300 2019.

Rossi juga berbagi resep dalam menjaga kondisi kebugaran tubuhnya yang akan menginjak usia 40 tahun pada 16 Februari 2019.

Ia mengakui bahwa kondisi fisiknya jauh berbeda ketimbang saat masih berusia 25 tahun, namun hal itu bisa disiasati dengan rajin berlatih.

“Ini tentang fisik. Memang cukup sulit untuk kerja keras setiap hari di gym dan berlatih dengan motor,” kata Rossi.

“Tidak begitu berbeda saat saya berusia 40 tahun dengan 36 tahun, tapi jelas berbeda antara 40 tahun dengan saat masih 25 tahun. Namun semuanya menjadi mungkin dengan terus berlatih,” tutur pebalap yang merupakan penggemar klub Italia Inter Milan itu.

Baca juga: Rossi-Vinales anggap tes pramusim Sepang bukan sekadar pemanasan

Baca juga: Rossi dan Vinales kenalkan “livery” baru Yamaha YZR-M1 di Jakarta

Baca juga: Suzuki luncurkan GSX-RR untuk MotoGP musim 2019
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peluncuran motor terbaru Yamaha

Dua pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Team Valentino Rossi (kanan) dengan motor Yamaha MT-15 dan Maverick Vinales dengan New MX-King melakukan sesi foto saat peluncuran kedua motor tersebut di Jakarta, Senin (4/2/2019). Yamaha Indonesia Motor Manufacturing resmi meluncurkan dau motor seri terbarunya yaitu MT-15 dengan harga Rp34,95 juta “On The Road” (OTR) Jakarta dan New MX-King dengan harga Rp22,9 juta OTR Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Rossi-Vinales anggap tes pramusim Sepang bukan sekadar pemanasan

Jakarta (ANTARA News) – Dua pebalap Yamaha MotoGP,  Valentino Rossi dan Maverick Vinales, menilai tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, bukan sekadar pemanasan sebelum mengarungi 19 seri balapan pada musim 2019 yang akan dibuka di Qatar, 10 Maret.

Kedua pebalap itu menilai bahwa ujicoba di Sepang merupakan titik krusial guna mencoba kekuatan mesin sepeda motor YZR-M1.

Segenap pebalap MotoGP akan melanjutkan tes pramusim di Sepang pada Rabu (6/2), dengan harapan dapat menemukan komposisi yang tepat antara gaya berkendara dengan kecepatan dan kemampuan bermanuver pada sepeda motor.

Valentino Rossi dan Maverick Vinales yang hadir di Jakarta guna memperkenalkan tim Monster Energy Yamaha MotoGP serta corak (livery) baru pada sepeda motor Yamaha YZR M1, mengatakan bahwa tes di Sepang adalah kesempatan untuk membuktikan hasil kerja tim selama persiapan.

“Tes yang akan datang di Sepang sangatlah penting, karena ini adalah kesempatan pertama bagi tim untuk bersama-sama mencoba segala hal yang telah dikerjakan oleh Yamaha sepanjang musim dingin,” kata Valentino Rossi kepada pewarta di Four Season Hotel, Jakarta, Senin.

Rossi yang genap berusia 40 tahun pada 16 Februari nanti mengatakan Tim Yamaha telah bekerja maksimal agar bisa meningkatkan performa kendaraan pada musim ini.

“Kinerja kami meningkat menjelang akhir musim lalu, tetapi kami masih perlu membuat beberapa langkah besar lagi, jadi kami harus mulai bekerja keras,” kata Rossi yang merupakan penggemar klub sepak bola Italia, Inter Milan.

Baca juga: Rossi dan Vinales kenalkan “livery” baru Yamaha YZR-M1 di Jakarta

Rossi yang mengaku tetap berlatih di sela-sela waktu istirahat musim dinginnya, mengatakan sudah tidak sabar memulai musim balapan MotoGP 2019.

“Saya telah meluangkan sedikit waktu untuk bersantai dan berlatih dalam beberapa bulan terakhir ini, tetapi seperti para penggemar, saya sudah tidak sabar untuk memulai musim baru,” katanya.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales, juga mengatakan bahwa balapan ujicoba di Sepang merupakan kesempatan pertama untuk melihat hasil kerja tim.

“Kesempatan pertama untuk melihat sejauh mana kita melangkah adalah saat tes di Sepang. Saya menantikannya, karena saya memiliki harapan tinggi untuk tahun ini,” kata Vinales.

Sama seperti Rossi, Vinales memanfaatkan libur musim dingin untuk tetap berlatih demi menyongsong musim balap 2019.

“Musim dingin adalah kesempatan yang baik untuk mempersiapkan musim 2019. Saya punya waktu untuk bersantai dan relaksasi, tetapi bagian terbaiknya adalah tetap melaksanakan latihan, jadi saya telah siap untuk kembali mengendarai M1,” kata Vinales.

“Tahun lalu kami mengakhiri musim dengan cara yang sangat baik, jadi penting untuk menjaga momentum tersebut dan bersiap menghadapi balapan pertama di Qatar pada bulan Maret nanti,” ujar dia.

Setelah balapan pramusim di Sepang pada 6-8 Februari, tes pramusim akan digelar di Qatar pada 23-25 Februari, sebelum balapan perdana musim 2019 di Sirkuit Losail Qatar pada 10 Maret.

Baca juga: Suzuki luncurkan GSX-RR untuk MotoGP musim 2019

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aiman Cahyadi mulai adaptasi dengan tim baru

Jakarta (ANTARA News) – Atlet balap sepada Indonesia yang sudah kenyang pengalaman, Aiman Cahyadi mengaku mulai adaptasi dengan tim barunya yaitu PGN Road Cycling Team guna menghadapi musim balap 2019.

Aiman yang musim lalu memperkuat tim asal Malaysia, Sapura Cycling Team saat dikonfimasi dari Jakarta, Senin mengaku saat ini dirinya berlatih bersama dengan pebalap PGN Road Cycling Team lainnya di Yogjakarta.

“Saya sudah gabung dengan tim. Semoga tahun ini saya bisa lebih baik lagi,” kata salah satu pebalap road race terbaik di Indonesia itu.

Bagi Aiman, PGN sebenarnya bukan tim baru mengingat sebelum bergabung dengan tim asal Negeri Jiran selama dua musim, bapak satu anak ini menjadi punggawa tim yang didukung penuh oleh salah satu BUMN besar di Indonesia.

Namun, untuk status timnya berbeda. Saat ini, PGN Road Cycling Team merupakan satu dari tiga tim asal Indonesia yang sudah tercatat di federasi balap sepeda dunia (UCI) musim 2019 sebagai tim continental. Dua tim lainnya dalah KFC Cycling Team dan Customs Cycling Indonesia.

Dengan masuknya Aiman di PGN, tim yang menjalani pemusatan latihan di Yogjakarta ini dipenuhi pebalap potensial. Sebelumnya sudah ada nama Jamallidin Novardianto, Odie Setiawan, Jamal Hibatulloh hingga pebalap senior Robin Manullang dan Arin Iswana.

Hanya saja, masuknya suami pebalap nasional Yanthi Fuchiyanty juga diikuti dengan hengkangnya salah satu pebalap andalan Indonesia yang sebelumnya gabung PGN, Dadi Suryadi. Pebalap asal Sumedang itu saat ini bergabung dengan Brunei Continental Cycling Team.

“Rejeki di mana saja. Semoga tahun ini semuanya bisa menjadi lebih baik,” kata pebalap asal Bandung Jawa Barat itu.

Aiman Cahyadi merupakan pebalap berusia 25 tahun yang sudah kenyang pengalaman. Beberapa kejuaraan internasional telah diikuti selama memperkuat tim continental. Sebelum di tim Sapura, Aiman juga pernah memperkuat Pegasus Continental Cycling Team.

Adapun prestasinya selama turun dikejuaraan internasional diantaranya adalah menjadi pebalap Indonesia terbaik pada Tour de Singkarak 2013 serta menjadi juara pada Tour de Siak 2017.

Baca juga: Pebalap sepeda Indonesia menatap peluang di nomor ITT

Baca juga: Tim balap sepeda Indonesia akui kekuatan tim Kazakhstan

Baca juga: Aiman tumpuan Indonesia rebut medali nomor road race

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peluncuran tim Monster Energy Yamaha MotoGP Team

Pebalap MotoGP Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales berpose di samping motor YZR-M1 saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin (4/1/2019). Peluncuran tim baru dengan tema “Beast Mode On” tersebut sebagai tanda adanya kesepakatan sponsorship antara Yamaha dengan Monster Energy serta kesamaan visi untuk menghadapi musim balap 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

IMI Sulsel bahas balap e-sport

Makassar (ANTARA News) – Rapat Kerja Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan membahas tentang cabang olahraga balap otomotif baru, e-sport yang diakui IMI Pusat pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI di Balikpapan pada 15 Desember 2018.

“Selain refleksi program kerja IMI Sulsel tahun lalu, kita juga membahas mekanisme e-sport atau kejuaraan balap online yang baru saja diputuskan pada Rakenas lalu,” sebut Ketua IMI Sulsel Subhan Aksa didampingi Ketua Harian Hudli Huduri, di sela Rakerprov di Makassar, Ahad.

Menurutnya, cabang olahraga baru dibidang otomotif ini, kata dia, belum populer sehingga diperlukan pembahasan terkait dengan aturan dan mekanismenya agar dalam pelaksanaan dapat berjalan baik.

Selain itu, pihaknya telah membentuk komisi khusus menangani e-sport tersebut dengan menggodok regulasi termasuk menyosialisasikan kepada para pembalap-pembalap untuk bisa ambil bagian bila nantinya cabang olahraga ini masuk kejurnas.

“Kita coba tahun ini menggodoknya dengan perencanaan lebih baik, karena ini hal baru tentu kita melihat potensinya bagaimana kedepan, mengingat e-sport di luar negeri sangat besar peminatnya,”tutur dia.

Dia mencontohkan, melihat fenomena pengguna game sport online hingga dimasukan dalam kompetisi di luar sana, nilai bisnisnya sangat menjanjikan bahkan juaranya bisa menghasilkan jutaan hingga ratusan juta setiap menang dalam perlombaan.

“Kita melihat ini secara positif dan kedepan IMI bisa menjadi fasilitator. Tentu e-sport akan besar peminatnya bila sudah menjadi bagian dari cabang olahraga,” tuturnya.

Sementara untuk cabang otomotif lainnya, free style, juga menjadi pembahasan, meski telah memiliki standar, namun tetap dibahas agar kedepan perlombaan bisa lebih berkualitas.

Sementara Ketua Harian IMI Sulsel Hudli Huduri dalam kesempatan itu menambahkan, hasil pembahasan nantinya akan disosialisasikan ke atlet maupun masyarakat, sebab tanpa dukungan masyarakat tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Mengenai dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, kata dia, persiapan pra PON sudah dilakukan selain atlet yang ada, pihaknya juga menyiapkan bibit-bibit baru yang mulai dikenal publik.

“Porda kemarin sebagai ajang pemanasan, kita harapkan PON 2020 bisa maksimal. PON yang lalu Sulsel berhasil meraih medali perunggu. Kita berharap e-sport sudah bisa diperlombakan pada Kejurnas nanti,” tambah Huldi.

Dalam Rakerprov ini, IMI juga mengundang klub serta mitra IMI Sulsel untuk memberikan masukan, kritik maupun program untuk tahun 2019 agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Tahun 2018, ada 40 kegiatan kejuaraan digelar IMI Sulsel, baik lokal maupun nasional.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suzuki luncurkan GSX-RR untuk MotoGP musim 2019

Jakarta (ANTARA News) – Team Suzuki Ecstar meluncurkan motor GSX-RR yang akan dikendarai duo pebalap Spanyol Alex Rins dan Joan Mir di balapan MotoGP musim 2019.

“Kami akan memulai musim yang menarik. Tahun lalu kami mengejutkan semua orang dengan progres kami dan kembalinya kami ke posisi podium,” demikian manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio di laman resmi Suzuki-racing.com pada Minggu.

Setelah istirahat musim dingin, Suzuki Ecstar akan menuju ke Malaysia untuk menjalani tes pertama pada 2019 dengan membawa versi akhir dan livery motor GSX-RR.

Dua musim bersama Suzuki, Alex Rins menjadi pebalap berpengalaman di garasi Suzuki dengan mengantongi 5 podium pada musim 2018.

Sementara Joan Mir akan melakoni debutnya di kasta teratas balapan motor tersebut bersama Suzuki.

“Memiliki Alex Rins bersama kami sangat penting untuk memperbaiki performa tim. Dia memiliki kesegaran mental seorang anak muda, namun juga konsistensi dan pikiran yang bijak dari dua tahun terakhir pengalamannya,” kata Brivio.

Musim ini akan menjadi kali ketiga Suzuki merekrut pebalap rookie. “Kami akan bekerja keras untuk meneruskan tren positif yang kami miliki dengan membawa pebalap-pebalap muda,” kata Brivio.

“Kami percaya dia (Mir) memiliki talenta yang hebat, dan sekarang tergantung tim untuk mengeluarkan potensinya bersama Suzuki GSX-RR,” kata Brivio.
  motor Suzuki GSX-RR. (suzuki-racing.com)

Manajer teknis tim Ken Kawauchi mengatakan motor baru mereka memiliki spesifikasi mesin dan sasis baru. “Kami juga membuat perbaikan di elektronik dan fairing. Ini sesuai dengan filosofi Suzuki, yaitu tidak menghancurkan dan membangun kembali dari nol, namun terus berkembang tahap demi tahap dari apa yang telah kami capai.”

“Bagi kami kemudahan dikendarai untuk motor adalah keharusan, dan atas dasar itu kami telah memperbaiki area di motor itu tanpa mengganggu keseimbangan motor secara keseluruhan,” kata Kawauchi.

Sementara itu Alex Rins, yang terlibat dalam pengembangan motor, mengaku sudah tidak sabar untuk menjajal motor baru mereka.

“Sejauh yang saya tahu perbaikan yang akan kami uji di Sepang tidak akan drastis tapi lebih ke sedikit perbaikan di banyak area. Kami tahu apa kekurangan motor kami, jadi saya percaya R&D di Jepang akan menghasilkan paket yang akan membantu kami untuk lebih baik lagi,” kata Rins.

Sementara itu Joan Mir menyatakan masih butuh banyak jam terbang menggunakan motor Suzuki.

“Ada banyak hal yang harus saya pahami untuk menjadi lebih efektif, tapi saya merasa sangat didukung oleh tim dan saya akan bergantung kepada kekayaan pengalaman mereka untuk menjadi lebih baik,” kata Mir.

Baca juga: Suzuki India luncurkan motor sport Hayabusa 2019

Baca juga: Suzuki GSX150 Bandit, motor harian bermesin 150 cc
  motor Suzuki GSX-RR. (suzuki-racing.com)

Spesifikasi motor GSX-RR

Dimensi
panjang: 2.096 mm
tinggi : 1.140 mm
lebar : 720 mm

Tipe mesin
4-stroke berpendingin air
DOHC 4- valve
silinder 4 sejajar
kapasitas 1000cc

output maksimal: +176 Kw (240PS)
kecepatan maksimal: +340km/jam
girboks: enam percepatan  (seamless system)
tipe Frame: twin spar aluminium
ban depan/belakang: Michelin 17inchi/17inchi
suspensi depan: Ohlins inverted fork
suspensi belaknag: Ohlins
rem (depan/belakang) : carbon/baja Brembo
berat : 157kg

Baca juga: Rossi: Yamaha masih harus bebenah untuk bisa bersaing dengan Suzuki, Honda, Ducati

Baca juga: Empat pebalap pemula warnai MotoGP 2019
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crismonita kembali lolos ke kejuaraan dunia

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri karirnya terus menanjak karena kembali lolos untuk tampil di kejuaraan dunia setelah sebelumnya mampu menembus posisi delapan besar pada kejuaraan dunia trek di Hongkong akhir Januari.

Crismonita, menurut manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra di Jakarta, Sabtu dipastikan akan tampil pada kualifikasi kejuaraan dunia trek di Warsawa Polandia, 27 Feb – 3 Maret dan akan kembali bersiang dengan pebalap kelas dunia.

“Dia (Crismonita) dapat kesempatan lagi tampil pada kualifikasi kejuaraan dunia. Hasil di Hongkong sangat berpengaruh akan keberangkatannya ke Polandia,” katanya.

Pebalap berusia 21 tahun pada kejuaraan trek di Warsawa ini akan turun di satu nomor saja yaitu 500 meter time trial. Berbeda saat turun di Hongkong yaitu turun di nomor tim sprint bersama dengan Wiji Lestari dan sprint yang menempatkan pebalap kelahiran Lamongan itu di posisi delapan dunia.

“Kami harapkan progres Crismon terus meningkat. Saat ini tim pelatih terus memberikan program untuk menghadapi kejuaraan dunia nanti,” katanya menambahkan.

Jika pada kejuaraan dunia ditemani oleh Wiji Lestari, saat di Polandia pebalap cantik ini bakal tandem dengan pebalap putra Terry Yudha. Pebalap asal Jawa Tengah ini bakal turun pada kualifikasi kejuaraan dunia nomor 1.000 meter time trial.

“Ini juga menjadi kesempatan bagi Terry Yudha untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dia masih muda dan berpotensi,” kata pria asal Purwokerto Jawa Tengah itu.

Guna menghadapi kejuaraan dunia trek di Polandia baik Crismonita maupun Terry Yudha terus ditempa di Jakarta International Velodrome (JIV) Jakarta Timur. Mempunyai velodrome kelas dunia jelas menjadi keuntungan sendiri bagi pebalap Indonesia.

Baca juga: Crismonita tembus delapan besar kejuaraan dunia

Baca juga: Crismonita-Wiji perbaiki catatan waktu di kejuaraan dunia

Baca juga: Crismonita lolos ke kejuaraan dunia di Hongkong

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ducati punya harapan tinggi pada GP19 di Sepang

Bologna, Italia (ANTARA News) – Tim Mission Winnow Ducati pada tahun 2019 ini memiliki harapan besar agar bisa merebut kembali gelar juara dunia MotoGP dengan mesin GP19.
   
Harapan itu begitu tinggi, mengingat sebelumnya Andrea Dovizioso meraih dua medali runner-up berturut-turut pada 2017 dan 2018, dilansir MotoGP.com, Sabtu.
   
Sudah 11 tahun sejak Casey Stoner dan Ducati turun ke arena MotoGP pada tahun 2007, dan sekarang giliran Dovizioso dan rekan barunya yaitu Danilo Petrucci untuk mencoba dan melakukan tugasnya untuk membawa gelar itu kembali ke tim pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale itu.
   
Kedua pebalap ini membutuhkan awalan yang kuat untuk uji Valencia menggunakan mesin GP19 versi pertama, dengan hasil “DesmoDovi” menetapkan waktu tercepat kedua dan “Petrux” masuk lima besar.
   
Kemudian di sirkuit Jerez, Petrucci tampil mengesankan dengan menetapkan waktu tercepat kedua di uji balap dan Dovizioso mencetak selisih waktu 0,240 di posisi ketujuh.
   
Kendati begitu, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mewujudkan harapan besar itu.
   
“Di Sepang, kami ingin menguji sesuatu yang berbeda dari yang kami lakukan di Jerez. Dari sudut pandang mesin, kami ingin meningkatkan kinerja, dan pengujian di Sepang akan menjadi batas waktu di mana kami harus mengambil beberapa keputusan terkait mesin,” tutur General Manager Ducati Corse Luigi Dall’Inga.
   
Meski Ducati memiliki reputasi unggul di aspek mesin namun perbaikan tetap dibuat, serta di semua bidang lain termasuk pranata Desmosedici yang sebelumnya tidak begitu kuat, contohnya saat sedang melakukan belokan.
   
Bisa dikatakan tiga hari di Sepang akan sangat penting bagi Ducati karena mereka terus berusaha membentuk GP19 menjadi mesin dengan kekuatan yang lebih hebat.

Baca juga: Ducati miliki tiga kandidat pebalap musim 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim dan pebalap MotoGP bersiap hadapi uji Sepang

Sepang, Malaysia (ANTARA News) – Kurang dari satu minggu hingga pebalap MotoGP kembali ke lintasan pengujian di agenda pengujian Sepang, namun saat ini beberapa tim dan pebalap sudah di Malaysia untuk persiapan tes yang akan berlangsung 1-3 Februari.
   
Biasanya, hanya pengendara penguji yang ambil bagian dalam tes tertutup tersebut, namun dalam sebuah wawancara pada bulan Desember, bos Tech 3 Herve Poncharal mengutarakan bahwa keempat pebalap KTM akan hadir untuk mendapatkan data sebanyak mungkin.
   
Johann Zarco (KTM Red Bull) dan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3) bahkan sudah mengunggah kedatangan mereka di Malaysia pada media sosial.
   
Untuk Aprilia Racing Team Gresini, penguji Bradley Smith akan menaiki RS-GP selama tiga hari, dengan Aleix Espargaro dan Andrea Iannone diperkirakan akan bergabung dengan pebalap uji asal Inggris itu pada hari Minggu.
   
Sedangkan penguji HRC Stefan Bradl akan bergabung dengan Smith di trek, dengan pebalap Team Suzuki Ecstar Sylvain Guintoli dan pebalap Mission Winnow Ducati Michele Pirro menggunakan motor GP19.
   
Aktivitas ini terjadi sebelum kontestan lainnya berkumpul di Sirkuit Internasional Sepang pada 6, 7 dan 8 Februari untuk agenda uji balap yang resmi.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez kembali ke motornya setelah rehat dua bulan

Jakarta (ANTARA News) – Musim dingin 2018-2019 telah menjadi tahun yang sulit untuk juara dunia bertahan Marc Marquez dari Tim Repsol Honda. Biasanya ia memakai waktu di bulan Desember dan Januari untuk berlatih di lintasan tanah atau motorcross, namun ia tidak dapat melakukannya kali ini karena menjalani operasi bahu.

Juara dunia tujuh kali ini akhirnya kembali menaiki sepeda motor minggu ini, dengan Tim Honda Repsol yang menampilkan gambar-gambar eksklusif dari pebalap tersebut.

Pada 29 November ia meninggalkan Honda RC213Vnya di Jerez setelah menyelesaikan uji pramusim 2019 yang kedua, atau uji terakhir di tahun 2018.

Namun pada 4 Desember ia menjalani operasi untuk menangani cedera pada bahu kirinya lagi dan sejak itu Marquez memfokuskan semua upayanya untuk pulih dari operasi tersebut.

Dua bulan kemudian, ia berkendara di Sirkuit d’Arcarrà di Lleida, menjelang uji resmi pertama tahun 2019, Rabu 6 Februari di Sepang, Malaysia.

“Ini pertama kalinya saya kembali naik motor. Pebalap biasanya perlu pikiran yang tenang dan selama penerbangan ke Malaysia sekitar 14 jam, saya tahu bahwa setidaknya saya sudah bisa naik motor lagi,” tutur Marquez, seperti dilansir MotoGP.com, Jumat.

Ia menceritakan, dalam kegiatannya itu ia melakukan beberapa putaran di sirkuit yang membantunya mengetahui sejauh apa pemulihan yang sudah ia jalani.

“Saya tahu di mana yang masih sedikit sakit, dan dengan cara itu saya dapat menyampaikannya ke fisioterapi di minggu ini,” katanya.

Uji berkendara itu sesuai dengan harapan Marquez, karena ia jadi tahu kelemahannya pasca cedera, yaitu kurang kuat saat mengerem terutama saat berbelok ke kiri.

Saat berbelok ke kiri, ia harus menggunakan bahunya untuk menopang dan di titik itulah ia harus terus berusaha untuk meningkatkan kekuatannya.

“Sekarang kami akan bersabar di Malaysia, sehingga bisa bertarung di bulan Maret dengan kekuatan penuh,” tutur Marquez optimistis.

Marquez akan terus berjuang untuk kembali bugar di pengujian Sepang.

Baca juga: Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat pebalap pemula warnai MotoGP 2019

Sepang (ANTARA News) – Pertarungan untuk menjadi pebalap rookie atau pemula tahunan antara Bagnaia, Mir, Oliveira dan Quartararo akan kembali berlangsung di Malaysia.

Melansir motogp.com, Jumat, disebutkan tahun ini ada empat wajah baru yang akan menghiasi grid MotoGP, yaitu juara bertahan Moto2 Francesco Bagnaia (Alma Pramac Racing), Joan Mir (Tim Suzuki Ecstar), Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech 3), dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Bagnaia memulai karirya sebagai pebalap Ducati secara mengesankan, mengakhiri uji Valencia dengan posisi 11 dan di Jerez dengan posisi sembilan.

Ia finis di depan Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) dan Valentino Rossi (Yamaha Factory Racing). Dengan hasil tersebut masih belum diketahui apakah akan berujung pada transisi ke Ducati GP18.
  
Sementara itu, satu-satunya pemula yang menggunakan mesin pabrikan sebagai tunggangannya adalah Mir, juara dunia Moto3 tahun 2017.
  
Pebalap Spanyol ini menggunakan Suzuki GSX-RR yang terus membaik di bawah kendalinya, dengan mesin dan sasis yang menjadi fokus utama pabrikan dari Hamamatsu sejauh ini dalam sesi pengujian.
  
Mir ingin melanjutkan awal mula yang solid untuk pramusim di uji balap Sepang karena ia tampaknya akan memiliki penampilan yang mengesankan dalam karir perdananya di MotoGP.
  
Pebalap pemula yang juga ingin membuat awal yang positif di kelas utama adalah Quartararo, yang akan memperkenalkan dirinya dengan YZR-M1 di Sepang setelah menyelesaikan tes Valencia dan Jerez dengan posisi masing-masing 16 dan 12.
  
Pebalap Prancis ini terkesan dengan kekuatan mesin dan rem di MotoGP, dan akan membuat kemajuan lebih lanjut saat ia dan tim Petronas Yamaha SRT terus bekerja sama di awal musim balap.
  
Terakhir, ada Oliveira yang menjadi runner-up Moto2 tahun lalu.
  
Pebalap Portugal itu berada di belakang dalam hal capaian waktu, tetapi baik dia dan tim Tech 3 baru saja memulai perjalanan mereka dengan KTM dan RC16.
 
Tentu timnya punya harapan besar pada Oliveira untuk membuat kemajuan yang baik selama uji balap tiga hari di Malaysia.
 
Untuk mengetahu siapa rookie yang akan menjadi tercepat di Sirkuit Internasional Sepang tentu hanya bisa dijawab pada pembuktian uji balap tanggal 6-8 Februari.

Baca juga: Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siap bertarung untuk musim 2019, Sauber ganti nama jadi Alfa Romeo Racing

Jakarta (ANTARA News) – Sauber yang berkolaborasi dengan Alfa Romeo akan turun dengan nama Alfa Romeo Racing pada balapan Formula 1 musim 2019.

“Senang untuk mengumumkan bahwa kami akan memasuki Kejuaraan Formula One 2019 dengan nama tim Alfa Romeo Racing,” kata Ketua Tim Alfa Romeo Racing Frederic Vasseur seperti dikutip di laman resmi SauberF1team.com, Jumat.

Vasseur mengungkapkan setelah berkolaborasi dengan Alfa Romeo pada 2018, tim mereka menunjukkan progres yang bagus secara teknis, komersial dan di olahraga balap itu sendiri.

“Kami bertujuan untuk melanjutkan pengembangan di setiap sektor dari tim kami sementara semangat kami untuk membalap, teknologi dan desain mendorong kami ke depan,” kata Vasseur.

Baca juga: Raikkonen jalani tes pertama bersama Sauber

Kerja sama jangka panjang antara Sauber dan Alfa Romeo dimulai pada 2018, yang pada musim tersebut mereka finis di peringkat 8 klasemen konstruktor F1.

Di balapan Formula 1 musim 2019, mobil Alfa Romeo Racing akan membawa emblem semanggi berdaun empat yang menjadi identitas bagi model mobil tercepat mereka sejak 1923.

“Alfa Romeo Racing adalah nama baru di sejarah panjang Formula 1. Kami bangga berkolaborasi dengan Sauber dan membawa tradisi keunggulan teknisi, dan gaya Italia khas Alfa Romeo di puncak motorsport ini,” kata CEO Fiat Chrysler Automobiles Group Michael Manley.

Alfa Romeo Racing, yang diperkuat oleh juara dunia 2007 Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi, akan mengumumkan mobil balap Formula 1 musim 2019 mereka pada 18 Februari.

Baca juga: Sauber akan ungkap mobil 2019 pada uji Barcelona
Baca juga: Balapan di balik kacamata “Si Manusia Es” Kimi Raikkonen

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Jakarta (ANTARA News) – Atlet para-sepeda M. Fadli, dengan “senjata” barunya mampu melaju lebih cepat lima detik dari catatan waktu terbaiknya di nomor 4.000 meter individu pursuit putra balap sepeda track.

Rekor pribadi yang dia torehkan ketika turun di Asian Para Games 2018 yaitu di kisaran 5 menit 3 detik di nomor itu dia perbaiki menjadi 4 menit 58,185 detik ketika turun di track Jakarta International Velodrome pada ajang Asian Track Championshiop 2019 di Jakarta, Kamis.

“Alhamdulillah pada saat ATC ini saya mendapat kemajuan dibandingkan Asian Para Games kemarin…. Saya mempunyai senjata baru yaitu Look R96 yang kastanya jauh dari sepeda terakhir yang saya pakai,” ungkap Fadli di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia
  Sepeda balap track Look R96 (lookcycle.com)
Look R96 bukan sembarang sepeda, pasalnya pabrik sepeda balap yang bermarkas di Nevers, Perancis itu menyebut seri R96 sebagai Formula 1-nya Velodrome.

Sepeda dengan rangka terbuat dari serat karbon itu dikembangkan untuk Olimpiade 2016 di Rio. Huruf R adalah kepanjangan dari Rio.

“Sepeda ini didesain untuk menangani tenaga dari para pesepeda trek terkuat di dunia dan membantu mereka mencapai kecepatan yang fenomenal,” jamin Look dalam laman resminya.

Pedal R96, memiliki desain 100 persen HM monoblok karbon, dengan desain aerodinamis dan lengan berongga, yang bisa di pasang baik di sisi kanan atau di sisi kiri frame.  Dengan berat hanya 450 gram, pedal itu memiliki tingkat kekakuan dua kali lebih tinggi daripada pedal sepeda tradisional.

HM adalah kepanjangan dari High Modulus, serat karbon paling mutakhir yang memiliki tingkat kekakuan sangat tinggi, dua kali lebih tinggi dari serat karbon HR, serat karbon yang dibuat dengan proses karbonasi paling pendek.

Oleh karena itu serat HM mampu menyajikan tingkat kekakuan yang lebih tanpa menambah berat.

Sepeda Look dibuat dengan kombinasi berbagai jenis serat karbon, yang paling kuat adalah HM. yang memiliki varian HM 3K dan 1,5K, varian yang terakhir memiliki anyaman yang lebih halus sehingga lebih ringan yaitu 1.500 utas karbon dalam setiap seratnya.

“Dua aspek yang paling berpengaruh di velodrome adalah aerodinamika dan stiffness (tingkat kekakuan,” kata Fadli.

Frame R96 terbuat dari kombinasi serat karbon mutakhir yang menawarkan tingkat kekakuan yang tinggi. “Jadi ketika dikasih power tidak meleot… jadi ini pas banget, tidak ada alasan lagi buat saya untuk tidak membuat kemajuan,” kata Fadli.
  Rangka sepeda balap track Look R96 (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Look R96 menjadi sepeda yang paling sering dipakai pada Olimpiade Rio 2016.  Sepeda itu merupakan pengembangan dari seri sebelumnya yaitu L96 yang dikendarai oleh tim balap sepeda trek Perancis.

Look memangkas berat frame sekitar 150 gram di seri ini, dengan berat total sepeda sekitar 3,5 kg.

“Menurut saya beratnya pas, karena kalau terlalu ringan juga tidak bagus, bisa tidak dapat memomentum ketika balapan,” kata Fadli.

Stang R96 didesain khusus oleh Look untuk balapan trek mengikuti aturan UCI 3:1 dan menggunakan kombinasi serat karbon HM.  Penampang lengan yang gepeng dan memiliki posisi rendah berkontribusi terhadap peningkatan aerodinamika sepeda.

Kerendahan posisi stang memungkinkan lengan bawah pebalap untuk cepat berganti posisi yang menjadikannya krusial untuk mencapai fase power maksimal.

Kemudian track stem, bagian yang menyambungkan stang dan pipa kemudi di frame, memiliki desain berongga yang terbuat dari struktur monoblock karbon.  

Look menggunakan teknologi carbon terkompresi bertekanan tinggi untuk mengoptimalkan kekuatan mekanis tanpa mengorbankan tingkat kekakuan. Dengan sistem baru, sudut kemiringan track stem bisa diatur untuk menyesuaikan postur pebalap.

Bagian garpu sepeda depan, atau yang sering disebut fork, juga tak luput dari desain aerodinamis untuk mencapia koefisien penetrasi udara yang tinggi dan tingkat aerodinamika yang baik.

Look R96 menjadi hadiah bagi Fadli setelah dia meraih medali emas pada Asian Para Games 2018 di Jakarta lalu.

“Lima detik (lebih cepat) dalam waktu dua bulan saya rasa saya cukup senang dengan hasil ini, tapi itu belum cukup karena target saya adalah mendapatkan slot di Paralimpiade Tokyo 2020,” kata Fadli.

Baca juga: M Fadli incar tiket Paralimpiade Tokyo 2020

Namun demikian Fadli masih memiliki banyak pekerjaan rumah walaupun dia mampu memecahkan catatan terbaiknya di tingkat Asia.

“Lap time masih jauh, setidaknya saya masih punya waktu sekitar 1,5 tahun untuk menghadapi Paralimpik. Tapi saya yakin minimal bisa masuk kualifikasi dan bisa masuk di sana walaupun sangat berat,” kata Fadli.

Ke depan, atlet para-sepeda yang tadinya adalah pebalap motor itu akan fokus ke balapan 4.000 m.

“Karena saya mempunyai senjata yang bagus di kelasnya, jadi saya tidak mau menyia-nyiakan ini,” kata Fadli.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tambah medali perak paracylcing di ATC 2019

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet para-sepeda Ni’mal Magfiroh dan Sri Sugiyanti meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri Paracycling pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat.

Ni’mal, sebagai pilot, dan Sri harus mengungguli pasangan atlet Malaysia Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais/Nurul Suhada Zainal (pilot) di babak final perebutan medali emas. Pasangan Indonesia itu mencatatkan waktu 4 menit 7,889 detik, selisih sekitar lima detik dari pasangan Malaysia.

Sementara itu medali perunggu nomor tersebut diraih oleh pasangan pebalap Malaysia Nur Syahida Tajudin dan Noraidilina Adilla J. Sam.

Sri mengaku kurang puas dengan hasil tersebut karena setelah Asian Para Games 2018 lalu mereka sempat jeda latihan dan hanya latihan dalam waktu sekitar tiga minggu sebelum ATC.

“Bagusan di APG kemarin, memang tidak bisa dibohongin usaha itu, tiga minggu latihan dibandingkan 10 bulan,” kata Sri usai perlombaan.

Catatan waktu terbaik Ni’mal dan Sri di APG lalu berada angka 4 menit 3 detik.

Tantangan terbesar bagi Sri dan Ni’mal sekarang adalah bagaimana meneruskan latihan agar memiliki tenaga seperti pebalap Malaysia yang menjadi rival mereka.
  Pasangan atlet paracycling Ni’mal Magfiroh (kiri) dan Sri Sugiyanti (kanan) meraih medali perak nomor 3.000 meter pursuit individu B putri di ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jumat (11/1). (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Baca juga: Indonesia cetak sejarah emas junior track Asia 2019

Pelatih NPC Paracycling Indonesia Fadilah Umar melihat anak asuhannya tampak lebih percaya diri ketika di APG dibandingkan di kejuaraan tingkat Asia tahun ini.

“Karena setelah kemarin jeda itu jadi kita hanya pulihkan kondisi di awal saja, walaupun bisa mereka merasa sedikit dipaksakan,” kata Umar.

Sebelumnya pada Kamis, Sri dan Ni’mal meraih medali perunggu nomor tandem sprint putri B Paracycling di ATC 2019.

Baca juga: Berbekal “senjata” baru, M Fadli raih emas dan rekor Asia

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap sepeda Indonesia sabet medali perak nomor Omnium Junior Putra

Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (tengah) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Kecolongan Kazakhstan, Angga Prahesta harus puas dengan perak Omnium Junior

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap sepeda junior Angga Dwi Wahyu Prahesta harus puas dengan medali perak nomor balapan Omnium junior putra Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Sabtu.

Prahesta memiliki peluang meraih medali emas hingga balapan keempat yaitu point race sebelum kecolongan pebalap Kazakhstan Danill Pekhotin.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 20 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.
Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome

Angga sempat memimpin lomba hingga sprint ke tujuh, namun di 10 lap terakhir Pekhotin melancarkan serangan dan berhasil menyusul di belakang rombongan utama untuk melakukan overlap demi poin ganda di sprint terakhir.

“Balapan terakhir yang paling berat,” kata Prahesta usai lomba.

Angga mengakui strategi dia sudah berjalan dengan baik, namun mengaku kecolongan oleh pebalap Kazakhstan.

“Sesuai ekspektasi tapi karena Kazakhstannya kabur, makanya hancur. Sebenarnya Kazakhstan tidak boleh sampai lepas,” kata Prahesta.

Prahesta mengumpulkan total poin 129 di balapan yang terdiri dari empat nomor itu (scratch, tempo, elimination, dan points race).

Kazakhstan memimpin dengan 133 poin. Sementara itu medali perunggu nomor Omnium junior diraih pebalap Chinese Taipe Chih Sheng Chang dengan 116 poin.

Baca juga: Angga Dwi Wahyu Prahesta raih perunggu nomor points race

Medali perak tersebut menjadi medali ketiga Prahesta di ATC 2019 setelah sebelumnya meraih medali emas di nomor scratch junior dan medali perak nomor points race junior.

Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angga Prahesta, sinar talenta muda di trek velodrome

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap sepeda junior Angga Dwi Wahyu Prahesta muncul sebagai talenta muda balap sepeda Indonesia setelah merebut tiga medali di ajang Asian Track Championship 2019 yang digelar di Jakarta International Velodrome 8-13 Januari.

Kejuaraan balap sepeda track di tingkat Asia itu sebenarnya digunakan sebagai ajang menimba pengalaman para pebalap-pebalap junior nasional, namun Angga Prahesta berhasil mencuri perhatian setelah merebut satu medali emas dari nomor scratch race pada Kamis malam (10/1).

Prahesta unggul dari atlet India Venkappas Kengalagutti dan atlet Taiwan Chih Sheng Chang yang berurutan berada di peringkat dua dan tiga.

“Persiapan saya hanya dua pekan sejak pertengahan Desember 2018. Saya tentu sangat bangga sekali bisa mendapatkan medali emas karena perlombaan sangat ketat,” kata Prahesta.

Baca juga: Angga Dwi Wahyu Prahesta raih perunggu nomor points race

Dengan persiapan yang minim, atlet kelahiran Lumajang, 15 Agustus 2001 itu, juga baru kali ini turun di balapan track.

Sebelum menekuni balapan track, Prahesta adalah pebalap yang memiliki spesialisasi di balapan sepeda gunung downhill dan balap jalanan.

Di ATC 2019, Prahesta turun di nomor balapan “endurance” atau ketahanan seperti seperti scratch, points race dan omnium.
  Pebalap sepeda junior Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (dua dari kiri) memacu sepedanya di nomor Omnium – tempo race pada ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Minggu. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)
Pada Sabtu, Prahesta kembali naik podium dengan medali perunggu di nomor points race.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 15 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.
Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang

Di balapan sepanjang 60 putaran itu, Prahesta mampu mengumpulkan poin 10 untuk menempatkan dirinya di peringkat tiga.

Pebalap Thailand Thak Kaeonoi keluar sebagai juara dengan 34 poin, diikuti pebalap Malaysia Abdul Azim Aliyas di peringkat dua dengan 31 poin.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome
  Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (keempat kiri) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Di hari terakhir kejuaraan, stamina Prahesta pun diuji ketika turun di nomor Omnium. Disiplin ini adalah decathlonnya balap sepeda yang terdiri dari empat hingga enam balapan.

Pada ACT 2019, Omnium menggunakan format empat balapan: scratch, tempo, elimination dan points race  yang mana para pebalap harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dari empat balapan itu untuk menjadi juara.

Prahesta memiliki peluang meraih medali emas hingga balapan keempat yaitu point race sebelum kecolongan pebalap Kazakhstan Danill Pekhotin.

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 20 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.  Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang.

Angga sempat memimpin lomba hingga sprint ke tujuh, namun di 10 lap terakhir Pekhotin melancarkan serangan dan berhasil menyusul di belakang rombongan utama untuk melakukan overlap demi poin ganda di sprint terakhir.

“Balapan terakhir yang paling berat,” kata Prahesta usai lomba.

Angga mengakui strategi dia sudah berjalan dengan baik, namun mengaku kecolongan oleh pebalap Kazakhstan.

“Sesuai ekspektasi tapi karena Kazakhstannya kabur, makanya hancur. Sebenarnya Kazakhstan tidak boleh sampai lepas,” kata Prahesta.

Prahesta mengumpulkan total poin 129 di balapan yang terdiri dari empat nomor itu.

Kazakhstan memimpin dengan 133 poin. Sementara itu medali perunggu nomor Omnium junior diraih pebalap Chinese Taipe Chih Sheng Chang dengan 116 poin.

“Pengalaman saya yang kurang, kalau tenaga semua sama mungkin,” kata Prahesta.
  Pebalap putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta (kiri) memacu sepedanya pada nomor Omnium Junior Putra Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (13/1/2019). Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih medali perak dengan total nilai 119 poin, sedangkan medali emas diraih pebalap Kazakhstan Pekhotin D dengan nilai 133 poin sedangkan medali perunggu diraih oleh pebalap Malaysia Chee WCW dengan 113 poin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Baca juga: Kecolongan Kazakhstan, Angga Prahesta harus puas dengan perak Omnium Junior

Pelatih kepala timnas sepeda Indonesia Dadang Haris Purnomo pun terkejut sekaligus terkesan dengan performa Prahesta di ATC 2019.

Akhir tahun lalu PB ISSI mengirim Prahesta untuk berlatih di UCI World Cycling Satellite Center di India.

“Hasilnya bagus di sana, setelah itu kita lakukan seleknas junior untuk persiapan ini (ATC 2019) juga,” kata Dadang.

Di tengah absennya perolehan medali dari para pebalap elit nasional yang turun di nomor endurance, talenta Prahesta lah yang paling kentara.

“Kalau kita bicara kualitas, dia baru menunjukkan sebuah talenta, kalau kita lihat kualitas untuk turun di elit, dia masih butuh proses lagi. Tahun depan dia sudah 19 tahun… Saya sebagai pelatih jujur Angga pun kalau turun tahun depan di elit belum siap, perlu pengalaman lagi yang lebih banyak,” kata Dadang.

Manajer timnas sepeda Indonesia Budi Saputra juga cukup puas dengan penampilan Prahesta kali ini.

“Ini sudah hasil yang sangat bagus dan ke depannya mungkin Hesta akan lebih fokus lagi di nomor track endurance ini,” kata Budi.

Setelah turun di kejuaraan balap sepeda track untuk pertama kalinya, Prahesta pun berharap bisa mengikuti pemusatan latihan lagi dan kejuaraan lainnya.

“Pengen lebih maju lagi ke lomba yang lebih tinggi lagi,” kata Prahesta.

Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome
 

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

(Profil) – Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1

Jakarta (ANTARA News) – Charles Leclerc mencuri perhatian publik ketika Ferrari pada September lalu mengonfirmasi rumor yang mengatakan bahwa pebalap asal Monaco itu akan menjadi rekan Sebastian Vettel untuk balapan Formula 1 musim 2019.

Di usia yang baru menginjak 21 tahun, Leclerc akan menjadi pebalap termuda tim Kuda Jingkrak menggantikan Kimi Raikkonen yang bertukar kursi dengannya di Sauber.

Lalu apa yang membuat tim yang bermarkas di Maranello, Italia itu terpikat kepada si pebalap muda itu?

Baca juga: 10 alasan untuk tidak melewatkan balapan F1 2019

Baca juga: Balapan di balik kacamata “Si Manusia Es” Kimi Raikkonen

Finis di peringkat 13 dengan 39 poin bersama Sauber, Leclerc keluar sebagai pebalap rookie terbaik dalam debutnya di Formula 1 tahun lalu.

Membalap untuk Ferrari adalah salah satu kursi paling mahal juga sangat berat mengingat siapapun yang duduk di bangku mobil Ferrari akan mendapati tekanan yang besar karena bekerja dengan nama-nama besar, dalam kesempatan ini adalah sang juara dunia empat kali Sebastian Vettel.

“Dia telah membalap dengan apa yang dia punyai sejauh ini, dia telah menggunakan kesempatan yang dia miliki, mencetak poin dengan mobil yang sulit untuk mencetak poin,” kata Sebastian Vettel soal performa Leclerc bersama Sauber. Charles Leclerc ketika masih membela tim Alfa Romeo Sauber F1 (twitter.com/ Charles_Leclerc)

Performa Leclerc pun menuai pujian dari pebalap Mercedes Lewis Hamilton yang mengatakan bahwa Leclerc “benar-benar memiliki potensi untuk melakukan hal hebat (di Formula 1), dan anda belum tentu bisa mengatakan hal itu kepada setiap pebalap muda yang telah datang di tahun-tahun yang telah berlalu,” kata Hamilton.

Vettel dan Hamilton melihat Leclerc adalah salah satu pebalap yang tidak boleh diremehkan, dan jarang-jarang kedua juara dunia itu menyepakati satu hal yang sama.

Baca juga: Pertarungan papan tengah Formula 1 2019 diprediksi akan sangat kompetitif

GP Monaco di halaman belakang rumah

Lahir di Monaco, Leclerc sejak kecil sudah dikenalkan oleh keluarganya dengan dunia balapan Formula 1.

“Seingatku waktu itu aku berumur empat tahun. Aku dan keluarga menghabiskan siang dengan teman-teman ketika Grand Prix Monaco. Kami duduk di teras rumah mereka, yang terletak di atas exit tikungan pertama, Sainte Devote,” ingat Leclerc di laman resmi Sauber F1.

Leclerc kecil dan kawan-kawan sepermainannya bermain mobil-mobilan dan mendengar bisingnya suara mesin mobil F1 kala itu.

“Kalian pasti punya kenangan masa kecil, yang tertanam sangat dalam di memori kalian. Ini adalah salah satu memori pertamaku dan yang paling jelas,” kata Leclerc.

Di umur itu pula Leclerc pertama kali menjajal mobil karting ketika diajak ayahnya bermain ke sirkuit milik temannya, Phillippe Bianchi, ayah dari mendiang pebalap F1 Jules Bianchi, yang meninggal pada 2015.

Setelah sesi tamasya ke sirkuit karting itu, balapan bukan hanya menjadi kegiatan pulang sekolah, tapi berubah menjadi suatu ambisi bagi Leclerc.

“Sejak hari itu aku mulai berkompetisi melawan yang lain, aku di sana untuk menang,” kata dia.

Awal karir

Menekuni profesi sebagai pebalap karting, Leclerc berhasil memenangi sejumlah kejuaraan karting dari 2005-2013 sebelum pindah ke kejuaraan balap mobil kursi tunggal pada 2014.

Pada kejuaraan Formula Renault 2.0 tahun 2014 Leclerc keluar sebagai runner-up dan pebalap rookie terbaik kemudian tahun berikutnya di Formula 3 Eropa dia finis di peringkat empat.

Karirnya di dunia balap melaju pesat dengan memenangi GP3 pada 2016. Pada tahun itu juga Leclerc bergabung di Akademi Balap Ferrari dan menjuarai GP3 bersama ART Grand Prix sebelum mendominasi musim 2017 balapan Formula bersama tim Prema.
  Charles Leclerc (kiri) dan Jules Bianchi (kanan) (twitter.com/ Charles_Leclerc)

Di mata Leclerc, Jules Bianchi adalah pebalap panutan, teman sekaligus keluarga. Bianchi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Leclerc.

“Aku menghabiskan sebagian besar hidupku membalap dengan Jules. Kami menghabiskan hampir setiap akhir pekan di trek milik ayahnya. Aku paling sering membalap dengan dia daripada dengan orang lain,” kata Leclerc.

Namun, pada 2014 Bianchi mengalami kecelakaan tragis ketika balapan F1 di GP Jepang dan sempat dirawat intensif sebelum meninggal dunia pada 15 Juli 2015.

Kemudian di umur 19 tahun, Leclerc kembali harus tegar ketika kehilangan ayahnya, Herve Leclerc, yang meninggal pada 2017.

“Cukup aneh ketika di karir profesionalku, aku memiliki tahun terbaik di hidupku pada 2017, yang mana secara pribadi itu adalah tahun terberat untukku,” kenang Leclerc yang bergabung sebagai

Beberapa hari setelah ayahnya meninggal, Leclerc yang pada akhir pekan itu turun tanpa ekspektasi lebih malah meraih pole position di kualifikasi GP Baku 2017.

“Pada saat yang sama aku tahu aku harus membuat ayahku bangga. Membalap untuk dia, di dalam kenangannya, memberiku kekuatan. Saya berhutang semuanya kepada ayahku dan Jules, dan aku dedikasikan setiap balapan dan setiap kemenangan untuk mereka,” kata Leclerc.

Debut di F1

Pada 2018, mimpi Leclerc terwujud menjadi pebalap Formula 1. Bersama Alfa Romeo Sauber F1, tim yang memiliki hubungan dekat dengan Ferrari itu, Leclerc melakoni debut di F1 dan meraih poin pertamanya dengan finis di P6 di GP Azerbaijan.

Pada akhir musim, Leclerc berhasil mendongkrak posisi yang finis di peringkat buncit konstruktor tahun sebelumnya, ke peringkat delapan pada musim 2018.

Baca juga: Formula 1 musim 2018 dalam restrospeksi

Baca juga: Ferrari umumkan tanggal peluncuran mobil F1 2019

Leclerc akan menjalani musim keduanya di Formula 1, kali ini bersama Ferrari.

Setelah sempat merasakan mesin Ferrari di mobil Sauber, Leclerc akan dimanjakan dengan paket komplit Ferrari musim ini.

Di  hari kedua tes pramusim usai GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Leclerc menorehkan waktu tercepat 1 menit 36,450 detik dengan mobil SF71H Ferrari untuk menguji ban Pirelli.

Catatan waktu dia lebih cepat 0,4 detik dari rekan satu timnya, Sebastian Vettel, yang turun di hari pertama tes dengan menggunakan ban yang sama.
  Pebalap Ferrari Charles Leclerc turun di hari kedua tes pramusim Formula 1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Rabu (29/11). (Formula1.com)

Leclerc membuktikan dirinya jika dia memiliki kecepatan, dan juga determinasi selain mampu memanfaatkan setiap tetes potensi mobil yang dia kendarai. Lihat saja tiga balapan terakhirnya di musim lalu.  Ketiganya finis di peringkat 7, di belakang tiga tim paling kuat musim lalu.

Selain itu, Leclerc sudah memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tekanan ketika bergabung di tim sebesar Ferrari, berbekal pengalamannya mengikuti program pebalap junior bersama Ferrari.

Kalau Ferrari bisa memberikan paket mobil yang mumpuni, Leclerc pun sepertinya tidak akan perlu meminta izin dua kali untuk mengambil kesempatan memenangi balapan tahun ini.

Baca juga: Refleksi karir sang legenda Michael Schumacher

Baca juga: Red Bull berbenah untuk tantang Mercedes dan Ferrari di 2019

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ducati miliki tiga kandidat pebalap musim 2020

Bologna, Italia (ANTARA News) – Direktur Tim Ducati Paolo Ciabatti sudah memiliki tiga kandidat terbaik untuk mendampingi Andrea Dovizioso pada musim balap MotogGP 2020.

Mantan pebalap Alma Pramac Racing yaitu Danilo Petrucci sudah masuk ke dalam jajaran tim Ducati pada musim ini, namun ia hanya menandatangani kontrak selama satu tahun, mengutip laman resmi MotoGP.com, Kamis.

Jika pebalap asal Italia tersebut ingin mempertahankan tunggangannya di tim ini hingga musim selanjutnya, maka ia harus melampaui mantan satu timnya yaitu Jack Miller, pebalap asal Australia.

Selain itu, Petrucci juga harus bisa mengalahkan kandidat lain yaitu juara dunia Moto2 Francesco Bagnaia, yang pernah menjadi kawan satu tim Jack Miller di Alma Pramac di musim pemulanya.

“Hasil penilaian dari Petrucci, Jack, dan Pecco akan membimbing kami untuk memilih secara resmi mana pebalap yang akan masuk tim di tahun 2020. Kami punya tiga kandidat hebat untuk masuk jajaran pebalap pabrikan,” tutur Ciabatti.

Menurut dia, Petrucci akan menghadapi tekanan yang lebih besar karena harus mendapat juara pertama dan bertarung di trek agar masuk posisi lima besar.

“Target Petrucci bukan mengalahkan Dovizioso, walaupun mungkin dia bisa saja melakukannya ya tentu itu akan sempurna,” pungkas Ciabatti.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belum sempat menjabat, bos F1 Renault baru mengundurkan diri

Jakarta (ANTARA News) – Bos baru program Formula 1 Renault, Thierry Koskas mengundurkan diri dari perusahaan mobil asal Prancis tersebut bahkan sebelum menjabat posisi barunya itu.

Koskas diangkat sebagai presiden Renault Sport pada November dan menghadiri Grand Prix penutup di Abu Dhabi untuk misi pencarian fakta.

Namun, 18 hari sebelum ia mulai bekerja, Renault mengumumkan pengunduran diri Kostas dari grup Renault Sport, yang dilansir oleh BBC Sports pada Sabtu.

Jerome Stoll, yang direncanakan pensiun setelah digantikan Koskas, akan terus menjabat sebagai presiden grup.

Seorang juru bicara Renault Sport tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang situasi ini, tetapi menekankan bahwa langkah itu membuat tim F1 terus dipimpin oleh Stoll dan direktur pelaksana sekaligus bos de facto tim, Cyril Abiteboul.

Grup Renault-Nissan, perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia, mengalami kekacauan setelah mantan ketua Nissan Carlos Ghosn dituntut atas kejahatan keuangan di Jepang.

Menurut pemberitaan media lokal Jepang bahwa Ghosn, yang berperan penting dalam kembalinya Renault ke F1 sebagai sebuah tim konstruktor pada 2016, ditahan atas tuduhan memalsukan laporan gaji dan memanfaatkan perusahaan (Nissan) untuk kepentingan pribadi.(KR-HSI)

Baca juga: Pemerintah Prancis serukan pertemuan dewan Renault cari pengganti Ghosn

Baca juga: CEO Nissan: Aliansi Renault ‘tidak dalam bahaya’

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo akan jalani operasi lagi

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap andalan tim Repsol Honda Jorge Lorenzo akan menjalani operasi pada tangan kiri untuk kedua kalinya setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan.

Melansir pernyataan laman motogp.com, Senin, Lorenzo mengalami retak di pergelangan tangan kirinya dan akan dioperasi pada Senin ini.

Sebelumnya, tangan kiri pebalap berusia 31 tahun ini juga pernah dioperasi karena luka parah setelah mengalami kecelakaan di GP Thailand yang berakibat pada terganggunya jadwal akhir musim balap 2018.

Juara dunia lima kali ini dibawa ke rumah sakit pada hari Minggu (20/1) setelah merasakan sakit di pergelangan tangan, yang dikonfirmasi oleh timnya karena retakan di pergelangan tangan kiri melalui akun resmi media sosial.

Selain operasi di tangan kiri, pebalap asal Spanyol ini juga pernah menjalani operasi kaki kanan di bulan Desember, dan sekarang semestinya ia harus fit dan mengejar waktu guna menyiapkan uji balap pertamanya di sirkuit Sepang pada 6-8 Februari.

Hal ini juga menyebabkan rencana Lorenzo untuk bergabung dengan rekan setimnya Marc Marquez di Madrid, Italia pada peluncuran resmi tim 2019 pada 23 Januari terancam gagal.

Meski begitu, ia masih mengupayakan akan turut hadir dalam agenda tersebut, demikian laporan Reuters.

Baca juga: Ducati miliki tiga kandidat pebalap musim 2020
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Simoncelli buka pusat rehabilitasi disabilitas

Sant’ Andrea in Besanigo, Italia (ANTARA News)  – Yayasan “Marco Simoncelli Foundation” secara resmi membuka sebuah pusat rehabilitasi yang ditujukan bagi penyandang disabilitas pada hari Minggu, 20 Januari.

Hari peresmian dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun mendiang Simoncelli yang ke-32, melansir informasi laman resmi motogp.com, Senin.

Acara peresmian pusat rehabilitasi ini dihadiri orang tua Simoncelli yaitu Paolo dan Rosella, tunangannya yaitu Kate serta Kepala Dorna Carmelo Ezpeleta.

Bangunan pusat rehabilitasi yang mengusung nama mantan juara dunia balap motor kelas 250cc itu berlokasi di Via della Repubblica, Sant’ Andrea in Besanigo, sekitar dua kilometer dari Coriano atau empat kilometer dari Riccione.

Peresmian itu juga dihadiri oleh seluruh pihak yang berkontribusi pada pembangunan pusat rehabilitasi seluas lebih dari 1.000 meter persegi tersebut.

Bangunan ini diciptakan “Dopo di Noi Project” dan ditujukan bagi keluarga yang memiliki penyandang disabilitas di dalamnya, dengan pengelolaan oleh komunitas yang dekat dengan “SuperSic” yaitu Monte Tauro di Coriano.

Pusat rehabilitasi ini menawarkan solusi dan mendedikasikan pelayanan dengan standar tertinggi, termasuk fasilitas olahraga dan area rekreasi seperti kolam renang rehabilitasi, sebuah gym dan arena permainan.

Baca juga: Pendukung Simoncelli mengheningkan cipta

Baca juga: Tim Simoncelli tampil di Valencia

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Jakarta (ANTARA News)  – Pebalap MotoGP Jorge Lorenzo dipastikan absen dalam tes pramusim 2019 setelah menjalani operasi untuk menyembuhkan cedera di tangannya.

Persiapan Jorge Lorenzo untuk tim barunya Repsol Honda mengalami kendala setelah dikonfirmasi bahwa juara tiga kali MotoGP itu akan melewatkan tes pramusim 2019 di Sepang karena mengalami cedera pergelangan tangan kirinya baru-baru ini.

Cedera tersebut didapat Lorenzo saat sesi latihan di luar Verona, Italia. Menurut Repsol Honda yang dilansir BBC Sport pada Senin waktu setempat (21/01), ‘Lorenzo memilih untuk menjalani operasi’ yang berlangsung hari ini (Senin).

Pembalap Spanyol berusia 31 tahun tersebut akan tetap berada di rumah sakit selama 24 jam sebelum menghadiri peluncuran tim 2019 di Madrid pada Rabu. Proses fisioterapi sang pembalap dapat dimulai setelah empat hari pasca-operasi.

Namun, Jorge Lorenzo dan Tim Repsol Honda telah memutuskan untuk melewatkan tes pramusim di Sepang.

Lorenzo baru bisa mengikuti tes pra-musim kedua dan terakhir di Qatar dari 23-25 Februari, sebelum musim balapan baru Moto GP  dimulai pada 10 Maret.

Sebelumnya, tangan kiri mantan pembalap Ducati tersebut juga pernah dioperasi karena luka parah pasca mengalami kecelakaan di GP Thailand yang berakibat pada terganggunya jadwal akhir musim balap 2018.

Baca juga: Lorenzo akan jalani operasi lagi

Baca juga: Lorenzo sampaikan pesan perpisahan untuk Ducati

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lorenzo ingin lebih kuat pasca operasi

Verona, Italia (Antara News) – Pebalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo mengatakan ingin menjadi lebih kuat pasca menjalani operasi pergelangan tangan kiri akibat kecelakaan pada sesi latihan.

“Operasi sudah selesai. Waktunya untuk pemulihan dan kembali dengan lebih kuat,” tulis pebalap nomor 99 itu melalui akun Twitternya yaitu Lorenzo99.

Insiden itu terjadi saat Lorenzo melanjutkan sesi persiapan untuk musim balap MotoGP 2019 di Verona, Italia, yang terjatuh saat mengendarai motor balapnya.

Saat dilakukan pemeriksaan medis beberapa kali, diketahui juara dunia MotoGP lima kali itu mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri.

Dalam proses operasi, sebuah baut titanium disematkan di pergelangan tangannya melalui prosedur teknis yang sederhana.

Lorenzo berada di rumah sakit selama satu hari pasca operasi untuk melihat perkembangan medis, serta empat hari istirahat dirasa cukup untuk bagi luka tersebut untuk pulih dari operasi, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses fisioterapi.

Meski operasi untuk memperbaiki retakan di pergelangan tangan kirinya itu berjalan lancar, namun sebagai dampaknya Lorenzo tidak bisa mengikuti uji balap di Sepang Malaysia agar fokus pada pemulihan total.

Sasarannya adalah bisa pulih secara total pada uji balap di Qatar, 23-25 Februari.

Lorenzo pun menuju Madrid dengan Marc Marquez untuk perayaan 25 tahun Tim Honda Repsol pada 23 Januari.
Baca juga: Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sauber akan ungkap mobil 2019 pada uji Barcelona

Swiss (ANTARA News) – Mobil yang akan dipakai Kimi Raikkonen untuk berlomba pertama kalinya dalam 18 tahun dengan tim Sauber akan diluncurkan 40 menit sebelum uji pra-musim balap Formula1 2019 berlangsung di Barcelona 18 Februari.
   
Tim Swiss ini tengah menikmati keberuntungan tahun lalu, yang mengakhiri musim balap kedelapannya pada kejuaraan konstruktor namun ingin mencari celah yang lebih menjanjikan dengan aspek mobil yang menjadi terbaik keempat.
   
Laman resmi Formula1.com menyebutkan bahwa Raikkonen akan kembali ke tim yang memberinya debut di Formula 1 pada tahun 2001 dalam penampilan serba baru.
   
Pebalap Italia Antonio Giovinazzi juga mendapatkan kesepakatan F1 penuh waktu pertamanya setelah sebelumnya membuat dua start untuk tim Sauber.
   
Sauber adalah tim pertama yang mengumumkan akan menunggu hingga uji pertama sebelum secara resmi mengungkap jet darat 2019 mereka di Barcelona pukul 08.20 waktu setempat, dan menjadi tim kelima yang mengonfirmasi rencana peluncuran mobil balap baru.
   
Meski begitu, Renault ditetapkan menjadi tim yang pertama untuk meluncurkan mobil baru dengan direncanakan digelar pada 12 Februari, serta menunjukkan livery dan identitas baru mereka pada hari berikutnya.
   
Sementara itu, tim McLaren telah memilih untuk mengungkapkan mobil baru mereka di Hari Valentine, sehari lebih dulu dibanding tim Ferrari dan empat hari sebelum pengujian pra-musim dimulai.

Baca juga: McLaren luncurkan mobil F1 2019 pada hari Valentine

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crismonita-Wiji perbaiki catatan waktu di kejuaraan dunia

Jakarta (ANTARA News) – Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri dan Wiji Lestari yang turun di nomor tim sprint memperbaiki catatan waktunya di kejuaraan dunia trek di Hongkong, Jumat dibandingkan hasil di Asian Track Championship (ATC) 2019 Jakarta.

“Memang benar. Waktu di Jakarta catatan waktunya 35.648 detik. Untuk di kejuaraan dunia 35.232 detik,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra saat dikomfirmasi dari Jakarta.

Menurut dia, catatan waktu yang ditorehkan oleh Crismonita dan Wiji ini cukup baik karena menjadi pengalaman pertama bagi pasangan pebalap Indonesia ini turun di kejuaraan dunia. Apalagi pebalap yang turun di kejuaraan ini sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi.

Pada babak kualifikasi, pasangan Indonesia ini berada di posisi 18 dan dipastikan tidak bisa lolos ke babak selanjutnya karena hanya delapan pasangan yang diambil. Pasangan terbaik pada babak kualifikasi ini adalah Yifang Guo-Tianshi Zhong asal China dengan catatan waktu 33.377 detik.

“Kita ambil banyak pengalaman di sini sebagai parameter dan bahan evaluasi. Meski berada di posisi 18 kualifikasi, kita mendapatkan poin 110 dan ini menjadi tambahan poin untuk Olympic Ranking by Nation,” kata Budi menambahkan.

Pada kejuaraan dunia trek di Hongkong ini, Indonesia hanya meloloskan dua pebalap saja dan satu diantaranya yaitu Wiji Lestari terdongkrak pada nomor tim sprint. Crismonita menjadi satu-satunya pebalap yang poinnya memenuhi syarat untuk turun di kejuaraan dunia.

Berdasarkan catatan yang dihimpun dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI), Crismonita Dwi Putri saat bertolak ke Hongkong membukukan 562 poin untuk nomor sprint dan 330 poin untuk nomor keirin.

“Besok, Sabtu (26/1), Crismonita akan turun di nomor sprint 200 meter,” kata manajer asal Purwokerto Jawa Tengah itu.

Crismonita merupakan pebalap trek Indonesia yang sedang naik daun. Pada Asian Track Championship di Jakarta awal Januari lalu memang belum meriah hasil maksimal pada nomor keirin, sprint dan team sprint. Namun, pebalap kelahiran Lamongan, Jawa Timur itu mengalami peningkatan secara kemampuan.

Satu-satunya medali yang didapat Crismonita pada kejuaraan internasional level Asia ini adalah perunggu yang didapat dari nomor 500 m time trial. Hasil ini sangat bagus jika dibandingkan dengan pebalap Indonesia non paracycling lainnya.

Baca juga: Crismonita lolos ke kejuaraan dunia di Hongkong

Baca juga: Balap sepeda – Crismonita bikin kejuatan di balapan Malaysia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dadi Suryadi berlabuh di tim asal Brunei Darussalam

Jakarta, 29/1 (Antara) – Salah satu pebalap road race terbaik Indonesia, Dadi Suryadi, telah menentukan masa depannya dengan berlabuh di tim asal Brunei Darussalam yaitu Brunei Continental Cycling Team dan dipastikan bakal turun dibanyak kejuaraan internasional.

“Mulai tahun ini mas. Banyak pertimbangan sehingga saya menetapkan gabung Brunei. Selain frekuensi balapan akan lebih banyak, di sana juga lebih fleksibel,” kata Dadi Suryadi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Meski sudah bergabung dengan Brunei Continental Cycling Team, pebalap asal Sumedang Jawa Barat ini belum bertolak menuju Negara Petro Dollar itu karena belum mendapatkan kepastian untuk turun dibalapan yang masuk kalender Asia Tour.

Untuk menghadapi ketatnya persaingan pada balapan internasional musim 2019, mantan pebalap PGN Cycling Team ini mengaku terus menempa diri. Pihaknya mengaku akan berusaha memberikan yang terbaik pada tim yang telah mengontraknya.

“Latihan tetap di sini (Sumedang) karena baru akan balapan sekitar bulan Maret. Tour of Taiwan,” kata pebalap yang sebelumnya memperkuat tim asal Malaysia, Terengganu Cycling Team itu.

Bapak satu anak ini menjelaskan jika dirinya di Brunei Continental Cycling Team tidak sendiri karena ada satu pebalap Indonesia lainnya yaitu Bernard Benyamin Van Aert. Pebalap asal Kalimantan Barat ini bakal menjadi tandemnya bersama pebalap asing lainnya.

Jika dilihat dari laman federasi balap sepeda dunia (UCI), Dadi Suryadi dan Bernard Benyamin Van Aert berada satu tim dengan pebalap asal Yunani Charalampos Kastrantas, pebalap asal Inggris Martin Ford, pebalap asal Malaysia Azmi Abdek Hadzid serta pebalap tuan rumah Muhamamd Raihan Abdul Aziz.

Pebalap berusia 29 tahun ini dikenal sebagai pebalap multi talenta karena cukup mumpuni di lintasan datar maupun tanjakan. Beberapa prestasi juga sudah ditorehkan yang diantaranya adalah menjadi peringkat dua klasemen umum Tour de Singkarak 2016 dan secara otomatis menjadi pebalap Indonesia terbaik.

Sebelum bergabung dengan Brunei Continental Cycling Team, Dadi Suryadi telah menjadi andalan dibanyak tim yang dimulai dari Putra Perjuangan Bandung, berikutnya tim yang sempat bersinar di Le Tour de Langkawi yaitu Pegasus Continental Cycling Team. Selanjutnya di Terangganu Cycling Team dan pada musim 2018 memperkuat PGN Cycling Team.***3***

Baca juga: Dadi mulai nyaman dengan tim baru untuk Tour de Indonesia

Baca juga: Dadi Suryadi pecahkan rekor di karir profesional

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alonso ukir prestasi di balap 14 Daytona

Daytona, AS, 29/1 (Antara) – Pebalap F1 Fernando Alonso sedang mengharapkan gelar Triple Crown tahun ini. Namun sebelum menjajal Indianapolis 500 untuk menyelesaikan prestasi itu, ia mencatat prestasi luar biasa lainnya dengan memenangkan balap Rolex 24 di Daytona di Amerika Serikat.
   
Melansir laman resmi Formula1.com, Selasa, Alonso bersama rekan setimnya Jordan Taylor, Renger van der Zande, dan mantan pebalap Sauber F1 Kamui Kobayashi, melaju dengan menghadapi hujan lebat di arena Florida.
   
Juara dua kali F1 ini yang, meski menghadapi cuaca yang kurang baik, sukses mendapatkan kemenangan dengan Cadillac DPi-VR dari Wayne Taylor Racing.
   
“Saya sangat bangga dengan hasil yang kami raih hari ini. Tapi ini pekerjaan satu bulan. Pada bulan Desember kami mulai mempersiapkan perlombaan dan menerima semua dokumen, bagaimana Cadillac dan Wayne Taylor Racing bekerja, beberapa prosedur yang mungkin berbeda dibandingkan dengan tim lain,” kata Alonso.
   
Baca juga: Alonso akan mengikuti Daytona 24 Hours

Alonso mencoba integrasi secara cepat bersama dengan Kamui untuk belajar sebanyak mungkin dari tim, karena menurutnya balapan di Rolex 24 Daytona lebih sulit dibanding F1.
   
“Kami berdua mencoba untuk integrasi cepat, Kamui dan saya sendiri. Perlombaan sangat sulit karena kondisi berubah sepanjang waktu,” pungkas Alonso menambahkan.
   
Baca juga: Alonso berpeluang tampil di Daytona 24 Hours sebelum Le Mans

Kemenangan itu adalah yang kedua diraih Alonso dalam beberapa tahun beraksi di Daytona, setelah mulai terjun tahun 2018 bersama Lando Norris, pria yang akan menggantikan Alonso di McLaren untuk tahun 2019.
   
Alonso menjadi juara F1 ketiga yang meraih kemenangan di Daytona, mengikuti jejak juara Phil Hill yang memenangkan lomba 2.000 kilometer pada 1964, dan juara tahun 1978 Mario Andretti yang memenangkan lomba enam jam di sana pada tahun 1972.

Baca juga: McLaren siapkan livery khusus untuk Alonso sebagai tanda perpisahan

Baca juga: Sainz gantikan Alonso di McLaren tahun depan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toro Rosso ungkap waktu peluncuran mobil 2019

Barcelona (ANTARA News) – Tim balap F1 Toro Rosso selain memiliki pebalap baru yaitu Daniil Kvyat dan Alexander Albon untuk tahun 2019, mereka juga sudah mengumumkan bahwa mobil baru “STR14” akan diluncurkan pada 11 Februari.
   
Mereka berharap jet darat anyar mereka mampu membawa kesuksesan di trek balap pada musim tahun ini, mengutip pernyataan mereka dari laman Formula1.com, Selasa.
   
Tahun 2018 menandai era baru bagi tim Italia itu, yang dipandang sebagai tahun pembelajaran sukses dan pada akhirnya melangkahi Red Bull yang merupakan tim senior mereka untuk meninggalkan Renault dan bermitra dengan Honda untuk balapan mendatang.
   
Toro Rosso, yang diisi pebalap Pierre Gasly dan Brendon Hartley di musim lalu, berharap kedua pebalap baru mereka mampu mengeksplorasi mesin baru mereka.
   
Sebuah video pendek di YouTube mengonfirmasikan bahwa mobil itu akan dipublikasikan satu minggu sebelum uji balap musim dingin di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 18 Februari.
   
Merujuk pada tanggal tersebut, berarti mereka akan menjadi tim pertama yang meluncurkan mobil balap 2019 mereka.
   
Sementara itu, Renault ditetapkan untuk menjadi tim kedua yang akan meluncurkan mobilnya pada tanggal 12 Februari, dengan Racing Point untuk menyajikan livery dan identitas baru mereka di hari berikutnya.
   
Sedangkan McLaren telah memilih untuk meluncurkan mobil barunya di Hari Valentine, satu hari lebih dulu dibanding Ferrari dan empat hari sebelum pengujian pra-musim dimulai.
   
Tim Sauber pun telah mengumumkan bahwa mereka akan menunggu sampai pagi hari pertama pengujian untuk secara resmi menampilkan mobil barunya di jalur balap Barcelona.

Baca juga: Sauber akan ungkap mobil 2019 pada uji Barcelona

Baca juga: McLaren luncurkan mobil F1 2019 pada hari Valentine
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Jakarta (ANTARA News) – Juara Dunia Tujuh kali Marc Marquez dari tim Repsol Honda yang menjalani operasi bahu kiri pada awal Desember, kemungkinan akan melakukan uji pertamanya di sirkuit Sepang, Malaysia, untuk meninjau pemulihan pasca operasi.
   
Pebalap Spanyol ini telah menghabiskan waktu kosongnya untuk membangun kembali kekuatan di bahunya, dengan perkiraan pemulihannya berjalan dengan baik, melansir laman resmi motogp.com, Rabu.
   
Meski begitu, rencana uji latihan tersebut dinilai masih kurang dan jauh dari persiapan yang ideal untuk mempertahanankan gelar bagi Marquez.
   
Pebalap bernomor 93 ini akan berada di Sepang untuk menjalani uji selama tiga hari, namun rekan setimnya yaitu Jorge Lorenzo belum diketahui apakah akan melakukan hal serupa atau tidak.
   
Seperti diketahui sebelumnya, Lorenzo juga menjalani operasi pada awal September untuk memperbaiki patah kaki saat balapan di sirkui Aragon.
   
Selain itu Lorenzo juga sempat mengalami patah pergelangan tangan kirinya saat sesi latihan, yang membuatnya batal dari uji Sepang, karena Lorenzo dan timnya sepakat untuk memulihkan sebanyak mungkin tenaga untuk uji di Qatar.
   
Sebagai “tim impian” di MotoGP, tentu saja situasi yang dialami kedua joki Repsol Honda ini bukan mimpi indah untuk musim 2019.
   
Di samping itu, semua mata juga akan tertuju pada Marquez saat ia menunggangi motor RC213V baru untuk pertama kalinya sejak operasi.

Baca juga: Lorenzo ingin lebih kuat pasca operasi
Baca juga: Lorenzo absen tes pramusim Repsol Honda di Sepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes umumkan tanggal peluncuran mobil f1 2019

Jakarta (ANTARA News) – Tim Mercedes-AMG F1 pada, Rabu, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan mobil Formula 1 musim 2019-nya pada 13 Februari.

Mobil yang dinamai Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power itu, atau W10 singkatnya, akan diperlihatkan kepada publik pertama kali di Silverstone pada tanggal peluncurannya, demikian laman resmi Formula1.com pada Rabu.

Dengan mobil barunya tersebut, Mercedes mengincar gelar juara untuk keenam kalinya secara berturut-turut pada musim 2019 untuk menyaingi rekor Ferarri yang diciptakan pada awal tahun 2000-an.

Sementara Valtteri Bottas berharap untuk meraih kemenangan dengan mobil W 10 itu, Lewis Hamilton akan mengincar gelar juara dunia untuk keenam kalinya tahun ini.

Sejumlah tim dijadwalkan meluncurkan mobil F1 2019 mereka pada Februari sebelum sesi latihan pra-musim di Sirkuit Barcelona-Catalunya digelar pada 17 Februari.

Toro Rosso akan menjadi tim pertama yang meluncurkan mobil balap F1 2019 pada 11 Februari, diikuti oleh Renault satu hari berikutnya.

Kemudian Racing Point akan meluncurkan livery dan identitas baru mereka pada 13 Februari.

McLaren memilih hari Valentine 14 Februari untuk meluncurkan mobil mereka, sedangkan Ferrari memilih empat hari sebelum tes pra-musim dimulai.

Sauber, sementara itu, mengumumkan bahwa mereka akan menunggu hingga pagi di hari pertama tes pramusim untuk menyingkap bungkus mobil F1 2019 mereka di jalur pit Barcelona.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019