Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Ducati melengkapi torehan hattrick juara GP Italia setelah Danilo Petrucci menyentuh garis finis pertama di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu.

Dua kemenangan Ducati di Mugello sebelumnya dipersembahkan oleh Jorge Lorenzo pada 2018 dan Andrea Dovizioso pada 2017.

Petrucci mengawali balapan dari P3 dan mendapat perlawanan ketat dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan rekan satu tim Andrea Dovizioso di balapan sepanjang 23 lap itu.

Sebelumnya, hasil terbaik Petrucci di Mugello adalah finis ketiga pada 2017. Pebalap asal Italia itu pun mengungkapkan kegembiraannya usai merengkuh kemenangan pertamanya di kelas premier itu, juga di tanah kelahirannya, dengan berterima kasih kepada rekan satu timnya.

Saya ingin dedikasikan kemenangan pertama ini untuk Andrea, rekan satu tim saya, yang telah mengadopsi saya musim dingin ini seperti saudara,” kata Petrucci usai lomba.

Baca juga: Juara di Mugello, Petrucci raih kemenangan pertama di MotoGP
 

Petrucci, Marquez dan Dovizioso terlibat sejumlah aksi salip menyalip padai lap-lap terakhir yang ketat hingga akhirnya Marquez, yang start dari pole position, harus mengakui keunggulan motor Ducati bernomor 9 itu dan finis sebagai runner-up dengan margin tipis 0,043 detik.

Marquez sempat membuat kesalahan dengan melebar ketika memimpin lomba dan harus membayar mahal ketika tiga pebalap Ducati dan satu Suzuki mendahuluinya di lap kelima.

“Saya kehilangan apex di Tikungan 1. Kemudian di lap terakhir ketika saya mendapati Danilo terdepan, saya kedua dan Dovi di tempat ketiga saya memutuskan untuk tidak menyerang dan hanya akan bertahan karena jika saya mencoba dan melebar, Dovi akan memenangi lomba dan itu akan buruk hasilnya,” kata Marquez.

“Terlepas dari itu, saya senang dengan 20 poin ini.”

Andrea Dovizioso, harus puas finis ketiga di balapan ke-300 sepanjang karirnya itu.

“Saya sangat senang terhadap Danilo. kami bekerja sama karena saya tahu dia punya potensi. itu lah kenapa saya katakan di banyak wawancara di awal musim sebelum Qatar bahwa dia punya potensi dan dia harus mempelajari sesuatu, dan dia lakukan itu.”

“Saya merasa sangat senang karena dia. Dan menang di Mugello adalah balapan terbaik di kejuaraan kami. Jadi ini bagus dan saya rasa ini akan memiliki dampak kepada masa depannya,” ungkap Dovi.

Baca juga:Dovizioso pecahkan rekor kecepatan puncak di Mugello

Sementara itu Alex Rins (Suzuki Ecstar) kembali tampil impresif dan finis di P4 setelah menempel ketat tiga pebalap di depan.

Pebalap asal Spanyol itu memiliki start yang brilian. Start dari P13, Rins mampu naik ke peringkat tiga di tiga lap pertama untuk menantang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di depan.

Namun defisit tenaga motor GSX-RR kewalahan menghadapi tiga pebalap Ducati yang ada di barisan depan.

Pada lap 9, Rins menyerang Dovi dan mampu mengambil alih pimpinan lomba untuk sementara. Namun ketika tiba di trek lurus Mugello, Rins keteteran.

Jack Miller (Pramac Ducati) terjatuh di delapan lap terakhir ketika menempel rombongan terdepan di P5.

Balapan bagi Rossi berakhir ketika Raja Sirkuit Mugello itu terjatuh ketika balapan masih menyisakan 16 putaran.

Sepanjang akhir pekan ini Rossi kurang bersinar di sesi latihan bebas dan hanya mampu meraih P18 dari sesi kualifikasi.

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Baca juga:Vinales sebut motornya “gugup” dalam kualifikasi GP Italia

Hasil balapan GP Italia, Minggu:
1. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 33,794 detik
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 41 menit 33,837 detik
3. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 34,132 detik
4. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41 menit 34,329 detik
5. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 41 menit 40,329 detik
6. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 41 menit 41,275 detik
7. Michele Pirro ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 47,082 detik
8. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41 menit 47,731 detik
9. Pol Espargaro ESP Red Bull KT MENIT Factory (RC16) 41 menit 50,327 detik
10. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 41 menit 51,788 detik
11. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 41 menit 54,317 detik
12. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 41 menit 54,338 detik
13. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 41 menit 54,607 detik
14. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 42 menit 1,092 detik
15. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42 menit 1,845 detik
16. Miguel Oliveira POR Red Bull KT MENIT Tech3 (RC16)* 42 menit 3,895 detik
17. Johann Zarco FRA Red Bull KT MENIT Factory (RC16) 42 menit 15,651 detik
Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) GAGAL FINIS
Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* GAGAL FINIS
Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) GAGAL FINIS
Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) GAGAL FINIS
Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) GAGAL FINIS
Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) GAGAL FINIS

KPU serahkan hasil audit LPPDK hari ini

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Jakarta (ANTARA) – Serangan dua motor Ducati membuat Marc Marquez (Repsol Honda) kewalahan menjalani balapan seri keenam di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu.

Juara bertahan MotoGP itu hanya mampu finis runner-up, setelah Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), mengawali lomba dari pole position, demikian laman resmi MotoGP, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu juga direpotkan oleh rekan satu tim Petrucci, Andrea Dovizioso yang menebar ancaman di P3.

Marquez sempat membuat kesalahan dengan melebar ketika memimpin lomba dan harus membayar mahal ketika tiga pebalap Ducati dan satu Suzuki mendahuluinya di lap kelima.

“Aku kehilangan apex di Tikungan 1. Kemudian di lap terakhir ketika aku mendapati Danilo terdepan, aku kedua dan Dovi di tempat ketiga aku memutuskan untuk tidak menyerang dan hanya akan bertahan karena jika aku mencoba dan melebar, Dovi akan memenangi lomba dan itu akan buruk hasilnya,” kata Marquez.

“Terlepas dari itu, aku senang dengan 20 poin ini.”

Sepanjang lomba 23 putaran itu, tiga motor Ducati dan satu Honda unggul di depan diikuti oleh satu motor dari Suzuki.

Ducati lebih diuntungkan ketika mendapati surplus tenaga mesin Desmosedici yang bertemu dengan lintasan lurus nan panjang Sirkuit Mugello.

Al hasil Petrucci meraih kemenangan pertamanya di kelas premier di tanah kelahirannya.

“Di awal musim ini aku mulai berpikir mungkin aku tak akan pernah menang tapi kemudian aku beradaptasi dengan strategi ini untuk melakukan yang terbaik di luar maupun di atas trek tanpa memikirkan apa pun,” ungkap Petrucci.

“Aku tak punya kontrak lagi tahun depan, jadi aku mulai berpikir untuk melakukan hal lain di kehidupanku,” kata sang pebalap asal Italia itu.

Petrucci juga berterima kasih kepada rekan satu timnya, Dovi, yang telah membantunya di pra musim.

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello
Baca juga:Juara di Mugello, Petrucci raih kemenangan pertama di MotoGP

Dovi pun menekankan jika sebelum musim balapan tahun ini dimulai dia telah melihat potensi Petrucci dan membantunya berlatih serta menyiapkan musim baru sebagai rekan satu tim.

“Aku kecewa kehilangan poin di sini hari ini, tapi aku memutuskan untuk bekerja dengan Danilo karena aku melihat sejumlah potensi. Dia harus merubah sedikit banyak hal dan dia telah melakukannya, itu lah kenapa dia menang hari ini. Dia membutuhkan hasil itu untuk masa depannya, jadi aku ikut senang untuknya,” kata Dovi.

“Satu-satunya alasan Marc bisa bertahan dengan kami di trek ini karena kecepatannya di tengah tikungan. Kami memiliki akselerasi lebih baik, kami mengerem lebih baik tapi di tengah tikungan kami terlalu lambat,” kata pebalap bernomor 04 itu.

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Balapan MotoGP selanjutnya akan digelar di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, 16 Juni.

Baca juga:Statistik balapan GP Italia

KPU serahkan hasil audit LPPDK hari ini

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Buruk di kualifikasi, Rins tampil impresif di balapan GP Italia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins kembali membuktikan jika dia memiliki performa lebih baik di balapan di banding kualifikasi usai finis P4 di GP Italia, Minggu.

Pebalap asal Spanyol itu start dari P13 dan tak menunggu lama untuk mencuri posisi di awal balapan sehingga mampu bersaing dengan rombongan pebalap di depan.

Rins finis keempat di Sirkuit Mugello setelah Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati).

“Aku tak yakin jika kami memiliki hasil kualifikasi yang lebih bagus maka hasil balapan akan lebih baik,” ungkap Rins usai lomba seperti dikutip laman resmi MotoGP, Minggu.

Rins mampu naik ke peringkat tiga di tiga lap pertama untuk menantang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di depan.

Namun defisit tenaga motor GSX-RR kewalahan menghadapi tiga pebalap Ducati yang ada di barisan depan.

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Pada lap 9, Rins menyerang Dovi dan mampu mengambil alih pimpinan lomba untuk sementara. Namun ketika tiba di trek lurus Mugello, Rins keteteran.

“Aku beruntung karena aku mencuri banyak posisi di lap pertama, namun kesulitan di trek lurus. Sebelum tiba di Mugello kami tahu jika lintasan lurus panjang akan menyulitkan kami.”

“Aku mendapatkan ritme untuk bertahan lebih lama di depan dan berjuang untuk menang tapi ya sudah, aku mencoba 100 persen dan sangat keras. Hingga tikungan terakhir aku mencoba untuk menyalip Dovizioso tapi dia memiliki traksi yang lebih baik dariku. Jadi finis keempat, tapi aku senang.”

Usai balapan seri keenam, Marquez masih kokoh di puncak klasemen pebalap dengan 115 poin, Dovi menempel di peringkat dua dengan margin 12 poin. Sementara Itu, Rins di peringkat tiga dengan 88 poin, unggul enam poin dari Petrucci di peringkat empat.

Valentino Rossi kini berada di peringkat lima dengan 72 poin.

Baca juga:Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Profil – Petrucci, kemenangan MotoGP pertama si mantan polisi

Jakarta (ANTARA) –
Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) mewujudkan mimpinya menjadi juara balapan MotoGP usai finis terdepan di GP Italia, Sirkuit Mugello, Minggu.

Ini merupakan kemenangan pertama pebalap asal Italia itu di kelas MotoGP setelah 8 tahun membalap di kelas premier itu.

Perjalanan karir Petrucci terbilang cukup unik mulai dengan menjadi seorang polisi dan juara balapan Superstock 600 Eropa pada 2009 hingga 10 tahun kemudian menjadi juara Grand Prix di tanah kelahirannya.

Pada 2008, Petrucci menjajal mesin Superstock 600 di tingkat kompetisi Eropa. Dia meraih dua pole position dalam musim itu dan mengantongi kemenangan pertamanya di tahun berikutnya untuk finis peringkat keempat secara umum.

Kemudian pada 2010, dia menaikkan level kompetisi di kejuaraan Piala FIM Superstock 1000 Eropa, dengan menggunakan mesin Kawasaki pada awalnya. Bersama tim Pedercini Racing, Petrucci finis kesembilan di klasemen umum.
 

Baca juga:Hasil GP Italia, Ducati lengkapi “hattrick” di Mugello

Kemitraan pertamanya dengan Ducati datang ketika membela tim BARNI Racing yang mana mampu membaanya finis kedua di musim berikutnya.

Petrucci mengawali karir MotoGP bersama Ioda Racing Project pada 2012 dan mengemas poin di delapan balapan. Di tahun keduanya, Petrucci lebih banyak mengemas poin lagi tapi masih mendapati dirinya di papan bawah.

Pada 2014, musim balapan Petrucci memburuk dengan hanya mengemas dua poin dari tujuh seri awal yang menyebabkan kritik bermunculan ditujukan kepadanya. Semakin suram ketika di akhir musim dia hanya mendapat 17 poin dan berada di peringkat 20.

“Setelah tiga balapan aku merasa ingin menyudahi karirku. Aku tak merasa nyaman dengan motorku,” kata Petrucci seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Titik balik bagi Petrucci datang ketika Pramac Racing menawarinya kesempatan. Petrucci pun membayarnya dengan 11 kali hasil finis 10 besar dan podium runner-up di balapan GP Inggris di Sirkuit Silverstone yang kala itu diguyur hujan lebat.

Namun, pada 2016 Petrucci menderita cedera ketika sesi tes yang menghambat kemajuannya di musim itu. Dia menyelesaikan musim itu di peringkat 14 setelah tahun sebelumnya di peringkat 10.

Petrucci kembali pada 2017 dengan lebih siap dengan empat podium dan sejumlah peluang juara. Pebalap berjuluk Petrux itu meraup 124 poin dan menempati peringkat delapan musim itu, satu posisi di bawah pebalap pabrikan Ducati Jorge Lorenzo.

Di tahun berikutnya, Petrucci tampil lebih baik. Walaupun mengemas lebih sedikit podium tapi dia hanya gagal finis di dua balapan di bandingkan lima balapan di musim sebelumnya.

Satu podium di Le Mans dan penampilan yang konsisten tahun itu membuatnya pantas menempati kursi kosong yang ditinggalkan Jorge Lorenzo di tim pabrikan Ducati tahun ini walaupun hanya dalam kontrak satu tahun.

“Di awal musim ini aku mulai berpikir mungkin aku tak akan pernah menang tapi kemudian aku beradaptasi dengan strategi ini untuk melakukan yang terbaik di luar maupun di atas trek tanpa memikirkan apa pun,” ungkap Petrucci.

“Aku tak punya kontrak lagi tahun depan, jadi aku mulai berpikir untuk melakukan hal lain di kehidupanku.”

Petrucci membuktikan bahwa dirinya sendiri salah. Pebalap berusia 28 tahun itu kini mendongkrak dirinya ke peringkat empat klasemen sementara yang saat ini adalah pencapain terbaik di karirnya.

Menjadi juara Grand Prix untuk pertama kalinya, Petrucci masih memiliki jalan panjang musim ini untuk membuat kejutan lain di seri MotoGP selanjutnya.

Baca juga:Serangan ganda Ducati repotkan Marquez di Mugello

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uji tanding Pelatnas Panjat Tebing

Atlet panjat tebing putra Indonesia Rivaldi Ode Wijaya (kiri) beradu kecepatan dengan atlet panjat tebing DI Yogyakarta Seto (kiri) saat uji tanding di Arena Panjat Tebing Mandala Krida, DI Yogyakarta, Senin (3/6/2019). Uji pertandingan antaratlet panjat tebing tersebut untuk mengasah mental dan meningkatkan kemampuan menjelang kejuaraan dunia di Prancis Juli mendatang. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

Elga kawal Crismonita kejar poin Olimpade Tokyo di China

Jakarta (ANTARA) – Pebalap sepeda Indonesia Elga Kharisma Novanda bakal mengawal rekannya Crismonita Dwi Putri untuk sama-sama mengejar poin Olimpiade 2020 Tokyo di Kejuaraan Track China Cup seri I-III di Beijing, China, 6-8 Juni 2019.

“Mereka akan turun di tiga seri sekaligus. Harapan kami mereka bisa optimal di sana,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra saat dikonfimasi dari Jakarta, Senin.

Menurut dia, dua pebalap putri ini akan turun di tiga nomor andalan. Pertama nomor tim sprint, yaitu Elga Kharisma bakal tandem dengan Crismonita. Kedua, nomor 200 dan 500 meter dan untuk nomor ini khusus untuk Crismonita Dwi Putri.

Bagi Elga, kata Budi, kejuaraan di China ini adalah yang pertama setelah cukup lama absen karena mengalami cedera yang membutuhkan perawatan cukup panjang. Pebalap asal Malang ini turun di lintasan track terakhir kali pada Asian Games 2018.

Saat ini pebalap yang sebelumnya dikenal dengan Ratu BMX Asia Tenggara ini mengaku sudah siap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Apalagi laga debut yang ditunggu pasca-cedera selalu tertunda seperti yang terjadi di kejuaraan Hong Kong beberapa waktu lalu.

“Pelatih sudah menyiapkan mereka dengan baik. Selama ini mereka tidak libur dan digenjot latihan di Velodrome Rawamangun,” kata Budi menambahkan.

Elga dan Crismonita berikut tim pendukung sudah bertolak menuju Beijing. Bisa dipastikan keduanya tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri di Tanah Air.

Khusus untuk Crismonita merupakan pebalap Indonesia yang sudah memiliki poin UCI secara pribadi yaitu 270. Jumlah tersebut harus terus ditambah mengingat para rival dari negara lain juga mengejar poin untuk lolos Olimpiade Tokyo.

Memperbanyak turun pada kejuaraan yang masuk kalender UCI adalah salah satu cara untuk terus mengumpulkan poin. Apalagi PB ISSI berharap disiplin track mampu lolos ke kejuaraan multi even terbesar di dunia itu.

Nuansa Islam di Nanning China

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo Ducati berjaya di Mugello

Duo Ducati berjaya di Mugello

Pebalap tuan rumah dari Tim Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan seri keenam MotoGP 2019 di Sirkuit Mugello, Firenze, Italia (2/6). Petrucci mencatatkan waktu 41 menit 33.794 detik, di belakangnya menguntit Marc Marquez dari Tim Repsol Honda dengan selisih waktu 0,043 detik dan posisi ketiga ditempati pebalap Ducati lainnya, Andrea Dovizioso dengan jarak waktu 0,338 detik.

Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Gilles-Villeneuve di Kanada menjadi saksi kemenangan ketiga Sebastian Vettel di balapan Formula 1 musim lalu.

Kala itu pebalap asal Jerman tersebut menyentuh garis finis pertama menyingkirkan pebalap Mercedes Valtteri Bottas dengan margin cukup jauh, tujuh detik.

Ferrari akan berharap mengulang kesuksesannya di GP Kanada akhir pekan ini di balapan sebanyak 70 putaran mengelilingi sirkuit sepanjang 4,361 km itu.

Sejauh ini GP Kanada telah menyajikan sejumlah balapan yang epik berkat desain sirkuit yang menantang para pebalap dan menawarkan sejumlah kesempatan overtaking.

Pada dasarnya sirkuit ini adalah lintasan lurus yang dipadukan dengan sejumlah chicane dan satu hairpin, jadi akan banyak kesempatan pebalap melakukan slipstreaming serta zona pengereman keras.

Kesempatan terbaik untuk menyalip ada lintasan sebelum tikungan terakhir di mana pebalap akan mengambil peluang untuk menyodok di lintasan panjang yang berujung di zona pengereman keras sebelum hairpin itu.

Jika gagal melakukan overtaking di sana, maka pebalap masih memiliki kesempatan untuk mencuri posisi lewat zona pengereman keras lainnya di Tikungan 1.

Chicane terakhir adalah tikungan yang cukup menantang yang menuntut mobil mengerem dari kecepatan 300kpj untuk bermanuver ke kanan kemudian ke kiri melewati kerb yang besar.

Dengan pagar pembatas menunggu di hampir setiap tikungan, kesalahan terkecil bisa sangat fatal.

Pada 1999, tiga juara dunia menabrak tembok di ujung tikungan terakhir. Mobil pebalap tuan rumah Jacques Villeneuve, Michael Schumacher dan Damon Hill pernah mencium tembok pembatas di sana.

Villenueve juga pernah menabrak tembok sirkuit pada 1997. Sejak itu, Sebastian Vettel dan Jenson Button juga pernah mengalami hal yang sama. Korban lainnya adalah Rubens Barichello, Juan Pablo Montoya, Ralf Schumacher, dan Pastor Maldonado.

Tak hanya pebalap, mobil mereka juga akan dipaksa menembus batas ketika turun di sirkuit yang dipenuhi lintasan lurus panjang dan zona pengereman keras yang menuntut kekuatan mesin dan rem.

Di akhir balapan, rem yang selalu melakukan pekerjaan berat bisa menimbulkan masalah ketika pebalap ingin melambatkan mobilnya. Sungguh tidak nyaman di waktu-waktu itu mengingat ada sebuah tembok yang menunggu di setiap jalur keluar tikungan sirkuit.

Karena pedal kiri bekerja dengan keras, demikian juga pedal kanan untuk membuka throttle, maka biasanya Kanada menjadi titik di mana tim-tim F1 memperkenalkan power unit baru untuk mengejar performa di lintasan lurus.

Tak ada upgrade dari Ferrari

Namun, Ferrari tahun ini telah membawa upgrade power unit dua balapan lebih awal yaitu di Barcelona usai kewalahan mengejar performa Mercedes yang perkasa di setiap balapan musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengonfirmasi jika mereka tidak akan membawa upgrade ke Kanada dan sebagai gantinya berharap bisa mengeksploitasi surplus tenaga mesin Ferrari di lintasan lurus akhir pekan ini.

Kami tahu kami tak cukup kompetitif sekarang,” kata Binotto seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Dan saat ini kami tidak menantikan perubahan di mobil yang bisa memiliki dampak signifikan dari masalah yang kami temui di awal musim.”

Harapan besar ditujukan ke tim bermarkas di Italia itu setelah hasil mengesankan di tes pramusim tahun ini. Namun di enam balapan, hasil terbaik mereka hanya lah satu finis runner-up di Monako.

Mobil SF90 telah menunjukkan keunggulan kecepatan di lintasan lurus, power unit Ferrari pun merupakan salah satu yang terbaik di grid.

Namun ketika tiba soal pengendalian, keseimbangan dan penggunaan ban, Ferrari tertinggal dari rival mereka, Mercedes, dan bahkan Red Bull.

Binotto paham jika mereka harus menemukan solusi dalam hal jendela operasi penggunaan ban yang selama ini menghantui Ferrari, juga harus menghindari blunder di babak kualifikasi seperti yang dialami Charles Leclerc di Monako.

Baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan

Di atas kertas, trek di GP Kanada dipandang cocok dengan karakter SF90.

“Karakter trek Kanada memiliki tantangan yang berbeda, selain kecepatan puncak, efisiensi pengereman dan traksi menjadi perhatian utama,” kata Binotto.

“Kami tiba di sini untuk melakukan yang terbaik dan tak akan mengulang kesalahan di balapan-balapan sebelumnya.”

Biasanya, pabrikan mesin membawa update pertama power unit mereka di Kanada karena balapan yang sangat menuntut kekuatan mesin.

Kanada juga menjadi balapan ketujuh dari total 21 GP dalam setahun, titik yang pas untuk membawa mesin baru karena tahun ini setiap pebalap diizinkan memakai hanya tiga mesin tanpa mendapat penalti.

Tiga pabrikan telah terlebih dahulu memperkenalkan power unit baru mereka. Honda di Baku, sementara Ferrari dan Renault membawa spec 2 mesin mereka di Spanyol.

Akhir pekan nanti akan tergantung bagi Mercedes, juga tim-tim lain apakah mereka harus membawa upgrade mereka ke Kanada untuk menangkal ancaman dari Ferrari.

Antisipasi upgrade Mercedes

Sementara itu di kubu rival, Mercedes tak terkalahkan di enam balapan pertama dan kedua pebalap mereka selalu naik podium.

Silver Arrow bisa saja membawa upgrade pertama mereka ke Kanada untuk menjaga dan memperlebar keunggulan.

Lewis Hamilton telah mengemas empat kemenangan dalam enam balapan sejauh ini namun juara dunia lima kali itu mengatakan jika masih banyak area yang bisa dikembangkan, termasuk tenaga, oleh Mercedes.

“Akan banyak analisa dibuat dan khususnya untuk memahami ban lebih baik… mencoba untuk bekerja lebih baik dengan para mekanik untuk mengeluarkan (potensi) yang lebih dari mobilku,” kata Hamilton.

“Aku tahu jika orang-orang di pabrik sedang mengerjakan pengembangan… aku kira kami mungkin akan membawa mesin baru di balapan selanjutnya, jadi mobil akan terus berkembang, seperti juga kami,” kata pebalap asal Inggris Itu.

Terkait antisipasi upgrade mesin baru di Kanada, Mercedes belum mengonfirmasi hal itu.

Baca juga:Hamilton puncaki podium GP Monaco 2019

Walaupun saat ini berada di puncak klasemen pebalap unggul 17 poin dari rekan satu timnya Valtteri Bottas, Hamilton tetap khawatir akan ancaman rival mereka dan merasa performa dirinya belum lah yang terbaik.

“Mungkin di atas rata-rata tapi secara umum cukup rata-rata di enam balapan,” kata Hamilton soal penampilannya.

“Aku merasa masih bisa mengeluarkan yang terbaik. Aku tiba dengan kediapan, persiapan yang paling baik, tapi soal mengeluarkan performa sebenarnya dari mobil aku merasa aku sedikit kesulitan di enam balapan ini,” kata dia.

GP Kanada akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi pada Sabtu. Balapan akan berlangsung Senin dini hari (10/6) pukul 01:10 WIB.

Baca juga:GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020

One way, sterilisasi kendaraan di rest area

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alex Marquez juarai Moto2 GP Prancis, Dimas Ekky terjatuh

Jakarta (ANTARA) – Pebalap EG 0,0 Marc VDS Alex Marquez sukses menjuarai Moto2 Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu setelah menyelesaikan balapan sepanjang 25 lap dengan catatan waktu 40 menit 36,428 detik.

Untuk posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh pembalap Lightech Speed Up Jorge Navarro (+ 1,119 detik) dan pembalap FLEXBOX HP 40 Augusto Fernandez (+ 1,800 detik), demikian laman MotoGP.

Posisi keempat diraih oleh Brad Binder dari pabrikan Red Bull KTM Ajo (+ 6,015 detik), kemudian diikuti rekan satu tim Alex Marquez, Xavi Vierge di tempat kelima (+ 7,057 detik).

Pebalap Dynavolt Intact GP Thomas Luthi berada di posisi enam (+9,401 detik), sedangkan posisi tujuh menjadi milik pembalap Enea Bastianini dari pabrikan Italtrans Racing Team (+ 10,095 detik).

Posisi delapan hingga sepuluh secara berturut-turut ditempati oleh Marcel Schrotter dari Dynavolt Intact GP (+ 10,475 detik), Iker Lecuona dari American Racing KTM (+ 11,246 detik), dan pembalap Sky Racing Team VR46 Nicolo Bulega (+ 17,112 detik).

Sementara itu nasib nahas menaungi pembalap asal Indonesia Dimas Ekky Pratama. Memulai balapan dari P28, pembalap pabrikan IDEMITSU Honda Team Asia itu gagal mencapai finis setelah jatuh jelang tiga lap terakhir.

Padahal Dimas sempat berhasil memperbaiki posisi dengam menyodok hingga urutan ke 21, sebelum dirinya terjungkal dari tunggangannya.

Total dari 32 pembalap yang bertanding, hanya 20 di antaranya yang sukses menyelesaikan balapan hingga akhir.

Berikut hasil Moto2 GP Prancis :

1. Alex Marquez 40 menit 36,428 detik
2. Jorge Navarro 40 menit 37,547 detik
3. Augusto Fernandez 40 menit 38,228 detik
4. Brad Binder 40 menit 42,443 detik
5. Xavi Vierge 40 menit 43,485 detik
6. Thomas Luthi 40 menit 45,829 detik
7. Enea Bastianini 40 menit 46,523 detik
8. Marcel Schrotter 40 menit 46,903 detik
9. Iker Lecuona 40 menit 47,674 detik
10. Nicolo Bulega 40 menit 53,540 detik
11. Tetsuta Nagashima 40 menit 54,965 detik
12. Fabio Di Giannantonio 40 menit 56,245 detik
13. Luca Marini 41 menit 04.243 detik
14. Joe Roberts 41 menit 04.316 detik
15. Stefano Manzi 41 menit 25,567 detik
16. Lukas Tulovic 41 menit 27,228 detik
17. Jake Dixon 41 menit 28,116 detik
18. Marco Bezzecchi 41 menit 29,651 detik 19. Philipp Ottl 41 menit 37,287 detik
20. Jorge Martin 41 menit 40,145 detik

Baca juga: Odendaal tercepat di sesi latihan bebas 3 Moto2, Dimas Ekky tersungkur

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez juarai GP Prancis

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez sukses menjuarai MotoGP seri GP Prancis setelah menyelesaikan balapan dengan catatan waktu tercepat 41 menit 53,647 detik di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu.

Menempati pole position, pebalap asal Spanyol itu sempat kehilangan posisi pertama setelah disalip oleh Jack Miller (Ducati Pramac Racing) di lap awal.

Namun, tak butuh waktu lama bagi Marquez untuk kembali mengambil alih posisi teratas dan memimpin perlombaan hingga garis akhir, demikian laman resmi Moto GP.

Pertarungan sengit terjadi antara sesama pebalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Danillo Petrucci dengan Miller dalam memperebutkan posisi kedua.

Salip menyalip di antara ketiganya sempat terjadi di pertengahan lomba, sebelum akhirnya mengerucut hingga pertarungan menyisakan antara Dovizioso dan Petrucci. Dovizioso akhirnya sukses mengunci satu tempat di podium dengan finis di P2, diikuti Petrucci di P3. Sementara Miller harus puas berada di P4.

Pebalap legendaris Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) finis di posisi kelima. Sempat merangsek ke posisi empat pada lap-lap awal lomba, pebalap asal Italia tersebut tidak dapat mempertahankan posisinya dan harus kembali melorot ke P5.

Mengekor di belakang pebalap berjuluk “The Doctor”, terdapat Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) yang meraih P6.

Dua pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo masing-masing finis di P7 dan P8, diikuti oleh pebalap LCR Honda Castrol Cal Crutchlow di P9.

Sedangkan pebalap dari Team Suzuki Ecstar Alex Rin melengkapi posisi 10 besar dengan finis di P10.

Dengan hasil tersebut, Marquez semakin kokoh di puncak klasemen pebalap sementara dengan raihan 95 poin, diikuti oleh Dovizioso yang naik ke peringkat kedua dengan perolehan 87 poin.

Alex Rins harus puas turun ke peringkat tiga dengan 75 poin. Dirinya ditempel ketat oleh Rossi yang saat ini berada di tempat keempat dengan 72 poin.

Baca juga: Marquez kunci pole position GP Prancis meski sempat terjatuh

Baca juga: Alex Marquez juarai Moto2 GP Prancis, Dimas Ekky terjatuh

Hasil balap MotoGP di Prancis :

1. Marc Marquez 41 menit 53,647 detik
2. Andrea Dovizioso 41 menit 55,631 detik
3. Danilo Petrucci 41 menit 55,789 detik
4. Jack Miller 41 menit 56,587 detik
5. Valentino Rossi 41 menit 56,700 detik
6. Pol Espargaro 41 menit 59,582 detik
7. Franco Morbidelli 42 menit 00,834 detik
8. Fabio Quartararo 42 menit 02,086 detik
9. Cal Crutchlow 42 menit 03,500 detik
10. Alex Rins 42 menit 07,356 detik
11. Jorge Lorenzo 42 menit 08,650 detik
12. Aleix Espargaro 42 menit 23,159 detik
13. Johann Zarco 42 menit 26,708 detik
14. Hafizh Syahrin 42 menit 29,128 detik
15. Miguel Oliveira 42 menit 29,691 detik
16. Joan Mir 42 menit 36,095 detik

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raihan Marquez di Le Mans genapi kemenangan ke-300 Honda

Jakarta (ANTARA) – Keberhasilan pebalap Repsol Honda Marc Marquez menjuarai GP Prancis di Sirkuti Le Mans, Minggu, menggenapi total kemenangan ke-300 pabrikan Jepang tersebut di MotoGP sepanjang masa.

Raihan itu berjarak 53 tahun dari kemenaangan perdana Honda di kelas premier balapan dua roda paling bergengsi tersebut pada 1966 melalui pebalap Jim Redman, demikian menurut laman resmi MotoGP.

Marquez naik ke podium tertinggi usai balapan di Le Mans, yang merupakan raihan ketiga bagi pebalap berjuluk “Baby Alien” tersebut, setelah sebelumnya berhasil menjadi juara di GP Argentina dan Spanyol.

Marquez sendiri tampil impresif di Le Mans. Menempati pole position sejak start, pembalap asal Spanyol itu sempat kehilangan posisi pertama setelah disalip oleh pembalap Ducati Pramac Racing, Jack Miller di lap awal.

Namun tak butuh waktu lama, Marquez mampu kembali mengambil alih posisi teratas dan memimpin perlombaan hingga garis akhir. Pembalap 26 tahun itu finis pertama dengan catatan waktu 41 menit 53,647 detik.

Dengan hasil tersebut, Marquez semakin kokoh di puncak klasemen pebalap sementara dengan raihan 95 poin, diikuti oleh Andrea Dovizioso (Ducati) yang naik ke peringkat kedua dengan perolehan 87 poin.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) harus puas turun ke peringkat tiga dengan 75 poin, ditempel ketat oleh Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) yang sudah mengumpulkan 72 poin.

Baca juga: Marquez juarai GP Prancis

Baca juga: Alex Marquez juarai Moto2 GP Prancis, Dimas Ekky terjatuh

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

D’Antoni ingin tiga tahun lagi latih Rockets

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Houston Rockets Mike D’Antoni berminat meneruskan kiprah kepelatihannya untuk paling tidak sampai tiga tahun ke depan, kata dia kepada ESPN seperti dikutip Reuters.

D’Antoni dan Rockets sudah memulai membahas perpanjangan kontrak. D’Antoni menyisakan satu musim lagi dalam kontraknya sekarang tetapi telah memberi tahu pemilik klub Tilman Fertitta dan general manager Daryl Morey bahwa dia tidak ingin memasuki musim terakhirnya tanpa kejelasan mengenai kontrak baru.

“Saya memberi tahu Daryl dan Tilman bahwa saya bersemangat untuk terus melatih dan yakin saya bisa terus melakukan hal ini pada tingkat tinggi untuk paling tidak tiga tahun berikutnya,” kata pelatih berusia 68 tahun itu. “Saya di sini ingin menjadi bagian juara.”

Rockets disingkirkan Golden State Warriors pada semifinal Wilayah Barat musim ini. Musim lalu, Houston dikalahkan Warriors pada final Wilayah Barat.

Kekalahan musim ini melawan Warriors membuat Fertitta kecewa berat. Houston juga telah memutuskan untuk tak menyewa lagi asisten pelatih berorintasi bertahan Jeff Bzdelik.

D’Antoni memiliki catatan menang-kalah 173-73 selama tiga musim di Rockets. Secara keseluruhan, dia bercatatan 628-499 selama 15 musim di NBA bersama Denver Nuggets, Phoenix Suns, New York Knicks, Los Angeles Lakers dan Rockets, demikian Reuters.

Baca juga: Lalui dua kali overtime Raptors rebut Gim 3

Warga sambut Bupati dan Wakil Bupati Ciamis baru

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MotoGP: Dominasi Marquez

MotoGP: Dominasi Marquez

Pebalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mencatatkan diri sebagai yang tercepat dalam lanjutan seri MotoGP 2019 yang diadakan di Sirkuit Le Mans, Perancis, Minggu (19/5). Juara dunia MotoGP 2018 itu menyentuh garis finish paling awal dengan catatan waktu 41 menit 53,647 detik. Hasil ini semakin memantapkan posisi Marquez di urutan pertama klasemen MotoGP 2019. Kini dia meraih 95 poin, unggul delapan poin dari pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, di posisi kedua.

Bottas sesumbar kini cuma dia dan Hamilton

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas mengatakan perebutan gelar juara dunia balap Formula 1 saat ini hanya antara dia dengan juara dunia lima kali Lewis Hamilton yang sama-sama mengendarai Mercedes. Kedua pebalap membuat Mercedes berada di atas angin di sepanjang sisa balapan.

Bottas sudah dua kali menjadi pemenang pada lima balapan musim ini, sedangkan tiga lainnya dimenangi Hamilton sehingga pebalap Inggris memimpin klasemen kejuaraan dengan selisih tujuh poin.

Bottas tahu pasti Red Bull dan Ferrari tidak secepat mereka membuat cuma dia dan Hamilton yang bertarung memperebutkan juara dunia Formula 1.

“Untuk sekarang ini antara saya dan Lewis, tetapi ini musim yang sangat panjang. Ada banyak tim yang secara khusus di beberapa trek sangat dekat dan akan menjadi pacuan perkembangan di antara semua tim sepanjang musim ini,” kata Bottas dalam GPblog.

“Tetapi seandainya ini akan menjadi antara saya dan Lewis, maka setiap peluang akan menjadi kunci. Itulah mengapa (sirkuit) Barcelona bagi saya mengganggu. Saya merasa sudah bekerja keras pekan ini dan selama kualifikasi, berada di pole position, di sirkuit ini yang sangat berarti dan saya kalah saat start. Tetapi itulah hidup dan ada 16 peluang lagi. Itu banyak,” tutup Bottas.

Baca juga: Mercedes ada di planet lain

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fernando Alonso gagal total di Indy 500

Jakarta (ANTARA) – Mantan juara dunia Formula Satu Fernando Alonso tidak lolos kualifikasi Indianapolis 500, Minggu waktu setempat, setelah pebalap Prancis Simon Pagenaud merebut pole position untuk balapan 26 Mei itu.

Kyle Kaiser menyingkirkan Alonso dari tempat terakhir balapan yang diikuti 33 mobil itu ketika finis ketiga atau satu tempat di depan Alonso dalam kualifikasi enam mobil guna menentukan baris terakhir Indy 500.

Kaiser yang berusia 23 tahun, pebalap terakhir yang merebut trek, memacu kendaraan pada rata-rata 227,372 mil per jam (mph) dalam empat lap, atau 0,019 mph di depan Alonso yang berata-rata 227,353 mph bersama Chevrolet yang disiapkan McLaren.

“Kami tidak pernah menyerah. Kami terus mencoba,” kata Alonso (37) kepada wartawan setelah pekan yang berat di arena pacuan.

Alonso mengalami kecelakaan saat mobil Chevrolet-nya tabrakan saat latihan Rabu pekan lalu dan absen hampir dua hari latihan penuh sewaktu mobil cadangannya disiapkan.

Kemudian dia mencoba lima kali Sabtu pekan lalu untuk lolos sampai menambal ban pada kesempatan pertama. Alonso sudah siap untuk beradu cepat Minggu pekan lalu, namun tak berhasil mencapai kecepatan yang dia inginkan untuk lolos.

Baca juga: Fernando Alonso kecelakaan tabrak dinding pembatas

“Saya kira mobil terasa lebih baik hari ini ketimbang yang kami rasakan kemarin. Oleh karena itu, saya senang pada yang sudah kami coba,” katanya kepada wartawan sebelum dia tahu dia tidak lolos.

Pagenaud melewati empat lap dengan kecepatan rata-rata 229,992 mph untuk menjadi orang Prancis pertama yang menempati pole position sejak Rene Thomas pada 1919.

“Hebat sekali,” kata Pagenaud yang pekan lalu menjuarai IndyCar Grand Prix di trek jalan raya, kepada NBC Sports. “Jelas sekali pekan lalu itu luar biasa, tapi yang ini jauh lebih spesial.”

Dia akan bergabung dengan Ed Carpenter (229,889 mph) dan Spencer Pigot (229,826) di barisan depan.

Tetapi kisah Cinderella menjadi milik Kaiser si pebalap terakhir atau yang ke-33 yang lolos ke pacuan utama.

“Saya tak menganggap saya bisa menjelaskan apa yang sudah kami lakukan ini,” kata Kaiser setelah menyingkirkan Alonso dari arena. “Penghargaan terbesar milik tim. Mereka bekerja nonstop mengupayakan mobil ini siap untuk kami dan mereka telah melalukan segala hal yang kami perlukan untuk masuk arena ini.”

Baca juga: Alonso puji performa McLaren, tapi tak tertarik balik ke F1

Polda NTB bertemu tokoh dan siapkan 500 personel amankan 22 Mei

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Niki Lauda meninggal dalam usia 70 tahun

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia tiga kali balap mobil Formula Satu Niki Lauda asal Austria, meninggal dunia dalam usia 70 tahun setelah menjalani operasi paru-paru, demikian diumumkan McLaren, mantan tim yang pernah dibelanya, Selasa.

“Segenap anggota tim McLaren menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian rekan, kolega dan juara dunia Formula Satu 1984, Niki Lauda,” kata McLaren seperti dikutip Reuters. “Niki akan selalu di hati kami dan memperkaya perjalanan sejarah kami.”

Menurut media Austria, Lauda, yang dirawat di rumah sakit pada Januari selama sepuluh hari karena selain sakit paru-paru, juga menderita influenza, meninggal pada Senin di tengah keluarga yang mendampingi.

“Prestasinya yang unik sebagai atlet, sekaligus sebagai pengusaha akan selalu dikenang, usaha pantang menyerah, sikap terus terang dan keberanian menjadi panutan bagi kami,” demikian pernyataan yang dikeluarkan pihak keluarga.

“Ia adalah seorang suami penyayang dan penuh perhatian, seorang ayah dan kakek yang jauh dari perhatian publik, dan ia akan selalu dikenang.”

Lauda tampil sebagai juara dunia Formula Satu pada musim kompetisi pada 1975, 1977 dan 1984 bersama Mercedes dan Ferrari.

Baca juga: Jalani transplantasi paru-paru, Mercedes berharap kondisi Lauda segera pulih
 

Dua puluh satu penerbangan tambahan ke YIA

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir duka cita dari dunia balap untuk Niki Lauda

Jakarta (ANTARA) – Dunia balap dan Formula Satu berduka cita atas meninggal dunianya salah seorang legenda mereka, Niki Lauda, yang meninggal dunia dalam usia 70 tahun pada Senin 20 Mei 2019.

Di antara yang mengungkapkan duka cita itu adalah tim Mclaren yang pernah dibela Lauda. Lewat Twitter, McLaren menyatakan, “Niki akan selamanya di hati kami dan abadi dalam sejarah kami.”

Juara dunia MotoGP dua kali, Casey Stoner mengenang Lauda di Twitter dengan mengucapkan “RIP Niki Lauda, ikon sejati dan legenda Motorsport.”

Juara dunia Formula Satu 2009, Jenson Benton berkata “seorang legenda telah meninggalkan kita”, sedangkan pebalap Indy500, Simon Pagenaud menyebut Lauda sebagai suri tauladan untuk dunia balap.

Baca juga: Niki Lauda meninggal dalam usia 70 tahun

Mengutip International Business Times, sang legenda F1 pertama kali menjadi juara dunia pada 1975, empat tahun setelah bergabung dengan Ferrari. Dia selamat dari kecelakaan maut pada 1976 sampai banyak orang yang mengatakan itulah karir dia.

Tapi Lauda secara menakjubkan kembali ke arena balap setelah cuma absen pada dua balapan dan bahkan nyaris menjadi juara dunia setelah hanya satu poin di bawah musuh bebuyutannya yang akhirnya juara dunia, James Hunt.

Tahun berikutnya dia menjadi juara dunia kembali sebelum pindah ke tim Brabham pada 1978. Dia pensiun di tengah kualifikasi Grand Prix Kanada 1979 karena ingin berkonsentrasi pada bisnis penerbangannya di Austria.

Lauda kembali ke arena bersama McLaren pada 1983 dan dua musim kemudian menjadi juara dunia lagi untuk ketiga kalinya, kali ini dia mengalahkan rekan satu timnya Alain Prost dengan selisih setengah poin. Pada 1985 dia akhirnya pensiun dari Formula Satu dan arena balap.

Baca juga: Jejak sukses Niki Lauda, dari sirkuit hingga bisnis

Dua puluh satu penerbangan tambahan ke YIA

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITDC: Presiden arahkan balap Formula 1 juga diselenggarakan

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation Abdulbar M Mansoer mengatakan Presiden Joko Widodo mengarahkan agar Indonesia juga dapat menyelenggarakan balap mobil Formula 1 atau F1.

“Beliau menyampaikan bahwa F1 ini patut kita jajaki untuk diselenggarakan dalam rangka ‘country branding’ Indonesia juga dalam memperkuat ‘sport tourism’ di Indonesia selain MotoGP,” kata Abdulbar usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, pada Rabu.

Menurut Abdulbar, balap mobil F1 dapat diselenggarakan di sirkuit yang juga akan menjadi arena ajang balap MotoGP, Sirkuit Mandalika.

Abdulbar menjelaskan pihaknya siap untuk menyelenggarakan kejuaraan balap itu di Lombok.

Baca juga: Jokowi: Pembangunan sirkuit Mandalika Januari 2020

Terkait progres pembangunan Sirkuit Mandalika, dia menjelaskan pembangunan sirkuit akan dimulai pada Oktober 2019.

Pembangunan jalan sepanjang 4,3 kilometer ditargetkan membutuhkan waktu selama 12 bulan.

“Kami langsung dengan desainer treknya mendapat kepastian bahwa bentuk shapenya tidak perlu diubah, hanya ada perlakuan untuk top soil dan ada beberapa sinyal-sinyal atau sensor yang harus kita tambahkan karena sifatnya agak berbeda. Tapi tidak akan mengubah signifikan sekali dari sisi budget atau dari sisi teknis jalan,” ungkap Abdulbar.

Sementara itu Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir menjelaskan pertemuannya dengan Presiden membahas progres Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

“Saya sempat melaporkan khusus kepada bapak mengenai Olimpiade dimana Presiden IOC Thomas Bach sangat menyambut karena memang belum pernah ada negara di Asia Tenggara yang berani menyelenggarakan Olimpiade ini,” ujar Erick.

Kemudian terkait perhelatan balap F1, Erick menilai tidak akan terjadi pemborosan karena fasilitas yang digunakan adalah sirkuit yang sama dengan MotoGP.

“Kita melihat ‘opportunity’ ini tidak hanya ‘opportunity’ sebagai penyelenggara tetapi juga bagaimana kita kaitkan dengan investasi ke depan, investasi tourism,” demikian Erick. ***2***

(T.B019/

Ketua Kadin beri ucapan selamat ke Jokowi

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Monako jadi ajang menghormati Niki Lauda

Jakarta (ANTARA) – Formula Satu akan memberi penghormatan kepada mendiang Niki Lauda pada lomba akhir pekan ini dalam Grand Prix Monako, di mana tim dan pengemudi masih berkabung atas kematian sang juara dunia tiga kali itu.

Legenda balap asal Austria yang meninggal dunia Senin lalu dalam usia 70 tahun itu adalah juara GP Monako bersama Ferrari pada 1975 dan 1976 tapi juga kemudian menjadi ketua non eksekutif tim Mercedes dan pemegang saham prinsipal Toto Wolff.

Juru bicara Formula Satu mengatakan acara penghormatan tengah disusun yang rinciannya segera dipastikan. Beberapa kalangan menyebut akan ada hening satu menit sebelum lomba.

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton yang menyampaikan pesan penghormatan yang emosional kepada Lauda lewat Instagram, membuat penampilan paddock tetapi dikeluarkan dari jadwal konferensi pers yang telah diorganisir FIA.

Seorang juru bicara menyatakan mereka meminta Hamilton untuk dikecualikan dengan alasan dia “telah kehilangan sahabat karibnya pada diri Niki.”

Rekan satu tim Hamilton asal Finlandia, Valtteri Bottas malah menggantikan tempat Hamilton dengan menyatakan pebalap asal Inggris itu terlihat baik-baik saja ketika dia melihat Hamilton sebelum ini.

Baca juga: Niki Lauda meninggal dalam usia 70 tahun

“Dia (Lauda) berarti banyak bagi saya, selain menjadi anggota kami yang utama dalam tim balap dan pabrikan, bagian besar keluarga Mercedes dan menjadi pendorong besar untuk semua orang dan saya sendiri,” kata Bottas kepada wartawan.

Mercedes menyatakan seluruh anggota tim ini akan mengenakan pita hitam pada lengan mereka mulai Kamis dan akan memberikan penghormatan di atas mobil.

Ferrari juga menyatakan akan menghormati mendiang juara mereka yang dua kali juara bersama tim Italia ini pada 1970-an dan kembali membalap setelah mengalami kecelakaan fatal pada 1976. Ferrarri akan menghormati sang legenda di atas mobil-mobil mereka.

McLaren yang pernah ditumpangi Lauda saat menjadi juara dunia ketiganya pada 1984 juga berjanji akan menaruh sesuatu di atas mobil mereka untuk menghormati sang legenda.

Duel termasyur

Foto-foto dan cuplikan-cuplikan video dari duel terkenal pada 1976 antara Lauda melawan pesaing beratnya James Hunt terus-terusan diputar oleh Ferrari dan Mercedes.

Baca juga: Jejak sukses Niki Lauda, dari sirkuit hingga bisnis

Pebalap muda Inggris George Russell yang menjadi pebalap cadangan Mercedes, mengenang bagaimana dia dan Lauda nonton bersama balapan MotoGP.

“Dia sungguh mencintai apa pun tentang balapan,” kata dia seperti dikutip Reuters. “Saya teringat di Silverstone ketika saya memenangkan balapan GP3 pertama atau kedua saya dan dia ada di bawah podium bersama Toto. Saya sungguh kaget.”

“Saya menjadi bagian Mercedes baru setengah tahun dan ada Niki Lauda yang menyelamati saya di podium. Dia sungguh pribadi yang menakjubkan.”

Direktur pelaksana Formula Satu untuk motorsport Ross Brawn, yang pernah kerja bareng Lauda di Mercedes pada 2012, mengungkapkan mendiang adalah tokoh kunci di balik kepindahan Hamilton dari McLaren, khususnya dalam membujuk direksi Mercedes untuk menggelontorkan uang.

“Kehilangan Niki sangat mempengaruhi Formula Satu,” kata Brawn. “Niki adalah salah satu karakter paling tangguh di dunia balap. Kehadirannya di paddock mengingatkan orang bahwa Formula Satu adalah olahraga tentang para pahlawan. Sungguh, dia merupakan legenda.”

Baca juga: Banjir duka cita dari dunia balap untuk Niki Lauda

Ledakan di Ruko Grand Wijaya II

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Statistik Grand Prix Monako

Jakarta (ANTARA) – Minggu 26 Mei pekan ini bakal digelar Grand Prix Formula Satu Monako yang merupakan sirkuit keenam dalam satu musim balap Formula 1. Berikut ini statistik mengenai grand prix tersebut yang dikutip dari Reuters.

Jarak satu lap: 3,337 km.
Total jarak: 260,286km (78 lap)
Pole position 2018: Daniel Ricciardo (Australia) Red Bull
Pemenang 2018: Ricciardo
Catatan tercepat lap: Satu menit 14,260 detik, atas nama Max Verstappen (Belanda) Red Bull 2018.
Awal lomba: 13.10 GMT (20.10 WIB)

MONAKO

  • Balapan tahun ini adalah edisi ke-66 dalam sejarah kejuaraan dan ke-77 sejak grand prix pertama pada 1929. Sudah masuk kalender lomba F1 sejak1955 setelah pertama diadakan pada 1950.
  • Juara dunia tiga kali Ayrton Senna adalah pebalap paling sering menjuarai balapan Monako, sebanyak enam kali, termasuk lima kali berturut-turut bersama McLaren dari 1989 sampai 1993.
  • Penggelaran mobil pengaman diharuskan di sirkuit ini. Tahun lalu berbentuk virtual, tetapi enam grand prix sebelumnya menggunakan mobil pengaman sungguhan.
  • Mercedes memenangkan empat dari enam Grand Prix Monako terakhir, tapi dua terakhir tidak karena dijuarai Ricciardo tahun lalu dan Vettel pada 2017 untuk Ferrari.
  • Ferrari sudah sembilan kali juara di Monako.
  • Pebalap yang menempati pole position telah memenangkan 11 dari 18 balapan terakhir di Monako. Pada1996, Olivier Panis menjuarai balapan ini setelah start urutan ke-14 yang hingga saat ini menjadi pebalap yang menjuarai sirkuit ini dengan start paling rendah.
  • Sejak 1950, hanya 10 kali balapan ini dimenangkan oleh pebalap yang start di bawah tiga.
  • Empat mantan juara Monako akan bertarung Minggu pekan ini, yakni Vettel (2011, 2017), Hamilton (2008, 2016), Raikkonen (2005), Ricciardo (2018).
  • Dua dari tiga pole position Ricciardo sepanjang karirnya berlangsung di Monako. Satu-satunya kemenangan dia dari pole position terjadi tahun lalu di Monako.
  • Leclerc bisa menjadi pebalap Monako pertama yang mencetak poin sejak Louis Chiron finis urutan ketiga pada 1950.

Baca juga: Niki Lauda meninggal dalam usia 70 tahun

PEMENANG BALAPAN

  • Hamilton sudah memenangkan 76 balapan dari 234 balapan yang dia ikuti, sehingga makin mendekati rekor Schumacher yang memenangkan 91 balapan. Dia juga memenangkan 54 balapan dari total 105 balapan selama era hibrid turbo V6 yang dimulai pada 2014.
  • Vettel, menempati urutan ketiga dengan 52 balapan.
  • Ferrari sudah memenangkan 235 balapan sejak 950, McLaren 182, Williams 114, Mercedes 92 dan Red Bull 59. Dua mantan juara dunia McLaren dan Williams tak pernah menang sejak 2012.

POLE POSITION

  • Hamilton mencatat pole position paling sering dengan 84 pole position, disusul Vettel 55 pole.
  • Hanya satu balapan yang dimenangkan dari pole position selama musim ini, yakni saat Valtteri Bottas menang di Azerbaijan.

PODIUM

  • Hamilton mencatat rekor podium terbanyak dengan 139 podium dan perlu finis tiga besar setiap balapan tahun ini untuk bisa menyamai catatan Schumacher 155 kali naik podium, sedangkan Vettel baru 113.

TONGGAK BERSEJARAH

  • Mercedes sudah memenangkan lima balapan pertama musim ini dengan finis satu-dua, sehingga menjadi tim pertama yang melakukannya (dua pebalap mereka finis urutan satu dan dua)

Baca juga: Jejak sukses Niki Lauda, dari sirkuit hingga bisnis

Tim kuasa hukum BPN ajukan permohonan gugatan ke MK

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael bakal start posisi enam di Monte Carlo

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael bakal start di posisi enam kejuaraan FIA Formula 2 di Sirkuit Monte Carlo, Monaco, Jumat (24/5) setelah tampil cukup apik pada babak kualifikasi pada Kamis.

“Alhamdulillah, saya dan tim PREMA Racing secara umum tampil bagus hari ini. Mobil kami enak dan tak ada kesalaham yang dibuat. Bila penampilan seperti ini kami buat lagi esok hari, rasanya hasil bagus bisa kami raih,” kata Sean dalam keterangan resminya.

Pada sesi latihan pagi hari, Sean yang memperkuat tim Prema Racing berada di posisi sembilan. Sebuah posisi yang menegaskan bahwa perbaikan performa pebalap berusia 22 tahun ini membaik dibanding musim lalu.

Sementara pada babak kualifikasi yang digelar siang, Sean Gelael tidak kalah bagusnya. Pebalap yang membela tim Jagonya Ayam tersebut masuk ke grup dua, yang terdiri atas 10 pebalap bernomor mobil genap.

Para pebalap di grup ini memanfaatkan betul kondisi aspal Monte Carlo yang lebih nge-grip dibanding grup pertama. Rata-rata mereka mencatat waktu lebih baik termasuk yang didapat oleh pebalap penyuka musik hip hop itu.

Sean juga memanfaatkan kondisi tersebut, di mana dia membuat catatan 1: 21.598 dan ada di posisi empat grup. Sesuai regulasi, pebalap tercepat di grup menempati posisi start ganjil di mana pole position diraih Nyck de Vries. Sean pun berhak ada di posisi start 7.

Hanya saja, pelanggaran saat free practice yang dibuat Nicolas Latifi yang tadinya start dari P5 tapi kemudian jadi P8, membuat anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael ini naik ke posisi 6 (P6).

Jelas ini posisi start yang baik untuk menentukan strategi yang pas buat Feature Race besok. Pada balapan musim lalu, Sean start dari P12 dan finis P2 dengan strategi pemakaian ban option-prime.

Selain strategi, start yang bagus juga penting mengingat Monte Carlo dikenal sebagai sirkuit yang mustahil buat menyusul.

Pada klasemen sementara Formula 2, Sean Gelael berada di posisi 14 dengan 11 poin. Adapun rekan satu timnya di Prema Racing, Mick Schumacher berada di posisi 12 dengan raihan 14 poin.

Baca juga: Dari F2 Monaco, tim Pertamina bertekad tambah poin maksimal

Baca juga: De Vries juara, Sean gagal amankan poin Race-2 GP Spanyol

Menemukan formula penanggulangan DBD melalui penelitian

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga pebalap Honda persiapan Pra-PON 2020

Medan (ANTARA) – CV Indako Trading Coy selaku main dealer sepeda motor Honda di Wilayah Sumatera Utara bangga dan bersyukur tiga dari empat pebalap road race binaannya dipersiapkan Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut menghadapi pra-PON 2020.

Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy, Gunarko Hartoyo di Medan, Jumat, mengatakan, dua pebalap binaan Honda lainnya juga dipersiapkan sebagai pebalap cadangan dari empat pebalap utama.

Dominasi pebalap Honda di tim Sumut dinilai sebagai bukti nyata pembinaan balap yang dilakukan Honda selama ini menunjukkan hasil.

“Kabar yang kami terima dari Pengprov IMI Sumut, tiga dari empat pebalap utama Sumut yang dipersiapkan untuk pra-PON adalah binaan Honda. Hal ini tentunya sangat membanggakan kami,” katanya.

Menurut Gunarko, Honda akan terus mendukung pembinaan balap di Tanah Air, termasuk di Sumatera Utara yang memiliki potensi cukup besar.

“Semoga nantinya tiga pebalap kita bisa meraih hasil maksimal di pra-PON, sehingga bisa tampil di PON 2020. Kami punya keyakinan mereka akan mampu memberikan kontribusi maksimal untuk Sumut di pra-PON maupun PON,” ucap Gunarko.

Lebih lanjut, Gunarko mengatakan bentuk dukungan Honda terhadap pembinaan olahraga balap salah satunya kembali akan digelarnya Honda Dream Cup (HDC) yang hadir semakin seru dan kompetitif melalui banyak kelas baru pada akhir September
2019.

“Menjadi kebanggaan tersendiri karena kami kembali dipercaya menggelar ajang balap bergengsi Honda Dream Cup yang mewadahi lahirnya para pebalap muda Sumut bertalenta,” katanya.

Pengurus IMI Sumut Sabra Buana membenarkan ada tiga pebalap binaan Honda saat ini dipersiapkan menghadapi pra-PON yang akan digelar di Sirkuit Sentul pada September 2019, yakni Deri Irfandi, Deri Setio Sunarso, dan M Rafiqi.

“Deri Setio dan M Rafiqi akan turun di kelompok umur di bawah 20 tahun atau U-20 sedangkan Deri Irfandi turun di kategori senior. Selain itu, ada dua pebalap Honda yang statusnya cadangan tim utama pra-PON Sumut,” katanya.
 

Persiapan BPN jelang gugatan ke MK

Pewarta: Juraidi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ayustina tembus 10 besar etape pertama Tour of Trat

Jakarta (ANTARA) – Pebalap road race putri Indonesia Ayustina Delia Priatna menembus posisi 10 besar etape pertama Tour of Trat 2019 di Thailand, Jumat meski pebalap asal Jawa Barat tersebut akhir-akhir ini fokus di nomor track.

Hasil resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara kejuaraan, pebalap yang akrab dipanggil Ayu ini membukukan catatan waktu satu jam 57 menit 50 detik untuk menempuh jarak 73,5 km dari Trat City Hall-Ban Laem Klat-Trat City Hall.

Catatan waktu yang dibukukan oleh pebalap dengan nompor stary 61 ini sama dengan sang juara yaitu Jutatip Maneephan yang memperkuat tim Thailand Womens Cycling Team. Untuk posisi dua direbut oleh pebalap timnas Jepang, Kajihara Yumi dan posisi tiga Hyuji Kim dari timnas Korea.

“Awal yang cukup bagus. Semoga di etape kedua hasilnya lebih baik lagi,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Pada kejuaraan yang diikuti 51 pebalap dari 11 tim ini, wakil Indonesia semuanya menyentuh garis finis. Hal tersebut menunjukkan jika pebalap yang dikirim yang mayoritas pebalap muda mampu bersaing pada kejuaraan dengan level 2.1 UCI itu.

Nanda Eka Rosita mampu finis diurutan 15 disusul Chika Zerra Arta dan Anindya Pinasih yang finis di posisi 24 dan 25 serta Noviana yang finis diurutan 45 dengan catatan waktu yang sama yaitu satu jam 57 menit 50 detik.

Selanjutnya semua pebalap akan menjalani balapan etape dua dari Trat City Hall-Bo Rai District-Trat City Hall, Sabtu (25/5) dengan jarak tempuh 92,6 km.

Sebelumnya sang manajer timnas Budi Saputra berharap pebalap yang diturunkan tampil apik mengingat kejuaraan ini juga untuk mengumpulkan poin Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

Selain itu, kejuaraan yang berlangsung tiga etape ini juga digunakan untuk memantau perkembangan pebalap yang disiapkan untuk menghadapi SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

Pernah antar sate ke Istana, mitra Gojek diberi Presiden sepeda

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel tabrak dinding sirkuit di sesi latihan ketiga GP Monaco

Jakarta (ANTARA) – Persiapan tim Ferrari di sirkuit Monaco menghadapi masalah dalam sesi latihan terakhir pada Sabtu pagi, ketika Sebastian Vettel menabrakan mobilnya ke dinding tikungan pertama saat sesi latihan baru memasuki 15 menit.

Namun rekan setimnya yaitu Charles Leclerc bisa mengalahkan Valtteri Bottas dari tim Mercedes untuk menduduki posisi pertama.

Lecrec menyelesaikan sesi latihan dengan catatan waktu 1:11,265 detik, atau 0,053 detik lebih cepat dibanding Bottas, melansir laporan Formula1.com, Sabtu.

Sementara rekan setim Bottas, Lewis Hamilton, meski sempat mengalami beberapa perubahan pengaturan mobilnya jelang dimulainya latihan akhirnya berhasil menduduki tempat ketiga.

Dua pebalap Red Bull yaitu Max Verstappen dan Pierre Gasly menduduki posisi keempat dan kelima.

Antonio Giovinazzi dari Alfa Romeo juga menjalani sesi latihan secara mengesankan, dengan menempati posisi keenam yang sangat mengesankan untuk Alfa Romeo.

Namun pebalap Italia harus terpisah dari rekan setimnya Kimi Raikkonen yang menempati posisi kesembilan, yang harus disalip Danill Kvyat dari Toro Rosso di posisi ketujuh dan Kevin Magnussen dari tim Haas Ferari di posisi kedelapan.

Alexander Albon dari Toro Rosso menduduki posisi ke-10, di depan duo Renault Nico Hulkenberg dan Daniel Ricciardo.

Pertarungan menegangkan untuk perebutan klasemen puncak akan dilakoni Ferrari, Mercedes, dan Red Bull yang berjuang untuk slot posisi pertama yang sangat penting di Monte Carlo.

Baca juga: Sean Gelael bakal start posisi enam di Monte Carlo

Baca juga: Indonesia jajaki kemungkinan selenggarakan balap Formula 1

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton amankan “pole position” dan pecahkan rekor putaran GP Monaco

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton berhasil mengamankan pole position GP Monaco seusai memecahkan rekor waktu tercepat satu putaran di sirkuit jalanan Monaco dengan catatan waktu putaran satu menit 10,166 detik pada Sabtu.

Hamilton bakal memulai balapan Formula One GP Monaco besok di depan rekan setimnya, Valtteri Bottas yang hanya lebih lambat 0,086 detik, sedangkan pebalap Red Bull Max Verstappen berada di tempat ketiga, demikian catatan laman resmi F1.

Juara dunia ini menyelesaikan kualifikasi di depan rekan setimnya untuk pertama kalinya sejak balapan di Bahrain dan mengamankan baris terdepan Mercedes secara berturut-turut.

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel, yang sempat menabrak dinding sirkuit di sesi latihan ketiga, berada di urutan keempat atau beradap di depan pebalap Red Bull lainnya yaitu Pierre Gasly yang ada di urutan kelima.

Di belakangnya, ada Kevin Magnussen (Haas Ferrari) yang menduduki posisi keenam setelah tampil mengesankan di seluruh babak kualifikasi.

Daniel Ricciardo (Renault), yang dikenal sebagai spesialis sirkuit Monaco justru berada di urutan ketujuh, dengan diikuti Daniil Kvyat (Toro Rosso) di posisi kedepalan, Carlos Sainz dari (McLaren) di posisi kesembilan, dan Alex Albon (Toro Rosso) di urutan ke-10.

Namun pukulan terbesar dialami Charles Leclerc yang terpaksa anjlok ke posisi 16 akibat Ferrari tidak mengirimkannya kembali ke sirkuit di sesi pertama kualifikasi.

Baca juga: Vettel tabrak dinding sirkuit di sesi latihan ketiga GP Monaco

Baca juga: Sean Gelael bakal start posisi enam di Monte Carlo

Presiden minta Sirkuit Mandalika MotoGP rampung pada 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael tak ingin terlena di Formula 2 seri Prancis

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael tidak ingin terlena pada balapan Formula 2 di Sirkuit Paul Ricard, Prancis, 21-23 Juni setelah sebelumnya gagal meraih hasil terbaik pada seri Monaco (Monte Carlo).

“Selalu berpikir positif saja. Kami gagal meraih poin di Monte Carlo, tapi sesungguhnya penampilan dan kecepatan mobil tidak jelek. Paul Ricard, tempat seri berikut, banyak tempat untuk menyusul dan saya menyukainya,” kata Sean Gelael dalam keterangan resminya, Sabtu malam.

Pada seri Monaco, pebalap dari tim Prema Racing ini sebenarnya mengawali balapan dengan cukup bagus karena berada di posisi start keenam pada Race 1. Namun, hasilnya belum menggembirakan karena gagal finis. Race 1 juga diwarnai insiden kesalahan timing (pencatatan waktu).

Insiden pada Race 1, Jumat (24/5), di mana terjadi kesalahan pencatatan waktu berdampak panjang bagi pebalap Jagonya Ayam itu pada Race 2. Sean harus menjalani start dari posisi paling belakang.

Meski demikian, dari sisi kecepatan Sean sangat bagus dan berada pada level yang sama dengan pebalap terdepan. Hanya saja, Monte Carlo adalah trek yang sulit untuk menyusul, sehingga secepat apa pun dia kemungkinan untuk naik banyak posisi hampir mustahil.

Walau begitu, pebalap berusia 22 tahun itu masih bisa menyusul beberapa pebalap. Bahkan, dia untuk kali pertama mampu membuat fastest lap dalam sebuah lomba meski akhirnya hanya finis diurutan 15.

Selama mengikuti balapan, kecepatannya sangat konsisten di level atas. Kondisi tersebut akan dijadikan Sean untuk bekal menjalani balapan seri Prancis bulan depan.

“Semoga kami di sana bisa memperlihatkan sesuatu yang pantas dibanggakan, baik oleh saya maupun tim,” kata anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael itu.

Hingga seri empat kejuaraan satu level di bawah Formula 1 ini, Sean baru mengemas 11 poin dan berada di posisi 15 klasemen. Untuk posisi puncak dipegang oleh pebalap dari tim DAMS, Nicholas Latifi dengan 141 poin.

Baca juga: Sean Gelael bakal start posisi enam di Monte Carlo

Menemukan formula penanggulangan DBD melalui penelitian

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fernando Alonso kecelakaan tabrak dinding pembatas

Jakarta (ANTARA) – Kembalinya McLaren ke balapan Indianapolis 500 yang sudah lama dinantikan dunia melewati awal yang brutal, Rabu waktu setempat, setelah Fernando Alonso mengalami kecelakaan pada hari kedua sesi latihan.

Alonso menabrak dinding pembatas Indianapolis Motor Speedway tiga kali sehingga mobil McLaren-nya yang dibuat di Inggris rusak parah ketika dia kehilangan kendali saat berusaha menaklukkan belokan ketiga, ketika membuntuti Graham Rahal. Mobilnya menghantam dinding untuk terlempar ke luar lintasan melewati rumput guna menabrak dinding dan kemudian masuk lagi lintasan untuk menabrak kembali dinding.

“Saya kira ini cuma murni salah setir yang tidak saya duga. Saya memacu agak dekat ke kendaraan lain dan tiba-tiba di pertengahan sudut saya benar-benar kehilangan kendali pada grip depan,” kata Alonso dalam laman ESPN. “Saya sudah berusaha lepas dan menghindari dinding. Kami sudah melakukan banyak hal untuk mobil ini dan kini sudah jelas rusak berat, maka itu saya minta maaf kepada tim atas kesalahan saya.”

McLaren menghabiskan sesi pertama latihan ini dengan mengatasi masalah listrik yang memaksa tim mengubah baik dinamo ampere maupun kabel listrik. Kini mobil McLaren rusak berat padahal balapan tinggal dua hari lagi sampai kualifikasi mulai 26 Mei mendatang. Ada 36 pebalap yang masuk sesi latihan untuk menjadi 33 pebalap yang boleh mengikuti balapan ini, dan Alonso menempati urutan ke-32 dalam daftar kecepatan setelah hari pertama latihan.

Kini McLaren harus memutuskan apakah akan memperbaiki mobilnya atau memakai mobil cadangan yang dibuat mitra teknisnya, Carlin.

Alonso (37), juara Formula Satu yang pensiun dari F1, sedang berusaha tampil kedua kalinya pada balapan Indy 500 untuk memenuhi ambisinya menjuarai balap mobil versi Triple Crown.

Tahun ini dia mengendarai McLaren yang kembali ke Indianapolis sejak meninggalkannya pada 1970-an. Ini adalah pemanasan sebelum sepenuhnya kembali ke IndyCar Series, tetapi tahun ini tujuan utamanya adalah mengantarkan Alonso memiliki resume Indy yang di dalamnya termasuk balapan Monako dan Le Mans. Alonso sudah berpacu di Indy pada 2017 untuk Andretti Autosport, demikian ESPN.

Baca juga: Alonso akan tinggalkan Toyota WEC usai Le Mans
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upgrade bikin Haas seperti baru di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Haas Romain Grosjean mengungkapkan bahwa upgrade yang mereka bawa ke GP Spanyol membuat mobil VF-19 seperti mobil baru.

Tim bermarkas di Amerika Serikat itu mengawali musim balapan Formula 1 dengan berat, dengan hanya meraup poin sekali dari empat balapan ketika finis keenam pada seri pembuka, Australia.

“Senang bisa kembali ke Eropa dan bagus kami memiliki upgrade besar pertama di mobil kami. Ini adalah sirkuit di mana kami telah melakukan tes dan berjalan sangat baik, jadi kami harap kami menemukan kembali performa itu dan kami bisa memahami lebih baik apa yang telah terjadi belakangan ini,” kata Grosjean seperti dikutip laman resmi Formula 1, Kamis.

Tahun lalu, Haas memilih membawa paket yang lebih kecil ke Spanyol dan mengerjakan pengembangan jangka panjang. Tapi tahun ini mereka datang dengan paket yang lebih besar, termasuk sayap depan baru dan bagian dasar mobil untuk Barcelona.

“Bisa dibilang seperti mobil yang benar-benar baru, bahkan spionnya dimodifikasi. Update yang besar. Kami harap ini bekerja baik,” kata Grosjean, yang tiga kali gagal finis di awal musim ini.

Pemahaman terhadap penggunaan ban menjadi salah satu kelemahan mereka, khususnya bagaimana mendapati ban berada di rentang yang optimal untuk daya cengkeram ketika balapan.

baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas

Haas memutuskan untuk membawa update hanya kepada satu mobil ketika sesi latihan bebas Jumat. Grosjean yang akan mengemudikannya.

Sementara rekan satu tim, Kevin Magnussen, akan menjalankan mobil spesifikasi lama untuk perbandingan dan evaluasi terutama soal perfoma ban.

“Jika (mobil) spesifikasi baru memiliki masalah, paling tidak kami bisa membandingkannya,” kata kepala tim Haas Guenther Steiner.

baca juga:Jelang GP Spanyol, ini kata Vettel soal upgrade Ferrari
baca juga:Statistik balapan GP Spanyol

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Renault bawa power unit baru ke Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Menyusul Honda dan Ferrari, kini Renault akan membawa power unit baru yang akan mereka kenalkan pada balapan GP Spanyol akhir pekan ini.

Tim bermarkas di Prancis itu mengumumkan pada Kamis, seperti dikonfirmasi laman resmi Formula 1, bahwa mereka akan membawa spesifikasi baru mesin pengapian dalam (internal combustion) ke Barcelona.

Mesin baru itu diharapkan menambah tenaga sekaligus reliabilitas yang menghantui Renault dalam musim 2019 sejauh ini.

Sebelumnya Honda telah memperkenalkan mesin spesifikasi baru di Azerbaijan dengan fokus kepada reliabilitas sementara Ferrari mengungkapkan pada Selasa jika mesin baru mereka yang fokus kepada tenaga, akan melakoni debut pada GP Spanyol, dua balapan lebih awal dari yang dijadwalkan.

Kedua pebalap Renault Daniel Ricciardo dan Nico Hulkenberg akan menguji mesin baru Renault akhir pekan ini. Selain itu, pengujian itu juga bertujuan untuk membuat mesin spesifikasi baru itu tersedia bagi tim McLaren.

Renault menyatakan jika membuat empat mesin akan sangat ketat, namun itu lah tujuan mereka.

Kabar dari Renault itu muncul setelah tim menyatakan ingin lebih kompetitif di Barcelona dan berharap balapan di akhir pekan nanti menjadi semacam tombol reset setelah hasil buruk di awal musim yang menyebabkan mereka berada di posisi tujuh klasemen konstruktor.

Mesin baru itu juga akan dibarengi dengan paket upgrade untuk sasis mobil R.S.19 mereka.

baca juga:Jelang GP Spanyol, ini kata Vettel soal upgrade Ferrari
baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean bertekad kembali raup poin di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Bermodal pengalaman di Sirkuit Barcelona-Catalunya, pebalap Indonesia Sean Gelael bertekad untuk meraup poin di balapan Formula 2 GP Spanyol akhir pekan ini.

Sean yang tergabung dalam tim Prema Racing finis P6 di Race 2 GP Barcelona tahun lalu ditambah memetik hasil positif ketika tes pramusim tahun ini di Catalunya.

“Saya ingin mengulangi lagi pencapaian itu pada pekan balapan sesungguhnya,” kata Sean dalam pernyataan tertulis, Jumat pagi.

“Meraih hasil bagus di free practice dan kualifikasi adalah target awal. Setelah itu kita lihat apa yang terjadi. Semoga saya bisa meraih poin lagi,” kata pebalap yang meraih poin pertamanya musim ini di Azerbaijan dua pekan lalu.

Sirkuit Catalunya, yang menggelar seri ketiga balapan F2, adalah salah satu trek yang menjadi patokan. Sirkuit yang terletak di luar kota Barcelona itu mempunyai tikungan cepat, medium bahkan lambat.

Ditambah kontur yang menanjak dan menurun, sirkuit sepanjang 4,655 km itu memiliki dua titik salip favorit yaitu Tikungan 1 dan 10.

Ketika tes pramusim di sana pada Maret lalu, Sean, yang turun di musim keempatanya di F2, melakukan simulasi kualifikasi dan lomba.

baca juga:Mick Schumacher kian kagumi capaian sang ayah

Bos tim PREMA Racing Rene Bosin meyakini Sean dan rekan satu timnya, Mick Schumacher bisa mendapati hasil positif di dua balapan akhir pekan ini.

“Mereka selalu bisa meraih poin. Mari berharap podium adalah pencapain berikut mereka,” ujar Rosin.

Putra dari Michael Schumacher itu kini berada di peringkat sembilan klasemen sementara dengan 14 poin sedangkan Sean di peringkat 13 dengan 9 poin.

Race 1 dan Race 2 bisa disaksikan langsung via livestreaming di www.sean-gelael.com.

baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan

Jadwal F2 Catalunya
(dalam WIB)

Jumat, 10 Mei
18:00 – Latihan bebas
21:55 – Kualifikasi

Sabtu, 11 Mei
21:40 – Race 1 (livestreaming)

Minggu, 12 Mei
16:30 – Race 2 (livestreaming)

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto dan David persiapkan diri di Sirkuit Buriram

Jakarta (ANTARA) – Tim T2 Motorsports, yang diperkuat pebalap nasional Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro, bertolak ke Sirkuit Internasional Chang di Buriram untuk menghadapi seri kedua balapan Blancpain GT World Challenge Asia 2019.

Sirkuit Internasional Chang akan menjadi tantangan tersendiri karena kedua pebalap mereka belum memiliki pengalaman sama sekali mengaspal di sirkuit yang terletak di kota Buriram, sekitar 400km dari Bangkok itu.

“Sifat treknya di sini memang agak beda dari Sepang. Di sini banyak short corners (tikungan pendek) dan treknya lebih pendek dibanding Sepang,” ungkap David dalam pernyataan tertulis, Jumat.

Sirkuit sepanjang 4,554 km dengan 12 tikungan itu menjadi satu-satunya sirkuit di Thailand yang telah mengantongi sertifikat grade 1 dari FIA juga grade A dari FIM.

“Kami telah berdiskusi dengan tim engineer dan sepertinya akan ada banyak perubahan dibandingkan di Sepang,” ungkap Rio.

“Di sepang bisa dibilang kurang kompetitif, jadi kami memerlukan perubahan yang cukup besar.”

Selain faktor teknis, cuaca menjadi faktor eksternal yang harus diantisipasi oleh tim, demikian kepala tim Irmawan Poedjoadi.

Cuaca di Sirkuit Internasional Chang yang cepat berubah dapat mempengaruhi performa ketika balapan berlangsung.

“Tim harus cekatan dan tepat dalam mengambil keputusan penggantian ban. Ditambah lagi ada putaran baru dari panitia yang memperbolehkan kami memiliki 4 set ban saja.”

Sebelumnya di balapan Sepang, tim diperbolehkan membawa 5 set ban yang dipergunakan untuk 2 sesi latihan bebas, 2 sesi kualifikasi, race 1 dan race 2.

Ajang Blancpain GT World Challenge dapat disaksikan secara langsung melalui kanal resmi GT World di Youtube ataupun siaran TV Fox Sports.

Race 3 akan berlangsung Sabtu 11 Mei pukul 15:30 WIB sedangkan Race 4 pada Minggu 12 Mei pukul 11:45 WIB.

baca juga:Rio Haryanto masih adaptasi dengan Ferrari 488 GT3 di seri Blancpain
baca juga:Rio Haryanto rindu membalap di ajang Formula 1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas kuasai sesi latihan bebas GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas menguasai sesi latihan bebas GP Spanyol, di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Jumat.

Pebalap asal Finlandia itu menjadi yang tercepat di FP1 dan bahkan memperbaiki catatan waktunya di FP2, 1 menit 17,284 detik, untuk mengalahkan rekan satu tim, Lewis Hamilton dan meninggalkan dua mobil Ferrari 0,3 detik di belakang, demikian laman resmi Formula 1.

Ferrari, yang tampil perkasa di tes pra-musim di Barcelona awal tahun ini, membawa mesin spesifikasi baru ke Barcelona dan cukup memberikan perlawanan kepada Mercedes di FP1 dengan terpaut 0,1 detik.

Namun Mercedes juga membawa paket pengembangan ke Sirkuit Catalunya dan mampu memperlebar keunggulannya di sesi latihan siang.

Pebalap Ferrari Charles Leclerc terpaut 0,301 detik dari Bottas, sementara rekan satu timnya, Sebastian Vettel, yang melebar di gravel setelah Tikungan 12, berada di P4 dengan ban berkompon lunak.

baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas

Duo pebalap Red Bull, Max Verstappen di peringkat lima terpaut 0,751 detik sementara Pierre Gasly di P7, di belakang pebalap Haas Romain Grosjean yang mencatatkan waktu tercepat keenam.

Haas berharap memperbaiki catatan buruk awal tahun ini dengan membawa sejumlah besar upgrade ke Barcelona.

Pebalap Haas lainnya, Kevin Magnussen finis ke-delapan tercepat diikuti oleh Carlos Sainz (McLaren) di P9 dan Daniil Kvyat (Toro Rosso) di peringkat 10 besar.

Sesi FP1 sempat tertunda karena pebalap Racing Point Lance Stroll menghantam tembok sirkuit, namun tim mampu menurunkan kembali pebalapnya ke trek dengan suku cadang lama satu jam sebelum sesi pagi selesai.

baca juga:Statistik balapan GP Spanyol

Hasil sesi latihan bebas FP2
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 17,284 detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,049 detik
3. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,310 detik
4. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,389 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,751 detik
6. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 0,869 detik
7. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,954 detik
8. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,071 detik
9. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,374 detik
10. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,438 detik
11. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,443 detik
12. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,495 detik
13. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,555 detik
14. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,577 detik
15. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,650 detik
16. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,757 detik
17. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2,143 detik
18. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 2,164 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2,907 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3,497 detik

Hasil sesi latihan bebas FP1
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 17,951 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,115 detik
3. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,221 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,624 detik
5. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 0,992 detik
6. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,204 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,229 detik
8. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,334 detik
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,413 detik
10. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,499 detik
11. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,560 detik
12. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,893 detik
13. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,904 detik
14. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2,070 detik
15. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 2,079 detik
16. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 2,115 detik
17. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 2,508 detik
18. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 2,640 detik
19. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2,938 detik
20. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,039 detik

baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas ciptakan hat-trick usai raih pole position GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas membuat hat-trick pole position di balapan Formula 1 musim ini setelah menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi GP Spanyol pada Sabtu.

Pebalap asal Finlandia itu mencatatkan waktu 1 menit 15,406 detik diikuti oleh rekan satu timnya, Lewis Hamilton dengan selisih 0,634 detik untuk mengunci start 1-2 bagi Mercedes, demikian laman resmi Formula 1.

Ini merupakan pole position ketiga kalinya secara beruntun bagi Bottas musim ini, setelah GP China dan Azerbaijan, dan kali kesembilan selama karirnya di Formula 1.

“Aku sangat menikmati aliran adrenalinnya. Awal musim yang baik dan aku semakin merasa baik dengan mobil ini,” ungkap Bottas, yang sebelumnya mendominasi sesi latihan bebas pada Jumat.

baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas

Sementara itu, Sebastian Vettel, yang menggunakan power unit baru dari Ferrari, harus puas di tempat ketiga, dengan defisit 0,866 detik dari pemuncak kualifikasi. Juara dunia empat kali itu ditempel pebalap Red Bull Max Verstappen yang akan start dari P4.

Pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, akan start dari P5.

Seperti Leclerc, Vettel juga mengaku belum puas dengan kecepatan mobil SF90 yang menggunakan power unit baru di Catalunya.

“Aku rasa kami sudah mengeluarkan semua (potensi) dari mobil ini, tapi ya… senang tapi tidak senang. Mobil ini tidak terasa jelek tapi jelas kami tidak cukup cepat,” kata Vettel usai kualifikasi.

Pierre Gasly (Red Bull) di P6 mengungguli duo pebalap Haas, Romain Grosjean (P7) dan Kevin Magnussen (P8), yang di balapan kali ini mendapatkan sejumlah upgrade besar untuk mobil mereka namun masih menggunakan mesin Ferrari spesifikasi pertama musim ini.

Daniil Kvyat (Toro Rosso) mengunci P9 dan Daniel Ricciardo (Renault) melengkapi posisi 10 besar di sesi kualifikasi Q3 namun akan terkena hukuman mundur tiga posisi start karena penalti terkait insiden tubrukan dengan mobil Kvyat ketika di Azerbaijan.

Rekan satu tim Ricciardo, Nico Hulkenberg, mengalami kerusakan sayap depan mobilnya ketika di Q1 dan harus masuk ke pit. Setelah mendapatkan perbaikan, pebalap asal Jerman itu tak mampu menembus ke Q2 dan harus puas di P16.

baca juga:Renault bawa power unit baru ke Barcelona
baca juga:Upgrade bikin Haas seperti baru di Barcelona

George Russell menambah kemurungan bagi Williams, yang menjalani musim terburuknya, setelah menabrakkan buritan mobil FW42 ke tembok pembatas Tikungan 4 di menit-menit terakhir sesi latihan bebas FP3.

Alhasil, kerusakan itu menyebabkan tim mekanik harus menyematkan girbok baru ke mobil Russell, sementara sang pebalap yang finis P19 di kualifikasi akan mendapatkan penalti turun posisi start.

Hasil kualifikasi GP Spanyol
Q3
1, Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 15,406 detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,634 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,866 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,951 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 1,182 detik
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,302 detik
7. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1,505 detik
8. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,516 detik
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 2,167 detik
10. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 2,700 detik
— CATATAN WAKTU TERCEPAT DI Q2: 1 menit 15,924 detik
11. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,414 detik
12. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,521 detik
13. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,675 detik
14. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,864 detik
15. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,962 detik
— CATATAN WAKTU TERCEPAT DI Q1: 1 menit 16,979 detik
16. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,425 detik
17. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,492 detik
18. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,685 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2,093 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3,275 detik

baca juga:Statistik balapan GP Spanyol

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro kibarkan Merah Putih di Buriram

Jakarta (ANTARA) – Dua pembalap Indonesia, Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro mengibarkan Bendera Merah Putih di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, setelah finis runner-up di seri kedua ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019, Sabtu.

Secara keseluruhan, Rio dan David yang membela tim T2 Motorsports dengan mobil Ferrari 488 GT3 itu finis urutan 7, namun di kelas GT3 Pro-Am pasangan pebalap Indonesia itu menjadi yang terbaik ke-2 setelah Frederik Schandorff/Alex Au dari tim Vincenzo Sospiri Racing SRL dengan mobil Lamborghini Huracan GT3 Evo.

Peringkat tiga kelas Pro/Am diraih Chris van der Drift/Li Chao dari Tim JR-M yang menggunakan Porsche 911 GT3 R, demikian laman resmi Blancpain GT World Challenge Asia.

Buriram menggelar seri kedua ajang Blancpain GR World Challenge Asia 2019, yang diikuti oleh mobil GT3 dan GT4 dari berbagai kelas. Race-3 kali ini berlangsung di bawah cuaca yang cukup terik setelah sempat dikhawatirkan akan turun hujan.

David menjadi pebalap pertama yang turun dengan posisi start ke-14 secara keseluruhan dan urutan 6 di kelasnya.

Tiga puluh menit pertama mampu dimanfaatkan David untuk naik ke urutan 10 secara umum sebelum memberikan kemudi kepada Rio.

Setelah pergantian pebalap, Rio memperbaiki posisi dengan menyalip tiga mobil di depannya untuk finis ke-7 secara keseluruhan dan ke-2 di kelasnya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah mendukung T2 Motorsports, berkat doa dan dukungan rekan-rekan semua, dua pebalap kebanggan Indonesia, Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro dapat mengibarkan sang merah putih di Chang International Circuit,” kata kepala tim T2 Motorsport Irmawan Poedjoadi dalam pernyataan tertulis.

Di klasemen umum, Rio dan David berada di ties 17 dengan total 6 poin sementara di kelas GT3 Pro/Am mereka berada di peringkat 8 dengan torehan 19 poin.

Race-4 di Buriram akan berlangsung pada Minggu pukul 11:45 WIB dan dapat disaksikan secara langsung melalui kanal Youtube resmi GTWorld maupun siaran TV Fox Sports.

baca juga:Kembali mengaspal, Rio Haryanto incar gelar juara Blancpain GT Asia
baca juga:Duo pebalap nasional tumpuan T2 Motorsports incar tiket Le Mans 2020

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean kemas poin di Race-1 GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael kembali mengemas poin untuk tim Prema Racing di balapan Formula 2 setelah finis peringkat sembilan di Race 1 GP Spanyol, Sirkuit Barcelona-Catalunya, Sabtu waktu setempat.

Sean mengawali balapan dari posisi start ke-13 dan menyelesaikan balapan sepanjang 37 putaran itu dalam waktu 1 jam 1 menit 29,760 detik atau terpaut 19,072 detik dari pemenang lomba Nicholas Latifi dari tim Dams, demikian laman resmi FIA Formula 2.

Peringkat dua diraih oleh pebalap asal Inggris Jack Aitken dari tim Campos Racing, diikuti oleh pebalap China Guanyu Zhou yang mengunci finis podium untuk Uni-Virtuosi Racing di peringkat tiga.

baca juga:Sean bertekad kembali raup poin di Barcelona

Sean mampu mengungguli rekan satu timnya, Mick Schumacher, putra dari juara dunia Michael Schumacher, yang hanya finis di peringkat 15.

Sebelumnya di sesi latihan, Sean mampu mencatatkan waktu terbaik ketiga di belakang Luca Ghiotto (Uni-Virtuosi Racing) dan Latifi.

Dengan tambahan dua poin di Race-1, kini Sean berada di peringkat 13 klasemen pebalap dengan total 11 poin, sementara Schumacher di peringkat 11 dengan keunggulan tiga poin.

Latifi, yang meraih kemenangan ketiganya musim ini, masih memimpin klasemen sementara dengan torehan 87 poin, diikuti oleh Aitken dengan 61 poin dan Luca Ghiotto dengan 55 poin.

Race-2 GP Spanyol akan dilangsungkan Minggu pukul 16:30 WIB.

baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes dan Hamilton bahas kemungkinan pindah ke Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton dan Mercedes telah berdiskusi perihal kemungkinan juara dunia Formula 1 lima kali itu suatu hari membalap untuk Ferrari, ungkap kepala tim Mercedes Toto Wolff, Minggu.

Hamilton (34) memiliki kontrak dengan Mercedes hingga akhir 2020, di mana dalam rentang waktu yang tersisa dia memiliki kesempatan untuk menyamai rekor tujuh gelar juara dunia Michael Schumacher.

“Kita harus akui jika mungkin setiap pebalap memiliki pikiran untuk membalap untuk Ferrari suatu hari nanti,” kata Wolff seperti dikutip Reuters, jelang GP Spanyol, Minggu.

“Dia adalah nama yang paling ikonik dan bersejarah di Formula 1 dan aku sangat menghormati jika pebalap memiliki keinginan untuk membalap di Ferrari.”

“Bahkan di dalam tim kami telah mendiskusikan hal itu dan dengan Lewis kami telah berdiskusi soal itu dan kami setuju dengan topik tersebut,” kata Wolff.

Namun demikian, Wolff mengatakan jika belum ada pendapat yang mengatakan bahwa sang pebalap dari Inggris itu akan pindah.

“Kami melakukan diskusi itu ketika kami menegosiasikan kontrak terakhirnya dan aku rasa kita harus berpikiran terbuka dan memahami jika para pebalap akan menatap kesempatan yang ada dan apa yang menjadi patokan.”

Hamilton telah memenangi empat gelar juara dunia F1 bersama tim pabrikan asal Jerman itu, sedangkan gelar juara dunia pertamanya diraih pada 2008 bersama McLaren.

“Aku rasa kami menyediakan bagi dia mobil yang mampu mewujudkan tujuannya. Jika kami terus memiliki mobil yang memiliki performa di tingkat itu aku rasa tidak ada alasan untuk pergi dan kami akan sangat senang jika dia tinggal,” kata Wolff.

“Jika suatu hari harus berpisah, itu akan sangat baik dan setiap dari kami akan mencoba meraih kesuksesan dengan setup yang berbeda. Jadi tidak ada drama.”

Ferrari, yang terakhir kali meraih gelar juara dunia pada 2007 lewat Kimi Raikkonen, musim ini tinggal di balik bayang-bayang Mercedes, yang memborong finis 1-2 di empat balapan pertama.

baca juga:Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Wolff, yang telah membawa Mercedes meraih lima gelar juara dunia di lima tahun terakhir, mengungkapkan saat ini ada sekitar enam atau tujuh pebalap di sana yang memiliki keahlian dan kepintaran untuk pantas berada di balik kemudi mobil juara.

“Dua di antara mereka bersama kami dan aku harap akan langgeng. Ada sebagian lain yang kami sangat nikmati menontonnya. Dan Sebastian (Vettel) adalah salah satunya.”

Masa depan Wolff di Mercedes masih belum jelas di tengah spekulasi yang menghubungkan dia dengan jabatan di pemilik Formula 1, Liberty Media atau di FIA.

Pengusaha asal Austria itu disebut-sebut sebagai pengganti bos Formula 1 Chase Carey setelah 2020.

“Aku berada di situasi sulit… aku adalah pemegang saham di tim, aku suka berada di tengah orang-orang, hubungan itu berarti untukku. Aku berada di tempat yang menyenangkan dan termotivasi setiap hari dengan melakukan ini,” kata Wolff yang belum terlalu jauh memikirkan perubahan setelah 2020 itu.

baca juga:Bottas ciptakan hat-trick usai raih pole position GP Spanyol

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro kembali rain poin di Buriram

Jakarta (ANTARA) – Duo pebalap Indonesia Rio Haryanto/David Tjiptobiantoro kembali mengemas poin untuk tim T2 Motorsports di ajang Blancpain GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu.

Di balapan hari kedua di Buriram atau ronde ke-empat musim ini, Rio/David, yang menggunakan mobil Ferrari 488 GT3 finis ke-delapan di kelas GT3 ProAm untuk membawa pulang empat poin, demikian laman resmi Blancpain GT World Challenge Asia.

T2 Motorsports mengawali balapan dari posisi start 15 dengan Rio Haryanto sebagai pebalap yang turun di 30 menit pertama.

Rio mampu memperbaiki posisinya dengan menyalip lima mobil di depannya dan memperoleh posisi ke-10 secara umum.

David melanjutkan sebagai pebalap kedua. Ketika melihat peluang untuk menyalip para pesaing di depan, David membuat mobilnya melintir dan kehilangan posisinya dan finis di peringkat ke-16 secara keseluruhan dan ke-8 di kelas GT3 ProAm.

“Tadi David Tjiptobiantoro melihat peluang sangat bagus yang memungkinkan kami menyalip beberapa mobil sekaligus, namun sangat disayangkan mobil kami melintir,” kata kepala tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi dalam pernyataan tertulis.

Dengan tambahan empat poin, Rio dan David berada di peringkat delapan klasemen pebalap GT3 Pro/Am dengan total 23 poin.

Sebelumnya di Race-1 di Buriram, Rio dan David finis kedua di kelas GT3 ProAm untuk membawa pulang trofi dan mengibarkan Merah Putih di podium.

“Alhamdulillah kami podium di hari Sabtu kemarin. Settingan mobil kami sudah kompetitif. Tentunya kami semakin percaya diri untuk balapan-balapan selanjutnya,” ungkap Rio Haryanto.

Seri ketiga Blancpain GT World Challenge Asia 2019 akan digelar 22-23 Juni di Sirkuit Suzuka, Jepang.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

De Vries juara, Sean gagal amankan poin Race-2 GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael gagal mengamankan poin di Race-2 GP Spanyol setelah melewatkan poin terakhir balapan dengan finis ke-9 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu.

Sementara itu pebalap tim ART Grand Prix Nyck de Vries keluar sebagai juara di balapan sepanjang 26 lap itu untuk mengungguli Luca Ghiotto (Uni-Virtuosi Racing) di peringkat dua dan Callum Ilott (Sauber Junior Team by Charouz) di P3, demikian laman resmi FIA Formula 2.

Walau gagal mengamankan poin, Sean mampu finis lebih baik dari rekan satu timnya di PREMA Racing, Mick Schumacher, yang berada di P12 setelah mendapatkan penalti lima detik karena bersenggolan dengan Jack Aitken (Campos Racing).

Dengan hasil tersebut, Sean berada di peringkat 14 klasemen pebalap sementara dengan mengemas 11 poin sementara Schumacher di peringkat 12 dengan 14 poin dengan sembilan seri balapan tersisa musim ini.

Nicholas Latifi (DAMS) masih memimpin dengan 93 poin diikuto oleh Ghiotto dengan 67 poin sedangkan de Vries naik ke peringkat tiga dengan 63 poin untuk menggeser Aitken dengan selisih satu poin ke peringkat empat.

Usai Spanyol, balapan seri keempat akan digelar di Monako pada 23-25 Mei.

baca juga:Sean kemas poin di Race-1 GP Spanyol

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton kembali ke puncak usai juarai GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton kembali ke puncak klasemen pebalap setelah menjadi yang tercepat di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu.

Pebalap asal Inggris itu, yang menjuarai GP Spanyol 2017 dan 2018, kembali mengulangi kesuksesannya tahun ini dengan finis pertama, mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan selisih 4,074 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Hamilton, yang juga meraih kemenangan keempatnya di GP Spanyol, membuktikan omongannya untuk tidak memberikan ruang bagi rekan satu timnya, Valtteri Bottas ketika start.

Bottas, peraih pole position, mengulangi start yang buruk sehingga Hamilton dari P2 melesat ke depan untuk memimpin lomba.

Dengan strategi dua pitstop dan ban soft di akhir lomba, pebalap asal Inggris itu meraup poin penuh ditambah satu poin tambahan karena mencetak waktu tercepat di balapan.

Max Verstappen finis ketiga dengan mobil Red Bull bermesin Honda untuk mengungguli dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel di P4 dan Charles Leclerc di P5.

Dengan hasil tersebut, Hamilton kini mengemas total 112 poin dan menggeser Bottas dari pimpinan klasemen pebalap ke peringkat dua dengan selisih tujuh poin.

Verstappen naik ke peringkat tiga dengan 66 poin, unggul dua poin dari Vettel, diikuti Leclerc di peringkat lima dengan 57 poin.

Dengan kemenangan itu pula, Mercedes memperbaiki rekor mereka dengan finis 1-2 untuk kali kelima secara beruntun musim ini.

Baca juga: Mercedes dan Hamilton bahas kemungkinan pindah ke Ferrari
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mencetak hat-trick juara GP Spanyol dalam tiga tahun terakhir setelah menjadi yang tercepat di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu.

Pebalap asal Inggris itu, yang menjuarai GP Spanyol 2017 dan 2018, kembali mengulangi kesuksesannya tahun ini dengan finis pertama, mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan selisih 4,074 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Hamilton, yang juga meraih kemenangan keempatnya di GP Spanyol, membuktikan omongannya untuk tidak memberikan ruang bagi rekan satu timnya, Valtteri Bottas di awal balapan.

Bottas, peraih pole position, kembali mendapati start yang buruk sehingga Hamilton dari P2 melesat ke depan untuk memimpin lomba.

Dengan strategi dua pitstop dan ban soft di akhir lomba, pebalap asal Inggris itu meraup poin penuh ditambah satu poin tambahan karena mencetak waktu tercepat di balapan.

Dengan kemenangan itu pula, Mercedes memperbaiki rekor mereka dengan finis 1-2 untuk kali kelima secara beruntun musim ini.

“Ini berkat tim yang luar biasa. Sejarah sedang dibuat dengan lima finis 1-2 secara beruntun. Aku merasa sangat senang untuk setiap orang di tim,” kata Hamilton usai lomba.

baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas

Sementara itu, Bottas masih penuh dengan pernyataan ketika dia kembali mengulangi kesalahan di start lomba.

“Aku kehilangan di start, koplingnya bertingkah aneh. Sebagai tim ini luar biasa. Aku meraih poin bagus, setiap poin berarti,” kata pebalap asal Finlandia itu.

Di saat duo Mercedes tak terkejar di depan, dua pebalap Ferrari saling bersaing memperebutkan posisi satu sama lain.

Sebastian Vettel yang start dari P3 menderita flatspot akibat mengunci ban kanan depan di awal lomba dan kehilangan posisi setelah disalip Max Verstappen.

Pebalap asal Jerman itu juga kehilangan kecepatannya sehingga pada lap 12 harus membiarkan rekan satu timnya Charles Leclerc menyalip untuk P4.

Di lap 21 Vettel masuk pitstop terlebih dahulu untuk mengganti ban soft ke medium, sedangkan Leclerc enam lap kemudian berganti ban kompon hard.

Vettel yang menggunakan ban lebih cepat menyalip rekannya dari Monako itu di lap 36 untuk P4.

Power unit baru yang dibawa Ferrari ke Barcelona belum mampu mengalahkan dominasi rival mereka, Mercedes, dan bahkan dipecundangi oleh mesin Honda yang dipakai Red Bull.

baca juga:Jelang GP Spanyol, ini kata Vettel soal upgrade Ferrari

Drama Safety car terjadi di 20 lap menjelang finis setelah Lando Norris dan Lance Stroll bertubrukan di Tikungan 2.

Setelah trek dinyatakan aman di lap 52, Safety Car masuk ke pit lane dan balapan kembali berlangsung.

Seakan start ulang karena jarak antar pebalap kembali dekat, Hamilton mampu keluar dari tekanan untuk tetap memimpin balapan dengan melesat 4 detik di depan pesaing terdekatnya.

Max Verstappen finis ketiga untuk Red Bull, mengungguli dua pebalap Ferrari, Vettel di P4 dan Leclerc di P5.

“Riuh di Tikungan 1 jadi aku mengalah dan mendapati posisi yang bagus di sepanjang lap 1. Mercedes terlalu cepat hari ini, tapi kami juga kompetitif setelah mereka, dan menyenangkan bisa di atas podium,” kata Verstappen.

Rekan satu timnya, Pierre Gasly di P6 untuk menambah pundi-pundi poin tim. Diikuti oleh Kevin Magnussen yang mengklaim P7 untuk Haas.

Pebalap Haas lainnya, Romain Grosjean mengamankan poin terakhir yang tersedia di P10.

Carlos Sainz, yang tak pernah absen meraih poin di tanah kelahirannya, finis P8 untuk McLaren diikuti oleh Daniil Kvyaat di P9 untuk Toro Rosso.

Dengan hasil tersebut, Hamilton kini mengemas total 112 poin dan menggeser Bottas dari pimpinan klasemen pebalap ke peringkat dua dengan selisih tujuh poin.

Max Verstappen naik ke peringkat tiga dengan 66 poin, unggul dua poin dari Vettel, diikuti Leclerc di peringkat lima dengan 57 poin.

Hasil GP Spanyol:
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 66 lap
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 4,074 detik
3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 7,679 detik
4. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 9,167 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 13,361 detik
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 19,576 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 28,159 detik
8. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 32,342 detik
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 33,056 detik
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 34,641 detik
11. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 35,445 detik
12. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 36,758 detik
13. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 39,241 detik
14. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 41,803 detik
15. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 46,877 detik
16. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 47,691 detik
17. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 1 lap
18. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 1 lap

tidak finis
Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team
Lando Norris GBR McLaren F1 Team

baca juga:Mercedes dan Hamilton bahas kemungkinan pindah ke Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari kecewa tak berkutik dengan mesin baru di Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Ferrari merasa kecewa setelah gagal memberikan perlawanan kepada Mercedes di GP Spanyol, Minggu, dan malah lebih jauh mengungkapkan kelemahan mereka di balapan seri kelima musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan jika pengalaman tersebut tentunya akan membuat tim Kuda Jingkrak itu lebih kuat, namun kekecewaan kali ini lebih nyata.

Mercedes telah memborong kemenangan 1-2 di lima balapan musim ini, sementara Ferrari hanya meraih tiga kali finis ketiga dan bahkan gagal naik podium di Sirkuit Barcelona-Catalunya setelah dipecundangi Max Verstappen dengan mobil Red Bull bermesin Honda.

Binotto, dalam sesi jumpa pers usai lomba, didampingin oleh Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, mengakui jika Mercedes tampil sangat kuat musim ini.

“Di sisi kami, kami bisa bekerja sangat keras dan baik sedangkan musim masih panjang. Kami tidak akan menyerah. Saya kira itu pendekatan kami,” kata Binotto seperti dikutip Reuters.

Ferrari masih harus belajar banyak setelah membawa upgrade mesin mereka ke Barcelona.

Baca juga: Ferrari bawa power unit baru ke Barcelona

“Kami kecewa dengan balapan ini, kecewa karena performa di akhir pekan. Kami berharap bisa tampil lebih baik.”

“Kami membawa sejumlah upgrade, aero dan mesin, dan kami berharap untuk berada di pertarungan tapi itu tidak terjadi.”

Secara tenaga, di lintasan lurus, mobil SF90 terbilang cukup kencang namun Binotto mengakui mobil mereka memiliki kelemahan terutama di tikungan di mana mereka kehilangan banyak waktu karena kecepatan menikung yang rendah.

Hal itu akan tak menguntungkan tim yang bermarkas di Italia itu di balapan selanjutnya yang digelar di sirkuit yang sempit dan berliku di Monako.

Vettel, yang finis P4, berkutat dengan flatspot karena mengunci ban kanan depan ketika menuju Tikungan 1 setelah start.

Kedua pebalap juga kehilangan waktu berharga ketika masuk pit karena masalah alat pengencang baut roda.

“Hal paling penting bagi kami adalah bagaimana memahami untuk mengatasi batasan dan aku sangat yakin kami bisa melakukannya dengan cepat,” kata Binotto.

“Kami percaya pengembangan akan menjadi faktor kunci musim ini.”

Baca juga: Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film dokumenter Schumacher diperkenalkan di Cannes

Jakarta (ANTARA) – Film dokumenter yang akan menampilkan rekaman yang belum pernah diterbitkan dan wawancara langka dengan juara dunia Formula 1 Michael Schumacher sedang dalam proses pembuatan dan akan diperkenalkan pada Festival FIlm Cannes.

Film tentang mantan pebalap F1 asal Jerman itu disutradarai oleh Michael Wech dan Hanns-Bruno Kammertoens yang sudah mendapat persetujuan dari keluarga Schumacher, demikian Reuters pada Senin.

Kedua sutradara mengumumkan hal itu pada Minggu di Cannes, Prancis, sebelum Festival Film Cannes digelar.

Saat ini film yang juga akan menampilkan wawancara dengan rekan dan kompetitor Schumacher sudah dalam proses pascaproduksi. Penjualan hak siar internasional film tersebut akan diluncurkan di Marche du Film, sebuah ajang bisnis yang digelar di sela-sela pameran sinema di French Riviera itu pada 14 Mei.

Film lain yang akan ditawarkan kepada pembeli adalah dokumenter tentang grup band rock Led Zepellin.

Baca juga:Aplikasi virtual diluncurkan untuk rayakan ulang tahun ke-50 Schumacher

Schumacher masih menjadi pebalap tersukses sepanjang masa dengan rekor 91 kemenangan Grand Prix. Dia memenangi dua gelar juara dunia Formula 1 bersama Benetton pada 1994 dan 1995 dan lima kali gelar berikutnya bersama Ferrari pada 2000-2004.

Schumacher genap berusia 50 tahun pada 3 Januari lalu namun sudah lama tidak tampil di depan publik setelah mengalami kecelakaan bermain ski di Pegunungan Alpen, Prancis, lima tahun lalu yang menyebabkan cedera kepala parah dan koma.

Januari tahun ini keluarga Schumacher mengeluarkan pernyataan bahwa Schumacher berada di “tangan yang paling tepat.”

Baca juga:Refleksi karir sang legenda Michael Schumacher

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dari F2 Monaco, tim Pertamina bertekad tambah poin maksimal

Kami harap kami bisa mendapatkan poin lagi di Monaco

Jakarta (ANTARA) – Tim Pertamina Prema Racing bertekad menambah poin maksimal dari balapan Formula 2 di Monaco, 24-25 Mei setelah kedua pebalapnya gagal mendapatkan hasil ideal pada balapan Sirkuit Batcelona, Spanyol akhir pekan lalu.

Berdasarkan data dari laman resmi Formula 2 yang dipantau dari Jakarta, Senin, pebalap Tim Pertamina yaitu Sean Gelael hanya puas berada di posisi sembilan di Race 1 dan hanya mendapatkan dua poin. Sedangkan pada Race 2 tanpa poin meski finis kesembilan.

Begitu juga dengan Mick Schumacher. Anak legenda balapan jet darat ini juga hanya finis diurutan 15 pada Race 1 dan berada di posisi 12 untuk Race 2.

Meski hanya mendapatkan tambahan dua poin di Barcelona, tim Pertamina Prema Racing tetap optimistis dan cukup yakin bisa ambil poin lebih banyak pada balapan berikutnya di Monaco.

Pada seri ketiga Kejuaraan FIA F2 2019 ini, degradasi ban menjadi masalah utama tim Pertamina Prema Racing. Kedua pebalap mengalami hal yang sama. Selain Sean, rekan setimnya Mick Schumacher pun mengakuinya.

Pada Race 2 di Barcelona, Sean dan Mick sempat berada dalam posisi perolehan poin, tapi kemudian melorot.

“Ketika ada di posisi 7 atau 8 saya masih bisa meladeni kecepatan mereka. Namun kemudian ban kami mengalami aus yang tinggi. Saya pun tak bisa bertahan,” kata Sean Gelael.

“Bukan akhir pekan yang saya harapkan, karena saya gagal mendapatkan poin di kedua race,” timpal Mick.

Bagi tim Pertamina Prema Racing, hasil di Barcelona memang jauh dari ideal. Sebelumnya pada balapan di Bahrain mereka bawa pulang delapan poin. Kemudian di Baku mendapat 15 poin. Dengan hanya mendapat tambahan 2 poin di Catalunya, tim Pertamina Prema Racing kini berada di posisi delapan klasemen tim dengan 25 poin.

Seri berikut di Monako diharapkan oleh Sean dan Mick lebih bersahabat mengingat trek ini lebih bagus buat ban.

“Balapan di Monaco balapan yang berbeda. Dengan pengalaman yang kami miliki, kami bisa berupaya lebih baik. Kami harap kami bisa mendapatkan poin lagi di Monaco,” kata Sean menambahkan.

Baca juga: De Vries juara, Sean gagal amankan poin Race-2 GP Spanyol

Baca juga: Sean Gelael kembali kemas poin di Race 2 GP Azerbaijan

Baca juga: Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020

Jakarta (ANTARA) – Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort akan kembali masuk kalender Formula 1 selama tiga musim mulai 2020 setelah absen selama 35 tahun dari ajang balapan jet darat itu, umum Formula 1.

“Dari awal jabatan kami di Formula 1, kami mengatakan jika kami ingin balapan di arena-arena balu, sekaligus menghormati akar sejarah olahraga ini di Eropa,” umum bos Formula 1 Chase Carey dalam pernyataan resmi, demikian Reuters pada Selasa.

GP Belanda tersebut tentunya akan diikuti oleh pahlawan lokal Max Verstappen yang saat ini berusia 21 tahun dan membalap untuk tim Red Bull Racing. Pebalap tersukses asal Belanda dan juga pebalap termuda yang menjuarai GP Formula 1.

“Oleh karena itu musim depan kami akan memiliki balapan jalanan baru yang akan digelar di Ibukota Vietnam, Hanoi, juga kembalinya Zandvoort, setelah absen selama 35 tahun.”

Carey mengungkapkan jika Formula 1 melihat tingginya antusiasme publik Belanda, khususnya dukungan mereka terhadap Max Verstappen di berbagai balapan yang diwarnai oleh warna oranye, warna identitas Belanda.

“Ini adalah trek yang ikonik dan bersejarah,” kata Verstappen.

“Aku pernah membalap di sana sebelumnya ketika di F3 dan sangat menyenangkan. Aku membandingkan trek itu dengan Suzuka… trek yang sangat cepat dan selalu menyenangkan memiliki balapan baru dalam kalender.”

“Sangat keren, dan dengan absennya area run-off, cukup sulit menemukan batasan. Di trek lain bisa lebih mudah, tapi itu lah yang membuatnya lebih menarik,” kata pebalap yang saat ini berada di peringkat tiga klasemnen itu.

baca juga:Red Bull klaim RB15 lebih cepat dari Ferrari di Baku

Balapan tahun depan akan menjadi GP Belanda ke-31 yang menjadi kalender resmi Formula 1. Zandvoort sendiri pertama kali menggelar balapan F1 pada 1952, kala itu pebalap Ferrari Alberto Ascari yang menang di sana.

Mendiang juara dunia asal Inggris Jim Clark menang di sana empat kali.

Sedangkan 1985 merupakan tahun terakhir GP Belanda digelar.

“Aku rasa GP Belanda, dengan popularitas Verstappen, akan sangat besar. Aku kira itu positif untuk Formula 1,” kata bos Red Bull Racing Christian Horner.

Balapan di Zandvoort merupakan kontrak kedua, setelah Vietnam, yang diraih oleh Liberty Media sejak mengambil alih kepemilikan F1 pada 2017 dari Bernie Ecclestone.

Balapan GP Prancis di selatan Le Castellet kembali ke 2019 setelah absen 10 tahun, namun kesepakatan itu dicapai oleh Ecclestone.

baca juga:Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas tercepat di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas melanjutkan dominasi Mercedes di Formula 1 dengan mencetak waktu putaran tercepat ketika tes resmi di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Selasa waktu setempat.

Pebalap asal Finlandia yang digeser dari puncak klasemen oleh rekan satu timnya Lewis Hamilton di GP Spanyol itu mencetak waktu tercepat 1 menit 15,511 detik, demikian Reuters.

Walaupun catatan waktunya lebih lambat dari yang diraihnya ketika mengunci pole position, 1 menit 15,406 detik, namun dia masih terlampau cepat dari waktu terbaik Hamilton pada kualifikasi.

Bottas juga melahap 131 lap, setara dengan jarak hampir dua balapan.

Pebalap Ferrari Charles Leclerc menjadi kedua tercepat dengan 1 menit 16,933 detik diikuti oleh pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat di tempat ketiga dengan 1 menit 17,679 detik.

Baca juga:Ferrari kecewa tak berkutik dengan mesin baru di Catalunya

Pebalap Kanada Nicholas Latifi, yang menjadi pebalap cadangan tim Williams, melahap paling banyak lap dengan 134 putaran walaupun pemuncak klasemen Formula 2 masih menjadi yang paling lambat catatan waktunya.

Sementara Callum Illot, juga pebalap F2 asal Inggris menguji mobil Alfa Romeo namun mengalami kecelakaan parah pada sesi siang. Mendapati mobilnya rusak parah, Illot mampu keluar dari mobil tanpa cedera.

Hasil tes resmi di Sirkuit Catalunya, Barcelona
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 15,511 detik
2. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 1,422 detik
3. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 2,168 detik
4. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 2,540 detik
5. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 2,629 detik
6. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 2,752 detik
7. Pietro Fittipaldi BRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,815 detik
8. Nick Yelloly GBR SportPesa Racing Point F1 Team + 2,850 detik
9. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 2,914 detik*
10. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 3,056 detik
11. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 4,208 detik*
12. Callum Ilott GBR Alfa Romeo Racing + 4,308 detik
13. Nicholas Latifi CAN ROKiT Williams Racing + 5,159 detik
* pengujian ban Pirelli

Baca juga:GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen yakin cuma Mercedes yang paham mobil

Mobil-mobil tidak mudah untuk dipahami agar bisa dipacu secepat mungkin. Mercedes tampaknya paham

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen yakin hanya Mercedes yang benar-benar memahami kendaraan pada 2019 karena semua tim balap Formula 1 kesulitan selama musim ini.

Mercedes sejauh ini tampil dominan dan banyak orang kaget betapa pelan Ferrari sekarang. Verstappen saat ini menduduki peringkat ketiga peringkat pebalap di depan kedua pebalap Ferrari.

“Saya bukan perancang, saya cuma berusaha berkendara secepat saya bisa,” kata Verstappen kepada Autosport.

“Untuk sementara tahun ini, saya kira secara umum, mobil-mobil tidak mudah untuk dipahami agar bisa dipacu secepat mungkin. Mercedes tampaknya paham,” sambung dia.

“Mercedes begitu cepat sepanjang pekan dan saya kira kami telah melakukan tugas dengan baik untuk paling tidak melampaui satu Ferrari.”

Verstappen mengharapkan Red Bull terus meningkat untuk bisa menyaingi Ferrari pada peringkat kedua.

Baca juga: Bottas tercepat di Barcelona

Baca juga: Penalti tak masalah bagi Verstappen jika mesin baru Honda mumpuni

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Muhammad Sean Gelael meraih poin pertamanya di Formula 2 musim ini pada balapan Feature F2 di Sirkuit Baku, Azerbaijan, Sabtu.

Pebalap tim Prema Racing itu finis di posisi tujuh namun naik ke peringkat lima setelah pebalap tim Uni Virtuosi Racing Luca Ghiottho dan pebalap Campos Racing Dorian Boccolacci mendapat penalti turun peringkat. Dengan hasil itu Sean berhak atas 8 poin dari balapan pertama pekan ini di Baku.

Hasil yang cukup impresif mengingat Sean mengawali balapan seri kedua musim ini dari posisi paling belakang.

Feature Race Kejuaraan FIA Formula 2 2019 di Sirkuit Baku, Azerbaijan, berjalan dramatis. Seperti kebanyakan balapan di trek jalan raya, sejumlah insiden kecelakaan mewarnai balapan di Baku hari itu

Ketika awal drama terjadi tak lama selepas start, pebalap Team Jagonya Ayam Sean Gelael berhasil menghindari tabrakan beruntun di Tikungan 1 itu.

Sean yang start dari P19 memanfaatkan kesempatan melihat kejadian di depannya. Dia berhasil menghindari insiden tersebut dan memanfaatkannya untuk memperbaiki posisinya. Di akhir Lap 1 pebalap tim PREMA Racing itu melesat di posisi 10.

“Sesungguhnya kecepatan mobil kami memang ada di sepuluh besar dan saya tenang setelah ada di sana,” ujar Sean dalam pernyataan tertulis.

Baca juga: Sean Gelael incar poin pertama di Baku

Sean mencoba untuk tidak membuat kesalahan dan sebisa mungkin menjauhi potensi masalah dengan pebalap lain.

Menjelang akhir balapan, Sean disusul oleh Luca Ghiotto, sehingga melorot ke posisi 7.

Pebalap asal Italia itu diganjar penalti karena melakukan kontak dengan mobil Sergio Sette Camara sehingga menyebabkan mobil pebalap asal Brazil itu melintir dan menabrak tembok pembatas ketika Safety Car diberlakukan. Pebalap tim DAMS itu tidak bisa melanjutkan balapan.

Ghiotto mendapat penalti tambahan waktu lima detik sehingga di akhir balapan dia mundur dari P6 ke P9.

Pebalap tim Campos Racing Jack Aitken keluar sebagai juara di Baku, diikuti oleh Nyck de Vries dari tim ART Grand Prix di runner-up dan Jordan King dari tim MP Motorsport di peringkat tiga.

“Akhirnya saya pecah poin juga. Kita lihat besok akan seperti apa berbekal hasil ini. Saya yakin dengan performa mobil kami dan semoga kembali meraih hasil bagus,” ujar Sean yang pada Sprint Race hari Minggu (28/4) akan start dari P3.

Sementara itu rekan satu tim Sean, Mick Schumacher, gagal finis pada balapan hari ini.

Baca juga: Nyaris celakai petugas lintasan, Sean Gelael dihukum start di belakang
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas pole position di GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas akan start GP Azerbaijan dari posisi pertama setelah tampil tercepat pada sesi kualifikas, Sabtu.

Pebalap asal Finlandia itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 40,495 detik untuk mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, dengan selisih tipis 0,059 detik pada tempat kedua, demikian laman resmi Formula 1 pada Sabtu.

“Sangat senang bisa meraih pole di lap terakhir. Ferrari sangat cepat. Ini semua soal margin yang tipis,” kata Bottas usai sesi kualifikasi di Sirkuit Baku.

Posisi start ketiga diraih pebalap Ferrari Sebastian Vettel dengan selisih 0,302 detik dari Bottas.

“Musim ini sangat panjang dan sulit untuk menemukan keseimbangan… kami harap bisa melakukan yang lebih baik,” kata Vettel.

Pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, yang difavoritkan meraih pole position, justru mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi Q2 ketika menabrak tembok pembatas di salah Tikungan 8 yang sempit di sirkuit jalan raya itu.

Pebalap Williams Robert Kubica juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama ketika menjalani sesi Q1.

baca juga: FP2 GP Azerbaijan, duo Ferrari tercepat
baca juga:Sesi latihan GP Azerbaijan dihentikan karena insiden tutup drainase

Pebalap Red Bull Max Verstappen masih konsisten dan meraih posisi start P4, yang merupakan posisi start terbaiknya di Baku hingga saat ini.

Sergio Perez mengamankan P5 untuk Racing Point, diikuti oleh Daniil Kvyat dari Toro Rosso di P6 dan lando Norris dari McLaren di P7.

Pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi akhirnya menunjukkan kecepatannya pada P8. Namun pebalap asal Italia itu akan dihukum mundur 10 posisi start karena menggunakan komponen pengendali elektronik baru di mesinnya.

Kimi Raikkonen akan naik menempati posisi rekan satu timnya itu, sedangkan Charles Leclerc akan start dari P9 di depan Carlos Sainz dari tim McLaren.

baca juga:Gasly akan start dari pit lane di Baku

Formula 1 Azerbaijan Grand Prix – Hasil Kualifikasi
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 40,495 detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,059 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,302 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,574 detik
5. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,098 detik
6. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,186 detik
7. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,391 detik
8. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,929 detik
9. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 2,573 detik
10. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari tak ada catatan waktu
— Q2 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 41,388 detik —
11. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,010 detik
12. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,089 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,106 detik
14. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,311 detik
15. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda tak ada catatan waktu
— Q1 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 41,335 detik —
16. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,295 detik
17. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,072 detik
18. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 2,092 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,727 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4,396 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc mengaku geram terhadap dirinya sendiri usai melakukan kesalahan yang menyebabkan mobil Ferrari SF90 yang ia kendarai menabrak tembok pembatas Sirkuit Baku di sesi kualifikasi GP Azerbaijan, Sabtu.

Leclerc, yang menguasai sesi latihan bebas sebelum kualifikasi, menjadi pebalap yang difavoritkan untuk meraih pole position di sirkuit jalan raya itu, demikian Reuters pada Sabtu.

Namun pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu mengunci ban mobilnya sehingga menabrak pagar pebatas di Tikungan 8 yang sempit di sesi kualifikasi Q2.

Pebalap Williams Robert Kubica juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama ketika turun di Q1.

“Aku bodoh, aku bodoh,” kata Leclerc seperti terdengar di radio komunikasi tim sebelum keluar dari mobil dan kembali ke garasi.

Baca juga:Bottas pole position di GP Azerbaijan
Baca juga:Leclerc waspadai kejutan Mercedes meski yakini kecepatan Ferrari

Kepada media dia kemudian dia mengatakan bahwa dirinya pantas mendapatkan itu.

“Aku sangat sedih dengan apa yang terjadi tapi aku pantas dapatkan itu. Aku bertindak bodoh, seperti yang aku katakan di radio. Aku telah tenang tapi tetap berpikir jika aku bodoh,” kata Leclerc.

“Aku akan berusaha keras belajar dari ini dan bangkit dan semoga memiliki balapan yang sangat baik besok,” kata pebalap yang akan mengawali balapan GP Azerbaijan dari P9 itu.

“Pole itu mungkin diraih hari ini dan aku membuang semua potensi itu,” kata Leclerc.

Leclerc, yang meraih pole position pertamanya di F1 ketika di GP Bahrain, mengungkapkan jika dia mengerem mobilnya seperti yang dia lakukan sebelumnya dengan ban kompon soft (lunak), tapi dia menggunakan kompon medium sehingga roda terkunci ketika mengerem.

“Aku tak ingin disalahpahami. Tak ada masalah dengan ban, hanya aku,” kata dia.

“Tapi untuk tiga atau empat jam berikutnya, aku akan memukuli diriku sendiri.”

Di sesi kualifikasi, pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton mengunci posisi start 1-2 untuk balapan pada Minggu. Rekan satu tim Leclerc, Sebastian akan start di P3.

Baca juga:Insiden tutup drainase di Baku, Williams tuntut kompensasi
Baca juga:Penalti tak masalah bagi Verstappen jika mesin baru Honda mumpuni
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas waspadai balapan tak terduga di Baku

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas yang akan mengawali balapan GP Azerbaijan, Minggu, dari pole position, mewaspadai balapan yang sulit diprediksi di Sirkuit Baku.

Rekan satu tim Bottas, Lewis Hamilton, memperkuat dominasi Mercedes pada sesi kualifikasi pada Sabtu dengan mengunci P2.

“Ini adalah balapan yang sangat tak bisa diprediksi, tapi kami senang bisa start 1-2 sebagai tim. Kami memiliki mobil yang kuat untuk balapan tapi di sini semuanya bisa terjadi. Ini adalah balapan yang penuh peristiwa… kalian bisa beruntung atau sial, kita lihat saja,” kata Bottas seperti dikutip laman resmi Formula 1 pada Sabtu malam.

Tahun lalu di Baku, peluang juara pebalap asal Finlandia itu terampas usai ban belakang mobilnya pecah saat memimpin lomba pada tiga lap terakhir.

“Banyak hal yang tak terduga bisa terjadi, jadi kami harus tetap fokus sebagai tim dan juga, bagiku, sebagai pebalap, fokus di setiap tikungan.”

Pada babak kualifikasi Sabtu, Charles Leclerc yang difavoritkan merebut pole position, mengalami kecelakaan ketika turun di Q2. Mobil Ferrari yang ia kendarai menabrak tembok pembatas di Tikungan 8 yang sempit di mana pebalap Williams mengalami kecelakaan serupa di sesi Q1.

baca juga:Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Jika Sirkuit Internasional Shanghai memiliki lintasan lurus sepanjang 1,2 km, Baku menawarkan trek yang lebih ekstrem. Keluar dari Tikungan 16, pebalap memiliki lintasan sepanjang 2,2 km di mana mereka bisa menginjak penuh pedal gas mereka untuk berpacu hingga Tikungan 1.

Selain lintasan lurus yang panjang, Baku memiliki sejumlah tikungan yang sangat sempit juga tikungan dengan sudut 90 derajat yang menuntut traksi yang baik di awal lap.

Secara umum Baku, dengan panjang lintasan 6 km dan total 20 tikungan, memiliki semuanya.

Baku juga selalu menawarkan balapan yang sulit diprediksi. Sejak balapan pertama pada 2016, Baku menjadi satu-satunya balapan dalam kalendar Formula 1 yang memunculkan pebalap di luar tiga tim terbesar yang naik podium.

Pebalap asal Meksiko Sergio Perez, dengan dua kali finis ketiga pada 2016 dan 2018 untuk Force India, sekarang berganti nama menjadi Racing Point, adalah satu-satu pebalap yang pernah naik podium lebih dari sekali di Baku.

Rekan satu tim Perez, Lance Stroll, juga pernah meraih pole position di Baku pada 2017 kala membalap untuk tim Williams.

Selain kejutan prestasi, para penggemar bisa menantikan balapan yang kacau di Baku. Seperti tahun lalu ketika persaingan ketat duo pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, menyebabkan kedua mobil mereka saling sundul dan gagal finis.

baca juga:GP Azerbaijan akan jadi ajang pembalasan Bottas
baca juga:Statistik balapan GP Azerbaijan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi boulder putri kejuaraan dunia panjat tebing di Chongqing

Atlet panjat tebing Indonesia Salsabila tampil pada babak kualifikasi boulder putri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing, Cina, Sabtu (27/8/2019). Sebanyak sepuluh atlet panjat tebing Indonesia mengikuti sejumlah seri ajang kejuaraan dunia untuk mengasah kemampuan agar lolos pra olimpiade Tokyo 2020. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp/pri

Mandiri Jogja Marathon 2019

Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri) melepas peserta saat acara Mandiri Jogja Marathon 2019 di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (28/4/2019). Perhelatan Mandiri Jogja Marathon yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan pariwisata yang mengambil start di Candi Prambanan, Yogyakarta itu diikuti sekitar 7500 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

Bottas ungguli Hamilton untuk juarai GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas keluar sebagai juara balapan seri keempat Formula 1, GP Azerbaijan di sirkuit jalan raya, Baku, Azerbaijan, Minggu.

Rekan satu tim Bottas, Lewis Hamilton finis sebagai runner-up dengan selisih 1,524 detik. Dengan hasil itu Mercedes kembali meraih finis 1-2 untuk keempat kalinya secara beruntun musim ini, demikian laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Sebastian Vettel 11 detik kemudian menyentuh garis finis untuk tempat ketiga bagi Ferrari.

Bottas memperoleh perlawanan ketat dari rekan satu timnya, Lewis Hamilton, ketika start. Namun, pebalap asal Finlandia itu tidak mau kecolongan seperti ketika di GP China, dan mampu mempertahankan pimpinan lomba di awal balapan.

“Balapan yang ketat walaupun mungkin tidak banyak hal yang terjadi di depan. Lewis memberiku tekanan setiap saat. Aku senang melihat bendera finis dan meraih tempat pertama ini,” kata Bottas usai lomba.

Dengan hasil itu, Bottas menjadi pebalap pertama musim ini yang memenangi lomba dari pole position.

Max Verstapppen kembali mempersembahkan poin untuk Red Bull setelah finis P4 diikuti pebalap Ferrari Charles Leclerc, yang mengawali balapan dari P8 dan finis P5.

Di saat pebalap lain melakukan pitstop pada 15 lap awal, Charles Leclerc berusaha menjaga usia ban medium yang ia gunakan dari start dan baru masuk pitstop pada lap 35 untuk menyelesaikan balapan dengan ban kompon soft.

Leclerc, yang memimpin balapan dari lap 14, keluar dari pit lane dan mendapati dirinya di P5 di belakang pebalap Red Bull Max Verstappen.

Pebalap asal Monako itu harus melakukan pitsop kedua tiga lap menjelang akhir balapan, mengganti ban soft baru untuk mengejar poin dari waktu putaran tercepat di balapan yang berhasil diraihnya di putaran terakhir.

Pebalap Racing Point Sergio Perez, yang pernah dua kali naik podium di Baku, harus puas finis P6, mengungguli dua pebalap McLaren Carlos Sainz (P7) dan Lando Norris (P8).

Sementara rekan satu tim Perez, Lance Stroll finis P9 diikuti oleh Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di P10 untuk meraup poin terakhir yang tersedia di balapan itu.

Sebelum balapan dimulai, sudah ada empat pebalap yang terkena penalti.

Kimi Raikkonen mengawali balapan dari pit lane setelah steward mendapati sayap depan mobil Alfa Romeo milik pebalap asal Finlandia itu lebih lentur 5 milimeter dari batasan yang diperbolehkan ketika uji beban. Tes itu ditujukan untuk menghindarkan tim memanfaatkan keuntungan aerodinamika dari bagian mobil yang fleksibel.

Pierre Gasly juga start dari pit lane berkat penalti ketika dia gagal memenuhi panggilan ke jembatan timbang waktu babak kualifikasi.

Pebalap Williams Robert Kubica memilih start dari pit lane untuk memungkinkan tim membuat perubahan set-up setelah pebalap asal Polandia itu mengalami kecelakaan di babak kualifikasi.

Rekan satu tim Raikkonen, Antonio Giovinnazzi dihukum mundur 10 posisi karena melakukan pergantian elemen pengendali elektronik (CE) power unit Ferrari yang digunakan di mobilnya.

Daniel Ricciardo mengalami gagal finis ketiga kalinya musim ini setelah terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat.

Mobil Renault Ricciardo menabrak Toro Rosso ketika mundur untuk kembali ke trek setelah kedua pebalap berhenti di bagian luar trek. Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan.

Pebalap Red Bull Pierre Gasly, yang berada di P6 waktu itu, harus merelakan gagal finis karena mengalami kendala dengan mesin dan berhenti di trek. Virtual Safety Car diberlakukan pada lap 40 setelah insiden tersebut.

Dengan hasil GP Azerbaijan itu, Bottas kembali meraih pimpinan klasemen pebalap dengan 87 poin, unggul 1 poin dari Hamilton.

Sebastian Vettel di tempat ketiga dengan 52 poin, unggul 5 poin dari rekan satu timnya. Sementara Max Vertappen menempel ketat Vettel di peringkat empat dengan selisih satu poin.

Baca juga: Bottas waspadai balapan tak terduga di Baku

Baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Baca juga: Bottas pole position di GP Azerbaijan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael kembali kemas poin di Race 2 GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael kembali mengemas poin di balapan Formula 2 GP Azerbaijan setelah finis kedelapan di Race 2 pada Minggu.

Sean menyelesaikan balapan dalam waktu 48 menit 51,008 detik atau terpaut 7,724 detik dari Nicholas Latifi (DAMS) yang menjadi juara lomba, demikian laman resmi Formula 2 pada Minggu.

Pebalap tim Prema Racing itu melakukan start yang baik, melesat dari grid ketiga ke P1 menyusul Nikita Mazepin (ART Grand Prix) yang start dari pole position. Dari sana Sean bertahan di pimpinan lomba selama lima lap.

Namun sejak lap ketiga dia merasakan ada yang tidak beres dengan mobilnya sehingga Nicholas Latifi (DAMS) yang menguntit di P2 mampu memperkecil jarak dari 2 detik ke 0,9 detik.

Lalu ketika Latifi menyusul Sean dari sisi luar terjadi benturan di ban kanan belakang sehingga Sean kehilangan posisi dan juga mendapati keseimbangan mobilnya terpengaruh.

Setelah insiden itu, Sean praktis bertarung untuk tetap ada di perolehan poin di tengah beberapa insiden yang terjadi. Latifi sendiri keluar sebagai pemenang dan menjadi pebalap pertama musim ini yang bisa memenangi dua race.

Juan Manuel Correa (Sauber Junior Team by Charouz) finis sebagai runner-up dan Jack Aitken (Campos Racing) finis P3.

Sementara Sean mampu merebut poin terakhir yang tersedia di balapan itu di P8. Rekan satu tim Sean, Mick Schumacher finis P5 setelah pada Race 1 gagal finis.

“Masalah yang saya alami membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah sempat memimpin lomba, rasanya saya bisa lebih baik lagi dalam bertahan. Seri berikut di Barcelona sepertinya kami akan lebih kuat,” ujar Sean dalam pernyataan tertulis, Minggu.

Hingga seri kedua Sean berada di peringkat 13 klasemen pebalap sementara dengan 9 poin.

Seri berikutnya akan mengikuti balapan Formula 2 yang digelar di Barcelona 10-12 Mei.

Hasil Race 2 Formula 2 GP Azerbaijan:
1. Nicholas Latifi CAN DAMS 19 lap
2. Juan Manuel Correa USA Sauber Junior Team by Charouz + 0,9 detik
3. Jack Aitken GBR Campos Racing + 1,5 detik
4. Nyck de Vries NED ART Grand Prix + 2,6 detik
5. Mick Schumacher GER Prema Racing + 3,2 detik
6. Sergio Sette Camara BRA DAMS + 4,0 detik
7. Dorian Boccolacci FRA Campos Racing + 6,5 detik
8. Sean Gelael IDN Prema Racing + 7,7 detik
9. Callum Ilott GBR Sauber Junior Team by Charouz + 7,7 detik
10. Guanyu Zhou CHN UNI-Virtuosi Racing + 9,2 detik
11. Anthoine Hubert FRA BWT Arden + 11,0 detik
12. Nobuharu Matsushita JPN Carlin + 11,2 detik
13. Mahaveer Raghunathan IND MP Motorsport + 17,5 detik
Gagal finis
Luca Ghiotto ITA UNI-Virtuosi Racing
Jordan King GBR MP Motorsport
Nikita Mazepin RUS ART Grand Prix
Giuliano Alesi FRA Trident
Ralph Boschung SUI Trident
Louis Deletraz SUI Carlin
Tatiana Calderon COL BWT Arden

Baca juga: Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Baca juga: Nyaris celakai petugas lintasan, Sean Gelael dihukum start di belakang

Baca juga: GP Bahrain, Sean Gelael finis P10 di race kedua

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Jakarta (ANTARA) – Mercedes memperpanjang dominasinya musim ini dengan mengunci finis 1-2 untuk keempat kalinya secara beruntun ketika Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton tampil kuat di GP Azerbaijan pada Minggu.

Bottas finis pertama di Sirkuit Baku dan menjadi pebalap pertama musim ini yang memenangi balapan dari pole position. Lewis Hamilton berada di runner-up dengan selisih 1,542 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Balapan kali ini juga merupakan ajang pembalasan bagi pebalap asal Finlandia itu setelah dia gagal meraih juara karena ban pecah ketika dia memimpin lomba tiga lap menjelang akhir balapan tahun lalu.

“Balapan yang ketat. Lewis memberiku tekanan setiap waktu, aku tak boleh membuat kesalahan,” kata Bottas usai lomba seperti dikutip Reuters, Minggu.

Bottas memperoleh perlawanan ketat dari rekan satu timnya ketika start. Namun, pebalap asal Finlandia itu tidak mau kecolongan seperti ketika di GP China, dan mampu mempertahankan pimpinan lomba di awal balapan.

“Aku terlalu bersahabat di Tikungan 1 dan pada dasarnya mengalah kepadanya,” kata Hamilton.

Dengan hasil itu Mercedes menjadi tim pertama yang finis 1-2 empat kali beruntun dalam sejarah 70 tahun Formula 1.

Sebastian Vettel menyentuh garis finis sekitar 11 detik kemudian. Ferrari kembali gagal menandingi Mercedes walaupun mereka memiliki keunggulan kecepatan di lintasan lurus.

Di belakang juara dunia empat kali itu ada Max Verstappen dari Red Bull yang konsisten mempertahankan rekor finis di peringkat empat besar.

Setelah mengalami kecelakaan di babak kualifikasi, perjuangan Charles Leclerc terbayar ketika finis P5 untuk Ferrari.

baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

baca juga:(Profil) – Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1

Di saat pebalap lain melakukan pitstop di 15 lap awal, Charles Leclerc berusaha menjaga usia ban medium yang ia gunakan dari start dan baru masuk pitstop pada lap 35 untuk menyelesaikan balapan dengan ban kompon soft.

Leclerc, yang memimpin balapan dari lap 14, keluar dari pit lane dan mendapati dirinya di P5 di belakang pebalap Red Bull Max Verstappen.

Pebalap asal Monako itu harus melakukan pitsop kedua tiga lap menjelang akhir balapan, mengganti ban soft baru untuk mengejar poin dari waktu putaran tercepat di balapan yang berhasil diraihnya di putaran terakhir.

“Sangat krusial meraih tempat ketiga, bagus untuk Charles yang meraih lap tercepat dan merebutnya dari para pebalap Mercedes,” kata Vettel usai lomba.

Pebalap Racing Point Sergio Perez, yang pernah dua kali naik podium di Baku, harus puas finis P6, mengungguli dua pebalap McLaren Carlos Sainz (P7) dan Lando Norris (P8).

Sementara rekan satu tim Perez, Lance Stroll finis P9 diikuti oleh Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di P10 untuk meraup poin terakhir yang tersedia di balapan itu.

baca juga:Sesi latihan GP Azerbaijan dihentikan karena insiden tutup drainase

Sebelum balapan dimulai, sudah ada empat pebalap yang terkena penalti.

Kimi Raikkonen mengawali balapan dari pit lane setelah steward mendapati sayap depan mobil Alfa Romeo milik pebalap asal Finlandia itu lebih lentur 5 milimeter dari batasan yang diperbolehkan ketika uji beban. Tes itu ditujukan untuk menghindarkan tim memanfaatkan keuntungan aerodinamika dari bagian mobil yang fleksibel.

Pierre Gasly juga start dari pit lane berkat penalti ketika dia gagal memenuhi panggilan ke jembatan timbang waktu babak kualifikasi.

Pebalap Williams Robert Kubica memilih start dari pit lane untuk memungkinkan tim membuat perubahan set-up setelah pebalap asal Polandia itu mengalami kecelakaan di babak kualifikasi.

Rekan satu tim Raikkonen, Antonio Giovinnazzi dihukum mundur 10 posisi karena melakukan pergantian elemen pengendali elektronik (CE) power unit Ferrari yang digunakan di mobilnya.

Daniel Ricciardo mengalami gagal finis ketiga kalinya musim ini setelah terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat.

Mobil Renault Ricciardo menabrak Toro Rosso ketika mundur untuk kembali ke trek setelah kedua pebalap berhenti di bagian luar trek. Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan.

Pebalap Red Bull Pierre Gasly, yang berada di P6 waktu itu, harus merelakan gagal finis karena mengalami kendala dengan mesin dan berhenti di trek. Virtual Safety Car diberlakukan pada lap 40 setelah insiden tersebut.

Dengan hasil GP Azerbaijan itu, Bottas kembali meraih pimpinan klasemen pebalap dengan 87 poin, unggul 1 poin dari Hamilton.

Sebastian Vettel di tempat ketiga dengan 52 poin, unggul 5 poin dari rekan satu timnya. Sementara Max Vertappen menempel ketat Vettel di peringkat empat dengan selisih satu poin.

Setelah Azerbaijan, pawai Formula 1 akan dilanjutkan ke Barcelona pada 10-12 Mei.

Hasil balapan GP Azerbaijan 2019:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 51 lap detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 1,524 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 11,739 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 17,493 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 69,107 detik
6. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1 menit 16,416 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1 menit 23,826 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1 menit 40,268 detik
9. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1 menit 43,816 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
11. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
12. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
13. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1 lap
15. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2 laps
16. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2 laps
tidak finis:
Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda
Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team
Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda
Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Renault Daniel Ricciardo mendapat penalti mundur tiga posisi start pada balapan selanjutnya di Barcelona akibat terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat di GP Azerbaijan, Minggu.

Ricciardo dan Kvyat berusaha saling menyalip namun terlambat mengerem dan berhenti di area run-off Tikungan 3.

Tak menyadari jika sang pebalap asal Rusia itu berhenti di belakangnya, Ricciardo menabrak mobil Kvyat ketika memundurkan mobilnya setelah kedua pebalap gagal mengantisipasi Tikungan 3 itu.

Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan dan steward menyalahkan Ricciardo dengan memberikan penalti mundur tiga grid juga pengurangan dua poin.

“Aku jelas tak merasa enak dengan apa yang baru saja terjadi,” kata pebalap Australia itu seperti dikutip Reuters, Minggu.

Ricciardo telah meminta maaf kepada mantan rekan satu timnya di Red Bull dan mengaku dia yang bertanggungjawab penuh soal insiden tersebut.

“Segera setelah aku berhenti di jalan keluar aku kira aku terburu-buru dan sedikit panik… hanya mencoba meminimalkan kerusakan dan sedikit mungkin kehilangan waktu.”

“Aku mundur dan jujur tidak tahu jika dia ada di sana. Aku kira karena terburu-buru aku tidak melihatnya,” kata Ricciardo. “Aku kira dia mampu memotong dan tetap berada di trek.”

baca juga:GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Ricciardo, yang menjadi juara di Baku pada 2017, gagal finis untuk ketiga kalinya musim ini. Dia hanya mampu sekali mengemas poin, seperti juga rekan satu timnya Nico Hulkeberg.

Kvyat menerima permohonan maaf Ricciardo usai lomba.

“Hal seperti ini terjadi, ini lah balapan seperti aku sering katakan ketika aku membuat kesalahan,” kata Kvyat, yang beberapa kali juga menyebabkan tabrakan dengan pebalap lain.

Baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Jakarta (ANTARA) – Mercedes berhasil mencetak sejarah sebagai tim Formula 1 pertama yang merengkuh dua posisi terdepan empat balapan beruntun, setelah pembuka musim 

“Luar biasa kami bisa memecahkan rekor di tahun keenam kami, mencoba untuk menembus batas dan mencoba untuk tetap berdiri dan tidak menjadi terlalu percaya diri,” kata kepala tim Mercedes Toto Wolff usai GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, seperti dikutip Reuters pada Minggu.

Ferrari sebelumnya menorehkan enam kemenangan beruntun pada 1952 namun seri kedua balapan musim itu adalah Indianapolis 500, yang mana mereka tidak ikuti.

Tim-tim Formula 1 yang berlaga di tahun 1950-an juga menurunkan lebih dari dua mobil. Ferrari menempatkan keempat pebalapnya di peringkat teratas GP Jerman 1952.

Williams mengawali musim balapan 1992 dengan tiga kemenangan 1-2, dan menjadi tim pertama yang menjuarai lima balapan pertama tahun itu lewat pebalap Nigel Mansell.

Mercedes pernah meraih finis 1-2 sebanyak 12 kali pada musim 2015 namun tidak secara beruntun. Pebalap Ferrari Sebastian Vettel menjuarai balapan kedua di Malaysia musim itu.

Baca juga: GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton dan rekan satu timnya di Mercedes, Valtteri Bottas, telah sama-sama mengantongi dua gelar juara dan runner-up di empat balapan musim ini.

Bottas sementara unggul 1 poin dari Hamilton berkat poin tambahan setelah mencetak waktu putaran tercepat di GP Australia.

“Valtteri sangat meningkat tahun ini dan sangat senang dengan mobilnya, menunjukkan hasil dan membalap secara fantastis,” kata Hamilton.

“Jadi kami berdua tinggal menunjukkan performa hebat untuk mengalahkan para pebalap lainnya,” kata dia.

Baca juga:Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019