Pratinjau – Ferrari masih miliki harapan di Kanada

Jakarta (ANTARA) – Sirkuit Gilles-Villeneuve di Kanada menjadi saksi kemenangan ketiga Sebastian Vettel di balapan Formula 1 musim lalu.

Kala itu pebalap asal Jerman tersebut menyentuh garis finis pertama menyingkirkan pebalap Mercedes Valtteri Bottas dengan margin cukup jauh, tujuh detik.

Ferrari akan berharap mengulang kesuksesannya di GP Kanada akhir pekan ini di balapan sebanyak 70 putaran mengelilingi sirkuit sepanjang 4,361 km itu.

Sejauh ini GP Kanada telah menyajikan sejumlah balapan yang epik berkat desain sirkuit yang menantang para pebalap dan menawarkan sejumlah kesempatan overtaking.

Pada dasarnya sirkuit ini adalah lintasan lurus yang dipadukan dengan sejumlah chicane dan satu hairpin, jadi akan banyak kesempatan pebalap melakukan slipstreaming serta zona pengereman keras.

Kesempatan terbaik untuk menyalip ada lintasan sebelum tikungan terakhir di mana pebalap akan mengambil peluang untuk menyodok di lintasan panjang yang berujung di zona pengereman keras sebelum hairpin itu.

Jika gagal melakukan overtaking di sana, maka pebalap masih memiliki kesempatan untuk mencuri posisi lewat zona pengereman keras lainnya di Tikungan 1.

Chicane terakhir adalah tikungan yang cukup menantang yang menuntut mobil mengerem dari kecepatan 300kpj untuk bermanuver ke kanan kemudian ke kiri melewati kerb yang besar.

Dengan pagar pembatas menunggu di hampir setiap tikungan, kesalahan terkecil bisa sangat fatal.

Pada 1999, tiga juara dunia menabrak tembok di ujung tikungan terakhir. Mobil pebalap tuan rumah Jacques Villeneuve, Michael Schumacher dan Damon Hill pernah mencium tembok pembatas di sana.

Villenueve juga pernah menabrak tembok sirkuit pada 1997. Sejak itu, Sebastian Vettel dan Jenson Button juga pernah mengalami hal yang sama. Korban lainnya adalah Rubens Barichello, Juan Pablo Montoya, Ralf Schumacher, dan Pastor Maldonado.

Tak hanya pebalap, mobil mereka juga akan dipaksa menembus batas ketika turun di sirkuit yang dipenuhi lintasan lurus panjang dan zona pengereman keras yang menuntut kekuatan mesin dan rem.

Di akhir balapan, rem yang selalu melakukan pekerjaan berat bisa menimbulkan masalah ketika pebalap ingin melambatkan mobilnya. Sungguh tidak nyaman di waktu-waktu itu mengingat ada sebuah tembok yang menunggu di setiap jalur keluar tikungan sirkuit.

Karena pedal kiri bekerja dengan keras, demikian juga pedal kanan untuk membuka throttle, maka biasanya Kanada menjadi titik di mana tim-tim F1 memperkenalkan power unit baru untuk mengejar performa di lintasan lurus.

Tak ada upgrade dari Ferrari

Namun, Ferrari tahun ini telah membawa upgrade power unit dua balapan lebih awal yaitu di Barcelona usai kewalahan mengejar performa Mercedes yang perkasa di setiap balapan musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengonfirmasi jika mereka tidak akan membawa upgrade ke Kanada dan sebagai gantinya berharap bisa mengeksploitasi surplus tenaga mesin Ferrari di lintasan lurus akhir pekan ini.

Kami tahu kami tak cukup kompetitif sekarang,” kata Binotto seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Dan saat ini kami tidak menantikan perubahan di mobil yang bisa memiliki dampak signifikan dari masalah yang kami temui di awal musim.”

Harapan besar ditujukan ke tim bermarkas di Italia itu setelah hasil mengesankan di tes pramusim tahun ini. Namun di enam balapan, hasil terbaik mereka hanya lah satu finis runner-up di Monako.

Mobil SF90 telah menunjukkan keunggulan kecepatan di lintasan lurus, power unit Ferrari pun merupakan salah satu yang terbaik di grid.

Namun ketika tiba soal pengendalian, keseimbangan dan penggunaan ban, Ferrari tertinggal dari rival mereka, Mercedes, dan bahkan Red Bull.

Binotto paham jika mereka harus menemukan solusi dalam hal jendela operasi penggunaan ban yang selama ini menghantui Ferrari, juga harus menghindari blunder di babak kualifikasi seperti yang dialami Charles Leclerc di Monako.

Baca juga:Formula 2 gunakan ban 18 inci tahun depan

Di atas kertas, trek di GP Kanada dipandang cocok dengan karakter SF90.

“Karakter trek Kanada memiliki tantangan yang berbeda, selain kecepatan puncak, efisiensi pengereman dan traksi menjadi perhatian utama,” kata Binotto.

“Kami tiba di sini untuk melakukan yang terbaik dan tak akan mengulang kesalahan di balapan-balapan sebelumnya.”

Biasanya, pabrikan mesin membawa update pertama power unit mereka di Kanada karena balapan yang sangat menuntut kekuatan mesin.

Kanada juga menjadi balapan ketujuh dari total 21 GP dalam setahun, titik yang pas untuk membawa mesin baru karena tahun ini setiap pebalap diizinkan memakai hanya tiga mesin tanpa mendapat penalti.

Tiga pabrikan telah terlebih dahulu memperkenalkan power unit baru mereka. Honda di Baku, sementara Ferrari dan Renault membawa spec 2 mesin mereka di Spanyol.

Akhir pekan nanti akan tergantung bagi Mercedes, juga tim-tim lain apakah mereka harus membawa upgrade mereka ke Kanada untuk menangkal ancaman dari Ferrari.

Antisipasi upgrade Mercedes

Sementara itu di kubu rival, Mercedes tak terkalahkan di enam balapan pertama dan kedua pebalap mereka selalu naik podium.

Silver Arrow bisa saja membawa upgrade pertama mereka ke Kanada untuk menjaga dan memperlebar keunggulan.

Lewis Hamilton telah mengemas empat kemenangan dalam enam balapan sejauh ini namun juara dunia lima kali itu mengatakan jika masih banyak area yang bisa dikembangkan, termasuk tenaga, oleh Mercedes.

“Akan banyak analisa dibuat dan khususnya untuk memahami ban lebih baik… mencoba untuk bekerja lebih baik dengan para mekanik untuk mengeluarkan (potensi) yang lebih dari mobilku,” kata Hamilton.

“Aku tahu jika orang-orang di pabrik sedang mengerjakan pengembangan… aku kira kami mungkin akan membawa mesin baru di balapan selanjutnya, jadi mobil akan terus berkembang, seperti juga kami,” kata pebalap asal Inggris Itu.

Terkait antisipasi upgrade mesin baru di Kanada, Mercedes belum mengonfirmasi hal itu.

Baca juga:Hamilton puncaki podium GP Monaco 2019

Walaupun saat ini berada di puncak klasemen pebalap unggul 17 poin dari rekan satu timnya Valtteri Bottas, Hamilton tetap khawatir akan ancaman rival mereka dan merasa performa dirinya belum lah yang terbaik.

“Mungkin di atas rata-rata tapi secara umum cukup rata-rata di enam balapan,” kata Hamilton soal penampilannya.

“Aku merasa masih bisa mengeluarkan yang terbaik. Aku tiba dengan kediapan, persiapan yang paling baik, tapi soal mengeluarkan performa sebenarnya dari mobil aku merasa aku sedikit kesulitan di enam balapan ini,” kata dia.

GP Kanada akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi pada Sabtu. Balapan akan berlangsung Senin dini hari (10/6) pukul 01:10 WIB.

Baca juga:GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020

One way, sterilisasi kendaraan di rest area

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019