Dovizioso bertarung ketat dengan Miller di FP2 GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso membuat kejutan ketika keluar sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas FP2 GP Argentina pada Jumat waktu setempat.

Pebalap asal Italia itu memperbaiki catatan waktunya dari peringkat 16 ke pemuncak sesi latihan di penghujung sesi FP2 untuk mengungguli pebalap Pramac Racing Jack Miller yang berada di peringkat dua dengan selisih sangat tipis 0,009 detik, demikian laman resmi Moto GP pada Sabtu pagi.

Miller, yang terjatuh di tikungan 13, berjuang untuk meraih waktu tercepat kedua di akhir FP2.

“Motornya bekerja lebih baik dari tahun lalu, ini yang kami perlukan dan saya sangat senang karenanya,” kata Dovi.

“Bukan berarti itu cukup untuk bertarung memperebutkan podium tapi pada dasarnya sangat bagus. Aku sangat santai hari ini dan ini selalu membantu pekerjaan yang harus kami lakukan ketika latihan.”

Pebalap juara seri pembuka di Qatar itu mengungkapkan bahwa perbedaan yang terasa dari motor Ducati tahun ini adalah di distribusi berat.
Baca juga: Redam Marquez, Dovizioso rajai GP Qatar

“Kami tidak menggunakan winglet jadi terasa sangat berbeda dari tahun lalu dan pada dasarnya memang (motor) lebih baik dari pada apa yang didapati di awal musim lalu,” kata Dovi.

Sementara itu, Miller mengaku puas dengan catatan waktunya walaupun turun dengan ban bekas yang ia gunakan di FP1.

“Hasil positif sepanjang hari. Kami tercepat kedua pagi ini menggunakan ban bekas. Kami menggunakan ban soft di akhir dan aku merasa sangat cocok dengan itu,” kata Miller.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) mencatatkan waktu terbaik ketiga walaupun sempat mengeluhkan daya cengkeram belakang motornya di sesi pembuka.

Pebalap asal Spanyol itu berada 0,164 detik di belakang Dovi. Peringkat empat ditempati Cal Crutchlow, juara GP Argentina 2018, diikuti oleh pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang kembali meraih hasil positif di tempat kelima dengan selisih 0,176 detik dari P1.
Baca juga: Crutchlow incar podium, Ducati hadapi ujian berat di GP Argentina

Pebalap asal Prancis itu mengungguli Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang berada di P6. Pebalap berjuluk The Doctor itu mempebaiki catatan waktunya untuk mendapatkan tempat sementara untuk kualifikasi Q2.

Alex Rins (Suzuki Ecstar) berada di belakang Rossi dengan selisih 0,010 detik untuk P7, diikuti Marc Marquez (Repsol Honda) yang melorot ke P8.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) merampungkan FP2 di P9 dan P10 untuk sementara berada di posisi aman untuk Q2.

Sesi latihan bebas hari itu cukup ketat mengingat sebanyak 21 pebalap memiliki selisih waktu tidak lebih dari satu detik.

Sesi latihan bebas FP3 dan FP4, akan digelar pada Sabtu, diikuti dengan sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start balapan.

Hasil FP2 GP Argentina
1. ^6 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) 1 menit 39.181 detik [Lap 19/21] 331km/jam( kecepatan puncak)
2. = Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 1 menit 39.190 detik +0.009 detik [14/16] 333k
3. ^15 Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 39.345 detik +0.164 detik [18/19] 329k
4. 1 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 39.346 detik +0.165 detik [17/20] 334k
5. ^3 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 39.357 detik +0.176 detik [19/21] 326k
6. ^4 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 39.441 detik +0.260 detik [19/21] 329k
7. ^2 Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 39.451 detik +0.270 detik [19/21] 330k
8. 7 Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 39.497 detik +0.316 detik [6/19] 334k
9. 5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 39.503 detik +0.322s [15/19] 327k
10. ^1 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 39.629 detik +0.448 detik [18/19] 328k
11. 6 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 39.654 detik +0.473 detik [14/15] 327k
12. ^1 Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 39.697 detik +0.516 detik [18/18] 332k
13. ^7 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) 1 menit 39.740 detik +0.559 detik [16/18] 330k
14. ^7 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 39.799 detik +0.618 detik [15/17] 329k
15. ^4 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 39.946s +0.765 detik [19/21] 330k
16. 4 Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.951 detik +0.770 detik [18/20] 331k
17. 11 Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 39.956 detik +0.775s [17/19] 326k
18. 1 Karel Abraham CZE Reale Avintia (GP18) 1 menit 39.995 detik +0.814 detik [15/17] 331k
19. 3 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 40.006 detik +0.825 detik [16/19] 324k
20. 5 Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP18) 1 menit 40.110 detik +0.929 detik [20/20] 327k
21. 7 Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 40.159 detik +0.978 detik [17/19] 330k
22. = Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 40.752 detik +1.571 detik [6/18] 323k
Key:
^X pebalap naik X peringkat dari FP1
= Peringkat pebalap sama dengan FP1.
X Pebalap turun X peringkat dari FP1.

Waktu tercepat FP1:
Marc Marquez SPA Honda 1 menit 39.827 detik
Rekor resmi GP Argentina
Lap terbaik:
Marc Marquez SPA Honda 1 menit 37.683 detik(2014)
Lap tercepat ketika balapan:
Valentino Rossi ITA Yamaha 1 menit 39.019 detik (2015)
Baca juga: Marquez puncaki FP1 GP Argentina
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari dominasi sesi latihan bebas FP1-FP2 GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Ferrari menguasai hari pertama sesi latihan bebas setelah dua pebalap mereka tampil sebagai yang tercepat di FP1 dan FP2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Jumat malam waktu setempat.

Sebastian Vettel ketika turun di FP2 memperbaiki catatan waktunya dan menjadi pebalap tercepat dengan keunggulan 0,603 detik dari rivalnya, Lewis Hamilton dari tim Mercedes, yang berada di peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1 pada Jumat malam.

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc, menguntit di peringkat dua dengan margin tipis 0,035 detik.

Mobil balap berlogo Kuda Jingkrak itu menjadi satu-satunya penantang yang mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 28 detik di sesi latihan hari pertama.

Rival mereka, duo pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, hanya cukup cepat untuk menikmati P3 dan P4.

Kejutan muncul di papan tengah ketika pebalap Renault Nico Hulkenberg menggeber mobil R.S.19 nya dengan selisih 0,112 detik dari Bottas untuk bercokol di P5 dan mengungguli pebalap Red Bull Max Verstappen yang berada di P6 pada sesi latihan sore itu.

Sementara rekan satu tim Hulkenberg, Daniel Ricciardo hanya mampu finis tercepat ke-15, sekitar dua detik dari waktu Vettel dan terpaut 1,179 detik dari Hulkenberg.

Pierre Gasly juga kesulitan untuk mengimbangi waktu rekan satu timnya di Red Bull usai hanya mampu berada di P12, 0,704 detik di belakang Verstappen.

Pebalap Haas Kevin Magnussen berada di P7 mengungguli Lando Norris dari McLaren di P8, diikuti oleh mobil Haas lainnya yang dikendarai Romain Grosjean di P9 sedangkan Daniil Kvyat dari tim Toro Rosso berada di P10.

Hari pertama sesi latihan kurang bersahabat bagi dua pebalap Alfa Romeo, Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi yang mendapati mereka berada di pit di sebagian besar waktu latihan karena terdapat kebocoran di mobil mereka.

Pebalap Racing Point Lance Stroll juga mengalami kendala dengan mobil RP19-nya yang mengalami kerusakan bagian dasar setelah melintasi kerb, sementara rekan satu timnya, Sergio Perez berada cukup lama di pit ketika tim membenahi masalah bagian depan kanan dari mobil pebalap asal Meksiko itu.

Dua mobil Williams masih menjadi yang paling lambat dengan George Russel di P19 sementara Robert Kubica di P20.

Tim berbasis di Inggris itu mengumumkan kembalinya Patrick Head, salah satu pendirinya, sebagai konsultan teknis usai hasil buruk musim 2018 dan didera sejumlah masalah teknis ketika mengawali musim balapan 2019.

Sementara itu, Ferrari akan mengincar hasil positif di GP Bahrain, di mana mereka telah memenangi enam dari 14 balapan yang digelar di sana.

Hasil FP2 GP Bahrain
1. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari 1 menit 28.846 detik
2. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0.035 detik
3. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.603 detik
4. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.711 detik
5. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 0.823 detik
6. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0.879 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1.154 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1.171 detik
9. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1.222 detik
10. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1.247 detik
11. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1.346 detik
12. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1.583 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1.612 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1.870 detik
15. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 2.002 detik
16. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 2.242 detik
17. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 2.283 detik
18. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2.298 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3.058 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4.086 detik

Hasil FP1 GP Bahrain
1. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 1 menit 30,354 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +0,263 detik
3. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport +0,974 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport +1,247 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,319s
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,461 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,598 detik
8. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team +1,686s
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda +1,985 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing +2,031 detik
11. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team +2,047 detik
12. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team +2,248 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda +2,520 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team +2,531 detik
15. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team +2,591 detik
16. Lando Norris GBR McLaren F1 Team +2,595 detik
17. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing +2,640 detik
18. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team +3,164 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing +3,834 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing +3,899 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Patrick Head kembali ke Williams sebagai konsultan

Jakarta (ANTARA) – Patrick Head kembali turun ke Formula 1 sebagai konsultan tim Williams F1 setelah tim berbasis di Inggris itu terseok-seok mengawali musim balapan 2019.

Pria berkebangsaan Inggris itu mendirikan tim tersebut bersama Frank Williams pada 1967 dan membuat mobil juara pada tahun 80-an dan 90-an. Dia mundur dari tim pada 2011 namun mempertahankan sembilan persen sahamnya.

Williams dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters pada Jumat, menyatakan bahwa Head di GP Bahrain menawarkan sejumlah dukungan bagi tim mekanik mereka dalam sebuah konsultasi jangka pendek.

Juru bicara tim itu mengatakan bahwa Head telah memulai tugasnya di pabrik mereka di Grove pekan ini.

Baca juga: Otomotif (profil) – Cedera tak padamkan semangat membalap Kubica
Baca juga: Jelang seri pembuka, ini kata Kubica soal membalap di Williams

Williams, yang finis di posisi buncit konstruktor musim lalu, ditinggal oleh kepala teknik Paddy Lowe, orang yang paling bertanggung jawab dengan pengembangan mobil balap mereka tahun ini, untuk alasan cuti menjelang musim baru F1 tahun ini.

Mereka bahkan melewatkan dua hari pertama tes pramusim di Catalunya karena pengembangan mobil mereka belum selesai.

Padahal, Williams adalah tim paling sukses ketiga di sejarah F1 dengan mengantongi sembilan gelar konstruktor dan 114 kemenangan Grand Prix. Mereka terakhir kali memenangi balapan pada 2012 silam.

Di GP Bahrain, Williams mendapati keterbatasan suku cadang mobil, sementara duo pebalap mereka George Russell dan Robert Kubica terlampau jauh 3,8 detik dari pimpinan sesi latihan bebas FP1, Charles Leclerc dari tim Ferrari.

Kubica pada Kamis mengatakan bahwa mereka harus bermain aman di trek jika tidak ingin mengalami kendala dengan mobil balap mereka.

“Kami memiliki suku cadang dari semua bagian yang kami butuhkan. Kami hanya harus memastikan bahwa para pebalap tidak melakukan hal-hal di trek yang bisa membahayakan,” kata Kubica.

Sebelumnya, rekan satu tim Kubica, George Russell ketika di Australia mengungkapkan jika Williams menemukan “masalah fundamental” dengan mobil mereka dan akan butuh waktu untuk memperbaikinya.

Baca juga: Williams kekurangan suku cadang di GP Bahrain
Baca juga: Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc kuasai sesi latihan bebas FP1 GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mengungguli rekan satu timnya, juara dunia empat kali Sebastian Vettel, untuk menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas FP1 di balapan GP Bahrain, Jumat.

Pebalap asal Monako itu, yang mengawali musim pertamanya bersama Ferrari, membuat waktu lap tercepat 1 menit 30,354 detik atau 0,263 detik lebih cepat dari Vettel yang berada di peringkat dua, demikian Reuters pada Jumat.

Sementara itu pebalap Mercedes Valtteri Bottas, yang menjadi juara seri pembuka di Australia dua pekan lalu, berada di tempat ketiga tercepat dengan selisih 0,974 detik dari Leclerc.

Bottas mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang membuat kesalahan di lap tercepatnya dan harus puas di tempat keempat dengan selisih 1,247 detik.

Ferrari, yang menuai hasil positif di tes pramusim, secara mengejutkan tampil lambat dari rival utamanya di Australia. Namun tim asal Italia itu memiliki catatan mengesankan di Bahrain, dengan memenangi enam balapan dari 14 balapan yang telah digelar di Sirkuit Sakhir itu.

Pebalap Red Bull Max Verstappen kembali menempel ketat dengan mobil RB15 bermesin Honda di peringkat lima dengan selisih 1,319 detik setelah kembali ke trek usai mengalami masalah kebocoran hidrolik sebelum sesi dimulai.

Rekan satu timnya, Pierre Gasly berada di peringkat enam mengungguli Carlos Sainz, yang menggunakan mobil McLaren bermesin Renault, yang mendapat upgrade terbaru pekan ini.

Sementara itu Nico Hulkenberg dari tim Renault berada di peringkat delapan diikuti Daniil Kvyat.

Kemudian Kimi Raikkonen berada di peringkat 10 besar untuk Alfa Romeo diikuti oleh Daniel Ricciardo di peringkat 11 dengan mobil Renault yang memiliki sasis baru kali ini.

Duo pebalap Williams, yang mendapati keterbatasan suku cadang untuk mobil mereka, berada di dua peringkat terakhir. George Russel, yang sempat mengalami spin berada di peringkat 19 di atas Robert Kubica. Keduanya memiliki selisih waktu 3,8 detik dari pimpinan sesi.

Pebalap Racing Point Lance Stroll menabrak pembatas setelah mengalami spin, sementara pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi bersenggolan ban dengan mobil Renault yang dikendarai Nico Hulkenberg di detik-detik terakhir sesi.

Berikut hasil lengkap sesi latihan bebas FP1 GP Bahrain pada Jumat:
1. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari 1m 30,354 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari +0,263 detik
3. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport +0,974 detik
4. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport +1,247 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,319s
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda +1,461 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,598 detik
8. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team +1,686s
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda +1,985 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing +2,031 detik
11. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team +2,047 detik
12. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team +2,248 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda +2,520 detik
14. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team +2,531 detik
15. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team +2,591 detik
16. Lando Norris GBR McLaren F1 Team +2,595 detik
17. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing +2,640 detik
18. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team +3,164 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing +3,834 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing +3,899 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez puncaki FP1 GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez mencatatkan waktu tercepat 1 menit 39,872 detik di sesi latihan bebas FP1 GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Jumat walaupun sempat tertunda turun ke trek karena masalah motor.

Pebalap Pramac Racing menempel ketat catatan waktu Marquez dengan selisih 0,353 detik di tempat kedua, demikian laman resmi MotoGP pada Jumat.

Sesi latihan bebas pagi itu diwarnai cuaca cerah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang memiliki cuaca tidak menentu.

Sementara juara bertahan GP Argentina, Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) mencatatkan selisih waktu 0,388 untuk bercokol di tempat ketiga.

Setelah memasang kombinasi ban soft-soft pada bagian akhir sesi latihan, Franco Morbideli (Petronas Yamaha SRT) memperbaiki catatan waktunya untuk menempati P4 dengan 1 menit 40,319 detik diikuti oleh pebalap Aprilia Racing Team Gresini Andrea Ianono di tempat kelima dengna selisih 0,539 detik.

Joan Mir (Suzuki Ecstar) dan Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) mengalami kecelakaan di tikungan 1 namun para pebalap dinyatakan tidak cedera.

Sesi FP2 akan dilanjutkan pada pukul 15:05 (GMT+3) waktu setempat.

Berikut hasil sesi latihan bebas FP1 GP Argentina, Jumat:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 39,827 detik [Lap 18/18] 329km/jam (kecepatan puncak)
2. Jack Miller AUS Pramac Ducati (Desmosedici GP19) 1 menit 40.180 detik +0,353 detik [14/17] 330k
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 40,215 detik +0,388 detik [17/18] 332k
4. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 40,319 detik +0,492 detik [20/21] 323k
5. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 40,366 detik +0,539 detik [15/18] 327k
6. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 40,387 detik +0,560 detik [18/18] 323k
7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 1menit 40,595 detik +0,768 detik [17/17] 327k
8. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1menit 40,676 detik +0,849 detik [17/19] 324k
9. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 40,821 detik +0,994 detik [17/20] 327k
10. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 40,827 detik +1,000 detik [20/20] 326k
11. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 40,857 detik +1,030 detik [18/18] 325k
12. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 41,066 detik +1,239 detik [19/20] 328k
13. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 41,303 detik +1,476 detik [15/16] 329k
14. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 41,340 detik +1,513 detik [15/18] 331k
15. Tito Rabat ESP Reale Avintia (Desmosedici GP18) 1 menit 41,509 detik +1,682 detik [14/19] 325k
16. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 41,513 detik +1,686 detik [18/19] 323k
17. Karel Abraham CZE Reale Avintia (Desmosedici GP18) 1 menit 41,641 detik +1,814 detik [9/17] 327k
18. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 41,657 detik +1,830 detik [10/21] 324k
19. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 41,692 detik +1,865 detik [9/18] 329k
20. Danilo Petrucci ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 1 menit 41,768 detik +1,941 detik [9/14] 329k
21. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (Desmosedici GP18)* 1 menit 41,875 detik +2,048 detik [17/17] 327k
22. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 42,679 detik +2,852 detik [19/20] 321k

Rekor resmi GP Argentina
Lap terbaik:
Marc Marquez SPA Honda 1 menit 37.683 detik(2014)
Lap tercepat ketika balapan:
Valentino Rossi ITA Yamaha 1 menit 39.019 detik (2015)

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean incar hasil positif di seri pembuka Formula 2

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael akan berusaha meraih hasil positif bersama tim Prema Racing di balapan seri pertama Formula 2 tahun 2019 yang akan digelar di Sirkuit Sakhir, Bahrain akhir pekan nanti.

Usai menjalani tes pramusim di Sirkuit Jerez dan Catalunya, Spanyol, Sean mengaku akan tetap realistis karena hasil di tes pramusim belum tentu mencerminkan performa sebenarnya dari tim.

“Dibilang senang atau puas, bagi saya pribadi saya puas dengan hasil tes pramusim lalu karena saya bisa membuat lap time kompetitif. Namun, kita tidak pernah tahu kondisi riil pebalap lain saat tes itu. Jadi kita harus optimistis dengan tetap bersikap realistis,” ungkap Sean dalam pernyataan tertulis pada Jumat.

Sean pernah mencatatkan hasil mengesankan di Sirkuit Sakhir tahun lalu. Pada Race 1, pebalap dari Tim Jagonya Ayam itu start dari posisi 19 dan finis di peringkat 7.

Sedangkan pada Race 2, dia start dari posisi dua namun mesin mobilnya mati.

Musim ini di tim Prema Racing, Sean akan membalap bersama rekannya Mick Schumacher, putra dari juara dunia F1 tujuh kali Michael Schumacher.

Walaupun sebagai pendatang baru, Mick dianggap penantang serius di F2 mengingat reputasi dia di F3 Eropa musim lalu.

Sean akan mewaspadai pebalap lain seperti mantan rekan satu timnya di Prema, Nyck de Vries yang kini membela tim ART. Kemudian ada Luca Ghiotto yang kini membalap untuk tim UNI Virtuosi Racing.

Duo pebalap DAMS, Sergio Sette Camara dan Nicholas Latifi, dan juga Louis Deletraz dari tim Carlin dipastikan akan memberikan tantangan berat bagi Sean musim ini.

Gelaran F2 2019 diwarnai oleh delapan pebalap rookie, dimana salah satunya adalah seorang pebalap wanita asal Kolombia, Tatiana Calderon, yang juga menjadi pebalap uji tim Alfa Romeo Racing di Formula 1.

GP Bahrain akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat. Balapan pertama (Race 1) sepanjang 32 lap akan digelar pada Sabtu pukul 17:10 WIB sedangkan Race 2 sepanjang 23 lap akan digelar Minggu malam pukul 18:15 WIB.

Baca juga: Sean Gelael petik hasil positif tes pramusim di Spanyol

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Williams kekurangan suku cadang di GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Tim Williams F1 akan bermain aman di Bahrain akhir pekan nanti setelah kekurangan pasokan suku cadang untuk berlaga di seri kedua balapan Formula 1 2019, demikian pebalap Robert Kubica pada Kamis.

“Ini bukan lah situasi yang mudah juga dari sudut pandang pebalap karena kami akan memiliki keterbatasan di suku cadang dan segala hal,” kata pebalap asal Polandia itu seperti dikutip Reuters pada Kamis.

Tim mantan juara itu finis di posisi buncit klasemen konstruktor pada musim lalu kemudian mengawali musim 2019 dengan dirundung sejumlah masalah ketika mereka terlambat merampungkan mobil balap mereka sehingga melewatkan dua hari di tes pramusim.

Williams juga mengawali balapan seri pembuka di Australia dari grid paling belakang.

Dengan keterbatasan suku cadang, pebalap pun akan berada di posisi yang sulit.

“Besok kondisinya seperti ini, kalian tidak bolah melintas di atas kerb, atau jika kalian melewati kerb maka resikonya adalah mobil akan rusak dan kalian tidak akan punya suku cadang yang pas untuk itu,” kata Kubica kepada awak media di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

Kubica, yang kembali turun membalap di Formula 1 musim ini setelah delapan tahun memulihkan diri dari cedera karena kecelakaan reli, mengakui jika tim yang bermarkas di Inggris itu sedang melakukan yang terbaik yang mereka bisa untuk musim ini.

Sebelumnya, rekan satu tim Kubica, George Russell ketika di Australia mengungkapkan jika Williams menemukan “masalah fundamental” dengan mobil mereka dan akan butuh waktu untuk memperbaikinya.

Pebalap berusia 21 tahun asal Inggris itu juga mengatakan ketika start dari posisi paling belakang di Melbourne memiliki kerugian tersendiri karena pebalap tidak bisa melihat lampu tanda start yang terhalang sayap belakang mobil yang sekarang memiliki desain lebih tinggi dari musim lalu.

“Aku berhenti di grid, melihat ke atas dan menyadari jika aku tidak bisa melihat apa-apa,” kata juara Formula 2 2018 itu.

“Aku melihat sekeliling dan akhirnya melihat lampu itu melalui refleksi dari jendela Paddock Club.”

“Di grid belakang (di Melbourne) trek sedikit landai jadi sayap belakang mobil yang ada di depan terlihat lebih tinggi,” kata dia. “Aku tidak yakin jika itu akan jadi masalah di semua trek, tapi kita akan lihat Minggu nanti.”

Baca juga: Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Baca juga: Mick Schumacher akan tes mobil Ferrari dan Alfa Romeo di Bahrain

Baca juga: Mercedes antisipasi pertarungan ketat di GP Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crutchlow incar podium, Ducati hadapi ujian berat di GP Argentina

Jakarta (ANTARA) – Pebalap LCR Honda Castrol Cal Crutchlow akan berusaha mengulangi kesuksesannya pada musim lalu di balapan GP Argentina yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan ini.

Usai pulih dari cedera pergelangan kaki yang ia dapat di Australia pada akhir musim lalu, pebalap asal Inggris itu kembali dengan kejutan dengan finis ketiga, menjadi podium ke-17 selama karirnya, di seri pembuka di Qatar.

Kemudian di Rio Hondo, Crutchlow meraih kemenangan dramatis setelah start dari P10 di balapan dengan cuaca yang tidak menentu tahun lalu.

Dari lima kali balapan di sana, pebalap berusia 33 tahun itu mengenal baik aspal trek Rio Hondo setelah tiga kali naik podium. Dua podium lainnya didapatnya ketika finis ketiga pada 2015 dan 2017.

Sementara itu, pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso menuju ke Argentina berbekal kepercayaan diri usai memenangi duel klasik dengan Marc Marquez (Repsol Honda) di Qatar.

Namun pebalap asal Italia itu tidak mau terlena karena pengalaman mengajarkan jika motor Ducati kurang begitu cocok dengan sirkuit Termas de Rio Hondo.

“Kami mengawali kejuaraan dunia ini dengan sebaik mungkin dengan kemenangan di Qatar,” kata Dovizioso seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Kamis.

“Tapi musim masih panjang dan pengalaman mengajari kami jika kami tidak boleh lengah.”

Dovi cukup berjuang keras di Argentina sejak balapan itu kembali menjadi kalender tetap Moto GP pada 2014. Pebalap berusia 33 tahun itu hanya sekali finis di dalam peringkat lima besar, kala itu dia finis runner-up di belakang Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) pada 2015.

“Basis kami bagus, kami bekerja baik dan di Losail kami bisa mengeluarkan hampir seluruh kekuatan kami, khususnya di kecepatan puncak dan akselerasi, tapi kami masih harus meningkatkan performa tengah kami di tikungan,” kata Dovi.

“Argentina, dan tentunya balapan di sana, akan menjadi ujian bagus bagi kami dan memungkinkan kami mencari solusi baru. Tujuan kami adalah podium, khususnya di trek di mana kami akan mengalami kesulitan, untuk terus berjuang demi gelar juara hingga akhir.”

GP Argentina menampilkan start yang teraneh musim lalu. Mengawali balapan dengan ban basah, para pebalap sebelum start mengganti motor mereka dengan ban kering (slick).

Setelah pebalap kembali ke grid, race director mengharuskan semua pebalap yang berganti motor untuk start lima grid di belakang Jack Miller (Ducati), satu-satunya pebalap yang tidak mengganti motornya, yang meraih pole position tahun lalu.

Start semakin aneh ketika Marc Marquez mendapati mesin motornya mati menjelang start dan berusaha menyalakannya kembali dengan mendorongnya ke depan grid sementara pebalap lain sudah bersiap dari posisi startnya masing-masing.

Dari 2014 hingga 2017, Marquez selalu start terdepan di Argentina dan meraih podium juara di sana pada 2014 dan 2016.

Pada 2015 dia terjatuh setelah bersenggolan dengan Rossi, kemudian dua tahun berikutnya pada 2017 dia kembali terjatuh ketika memimpin balapan.

Musim lalu menjadi semakin drama bagi pebalap asal Spanyol itu. Walaupun memiliki kecepatan di balapan, namun Marquez gagal meraih poin karena mendapat tiga kali penalti dan juga bersenggolan kembali dengan Rossi, kali ini “the Doctor” yang terjatuh di trek.

Rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo, memastikan diri akan tampil di GP Argentina walaupun masih dalam masa pemulihan paska operasi pergelangan tangan dan juga usai mengalami retak tulang rusuk akibat terjatuh di Losail.

Setelah balapan di gurun Qatar, tim rival Yamaha akan memperbaiki diri di Argentina. Rossi memenangi balapan di sana pada 2015, sementara Maverick Vinales meraih trofi juara GP Argentina dua tahun lalu.

Pabrikan asal Iwata itu juga menyediakan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan rekan satu timnya Fabio Quartararo dengan mesin 2019.

Quartararo, yang harus start dari pit karena motornya mati di grid, adalah salah satu pebalap tercepat di trek Losail terutama di saat sesi latihan bebas. Pebalap Prancis itu tentunya masih memiliki banyak ruang untuk menunjukkan potensinya.

Walaupun baru turun dua kali di Argentina di kelas MotoGP, Alex Rins (Suzuki Ecstar) bisa menjadi ancaman nyata bagi pebalap lainnya di Argentina.

Balapan tahun lalu di Sirkuit Termas menjadi tempat pebalap Suzuki itu meraih podium pertamanya di kelas premier.

Finis di dalam peringkat enam besar di delapan balapan terakhir, Rins akan menawarkan tontonan menarik sebagai penantang para pebalap terdepan bersama rekan satu timnya, pebalap rookie Joan Mir, yang juga bersinar ketika turun di balapan perdana di kelas MotoGP di Qatar.

Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) yang finis di peringkat 10 besar di Qatar akan berusaha menjinakkan trek Termas untuk meraih poin lebih banyak dari yang ia raih di Losail bersama rekannya, Andrea Ianonne, yang hampir naik podium pada 2015 walaupun ketika itu dengan motor yang berbeda.

Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) meraih satu poin di Qatar dan akan berusaha lebih keras untuk mengamankan poin kembali dengan rekannya Pol Espargaro, yang finis P11 di Argentina tahun lalu.

Balapan seri kedua MotoGP 2019 di Sirkuit Termas de Rio Hondo akan digelar pada Minggu 31 Maret pukul 15:00 waktu setempat atau Senin, 1 April pukul 01:00 WIB.
Baca juga: Crutchlow menangi Grand Prix Argentina

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel tunggu kebangkitan Ferrari di Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Sebastian Vettel mengincar gelar juara ketiga kali berturut-turut di GP Bahrain pada Minggu setelah mendapati mobil Ferrari SF90 yang ia kendarai tak memiliki kecepatan di seri pembuka Formula 1 di Australia.

Menuai hasil positif di tes pramusim, pebalap asal Jerman dan rekan satu timnya Charles Leclerc finis keempat dan kelima di Melbourne, dengan selisih waktu hampir satu menit dari juara GP Australia, Valtteri Bottas yang dominan dengan mobil Mercedesnya.

Ferrari kini berharap desain yang lebih tradisional trek sepanjang 5,4 km di Sirkuit Sakhir bisa membantu mereka membuka potensi penuh mobil SF90.

“Di Bahrain, setiap kesalahan dibayar dengan waktu. Oleh karena itu kalian harus sangat berhati-hati ketika menyalip, tunggu kesalahan kecil pebalap di depan dan coba untuk melewatinya. Titik ideal untuk menyerang? Tikungan 1 dan tikungan 14, setelah dua lintasan lurus panjang,” kata Vettel, yang sudah empat kali meraih trofi juara di Bahrain, dalam akun Twitternya.

Tim yang bermarkas di Maranello, Italia itu menjadi tim tersukses di Bahrain dengan mengantongi enam kemenangan.

Trofi juara pertama diraih Michael Schumacer pada balapan perdana di sirkuit itu pada 2004.

Kemudian Felipe Massa berjaya di Sakhir pada 2007 dan 2008. Dua musim kemudian, pada 2010, giliran Fernando Alonso yang meraih podium bersama tim berjuluk Kuda Jingkrak itu di sana.

Sebastian Vettel, yang mengincar gelar juara dunia kelima, menjadi juara bertahan di Sakhir setelah mengantongi dua trofi juara di dua musim terakhir bersama Ferrari dan dua kali ketika masih membalap untuk Red Bull Racing pada 2012 dan 2013.

“Di Bahrain, kami berharap bisa melihat dampak dari koreksi yang kami buat,” kata kepala tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto seperti dikutip Reuters, Rabu.

“Kami menyadari bahwa kompetitor kami sekali lagi akan sangat kuat. Dengan mempertimbangkan hal itu, kami bersemangat untuk kembali ke trek dan menghadapi mereka,” kata Binotto, yang menggantikan Maurizio Arrivabene sebelum awal musim ini.

Mercedes meraih poin penuh setelah finis 1-2 di seri pembuka, GP Australia, dengan margin waktu yang cukup lebar dari para pesaing terdekatnya.

Kepala tim Mercedes AMG F1 Toto Wolff akan mewaspadai pertarungan ketat dengan rival mereka, Ferrari dan Red Bull, di balapan GP Bahrain akhir pekan nanti.

“Tapi pertarungan baru saja dimulai, Ferrari akan mencoba semua yang bisa mereka lakukan untuk kembali dan Melbourne menunjukkan bahwa Red Bull memiliki sesuatu yang diandalkan dalam pertarungan juga,” demikian Wolff seperti dikutip laman resmi Mercedes AMG F1 pada Selasa.

Valtteri Bottas mengunci kemenangan pertama bagi Mercedes musim ini, diikuti rekan satu timnya Lewis Hamilton di peringkat dua.

Rival terdekat tim berjuluk Silver Arrow di Melbourne adalah Max Verstappen, yang tampil impresif dengan mobil Red Bull RB15 bermesin Honda untuk podium ketiga setelah finis dengan margin 22,520 detik dari sang juara.

Red Bull memiliki dua trofi juara di Sirkuit Sakhir yang diperoleh pada 2012 dan 2013, kala itu Vettel masih membalap untuk tim yang masih menggunakan mesin Renault itu.

Pierre Gasly, sekarang menjadi rekan satu tim Verstappen, finis keempat dengan mobil Toro Rosso bermesin Honda di Bahrain pada tahun lalu. Pebalap asal Prancis itu tentunya berharap hasil yang lebih baik di balapan musim ini.

“Kami telah melihat potensi paket Ferrari di Barcelona, jadi kami kira mereka akan bangkit di Bahrain, dengan Red Bull juga tentunya,” kata Wolff.

Sedangkan Mercedes menjadi juara di sirkuit sepanjang 5,412 km yang berada di tengah gurun itu pada 2014 dan 2015 lewat Lewis Hamilton dan tahun 2016 lewat Nico Rosberg.

Wolff mengungkapkan bahwa balapan di Bahrain memiliki sejumlah tantangan yang unik karena setiap sesi digelar dengan kondisi yang berbeda.

Sesi latihan bebas FP1 dan FP3 digelar pada siang hari di mana kondisi udara dan trek bisa sangat panas. Sedangkan FP2, kualifikasi dan balapan digelar pada sore hari yang memiliki temperatur lebih rendah.

“Perubahan temperatur ini menambah kerumitan ketika melakukan set-up mobil dan menemukan konfigurasi yang tepat yang bisa diandalkan untuk setiap sesi,” kata Wolff.

Dominan di seri pembuka, Wolff menolak untuk jemawa. “Setelah tes di Barcelona, kami merasa jika kami adalah penantang. Apa pun hasilnya di Melbourne, pola pikir kami belum berubah sedari itu.”

“Satu balapan tidak mencerminkan patokan urutan hingga akhir musim. Kami harus mengeluarkan setiap potensi dari paket kami dan terus bekerja untuk memperbaiki mobil setiap pekannya agar kompetitif,” kata Wolff.

GP Bahrain akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi di hari berikutnya. Balapan akan digelar pada Minggu malam pukul 22.10 WIB.

Di Sirkuit Sakhir pula putra dari juara dunia tujuh kali Michael Schumacher, Mick Schumacher dijadwalkan akan menjalani tes bersama Ferrari dan Alfa Romeo usai GP Bahrain.

Baca juga: Vettel akui Ferrari tak punya kecepatan di GP Australia

Baca juga: Vettel kalahkan dua Mercedes untuk juarai GP F1 Bahrain

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tinton: Sirkuit Sentul itu milik nasional, harus dikawal

Jakarta (ANTARA) – Tokoh balap nasional yang juga direktur utama Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto berpesan kepada pemerintah dan masyarakat untuk turut menjaga dan membenahi Sirkuit Sentul yang merupakan sirkuit nasional.

“Sentul itu pindahan dari Ancol, nasional miliknya, bukan milik Tinton pribadi, milik masyarakat Indonesia, bukan Jabar bukan pula DKI,” kata Tinton di sela-sela rapat kerja provinsi IMI DKI Jakarta di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IMI DKI Jakarta gelar rakerprov siapkan agenda kerja 2019

Sirkuit yang pernah menggelar balapan MotoGP, kala itu masih bernama GP500 pada 1996-1997 itu, dipandang sudah tidak layak untuk menggelar sejumlah ajang balap berskala internasional.

“Sirkuit Sentul itu miliki nasional, dikawal!,” pesan Tinton.

Tinton pernah menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tahun lalu untuk mengajukan Sirkuit Sentul sebagai salah satu arena untuk menggelar balapan MotoGP 2020.

Namun justru Mandalika, Lombok yang dilirik Dorna sebagai tuan rumah balapan MotoGP di Indonesia pada 2012.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendukung pernyataan ayah dari pebalap Ananda Mikola itu dan berharap pemerintah bisa memaksimalkan potensi sirkuit sepanjang 4,12 km yang terletak di Bogor, Jawa Barat itu.

“Tapi pertanyaannya kan itu perlu suntikan hibah dari APBD juga,” kata Prasetyo.

Salah satu hal utama yang dibutuhkan oleh Sirkuit Sentul adalah aspal yang baru mengingat kondisi trek yang kurang memadai. “Dan aspal itu tidak kecil loh nilainya,” kata politisi dari PDI-Perjuangan itu.

“Saya bilang ke pak Tinton tadi, coba buat RABnya melalui KONI Jakarta, ajukan ke APBD kita,” kata Prasetyo.

“Yang diperlukan sentul adalah aspal, karena itu sirkuit. Dan di belakang Sentul itu masih banyak tempat untuk menggelar multi event. Kalau memang pemerintah ingin membantu sirkuit internasional yang layak untuk dipakai oleh pebalap-pebalap internasional itu sentul masih ada lahan (yang bisa dikembangkan.”

Namun demikian Prasetyo tidak menampik fakta jika model trek sirkuit yang dirampungkan pada 1994 itu sudah ketinggalan zaman.

Namun demikian Prasetyo menyatakan komitmennya perihal nasib sirkuit yang dimiliki PT Sarana Sirkuitindo Utama, dengan pemegang saham terbesar selaku komisaris utama adalah Hutomo Mandala Putra itu.

“Saya akan berjuang ke situ lah, saya akan bicara dengan pak Menpora dan dengan pak Presiden kalau ada. Jangan jauh-jauh lah, sirkuit jauh-jauh yang nonton enggak ada lagi nanti,” pungkas Prasetyo.

Sejarah mencatat Sirkuit Sentul dibangun dari hasil pesangon digusurnya sirkuit Ancol pada akhir tahun 80-an.

Sirkuit Ancol, yang dulu digunakan untuk balap motor dan mobil, dipandang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi mengingat lokasinya yang dekat dengan pemukiman hingga akhirnya sirkuit dipindah ke wilayah Sentul, Bogor.

Baca juga: Prabowo hadiri kopdar ojol di Sirkuit Sentul
Baca juga: Pemerintah dukung penuh penyelenggaraan MotoGP 2020 di Sentul
Baca juga: Marquez berharap Indonesia jadi tuan rumah MotoGP

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Argentina akan uji ketangguhan ban Michelin

Trek Termas telah menjadi seperti musuh bagi Michelin sejak kami kembali ke MotoGP

Jakarta (ANTARA) – Balapan GP Argentina di Sirkuit Thermas de Rio Hondo akan memberikan ujian berat bagi ban Michelin akhir pekan nanti.

“Trek Termas telah menjadi seperti musuh bagi Michelin sejak kami kembali ke MotoGP,” ungkap manajer roda dua Michelin Motorsports Piero Taramasso seperti dikutip laman resmi Moto GP, Selasa.

Sejak kembali menjadi pemasok ban utama di balapan MotoGP pada 2016, Michelin belum pernah mendapati satu pekan balapan tanpa diwarnai hujan di sirkuit yang berada di Amerika Selatan itu.

Pabrik ban asal Prancis itu harus mengantisipasi permukaan trek yang diperbaharui, temperatur yang tinggi, tekanan dari lima tikungan ke kiri dan sembilan tikungan ke kanan, serta lintasan lurus sepanjang lebih dari satu kilometer, yang akan menguji ban mereka.

Michelin akan menyediakan kompon soft (lunak), medium dan hard (keras) dengan desain simetris bagi tim di GP Argentina. Ini merupakan kali pertama bagi Michelin memasok jajaran ban belakang simetris di Termas de Rio Hondo, yang memiliki lebih banyak tikungan ke kanan daripada ke kiri. Namun demikian data menunjukkan tekanan bisa merata di segala sisi ban.

Untuk kondisi balapan basah, Michelin memasok ban soft dan medium, namun hanya ban belakang dari pilihan itu yang akan memiliki desain asimetris, dengan kompon lebih keras di bagian sisi kanan ban.

“Kala itu hujan ketika kami menjalani tes di sana pada 2015, jadi kami tidak memiliki data penuh dan di sana dalam tiga tahun ini kami mendapati cuaca buruk yang berarti kami tidak pernah bisa menikmati pekan yang kering di mana kami bisa menilai secara penuh performa dari ban,” kata Taramasso.

Taramasso mengatakan dengan sejumlah data dari tes ketika trek kering musim lalu, alokasi ban mereka diharapkan bisa cocok dengan aspal baru sirkuti Termas.

“Kami juga menggunakan pengetahuan intensif kami tentang bagaimana performa ban di sirkuit lain yang memiliki karakteristik serupa dengan Termas ketika kami membuat keputusan tentang pilihan ban akhir pekan ini dan berdasarkan semua informasi yang kami miliki, kami memasukkan jajaran lengkap ban belakang slick simetris,” kata Taramasso.

Sirkuit Termas adalah sirkuit yang sangat menuntut performa ban, terutama jika kondisinya cerah dan panas.

Taramasso mengaku siap menghadapi situasi balapan akhir pekan nanti untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. “Jika cuaca bersahabat kepada kami,” pungkas dia.

Baca juga: Michelin sediakan ban belakang asimetris di Sirkuit Motegi

Baca juga: Sirkuit Misano akan tantang ban Michelin

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mick Schumacher akan tes mobil Ferrari dan Alfa Romeo di Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Mick Schumacher, putra dari juara dunia tujuh kali Michael Schumacer, dijadwalkan akan menjalani tes dengan Ferrari dan Alfa Romeo di Bahrain pekan depan.

Pebalap asal Jerman, yang melakoni debut Formula 2 di Bahrain akhir pekan ini bersama tim Prema, akan menguji mobil SF90 Ferrari di Sirkuit Sakhir pada 2 April usai GP Bahrain, demikian Reuters pada Selasa.

Pebalap berusia 19 tahun itu, yang menjuarai balapan F3 Eropa tahun lalu, adalah salah satu jajaran pebalap muda akademi balap Ferrari. Dia akan juga menguji mobil Alfa Romeo pada Rabu pekan depan.

“Aku menantikan apa yang aku yakini akan menjadi pengalaman yang mengesankan,” kata Schumacher muda.

“Tapi untuk saat ini, aku tidak terlalu memikirkan tes itu karena aku juga sedang menunggu untuk menjalani balapan F2 pertamaku dan ingin fokus 100 persen di akhir pekan nanti,” kata Mick, yang merupakan rekan satu tim pebalap Indonesia Sean Gelael di F2 itu.

Sementara itu, ayah Mick, Michael, yang mengalami cedera kepala parah sejak kecelakaan bermain ski pada 2013, meraih lima dari tujuh gelar juara dunianya bersama Ferrari pada 2000-2004 dan memegang rekor 91 kali kemenangan.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengungkapkan jika salah satu pebalapnya, Charles Leclerc, adalah salah satu produk dari akademi balap Ferrari (FDA), yang membina talenta muda dengan program latihan tingkat tinggi.

“Mick, yang bergabung dengan FDA pada Januari, dan Callum, yang telah bersama kami sejak 2017, adalah pebalap yang sedang naik (karirnya),” kata Binotto.

“Aku percaya jika mengendarai SF90 di seting resmi seperti tes di Bahrain dan Barcelona bisa sangat berguna saat ini di karir mereka,” kata Binotto.

Callum Ilott, yang juga turun di Formula 2 tahun ini, tergabung juga di akademi balap Ferrari dan akan menjajal mobil F1 Alfa Romeo di Barcelona pada Mei nanti.

Baca juga: Hamilton yakin 100 persen Mick Schumacher akan berlaga di F1

Baca juga: Mick, anak Michael Schumacher juara F3 Eropa

Baca juga: Ferrari “buka pintu” untuk putra Michael Schumacher

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes antisipasi pertarungan ketat di GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Mercedes AMG F1 Toto Wolff akan mewaspadai pertarungan ketat dengan rival mereka, Ferrari dan Red Bull, di balapan GP Bahrain akhir pekan nanti.

Mercedes meraih poin penuh setelah finis 1-2 di seri pembuka, GP Australia, dengan margin waktu yang cukup lebar dari para pesaing terdekatnya.

“Tapi pertarungan baru saja dimulai, Ferrari akan mencoba semua yang bisa mereka lakukan untuk kembali dan Melbourne menunjukkan bahwa Red Bull memiliki sesuatu yang diandalkan dalam pertarungan juga,” demikian Wolff seperti dikutip laman resmi Mercedes AMG F1 pada Selasa.

Valtteri Bottas mengunci kemenangan pertama bagi Mercedes musim ini, diikuti rekan satu timnya Lewis Hamilton di peringkat dua.

Rival terdekat Mercedes di Melbourne adalah Max Verstappen, yang tampil impresif dengan mobil Red Bull RB15 bermesin Honda untuk podium ketiga setelah finis dengan margin 22,520 detik dari sang juara.

Sementara, duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc tertinggal jauh di P4 dan P5 dengan selisih waktu lebih dari 57 detik dari Bottas.

“Kami telah melihat potensi paket Ferrari di Barcelona, jadi kami kira mereka akan bangkit di Bahrain, dengan Red Bull juga tentunya,” kata Wolff.

Ferrari telah mengantongi enam kemenangan di Bahrain. Trofi juara pertama diraih Michael Schumacer pada balapan perdana di sirkuit itu pada 2004.

Kemudian Felipe Massa berjaya di Sakhir pada 2007 dan 2008. Dua musim kemudian, pada 2010, giliran Fernando Alonso yang meraih podium bersama Ferrari di sana.

Sebastian Vettel, yang mengincar gelar juara dunia kelima, menjadi juara bertahan di Sakhir setelah mengantongi dua trofi juara di dua musim terakhir.

Red Bull memiliki dua trofi juara di Sirkuit Sakhir yang diperoleh pada 2012 dan 2013, kala itu Vettel masih membalap untuk tim yang masih menggunakan mesin Renault itu.

Sedangkan Mercedes menjadi juara di sirkuit sepanjang 5,412 km yang berada di tengah gurun itu pada 2014 dan 2015 lewat Lewis Hamilton dan tahun 2016 lewat Nico Rosberg.

Wolff mengungkapkan bahwa balapan di Bahrain memiliki sejumlah tantangan yang unik karena setiap sesi digelar dengan kondisi yang berbeda.

Sesi latihan bebas FP1 dan FP3 digelar pada siang hari di mana kondisi udara dan trek bisa sangat panas. Sedangkan FP2, kualifikasi dan balapan digelar pada sore hari yang memiliki temperatur lebih rendah.

“Perubahan temperatur ini menambah kerumitan ketika melakukan set-up mobil dan menemukan konfigurasi yang tepat yang bisa diandalkan untuk setiap sesi,” kata Wolff.

Dominan di seri pembuka, Wolff menolak untuk jemawa. “Setelah tes di Barcelona, kami merasa jika kami adalah penantang. Apa pun hasilnya di Melbourne, pola pikir kami belum berubah sedari itu.”

“Satu balapan tidak mencerminkan patokan urutan hingga akhir musim. Kami harus mengeluarkan setiap potensi dari paket kami dan terus bekerja untuk memperbaiki mobil setiap pekannya agar kompetitif,” kata Wolff.

GP Bahrain akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi di hari berikutnya. Balapan akan digelar pada Minggu malam pukul 22.10 WIB.

Baca juga: Hamilton start terdepan di GP F1 Inggris

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari: traksi dan pengereman faktor kunci di GP Bahrain

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto menyatakan bahwa balapan GP Bahrain di Sirkuit Sakhir akhir pekan nanti memiliki karakteristik yang berbeda dari seri pembuka di Australia.

Sirkuit Sakhir, yang memiliki panjang 5,412 km itu, terkenal dengan sejumlah lintasan lurus yang panjang dan menuntut tingkat pengereman yang tinggi. Dua titik pengereman yang paling sulit adalah di tikungan 1 dan 14.

“Grand Prix Bahrain adalah ronde kedua dari musim yang akan sangat panjang dan menuntut. Sirkuit Sakhir memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sirkuit di Australia, traksi dan pengereman adalah faktor kunci,” kata Binotto seperti dikutip laman resmi Scuderia Ferrari pada Selasa.

Ferrari telah mengantongi enam kemenangan di Bahrain. Trofi juara pertama diraih Michael Schumacer pada balapan perdana di sirkuit itu pada 2004.

Kemudian Felipe Massa berjaya di Sakhir pada 2007 dan 2008. Dua musim kemudian, pada 2010, giliran Fernando Alonso yang meraih podium bersama Ferrari di sana.

Sebastian Vettel, yang mengincar gelar juara dunia kelima, menjadi juara bertahan di Sakhir setelah mengantongi dua trofi juara di dua musim terakhir.

“Di Bahrain, kami sebagai tim harus memastikan bahwa kami paham dan membenahi area dimana kami lemah di Australia, yang menyebabkan kami tidak bisa mengeluarkan secara penuh potensi mobil kami,” kata Binotto.

Di Australia, duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc finis P4 dan P5 dengan selisih waktu lebih dari 57 detik dari juara balapan, Valtteri Bottas (Mercedes).

Mobil SF90 mereka juga lambat lebih dari 30 detik dari mobil Red Bull RB15 yang tahun ini bermesin Honda yang dikendarai Max Verstappen untuk finis podium ketiga.

Sirkuit Sakhir memiliki dua zona DRS (Drag Reduction System), sebelum tikungan 1 dan di antara tikungan 10 dan 11. Pirelli akan menyediakan ban kompon C1 (keras), C2(medium) dan C3 (lunak), tiga kompon ban terkeras yang digunakan di musim dini, untuk para pebalap dan tim di balapan yang digelar malam hari di Bahrain akhir pekan nanti.

“Di Bahrain, kami berharap bisa melihat efek dari koreksi yang kami buat, walaupun kami sadar jika para kompetitor kami akan sekali lagi sangat kuat. Dengan mempertimbangkan hal itu, kami bersemangat untuk kembali ke trek dan menghadapi mereka.”

GP Bahrain akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat dan kualifikasi di hari berikutnya. Balapan akan digelar pada Minggu malam pukul 22.10 WIB

Baca juga: Vettel akui Ferrari tak punya kecepatan di GP Australia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo pebalap nasional tumpuan T2 Motorsports incar tiket Le Mans 2020

Jakarta (ANTARA) – Tim T2 Motorsports berambisi untuk meraih tiket ke ajang balapan ketahanan bergengsi Le Mans 24 Hours dengan mengandalkan duo pebalap Indonesia, Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro.

Kepala tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi di Jakarta, Jumat, mengaku optimis timnya bisa merebut gelar juara di ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Asian Le Mans Series 2019/2020 mengingat dua pebalapnya cukup berpengalaman dibidangnya. 

Rio Haryanto merupakan mantan pebalap Formula 1 dan David, yang merupakan pebalap Indonesia pertama yang pernah turun di balapan ketahanan 24 jam.
Baca juga: Kembali mengaspal, Rio Haryanto incar gelar juara Blancpain GT Asia

“Asian Le Mans itu yang menentukan apakah kami mendapatkan kursi di Le Mans 2020. Harus menjadi juara umum untuk bisa mendapatkan tiket ke sana,” kata Irmawan.

Di Blancpain GT dan Asian Le Mans Series, Rio dan David akan membalap menggunakan mobil Ferrari GT3 bermesin V8 turbo ganda yang mampu menyalurkan tenaga maksimal sekitar 600 HP (tenaga kuda).
Baca juga: Rio Haryanto kembali ke ajang balapan, kali ini geber Ferrari 488 GT3

“Kami sangat optimis dengan adanya Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro kami akan membawa pulang piala-piala yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional,” kata Irmawan.

Ambisi T2 Motorsports untuk menuju Le Mans 24 Hours 2020 menjadi salah satu pendorong Rio untuk bergabung dengan tim balap independen Asia yang dibentuk pada 2016 oleh pebalap sekaligus pengusaha Indonesia David Tjiptobiantoro dan Gregory Teo asal Singapura itu.

“Setelah penantian dua tahun, target dan tantangannya sangat besar. Tentunya kita ingin membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Rio yang terakhir membalap di F1 musim 2016 itu.

“Itu salah satu alasan saya kenapa tertarik bergabung,” kata Rio.

Balapan Blancpain GT World Challenge Asia 2019, wadah tertinggi balapan yang diperuntukkan untuk mobil GT3 dan GT4 di Asia itu, akan dibuka pada 6-7 April lewat seri pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Berbeda dengan Formula 1, yang menurunkan dua pebalap dengan dua mobil berbeda, di Blancpain GT series, satu tim menurunkan dua pebalap yang akan bergantian mengemudikan satu mobil yang sama.

Kolaborasi ini terdiri dari pebalap profesional dan amatir (pro/am) atau dua pebalap profesional yang meiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Silver di FIA dan harus mendapat persetujuan dari SRO Motorsport Group, yang membawahi ajang balapan itu.

Sementara ajang Asian Le Mans Series 2019/2020 adalah ajang balapan ketahanan yang dibawahi Automobile Club de I’Ouest (ACO) dan berbasis di Asia. Balapan itu akan dibuka dengan seri pertama di Sirkuit Internasional Shanghai, China, 22-24 November.

David, yang sudah berpengalaman di balapan closed wheel (roda tertutup) mengaku antusias bisa dipasangkan dengan Rio.

“Kami nanti akan menemukan harmoni ketika menjalani tes awal April nanti,” kata David soal berpasangan dengan Rio.

“Rio dengan pengalaman dan karir balap dia, mungkin nanti kita bisa saling isi.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto rindu membalap di ajang Formula 1

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Rio Haryanto menyiratkan kerinduannya untuk membalap di ajang Formula 1 meskipun kini dia telah resmi menjadi pebalap tim T2 Motorsports yang akan turun di kejuaraan Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Asian Le Mans Series 2019/2020.

“Semoga dengan kembalinya ke sirkuit bisa membuka peluang kembali ke Formula 1,” kata pebalap berusia 26 tahun itu ketika jumpa pers bersama tim T2 Motorsports di Jakarta, Jumat.

Rio akan dipasangkan dengan pebalap senior David Tjiptobiantoro di kedua ajang balapan itu dengan mengendarai mobil Ferrari 488 GT3, yang akan bersaing dengan jajaran mobil GT3 lainnya seperti McLaren 720S GT3, Audi R8 LMS GT3 Evo, Honda NSX GT3 Evo, Lamborghini Huracan GT3 Evo, Porshche 911 GT3 R dan Mercedes-AMG GT3.

“Setelah penantian dua tahun, target dan tantangannya sangat besar. Tentunya kita ingin membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Rio yang terakhir membalap di F1 musim 2016 bersama tim Manor Racing itu.

“Ini adalah suatu peluang. Targetnya tentu kita ingin menang di Blancpain dan Asian Le Mans,” kata pebalap kelahiran Solo 26 tahun lalu itu.

Sebelum menjadi pebalap T2 Motorsports, Rio mengaku pernah berjuang untuk bisa kembali ke Formula 1, namun untuk bisa turun ajang balap mobil paling bergengsi di dunia itu dibutuhkan dukungan finansial yang tidak sedikit.

“Kalau ditanya ketertarikan pastinya sangat ada,” kata pebalap Indonesia pertama yang turun di F1 itu.

Sementara itu, T2 Motorsports merupakan tim balap independen Asia yang dibentuk pada 2016 oleh pebalap sekaligus pengusaha Indonesia David Tjiptobiantoro dan Gregory Teo asal Singapura.

Tim itu juga memiliki ambisi besar untuk bisa berpartisipasi di ajang balapan ketahanan Le Mans 24 Hours pada 2020 nanti.

Sementara David Tjiptobiantoro adalah pebalap Indonesia pertama yang turun di ajang balap 24 jam. Ia memulai debutnya di dunia balap pada 2012 dengan mengikuti ajang Ferrari Challenge Asia Pacific- Coppa Shell dan menjadi juara pada 2014 di ajang dan kategori yang sama.

Balapan Blancpain GT World Challenge Asia 2019, wadah tertinggi balapan yang diperuntukkan untuk mobil GT3 dan GT4 di Asia itu dan balapan pertamanya di Sirkuit Sepang, Malaysia, 6-7 April.

Berbeda dengan Formula 1, yang menurunkan dua pebalap dengan dua mobil berbeda, di Blancpain GT series, satu tim menurunkan dua pebalap yang akan bergantian mengemudikan satu mobil yang sama.

Kolaborasi ini terdiri dari pebalap profesional dan amatir (pro/am) atau dua pebalap profesional yang memiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Silver di FIA dan harus mendapat persetujuan dari SRO Motorsport Group, yang membawahi ajang balapan itu.

Sementara ajang Asian Le Mans Series 2019/2020 adalah ajang balapan ketahanan yang dibawahi Automobile Club de I’Ouest (ACO) dan berbasis di Asia. Balapan itu akan dibuka dengan seri pertama pada 22-24 November di Sirkuit Internasional Shanghai, China.

Ketua tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi mengaku optimis dengan formasi kedua pebalap itu mereka mengincar gelar juara umum di kedua seri itu.

“Kami sangat optimis dengan adanya Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro kami akan membawa pulang piala-piala yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional,” kata Irmawan.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kembali mengaspal, Rio Haryanto incar gelar juara Blancpain GT Asia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Rio Haryanto berambisi untuk menjuarai ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Asian Le Mans Series 2019/2020 setelah dipinang tim T2 Motorsports.

“Ini adalah suatu peluang. Targetnya tentu kita ingin menang di Blancpain dan Asian Le Mans,” kata mantan pebalap Formula 1 itu di Jakarta, Jumat.

Rio akan dipasangkan dengan pebalap senior David Tjiptobiantoro di kedua ajang balapan itu dengan mengendarai mobil Ferrari 488 GT3, yang akan bersaing dengan jajaran mobil GT3 lainnya seperti McLaren 720S GT3, Audi R* LMS GT3 Evo, Honda NSX GT3 Evo, Lamborghini Huracan GT3 Evo, Porshche 911 GT3 R dan Mercedes-AMG GT3.
Baca juga: Rio Haryanto kembali ke ajang balapan, kali ini geber Ferrari 488 GT3

T2 Motorsports merupakan tim balap independen Asia yang dibentuk pada 2016 oleh pebalap sekaligus pengusaha Indonesia David Tjiptobiantoro dan Gregory Teo asal Singapura.

“Setelah penantian dua tahun, target dan tantangannya sangat besar. Tentunya kita ingin membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Rio yang terakhir membalap di F1 musim 2016 itu.

T2 Motorsports juga memiliki ambisi besar untuk bisa berpartisipasi di ajang balapan ketahanan Le Mans 24 Hours.

“Itu salah satu alasan saya kenapa tertarik bergabung,” kata Rio. (dari kiri ke kanan) Pebalap David Tjiptobiantoro, ketia tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi dan pebalap Rio Haryanto memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Sementara David Tjiptobiantoro adalah pebalap Indonesia pertama yang turun di ajang balap 24 jam. Ia memulai debutnya di dunia balap pada 2012 dengan mengikuti ajang Ferrari Challenge Asia Pacific- Coppa Shell dan menjadi juara pada 2014 di ajang dan kategori yang sama.

“Kami nanti akan menemukan harmoni ketika menjalani tes awal April nanti,” kata David soal berpasangan dengan Rio.

“Rio dengan pengalaman dan karir balap dia, mungkin nanti kita bisa saling isi.” kata David menegaskan.

Balapan Blancpain GT World Challenge Asia 2019, wadah tertinggi balapan yang diperuntukkan untuk mobil GT3 dan GT4 di Asia itu dan balapan pertamanya di  Sirkuit Sepang, Malaysia, 6-7 April.

Berbeda dengan Formula 1, yang menurunkan dua pebalap dengan dua mobil berbeda, di Blancpain GT series, satu tim menurunkan dua pebalap yang akan bergantian mengemudikan satu mobil yang sama.

Kolaborasi ini terdiri dari pebalap profesional dan amatir (pro/am) atau dua pebalap profesional yang memiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Silver di FIA dan harus mendapat persetujuan dari SRO Motorsport Group, yang membawahi ajang balapan itu.

Sementara ajang Asian Le Mans Series 2019/2020 adalah ajang balapan ketahanan yang dibawahi Automobile Club de I’Ouest (ACO) dan berbasis di Asia. Balapan itu akan dibuka dengan seri pertama pada 22-24 November di Sirkuit Internasional Shanghai, China.

Ketua tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoadi mengaku optimis dengan formasi kedua pebalap itu mereka mengincar gelar juara umum di kedua seri itu.

“Kami sangat optimis dengan adanya Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro kami akan membawa pulang piala-piala yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional,” kata Irmawan.

Baca juga: Rio Haryanto diundang tes mobil super formula
Baca juga: Rio Haryanto senang bergabung dengan Toyota Team Indonesia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto kembali ke ajang balapan, kali ini geber Ferrari 488 GT3

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebalap Formula 1 asal Indonesia Rio Haryanto akan kembali turun ke trek balapan, kali ini di ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Le Mans Series 2019/2020 bersama tim T2 motorsports.

Rio Haryanto akan dipasangkan dengan pebalap yang lebih senior David Tjiptobiantoro di ajang balapan mobil GT itu.

“Rio mempunyai prestasi yang gemilang, sebagai mantan pebalap Formula2 dari Manor. Harapannya, T2 Motorsports bisa lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap kepala tim T2 Motorsports Irmawan Poedjoaji di Jakarta, Jumat.

Sementara David Tjiptobiantoro adalah pebalap Indonesia pertama yang turun di ajang balap 24 jam. Ia memulai debutnya di dunia balap pada 2012 dengan mengikuti ajang Ferrari Challenge Asia Pacific- Coppa Shell dan menjadi juara pada 2014 di ajang dan kategori yang sama.

“Kami optimis dengan David Tjipto tim ini bisa membawa pulang piala-piala,” kata Irmawan.

Di ajang Blancpain GT World Challenge Asia 2019 dan Asian Le Mans Series 2019/2020, Rio dan David akan mengendarai mobil Ferrari 488 GT3 bermesin turbo ganda V8 dengan tenaga maksimal sekitar 600 HP (tenaga kuda).

Terbiasa dengan balapan open wheel (roda terbuka), Rio merasa tertantang dengan keikutsertaannya di kedua ajang balapan closed wheel (roda tertutup) itu.

“Tentu mas David lebih berpengalaman dari saya di closed wheel, pastinya kita nanti terus berbagi dalam banyak hal,” kata Rio yang terakhir kali membalap di Formula 1 musim 2016 itu.

“Setelah penantian dua tahun, target dan tantangannya sangat besar. Tentunya kita ingin membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Rio.

Balapan Blancpain GT World Challenge Asia 2019, yang diperuntukkan untuk mobil GT3 dan GT4 itu, akan dibuka pada 6-7 April lewat seri pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Berbeda dengan Formula 1, yang menurunkan dua pebalap dengan dua mobil berbeda, di Blancpain GT series, satu tim menurunkan dua pebalap yang akan bergantian mengemudikan satu mobil yang sama.

Kolaborasi ini terdiri dari pebalap profesional dan amatir (pro/am) atau dua pebalap profesional yang memiliki peringkat tidak lebih tinggi dari Silver di FIA dan harus mendapat persetujuan dari SRO Motorsport Group, yang membawahi ajang balapan itu.

“Kami nanti akan menemukan harmoni ketika menjalani tes awal April nanti,” kata David soal berpasangan dengan Rio.

“Rio dengan pengalaman dan karier balap dia, mungkin nanti kita bisa saling isi.”

Sementara ajang Asian Le Mans Series 2019/2020 adalah ajang balapan ketahanan yang dibawahi Automobile Club de I’Ouest (ACO) dan berbasis di Asia. Balapan itu akan dibuka dengan seri pertama pada 22-24 November di Sirkuit Internasional Shanghai, China.

T2 Motorsports merupakan tim balap independen Asia yang dibentuk pada 2016 oleh pebalap sekaligus pengusaha Indonesia David Tjiptobiantoro dan Gregory Teo asal Singapura.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejurda drag bike IMI Jawa Barat diikuti 300 starter

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 300 starter akan mengikuti kejuaraan daerah Drag Bike Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang akan dilangsungkan di Meikarta Cibatu, Cikarang Selatan pada 23-24 Maret.

“Untuk kejurda ini seri yang kedua. Peserta sudah ada 300 starter yang sudah mendaftar, tapi pendaftaran akan tetap dibuka sampai hari Sabtu,” kata Ketua Penyelenggara Drag Bike IMI Jabar Ruslan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Pada agenda ini, akan dibuka sebanyak 21 kelas balap dengan total hadiah mencapai Rp145 juta.

Untuk hadiahnya, Ruslan memaparkan bagi juara umum kelas open sebesar Rp5 juta, kelas pemula Rp3 juta, kelas Bracket Rp2 juta, dan “Best Stand” Rp1 juta.

“Biasanya kelas yang jadi primadona di ‘bracket’, untuk seri ini kita juga ambil peringkat satu sampai 10 yang terbaik,” tutur Ruslan menambahkan.

Sementara itu, Beny yang merupakan perwakilan dari Brisk Motor Indonesia mengatakan bahwa akan memberi hadiah tambahan berupa uang tunai bagi pemenang yang menggunakan busi keluaran pabrikan mereka.

Menurut dia, hal itu dilakukan selain sebagai bagian dari promosi juga sebagai bentuk penghargaan kepada para peserta yang sudah mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau melombakan kelas khusus dari Brisk belum ada ya, tapi bagi juara satu sampai lima yang memakai busi Brisk ada hadiah tambahan Rp500.000,” ujar Beny saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lewis Hamilton janji pelajari kegagalan di Australia

Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari balapan ini

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton menyatakan bakal segera pulang ke pabrik Mercedes di Inggris untuk ikut menyelidiki masalah-masalah yang dihadapinya dalam Grand Prix Australia, akhir pekan lalu.

Hamilton menempati urutan kedua di belakang rekan satu timnya, Valtteri Bottas. Dia start dengan buruk dan mengalami masalah pada awal lomba yang membuat penampilannya buruk.

Mercedes memang tampil dominan di balapan Melbourne itu, tetapi Hamilton mengingatkan pertarungan memperebutkan gelar seharusnya merupakan pertarungan segitiga antara Mercedes, Ferrari dan Red Bull.

Bottas menang mengesankan setelah melampaui Hamilton di garis start setelah roda mobil Hamilton berputar lebih cepat dari seharusnya (wheelspin).

Bottas kemudian mendominasi lomba sampai akhirnya juara, tetapi setelah itu Hamilton mengaku kehilangan kendali pada lap empat.

Baca juga: Pecundangi Hamilton, Bottas juarai GP Australia

Hamilton kecewa gagal mengonversi pole position menjadi juara. Namun dia kemudian sesumbar untuk belajar dari kegagalan itu.

“Saya sudah sangat lama berada di sini, masih sangat lama untuk dijalani dan ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari balapan ini,” kata dia seperti dikutip The Guardian.

“Gelasnya setengah terisi, kita punya pikiran positif yang bisa dipetik dari lomba ini. Saya akan segera kembali ke Eropa dan kembali berada di pabrik pekan ini. Begitu saya sampai di sana saya akan punya pemahaman yang lebih baik mengenai kerusakan pada mobil saya dan memahami start serta mengerti bagaimana meluruskannya pada start berikutnya.”

Baca juga: Hamilton dibuat frustasi lagi di Melbourne

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel akui Ferrari tak punya kecepatan di GP Australia

Jakarta (ANTARA) – Ferrari gagal menerjemahkan kecepatan mereka pada tes pramusim menjadi hasil podium atau menantang rivalnya, Mercedes, pada seri pembuka Formula 1 2019 di Australia, Minggu.

Sebastian Vettel harus puas finis di peringkat empat dengan selisih 57,109 detik dari juara seri GP Australia, Valtteri Bottas dari tim Mercedes.

“Kami hanya lambat,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Sangat kurang daya cengkeram. Di Barcelona, kami sangat senang dengan daya tahan ban sejak hari pertama. Keseimbangannya tepat, dan mobil merespon apa yang aku perintahkan dan aku sangat percaya diri,” kata juara dunia empat kali itu.

Namun demikian, Vettel, yang mengincar gelar juara GP Australia untuk ketiga kalinya berturut-turut, sudah tidak terlalu senang sejak turun di sesi latihan pertama di Sirkuit Melbourne Grand Prix dan gagal mencatatkan waktu tercepat hingga kualifikasi.

“Di sepanjang akhir pekan, aku simpulkan, aku tidak memiliki kepercayaan diri seperti yang aku punya di Barcelona. Aku tidak memiliki mobil yang bisa aku ajak bermain, dia tidak menuruti apa yang aku mau,” kata Vettel.

Baca juga: Mercedes kejutkan rival di kualifikasi GP Australia

Vettel mengaku mobil Ferrari SF90-nya kurang cepat di sejumlah tikungan di balapan tadi. Bahkan pebalap Red Bull Max Verstappen, yang mengawali musim baru dengan mesin Honda, mampu menyalip sang pebalap Jerman dan mengamankan podium ketiga mengikuti Bottas dan Hamilton di tempat pertama dan runner-up.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto belum yakin secara pasti apa penyebab mobil mereka tampil buruk di balapan usai memetik hasil positif di tes pramusim di Barcelona.

“Kami berkutat dengan ban, kami mencoba pendekatan set-up yang berbeda, tapi kami tidak pernah menemukan keseimbangan yang pas,” kata Binotto.

“Mobil SF90 juga kurang daya cengkeram,” kata dia. “Kami harus kembali menganalisa semua data dan melakukan penilaian tentang apa yang telah terjadi.”

Pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, finis di peringkat kelima dengan selisih waktu 1,121 detik.

Baca juga: Hasil GP Australia, Bottas juarai seri pembuka F1 2019
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IMI Kabupaten Bekasi gelar kejuaran balap sepeda motor

Bekasi (ANTARA) – Ikatan Motor Indonesia Kabupaten Bekasi menggelar kejuaran balap sepeda motor bertajuk “Meikarta BNI Pikoli Open Roadrace 2019” diikuti pembalap terbaik nasional dan Jawa Barat.

“Kegiatan berlangsung di Central Park Meikarta, Cikarang, Jawa Barat,” kata Kabid Roda Dua IMI Kabupaten Bekasi, Mukhtar Kusuma di Jakarta, Minggu.

Ajang ini, jelas Mukhtar membuka 26 kelas dan 5 gelar juara umum dengan ragam kategori mulai kategori open, pemula, matik open, matik pemula, 2 Tak dan kategori wanita.

“Animonya ternyata besar karena diikuti sebanyak 567 peserta unjuk diri di hadapan 1.300 penonton,” kata Mukthtar.

Dia juga menyampaikan otomotif merupakan cabang olahraga yang memiliki peluang untuk masuk ke tingkat internasional.

“Oleh karena itu, melihat potensi prestasinya yang tinggi, kami memastikan akan memfasilitasi cabang olahraga ini semakin melahirkan atlet yang berprestasi,” kata Mukhtar.

Sementara itu, Event Manager Meikarta Andika Pratama mengatakan, agenda ini event bertujuan untuk memberikan wadah kepada warga sekitar Cikarang dan penggemar olahraga otomotif di wilayah Bekasi. 

Saat ini, atlet maupun penggemar olahraga otomotif di Cikarang – Bekasi sudah mulai banyak, sehingga harus didukung dengan agenda dan fasilitas olahraga yang mumpuni.

“Central Park Meikarta seluas 100 hektar memenuhi semua itu dengan memiliki jalur trek yang sangat baik dan posisi kota Meikarta yang strategis, sehingga memudahkan akses para pemotor dan penonton untuk datang ke lokasi,” ujar dia.

Baca juga: Pebalap internasional ramaikan “Trial Game Asphlat 2018” di Malang
Baca juga: Kepri siap bangun sirkuit internasional di Pulau Dompak

 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton dibuat frustasi lagi di Melbourne

Jakarta (ANTARA) –
Lewis Hamilton dibuat frustasi di GP Australia pada Minggu setelah lagi-lagi hanya mampu finis runner-up, kali ini di belakang rekan satu timnya di Mercedes, Valtteri Bottas.

Pebalap asal Inggris itu memiliki catatan rekor delapan kali start dari pole position di balapan yang digelar di Albert Park itu, namun Bottas yang start dari P2 mampu melesat ke depan memimpin balapan sebelum tikungan pertama, demikian Reuters, Minggu.

Hamilton lebih awal masuk ke pit untuk mengganti ban dari kompon lunak ke medium setelah tak lama rival utamanya dari Ferrari Sebastian Vettel terlebih dahulu melakukan pit stop.

Sementara Bottas bertahan menggunakan ban kompon lunak untuk memperjauh jarak di depan.

Ditempel ketat oleh pebalap Red Bull Max Verstappen di tempat ketiga, Hamilton mengeluh kepada tim dan khawatir jika ban yang dia gunakan tidak akan bertahan hingga akhir balapan yang berpengaruh terhadap handling mobilnya.

Kemudian juara dunia lima kali itu mendapati bahwa ada bagian dasar mobil yang hilang yang mempengaruhi keseimbangan mobilnya, walaupun mampu bertahan di P2 hingga akhir balapan.

Mercedes meraih poin maksimal, tapi Hamilton harus puas finis kedua selama tiga tahun berturut-turut di Melbourne. Dua musim sebelumnya, dia finis di belakang Vettel.

Statistik menunjukkan bahwa Hamilton memenangi dua kali GP Australia dari rekor delapan pole position, yaitu di 2008 dan 2015.

“Jelas strateginya tidak ideal di skenario yang aku miliki,” kata Hamilton soal pergantian ban di awal, seperti dikutip Reuters pada Minggu.

“Dengan apa yang aku alami, aku kira aku melakukan pekerjaan yang cukup baik.”

“Tapi jelas di start, aku kehilangan cukup banyak,” kata Hamilton.

Namun kepala tim Mercedes Toto Wolff mengaku membuat keputusan yang benar terkait pit awal Hamilton.

Baca juga: Hamilton: Terobosan di set-up kunci Mercedes raih pole di Australia

“Tidak, aku kira itu bukan lah kesalahan karena kami bisa saja berakhir di belakang Vettel,” kata Wolff.

“Aku tidak tahu kenapa mereka (Vettel) melakukan pit sangat awal. Itu membuat tekanan bagi kami, kami harus menanggulangi undercut itu,” kata Wolff.

Mercedes memiliki kecepatan yang cukup untuk menyingkirkan Ferrari dari persaingan hari itu.

Baca juga: Mercedes kejutkan rival di kualifikasi GP Australia

Duo pebalap Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc hanya mampu finis ke empat dan lima dengan selisih waktu lebih dari 57 detik dari juara lomba.

“Kami terkejut memiliki kecepatan yang bagus seperti itu dan kami kaget bahwa mereka tidak memiliki kecepatan sama sekali,” kata Wolff.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen persembahkan podium pertama bagi Honda

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Red Bull Racing Max Verstappen mempersembahkan podium pertama bagi Honda di seri pembuka Formula 1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Melbourne, Australia, Minggu.

Pebalap asal Belanda itu finis ketiga di belakang duo pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton, demikian laman resmi Formula 1, Minggu.

Verstappen, yang start dari P4, mampu menyalip pebalap Ferrari Sebastian Vettel di lap 31 untuk mengamankan podium pertama bagi Honda, setelah terakhir kali pada GP Inggris 2008 lewat Rubens Barichello.

“Aku harus menyalip Seb (Vettel) untuk meraih podium yang itu tidak mudah di sini. Memulai musim balapan di podium menantang Mercedes adalah sangat bagus bagi kami,” kata Verstappen seperti dikutip akun Twitter resmi Formula 1.com pada Minggu.

Baca juga: Red Bull berbenah untuk tantang Mercedes dan Ferrari di 2019

Verstappen harus kehilangan waktu berharga ketika melebar ke rumput di sisi treka di akhir balapan saat berusaha mengejar Hamilton. Dia finis sekitar dua detik di belakang juara dunia lima kali itu.

“Sangat senang mengawali musim 2019 di podium. Kami memilki mobil yang hebat, jadi terima kasih banyak untuk @redbullracing dan selamat kepada @HondaRacingF1 untuk podium pertama mereka di era V6,” cuit Verstappen di akun Twitter resminya.

Baca juga: Bos tim Red Bull sebut Hamilton takut dengan Verstappen
Sementara itu, pebalap Red Bull lainnya, Pierre Gasly harus puas finis di peringkat 11 di belakang Daniil Kvyat dari tim saudari, Toro Rosso, yang juga menggunakan power unit Honda.

Rekan satu tim Kvyat, Alexander Albon asal Thailand, yang melakoni debut di F1, finis di peringkat 14.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Australia, Bottas juarai seri pembuka F1 2019

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas keluar sebagai juara seri pembuka Formula 1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Australia, pada Minggu.

Memanfaatkan strategi pit stop belakangan, pebalap asal Finlandia itu mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang finis sebagai runner-up dengan selisih waktu 20,886 detik, demikian Reuters pada Minggu.

Start dari P2, Bottas melesat untuk memimpin balapan menyalip Hamilton, yang start dari pole position.

Hamilton, yang berganti ban kompon medium dari soft tujuh lap lebih awal dari Bottas, harus berjuang melawan tekanan dari pebalap Red Bull Max Verstappen yang finis di podium ketiga.

Verstappen, yang mengawali debut Red Bull bersama mesin Honda, harus kehilangan waktu berharga ketika melebar ke rumput di sisi trek di akhir balapan di saat berusaha mengejar Hamilton.

Pebalap asal Belanda itu finis di tempat ketiga dengan selisih sekitar dua detik dari Hamilton.

Podium tersebut menjadi yang pertama bagi Honda sejak terakhir kali meraih podium di GP Inggris 2008 lewat Rubens Barichello.

Sementara Bottas, yang terakhir kali menjuarai balapan F1 di Abu Dhabi pada 2017 itu, meraih tambahan satu poin sebagai pebalap dengan waktu putaran tercepat di balapan: 1 menit 25,580 detik, sebagai dampak aturan baru yang diterapkan F1 tahun ini.

“Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Startnya sangat bagus, dan ini tentunya balapan terbaik sepanjang karirku,” kata Bottas seperti dikutip Reuters.

“Terasa sangat bagus dan semuanya di bawah kendali. Mobil sangat bagus hari ini jadi sangat bisa dinikmati, aku harus menikmati hari ini… Aku sangat senang dan tidak sabar lagi untuk balapan selanjutnya.”

Tim berjuluk Silver Arrow itu benar-benar menujukkan kecepatan mereka untuk meninggalkan para pebalap lainnya.

“Ini akhir pekan yang bagus untuk tim,” kata Hamilton. “Valtteri membalap sangat hebat hari ini jadi dia pantas mendapatkannya.”

Di kubu Ferrari, Sebastian Vettel hanya mendapati satu-satunya perlawanan dari rekan satu timnya, Charles Leclerc.

Kedua pebalap tim Kuda Jingkrak itu finis di P4 dan P5 dengan margin lebih dari 57 detik dari juara balapan.

Di papan tengah, Kevin Magnussen (Haas) finis keenam di atas Nico Hulkenberg (Renault) di P7.

Carlos Sainz menjadi pebalap pertama musim ini yang gagal finis ketika mendapati masalah mesin dan api di buritan mobil McLaren MCL34 di lap ke-11.

Sementara itu, pebalap tuan rumah Daniel Ricciardo gagal menyelesaikan balapan setelah sempat kehilangan sayap depannya di awal balapan kemudian usai melahap 30 lap dia terpaksa mengandangkan mobil Renault R.S. 19-nya ke dalam pit.

Romain Grosjean (Haas) juga terpaksa berhenti di trek karena masalah di ban depan kirinya.

Sebelum start balapan, digelar sesi mengheningkan cipta untuk direktur balap F1 Charlie Whiting yang baru saja meninggal Kamis lalu di Melbourne.

Hasil lengkap GP Australia 2019:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 58 lap
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 20.886 detik
3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 22.520 detik
4. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 57.109 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 58.230 detik
6. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 87.156 detik
7. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1 lap
8. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
9. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
10. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
11. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1 lap
12. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1 lap
13. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
14. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
15. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
16. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2 lap
17. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3 lap
Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team Tidak finis.
Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team Tidak finis.
Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team Tidak finis.

Klasemen sementara pebalap usai GP Australia 2019

1 77 Valtteri Bottas Mercedes 26
2 44 Lewis Hamilton Mercedes 18
3 33 Max Verstappen Red Bull Racing Honda 15
4 5 Sebastian Vettel Ferrari 12
5 16 Charles Leclerc Ferrari 10
6 20 Kevin Magnussen Haas Ferrari 8
7 27 Nico Hulkenberg Renault 6
8 7 Kimi Räikkönen Alfa Romeo Racing Ferrari 4
9 18 Lance Stroll Racing Point BWT Mercedes 2
10 26 Daniil Kvyat Scuderia Toro Rosso Honda 1
11 10 Pierre Gasly Red Bull Racing Honda 0
12 4 Lando Norris McLaren Renault 0
13 11 Sergio Perez Racing Point BWT Mercedes 0
14 23 Alexander Albon Scuderia Toro Rosso Honda 0
15 99 Antonio Giovinazzi Alfa Romeo Racing Ferrari 0
16 63 George Russell Williams Mercedes 0
17 88 Robert Kubica Williams Mercedes 0
NC 8 Romain Grosjean Haas Ferrari 0
NC 3 Daniel Ricciardo Renault 0
NC 55 Carlos Sainz McLaren Renault 0

Baca juga: Pecundangi Hamilton, Bottas juarai GP Australia

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pecundangi Hamilton, Bottas juarai GP Australia

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas menjuarai seri pembuka Formula 1 2019 yang digelar di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Melbourne, Australia, Minggu.

Bottas, yang start dari P2, memimpin dari awal balapan sepanjang 58 putaran itu dan mengalahkan rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang start dari pole position, dengan selisih waktu 20,886 detik demikian laman resmi Formula 1.
Baca juga: Mercedes kejutkan rival di kualifikasi GP Australia
Baca juga: Lewis Hamilton rebut pole position GP Australia

Podium ketiga diamankan oleh Max Verstappen, yang memetik hasil positif dengan mobil Red Bull RB15, yang melakoni debut bersama Honda.

Duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc finis di P4 dan P5 dengan selisih lebih dari 57 detik dari pimpinan balapan.

Kevin Magnussen meraih poin pertama bagi Haas dengan finis P6 diikut berturut-turut oleh Nico Hulkenberg (Renault), Kimi Raikkonen (Alfa Romeo), Lance Stroll (McLaren) dan Daniil Kvyat (Toro Rosso).

Carlos Sainz menjadi pebalap pertama musim ini yang gagal finis ketika mendapati masalah mesin dan api di bagian buritan mobil McLaren MCL34 di lap ke-11.

Sementara itu pebalap tuan rumah Daniel Ricciardo gagal menyelesaikan balapan setelah menjalani 30 lap dan terpaksa mengandangkan mobil Renault R.S. 19-nya ke dalam pit.

Romain Grosjean (Haas) juga terpaksa berhenti di trek karena masalah di ban depan kirinya.

Sebelum start balapan, digelar sesi mengheningkan cipta untuk direktur balap F1 Charlie Whiting yang baru saja meninggal Kamis lalu di Melbourne.

Baca juga: Vettel kurang percaya diri usai sesi latihan bebas, kenapa?
Baca juga: Jelang seri pembuka, ini kata Kubica soal membalap di Williams

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fun Bike Tour de BUMDes 2019 finis di Lembah Harau

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melepas ribuan peserta Fun Bike Tour de BUMDes 2019 di kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu.

“Tour de BUMDes ini adalah merupakan bagian untuk mengkampanyekan bahwa BUMDes adalah lembaga ekonomi di tingkat pedesaan yang memiliki tujuan untuk mendukung seluruh aktifitas produktif di tingkat desa,” kata Setjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Minggu.

Dalam pelepasan peserta Tour de BUMDes 2019 turut didampingi Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Febby Dt. Bangso.

Ajang fun bike Tour de BUMDes 2019 untuk yang kedua kalinya di laksanakan di Sumatera barat. Sebelumnya, ajang dilaksanakan pada 2017. Oleh karena itu, Anwar berharap ajang fun bike Tour de BUMDes dapat diikuti oleh daerah-daerah lainnya.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat dilakukan di daerah lain. Apalagi, BUMDes juga telah mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat. Karena masyarakat secara bersama-sama ingin menjadikan BUMDes sebagai badan usaha di tingkat desa yang samgat penting untuk menopang perekonomian pedesaan,” katanya.

Tour de BUMDes 2019 diikuti oleh sedikitnya 1.379 pesepeda. Tour de BUMDes 2019 mengambil start di depan kantor BNI Kota Payakumbuh dan finish di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota dengan jarak tempuh 24 kilometer.*

Baca juga: Ternak itik dan BUMDes

Pewarta: Jaka Sugiyanta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton: Terobosan di set-up kunci Mercedes raih pole di Australia

Kami kembali ke pabrik dan kami sadar kami masih memiliki banyak pekerjaan

Jakarta (ANTARA) – Mercedes, yang tampil di bawah radar ketika tes pramusim Formula 1, membuat kejutan ketika mendominasi sesi latihan bebas dan merebut posisi start 1-2 di seri pembuka, GP Australia, Sabtu.

Lewis Hamilton dengan waktu tercepat 1 menit 20,486 detik meraih pole position untuk keenam kalinya berturut-turut di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, dan total delapan P1 di sana.

Rekan satu timnya, Valtteri Bottas, mengamankan P2 dengan selisih 0,112 detik dari sang juara dunia lima kali itu.

Ferrari, yang beberapa kali tampil impresif di tes pramusim di Barcelona, mengamankan waktu terbaik ketiga lewat Sebastian Vettel, itu pun dengan selisih 0,704 dari rival utamanya.

Mercedes seakan membalikkan permainan dan Vettel seharusnya sadar ketika Hamilton mendominasi ketiga sesi latihan bebas sebagai yang tercepat.

“Dari Barcelona, kami membuat sejumlah kemajuan yang besar beberapa hari ini dengan set-up. Kami membawanya ke sini dan itu sepertinya bekerja. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan di mana kami menganalisa semuanya, membuat sejumlah koreksi kecil,” ungkap Hamilton seperti dikutip Formula1.com.

Sebelum menjalani sesi latihan bebas dan kualifikasi Hamilton pernah berseloroh jika Mercedes masih harus berbenah dengan paket mobilnya untuk bisa bersaing dengan rival-rival mereka di seri pembuka.

“Kami kembali ke pabrik dan kami sadar kami masih memiliki banyak pekerjaan.”

“Dari sana hingga sekarang, kami belum mengganti mobil, (tapi) kami lebih memahami mobil ini. Kami belum membawa update, tapi beberapa hari terakhir kami merasa bagus di trek,” kata pebalap yang mengunci pole position untuk ke-84 kalinya dalam karirnya itu dan delapan kali di Melbourne.

Ferrari sebelumnya tiba di Melbourne dengan perasaan optimis, dengan paket mobil baru dan kepala tim yang baru.

Namun baik Vettel maupun rekan satu timnya, Charles Leclerc, yang melakoni debut bersama tim Kuda Jingkrak, belum mampu memberikan tekanan Mercedes, yang mendominasi di era mesin V6 turbo-hybrid di F1 itu.

“Kemarin, Ferrari bersama kami. Kami dengan bahan bakar lebih, kemudian ketika kami mengurangi bahan bakar kami sejajar dalam hal performa. Kemudian tiba-tiba, mereka kehilangan performa pagi ini, aku tidak menduganya,” kata Hamilton.

“Ini sirkuit yang sulit dan berdebu, bisa jadi disebabkan beberapa hal. Aku bersyukur dengan posisi mobil kami dan aku tahu Ferrari akan berusaha keras dan memperbaiki diri di hari-hari yang akan datang.”

Walaupun meraih pole position lebih banyak, statistik menunjukkan bahwa pebalap Inggris itu hanya memenangi satu kali balapan dari pole position di GP Australia pada 2015 silam, sementara Vettel tahun ini mengincar podium pertama untuk kali ketiga berturut-turut di Melbourne.

Vettel pun mengaku terkejut dengan perubahan performa Mercedes di seri pembuka itu.

“Jelas Mercedes menjadi favorit,” kata Vettel seperti dikutip Reuters.

“Aku sangat terkejut (dengan kecepatannya), ku kira semuanya juga, bahkan mungkin mereka sendiri (Mercedes).”

Baca juga: Mercedes kejutkan rival di kualifikasi GP Australia

Baca juga: Lewis Hamilton rebut pole position GP Australia

Baca juga: Hamilton dominasi sesi latihan bebas GP Australia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lewis Hamilton rebut pole position GP Australia

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia Formula 1 Lewis Hamilton merebut pole position untuk Mercedes di GP Australia, seri pembuka F1 2019, pada Sabtu.

Pebalap asal Inggris Raya itu menorehkan waktu tercepat 1 menit 20,486 detik di babak kualifikasi untuk menyingkirkan rekan satu timnya, Valtteri Bottas yang harus puas start dari posisi kedua, demikian laman resmi Formula 1 pada Sabtu.

Hasil itu menjadi pole position Hamilton keenam kalinya berturut-turut di Australia dari total delapan kali meraih posisi start pertama di Albert Park sepanjang karirnya.

Bottas hampir merebut pole position pertamanya di Australia setelah memimpin sesi kualifikasi Q3 tapi tidak mampu memperbaiki catatan waktunya dengan selisih 0,112 detik dari Hamilton.

“Aku gemetaran, sangat ketat di sana,” kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Sabtu.

“Usai tes di musim dingin, kami tidak tahu kami akan berada di mana. Kami berharap berada di tempat yang sekarang ini… Valtteri melakukan hal yang luar biasa di sana, sangat ketat.”

Usai menuai hasil positif di sesi tes pramusim, Ferrari tak berkutik menghadapi rival mereka Mercedes di seri pembuka kali ini.

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel finis harus puas start dari tempat ketiga dengan selisih 0,704 detik dari Hamilton diikuti oleh pebalap Red Bull Max Verstappen yang akan start di P4, mematahkan dominasi Mercedes dan Ferrari di dua baris terdepan menggunakan mobil bermesin Honda.

Pebalap Red Bull lainnya, Pierre Gasly, mengalami masalah dengan mobil RB15nya dan tidak mampu menembus Q1 dan akan start dari P17.

Charles Leclerc, yang melakoni debut bersama Ferrari tahun ini, akan start dari P5 diikuti oleh duo pebalap Haas Romain Grosjean dan Kevin Magnussen.

Lando Noris mengamankan P8 untuk McLaren, diikuti oleh Kimi Raikkonen di P8 untuk Alfa Romeo dan Sergio Perez di peringkat 10 besar untuk Racing Point.

Pebalap tuan rumah Daniel Ricciardo (Renault) gagal menembus Q3 dan akan start dari P12, satu posisi di bawah rekan satu timnya, Nico Hulkenberg.

Hasil kualifikasi GP Australia 2019
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 20,486 detik
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,112 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,704 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,834 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,956 detik
6. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1,340 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,613 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,818 detik
9. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,828 detik
10. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 2,295 detik
— Q2 CUTOFF 1menit 22,532 detik —
11. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team 1menit 22,562 detik
12. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team 1 menit 22,570 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 22,636 detik
14. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing 1 menit 22,714 detik
15. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda 1 menit 22,774 detik
— Q1 CUTOFF 1menit 22,966 detik —
16. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team 1 menit 23,017 detik
17. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda 1 menit23,020 detik
18. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team 1 menit 23,084 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing 1 menit 24,360 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing 1 menit 26,067 detik

Baca juga: Hamilton dominasi sesi latihan bebas GP Australia

Baca juga: Jelang seri pembuka, Hamilton akui Mercedes masih harus berbenah

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes kejutkan rival di kualifikasi GP Australia

Jelas Mercedes menjadi favorit

Jakarta (ANTARA) – Mercedes mengejutkan semua rivalnya usai mendominasi sesi latihan bebas dan merebut posisi start 1-2 GP Australia, seri pembuka Formula 1 2019, pada Sabtu.

Lewis Hamilton menorehkan waktu tercepat 1 menit 20,486 detik di babak kualifikasi untuk menyingkirkan rekan satu timnya, Valtteri Bottas yang harus puas start dari posisi kedua.

Hasil itu menjadi pole position Hamilton keenam kalinya berturut-turut di Australia dari total delapan kali meraih posisi start pertama di Albert Park sepanjang karirnya.

Hamilton menyamai catatan Ayrton Senna dan Michael Schumacher dalam raihan pole position di salah satu trek balapan.

Senna meraih delapan pole position di Imola, sementara Schumacher di Sirkuit Suzuka.

Bottas hampir merebut pole position pertamanya di Australia setelah memimpin sesi kualifikasi Q3 tapi tidak mampu memperbaiki catatan waktunya dengan selisih 0,112 detik dari Hamilton.

“Aku gemetaran, sangat ketat di sana,” kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Sabtu.

“Usai tes di musim dingin, kami tidak tahu kami akan berada di mana. Kami berharap berada di tempat yang sekarang ini… Valtteri melakukan hal yang luar biasa di sana, sangat ketat.”

Pebalap Ferrari, Sebastian Vettel, pun kaget dengan kecepatan mobil Mercedes W10 yang dikendarai Hamilton dan Bottas, setelah hanya mampu mengamankan posisi ketiga dengan margin 0,704 detik dari Hamilton.

“Jelas Mercedes menjadi favorit,” kata Vettel.

“Aku sangat terkejut (dengan kecepatannya), ku kira semuanya juga, bahkan mungkin mereka sendiri (Mercedes).”

Charles Leclerc, yang mengawali debut bersama Ferrari, mengamankan P5 dipisahkan dari rekan satu timnya oleh pebalap Red Bull Max Verstappen yang akan menempati P4. Hasil yang positif bagi Red Bull yang mengawali kemitraan mereka dengan Honda tahun ini.

Sementara itu, Renault harus mengadakan evaluasi lagi karena kedua pebalapnya gagal menembus Q3. Nico Hulkenberg dan pebalap tuan rumah Daniel Ricciardo, yang pindah dari Red Bull, akan start dari P11 dan P12.

Pebalap termuda, Lando Norris (19) mendapat hasil positif dengan mengamankan P8 untuk McLaren di belakang duo pebalap Haas Romain Grosjean dan Kevin Magnussen.

Hasil positif pebalap debut McLaren itu tidak dibarengi oleh rekannya yang lebih senior, Carlos Sainz yang akan start dari P18 setelah terlempar dari Q1.

Sementara Kimi Raikkonen, yang 20 tahun lebih senior dari Norris, akan start dari P9 di belakang pebalap muda asal Inggris itu.

Pebalap debut lainnya, Alexander Albon dari Thailand mampu menembus Q1 dan mengamankan posisi start P13 untuk Toro Rosso.

Robert Kubica, yang melakoni babak kualifikasi pertamanya setelah delapan tahun mengalami kebocoran ban belakang kanan dan tergelincir di rumput pada lap terakhirnya di Q1.

Pebalap tim Williams asal Polandia itu akan start dari posisi paling buncit, di belakang rekan satu timnya, George Russell, yang akan start dari P19.

Baca juga: Jelang seri pembuka, Hamilton akui Mercedes masih harus berbenah

Baca juga: Horner: Red Bull masih tertinggal jauh dari Mercedes, Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso dari Ducati mematahkan perlawanan juara MotoGP Marc Marquez dari Honda Repsol di tikungan terakhir untuk memenangi balapan pembuka GP Qatar.

COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vettel kurang percaya diri usai sesi latihan bebas, kenapa?

Melbourne (ANTARA) – Juara dunia empat kali Sebastian Vettel mengaku tak yakin dengan mobil Ferrari SF90 yang dia kendarai usai mendapati hasil kurang memuaskan di sesi latihan bebas GP Australia di Melbourne, Jumat.

Setelah digeser oleh Lewis Hamilton (Mercedes), yang memuncaki waktu tercepat sesi latihan bebas FP1 dan FP2 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Vettel, yang lebih lambat 0,873 detik dari rival utamanya itu mengeluhkan masalah handling mobil kepada tim lewat radio, demikian Reuters pada Jumat.

Pebalap asal Jerman itu juga sempat tergelincir di rumput di luar trek dan kemudian mengatakan bahwa mobilnya masih bergoyang, tidak stabil, di tikungan, setelah sempat masuk di pit untuk diperbaiki.

Sementara itu rekan satu timnya, Charles Leclerc, juga sempat tergelincir di trek saat turun di FP2 dan hanya mampu mencetak waktu tercepat ke sembilan dalam debutnya bersama tim Kuda Jingkrak itu.

Ferrari beberapa kali mengungguli Mercedes ketika tes pramusim, tapi Vettel berang dengan mengatakan bahwa mobil yang dia kendarai kali ini terasa berbeda dengan apa yang dia gunakan di tes pramusim di Barcelona.

“Aku pernah merasa seperti ini beberapa kali. Aku bisa merasakan bahwa aku menaiki mobil yang sama ketika tes, tapi dia tidak tampil sebagaimana mestinya,” kata Vettel yang mengincar kemenangan ketiga kalinya berturut-turut di Albert Park itu.

“Dia tidak melakukan apa yang aku mau di sana-sini jadi itu lah kenapa aku kurang percaya diri,” kata Vettel.

“Pada titik ini kami semua berusaha keras untuk memahami apa yang terjadi di sesi tadi.” Vettel finis di peringkat lima pada sesi FP2.

Usai tes pramusim, Lewis Hamilton sempat mengatakan bahwa Ferrari lebih cepat setengah detik daripada mobil Mercedes dan menekankan bahwa dia dan tim masih harus berbenah dengan pekerjaan rumah yang banyak.

Namun demikian, Hamilton, juara dunia lima kali itu, beserta rekan satu timnya, Valtteri Bottas mendominasi sesi latihan bebas pada Jumat dengan waktu tercepat pertama dan kedua.

Vettel pun mengaku terkejut dengan waktu kedua mobil Mercedes itu.

“Aku tidak paham, jujur. Jadi itu sedikit mengejutkan,” kata Vettel.

Baca juga: Duo pebalap Ferrari Vettel, Leclerc “bebas bertarung” di trek

Baca juga: Pratinjau – Ferrari siap tebar ancaman ke Mercedes di seri pembuka F1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton dominasi sesi latihan bebas GP Australia

Melbourne (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mendominasi sesi latihan bebas seri pembuka Formula 1 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Melbourne, pada Jumat dan ke luar dengan waktu tercepat di FP1 dan FP2.

Mengungguli catatan rivalnya dari tim Ferrari, Sebastian Vettel, dengan menorehkan waktu 1 menit 23,599 detik di FP1, Hamilton memperbaiki catatan waktunya hampir satu detik di sesi kedua latihan bebas FP2 dengan 1 menit 22,60 detik, demikian Reuters pada Jumat.

Rekan satu timnya Valtteri Bottas menguntit di peringkat dua dengan selisih 0,048 detik diikuti oleh pebalap Red Bull Max Verstappen dengan selisih 0,800 detik.

Pebalap Red Bull lainnya, Pierre Gasly, berada di peringkat empat 0,042 detik lebih lambat dari Verstappen.

Sementara itu, Vettel menjadi pebalap kelima tercepat setelah sempat tergelincir di rumput di pinggir trek dan mengeluhkan masalah relibilitas, sedangkan rekannya satu tim, Charles Leclerc, yang mobilnya sempat berputar di lintasan rumput, berada di peringkat sembilan.

Hasil positif diraih Kimi Raikkonen dengan mobil Alfa Romeo usai finis keenam tercepat, menjadi pebalap tercepat dari tim papan tengah.

Raikkonen mengungguli duo pebalap Renault, Nico Hulkenberg dan Daniel Ricciardo di peringkat tujuh dan delapan.

Ricciardo, yang mengawali musim ini bersama Renault, memperbaiki catatan waktunya usai finis di P17 pada sesi FP1.

Pebalap Thailand, yang melakoni debut di F1 bersama Toro Rosso, mengalami hari yang berat usai kehilangan sayap depannya di sesi latihan. Usai tertunda karena perbaikan mobil di FP1, di sesi kedua latihan mobil Toro Rosso yang dia kendarai juga sempat berputar beberapa kali di trek.

Robert Kubica, yang kembali ke F1 setelah delapan tahun absen karena cedera, berada di peringkat 20 dengan mobil Williams FW42, satu peringkat di bawah rekan satu timnya George Russel.

Berikut hasil lengkap sesi latihan bebas FP1 GP Australia
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 23,599 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,038 detik
3. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,074 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,193 detik
5. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,267 detik
6. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,217 detik
7. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,233 detik
8. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,333 detik
9. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,335 detik
10. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,416 detik
11. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,567 detik
12. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1,625 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,631 detik
14. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,686 detik
15. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,689 detik
16. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,899 detik
17. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 2,035 detik
18. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 2,367 detik
19. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4,315 detik
20. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 5,141 detik

Hasil lengkap sesi latihan bebas FP2 GP Australia
1, Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 1menit 22,600 detik
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,048 detik
3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,800 detik
4. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,842 detik
5. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,873 detik
6. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 0,972 detik
7. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 0,974 detik
8. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,044 detik
9. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 1,154 detik
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1,214 detik
11. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,333 detik
12. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,388 detik
13. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,411 detik
14. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,533 detik
15. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,693 detik
16. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,801 detik
17. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 2,075 detik
18. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 2,133 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,853 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4,055 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang seri pembuka, ini kata Kubica soal membalap di Williams

Melbourne (ANTARA) – Setelah absen selama delapan tahun karena cedera, Robert Kubica siap masuk kokpit untuk kembali membalap di Formula 1.

Namun pebalap asal Polandia itu tampak disibukkan dengan sejumlah masalah di mobil balap Williams yang akan dia kendarai di balapan F1 musim ini.

Williams juga sedang berantakan mempersiapkan sesi pembuka balapan yang digelar di Melbourne, akhir pekan ini, seusai ditinggalkan direktur teknis Paddy Lowe yang mengambil “cuti” setelah mereka gagal mempersiapkan mobil tepat waktu untuk turun di tes pramusim di Barcelona.

Mobil Williams FW42, yang baru turun di hari ketiga tes pramusim, tampat paling lambat di antara mobil yang lain.

Kembalinya Kubica, delapan tahun setelah mengalami kecelakaan reli, sebenarnya menjadi kesempatan langka dan kisah bagus untuk Williams, yang tahun lalu menjalani musim paling buruk dengan finis di posisi buncit klasemen konstruktor.

Namun, pebalap berusia 34 tahun itu mengaku tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang tidak perlu.

“Aku benar-benar fokus di pekerjaanku, fokus di hal-hal yang harus dilakukan, mencoba untuk belajar sebanyak mungkin yang aku bisa dengan F1 yang baru sejak terakhir kali aku membalap di sini,” kata Kubica di Albert Park, Melbourne, seperti dikutip Reuters, Kamis.

“Kami tidak memiliki start yang sempurna ketika tes musim dingin, jadi ada banyak hal yang harus dicek,” kata Kubica.

Pebalap F1 pertama dari Polandia itu pernah sekali menjuarai balapan F1 pada GP Kanada 2008 ketika membalap untuk tim BMW Sauber.

Usai menjalani operasi ekstensif, pada 2012 Kubica kembali ke dunia balap pada 2012 dan menikmati sejumlah kesuksesan di kejuaraan reli dunia WRC sebelum turun di F1 sebagai pebalap cadangan Williams tahun lalu.

Para penggemarnya mengibarkan spanduk lebar bagi pebalap Polandia itu ketika peluncuran F1 musim 2019 di Albert Park, Rabu, dan pebalap Australia Daniel Ricciardo memimpin sesi penghormatan kepada Kubica ketika jumpa pers pra-balapan pada Kamis.

“Robert menyebutkan dia menjalani istirahat musim dingin yang panjang. Aku kira kita semua tidak tahu sejauh apa upaya yang dia tempuh untuk bisa kembali ke sini,” kata pebalap Renault itu.

“Jadi aku kira sangat luar biasa melihat dia kembali… itu adalah pembuktian dari karakternya,” kata Ricciardo yang disambut tepuk tangan dari pebalap lain seperti Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

Formula 1 telah memperkenalkan aturan baru yang memberikan satu poin tambahan bagi pebalap dengan waktu putaran tercepat dengan catatan dia finis 10 besar.

Namun Kubica tak menggubrisnya dengan mengatakan itu tidak akan banyak membantu Williams.

“Ini adalah masa yang sulit tapi kami harus meyakinkan bahwa kami melakukan semua yang kami bisa di situasi sekarang,” kata Kubica.

“Tidak ada untungnya membuang energi dan waktu memikirkan masa-masa sulit itu… kami harus menjamin kami memaksimalkan kesempatan yang kami miliki,” kata Kubica.

Balapan pembuka F1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Melbourne, akan digelar pada Minggu (17/3) pukul 12:10 WIB dan diawali dengan sesi latihan dan kualifikasi pada Jumat dan Sabtu.

Baca juga: Jelang seri pembuka, Hamilton akui Mercedes masih harus berbenah

Baca juga: Duo pebalap Ferrari Vettel, Leclerc “bebas bertarung” di trek

Baca juga: Pratinjau – Ferrari siap tebar ancaman ke Mercedes di seri pembuka F1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang seri pembuka, Hamilton akui Mercedes masih harus berbenah

Melbourne (ANTARA) – Juara dunia Formula 1 lima kali Lewis Hamilton tidak mau sesumbar mengincar gelar juara dunia pada musim balapan F1 tahun ini karena Mercedes masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus digarap untuk bisa bersaing di papan atas.

Hamilton ketika di Albert Park, Melbourne pada Kamis mengaku dia saat ini akan fokus membawa mobil balap F1 Mercedes W10 yang ia kendarai melintasi garis finis pada seri pembuka yang akan digelar di Albert Park, Melbourne, pada Minggu (17/3).

“Ini musim yang panjang, jadi secara khusus saya tidak merasakan tekanan itu (menjadi juara),” kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Kamis.

“Hal terpenting saya kira adalah menyelesaikan balapan-balapan dan menganalisa serta menjamin jika kalian mendapatkan sebanyak mungkin poin di balapan,” kata Hamilton.

Pebalap asal Inggris Raya itu menjalani start yang lambat musim lalu dan baru meraih kemenangannya di balapan keempat di Azerbaijan.

“Sangat sulit mengetahui apa yang dilakukan orang-orang. Biasanya kami baru tahu hingga kami turun dengan mobil kami besok dan menjalani kualifikasi akan memberi kalian gambaran yang lebih baik.”

“Kami masih memiliki pekerjaan yang harus digarap,” kata dia.

Baca juga: Duo pebalap Ferrari Vettel, Leclerc “bebas bertarung” di trek

Mercedes adalah satu dari dua tim F1 yang mempertahankan susunan pebalapnya musim ini dengan pebalap Valtteri Bottas yang akan menjadi rekan Hamilton untuk musim ketiga mereka berturut-turut.

Saat membalap dengan pebalap Jerman Nico Rosberg pada 2016, Hamilton menjalani musim yang penuh tekanan dengan rekan satu timnya di Mercedes tahun itu.

Pebalap berusia 34 tahun itu justru menikmati musim yang lebih tenang ketika bersama Bottas, yang tidak terlalu kompetitif seperti Rosberg.

“Kami memiliki pasangan yang hebat dan kontribusi dari Valtteri dan aku berjalan baik, ini telah berjalan baik selama beberapa tahun dan tidak ada alasan untuk mengubahnya,” kata Hamilton.

“Jika tidak rusak, jangan diperbaiki. Dalam hal tim, kami memiliki orang-orang luar biasa di tim,” kata Hamilton yang mengaku sangat terinspirasi melihat semangat kru dari Mercedes.

Balapan pembuka F1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Melbourne, akan digelar pada Minggu (17/3) pukul 12:10 WIB dan diawali dengan sesi latihan dan kualifikasi pada Jumat dan Sabtu.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari siap tebar ancaman ke Mercedes di seri pembuka F1
Baca juga: Horner: Red Bull masih tertinggal jauh dari Mercedes, Ferrari

 

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo pebalap Ferrari Vettel, Leclerc “bebas bertarung” di trek

Melbourne (ANTARA) – Sebastian Vettel pada Kamis menyatakan bahwa dia dan rekan satu timnya di Ferrari, Charles Leclerc, diberi kebebasan oleh tim untuk bersaing dan tidak ada salah satu pebalap yang diprioritaskan di balapan Formula 1 tahun ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto sebelumnya pada awal tahun menyatakan bahwa Vettel, sebagai pebalap juara dunia di tim mereka, akan diberi prioritas lebih dibanding Leclerc pada situasi tertentu di balapan, kemudian dia melakukan klarifiskasi jika kedua pebalap akan bebas bertarung.

“Aku rasa sudah sangat jelas, dan aku kira aku dan Mattia juga sudah membuatnya jelas, kami bebas untuk saling membalap,” kata Vettel di Albert Park, Melbourne, seperti dikutip Reuters, Kamis.

“Aku kira Charles akan menunjukkan yang terbaik darinya, untuk membantu tim dan itu berlaku sama untukku,” kata pebalap Jerman itu. Pebalap Ferrari Charles Leclerc ketika berada di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Melbourne, Kamis (14/3) (Reuters/Edgar Su)

Leclerc, yang membalap untuk Sauber tahun lalu, bertukar bangku dengan Kimi Raikkonen.

Pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu mengatakan bahwa Binoto juga telah memberitahu dia jika dia bebas untuk bersaing dengan Vettel, walaupun sang pebalap Jerman itu akan diberi prioritas di situasi balapan tertentu.

Leclerc menolak untuk membahas lebih lanjut situasi seperti apa yang dimaksud dan tidak terpengaruh oleh prospek sebagai pebalap kedua di Ferrari.

“Aku masih muda tapi aku sangat yakin jika kalian belajar banyak dari olahraga ini,” kata Leclerc.

“Di satu sisi ada banyak hal yang aku bisa pelajari dari Seb khususnya karena dia sangat berpengalaman dan sangat kuat di poin itu.”

“Jadi aku punya contoh yang bagus di dekatku,” kata Leclerc.

Ferrari, yang menjadi runner-up konstruktor tahun lalu, memetik hasil positif dengan mobil SF90 yang mereka pakai untuk balapan tahun ini ketika tes pramusim.

Ferrari, yang kembali akan menantang Mercedes, terakhir kali menjadi juara konstruktor pada 2008.

Vettel, sang juara dunia empat kali, mengincar kemenangan ketiga kali berturut-turut di Albert Park, seri pembuka F1 musim ini akhir pekan nanti.

Pada tahun lalu, Vettel mencuri gelar juara GP Australia dari Lewis Hamilton (Mercedes) tahun lalu usai diuntungkan ketika pebalap lain sedang berada di bawah virtual safety car.

“Terkait hal itu, kami lebih siap, mobil ini tampak bekerja baik dan tidak ada masalah sampai sekarang,” kata Vettel.

“Tentu ketika start, kalian sedikit tegang, kalian tidak tahu sebenarnya kalian di mana, dan kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi,” kata dia.

Balapan pembuka F1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Melbourne, akan digelar pada Minggu (17/3) pukul 12:10 WIB dan diawali dengan sesi latihan dan kualifikasi pada Jumat dan Sabtu.

Baca juga: Pratinjau – Ferrari siap tebar ancaman ke Mercedes di seri pembuka F1

Baca juga: Horner: Red Bull masih tertinggal jauh dari Mercedes, Ferrari

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pratinjau – Ferrari siap tebar ancaman ke Mercedes di seri pembuka F1

Musim lalu, Ferrari memang difavoritkan sebagai juara usai hasil bagus di paruh awal musim, namun Mercedes tak mau menyerah dan membuktikan mereka sebagai yang terbaik, untuk kelima kalinya secara berturut-turut

Jakarta (ANTARA) – Usai memetik hasil positif di tes pramusim di musim dingin, Tim Ferrari tiba di Melbourne, Australia yang cerah dengan harapan tinggi, mematahkan dominasi Mercedes di lima musim terakhir, dimulai dari Sirkuit Albert Park yang akan menjadi tuan rumah balapan pembuka Formula 1 2019 pada akhir pekan nanti.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel mengatakan bahwa atmosfer di dalam tim berjuluk Kuda Jingkrak itu sedang penuh gairah dengan kepala tim baru Mattia Binotto, yang menggantikan Maurizio Arrivabene, serta pebalap baru, Charles Leclerc, yang mengisi kursi Kimi Raikkonen yang pindah ke Alfa Romeo.

“Perubahan besar, tapi Mattia telah bersama tim ini lebih lama dari yang saya kira dan orang-orang lain yang bekerja di Ferrari, saya rasa lebih dari 25 tahun, jadi dia bukan wajah baru. saya kira orang-orang kenal dia, dan telah mempercayainya,” kata Vettel kepada Formula1.com.

Musim lalu, Ferrari memang difavoritkan sebagai juara usai hasil bagus di paruh awal musim, namun Mercedes tak mau menyerah dan membuktikan mereka sebagai yang terbaik, untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

“Tentunya ini tantangan baru, tapi saya kira bagi semua anggota tim kami jelas ingin membuka lembaran baru.”

“Kami memiliki kelemahan tahun lalu di sana-sini dan pastinya kami mencoba untuk memperbaikinya dan melakukan yang lebih baik tahun ini. Jadi semangatnya sudah benar, tim berada di jalur, mobil terasa enak jadi kita lihat bagaimana kami mengawali tahun ini,” kata Vettel yang tahun ini menamai mobil balapnya Leena, Lina atau Leana. Pengejaan resminya belum dikonfirmasi oleh si pebalap. Pembalap tim Ferrari, Sebastian Vettel beraksi saat hari pertama tes pramusim F1 2019 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Senin (18/2/2019) waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/pras.
Baca juga: Leclerc pandang tim rival masih “berpura-pura” di tes pramusim
Baca juga: Vettel: hari pertama tes pramusim nyaris sempurna

Kekhawatiran Mercedes
Sejak 2008, Vettel rajin menamai mobil yang dia gunakan balapan di Formula 1, mulai dari Julie untuk mobil Toro Rosso STR3, kemudian Kate, Luscious Liz, Kinky Kylie, Abbey, Hungry Heidi, Suzie, Eva, Margherita, Gina dan Loria.

Leena yang disematkan untuk mobil F1 Ferrari tahun ini, SF90, kemungkinan akan menjadi momok bagi Mercedes. Kepala tim Mercedes Toto Wolff menyatakan ancaman Ferrari itu nyata.

“Tahun lalu kami mengerahkan segala tenaga untuk menjadi yang teratas. Dari apa yang kami pelajari sejauh ini, tahun ini akan lebih berat,” kata Wolff seperti dikutip Reuters, Rabu.

“Melihat dari performa di Barcelona, sepertinya kami akan mendapati pertarungan yang layak di Melbourne,” kata Wolff.

Kalau pun Lewis Hamilton, juara empat kali dari lima musim terakhir, merasakan tekanan dari tim rivalnya, maka pebalap asal Inggris itu menyembunyikan perasaannya dengan baik.

Memenangi 11 balapan dari 21 tahun lalu, Hamilton akan mengincar gelar juara dunia keenam kalinya tahun ini untuk mendekati rekor Michael Schumacer, sang juara dunia tujuh kali.

Sementara juara dunia empat kali Vettel, yang hanya memenangi lima balapan musim lalu, akan mengincar kemenangan ketiga kalinya berturut-turut di Albert Park akhir pekan nanti, setelah pada tahun lalu menyingkirkan Hamilton, yang mengawali balapan dari pole position, setelah diuntungkan oleh penerapan Virtual Safety Car ketika balapan. Pebalap Mercedes Lewis Hamilton ketika turun di tes pramusim di Sirkuit Catalunya, Barcelona (1/3) (REUTERS/ALBERT GEA)

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc, juga akan membuat impresi awal di Australia bersama Ferrari, setelah tahun lalu debut bersama Alfa Romeo Sauber.

“Kualifikasi akan menjadi momen yang sangat bagus. Tentunya akan menjadi yang pertama di musim ini ketika setiap tim dan setiap mobil memaksimalkan potensi mereka… dan aku penasaran bagaimana jalannya nanti,” kata pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu.

Baca juga: Persaingan ketat Vettel, Hamilton pungkasi tes pramusim Catalunya
Baca juga: Formula 1 musim 2018 dalam restrospeksi

Kebangkitan Honda?
Di tempat lain, pebalap muda Red Bull Max Verstappen sudah bisa dibilang veteran di usianya yang ke-21. Pebalap asal Belanda itu sudah terlebih dahulu turun di balapan jet darat ketika berusia 17 tahun.

Kini, Verstappen akan berduet dengan Pierre Gasly (23) asal Prancis, sebagai duo pebalap muda Red Bull Racing.

Red Bull, yang kini menggandeng Honda sebagai pemasok power unit untuk mobil RB15nya, masih menyimpan ambisi untuk bisa menyalip Mercedes dan Ferrari di era mobil hybrid enam tahun terakhir.

Namun demikian, kepala tim Red Bull Christian Horner mengakui masih ada ruang yang banyak untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Mercedes dan Ferrari.

“Kami memiliki kerjasama yang mengesankan dengan Honda mulai akhir pekan ini jadi itu adalah awal yang positif tapi kami harus menjaga ekspektasi tetap realistis,” kata Horner di sela-sela peluncuran musim baru F1 di Melbourne Federation Square, Australia.
  Pebalap Formula Satu F1 Red Bull Max Verstappen berada di jalur pit saat uji pra musim di Circuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Rabu (27/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Albert Gea/djo

Musim lalu Red Bull, yang menggunakan power unit Renault, finish di peringkat tiga konstruktor di bawah sang juara Mercedes dan runner-up Ferrari.

Menggunakan mobil balap baru RB15 yang ditenagai oleh Honda, Red Bull mencatatkan hasil positif ketika tes pramusim di Sirkuit Catalunya, Barcelona, beberapa pekan lalu.

Namun, “Jaraknya masih jauh dari Mercedes dan Ferrari,” ungkap Horner.

“Tapi kami yakin kami bisa mengejarnya seiring berjalannya tahun ini.”

Baca juga: Horner: Red Bull masih tertinggal jauh dari Mercedes, Ferrari
Baca juga: Red Bull jalani hari produktif dengan Honda di Catalunya
Baca juga: Bos tim Red Bull sebut Hamilton takut dengan Verstappen

Daniel Ricciardo yang mental dari Red Bull ke Renault juga berharap keberuntungan kali ini datang di kampung halamannya, Australia, usai melewatkan podium tiga karena mendapatkan penalti turun tiga posisi karena pelanggaran teknis kecil.

Di Albert Park nanti, para penggemar juga akan diajak bernostalgia dengan kembalinya Robert Kubica di F1, kali ini bersama tim Williams, usai delapan tahun berkutat dengan cedera yang dia dapat dari kecelakaan reli.

Dengan regulasi baru tahun ini, khususnya di bagian aerodinamika mobil, para fans berharap tontonan sirkus jet darat itu akan lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya.

Mobil-mobil balap F1 tahun ini memiliki desain sayap depan dan belakang yang baru yang bertujuan untuk memudahkan pebalap menempel dan menyalip pebalap lainnya.

Juga akan diterapkan sistem pemberian satu poin tambahan bagi pebalap yang mencetak waktu putaran tercepat dengan syarat dia harus finis di peringkat 10 besar.

Balapan pembuka F1 2019 di Sirkuit Albert Park akan digelar pada Minggu (17/3) pukul 12:10 WIB dan diawali dengan sesi latihan dan kualifikasi pada Jumat dan Sabtu.

Baca juga: F1 perkenalkan perubahan regulasi aerodinamika musim balapan 2019
Baca juga: 10 alasan untuk tidak melewatkan balapan F1 2019
Baca juga: Pertarungan papan tengah Formula 1 2019 diprediksi akan sangat kompetitif

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Direktur Balap F1 Charlie Whiting meninggal dunia di Melbourne

Jakarta (ANTARA) – Race director Formula 1 Charlie Whiting, salah satu figur menonjol di dunia balap, meninggal dunia di Melbourne, Australia, Kamis pagi, di usia 66 tahun karena mengalami penyumbatan paru-paru (pulmonary embolism).

“Saya sangat sedih mengetahui kematian Charlie yang tiba-tiba. Saya mengenal Charlie Whiting bertahun-tahun dan dia adalah seorang race director yang hebat, figur utama dan tidak ada duanya di Formula 1 yang menjelma menjadi etika dan semangat dari olahraga yang fantastis ini,” kata presiden FIA Jean Todt dalam pernyataan tertulis di laman resmi FIA, Kamis.

Charlie meninggal tiga hari sebelum seri pembuka F1 2019 digelar di Australia.

Dia memulai karirnya di F1 pada 1977, ketika bekerja untuk tim Hesketsh, kemudian pada tahun 1980-an pindah ke Brabham.

Charlie telah menjadi bagian integral dari kejuaraan dunia Formula 1 sejak bergabung dengan federasi otomotif dunia FIA pada 1988 dan menjadi race director sejak 1997.

“Formula 1 telah kehilangan teman setia dan duta yang karismatik seperti Charlie,” kata Todt yang mewakili FIA dan komunitas otomotif dunia untuk menyampaikan belasungkawa.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Horner: Red Bull masih tertinggal jauh dari Mercedes, Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Red Bull Racing Christian Horner menyatakan bahwa timnya, yang mengawali rekanan dengan Honda, masih harus berbenah dan tertinggal jauh dari pesaing utama Mercedes dan Ferrari di musim balapan Formula 1 tahun ini.

“Kami memiliki kerjasama yang mengesankan dengan Honda mulai akhir pekan ini jadi itu adalah awal yang positif tapi kami harus menjaga ekspektasi tetap realistis,” kata Horner di sela-sela peluncuran musim baru F1 di Melbourne Federation Square, Australia, seperti dikutip Reuters pada Rabu.

Musim lalu Red Bull, yang menggunakan power unit Renault, finis di peringkat tiga konstruktor di bawah sang juara Mercedes dan runner-up Ferrari.

Menggunakan mobil balap baru RB15 yang ditenagai oleh Honda, Red Bull mencatatkan hasil positif ketika tes pramusim di Sirkuit Catalunya, Barcelona, beberapa pekan lalu.

Namun, “Jaraknya masih jauh dari Mercedes dan Ferrari,” ungkap Horner.

“Tapi kami yakin kami bisa mengejarnya seiring berjalannya tahun ini.”

Baca juga: Red Bull berbenah untuk tantang Mercedes dan Ferrari di 2019

Dengan Daniel Ricciardo pindah ke Renault, pebalap muda Max Verstappen (21) menjadi andalan tim di trek dan disebut-sebut sebagai salah satu penantang utama titel juara dunia tahun ini.

“Sangat menarik bisa menjajal mobil ini, dengan kerjasama baru bersama Honda,” kata Verstappen waktu tes pramusim.

Verstappen akan membalap bersam rekan barunya, Pierre Gasly, yang diambil dari Toro Rosso untuk menggantikan Ricciardo.

Pebalap Prancis itu mengalami dua kecelakaan ketika tes pramusim dengan mobil RB15 dan mengatakan bahwa dirinya masih harus banyak belajar di musim keduanya di Formula 1 tahun ini.

“Ini kesempatan yang luar biasa,” kata Gasly. “Bersama Red Bull mungkin adalah tempat terbaik, dengan mereka-mereka (tim) di samping saya.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rio Haryanto senang bergabung dengan Toyota Team Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebalap Formula 1 Indonesia Rio Haryanto mengaku bangga bisa bergabung ke dalam struktur tim balap pabrikan Yoyota, yakni Toyota Team Indonesia (TTI) dengan menempati posisi sebagai penasehat.

“Rasanya senang diajak untuk bergabung dengan TTI, apalagi posisinya sebagai penasehat. Senang dan bangga juga,” kata Rio dalam acara konferensi pers yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.

Setelah bergabung dalam tim tersebut, pria yang kini berusia 26 tahun itu mengaku akan menjalani tugasnya sebagai penasehat dengan cara berbagi pengalaman bersama seluruh pembalap yang ada di struktur TTI.

“Saya akan menjalankan tugas saya sebagai penasehat dengan sebaik-baiknya. Saya akan banyak berbagi pengalaman dan tips-tips mengenai balapan dengan semua pembalap TTI. Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk saya,” ujar Rio.

Pada kesempatan yang sama, Direktur TTI Memet Djumhana menuturkan perekrutan Rio Haryanto merupakan salah satu upaya pembaruan struktur tim TTI, sehingga diharapkan mampu meningkatkan prestasi di sepanjang musim 2019.

“Dengan masuknya Rio Haryanto sebagai penasihat TTI, kami berharap dia dapat memberikan kontribusi atau input kepada semua pembalap TTI, apalagi dengan segudang prestasi yang sudah dimilikinya. Kami berharap prestasi TTI terus bertambah,” ungkap Memet.

Selain penasehat, TTI juga telah merekrut dua pembalap baru sebagai bentuk penyegaran struktur pembalap di tahun 2019, yaitu Sabrina Sameh dan Herdiko Setya Putra. Keduanya akan dikerahkan untuk balapan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gymkhana.

Sementara itu, sebelum Sabrina dan Herdiko bergabung, struktur pembalap TTI terdiri dari Adrianza Yunial dan Anjasara Wahyu di ajang balap Gymkhana, serta Haridarma Manopo dan Demas Agil di ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).

Baca juga: Toyota Team Indonesia tambah dua pembalap baru
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toyota Team Indonesia tambah dua pembalap baru

Jakarta (ANTARA) – Toyota Team Indonesia (TTI) yang merupakan tim balap pabrikan Toyota secara resmi merekrut dua pembalap baru untuk mengarungi ketatnya persaingan di sepanjang musim balap 2019 di tanah air.

Direktur TTI Memet Djumhana menyebutkan kedua pembalap baru tersebut, yakni Sabrina Sameh dan Herdiko Setya Putra. Penambahan itu dilakukan sebagai salah satu bentuk penyegaran struktur pembalap di tahun 2019.

“Tahun ini, kami melakukan penyegaran dalam struktur pembalap dengan merekrut dua pembalap baru. Keduanya akan dikerahkan untuk balapan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gymkhana,” kata Memet dalam konferensi pers TTI di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.

Pada 2018 lalu, menurut dia, TTI sukses mengukir prestasi dalam dua ajang kejurnas, yaitu Kejurnas Gymkhana dan Kejurnas Indonesia Touring Car Championship (ITCC). Perekrutan dua pembalap baru itu pun diharapkan dapat menambah catatan prestasi TTI pada musim 2019.

“Saya berharap mereka berdua bisa cepat beradaptasi dengan tim. Saya juga yakin semangat dan kerja keras yang tinggi dari kedua pembalap baru itu akan menghasilkan kekuatan penuh bagi TTI di musim balap 2019,” ujar Memet.

Baca juga: Toyota tim Indonesia siap taklukkan musim balap 2019

Sebelum masuknya Sabrina dan Herdiko, struktur pembalap TTI terdiri dari Adrianza Yunial dan Anjasara Wahyu di ajang balap Gymkhana, serta Haridarma Manopo dan Demas Agil di ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).

Selain merekrut Sabrina Sameh dan Herdiko Setya Putra di struktur pembalap, kata Memet, pihaknya juga merekrut mantan pebalap Formula 1 Indonesia Rio Haryanto yang bertindak sebagai penasihat.

Sama halnya dengan penambahan dua pembalap baru, perekrutan Rio Haryanto juga merupakan salah satu upaya pembaruan struktur tim TTI denagn harapan mampu meningkatkan prestasi di sepanjang musim 2019.

“Dengan masuknya Rio Haryanto sebagai penasihat TTI, kami berharap Rio dapat memberikan kontribusi atau input kepada semua pembalap TTI, apalagi dengan segudang prestasi yang sudah dimiliki Rio. Kami berharap prestasi TTI terus bertambah,” ujar Memet.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toyota tim Indonesia siap taklukkan musim balap 2019

TTI terus melebarkan sayap di ajang balap Tanah Air, salah satunya rencana mengikuti Kejurnas Speed Offroad. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan Toyota New Fortuner untuk berjibaku di atas lintasan tanah.

Jakarta (ANTARA) – Toyota Tim Indonesia (TTI) yang merupakan tim balap pabrikan Toyota menyatakan siap mengarungi ketatnya persaingan di ajang balap Tanah Air sepanjang musim 2019.

“Dengan semangat bertarung yang kami refleksikan melalui tagline baru kami, yaitu Beyond Race, kami siap menaklukkan musim balap 2019,” kata Direktur TTI Memet Djumhana dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.

Pada 2018, kata Memet, TTI berhasil mengukir sejumlah prestasi di arena balap, di antaranya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gymkhana dan Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 1.600 Max.

“Keberhasilan TTI tentunya merupakan hasil dari sinergi yang tercipta dari seluruh sponsor, sehingga mampu menghasilkan prestasi yang maksimal di setiap balapan,” ujar Memet.

Baca juga: Lewat TTI , Toyota unjuk ketangguhan kendaraan

Saat ini, lanjut Memet, TTI terus melebarkan sayap di ajang balap Tanah Air, salah satunya rencana  mengikuti Kejurnas Speed Offroad. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan Toyota New Fortuner untuk berjibaku di atas lintasan tanah.

“Sebelumnya, Toyota New Fortuner sudah dua kali diuji coba di Sirkuit Offroad Tembong Jaya, Banten. Offroader asal Jepang Takuma Aoki akan menggeber mobil tersebut dalam Kejurnas Speed Offroad nanti,” tutur Memet.

Selain di arena balap, tuturnya, pada tahun ini pihaknya juga akan mengembangkan beberapa program, di antaranya coaching clinic, racing school dan racing exhibition.

Seluruh program tersebut, sambung dia, sejalan dengan visi dan misi TTI serta sesuai dengan tagline atau motto baru yang diusung TTI, yakni Beyond Race yang berarti lebih dari sekedar balapan.

“Dengan identitas baru kami ini (Beyond Race), kami yakin seluruh pebalap dan komponen tim memiliki semangat yang tinggi untuk meraih kemenangan di setiap ajang balap yang diikuti,” ujar Memet.

Baca juga: Dua pebalap Toyota Indonesia terjun di Fuji Speedway

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalani pemindaian CAT, Lorenzo didiagnosa alami retak tulang rusuk

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo didiagnosa dokter mengalami retak tulang rusuk pertama bagian kanan usai turun di balapan GP Qatar.

Juara dunia lima kali itu dalam akun resmi Instagramnya Selasa malam memposting foto dirinya ketika menjalani pemeriksaan pemindaian CAT.

“CAT selesai. Retak di rusuk pertama sisi kanan, tiga pekan / 1 bulan untuk pulih. Kami akan berjuang di Argentina,” demikian Lorenzo dalam akun Instagramnya.

Lorenzo terjungkal dari motornya di tikungan 6 Sirkuit Losail, Qatar, ketika menjalani sesi latihan bebas FP3 pada Sabtu namun dinyatakan sehat untuk menjalani balapan.

Cedera yang dia alami kemungkinan membutuhkan waktu sedikitnya tiga hingga empat pekan untuk sembuh, sementara Lorenzo bertekad untuk bisa turun di balapan kedua MotoGP musim ini yang akan digelar di Argentina dalam dua pekan ke depan.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur sambut baik pertemuan Jokowi dengan CEO Dorna

Mudah-mudahan ini semakin memacu kita untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi sebagai tuan rumah Moto GP

Mataram (ANTARA) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah menyambut baik pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ceo Dorna Sports Carmelo Ezpeleta di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (11/3).

“Mudah-mudahan ini semakin memacu kita untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi sebagai tuan rumah MotoGP,” ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, terselenggaranya MotoGP di Lombok, tentu menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat NTB. Sebab NTB  akan kedatangan wisatawan lebih banyak dan kesempatan kerja bagi masyarakat NTB menjadi melimpah.

“Ini tentu akan kita maksimalkan nantinya,” ucap Zulkieflimansyah.

Terkait persiapan NTB, Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengaku, pihaknya sudah sangat siap. Bahkan ia yakin pembangunan sirkuit jalan raya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah tersebut akan terealisasi sesuai yang direncanakan.

“Sirkuit ini bukan membangun sirkuit baru. Melainkan, jalan raya yang sudah ada di bangun, tapi digunakan sebagai arena balap. Kalaupun pembangunan hanya untuk tribun penonton. Itu saja,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut ajang balap motor bergengsi MotoGP akan membawa dua kemanfaatan bagi Indonesia dari sisi olahraga dan pariwisata.

“Kita akan dapat dua kemanfaatan selain olahraga, pariwisata kita juga akan secara brand akan terangkat. Dan Mandalika mendapatkan  investasi ini,” kata Presiden Joko Widodo saat menerima CEO Dorna Sport SL, ITDC, dan beberapa pembalap MotoGP di Istana Kepresidenan Bogor, Senin.

Pada kesempatan itu, Presiden yang didampingi Menpora Imam Nahrawi bertemu CEO Dorna Soprt, Carmelo Ezpeleta dan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer serta sejumlah pembalap.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengaku mendapatkan apresiasi terkait “street circuit” di Mandalika dari CEO Dorna Carmelo.

“Dan tadi Mr Carmelo menyampaikan bahwa ini adalah ‘street circuit’ yang katanya sangat indah sekali, mepet dengan pantai. Pantainya indah dan sirkuitnya mepet dengan pantai,” katanya.

Hal itulah yang menurut Presiden, akan sangat menguntungkan baik dari sisi olahraga maupun pariwisata bagi Indonesia.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden mengaku banyak membahas berbagai hal yang dibutuhkan sebagai sarana pendukung pelaksanaan MotoGP. Setelah itu, Presiden menambahkan akan menindaklanjuti dengan segera.

“Ini tadi baru saja saya bertanya, apa saja yang dibutuhkan. Baru ini tadi. Yang dibutuhkan apa? Oh ini pak. Ini-ini. Ok. Nanti akan saya rapatkan baru kita tindak lanjut. Karena sebenarnya infrastruktur juga kita butuhkan untuk diri kita sendiri. Ini hanya digeser ke arah pengembangan Mandalika karena memang Mandalika sudah kita putuskan sebagai 1 dari 10 destinasi wisata Indonesia selain Bali,” katanya.
 

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kelly Catlin pernah gegar otak sebelum bunuh diri

Ia mengalami sakit kepala berat dan sensitif terhadap cahaya

Jakarta (ANTARA) – Kelly Catlin, juara dunia balap sepeda tiga kali dan peraih medali perak Olimpiade 2016 asal AS yang meninggal pada usia 23 tahun, diketahui pernah mengalami geger otak geger otak sebelum nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri pada 8 Maret lalu.

Christine Catlin, saudara Kelly, kepada Washington Post, Senin mengungkapkan bahwa serangkaian kecelakaan yang menyebabkan patah tangan dan geger otak, membawa perubahan besar terhadap perilaku Kelly.

“Ia tidak bisa berlatih dengan baik seperti biasa. Ia mengalami sakit kepala berat dan sensitif terhadap cahaya,” kata Christine.

“Ia kemudian mencoba bunuh diri pada Januari lalu…ia menulis surat elektronik panjang kepada keluarga, mengatakan bahwa pikirannya selalu pada lomba. Kami menelpon polisi begitu menerima surat itu dan mereka datang pada waktunya untuk menyelamatkan dia ketika itu,” katanya.

Mark, ayah Kelly, menyatakan Minggu lalu bahwa putrinya meninggal akibat bunuh diri.

“Satu menit pun tidak pernah kali lewatkan untuk memikirkan tentang dia dan bagaimana menyenangkan kehidupan yang dijalaninya,” kata Mark tentang putrinya seperti yang
dikutip Velo News.

Geger otak berhubungan dengan trauma akut yang hanya dapat didiagnosa setelah kematian dan kebanyakan ditemukan pada ratusan mantan pemain sepak bola Amerika. Gejala tersebut juga kebanyakan ditemukan pada atlet veteran, bukan atlet muda seperti Kelly.

Sebelum nekad mengakhiri hidupnya, Kelly berjasa mengantar AS merebut gelar juara dunia nomor tim pursuit sebanyak tiga kali secara beruntun dari 2016 sampai 2018.

Kelly tidak hanya atlet berprestasi dunia, dia juga sedang mendalami ilmu komputer dan matematika di Universitas Stanford, setelah mendapatkan gelar sarjana muda bidang matematika dan Bahasa China. Ia juga pemain biola berbakat dan seorang seniman.
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Regulasi baru bakal berikan poin untuk pebalap waktu putaran tercepat

Jakarta (ANTARA) – Formula 1 akan menerapkan regulasi baru yaitu pemberian poin tambahan bagi pebalap yang mencetak waktu putaran tercepat di balapan mulai musim 2019 yang akan dibuka dengan GP Australia 17 Maret nanti.

Para petinggi F1 dan federasi otomotif internasional FIA telah berdiskusi soal pemberian poin tersebut dan telah mendapat dukungan dari Strategy Group, yang terdiri dari enam tim besar, dan juga Sporting Working Group, yang merupakan perwakilan dari setiap tim yang berlaga di F1, demikian laman resmi Formula1 pada Selasa pagi.

Aturan baru itu telah juga disetujui oleh dewan motorsport FIA pada 7 Maret lalu, demikian diberitakan Reuters.

Dalam regulasi tersebut, satu poin akan diberikan kepada pebalap yang mencetak waktu tercepat ketika balapan dengan catatan dia mampu finis di peringkat 10 besar.

Baca juga: Magnussen rasakan dampak positif regulasi sayap depan F1 2019

Selain pebalap, tim yang mobilnya mencetak waktu lap tercepat ketika balapan juga akan dihadiahkan satu poin tambahan untuk klasemen konstruktor.

Dengan demikian, akan ada tambahan 21 poin sepanjang musim balapan Formula 1 tahun ini.

Tahun lalu, Valtteri Bottas diberi penghargaan DHL Fastest Lap setelah mencetak paling banyak putaran tercepat ketika balapan yaitu tujuh kali selama musim balapan.

Peraturan ini bukan lah kali pertama diterapkan di Formula 1. Pemberian poin bagi pebalap dengan waktu putaran tercepat sudah diterapkan sejak seri pertama balapan F1 digelar hingga akhir musim balapan 1959.

Baca juga: Persaingan ketat Vettel, Hamilton pungkasi tes pramusim Catalunya

Baca juga: Otomotif (profil) – Cedera tak padamkan semangat membalap Kubica

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rins: Suzuki kencang di tikungan tapi masih kalah di lintasan lurus

Jakarta (ANTARA) – Mengawali musim balapan 2019 dengan hasil positif di Qatar, pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins dan Joan Mir mengakui timnya masih harus bekerja keras untuk bisa menjadi penantang utama Ducati dan Honda.

Rins dan Mir yang mengawali balapan di Sirkuit Losail, Qatar, dari P10 dan P11 usai menjalani hasil buruk di kualifikasi, menujukkan performa yang mengesankan ketika mereka mampu menyodok ke kelompok pebalap depan hampir sepanjang balapan untuk memperebutkan tempat di podium.

“Aku sangat menikmati balapan tadi,” kata Rins usai finis P4 dengan selisih 0,457 detik dari juara lomba di Losail seperti dilansir MotoGP.com, Senin malam.

“Apa yang kami lakukan selama musim dingin, ketika pramusim, kami menunjukkan hari ini bahwa kami melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Balapan ini fantastis, tapi sangat pelan. Aku mencoba menyalip Dovizioso sebelum lintasan lurus, juga Marquez, tapi mereka selalu melewatiku di trek lurus, sangat cepat,” kata Rins.

Rins mengakui jika Losail bukan sirkuit yang ramah terhadap motor Suzuki GSX-RR yang dia kendarai.

Walaupun demikian, Rins mampu menyeruak ke depan di tengah lomba menyalip Marquez dan juga Dovizioso di sektor dua dan tiga, bagian sirkuit yang disukai motor Suzuki.

Namun Dovi dan Marquez mampu melesat ke depan lagi berkat kecepatan motor mereka di lintasan lurus untuk menyalip Rins di tikungan pertama.

“Seperti yang kalian bilang di tikungan cepat kami memiliki kecepatan menikung yang sangat bagus. Tapi dengan semua kecepatan di tikungan itu, kami kalah di lintasan lurus. Tapi bagaimanapun juga kami memiliki hal baik dan buruk, Ducati juga punya poin bagus dan buruk,” kata Rins.

Balapan berikutnya yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, ketika Rins meraih podium pertamanya di kelas premier musim lalu, akan menyajikan trek yang lebih bersahabat dari Losail kepada motor Suzuki.

“Aku sangat berharap di Argentina. Aku mendapat podium pertamaku di sana tahun lalu, jadi kami akan tiba dengan performa bagus dan motivasi penuh dan aku akan mencoba semaksimal mungkin,” kata Rins.

Sementara itu, Joan Mir, yang finis P8 di Qatar dalam balapan debutnya tahun ini memiliki kesan positif dengan motor Suzukinya.

“Kami memiliki kecepatan yang bagus, juga ketika di FP4 kami menunjukkan kecepatan yang baik dan sama ketika di balapan,” kata juara dunia Moto3 2017 itu.

Mir sempat kehilangan posisi di rombongan depan di lap-lap terakhir karena berkutat dengan ban belakang motornya.

“Aku sangat senang tapi sayang di lap-lap terakhir banku habis, sangat lunak dan di akhir balapan dia sedikit tercabik. Pada akhirnya aku belajar banyak dari balapan ini dan ini lah yang kami lakukan. Belajar dari pebalap papan atas dan ini berarti mendekati mereka,” kata Mir.

Mir menjadi satu-satunya pebalap rookie yang meraup poin di balapan perdana musim ini. Usai menjalani balapan kelas premier pertamanya, Mir mengaku masih harus belajar bagaimana caranya membuat ban awet dan mengatur ritme balapan.

Gelaran MotoGP 2019 akan dilanjutkan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina diawali dengan sesi latihan bebas FP1 pada 29 Maret dan balapan pada 31 Maret.

Baca juga: Hasil GP Qatar, Dovizioso ulangi duel sengit dengan Marquez di Losail
Baca juga: Redam Marquez, Dovizioso rajai GP Qatar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebalap Badung-Bali didukung di ajang motokros internasional Kuwait

Saya berpesan kepada Diva untuk menjaga kondisi serta stamina agar dapat mengikuti kejuaraan dengan maksimal mengingat perbedaan suhu yang ekstrem antara Kuwait dan Indonesia

Badung (ANTARA) – Bupati Badung, Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, mendukung pebalap nasional Diva Ismayana yang akan bertanding mewakili Indonesia pada ajang kejuaraan balap motokros international di Kuwait.

“Saya berpesan kepada Diva untuk menjaga kondisi serta stamina agar dapat mengikuti kejuaraan dengan maksimal mengingat perbedaan suhu yang ekstrem antara Kuwait dan Indonesia,” ujar Bupati Giri Prasta, saat menerima pebalap Diva Ismayana, di Rumah Jabatan Bupati, Mangupura, Sabtu (9/3).

Ia juga meminta Diva untuk menjaga kesehatan, selalu berfikir positif serta memberikan dukungan moral kepada Diva agar dapat berprestasi pada ajang balap tersebut.

“Jadikan ajang motokros internasional ini sebagai motivasi dan momentum pengalaman untuk menorehkan prestasi dunia di bidang otomotif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp15 juta sebagai bentuk dukungan terhadap Diva Ismayana.

Sementara itu, Diva Ismayana menjelaskan, kedatangannya menemui bupati itu untuk memohon doa restu sebelum bertanding pada kejuaraan balap motocross International pada 15-16 Maret mendatang di Kuwait.

“Dari dua perwakilan untuk Indonesia yang diundang ke Kuwait, saya dan rekan saya yang berasal dari Jawa Barat merupakan posisi 1-2 the best dan berkesempatan mengikuti kejuaraan kelas 250 cc pada ajang International Motocross di Kuwait,” katanya.

Pemuda bernama lengkap, I Gusti Ngurah Diva Ismayana kelahiran 26 Oktober 2000 tersebut sebelumnya telah menggeluti dunia balap sejak usia lima tahun.

Dalam karirnya, telah banyak prestasi yang berhasil diraih di berbagai kejuaraan motokros. Bahkan, tahun lalu Diva menjadi juara di ajang Asia Supermoto. Diva juga telah dua kali mewakili Badung pada Porprov Bali dari tahun 2014.

Tjok Ari Wibisana Sudharsana, sebagai pembina dari pebalap Diva Ismayana beserta jajaran pengurus IMI Badung, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Bupati Giri Prasta atas restu, dukungan serta arahannya.

“Semoga dengan dukungan dari kita semua, Diva dapat memberikan hasil yang membanggakan bagi Badung, Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usai cedera, Crutchlow tak menyangka raih podium GP Qatar

Jakarta (ANTARA) – Pebalap asal Inggris Cal Crutchlow (LCR Honda) menjadi pahlawan GP Qatar usai pulih dari cedera pergelangan kaki dan bagian bawah kakinya dan merebut podium P3 pada Minggu malam waktu setempat.

Crutchlow finis 0,320 detik di belakang Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) yang menjuarai balapan di Sirkuit Losail itu dan Marc Marquez (Repsol Honda Team) sebagai runner-up, demikian laman resmi MotoGP.com pada Senin dini hari.

Crutchlow, yang mengalami cedera ketika turun di Phillip Island Oktober tahun lalu, sempat menjalani istirahat musim dingin dengan tidak bisa berjalan sehingga dia melewatkan dua tes pramusim awal di Valencia dan Jerez, Spanyol sebelum kembali turun di awal tahun di tes pramusim di Sepang dan Qatar dengan kaki yang belum benar-benar pulih.

Baca juga: Redam Marquez, Dovizioso rajai GP Qatar
Baca juga: Otomotif – Marquez pecahkan rekor lap Sirkuit Losail, puncaki FP2

Mengawali balapan GP Qatar dari P6, Crutchlow meraih podim ke-17 kali sepanjang kariernya di Moto GP pada balapan pembuka musim ini di Qatar.

“Aku jelas tak menyangka karena usai pemanasan pagi tadi aku tidak menyangka aku bisa bertarung di enam besar, apa lagi podium,” kata Crutchlow seperti dikutip MotoGP.com.

“Semua tim di LCR Honda Castrol melakukan pekerjaan yang hebat, kami tak pernah menyerah setelah musim dingin yang buruk karena kami tidak tahu kemana akan membawa motor kami, karena kami tidak pernah menjalani tes pada akhir tahun lalu.”

Pekan ini merupakan kali pertama bagi LCR Honda membawa dua motor spesifkasi 2019, ungkap Crutchlow.

Pebalap bernomor 35 lima itu pun mengaku sempat mengalami masalah dengan lengannya pekan ini karena lama tidak berlatih di gym tapi terasa baik ketika balapan.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada ahli bedah, fisioterapis, dokter serta tim yang membantunya mengatasi cedera yang bisa mengakhiri karirnya di balapan.

“Aku harus berterima kasih kepada banyak orang sehingga aku bisa membalap kembali, jujur,” kata Crutchlow yang menjalani balapan dengan masih menahan rasa sakit ketika balapan itu.

Baca juga: Hasil GP Qatar, Dovizioso ulangi duel sengit dengan Marquez di Losail
Baca juga: Qatar perpanjang kontrak menggelar MotoGP hingga 2031

GP Argentina pada 31 Maret akan kembali menjadi ujian bagi Crutchlow, yang menjuarai balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo itu pada tahun lalu.

“Kami tahu bahwa situasinya aneh tahun lalu ketika melihat Marc. Marc seharusnya bisa menang tahun lalu, aku tahu itu. Tapi dia tidak, dia melorot beberapa posisi ke belakang, jadi kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi di Moto GP,” kata Crutchlow soal kansnya di Argentina.

Mendapati dirinya sempat tak bisa berjalan, Crutchlow memiliki awal yang baru dan bertekad akan kembali bertarung untuk meraup poin di balapan-balapan selanjutnya.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Qatar, Dovizioso ulangi duel sengit dengan Marquez di Losail

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ducati Andrea Dovizioso mematahkan perlawanan juara MotoGP dari Tim Repsol Honda Marc Marquez di tikungan terakhir untuk memenangi balapan pembuka GP Qatar di Sirkuit Losail, Minggu malam.

Dovizioso, yang juga melakoni duel sengit dengan Marquez di Losail tahun lalu, mengalahkan sang rival asal Spanyol dengan margin tipis 0,023 detik untuk kembali mengklaim podium pertama di sana, demikian laman resmi MotoGP.com pada Senin dini hari.

Pebalap Inggris Cal Crutchlow finis ketiga untuk mempersembahkan podium bagi LCR Honda, satu posisi lebih baik dari finis tahun lalu, usai pebalap Suzuki Alex Rins membuat kesalahan dengan melebar di tikungan menjelang akhir balapan.

“Ini balapan yang aneh,” ungkap Dovizioso seperti dikutip Reuters, Senin dini hari. “Sangat sulit untuk mengatur ban.”

“Aku melihat Marc di lap terakhir kesulitan dengan ban belakangnya jadi bagus bagiku mengetahui hal itu dan aku berusaha keras di lap terakhir. Tapi Marc tak pernah menyerah dan selalu di sana,” kata Dovizioso.

“Aku bisa menyalip karena aku menekannya pada batasnya,” kata Dovi.

Statistik balapan menunjukkan seberapa banyak Dovizioso menggunakan bannnya, sementara pebalap rookie asal Prancis Fabio Quartararo yang start dari pit lane membuat catatan waktu lebih dari satu detik lebih cepat dari pemimpin balapan untuk mengejar ketertinggalannya.

Awal yang baik bagi Suzuki dengan Alex Rins yang start dari P10 mampu membuat kejutan dengan menyodok sebagai pimpinan lomba di lap kelima.

Dovizioso, Marquez dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) beberapa kali berebut posisi pimpinan lomba di grup terdepan.

Marquez sekali lagi menyodok di depan di dua lap terakhir namun Dovizioso tak mau menyerah, dan mengambil kembali pimpinan lomba di lap terakhir.

Seperti biasa, usai menempel ketat Dovi, Marquez mencoba mengambil kesempatan untuk menyalip Dovi di tikungan terakhir dalam duel klasik antara kedua pebalap itu namun sang pebalap Spanyol itu melebar sehingga Dovi melaju untuk menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis.

“Persis seperti tahun kemarin,” kata Marquez. “Aku mencoba untuk menekan tapi ketika kalian melakukan overtake di tempat yang kotor kalian pasti melebar dan kemudian sangat sulit untuk mempertahankan jalur. Bagaimanapun, aku mencoba untuk meraihnya.”

“Di akhir pekan ini, kami mengalami kesulitan dengan ban depan,” kata Marquez.

Pada sesi jumpa pers Cal Crutchlow berterima kasih kepada dokter dan tim bedah yang membantunya pulih usai mengalami cedera pergelangan kaki pada Oktober tahun lalu yang bisa mengakhiri karirnya di dunia balapan.

Sementara pebalap veteran Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang mengawali balapan dari posisi start 14 tampil impresif dengan finis di peringkat lima dengan selisih 0,6 detik dari juara lomba.

Sedangkan rekan satu timnya, Vinales, yang mengamankan pole position pertama tahun ini, harus puas finis di P7 di belakang pebalap Ducati Danilo Petrucci.

Joan Mir, pebalap rookie Suzuki finis fantastis di P8 dengan selisih lima detik dari juara lomba, diikuti oleh Takaaki Nakagami (LCR Honda) di P9.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dalam balapan debutnya finis P11, 0,011 detik di belakang Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) di P10, diikuti oleh Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing), Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team), Andrea Iannone (Aprilia Racing Team Gresini) dan Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) yang meraup poin balapan pertama itu.

Berikut hasil lengkap GP Qatar di Sirkuit Losail, Minggu:
1. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 42 menit 36,902 detik
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 42 menit 36,925 detik
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 42 menit 37,222 detik
4. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 42 menit 37,359 detik
5. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 42 menit 37,502 detik
6. Danilo Petrucci ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 42 menit 39,222 detik
7. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 42 menit 39,383 detik
8. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 42 menit 41,990 detik
9. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 42 menit 44,308 detik
10. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42 menit 46,538 detik
11. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 42 menit 46,549 detik
12. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 42 menit 49,676 detik
13. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 42 menit 51,209 detik
14. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42 menit 51,251 detik
15. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 42 menit 51,995 detik
16. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 42 menit 52,807 detik
17. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 42 menit 53,279 detik
18. Karel Abraham CZE Reale Avintia (Desmosedici GP18) 42 menit 59,874 detik
19. Tito Rabat ESP Reale Avintia (Desmosedici GP18) 42 menit 59,941 detik
20. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 43 menit 20,144 detik
Bradley Smith GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF
Jack Miller AUS Pramac Ducati (Desmosedici GP19) DNF
Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (Desmosedici GP18)* DNF
*Rookie

Klasemen pebalap sementara usia GP Qatar:
1. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 25 poin
2. Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 20 poin (-5)
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 16 poin (-9)
4. Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 13 poin (-12)
5. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 11 poin (-14)
6. Danilo Petrucci ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 10 poin (-15)
7. Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 9 poin (-16)
8. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 8 poin (-17)
9. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 7 poin (-18)
10. Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 6 poin (-19)
11. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 5 poin (-20)
12. Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) 4 poin (-21)
13. Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) 3 poin (-22)
14. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2 poin (-23)
15. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 poin (-24)

Baca juga: Yamaha, Ducati, dan Honda siap bertarung sengit di balapan pembuka

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Redam Marquez, Dovizioso rajai GP Qatar

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Ducati Andrea Dovizioso sukses meredam perlawanan pebalap Repsol Honda Marc Marquez dalam duel klasik dan menjuarai balapan perdana MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu malam (10/3) waktu setempat.

Dovi menyelesaikan balapan dengan waktu 42 menit 36,902 detik untuk menempati podium pertama, diikuti Marc Marquez sebagai runner-up (+0,023 detik) dan Cal Crutchlow (LCR Honda) di peringkat tiga (+0,320 detik) demikian laman resmi MotoGP.com pada Senin dini hari.
Baca juga: Yamaha, Ducati, dan Honda siap bertarung sengit di balapan pembuka

Pebalap rookie Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo, di balapan debutnya, gagal start dari P5 karena tidak bisa mengawali lap pemanasan sehingga dia harus start dari pit lane.

Start yang buruk pula bagi Maverick Vinales (Monster Energy MotoGP) ketika dia melorot dari posisi pole ke peringkat di luar lima besar di lap pembuka.
Baca juga: Vinales raih “pole position” pertama MotoGP 2019

Justru duo pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, yang menyodok dari posisi 10 dan 11 ke posisi tiga dan empat menempel ketat pemimpin balapan Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda).

Kejutan datang ketika Alex Rins mampu menyalip Dovi dan memimpin balapan dalam waktu lima lap.

Danilo Petrucci pun turut meramaikan persaingan di peringkat empat besar usai menyodok dari posisi start 7.

Dovi, yang mampu merebut kembali pimpinan balapan, beserta Rins, yang belum pernah mejuarai balapan Moto GP, dan Marquez bersaing ketat memperebutkan peringkat pertama di 10 lap terakhir.

Rins melebar di tiga lap terakhir sehingga Cal Crutchlow (LCR Honda) mengambil kesempatan tersebut untuk mengisi peringkat tiga menempel ketat Dovi dan Marquez.

Mendapat tekanan dari pebalap Honda, Dovi membuat kesalahan dan melebar di dua lap terakhir sehingga Marquez mampu mengambil alih pimpinan lomba, namun tak lama bagi pebalap Italia itu untuk mengambil alih posisi pertama satu putaran menjelang finis.

Marquez mencoba mengambil kesempatan untuk menyalip Dovi di tikungan terakhir dalam duel klasik antara kedua pebalap itu namun sang pebalap Spanyol itu melebar sehingga Dovi melaju untuk menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis.

Cal Crutchlow mengamankan podium pertamanya musim ini di peringkat tiga, diikuti oleh Rins di peringkat empat.

Sementara itu Valentino Rossi tampil impresif dengan finis di peringkat lima usai mengawali balapan dari P14.

Sedangkan rekan satu timnya, Vinales, yang mengamankan pole position pertama tahun ini, harus puas finis di P7 di belakang pebalap Ducati Danilo Petrucci.

Berikut hasil 10 besar balapan GP Qatar di Sirkuit Losail, Minggu:
1. A. DOVIZIOSO 42 menit 36,902 detik
2. M. MARQUEZ +0,023 detik
3. C. CRUTCHLOW +0,320 detik
4. A. RINS +0,457 detik
5. V. ROSSI +0,600 detik
6. D. PETRUCCI +2,320 detik
7. M. VIÑALES +2,481 detik
8. J. MIR +5,088 detik
9. T. NAKAGAMI +7,406 detik
10. A. ESPARGARO +9,636 detik
Baca juga: Otomotif – Marquez pecahkan rekor lap Sirkuit Losail, puncaki FP2

Baca juga: Qatar perpanjang kontrak menggelar MotoGP hingga 2031

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapolrestabes: kegiatan drag race cegah balapan liar

Medan (ANTARA) – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan kegiatan Drag Race dan Drag Bike dilaksanakan sebagai wujud tindakan pencegahan terhadap aksi balapan liar yang dapat membahayakan nyawa pengendara.

“Potensi yang dimiliki para drag race dan drag bike harus diangkat, serta dikembangkan tanpa harus melakukan upaya-upaya melanggar hukum,” kata Dadang, dalam sambutannya ketika membuka Kejuaraan Drag Race dan Drag Bike di Sirkuit NP Jalan Selamat Ketaren Medan, Minggu.

Kejuaraan tersebut, menurut dia, merupakan suatu acara yang sangat luar biasa karena hal ini berawal dari inisiatif.

“Rekan-rekan yang memiliki hobi di bidang otomotif, dan dilakukan sebagai wujud dari kesadaran untuk menyelesaikan suatu permasalahan tentang adanya balapan liar yang seringkali terjadi di wilayah hukum Polrestabes Medan,” ujar Dadang.

Ia menyebutkan, Polrestabes Medan melakukan kerja sama untuk menyalurkan berbagai hobi, talenta sehingga menjadi suatu kegiatan yang positif, bahkan mungkin memberikan dampak yang luas bagi seluruh masyarakat.

“Pada hari ini penyaluran bakat dan talenta dilakukan secara positif, serta diikuti beberapa peserta dari luar daerah. Kami berharap melalui kejuaraan ini berbagai potensi yang dimiliki akan dapat kita gali kemudian, akan menemukan bibit-bibit unggul yang baik,” ucap dia.

Dadang menjelaskan, hal ini merupakan langkah positif untuk membangun kecintaan kepada otomotif dan dapat disalurkan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Peserta Drag Race dan Drag Bike diikuti berbagai daerah yakni Sumut, Bandung (Onyes), dan Lampung (Nako Ramano).
Peserta terdiri dari 135 Drag Race dan 350 started Drag Bike.***3***

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yamaha, Ducati, dan Honda siap bertarung sengit di balapan pembuka

Jakarta (ANTARA) – Yamaha, Ducati, dan Honda menguasai hasil kualifikasi GP Qatar di Sirkuit Losail, Sabtu malam, di mana sembilan pebalap di grid terdepan merupakan pebalap dari ketiga pabrikan tersebut.

Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan start dari posisi pertama, diikuti oleh Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda Team) di baris terdepan, demikian laman resmi MotoGP pada Minggu dini hari.

Vinales mencatatkan waktu tercepat 1 menit 53,546 detik untuk menyingkirkan Dovizioso, juara GP Qatar musim lalu, di tempat kedua dengan selisih 0,198 detik.

“Saya kira kami cukup bagus di akhir pekan ini. Saya masih berusaha menemukan setup balapan namun cukup senang bisa mencatatkan waktu (1 menit) 53. Dan di time attack kedua saya berusaha yang terbaik dan membawa motor mencapai limitnya setiap waktu jadi itu hasil yang positif, walaupun demikian kami masih harus memperbaikinya,” kata Vinales kepada MotoGP.

“Saya kira cara membalap saya hari ini adalah yang terbaik dari Maverick di tiga musim terakhir, jadi saya kira saya berada di jalur yang benar, tapi tetap kami masih harus memperbaiki diri seperti di tikungan terakhir kami masih cukup lambat,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Dovizioso mengaku cukup puas dengan hasil di P2 usai mendapati hasil tes pramusim yang jeblok.

“Kami datang ke sini sebelum akhir pekan dengan perasaan yang kurang bagus usai hasil tes yang aneh. Tapi saya sangat senang karena di akhir pekan ini kami bekerja dengan baik, kami membuat perbaikan selangkah demi selangkah, dari latihan ke latihan. Namun kuncinya adalah tetap tenang baik ketika tidak memiliki kecepatan,” kata Dovi.

“Sangat senang bisa start dari baris terdepan, tapi kita harus lihat kondisi besok karena kalian tahu di gurun ini setiap hari bisa lain ceritanya, tapi kami sangat dekat dengan pebalap tercepat,” kata dia.

Tempat start ketiga diklaim Marquez dengan margin sangat tipis 0,001 detik lebih lambat dari Dovizioso.

Juara MotoGP tahun lalu itu mengeluhkan kondisi trek yang berangin dan suhu udara yang dingin.

“Hari ini kondisi trek tidak terlalu bagus terutama karena sangat dingin dan berangin,” kata Marquez.

“Hari ini kami sedikit kesulitan dengan kondisi yang berangin dan benar kemarin kami memiliki kecepatan yang lebih baik, ritme yang lebih baik, dan kami telah bekerja keras untuk balapan nanti. Kita lihat kondisi besok, jika akan tetap dingin seperti sekarang, kami harus menyintas,” kata rekan satu tim Jorge Lorenzo itu.

Sementara itu catatan waktu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi gagal menembus babak kualifikasi Q1.

Lorenzo juga menjadi pebalap pertama di sesi latihan FP3 yang terjatuh di tikungan 2 ketika menjalani putaran terakhirnya di sesi pembuka itu.

Mantan rekan satu timnya, Rossi pun mengalami kesulitan untuk memperbaiki catatan waktunya.

Dengan dua pebalap besar itu tersingkir dari persaingan di Q2, Jack Miller mengamankan posisi start dari baris terdepan kedua di P4, diikuti oleh pebalap rookie Fabio Quartararo yang melakoni debut dengan Petronas Yamaha SRT kemudian Cal Crutchlow dari LCR Honda, yang lolos ke Q2 bersama rekan satu timnya Takaaki Nakagami.

Baris ketiga akan dipimpin oleh pebalap Ducati Danilo Petrucci di P7 diikuti pebalap Italia lainnya Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda).

Duo pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, yang tampil impresif di tes pramusim, akan start dari P10 dan P11, diikuti Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) yang berada di posisi buncit Q2 untuk menempati P12.

Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) akan start terdepan di baris kelima di P13, diikuti Valentino Rossi di P14 dan Jorge Lorenzo di P15.

Berikut hasil lengkap babak kualifikasi GP Qatar di Sirkuit Losail (urutan, pebalap, tim, catatan waktu/selisih):

1. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha) 1 menit 53,546 detik
2. Andrea Dovizioso (Ducati) +0,198 detik
3. Marc Marquez (Repsol Honda) +0,199 detik
4. Jack Miller (Pramac Ducati) +0,263 detik
5. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) +0,400 detik
6. Cal Crutchlow (LCR Honda) +0,549 detik
7. Danilo Petrucci (Ducati) +0,654 detik
8. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) +0,690 detik
9. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +0,693 detik
10. Alex Rins (Suzuki Ecstar) +0,711 detik
11. Joan Mir (Suzuki Ecstar) +0,844 detik
12. Aleix Espargaro (Aprilia Gresini) +1,371 detik

Putaran pertama kualifikasi:
13. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati)
14. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha)
15. Jorge Lorenzo (Repsol Honda)
16. Pol Espargaro (Red Bull KTM)
17. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3)
18. Tito Rabat (Reale Avintia)
19. Andrea Iannone (Aprilia Gresini)
20. Karel Abraham (Reale Avintia)
21. Johann Zarco (Red Bull KTM)
22. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3)
23. Bradley Smith (Aprilia Gresini)

Waktu tercepat sesi latihan Jumat (8/3):
Marc Marquez (Repsol Honda) 1 menit 53,380 detik

Waktu tercepat tes pramusim Qatar 2019:
Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 1 menit 54,208 detik

Rekor ofisial GP Qatar:
Putaran terbaik:
Johann Zarco 1 menit 53,680 detik (2018)
Lap tercepat ketika balapan:
Jorge Lorenzo 1 menit 54,927 detik (2016)

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vinales raih “pole position” pertama MotoGP 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, meraih pole position atau posisi start terdepan dalam balapan perdana MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar, setelah menjadi yang tercepat dalam babak kualifikasi, Sabtu (9/3) malam setempat.

Vinales mencatatkan waktu tercepat 1 menit 53,546 detik untuk menyingkirkan Andrea Dovizioso (Ducati), juara GP Qatar musim lalu, di tempat kedua dengan selisih 0,198 detik, demikian laman resmi MotoGP.com pada Minggu dini hari.

Tempat start ketiga diklaim oleh juara bertahan Marc Marquez (Repsol Honda) dengan jarak sangat tipis yakni 0,001 detik lebih lambat dari Dovizioso.

Sementara itu catatan waktu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi gagal menembus putaran pertama kualifikasi.

Lorenzo menjadi pebalap pertama di babak kualifikasi yang terjatuh di tikungan kedua ketika menjalani putaran terakhirnya di sesi pembuka.

Mantan rekan satu timnya, Rossi pun mengalami kesulitan untuk memperbaiki catatan waktunya.

Dengan dua pebalap besar tersebut tersingkir dari persaingan putaran kedua kualifikasi, Jack Miller (Pramac Ducati) mengamankan posisi start dari baris terdepan kedua di urutan keempat, diikuti oleh debutan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) kemudian Cal Crutchlow (LCR Honda).

Baris ketiga akan dipimpin oleh Danilo Petrucci (Ducati) diikuti pebalap Italia lainnya Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda).

Duo pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, yang tampil impresif di tes pramusim, akan start dari urutan ke-10 dan ke-11, diikuti Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) yang berada di posisi buncit putaran kualifikasi kedua untuk menempati urutan start ke-12.

Sedangkan Rossi dan Lorenzo berturut-turut bakal start di belakang Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) yang menempati urutan ke-13 di barisan kelima.

Baca juga: Otomotif – Marquez pecahkan rekor lap Sirkuit Losail, puncaki FP2

Baca juga: Qatar perpanjang kontrak menggelar MotoGP hingga 2031

Berikut hasil lengkap babak kualifikasi GP Qatar di Sirkuit Losail (urutan, pebalap, tim, catatan waktu/selisih):

1. Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha) 1 menit 53,546 detik
2. Andrea Dovizioso (Ducati) +0,198 detik
3. Marc Marquez (Repsol Honda) +0,199 detik
4. Jack Miller (Pramac Ducati) +0,263 detik
5. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) +0,400 detik
6. Cal Crutchlow (LCR Honda) +0,549 detik
7. Danilo Petrucci (Ducati) +0,654 detik
8. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) +0,690 detik
9. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +0,693 detik
10. Alex Rins (Suzuki Ecstar) +0,711 detik
11. Joan Mir  (Suzuki Ecstar) +0,844 detik
12. Aleix Espargaro (Aprilia Gresini) +1,371 detik

Putaran pertama kualifikasi:
13. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati)
14. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha)
15. Jorge Lorenzo (Repsol Honda)
16. Pol Espargaro (Red Bull KTM)
17. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3)
18. Tito Rabat (Reale Avintia)
19. Andrea Iannone (Aprilia Gresini)
20. Karel Abraham (Reale Avintia)
21. Johann Zarco (Red Bull KTM)
22. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3)
23. Bradley Smith (Aprilia Gresini)

Waktu tercepat sesi latihan Jumat (8/3):
Marc Marquez (Repsol Honda) 1 menit 53,380 detik

Waktu tercepat tes pramusim Qatar 2019:
Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 1 menit 54,208 detik

Rekor ofisial GP Qatar:
Putaran terbaik:
Johann Zarco 1 menit 53,680 detik (2018)
Lap tercepat ketika balapan:
Jorge Lorenzo 1 menit 54,927 detik (2016)

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Otomotif – Marquez pecahkan rekor lap Sirkuit Losail, puncaki FP2

Jakarta (ANTARA) – Marc Marquez (Repsol Honda Team) memecahkan rekor waktu tercepat di Sirkuit Losail, Qatar, dalam sesi latihan bebas FP2 pada Jumat malam waktu setempat.

Juara dunia MotoGP musim lalu itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 53,380 detik untuk menggeser Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) di posisi kedua dengan selisih 0,474 detik, demikian laman resmi MotoGP.com pada Sabtu dini hari.

Di sesi latihan bebas yang sempat tertunda karena pemeriksaan kondisi trek, Jack Miller(Alma Pramac Racing) memiliki waktu tercepat ketiga dengan 1 menit 54,908 detik diikuti pebalap Ducati lainnya Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) dengan 1 menit 54,053 detik.

Pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) juga memetik hasil positif sebagai yang tercepat kelima, diikuti pebalap Ducati Andrea Dovizioso di P6.

Rekan satu tim Quartararo, Franco Morbidelli finis P7, diikuti pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins yang memperbaiki catatan waktunya di lap terakhir untuk meloncat ke 10 besar.

Kemudian ada Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) dan Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang berada di P9 dan P10.

Sementara itu, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang sempat menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas FP1 tak bisa memperbaiki catatan waktunya dan harus puas di peringkat 17 di FP2 dan finis P16 dengan kombinasi waktu FP1 dan FP2.

Rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo, juga terlempar dari peringkat 10 besar, usai menjadi yang tercepat kedua di FP1, dengan finis P11 di bawah Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) harus puas di P13 di bawah Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) di P12.

Sesi latian bebas akan dilanjutkan dengan sesi FP3 pada Sabtu.

Berikut hasil FP2 di Sirkuit Losail, Qatar, Jumat:

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 53.380 [Lap 16/18] 352km/h (Top Speed)
2. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1m 53.854 +0.474 [16/16] 337k
3. Jack Miller AUS Pramac Ducati (Desmosedici GP19) 1m 53.908 +0.528 [17/19] 352k
4. Danilo Petrucci ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 1m 54.053 +0.673 [15/16] 344k
5. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1m 54.154 +0.774 [15/17] 337k
6. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP19) 1m 54.256 +0.876 [14/17] 349k
7. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1m 54.275 +0.895 [12/16] 343k
8. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 54.320 +0.940 [19/19] 341k
9. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 54.367 +0.987 [14/15] 347k
10. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 54.402 +1.022 [15/17] 346k
11. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 54.428 +1.048 [15/17] 343k
12. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1m 54.444 +1.064 [16/17] 347k
13. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 54.452 +1.072 [12/17] 351k
14. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (Desmosedici GP18)* 1m 54.801 +1.421 [14/16] 343k
15. Tito Rabat ESP Reale Avintia (Desmosedici GP18) 1m 55.032 +1.652 [16/18] 347k
16. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 55.053 +1.673 [17/17] 345k
17. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1m 55.137 +1.757 [15/16] 343k
18. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 55.412 +2.032 [13/17] 341k
19. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 55.432 +2.052 [14/16] 343k
20. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1m 55.635 +2.255 [16/18] 345k
21. Karel Abraham CZE Reale Avintia (Desmosedici GP18) 1m 55.654 +2.274 [13/16] 342k
22. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1m 56.437 +3.057 [16/17] 338k
23. Bradley Smith GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 56.834 +3.454 [3/16] 346k

Waktu tercepat FP1
Valentino Rossi ITA Yamaha 1m 55.048

Waktu tercepat tes pramusim Qatar 2019:
Maverick Vinales SPA Yamaha 1m 54.208

Rekor resmi GP Qatar:
Lap terbaik:
Johann Zarco FRA Yamaha 1m 53.680 (2018)
Lap tercepat ketika balapan:
Jorge Lorenzo SPA Yamaha 1m 54.927s (2016)

Baca juga: Marquez: Honda buat kemajuan besar di setup motor

Baca juga: Marquez diperkirakan akan uji pertama di Sepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael petik hasil positif tes pramusim di Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael memetik hasil positif di dua tes pramusim Formula 2 2019 yang digelar di Sirkuit Jerez dan Catalunya, Spanyol.

Pebalap berusia 22 tahun tersebut merasa kian menyatu, baik dengan mobil maupun tim PREMA Racing menjelang musim balap FIA Formula 2 2019 digelar pada akhir Maret di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

“Ini modal bagus bagi saya. Biasanya saya selalu kesulitan ketika melakukan qualy run pada tes pramusim dan dampaknya terasa begitu musim berjalan. Sekarang saya merasakan sesuatu yang berbeda, dimana mobil terasa sudah menyatu dengan saya, sehingga saya mampu membuat lap time yang kompetitif,” ujar Sean dalam keterangan tertulis pada Jumat.

Pada tes pertama di Jerez, 26-28 Februari, Sean bukan hanya meraih hasil positif untuk qualy run (simulasi kualifikasi), namun juga race run (simulasi lomba). Secara konsisten Sean mampu menembus 10 Besar dengan selisih waktu kompetitif terhadap pebalap tercepat.

Hasil tersebut memberikan kepercayaan besar bagi Sean, mengingat tes pramusim adalah cerminan hasil ketika musim lomba telah bergulir.

Pada musim-musim sebelumnya Sean belum pernah menempati peringkat 10 besar apakah itu untuk qualy run atau race run. Namun kini dia terlihat jauh lebih baik.

Ketika tes pramusim di Catalunya, Barcelona, pada 5 hingga 7 Maret, hasil tes menunjukkan pola yang sama. Sean sangat mampu menjaga ritme penampilannya.

Karakter sirkuit yang berbeda tak membuat Sean kehilangan sentuhan gaya balapnya. Pada tes di Catalunya tersebut Sean mengulangi pencapaian sama seperti di Jerez, qualy dan race run-nya konsisten ada di 10 Besar.

Dengan hasil kualifikasi yang positif, Sean menatap optimistis untuk meraih poin bahkan podium untuk musim ini seperti ketika musim lalu dia start dari posisi 12 dan nyaris menang sebelum finis di posisi dua di Monte Carlo, Monako.

Selain itu, Sean juga mencatat kemajuan dari hasil simulasi balap (race run).

Baca juga: Sean Gelael masih dipercaya tim F2 Prema Racing

Pebalap Tim Jagonya Ayam itu mampu mencatat rata-rata waktu kompetitif pada dua hari terakhir tes di Barcelona. Bahkan, di sesi hari kedua, Sean menorehkan waktu rata-rata race run terbaik dengan mengungguli beberapa pebalap senior yang menjadi favorit untuk menjuarai Formula 2 musim ini, seperti Nyck De Vries, Luca Ghiotto, dan Sergio Sette Camara.

Musim ini adalah tahun keempat Sean tampil secara penuh di ajang Formula 2 serta untuk kali pertama tidak berpindah tim dari musim sebelumnya.

Kondisi tersebut akan membuat Sean lebih mengenal karakter tim dan diyakini bakal membuatnya jadi pebalap yang lebih baik. Di tim PREMA Racing Sean ditemani oleh Mick Schumacher, anak juara dunia F1 tujuh kali sekaligus pebalap legendaris Michael Schumacher.

Hasil Tes Jerez
(10 waktu terbaik)

Mick Schumacher (PREMA Racing) 1:24.028
Jack Aitken (Campos Racing) 1:24.240
Louis Deletraz (Carlin) 1:24.247
Nicholas Latifi (DAMS) 1:24.294
Nyck de Vries (ART Grand Prix) 1:24.357
Dorian Boccolacci (Campos Racing) 1:24.401
Giuliano Alesi (Trident) 1:24.401
Luca Ghiotto (UNI Virtuosi) 1:24.516
Sean Gelael (PREMA Racing) 1:24.528
Richard Verschoor (MP Motorsport) 1:24.638

Hasil Tes Catalunya
(10 waktu terbaik)

Nyck de Vries (ART Grand Prix) 1:27.024
Luca Ghiotto (UNI Virtuosi) 1:27.263
Louis Deletraz (Carlin) 1:27.421
Guanyu Zhou (UNI Virtuosi) 1:27.454
Nobuharu Matsushita (Carlin) 1:27.585
Nikita Mazepin (ART Grand Prix) 1:27.731
Jack Aitken (Campos Racing) 1:27.731
Sergio Sette Camara (DAMS) 1:27.821
Sean Gelael (PREMA Racing) 1:27.959
Ralph Boschung (Trident) 1:27.960

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Qatar perpanjang kontrak menggelar MotoGP hingga 2031

Jakarta (ANTARA) – Qatar akan tetap menjadi salah satu tuan rumah kejuaraan dunia balap MotoGP hingga setidaknya tahun 2031 setelah adanya persetujuan perpanjangan kontrak hingga lima tahun setelah kontrak pertama akan habis pada 2026, akan panitia MotoGP, Kamis, seperti dikutip Reuters.

Negara Teluk tersebut akhir pekan ini akan menjadi tempat pertama kalender MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, dimana pebalap Spanyol Marc Marquez akan memulai perburuan untuk meraih gelar ke enam kalinya bersama tim Honda.

Qatar memulai debut sebagai tuan rumah MotoGP pada 2004. Kemudian pada 2008 di negara tersebut untuk pertama kalinya balap MotoGP berlangsung pada malam hari di bawah terang benderang cahaya lampu sorot.

GP MotoGP Qatar masih menjadi satu-satunya grand prix di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Rossi puas dengan progres Yamaha di Qatar

Baca juga: Vinales tercepat hari terakhir tes pramusim di Qatar
 

Penerjemah:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019