Hamilton kembali ke puncak usai juarai GP Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton kembali ke puncak klasemen pebalap setelah menjadi yang tercepat di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu.

Pebalap asal Inggris itu, yang menjuarai GP Spanyol 2017 dan 2018, kembali mengulangi kesuksesannya tahun ini dengan finis pertama, mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan selisih 4,074 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Hamilton, yang juga meraih kemenangan keempatnya di GP Spanyol, membuktikan omongannya untuk tidak memberikan ruang bagi rekan satu timnya, Valtteri Bottas ketika start.

Bottas, peraih pole position, mengulangi start yang buruk sehingga Hamilton dari P2 melesat ke depan untuk memimpin lomba.

Dengan strategi dua pitstop dan ban soft di akhir lomba, pebalap asal Inggris itu meraup poin penuh ditambah satu poin tambahan karena mencetak waktu tercepat di balapan.

Max Verstappen finis ketiga dengan mobil Red Bull bermesin Honda untuk mengungguli dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel di P4 dan Charles Leclerc di P5.

Dengan hasil tersebut, Hamilton kini mengemas total 112 poin dan menggeser Bottas dari pimpinan klasemen pebalap ke peringkat dua dengan selisih tujuh poin.

Verstappen naik ke peringkat tiga dengan 66 poin, unggul dua poin dari Vettel, diikuti Leclerc di peringkat lima dengan 57 poin.

Dengan kemenangan itu pula, Mercedes memperbaiki rekor mereka dengan finis 1-2 untuk kali kelima secara beruntun musim ini.

Baca juga: Mercedes dan Hamilton bahas kemungkinan pindah ke Ferrari
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mencetak hat-trick juara GP Spanyol dalam tiga tahun terakhir setelah menjadi yang tercepat di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu.

Pebalap asal Inggris itu, yang menjuarai GP Spanyol 2017 dan 2018, kembali mengulangi kesuksesannya tahun ini dengan finis pertama, mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan selisih 4,074 detik, demikian laman resmi Formula 1.

Hamilton, yang juga meraih kemenangan keempatnya di GP Spanyol, membuktikan omongannya untuk tidak memberikan ruang bagi rekan satu timnya, Valtteri Bottas di awal balapan.

Bottas, peraih pole position, kembali mendapati start yang buruk sehingga Hamilton dari P2 melesat ke depan untuk memimpin lomba.

Dengan strategi dua pitstop dan ban soft di akhir lomba, pebalap asal Inggris itu meraup poin penuh ditambah satu poin tambahan karena mencetak waktu tercepat di balapan.

Dengan kemenangan itu pula, Mercedes memperbaiki rekor mereka dengan finis 1-2 untuk kali kelima secara beruntun musim ini.

“Ini berkat tim yang luar biasa. Sejarah sedang dibuat dengan lima finis 1-2 secara beruntun. Aku merasa sangat senang untuk setiap orang di tim,” kata Hamilton usai lomba.

baca juga:Mulai GP Spanyol, Hamilton tak beri ruang Bottas

Sementara itu, Bottas masih penuh dengan pernyataan ketika dia kembali mengulangi kesalahan di start lomba.

“Aku kehilangan di start, koplingnya bertingkah aneh. Sebagai tim ini luar biasa. Aku meraih poin bagus, setiap poin berarti,” kata pebalap asal Finlandia itu.

Di saat duo Mercedes tak terkejar di depan, dua pebalap Ferrari saling bersaing memperebutkan posisi satu sama lain.

Sebastian Vettel yang start dari P3 menderita flatspot akibat mengunci ban kanan depan di awal lomba dan kehilangan posisi setelah disalip Max Verstappen.

Pebalap asal Jerman itu juga kehilangan kecepatannya sehingga pada lap 12 harus membiarkan rekan satu timnya Charles Leclerc menyalip untuk P4.

Di lap 21 Vettel masuk pitstop terlebih dahulu untuk mengganti ban soft ke medium, sedangkan Leclerc enam lap kemudian berganti ban kompon hard.

Vettel yang menggunakan ban lebih cepat menyalip rekannya dari Monako itu di lap 36 untuk P4.

Power unit baru yang dibawa Ferrari ke Barcelona belum mampu mengalahkan dominasi rival mereka, Mercedes, dan bahkan dipecundangi oleh mesin Honda yang dipakai Red Bull.

baca juga:Jelang GP Spanyol, ini kata Vettel soal upgrade Ferrari

Drama Safety car terjadi di 20 lap menjelang finis setelah Lando Norris dan Lance Stroll bertubrukan di Tikungan 2.

Setelah trek dinyatakan aman di lap 52, Safety Car masuk ke pit lane dan balapan kembali berlangsung.

Seakan start ulang karena jarak antar pebalap kembali dekat, Hamilton mampu keluar dari tekanan untuk tetap memimpin balapan dengan melesat 4 detik di depan pesaing terdekatnya.

Max Verstappen finis ketiga untuk Red Bull, mengungguli dua pebalap Ferrari, Vettel di P4 dan Leclerc di P5.

“Riuh di Tikungan 1 jadi aku mengalah dan mendapati posisi yang bagus di sepanjang lap 1. Mercedes terlalu cepat hari ini, tapi kami juga kompetitif setelah mereka, dan menyenangkan bisa di atas podium,” kata Verstappen.

Rekan satu timnya, Pierre Gasly di P6 untuk menambah pundi-pundi poin tim. Diikuti oleh Kevin Magnussen yang mengklaim P7 untuk Haas.

Pebalap Haas lainnya, Romain Grosjean mengamankan poin terakhir yang tersedia di P10.

Carlos Sainz, yang tak pernah absen meraih poin di tanah kelahirannya, finis P8 untuk McLaren diikuti oleh Daniil Kvyaat di P9 untuk Toro Rosso.

Dengan hasil tersebut, Hamilton kini mengemas total 112 poin dan menggeser Bottas dari pimpinan klasemen pebalap ke peringkat dua dengan selisih tujuh poin.

Max Verstappen naik ke peringkat tiga dengan 66 poin, unggul dua poin dari Vettel, diikuti Leclerc di peringkat lima dengan 57 poin.

Hasil GP Spanyol:
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 66 lap
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 4,074 detik
3. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 7,679 detik
4. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 9,167 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 13,361 detik
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 19,576 detik
7. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 28,159 detik
8. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 32,342 detik
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 33,056 detik
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 34,641 detik
11. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 35,445 detik
12. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 36,758 detik
13. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 39,241 detik
14. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 41,803 detik
15. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 46,877 detik
16. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 47,691 detik
17. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 1 lap
18. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 1 lap

tidak finis
Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team
Lando Norris GBR McLaren F1 Team

baca juga:Mercedes dan Hamilton bahas kemungkinan pindah ke Ferrari

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari kecewa tak berkutik dengan mesin baru di Catalunya

Jakarta (ANTARA) – Ferrari merasa kecewa setelah gagal memberikan perlawanan kepada Mercedes di GP Spanyol, Minggu, dan malah lebih jauh mengungkapkan kelemahan mereka di balapan seri kelima musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan jika pengalaman tersebut tentunya akan membuat tim Kuda Jingkrak itu lebih kuat, namun kekecewaan kali ini lebih nyata.

Mercedes telah memborong kemenangan 1-2 di lima balapan musim ini, sementara Ferrari hanya meraih tiga kali finis ketiga dan bahkan gagal naik podium di Sirkuit Barcelona-Catalunya setelah dipecundangi Max Verstappen dengan mobil Red Bull bermesin Honda.

Binotto, dalam sesi jumpa pers usai lomba, didampingin oleh Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, mengakui jika Mercedes tampil sangat kuat musim ini.

“Di sisi kami, kami bisa bekerja sangat keras dan baik sedangkan musim masih panjang. Kami tidak akan menyerah. Saya kira itu pendekatan kami,” kata Binotto seperti dikutip Reuters.

Ferrari masih harus belajar banyak setelah membawa upgrade mesin mereka ke Barcelona.

Baca juga: Ferrari bawa power unit baru ke Barcelona

“Kami kecewa dengan balapan ini, kecewa karena performa di akhir pekan. Kami berharap bisa tampil lebih baik.”

“Kami membawa sejumlah upgrade, aero dan mesin, dan kami berharap untuk berada di pertarungan tapi itu tidak terjadi.”

Secara tenaga, di lintasan lurus, mobil SF90 terbilang cukup kencang namun Binotto mengakui mobil mereka memiliki kelemahan terutama di tikungan di mana mereka kehilangan banyak waktu karena kecepatan menikung yang rendah.

Hal itu akan tak menguntungkan tim yang bermarkas di Italia itu di balapan selanjutnya yang digelar di sirkuit yang sempit dan berliku di Monako.

Vettel, yang finis P4, berkutat dengan flatspot karena mengunci ban kanan depan ketika menuju Tikungan 1 setelah start.

Kedua pebalap juga kehilangan waktu berharga ketika masuk pit karena masalah alat pengencang baut roda.

“Hal paling penting bagi kami adalah bagaimana memahami untuk mengatasi batasan dan aku sangat yakin kami bisa melakukannya dengan cepat,” kata Binotto.

“Kami percaya pengembangan akan menjadi faktor kunci musim ini.”

Baca juga: Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Film dokumenter Schumacher diperkenalkan di Cannes

Jakarta (ANTARA) – Film dokumenter yang akan menampilkan rekaman yang belum pernah diterbitkan dan wawancara langka dengan juara dunia Formula 1 Michael Schumacher sedang dalam proses pembuatan dan akan diperkenalkan pada Festival FIlm Cannes.

Film tentang mantan pebalap F1 asal Jerman itu disutradarai oleh Michael Wech dan Hanns-Bruno Kammertoens yang sudah mendapat persetujuan dari keluarga Schumacher, demikian Reuters pada Senin.

Kedua sutradara mengumumkan hal itu pada Minggu di Cannes, Prancis, sebelum Festival Film Cannes digelar.

Saat ini film yang juga akan menampilkan wawancara dengan rekan dan kompetitor Schumacher sudah dalam proses pascaproduksi. Penjualan hak siar internasional film tersebut akan diluncurkan di Marche du Film, sebuah ajang bisnis yang digelar di sela-sela pameran sinema di French Riviera itu pada 14 Mei.

Film lain yang akan ditawarkan kepada pembeli adalah dokumenter tentang grup band rock Led Zepellin.

Baca juga:Aplikasi virtual diluncurkan untuk rayakan ulang tahun ke-50 Schumacher

Schumacher masih menjadi pebalap tersukses sepanjang masa dengan rekor 91 kemenangan Grand Prix. Dia memenangi dua gelar juara dunia Formula 1 bersama Benetton pada 1994 dan 1995 dan lima kali gelar berikutnya bersama Ferrari pada 2000-2004.

Schumacher genap berusia 50 tahun pada 3 Januari lalu namun sudah lama tidak tampil di depan publik setelah mengalami kecelakaan bermain ski di Pegunungan Alpen, Prancis, lima tahun lalu yang menyebabkan cedera kepala parah dan koma.

Januari tahun ini keluarga Schumacher mengeluarkan pernyataan bahwa Schumacher berada di “tangan yang paling tepat.”

Baca juga:Refleksi karir sang legenda Michael Schumacher

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dari F2 Monaco, tim Pertamina bertekad tambah poin maksimal

Kami harap kami bisa mendapatkan poin lagi di Monaco

Jakarta (ANTARA) – Tim Pertamina Prema Racing bertekad menambah poin maksimal dari balapan Formula 2 di Monaco, 24-25 Mei setelah kedua pebalapnya gagal mendapatkan hasil ideal pada balapan Sirkuit Batcelona, Spanyol akhir pekan lalu.

Berdasarkan data dari laman resmi Formula 2 yang dipantau dari Jakarta, Senin, pebalap Tim Pertamina yaitu Sean Gelael hanya puas berada di posisi sembilan di Race 1 dan hanya mendapatkan dua poin. Sedangkan pada Race 2 tanpa poin meski finis kesembilan.

Begitu juga dengan Mick Schumacher. Anak legenda balapan jet darat ini juga hanya finis diurutan 15 pada Race 1 dan berada di posisi 12 untuk Race 2.

Meski hanya mendapatkan tambahan dua poin di Barcelona, tim Pertamina Prema Racing tetap optimistis dan cukup yakin bisa ambil poin lebih banyak pada balapan berikutnya di Monaco.

Pada seri ketiga Kejuaraan FIA F2 2019 ini, degradasi ban menjadi masalah utama tim Pertamina Prema Racing. Kedua pebalap mengalami hal yang sama. Selain Sean, rekan setimnya Mick Schumacher pun mengakuinya.

Pada Race 2 di Barcelona, Sean dan Mick sempat berada dalam posisi perolehan poin, tapi kemudian melorot.

“Ketika ada di posisi 7 atau 8 saya masih bisa meladeni kecepatan mereka. Namun kemudian ban kami mengalami aus yang tinggi. Saya pun tak bisa bertahan,” kata Sean Gelael.

“Bukan akhir pekan yang saya harapkan, karena saya gagal mendapatkan poin di kedua race,” timpal Mick.

Bagi tim Pertamina Prema Racing, hasil di Barcelona memang jauh dari ideal. Sebelumnya pada balapan di Bahrain mereka bawa pulang delapan poin. Kemudian di Baku mendapat 15 poin. Dengan hanya mendapat tambahan 2 poin di Catalunya, tim Pertamina Prema Racing kini berada di posisi delapan klasemen tim dengan 25 poin.

Seri berikut di Monako diharapkan oleh Sean dan Mick lebih bersahabat mengingat trek ini lebih bagus buat ban.

“Balapan di Monaco balapan yang berbeda. Dengan pengalaman yang kami miliki, kami bisa berupaya lebih baik. Kami harap kami bisa mendapatkan poin lagi di Monaco,” kata Sean menambahkan.

Baca juga: De Vries juara, Sean gagal amankan poin Race-2 GP Spanyol

Baca juga: Sean Gelael kembali kemas poin di Race 2 GP Azerbaijan

Baca juga: Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020

Jakarta (ANTARA) – Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort akan kembali masuk kalender Formula 1 selama tiga musim mulai 2020 setelah absen selama 35 tahun dari ajang balapan jet darat itu, umum Formula 1.

“Dari awal jabatan kami di Formula 1, kami mengatakan jika kami ingin balapan di arena-arena balu, sekaligus menghormati akar sejarah olahraga ini di Eropa,” umum bos Formula 1 Chase Carey dalam pernyataan resmi, demikian Reuters pada Selasa.

GP Belanda tersebut tentunya akan diikuti oleh pahlawan lokal Max Verstappen yang saat ini berusia 21 tahun dan membalap untuk tim Red Bull Racing. Pebalap tersukses asal Belanda dan juga pebalap termuda yang menjuarai GP Formula 1.

“Oleh karena itu musim depan kami akan memiliki balapan jalanan baru yang akan digelar di Ibukota Vietnam, Hanoi, juga kembalinya Zandvoort, setelah absen selama 35 tahun.”

Carey mengungkapkan jika Formula 1 melihat tingginya antusiasme publik Belanda, khususnya dukungan mereka terhadap Max Verstappen di berbagai balapan yang diwarnai oleh warna oranye, warna identitas Belanda.

“Ini adalah trek yang ikonik dan bersejarah,” kata Verstappen.

“Aku pernah membalap di sana sebelumnya ketika di F3 dan sangat menyenangkan. Aku membandingkan trek itu dengan Suzuka… trek yang sangat cepat dan selalu menyenangkan memiliki balapan baru dalam kalender.”

“Sangat keren, dan dengan absennya area run-off, cukup sulit menemukan batasan. Di trek lain bisa lebih mudah, tapi itu lah yang membuatnya lebih menarik,” kata pebalap yang saat ini berada di peringkat tiga klasemnen itu.

baca juga:Red Bull klaim RB15 lebih cepat dari Ferrari di Baku

Balapan tahun depan akan menjadi GP Belanda ke-31 yang menjadi kalender resmi Formula 1. Zandvoort sendiri pertama kali menggelar balapan F1 pada 1952, kala itu pebalap Ferrari Alberto Ascari yang menang di sana.

Mendiang juara dunia asal Inggris Jim Clark menang di sana empat kali.

Sedangkan 1985 merupakan tahun terakhir GP Belanda digelar.

“Aku rasa GP Belanda, dengan popularitas Verstappen, akan sangat besar. Aku kira itu positif untuk Formula 1,” kata bos Red Bull Racing Christian Horner.

Balapan di Zandvoort merupakan kontrak kedua, setelah Vietnam, yang diraih oleh Liberty Media sejak mengambil alih kepemilikan F1 pada 2017 dari Bernie Ecclestone.

Balapan GP Prancis di selatan Le Castellet kembali ke 2019 setelah absen 10 tahun, namun kesepakatan itu dicapai oleh Ecclestone.

baca juga:Hamilton ungguli Bottas untuk bawa Mercedes finis 1-2 kelima kali
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas tercepat di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas melanjutkan dominasi Mercedes di Formula 1 dengan mencetak waktu putaran tercepat ketika tes resmi di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Selasa waktu setempat.

Pebalap asal Finlandia yang digeser dari puncak klasemen oleh rekan satu timnya Lewis Hamilton di GP Spanyol itu mencetak waktu tercepat 1 menit 15,511 detik, demikian Reuters.

Walaupun catatan waktunya lebih lambat dari yang diraihnya ketika mengunci pole position, 1 menit 15,406 detik, namun dia masih terlampau cepat dari waktu terbaik Hamilton pada kualifikasi.

Bottas juga melahap 131 lap, setara dengan jarak hampir dua balapan.

Pebalap Ferrari Charles Leclerc menjadi kedua tercepat dengan 1 menit 16,933 detik diikuti oleh pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat di tempat ketiga dengan 1 menit 17,679 detik.

Baca juga:Ferrari kecewa tak berkutik dengan mesin baru di Catalunya

Pebalap Kanada Nicholas Latifi, yang menjadi pebalap cadangan tim Williams, melahap paling banyak lap dengan 134 putaran walaupun pemuncak klasemen Formula 2 masih menjadi yang paling lambat catatan waktunya.

Sementara Callum Illot, juga pebalap F2 asal Inggris menguji mobil Alfa Romeo namun mengalami kecelakaan parah pada sesi siang. Mendapati mobilnya rusak parah, Illot mampu keluar dari mobil tanpa cedera.

Hasil tes resmi di Sirkuit Catalunya, Barcelona
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 15,511 detik
2. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 1,422 detik
3. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 2,168 detik
4. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 2,540 detik
5. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 2,629 detik
6. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 2,752 detik
7. Pietro Fittipaldi BRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,815 detik
8. Nick Yelloly GBR SportPesa Racing Point F1 Team + 2,850 detik
9. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 2,914 detik*
10. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 3,056 detik
11. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 4,208 detik*
12. Callum Ilott GBR Alfa Romeo Racing + 4,308 detik
13. Nicholas Latifi CAN ROKiT Williams Racing + 5,159 detik
* pengujian ban Pirelli

Baca juga:GP Belanda di Zandvoort kembali ke F1 pada 2020
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Verstappen yakin cuma Mercedes yang paham mobil

Mobil-mobil tidak mudah untuk dipahami agar bisa dipacu secepat mungkin. Mercedes tampaknya paham

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Red Bull Max Verstappen yakin hanya Mercedes yang benar-benar memahami kendaraan pada 2019 karena semua tim balap Formula 1 kesulitan selama musim ini.

Mercedes sejauh ini tampil dominan dan banyak orang kaget betapa pelan Ferrari sekarang. Verstappen saat ini menduduki peringkat ketiga peringkat pebalap di depan kedua pebalap Ferrari.

“Saya bukan perancang, saya cuma berusaha berkendara secepat saya bisa,” kata Verstappen kepada Autosport.

“Untuk sementara tahun ini, saya kira secara umum, mobil-mobil tidak mudah untuk dipahami agar bisa dipacu secepat mungkin. Mercedes tampaknya paham,” sambung dia.

“Mercedes begitu cepat sepanjang pekan dan saya kira kami telah melakukan tugas dengan baik untuk paling tidak melampaui satu Ferrari.”

Verstappen mengharapkan Red Bull terus meningkat untuk bisa menyaingi Ferrari pada peringkat kedua.

Baca juga: Bottas tercepat di Barcelona

Baca juga: Penalti tak masalah bagi Verstappen jika mesin baru Honda mumpuni

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Muhammad Sean Gelael meraih poin pertamanya di Formula 2 musim ini pada balapan Feature F2 di Sirkuit Baku, Azerbaijan, Sabtu.

Pebalap tim Prema Racing itu finis di posisi tujuh namun naik ke peringkat lima setelah pebalap tim Uni Virtuosi Racing Luca Ghiottho dan pebalap Campos Racing Dorian Boccolacci mendapat penalti turun peringkat. Dengan hasil itu Sean berhak atas 8 poin dari balapan pertama pekan ini di Baku.

Hasil yang cukup impresif mengingat Sean mengawali balapan seri kedua musim ini dari posisi paling belakang.

Feature Race Kejuaraan FIA Formula 2 2019 di Sirkuit Baku, Azerbaijan, berjalan dramatis. Seperti kebanyakan balapan di trek jalan raya, sejumlah insiden kecelakaan mewarnai balapan di Baku hari itu

Ketika awal drama terjadi tak lama selepas start, pebalap Team Jagonya Ayam Sean Gelael berhasil menghindari tabrakan beruntun di Tikungan 1 itu.

Sean yang start dari P19 memanfaatkan kesempatan melihat kejadian di depannya. Dia berhasil menghindari insiden tersebut dan memanfaatkannya untuk memperbaiki posisinya. Di akhir Lap 1 pebalap tim PREMA Racing itu melesat di posisi 10.

“Sesungguhnya kecepatan mobil kami memang ada di sepuluh besar dan saya tenang setelah ada di sana,” ujar Sean dalam pernyataan tertulis.

Baca juga: Sean Gelael incar poin pertama di Baku

Sean mencoba untuk tidak membuat kesalahan dan sebisa mungkin menjauhi potensi masalah dengan pebalap lain.

Menjelang akhir balapan, Sean disusul oleh Luca Ghiotto, sehingga melorot ke posisi 7.

Pebalap asal Italia itu diganjar penalti karena melakukan kontak dengan mobil Sergio Sette Camara sehingga menyebabkan mobil pebalap asal Brazil itu melintir dan menabrak tembok pembatas ketika Safety Car diberlakukan. Pebalap tim DAMS itu tidak bisa melanjutkan balapan.

Ghiotto mendapat penalti tambahan waktu lima detik sehingga di akhir balapan dia mundur dari P6 ke P9.

Pebalap tim Campos Racing Jack Aitken keluar sebagai juara di Baku, diikuti oleh Nyck de Vries dari tim ART Grand Prix di runner-up dan Jordan King dari tim MP Motorsport di peringkat tiga.

“Akhirnya saya pecah poin juga. Kita lihat besok akan seperti apa berbekal hasil ini. Saya yakin dengan performa mobil kami dan semoga kembali meraih hasil bagus,” ujar Sean yang pada Sprint Race hari Minggu (28/4) akan start dari P3.

Sementara itu rekan satu tim Sean, Mick Schumacher, gagal finis pada balapan hari ini.

Baca juga: Nyaris celakai petugas lintasan, Sean Gelael dihukum start di belakang
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas pole position di GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas akan start GP Azerbaijan dari posisi pertama setelah tampil tercepat pada sesi kualifikas, Sabtu.

Pebalap asal Finlandia itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 40,495 detik untuk mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, dengan selisih tipis 0,059 detik pada tempat kedua, demikian laman resmi Formula 1 pada Sabtu.

“Sangat senang bisa meraih pole di lap terakhir. Ferrari sangat cepat. Ini semua soal margin yang tipis,” kata Bottas usai sesi kualifikasi di Sirkuit Baku.

Posisi start ketiga diraih pebalap Ferrari Sebastian Vettel dengan selisih 0,302 detik dari Bottas.

“Musim ini sangat panjang dan sulit untuk menemukan keseimbangan… kami harap bisa melakukan yang lebih baik,” kata Vettel.

Pebalap Ferrari lainnya, Charles Leclerc, yang difavoritkan meraih pole position, justru mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi Q2 ketika menabrak tembok pembatas di salah Tikungan 8 yang sempit di sirkuit jalan raya itu.

Pebalap Williams Robert Kubica juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama ketika menjalani sesi Q1.

baca juga: FP2 GP Azerbaijan, duo Ferrari tercepat
baca juga:Sesi latihan GP Azerbaijan dihentikan karena insiden tutup drainase

Pebalap Red Bull Max Verstappen masih konsisten dan meraih posisi start P4, yang merupakan posisi start terbaiknya di Baku hingga saat ini.

Sergio Perez mengamankan P5 untuk Racing Point, diikuti oleh Daniil Kvyat dari Toro Rosso di P6 dan lando Norris dari McLaren di P7.

Pebalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi akhirnya menunjukkan kecepatannya pada P8. Namun pebalap asal Italia itu akan dihukum mundur 10 posisi start karena menggunakan komponen pengendali elektronik baru di mesinnya.

Kimi Raikkonen akan naik menempati posisi rekan satu timnya itu, sedangkan Charles Leclerc akan start dari P9 di depan Carlos Sainz dari tim McLaren.

baca juga:Gasly akan start dari pit lane di Baku

Formula 1 Azerbaijan Grand Prix – Hasil Kualifikasi
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 40,495 detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,059 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,302 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0,574 detik
5. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1,098 detik
6. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,186 detik
7. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1,391 detik
8. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1,929 detik
9. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 2,573 detik
10. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari tak ada catatan waktu
— Q2 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 41,388 detik —
11. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,010 detik
12. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1,089 detik
13. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,106 detik
14. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1,311 detik
15. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda tak ada catatan waktu
— Q1 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 41,335 detik —
16. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1,295 detik
17. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,072 detik
18. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 2,092 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,727 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 4,396 detik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Jakarta (ANTARA) – Charles Leclerc mengaku geram terhadap dirinya sendiri usai melakukan kesalahan yang menyebabkan mobil Ferrari SF90 yang ia kendarai menabrak tembok pembatas Sirkuit Baku di sesi kualifikasi GP Azerbaijan, Sabtu.

Leclerc, yang menguasai sesi latihan bebas sebelum kualifikasi, menjadi pebalap yang difavoritkan untuk meraih pole position di sirkuit jalan raya itu, demikian Reuters pada Sabtu.

Namun pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu mengunci ban mobilnya sehingga menabrak pagar pebatas di Tikungan 8 yang sempit di sesi kualifikasi Q2.

Pebalap Williams Robert Kubica juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama ketika turun di Q1.

“Aku bodoh, aku bodoh,” kata Leclerc seperti terdengar di radio komunikasi tim sebelum keluar dari mobil dan kembali ke garasi.

Baca juga:Bottas pole position di GP Azerbaijan
Baca juga:Leclerc waspadai kejutan Mercedes meski yakini kecepatan Ferrari

Kepada media dia kemudian dia mengatakan bahwa dirinya pantas mendapatkan itu.

“Aku sangat sedih dengan apa yang terjadi tapi aku pantas dapatkan itu. Aku bertindak bodoh, seperti yang aku katakan di radio. Aku telah tenang tapi tetap berpikir jika aku bodoh,” kata Leclerc.

“Aku akan berusaha keras belajar dari ini dan bangkit dan semoga memiliki balapan yang sangat baik besok,” kata pebalap yang akan mengawali balapan GP Azerbaijan dari P9 itu.

“Pole itu mungkin diraih hari ini dan aku membuang semua potensi itu,” kata Leclerc.

Leclerc, yang meraih pole position pertamanya di F1 ketika di GP Bahrain, mengungkapkan jika dia mengerem mobilnya seperti yang dia lakukan sebelumnya dengan ban kompon soft (lunak), tapi dia menggunakan kompon medium sehingga roda terkunci ketika mengerem.

“Aku tak ingin disalahpahami. Tak ada masalah dengan ban, hanya aku,” kata dia.

“Tapi untuk tiga atau empat jam berikutnya, aku akan memukuli diriku sendiri.”

Di sesi kualifikasi, pebalap Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton mengunci posisi start 1-2 untuk balapan pada Minggu. Rekan satu tim Leclerc, Sebastian akan start di P3.

Baca juga:Insiden tutup drainase di Baku, Williams tuntut kompensasi
Baca juga:Penalti tak masalah bagi Verstappen jika mesin baru Honda mumpuni
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas waspadai balapan tak terduga di Baku

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas yang akan mengawali balapan GP Azerbaijan, Minggu, dari pole position, mewaspadai balapan yang sulit diprediksi di Sirkuit Baku.

Rekan satu tim Bottas, Lewis Hamilton, memperkuat dominasi Mercedes pada sesi kualifikasi pada Sabtu dengan mengunci P2.

“Ini adalah balapan yang sangat tak bisa diprediksi, tapi kami senang bisa start 1-2 sebagai tim. Kami memiliki mobil yang kuat untuk balapan tapi di sini semuanya bisa terjadi. Ini adalah balapan yang penuh peristiwa… kalian bisa beruntung atau sial, kita lihat saja,” kata Bottas seperti dikutip laman resmi Formula 1 pada Sabtu malam.

Tahun lalu di Baku, peluang juara pebalap asal Finlandia itu terampas usai ban belakang mobilnya pecah saat memimpin lomba pada tiga lap terakhir.

“Banyak hal yang tak terduga bisa terjadi, jadi kami harus tetap fokus sebagai tim dan juga, bagiku, sebagai pebalap, fokus di setiap tikungan.”

Pada babak kualifikasi Sabtu, Charles Leclerc yang difavoritkan merebut pole position, mengalami kecelakaan ketika turun di Q2. Mobil Ferrari yang ia kendarai menabrak tembok pembatas di Tikungan 8 yang sempit di mana pebalap Williams mengalami kecelakaan serupa di sesi Q1.

baca juga:Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Jika Sirkuit Internasional Shanghai memiliki lintasan lurus sepanjang 1,2 km, Baku menawarkan trek yang lebih ekstrem. Keluar dari Tikungan 16, pebalap memiliki lintasan sepanjang 2,2 km di mana mereka bisa menginjak penuh pedal gas mereka untuk berpacu hingga Tikungan 1.

Selain lintasan lurus yang panjang, Baku memiliki sejumlah tikungan yang sangat sempit juga tikungan dengan sudut 90 derajat yang menuntut traksi yang baik di awal lap.

Secara umum Baku, dengan panjang lintasan 6 km dan total 20 tikungan, memiliki semuanya.

Baku juga selalu menawarkan balapan yang sulit diprediksi. Sejak balapan pertama pada 2016, Baku menjadi satu-satunya balapan dalam kalendar Formula 1 yang memunculkan pebalap di luar tiga tim terbesar yang naik podium.

Pebalap asal Meksiko Sergio Perez, dengan dua kali finis ketiga pada 2016 dan 2018 untuk Force India, sekarang berganti nama menjadi Racing Point, adalah satu-satu pebalap yang pernah naik podium lebih dari sekali di Baku.

Rekan satu tim Perez, Lance Stroll, juga pernah meraih pole position di Baku pada 2017 kala membalap untuk tim Williams.

Selain kejutan prestasi, para penggemar bisa menantikan balapan yang kacau di Baku. Seperti tahun lalu ketika persaingan ketat duo pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, menyebabkan kedua mobil mereka saling sundul dan gagal finis.

baca juga:GP Azerbaijan akan jadi ajang pembalasan Bottas
baca juga:Statistik balapan GP Azerbaijan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi boulder putri kejuaraan dunia panjat tebing di Chongqing

Atlet panjat tebing Indonesia Salsabila tampil pada babak kualifikasi boulder putri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing, Cina, Sabtu (27/8/2019). Sebanyak sepuluh atlet panjat tebing Indonesia mengikuti sejumlah seri ajang kejuaraan dunia untuk mengasah kemampuan agar lolos pra olimpiade Tokyo 2020. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp/pri

Mandiri Jogja Marathon 2019

Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri) melepas peserta saat acara Mandiri Jogja Marathon 2019 di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (28/4/2019). Perhelatan Mandiri Jogja Marathon yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan pariwisata yang mengambil start di Candi Prambanan, Yogyakarta itu diikuti sekitar 7500 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

Bottas ungguli Hamilton untuk juarai GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas keluar sebagai juara balapan seri keempat Formula 1, GP Azerbaijan di sirkuit jalan raya, Baku, Azerbaijan, Minggu.

Rekan satu tim Bottas, Lewis Hamilton finis sebagai runner-up dengan selisih 1,524 detik. Dengan hasil itu Mercedes kembali meraih finis 1-2 untuk keempat kalinya secara beruntun musim ini, demikian laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Sebastian Vettel 11 detik kemudian menyentuh garis finis untuk tempat ketiga bagi Ferrari.

Bottas memperoleh perlawanan ketat dari rekan satu timnya, Lewis Hamilton, ketika start. Namun, pebalap asal Finlandia itu tidak mau kecolongan seperti ketika di GP China, dan mampu mempertahankan pimpinan lomba di awal balapan.

“Balapan yang ketat walaupun mungkin tidak banyak hal yang terjadi di depan. Lewis memberiku tekanan setiap saat. Aku senang melihat bendera finis dan meraih tempat pertama ini,” kata Bottas usai lomba.

Dengan hasil itu, Bottas menjadi pebalap pertama musim ini yang memenangi lomba dari pole position.

Max Verstapppen kembali mempersembahkan poin untuk Red Bull setelah finis P4 diikuti pebalap Ferrari Charles Leclerc, yang mengawali balapan dari P8 dan finis P5.

Di saat pebalap lain melakukan pitstop pada 15 lap awal, Charles Leclerc berusaha menjaga usia ban medium yang ia gunakan dari start dan baru masuk pitstop pada lap 35 untuk menyelesaikan balapan dengan ban kompon soft.

Leclerc, yang memimpin balapan dari lap 14, keluar dari pit lane dan mendapati dirinya di P5 di belakang pebalap Red Bull Max Verstappen.

Pebalap asal Monako itu harus melakukan pitsop kedua tiga lap menjelang akhir balapan, mengganti ban soft baru untuk mengejar poin dari waktu putaran tercepat di balapan yang berhasil diraihnya di putaran terakhir.

Pebalap Racing Point Sergio Perez, yang pernah dua kali naik podium di Baku, harus puas finis P6, mengungguli dua pebalap McLaren Carlos Sainz (P7) dan Lando Norris (P8).

Sementara rekan satu tim Perez, Lance Stroll finis P9 diikuti oleh Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di P10 untuk meraup poin terakhir yang tersedia di balapan itu.

Sebelum balapan dimulai, sudah ada empat pebalap yang terkena penalti.

Kimi Raikkonen mengawali balapan dari pit lane setelah steward mendapati sayap depan mobil Alfa Romeo milik pebalap asal Finlandia itu lebih lentur 5 milimeter dari batasan yang diperbolehkan ketika uji beban. Tes itu ditujukan untuk menghindarkan tim memanfaatkan keuntungan aerodinamika dari bagian mobil yang fleksibel.

Pierre Gasly juga start dari pit lane berkat penalti ketika dia gagal memenuhi panggilan ke jembatan timbang waktu babak kualifikasi.

Pebalap Williams Robert Kubica memilih start dari pit lane untuk memungkinkan tim membuat perubahan set-up setelah pebalap asal Polandia itu mengalami kecelakaan di babak kualifikasi.

Rekan satu tim Raikkonen, Antonio Giovinnazzi dihukum mundur 10 posisi karena melakukan pergantian elemen pengendali elektronik (CE) power unit Ferrari yang digunakan di mobilnya.

Daniel Ricciardo mengalami gagal finis ketiga kalinya musim ini setelah terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat.

Mobil Renault Ricciardo menabrak Toro Rosso ketika mundur untuk kembali ke trek setelah kedua pebalap berhenti di bagian luar trek. Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan.

Pebalap Red Bull Pierre Gasly, yang berada di P6 waktu itu, harus merelakan gagal finis karena mengalami kendala dengan mesin dan berhenti di trek. Virtual Safety Car diberlakukan pada lap 40 setelah insiden tersebut.

Dengan hasil GP Azerbaijan itu, Bottas kembali meraih pimpinan klasemen pebalap dengan 87 poin, unggul 1 poin dari Hamilton.

Sebastian Vettel di tempat ketiga dengan 52 poin, unggul 5 poin dari rekan satu timnya. Sementara Max Vertappen menempel ketat Vettel di peringkat empat dengan selisih satu poin.

Baca juga: Bottas waspadai balapan tak terduga di Baku

Baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Baca juga: Bottas pole position di GP Azerbaijan
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sean Gelael kembali kemas poin di Race 2 GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Indonesia Sean Gelael kembali mengemas poin di balapan Formula 2 GP Azerbaijan setelah finis kedelapan di Race 2 pada Minggu.

Sean menyelesaikan balapan dalam waktu 48 menit 51,008 detik atau terpaut 7,724 detik dari Nicholas Latifi (DAMS) yang menjadi juara lomba, demikian laman resmi Formula 2 pada Minggu.

Pebalap tim Prema Racing itu melakukan start yang baik, melesat dari grid ketiga ke P1 menyusul Nikita Mazepin (ART Grand Prix) yang start dari pole position. Dari sana Sean bertahan di pimpinan lomba selama lima lap.

Namun sejak lap ketiga dia merasakan ada yang tidak beres dengan mobilnya sehingga Nicholas Latifi (DAMS) yang menguntit di P2 mampu memperkecil jarak dari 2 detik ke 0,9 detik.

Lalu ketika Latifi menyusul Sean dari sisi luar terjadi benturan di ban kanan belakang sehingga Sean kehilangan posisi dan juga mendapati keseimbangan mobilnya terpengaruh.

Setelah insiden itu, Sean praktis bertarung untuk tetap ada di perolehan poin di tengah beberapa insiden yang terjadi. Latifi sendiri keluar sebagai pemenang dan menjadi pebalap pertama musim ini yang bisa memenangi dua race.

Juan Manuel Correa (Sauber Junior Team by Charouz) finis sebagai runner-up dan Jack Aitken (Campos Racing) finis P3.

Sementara Sean mampu merebut poin terakhir yang tersedia di balapan itu di P8. Rekan satu tim Sean, Mick Schumacher finis P5 setelah pada Race 1 gagal finis.

“Masalah yang saya alami membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah sempat memimpin lomba, rasanya saya bisa lebih baik lagi dalam bertahan. Seri berikut di Barcelona sepertinya kami akan lebih kuat,” ujar Sean dalam pernyataan tertulis, Minggu.

Hingga seri kedua Sean berada di peringkat 13 klasemen pebalap sementara dengan 9 poin.

Seri berikutnya akan mengikuti balapan Formula 2 yang digelar di Barcelona 10-12 Mei.

Hasil Race 2 Formula 2 GP Azerbaijan:
1. Nicholas Latifi CAN DAMS 19 lap
2. Juan Manuel Correa USA Sauber Junior Team by Charouz + 0,9 detik
3. Jack Aitken GBR Campos Racing + 1,5 detik
4. Nyck de Vries NED ART Grand Prix + 2,6 detik
5. Mick Schumacher GER Prema Racing + 3,2 detik
6. Sergio Sette Camara BRA DAMS + 4,0 detik
7. Dorian Boccolacci FRA Campos Racing + 6,5 detik
8. Sean Gelael IDN Prema Racing + 7,7 detik
9. Callum Ilott GBR Sauber Junior Team by Charouz + 7,7 detik
10. Guanyu Zhou CHN UNI-Virtuosi Racing + 9,2 detik
11. Anthoine Hubert FRA BWT Arden + 11,0 detik
12. Nobuharu Matsushita JPN Carlin + 11,2 detik
13. Mahaveer Raghunathan IND MP Motorsport + 17,5 detik
Gagal finis
Luca Ghiotto ITA UNI-Virtuosi Racing
Jordan King GBR MP Motorsport
Nikita Mazepin RUS ART Grand Prix
Giuliano Alesi FRA Trident
Ralph Boschung SUI Trident
Louis Deletraz SUI Carlin
Tatiana Calderon COL BWT Arden

Baca juga: Sean Gelael raih poin pertama musim ini

Baca juga: Nyaris celakai petugas lintasan, Sean Gelael dihukum start di belakang

Baca juga: GP Bahrain, Sean Gelael finis P10 di race kedua

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Jakarta (ANTARA) – Mercedes memperpanjang dominasinya musim ini dengan mengunci finis 1-2 untuk keempat kalinya secara beruntun ketika Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton tampil kuat di GP Azerbaijan pada Minggu.

Bottas finis pertama di Sirkuit Baku dan menjadi pebalap pertama musim ini yang memenangi balapan dari pole position. Lewis Hamilton berada di runner-up dengan selisih 1,542 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Balapan kali ini juga merupakan ajang pembalasan bagi pebalap asal Finlandia itu setelah dia gagal meraih juara karena ban pecah ketika dia memimpin lomba tiga lap menjelang akhir balapan tahun lalu.

“Balapan yang ketat. Lewis memberiku tekanan setiap waktu, aku tak boleh membuat kesalahan,” kata Bottas usai lomba seperti dikutip Reuters, Minggu.

Bottas memperoleh perlawanan ketat dari rekan satu timnya ketika start. Namun, pebalap asal Finlandia itu tidak mau kecolongan seperti ketika di GP China, dan mampu mempertahankan pimpinan lomba di awal balapan.

“Aku terlalu bersahabat di Tikungan 1 dan pada dasarnya mengalah kepadanya,” kata Hamilton.

Dengan hasil itu Mercedes menjadi tim pertama yang finis 1-2 empat kali beruntun dalam sejarah 70 tahun Formula 1.

Sebastian Vettel menyentuh garis finis sekitar 11 detik kemudian. Ferrari kembali gagal menandingi Mercedes walaupun mereka memiliki keunggulan kecepatan di lintasan lurus.

Di belakang juara dunia empat kali itu ada Max Verstappen dari Red Bull yang konsisten mempertahankan rekor finis di peringkat empat besar.

Setelah mengalami kecelakaan di babak kualifikasi, perjuangan Charles Leclerc terbayar ketika finis P5 untuk Ferrari.

baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

baca juga:(Profil) – Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1

Di saat pebalap lain melakukan pitstop di 15 lap awal, Charles Leclerc berusaha menjaga usia ban medium yang ia gunakan dari start dan baru masuk pitstop pada lap 35 untuk menyelesaikan balapan dengan ban kompon soft.

Leclerc, yang memimpin balapan dari lap 14, keluar dari pit lane dan mendapati dirinya di P5 di belakang pebalap Red Bull Max Verstappen.

Pebalap asal Monako itu harus melakukan pitsop kedua tiga lap menjelang akhir balapan, mengganti ban soft baru untuk mengejar poin dari waktu putaran tercepat di balapan yang berhasil diraihnya di putaran terakhir.

“Sangat krusial meraih tempat ketiga, bagus untuk Charles yang meraih lap tercepat dan merebutnya dari para pebalap Mercedes,” kata Vettel usai lomba.

Pebalap Racing Point Sergio Perez, yang pernah dua kali naik podium di Baku, harus puas finis P6, mengungguli dua pebalap McLaren Carlos Sainz (P7) dan Lando Norris (P8).

Sementara rekan satu tim Perez, Lance Stroll finis P9 diikuti oleh Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) di P10 untuk meraup poin terakhir yang tersedia di balapan itu.

baca juga:Sesi latihan GP Azerbaijan dihentikan karena insiden tutup drainase

Sebelum balapan dimulai, sudah ada empat pebalap yang terkena penalti.

Kimi Raikkonen mengawali balapan dari pit lane setelah steward mendapati sayap depan mobil Alfa Romeo milik pebalap asal Finlandia itu lebih lentur 5 milimeter dari batasan yang diperbolehkan ketika uji beban. Tes itu ditujukan untuk menghindarkan tim memanfaatkan keuntungan aerodinamika dari bagian mobil yang fleksibel.

Pierre Gasly juga start dari pit lane berkat penalti ketika dia gagal memenuhi panggilan ke jembatan timbang waktu babak kualifikasi.

Pebalap Williams Robert Kubica memilih start dari pit lane untuk memungkinkan tim membuat perubahan set-up setelah pebalap asal Polandia itu mengalami kecelakaan di babak kualifikasi.

Rekan satu tim Raikkonen, Antonio Giovinnazzi dihukum mundur 10 posisi karena melakukan pergantian elemen pengendali elektronik (CE) power unit Ferrari yang digunakan di mobilnya.

Daniel Ricciardo mengalami gagal finis ketiga kalinya musim ini setelah terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat.

Mobil Renault Ricciardo menabrak Toro Rosso ketika mundur untuk kembali ke trek setelah kedua pebalap berhenti di bagian luar trek. Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan.

Pebalap Red Bull Pierre Gasly, yang berada di P6 waktu itu, harus merelakan gagal finis karena mengalami kendala dengan mesin dan berhenti di trek. Virtual Safety Car diberlakukan pada lap 40 setelah insiden tersebut.

Dengan hasil GP Azerbaijan itu, Bottas kembali meraih pimpinan klasemen pebalap dengan 87 poin, unggul 1 poin dari Hamilton.

Sebastian Vettel di tempat ketiga dengan 52 poin, unggul 5 poin dari rekan satu timnya. Sementara Max Vertappen menempel ketat Vettel di peringkat empat dengan selisih satu poin.

Setelah Azerbaijan, pawai Formula 1 akan dilanjutkan ke Barcelona pada 10-12 Mei.

Hasil balapan GP Azerbaijan 2019:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 51 lap detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 1,524 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 11,739 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 17,493 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 69,107 detik
6. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1 menit 16,416 detik
7. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1 menit 23,826 detik
8. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 1 menit 40,268 detik
9. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1 menit 43,816 detik
10. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
11. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
12. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
13. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1 lap
15. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2 laps
16. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2 laps
tidak finis:
Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda
Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team
Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda
Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Renault Daniel Ricciardo mendapat penalti mundur tiga posisi start pada balapan selanjutnya di Barcelona akibat terlibat insiden dengan pebalap Toro Rosso Daniil Kvyat di GP Azerbaijan, Minggu.

Ricciardo dan Kvyat berusaha saling menyalip namun terlambat mengerem dan berhenti di area run-off Tikungan 3.

Tak menyadari jika sang pebalap asal Rusia itu berhenti di belakangnya, Ricciardo menabrak mobil Kvyat ketika memundurkan mobilnya setelah kedua pebalap gagal mengantisipasi Tikungan 3 itu.

Kedua pebalap gagal menyelesaikan balapan dan steward menyalahkan Ricciardo dengan memberikan penalti mundur tiga grid juga pengurangan dua poin.

“Aku jelas tak merasa enak dengan apa yang baru saja terjadi,” kata pebalap Australia itu seperti dikutip Reuters, Minggu.

Ricciardo telah meminta maaf kepada mantan rekan satu timnya di Red Bull dan mengaku dia yang bertanggungjawab penuh soal insiden tersebut.

“Segera setelah aku berhenti di jalan keluar aku kira aku terburu-buru dan sedikit panik… hanya mencoba meminimalkan kerusakan dan sedikit mungkin kehilangan waktu.”

“Aku mundur dan jujur tidak tahu jika dia ada di sana. Aku kira karena terburu-buru aku tidak melihatnya,” kata Ricciardo. “Aku kira dia mampu memotong dan tetap berada di trek.”

baca juga:GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Ricciardo, yang menjadi juara di Baku pada 2017, gagal finis untuk ketiga kalinya musim ini. Dia hanya mampu sekali mengemas poin, seperti juga rekan satu timnya Nico Hulkeberg.

Kvyat menerima permohonan maaf Ricciardo usai lomba.

“Hal seperti ini terjadi, ini lah balapan seperti aku sering katakan ketika aku membuat kesalahan,” kata Kvyat, yang beberapa kali juga menyebabkan tabrakan dengan pebalap lain.

Baca juga: Leclerc merasa bersalah buang kesempatan raih “pole position” di Baku

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Jakarta (ANTARA) – Mercedes berhasil mencetak sejarah sebagai tim Formula 1 pertama yang merengkuh dua posisi terdepan empat balapan beruntun, setelah pembuka musim 

“Luar biasa kami bisa memecahkan rekor di tahun keenam kami, mencoba untuk menembus batas dan mencoba untuk tetap berdiri dan tidak menjadi terlalu percaya diri,” kata kepala tim Mercedes Toto Wolff usai GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, seperti dikutip Reuters pada Minggu.

Ferrari sebelumnya menorehkan enam kemenangan beruntun pada 1952 namun seri kedua balapan musim itu adalah Indianapolis 500, yang mana mereka tidak ikuti.

Tim-tim Formula 1 yang berlaga di tahun 1950-an juga menurunkan lebih dari dua mobil. Ferrari menempatkan keempat pebalapnya di peringkat teratas GP Jerman 1952.

Williams mengawali musim balapan 1992 dengan tiga kemenangan 1-2, dan menjadi tim pertama yang menjuarai lima balapan pertama tahun itu lewat pebalap Nigel Mansell.

Mercedes pernah meraih finis 1-2 sebanyak 12 kali pada musim 2015 namun tidak secara beruntun. Pebalap Ferrari Sebastian Vettel menjuarai balapan kedua di Malaysia musim itu.

Baca juga: GP Azerbaijan, Bottas bawa Mercedes finis 1-2 empat seri beruntun

Juara dunia lima kali Lewis Hamilton dan rekan satu timnya di Mercedes, Valtteri Bottas, telah sama-sama mengantongi dua gelar juara dan runner-up di empat balapan musim ini.

Bottas sementara unggul 1 poin dari Hamilton berkat poin tambahan setelah mencetak waktu putaran tercepat di GP Australia.

“Valtteri sangat meningkat tahun ini dan sangat senang dengan mobilnya, menunjukkan hasil dan membalap secara fantastis,” kata Hamilton.

“Jadi kami berdua tinggal menunjukkan performa hebat untuk mengalahkan para pebalap lainnya,” kata dia.

Baca juga:Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas puas, balaskan kesialan musim lalu di Baku

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas mengaku puas bisa membalas kesialannya tahun lalu di Sirkuit Baku dengan menjadi yang pertama menyentuh garis finis di GP Azerbaijan musim ini pada Minggu.

Pebalap asal Finlandia itu hampir menjadi juara di Baku musim lalu jika saja tidak mengalami pecah ban belakang di tiga lap terakhir ketika memimpin lomba sehingga trofi juara direbut oleh rekan satu timnya, Lewis Hamilton.

“Sangat berarti bisa menang,” kata Bottas usai lomba seperti dikutip Reuters, Minggu.

“Level performa kami sebagai tim luar biasa, itu lah kenapa aku selalu bilang ke tim jika aku bangga menjadi bagian dari itu.”

“Bagiku ini kemenangan kelimaku dan terasa bagus serta pembalasan untuk tahun lalu,” kata Bottas yang juga menjadi pebalap pertama yang menjuarai balapan dari pole position tahun ini.

Baca juga: Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Baca juga: Bottas ungguli Hamilton untuk juarai GP Azerbaijan

Bottas dan Hamilton telah sama-sama mengantongi dua gelar juara dan runner-up di empat balapan musim ini.

Bottas sementara unggul 1 poin dari sang juar dunia lima kali itu berkat poin tambahan setelah mencetak waktu putaran tercepat di GP Australia.

“Jelas itu penebusan bagi dia,” kata kepala tim Mercedes Toto Wolff.

Kesuksesan Mercedes di Baku hari itu sekaligus menciptakan rekor baru sebagai tim yang finis 1-2 empat kali beruntun di awal musim dalam sejarah Formula 1.

Baca juga:Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Sirkuit Baku, Leclerc akui strategi tim tak berjalan baik

Jelas hari ini tidak ideal tapi lebih karena strategi yang merugikan kami

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Charles Leclerc mengaku jika strategi yang diterapkan tim kurang berjalan baik ketika turun di balapan GP Azerbaijan, Sirkuit Baku, Minggu.

Leclerc yang start dari P8 dengan kompon ban medium finis kelima dengan dua strategi pit stop, demikian laman resmi Formula 1 pada Senin pagi.

Ferrari memilih melakukan strategi jarak panjang dengan ban medium bagi sang pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu di kala pebalap lain mengawali balapan dengan ban kompon lunak (soft).

Leclerc yang bertahan dengan bannya memimpin lomba di lap ke-13 di kala pebalap di barisan depan melakukan pitstop.

Pada lap ke-32 rival seperti Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton dari Mercedes, yang memperkecil jarak dengan ban yang lebih baru, menyalip sang pebalap muda Ferrari untuk meraih kembali pimpinan lomba.

Leclerc kemudian melakukan pit stop di lap ke-35 dan kembali ke trek di P5 di belakang pebalap Red Bull Racing Max Verstappen.

“Jujur aku rasa ada alasan untuk itu. Aku perlu terlebih dahulu melihat data sebelum membuat komentar,” kata Leclerc ketika ditanya kenapa tidak masuk pit lebih awal.

Baca juga:Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Pebalap asal Monako itu harus melakukan pitsop kedua tiga lap menjelang akhir balapan, mengganti ban soft baru untuk mengejar poin dari waktu putaran tercepat di balapan yang berhasil diraihnya di putaran terakhir.

“Aku sebenarnya bertanya apakah ada kemungkinan bagi kami untuk bangkit, dan mereka bilang tidak ada. jadi dari situ tidak perlu lagi menekan untuk mengejar mereka, tapi mencoba untuk menjaga ban dan melakukan waktu putaran tercepat saat aku memiliki kesempatan.”

Leclerc menekankan jika strategi yang mereka terapkan tidak berjalan baik hari itu, dan dia kembali menyalahkan dirinya sendiri yang melakukan kesalahan di babak kualifikasi. Mobil Lecrec menabrak pembatas Tikungan 8 yang sempit dan gagal memperbaiki catatan waktunya.

Padahal rekan satu tim Sebastian Vettel itu memiliki peluang mengunci pole position setelah tampil sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas hari sebelumnya.

“Jelas hari ini tidak ideal tapi lebih karena strategi yang merugikan kami. Hari ini bisa menjadi balapan yang sangat positif, jujur tidak ada masalah dengan Ferrari, hanya diriku sendiri kemarin.”

Finis kelima ditambah satu poin tambahan sebagai pebalap dengan waktu lap tercepat, Leclerc kini berada di peringkat lima klasemen pebalap sementara dengan 47 poin, terpaut empat poin di belakang pebalap Red Bull Racing Max Verstappen dan lima poin dari Sebastian Vettel.

Baca juga:Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raikkonen tak puas dengan hasil di Baku

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Alfa Romeo Kimi Raikkonen berharap mendapatkan hasil yang lebih baik di balapan GP Azerbaijan walau mampu mengemas poin setelah finis di P10 di Sirkuit Baku, Minggu.

Pebalap asal Finlandia itu menjadi satu-satunya pebalap di luar tiga tim teratas yang mencetak poin di setiap balapan Formula 1 musim 2019.

“Bukan akhir pekan yang mudah bagi kami,” kata Raikkonen seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Bukan rencana kami untuk start dari lintasan pit tapi apa yang terjadi terjadi lah, jadi satu poin adalah hasil maksimal yang bisa kami raih hari ini.”

Raikkonen sebenarnya mengunci posisi start ke-9 setelah kualifikasi namun terkena penalti jelang balapan ketika steward mendapati sayap depan mobil Alfa Romeo miliknya lebih lentur 5 milimeter dari batasan yang diperbolehkan ketika uji beban.

Tes itu ditujukan untuk menghindarkan tim memanfaatkan keuntungan aerodinamika dari bagian mobil yang fleksibel.

Raikkonen start di belakang Robert Kubica (Williams) dan Pierre Gasly (Red Bull) dari lintasan pit.

Raikkonen melakukan pitstop awal mengganti ban kompon lunak (soft) ke medium yang dia pakai untuk melahap 44 lap, paling banyak di antara pebalap lainnya.

Dia mampu melesat ke papan tengah berkat sejumlah pebalap yang gagal finis hari itu seperti Daniel Ricciardo (Renault), Romain Grosjean (Haas), Daniil Kvyat (Toro Rosso) dan Pierre Gasly (Red Bull).

“Setidaknya kami meraih satu poin, namun itu sulit. Kami masuk pit lebih awal untuk menghindari traffic tapi kemudian aku kesulitan sepanjang balapan setelah mengganti ban.”

Raikkonen akan berharap bisa memecahkan kutukan balapan selanjutnya di Barcelona di mana dia gagal finis di dua balapan terakhir GP Spanyol itu.

“Aku sedikit kecewa ketika aku berharap lebih tapi aku rasa balapan selanjutnya akan lebih mudah bagi kami,” kata Raikkonen.

Pebalap berjuluk si Manusia Es itu kini berada di peringkat delapan klasemen pebalap sementara dengan mengemas total 13 poin, sama dengan dua pebalap lainnya Sergio Perez (Racing Point) dan Pierre Gasly (Red Bull Racing).

baca juga: Bottas puas, balaskan kesialan musim lalu di Baku
baca juga:Di Sirkuit Baku, Leclerc akui strategi tim tak berjalan baik

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masih kalah dari Mercedes, Binotto puji performa Ferrari di Baku

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Ferrari Mattia Binotto memuji performa timnya ketika berlaga di GP Azerbaijan, Sirkuit Baku, pada Minggu walaupun belum mampu menandingi dominasi rival mereka, Mercedes, yang finis 1-2 empat kali beruntun musim ini.

Tim bermarkas di Italia itu mendapati hasil positif ketika tes pramusim dengan mobil tercepat dan meraih satu pole position, dua catatan waktu putaran tercepat dan tiga kali finis ketiga musim ini.

“Aku rasa jelas empat balapan di musim ini tidak ada kemenangan bagi Ferrari, empat kemenangan untuk Mercedes, tak diragukan lagi mereka sangat kuat,” kata Binotto seperti dikutip Reuters Senin pagi.

“Tentunya mereka (Mercedes) memiliki mobil yang sedikit lebih baik, tapi aku kira selisihnya tidak terlalu besar dan poin dari hasil itu belum mencerminkan potensi sesungguhnya dari mobil mereka,” kata Binotto.

Ferrari, yang merupakan tim tersukses di sejarah Formula 1, memenangi gelar juara dunia terakhir kali pada 2008 sementara Mercedes telah memenangi setiap kejuaraan di lima tahun terakhir.

Tim berjuluk Silver Arrow itu juga merayakan rekor finis 1-2 empat kali beruntun di awal musim balapan dengan dua pebalap itu.

Saat ini Ferrari terpaut 74 poin dari Mercedes di puncak klasemen konstruktor dengan 17 balapan tersisa musim ini.

Tampil lambat di Australia, Ferrari dominan di Bahrain jika saja masalah mesin tidak merampas kemenangan pertama Charles Leclerc.

Kemudian di China mereka kembali kehilangan kecepatan, sedangkan di Baku Ferrari mendominasi sesi latihan bebas namun kecelakaan ketika kualifikasi menghambat upaya Leclerc yang difavoritkan untuk meraih pole position.

baca juga: Di Sirkuit Baku, Leclerc akui strategi tim tak berjalan baik

“Mereka sangat bagus dalam hal membuktikan jika mereka memiliki kecepatan ketika situasi tidak mendukung,” kata mantan juara dunia Damon Hill kepada Sky Sports.

Sementara itu Binotto mengatakan Ferrari memiliki kecepatan yang dibutuhkan.

“Kemarin, seperti yang aku bilang ke Charles, kami memiliki potensi untuk pole, dan jika kamu membawa mobil cukup cepat untuk mencetak pole, kamu memiliki mobil yang secara keseluruhan bagus.”

“Di balapan hari ini, memang, kami tidak secepat mereka, tapi kami tidak finis 20 detik di belakang.”

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, yang finis P3 di Baku, menyamakan membuka potensi Ferrari dengan menyelesaikan permainan kubus Rubik.

“Kami memiliki banyak orang cerdas di tim yang bisa menyelesaikan permainan itu dalam waktu kurang dari dua menit,” kata Vettel. “Tapi dalam hal ini kubusnya sedikit lebih besar.”

baca juga:Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton: Ferrari harus segera membawa hasil

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mengatakan Ferrari harus segera menunjukkan hasil dengan membawa mobil yang cepat dan kompetitif jika tidak ingin balapan musim ini menjadi ajang persaingan pribadi pebalap Mercedes.

Tim paling sukses di sejarah Formula 1 itu kembali kecele di balapan GP Azerbaijan, Minggu, ketika Mercedes mencetak rekor finis 1-2 untuk kali keempat secara beruntun musim ini.

“Kami kira akan lebih ketat…tapi kami membawa hasil dengan persentase yang sangat-sangat tinggi,” kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Senin malam.

“Baik Valtteri (Bottas) dan aku keduanya bagus di setiap lap dan tim bekerja dengan sangat baik sementara mereka (Ferrari) tidak,” kata juara dunia F1 lima kali itu.

“Jika mereka bekerja dengan baik dan membawa hasil, maka kami akan memiliki persaingan lebih banyak.”

Saat ini Ferrari terpaut 74 poin dari Mercedes yang berada di puncak klasemen konstruktor dengan 17 balapan tersisa.

Sebastian Vettel berada di peringkat tiga dengan defisit 35 poin dari Valtteri Bottas yang berada di puncak pimpinan pebalap.

Ferrari mendominasi sesi latihan bebas pada Jumat dan Sabtu pagi di Sirkuit Baku. Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc menjadi pebalap favorit untuk meraih pole position jika saja tidak menabrak tembok pembatas ketika Q2 sehingga tidak mampu memperbaiki catatan waktunya.

Bottas menjadi pebalap pertama musim ini yang memenangi balapan dari pole position dengan menahan Hamilton di runner-up.

Sebastian Vettel menyentuh garis finis sekitar tujuh detik kemudian untuk naik podium ketiga, sementara Leclerc finis P5 dan harus cukup puas meraih satu poin tambahan sebagai pebalap dengan catatan waktu tercepat di balapan.

baca juga:Masih kalah dari Mercedes, Binotto puji performa Ferrari di Baku
baca juga:Di Sirkuit Baku, Leclerc akui strategi tim tak berjalan baik

Tampil lambat di Australia, Ferrari dominan di Bahrain jika saja masalah mesin tidak merampas kemenangan pertama Charles Leclerc.

Kemudian di China mereka kembali kehilangan kecepatan, sedangkan di Baku Ferrari mendominasi sesi latihan bebas namun kecelakaan ketika kualifikasi menghambat upaya Leclerc yang difavoritkan untuk meraih pole position.

“Mereka sangat bagus membuktikan jika mereka memiliki kecepatan ketika itu tidak dibutuhkan. Itu lah masalahnya,” ungkap juara dunia F1 1996 Damon Hill kepada Sky Sports.

“Mercedes sangat dewasa sekarang, mereka tidak perlu menunjukkan apa yang mereka bisa lakukan. Mereka hanya tahu di mana mereka berpijak dan bagaimana menggunakan kartu yang ada di tangan mereka.” kata Hill.

Hamilton dan Bottas sama-sama mengemas dua kemenangan dan dua finis runner-up hingga balapan keempat.

Namun Bottas unggul satu poin karena menjadi pebalap dengan waktu putaran tercepat di Australia.

baca juga:Bottas puas, balaskan kesialan musim lalu di Baku

Sebastian Vettel, yang meraih empat gelar juara dunia F1 bersama Red Bull, mengatakan jika balapan akhir-akhir ini menjadi sedikit membosankan.

“Sangat membosankan. Bukan hanya empat balapan ini. Sudah empat tahun ini kurang lebih,” kata sang pebalap Jerman itu.

“Kami berusaha sekeras mungkin. Tapi kalian harus menghormati jika mereka bekerja sangat bagus dan membawa mobil mereka di tempat yang benar setiap saat.”

“Tapi aku yakin. Aku percaya jika di tim ini aku bisa berkembang. Aku kira kami memiliki mobil yang bagus. Kami hanya belum mampu menempatkannya di tempat yang semestinya.”

baca juga:Ricciardo diganjar hukuman mundur tiga posisi start di Barcelona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Red Bull klaim RB15 lebih cepat dari Ferrari di Baku

Jakarta (ANTARA) – Tim Red Bull Racing mengklaim mobil RB15 mereka memiliki kecepatan lebih baik daripada mobil SF90 milik tim Ferrari ketika berlaga di Sirkuit Baku, GP Azerbaijan, Minggu.

“Secara umum kami memiliki balapan yang bagus,” kata pebalap Red Bull Max Verstappen seperti dikutip laman resmi Formula 1 Senin malam.

“Aku selalu selalu bisa melihat Mercedes dan Ferrari dan aku mencoba untuk memperkecil jarak.”

Di atas kertas, Red Bull menjadi tim terbaik ketiga di GP Azerbaijan. Verstappen finis keempat untuk kali ketiga setelah sebelumnya di posisi yang sama di Bahrain dan China.

baca juga:Masih kalah dari Mercedes, Binotto puji performa Ferrari di Baku

Di awal balapan di Baku, Verstappen sempat dikalahkan oleh Sergio Perez (Racing Point), namun di pertengahan lomba Verstappen naik ke peringkat empat dan mendekati pebalap Ferrari Sebastian Vettel sebelum Virtual Safety Car diberlakukan.

Rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly, yang kala itu melesat di P6, setelah start dari jalur pit, harus mengakhiri lomba karena mobilnya mengalami kerusakan as gardan.

Verstappen mengungkapkan jika mobil RB15 yang ia kendarai memiliki kecepatan yang bagus, khususnya dengan ban medium . Setelah berganti ban medium dia bisa memperkecil jarak (ke Vettel) menjadi tujuh atau delapan detik.

“Dengan Virtual Safety Car, aku rasa aku kehilangan banyak temperatur ban dan aku tak bisa kembali cepat seperti yang lain,” kata Verstappen.

“Di sini, temperatur ban adalah kunci dan kalian akan banyak melintir dengan temperatur yang rendah, jadi tidak sepadan mengambil resiko kehilangan posisi di putaran-putaran akhir,” kata pebalap asal Belanda itu.

baca juga:Bottas puas, balaskan kesialan musim lalu di Baku

Mendapat mesin spesifikasi baru dari Honda di Baku, Kepala tim Red Bull Racing Christian Horner pun membandingkan kecepatan mereka dengan tim rival, Mercedes dan Ferrari.

“Aku rasa kami sepertinya memiliki mobil yang lebih cepat dari Ferrari hari ini. Aku kira ketika kalian melihat Pierre… kecepatannya dibanding Leclerc, di paruh kedua balapan dia lebih kuat secara keseluruhan,” kata Horner.

Red Bull pun berharap bisa memetik hasil positif di balapan seri kelima, yang akan digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol dua pekan ke depan dengan membawa sejumlah upgrade.

“Performa di Barcelona tentu akan bergantung dengan upgrade yang dibawa… Tapi semoga kami bisa lebih kompetitif dan memperkecil jarak lebih dekat lagi,” kata Horner.

Red Bull saat ini berada di peringkat tiga klasemen konstruktor dengan 64 poin, atau terpaut 109 poin dari Mercedes, yang berada di pucuk klasemen dan selisih 35 poin dari Ferrari, yang berada di peringkat dua.

baca juga:Mercedes cetak sejarah rengkuh dua posisi terdepan empat kali beruntun

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bawa 29 poin dari Kejuaraan Asia Uzbekistan

Jakarta (ANTARA) – Timnas balap sepeda Indonesia disiplin raod race membawa pulang 29 poin dari kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, 23-28 April meski belum mampu menjadi yang terbaik.

“Memang benar. Itu poin keseluruhan. Pebalap kita yang paling banyak dapat poin Aiman Cahyadi. 20 poin,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Pada Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, 23-28 April, Indonesia menurunkan Sendy Nur Hasan dan Jamal Hibatulloh untuk kategori U-23 serta Aiman Cahyadi, Bambang Suryadi dan Jamalidin Novardianto untuk kategori senior.

Dengan tambahan 29 poin dari Kejuaraan Asia ini, kata Budi, Indonesia masih bertahan di posisi 71 dunia dengan total raihan 52 poin. Untuk posisi puncak kualifikasi Olimpiade 2020 masih bertahan dipegang oleh Belgia dengan total raihan 6.352 poin.

Kondisi tersebut jelas membuat timnas balap sepeda disiplin road race harus bekerja keras untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Banyak turun di kejuaraan internasional merupakan salah satu cara untuk menambah pundi-pundi poinnya.

“Saat ini kami masih menunggu konfirmasi resmi dari Federasi Balap Sepeda China untuk mengikuti tour di sana,” kata Budi Saputra.

Sementara itu, Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi mengatakan jika untuk meraih 20 poin di Uzbekistan sangat berat. Selain lawan yang kuat, cuaca dingin juga menjadi tantangan lain mengingat pebalap Indonesia jarang turun di balapan dingin.

“Kita sudah berusaha sekuat mungkin. Tapi pas ITT cuacanya hujan besar dan dingin sekali, 4 derajat. Saya kedinginan dan agak sesak nafas. Tapi alhamdulillah saya dapat 20 poin di road,” kata Aiman Cahyadi.

Dengan menjadi pebalap Indonesian yang saat ini paling banyak mendapatkan poin, Aiman mengaku akan terus berusaha mencari tambahan. Hanya saja semuanya tergantung dari PB ISSI maupuj klub yang saat ini menaunginya, PGN Cycling Team.

“Kemarin-kemarin kita (klub) gak dapat invitation dari beberapa lomba. Jadi gak bisa raih poin. Kita berharap bisa ikut banyak lomba UCI,” kata pria yang rangking individunya berada di posisi 38 Asia dengan total 95 poin itu.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alonso akan tinggalkan Toyota WEC usai Le Mans

Jakarta (ANTARA) – Fernando Alonso akan digantikan oleh pebalap asal Selandia Baru Brendon Hartley di tim Toyota World Endurace Championship (WEC) setelah ajang balapan Le Mans 24 Jam pada Juni mendatang.

Tim asal Jepang itu menyatakan pada Rabu, seperti dikutip Reuters, jika Alonso “akan menjelajahi petualangan baru olahraga otomotif di dalam keluaraga Toyota Gazoo Racing.”

Toyota tidak menjelaskan lebih lanjut secara detil namun mantan pebalap Formula 1 itu baru-baru ini menguji mobil Toyota Dakar Rally di Afrika Selatan. Musim selanjutnya ajang balap reli itu akan digelar di Arab Saudi pada Januari 2020.

Alonso menjuarai Le Mans dengan Toyota tahun lalu dan akan mencoba untuk memenangi Indianapolis 500 bersama McLaren akhir bulan ini untuk menjadi pebalap kedua setelah Graham Hill asal Inggris yang memenangi gelar Triple Crown dunia otomotif.

Titel Triple Crown disematkan kepada pebalap yang meraih kemenangan di GP Monako, LeMans 24 Jam dan Indianapolis 500. Namun juga ada variasi lain yang signifikan, di mana kemenangan pada GP Monako diganti dengan gelar Juara Dunia Formula 1.

“Sekarang adalah waktu yang bagus untuk mencoba tantangan baru dan ada banyak peluang menarik untuk dijelajahi dengan Toyota Gazoo Racing,” kata pebalap berusia 37 tahun yang pensiun dari Formula 1 tahun lalu itu.

“Kami masih memiliki dua balapan penting karena kami masih di dalam pertarungan untuk menjadi juara dunia WEC dan aku akan berusaha keras untuk memenangi keduanya.”

baca juga:Alonso puji performa McLaren, tapi tak tertarik balik ke F1

Sementara itu, Hartley memenangi Le Mans dengan Porsche pada 2017 dan juga meraih dua kali gelar juara dunia balapan ketahanan. Dia membalap di Formula 1 tahun lalu dengan tim Toro Rosso.

“Aku percaya kembali di WEC sebagai pebalap yang lebih kuat menyusul pengalaman di Formula 1,” kata Hartley.

WEC musim 2019-2020 akan dimulai di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 1 September hingga ke Le Mans pada 14 Juni 2020.

baca juga:Alonso ukir prestasi di balap 14 Daytona

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pratinjau – Menjaga momentum di Jerez

Jakarta (ANTARA) – Balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol musim lalu menjadi mimpi buruk bagi Jorge Lorenzo. Ketika sedang berburu podium, Lorenzo, yang kala itu membalap untuk Ducati, tabrakan dengan Dani Pedrosa (Repsol Honda) dan mantan rekan satu tim Andrea Dovizioso.

Tiga pebalap itu terjatuh beruntun. alhasil Ducati dan Honda harus merelakan podium kedua dan ketiga jatuh ke tangan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 2) dan Andrea Iannone (Suzuki Ecstar).

Di sirkuit tanah kelahirannya itu, Lorenzo telah menikmati kesuksesan sepuluh kali finis podium. Lima di antaranya menjadi juara, termasuk tiga kali pada kelas premier; juga tujuh kali pole position.

Saking spesialnya si pebalap asal Spanyol itu, Tikungan 13 di Jerez diberi nama Lorenzo.

“Jerez adalah salah satu sirkuit favoritku. Permukaannya biasanya memiliki banyak grip dan itu sangat cocok dengan gaya membalapku tidak seperti sirkuit lain yang telah kita kunjungi,” kata Lorenzo seperti dikutip laman resmi MotoGP Rabu.

“Aku telah fokus di balapan ini sejak awal musim… dengan tes yang terbatas, kami tahu seri-seri awal akan berat.”

baca juga :Lorenzo sampaikan pesan perpisahan untuk Ducati

Mengawali musim balapan MotoGP tahun ini dengan sejumlah cedera dan kesialan, pebalap berjuluk “The Spaniard” itu mengharapkan tidak mengecewakan para pendukungnya sebagai tuan rumah.

Jerez telah menjadi semacam ladang perburuan bagi Lorenzo. Meraih podium pertamanya dengan Ducati di sirkuit sepanjang 4,4 km pada 2017, Lorenzo sekali lagi dihadapkan dengan proses adaptasi, kali ini dengan Honda.

“Aku yakin kami bisa meraih hasil bagus dengan Repsol Honda Team setelah belajar banyak dari seri-seri pembuka,” kata rekan satu tim Marc Marquez itu.

Marquez pun memiliki rekor mengesankan di Jerez. Tujuh kali podium beruntun dalam tujuh balapan terakhir di sana.

Setelah gagal mempertahankan rekor selalu menang di balapan GP Amerika Serikat dua pekan lalu, juara dunia tujuh kali itu akan mengejar ketertinggalan 9 poin dari pemimpin klasemen pebalap sementara Andrea Dovizioso akhir pekan nanti.

“Jerez selalu menjadi balapan spesial karena ini adalah balapan pertama di Eropa dan banyak dukungan dari fans Spanyol,” kata juara GP Spanyol tahun lalu itu.

Sementara itu, sang pemuncak klasemen, Dovizioso tidak memiliki rekor yang terlalu bagus di Jerez. Pebalap asal Italia itu belum pernah naik podium di sirkuit itu sejak turun di kelas premier pada 2008.

Statistik menujukkan Dovi hanya dua kali naik podium ketiga di Jerez ketika membalap di kelas 250cc pada 2007 dan 2006.

Jerez mungkin trek yang sulit bagi Dovi dan juga Ducati, namun publik telah menyaksikan bagaimana pebalap bernomor 04 itu membalikkan situasi dengan didukung motor pabrikan asal Italia yang terus berkembang.

Lorenzo dan Marquez bisa jadi memiliki pendukung terbanyak di balapan GP Spanyol, namun Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) masih menjadi raja di Jerez.

Dengan rekor tujuh kemenangan, paling banyak di antara yang lain, Rossi saat ini berada di runner-up klasemen, terpaut tiga poin dari Dovizioso.

Pebalap asal Italia itu sedang dalam performa terbaiknya musim ini bersama Yamaha dengan finis runner-up dua kali di Argentina dan Amerika Serikat. Menang pada balapan seri keempat musim ini bisa melesatkan “The Doctor” ke pucuk pimpinan pebalap.

Rekan satu timnya, Maverick Vinales, juga mendapati motor Yamaha YZR-M1 tahun ini sebagai yang tercepat pada sejumlah sesi seperti latihan pramusim dan kualifikasi. Hasilnya, pebalap asal Spanyol itu dua kali start di grid terdepan, pole position di Qatar dan P2 di Argentina.

Walaupun belum mampu mengorversi kecepatannya pada kualifikasi menjadi finis podium, Vinales, dibekali senjata barunya dan juga dukungan dari publik tuan rumah, akan memiliki target yang serupa dengan Lorenzo dan Marquez.

baca juga:Sejumlah tim jalani tes jelang balapan di Jerez

Di Texas dua pekan lalu, Sirkuit Americas menjadi saksi titik balik bagi Alex Rins, yang untuk pertama kalinya menjuarai balapan di kelas premier. Rins melawan Rossi seperti pebalap veteran dan tetap tenang di tengah gempuran tekanan hingga melintasi garis finis sebagai yang terdepan.

Manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio mengungkapkan kemenangan di Austin seperti sebuah evolusi alamiah bagi Suzuki. Sedangkan John Hopkins, mantan pebalap Suzuki, menyatakan jika tim pabrikan asal Hamamatsu itu selalu membuat motor yang kompetitif yang mana kekuatan utamanya adalah di handling (pengendalian).

Terpaut lima poin dari Andrea Dovizioso di puncak klasemen, Rins memiliki bekal untuk menatap seri balapan di Jerez, di mana dia gagal finis pada tahun lalu. Justru Andrea Iannone lah yang merebut podium ketiga bagi Suzuki waktu itu.

baca juga :Menanti kejutan lain dari Suzuki
 

Menjelang GP Spanyol, keempat pebalap teratas klasemen dipisahkan jarak hanya sembilan poin. Perebutan gelar juara dunia tahun ini pun masih terbuka lebar.

Dovizioso, yang merebut pimpinan klasemen usai GP Amerika Serikat, mengatakan jika tahun ini terdapat lebih banyak pebalap yang kompetitif dibandingkan tahun lalu.

“Selain Marc, Rins dan Valentino sangat kuat dan mereka bisa benar-benar bertarung untuk gelar juara,” kata Dovi.

baca juga:Kembali naik podium, Rossi: perebutan gelar juara masih terbuka lebar

Sementara di persaingan tim independen, Jack Miller (Pramac Racing), yang finis podium tiga di Austin, kini memimpin dengan 29 poin.

Pebalap tercepat ketika tes pramusim di Jerez, Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu), terpaut tujuh poin dari pebalap Australia itu diikuti oleh rekan satu tim Cal Crutchlow yang mengemas 19 poin sejauh ini.

Di persaingan pebalap rookie, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) masih menjadi yang terkuat musim ini. Pebalap asal Prancis itu pun percaya diri bisa meneruskan tren tersebut di Spanyol sebagai modal menghadapi balapan selanjutnya di tanah kelahirannya.

Namun Francesco Bagnaia (Pramac Racing) mulai menemukan grip dengan motornya juga Miguel Oliviera (Red Bull KTM Tech 3) yang lebih bersinar ketimbang rekannya, Johann Zarco.

Balapan Gran Premio Red Bull de Espana akan memanaskan aspal Sirkuit Jerez-Angel Nieto dari 3 Mei-5 Mei, diawali dengan sesi latihan bebas FP1 dan FP2 pada Jumat, FP3 dan kualifikasi pada Sabtu. Balapan MotoGP sendiri akan dimulai Minggu pukul 19.00 WIB.

baca juga:Hasil GP Amerika, Marquez tumbang, Rins juara baru di Austin
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Honda bawa “upgrade” untuk Red Bull dan Toro Rosso di Baku

Jakarta (ANTARA) – Honda akan membawa sejumlah paket pembaharuan (upgrade) untuk Red Bull dan Toro Rosso di balapan seri keempat musim ini di Sirkuit Baku, Azerbaijan akhir pekan nanti.

Pabrikan power unit asal Jepang itu akan membawa mesin pembakaran dalam spesifikasi 2 jelang GP Azerbaijan, demikian laman resmi Formula 1 pada Rabu.

Walaupun unit yang akan dipasang ke mobil Red Bull dan Toro Rosso memberikan sedikit tenaga tambahan, Honda mengklaim jika perbaikan utamanya ada di area reliabilitas berkat ditemukannya masalah kendali kualitas di pergantian power unit mobil Daniil Kvyat ketika sesi latihan bebas FP1 di China.

“Akhir pekan ini kami akan membawa versi Spec 2 dari mesin pengapian dalam (ICE),  kami ke empat mobil sejak start awal pekan ini,” kata direktur teknis F1 Honda Racing Toyoharu Tanabe.

“Salah satu alasan kami membawanya ke balapan ini, kami menemukan masalah power unit milik Kvyat di China yang disebabkan masalah kontrol kualitas. Keuntungan utama dari Spec 2 ini adalah ketahanan dan usia yang meningkat serta reliabilitas yang lebih baik. Ini menawarkan sedikit peningkatan performa juga.”

Baku adalah sirkuit jalanan tercepat di kalender Formula 1. Red Bull tahun ini akan bertumpu pada power unit dari Honda untuk mengulangi kemenangan mereka di sana pada 2017.

baca juga: Ferrari kenalkan update SF90 di Azerbaijan
baca juga:Haas bakal temui lagi tantangan berat di Baku

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GP Azerbaijan akan jadi ajang pembalasan Bottas

Jakarta (ANTARA) – Menikmati penampilan kuat untuk Mercedes di tiga balapan awal musim ini, Valtteri Bottas akan menghadapi GP Azerbaijan, di Sirkuit Baku akhir pekan ini, untuk membalas kesialan yang dia alami tahun lalu.

Peluang meraih trofi juara Bottas dirampas ketika pebalap asal Finlandia itu mengalami pecah ban belakang ketika memimpin balapan di tiga lap terakhir dan harus menyerahkan podium pertama kepada rekan satu timnya Lewis Hamilton.

Musim lalu pun Bottas tidak mampu meraih kemenangan di satu balapan pun, sementara Hamilton mengoleksi tambahan 10 kemenangan sejak trofi juara pertamanya musim lalu di Baku.

Bottas usai istirahat musim dingin menikmati performa yang lebih kuat di awal musim dan memberikan perlawanan cukup ketat kepada rekan satu timnya dengan memimpin klasemen pebalap hingga balapan ketiga di China.

Hamilton mengambil alih pimpinan klasemen pebalap usai menjadi yang pertama finis di Sirkuit Internasional Shanghai dua pekan lalu.

“Tentunya aku ingin tetap memimpin tapi situasi sekarang seperti itu dan jika aku tetap menunjukkan penampilan yang bagus aku bisa membalikkannya,” kata Bottas seperti dikutip Reuters Rabu.

“Jadi itu akan menjadi tujuanku di Baku,” kata Bottas yang meraih pole position di China namun hanya mampu finis kedua itu.

baca juga : Ini kunci kemenangan Hamilton di GP China

Mencetak hat-trick finis 1-2 di awal musim menjadi modal Mercedes menghadapi balapan seri keempat di Baku, dimana mereka telah memenangi dua dari tiga balapan yang pernah digelar di sirkuit jalanan sepanjang 6 km itu.

Jika Sirkuit Internasional Shanghai memiliki lintasan lurus sepanjang 1,2 km, Baku menawarkan trek yang lebih ekstrim. Keluar dari Tikungan 16, pebalap memiliki lintasan sepanjang 2,2 km dimana mereka bisa menginjak penuh pedal gas mereka untuk berpacu hingga Tikungan 1.

Selain lintasan lurus yang panjang, Baku memiliki sejumlah tikungan yang sangat sempit juga tikungan dengan sudut 90 derajat yang menuntut traksi yang baik di awal lap.

Kombinasi seperti itu bisa cukup memusingkan para mekanik dalam menemukan setingan yang pas untuk mobil mereka. Apakah mobil harus memiliki downforce rendah untuk mencapai kecepatan maksimal yang tinggi di lintasan lurus tapi mengorbankan kelincahan di tikungan? atau haruskah teknisi meningkatkan sudut sayap untuk kegesitan di tikungan tapi jadi sasaran empuk di lintasan lurus?

Secara umum Baku, dengan panjang lintasan 6 km dan total 20 tikungan, memiliki semuanya.

Seperti Mercedes, Ferrari pun tak mau ketinggalan.

Terpaut 57 poin dari rival mereka di pucuk pimpinan konstruktor, tim yang tampil impresif di sesi tes pra-musim itu telah mengemas dua podium ketiga dari tiga balapan musim ini.

Pebalap baru Ferrari, Charles Leclerc memiliki sejarah di Baku, dimana dia pernah menjadi juara ketika masih membalap di Formula 2 pada 2017 lalu.

Baku menjadi sirkuit yang emosional bagi rekan satu tim Sebastian Vettel itu karena beberapa hari sebelum meraih trofi juara di sana, dan juga pole position, ayah sang pebalap asal Monako itu meninggal dunia.

“Baku adalah sirkuit yang sangat menuntut, tapi aku sangat menantikannya,” kata pebalap berusia 21 tahun, yang juga meraih poin pertamanya di Formula 1 di Baku tahun lalu dengan tim Sauber.

“Aku menyukainya dan selalu tampil sangat bagus di sana,” kata Leclerc.

baca juga:Berger: Ferrari terlalu dini terapkan “team order”
baca juga :Haas bakal temui lagi tantangan berat di Baku

Ferrari pun akan membawa update pengembangan mobil SF90 pada balapan GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, akhir pekan nanti.

Baku adalah sirkuit yang sangat efisien dan dipandang memiliki karakter yang lebih cocok bagi mobil Ferrari yang memiliki drag lebih rendah daripada Mercedes.

Jika tim Kuda Jingkrak itu bisa menemukan seting yang bersahabat dengan ban, yang mana mereka mengalami kesulitan di Australia dan China, Vettel dan Leclerc bisa menjadi penantang utama di Baku.

baca juga: (Profil) – Charles Leclerc dan kisahnya menuju Formula 1

Baku juga selalu menawarkan balapan yang sulit diprediksi. Sejak balapan pertama pada 2016, Baku menjadi satu-satunya balapan di kalendar Formula 1 yang memunculkan pebalap di luar tiga tim terbesar yang naik podium.

Pebalap asal Meksiko Sergio Perez, dengan dua kali finis ketiga pada 2016 dan 2018 untuk Force India, sekarang berganti nama menjadi Racing Point, adalah satu-satunya pebalap yang pernah naik podium lebih dari sekali di Baku.

Rekan satu tim Perez, Lance Stroll, juga pernah meraih pole position di Baku pada 2017, kala itu dia membalap untuk tim Williams.

Selain kejutan prestasi, para penggemar bisa menantikan balapan yang kaos di Baku. Seperti tahun lalu ketika persaingan ketat duo pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen, menyebabkan kedua mobil mereka saling sundul dan gagal finis.

Honda dipastikan akan membawa sejumlah paket pembaharuan (upgrade) untuk Red Bull dan Toro Rosso di Baku akhir pekan nanti.

Pabrikan power unit asal Jepang itu akan membawa mesin pembakaran dalam spesifikasi 2 jelang GP Azerbaijan.

baca juga: Tim Red Bull jalani musim balap baru dengan Honda

Walaupun unit yang akan dipasang ke mobil Red Bull dan Toro Rosso memberikan sedikit tenaga tambahan, Honda mengklaim jika perbaikan utamanya ada di area reliabilitas berkat ditemukannya masalah kendali kualitas di pergantian power unit mobil Daniil Kvyat ketika sesi latihan bebas FP1 di China.

“Salah satu alasan kami membawanya ke balapan ini, kami menemukan masalah power unit milik Kvyat di China yang disebabkan masalah kontrol kualitas. Keuntungan utama dari Spec 2 ini adalah ketahanan dan usia yang meningkat serta reliabilitas yang lebih baik. Ini menawarkan sedikit peningkatan performa juga,” ungkap direktur teknis F1 Honda Racing Toyoharu Tanabe.

Baku adalah sirkuit jalanan tercepat di kalender Formula 1. Red Bull tahun ini akan bertumpu pada power unit dari Honda untuk mengulangi kemenangan mereka di sana pada 2017.

“Ini adalah pertunjukkan yang besar,” kata Verstappen. “Semoga balapan tahun ini bisa membuat cerita yang bagus.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

M. Fadli incar posisi enam Asia demi lolos Paralimpiade

Jakarta (ANTARA) – Pebalap paracycling Indonesia Muhammad Fadli berusaha mengincar minimal posisi enam Asia demi bisa tampil pada kejuaraan bergengsi Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

“Itu target mininal. Harapan saya bisa lebih baik lagi,” kata M. Fadli saat dikonfimasi dari Jakarta, Rabu.

Perjuangan mantan pebalap motor untuk bisa lolos ke Paralimpade 2020 memang sudah dimulai. Pebalap asal Bogor, Jawa Barat ini terus mengikuti kejuaraan internasional yang didalamnya ada terdapat poin untuk menentukan lolos tidaknya ke kejuaraan empat tahunan itu.

Kejuaraan internasional terakhir yang diikuti M. Fadli adalah Asian Road Paracycling Championship (ARCC) 2019 di Tashkent Uzbekistan, Selasa (23/4). Hasilnya cukup mengembirakan karena mampu menjadi yang terbaik pada nomor Individual Time Trial (ITT).

Atlet paracycling pertama Indonesia akhirnya dinobatkan sebagai juara Asia nomor ITT setelah membukukan catatan waktu 30 menit 33 detik untuk menempuh jarak 20 km.

“Saat itu hujan cukup deras. Tapi saya berusaha tetap maksimal. Alhamdulillah rezeki tidak pernah ketuker. Got the Gold Medal and Rainbow from ARCC. Terima kasih atas dukungannya. Semakin terbuka peluang untuk Paralympic Tokyo 2020. Keep hard working,” kata M. Fadli menambahkan.

Setelah turun di Asian Road Paracycling Championship (ARCC) 2019 di Tashkent Uzbekistan, M. Fadli dijadwalkan bakal turun dibeberapa kejuaraan internasional yang sudah direncanakan.

“Ada tahun ini, ada juga yang tahun depan. Untuk tahun ini rencananya turun di kejuaraan Malaysia, Agustus nanti. Setelah itu di Belanda bulan September,” kata pebalap berusia 35 tahun itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari mengaku bangga dengan pencapaian M. Fadli. Apalagi ia juga mendampingi pebalap Indonesia itu saat balapan

“Alhamdulillah Atlet Paracycling kebanggaan Indonesia M Fadli kembali mendapatkan Emas di Asian Road Championship 2019 Uzbekistan. Hasil yang cukup bagus,” katanya saat dikonfimasi.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Statistik balapan GP Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Debut sirkuit jalan raya Baku di Formula 1 dimulai pada 2016, kala itu masih bertajuk Grand Prix Eropa.

Kemudian balapan berganti nama menjadi GP Azerbaijan ketika digelar pada Juni 2017.

Baku akan menggelar balapan Grand Prix Formula 1 hingga 2023 usai penandatanganan kontrak oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Azerbaijan Azad Rahimov dan Presiden Direktur Formula 1 Chase Carey pada Februari.

Baca juga: Honda bawa “upgrade” untuk Red Bull dan Toro Rosso di Baku

Lewis Hamilton dan Daniel Ricciardo menjadi pebalap yang pernah menjuarai balapan di sana, bersama Nico Rosberg, yang telah pensiun, yang menjuarai seri pertama pada 2016 dengan Mercedes, demikian seperti dilansir Reuters pada Rabu.

Rosberg menjadi satu-satunya pebalap yang menjadi juara di Baku dan mengawali balapan dari pole position.

Sirkuit Baku menjadi trek terpanjang kedua dan salah satu yang tercepat di kalender F1 setelah Spa-Francorchamps.

Tak hanya memiliki lintasan lurus terpanjang, 2,1 km, Baku juga didesain dengan sejumlah tikungan lambat dan sempit bersisikan tembok pembatas melewati kota tua setempat layaknya separuh Monza dan separuh Monako.

Baku memiliki reputasi menampilkan balapan yang kaos dan kejutan-kejutan lainnya dan sejak 2016 memunculkan pebalap lain di luar tiga tim terbesar di podium.

Pada balapan tahun lalu, Safety car keluar sebanyak dua kali, sedangkan pada 2017 sebanyak tiga kali.

Pebalap Meksiko Sergio Perez menjadi satu-satunya pebalap hingga saat ini yang naik podium dua kali di Baku. Perez yang kala itu membalap untuk Force India, kini bernama Racing Point, finis ketiga pada 2016 dan 2018.

Panjang lintasan: 6,003 km
total jarak balapan: 306,049 km (51 lap)
juara 2018: Lewis Hamilton (Inggris) – Mercedes
pole position 2018: Sebastian Vettel (Jerman) – Ferrari
rekor putaran balapan: 1 menit 43,441 detik (Vettel,2017)
waktu start: 12:10 GMT atau 7:10 WIB

baca juga: GP Azerbaijan akan jadi ajang pembalasan Bottas

Rekor kemenangan
Jelang balapan GP Azerbaijan, Lewis Hamilton telah mengantongi 75 kemenangan dari 232 balapan selama karirnya. Rekor tersebut mendekati catatan Michael Schumacher, yang menjuarai 91 balapan.

Pebalap asal Inggris itu juga telah memenangi 53 dari 103 balapan Formula 1 di era mesin V6 turbo hybrid, yang dimulai pada 2014.

Sebastian Vettel berada di peringkat ketiga dalam rekor kemenangan dengan total 52.

Sementara Ferrari telah memenangi 235 balapan sejak 1950, diikuti McLaren 182, Williams 114, Mercedes 90 dan Red Bull 59 kali. McLaren dan Williams belum pernah menang balapan sejak 2012.

Pole Position
Hamilton memiliki rekor 84 pole postition, sementara Vettel 55 kali. Belum ada pebalap yang memenangi balapan dari pole position musim ini.

Podium
Hamilton finis podium sebanyak 137 kali dan harus finis paling tidak di peringkat tiga di setiap balapan musim ini jika ingin menyamai catatan Michael Schumacher sebanyak 155 podium. Vettel memiliki catatan podium 112 kali.

Finis 1-2
Mercedes menjadi finis 1-2 beruntun di tiga balapan awal musim ini. Tim yang pertama kali melakukan rekor seperti itu adalah Williams pada 1992.

Ferrari pada 1952 menjadi satu-satunya tim yang mengawali musim dengan finis 1-2 selama empat kali beruntun (tidak termasuk balapan Indianapolis 500, yang dimasukkan sebagai seri kejuaraan kala itu).

baca juga:Honda bawa “upgrade” untuk Red Bull dan Toro Rosso di Baku
baca juga:Ferrari kenalkan update SF90 di Azerbaijan

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cuaca dingin jadi tantangan kedua timnas di Kejuaraan Asia Uzbekistan

Jakarta (ANTARA) – Timnas balap sepeda Indonesia yang turun pada kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, 23-28 April bakal dihadapkan dua tantangan sekaligus, yaitu lawan yang berat serta cuaca sangat dingin.

“Untuk cuaca dingin pol, apalagi nanti finis man elite (Individual Road Race) bakal di gunung yang bersalju,” kata salah satu pebalap timnas Jamalidin Novardianto saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Meski cuaca cukup dingin, pebalap timnas yang semuanya berasal dari PGN Cycling Team ini berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara datang lebih awal dan langsung menggelar latihan sesuai dengan program.

Untuk man elite, pebalap yang akrab dipanggil Verdi ini bakal turun bersama Bambang Suryadi, Jamal Hibatulloh dan Aiman Cahyadi. Khusus untuk Aiman juga bakal turun pada nomor Individual Time Trial (ITT).

“Untuk IRR balapannya Jumat (28/4). Besok ITT U-23. Sendy Nur Hasan yang akan turun,” kata pebalap yang kemampuannya kembali menanjak pasca mengakhiri masa lajang itu.

Selain adaptasi, timnas juga mulai memetakan kekuatan calon lawan mengingat kejuaraan ini bakal diikuti pebalap terbaik di Asia. Kejuaraan ini juga sebagai media untuk mengumpulkan poin Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

“Pebalap Kazakhstan jelas jadi lawan terberat. Mereka kuat dan memiliki nafas yang panjang,” kata pebalap asal Malang, Jawa Timur itu.

Sebelumnya manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra berharap semua pebalap yang diturunkan mampu meraih hasil yang terbaik. Pihaknya juga mengakui jika persaingan bakal berlangsung ketat.

Selain mengirimkan atlet ke Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, PB ISSI juga memberangkatkan satu pebalap yaitu Muhammad Fadli Imammudin untuk turun di Asian Road Paracycling Championship di tempat yang sama.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferrari kenalkan update SF90 di Azerbaijan

Jakarta (ANTARA) – Ferrari akan membawa update pengembangan mobil SF90 pada balapan GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, akhir pekan nanti.

“Kami akan membawa sejumlah update ke Baku, sebagai langkah pertama pengembangan dari SF90,” kata ketua tim Ferrari Mattia Binotto seperti dikutip laman Formula 1, Selasa.

Rival mereka, Mercedes, sukses pada tiga balapan awal musim dengan mencetak hattrick finis 1-2 yang merupakan catatan mengesankan dalam 27 tahun terakhir, sedangkan Ferrari hanya dua kali finis tempat ketiga.

Tim bermarkas di Italia itu tertinggal 57 poin dari Mercedes di puncak klasemen konstruktor dengan 18 balapan tersisa musim ini.

“Melihat ke belakang, tiga balapan lalu tidak sesuai yang kami inginkan, tapi GP kali ini adalah salah satu momen penting lainnya bagi kami,” kata Binotto.

“Kami telah menyiapkannya dengan sangat baik, menganalisis data yang kami dapatkan hingga sekarang, melihat area di mana kami bisa melakukan perbaikan dan melanjutkan adaptasi setup mobil dan manajemen power unit untuk menyesuaikan karakteristik trek.”

Baca juga: Binotto bela keputusan “team order” Ferrari

Sirkuit Baku memiliki lintasan lurus sepanjang kurang lebih 2,1 kilometer yang akan menuntut tenaga mesin, baik komponen pengapian dalam maupun komponen hybrid.

Baku, yang merupakan sirkuit dengan tingkat efisiensi sangat tinggi, dipandang cocok dengan karakter mobil Ferrari yang memiliki tingkat drag yang lebih rendah dari Mercedes.

Selain itu, ban juga mengambil peranan vital dalam balapan musim ini, karena Ferrari sejauh ini kesulitan mencapai performa optimal ban di Australia dan China.

Binotto mengaku Baku akan memberikan tantangan lain penggunaan ban bagi Ferrari.

“Permukaan treknya sangat lembut, yang mana tingkat keausan ban secara umum rendah, namun ketika ban menghasilkan lebih sedikit energi, akan sulit untuk mendapati mereka bekerja di rentang temperatur kerja yang tepat,” kata Binotto.

Baca juga: Berger: Ferrari terlalu dini terapkan “team order”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Haas bakal temui lagi tantangan berat di Baku

Jakarta (ANTARA) – Tim Haas kembali akan menemui tantangan berat akhir pekan ini ketika seri keempat Formula 1 digelar di Sirkuit Baku, Azerbaijan, Minggu.

“Baku akan menjadi salah satu ajang lain yang sulit bagi kami karena lintasan panjang dan tikungan lambat dan berenergi rendahnya,” ungkap kepala tim Haas Guenther Steiner seperti dikutip laman Formula 1 pada Selasa.

Sejauh ini, kecepatan mobil Haas VF-19 terbilang cepat dalam sesi kualifikasi, setelah menjadi satu dari tiga tim, selain Ferrari dan Mercedes yang meloloskan dua mobil balapnya pada Q3 di tiga balapan awal musim ini.

Walaupun tim yang bermarkas di Amerika Serikat itu mengoleksi poin di Australia, namun mereka tidak memiliki kecepatan yang serupa ketika turun pada dua balapan selanjutnya di Bahrain dan China.

Haas masih kesulitan menemukan seting yang tepat untuk ban sehingga performa sasis mobil mereka kurang optimal.

Baca juga: Hasil GP China, Hamilton juara seri ke-1.000, Mercedes cetak hat-trick

“Semoga beberapa solusi kami bekerja, yang kami telah garap sejak tes di Bahrain, untuk menempatkan ban di jendela (optimal). Jika tidak, Baku akan menjadi sirkuit yang sulit lainnya bagi kami.”

“Aku tidak bisa mengatakan jika sekarang lebih sulit dari tahun lalu karena mobil kami berbeda, kami mengembangkan mobil yang benar-benar baru,” kata Steiner.

“Kami tahu jika kami tidak bisa mendapati ban bekerja (dengan baik) di balapan. Sebesar apa jendela itu, dan menjaga di dalamnya, sulit untuk diterangkan.”

Haas saat ini menempati peringkat enam klasemen konstruktor dengan poin sama dengan McLaren, delapan poin, atau terpaut empat poin dari Alfa Romeo yang menduduki peringkat lima.

Baca juga :Berger: Ferrari terlalu dini terapkan “team order”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muhammad Fadli buka peluang lolos ke Paralimpiade 2020 Tokyo

Jakarta (ANTARA) – Pebalap andalan Indonesia Muhammad Fadli Imammudin membuka peluang lolos ke Paralimpiade 2020 Tokyo, Jepang setelah menjadi juara pada Asian Road Paracycling Championship (ARCC) 2019 di Tashkent Uzbekistan, Selasa (23/4).

Fadli yang turun di nomor Individual Time Trial (ITT) Paracycling kategori C4 (tunadaksa) sukses membukukan waktu tercepat untuk menempuh jarak 20 km. Dengan hasil tersebut pria yang juga seorang pebalap motor ini dinobatkan sebagai juara Asia untuk nomor ITT road race 2019.

“Alhamdulillah rezeki tidak pernah ketuker. Got the Gold Medal n Rainbow from ARCC. Terima kasih atas dukungannya. Semakin terbuka peluang untuk Paralympic Tokyo 2020. Keep hard working,” tulis Muhammad Fadli dalam akun instgram pribadinya, @mfadly43, saat dipantau dari Jakarta, Rabu dini hari.
 

Predikat juara Asia untuk nomor ITT ini sudah bukan barang baru bagi bapak satu anak asal Bogor, Jawa Barat itu karena pada tahun sebelumnya juga meraih hasil yang sama. Saat itu kejuaraan berlangsung di Myanmar, pada Februari 2018

Hasil di Uzbekistan ini jelas menambah daftar panjang prestasi atlet pertama paracycling Indonesia ini. Sebelumnya pria berusia 35 tahun juga sudah menyandang predikat juara Asia untuk nomor yang berbeda yaitu nomor trek individual pursuit putra kategori C4 dengan catatan waktu 4 menit 59,601 detik.

Catatan waktu itu lebih bagus ketimbang saat dia menyumbangkan medali emas di Asian Para Games 2017 pada nomor yang sama. Waktu itu, Fadli mencatatkan waktu 05 menit, 03,605 detik.

Sebelum turun di Uzbekistan, Fadli memang terus menjalani latihan keras. Tidak hanya di bawah pantauan pelatih langsung, ia juga melakukan latihan sendiri dan bahkan mengajak sang istri untuk mengawal latihannya.

Tidak hanya latihan di Indonesia. Pebalap multi talenta itu juga mendapatkan kesempatan berlatih dari federasi balap sepeda internasional atau UCI.

Baca juga: M. Fadli kejar poin Paralimpik Tokyo 2020

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Oneprix-Indonesia Motorprix panaskan kompetisi balap motor nasional

Jakarta (ANTARA) – Kejuaraan nasional balap motor bertajuk Oneprix-Indonesia Motorprix Championship siap panaskan kompetisi olahraga otomotif Indonesia pada Juli mendatang.

Kejuaraan yang ditetapkan oleh Ikatan Motor Indonesia sebagai seri grand final kejuaraan nasional regional Motorprix Indonesia itu akan diselenggarakan sebanyak lima putaran di dua sirkuit berbeda, yaitu Tasikmalaya, Jawa Barat dan Surabaya, Jawa Timur, demikian keterangan pers pada Senin.

Kejuaraan Nasional Oneprix itu akan mempertandingkan tiga kelas utama yaitu expert 150cc, novice 150cc, dan rookie 150cc.

Selain tiga kelas utama itu, akan digelar juga kejuaraan kelas pendukung atau komunitas seperti sport 150c open, RX King Super One140cc tune up open, bebek 2T underbone mix engine 125cc open dan matic 150cc tune up open.

“Oneprix Motorsport Manajemen melihat banyaknya pembalap motor di Indonesia yang memiliki potensi dan bakat untuk menjadi pembalap dunia. Visi kami adalah untuk meningkatkan kualitas pembalap Indonesia, dengan menjadikan kejuaraan ini sebagai platform untuk berkarir secara jangka panjang didunia balap motor,” kata Direktur PT Oneprix Motorsport Manajemen Imam Sulisto.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Sadikin Aksa mengatakan, Kejuaraan Nasional Oneprix-Indonesia Motorprix Championship ini merupakan langkah awal dari salah satu program kerja IMI untuk meningkatkan citra positif dan mendorong peningkatan kualitas serta kuantitas olahraga otomotif di Indonesia.

Baca juga: IMI dukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021

“Saya lihat, ajang ini merupakan jenjang dari Kejuaraan Regional sebelum para pembalap menuju tingkat balapan Sport serta Asia dan Internasional di masa mendatang, dan diharapkan menjadi pembalap yang nantinya dapat meraih hasil terbaik di tingkat dunia” ujar Sadikin Aksa.

Kejuaraan Nasional Oneprix-Indonesia Motorprix Championship ini, akan dikuti oleh pembalap yang memiliki peringkat terbaik dari Kejuaraan Regional pada tahun sebelumnya serta tahun berjalan.

Sehingga, pada musim pertamanya digelar tahun ini, Oneprix-Indonesia Motorprix Championship akan diikuti oleh pembalap yang memiliki peringkat terbaik dari Kejuaraan Regional, dimana nantinya para pembalap terbaik akan lolos ke Kejuaraan Nasional Oneprix.

Mengambil lokasi sirkuit di Bukit Peusar, Tasikmalaya dan Sirkuit Bung Tomo, Surabaya, Kejuaraan Nasional Oneprix-Indonesia Motorprix Championship akan digelar sekali setiap bulan pada Minggu pukul 13.00 WIB-15.00 WIB.

Berikut jadwal ajang Oneprix Indonesia Motorprix Championship seri tahun 2019:

Putaran 1 : 07 Juli 2019, Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Putaran 2 : 04 Agustus 2019, Sirkuit Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.
Putaran 3 : 01 September 2019, Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Putaran 4 : 13 Oktober 2019, Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Putaran 5 : 10 November 2019, Sirkuit Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.
Baca juga: Kejurda drag bike IMI Jawa Barat diikuti 300 starter

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rins Juara GP Amerika

Rins Juara GP Amerika

MotoGP sudah memasuki seri ketiga dan balapan digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Alex Rins pembalap asal tim Suzuki Ecstar berhasil meraih posisi pertama, diikuti Valentino Rossi di posisi kedua dan Jack Miller di posisi ketiga. Berikut ini hasil balapannya

Honda belum mampu identifikasi masalah pada motor Lorenzo

Jakarta (ANTARA) – Manajer tim Respol Honda Alberto Puig mengaku belum bisa mengidentifikasi masalah yang didapati Jorge Lorenzo yang gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Americas (COTA), Austin, Texas, pekan lalu.

“Saat ini kami belum mengetahui apa yang terjadi pada motor Lorenzo, kami masih melakukan investigasi dan kami butuh waktu untuk memahami apa masalahnya,” kata Puig seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Rabu malam.

Balapan GP Amerika Serikat pada Minggu (14/4) menjadi pekan buruk bagi Honda ketika Marc Marquez, yang mengincar gelar juara di Austin untuk ketujuh kalinya berturut-turut, terjatuh di lomba dan kehilangan kesempatannya, sementara rekan satu timnya, Jorge Lorenzo mengalami masalah mekanis untuk kedua kalinya pekan itu.

Rantai motor Lorenzo terlepas di sesi kualifikasi Q2, kejadian yang serupa menimpa Marquez di sesi latihan bebas di Argentina pekan sebelumnya.

Kemudian di balapan, Lorenzo harus menepi di Tikungan 12 pada putaran ke-11 balapan karena mendapati motornya bermasalah.

Puig mengungkapkan bahwa Marquez terjatuh karena kehilangan daya cengkeram ban depan. Sementara,” target Jorge adalah sepuluh besar, tapi di dua lap pertama dia tidak terlalu cepat. Ketika dia mulai stabil, dia menjaga ritme balapannya dengan baik dan sedang naik posisinya, tapi kemudian dia mengalami masalah yang kami belum tahu sepenuhnya,” kata Puig.

Lorenzo pun mengaku kecewa jika di tiga balapan terakhir, motornya selalu bermasalah.

“Banyak kekecewaan di tiga balapan ini terjadi tiga hal yang berbeda yang menghindarkan kami untuk mencapai hasil yang lebih baik, terlebih di balapan kali ini,” kata Lorenzo.

“Ada kejuaraan di mana semuanya berjalan sempurna seperti yang aku jalani pada 2010 misalnya, sementara kali ini kebalikannya,” kata juara dunia lima kali itu.

Baca juga: Hasil GP Amerika, Marquez tumbang, Rins juara baru di Austin

Walaupun tidak mengemas satu poin pun, sisi positif bagi Honda adalah bahwa Marquez tidak mengalami cedera di Austin.

Setelah gagal meraup poin di Austin, Marquez mengungkapkan perasaannya lewat akun Twitternya.

“Kami adalah manusia, kami membuat kesalahan, tapi yang paling penting adalah belajar dari mereka. Terima kasih atas dukungannya, kami akan kembali lebih kuat!”

Marquez kini berada di peringkat empat klasemen sementara dengan 45 poin, terpaut empat poin dari Rins yang naik ke peringkat tiga.

Balapan seri keempat MotoGP akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 5 Mei nanti.

Baca juga: Rins bawa Suzuki juara dan patahkan dominasi Marquez di Austin
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah tim jalani tes jelang balapan di Jerez

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah tim pabrikan MotoGP seperti Aprilia, Ducati, KTM, Suzuki dan Yamaha melakukan tes untuk pengembangan motor mereka menjelang seri keempat MotoGP yang akan digelar di Jerez, Spanyol awal Mei.

Pebalap Aprilia Team Gresini Aleix Espargaro dan Andrea Iannone kembali menjajal trek Sirkuit Americas, di Austin, Texas, pada awal pekan ini, demikian laman resmi MotoGP pada Rabu malam.

Tim yang bermarkas di Italia itu melakukan pengujian lengan ayun motor (swingarm)

Sementara pebalap uji mereka, Bradley Smith, melakuan pengujian di Jerez pekan ini bersama dengan pebalap uji Suzuki Ecstar Sylvain Guintoli.

Kemudian pebalap uji Mission Winnow Ducati, Michele Pirro, berada di sirkuit Mugello, Italia, juga pebalap uji Monster Energy Yamaha MotoGP Jonas Folger dan Mika Kallio dari Red Bull KTM Factory Racing.

Usai Amerika Serikat, pawai MotoGP akan tiba di Benua Eropa dengan Sirkuit Jerez, Spanyol, sebagai balapan berikutnya.

Baca juga: Kembali naik podium, Rossi: perebutan gelar juara masih terbuka lebar

Sejumlah sirkuit di Eropa seperti Le Mans, Assen dan Sachsenring, terkenal bersahabat dengan motor Yamaha.

“Ya, kita sekarang tiba di momen-momen panas di kejuaraan… kami bagus dan kami lebih kuat. Motor terlihat lebih baik namun tentu masih ada hal-hal yang perlu kami benahi. Kami butuh waktu, tapi bisa kompetitif,” ungkap Valentino Rossi usai merebut runner-up di GP Amerika Serikat.

Dengan keempat pebalap teratas di klasemen dipisahkan jarak sembilan poin, Rossi mengatakan jika perebutan gelar juara dunia tahun ini masih terbuka lebar.

Alex Rins, yang tampil impresif merebut gelar juara di Austin untuk pertama kalinya di kelas MotoGP dan juga untuk timnya Suzuki Ecstar, menempatkan dirinya sebagai salah satu penantang utama gelar juara dunia musim ini.

Baca juga: Rins bawa Suzuki juara dan patahkan dominasi Marquez di Austin

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peringkat dunia BMX Indonesia naik 12 tingkat

Jakarta (ANTARA) – Hasil cukup bagus pebalap BMX Indonesia di Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 dan Malaysia BMX C1 Internasional pekan lalu berdampak pada melonjaknya peringkat dunia Indonesia berdasarkan pendataan federasi balap sepeda dunia atau UCI.

Seperti dilansir laman UCI yang dipantau dari Jakarta, Kamis, peringkat Indonesia melonjak 12 peringkat dengan raihan 340 poin. Saat ini Indonesia berada di posisi 19 dunia. Untuk posisi puncak diduduki oleh Prancis dengan raihan 1.531 poin.

“Sesuai dengan target kita. Step by step. Masuk 20 besar top dunia dulu,” kata pelatih kepala timnas balap sepeda Dadang Haries Poernomo saat dikonfirmasi di Jakarta.

Pada Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 Indonesia menempatkan I Gusti Bagus Saputra berada di posisi dua (perak) dan Rio Akbar di posisi tiga (perunggu). Sedangkan pada Malaysia BMX C1 Internasional hanya menempatkan I Gusti Bagus Saputra di posisi tiga.

Baca juga: Bagus Saputra kembali harus akui keunggulan pebalap Jepang

Dadang menjelaskan, posisi Indonesia ini bakal dijadikan semangat untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang. Apalagi masih banyak kejuaran C1 yang harus diikuti oleh pebalap Indonesia agar bisa lolos ke kejuaraan terbesar di dunia itu.

“Untuk tahun ini ada tujuh kejuaraan C1 yang akan kami ikuti. Satu round di Korea Selatan, dua round di Thailand, dua round di Banyuwangi, dan dua round di China,” katanya menambahkan.

Untuk bisa lolos ke Olimpiade, kata Dadang, Indonesia harus bisa berada di posisi 12 sampai 14 dunia. Dengan waktu yang ada, pihaknya bersama PB ISSI optimistis target bisa tercapai seperti pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Meski demikian, Dadang mengakui jika ada beberapa kendala yang harus dihadapi, yaitu belum dimulainya pemusatan latihan nasional (pelatnas). Saat ini latihan maupun mengikuti kejuaraan hanya dilakukan secara mandiri.

“Untuk saat ini kita didukung Bang Okto (Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari),” kata pria yang juga mantan pebalap BMX nasional itu.

Baca juga: BMX Indonesia buka peluang lolos ke Olimpiade Tokyo

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berger: Ferrari terlalu dini terapkan “team order”

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebalap Formula 1 Gerhard Berger menyatakan jika Ferrari terlalu dini di awal musim menggunakan kebijakan team order terhadap kedua pebalapnya.

Mantan pebalap asal Austria itu berpendapat bahwa seharusnya tim berjuluk “Kuda Jingkrak” itu memberi kesempatan yang sama kepada Charles Leclerc untuk sama-sama bertarung di lomba bersama rekan satu timnya, Sebastian Vettel, juara dunia empat kali.

“Aku rasa saat ini permainan masih terbuka,” kata Berger ketika peluncuran German Touring Car series di London, seperti dikutip Reuters, Jumat.

Team order adalah istilah yang digunakan untuk perintah dari pimpinan tim kepada salah satu pebalapnya agar mengalah untuk berbagai tujuan, terutama untuk menjaga peluang meraih poin maksimal.

Berger memandang Leclerc, pebalap berusia 21 tahun asal Monako itu adalah sosok pebalap muda yang mampu memenangi kejuaraan.

“Aku kira tidak cukup bilang ‘yang satu lebih berpengalaman, sementara yang ini belum berpengalaman’. Jadi kita beri kesempatan yang lebih berpengalaman. Aku rasa biarkan saja (mereka) membalap.”

Leclerc kini terpaut satu poin di bawah Vettel, yang berada di peringkat empat klasemen pebalap hingga balapan seri ketiga di China.

Leclerc mencuri perhatian ketika merebut pole position di Bahrain dan hampir mengunci kemenangan di sana jika saja tidak mengalami masalah mesin di 10 lap terakhir.

Di China, pebalap yang bertukar bangku dengan Kimi Raikkonen itu harus mematuhi perintah tim di lap ke-11 untuk memberikan jalan bagi Vettel sebagai salah satu upaya tim mengejar dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, yang berada di depan.

Namun, sayangnya team order itu gagal dimanfaatkan sang pebalap Jerman untuk mengejar dua pebalap Mercedes, yang mencetak hat-trick finis 1-2 musim ini. Vettel finis di P3, sementara Leclerc P5.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto membela diri soal kebijakan team order itu dan mengatakan jika kedua pebalap memiliki kesempatan yang sama, 50-50 dalam situasi yang serupa.

Berger, yang dulunya menjadi rekan satu tim juara dunia tiga kali Ayrton Senna di awal 1990, mengaku tidak ingat mendapatkan team order, namun memahaminya jika kebijakan itu masuk akal di akhir musim.

“Aku rasa pertanyaannya adalah kapan itu (bisa diterima) dan apakah itu benar-benar tidak memberikan kesempatan seseorang untuk memenangi kejuaraan? Dan jika dilakukan di balapan pertama atau kedua, aku tidak setuju,” kata Berger.

Ketika ditanya apakah Leclerc, yang memiliki debut bagus bersama Sauber tahun lalu, terlalu dini dipromosikan oleh Ferrari, Berger menjawab “tidak sama sekali.”

“Setiap saat, Ferrari selalu menempatkan dua pebalap tercepat di mobil mereka dan meyakinkan jika potensi mereka dikeluarkan secara maksimal,”

“Aku rasa itu hanya masalah waktu dan keputusan yang tepat.”

Baca juga: Binotto bela keputusan “team order” Ferrari

Berger, yang menghabiskan separuh karir F1-nya bersama Ferrari, mengaku dia terkesan dengan kepemimpinan Binotto, sejak mengambil alih posisi kepala tim pada Januari menggantikan Maurizio Arrivabene.

“Dulu aku tidak bisa memiliki kesempatan untuk minum espresso di sana karena mereka seperti tim yang asing, entah ketika kalian bersama mereka siang dan malam atau pun ketika tidak bersama mereka.”

“Kami selalu menjadi bagian keluarga Ferrari dan tiba-tiba kami tidak merasakan hal itu lagi. Dan sekarang ketika aku di Bahrain hal itu berubah lagi. Aku di sana meminum kopiku dan semua orang bahagia,” kata Berger.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menanti kejutan lain dari Suzuki

Jakarta (ANTARA) – Di seri pertama musim balapan MotoGP 2019 digelar di Qatar, Suzuki tak perlu menunggu lama untuk membuat kejutan ketika dua pebalapnya, Alex Rins dan Joan Mir, mengancam posisi para pebalap di rombongan depan.

Duo Suzuki yang start dari P10 dan P11 menyodok ke posisi tiga dan empat menempel ketat pemimpin balapan Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda).

Kemudian Rins sempat menyalip Dovi dan memimpin balapan selama beberapa lap sebelum kehilangan posisinya.

Finis P4 untuk Rins dan P8 untuk Mir di seri pertama merupakan awal yang tak terlalu buruk bagi Suzuki.

Sebenarnya Rins sudah cukup panas di tahun keduanya bersama Suzuki waktu mengemas lima finis podium, tiga diantaranya sebagai runner-up, yang menempatkan pebalap asal Spanyol itu di peringkat lima pebalap di bawah nama-nama besar seperti Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Valentino Rossi dan Maverick Vinales pada tahun lalu.

Baru di seri ketiga musim ini, di Austin, Rins meraih trofi juara pertamanya di kelar premier yang juga merupakan kemenangan bagi Suzuki sejak terakhir kali dipersembahkan oleh Maverick Vinales di balapan GP Inggris 2016.

“MotoGP tahun ini menyajikan kejutan yang besar. Yang paling utama tentunya, Suzuki,” ungkap mantan pebalap Suzuki John Hopkins, seperti dikutip laman resmi MotoGP.

Pebalap asal Amerika Serikat itu membalap bersama Suzuki di kelas premier pada 2003-2007. Hopkins menjalani musim paling produktif dengan Suzuki pada 2007 di mana rekan satu timnya kala itu, Chris Vermeulen mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim bermarkas di Hamamatsu itu di kelas MotoGP di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Rins meraih trofi juara pertamanya setelah bertarung ketat dengan Valentino Rossi di lap-lap terakhir di Sirkuit Americas, di mana Marquez, yang mengincar gelar juara di sana untuk ketujuh kali berturut-turut terjatuh dari motor dan gagal melanjutkan balapan.

“Diperhitungkan dengan sempurna, menurutku dia menyalip di waktu yang tepat dan jujur aku tidak mengira demikian hingga paruh terakhir lomba karena dia tampak sedikit kewalahan dengan tenaga kuda dan akselerasi Yamaha,” kata Hopkins soal gaya membalap Rins.

“Dia tampak merosot sedikit namun menyalip di tempat yang sempurna di seksi yang ketat di mana Rossi pastinya tidak bisa langsung menyalipnya setelah itu.”

“Di atas motor yang pernah aku kendarai dan kurang bertenaga di masa lalu, itu merupakan tempat dimana kalian ingin mencoba dan menyalip… itu adalah tempat di mana mereka tidak akan bisa menyerangmu langsung dengan tenaga kuda dan akselerasi dan dia (Rins) bisa mempertahankan kepemimpinannya,” kata Hopkins.

baca juga : Hasil GP Amerika, Marquez tumbang, Rins juara baru di Austin
baca juga : Honda belum mampu identifikasi masalah pada motor Lorenzo

Secara keseluruhan bagi Suzuki, gelar juara di Austin merupakan kemenangan yang ke-92 bagi mereka di kelas premier. Namun menjadi kemenangan pertama mereka di sirkuit yang berada di Amerika Serikat baik di kelas MotoGP maupun 500cc.

Bahkan legenda MotoGP Kevin Schwantz belum pernah mempersembahkan kemenangan di tanah kelahirannya bagi Suzuki. Di usianya yang baru 23 tahun, Rins masih memiliki peluang banyak untuk mengejar 24 kemenangan lagi bagi Suzuki jika ingin menyamai rekor Schwantz.

Hopkins mengungkapkan jika Suzuki selalu membuat motor yang kompetitif yang mana kekuatan utamanya adalah di handling (pengendalian).

“Aku kira itu adalah salah satu motor dengan handling terbaik di paddock. Pendapat itu dari setiap pebalap yang mencobanya. Bukan hanya pebalap baru, muda atau pun rookie, tapi semuanya kelihatannya bisa beradaptasi dengan baik dengannya,” kata Hopkins.

Bahkan ketika kembali ke musim 2010/2011, saat Alvaro Bautista mengendarai Suzuki, dia tampil cukup kompetitif.

“Aku kira Rins adalah orang yang pas untuk pekerjaan ini. Aku rasa dia memiliki paket dan talenta untuk melakukannya, hanya soal ‘kapan’. Dia harus memiliki kesempatan dan waktu untuk melakukannya, dan jelas ‘kapan’ itu adalah sekarang,” kata Hopkins.

“Aku tak berharap itu terjadi dengan tiba-tiba, aku tahu dia akan tiba di sana suatu waktu namun tidak secepat itu.”

baca juga : Sesi latihan bebas, Rins rasakan peningkatan kecepatan Suzuki
baca juga : Rins: Suzuki kencang di tikungan tapi masih kalah di lintasan lurus

Terpaut lima poin dari Andrea Doviziosi di puncak klasemen, Rins memiliki bekal untuk menatap seri balapan selanjutnya yang akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, di mana dia gagal finis pada tahun lalu. Justru Andrea Iannone lah yang merebut podium ketiga bagi Suzuki waktu itu.

Sejak GP San Marino tahun lalu, Suzuki selalu finis nyaris dan juga naik podium, dan jelang awal musim ini, dengan pemilihan suku cadang baru yang tepat mereka melanjutkan kompetisi mereka di papan atas.

Manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio mengungkapkan kemenangan di Austin seperti sebuah evolusi alamiah bagi Suzuki.

“Tentu saya senang itu terwujud dan itu adalah penghargaan yang bagus bagi semua mekanik kami di Jepang karena kami memperbaiki motor ini ketika musim dingin. Kami tidak membuat suatu revolusi namun hanya banyak perbaikan kecil di sana sini,” kata Brivio.

Pebalap uji Sylvain Guintoli dan kepala kru mereka Tom O’Kane berkontribusi besar terhadap langkah awal dan pemilihan suku cadang mereka.

baca juga : Sejumlah tim jalani tes jelang balapan di Jerez

Brivio mengungkapkan jika tim mereka memberi perhatian khusus terhadap pemilihan suku cadang yang bisa menguntungkan mereka dan meningkatkan performa motor.

Ketika datang sasis, mesin, lengan ayun, atau suspensi baru mereka melakukan analisa mendalam seperti sedang menyusun gambar.

Hasil akhir dari usaha pengembangan mereka adalah motor yang memiliki kecepatan tinggi di tikungan dan ramah terhadap penggunaan ban walaupun masih kalah jauh soal kecepatan puncak di banding motor-motor lainnya.

“Seperti yang Alex bilang, kami memiliki motor yang mungkin tidak sempurna, kami kewalahan di lintasan lurus di Qatar, tapi secara umum memiliki keseimbangan bagus, pergantian arah yang bagus, jadi kami bisa mengimbangi,” kata Brivio.

Salah satu tantangan yang dimiliki Suzuki tahun ini adalah soal mesin, yang mana mereka dilarang melakukan pengembangan mesin di tengah musim karena kehilangan hak konsensi mereka, seperti juga pabrikan lain seperti Honda, Ducati dan Yamaha.

“Valentino mengatakan jika kami bagus di pengereman, mungkin kami bisa melakukan perbaikan di pengereman lebih lanjut. Dan kami bisa meningkatkan akselerasi mungkin dengan setting elektronik yang lebih baik, hal-hal semacam itu,” kata Brivio.

Usai Amerika Serikat, pawai MotoGP akan tiba di Benua Eropa dengan Sirkuit Jerez, Spanyol, sebagai balapan berikutnya.

Dengan keempat pebalap teratas di klasemen dipisahkan jarak sembilan poin, perebutan gelar juara dunia tahun ini masih terbuka lebar.

Andrea Dovizioso, yang merebut pimpinan klasemen usai GP Amerika Serikat, mengatakan jika tahun ini terdapat lebih banyak pebalap yang kompetitif dibandingkan tahun lalu.

“Selain Marc, Rins dan Valentino sangat kuat dan mereka bisa benar-benar bertarung untuk gelar juara,” kata Dovi.

baca juga : Kembali naik podium, Rossi: perebutan gelar juara masih terbuka lebar

Oleh Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rins bawa Suzuki juara dan patahkan dominasi Marquez di Austin

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins menjuarai GP Amerika Serikat dan mematahkan dominasi Marc Marquez (Repsol Honda) di Sirkuit Americas, Austin, Texas, pada Senin dini hari WIB.

Pebalap Spanyol itu finis terdepan di balapan sepanjang 20 lap itu dengan keunggulan 0,462 detik lebih cepat dari Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di posisi runner-up, demikian laman resmi MotoGP.

Kemenangan itu capaian pertama Rins di kelas MotoGP, namun ia sebelumnya juga pernah menjuarai GP Amerika Serikat di Austin saat masih membalap di kelas Moto2 pada 2015 serta Moto3 2013.

Podium ketiga diraih oleh pebalap Pramac Ducati Jack Miller diikuti oleh Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) yang tampil impresif melejit ke urutan keempat setelah start dari posisi ke-13.

Balapan hari itu menyajikan drama manakala Marquez gagal mencetak rekor tujuh kemenangan berturut-turut di Austin setelah terjatuh di Tikungan 12. Pebalap asal Spanyol, yang tadinya melesat tiga detik di pimpinan lomba tidak bisa melanjutkan lomba ketika balapan masih menyisakan 12 putaran.

Baca juga: Marquez amankan “pole position” di Austin

Baca juga: Crutchlow tak akan biarkan Marquez lolos di Austin

Kemudian Cal Crutchlow, yang mengawali balapan dari P3, juga terjatuh di Tikungan 11 pada lap kelima ketika menempel ketat di belakang Rossi.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales kurang beruntung setelah mendapatkan penalti ride through karena melakukan jump start. Pebalap rookie Suzuki Ecstar Joan Mir juga diganjar hukuman yang sama. Namun demikian Vinales mampu finis P11 sedangkan Mir finis di P17.

Momen bagi Rins datang di empat lap terakhir ketika dia mampu menyalip Rossi, yang mulai kehilangan traksi ban. Rossi sempat mencoba untuk menyalip Rins dari dalam tetapi masih melebar.

Di lap terakhir, Rossi mencoba menekan dengan menempel ketat tapi Rins keluar di tikungan terakhir dengan sempurna untuk menutup balapan seri ketiga musim ini dengan gaya dan mempersembahkan trofi juara pertama bagi Suzuki.

Dua pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo finis P5 dan P7 dipisahkan oleh Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) di P6.

Pol Espargaro yang cukup konsisten dengan motor KTMnya selama latihan dan kualifikasi harus puas di P8, diikuti oleh Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) dan Takaaki Nagagami (LCR Honda) yang melengkapi peringkat 10 besar.

Baca juga: Espargaro terkesan dengan performa motor KTM di Austin

Baca juga: Sesi latihan bebas, Rins rasakan peningkatan kecepatan Suzuki

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP Amerika, Marquez tumbang, Rins juara baru di Austin

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins menjuarai GP Amerika Serikat dan mematahkan dominasi Marc Marquez (Repsol Honda) di Sirkuit Americas, Austin, Texas, pada Minggu waktu setempat.

Pebalap asal Spanyol itu finis terdepan di balapan sepanjang 20 lap itu dengan selisih 0,462 detik dari Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di runner-up, demikian laman resmi MotoGP pada Senin pagi.

Kemenangan itu adalah yang pertama kali bagi Rins di kelas MotoGP dan yang pertama pula bagi Suzuki sejak GP Inggris 2016. Rins sebelumnya pernah menjuarai GP Amerika Serikat di Austin di kelas Moto2 pada 2015 dan di Moto3 pada 2013.

“Saya tahu Valentino memiliki banyak pengalaman di sini… dan saya  super senang, Suzuki pantas menerima kemenangan ini, kami bersama pantas menerimanya,” ungkap Rins dalam sesi jumpa pers paska lomba.

Balapan hari itu menyajikan drama manakala Marquez gagal mencetak rekor tujuh kemenangan berturut-turut di Austin setelah terjatuh di Tikungan 12. Pebalap asal Spanyol itu, yang meraih pole position ketujuh kalinya di Austin mencoba beberapa kali menyalakan motornya dan terjatuh kembali sehingga tidak bisa melanjutkan lomba ketika balapan masih menyisakan 12 putaran.

Sebelumnya Cal Crutchlow, yang mengawali balapan dari P3, juga terjatuh di Tikungan 11 pada lap kelima ketika menempel ketat di belakang Rossi.

Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales kurang beruntung setelah mendapatkan penalti ride through karena melakukan jump start. Pebalap rookie Suzuki Ecstar Joan Mir juga diganjar hukuman yang sama. Namun demikian Vinales mampu finis P11 sedangkan Mir finis di P17.

Setelah insiden jatuhnya Marquez, Rossi memimpin balapan dengan Rins yang membayangi di belakangnya.

Momen bagi Rins datang di empat lap terakhir ketika dia mampu menyalip Rossi, yang mulai kehilangan traksi dari kombinasi ban medium depan dan medium belakangnya. Rossi sempat mencoba untuk menyalip Rins dari dalam di Tikungan 11 tetapi masih melebar.

Perebutan gelar juara belum berakhir. Di lap terakhir, pebalap berusia 40 tahun asal Italia itu mencoba memberi tekanan tapi Rins keluar di tikungan terakhir dengan sempurna untuk menutup balapan seri ketiga musim ini dengan gaya dan mempersembahkan trofi juara pertama bagi Suzuki.

Rossi pun harus melapangkan dada usai upaya meraih kemenangan pertamanya sejak GP Belanda 2017 pupus ditangan Rins.

“Rasanya campur aduk. Di satu sisi disayangkan karena sudah lama sekali sejak terakhir kali saya  juara dan hari ini adalah kesempatan yang bagus,” kata Rossi.

“Tapi di sisi lain saya senang karena ini balapan yang hebat. Saya tampil kuat di akhir pekan dan juga pekan sebelumnya di Argentina. Dua puluh poin ini sangat penting untuk (persaingan) di kejuaraan yang masih terbuka, jadi lebih banyak hal positif dari pada yang negatif.”

Podium ketiga diraih oleh pebalap Pramac Ducati Jack Miller diikuti oleh Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) yang tampil impresif merebut P4 setelah start dari posisi ke-13.

Dua pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo finis P5 dan P7 dipisahkan oleh Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) di P6.

“Morbidelli berada di belakangku dengan selisih lima detik waktu itu, aku coba untuk menjaga jarak. Lalu saya melihat Dovi di depan namun tidak lama dia merosot dengan cepat. Jantung saya mulai berdegup lebih kencang waktu itu,” kata Miller.

Pebalap Australia itu mengemas tambahan 16 poin untuk naik dua peringkat ke peringkat 6.

Pol Espargaro yang cukup konsisten dengan motor KTM-nya selama latihan dan kualifikasi harus puas di P8, diikuti oleh Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) dan Takaaki Nagagami (LCR Honda) yang melengkapi peringkat 10 besar.

Dengan hasil itu, Dovizioso kembali memuncaki klasemen pebalap sementara dengan 54 poin, terpaut tiga angka dari Rossi, yang meraih runner-up balapan untuk kedua kalinya berturut-turut musim ini.

Rins naik ke peringkat tiga klasemen dengan 49 poin, atau unggul 4 poin dari Marquez, yang turun ke peringkat empat.

Balapan seri keempat MotoGP 2019 akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 5 Mei nanti.

Hasil balapan GP Amerika Serikat di Sirkuit Americas, Austin, Texas, Minggu:
1. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41 menit 45,499 detik
2. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 41 menit 45,961 detik
3. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 41 menit 53,953 detik
4. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 41 menit 54,919 detik
5. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 42 menit 3,520 detik
6. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 42 menit 6,975 detik
7. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 42 menit 11,610 detik
8. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 42 menit 15,242 detik
9. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 42 menit 16,107 detik
10. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 42 menit 16,510 detik
11. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 42 menit 19,576 detik
12. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42 menit 20,278 detik
13. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 42 menit 27,957 detik
14. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 42 menit 29,771 detik
15. Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 42 menit 30,122 detik
16. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 42 menit 30,239 detik
17. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 42 menit 33,562 detik
18. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 42 menit 53,182 detik
Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) TIDAK FINIS
Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) TIDAK FINIS
Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) TIDAK FINIS
Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) TIDAK FINIS
* Rookie,

Klasemen pebalap setelah GP Amerika Serikat
1. ^1 Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 54 poin
2. ^1 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 51 poin (-3)
3. ^1 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 49 poin (-5)
4. ˅3 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) 45 poin (-9)
5. = Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 30 poin (-24)
6. ^2 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 29 poin (-25)
7. = Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 22 poin (-32)
8. ˅2 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 19 poin (-35)
9. ^1 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) 18 poin (-36)
10. ^2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 17 poin (-37)
11. ^5 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 16 poin (-38)
12. ˅1 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 14 poin (-40)
13. ˅4 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 13 poin (-41)
14. ^4 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 9 poin (-45)
15. ˅2 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 8 poin (-46)
16. ˅1 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 7 poin (-47)
17. ˅3 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) 7 poin (-47)
18. ˅1 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 6 poin (-48)
19. = Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 5 poin (-49)
20. NA Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) 1 poin (-53)
^X Pebalap naik X peringkat.
= Pebalap tidak mengalami peningkatan posisi.
˅X Pebalap turun X peringkat.
* Rookie

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marquez amankan “pole position” di Austin

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Repsol Honda Marc Marquez kembali mengamankan posisi start pertama GP Amerika Serikat setelah tampil tercepat pada babak kualifikasi di Sirkuit Americas, Austin, Texas, pada Sabtu waktu setempat.

Pebalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu tercepat 2 menit 3,787 detik di Q2 untuk finis lebih cepat 0,273 detik dari Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang akan start dari P2, demikian laman resmi MotoGP pada Minggu pagi.

Itu merupakan pole position Marquez untuk ketujuh kalinya di Austin, namun tahun lalu dia harus kehilangan posisi start terdepan usai diganjar penalti mundur tiga posisi start karena kedapatan memelankan motornya, menghalangi Maverick Vinales di kualifikasi. Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) melengkapi grid terdepan di P3.

Babak kualifikasi sempat terganggu cuaca buruk di pagi hari di Austin.

Setelah normal kembali, sesi Q2 berlanjut di mana Marquez langsung mencetak waktu terbaiknya setelah flying lap untuk mengejar rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, yang memuncaki Q1 saat itu.

Lorenzo kemudian menemui masalah teknis di motornya dan meninggalkan motornya di pinggir trek usai hanya mampu mencetak waktu terbaik ke-11.

Tak ada pebalap lain yang bisa menyamai catatan waktu Marquez. Rossi, yang tadinya berjarak 0,7 detik memperbaiki catatan waktunya untuk lebih dekat sekitar 0,3 detik dari Marquez, yang tak pernah terkalahkan di enam kali balapan di Austin.

Itu merupakan posisi start pertama Rossi di grid terdepan sejak GP Malaysia 2018, sementara bagi Crutchlow, merupakan yang pertama sejak GP Belanda tahun lalu.

Jack Miller (Pramac Ducati) mengamankan P4 diikuti oleh Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) di P5 dan Maverick Viñales (Monster Energy Yamaha MotoGP) di P6.

Baca juga: Espargaro terkesan dengan performa motor KTM di Austin
Baca juga: Sesi latihan bebas, Rins rasakan peningkatan kecepatan Suzuki

Vinales memperbaiki catatan waktunya untuk menggeser Alex Rins (Suzuki Ecstar) ke P7, yang menjadi posisi start terbaik pebalap Suzuki tahun ini. Dengan demikian lima pabrikan berbeda akan start dari posisi tujuh terdepan kali ini.

Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) berada di P8, lebih baik dari rekan satu timnya Andrea Dovizioso, yang akan start di P13 setelah tidak lolos Q1.

Dua pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli bersaing ketat di P9 dan P10. Sementara Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) di P12 di sesi Q2 pertamanya. Pebalap Italia itu terjatuh di Tikungan 1 namun tidak mengalami cedera.

Berikut hasil kualifikasi GP Amerika Serikat, Sabtu:
Q2:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 2 menit 3,787 detik [Lap 2/6] 338km/j (kecepatan puncak)
2. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 2 menit 4,060s +0,273 detik [Lap 6/7] 329k
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2 menit 4,147s +0,360 detik [Lap 6/7] 339k
4. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) 2 menit 4,416s +0,629 detik [Lap 6/7] 337k
5. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 2 menit 4,472s +0,685 detik [Lap 6/7] 332k
6. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 2 menit 4,489s +0,702 detik [Lap 7/7] 325k
7. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2 menit 4,534s +0,747 detik [Lap 6/7] 326k
8. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 2 menit 4,696s +0,909 detik [Lap 6/7] 332k
9. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 2 menit 4,941s +1,154 detik [Lap 6/7] 324k
10. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 2 menit 5,278s +1,491 detik [Lap 5/6] 322k
11. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 2 menit 5,383s +1,596 detik [Lap 4/5] 329k
12. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 2 menit 5,887s +2,100 detik [Lap 4/4] 329k
Q1:
13. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 2 menit 05,907 detik 332k
14. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 2 menit 06,147 detik 328k
15. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 2 menit 06,324 detik 328k
16. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2 menit 06,464 detik 322k
17. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2 menit 06,527 detik 322k
18. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 2 menit 06,543 detik 330k
19. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 2 menit 06,824 detik 321k
20. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 2 menit 07,129 detik 327k
21. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 2 menit 07,308 detik 322k
22. Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 2 menit 07,417 detik 330k
* Rookie.

Catatan resmi MotoGP di Sirkuit Americas
Lap terbaik
Marc Marquez SPA Honda 2 menit 2,135 detik(2014)
Lap tercepat ketika balapan
Marc Marquez SPA Honda 2 menit 3,575 detik (2015)

Baca juga: Duo pebalap Yamaha beri perlawanan ke Marquez di FP2
Baca juga: Juara enam kali di Austin tak membuat Marquez jemawa

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Crutchlow tak akan biarkan Marquez lolos di Austin

Jakarta (ANTARA) – Pebalap LCR Honda Castrol Cal Crutchlow, yang akan start dari P3 di GP Amerika Serikat, tak akan membiarkan Marc Marquez meraih kemenangan ketujuh kalinya di Austin pada balapan akhir pekan ini.

Pebalap asal Inggris itu, bersama Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan start dari grid terdepan setelah menempel Marquez dengan selisih sekitar 0,3 detik di babak kualifikasi, Sabtu waktu setempat.

“Saya tidak tahu seberapa cepat Marquez dibandingkan yang lain. Dia sangat sulit dipahami karena biasanya dia lebih cepat di latihan dan kualifikasi daripada di balapan jadi kita lihat nanti,” kata Crutchlow seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Minggu pagi.

“Saya rasa dia punya kecepatan superior tapi banyak pebalap yang tak jauh di belakangnya, akan jadi pertarungan yang hebat pastinya.”

“Saya tak akan membiarkan dia lolos,” kata pebalap berusia 33 tahun itu.

Baca juga: Marquez amankan “pole position” di Austin

Crutchlow pada awal musim menunjukkan kecepatannya dan mampu menantang para pebalap papan atas, seperti ketika dia meraih podium ketiga di Qatar.

Kesialannya di Argentina, karena diganjar penalti usai kedapatan mencuri start, akan menjadi bekal Crutchlow untuk membalas kekecewaannya di balapan ketiga MotoGP musim ini di Austin.

Namun demikian, Crutchlow mengaku senang dengan kecepatan motornya ketika di Argentina.

“Tim saya melakukan kerja yang fantastis, tim LCR Honda Castrol dan HRC telah berkerja sangat keras akhir-akhir ini untuk memberi kami motor yang bisa berada di depan,” kata pebalap yang menjuarai GP Argentina musim lalu itu.

“Saya merasa positif untuk besok tentunya. Saya harap balapan bagus. Kami berbagi baris terdepan dengan dua pebalap yang hebat,” kata Crutchlow.

Crutchlow dan Rossi akan mencoba mematahkan dominasi Marquez di Austin di balapan pada Minggu waktu setempat, atau Senin dini hari WIB nanti.

Baca juga: Juara enam kali di Austin tak membuat Marquez jemawa
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamilton juarai balapan Formula 1 ke-1.000

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Mercedes-AMG F1 Lewis Hamilton merebut trofi juara GP China, yang merupakan balapan ke 1.000 di kalender Formula 1, pada Minggu.

Pebalap asal Inggris itu mampu mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas, yang start dari pole position, dan mendominasi balapan sepanjang 56 lap di Sirkuit Internasional Shanghai, China, itu, demikian laman resmi Formula 1.

Baca juga: Bottas ungguli Hamilton 0,023 detik untuk “pole position” GP China

Dengan strategi dua pit stop, juara dunia F1 sebanyak lima kali itu, finis 6,552 detik dari Bottas di peringkat dua yang menjadi finis 1-2 Mercedes untuk ketiga kalinya musim ini.

Balapan Grand Prix ke-1.000 ini menjadi pertarungan batin antara dua pebalap Ferrari.

Charles Leclerc, yang sempat unggul di posisi tiga, harus mematuhi perintah tim untuk memberi jalan Sebastian Vettel yang tertahan di belakang mobilnya pada lap 11.

Walaupun diuntungkan team order, Vettel seakan tak punya jawaban atas kecepatan dua pebalap Mercedes yang berada jauh di depan.

Baca juga: Tantang Mercedes, Vettel sebut P3 tawarkan Ferrari sejumlah opsi

Pebalap asal Jerman itu harus cukup puas berbagi podium dengan dua pebalap Mercedes setelah finis di peringkat ketiga dengan selisih 13,744 detik dari juara lomba.

Max Verstappen, yang memberi ancaman kepada duo Ferrari, finis di peringkat empat untuk Red Bull.

Sementara itu rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly finis P6 di belakang Leclerc di P5.
Mobil Red Bull RB15, bermesin Honda, yang dikendarainya juga mencetak waktu putaran tercepat di balapan sehingga pebalap asal Prancis itu mendapat tambahan satu poin.

Daniel Ricciardo memetik hasil positif dengan Renault kali ini dan meraih poin pertamanya setelah hasil buruk di dua balapan pertama musim ini.

Sergio Perez (Racing Point) dan Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) finis P8 dan P9.

Pebalap Toro Rosso Alexander Albon tampil impresif di balapan kali ini dan melengkapi peringkat 10 besar. Setelah mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan dan melewatkan babak kualifikasi, pebalap asal Thailand itu finis P10 dan mengemas satu poin setelah mengawali balapan dari posisi paling belakang, itu pun dari pit stop.

Baca juga: Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil GP China, Hamilton juara seri ke-1.000, Mercedes cetak hat-trick

Jakarta (ANTARA) – Tim Mercedes-AMG F1 meraih hat-trick podium 1-2 di balapan Formula 1 musim ini setelah tampil dominan di Sirkuit Internasional Shanghai, China, pada Minggu.

Lewis Hamilton menjuarai balapan Formula 1 ke-1.000 itu dengan finis 6,552 detik dari rekan satu timnya, Valtteri Bottas, demikian laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Hasil GP China itu merupakan kemenangan ke-75 kali di karir balap Hamilton, yang mengawali balapan dari P2.

“Mencetak finis 1-2 bersama itu sangat spesial di Grand Prix ke-1.000. Waktu start lah di mana aku bisa membuat perbedaan dan setelah itu ini seperti suatu sejarah,” kata Hamilton seperti dikutip Reuters.

Pebalap asal Inggris itu kini terpaut 16 kemenangan dari rekor kemenangan terbanyak yang masih dipegang Michael Schumacher, yaitu 91 kali.

Belum ada pemenang yang mengawali balapan dari pole position musim ini. Bottas, yang menjuarai GP Australia pun kasusnya sama, meraih juara dari P2.

“Aku kira aku kecolongan di start. Mobil terasa OK dan selain itu kecepatannya serupa,” kata Bottas.

Namun ketika menguntit di belakang mobil Hamilton, Bottas tidak bisa mengejarnya.

“Sangat disayangkan ketika start, aku mendapati ban spin ketika melaju dari garis putih” kata pebalap Finlandia itu.

Bottas, yang gagal memaksimalkan posisi start terdepan, harus tergeser dari posisi puncak klasemen pebalap ke peringkat dua dengan defisit enam poin dari Hamilton.

Balapan Grand Prix ke-1.000 ini menjadi pertarungan batin antara dua pebalap Ferrari.

Charles Leclerc, yang sempat unggul di posisi tiga, tidak terlalu senang ketika harus mematuhi perintah tim untuk memberi jalan Sebastian Vettel yang tertahan di belakang mobilnya pada lap 11.

Walaupun diuntungkan team order, Vettel seakan tak punya jawaban atas kecepatan dua pebalap Mercedes yang berada jauh di depan. Baik Mercedes maupun Ferrari menerapkan strategi dua pitstop dengan ban kompon hard dan medium.

Pebalap asal Jerman itu harus cukup puas berbagi podium dengan dua pebalap Mercedes setelah finis di peringkat ketiga dengan selisih 13,744 detik dari juara lomba.

“Aku senang berada di podium… tapi balapan sulit karena kami mencoba untuk menempel mereka tapi kami tidak bisa,” kata Vettel. Pebalap tim Mercedes-AMG F1 Lewis Hamilton (dua dari kanan) melakukan selebrasi setelah menjuarai GP China di Sirkuit Internasional Shangai, China, Minggu (14/4) bersama rekan satu tim, Valtteri Bottas (kiri) sebagai runner-up, mekanik performa Mercedes Marcus Dudley (dua dari kiri), dan pebalap Ferarri Sebastian Vettel di peringkat ketiga (kanan). Reuters/Thomas Peter

Max Verstappen, yang memberi ancaman kepada duo Ferrari, finis di peringkat empat untuk Red Bull usai melakukan upaya undercut dengan masuk pitstop lebih awal.

Sementara itu rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly dengan menerapkan strategi tiga kali pitstop finis P6 di belakang Leclerc di P5.

Mobil Red Bull RB15, bermesin Honda dan berkompon ban lunak yang dikendarainya juga mencetak waktu putaran tercepat di akhir balapan sehingga pebalap asal Prancis itu mendapat tambahan satu poin.

Daniel Ricciardo memetik hasil positif dengan Renault kali ini dan meraih poin pertamanya setelah hasil buruk di Australia dan Bahrain.

Sergio Perez (Racing Point) dan Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) finis P8 dan P9.

Pebalap Toro Rosso Alexander Albon tampil impresif di balapan kali ini dan melengkapi peringkat 10 besar.

Setelah mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan dan melewatkan babak kualifikasi, pebalap asal Thailand itu finis P10 dan mengemas satu poin setelah mengawali balapan dari posisi paling belakang, itu pun dari pitstop.

Tiga pebalap, Nico Hulkenberg (Renault), Lando Norris (McLaren), dan Daniil Kvyat (Toro Rosso) tidak menyelesaikan balapan karena mengalami masalah dengan mobil mereka di tengah lomba.

Norris, dan rekan satu timnya Carlos Sainz Jr sempat terlibat senggolan dengan mobil Kvyat di awal lomba yang menyebabkan Virtual Safety Car diberlakukan di lap-lap awal.

Hasil balapan GP China, Minggu
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport 56 lap
2. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport + 6.552 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 13.744 detik
4. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 27.627 detik
5. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 31.276 detik
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 89.307 detik
7. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1 lap
8. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
9. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
10. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1 lap
11. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
12. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1 lap
13. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 1 lap
14. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1 lap
15. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 1 lap
16. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2 laps
17. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2 laps

Tidak menyelesaikan balapan:
Lando Norris GBR McLaren F1 Team
Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda
Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team

Klasemen pebalap hingga GP China
1 Lewis Hamilton GBR Mercedes 68 (poin)
2 Valtteri Bottas FIN Mercedes 62
3 Max Verstappen NED Red Bull Racing Honda 39
4 Sebastian Vettel GER Ferrari 37
5 Charles Leclerc MON Ferrari 36
6 Pierre Gasly FRA Red Bull Racing Honda 13
7 Kimi Räikkönen FIN Alfa Romeo Racing Ferrari 12
8 Lando Norris GBR McLaren Renault 8
9 Kevin Magnussen DEN Haas Ferrari 8
10 Nico Hulkenberg GER Renault 6
11 Daniel Ricciardo AUS Renault 6
12 Sergio Perez MEX Racing Point BWT Mercedes 5
13 Alexander Albon THA Scuderia Toro Rosso Honda 3
14 Lance Stroll CAN Racing Point BWT Mercedes 2
15 Daniil Kvyat RUS Scuderia Toro Rosso Honda 1
16 Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing Ferrari 0
17 Romain Grosjean FRA Haas Ferrari 0
18 Carlos Sainz ESP McLaren Renault 0
19 George Russell GBR Williams Mercedes 0
20 Robert Kubica POL Williams Mercedes 0

Baca juga: Hamilton juarai balapan Formula 1 ke-1.000

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagus Saputra kembali harus akui keunggulan pebalap Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pebalap BMX Indonesia I Gusti Bagus Saputra kembali harus mengakui keunggulan pebalap Jepang pada dua kejuaraan yaitu Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 dan Malaysia BMX C1 Internasional di Nilai, Malaysia yang berakhir Minggu.

Jika pada Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 menyerah dari Jukia Yoshimura dan harus puas di posisi dua, untuk C1 Internasional menyerah dari Daiki Ikeda dan Bagus Saputra posisinya melorot di posisi tiga. Untuk posisi dua diambil pebalap Filipina, Daniel Patrick Caluag.

“Hari ini kita hanya bisa menempatkan satu pebalap nasional saja di podium yaitu Bagus Saputra. Yang kami sayangkan Rio Akbar dan Toni Syarifudin gagal masuk final,” kata pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Pada Malaysia BMX C1 Internasional, Bagus Saputra membukukan catatan waktu 30.878 detik. Sedangkan peringkat pertama Daiki Ikeda membukukan waktu 29.417 detik dan Daniel Patrick Caluag dengan catatan waktu 29.969 detik.

Menurut Dadang, dua pebalap timnas yaitu Rio Akbar dan Toni Syarifudin sebenarnya tampil gemilang dengan memimpin pada awal semifinal. Namun, pada berm terakhir Rio Akbar melakukan kesalahan dan membuat pebalap asal Jawa Barat itu terjatuh. Toni yang berada di belakangnya langsung menabrak.

“Itu yang kami sayangkan. Jika keduanya masuk final maka target 100 poin di C1 intenasional bisa diraih. Khusus hari ini kita hanya mendapatkan 68 poin saja,” kata Dadang menambahkan.

Untuk sektor putri, pebalap Wiji Lestari juga belum mampu menyumbangkan hasil terbaik. Pada balapan C1 internasional, pebalap asal Blitar Jawa Timur ini harus puas berada di posisi enam dengan catatan waktu 35.586 detik.

Untuk nomor women elite ini, peringkat pertama direbut oleh pebalap Yan Lu dengan catatan waktu 32.563 detik disusul rekan satu timnya Na Peng dengan waktu 33.128 detik dan peringkat tiga diduduki Yunyun Liu dengan waktu 33.693 detik yang ketiganya berasal dari China.

Meski demikian, Dadang mengaku sangat mengapreasi perjuangan Bagus Saputra dan kawan-kawan karena hasil di Malaysia ini akan dijadikan bekal untuk menambah poin Olimpiade 2020.

Baca juga: Bagus Saputra harus puas diperingkat dua ACC BMX Malaysia

Baca juga: Timnas BMX bertolak ke Malaysia untuk pertahankan prestasi Asia

Baca juga: Profil singkat pebalap timnas BMX untuk kejuaraan Asia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini kunci kemenangan Hamilton di GP China

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton mengatakan kunci kemenangannya di balapan GP China pada Minggu adalah mengubah gaya membalap di belakang kemudi mobil Mercedes W10.

Sebelum menjuarai balapan seri ke-1.000 dalam kalender Formula 1 di Sirkuit Internasional Shanghai, China, pebalap asal Inggris itu sempat kewalahan mengendalikan mobilnya untuk mencetak waktu sebaik mungkin pada sesi latihan bebas pada Jumat.

“Sepanjang akhir pekan ini, mobil ini tidak suka dengan cara membalapku di trek ini,” kata Hamilton seperti dikutip oleh laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Juara dunia F1 lima kali itu mengaku selalu menggunakan gaya membalap yang agresif di Shanghai dan itu berhasil dengan baik dengan raihan lima gelar juara di sana hingga 2017.

Namun pada 2018, dia gagal naik podium setelah hanya finis di peringkat empat, sementara rekan satu timnya, Valtteri Bottas finis runner-up.

“Dan kemudian aku menggunakan (gaya) itu di dua tahun terakhir namun ban dan mobil tidak mau menyesuaikannya dan aku sepertinya kehilangan banyak performa.”

“Aku harus lebih dinamis untuk mengubah gaya alami membalapku, berganti ke cara lain. Aku berhasil menemukannya di akhir kualifikasi, dan ketika di balapan, gayaku sedikit kembali ke gaya normal membalapku, jadi ketika memimpin aku bisa mempertahankan posisi dan melakukan tugasku,” kata Hamilton yang meraih gelar juara ke-75 sepanjang karirnya itu.

Hamilton meraih gelar juara keenam kalinya di Shanghai setelah mengungguli Bottas di peringkat dua. Dengan itu Mercedes mencetak hat-trick finis 1-2 di tiga balapan pertama F1 musim ini.

Melihat tiga kemenangan Mercedes di awal musim, Hamilton menolak jemawa.

“Aku merasa kami sebagai tim yang dominan… aku kira proses secara keseluruhan kami solid, platformnya, pitstop, performa di kualifikasi, bekerja dengan tingkat sangat tinggi, 90 persen,” ungkapnya.

Hamilton kini berada di puncak klasemen pebalap menggeser Bottas ke peringkat dua dengan jarak enam poin.

Mercedes pun kokoh di puncak klasemen konstruktor dengan 130 poin, sementara Ferrari di tempat kedua dengan margin 57 poin.

Baca juga: Hasil GP China, Hamilton juara seri ke-1.000, Mercedes cetak hat-trick

Baca juga: Hamilton juarai balapan Formula 1 ke-1.000

Baca juga: Bottas ungguli Hamilton 0,023 detik untuk “pole position” GP China

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMX Indonesia buka peluang lolos ke Olimpiade Tokyo

Jakarta (ANTARA) – Pebalap timnas BMX Indonesia membuka peluang lolos Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang setelah hingga balapan Malaysia BMX C1 Internasional di Nilai, Malaysia, Minggu, I Gusti Bagus Saputra dan kawan-kawan mampu mengumpulkan 392 poin.

“Kalau melihat dari poin, saat ini kalau tanpa ada fluktuatif tim-tim lain, Indonesia telah memasuki urutan sekitar 15-16 rangking dunia,” kata pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Menurut dia, untuk bisa lolos ke kejuaraan terbesar di dunia itu, Indonesia harus bisa berada di posisi 12 sampai 14 dunia. Dengan posisi yang ada saat ini, ia menilai peluang Indonesia untuk lolos ke Olimpiade Tokyo cukup besar.

Terkait raihan poin saat ini, kata Dadang, poin tersebut diperoleh dari Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 sebesar 215 poin. Saat itu dua pebalap timnas yaitu Bagus Saputra naik podium dua dan Rio Akbar berada di podium ketiga.

Berikutnya dari Malaysia BMX C1 Internasional sebanyak 68 poin. Pada kejuaraan yang lokasinya satu tempat dengan Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 itu, Indonesia menempatkan Bagus Saputra di posisi tiga. Untuk 109 poin sisanya adalah poin yang ada sebelumnya.

“Pada Malaysia BMX C1 Internasional awalnya kami targetkan 100 poin, tapi hanya 68 yang didapat. Itu terjadi karena Rio Akbar dan Toni Syarifudin gagal masuk final,” kata Dadang menambahkan.

Rio Akbar dan Toni Syarifudin, kata Dadang, sebenarnya tampil gemilang dengan memimpin pada awal semifinal. Namun, pada “berm” terakhir Rio Akbar melakukan kesalahan dan membuat pebalap asal Jawa Barat itu terjatuh. Toni yang berada di belakangnya langsung menabrak dan keduanya gagal masuk final.

Untuk mengejar peringkat dan lolos ke Olimpiade, mantan pebalap BMX nasional itu menjelaskan jika pebalap Indonesia harus memaksimalkan balapan C1 internasional yang masih ada.

“Masih ada tujuh kejuaraan C1 internasional yang akan diikuti tahun ini. Kita harus maksimalkan. Kesempatan kita untuk lolos ke Olimpiade memang cukup besar,” kata Dadang menegaskan.

Kejuaraan C1 yang bakal diikuti pebalap BMX Indonesia, kata Dadang terdiri atas satu round di Korea Selatan, dua round di Thailand, dua round di Banyuwangi dan dua round di China.

Baca juga: Bagus Saputra kembali harus akui keunggulan pebalap Jepang

Baca juga: Bagus Saputra harus puas diperingkat dua ACC BMX Malaysia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tampil impresif usai kecelakaan, Albon persembahkan poin untuk tim

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Toro Rosso Alexander Albon mempersembahkan poin yang ia raih di balapan GP China untuk tim mekaniknya yang telah membantunya melewati pekan yang cukup berat di Sirkuit Internasional Shanghai.

Setelah mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan pada Sabtu sehingga melewatkan babak kualifikasi, pebalap asal Thailand itu finis P10 dan mengemas satu poin setelah mengawali balapan dari posisi paling belakang, itu pun dari pitstop, karena menggunakan sasis mobil baru.

“Aku sangat senang. Aku rasa aku harus sangat berterima kasih kepada tim, karena setelah FP3 semuanya tampak suram, seperti itu, dan aku sedikit terpukul,” kata Albon seperti dikutip laman resmi Formula 1 pada Minggu.

Albon memuji kerja keras timnya yang dengan cekatan mengganti sasis mobil yang telah hancur dalam semalam. “Jadi poin ini untuk mereka. Poin ini sangat pantas diraih.” Petugas mengevakuasi mobil Toro Rosso milik pebalap Alexander Albon yang mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas GP China, Sirkuit Internasional Shanghai, Sabtu (13/4) Reuters/Aly Song
Putaran terakhir cukup menegangkan bagi rekan satu tim Daniil Kvyat itu karena pebalap Haas Romain Grosjean, dengan ban yang lebih baru, menguntit di belakangnya.

Albon yang menggunakan strategi satu kali pitstop itu mampu menjaga dengan baik ban hard yang dia pakai serta melintasi garis finis untuk meraup poin terakhir yang tersisa di balapan hari itu.

Selain itu, Dia juga mendapatkan suara terbanyak dalam voting Driver of the Day dari para penggemar F1 berkat penampilan gemilangnya.

Hingga balapan ketiga, Albon telah mengemas total tiga poin, dua di antaranya diraih di Bahrain. Sementara Kvyat baru mengantongi satu poin.

Baca juga: Bottas kembali tercepat, Albon alami kecelakaan di FP3 GP China

Baca juga: Ini kunci kemenangan Hamilton di GP China

Baca juga: Hasil GP China, Hamilton juara seri ke-1.000, Mercedes cetak hat-trick

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Binotto bela keputusan “team order” Ferrari

Jakarta (ANTARA) – Kepala tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto membela keputusan timnya dalam melakukan team order untuk membantu salah satu pebalapnya, Sebastian Vettel, di balapan GP China, Minggu.

Rekan satu tim Vettel, Charles Leclerc membuat start yang bagus hingga naik satu posisi ke P3, Vettel tidak jauh di belakangnya.

“Tentunya sulit bagi tim untuk memberikan team order karena kami memahami para pebalap, mereka butuh bertarung, untuk berada sejauh yang dia bisa di depan,” kata Binotto seperti dikutip Reuters, Minggu.

Team order adalah istilah yang digunakan untuk perintah dari pimpinan tim kepada salah satu pebalapnya agar mengalah untuk berbagai tujuan, terutama untuk menjaga peluang meraih poin maksimal.

Leclerc harus mematuhi perintah tim di lap ke-11 untuk memberikan jalan bagi Vettel sebagai salah satu upaya tim mengejar dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, yang berada di depan.

Baca juga: Vettel masih prioritas namun Ferrari juga luwes terhadap Leclerc

Namun, sayangnya team order itu gagal untuk mengejar dua pebalap Mercedes, yang mencetak hat-trick finis 1-2 musim ini, sementara Vettel finis di P3.

“Kami mencoba semua yang kami bisa untuk tidak kehilangan waktu terhadap Mercedes di depan dan itu salah satu peluang yang kami miliki saat itu,” kata Binotto yang menggantikan Maurizio Arrivabene sebagai kepala tim tahun ini.

Binotto pun mengakui strateginya tidak berjalan dengan baik.

“Aku rasa tepat memberi kesempatan untuk Seb dan aku kira sebagai tim kami melakukan apa pun yang bisa kami lakukan.”

Keputusan itu berdampak kepada Leclerc, pebalap berusia 21 tahun asal Monako, yang sebelumnya terenggut peluangnya meraih juara di Bahrain karena kerusakan mesin di 10 lap terakhir.

“Sedikit membuat frustasi,” kata Leclerc, yang meraih pole position pertamanya bersama Ferrari di Bahrain.

“Tapi di sisi lain, aku sangat sadar jika berada di dalam mobil kalian tidak bisa melihat gambaran sepenuhnya dari balapan. Jadi aku terima saja, lakukan itu dan fokus di balapan,” ungkap Leclerc.

Binotto pun memaklumi kekecewaan sang pebalap muda itu.

Baca juga: Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

“Jika Charles kecewa, dia berhak untuk kecewa. Kami harus menerimanya, sayang bagi dia dan mungkin lain kali (team order diberikan) untuk keuntungannya,” kata Binotto.

Vettel, yang duduk di samping Binotto dan Leclerc, juga membela dan menyatakan keputusan itu semata-mata untuk kepentingan tim.

“Charles sadar itu, dan aku juga menyadari jika kami membalap untuk tim… tidak pernah menyenangkan mendapati hal ini tapi apa yang terjadi maka terjadi lah,” kata Vettel.

Hingga balapan seri ketiga musim ini, Vettel bercokol di peringkat empat klasemen pebalap dengan 37 poin, unggul 1 poin dari Leclerc, dan terpaut 31 poin dari Lewis Hamilton di puncak.

Baca juga: Ini kunci kemenangan Hamilton di GP China
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tantang Mercedes, Vettel sebut P3 tawarkan Ferrari sejumlah opsi

Mereka sangat cepat di tikungan

Jakarta (ANTARA) – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel usai mengunci posisi start ketiga di GP China pada Sabtu yakin jika balapan besok akan menjadi peluang bagus bagi tim untuk memberikan perlawanan terbaiknya kepada tim rival, Mercedes.

Power unit Ferrari V6 turbo-hybrid telah menunjukkan kekuatannya di musim 2019, terutama di Bahrain dan di China akhir pekan ini di mana mereka diuntungkan dengan karakter sirkuit dengan trek lurus yang panjang, lebih dari satu kilometer.

Namun Valterri Bottas dan Lewis Hamilton mampu mengimbangi kekuatan Ferrari di trek lurus itu dengan mobil Mercedes mereka. “Mereka sangat cepat di tikungan,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1, Sabtu.

“Bagi kami, ketika kami mendekat, kami memiliki keunggulan di lintasan lurus, jadi mungkin kami bisa lakukan sesuatu di sana. Balapan nanti panjang, besok akan jadi hari yang bagus,” kata juara dunia empat kali itu.

Bottas dan Hamilton mengunci posisi start 1-2 untuk Mercedes dengan unggul sekitar 0,3 detik dari Vettel dan rekan satu timnya, Charles Leclerc.

“Kami mempunyai sesi yang bagus, mungkin bisa lebih baik lagi… penting untuk diingat jika kami tidak bisa mengalahkan mereka jika berada tepat di belakang mereka. Jadi ini memberikan kami beberapa opsi untuk besok,” kata Vettel, yang saat ini berada di peringkat lima klasemen pebalap, terpaut 22 poin dari Bottas di puncak.

Vettel memperbaiki catatan waktunya di menit-menit terakhir kualifikasi untuk naik dari peringkat empat ke peringkat tiga, menggeser Max Verstappen dari tim Red Bull.

Di akhir Q3, trek cukup padat dengan pebalap yang ingin memanfaatkan waktu terakhir untuk memperbaiki waktunya.

Para pebalap yang berada di rombongan belakang harus finis sebelum waktu habis jika ingin putarannya dihitung.

Menyadari hal itu, Vettel menyalip Verstappen dari luar tikungan untuk memastikan waktu putarannya tidak terhambat pebalap yang berada di depannya itu.

“Aku lega bisa melakukan upaya terakhir,” kata Vettel. “Aku kehabisan waktu, bergegas dan meyakinkan jika aku melintasi garis tepat waktu.”

Verstappen, yang dipecundangi dua pebalap Ferrari untuk start dari P5 itu, tidak terlalu senang dengan hal itu dan merasa dirugikan ketika kualifikasi.

“Kami hanya mencoba mengikuti pebalap Ferrari yang berada di depan dan berusaha bersikap baik. Aku bisa saja menyalipnya tapi itu bukan lah hal yang biasa kalian lakukan di kualifikasi,” kata Vettel.

“Seperti aturan tak tertulis jika kalian harus terima jika kalian berada di sektor terakhir, kalian tetap berada di belakang yang lain. Dan aku bersikap baik, berada di belakang Charles… dan tiba-tiba, di luar tikungan, mereka mulai menyalipmu.”

“Itu tidak bagus tapi aku akan ingat itu dan di kualifikasi selanjutnya, jika itu terjadi, aku akan tahu apa yang harus kulakukan,” kata Verstappen.

Dua pebalap Red Bull, Verstappen dan Pierre Gasly mengunci posisi start di grid ketiga setelah hasil kualifikasi.

Kepala tim Red Bull Christian Horner menyayangkan hal itu. “Bisa jadi kesempatan bagus untuk mencoba dan memperbaiki di sana. Kami seharusnya bisa berada di baris kedua hari ini.”

“Ini berarti kami harus membalap lebih keras besok,” kata Horner.

Baca juga: Vettel masih prioritas namun Ferrari juga luwes terhadap Leclerc

Baca juga: Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

Baca juga: Bottas ungguli Vettel di FP2 GP China

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas ungguli Hamilton 0,023 detik untuk “pole position” GP China

Jakarta (ANTARA) – Valtteri Bottas merebut pole position GP China untuk Mercedes usai menjadi yang tercepat pada babak kualifikasi di Sirkuit Internasional Shanghai, China, Sabtu.

Pemuncak klasemen pebalap sementara itu mencetak waktu 1 menit 31,547 detik untuk mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton yang akan start dari P2 dengan selisih tipis 0,023 detik, demikian laman resmi Formula 1 pada Sabtu.

“Akhir pekan yang bagus sejauh ini, start dari pole. Lap-nya OK, tidak seperti yang aku inginkan tapi untungnya cukup bagus untuk pole. Mobil saya terasa bagus akhir pekan ini,” kata Bottas.

Sementara itu, Hamilton memuji penampilan Bottas yang kuat akhir pekan ini di China.

“Valtteri luar biasa sepanjang akhir pekan ini… Banyak waktu tersisa, tapi saya akan coba dan meraihnya besok,” kata Hamilton.

Baca juga: Jelang GP China, Bottas ingin tegaskan dominasinya di puncak

Kedua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc membayangi duo Mercedes di P3 dan P4 dengan selisih waktu kualifikasi sekitar 0,3 detik. Kecepatan mobil SF90 Ferrari di lintasan lurus nampaknya belum cukup untuk mengimbangi performa rival mereka.

“Saya cukup senang karena saya berhasil di usaha terakhir karena waktunya cukup ketat,” kata Vettel.

Sedangkan Red Bull berharap akan memberikan perlawanan di papan atas setelah mengunci tempat di grid ketiga start oleh dua pebalap mereka Max Verstappen (P5) dan Pierre Gasly (P6).

Baca juga: Hamilton nantikan ancaman dari Red Bull di GP China

Sementara Renault menunjukkan performa impresif di papan tengah. Kedua pebalap mereka Daniel Ricciardo dan Nico Hulkenberg, mampu lolos hingga babak kualifikasi terakhir Q3 dan mengunci P7 dan P8 diikuti oleh dua pebalap Haas, Kevin Magnussen (P9) dan Romain Grosjean (P10).

Waktu putaran Hulkenberg di akhir Q2 menyingkirkan Daniil Kvyat (Toro Rosso) di P11, yang unggul satu posisi dari Sergio Perez (Racing Point) di P12.

Rekor Kimi Raikkonen selam 53 kali berturut-turut lolos di Q3, sejak GP Hungaria 2016, berakhir setelah pebalap Alfa Romeo itu hanya mampu finis P13.

Kemudian McLaren, yang tampil impresif di Bahrain, terlempar dari peringkat 10 besar. Carlos Sainz Jr dan Lando Norris harus puas di P14 dan P15.

Lance Stroll (Racing Point) belum mampu membuat peningkatan dengan mobilnya dan kembali tidak lolos Q1 untuk start di P16 setelah dua pebalap Williams, George Russel (P17) dan Robert Kubica (P18).

Sementara pebalap Alfa Romeo, Antonio Giovinazzi, mengalami kendala dengan power unit mobilnya sehingga melewatkan sesi kualifikasi Q1. Pun demikian, Alexander Albon tidak turun di babak kualifikasi setelah mobilnya rusak parah karena kecelakaan di sesi latihan bebas FP3 pada pagi harinya.

Hasil babak kualifikasi GP China, Sabtu:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit 31.547 detik
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0.023 detik
3. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0.301 detik
4. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0.318 detik
5. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 0.542 detik
6. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1.383 detik
7. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 1.411 detik
8. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1.415 detik
9. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team tak ada catatan waktu
10. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team tak ada catatan waktu
— Q2 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 31.637 detik
11. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1.599 detik
12. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 1.662 detik
13. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1.782 detik
14. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1.886 detik
15. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 2.330 detik
— Q1 WAKTU TERCEPAT: 1 menit 32.658 detik —
16. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 1.634 detik
17. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 2.595 detik
18. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 2.623 detik
19. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing tak ada catatan waktu
20. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda tak ada catatan waktu

Baca juga: Vettel masih prioritas namun Ferrari juga luwes terhadap Leclerc
Baca juga: Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagus Saputra harus puas diperingkat dua ACC BMX Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Timnas BMX Indonesia telah menyelesaikan balapan Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 di kompleks Velodrome Nasional, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu, dan pebalap I Gusti Bagus Saputra harus puas berada diperingkat dua pada nomor men elite.

“Hasil ini tentunya sangat bagus untuk perolehan poin kualifikasi Olimpade 2020, meskipun harapan kami dapat mempertahankan gelar di men elite meleset,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Pebalap Jepang dan Thailand jadi ancaman timnas di ACC 2019

Berdasarkan data yang dihimpun media di Jakarta, untuk posisi pertama kelas men elite ini direbut oleh pebalap asal Jepang, Jukia Yoshimura dan posisi tiga direbut pebalap Indonesia lainnya yang juga sang juara bertahan, Rio Akbar.

“Saya sangat mengapresiasi kepada tim pelatih atas kerja kerasnya yang mempersiapkan tim dalam waktu satu bulan,” kata Budi manambahkan.

Menyodoknya pebalap Jepang ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Apalagi pada kejuaraan tahunan ini menurunkan empat pebalap terbaiknya. Begitu juga dengan Indonesia yang menurunkan empat pebalap terbaiknya.

Hanya saja dua diantaranya, yaitu pebalap senior Toni Syarifudin harus puas berada di posisi 11 dan pebalap yang baru naik ke senior Fasya Ahsana Rifki hanya berada di posisi 13 dari 17 pebalap yang turun pada kejuaraan bergengsi ini.

Hasil kurang memuaskan terjadi di sektor putri. Wiji Lestari yang turun sendirian harus puas berada di posisi enam. Untuk posisi pertama direbut pebalap Jepang, Kanami Tanno disusul Yan Lu dan Na Peng yang keduanya berasal dari China.

“Kita sangat mengapresia perjuangan semua pebalap. Setelah ini kami akan melakukan evaluasi untuk menghadapi kejuaraan berikutnya,” kata Budi..

Setelah menyelesaikan Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019, di tempat yang sama Minggu (14/4), semua pebalap akan kembali bersaing pada kejuaraan C1 internasional.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bottas kembali tercepat, Albon alami kecelakaan di FP3 GP China

Jakarta (ANTARA) –
Pebalap Mercedes-AMG F1 Valtteri Bottas kembali menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas GP China pada Sabtu.

Pemuncak klasemen pebalap sementara itu mencatatkan waktu tercepat di FP3 1 menit 32,830 detik untuk mengungguli dua pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, demikian laman resmi Formula 1.
Baca juga: Bottas ungguli Vettel di FP2 GP China

Vettel terpaut 0,392 detik dari pebalap asal Finlandia itu, sementara rekan satu timnya, Leclerc tidak jauh di tempat ketiga dengan selisih 0,418 detik.

Sementara itu, Lewis Hamilton masih belum menemukan kecepatan mobil Mercedes W10 yang ia kendarai di Sirkuit Internasional Shanghai, China, dan hanya mampu berada di peringkat empat dengan selisih 0,859 detik dari Bottas.

Nico Hulkenberg (Renault) tampil impresif menguntit di peringkat lima, setelah sebelumnya di FP2 dia mengungguli Kimi Raikkonen di P6 untuk Alfa Romeo.

Max Verstappen harus berharap mobil Red Bull RB15 bermesin Honda mampu mencatatkan waktu lebih baik di babak kualifikasi setelah hanya mampu berada di tempat ketujuh tercepat, terlampau 1,617 detik lebih lambat dari pemuncak sesi latihan.

Rekan satu tim Verstappen, Pierre Gasly belum mampu menembus peringkat 10 besar dan tercecer di P15.

Pebalap Toro Rosso Alexander Albon mengalami kecelakaan setelah kehilangan kendali mobilnya di tikungan terakhir hingga menabrak pembatas. Insiden itu menyudahi lebih awal sesi FP3 hari itu.

Walaupun mobil STR14nya rusak parah, pebalap asal Thailand itu keluar dari mobil dan mampu berjalan menjauhi tempat kejadian.

Albon memiliki waktu tercepat kesembilan, diikuti oleh rekan satu timnya Daniil Kvyat di peringkat 10 besar.

Pebalap McLaren Carlos Sainz mengungguli duo pebalap Toro Rosso itu di peringkat delapan.

Hasil FP3 GP China, Sabtu:
1. Valtteri Bottas FIN Mercedes AMG Petronas Motorsport 1 menit32,830 detik
2. Sebastian Vettel GER Scuderia Ferrari + 0,392 detik
3. Lewis Hamilton GBR Mercedes AMG Petronas Motorsport + 0,418 detik
4. Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari + 0,859 detik
5. Nico Hulkenberg GER Renault F1 Team + 1,144 detik
6. Kimi Raikkonen ITA Alfa Romeo Racing + 1,416 detik
7. Max Verstappen NED Aston Martin Red Bull Racing Honda + 1,617 detik
8. Carlos Sainz ESP McLaren F1 Team + 1,680 detik
9. Alexander Albon THA Red Bull Toro Rosso Honda + 1,770 detik
10. Daniil Kvyat RUS Red Bull Toro Rosso Honda + 1,953 detik
11. Lando Norris GBR McLaren F1 Team + 2,108 detik
12. Sergio Perez MEX SportPesa Racing Point F1 Team + 2,248 detik
13. Daniel Ricciardo AUS Renault F1 Team + 2,312 detik
14. Lance Stroll CAN SportPesa Racing Point F1 Team + 2,393 detik
15. Pierre Gasly FRA Aston Martin Red Bull Racing Honda + 2,496 detik
16. Antonio Giovinazzi ITA Alfa Romeo Racing + 2,896 detik
17. Romain Grosjean FRA Rich Energy Haas F1 Team + 2,941 detik
18. Kevin Magnussen DEN Rich Energy Haas F1 Team + 3,168 detik
19. George Russell GBR ROKiT Williams Racing + 3,294 detik
20. Robert Kubica POL ROKiT Williams Racing + 3,346 detik

Baca juga: Vettel masih prioritas namun Ferrari juga luwes terhadap Leclerc
Baca juga: Ferrari gunakan komponen spesifikasi lama di GP China

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019